Anda di halaman 1dari 7

RENCANA KERJA DAN

SYARAT SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEMBANGUNAN

URAIAN UMUM KEGIATAN

Nama Pekerjaan : Perencanaan Pematangan Lahan di Belakang Gedung Setda


Provinsi Banten

Lokasi Kegiatan yang akan dilaksanakan adalah di :

Kecamatan : Curug
Kota : Serang
Provinsi : Banten

PEKERJAAN PEMBENTUKAN MUKA TANAH (GRADING)

1. Lingkup Pekerjaan
Bab ini meliputi pekerjaan-pekerjaan yang berhubungan dengan penyediaan tenaga
kerja, bahan, fasilitas pelaksanaan, dan kebutuhan-kebutuhan insidentil yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan tanah yang sesuai dengan gambar-gambar
dan spesifikasi-spesifikasi teknis.
Pekerjaan pembentukan muka tanah ini meliputi pekerjaan:
Pematokan (Stake out)
PekerjaanPembersihan (Clearing & Grubing)
Pekerjaan Galian (Cut)
Pekerjaan Urugan (Fill)

2. Jaminan Kualitas
Peraturan dan standarisasi yang tercantum di bawah ini merupakan perkara terakhir
yang menjadi bagian dari bab ini. Apabila terjadi perubahan dan perbedaan dengan
spesifikasi atau dokumen yang berhubungan, maka peraturan yang tercantum dari bab
ini yang akan menjadi pedoman.
Spesifikasi Indonesia Spesifikasi Stanar untuk konstruksi jalan raya
No. 01/ST/BM/1972
American Society for Testing and Materials
(ASTM)
ASTM D 422 Particle Size Analysis of Soils
ASTM D Test for Lquid Limit-Limit of Soils
ASTM D 424 Test for Palstic Limit and Plasticity Index of soils
ASTM D 1556 Test for Density of soil in Plae bay the Sand Cone
Methods
Pengujian-Penguian menggunakan referensi melalui spesifikasi umum.

3. Pematokan (stake out)


a. Sebelum bagian pekerjaan grading lainnya dimulai, Kontraktor harus melakukan
pematokan untuk menetapkan kembali batas-batas tanah, batas dan peil rencana
kapling serta as dan peil rencana jalan (row).
b. Dalam pematokan ini, Kontraktor harus memperhatikan titik referensi/bench mark
yang telah ditentukan menurut gambaran dari Master Plan.
c. Pematokan dilakukan oleh Kontraktor kemudian diperiksa kembali sebelum
disetujui oleh Engineer/Direksi, atau dilakukan bersama oleh Kontraktir dan
Engineer/Direksi.
d. Patok-patok dar kayu dengan ukuran 5/7 cm, dipasang pada arah memanjang dan
melintang pada jarak setiap 25 meter dan pada setiapa batas kapling dengan tepi
jalan. Patok-patok tersebut harus diberi tanda dengan cat warna serta ditulis
angka-angka sebagai titik referensi dalam pekerjaan galian dan urugan (cut & fill).
e. Pada Daerah Galian, patok-patok harus dibuat sebagai pondasinya harus tetap ada
selama pelaksanaan pekerjaan.
f. Pada daerah urugan patok dibuat tinggi sehingga masih terdapat bagian yang
terlihat.
g. Bila Engineer/Direksi meragukan hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh
Kontraktor, Engineer/Direksi berhak untuk melakukan pengukuran pemeriksaan
ulang.

4. PekerjaanPembersihan (Clearing & Grubing)


a. Selama benda yang ada dipermukaan dan semua pohon dan tonjolan, dan
rintangan di dalam batas daerah yang tercantum dalam gambar dan yang tidak
direncanakan berada tetap pada tempatnya, harus dibersihkan dan/atau dibongkar
kecuali untuk hal-hal berikut:
i. Pembuangan sisa-sisa pohon yang tidak mengganggu dan akar-akar dan benda
yang tidak nudah rusak, yang letaknya minimal 1 meter di bawah subgrade
atau lereng tanggul tidak perlu dilakukan.
ii. Dalam penggalian, Pembongkaran tiang-tiang, saluran-saluran dan selokan-
selokan hanya dilakukan seperlunya menurut volume galian yang ada.
b. Lubang-lubang bekas pohon dan lubang-lubang lain, harus segera diurug kembali
dengan bahan yang baik dan dipadatkan sesuai dengan pasal dari spesifikasi ini.
c. Kontraktor harus bertanggung jawab untuk membuang sendiri tanaman-tanaman
dan puing-puing ke tempat yang ditentuka oleh Direksi.
d. Kontraktor melestarikan semua benda-benda yang ditentukan tetap berada pada
tempatnya. Cat yang diperlukan untuk pemotongan atau goresan-goresan pada
permukaan pohon atau semak-semak yang harus dipertahankan haruslah dengan
cat aspa\haltum base point yang dipersiapkan khusus untuk perawatan pohon.
Cat tersebut harus mendapat persetujuan dari Direksi.
e. Sebelum mulai pekerjaan penggalian dan pengurugan, lapisan humus dan rumput
harus dibersihkan dengan hati-hati dan bebas dari sisa-sisa tanah bawah (subsoil),
bekas-bekas pohon, akar-akar, batu-batuan, semak-semak atau bahan-bahan lain
yang dapat merusak atau menghambat pertumbuhan tanaman, tebal lapisan humus
yang dinamakan/dikupas minimal 20 cm.
f. Humus yang didapat dari pengupasan tersebut harus disimpan di tempat
penyimpanan yang dekat dengan lapangan. Penyimpanan humus tersebut harus
terlindung dari erosi dan kerusakan.

5. Pekerjaan Galian (Cut)


a. Pekerjaan akan meliputi penggalian semua bahan sesuai dengan garis-garis,
grade dan ukuran-ukuran yang tercantum dalam gambar atau ditentukan oleh
Direksi, pembuangan bahan-bahan yang tidak terpakai, dan penanganan kembali
dari tanah galian.
b. Selama proses penggalian, lapangan harus dijaga agar selalu mendapatkan sistem
drainase yang baik.
c. Penggunaan mesin untuk penggalian diperbolehkan, kecuali untuk tempat-tempat
dimana penggunaan mesin-mesin tersebut dapat merusak benda-benda yang
berada didekatnya, bangunan-bangunan ataupun pekerjaan yang telah rampung,
dalam hal ini metode pengerjaan dengan tanganlah yang harus dilaksanakan.
d. Penopang sementara, perlindungan dan perawatan yang cukup untuk bagian-
bagian pekerjaan di atas maupun di bagian bawah tanah, drainase, saluran-saluran
pmbuangan dan rintangan-rintangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pekerjaan
harus disediakan dengan biaya sendiri oleh kontraktor dan sesuai dengan petunjuk
dari Direksi. Struktur yang mungkin terganggu harus diperbaiki oleh kontraktor
atas biaya sendiri pada saat penyelesaian pekerjaan.
e. Kemiringan harus dipotong dengan perbandingan 1,5 horizontal dengan 1
vertikal, kecuali diperlihatkan lain dalam gambar.
f. Untuk kemiringan lebih tinggi dari 3 meter, pemotongan berbentuk trap harus
dibuat sepanjang permukaan kemiringan. Jarak vertikal antara trap sebaiknya
sama, tapi tidak lebih dari 3 meter. Lebar tarp sebaiknya 2,5 meter.
g. Pemotongan harus dibulatkan pada puncak dan sisi-sisinya untuk menyatu dengan
lingkungannya dan penyiapan lingkungan sebaiknya mungkin untuk penanaman
tumbuh-tumbuhan.
h. Suatu saluran pengumpul harus dibuat di atas kemiringan yang terpotong untuk
mengumpulkan dan membuang air hujan. Saluran yang sama harus dibangun
sepanjang trap.
i. Setiap permukaan kemiringan terpotong yang lepas, harus dipadatkan kembali
untuk membentuk permukaan padat.
j. Pada saat pekerjaan harian selesai, permukaan yang terlihat pada daerah yang
terpotong harus dipadatkan dengan baik dan terpotong untuk mengalirkan air ke
saluran sementara.
k. Kontraktor harus menjaga agar semua penggalian tersusun dengan baik selama
pelaksanaan agar tidak menghambat pekerjaan.
l. Kontraktor harus melakukan tindakan-tindakan pencegahan atas kemungkinan
terjadinya keruntuhan pada sisi-sisi galian dan harus mengangkat, atas biaya
sendiri, bahan-bahan yang terjatuh ke dalam galian.
m. Tanah dari batuan hasil galian yang memenuhi persyaratan material untuk urugan,
dipakai untuk pekerjaan urugan.
n. Tanah hasil galian yang tidak memenuhi syarat untuk urugan harus dibuang ke
areal open space, bagian halaman yang tidak direncanakan untuk bangunan atau
ke tempat lain yang akan ditetapkan oleh Engineer/Direksi.

6. Pekerjaan Urugan (Fill)


a. Pekerjaan urugan dilakukan pada daerah urugan (fill) sebagai yang
tercantum dalam gambar rencana dan daerah yang peil permukaan akhir
(final grade) lebih tinggi dari permukaan tanah setelah pembersihan.
b. Material untuk urugan disesuaikan dengan pekerjaan dan harus disetujui
oleh Engineer/Direksi.
c. Semua bahan urugan harus diambil dari daerah penggalian yang
diperlihatkan dalam gambar.
d. Bahan yang tidak cocok seperti tanag organis, tanah gemuk, puing, akar
dan lain-lain tidak boleh digunakan untuk urugan.
e. Direksi berhak untuk menolak/menyetujui bahan urugan yang akan
dipergunakan dalam pelaksanaan. Kontraktor harus melakukan pengujian-
pengujian lapangan dan pengujian-pengujian laboratorium yang
diperlukan untuk membuktikan bahwa urugan yang dipergunakan
memenuhi gradasi yang dipadatkan sesuai dengan yang telah diuraikan
dalam bab ini. Kontraktor harus menyerahkan program pengawasan
pemadatan untuk mendapatkan persetujuan dari direksi yang merupakan
bagian dari spesifikasi ini.
f. Urugan untuk dalam air harus merupakan tanah yang tidak berkohesi
dengan tidak lebih dari 15% melewati saringan no. 200 (0.0074mm)
g. Semua sumber bahan, yang dipertimbangkan yang tidak terletak di dalam
batas lokasi, harus disetujui kualitas dan pantas tidaknya oleh direksi
sebelum dibawa atau digunakan di dalam lokasi pekerjaan. Sumber-
sumber ini harus mengandung jumlah yang cukup untuk menjamin
penyediaan bahan dan urugan yang terus menerus untuk bawah air tanpa
kelambatan atau gangguan.
h. Bahan yang digunakan untuk lapisan subgrade setebal 30 cm di bawah
permukaan harus bersih, awet dan tidak boleh mengandung baha-bahan
organic, debu ataupun bahan-bahan yang berbahaya. Urugan subgrade
harus memenuhi persyaratan untuk kalsifikasi grup A-2 seperti tercantum
dalam AASHTO M 145, The Classification of soil Aggregat Mixtures for
Highway Construction Purposes.
i. Bahan subgrade pada tempat galian apabila kurang baik maka harus
dibuang sampai kedalaman yang diminta oleh Direksi.
j. Urugan di bawah peil banjir di daerah alur sungai harus dilakukan sesuai
dengan ketentuan-ketentuan berikut:
i. Urugan pasir, harus sesuai dengan ketentuan gradasi dari spsifikasi ini.
Dan bahan urugan boleh ditempatkan dengan truk dumping.
ii. Sub Soil lunak yang ada harus dihilangkan dengan dikeruk, sebelum
pekerjaan pengurugan dilanjutkan. Penggalian harus dilakukan sejauh
mungkin dapat dicapai dari penanggulangan.
iii. Kedalaman dari penggalian harus tidak boleh kurang dari 1,5 meter di
bawah permukaan dasar.
k. Prosedur untuk pelaksanaan penggalian tanah lembek, penimbunan dari
bahan sub base kelas C dan pemadatan-pemadatan yang dilakukan untuk
memenuhi persyaratan yang diminta pada pasal di atas haruslah dengan
persetujuan Direksi.
l. Pemadatan tanah urugan harus dilakukan sesuai dengan ketentuan-
ketentuan berikut:
Kontraktor harus bertanggung jawab atas ketepatan penempatan dan
pemadatan bahan-bahan dan juga memperbaiki kekurangan-kekurangan
akibat pemadatan yangtidak cukup atau tepat.
Kontraktor harus menentukan jenis ukuran berat dari alat yang paling
sesuai untuk memadatkan tanah liat yang ada. Alat-alat pemadatan tanah
ini harus menadapat persetujuan Direksi.
Kepadatan maksimum dan kadar air optimum harus sesuai dengan
AASHTO T 99 dan AASHTO T 180.
Kepadatan tanah setempat dan pada daerah urugan harus ditentukan sesuai
dengan ASTM D 1556 dan/atau ASTM 2167.

m. Pengawasan pemadatan harus dilakukan sesuai ketentuan-ketentuan di


bawah ini:
n. Semua Urugan tanah harus dilindungi terhadap kemungkinan terjadinya
erosi, dengan memperhatikan ketentuan berikut:
7. Plat Pengukuran Penurunan dan Memonitor Penurunan.
8. Jalan Masuk sementara.
Penyerahan Pekerjaan.

Pada saat penyerahan pekerjaan untuk pertama kalinya / PHO yang dihadiri bersama
Direksi, Tim Teknis dari PU dan Konsultan Pengawas. Pemborong harus meneliti
bagian-bagian pekerjaan yang belum sempurna, untuk disempurnakan pada masa
pemeliharaan.
Pemborong harus menyelesaikan semua bagian pekerjaan yang tertera dalam kontrak,
RAB, gambar-gambar / RKS atau Berita Acara Penjelasan Pekerjaan / Aanwijzing,
sehingga pekerjaan dapat diterima dengan baik oleh Direksi, Tim Teknis dari PU dan
Konsultan Pengawas.
Akan tetapi perlu disadari bahwa spesifikasi teknis ini bukanlah satu-satunya referensi
baku yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan pekerjaan Perencanaan
Pematangan Lahan di Belakang Gedung Setda Provinsi Banten. Untuk itu perlu sekali
membandingkan dengan referensi lain yang masih terkait dengan pedoman/Standar
Perencanaan dan Pelaksanaan Pematangan Lahan di Belakang Gedung Setda dan selalu
berkoordinasi dengan pihak Direksi, Tim Teknis dari PU dan Konsultan Pengawas.
Pada saat penyerahan pertama pemborong harus menyerahkan 1 (satu) set : Foto-foto
pelaksanaan dan hasil uji kepadatan timbunan dari lapangan ( apabila diperlukan).

Penutup.

Segala sesuatu yang belum tercantum didalam Rencana Kerja dan Syarat - syarat Teknis
ini, akan ditentukan kemudian pada rapat penjelasan (Aanwijzing) dan akan dimuat
dalam Berita Acara Rapat Penjelasan.

Serang, 2015
KONSULTAN PERENCANA
PT. POLA INTI KONSULTAN

Ir. H.R. SUBANDI


Direktur
PENJELASAN SYARAT SYARAT TEKNIS
( SPESIFIKASI TEKNIS )

PERENCANAAN PEMATANGAN LAHAN DI


BELAKANG GEDUNG SETDA PROVINSI BANTEN

Anda mungkin juga menyukai