Anda di halaman 1dari 54

PENGHANTAR SALURAN

TRANSMISI UDARA

Oleh:
Adella Danisa
Rifki Nur A.
Rizki Yudi R.
Yusuf bachtiar
KLASIFIKASI KAWAT
PENGHANTAR
Penghantar untuk saluran transmisi lewat udara adalah kawat kawat tanpa
isolasi(bare,telanjang) yang padat(solid),berlilit(stranded)atau berrongga(hollow)
dan terbuat dari logam biasa,logam campuran(alloy) atau logam
paduan(composite).untuk tiap tiap fasa penghantarnya dapat berbentuk tunggal
maupun sebagai kawat berkas(bundled conductors).menurut jumlahnya ada
berkas yang terdiri dari dua,tiga,atau empat kawat.kawat berkas dianggap
ekonomis untuk tegangan EHV dan UHV.
Menurut konstruksinya

Menurut bahannya

Sifat sifat kawat logam


KAWAT PADAT

kawat tunggal yang padat (tidak berongga) dan berpenampang


bulat.

dipakai untuk penampang-penampang yang kecil, karena


penghantar-penghantar yang berpenampang besar sukar ditangani
serta kurang luwes.
KAWAT BERLILIT

Terdiri 7 sampai dengan 61 kawat padat yang dililit menjadi satu,


biasanya berlapis dan konsentris.

Digunakan pada penampang yang besar.


KAWAT RONGGA

Dibuat untuk mendapatkan garis-tengah luar yang besar.

Ada dua jenis:

a. yang rongganya dibuat oleh kawat lilit yang ditunjang


oleh sebuah batang,

b. yang rongganya dibuat oleh kawat-kawat komponen yang


membentuk segmen-segmen sebuah silinder.
KAWAT BERKAS

Terdiri dari dua kawat atau lebih pada satu fasa,yang masing-
masing terpisah dengan jarak tertentu.
Kelebihannya dapat mengurangi gejala korona, mempunyai
kapasitansi yang lebih besar dan reaktansi yang lebih kecil.
Digunakan pada tegangan EHV dan UHV ata pada tegangan
transmisi yang lebih rendah bila dibutuhkan kapasitas saluran yang
lebih tinggi.
KAWAT LOGAM BIASA

Dibuat dari logam-logam biasa seperti tembaga, aluminium,


besi dan sebagainya

Contoh:

a. BBC (Bare Copper Conductor).


b. AAC (All Aluminum Alloy Conductor).
KAWAT LOGAM CAMPURAN

Penghantar dari tembaga atau aluminium yang diberi campuran


dalam jumlah tertentu dari logam jenis lain guna menaikkan kekuatan
mekanisnya. Yang sering digunakan adalah copper alloy,
aluminium alloy juga sering dipakai.
Contoh:
- AAAC (All Aluminum Alloy Conductor)
KAWAT LOGAM PADUAN

Penghantar yang terbuat dari dua jenis logam atau lebih yang
dipadukan dengan cara kompressi, peleburan atau pengelasan.
Dengan cara demikian maka dikenal kawat baja berlapis tembaga atau
aluminium.
Contoh:
- kawat baja berlapis tembaga (Copper Clad Steel)
- kawat baja berlapis aluminium (Aluminum Clad Steel)
KAWAT LILIT CAMPURAN

kawat yang lilitannya terdiri dari dua jenis logam atau lebih,
contoh: ASCR (Aluminum Cable Steel Reinforced).
KAWAT TEMBAGA TARIKAN

Banyak dipakai pada saluran transmisi karena konduktifitasnya


tinggi, meskipun kuat tariknya tidak cukup tinggi untuk instalasi
tertentu.
KAWAT TEMBAGA
CAMPURAN

Konduktifitasnya lebih rendah dari kawat tembaga tarikan, tetapi


kuat tariknya lebih tinggi, sehingga cocok untuk penggunaan pada
gawang (span) yang lebih besar.
KAWAT ALUMINIUM
CAMPURAN

Mempunyai kekuatan mekanis yang lebih tinggi dari kawat


aluminium murni, sehingga sebagai aluminium alloy cable steel
reinforced ia dipakai untuk gawang yang lebih besar dan untuk kawat
tanah.
KAWAT BAJA

Mempunyai kuat tarik yang lebih tinggi, maka ia banyak dipakai


untuk gawang yang lebih besaratau untuk kawat tanah, meskipun
konduktifitasnya rendah.

Untuk menghindarkan dari karat, kawat baja biasanya


digalvaniskan.
KAWAT BAJA BERLAPIS
TEMBAGA

Mempunyai kekuatan mekanis yamng besar, dan biasanya dipakai


untuk gawang yang besar atau sebagai kawat tanah.
KAWAT BAJA BERLAPIS
ALUMINIUM

Mempunyai kekuatan mekanis yang besar, tetapi konduktifitasnya


yang lebih kecil dibandingkan dengan yang berlapis tembaga
meskipun ia lebih ringan.

Kawat campuran aluminium ini dipakai untuk gawang yang besar.


K A R A K T E R I S T I K P E N G H A N TA R

1. Karakteristik Listrik

2. Karakteristik Mekanis

3. Kapasitas Penyaluran Arus dari Penghantar


KARAKTERISTIK LISTRIK

Tahanan R dari sebuah penghantar sebanding dengan panjangnya l dan


berbanding terbalik dengan luas penampangnya A
R = rho x l/A
Dimana rho adalah resistivitasnya.
Karakteristik listrik, yang menunjukkan kemampuan dari konduktor terhadap
arus listrik yang melewatinya (dari SPLN 41-10 : 1991, untuk konduktor 70 mm2
berselubung AAAC-S pada suhu sekitar 30o C, maka kemampuan maksimum
dari konduktor untuk menghantar arus adalah 275 A).
HARD-DRAWN COPPER
STRANDED CABLE
ALUMUNIUM CABLE STEEL
REINFORCED
HARD-DRAWN ALUMUNIUM
ALLOY STRANDED CABLE
HARD-DRAWN ALUMUNIUM
STRANDED CABLE
Konduktivitas biasanya besar bila kemurnian bahan tinggi dan
berkurang bila jumlah campuran bertambah

Tahanan berubah dengan suhu sesuai dengan persamaan


Apabila diperlukan perhitungan yang lebih teliti, digunakan
persamaan yang menunjukkan ketergantungan alfa dari suhu
KARAKTERISTIK MEKANIS
Kuat tarik sebuah penghantar naik dengan bertambahnya
jumlah campuran dan meningkatnaya derajat pengerjaannya.
Untuk tembaga berlaku rumus kuat tarik seperti berikut:
- Untuk kawat komponen f = 47,1 1,1d (kg/mm2)
- Untuk kawat lilit T = 0,9aNf (kg)
Dimana
D = garis tengah kawat komponen (mm)
A = luas penampang kawat komponen (mm)
N = jumlah kawat komponen dalam kawat lilit
Pemanjangan menunjukkan elastisitas bahan.
Pemanjangan minimum dari kawat tembaga dinyatakan
oleh S = 0,24d + 0,24 (%)
Karakteristik mekanik, yang menunjukkan keadaan fisik
dari konduktor yang menyatakan kekuatan tarik dari pada
konduktor (dari SPLN 41-8:1981, untuk konduktor 70 mm2
berselubung AAAC-S pada suhu sekitar 300 C, maka
kemampuan maksimal dari konduktor untuk menghantar
arus adalah 275 A).
KAPASITAS PENYALURAN
ARUS DARI PENGHANTAR
Arus yang diperbolehkan untuk saluran transmisi udara dibatasi oleh kenaikan
suhu yang disebabkan oleh mengalirnya arus dalam saruan tersebut. Suhu
maksimum yang dapat ditoleransikan dalam waktu singkat tertentu untuk kawat
tembaga, kawat aluminum dan kawat aluminum campuran ditetapkan pada 100
derajat celcius (jepang), periksa tabel. Tetapi karena karakteristik mekanis dari
kawat dan sambungannya memburuk oleh pemanasan maka 90 derajat celcius
dianggap sebagai suhu kerja kontinu maksimum untuk penghantar
Apabila terjadi hubung singkat pada saluran transmisi maka suhu
penghanatar naik karena arus sesaat dari hubung singkat tadi. Dalam
hal demikian, maka kenaikan suhu untuk kuat tarik yang sama
dianggap 200 derajat celcius untuk kawat tembaga dan 180 derajat
celcius untuk kawat aluminum. Nilai arus yang ekuivalen dengan batas
suhu ini dinamakan kapasitas penyaluran sesaat. Bila dimisalkan bahwa
radiasi panas tidak terjadi dalam waktu kurang dari 2-3 detik dan suhu
penhantar permulaan adalah 40 derajat celcius maka kapasitas itu
dinyatakan oleh persamaan berikut
A N D O N G A N ( S A G ) P E N G H A N TA R

1. Penghantar Ditunjang oleh Tiang yang sama


Tingginya

2. Penghantar Ditunjang oleh Tiang yang Tidak


Sama Tingginya
DEFINISI

Andongan (sag) merupakan jarak lenturan dari suatu


bentangan kawat penghantar antara dua tiang penyangga jaringan
atau lebih, yang diperhitungkan berdasarkan garis lurus (horizontal)
kedua tiang tersebut.
HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI ANDONGAN
KAWAT PENGHANTAR
Berat dan tarikan kawat penghantar
Panjang gawang
Temperatur
Angin
Salju/ es
ANDONGAN DAN PANJANG GAWANG
Ukuran Tinggi dan Panjang Gawang
Tinggi Tiang Panjang Gawang
Jaringan
11 meter 40-65 meter
12 meter 65-90 meter
13 meter 90-110 meter

Ukuran Tinggi Menara dan Panjang Gawang


Saluran Tegangan Tinggi Panjang
(kV) Tiang Gawang
(meter) (meter)
SUTR 1 Kv 9-12 40-80
SUTM 6-30 kV 10-20 60-150
PENGHANTAR DITUNJANG OLEH TIANG YANG
SAMA TINGGINYA

T = tegangan menndatar dari penghantar (kg)


W = berat penghantar per satuan panjang (kg/m)
l = Panjang penghantar sebenarnya dari titik terendah sampai titik dengan koordinat (x,y) (m)
d = andongan (sag) pada titik (x,y) (m)
Pada umumnya bentuk lengkungan penghantar dianggap
parabolis, sehingga bila gawang adalah S (m), maka
andongan (sag) D dan panjang penghantar sebenarnya
L0 dinyatakan oleh
P E N G H A N TA R D I T U N J A N G O L E H
T I A N G YA N G T I DA K S A M A T I N G G I N YA

Apabila tiang-tiang penunjang tidak sama tingginya maka


yang dihitung adalah andongan yang miring (obliger) yang dinyatakan
oleh rumus

Yakni jarak D antara garis AB (periksa Gbr.7(b)) dan garis singgung


pada lengkungan kawat yang sejajar dengan garis AB tersebut.
Hubungan antara andongan miring dan
andongan pada titik-titik penunjuang dinyatakan oleh

Tegangan tarik pada titik-titik penunjang A dan B dinyatakan oleh


PERLENGKAPAN PENGHANTAR
1. Sambungan Penghantar (Joints)
Sambungan Kompressi

Sambungan Belit

Sambungan untuk Penghantar yang Berlainan

2. Perentang (Spacer)
3. Batang-Batang Pelindung (Armor Rods)
4. Peredam (Danpers)
PERLENGKAPAN PENGHANTAR

1. Sambungan Penghantar ( Joints)


Sambungan (joints) penghantar harus mempunyai
konduktivitas listrik uyang baik serta kekuatan
mekanis dan ketahanan (durability) yang tangguh.
Sambungan-sambungan yang biasanya dipakai
adalah :
a. Sambungan kompressi
Di sini kelongsong (sleeves) sambungan yang
terbuat dari bahan yang sama dengan penghantar
dipasang pada sambungan penghantar dengan
tekanan minyak: Periksa Gbr.8. Cara ini dapat
diandalkan dan banyak dipakai untuk penghantar-
penghantar berukuran besar.
b. Sambungan belit
Dalam hal ini penghantar-penghantar yang
hendak disambung dimasukkan dalam
kelongsong berbentuk bulat telor yang kemudian
dibelit beberapa kali dengan kunci belit (twisting
wrench). Karena pengerjaan nya sederhana dan
mudah, cara ini banyak dipakai untuk kawat lilit
dengan penampang kurang dari 125 mm2.
c.Sambungan untuk penghantar yang berlainan
Apabila permukaan kontak antara dua penghantar
yang berlainan jenis basah, maka salah satu
penghantar akan berkarat. Oleh karena itu
digunakan kelongkong khusus dengan logam
tertentu untuk memungkinkan disambungnya dua
penghantar tadi.
2. PERENTANG ( SPACER)
Untuk sistim kawat berkas, dipasang perentang
(spacer) untuk menghindarkan agar kawat-kawat
penghantar dalam satu fasa tidak mendekat atau
bertumbukan karena gaya-gaya elektromekanis
atau angin, periksa Gbr.9. Perentang ini dipasang
pada jarak 15-40 m satu sama lain di dekat tiang-
tiang penunjang dan 60-80 m ditengah
rentangan(midspan).
3. BATANG-BATANG PELINDUNG (ARMOR
RODS)
Gunanya menghindarkan kelelahan penghantar
karena getaran (vibration fatigue) maka dipasang
batang-batang pelindung (armor rods) sebagai
penguatan di tempat penghantar digantungjkan.
Bentuk batang-batang ini terlihat pada Gbr.10.
4. PEREDAM (DAMPER)
Peredam (damper) diasang dekat dengan penjepit
(clamps) untuk menghindarkan kelelahan kawat-
kawat komponen karena getaran (vibration).
Banyak jenis peredaman yang dikenal, antara lain,
Stockbridge (Gbr.11), torsional,dsb.