Anda di halaman 1dari 4

a. Mengapa ruang elusi harus dijenuhkan dulu dengan eluat?

Jawab: Ketika ruang elusi jenuh maka, saat kertas kromatografi dimasukkan akan lembab
oleh uap eluat sehingga mempermudah jalanya pigmen bersama larutan eluat.
b. Mengapa eluat tidak boleh menyentuh spot pada saat awal elusi?
Jawab: Karena pigmen akan larut dalam eluat dan menyebar nersama eluat tidak bergerak
secara vertikal.
c. Uraikan secara rinci jika saudara memperoleh harga Rf yang tidak dapat dibandingkan
dengan literature.
Jawab: pada nilai Rf gradasi warna hijau, tidak menunjukkan nilai Rf sesuai dengan
literature. Dimungkinkan terdapat kesalahan praktikan maupun ketidaktelitian, sehingga
bahan yang direaksikan tidak sesuai dan mengakibatkan hasil yang diperoleh tidak sesuai
dengan teoi yang ada.
d. Masalah-masalah apa yang saudara jumpai dalam kegiatan pengamatan ini?
Jawab: Kami menemui masalah ynag diantaranya yaitu lamanya proses perembesan atau
perjalanan pigmen dan larutan eluat sehingga memerlukan waktu yang lama. Perembesan
pigmen yang menyebar (tidak vertikal) menyulitkan pengukuran jarak yang ditempuh oleh
pigmen.

1. Mengapa ruang elusi harus dijenuhkan dulu dengan eluat?


Jawab: Ruang elusi harus dijenuhkan dulu dengan eluat. Ketika ruang elusi dijenuhkan, uap
dari eluat akan memenuhi tabung sehingga ketika kertas whatman dimasukkan, maka proses
elusi bisa dilakukan dengan maksimal. Penjenuhan ruang elusi bertujuan untuk memperkecil
penguapan pelarut dan akan menghasilkan bercak lebih bundar dan lebih baik.

2. Mengapa eluat tidak boleh menyentuh spot pada saat awal elusi?
Jawab: Eluat tidak boleh menyentuh spot pada saat elusi. Hal ini berkaitan dengan sifat
kapilaritas yang dimiliki oleh kertas kromatografi terhadap larutan. Apabila spot mengenai
larutan, kemungkinan pigmen-pigmen justru bergerak ke arah eluat di bawah tabung sehingga
tidak bisa diamati komponen-komponennya.

3. Uraikan secara rinci jika saudara memperoleh harga Rf yang tidak dapat dibandingkan
dengan literatur.
Jawab: Harga Rf dan warna yang kami peroleh tidak sesuai literatur, Hal ini mungkin bisa
terjadi karena kurang telitinya saat mengamati dan menentukan warna sehingga didapat data
yang berbeda dengan literatur. Faktor lain yang berpengaruh adalah mungkin saat
mengekstraksi larutan bau pada larutan belum dihilangkan secara maksimal, sehingga
penyerapan eluat tidak maksimal.

4. Bandingkan dengan hasil pengukuran teman saudara yang lain. Bandingkan hasilnya .
Jawab:
Daun No Rf ( Warna

Jambu (Psidium guajava) 1. 0.81 Hijau


2. 0.92 Kuning
Puring (Codiaeum 1. 0.52 Kuning
2. 0.45 Hijau
variegatum)
3. 0.26 Hijau transparan
4. 0.36 Hijau kekuningan
5. 0.92 Kuning transparan

Bila dibandingkan dengan kelompok lain misalnya saja daun puring tersebut, tentu saja
hasilnya berbeda karena jenis daun yang digunakan juga berbeda. Nilai Rf nya juga berbeda
karena berat molekul klorofil yang dimiliki pada tiap-tiap daun pun juga berbeda.
5. Masalah-masalah apa yang saudara jumpai dalam kegiatan pengamatan ini?
Jawab: Masalah yang dijumpai yaitu:
- Eluat yang berjalan rambat
- Hasil solute terkadang tidak jelas untuk diamati sehingga kami kesulitan untuk menghitung
ds
- Jalannya eluat yang sering membelok
- Warna yang tidak jelas sehingga kami kesulitan untuk menentukan warna yang Nampak
pada pengamatan

15 |
P e n g u k u r a n K a d a r d a n
J e n i s K l o r o f i l

I.

Soal-Soal Diskusi
1.

Mengapa blanko yang digunakan dalam percobaan ini alcohol 96 % ?


Jawab : Digunakan alcohol 96% sebagai blanko saat mengkalibrasispetkrofotometer karena


alcohol 96% ini juga digunakan sebagai pelarut klorofil sehingga saat melakukan pengukuran
adsobrsiklorofil data yang diperoleh benar-benar valid.2.

Jelaskan mengapa sebelum mengukur absorbansi ekstrak, blanko diukur absorbansinya dan
dibuat nilai
absorbance
nya 0 % dan
transmitance
100% ?

Jawab : Karena jika


adsorbance
nya tidak dibuat nol (0 %) saat pengkalibrasi dan
transmittance
tidak 100 % maka nilaiadsorbance klorofil yang diperoleh tidak valid karena
adsorbance
nya ditambah oleh nilai
absorbance
mula-mula.3.

Mengapa ekstrak klorofil diukur pada panjang gelombang

665nm dan649 nm?

Jawab :Panjang gelombang

610nm sampai

750nm merupakan panjang gelombang warna merah, dan merupakan warna yang paling
banyak diserap klorofil, digunakan panjang gelombang

665nm dan 649 nm dengan koefisien tertentu, karena telahdilakukan penelitian oleh
Wintermans and De Mots bahwa klorofila dan b menyerap secara optimal panjang
gelombang tersebut.4.

Faktor apakah yang berpengaruh terhadap kadar klorofil ?

Jawab : Yang berpengaruh terhadap kadar klorofil antara lain yaitu: jenis daun, umur
tanaman, kualitas daun, dan warna daun

JAWA
B
AN
P
ERTANYAAN
1.

Mengapa blangko yang digunakan dalam percobaan ini alkohol 96%?Jawab: karena alkohol
dengan kadar 96% dapat melarutkan klorofil daundengan sangat baik.2.

Jelaskan mengapa sebelum mengukur absorbansi ekstrak, blangko diukur absorbansinya dan
dibuat nilai absorbansinya 0 (T 100%)?Jawab: agar nilai absorbansi blangko dapat digunakan
sebagai pembandinguntuk larutan cuplikan (ekstrak)3.

Mengapa ekstrak klorofil diukur pada panjang gelombang 665 nm dan 649nm?Jawab: karena klorofil a
dan b dapat menangkap gelombang yang memilikipanjang gelombang tersebut, sehingga
larutan dapat mengabsorpsi sinar secaramaksimum.4.

Faktor apa yang berpengaruh terhadap kadar klorofil?Jawab: kondisi umur daun (muda atau
tua), kebutuhan nutrisi tumbuhan,proses penghalusan daun,volume pelarut.5.

Bandingkan dengan hasil pengukuran kelompok lain.

Anda mungkin juga menyukai