Anda di halaman 1dari 13

BAB VII

PEMILIHAN DAN PEMASANGAN


TRANSFORMATOR
1. Pendahuluan
Transformator berfungsi sebagai pengubah tegangan untuk keperluan pendistribusian
tenaga listrik maupun untuk pengukuran besaran-besaran listrik.
2. Jenis dan rentang penggunaan transformator
2.1 Transformator instrumen dan pengaman
Transformator instrumen ini mengubah tegangan sistem hingga tegangan kerja
yang diperlukan, dan dipergunakan untuk pengoperasian perangkat-perangkat
kontrol, instrumen-instrumen ukur, elemen-elemen penyearah, dsb.
Transformator pengaman digunakan untuk mencatu rangkaian-rangkaian
tambahan yang diperlukan sebagai tindakan pengaman terhadap tegangan
yang berlebihan.
Transformator instrumen dan pengaman digunakan sebagai :
1. Transformator pemisah/isolasi (isolating transformer)
2. Transformator penyekat (insulating Transformer)
3. Transformator kontrol (control Transformer)
4. Transformator indikator (pilot lamp Transformer)
5. Transformator untuk perlengkapan medis dan dental
6. Transformator untuk perangkat penyearah
2.2 Transformator daya / transformator distribusi
Karena dalam mendistribusikan energi listrik mentransformasikan energi
listrik pada sistem tegangan tinggi ke energi listrik sistem tenaga rendah.
Tipe rancanngan transformator daya :
1. Transformator oil-immersed
Inti dan belitannya dicelupkan atau dibenamkan di dalam minyak mineral
2. Transformator askarel-immersed
Inti dan belitannya dicelupkan atau dibenamkan di dalam pendingin
sintetis dan penyekatnya adalah fluida askarel
3. Transformator dry-type
Tidak memiliki fluida penyekatan dan pendinginan
4. Transformator cast resin
Belitannya dimasukkan dalam tabung (encapsulated) dalam resin
2.3 Pendinginan transformator
Mekanisme pendinginan tranformator ada 2 cara :
1. Pendinginan sendiri, panas yang dibangkitkan diserap oleh aliran udara
alami dan oleh radiasi
2. Pendinginan dorongan udara, udara pendinginan disirkulasikan oleh fan.

Batasan temperatur udara pendinginan :


1. Temperatur udara maksimum : 40 C
2. Temperatur udara rata-rata harian : 30 C
3. Temperatur udara rata-rata tahunan : 20 C
Temperatur udara sekitar transformator diukur pada jarak 1-2 meter dari
transformator dan pada setengah tinggi transformator.
2.4 Istilah-istilah kelistrikan dan besaran pada transformator daya
a. Kelas Penyekat
Rating insulasi (penyekat) sebuah transformator dirancang
dengan penandaan numerik, kelas tegangan penyekat dalam kV dan
sebuah huruf N, penandaan bahwa transformator dirancang untuk
digunakan pada sistem dimana tidak ditanahkan secara solid. Untuk
kelas penyekat (insulation class) 0.5 dan juga untuk transformator dry-
type penandaan dengan huruf dapat digunakan. Kelas penyekat nilai-
nilainya diberikan pada Tabel 4.
b. Tegangan kerja kontinyu maksimum (Ub)
Transformator harus dipilih dengan kelas penyekat, bahwa
tegangan yang digunakan secara kontinyu jangan melebihi tegangan
kerja yang dialokasikan, lihat Tabel 4.
c. Tegangan rating UN
Tegangan rating UN adalah tegangan yang ada, pada rating
beban, pada belitan masukan dan untuk rancangan transformator.
Tegangan rating UN adalah tegangan yang tampil pada sisi keluaran
ketika tanpa beban (no-load voltage U0), dengan tegangan rating dan
frekuensi rating pada sisi masukan.
Tabel 4

Transformator dry-type dan


Transformator dengan
transformator dengan
pendinginan fluida (oil atau
pendingin fluida tanpa rating
askarel)
tegangan denyut.
Tegangan Tegangan
Kelas kerja kontinyu kerja kontinyu Kelas
penyekat maksimum maksimum penyekat
Ub kV Ub kV
0.6 0.78 0.78 0.6
1N 1.12 1.15 1
3 3.6 3.6 3
7.2 6
10 12 12 10
17.5 15
20 N 24 24 20
30 N* 36
Keterangan : *Juga diijinkan untuk tegangan rating 35 kV

Tabel 5

Tegangan rating UN pada Tegangan rating UN pada sisi keluaran


sisi masukan kV (lebih tinggi 5% dari pada nilai standar)
kV
1; 3; 5; 6; 10* 0.231; 0.400*; 0.525
15; 20* 3.15*; 6.3*
Keterangan : *nilai-nilai yang lebih disukai

Tegangan rating sisi keluaran adalah lebih tinggi 5% dari nilai


standar yang diperbolehkan hal ini untuk pengaturan/regulasi rating
beban. Untuk transformator distribusi, tegangan rating pada Tabel 5
dapat digunakan.
d. Rasio Transformasi nominal
Rasio transformasi nominal UN transformator adalah tegangan
rating belitan-belitan tegangan tinggi dengan tegangan rendah (contoh :
20.000V/400V).
e. Rentang tapping rating
Tegangan rating tap sebuah belitan adalah rentang antara tap
tertinggi dan nominal, atau dengan cara yang sama tap terendah dan
nominalnya, dibawah keadaan tanpa beban dengan penyesuaian
eksitasi terhadap rating tegangan pada tap.
f. Klasifikasi sesuai dengan group vektor
Penandaan-penandaan simbol group vektor masing-masing
hubungan belitan-belitan transformator pada tegangan tinggi dan
tegangan rendah dan pergeseran fasa relatif dinyatakan sebagai gambar
clock-hour.
Huruf-huruf metoda koneksi penandaan diberikan untuk belitan
tegangan tinggi (OS) dalam huruf kapital dan untuk sisi tegangan
rendah (US) dengan huruf kecil.
g. Hubungan
Hubungan belitan untuk transformator distribusi fasa tiga
ditunjukkan pada Tabel 6 yang digunakan bersama-sama.
Tabel 6

Diagram Huruf-huruf penandaan


Metode Hubungan
vektor Hubungan untuk
Hubungan delta OS US
Hubungan bintang Y D D
Hubungan zig-zag Y Y
Hubungan terbuka III III
OS : sisi tegangan tinggi
US : sisi tegangan rendah
h. Angka clock-hour
Angka clock hour menandakan perkalian 300 , dengan sisi
tegangan rendah tertinggal ketika bergerak berlawanan arah jarum jam
terhadap sisi tegangan tinggi.
Angka clock hour dapat diperoleh pertama-tama dengan
diagram vektor hubungan belitan-belitan satu diatas yang lain dan
keduanya berada pada bagian atas muka jam.
Contoh : Dy5 berarti :
Sisi tegangan tinggi hubungan delta
Sisi tegangan rendah hubungan bintang
Angka clock-hour 5 dikalikan dengan 30 derajat menghasilkan
pergeseran 150 derajat antara konektor IV pada belitan sis tegangan
tinggi dengan konektor 2v pada belitan sisi tegangan rendah
Gambar vektor diagram ditunjukkan gambar 7.1
Yang lebih disukai hubungan belitan pada transformator distribusi
adalah hubungan bintang atau delta untuk sisi belitan tegangan tinggi
dan bintang atau zig zag untuk sisi belitan tegangan rendah.

Titik bintang pada belitan tegangan rendah, untuk tegangan s/d


1000 volt, dihubungkan ke terminal (2N). Tegangan fasa ke netral Uph
antara terminal utama dan terminal titik bintang adalah tegangan
ranting dibagi 3.

Group vektor Yy0


Group vektor Yy0 lebih disukai untuk transformator distribusi
dengan rating daya s/d 1.600 kVA. Titik beban bisa dibebani secara
kontinyu s/d 10% arus rating, atau maksimum 1,5 jam dengan 25%
atau maksimum 3 jam 20%.
Ia cocok untuk penggunaan rangkaian motor dan dapat
dihubungkan ke lilitan pentanahan netral, tetapi tidak cocok untuk
sistem dengan pentanahan netral berkali-kali pengaman (protective
multiple earting) untuk perlindungan terhadap tegangan kontak yang
berlebihan.
Group vektor Dy5
Group vektor Dy5 lebih disukai untuk transformator distribusi
dengan ratig daya 250 s/d 1600 kVA. Titik bintang bisa dibebani secara
kontinyu dengan arus rating. Ia cocok untuk sistem distribusi lokal dan
sistem tenaga di industri.
Group vektor Yz5
Group vektor Yz5 lebih disukai untuk transformator distribusi
dengan ratig daya s/d 200kVA. Titik bintang bisa dibebani secara
kontinyu dengan arus rating. Ia cocok untuk sistem distribusi lokal dan
sistem tenaga di industri.
Untuk Transformator dry-type fasa tiga, group vektor yang
banyak digunakan adalah Yy0 dan Dy5.
i. Tegangan impeedansi Uk
Tegangan imedansi adalah tegangan yang diperlukan pada
terminal-terminal input pada frekuensi rating yang menyebabkan arus
rating mengalir di dalam primer ketika terminal-terminal sekunder
terhubung singkat.
Tegangan impedansi UkN adalah nilai tegangan impedansi pada tap
prinsipal. Ketika dihubungkan pada tegangan rating UN, ia disebut ukN
dan diberikan dalam persen.
U kN
ukN = U N x 100%

dimana :
ukN = tegangan impedansi rating dalam %,
UkN = tegangan impedansi rating dalam volt,
UN = tegangan rating dalam Volt.
j. Rugi tegangan resistif (UR)
Susut tegangan resistif UR adalah komponen tegangan impedansi rating
UKN di dalam fasa dengan arus. Ketika dihubungkan pada tegangan
rating UN, ia diistilahkan uR dan ditentukan oleh rugi impedansi PK dan
daya rating PN sebagai berikut :
PK
UR= P N x 100%

dimana :
uR = tegangan resistif dalam %,
PK = rugi impedansi dalam kW,
PN = daya rating dalam kVA.
k. Tegangan reaktif
Tegangan reaktif Ux adalah bagian reaktif tegangan impedansi rating U-
kN. Ketika dihubungkan pada tegangan rating U kN ia diistilahkan ux dan

ditentukan oleh ukN dan uR sebagai berikut:


ux = ukN2 uR2
dimana :
ux = tegangan reaktif dalam %,
ukN = tegangan impedansi rating dalam %,
uR = tegangan resistif dalam %.

l. Tegangan impedansi pada sisi beban


Tegangan impedansi pada sisi beban (u ka) mengubah secara
proporsional beban pada transformator. Untuk pembebanan
transformator pada daya rating ia diberikan formula

dimana :
uka = tegangan impedansi pada sisi beban,
ukN = tegangan impedansi rating beban %,
Pa = daya beban dalam kVA,
PN = daya rating dalam kVA,
Ia = arus beban dalam A,
IN =arus rating dalam A,

Contoh :
Diketahui :
- Daya raing transformtor PN = 500kVA,
- Rugi-rugi impedansi Pk = 5,5 kW,
- Tegangan impedansi rating ukN = 4%
- Daya beban Pa = 400kVA
Dapatkan : susut tegangan resistif, tegangan reaktif, dan tegangan
impedansi pada beban.

Perhitungan :

Pada gambar 7.2 berikut menunjukkan vektor-vektor besaran


transformator daya seperti telah dijelaskan diatas.
Gambar 7.2. vektor-vektor besaran transformator daya yang ditunjukkan
tanpa skala dengan rasio tegangan a ~ 1

Susut tegangan atau kenaikan transformator adalah perbedaan antara


tegangan rating UN dengan tegangan beban penuh Ua, tampak pada sisi
keluarann pada daya rating dengan faktor daya tertentu. Susut tegangan
atau kenaikan yang dihubungkan ddengan tegangan rating UN disebut
u... dan dihitung dengan formula :
Daya rating transformator PN dalam kVA adalah perkalian
antara tegangan beban nominal UN dalam kVA, arus rating IN dalam A
dan faktor fasa 3 . Karena itu, daya rating untuk transformator fasa
tiga diatas adalah :

P N = U N . IN . 3

Daya out-put nyata PaN dalam kVA adalah perkalin antara


tegangan beban penuh Ua dalam kV, arus rating IN dalam A dan faktor
tiga fasa 3 pada sisi out-put dengan tegangan rating dan frekuensi
rating pada sisi in-put, adalah :

U
PaN = UN . IN . 3 atau PaN = PN (1 100 )
Daya efektif dalam kW pada sisi output adlaah perkalian daya
outputnya nyata PaN dalam kVA dengan faktor daya :

U
P = PaN . cos atau P = P
N (1 100 ) . cos
Contoh :

Daya rating transformator PN = 500 kVA,


Rugi rugi impedansi Pk = 7,8 kW
Tegangan impedansi rating UkN = 6 %
Variasi tegangan U = 4,79 %
Faktor daya cos = 0,8

Maka :

U
P = PN (1 100 ) . cos

= 500 kVA (1 4,79


100 ) . 0,8

= 380,8 kW

Tegangan impedansi rating untuk setiap daya rating PN = sesuai


dengan standar internasional ditunjukkan dalam tabel 8 berikut.

Tabel 8. Tegangan impedansi rating


Tegangan impedansi
Daya rating PaN dalam kVA
rating ukN (%)
50;75;100;125;160;200;250;315;400;600 4
250;315;400;500;630;800;1000;1250;160 6
0
a : nilai-nilai daya yang dipersiapkan

3. Pemilihan dan pemakaian transformator daya


3.1 Pemilihan transformator
1. Pemilihan daya rating
Daya rating (kVA) transformator ditentukan oleh kebutuhan
daya efektif puncak lalu dihitung. Batasannya ditambah dengan
kenaikan kebutuhan daya secara reguler.
2. Pemilihan impedansi rating
Tegangan impedansi rating UkN = 4% untuk menjaga agar rugi
tegangan tetap kecil. Tegangan impedansi rating 6% untuk membatasi
stresses jika terjadi hubung singkat pada switchgear.
3. Rugi-rugi transformator
1. Rugi tanpa beban P0 (iron losses) dihasilkan oleh pembalikan fluksi
magnet yang kontinyu di dalam inti besi adalah konstan bila
tegangan juga konstan dan tanpa beban
2. Rugi berbeban Pk (copeer losses) terdiri atas rugi resistif di dalam
belitan dan rugi-rugi selama medan nyasar.
Rugi total transformator :
Pv = P0 + a2Pk

Efisiensi transformator daya :


P0 +a 2 Pk
=100 x 100
a P N cos + P0

dimana :
Pv : rugi-rugi total dalam watt
P0 : rugi-rugi tanpa beban dalam watt
Pk : rugi-rugi berbeban dalam watt
: efisiensi transformator
cos : faktor daya
a : faktor beban
- pembebanan dalam Pa kVA
- daya rating dalam PN kVA
3.2 Pemakaian transformator
1. Pemakaian transformator oil-immersed
Digunakan untuk instalasi dengan mempertimbangkan segi praktis dan
ekonomis dalam tindakan terhadap bahaya api, dan tanpa penyediaan
pembatasan regulasi.
2. Pemakaian transformator askarel-immersed
Tidak berbahaya terhadap api, ini dipersiapkan untuk :
Instalasi-instalasi dengan bahaya api yang tinggi
Instalasi-instalasi pada bangunan umum
Instalasi-instalasi pada bangunan rumah tinggal dengan padat
penduduk
3. Pemakaian transformator dry-type
Digunakan untuk alasan keamanan dan penghematan tempat.
Transformator pendingin fluida : untuk tindakan keamanan
Transformator cast-resin dan penyekat silikon : untuk lokasi yang
tidak mudah terbakar
Transformator askarel-immersed : untuk lokasi yang mudah
terbakar
4. Pemasangan transformator
Pemasangan transformator pertimbangannya adalah meliputi keadaan umum lokasi
pemasangan,ukuran transformator,ukuran ruang,dan ventilasi ruang.
4.1 Keadaan umum lokasi pemasangan
Tinggi permukaan tanah
Transformator distribusi paling cocok untuk keadaan lapangan dengan
ketimggian maksimum 1000 m di atas permukaan laut.Keadaan pemasangan
di lapangan harus bebas terhadapdan air kotor/banjir,dan penyusupan radiasi
sinar matahari terhadap pendinginan pengaruhnya harus minimum.
Pola pemasangan
Pola pemasangan transformator ialah pemasangan indoor type dan
outdoortype.Pola pemasangan indoor,untuk transformator dengan pendingin
fluida,harus di dalam ruang yang terlindung dan menyediakan perlindungan
terhadap salju,hujan,debu,pasir,dsb.Transformator dry-type harus dipasang
dalam ruang tertutup yang kering dan bebas debu.
Pola pemasangan outdoor,untuk transformator dengan pendingin fluida dapat
dipasang outdoor yang disediakan bushing-bushing yang ditambah
pengecatan(coating) yang cocok untuk kondisi outdoor.
Pengaruh iklim
Transformator dengan konsevator minyak dan ventilasi udara harus
disediakan alat pengering udara,hal ini untuk mencegah atau melindungi
penyekat terhadap iklim tropis,kelembapan,atau pengaruh pengaruh kimia
terhadap atmosfir,seperti yang terdapat pada industri industri.
4.2 Penentuan dimensi transformator
Dimensi transfomator merupakan faktor penting dalam penentuan ukuran
rumah transformator yang meliputi: ukuran ruang,ukuran jalan untuk
pengawasan,lantai,tangki pengumpul.
Biasanya untuk daya daya kecil sebagai kelonggaran dalam rancangan gedung
minimum dipilih transformator dengan rating daya 630 Kva.Untuk penyediaan rumah
pada rating 800 s/d 1.600 Kva,stasiun transformator harus dirancang untuk rating
daya 1.600 Kva.
Tabel 9. Dimensi transformator maksimum sesuai dengan DIN 45 520

Rating daya Lebar Panjang Tinggi


transformato mm mm mm
r kVA
630 1030 1850 1960
1600 1400 2200 2850
Ukuran ruang
Tinggi gedung dan rumah transformtaor dan juga jalan masuk yang
diperlukan pada tinggi transformator,jenis ventilasi,lokasi kabel kabel dan
hubungannya,dan jarak yang diperlukan antarabagian yang bertengangan
terhadap metal yang ditanahkan.untuk transformator jenis ini,tinggi minimum
harus ditambah 500 mm dari tinggi transformator secara keseluruhan.
Ukuran jalan untuk pengawasan
Panjang dan lebar stasiun transformator dan layanan jalan masuk,lebar
jalan untuk pengawasan sedikitnya 70 cm untuk tranformator dengan daya
rating s/d 630 kVA,sedang untuk daya rating 800 s/d 1600 kVA sedikitnya 75
cm.
Lantai stasiun transformator (untuk transformator dengan pendingin fluida)
Lantai stasiun transformator dapat dibuat dengan bukaan ditengah,atau
sebuah balok penompang(girder)beton yang diperkuat,atau baja kisi kisi(grid
steel),atau kombinasi keduanya.
Jika konstruksi yang digunakan adalah pelat beton yang diperkuat
cement grounding harus mempunyai kemiringan 1 s/d 2% dalam arah lubang
pengumpul.Jika yang digunakan adalah pelat beton yang diperkuat atau girder
baja,lantai dapat di level dan membandingkan formasi grid pada grider.
Rel untuk rol rol transformator
Rel yang direkomendasi adalah baja kanal I untuk penopang
transformator.Rol rol transformator berhenti pada grider,yang mana juga
dimasukkan strip pengaruh (guide strip) yabg tingginya 2 cm.
Tangki pengumpul dan lubang lubang pendingin dan penyekat fluida
Air tanah harus dilindungi sedemikian rupaagar tidak terjadi
kontaminasi terhadap pendingin maupun penyekat transformator(oil atau
askel).Namun harus tersedia tanki pengumpul untuk menampung fluida
fluida yang bocor atau tumpah yaang disebabkan oleh panas.
Untuk transformator dengan rating daya dari 800 s/d 1600
kVA,digunakan tanki pengumpul dibawah transformator ,kapasitasnya
2m.Lubang pengumpul ini dapat ditempatkan di sisi luar ruang
transformator. Untuk transformator askarel-immersed dan sejenisnya tidak
diperlukan lapisan pelindung/pengaman gravel,karena fluida askarel tahan
terhadap penyebaran api.
Pengecetan tidak diperlukan jika pengumpul yang dipakai adalah beton
khusus yang tahan terhadap fluida.

Ketika perancangan ruang untuk rumah transformator dengan


pendingin sendiri, ia harus dipikirkan,bahwa rugi rugi panas harus dapat
diserap.Ruang ini harus juga mempunyai bukaan ventilasi inlet atau
outlet.Bukaan inlet harus dari bawah transformator(salah satu).Sedangkan
bukaan outlet disusun sedemikian berlawanan terhadap inlet pada
dinding.Efisiensi akan bertambah dengan perbedaan tinggi antara titik tengah
tanki transformator dengan bukaan outlet

Nilai yang di dapat adalah untuk bukaan uadara bebas tanpa screen dan
juga memperhitungkan kenaikan temperatur udara di dalam ruangan, 15
derajat.
Untuk screean sederhana : 10%
Untuk screen dan shutter: 50%

Ruang transformator juga memerlukan perlindungan terhadap


kebakaran.Pintu fluidanya harus tahan api,dan bukaannya bila memungkinkan
ke arah atas danpunya peranan penting untuk membuka udara.Perangkat fire-
fighting harus dipasang pada ruang ruang yang berperan penting di dalam
tranformator.

4.3 Ukuran ventilasi

Ukuran bukaan udara inlet dapat lebih kecil 10% dari pada bukaan outlet
(ditambah dengan penambahan kenaikan screen dan shutter)