Anda di halaman 1dari 530

MANAJEMEN

AGRIBISNIS
Edisi Kedua

W. DAVID DOWNEY
Professor of Agricultural Economics
Purdue University

STEVEN P. ERIKSON
Associate Professor of Agricultural Economics
Purdue University

Alih Bahasa :
lr. Rochidayat Ganda S.
Alfonsus Sirait

n. H. Baping Raya No. 100


Ciracas, Jakarta 13740
..
d:.A}:.-Hbf'J J~.'ii'I.Ar.. t ;{,-;:

e-mail: mahamel'\l@rad.net.id
(Anggota IKAPI)
Judul Asli: AGRIBUSINESS MANAGEMENT, Second Edition

Hak Cipta dalam Bahasa Inggris 1987 pada McGraw-Hill, Inc.


Hak Terjemahan dalam bahasa Indonesia pada Penerbit Erlangga.

Alih Bahasa lr. Rochidayat Ganda S.


Alfonsus Sirait
Editor Alfonsus Sirait

Dicetak oleh PT._ Gelora Aksara Pratama

0403020100 987654

Dilarang keras thenjiplak, memfotokopy atau memperbanyak sebagian


seluruh lsi buku ini serta memperjual-belikannya tanpa izin tertulis
dari l'enerbit Erlangga.

HAK CIPTA DILINDUNGI OLEH UNDANGUNDANG


TENTANG PENULIS

Dr. W. David Downey adalah Guru


Besar Ekonomi Pertanian di Purdue
University di mana beliau mengajarkan
mata kuliah agribisnis dan pemasaran
pertanian. Beliau meraih enam peng-
hargaan besar di bidang pengajaran dari
Purdue University dan American
Agricultural Economics Association..
Bertahun-tahun lamanya, Dr. Downey
telah bekerja erat dengan berbagai jenis
agribisnis, di Amerika Serikat, Kanada,
dan Australia sebagai spesialis dan
konsultan penyuluhan koperasi. Beliau
me:nprakarsai sejumlah program
pendidikan dan memantau hasil-hasil
keuangan dan operasi pada beberapa
ratus agribisnis pengecer dalam rangka
penelitiannya. Dilahirkan di daerah
pertanian dekat Wabash, Indiana, Dr.
Downey meraih gelar B.S. di bidang
agronomi dan gelar M.S. serta Ph. D.
di bidang Ekonomi Pertanian pada
Purdue University.

Dr. Steven P. Erickson adalah Guru


Besar Pembantu (Associate Professor)
Ekonomi Pertanian di Purdue University
di mana beliau telah meraih empat
penghargaan besar di bidang pengajaran.
Pengalaman mengajamya mencakup
mata kuliah manajemen agribisnis,
manajemen keuangan, ekonomi makro,
perdagangan barru)g eceran, dan pasar
opsi serta pasar mas;:, mendatang. Beliau
telah memantau data tentang balas jasa
pada beberapa ratus perusahaan pemasok
perbekalan usaha tani di pelosqk barat-
tengah Amerika Serikat sebagai bagian
dari penelitiannya yang mengagumkan.
Belum lama berselang beliau menyelesai-
kan sabbatical leave (program penelitian
dan penulisan buku tanpa mengajar) di
Texas A & M University. Dilahirkan
di daerah pertanian dan peternakan
de kat Brookston, Indiana, Dr. Erickson
meraih gelar B.S. dan M.S. di bidang
ekonomi dari Purdue University dan
gelar Ph.D. dari University of Illinois.
Kepada para mahasiswa agribisnis yang
merupakan tantangan dan sumher
inspirasi hagi hidup kami,
Jan
Kel'ada lstrl kami terc!nta, Deb dan Ginger
DAFTAR lSI
Kata Pengantar Lx

BAGIAN I
PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS
1. Agribisnis dalam Perspektif
2. Mengelola Agribisnis
3. Organisasi Agribisnis 44
4. Koperasi dalam Agribisnis 60
Suplemen 81

BAGIAN II

MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

5. Dmu Ekonomi untuk Para Manajer 114


6. Pemahaman atas Laporan Keuangan 140
7. ' Analisis atas Laporan Keuangan , 168
8. Pembiayaan Agribisnis 192
9. Alat Pengendalian Agribisnis 222
10. Alat untuk Pengambilan Keputusan Manajemen dalam Agribisnis 246

BAGIAN III

PEMASARAN DALAM AGRIBISNIS

11. Sistem Pemasaran Pertanian . 276


12. Manajemen Pemasaran dalam Perusahaan Agribisnis 298
13. Alat untuk Mengambil Keputusa:1 Pemasaran 322
14. Profesi Usaha Penjualan dalam Pertanian 336
15. Proses Usaha Penjualan 360
viii DArTAI\ lSI

BAGIAN IV

l'ENGOPERASIA.l\1 AGRIBJSNIS

16. Perencanaan Produksi dalam Agribisnis 394


17. Pengendalian Proses Produksi dalam Agribisnis 412

BAGIAN V
l
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM AGRIBISNIS
18. Manajemen Personalia 422
19. Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Agribisnis 444

Uampiran A Langkah Awal dalam Manajemen Agribisnis 48\2


Lampiran B Istilah 498
KATAPENGANTAR
Edisi kedua Manajemen Agribisnis ini dipersembahkan bagi mereka yang ber-
cita-cita atau saat ini sedang menapaki karier di bidang agribisnis. Edisi ini
telah merevisi dan memperbaroi edisi pertama dan menambahkan pokok
bahasan yang akan memperlancar penyiapan karier di. bidang agribisnis. H.evisi
ini, seperti edisi pertama, sect~.ra menyeluruh ditujukan pada mano.jemen
agribisnis yang bukan berupa usaha tani dengan topik khusus yang relevan
bagi manajer, pemilik, dan karyawan perusahaan yang menyediakan perbekal-
an dan pelayanan bagi pengusaha tani atau yang memasarkan, memroses,
atau menarnbah nilai produk usaha tani. Meskipun banyak konsep dan alat
yang disajikan pasti dapat diterapkan pada usaha tani dan bisnis pada umum-
nya, namun perhatian kita benar-benar diarahkan pada penerapannya diJlarn
agri bisn is.
Dalam edisi ini, karni mencoba mengembangkan pembahasan berdasarkan
kea.mpuhan Manajemen A~ibisnis edisi pertarna dan di sana-sini menarnbah-
kan data baru yang relevan untuk agribisnis dan topik-topik yang belum di-
bahas pacta edisi pertama. Kami melakukan perombakan besar-besarar pada
bab pengantar dan memasukkan sejumlah data sehubungan dengan ketiga
sektor utama agribisnis. Bab 4, "Koperasi dalam Agribisnis," telah direvisi
secara mendalarn agar mencerminkan kedudukan dan pentingnya koperasi
dalam agribisnis masa kini. Sejumlah tambahan prinsip ekonomi mikro di
bidang produksi dis;;ijikan pada Bab 5, "Ilmu Ekonomi bagi Manajer." Akhir-
nya, Bab 16, "Pere:ocanaan Produksi dalam Agribisnis," sekarang memuat
satu seksi mengenai risiko dan ketidakpastian dalarn agribisnis.
Meskipun tanggung jawab permulaan bagi mereka yang menekuni bidang
agribisnis mungkin belum mencakup keputusan manajemen, narnun penting
sekali bahwa mereka yang bersangkut-paut dengan operasi" perusahaan agri-
bisnis mendalarni masalah-masalah yang terkait dalam pengambilan keputusan
manajemen. Karena itulah disajikan berbagai konsep dan alat yang bersangkut-
paut dengan banyak keputusan manajemen agribisnis. Mereka yang mengawali
katier sebagai ahli pertanian, ahli gizi, ahli hortikutura, ahli peternakan, ahli
teknik, d<Jkter hewan, atau wiraniaga mungkin akan segera ~rhadapan dengan
keputusan manajemen apabila mereka mendapat kenaikan jabatan pada
perusahaan. Hal yang sarna berlaku juga bagi mereka yang mulai menapaki
karier sebagai supir, applicators, teknisi, pengurus tanarnan, pengurus kilang,
dan operator. Manajemen Agribisnis seharusnya dijadikan acuan yang tepat
untuk mengembangkan landasan manajemen demi keberhasilan karier di hi-
dang agribisnis.
Selama proses pengembangan buku ini, di benak penulis juga selalu ter-
parnpang figur manajemen agribisnis yang 8edang berpraktek. Dari tanggung
jawab ganJa kami sebagai tenaga pengajar untuk tingkatan sarjana muda dan
spesialis di bidang rnr.najemen dan pernas3I"an agribisnis pada Cooper_ative
X KA1'A PENGANTAR

Extenl'il)n Service, kami berkeyakinan bahwa bahan kuliah dan pendekatan


yang optimal untuk mahasiswa tidak jauh berbeda dari pokok pemikiran
yang optimal untuk manajer agribisnis lokal atau manajemen madya pada
perusahaan besar. Karena itulah kami membahas konsep dan alat yang telah
terbukti sangat berfaedah bagi beribu-ribu manajer agribisnis yang pemah
menjadi rekan kerja kami dalam memecahkan masalah-masalah manajemen
yang spesifik, Dari pengalaman ini jugalah kami menyarikan berbagai contoh,
ilustrasi, dan kasus yang dimuat di dalam buku ini. Karena itu, kami yakin
bahwa buku ini akan benar-benar bermanfaat bagi manajer yang tengah ber
praktek serta bagi mereka yang baru memulai ancar-ancar karier pada agri-
bisnis.
Figur para pengajar juga selalu membayangi penulisan buku ini. Setiap
kata, setiap kalimat, dan keseluruhan buku ini terpancar dari pengalaman
kami sebagai guru - entan di ruang kuliah atau pada herbagai seminar pe-
n)"'lluhan yanr kaml lakukan. Kartna ltulah k&ml borupaya apr pokok
bahliiSan dan susunan buku ini dapat diajarkan dan mudah disampaikan dalam
perkuliahan di ruang kelas. Kami berharap agar alat-bantu belajar yang ter-
cakup dalam buku ini dan buku pedoman bagi pengajar akan membantu
para pengaj?r untuk melibatkan para mahasiswa dalam pembahasan ilustratif,
dan untuk menciptakan suasana belajar yang menggairahkan. Dengan me-
nyesuaikan pokok bahasan terhadap pengalaman pribadi dan suasana belajar,
para pengajar dapat mengg\J.nakan Manajemen Agribisnis dalam perkuliahan
satu, dua, atau tiga semester.
Bagian I Manajemen Agribisnis berbicara tentang peranan dan tatanan
atau organisasi agribisnis. Di sini, kita disuguhi dengan gam baran mengenai
dalam dan luasnya cakupan agribisnis, kemudian disusul dengan pembahasan
mengenai peranan manajemen dalam agribisnis. Akhirnya, berbagai bentuk
organisasi bisnisdisimak dan diulas. Penekanan khusus diberikan pada koperasi
peitanian karena hal ini menipakan oagian agnbiSnis yang penting dan bersi-
fat unik. [Dan bagi Anda -para pembaca edisi terjemahan ini- kami sajikan
mplemen untuk Bagian I yang berbicara mengenai perkembangan aJnibisni~
di Indonesia dengan memberikan sorotan khusus pada Koperasi Unit Desa.
Kami- penerjemah dan editor Erlangga - berharap agar tambahan sajian ini
akan mengakrabkan Anda dengan situasi agribisnis di Indonesia serta mampu
membedakan dan membandingkan keadaan dan permasalahan yang dihadapi
agribisnis kita dengan agribisnis di negara maju (seperti Amerika Serikat)].
Bagian II memberikan dasar bagi para mahasiswa untuk menganalisis
serta mengambil keputusan di bidang ekonomi dan keuangan pada agribisnis.
Bagian ini dirnulai dengan penyajian seperangkat prinsip sistem usaha bebas
dan prinsip ekonomi yang penting bagi manajer. Bahasan ini diikuti oleh
ikhtisar mengenai dasar-dasar laporan keuangan perusahaan. Interpretasi dan
analisis laporan keuangan ditonjolkan sebagai pedoman dalam pengambilan
keputusan. Di sini juga disimkk berbagai metode pembiayaan agribisnis dan
anjuran untuk mengadakan hubungan usaha dengan berbagai lembaga ke-
uangan. Akhimya, bagian ini menjelaskan dan mengkaji sejumlah cara yang
dapat ditempuh manajer dalam menggunakan beberapa alat manajemen
keuangan yang sangat praktis guna mengambil berbagai keputusan penting
di dalam perusahaan.
Bagian Ill secara khusus menyoroti pemasaran dalam agribisnis. Pertama-
tama dilakukan pembahasan tentang sistem makro untuk pemasaran produk
KAT,\ PE!'GA:"TAR xi

pertanian. Selanjutnya disusul dengan pem bahasan pemasaran . oleh masing-


masing perusahaan agribisnis dari sudu t pan dang mikro. Unsur terpenting
pada bauran pemasaran disajikan berbarengan dengan sejumlah metode untuk
mengembangkan dan melaksanakan rencana pasar strategik. Akhirnya, Anda
(kita) diajak untuk menyadari pentingnya usaha penjualan dalam agribisnis.
Karena sedemikian banyak tenaga kerja menerjuni bidang agribisnis melalui
penjualan, maka pembahasan mendalam dilakukan terhadap usaha penjualan
profesional dalam agribisnis.
Bagian IV berfokus pada pengelolaan operasi fisis. Di sini dicakup se-
jumlah metode pembelian bahan, penatat>.n, pemantauan, dan pengendalian
operasi dalam usaha penjualan eceran, penjualan borongan, atau usaha peng-
olahan dalam agribisnis. Konsep mengenai analisis risiko dan ketidakpastian
pada perusahaan agribisnis disajikan dan dibahas.
Akhirnya, manajemen sumbe~; daya manusia pada agribisnis disajikan
pada Bagian V. Berbagai metode untuk menata tanggung jawab, wewenang,
dan tanggung gugat dibahas dalam bagian ini. Selanjutnya para mahasiswa
disuguhi dengan berbagai teori dan metode penyeliaan, kepemimpinan, d.an
pemotivasian karyawan, termasuk satu subbab praktis mengenai analisis
transaksional sebagai alat manajemen.
Kami ingin menghaturkan terimakasih atas banyak komentar dan 5!ll'atJ
yang bermanfaat dari sejumlah rekan yang telah meninjau buku teks ini
ketika tengah dalam proses pengembangannya, teristimewa Daniel Kauffman,
Virginia Pollytechnic Institute and State University; Patrick D. O'Rourke,
Illinois State University; Frederick A. Perkins, Cook College, Rutgers Univer-
sity; James Russell, Oklahoma State University; dan Kathleen Simmons, Santa
Rosa Junior College.
Akhir kata, Manajemen Agribisnis, edisi kedua, merupakan pendekatan
dasar untuk menelaah mar.ajemen dan keputusan manajemen pada perusahaan
agribisnis. Sebagaimana halnya dengan edisi pertama, penerapannya pada
masalah yang sesungguhnya tetap dipertahankan segam blang mungkin. Pada
setiap bagian, kita diajak untuk menyimak sejumlah prinsip dan konsep dasar
dan selanjutnya membahas penggunaan alat-alat khusus untuk memecahkan
masalah penting yang benar-benar merupakan bagian dari hidup kita. Kami
berharap agar buku ini menjadi pendekatan yang mudah dipahami, menarik,
dan sangat praktis serta bermanfaat bagi karier Anda dalam agribisnis.

W. David Downey
Steven P. Erickson
KATA PENGANTAR PENEHBIT EHLANGGA

MANAJEMEN INDUSTRI
KERAJINAN RAKY AT
Pertama-tama perlu ditegaskan bahwa ~najemen Agribisnis, seperti dise-
butkan dalam definisinya, bukan!ah berbi~ara mengenai masalah teknik dasar
dalam cara menghasilkan produk pertanian (tanaman, ternak, dsb.), tetapi
mengenai penanganan dan pengolahan lebih lanjut atas produk tersebut.
Jadi dalam.membolak-balik isi buku, Anda tidak dituntut untuk membayang-
k.an daerah pedesaan atau pedalaman, lengkap dengan sawah-ladang dan
1:.e,maknya, serta petani yang kuyu dan keriput termakan sinar matahari.
.~ ,. Sesungguhnya, buku ini menghadapkan kita pada persoalan nyata yang
kita hadapi di Indonesia:. Bagaimana kita memberi nilai tam bah pada produk
pertanian agar produk terse but makin dibutuhkan, agar pasar produk tersebut
nialdn meluas, agar harga produk pertanian makin membaik, sehingga pada
akhirnya para pengusaha tani dan ternak serta pengusaha agribisnis bisa
menikmati kesejahteraan hidup yang lebih baik.
Barangkali ada sementara pihak yang menganggap buku ini terlalu bersi-
fat umum dan sederhana. Tetapi saya beranggapan justru hal itulah yang
membuat buku ini relevan dengan permasalahan manajemen yang kita ha-
. dapi di Indonesia. Buku-buku teks manajemen seringkali berbicara ten1;ang
teknik-teknik mana,jenien yang terlalu canggih dan terspesialisasi, pad&bal
kebanyakan perusahaan kita belum siap menerima teknik-teknlk Seperti
itu. Kebanyakan perusaha&Jl kita belum mempunyai manajer yang terspesi-
alisasi dan pemikiran manajemen yang terlalu bersifat teknik matematik dan
statistik seringkali terlalu sulit dijalankan, bahkan pada tingkat manajer pun-
cak sekaliptm!
Bagi kita, buku ini sangat tepat jika disebu t ''Manajemen Industri Kerajin
an Rakyat" karena pesan intinya adalah anjuran atau suntikan semangat agar
kita mencoba mtmanibah nilai pada basil alam yang ada dengan bahan, per~
alatan, dan daha 1 yang terbatas, dengan mengingatkan kita akan adanya ma-
salah yang mungkin dihadapi dalam usaha tersebut serta cara penanggu~ang;
annya. j

Untuk data-data yang terlalu berorientasi Amerika, penerjemah/editor


telah melakukarl pengubahan dan penyederhanaan dengan harapan agar
relevansinya dengan keadaan di Indonesia makin terasa.
Semoga bermanfaat.

Ciracas, 6 Juli 1988

Alfonsus Siraift.' .'


Penerjemah & Editor' "; 1;;
MANAJEMEN
AGRIBISNIS
,,
PERAN DAN
ORGANISASI
AGRIBISNIS

.
TUJUAN

Menggambarkan besarnya usaha dan


luasnya cakupan agribisnis
Menjelaskan dampak dan pentingnya
agribisnis tefhadap perekonomian secara
keseluruhan
Mengkategorikan agribisnis berdasarkan
sektor dan menggambarkan fungsi setiap sektor
Menghitung nilai sumbangan relatif dari
para pengusaha tani dan industri agribisnis
dalam sektor masukan dan produl\,
Menggambarkan pentingnya agribisnis
sebagai penyumbang kesempatan kerja yang
besar dalam sistem perekonomian AS

Agribisnis melayani pengusaha tani dengan


menyediakan perbekalan dan pelayanan
kepada usaha tani serta memasarkan produk
pertanian.

Keterangan gambar:
A. Pusat perbekalan usah'l tani eceran
B. Usaha taiU biji-bijian di daerah Barat Tengah AS
C. Pasar induk biji-bijian

AMERIKA ADALAH KERANJANG ROTI


DUNIA.
1
AGRIBISNIS DALAM
PERSPEKTIF
4 Pl:n A~ D.'\!'! 01: OA~ IS \SI AGH.IRJSNIS

KEGIATAN ;:;SAHA DI BIDANG AGRIBISNIS


Bahan pangan dan sandang/serat merupakan kebutuhan sehari-hari bagi se-
tiap orang. Kalau kita berjalan-jalan ke pasar swalayan setempat, kita akan me-
lihat berbagai macam kegiatan terlibat di dalam usaha produksi bahan pangan
dan usaha memajangkannya pada rak-rak penyimpanan. Kita bisa juga melihat
pemrosesan daging menjadi daging iris kering dan daging siap santap pada
berbagai restoran. Tentu hal itu bukan basil dari suatu keajaiban, tetapi basil
kerja keras dan efisien oleh banyak orang di dalam suatu sistem yang men-
cakup kegiatan atas bahan masukan (input), produksi, dan pemasaran bahan
pangan.
Sistem ini dimulai dengan berbagai kegiatan di dalani sektor barang per
lengkapan pertanian yang memasok berbagai macam masukan produksi dan
jasa kepada usaha tani kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pemasaran, pe-
mroaesan, dan diatribusi barang kebutu.han untuk memuaakan konsumen.
Karena proses produksi hasil pertanlan menjacU semakin bertambah kompleks
dan berspesialisasi, maka sektor pemasok bahan masukan pertanian menem-
pati dimensi baruyangpenting. Penghasilan konsumen pun semakin meningkat
sehingga menuntut pelayanan yang lebih baik dalam pembelian produk bahan
pangan. Kecenderungan ini terus berlanjut, sehingga sektor agribisnis men-
jadi semakin penting karena tidak saja bertanggung jawab untuk menyediakan
macam dan jumlah bahan masukan yang tepat, tetapi juga bertanggung jawab
terhadap bauran pelayanan yang tepat untuk produk pada saat produk ter
sebut bergerak melalui sistem pengolahan bahan pangan sampai kepada kon
sumen akhir.
Semakin jelas dan nyata bahwa setiap sektor perekonomian dewasa ini
makin dipengaruhi oleh sektor pertanian. Walaupun jumlah usaha tani se-
panjang abad ini semakin berkurang; kiranya penting untuk mempertahankan
atau meningkatkan produksi, sebab sektor ini mempunyai dampak penting
terhadap kelangsungan. ekonomi bangsa. Bagi AS, perdagangan luar negeri
tanpa basil pertanian malah akan menimbulkan defisit perdagangan. Secara
keseluruhan, sektor pertanian menunjukkan produktivitas yang paling. tinggi
dalam kegiatan ekonomi AS, karena pertanian terus-menerus menyerap tek
nologi baru dalam bentuk mesin dan peralatan serta bibit varietas, semuanya
memperbesar kapasitas prodvksi sektor tersebut. Jelaslah, pengusaha tani
sendiri saja tidak akan mampu melakukan hal ini; mereka membutuhkan
kerjasama dari beribu-ribu perusahaan pada sisi masukan pertanian dan ratus-
an ribu perusahaan pada bidang pemasaran pertanian.
Sektor agribisnis di dalam ruang lingkup ekonomi masa kini mencakup
bermacam-macam usaha komersial, menggunakan kombinasi heterogen dari
tenaga kerja, bahan, modal, dan teknologi. Sistem bahan pangan dan sandang
sangat luas sekali, suatu sistem yang sulit dan terus-menerus diu bah agar sesuai
dengan permintaan konsumen dan menyediakan bahan pangan dan sandang
baik untuk pasar domestik maupun untuk pasar dunia.
Departemen Pertanian Amerika Serikat {USDA) setiap tahun melaporkan
produktivitas dan perbaikan sektor pertanian di Amerika. Statistik yang sering
dikutip menunjukkan kenyataan bahwa seorang pengusaha tani (farmer)
dewasa ini di AS, menghidupi kira-kira 79 orang: 57,6 di dalam negeri dan
21,5 di luar negeri. 1 Hal yang menakjubkan ini dimungkinkan, paling tidak se

1 Deptan AS, "Indicators of the Farm Sector,'" ERS, ECIFS 3-5, Maret l9S;,.
5

bagian, karena industri sangat bersaing yang melayani 2,3 juta pengusaha tani
AS. Pada saat ini semua bahan masukan untuk produksi pertanian tidak Jagi
dapat dibuat di lokasi pertanian sebagaimana halnya pada zaman dahulu pada
masa produksi dengan padat karya. Pentingnya pembelian bahan masukan
agribisnis telah berkembang dengan proporsi yang bukan main pesatnya pada
tahun-tahun terakhir ini.
Sektor agribisnis merupakan Japangan kexja yang berperan besar dal1JII1
penurunan tingkat pengangguran. Tetapi perli.1 dicatat di sini bahwa kemajuan
yang dicapai negara-negara maju dalam hal ini seharusnya sudah membuka
mata kita (negara berkembang) bahwa pengembangan pertanian sudah se-
harusnya dipusatkan pada pengembangan oroauktivitas yang dicapai melalui
manajemen agribisnis yang ditata baik. Patut dipertanyakan, mengapa negara-
negara industri dengan hanya 3 persen angkatan kerja yang terlibat Jangsung
dalam usaha'tani (seperti AS) justru menjadi eksportir utama bahan pangan,
sementara negara-negara pertanian dengan Jehih 50 persen angkatan kexja se-
tiap hari bergelut di sawah dan ladang justru sering dilanda bencana Japar dan
. nenjadi importii utama bahan pangan"! Faktor aoakah yang menjadi kambing
nitamnya? Inif8h-siuitu ironi yang harus dihadapi dengan manajemen agn:
bisnis yang akan merupakan alat bagi kita untuk berpacu bersama negara lain.
Bab ini merupakan pengantar terhadap industri-industri yang: (1) me-
masok bahan masukan kepada sektor pertanian; (2) mengubah produk bahan
baku yang dihasilkan pengusaha tani menjadi produk konsumsi; dan (3)
menyalurkan produk ini melalui sistem pemasaran bahan pangan kepada kon-
sumen akhir.

PENGERTIAN AGRIBISNIS
Agribisnis dapat dibagi menjadi tiga sektor yang saling tergantung secara eko-
nomis, yaitu sektor masukan (input), produksi (farm), dan sektor keluaran
(output) seperti dilukiskan pada Gambar 1-1.
_<;;ektor masukan menyediakan perbekalan kepada para pengusaha tani
untuk dapat memproduksi hasil tanaman dan temak. Termasuk ke dalam
masukan ini adalah bibit, makanan ternak, pupuk, bahan kimia, mesin pertani-
an, bahan bakar, dan banyak perbekalan lainnya. Sektor usaha tani mempro-
duksi hasil tanaman dan hasil temak yang diproses dan disebarkan kepada
konsumen akhir oleh sektor keluaran.
Sebelum kita melanjutkan pembahasan mengenai arti dan unsur-unsur
sektor agribisnis, akan Jebih baik kalau kita definisikan dahulu secara pasti apa
yang dimaksud dengan agribisnis. Dua buah definisi tentan&' agribisnis telah
diterima secara umum. Definisi pertama hanya meny;ngg ..mg sektor masukan
sebagaimana dilukiskan di atas, jadi definisi agr.-ibisnis yang sempit atau tradi-
sional hanya merujuk pada produsen dan pembuat bahan masukan untuk
produksi pertanian. Beberapa badan usaha yang dicakup di sini antara lain
adalah penyalur bahan kimia, pupuk bu~.tan, dan mesin-mesin pertanian,
pembuatan benih dan makanan ternak; serta kredit pertanian dan lembaga i.:e-
uangan lain yang melayani sekJor produksi.
Dewasa ini, pandangan tentang agribisnis yang secara umum dianggap
tepat sudah semakin meluas. Menurut pandang11n ini, agrih;snis mencakup ke-
seluruhan pemsahaan yang terkait dengan kegiatan dan uraian pada Gambar
6 PF.RAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

PERBEKALAN PERT ANI AN

Gambar 1-1 Pembagian atas sektor masukan,


usaha tan I, dan pasar produk.

1-1. Artinya, agribisnis meliputi seluruh sektor bahan masukan, usaha tani,
produk yang memasok bahan masukan usaha tani; terlibat dalam produksi;
dan pada a~irnya menangani pemrosesan, penyebaran, penjualan secara bo-
rongan dan penjua!an eceran produk kepada konsumen akhir.
Dalam suatu Ej\lrvai terhadap pekerjaan yang berhubungan dengan agri-
bisnis, Deptan AS mendefinisikan secara spesiflk jenis pekerjaan yang dicakup
oleh agribisnis. 2 'Berikut ini adalah rincian jenis ketrampilan dan pengeta-
huan yang digunakan oleh para pekerja di bidang agribisni11:

1. Produksi pertanian dan pengembangbiakan penangkaran hewan, hasil


hewan, tumbuh-tumbuhan, hasil tumbuh-tumbuhan, hutan, dan basil .
hutan.
2. Penyediaan jasa yang dikaitkan dengan produksi pertanian dan pembuatan
serta' penyebaran perbekalan yang digunakan dalam produksi pertaniari
3. Perancangan, pemasangan, perbaikan, pengoperasian, dan pembimahan
mesin, peralatan, dan sumber tenaga, serta pembangunan struktur yang
digunakan dalam produksi pertanian
4. Semua kegiatan yang berhubungan dengan pemeriksaan, pemtosesan, pe
masaran produk pertanian dan produk sampingan yang utama
5. Setiap aspek. dari rumah kaca, tempat pemeliharaan tanaman-tanaman
muda (nursery), pembibitan, pel,"tamanan (landscaping), dan tindakan lain
sehubungan dengan penggunaan hortikultura .sebagai penghias lahan

, Deptan A.S., "Employment in Agricultural and, Agribusiness Occupations," ERS 5i0


Agustus 1974.
.-\GRIB!SNIS DALAM Pt:RSPEKT!f" 7

6. Pengawetan, pengembangbiakan, perbaikan dan pemanfaatan sumber daya


alami yang dapat d1:perbarui
7. Berbagai macam pehggunaan lahan dan hasil hutan

Daftar yang menyertai definisi agribisnis ini memuat lebih dari 950 bidang
usaha dan 1.900 industri pilihan yang memerlukan atau memanfaatkan ke-
cakapan agribisnis. Jadi definisi agribisnis modern mempunyai pandangan
yang lebih luas, mencakup seluruh sistem produksi dan distribusi bahan
pangan.

Pembahasan berikut akan memberi gambaran ringkas tentang struktur agri-


bisnis di Amerika Serikat. Meskipun agribisnis di negara kita (Indonesia) masih
ketinggalan dibanding Amerika, namun ada juga maknanya untuk mengetahui
keadaan yang berlangsung di sana dalam garis besar, sebab keadaan yang di-
hadapi merupakan dasar untuk melangsungkan manajemen dan juga hal ini
bisa kita manfaatkan sebagai informasi pembanding.

Sektor Masukan
Produktivitas sektor usaha tani telah meningkat lebih dari 50 persen sejak
tahun 1967. Bagian terbesar dari peningkatan ini langsung diakibatkan oleh
sektor penyedia masukan atau sektor pemasok perbekalan. Berbagai macam
perbaikan mutu bibit unggul dan makanan ternak, mesin dan peralatan usaha
tani, dan penyediaan sarana bagi para pengusaha tani telah ikut memperbaiki
perbandingan antara keluaran dengan masukan (output-input ratio). Pada
tahun 1983 sektor masukan memasok $ 135,3 milyar masukan produksi ke-
pada para produsen pertanian di Amerika Serikat.
Pengeluaran produksi (production expenditure) telah meningkat secara
dramatiS" sejak tahun 1970 jika dirinci untuk setiap usaha tani. Pengeluaran
produksi mencapai jumlah $ 58.118 pada tahun 1982 dan sedikit menurun
menjadi $ 57.097 pada tahun 1983. Sebaliknya, beban produksi (production
expense) keseluruhan berjumlah $ 15.074 per usaha tani pada tahun 1970.
Tabel 1-1 mengilustrasikan sejumlah kategori beban masukan utama untuk
tahun 1983 dengan menyajikan jumlahnya dalam dolar dan sebagai persen-
tase dari keseluruhan pengeluaran untuk kategori masukan usaha tani.
Dewasa ini, pengusaha tani membeli sekitar 70 persen dari semua masukan
yang mereka gunakan dalam produksi. Karena itu, sektor masukan yang efi-
sien, yang mampu memasok masukan yang tepat pada waktu dan jumlah yang
tepat merupakan faktor penentu untuk mempertahankan peningkatan efisi-
ensi produksi yang telah dicapai pada dekade yang lalu. "
Sejumlah industri pemasok masukan utama akan dibicarakan secara
khusus di bawah ini. Perhatikan bahwa pembicaraan kita di sini hanya ter-
batas pada beberapa industri pemasok penting saja. Gambaran ringkas ini
diharapkan akan membantu mahasiswa untuk membandingkan arti penting-
nya setiap sektor berdasarkan hasil dan pengeluarannya.

Maka:nan Tewak Satu-satunya pos pengeluaran terbesar dari kas para peng-
usaha tani pada tahun-tahun terakhir ini adalah untuk membeli makanan ter-
nak. Belanja untuk makanan ternak pada tahun 1983 berjumlah hampir
$19,0.
8 !'!::RAN OAN ORGANISASI AGIUBISNIS

TABEL Pengeluaran Produksi Usaha Tani, 1983*


1. 1

MASUKAN DO!,LAR l'tmsJ.;N I.>i, HI


(:\lfl,YAR) KESELliHUHA.!'\

Makanan ternak 19,0 14,0


Tel1}ak 8,8 6,5
Bibit . 3,5 2,6
Pupuk dan kapur ?,4 5,5
Pestis ida 3,5 2,6
Bahan bakar 7,7 5,7
Listrik 2,3 1,7
Reparasi/ operasi 8,2 6,1
Bea/pekerja kontrak 3,3 2,4
Beban pemasaran 1,7 1,2
Lain II)' I 8,9 11,1
Bu11ga
Real estate 10,9 8,1
Nonreal estate 10,4 7,6
Upah 10,5 7,7
Sewa 3,7 2,7
Penyusutan 23,1 17,1
Pajak 4,6 3,4
Total 135,3 100,0

*Deptan A.S., ECIFS 3-4, Januari 1985.

Struktur keikutsertaan perusahaan dalam produksi makanan ternak yang


komersial telah menunjukkan perubahan yang nyata selama 40 tahun terakhir
ini. Pada tahun 1920-an dan 1930-an bisnis gandum dan tepung mendominasi
perindustrian. Sekarang peru1;ahaan industri makanan temak yang menangani
pembuatan, pemrosesan, dan distribusi dari awal sampai akhir telah menjadi
lebih dominan. Walaupun ukuran perusahaan itu telah menjadi semakin besar,
namun jumlahnya tidak berkurang secara nyata. Pada waktu ini, perusahaan
terkemuka menguasai bagian yang se~akin kecil dari pasaran. Pada tahun
1980 empat perusahaan tei:besar menguasai seperempat bagian dari seluruh
pengiriman industri. Menjelang tahun 1972 bagian ini telah berkurang menjadi
kira~kira 22% dari seluruh perdagangan industri, dan relatif konstan. sebesar
21 persen menjelangtahun 1977. 3
Kebanyakan masukan berupa makanan ternak, termasuk biji-bijian dan
makanan tambahan, dijual melalui peng-..1saha gudang gandum (elevator).
Beberapa dari perusahaan ini berafiliasi dengan perusahaan besar sementara
banyak diantaranya merupakan bisnis keluarga atau koperasi yang dikendali-
kan oleh pengusaha tani. Perusaha.an ini sering menyediakan banyak masukan
lain, mulai zat makanan sampai kepada bahan kimia dan pestisida serta bahan .
bakar dan perlengkapan mesin .

. 3 Conncr, John M., R.T. Rogers, B.W. Marion, dan W.~. Mueller, The Food Manufacturing
Industries, D.C. Heath and Company. L(~xinf,!ton, i\'fass., halanP'1 12
,\GHIBIS~IS DALA~ti'ERSI'EKTII' 9
Bibit, Pupuk, Kapur, dan Bahan Kimia Pada tah11n 1983 pengusaha tani mem-
belanjakan sejumlah $ 14,4 milyar untuk memperoleh pupuk, kapur, bibit,
dan bahan kimia. Persaingan di kalangan industri pupuk-bahan kimia cukup
tajam, khususnya di antara sekitar 5.000 toko lokal. Para agen harus bereaksi
cepat terhadap perubahan pasar di daerahnya. Para pengusaha tani sangat
memperhatikan harga tetapi juga cepat terkesima oleh pelayanan yang diberi-
kan perusahaan.
Penggunaan herbisida pada usaha tani telah meningkat 22 persen antara
tahun 1976 dan 1982. Hal ini, sebagian, diakibatkan oleh perluasan areal pe-
nanaman dan peningkatan pemakaian tangki pencampur. Kiranya perubahan
teknologi lebih berpengaruh terhadap cara penggunaan bahan kimia pada
usaha tani jika dibanding dengan sektor masukan lainnya. Pada masa men-
datang, peraturan pemerintah mengenai lingkungan hidup bisa menjadi ken-
dala atas peningkatan luar biasa dalam penggunaan pestisida dan herbisida.
Jelaslah bahwa 'imbal-balik' (trade-off) pasti mewarnai penggunaan pestisida,
yaitu antara berlimpahnya bahan pangan dengan kemungkinan timbulnya
masalah lingkungan hidup. Jika para petani diingatkan akan bahaya pengguna-
an bahan kimia, maka kenaikan pemakaian masukan ini mungkin akan me-
ngendor. Antara tahun 1967 dan 1980 penggunaan bahan kimia pada usaha
tani telah berlipat dua. Tetapi tampaknya, dalam kurun 15 tahun mendatang
kecenderungan ini tidak akan berlanjut lagi.

Minyak bumi Para pengusaha tani membelanjakan sejumlah $ 10 milyar un-


tuk bahan bakar dan energi pada tahun 1983. Bidang usaha tani menghabiskan
secara langsung hanya kira-kira 3 persen dari seluruh bahan bakar minyak dan
listrik yang digunakan di AS. Perusahaan pemasok di bidang ini khususnya
adalah perusahaan minyak bumi yang besar dan yang telah mengintegrasikan
diri dengan pemasok usaha tani dan koperasi pertanian. Banyak dari perusaha-
an ini juga m.emasok bahan kimia dan bahan pemberantas hama.
Bahan bakar minyak akan tetap merupakan sumber penting untuk pro-
duksi pertanian dan industri bahan masukan yang melayani pertanian. lndustri
pupuk sangat mudah terpengaruh oleh harga dan perubahan cadangan minyak
bumi. Kira-kira 12 persen dari kebutuhan minyak AS digunakan dalam pro-
duksi, pemrosesan, dan pemasaran bahan pangan.

Mesin dan Peralatan Usaha Tani Pengeluaran untuk mesin-mesin pertanian


berjumlah $10,9 milyar pada tahun 1980. Menjelang tahun 1983 angka ini
telah merosot menjadi $7,9 milyar akibat kenaikan harga mesin-mesin dan
penurunan drastis dalam pendapatan usal1a tani pada periode yang sama.
Untuk tahun 1984 diperkirakan bahwa jumlah ini akan sedikit meningkat
menjadi $ 8;1. milyar. Total nilai mesin-mesin dan peralatan pada tahun 1983
adalah $ 110,9 milyar, suatu jumlah yang kira-kira sama dengan 10 persen
dari keseluruhan aktiua (harta) usaha tani.
Sangat diharapkan agar sektor pemasok peralatan ini beroperasi dengan se-
demikian efisien guna memenuhi kebutuhan pengusaha tani yang berkesi-
nambungan. Struktur industri ini menyerupai oligopoli di mana sejumlah kecil
perusahaan menguasa;i pasar. Keputusan untuk membeli tidak hanya ter-
gantung pada harga t:etapi juga pada pelayanan atau jasa puma jual yang di-.
harapkan pengusaha Umi dari para agen peralatan tersebut. Para pengusaha
tani juga tentu ~kan menimbang apakah manfaat yang ditawarkan peralatan
10 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

terse but sang!lt klop dengan keadaan yang dihadapi dan apakah harga yang di-
bayar unttik itu sudah sebanding' dengan manfaat terse but. Pelayanan puma
jual dan ketersediaan suku cadang secara tepat juga merupakan faktor pertim-
bangan pokok.
Kesehatan keuangan sektor agribisnis ini, seperti banyak sektor lain, lang-
sung berkaitan dengan keadaan sektor produksi. Jika harga naik dan pendapat-
an usaha tani relatif stabil, sektor mesin dan peralatan akan mengalami keme-
rosotan. Seiama enam bulan pertama tahun 1984 pengusaha tani membeli
65.740 traktor, suatu angka yang jauh di bawah angka pembelian beberapa
tahun sebelumnya. Pembelian alat pemanen untuk tahun 1984 diharapkan
akan menurun 26 persen dari tahun 1983.

Hewan Peliharaan: Ternak Pengeluaran untuk temak dan unggas berjumlah


$8,8 milyar pada tahun 1983. Kebanyakan hewan dialihkan langsung dari
.penangkar temak ke pemelihara temak. Akan tetapi. pasar Ielang dan agen
memainkan peran penting dalam perpindahan temak ini. Pasar induk tidak
begitu berperanan dalam hal penangkaran dan pemeliharaan temak. Dalam
20 tahun terakhir ini peranan pasar induk sudah makin tergeser oleh pasar
kecil di daerah pedalaman di mana dilangsungkan transaksi jual beli yang lebih
bersifat tuntas. Banyak produsen besar dewasa ini mengadakan kontrak de-
ngan pemelihara temak atau langsung membeli hewan peliharaan dari sumber-
nya, yaitu para penangkar atau pengembangbiak hewan.

Pembiayaan Pada tahun 1984 keseluruhan hutang usaha tani berjumlah $ 201
milyar: $ 103 milyar untuk real estate dan$ 87 milyar dalam bentuk non-
real estate. Sisal'tya sebesar $ 11 milyar merupakan hutang kepada CCC
(Commodity Credit Corporation). Sumber utama pinjaman real estate adalah
Federal Land ~Jts, yang merupakan dari-''Sistem Kredit Usaha Tani", dan
perorangan. Dari, kelompok terakhir (perorangan) ini, kebanyakan di antara-
nya merupakan pihak penjual kepada usaha tani yang memberi pinjaman ke-
pada pembeli. Bank dan .PQAs (Product Credit Associations) merupakan
sumber utama pinjaman non-real estate. Pada tahun 1984 Federal Land Banks
memberikan pinjaman real estate yang hampir mencapai $ 48 milyar semen-
tara ~CAs memberikan pinjaman non-real estate sekitar $ 14 milyar.
Pada tahun-tahun terakhir ini, Land Banks, PCAs, dan Farmers Home
Administration telah menjadi sumber penting dana pinjaman karena dewasa
ini lembaga tersebut makin mampu menyaingi bank komersial dan perusahaan
asuransi. Lembaga pemberi pinjaman di bidang pertanian kelihatannya sedang
mengalami perubahan; mereka makin mampu bersaing dan mulai menerapkan
sinorasi konstruktif dalam kebijakan pemberian pinjaman yang pada akhimya
menguntungkan pengusaha tani yang merupakan nasa bah mereka.

Koperasi Koperasi pengusaha tani dewasa ini merupakan unsur penting dalam
agribisnis. Koperasi cenderung berperan sebagai "pemacu langkah' dan' peng-
imbang kekuatan' tlalam industri (lihat Bab 4).
Koperasi pengusaha tani masa kini menangani sekitar 30 persen dari semua
produk mulai dari daerah pertanian sampai ke konsumen, dan menyediakan
sekitar 20 persen dari semua masukan produksi untuk sektor pertanian:
Koperasi seringkali mempelopori pembaruan btgi pengusaha tani dan
mendorong persaingan dalam sektor perbekalan usaha tani. Pada iahun 1976
11

:i:~iuruhan koperasi pertanian berjumlah 7.535 buah. Menjelang tahun 1982


jumlah tersebut menyusut menjadi 6.125. Volume bisnis tahunan berjumlah
sekitar $ 70 milyar dengan jumlah anggota melebihi 5 juta. Kebanyakan di
antaranya merupakan koperasi pemasaran sedangkan 35 persen merupakan
koperasi pemasok usaha tani. Koperasi pengusaha tani dewasa ini menangani
sekitar 20 persen dari bisnis resep makanan temak di Amerika Serikat. Dalam
industri pupuk juga koperasi berhasil mempertajam persaingan dengan mem-
bangun gedung, pabrik, pergudangan, dan melaksanakan distribusi pupuk.

Sektor Produksi Usaha Tani


Sektor pusat dalam agribisnis adalah sektor produksi usaha tani. Apabila ukur-
an, tingkat keluaran, dan efisiensi sektor ini bertambah, sektor lain juga akan
ikut bertambah. Balk buruknya keadaan sektor ini akan berdampak langsung
terhadap situasi keuangan sektor masukan dan sektor keluaran agribisnis ..
Tabel 1-2 memberi gambaran tentang sejumlah tren penting pada sektor
produksi usaha tani yang secara dramatis telah mempengaruhi keseluruhan
jaringan agribisnis. Jumlah laba bersih usaha tani mengalami peningkatan
besar-besaran pada pertengahan dasawarsa 70-an, agak menurun beberapa
tahun kemudian, dan mengalami lonjakan besar pada tahun 1981 menjadi
$ 31,0 milyar. Sejak itu laba bersih usaha tani terus merosot menjadi $ 16,1
milyar pada tahun 1983. Serentak dengan itu, biaya dan harga tetap menjadi
masalah yang menghimpit. Sementara para "peserta pasar' lpada sektor ma-
suki;..1 dan ~:eluaran dapat menetapkan harga atas produknya, para pengusaha
tani masih harus menerima begitu saja harga yang berlaku di pasar untuk pro-
duknya (price taker).
Program bantuan pemerintah (payment-in-kind) kepada sektor usaha tani
mencatat lonjakan yang mengejutkan pada tahun 1983. Pembayaran peme-
rintah kepada pengusaha tani pada tahun terse but hampir mencapai 58 persen
dari laba bersih tahun bersangkutan. Akhimya, Tabel 1-2 memperlihatkan

Sektor Prod11k Usaha Tani dalam Transisi* TABEL


12

Dept "n A S "Indicators of the Farm Sector.'' ERS.


ECIFS 3--4, Januari 1985.
t Setelah persf"riiaan -4' ~esuaikan.
PERAN DAN ORGANISASJ AGRIBISNJS

TAmn; Bcuan l'roduksi per Usaha Tani*


13
------~-------------- ________ p ________________ - -.---~------------ ..... - - - - - , . .

BEBAN PRODUKSl POPL'LASl USAHA TAKl,


TAHUN PER USAHA TANI %DARIAS. .

1970 $15.074 4,7


1975 29.767 3,3
1980 53.108 2,7
1981 56.243 2,6
1982 58.118 2,5
1983 57.097 2,5

Deptan AS. "lndicaton of the Fann Sector," ERS


. ECIFII 8-4, dlllll&rl 10811,

jumlah usaha tani yang makin surut - penurunan sekitar 50 persen selama
28 tahun terakhir.
Tabel 1-3 memperlihatkan salah satu masaiah utama pada sektor produksi
usaha tani dan akibat akbir dari .masalah ini. Karena barga basil-basil usaba
tani boleh dikatakan tetap stabil':dan beban (expense, biaya yang terpakai)
meningkat, maka para pengusaha 2tiini terpaksa meningkatkan efisiensi. Faktor
barga dan biaya telah sedemikian parah mengbimpit dari dua sisi sehingga pro-
dusen tidak mampu menurunkan biaya atau meningkatkan efisiensi produksi
agar masalah tersebut bisa ditanggulangi. Pengusaha tani kecil tercampak dari
proses produksi dan usaha tani besar makin memperkokoh cengkeramannya.
Beban produksi per usaha tani telah membubung empat kali lipat dalam 13
tahun terakhir. Berbarengan ~engan itu, suku bunga juga turut meningkat se-
hingga kesulitan keuangan banyak produsen makin diperparah.
Karena ukuran rata-rata usaha tani tetap semakin besar ,.maka penduduk
cenderung meninggalkan sektor usaha tani dan berpindah ke sektor perkota-
an. Sejak tahun 1970 populasi atau jumlah penduduk yang bidup dalam
lingkungan usaha tani sebagai persentase dari keseluruhan Amerika Serikat
telah menurun sekitar 50 persen. lmplikasi dari pergeseran sektor ini, jika
dilihat dari dampak sosioekonomi pada masyarakat yang terlihat, tetap. mem-
prihatinkan. Secara rata-rata, pekerja di sektor produksi usaha tani kurang
berpendidikan dan masih tergolong tingkatan bawah jika dibanding dengan
masyarakat perkotaan. Dengan demikian, balai latihan kerja yang dicanangkan
pemerintah serta bantuan keuangan seringkali diperlukan agar masyarakat
yang berpindah sektor penc&harian ini bisa berbasil.
Tabel1-4 menyajikan pengeluaran produksi usaha tsni yang dibagi menurut
tahapan waktu dan unsur-unsur khusus seperti yang diperlihatkan pada Ta-
bel 1-L Seperti telah kita simak pada pembahasan sektor masukan, penge-
luaran untuk pupuk, pestisida, dan bahan baku telah mengalami lonjakan
besar selama 13 tahun terakhir. Peningkatsn pembayaran bunga yang dramatis
dalam usaha tsni juga diperlihatkan pada Tabel 1-4. Kenaikan suku bunga .
telah mendapat sorotan khusus sebagai salah satu faktor utama yang menye-
babkan masalah keuangan pada sektor usaha tsni an tara tahun 1982 sampai 1
dengan 1984. Kemampuan pengusaha tsni untuk memperbarui plafon kre-~v
dit pada masa persiapan penanaman juga sangat menentukan. Dengan naiknya
suku bunga, banyak bank mulai mempertanyakan kemampuan sejumlah
AGR!BISNIS DALAM PERSPEKTIF 13
Pen~luaran Produksi Usaha Tani pada Tahun Tertentu TABEL
1-4
--------- ---------------
PENGELUARAK f'RODUKSlt
(MILYARAN)
f'OS .(JENIS) BE BAN
PRODUKSI ''1970 1975 1980 1981 1982 '1983

J\!akanan Ternak $8,0 $ 12,G S 1'3,S s 13,t> s 16,9 $ 19,0


Ternak 4,3 5,0 1 0,4 9,0 9,7 8,H
Bib it 0,9 2,3 :l,4 3,9 4,0 3,5
Pupuk dan kapur 2,4 6.4 9,9 10,1 8,8 7,4
P~stisida 0,9 1,9 3,3 3,6 3,6 3,5
Bahan bakar 1,7 3,3 7,9 S,9 S,3 7,7
Listrik 0,3 0,6 l,ii 2,0 2,1 2,3
Reparasi dan opcrasi 2,6 4,2 6.1 8,1 8 ., 8,2
c, tom con track work 1,3 :J:,ii 3,3 3,H 4.1 3,3
Behan pemasaran TT TT 1 ,7 2,0 2.0 1, 7
Lainnya 2,6 3,9 4,8 5,4 6,0 6,9
Bunga:
Real estate 1,6 3,1 7,5 \1,1 10,5 10,9

Upah
'!\" onn:al estate 1,6
4,3
3.0
6,3
s-..
9,2
l0,7
9,1
11. ~
10.tl
10,4
10,5
Sewa bersih 2,1 4,6 4,1:) 4,9 4,8 3,7
Penyusutan 5,9 10,9 21,4 23,4 23,6 23,1
Pajak 2,4 3,1 3,9 4,2 4.-l 4,6
Total 43,0 73,7 128,9 136,9 139,5 135,3

I>c;-pt.a.n AS. ''Indicators of: the Farm .Sector,'' 1-.HS,


terbitan pilihan.
t Selisih penjumlahan diakibatkan oleh pembulatan.
TT = ~.ida.k tersedia

pengusaha tani untuk menghasilkan uang kas yang memadru guna melunasi
pinjaman produksi ini. Pada masa mendatang, pemberi pinjaman dan pro-
dusen (usaha tani) makin dituntut bekerjasama secara erat agar bisa mengem-
bangkan strategi pembiayaan yang efisien dan sesuai untuk setiap usaha tani
atau peternakan.

Sektor Keluaran
Sektor terakhir pada sistem produksi dan distribusi pangan adalah sektor ke-
luaran. Sektor ini bertanggung jawab atas pengubahan bentuk bahan baku
yang dihasilkan usaha tani menjadi produk konsumen akhir pada tingkat
pengecer. Inilah sektor terbesar di antara ketiga sektor sistem g_angan tersebut.
(Selalu ingat bahwa konteks pembicaraan ini di Amerika Serikat. Menurut
penerjemah, sektor terbesar di Indonesia adalcll usaha tani atau sektor pro-
duksi.) Sekitar 600.000 bahwa usaha tujuan di bidang pemrosesan dan distri ..
busi pangan. Semua badan usaha ini mempekerjakan hampir 9 juta pekaja.
Menurut Departemen Pertanian ~erika Serikat, bidang usaha ini dikuasai
dan dikendalikan oleh beberapa perusahaan besar.

Struktur Perusahaan besar merupakan hal yang lazim terdapat di sektor ke-
luaran. Kebanyakan perusahaan ini telah berintegrasi dengan baik melalui
penggabungan fungsi pemasaran pada be~bagai tingkatan dalam mata rantai
PER AN DAN ORGANISASI AGRIBISNlS
14
pangan-usaha tani, khususnya dalam bentuk merger di bawah naungan satu
manajemen untuk kegiatan pemrosesan dan pemasaran. Malal1 sejumlah per-
usahaan telah berintegrasi ke hulu sampai ke tingkat usaha tani untuk men-
jamin penyediaan bahan baku dengan mutu yang seragam. Koordinasi vertikal
ini paling lazim terdapat pada produksi dandang, buah-buahan, dan sayuran.
Tingkat pemusatan (konsentrasi) di kalangan nsaha manufaktur dan
pemrosesan pangan serta serat sangat berbeda-beda. Pada 22 dari 45 industri
di bidang ini, 4 perusahaan terbesar menguasai lebih dari setengah volume
total industri bersangkutan pada tahun 1977 ~ 4 Sebaliknya, pada 8 industri
lainnya omzet yang dikuasai oleh 4 perusahaan terbesar kurang dari 25 persen.
Tingkat pemusatan industri yang terbesar terdapat pada industri cereal untuk
sarapan pagi, permen karet, dan tembakau. Tiga industri, pengepakan daging,
unggas, dan ikan segar atau ikan goreng, menunjukkan tingkat pemusatan
yang terendah. Dari tahun 1963 sampai dengan 1977, pemusatan dari empat
perusahaan, yaitu persentase industri tertentu yang dikendalikan oleh empat
perusahaan terbesar, meningkat pada 25 dari 45 kategori industri, tidak
berubah pada 5 industri, dan menurun pada 15 industri lainnya.

Pedagang Borongan 1 Penjualan borongan terdiri dari penjualan kepada peng-


ecer, pemborong lainnya, industri pemakai, dan. kadang-kadang kepada pe-
makai akhir. P!~dagang borongan dapat membeli langsung dari para pengusaha
tani dan menjualnya kepada pedagang borongan lainnya atau kepada pengolah
makanan, atau 1 pedagang borongan bisa membeli dari pihak pengolah dan
menjualnya kepada pengecer. Pihak-pihak yang terlibat dalam keseluruhan
perdagangan melibatkan berbagai macam organisasi. Pedagang borongan me-
megang hak pe:milikan atas produk yang mereka tangani dan bertanggung
jawab atas-distribusi geografis dari produk tertentu.
Pada industri makanan akhir-akhir ini banyak pedagang besar berintegrasi
ke hilir dalam saluran distribusi pangan dan memiliki serta mengoperasikan
atau memberi hak keagenan tunggal kepada pasar swalayan. Ini merupakan
teknik untuk mengkoordinasikan langkah-langkah yang berbeda dalam saluran
pemasaran di bawah satu organisasi, dan hal itu telah sangat menguntungkan
dan memperl~car.,
kerja pedagang besar .

P.adagang Eceran Toko makanan eceran merupakan salah satu industri te.r-
besar di Amerika Serikat. Pada tahun 1985 terdapat lebih dari 156.000 toko
eceran dengan jumlah volume bisnis sebesar $279 milyar. 5
Akhir-akhir ini industri eceran pangan cenderung mengarah pada .toko
yang makin besar dan menawarkan lebih banyak ruang peragaan yang tentu
mampu menampung jenis produk yang lebih banyak. Konsep "toko serba-
ada" (':Superstore") telah berhasil baik di beberapa daerah di Amerika Serikat
sejak diperkenalkan pada tahun 1970. Prototipe operasi ini telah membuka
jalan bagi banyak pembaruan untuk menju&l makanan dan produk yang ter
kait dengan hal itu. Konsep yang agak bertentangan dengan toko serba-ada
tersebut adalah kios-kios (convenience store). Karena ini melibatkan peng-
gunaan ruang toko yang sangat sempit dan hanya memperjual-belikan barang-
barang yang sangat laku dan mem beri keuntungan besar. Biasanya kios-kios

4 Conner, op. cit., halaman 135147 '


5 Progressive Grocer, 52nd Annual Report of the r..,.,~~-- T~ 4,
AGRJIIISNIS DALAM PERSPEKTJt'
15
berada di daerah yang agak kurnub. Keberhasilannya disebabkan karena
usahanya yang biasanya berada di sekitar konsumen yang akan dilayaninya
schingga pembeli bersedia membayar harga yang sedikit lebih tinggi daripada
membuang waktu dan tenaga untuk mem belinya di tern pat yang agak jauh.
Dewasa ini mata-rantai pertokoan (chain store) menguasai kira-kira
setengah da.rl semua penjualan bahan makanan. Mata-rantai pertokoan di-
~efinisikan sebagai pasar swalayan dengan sebelas toko atau lebih di bawah
naungan satu manajemen pusat. Toko semacam ini cenderung menawarkan
harga yang lebih rendah dan berusaha semakin tanggap terhadap kebutuhan
konsumen. Dalam hal ini banyak diterapkan teknik penjualan massal untuk
memperbesar omset. Alat-alat penemuan teknologi, seperti pengendalian
persediaan dengan menggunakan komputer atau pengamat elektronik di
pintu keluar-masuk, juga digunakan untuk memperlancar operasi. Pengamat
elektronik tersebut memberikan dua manfaat besar: (1) pemeriksaan yang
relatit' selalu tepat dan serba eepat, dan (2) teknlk pengendallan persediiUI.!'l
yang lebih baik untulc masing-masing toko. Juga, banyak pasar swalayan
yang telah menerapkan program penetapan harga per unit yang memper-
mudah pembandingan harga oleh konsumen. Merek yang bersifat umum
mendapat pangsa pasar yang cukup besar di daerah tertentu. Hal ini me-
. nunjukkan bahwa industri yang bersaing ini selalu berupaya untuk memuas-
kan berbagai kebutuhan konsumennya.

UKURAN AGRIBISNIS
Pertanian merupakan satu-satunya lapangan kerja terbesar di Amerika Serikat
dan menguasai lebih banyak kegiatan bisnis dibanding sektor perekonomian
lainnya. (Harap diingat bahwa yang kita sebut 3 persen pada awal bab ini
adalah tenaga kerja yang terlibat langsung dalam usaha tani.) Tabel 1-3 me-
nyajikan pembagian kesempatan kerja pada delapan kategori pencaharian
dalam agribisnis yang didasarkan pada estimasi ERS (Economic Research
Servit~e, semacam Bahan Penelitian Ekonomi), yapg merupakan divisi dari
Departemen Pertanian Amerika Serikat.6 Usaha tani menyerap sekitar 3,1 juta
pekerja, sama banyaknya dengan jumlah pekerja transportasi, industri baja,
dan industri mobil secara gabungan. Sektor masukan dalam agribisnis ter-
utama dicakup pada kategori "manufaktur lainnya" dan "lainnya" pada
Tal>el 1-5. Lapangan kerja pada pemrosesan pangan dan serat serta distribusi-
nya, atau dengan kata lain sektor produk, diperkirakan berkisar 15,3 juta
pekerja. Telaah Deptan AS lebih lanjut menunjukkan bahwa kesempatan
kerja dalam agribisnis san gat berbeda-beda di an tara negara bagian.
Pada tahun 1984 konsumen Amerllia Serlliat membetanjakan sekitar
$400 milyar untuk makan di rumah dan di luar rumah. Kira-kira $280 milyar
dari jumlah ini merupakan harga yang dibayar untuk jasa yang ditambahkan
kepada produk usaha tani sampai siap dijual secara eceran. Dengan demikian,
setiap $1 yang dibeli konsumen dari toko eceran, sekitar 30 sen merupakan
bagian pengusaha tani dan 70 persen sisanya diterima oleh para perantara
(middleman) atas jasa atau kegunaan yang ditan1bahkan kepada produk sektor

6 Edmondson, William, dan Gerald Schluter, 'The Farm: Source of Many Jobs," National

Food Review, NFR-27, 1984.


16 I'EHAN DAN ORGANISASI AGRin!SNJS

TABEL Lapangan K<'rja A~l"ihi::nis :\!~nurut S<>ktm *


Hi

!. :-.~J.~\ii .PEz~E1ttl./~
:~.,I!:".\./\ H.\~':

Usaha tani ]:;,ti


Pemrosesan pangan I ,b J,o
Tekstil ll,l
Manufaktur lainnya 7.0 1,6
Perdagangan 30,5 6.9
Transportasi 3,5 0,!;
Tempat makan 14,5 3,3
Lainnya 12,1 2.7
Total 100,0 ~:.!.i

'
*Edmondson, William, dan Gerald SchluLe "The
Farm: Source of Many ,Job~.' Sa tiona! Fuud l?et;eu,
NFR-27, 19H4

agribisnis, Gambar 1-2 memberikan pembagian yang Iebih spesifik mengenai


beban (expense) untuk membayar jasa yang diberikan atau nilai yang ~i
tambahkan Repada produk usaha tani sampai produk tersebut sampai pada
waktunya di tangan konsumen dalam bentuk yang mereka inginkan. Selama
5 atau 6 tahun terakhir ini nilai usaha tani boleh dikatakan konstan. Dengan
demikian, "rekening pemasaran ' 1 (marketing bUl) tetap sekitar 70 persen dari
harga yang dibayar konsum~~n meskipun berbagai. komponennya berfluktuasi
dari tahun ke tahun.
Karena Iingkungan agribisnis yang sangat efisien dan bersaing, konsumen
Amerika Serikat dapat menikmati lebih banyak macam makanan dan produk

Gambar 1-2 Komponen Pengeluaran untuk Pangan


Hasil Tani, terbitan E.R.S., ''What's Happening to
Food Cost/' Maret 1984.

27 33

Nilai usaha tani Rekening pemasaran (Marketing bill)


Dalam hal lnl dicakup makan di rumah dan di luar rumah. Biaya lainnya men.;akup pa)ak ko~:.;ayaan dan
asuransl, biaya untuk akuntansi dan jasa profesional, promosi, piutang tidak tertagih, dan banyak pos
pengeluaran ruparupa.
.\(;fl!BISI'I~ DALA.\1 I'EilSPEKTIF 17
yang berkaitan dengan itu pada toko eceran ketimbang para konsumen di
negara lain. Dewasa ini, lumrah sekali para konsumen berbelanja- di pasar
swalayan dengan 12.000 sampai 15.000 jenis barang. Lebih jauh Iagi, pangan,
yang diukur sebagai persentase pendapatan pribadi yang disposabel (yang
tlapat dibelanjakari), boleh diketahui merupakan komponen anggaran kon-
sumen dengan biaya yang relatif konstan. Selama kuartal kedua tahun 1984
konsumen membelanjakan 15,2 persen dari pendapatan pribadi yang dispo-
sabel untuk semua pangan - baik di rumah maupun di luar rumah.

UNTU K AP A RELA.JAR AGRIBISNIS?


Seperti yang akan kita ketengahkan pada bab-bab selanjutnya, agribisnis
merupakan lapangan kerja yang dinamik dan menantang. Mahasiswa yang
mau menekuni karier dalam sektor ini harus memiliki landasan yang kokoh
dalam kuliah agribisnis dan ekonomi dan paling tidak dapat memahami serta
tertarik pada agribisnis. Banyak perusahaan besar telah berkonsolidasi dan
akan tetap melanjutkan usaha konsolidasi dengan perusahaan yang berkaitan
dengan agribisnis. Kesempatan kerja akan bertambah, khususnya pada bidang
penjualan dan pemasaran. Mahasiswa yang mencari kerja pada agribisnis lazim-
nya mengawalinya di bi:dang penjualan atau manajemen tingkat dasa:-. Pekerja-
an ini mengundang ta'1tangan yang unik dan akan memberi Anda peluang
untuk menerapkan apa yang telah Anda pelajari selama masa perkuliahan.
Sektor masukan dan sektor produk menawarkan kesempatan kerja yang
cukup terbuka, tetapi sebagaimana halnya dengan sektor perekonomian
lainnya, hal ini juga tergantung pada siklus pengangguran. Baik-burukny11
keadaan usaha tani sangat terkait erat dengan penghargaan (ketenagakerjaan)
pada sektor masukan dan tidak begitu berpengaruh terhadap penghargaan
pada sektor produk, khususnya pada sistem distribusi pangan yang sudah
t.ahapan akhir (tahapan yang makin dekat dengan konsumen).
Sebagai manajer agribisnis mungkin Anda akan perlu berurusan dengan
banyak ekstemalitas - faktor-faktor yang harus Anda terima tanpa mampu
mengendalikannya. Program pemerintah tan1paknya mulai mengalami per-
Jeseran dari "perdagangan bebas" dan produksi tanpa batasan menuju ke
campur tangan pemerintah, seperti program bantuan pada tahun 1983 yang
sangat membatasi luas areal penanaman, Anda harus bersiap-lliap untuk
menerima dan menanggulangi masalah ini guna mewujudkan cita-dta Anda
sebagai manajer agribisnis yang berhasil. Hli!apan kami, mata kuliah agribisnis
akan memberi Anda pedoman yang berguna untuk mengevaluasi keputusan
clalam iklim perekonomian yang tidak pasti yang membentang di hadapan
Anda .
.Bab-bab selanjutnya akan mengetengahkan pemahaman ~asar mengemi
sejumlah bidang yang sangat menentukan pada manajemen agribisnis. Bagian I
dirancang- untuk menyajikan pandangan menyeluruh terhadap agribisnis -
mengenai pengertian agribisnis, konsep manajemen yang penting, dan bagai-
mana cara pengorganisasian yang dikehendaki agribisnis. Bagian II menyimak
sejumlah prinsip ekonomi yang penting dan menyajikan bidang manajemen
agribisnis yang menyangkut hitungan-hitungan. Prinsip-prinsip akuntansi,
sejarah berkaitan dengan penilaian prestasi kerja oleh manajer agribisnis, akan
disuguhkan dan dibahas. Akhirnya, Anda diajak mengkaji sejumlah alat
manajemen yang penting untuk digunakan secara terus-menerus (rutin) oleh
rnanajemen agribisnis yang ingin berhasil.
18 PER AN DAN OrtGAN!SASI AGR!BISNIS

Bagian III membahas pemasaran - baik pada tingkat usaha tani maupun
pada tingkat konsumen. Alat untuk pengambilan keputusan pemasaran
akan disajikan. Aspek usaha penjualan pada agribisnis dikembangkan dan
dibahas secara cermat pada bagian akhir dari seksi ini. Bab IV membahas
secara ringkas pentingnya perencanaan dan pengendalian produksi pada
agribisnis. Prinsip-prinsip perencanaan produksi diulas pada seksi ini. Seksi
terakhir dalam buku ini membicarakan secara mendalam sumber daya manusia
pada agribtsnis. Ketrampilan dalam "memanajemen" manusia disuguhkan
serta diuraikan secara jelas. Ketrampilan dalam hal interaksi ini bisa jadi
merupakan salah satu ketrampilan terpenting yang harus dipelajari oleh caJon
manajer agribisnis masa mendatang.

IKHTISAR
Agribisni'l merupakan sektor perekonomian yang menghasilkan dan men-
distribusikan masukan bagi pengusaha tani, dan memasarkan, memroses,
serta mendistribusikan produk usaha tani kepada pemakai akhir. Departemen
Pertanian Amerika Serikat telah mendata 950 bidang kerja (mata pencaharian)
pada 1.900 industri agribisnis yang mempekerjakan satu dari an tara lima orang
(20 persen) anp,katan kerja di Amerika Serikat (dan lebih 50 persen di Indo-
nesia).
Sektor mas,,tkan telah melaju sangat pesat selama 15 tahun terakhir karena
pertanian modem sangat tergantung pada teknologi baru untuk meningkatkan
efisiensi operasi. Para pengusaha tani membeli lebih daripada 70 persen dari
masukan mereka dan operasinya cendenmg maki.n berskala besar dan padat
modal. lndustri masukan usaha tani tentu akan semakin memperkuat posisi
nya dalam rangka melayani usaha tani.
Sistem untuk pemasaran, pemrosesan, dan pendistribusian produk usaha
tani kepada konsumen juga bercakupan Iuas dan rumit. Meskipun lebih
setengah juta perusahaan terlibat dalam pemrosesan produk usaha tani,
namun volume bisnis sektor ini dikuasai oleh sejumlah kecil perusahaan besar
pada sektor industri tertentu. Akan tetapi, selama 5 atau 6 tahun terakhir,
pengeluaran untuk pangan sebagai persentase pendapatan pribadi yang dispo.
sabel (yang tersedia untuk dibelanjakan) boleh dikatakan tetap konstan.
Studi Agribisnis mencakup pemahaman atas konsep-konsep ekonomi dan
ketrampilan perorangan yang dibutuhkan oleh calon karyawan agar berhasil
dalam sektor ini. Banyak alat manajemen agribisnis yang penting disajikan dan
dibahas secara rinci dalam buku ini. Diharapkan Anda akan mendalaminya
dan menerapkannya agar Anda dapat mengambil tindakan yang tepat apabila
keputusan harus diambil.

PERT ANY AAN UNTUK DIBAHAS


1. Dengan alasan apa sistem pangan dapat mem benarkan "rekening pemasar-
an" (marketing or "middleman bill") yang berjumlah sampai sekitar $280
milyar pada tahun 1984? Apakah konsumen membayar harga yang terlalu
tinggi untuk pangan? Apakah pengusaha tani mendapat bagian yang layak dari
harga produk tani tersebut?
ACRIIUSNIS DALAN PERSPEKTJf' 19
2. Ambil dua contoh produk pangan dan telusuri jejaknya melalui sistem
pemrosesan dan pemasaran. Menurut estimasi Anda, berapa banyak perusaha-
an a,gribisnis yang berbeda menambah nilai kepada masing-masing produk ter-
sebut?
3. Setiap pengusaha tani dewasa ini (di AS.) bertanggung jawab untuk me-
nyediakan bahan pangan bagi 97 orang. Jelaskan pentingnya sektor masukan
dan keluaran agribisnis dalam pernyataan ini.
4. Apakah And a melihat adanya masalah "struktural" pada sektor keluaran
agribisnis? Apa yang sedang dilakukan untuk menjamin agar masalah ini tidak
semakin parah?
5. Sebutkan sebanyak mungkin industri agribisnis pada sektor masukan;
lakukan juga hal yang sama untuk sektor keluaran. Seberapa pentingkah
perusahaan ini bagi perekonomian keseluruhan?
6. Menurut Anda, bidang-bidang apa yang akan mengalami pertumbuhan
pesat dalam hal kesempatan kerja di masa mendatang pada agribisnis? Cara
apa yang terbaik untuk mempersiapkan karier Anda dalam bidang ini, artinya,
ketrampilan khusus apa yang menurut Anda akan memperlebar kesempatan
Anda untuk mendapat pekerjaan pada bidang-bidang tersebut?

..
TUJUAN

Mendefinisikan Manajemen (yang dalam


konteks atau frasa tertentu kita sebut juga
sebagai pengelolaan) dan menjelaskan peranan
manajer
Mencatat perbedaan kebiasaan manajer
agribisnis dari manajer lainnya
Menyajikan ikhtisar dari berbagai pen-
dekatan yang terkenal dalam mempelajari
manajemen
' Menguraikan. peranan pengorganisasian,
pengarahan, perencanaan, perkoordinasian,
dan pengendalian dalam manajemen agribisnis
Menjelaskan perbedaan antara kebijakan
(policy), prosedur, dan praktek (practice)
Memahami pentingnya penentuan tujuan
agribisnis dan menguraikan proses perertcanaan
Mengetahui em pat~ dasar bidang agribis-
nis yang memanfaatkan fungsi manajemen

Manajemen badan usaha agribisnis memerlukan


perencanaan, pengorganisasian, pengendalian,
dan pengarahan.

Keterangan gambar.
A. Penyimpanan catatan (arsip) untuk
pengendalian
B. Perencanaan dan komunikasi
C. Pengarahan sumber daya man usia

MANAJEMEN TIDAK BANYAK BERBEDA


DARI PERMAINAN SULAP DENGAN BOLA.
BILA ANDA MENJATUHKAN BE BE RAP A
BUAH BOLA, PERMAINAN ANDA AKAN KACAU.
2
MENGELOI~A
AGRIBISNIS
22 l!'ERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

PENTINGNYA MANAJEMEN YANG BAlK


Baru-baru ini, Dun & Bradstreet: melakukan survai untuk menentukan satu
faktor yang paling lazim menyebabka.q kegagalan hisnis. Setelah mempelajari
ratusan kasus, mereka menyimpulkan 'bahwa 88 persen dari semua kegagalan
bisnis disebabkan oleh manajemen yang tidak efektif.1 Konsep para manajer
tentang peranan manajemen, tentang' manajer itu sendiri dan hal-hal yang
mereka lakukan, merupakap satu-satunya faktor terpenting dalam menentu-
~an efektif-tidaknya para manajer mengemban peranannya. .
Jadi, berhasil-tidaknya agribisnis pada dasarnya tergantung pada efektif-
tidaknya pemanfaatan sumberdaya organisasi oleh manajer. Kemampuan
untuk memanajemen atau mengelola buku merupakan bakat bawaan; tentu
saja hal itu merupakan keahlian yang dapat dan harus dipelajari. Bagi sebagian
orang, manajemen merupakan kegaiban dan permainan sulap (mystery and
games). O~'lg semacam ini seringkali mengartikan h~kikat manajemen secara
serampanPJ:I dan samar-samar. Hanya pengalaman langsung dan penyingkapan
perspektif ~anajemenlah yang dapat memperbaiki kesan ini.
Karena ,manusia dan situasi berbeda-beda, pola manajemen perorangan
sulit untuk ditentukan. Mitos bahwa sifat dan gaya manajemen yang sempuma
dapat dirumuskan harus kita kikis dari pikiran kita karena temyata, walaupun
keahlian dan prinsip manajemen tertentu dapat dipelajari, namun hal itu
harus disesuaikan oleh setiap orang untuk menghadapi situasi yang unik. ,

Manajemen sebagai suatu Profesi


Selama mengabdikan dirinya sebagai presiden "Ikatan Manajemen Amerika"
(The American Management Association), Lawrence A.Appley mengamati
bahwa:

Manajemeillambat laun berkembang menjadi profesi dengan prinsip yang


dapat dipertahankan dan dasar rujukan yang cukup kuat untuk membeda-
kan manajer dari yang bukan manajer, dan untuk mengkorelasikan tujuan
dasar dari para anggotanya, terlepas dari hakikat bisnisnya, lokasi geo~s,
atau kegiatan yang menghimpunnya.2
' .
Tidak dapat dipungkiri bahwa selama generasi yang lalu pendidikan ,)~isnis
telah menjadi dewasa. Sekarang diakui bahwa ada penyebab yang pastime-
ngapa beberapa organisasi dapat berhasil sedang yang lainnya gagal. Dewasa
ini sudah merupakan suatu fakta yang diterima secara luas bahwa manajer
bisnis yang berhasil dibimbing oleh prinsip dan pengetahuan manajemen,
Kesadaran bahwa keahlian manajemen dapat dipelajari ditunjukkan dengan
perkiraa.! bahwa bisnis membelanjakan 14 milyar dolar AS setiap tahun untuk
melatih para manajer. lni memang merupakan suatu jumlah yang sangat besar;
akan tetapi, angka ini bisa menyesatkan. Banyak perusahaan hanya menyedia-
kan dana yang sangat kecil untuk program p~atihan (training) internal atau
eksternal bagi para karyawannya. Pada masa lesunya perekonomian, seringkali
diupayakan untuk meneken anggaran yang dianggap "bersifat lOJ1ggar" ("trim

1Dun & Bradstreet, "The Businees Failure Record," 1978.


2Lawrence n. Appley, Management in Action,ed. ke-3, American Management Association,
1956.
MENGELOLA AGRIBISNIS 23
the fat"), (lrul yang kemungkinan besar menjadi korbannya adalah anggaran
pelatihan. Bisnis harus mencoba memahami, meskipun dengan susah payah,
bal1wa mereka harus bersedia menginvestasi waktu, uang, dan daya-upaya
untuk karyawan sebagaimana halnya dengan investasi dalam bentuk tanlbahan
pabrik atau peralatan baru.

Manajer, Apakah itu?


Manajer yang berhasil merasakan dirinya sebagai manajer, melihat dirinya
sebagai manajer, dan siap serta berkeinginan memainkan peranan manajemen.
Hila para manajer yang berhasil bercermin, mereka melihat seorang j)emimpin,
seorang yang berkeinginan menerima tanggung jawab atas perubahan dan
menjadi katalisator suatu tindakan. Manajer yang ingin berhasil (success
minded) merasa nyaman dengan peranan manajerial dan menerima tanggung
jawab dan kekuasaan sebagai tantangan bukan sebagai kutukan. Pendidik
yang terkenal, Nicholas Murray Butler, pernah membagi para manajer ke
dalam tiga kelas: "kelompok kecil yang membuat sesuatu terjadi, kelompok
besar yang memperhatikan sesuatu terjadi, dan kelompok terbesar yang tidak
mengetahui apa yang telah terjadi."
Jadi seorang manajer dapat didefinisikan sebagai seorang yang menyiapkan
organisasi dengan kepemimpinannya dan bertindak sebagai katalisator per
ubahan. Manajer yang baik sangat efektif dalam lingkungan yang memungkin-
kan perubahan yang kreatif. Para manajer seperti itu hidup untuk membuat
sesuatu terjadi. Peter Drucker telah menjelaskan bahwa "para manajer yang
tidak efektif memusatkan pikirannya untuk melaksanakan sesuatu dengan
car a yang tepat bukannya memikirkll.J1 apa yang tepat untuk dilakukan"
(doing things right, rather than doing the right things). 3 Jadi, untuk mencapai
keberhasilan, seorang manajer dituntut untuk memahami dan menyenangi
peranan manajerial, menerima tanggung jawab dan menyediakan sikap sebagai
pelopor perubahan.

Apakah .ekhususan M~najemen Agribisnis?


Pada umumnya, prinsip dan pengetahuan manajemen sama untuk semua
bisnis. Baik bisnis terbesar di Amerika, seperti General Motors, maupun
agribisnis terkecil yang dikelola oleh satu orang, kedua-duanya berlandaskan
prinsip urn urn yang sama. Perbedaan an tara bisnis besar dan bisnis kecil,
antara agribisnis dan bisnis lainnya, terletak pada seni menggunakan prinsip
dasar manajemen untuk menjalankan bisnis. Segala fungsi manajemen yang
dibicarakan di dalam buku ini digunakan dengan cara yang berbeda oleh
!Jerusahaan bisnis yang berbeda. '
Sebagai seorang profesional, seorang manajer dapat dibandingkan dengan
seorang dokter. Pengetahuan prinsip men~renai obat-obatan sama, tetapi
pasien berbeda dalam hal rincian penting seperti umur, jenis kelamin, bentuk
badan, dan kesehatan jiwa raga secara umum. Keahlian seorang dokter adalah
menerapkan prinsip umum pengobatan terhadap keadaan khusus setiap
pasien.

3 Peter F. Drucker, Drucker on Management, Manag.,rnent Publication, Ltd. 1970.


24 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

Dalam bab ini prinsip umum manajemen akan diterapkan kepada sifat
unik agribisnis dan manajemen agribisnis. Beberapa hal yang membedakan
manajemen agribisnis dari manajemen lainnya adalah sebagai berikut:
l. Keanekaragaman jenis bisnis yang sangat besar pada sektor agribisnis;
yaitu dari para produsen dasar sampai para pengirim (shipper), petantara,
pedagang borongan, pemroses, pengepak, pembuat barang, usahll per-
JUdangan, pengangkut, lembaga keuangan, pengecer, kongsi bahan pangan,
restoran - daftar ini hampir tidak ada akhimya. Perjalanan sepotong ro~
mulai dari sebagai bibit sampai berada pada gudang para grosir (toko
makanan) akan melibatkan hampir setiap jenis perusahaan bisnis yang
dikenal oleh peradaban.
2. Besarnya jumlah agribisnis. Secara kasar berjuta-juta bisnis yang berbeda
telah lazim menangani rute dari prod1o1sen sampai ke pemasar eceran.
3. Cara pembentuk;.n agribisnis dasar di sekelUing pengusaha tan!. Para peng-
usaha tani ini menghasilkan beratus-ratus macam bahan pangan dan
sandang (serat). Hampir semua agribisnis terkait erat dengan pengusaha tani
baik secara langsung maupun tidak. Tidak ada industri lain yang lokasi
operasinya pada umumnya dikelilingi oleh produsen bah an baku dasar.
l
4. Keanekaragaman yang tidak menentu dalam hal ukuran agribisnis, dari
perusahaan raksasa seperti Dow Chemical sampai pada organisasi yang di-
kelola oleh satu orang atau satu keluarga.
5. Agribisnis berukuran kecil dan harus bersaing di pasar yang relatif .:~bas
dengan penjual yang berjumlah banyak dan pembeli yang lebih sedikit.
Jumlah dan ukuran agribisnis tidak memungkinkannya untuk meny~Iupai
perusahaan monopoli. Penganekaragaman produk (product differentiation)
Juga sulit untuk hampir semua agribisnis; satu ton pupuk jenis 20-20-20
atau satu takar jagung akan bervariasi kecil dari produsen yang satu ke
produsen lainnya.
6. Falsafah hidup tradisional yang dianut para pekerja agribisnis cenderung
membuat agribisnis lebih kolot dibanding bisnis lainnya.
7. Kenyataan bahwa badan usaha agribisnis cenderung berorientasi pada
keluarga. Banyak agribisnis dijalankan oleh keluarga. Suami dan istri
sering sangat terlibat baik pada tahap pengoperasian maupun tahap
pengambilan keputusan bisnis berdasarkan mitra kerja penuh (full .partner-
ship).
8. Kenyataan bahwa agribisnis cenderung berorientasi pada masyarakat.
Banyak di antaranya berlokasi di k.ota kecil dan daerah pedesaan di mana
hubungan antarperorangan penting dan ikatan bersifat jangka panjang.
Antar-penduduk dan antwkeluarga terjadi saling mengenal, barangkali
untuk beberapa generasi.~li. :
9. ~nyataan babwa agribimis, bahttan yang sudah menjadi industri raksasa
sekalipun sangat bersifat musiman. Karena hubungan yang sangat erat
dan saling tergantung antara agribisnis dengan para pengusaba tani, dan
karena sifat alami musim tanam dan panen, masalah-masalah khusus
serlng tim bul.
10. Agribisni~ bertalian dengan gejala alam. Kekeringan, banjir, hama, dan
penyakiti merupakan ancaman Yll!lS tetap terhadap agribisnis. Semua
MENGELOLA AGRIBISNIS 25
orang dari pengusaha bank sampai pembuat bahan kimia merasa prihatin
dengan cuaca.
11. Dampak dari program dan kebijakan pemerintah mengena langsung ke-
pada agribisnis. Harga gabah misalnya sangat dipengaruhi oleh peraturan
pemerintah. Banyak produk pertanian dipengaruhi langsung oieh program
pemerintah . .Misalnya, program bantuan pemerintah AS tahun 1983
dengan ketentuan pembatasan sawah garapan sangat berpengaruh terhadap
sektor agribisnis.

Masing-masing kekhususan yang menonjol pada dunia agribisnis ini meng-


haruskan para manajer menggunakan cara yang sangat khusus. Agribisnis ber-
sifat unik dan memerlukan kemampuan dan keahlian yang unik dari manajer-
nya.

UNSUR-UNSUR MANAJEMEN YANG BAlK


Kita mendefinisikan manajemen sebagai "scni untuk mencapai hasil yang di-
inginkan secara gemilang dengan sumber day a yang tersedia bagi organisasi."
Beberapa kata kunci dalam definisi tersebut dicetak miring untuk menekan-
kan unsur-unsur manajemen yang berhasil.
Yang pertama adalah manusia yang me/ilksanakan manajemen (man in
management). Ada dua dimensi dalam manajemen yang baik - dimensi
manusia dan dimensi teknik - tetapi yang pertarna jauh lebih penting. Ke-
mampuan manajer untuk mencapai hasil melalui orang lain (baik pria maupun
wanita) penting sekali dalam manajemen yang baik. Investasi berupa waktu
::ian perhatian kepada bawahan sering mendatangkan imbalan yang sangat
berharga.
Seni adalah kata kunci yang kedua sebab manajemen adalah seni, bukan
ilmu. Karena manajemen sangat terkait dengan manusia, kita harus meman-
dang prinsip-prinsip manajemen sebagai persamaan yang tidak sempurna.
Setiap orang tidak dapat menjadi Rembrandt dalam seni manajemen, tetapi
setiap orang dapat menggunakan prinsip-prinsip manajemen untuk memelihara
pertumbuhan dan kemajuan yang berk~sinambungan menuju potensi penge-
lolaan.
Kata kunci yang ketiga adalah berhasil/gemi/ang. Setiap manajemen yang
baik, harus berhasil memenuhi sasaran a tau hasil yang diinginkan atau ditentu-
kan sebelumnya. Para manajer harus tahu bidang apa yang mereka kuasai agar
dapat mencapai sukses.
'Akhirnya, perhatikan sumber daya yang tersedia. Setiap Qrganisasi memi-
liki atau mempunyai berbagai macam sumber daya yang dikuasainya. Para
mana_ier yang berhasil akan mengeruk hasil/pengem balian tertinggi yang bisa
diperoleh dari sumber daya yang tersedia. Mereka mengenali perbedaan an tara
apa yang seharusnya dan apa yang menjadi kenyataan. Mereka menggunakan
apa yang mereka miliki untuk memperoleh apa yang mereka inginkan, dan
mereka berurusan dengan kemungkinan, bukan fantasi.

Konsep Manajemen
Manajemen telah dibagi-bagi dan diuraikar. dengan berbagai macam konsep
ya11g boleh kita katakan disodorkan oleh setiap penulis dalam bidang tersebut.
26 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

Beberapa penulis menguraikan manajemen sebagai bagian dari bidang tang-


gung jawab, seperti keuangan, pemasaran, produksi, dan personalia. Penulis
lain memandangnya sebagai pengkoordinasian sederetan masukan dari ber-
bagai sumber daya seperti uang, pasar, bahan, mesin, metode, dan tenaga
manusia. Di sini sekali lagi manajemen dikonsepsikan sebagai daya upaya
untuk mencapai basil yang diinginkan melalui pemanfaatan yang efektif atas
sumber daya yang tersedia. Pendekatan ini sering disebut sebagai Konsep 6 M.
(Money =uang, Markets = pasar, Material = bahan, Machinery = mesin,
Methods = metode, dan Man = manusia).
Konsep manajemen lainnya melibatkan divisinya pada sejumlah pendekat-
an atau proser.. Ini merupakan konsep dari bidang rekayasa industri, organi-
sasi, dan perilaku (lihat Bab 18).
Pendekatarl rekayasa industri mengasumsikan bahwa sekiranya proses
kerja dianalisis dan diorganisasikan secara ilmiah, maka produktivitas mak-
simum akan d;icapai. Pendukung yang sangat terkenal dari konsep ini adalah
Frederick W. :J'aylor. Uraikan kerja, telaah waktu dan gerak, serta standar
produksi membentuk landasan darl aliran/mashab manajemen ini. Insinyur
perindustrian percaya bahwa bila cara kerja yang terbaik dan termudah di-
ketemukan, produktivitas secara otomatis akan meningkat.
Sebaliknya, {lara ahli teori organisasi memusatkan perhatian pada bidang-
bidang seperti spesialisasi; pembagian tenaga kerja; cara mendistribusikan
kekuasaan dan wewenang melalui garis/lini organisasi; hubungan antar staf;
rentang pengendalian (span of control: berapa jumlah bawahan yang dapat
dikendalikan seorang manajer) dan rentang perhatian (span of attention:
beberapa macam operasi kerja dapat dikendalikan oleh seorang manajer).
Aliran manajemen ini menyatakan bahwa jika hubungan dan tugas yang di-
sebut di atas dirancang secara hati-hati, dengan sendirinya produktivitas akan
dihasilkan; dan penggunaan yang jelas dari kekuasaan dan wewenang organi-
sasi akan menghasilkan keefektifan yang maksimum.
Konsep peri laku adalah perkembangan terbesar di bidang manajemen.
Pemikiran aliran ini mendorong manajer untuk memperluas dan memperkaya
pekerjaan; untuk memberi lebih banyak tanggung jawab dan wewenang ke-
pada setiap pekerja, dan menciptakan lingkungan kerja di mana para pekerja
merasa puas karena kebutuhannya diakui, diterima, dan dipenuhi. Douglas
McGregor, Abraham Maslow, Rensis Likert, dan Frederick Herzberg merupa
kan pelopor yang mengembangkan pendekatan manajemen yang baru ini. Para
penganut konsep peri laku percaya bahwa bila para pekerja merasa bahagia
produktivitas dengan sendirinya akan mengikutinya. .
Masih ada konsep pandangim manajemen lainnya yang terkenal, yaitu
sebagai sederetan fungsi. Pemikiran aliran ini biasanya melukiskan manajemen
sebagai "5P" (Perencanaan; Pengorganisasian; Pengarahan, Pengendalian; dan
Pengkoordinasian ). Dua fungsi lain dapat ditambahkan - yaitu pengkomuni-
kaian dan pemotivasian - karena kedua fungsi ini menopang berhasil tidaknya
lima fungsi yang pertama.

* Perencanaan menguraikan penetapan program khusus untuk mencapai


hasil yang diinginkan.
* Pengorganisasian mencakup pemaduan bagian-bagian organisasi agar cocok
satu sama lain.
MENGELOLA AGRIBISNIS 27
* Pengarahan merupakan daya upaya untuk menunjukkan jalan terbaik.
* Pengkoordinasian menggambarkan usaha-usaha untuk memastikan bahwa
"gigi roda" organisasi bertautan dengan Ia ncar.
* Pengendalian berarti pemeriksaan atas tercapai tidaknya tujuan.

Berdasarkan pendekatan ini, falsafah yang terbaik dari semua aliran


manajemen dapat digabungkan.
Gambar 2-1 melukiskan konsep manajemen sebagai sebuah roda. Kelima
fungsi manajemen adalah jari-jari yang menghubungkan manajer dengan
tujuan dan hasil yang dicari. Hanya melalui perencanaan, pengorganisasian,
pengendalian dan pengkoordinasianlah basil dan tujuan manajer dapat dicapai.
Keseluruhan manajemen tidak mungkin lebih kokoh daripada jari-jari ter-
' sebut dalam roda ini.
Para siswa manajemen sering bingung karena mereka mencoba memisah-
misahkan fungsi manajemen yang satu dengan fungsi manajemen lainnya.
Roda itu melukiskan perlunya memandang manajemen sebagai satu kesatuan,
yang masing-masing fungsinya terikat pada keterkaitan antar fungsi yang
selaras dan tumpang tindih satu sama lain, masing-masing fungsi diperlukan
sebagaimana jari-jari diperlukan pada sebuah roda.
Sekarang tambahkanlah motivasi sebagai pemutar atau pengatur kecepatan
untuk menjalankan fungsi tersebut. Motivasi menimbulkan gerakan sehingga
rod a dapat bergerak maju atau mundur. Motivasi yang baik menghasilkan

Gambar 2-1 Manajemen sebagai sebuah roda, dengan


manajer sebagai poros. Kelima fungsi manajemen
merupakan jari-jari yang mengaruh langsung ke
luar kepada tujuan manajer.
28 PER AN DAN ORGANISASI AGRIBI~tfiS

manajemen yang cekatan, efisien, berhasil, dan bergerak menuju sasarar>.,


sedangkan motivasi yang buruk dapat mengakibatkan hal yang seoaliknya.'.
Cambar tempat seluruh roda manajemen berputar adalah komunikasi.
Tanpa komunikasi yang baik roda manajemen segera mulai goyang dan men-
desit. Bila perhatian tidak diberikan cukup cepat, seluruh roda tampaknya
akan pecah.
Penting diketahui bahwa tidak semua manajemen mempunyai efek yang
positif atau baik. Manajemen yang lemah akan menghancurkan kemajuan
dari seluruh bisnis perusahaan. Karena semua manajemen menghasilkan
kegiatan, maka pertanyaan yang menentukan jadinya adalah apakah kegiatan
itu positif atau negatif pada masing-masing situasi manajemen. Jangari di-
anggap jalannya bisnis atau kegiatan dengan sendirinya akan berhasil hanya
karena manajemen aktif. Seorang manajer agribisnis yang mengatasi krisis
satu per satu kemungldnan akan seperti .seorang yang sedang memadamkan
kebakaran, berbeda dari seorang manajer ~yang baik yang dari dulunya sudah
mencegah terjadinya keba1'<aran. Bukannya kerja keras, 'tetapi kecerdasan
dalam menangani pekerjaanlah yang menentukan keberhasilan manajer.
Semua pendekatan manajemen ini berharga, dan masing-masing menawar-
kan sesuatu bagi para siswa. Pendekatan fungsional atau tradisional akan
dikembangkan secara rinci karena pendekatan tersebut meliputi semua fal-
safah lain yang terbaik, karena sederhana dan tepat, dan karena bertahan ter-
hadap tantangan zaman.

FUNGSI PERENCANAAN
Di dalam batang tubuh pengetahuan manajemen, perencanaan merupakan
otot dan urat, yaitu bagian dari pengelolaan yang menimbulkan gerakan ke
arah yang diinginkan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa jika tidak ada sasaran tidak ada hasil yang
dapat diramalkan. Satu atau dua dekade yang lalu, perencanaan sering sangat
serampangan bahkan pada badan usaha yang besar sekalipun. Tetapi menur..tt
survai yang dilaporkan "Ikatan Manajemen Amerika" baru-baru ini, empat
dari lima badan usaha yang ada dewasa ini menyiapkan dan menggunakan
perencanaan secara sadar sebagai bagian dari kehidupan bisnisnya.4 Dalam
dunia bisnis yang dinamik dewasa ini, perencanaan diperlakukan untuk men-
capai sukses secara konsisten.
Kita harus mengikis kelemahan perencanaan yang didasarkan pada.per-
timbangan samar-samar yang diungkapkan pernyataan berikut, "ke mana pun
kita pergi, kita harus mengukur jarak yang telah kita tempuh sebagai ukuran
keberhasilan". Pertimbangan tersebut harus diperjelas dengan ke mana tujuan
kita rute khusus yang akan ditempuh, dan jadwal waktu yang perlu untuk
mencapai tujuan kita.
Itulah sebabnya kebanyakan manajer yang sangat ingin berhasil sekaraqg
bertitik tolak df,ui perencanaan formal. Mereka tidak pernah mempertimbahg'-
kan operasi tanpa merencanakan fungsi-fungsi bisnis yang begitu pentitig
seperti produk,:l., pemasaran, personalia, dan keuangan. Perencanaan telith
menjadi cara hid up bisnis.

4 Ernest Miller, "Marketing Planning", American Management Association, 1966


MENGELOLA AGRIBISNIS 29
Definisi Perencanaan
Perencanaan dapat didefinisikan sebagai pemikiran yang mengarah ke masa
depan yang menyangkut rangkaian tindakan berdasarkan pemahaman penuh
terhadap semua faktor yang terlibat dan yang diarahkan kepada sasaran
khusus.
Kalau definisi itu diuraikan, maka segmen pertan1a terlihat sebagai pe-
mikiran he masa depan, yang berarti hanya melihat ke depan. Ini bukan suatu
ramalan (forecast) tetapi pernyataan yang berorientasi pada tindakan.
Segmen kedua menyangkut rangkaian tindakan, yang berarti mengem-
bangkan alternatif atau metode untuk maju terus.
Berikutnya, berdasarkan pemahaman penuh terhadap semua faktor yang
terlibat. Di sini fakta-fakta dan konsekuensi dari berbagai faktor yang melang-
gar rangkaian tindakan alternatif dipertimbangkan.
Akhirnya, bagian terpenting dari keselumhannya yang biasanya paling dia;
baikan: diarahkan kepada sasaran khusus, atau dengan kata lain, berjalan seca-
ra pasti menuju sasaran yang ingin dicapai oleh tindakan yang didasarkan pada
pemikiran yang mengaral1 ke depan.

Jenis-jenis Perencanaan
Gambar 2-2 melukiskan grafik dari tingkatan-tingkatan di mana jenis-jenis
perencanaan yang berbeda diselenggarakan.
Harap dicatat bahwa apabila tingkatan perencanaan bergerak dari ekse-
kutif kepala kepada pekerja, beberapa perubahan terjadi. Pada tingkat puncak,
rencana-rencana cenderung lebih luwes, lebih bersifat jangkil panjang biasanya
tertulis, lebih kompleks, dan sifatnya lebih luas.
Pada tingkat yang lebih rendah, rencana bersifat rinci dan khusus, me-
merlukan tindakan langsung, biasanya tidak tertulis, dan cenderur.g lebih
sederhana.

,,, r::iGari~besar<:r c;:; '''Tidak'


0 '.;;.-:.. -tertulis
rMenyoroti .Sederhana .
ssaspe)t
,_khusus
' Bersifat -~Agak .San gat
---umum~: khusus khusus
30 PER AN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

Sebaiknya semua rencana ditulis sebab rencana tertulis cenderung meng-


konsolidasikan pemikiran, lebih mudah dikomunikasikan, dan menghidangkan
sumber untuk rujukan/acuan berikutnya'. '
Eksekutif puncak membuat rencan'a-rencana yang biasanya menambah-
kan pada a tau mengurangkan sumber daya dari agribisnis, sedangkan rencana-
rencana yang dibuat oleh tingkatan yang lebih rendah biasanya berhubungan
dengan penggunaan sumber day a yang ada dengan cara yang san gat efisien.
Gambar 2-2 melukiskan kebutuhan akan rencana yang saling berkaitan
secara korelatif sehingga sasaran dan rencana jangka panjang organisasi dapat
dicapai.
. I
Perencanaan menantang semua tingkatan organisasi untuk memahami
tujuan bersar1a. Kebijakan, prosedur, dan praktek-praktek dikembangkan
untuk memb~tu memastikan tindakan kerjasama yang menuju sasaran dan
tujuan bersama.

Kebijakan, Prosedur, Praktek


Kebijakan digunakan untuk membimbing proses berpikir seseorang selama
tahap perencanaan dan pengambilan keputusan. Rumusan kebijakan memung-
kinkan setiap orang untuk secara konsisten, mengambil keputusan yang masih
selaras dengan sasaran organi.sasi. Kebijakan menetapkan kendala atau batas-
batas untuk kreativitas karyawan agribisnis secara perorangan. Dengan ada-
nya kebijakan, para bawahan tidak perlu secara tetap meminta penjelasan
mengenai rencana dan keputusan dari pimpinan puncak. Misalnya satu toko
pemasok perbekalan usaha tani di Midwest menetapkan kebijakan bahwa
pimpinan umum harus menyetujui terlebih dahulu semua pembelian yang
berjumlah $500 atau lebih. Tujuan kebijakan ini adalah untuk melindungi
bisnis terhadap kekurangan uang kas dalam jumlah besar yang tidak diperkira-
kan sebelumnya.
Kebijakan sangat sesuai dengan masalah yang terjadi berulang-ulang
dalam bidang yang penting untuk mencapai sasaran agribisnis. Kebijakan
bukanlah sasaran walaupun terkait sangat erat dengan .sasaran. Karena tidak
merupakan sasaran, kebijakan hendaknya tidak digunakan untuk memba,tasi
para manajer dalam mengambil keputusan mengenai masalah.yang komple,ks
dim berjangka panjang.
Prosedur adalah bimbingan secara bertahap terhadap kegiatan khusus
atau fungsi. Pada umumnya. ada kebutuhan yang pasti untuk menetapkan
rangkaian tindakan yang sedemikian tepat. Boleh dikatakan, prosedur tidak
boleh diterapkan pada tugas yang kompleks yang bersifat jangka panjang;
Sekiranya toko pemasok perbekalan usaha tani di atas ingin menerapkan
kebijakan pembeliannya yang baru, malta prosedur yang akan ditempuh
mengharuskan karyawan untuk mengisi formulir pemintaan pembelian,
mengajukannya kepada manajer umum agar disetujui, .dan kemudian me-
nyerahkannya kepada pimpinan bagian pembelian .. Prosedur bekerja dengan
sangat baik jika diterapkan pada tugas-tugas rutin yang terjadi berulang-ulang
dengan sifat dan bentuk yang sederhana sehingga perlu dikendalikan.
Kebijakan dan prosedur sama-sama sangat lxrharga bagi karyawan baru
atau karyawan yang mendapat promosi yang sedang mempelajari pekerjaan-
nya. Hal ini juga menjamin cara kerja yang seragam bagi semua karyawan
dan mencegah tindakan di luar kewenangan.
MENGELOLA AGRJBJSNJS 31
Praktek menunjukkan apa yang sebenarnya dilakukan dalam agribisnis,
dan hal ini bisa saja bertentangan dengan kebijakan dan prosedur. Para ma-
najer harus merasa yakin bahwa kebijakar: yang ada mempunyai makna,
relevan, dan ditaati, sehingga bisa menjadi praktek yang tersebar luas. Kalau
karyawan dari toko pemasok perbekalan usaha tani tidak mengetahui kebijak-
an dan prosedur yang berhubungan dengan batas pembelanjaan, toko akan
terjepit dalam kesulitan uang kas yang serius.
Rangkaian tindakan yang terjadi berulang-ulang kita sebut sebagai prak-
tek. Hal ini sering disebabkan oleh tradisi atau kebiasaan bukan oleh sebab
lainnya. Kedudukan praktek dapat menjadi sama pentingnya baik dengan
kebijakan maupun dengan prosedur, dan bahkan lebih sukar untuk diubah,
sehingga manajer agribisnis harus mengerti bahwa praktek, kebijakan, dan
prosedur berlangsung secara serempak.
Sebagai contoh, beberapa agribisnis menetapkan pengiriman kartu Natal
kepada para karyawan sebagai praktek-nya, sedangkan agril>isnis lainnya
mengikuti kebijakan untuk membagi laba kepada para karyawan.

Penentuan Sasaran
Proses perencanaan mulai dengar.. sasaran (lihat Gair.bar 2-3). Sasaran (objec-
tives) adalah pernyataan yang dikembangkan oleh pimpinan puncak, dewan
direktur dan eksekutif kepala guna menentukan apa yang mereka yakini se-
bagai missi organisasi. lni merupakan bin tang penerang bagi perencanaan dan
pemikiran. Sasaran merupakan target yang akan dicapai oleh tujuan (goal).
Dan hal ini juga merupakan segmen perencanaan yang paling sering diabaikan.
Pengabaian ini terjadi k'arena para manajer menghindarkan baik latihan mental
untuk menentukan sas:.:tran maupun karena takut akan kegagalan yang dapat
membuktikan ketidakmampuan untuk mencapainya.
Tidak ada hal yang begitu penting untuk keberhr.silan jangka panjang
agribisnis selain sasaran yang ditulis dan dip~ldrkan dengan baik. Pendek kata,
organisasi yang tahu ke mana akan pergi jauh lebih mungkin aka'n sampai ke
sana daripada yang sangat tergantung pada kebetulan.
Sasaran yang dinyatakan dengan baik haruslah:

Gambar 2-3 Sasaran adalah target yang dituju


oleh jaringan tujuan dan subtujuan yang saling
berkaitan.
32 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

1. Menyatakan arah yang akan ditempuh agribisnis


2. Memberi pedoman mengenai pencapaian tujuan dan hasil bagi sctiap unit
atau orang
3. Memberikan penilaian atas basil yang disumbangkan oleh setiap unit atau
orang
4. Menyokong keberhasilan pelaksanaan keija seluruh organisasi
5. Menetapkan falsafah dan citra yang diinginkan organisasi

Sasaran harus bercakupan luas, beijangka panjang, luwes, dan tidak perlu
berorientasi. pada waktu. Kebanyakan dari agribisnis menghendaki sedikitnya
lima sasaran, sedang sehagian kecil dapat mempunyai sepuluh atau lebih
sasaran. Organisasi yang 1secara menyeluruh mempunyai lebih dari sepuluh
saaaran hamplr paati membaur1can tujuan dan aasarannya.
Sasaran blaaanya terdapat dalam bidang-bidang bisnis sebagai berikut:
1. Penguasaan pasar (Bagaimana kedudukan kita terhadap para pesaing?)
2. Pertumbuhan dan perkembangan (Berapa dan bagaimana cepatnya per-
tumbuhan yang seharusnya?)
3. Profitabilitas (Apa jenis dan berapa jumlah kemungkinan beruntung?)
4. Hubungan dan prestasi keija karyawan (Imbalan dan bagian penghasilan
.. apa yang akan diberikan kepada karyawan, dan apa yang mereka harap-
kan?)
5. Hubungan dengan dan basil untuk penanam modal (Seberapa besar bagian
pendapatan yang akan diberikan kepada para investor?)
6. Tanggung jawab dan hubungan kemasyarakatan (Jenis bisnis apa yang
dikehendaki masyarakat untuk dikecimpungi oleh perusahaan tersebut?)
7. Sumber daya f"ISis (Peralatan, perkakas, dan hal-hal apa saja yang dibutuh-
kan perusahaan?)
8. Produk dan inovasi (Apa saja yang diutamakan dalam produk baru dan
penelitian?)

Proses Perencanaan
Ada enam langkah dalam proses perencari.aan, yaitu:
1. Mengumpulkan fakta dan informasi yang berkaitan dengan situasi
2~ Menganaliris situasi dan masalah-masalah yang terlibat
3. Memrakira kan perkembangan pada masa mendatang
1

4. Menetapkan tujuan, yaitu sebagai patokan untuk sasaran yang akan di


capai
5. Mengembcngkan altematif untuk arah tindakan dan memilih altematif
yang paling sesuai
6. Mengembangkan wahana untuk.mengeua/uasi kemajuan, dan mencocokkan
kembali pandangan seseorang serentak dengan berla,ngsungnva perencana-
an
MENGE:LOLA AGRIBISNIS 33

Langkah 1 : Mengumpulkan Fakta Pengumpulm fakta dan informasi telah di-


jadikan iangkah pertama dari proses perencanaan walaupun pengumpulan in-
formasi merupakan bagian yang tetap dan berulang dalam proses perencanaan.
Tempatnya sebagai langkah pertama sangat masuk aka! karena informasi
yang memadai harus tersedia untuk merumuskan atau mensintesiskan masalah
yang kabur atau peluang yang ada.
Pengurnpulan fakta dibagi lagi ke dalam dua bagian: pertama, untuk me-
ngumpulkan informasi yang memadai guna mengetahui perlunya rencana, dan
kedua untuk mengumpulkan secara sistematik fakta-fakta khusus yang diper-
lukan agar rencana itu berjalan setelah diputuskan.
Karena kesulitan dalam pengumpulan fakta, beberapa manajer cende-
rung mengabaikan langkah ini dan menganut falsafah "Seat of the pants" (tan-
pa pedoman, hanya mengandalkan informasi saja), yang akan mengurangi
peluang untuk berhasil.
Sebaliknya, kita tidak boleh menjadi begitu terpikat oleh pengumpulan
fakta sampai-sampai tidak berbuat apa-apa.

Langkah 2: Menganalisis Fakta Dasar untuk mengembangkan rencana yang


baik terletak pada proses penganalisisan fakta. Proses ini menjawab pertanyaan-
pertanyaan seperti "Arah mana yang kita tuju?'' dan "Bagaimana kita akan sam-
pai ke sana?" Hal itu membantu mengungkapkan sejumlah masalah dan pelu-
ang, dan menghasilkan kerangka kerja untuk rnendasari keputusan yang berhasil.
Penganalisisan fakta akan mencegah kesalahan yang tolol dan memung-
kinkan penggunaan sumber daya organisasi dengan sangat bijaksana.

Langkah 3. Mernrakirakan Perubahan Prakiraan (forecasting) atas terjadinya


perubahan rnerupakan ujian terakhir terhadap perencanaan yang baik. Benarlah
jika dikatakan bahwa kemampuan untuk menentukan kejadian-kejadian pada
masa mendatang merupakan keahlian manajemen yang paling tirtggi.
Pada saat manajer mencapai kedudukan yang lebih tirtgg;., tuntutan
terhadap kemampuannya terus bertambah. Makirt luas, makin kompleks, dan
makin panjang jangka waktu suatu rencana, rnakirt sulit untuk melihat hasil-
hasilnya secara U>pat.
Sarna halnya seperti semua langkah perencanaan, pemrakiraan berkaitan
deng-:,'1 langJr'lh lainnya. Sebenarnya, hal ini hanya merupakan perluasan
analisis yang logis dalam rnasa yang akan datang. Banyak orang menyatakan
"Tidak seorang pun dapat meramalkan inasa depan bisnis kita." Kendati tidak
ada yang bisa memrakirakan perkembangan pada masa mendatang dengan
sangat cerrnat hal itu bukan menjadi alasan yang bisa diterima untuk tidak
berusaha melakukannya sama sekali.
Banyai" kegagalan dalarn pemrakiraan diakibatkan oleh pemikiran yang
tidak jeli, mendua, dan menyarnaratakan. Peramalan atas perubahan-perubah-
an bukan permainan tebak-tebakan, harus didasarkan pada pendekatan yang
kokoh, berdisiplin, dan teguh terhadap perencanaan.

Langkah 4: Menetapkan Tu~uan dan Hasil Banyak ahli manajemen memper-


tirnbangkan bahwa penetapan tujuan merupakan langkah pertarna dalarn pro-
ses perencanaan. Mereka bisa saja benar, tetapi menurut pembagian langkah-
langkah perencanaan dewasa ini, tampaknya perumusan informasi merupakan
bagian dari penetapan tujuan.
34 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBlSNIS

Semua proses ini berlangsung secara berkesinambungan dalam corong pe-


rencanaan. Tujuan tidak dapat ditentukan dalam keadaan vakum, tetapi harus
dikaitkan kepada hal yang dapat dicapai. Karena itu, tujuan harus dibentuk
sebagai konsel<uensi dari pengumpulan dan penganalisisan informasi dan
fakta. Hal itu harus diarahkan pad a sasaran organisasi.
I

Langkah 5: Mengembangkan Alternatif Setelah tujuan ditetapkan, beberapa


cara untuk' be:rtindak harus dikembangkan; artinya, manajer agribisnis harus
mencari berbar;ai cara untuk sampai ke tujuan. '
Kembali di sini hubungan antara tujuan dan hasil dapat dilihat. Hasil yang
dicapai tergantung pada kegiatan alternatif .yang dipilih untuk men~pai
tujuan. Altematif harus ditimbang, dievaluasi, diuji dengan mengingat suniber
daya agribisnis yang unik. Imaginasi merupakan hal yang sangat menentukan,
karena cara baru dan atau jalan baru dapat membuka peluang baru menuju
kebei'hasilan.
Sifat khas dari langkah ini harus ditekankan. Contohnya jagung seyogya-
nya tidak dikirimkan ke kota yang jauh dengan truk kalau kereta api merupa-
kan yang paling baik dan cepat untuk itu. Tetapi bila kita tidak sanggup mem-
bayar kereta api, atau kalau tidak tersedia kereta api, truk dapat merupakan
altematif terbaik.

Langkah 6: Mengevaluasi Kemajuan Pengawasan dan pengecekan kemajuan


telah ditentukan oleh para ahli manajem~n sebagai salah satu prioritas terting-
gi.
Evaluasi menunjukkan apakah rencana sedang berjalan, dan memungkin-
kan penganalisisan informasi baru serta penemuan pelumasan baru.
Evaluasi tidak boleh dianggap sepele. Hal itu harus digabungkan ke dalam
proses perencaan sebagai salah satu langkah terpenting karena rencana hanya
berlaku selama situasi tidak berubah. Karena itu, rencana harus dievaluasi
bila dibentuk menjadi program untuk kegiatan khusus, dan bila sekali waktu
menyimpang dari arah yang ditentukan.
Dari evaluasi kita dapat menghitung apakah tujuan telah tercapai, apakah
basil cocok dengan tujuan, dan dalam hal-hal apa hasil yang dicapai tidak
memenuhi atau melampaui tujuan. Hal itu juga dapat menunjukkan kelemah-
an-kelemahan dalam rencana dan program sehingga bagian-bagian ,yang tidak
efektif dapat dirubah. Dalam dunia yang berubah cepat:ini, Pe~ncanaan pen~
ting demi keberhasilan manajemen. j',, . ., '''\
1~
\ '
:~. \'
1
\ l
FUNGSI PENGORGANISASIAN . ~ .-~1.

Fungsi pertama yang akan dibahas adalah orga;~i. Izlj~m,efupakan langkah


awal sebab manajer harus mengenal dan melaksanataih prinsip-prinsip organi-
sasi sebelum dia dapat menyelenggarakan fungsi-fungsi manajemen lainnya.
Pengorganisasian meliputi usaha-usaha untuk:
* Menetapkan struktur
* 1\tienentukan pekerjaan yang harus dilaksanakan
* Memilih, menempatkan, dan melatih karyawan
* Merumuskan garis ke~atan
MENGELOLA AGRffiJSNJS 35
* Membentuk sejumlah hubungan di dalam organisasi dan kemudian me-
nunjuk stafnya

Kalau manajemen dianggap sebagai tubuh pengetahuan (body of knowledge),


maka pengorganisasian merupakan rangka atau kerangka kerja tempat mana-
jemen dibangun.
Semua bisnis pasti memiliki struktur organisasi. Mungkin masih dapat
diperdebatkan bah kan agribisnis yang dijalankan oleh satu orang pun me-
miliki struktur organisasional dalam pelaksanaannya, dengan satu orang me-
makai banyak topi organisasi (melaksanakan berbagai peranan). Jadi, peng-
organisasian meliputi "pengesahan" suatu rencana untuk menunjukkan saling
keterkaitan di antara setiap pekerjaan dan individu dalam organisas1.
Organisasi tidak hanya sekedar perencanaan resmi, tetapi merupakan suatu
langkah tindakan dalam manajemen. Sebelum semua pekerja mengerti hubung-
annya dengan pekerja lain, dan memahami agribisnis sebagai keseluruhan,
maka kerjasama, kerja kelompok, dan tindakan yang terkoordinasi tetap tidak
mung kin untuk dicapai. Sarna halnya dengan para anggota band, jika mereka
tidak mengerti hubun~:an mereka secara keseluruhan maka lagu mereka tidak
akan harmonis tetapi b'ernada sumbang.
Jadi, sebagai bagian dari fungsi pengorganisasian manajer agribisnis harus
melil1at bahwa semua pekerja mempunyai peranan yang ditentukan secara
jelas. Tujuan kerja para karyawan/pekerja, keputusan untuk menempatkan
seorang yang mempunyai wewenang, dan seluruh tujuan organisasi, ber-
pasangan sedemikian rupa sehingga setiap karyawan dan departemen b'er-
hubungan satu sama lain, membentuk suatu rencana organisasi. Rencana
seperti itu memungkinkan manajer untuk menetapkan tanggung gugat (Ac-
countability l atas hasil yang telah dicapai; mencegah terjadinya kesimpang-
siuran kerja dan keragu-raguan, seperti misalnya kepada siapa bertanggung
jawab; dan merinci sifat dan kadar kewenangan yang diberikan kepada se-
seorang dalam rangka menyelenggarakan kegiatan perusahaan.

FUNGSI PENGARAHAN
Penting untuk mengulang kembali bahwa, pada prakteknya, salah satu fungsi
manajemen tidak dapat dipecah atau dipisahkan satu sama lain tanpa merusak
seluruh proses manajemen. Bila kita andaikan manajemen sebagai tubuil,
organisasi sebagai rangka, maka jan tung/inti dari manajemen mestinya adalah
pengarahan terhadap karyawan. Pengarahan ditujukan untuk:

* Menentukan kewajiban dan tanggung jawab


* Menetapkan hasil yang harus dicapai
* Mendelegasikan wewenang yang diperlukan
* Menciptakan hasrat untuk berhasil
* Mengawasi agar pekerjaan benar-benar dilaksanakan sebagaimana mesti-
nya

Jadi, pengarahan meliputi usaha untuk memimpin, menyelia &.tau meng-


awasi, memotivasi, mendelegasikan, dan menilai mereka yang anda manajetnen.
36 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBWNIS

Para manajer sedang mengarahkan, hila mereka mengawasi agar usaha dari
setiap individu difokuskan untuk mencapai sasaran bersama organisasi. Perig-
arahan merupakan jan tung dari proses manajemen dan harus didasarkan pada
rencana organisasi yang baik, yang menentukan tanggung jawab, wewenang,
dan evaluasi.
Fungsi pengarahan dapat juga diartikan secara lebih luas yaitu sebagai
tugas untul): membuat organisasi tetap hidup, untuk menciptakan kondisi
yang menumbuhkan minat kerja, kekuatan untuk bertindak, pemikiran yang
imaginatif, dan kelompok iterja yang berkelanjutan. Tujuan ini tidak dapat
dicapai dengan rumus-rumus ajaib. Pencapaiannya terletak pada besamya
mutu kepemimpinan yang ditunjukkan oleh manajer.
Kepemimpinan menolong setiap individu atau kelompok untuk mencapai
tujuan organisasi. Kepemimpinan juga, b!U'angkali secara paradoks, merupa-
kan proses yang ditempuh manajer untuk menyalurkan kemampuan muinr
masing individu, yang juga merupakan sumbangan demi keberhasilan organi-
sasi. Para pemimpin menyadari bahwa hasil kegiatan perorangan lebih berarti
daripada kegiatan itu sendiri.
Suatu hasil menunjukkan alasan mengapa pekerjaan itu ada Hasil merupa-
kan sesuatu yang diproduksi oleh kegiatan-kegiatan yang diusahakan karya-
wan. Keberhasilan atau sukses diperoleh hanya jika apa yang dihasilkan
mengarah kepada pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.
Untuk mencapai hasil yang maksimum, manajer agribisnis harus me-
nyadari kecenderungan yang mempengaruhi orang-orang yang dimanajemeni
sehingga diperlukan evaluasi ulang yang berkesinambungan terhadap pengarah-
an.

Pola Manajemen Selalu Berubah


Salah satu kecenderungan (trend) yang harus diamati oleh para manajer agri-
blsms dalam mempersiapkan kepeniimpinannya adalah kecondongan (ten-
densi) pola manajemen yang berubah sedemikian cepat sejalan dengan per-
ubahan dinamik dari struktur ekonomi-sosial masyarakat. Banyak buku yang
terkenal mengenai "cara kerja" manajemen yang diterbitkan belakangan ini
dengan berbagai cara menelamkan pentingnya komunikasi, keikutsertaan
karyawan dalam perencanaan dan laba, penataan organisasional yang fleksibel
di dalam perusahaan dan sebagainya guna meraih keberhasi,jan usaha. Gambar
2-4 secara sederhana menyajikan garis besar dari proses perubahan falsafah
manajemen sela1ma 5 sampai 10 tahun terakhir. Manajer yang berhasil harus
memiliki gaya kepemimpinan serta kemampuan yang mep1ungkinkan mereka
untuk memodifikasi pola manajemen mereka agar seluas dengan keadaan
7.aman yang semakin berubah ini.
Seorang manajer yang baik dewasa ini harus memban'tu para bawahannya
untuk mereguk kepuasan dan mengenali dirinya sendiri dalam pekerjaannya
dan dalam organisasi. Pekerjaan bukan lagi merupakan sesuatu yang harus
dipertahankan keberadaannya; hal itu merupakan sarana untuk memuaskan
kebutuhan setiap manusia..
Bersamaan dengan itu, keseimbangan diperlukan. Para manajer harus
menyadari kegunaan prinsip perilaku manusia; tetapi mereka juga harus
menyadari bahwa bisnis tidak hanya ditujukan untuk memuaskan dan mem-
baitagiakan para karyawan. Pasti ada tujuan lain.
MENGELOLA AGRIBISNIS 37

Keniarin - . . , - - - - - . Sekarang
Pemimpin yang kuat - - - - - Kepemimplnan kelompok
lmbalan yang sewenang-wenang - - - - - lmbalan yang terencana
Tanpa panlslpasl Partlslpasl yang besar
Kekuasaan mutlak Kekuasaan yang terbagl

..
Organlsasi yangkaku Organlsasi yang luwes
Berorlentasl peda benda - ' - - . . , - - - Berorientasl pada manusla

GIU!lbar 2-4 Perubahan pola manajemen.

Manajer sebagai Direktur


Para manajer agribisnis yang berhasil mengetahui bahwa tolok ukur keluaran
(output) mereka tidak lain dari jumlah keluaran dari semua karyawan yang
bekerja untuknya. Para manajer yang demikian mengetahui bahwa tidak
seorang pun pernah merasa puas sepenuhnya atas suatu organisasi, dan barang-
kJ.li banyak yang sar.1a sekali tidak merasa puas. Apa yang dapat memuaskan
seseorang belum tentu dapat memuaskan semua orang. Benar adanya bahwa
seseorang tidak akan merasa bahagia selamanya, tetapi juga benar bahwa ke-
puasan yang pemah kita cicipi dari pekerjaan kita akan tetap terkenang
selamanya. Manajer agribisnis yang baik akan mengembangkan mutu peng-
arahan dan kepemimpinan yang akan membuat bawahan berhasil dan mem-
peroleh kepuasan dari pekerjaan (lihat Bah 18).

FUNGSI KOORDINASI
Koordinasi merupakan daya upaya untuk mensinkronkan dan menyatukan
tindakan-tindakan sekelompok manusia. Koordinasi merupakan otak dalam
batang tubuh dari keahlian manajemen. Jika seorang manajer menemukan ke-
sulitan yang berkelanjutan dalam koordinasi, dia harus mencurigai kelemahan
program perencanaan, pengorganisasian, dan pengarahan.
Pendek kata, koordinasi merupakan bidang keahlian manajemen di mana
satu ons pencegahan sama nilainya dangan satu pon pengobatan. Makin se-
dikit koordinasi yang harus dilakukan, makin baik. Perintal1 yang baik dan la-
zim dari bidang keahlian manajemen lainnya akan membuat koordinasi tidak
begitu dibutuhkan.
A.kan tetapi, pada organisasi yang dikelola dengan baik,sekalipun, ada
bidang yang memerlukan koordinasi. Adalah merupakan tanggung jawab
manajer untuk melihat bahwa pengoperasian departemen..departemen, divisi-
divisi dan individu-individu yang berada di bawah kendalinya terintegrasi
secara tepat untuk memproduksi hasil-hasil yang menunjang tercapainya sa-
saran organisasi.
Pengkoordinas.ian berlangsung serentak dengan:

1. Penafsiran program, rencana, kebijakan, prosedur, dan praktek


2. Pengupayaan pertumbuhan dan perkembangan karyawan
38 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

3. Pembinaan hubungan dengan para karyawan dan sikap yang tetap meng-
arahke ma,sa depan
4. Pengupaya.ln iklim untuk berhasil
5. Pengadaan arus informasi yang bebas

Manajer seb!lgr.i Penafsir


Para manajer harus menafsirkan program, rencana, kebijakan, prosedur, dan
praktek yang berlangsung dalam organisasi. Setiap departemen, divisi. atau
organisasi harus mempunyai tempat berpijak sebagai usaha terakhir.
Memang sudah merupakan hakikat manusia bahwa mereka yang dengan
pandangan terbaik sekalipun dapat berbeda dalam menafsirkan fakta atau
informasi. Jika demikian halnya, manajer bertanggung jawab untuk menjauh
kan penai'siran semacam ini; artinya, manajer menjadi "pengadilan tertinggi"
untuk mereka yang diseliai (supervised).

Sementara Individu Bertumbuh, Bisnis Juga Bertumbuh


Sebagian dari fungsi koordinasi manajer adalah untuk mendorong pertumbuh
an karyawan sebagai individu. Individu yang bertumbuh dan berkembang
menjadi lebih produktif bagi agrlbisnis, demikian juga bagi dirinya sendiri.
Ketentuan khusus tentang pertumbuhan tanggung jawab harus di bangun
ke dalam peluang-peluang yang disediakan oleh setiap pekerjaan dan tantang
an pekerjaan harus dipertahankan untuk masing-masing .karyawan. Kebijakan
tentang kenaikan. pangkat harus dirumuskan dan harus dipahami oleh semua
yang berkepentingan. Masing-masing karyawan harus dihargai dari dievaluasi
untuk setiap sumbangan yang unik yang dapat diperbuatnya terhadap organi-
sasi.
Manajer yang baik mengarahkan karyawan untuk menemukan bakat yang
tersembunyi dengan mendorong mereka melalui berbagai tugas yang terus
menerus menawarkan tantangan dan peluang yang meningkat.
Seorang manajer tidak boleh ragu-ragu untuk memberi semangat guna
melaksanakan lebih banyak latihan formal dalam bentuk kursus, lokakarya,
seminar, pertemuan-pertemuan pendidikan, dan sejenisnya. Pendidikan tor-
mal dapat memberi keuntungan sekaligus bagi organisasi dan karyawan. Bila
organisasi berpatisipasi dengan menanggung semua atau sebagian biaya tam-
bahan latihan semacam itu, kedua pihak cenderung memandang bahwa peng-
alaman lebih berarti dan penting.

Jadwal yang Teratur untuk Berhubungan dengan Masing-masing Karyawan


Manajer yang baik mempertahankan jadwal yang te~tur untuk melakukan
interaksi dengan bawahan. Penggunaan teknik ini a.kan mengungkapkan kepada
manajer masalah-masalah kepribadian para karyawan. Manajer akan dapat
berkonsultasi.dan membimbing bawahan dalam arah yang benar, yang menuju
pad a sasaran agribisnis.
Manajer harus tetap insaf akan kelemahan dan kekuatan bawahan. Hal ini
pada gilirannya akan membantu karyawan untuk mempercayai atasannya.
Dengan demikian, manajer dan bawahan akan tetap saling berhubungan dan
dipandar.g dalam perspektif.
)!ENGELOLA AGRIBISNIS 39
Penciptaan Iklim Kerja yang Baik
Seorang manajer akan dapat menggerakkan karyawan untuk sedapat mung-
kin mengerahkan potensi yang dimilikinya terutama jika manajer tersebut
mampu menciptakan iklim yang menanggung keberhasilan. Tanpa iklim yang
sesuai, tidak satu pun keahlian dan prinsip manajemen dapat berbunga dan
berbuah.

Enam Prinsip untuk Menciptakan Iklim


1. Berikan contoh yang baik.
2. Minta partisipasi dengan bersungguh-sungguh.
3. Pusatkan daya upaya kepada tujuan dan hasil.
4. Berikan pujian dan celaan seperlunya: pujilah karyawan di depan umum,
tetapi cela secara pribadL
5. Tunjukkan sikap yang adil, konsisten, dan jujur.
6. Tanamkan rasa percaya diri dan berikan dorongan untuk maju.
Manajer yang baik tahu bagaimana menggunakan prinsip-prinsip ini untuk
menciptakan iklim keija yang produktif.

Mengadakan Arus Komunikasi yang Bebas


Kunci beberhasilan dari setiap fungsi manajemen adalah arus komunikasi yang
be bas. Manajer agribisnis bertanggung jawab untuk merancang dan melaksana-
kan proses komunikasi dalam bidang tanggung jawab yang telah ditetapkan.
Arus komunikasi yang bebas berarti bahwa komunikasi harus mengalir tidak
saja ke bawah (dari pimpinan kepada bawahan), tetapi juga ke atas (dari
bawahan kepada pimpinan) dan ke samping (pada tingkat yang sama) secara
efektif. Terlalu sering terjadi para manajer tergantung secara eksklusif pada
komunikasi ke arah bawah dan kemudian merasa heran mengapa kebijakan,
prosedur, dan tujuan disalahartikan. Komunikasi yang berhasil memerlukan
umpan balik. Umpan balik memungkinkan para manajer untuk menentukan
apakah pemahaman telah sungguh-sungguh terjadi. Hal itu juga memungkin-
kan ide-ide yang baik dan sumbangsih yang dapat diberikan oleh setiap kar-
yawan akan menjadi bagian dari keberhasilan yang bagian dari sukses, mem-
baur berkatkebijakan dan pengetahuan bersamayang terdapat pada organisasi.
.Yianajer harus menyediakan peluang untuk umpan balik dan keterlibatan
melalui rancangan proses komunikasi secara hati-hati dengan melibatkan
komite/panitia, rapat/pertemuan, memo, dan kontak pribadi (uraian lebih
mendalam lihat dalam Bab 19). ..

FUNGSI PENGENDALIAN
Perkataan pengendalian (control) kalau digunakan dalam pengertian manajer
tidak berarti pembatasan atau kekuasaan terhadap bawahan. Hal-hal yang
berkaitan dengan kekuasaan atau pembatasan terhadap bawahan merupakan
pokok bagian untuk fungsi pengarahan. Pengendalian menurut manajemen
menguraikan sistem informasi yang memonitor rencana dan proses untuk
meyakinkan bahwa hal itu selaras dengan tujuan yang telah ditetapkan sebe-
40 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

lumnya, dan-memberi peringatan hila perlu sehingga tindakan pemulihan da-


pat dilakukan. Di dalam batang tubuh pengetahuan manajerial, pengendalian
merupakan sistem saraf yang melaporkan fungsi dari bagian-bagian tubuh
kepada keseluruhan sistem.
Bila semua orang semplf.ma dan pekerjaannya tanpa kesalahan, tidak perlu
"pengendalian". Semuanya akan terjadi sesuai dengan rencana. Tetapi semua
orang memt;mat kesalahan; mereka lupa, mereka salah dalam bertindak, me-
reka kehilangan kesabaran, singkatnya, mereka berperilaku sebagaimana
manusia normal.
Pengendalian merupakan pelengkap dari empat fungsi manajemen lainnya.
Pengendalian meluruskan keputusan yang salah, hal-hal yang tidak diharap-
kan, dan dampak dari perubahan. Pengendalian yang tepat memberikan in-
formasi yang diperlukan dan waktu untuk memperbaiki program dan rencana
organisasi yang telah salah arah. Cara-cara untuk mengoreksi kekurangan
kekurangan juga harua dlaajlkan. Manajer bisa menjadi 1111dar akan titUc-titik
lemah dalam pengorganisasian, pengarahan, dan pengkoordinasian usaha
usaha bisnis melalui penggunaan pengendalian secara tepat.
Pengendalian memerlukan informasi dan pengetahuan yang berarti, bu-
kan yar..g sudah basi dan tidak bertalian dengan tujuan organisasi. Banyak
waktu yang berharga dapat terbuang atau sia-sia untuk program pengendalian
kalau tidak dibuat pengecekan terhadap nilainya yang sesungguhnya secaql
periodik.
Bila informasi pengendalian tidak benar-benar dibutuhkan, maka mungkin
akan timbul kekecewaan (frustasi), rasa tidak hormat, dan ketidak-cermatan.
Karyawan tidak akan menghargai program yang tidak digunakan oleh mana-
jemen dengan cara yang baik. Manajemen dapat menghabiskan waktu yang
berharga untuk mengkaji data pengendalian yang tidak berguna, atau akan
gaga! untuk memisahkan yang relevan dari yang tidak relevan, dan akibatnya
adalah prestasi kerja yang buruk.

Pembaridingan antara Hasil yang Dicapai denga~ Tujuan yang Ditetapkan


Semua kegiatan bisnis membuahkan basil. Hasil-hasil ini harus dibandingkan
secara cermatdengan tujuan yang benar-benar diyakini akan mengarah pada
sasaran organis~i. Salah satu maksud (purpose) terpenting dari pengendalian
adalah untuk rr,1enilai kemajuan yang sedang dicapai terhadap tujuan organi-
sasi.
Contoh bai~:: dari tipe pengendalian iiti akan ditemukan jika basil diban
dingkan dengan anggaran atau prakiraan. Apakah hasil tersebut di atas atau
di bawah anggaran? Apakah prakiraan penjualan dan biaya sesuai dengan
prediksi? Informasi atau pengendalian yang dibutuhkan dalam segala bidang
harus didasarkan pada tujuan dan sasaran tertulis yang ditentukan sebelum-
nya. Hanya dengan cara ini manajer agribisnis dapat mengatakan apakah
kenyataan sesuai dengan rencana dan dari .sinilah keberha.~nan dapat dilihat.
Pembahasan yang rinci tentang program pengendalian disajikan dalam Bab 9.

BIDANG-BIDANG TERPENTING DARI TANGGUNG JAWAB MANAJE-


MEN
Masing-masing fungsi manajemen - perencanaan, pengorganisasian, pengarah-
an, pengkoordinasian, dan pengendalian - digunakan dalam pemanajemenan
MENGELOLA AGRIBISNIS 41
empat bidang terpenting dari agribisnis, Fungsi-fungsi manajemen dilaksana-
kan melalui penggunaan berbagai keahlian, prinsip, dan alat yang telah men-
jadi bagian dari pengetahuan dan kemampuan para .manajer agribisnis profesio-
nal. Agar berhasil, manajer agribisnis harus menggunakan pengetahuan fung-
sional dan kemampuannya kepada masing-masing dari keempat bidang agri-
bisnis; yaitu: manajemen dan perencanaan keuangan, pemasaran dan penjual-
an, produksi dan operasi, dan dimensi personalia atau manusia. Sisa buku ini
membicarakan keemp~,t bidang dasar agribisnis ini, dan dirancang untuk mem-
bantu para siswa merr:peroleh keahlian dari seorang manajer agribisnis yang
profesional.

IKHTISAR
Manajemen adalah suatu proses untuk mencapai hasil-hasil yang di inginkan
dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Kunci keberhasilan mana-
~men terletak pada penerimaan tanggung jawab kepemimpinan dan pengam-
bilan keputusan bisnis melalui penerapan prinsip-prinsip manajemen secara
trarnpil. Manajemen bisnis pertanian bersifat unik, karena bisnis pertanian
sangat dipengaruhi musim, produknya adalah komoditi yang cepat rusak, dan
merupakan bagian dari masyarakat setempat di mana hubungan jangka pan-
jang antar perorangan bersifat menentukan sekali.
Proses manajemen sering dibagi ke dalam lima fungsi tradisional: peren-
canaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, dan pengkoordinasian.
Perencanaan menentukan arah tindakan untuk mencapai sasaran yang di-
tetapkan; pengorganisasian merupakan pen<::ocokan para karyawan dan sum-
her daya secara bersama-sama dengan cara yang paling efektif; pengarahan
bertalian dengan pengendalian dan pemotivasian karyawan; fungsi pengendali-
an memantau jalannya pekerjaan dan membuat penyesuaian agar tetap sela>:as
dengan tujuan/maksud; dan pengkoordinasian mengsinkronkan semua usaha.
Masing-masing fungsi ini diperlukan untuk mencapai sasaran yang telah di-
tetapkan.

PERT ANY AAN UNTUK DIBAHAS


1. Definisikan manajemen terlepas dari fungsi-fungsinya.
2. Bahaslah beberapa agribisnis yang ada cii sekitar Anda dengan mengingat
'ciri-ciri yang menonjol dari manajemen agribisnis.
3. Identifikasi empat pendekatan atau falsafah manajemen y~g berbeda.
4. Definisikan dan diskusika'l fungsi-fungsi manajemen.
5. Uraikan beberapa perubahan penting dalam sistem ekonorni-sosial se-
lama lebih kurang satu dekade terakhir, dan jelaskan modifikasi yang di-
timbulkannya pada falsafah dan sikap manajemen.
6. Tunjukkan bagaimana dan mengapa pei:'encanaan berubah bila kedudukan
kita semakin meningkat dalam organisasi.
7. Bahaslah beberapa sasaran penting yang akan dicapai agribisnis, dan bi-
dang-bidang di mana sa~aran biasanya ditemukan.
8. Periksa dan uraikanlah langkah-langkah d"hm proses perencanaan.
42 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

9. Diskusikan komponen-komponen peranan manajer agribisnis sebagai


koordinator. ;
10. Bahaslah r;1engapa ada kebutuhan untuk menggunakan semua fungsi pe-
ngelolaan dalam bidang dasar agribisnis.

KASUS KOPERASI HART CHERRY


Koperasi Hart Cherry Freezer didirikan 2 tahun yang lalu untuk menyimpan
dan mendinginkan buah cherry milik pengusaha tani anggota. Koperasi se-
dang mengalami kesulitan untuk menjaga agar buah cherry milik anggota
penanaman tetap terpisah. Kebanyakan buah cherry dipanen secara me-
kanis dengan merabasnya dari pohon. Oleh para pengusaha tani buah-buah
tersebut di tempatkan di dalam wadah yang terbuat dari jerami dan diautar-
kan ke pabrik untuk pemrosesan. Semua wadah itu merupakan milik koperasi.
Ketika pada pengusaha tani membongkar wadah-wadah tersebut di atas
bantalan beton, buah cherry harus didinginkan dengan air dingin yang meng-
alir sampai siap untuk diproses. Banyak perbed.aan mutu di antara muatan
buah cherry yang diantarkan oleh para anggota. Banyak muatan yang ter-
campur dengan banyak sekali ranting dan daun, sebagian busuk dan lunak,
atau mempunyai mutu yang tidak dikehendaki. Ini terjadi pada tahun pertama
setelah koperasi memiliki wadah-wadah itu. Dewan koperasi telah memutus-
kan bahwa pemilikan wadah oleh koperasi sangat berguna sebab para penanam
selalu mengambil wadah orang lain jika miliknya tidak tersedia. Kebijakan dari
dewan koperasi dan manajemen mengharuskan semua buah cherry milik
pengusaha tani diberi tanda sehingga setiap pengusaha tani dapat dibayar
secara terpisah berdasarkan jumlah dan mutu produknya.
Prakteknya sebagaimana berlangmng tahun ini adalah bahwa para anggota
diharuskan membongkar wadahnya di atas bantalan dan setiap anggota diminta
untuk menaruh kartu namanya pada setiap wadah.
Masalahnya adalah bahwa kadang-kadang supir pengusaha tani yang baru,
yang tidak berpengalaman atau tidak mau tabu sama sekali lupa menaruh
kartu ke dalamnya, kartu-kartu tertinggal, atau kadang-kadang dua atau lebih
kartu berada pada satu wadah.

PERTANYAAN
1. Buatlah suatu prosedur yang akan menolong pemecahan masalah ini de-
ngan memastikan bahwa setiap buah cherry milik para pengusaha bni
dapat dikenal secara tepat, dan ciptakan sebuah rencana untuk memasti-
kan bahwa prosedur itu akan dilak~akan dalam praktek.
::r
TUJUAN
Menentukan faktor-il.1!<tor yang diperlukan
dalam memilih bentuk organisasi terbaik untuk
agribisnis
Mendefinisikan istilah-istilah perusahaan
perorangan (proprietorship), persekutuan
(partnership}, dan perseroan (corporation) dan
mengetengahkan beberapa sifat khas
masing-masing
Mengikhtisarkan keunggulan dan kelemahan
dari masing-masing bentuk organisasi

Perusahaan perorangan, persekutuan, dan


perseroan merupakan bentuk-bentuk utama
organisasi agribisnis.

Keterangan gambar:
A. Perusahaan perorangan berupa pemasok
perbekalan usaha tani
B. Persekutuan yang bergerak di bidang
pertamanan (landscape)
C. Perseroan Pengusaha gudang gandum

HAK MILIK PRIBADI MERUPAKAN


TULANG PUNGGUNG AMERIKA.

ORGANISASI
3
AGRIBISNIS
':
46 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

BENTUK-BENTUK DASAR ORGANISASI -,-;


Agribisnis dapat mempunyai sumber daya bemilai milyaran dolar A.S., atau
bisa saja hanya terdiri dari seorang penjual bibit jagung secara sambilan
(part. time). Agribisnis dapat bergerak dalam kegiatan apa saja yang ada kaitan-
nya dengan produksi, pemrosesan, dan pemasaran bahan pangan dan serat
(sandang). Walaupun agribisnis yang dikelola satu orang atau satu keluarga
bukan tida}t biasa, tetapi hampir semua volume bisnis yang sebenarnya di da-
lam pertanian diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan yang mempekerja-
kan sekelompok orang.
Semua agribisnis dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang, dan ke
adaan pemilikanlah yang menentukan bentuk hukum yang pasti bagi organi
sasi tersebut. Ada empat bentuk dasar usaha: perusahaan perorangan (Bingle
proprietorship), persekutuan, perseroan (badan bukum), dan koperasi (llhat
Bab 4 untuk pembahasan mengenai koperasi). Bentuk organisasi tidak perlu
ditentukan oleh ukuran atau jenis agribisnis; hampir setiap ukuran dan jenis
agribisnis yang ada dapat mengambil salah satu bentuk dari keempat kategori
hukum tersebut.
Banyak keunggulan dan kelemahan dari. masing-masing keempat bentu:k
organisasi barus ditimbang secara hati-hati karena masing-masing bentuk
cenderung lebih sesuai dengan suatu keadaan ketimbang bentuk lainnya.
Bab ini akan menjelaskan sifat-sifat pokok dari masing-masing bentuk dan
faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihannya untuk agribisnis.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN BENTUK


Setiap bentuk organisasi bisnis mempunyai ciri-ciri sendiri. Pemilik dan rna~
najer harus memilih bantuk yang paling pantas untuk masing-masing agxi,
bisnis yang unik. Agribisnis mungkin perlu mengubah bentuk hukum oqani-
sasinya jika berkembang atau kondisinya berubah. Guna memutuskan bentuk
mana yang paling baik, pemilik atau para pemilik harus menganalisis beberapa
faktor.

1. Berapa jumlah biaya pengorganisasian dan seberapa mudah bentuk agri-


bimis ini diorganisasi?
2. Berapa jumlah modal yang dibutuhkan untuk menjalankan agribisnis
rersebut?
3. Berapa modal pemilik atau para pemilik yang relah rersedia?
4. Seberapa jauh kemudahan untuk memperoleh tambahan modal dalam
agribisnis tersebut?
5. Kewajiban dan hak pilih atau opsi apa yang tersedia dalam perpajakan?
I .
6. Bagaimana pemilik atau para pemilik 'akan dilibatkan secara perorangan
dalam manajemen dan pengendalian agribisnis?
7. Apa saja faktor stabilitas, kesinambuhgan, dan pengalihan pemilikan yang
penting untuk agribisnis?
8. Sampai sejauh mana kerahasiaan masalim agribisnis ingin di pertahankan?
9. Berapa besar risiko dan kewajiban yang harus dipikul pemilik 11.tau para
pemilik?
ORGANISASI AGRIBISNIS 47
10. Apakah jenis/tipe bisnisnya, di mana akan dilangsungkan, dan apa yang
menjadi sasaran dan falsafah pemilik atau para pemilik untuk agribisnis
terse but?

Penilaian dari masing-masing faktor ini akan memungkinkan pemilihan


bentuk organisasi bisnis yang paling sesuai untuk setiap kasus.

PERUSAHAANPERORANGAN
Bentuk organisasi bisnis yang paling tua dan paling sederhana adalah perusaha-
an perorangan atau pribadi (single or individual proprietorship), yakni orga-
nisasi yang dimiliki dan dikend8.likan oleh satu orang. Ada hampir 10 juta
pcrusahaan perorangan yang secara bersama merupakan lebih 80 persen dari
satuan usaha di Amerika Serikat. Diperkirakan, transaksi bisnis dari yang 80
persen ini hanya kira-kira 12 perscn dari jumlah volume bisnis.
Perusahaan perorangan cenderung merupakan bisnis kccil, walaupun ada
perkecualian yang mcnarik; keuntungan yang ditimbun oleh Howard Hughes,
misalnya, sebagian besar dikumpulkan dari perusahaan perorangan. Apabila
bisnis mencapai ukuran tertentu, bentuk organisasi bisnis lainnya biasanya
menjadi lebih menarik.

Keunggulan Perusahaan Perorangan


Persyaratan formal untuk membentuk organisasi perusahaan perorangan
sangat terbatas jumlahnya. Untuk semua itu yang diperlukan hanyalah ke-
inginan seseorang untuk memulai bisnis dan membeli surat izin bila diperlu-
kan untuk jenis bisnis tertentu. Bila pemilik i:lgin melakukan bisnisnya de-
ngan menggunakan nama samaran, yaitu bila bisnis dilaksanakan di bawah
nan1a yang lain dari nama pemiliknya, maka hampir semua negara bagian
menghendaki agar nama samaran itu didaftarl:an.
Ronda Green merupakan salah satu contoh. Dia memutuskan untuk mem
buka toko makanan ternak, yang ingin dia scbut "Economy Feed" sebab dia
lebi.h suka melakukan bisnisnya dengan menggunakan nama itu ketimbang
namanya. Konsekuensinya, dia harus mendaftarkan nama baru itu. Dan untuk
selanjutnya semua pihak yang melakukan bisnis dengan Economy Feed harus
sadar bahwa mereka sesungguhnya melakukan bisnis dengan Ronda Green.
Perusahaan peror~ngan memungkinkan pemilik perorangan memegang
kendall penuh atas b;snisnya dan hanya tunduk pada peraturan pemerintah
yang berlaku untuk semua tipe khusus bisnis ini. Pemilik menjalankan kendali
penuh atas rencana, program, modal, kebijakan, dan keputusan manajemen
Jainnya. Tidak ada pihak lain yang ikut serta dalam pengemifllian ini, kecuali
kalau pemilik secara khusus mendelegasikan sebagian wewenahg pengendalian
kepada orang lain. Pemilik tidak perlu mendapat izin untuk membuat ke-
putusan. Semua keuntungan dan kerugian, semua kewajiban/hutang kepada
kreditur (pemberi pinjaman) dan piutang kepada bisnis lainnya, dibebankan
kepada pemilik. Biaya pengorganisasian dan pembubaran rendah. Perkara-
perkara bisnis dirahasiakan secara penuh kepada pihak luar, kecuali untuk
instansi-instansi pemerintah tertentu.
Sekiranya modal diperlukan, pemiliknya akan menyediakannya dari
dana pribadi atau dipinjam entah dari bisnis lainnya atau harta,pribadi. Harta
pribadi dan. harta bisnis tidak begitu terpisa.~. sebagaimana dalam beberapa
48 PERAN DAN ORGANISA$1 AGRIBISNIS
l
bentuk bisnis lainnya. Itulah sebabnya, bila pemilik sebagai individu secara
finansial dapat dipercaya, para pemberi pinjaman akan lebih- suka memper
besar dananya. Pemilik dapat menjual bisnisnya kepada siapa saja yang dia
inginkan, kapan saja dia mau, dan dengan harga berapa saja yang dirasa me-
muaskan. Mereka dapat menanggung risiko dan kewajiban (liability) sebesar
yang mereka inginkan, dan mereka sering melangkah sedemikian jauh karena
tidak ada pihak lain yang terlibat sebagai pemilik yang bisa membatasi gerak-
gerik mereka.
Perusahaan perorangan tidak membayar pajak penghasilan sebagai bisuis
tersendiri. Semua penghasilan yang diperoleh dari bisnis dipajaki sebagai
pajak penghasilan pribadi walaupun Direktorat Pajak AS (IRS = Internal Re-
venue Service) menghendaki agar dibuat arsip (filing) terpisah untuk menun-
jukkan penerimaan dan pengeluaran/ongkos bisnis (dan ketentuan yang kira-
kira sama juga berlaku di Indonesia). Perusahaan perorangan unggul dalam hal
kebebasan dan keluwesan pelaksanaan usaha karena bentuk usaha ini lebih
banyak berpegang pada hak milik pribadi yang dilindungi oleh undang-undang
negara yang bersangkutan. Orang yang menginginkan bentuk organisasi
agribisnis yang paling murah, sederhana, diarahkan sendiri, bersifat rahasia dan
luwes, akan memilih bentuk perusahaan perorangan.

Kelemahan Perusahaan Perorangan ,,,.


Kelemahan yang sangat menyolok dari perusahaan perorangan berkaitan qe-
ngllll keterbatasan jumlah modal yang biasanya dapat disumbangkan sese-
orang. Pemberi pinjaman juga enggan meminjamkan dana kepada pemilik
perorangan kecuali jika kejujuran pribadi seseorang dapat menjaminnya.
Perusahaan perorangan. sering menderita kekurangan modal, dan kekurangan
yang serius ini dapat berakibat lebih buruk daripada hanya menghalangi
pertumbuhan; beribu-ribu kebangkrutan ootiap tahun dapat dilacak ter-nyata
merupakan akibat kekurangan modal sejak permulaannya.
Kelemahan lainnya yang menonjol adalah bahwa kewlijiban pribadi sebagai
pemilik untuk semua hutang dan kewajiban bisnis meluas bahkan kepada
warisan pribadi pemilik. Sedangkan pembebasan dari pajak bisnis yang biasa-
nya merupakan 'keunggulan dapat juga menjadi kelemahan. Karena keuntung-
an bisnis pada perusahaan perorangan di!lnggap keuntungan pemilik, maka
ke4-ntungan bisnis yang tinggi bisa mengakibatkan pemilik dikenakan tarif
pajak yang lebih tinggi daripada bentuk perseroan. Hal ini lebih merugikan
lagi bila diperlukan dana perluasan untu~ menumbuhkan dan memperbesar
bisnis. Tarif pajak perseroan unggul atai.t lebih menguntungkan dalam hal
semacam itu.-
Pemusatan kendali dan laba pada satu individu dapat juga merupakan satu
kelemahan. Banyak karyawan yang sangat terlatih dan bermotivasi ingin
ambil bagian secara finansial di dalam bisnis tempat mereka bekerja. Mereka
juga dapat merasa tidak tenang karena menyadari kenyataan bahwa masa
depan kesejahteraan dan kehidupannya tergantung pada satu orang. Jadi pe-
rusahaan, perorangan dapat mengalami beberapa kesulitan dalam mencari
karyawan yang baik untuk dipekerjakan. Tanpa karyawan yang baik dan
mempunyai motivasi tinggi, pemilik akan merasa terlalu repot apabila bisnis
bertumbuh, yang akhirnya mengakibatkan bisnis menjadi menderita.
Akhirnya, perusahaan perorangan kekurangan stabilitas dan kesinambung-
an karena sangat tergantung kepada satu orang. Kematian atau ketidakcakap-
ORGANtSASl AGR!BISNIS 49
an orang itu akan mengakibatkan berakhirr.ya bisnis. Perusahaan perorangan
mungkin sulit untuk menjual atau melanjutkannya kepada ahli waris. Hal
ini tampak sekali kabu bisnis telah menjadi agak besar. Andil atau bagian
perorangan pada bisnil tidak dapat dibagi.bagi kepada beberapa pemilik indi-
vidual atau kepada ah!i' waris seperti halnya andil (saham) perseroan.

PERSEKUTUAN
Persekutuan (partnership) adalah asosiasi aUl.u perhimpunan dari dua orang
atau lebih sebagai pemilik bisnis. Tidak ada batas jumlah orang yang dapat
bergabung ke dalam persekuturu1. Terlepas dari kenyataan bahwa persekutu-
an melibatkan lebih dari satu orang, persekutuan sama seperti perusahaan
perorangan.
Persekutuan dapat didasarkan pada pe!"janjian tertu!is atau lisan, atau
kontrak antara kelompok yang terlibat. Tet.api sangat disarankan, bahwa per-
janjian persekutuan disimpulkan secara tert.ulis untuk menghindarkan ketidak
sepakatan dan kesalah-pahaman di kemudian hari. Persekutuan dapat di-
bentuk menurut hukum sekiranya dua orang atau lebih bertindak sedemikian
rupa sehingga orang-orang yang cakap menurut hukum (reasonable) bisa di-
yakinkan bahwa mereka bersekutu demi bisnis. Hampir sejuta jumlah per-
sekutuan di Amerika Serikat, dan mereka menguasai kira-kira 5 persen dari
seluruh volume bisnis. Persekutuan merupakan bentuk organisasi bisnis yang
paling sederhana di mana sejurnlah orang mengumpulkan sumber daya dan
bakatnya demi keuntungan bersama.
Pada dasarnya ada dua jenis persekutuan: persekutuan umum dan per-
sekutuan terbatas.

?ersekutuan Umum
Sejauh ini .bentuk yang paling lazim dari persekutuan adalah bentuk yang
disebut sebagai persekutuan umum (general partnership). Pada persekutuan
umum masing-masing sekutu, tanpa memperhitungkan persentase modal yang
ditanamkan, mempunyai hak dan kewajiba:n yang sama. Sekutu umum mem-
. punyai wewenang untuk bertindak sebagai agen untuk persekutuan, dan biasa-
nya ikut serta dalam manajemen dan operasi bisnis. Masing-masing sekutu
umum menanggung semua hutang persekutuan, dan dapat berbagai laba dalam
perbandingan yang disepakati bersama ataupun dalam pembagian yang me-
rata. Bila kebangkrutan menimpa persekutuan, semua kewajiban dibagi rata
di antara sekutu-flekutu sejauh sumber daya pribadi yang ada masih memadai.
Tetapi hila sumber daya seorang sekutu habis (termasuk harta pribadi), sisa
kelompok yang lain meneruskan menanggung sisa hutang. Sekutu-sekutu
umum dapat membuat kontrak di. antara mereka SP.ndiri untUk mendelegasi-
kan tanggung jawab tertentu dari sekutu yang satu kepada sekutu lainnya
atau membagi penghasilan atau biaya bisnis dengan cara-cara khusus (misal-
nya berdasarkan dana yang diinvestasikan atau tanggung jawab pekerjaan).
Setiap sekutu umum dapat mengikat persekutuan untuk memenuhi setiap
janji bisnis yang dibuat. Walaupun dalam akuntansi persekutuan biasanya
diperlukan sebagai bisnis yang terpisah, namun secara hukum hal itu tidak
dia10ggap se':>agai kesatuan yang berdiri sendiri, tetapi hanya sebagai kelompok
individu atau satuan usaha tanpa badan hukum. '
50 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

Persekutuan Terbatas
Semua persekutuan menurut hukum paling tidak diharuskan mempunyai
seor:ing sekutu umum yang bertanggung jawab atas operasi dan kegiata:n-
kegiatan bisnis, tetapi mungkin juga ada sekutu lainnya yang mengambil
bagian dalam bisnis dengan dasar terbatas. Tipe persekutuan ini memper-
kenankan individu-individu untuk menyetor uang atau pemilikan modal tanpa
mengharuskan kewajiban hukum penuh seperti sekutu umum. Kewajib.m
sekutu terbatas biasanya hanya terbatas sebesar jumlah yang telah diinves-
tasikan secara pribadi dalam bisnis. Undang-undang negara bagian yang meng~
atur sekutu terbatas harus benar-benar ditaati. Hampir semua negara bagian
telah menganut "UU Persekutuan yang Seragam", yang umumnya mengharUs-
kan sekutu-sekutu terbatas didaftarkan. Undang-undang ini. juga merinci
status {hak dan kewajiban) terbatas dari setiap sekutu: pertama, bahwa se-
kutu terbatas dapat menyetor modal tetapi tidak bekerja pada persekutuan,
dan kedua, bahwa nama keluarga sekutu terbatas tidak dapat.dicantumkan
pada nama bisnis {kecuali jika persekutuan sebelumnya telah memakai nama
itu, atau kecuali jika sekutu umum mempunyai .nama keluarga yang sama).
Persekutuan terbatas relatif sedikit jumlahnya, .karena itu. pembahasan per-
sekutuan selanjutnya akan dititikberatkan pada persekutuan biasa atau umum.

Keunggulan Persekutuan
Pembentukan persekutuan hampir sam~ mudahnya dengan pembentukan
perusahaan perorangan. Sangat sedikit pengeluaran yang dibutuhkan walau-
pun perlu diminta bantuan pengacara yang baik untuk menggambarkan
perjanjian persekutuan. Persekutuan dapat beroperasi dengan nama "samaran"
dengan syarat nama itu didaftar sesuai dengan undang-undang negara bagian
di Amerika Serikat. Persekutuan biasanya dapat mengumpulkan lebih banyak
sumberdaya daripada perusahaan perorangan sebab lebih .banyak orang yang
terlibat. Sumber daya tambahan ini tidak hanya berupa sumber keuangan
saja tetapi juga berupa manfaat dari berbagai macam bakat unit y.ang dibawa
oleh berbagai. orang yang bergabung ke dalam bisnis. Sekutu-sekutu merupa-
kan suatu tim, dan karena setiap. anggota tim berbagi tanggung jawab dan
keuntungan, sekutu-sekutu tampaknya lebih termotivasi daripada karyawan
perusahaan perorangan atau. perseroan. Penambahan sekutu dapat dilakukan
jika dibutuhkanlebih banyak uang atau bakat.
Sekutu-sekutu secara perorangan. hanya membayar pajak atas penghasilan
yang diperoleh sebagai bagian dari laba. Bisnis itu sendiri (per se) tidak di-
pajaki, dan ini dapat mel'1Jpakan .keuntungan besar, tergantung dari penghasil-
an. para sekutu. Kendali atau manajemen atas keputusan dan kebijakan bisi.1is
dipusatkan pada para sekutu. Biasanya, para sekutu membagi tanggung jawab
bisnis: yaitu, seorang mengepalai penjualan; yang lain mengepalai pengoperasi-
an, dan sebagainya. Hal ini dapat dilakukan baik secara resmi maupun tidak
resmi. Para sekutu dapat menjual hak milik atau kepentingannya dalam bisnis
kepada pihak lain bila sekutu Iainnya setuju. Perkara-perkara bisnis persekutu-
an dibatasi pada persekutuan saja, dan unsur kerahasiaan ini merupakan salah
satu alasan utama mengapa banyak orang mentiliki bentuk persekutuan untuk
melaksanakan bisnis.
ORGANISASI AGRIBISNIS 51
Kelemahan Persekutuan
Sejauh ini kelemahan terbesar dari persekutuan terletak pada kewajiban
yang tidak terbatas dari sekutu umum. Ada banyak kasus yang tersiar luas, di
mana seorang sekutu membebani rekening persekutuan dengan .transaksi pen-
jualan dengan pihak luar yang rncnaruh kepercayaan penuh, dan kemudian
karena sekutu tersebut secara perorangan tidak mampu membayarnya maka
sekutu yang lain harus menanggung rekening itu. Sekutu terbatas pun harus
sangat berhati-hati, mereka sebaiknya tidak memperlihatkan keaktifan dalam
manajemen bisnis. Kerapkali pengenaan tuntutan hukum didasarkan pada tin-
dakan perorangan bukan pada dokumen tertulis. Bila seseorang bertindak
sebagaimana sekutu umum bertindak, maka hukum akan menafsirkan bahwa
dia, pada kenyataannya, merupakan sekutu umum dengan segala kewajiban
yang berlaku pada kedudukan tersebut.
Kewajiban sekutu umum menciptakan kelemahan yang kedua: yakni per
sekutuan biasanya hanya mempunyai anggota yang terbatas. Bayangkanlah
sebuah persekutuan dengan 100 orang anggota, masing-masing dapat mengikat
persekutuan secara resmi dengan kontrak dan dengan kewajiban lainnya.
Memang, sekutu-sekutu terbatas telah diciptakan untuk mengatasi masalah
ini, tetapi tidak begitu berhasil. Persekutuan terbatas menderita kekurangan
baik dana siap pakai maupun orang-orang berbakat dibanding dengan per-
seroan.
Kelemahan lainnya adalah berupa kurangnya kesinambungan dan kes-
tabilan. Kalau sekutu meninggalkan persekutuan karena pengunduran diri,
kematian, atau ketidakmampuan, persekutuan baru harus dibentuk. Anctil
sekutu lama harus dilikuidasi atau dicairkan dan hal ini sering menjadi beban
yang berat bagi posisi modal persekutuan. Masalah lain adalah ketidaksanggup-
an seorang sekutu untuk bekerja karena kecelakaan, penyakit, usia lanjut,
penyakit jiwa, atau karena sesuatu alasan tidak marapu melaksanakan tugas
sepenuhnya. Sering untuk membebaskan diri dari sekutu yang seperti itu satu-
satunya jalan ialah pembubaran bisnis. Kalau seorang sekutu keluar, ke-
rapkali sulit untuk menentukan berapa nilai andilnya secara perorangan;
oleh karena itu, rumus dan metode pembayaran harus dicantumkan dalam
perjanjian persekutua:1 yang asli. Hal itu juga akan membantu memecahkan
masalah yang pokok :iari persekutuan, yaitu pengalilian pemilikan atas andil
sekutu. Jika kita meliliatnya dari sudut pandang hukum yang ketat, maka
pada saat seorang sekutu keluar, persek!Jtuan dibubarkan dan yang baru hams
dibentuk. Tetapi bila perjanjian tertulis persekutuan telah mencantumkan
cara-cara untuk menetapkan nilai dari -andil sekutu dan prcses pengadilan
serta penerimaan terhadap sekutu baru, maka peralilian sudah selayaknya ber-
jalan lancar. Akhirnya, kendatipun pengenaan pajak penghasilan pribadi
secara terpisah dapat menguntungkan dalam keadaan tertenW, namun hal itu
dapat merugikan dalam keadaan lain (sama seperti perusa,haan perorangan).
Satu prinsip terakhir dan sangat penting: penyiapan secara hati-hati kon-
sep perjanjian persekutuan secara tertulis akan lebili banyak gunanya untuk
memastikan keberhasilan persekutuan ketimbang faktor lainnya. Carilah
bantuan hukum yang kompeten .yang memungkinkan, pengikat hukum yang
mengetahui masalah-masalah persekutuan, dan percayakanlah ahli hukum itu
untuk mempersiapkan perjanjian untuk agribisnis. Ketika persekutuan di-
bentuk, para anggota semuanya harus dalam keadaan baik rlan mereka tidak
dapat saling mencurigai satu sama lain, tetapi situasi dan manusia berubah.
52 PERAN DAN ORGANISASI AGRIB!SNIS

Kontrak tertulis tidak hanya memberikan banyak jalan keluar, tetapi juga
akan merupakan bah an acuan atau referensi yang siap pakai untuk melengkapi
daya ingat yang terlalu rapuh.

PERSEROAN
Perseroan (badan hukum) merupakan wujud buatan, dilengkapi secara hukum
dengan kekuasaan, hak, kewajil:!an, dan tugas seperti manusia biasa. Tanpa
organisasi berbentuk perseroan, tidak bisa kita bayangkan terciptanya satuan
usaha raksasa seperti sekarang, yang mempekerjakan ratusan ribu orang dan
bernilai milyaran dolar AS. Kendatipun hanya kira-kira 1,7 juta perseroan
di Amerika Serikat, namun mereka menangani lebih dari 80 persen volume
bisnis. Banyak perseroan yang. besarnya; bagaikan raksasa. Lima ratus persen
yana terbesar, menu.Nt peringkat f&nl dibuat oleh ma,jalah FQrtuno, meniJ
hasilkan dua per tiga dari seluruh penjualan industri di Amerika Serikat.
Tetapi kebanyakan perseroan relatif kecil, dan sesungguhnya banyak di-
antaranya merupakan bisnis perorangan yang pemiliknya telah memilih ben-
tuk organisasi perseroan (berbadan hukum) sebagai yang terbaik untuk bisnis-
nya yang unik. Nyatanya 95 persen dari perseroan Amerika Serikat mem-
punyai aktiva (harta) dan penjualan tahunan kurang dari $1 juta.

Organisasi Nirlaba
Hampir semua perseroan dibentuk untuk menghasilkan laba; akan tetapi, ada
beribu ribu prseroan atau organisasi yang tidak mencari laba. Organisasi
nirlaba ini menggeluti banyak lapangan usaha, termasuk keagamaan, pemerin-
tahan, usaha tani, perburuhan, dan organisasi-organisasi amal. Undang-undang
federal dan n~ara bagian merinci sejumlah bentuk yang boleh diambil oleh
organisasi nirlaba, disertai dengan peraturan khusus mengenai tujuan dan
operasinya. Pengacara yang kompeten dapat menyarankan apakah bentuk
organisasi (perseroan) yang nirlaba merupakan bentuk yang paling sesUai
untuk agribisnis tertentu. Sekali lagi, penafsiran hukum aka.'l didasarkan
pada cara perseroan tersebut bertindak, bukan pada akta atau dokumen
organisasi.
Contoh-contoh organisasi nirlaba meliputi beberapa koperasi, beberapa
kelompok dagang dan penelitian di bidang pertanian, dan beberapa organisasi
usaha tani.. Organisasi nirlaba dibebaskan dari pajak tertentu, dan biasanya
mereka tidak dapat secara finansial memperkaya para anggotanya.. Pada
umumnya, organisasi atau perseroan nirlaba harus memperoleh kepastian
secara resmi sehubungan dengan pembebasan pajak penghasilan perseroan.

Sifat dan Bentuk Perseroan


Perseroan yang ada sekarang ini merupakan inovasi atau pembaruan yang
lebih mutakhir dibanding dengan perusahaan perorangan dan persekutuan.
Penduduk (baru) Amerika pada masa lampau sangat mencurigai bentuk or-
ganisasi ini, dan pada dasawarsa 1880-an bel urn semua negar'\ bagian membuat
undang-undang yang memungkinkan pembentukan perseroan. Perseroan, an-
tara lain, dapat memiliki kekayaan, membuat hutang, dan dituntut untuk
membayar ganti rugi. Perbedaan yang paling penting yang perlu diingat
adalah bahwa pemilik (pemegang saham) dan para manajer tidak memiliki
ORGANISASI AGRIBISNIS: 53
sesuatu secara Jangsung. Semua aktiva (asset) perseroan dimiliki oleh badan
huhum itu sendiri.
Pembentukan perseroan menuntut kepatuhan yang teguh ,pada undang-
undang negara bagian tempat bisnis dibentuk. Biasanya, satu orang atau lebih
bergabung bersama untuk mendirikan perseroan. Formulir pembentukan di-
isi dan diperiksa oleh bagian pembentukan perseroan dari negara bagian
yang bersangkutan. Bila formalitas-forrnalitas resmi sudah cukup terpenuhi,
dan bila ongkos yang layak untuk pembentukan perseroan tersebut telah di-
bayar, piagarn yang memberi wewenang kepada pemohon untuk melakukan
bisnis sebagai perseroan diterbitkan. Disamping itu, perseroan memiliki do-
kumen-dokumen resmi sebagai berikut: anggaran dasar (articles of incorpora-
tion) yang diajukan pada negara bagian dan yang menguraikan maksud dasar
perseroan itu dan bagaimana cara pembiayaan (keuangan); anggaran rumah
tangga (bylaws) yang menguraikan ketentuan-ketentuan operasi seperti pe-
milihan direktur, tugas-tugas para direktur dan pejabat, prosedur pemungutan
suara, dan prosedur pembubaran; dan persediaan sertifikat saham atau andil
yang merinci jumlah investasi para pemilik. Ur!dang-undang yang berkaitan
dengan pembentukan perusahaan perorangan dan persekutuan dirumuskan
dengan baik dan seragam di seluruh negeri. tetapi persyaratan untuk me:.n-
bentuk perseroan sangat berbeda-beda aniara negara bagian, jadi hukum dan
undang-undang setiap negara bagian harus dipertimbangkan secara hati-hati
oleh siapa pun yang akan mendirikan perseroan. Pemilihan. pengacara yang
sangat mendalami undang-undang perseroan pada negara bagian tertentu sa-
ngat penting untuk mencegah masalah-masalah organisasi yang potensial
pada perseroan agribisnis.

Saham Perseroan
Pad a saat perseroan didirikan, saham modal (shares of stock) dijual kepada para
'peminat yang tertarik untuk menanam dan merisikokan uangnya di dalarn per-
usahaan. Saham modal adalah secarik surat/kertas, yang bentuknya ditetapkan
secara resmi guna mewakili jurnlah pemilikan (modal) setiap pemegangnya
pada perseroan yang bersangkutan. Saham biasa (common stock) biasanya me-
miliki hak istimewa dalam pemungutan suara untuk memilih dewan direktur
yang mengawasi kegiatan persegoan. Saham preferen atau istimewa berbeda
dari saham biasa karena saham semacam itu biasanya tidak mempunyai nak
suara, dan mempunyai posisi istimewa atau didahulukan dalam penerimaan
dividen dan dilunasi terlebih dahulu jika terjadi likuidasi. Jadi hak untuk
pemungutan suara ditukar dengan risiko penanaman modal yang lebih kecil.
Setiap negara bagian mempunyai apa yang biasa disebut "blue-sky laws"
yang mengatur cara-cara penjualan saharn perseroan dan melindungi hak-hak
penanam modal. Penjualan saharn perseroan harus mematuhi persyaratan
undang-undang negara bagian yang bersangkutan. Cara pembiayaan perseroan
yang biasa ditempuh adalah melalui penjualan saharn, tetapi pembiayaan
mela'1i obli~asi (surat hutang ~rjarninan), wesel bayar, surat hutang tidak
berjarninan, dan melalui berbagai macam cara untuk meminjam aktiva (harta)
juga dipraktekkan (lihat Bah 8).

Cara Kerja Perseroan


Para pemegang saharn biasa memilih para direktur perseroan. Jumlah direktur
dapat berbeda tergantung pada anggaran rumah tangga organisasi yang ber-
54 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBlSNlS

sangkutan. Adalah tanggung j~wab dewan direktur untuk mengawas:l s~mua


kegiatankegiatan perseroan. Pada perserc'tan besar pemegang saham yang Jum
Iahnya beriburibu sesungguhnya hanya memegang kendali yang sangat
terbatas. Mereka yang dipilih sebagai direktur tidak dikenal oleh para pe
megang saham tersebut dan sering dipilih sebelumnya oleh sekelompok kecil
pemegang saham mayoritas yang bersekutu dengan manajemen puncak.
Dewan direktur mewakili kepentingan para pemegang saham, dan fungsinya
yang utam'a adalah untuk memilih para pejabat (officers), mengangkat rna
najemen puncak, dan menilai kemajuan bisnis, Pada perseroan kecil biasanya
hubungan sangat erat; pada kenyataannya mungkin hanya ada seorang pe
megang saham yang mengawasi perseroan sepenuhnya.

Keunggulan Perseroan
Keunggulan utama organisasi bisnis yang berbentuk' perseroan, adalah bahwa
para pemegang saham (pemilik) tidak secara pribadi fllenanggung hutang-
hutang organisasi, dan pada umumnya tidak bertanggung jawab atas sesu.atu
kewajiban yang terjadi melalui kegiatan bisnis perseroan. Aktiva (harta) per-
seroan semuanya menjadi taruhan dalam penyelesaian sebagian besar gugatan.
Struktur perseroan memungkinkan pendelegasian wewenang, tanggung jawab,
dan tanggung gugat (accountability), dan menjamin tersedianyakaryawanyang
trampil dan bermotivasi tinggi. Perseroan menawarkan kepada para karyawan
nya keuntungan-keuntungan seperti pembagian laba dan rencana penjualan
saham, yang mendorong pengabdian dan loyalitas yang tinggi pada perseroan.
Pemindahan pemilikan juga lebih mudah dalam perseroan daripada dalam
bentuk bisnis lainnya. Biasanya pemegang saham .dapat menjual sahamnya
kepada seseorang menurut harga yang dikehendaki pembeli. Pemilik juga
dapat. mengalihkan modal pribadi kepad& pewaris atau orang lain dengan
cara yang jauh lebih mudah. Penjualan saham oleh perseroan kecil yang t.idak
terkenal tidaklah mudah. Untuk menemukan seseorang yang mau mengambil
risiko terhadap dananya, akan menjadi lebih mudah hila saham telah pemah
diperdagangkan; artinya, hila perseroan menjadi lebih besar dan mulai me-
ngembangkan pasaran yang siap untuk saham-sahamnya, saham dapat diper-
dagangkan lewat badan-badan perantara (broker atau pialang) yang meng-
khususkan diri dalam perdagangan saham dah mempunyai hubungan tetap
dengan penanam modal potensial. Saham yang baru diterbitkan mungkin
akan dibeli oleh grup pialang (broker) yang nantinya menjualnya kembali
kepada masyarakat umum. Banyak perusahaan memperdagangkan saham
mereka di pasar sekunder yang mengumumkan daftar harga.setiap harinyadan
memperlancar usaha pembelian dan penjualan saham tersebut. Contohnya
adalah Bursa Saham. New York, Bursa Saham Amerika, dan Badan Pelaksana
Pasar Modal Indonesia. ,
Karena hak pemilikan perseroan (saham) diperdagangkan secara bebas,
maka relatif mudah bagi perseroan ter&ebut untuk meningkatkan modal te-
tap dalam jumlah yang besar. Modal gai:>Ungan yang ditanamkan oleh ratusan
bahkan ribuan penanam modal telah memungkinkan masyarakat bisnis
Amerika untuk mendirikan sejumlah per~eroan yang maharaksasa.
Keunggulan terakhir adalah bahwa perseroan bersifat "abadi." Kematian,
pengunduran diri, atau masa pensiun pada pemegang saham mempunyai pe-
ngaruh yang kecil terhadap keberlangsungan perseroan. Inilah keunggulan
ORGANISA$1 AGRJBISNIS 55
lain yang membuat investasi pada perseroan lebih menarik bagi mereka
yang berani mengambil risiko keuangan.

Kelemahan Perseroan
Kelemahan yang paling besar dari bentuk organisasi perseroan terletak pada
perpajakan dan peraturan. Perseroan dibebani pajak atas dana yang diperoleh
sebagai laba; kemudian, setelah dividen dibayar kepada pemegang saham,
pemegang saham juga harus membayar pajak penghasilan atas jumlah yang
diterimanya sebagai dividen. (Hal ini tidak selalu merupakan kelemahan
sebagaimana akan dibahas kemudian di dalam buku ini). Disamping itu, ba-
nyak negara bagian yang mengenakan uang pungutan dan pajak khusus ter-
hadap perseroan, dan lebih banyak lagi undang-undang dan peraturan yang
mengawasi kegiatan perseroan daripada bentuk organisasi lainnya. Kerahasiaan
per~~eroan kurang terjamin karena laporan hatus disajikan kepada para pe
megang saham dan. negara bagian, dan karena pemerintah federal bisa me-
nuntut keterbukaan sekiranya perseroan menawarkan saham kepada para
calon investor. Perseroan yang telah di tetapkan untuk melakukan bisnis
di suatu negara bagian tidak boleh melakukan bisnis di negara bagian lainnya
kecuali diizinkan oleh hukum regristrasi, pajak, dan sebagainya dari negara
bagian kedua. Akhirnya, sekiranyapun ada, pemilik (pemegang saham) per-
S<eroan besar hanya mempunyai sedikit kendali terhadap manajemen dan
kebijakan perseroan. Sering mereka hanya.dapat melampiaskan ketidakpuasan
dengan menjual saham kepada orang lain jika hal itu bisa mereka lakukan.
Biaya pajak, pencatatan (yang harus sangat lengkap), dan operasi persero-
an bisa jadi jauh lebih tinggi daripada biaya bentuk organisasi lainnya. Karena
itu perseroan harus dinilai secara hati-hati sebelum digunakan oleh agribisnis.

Perseroan Tertutup (Closely Held Corporation)


Bentuk perseroan yang khusus telah dirancang untuk mengatasi beberapa
kelemahan-kelemahan perseroan biasa (regular corporation). Bentuk ini di-
sebut perseroan subbab:S (subchapter S Corporation). Subbab S dari Undang-
undang pajak AS memungkinkan para pemilik perseroan untuk memilih pe-
ngenaan pajak sebagai perorangan sama seperti pemilik persekutuan atau per-
usahaan perorangan. Beberapa persyaratan harus dipenuhi: jumlah pemegang
saham tidak dapat lebih dari lima belas orang, pemegang saham harus- ber-
sifat perorangan, bukan berbentuk perseroan, dan mereka harus merupakan
penduduk negara bagian di mana bisnis dilakukan. Pemilihan untuk dipajaki
sebagai perorangan harus sudah diajukan sebelum memulai tahun pajak
perseroan. Oleh karena itu pemilik tidak dapat hanya menunggu untuk me-
ngetahui cara perpajakan yang mana lebih baik setelah satu,tahun berlalu
dan surat pemberitahuan pajak (returns) disiapkan. Bisli saja banyak titik
lemah dalam bentuk organisasi ini; perseroan agribisnis harus berkonsul-
tasi dengan ahli hukum yang kompeten. dan akuntan-akuntan profesional
sebelum memilihnya. (Bentuk yang kira-kira mirip di Indonesia adalah peng-
usaha memilih kena pajak.)

IKHTISAR
Agribisnis menggunakan semua bentuk organisasi bisnis yang mungkin ada.
Bany::.k s.:::..:ali badan usaha agribisnis dimiliki dan dikendalikan oleh sat:1
56 PER AN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

orang sebagai perusahaan p<>rorangan, atau dua atau tiga orang sebagai per-
sekutuan. Bentuk bisnis ini adalah bentuk yang paling sederhana dan me-
mungkinkan pemiliknya mempunyai keluwesan yang lengkap, memperkecil
ikatan, dan tidak dikenakan pajak atas laba. Tetapi pemiliknya menanggung
secara pribadi setiap hutang dan gugatan yang diajukan terhadap bisnis. Juga
masa hidup bisnis terbatas selama para pemiliknya masih hid up.
Dewasa ini, perseroan yang formal semakin "merakyat", bahkan untuk
perusahaan kecil yang pada dasarnya masih beroperasi sebagai perusahaan
perorangan atau persekutuan. Perseroan merupakan organisasi yang dicipta-
kan untuk melangsungkan bisnis. Karena berbentuk hukum perseroan, dapat
memiliki harta sebagai hak miliknya sendiri, menggugat atau digugat dan men-
jalankan bisnis atas namanya sendiri. Para pemiliknya merupakan kesatuan-
kesatuan hukum terpisah, jadi kewajibannya terba:tas sebesar jurnlah modal
yang ditanamnya. Juga masa hidup perseroan tidak tergantung pada masa
hidup pa.ra pemiliknya. Tetapi biaaanya peneroan ha.rua membayar pt!Jak
atas laba perseroan secara tersendiri, dan harus secara teratur melaporkan
kegiatannya kepada badan-badan pemerintah. Perseroan menurut subbab S
merupakan bentuk khusus perseroan untuk perusahaan-perusahaan kecil
yang sebagai akibatnya memiliki keunggulan sebagai suatu perseroan tetapi
dibebaskan dari pajak atas laba perooroan, [hampir sama dengan pengusaha
yang (tidak) rpemilih kena pajak dalam peraturan perpajakan].
Bentuk organisasi bisnis yang paling baik untuk agribisnis tertentu sering-
kali tidak bi~.a ditentukan begitu saja baik oleh manajemen maupun pemilik.
Jika bisnis bertumbuh, mereka harus mempertimbangkan perubahan bentuk
organisasi mcnjadi perseroan biasa. Keputusan yang tepat waktu sangatlah
pen tin g.

PERT ANYAAN UNTUK DIBAHAS


1. Sebut dan bahaslah faktor-faktor yang terlibat dalam memutuskan bentuk
organisasi bisnis yang paling sesuai untuk agribisnis.
2. Berikan definisi dari perusahaan perorangan dan sebutkan ciri-ciri khusus-
nya.
3. Sebutkan keunggulan dan kelemahan perusahaan perorangan.
'
4. Berikan definisi dari persekutuan dan sebutkan ciri-ciri khususnya.
5. Sebutkan keunggulan dan kelemahan persekutuan.
6. Sebutkan perbedaan antara sekutu biasa dan sekutu terba~as.
7. Uraikanlah cara kerja perseroan (badan hukum). '
8. Sebutkan keunggulan dan kelemahan perseroan.
9. Rancanglah suatu bagan untuk menunjukkan bagaimana perbandingan
tiga bentuk organisasi bisnis yang utama untuk setiap faktor yang harus
dipertimbangkan dalam memilih bentuk organisasi.
10. Bagaimana Anda akan melukiskan pentingnya pemilihan bentuk organi-
sasi terbaik untuk melangsungkan usaha dalam agribisnis?
ORGANISASI AGRIBISNIS 57
PEMBENTUKAN PERSEROAN: SEBAIKNYAKAH DILAKUKAN?
Anda telah membentuk suatu usaha baru dengan dua orang wiraswastawan
Jain berdasarkan prinsip persamaan dalam hal modal dan pembagian laba.
Anda berencana untuk memproduksi alat permainan Bisnis Trivia untuk orang
dewasa. Anda memperkirakan bahwa biaya variabel untuk setiap alat per-
mainan adalah (yaitu kenaikan biaya total untuk memproduksi satu tambahan
alat permainan) sebesar $ 2,75 dan biaya tetap (biaya yang tidak berubah
meskipun jumlah keluaran berubah) sebesar $70.000 per tahun. (Biaya
total = biaya tetap + biaya variabel.) Harga jual rata-rata untuk setiap alat
permainan adalah $ 8,95. Anda berharap akan menjual 25.000 alat permainan
setiap tahun.
Usaha Anda telah memperlihatkan titik-titik cerah ketika seorang mahasis-
wa agribisnis mengunjungi kantor Anda dan berbincang-bincang dengan Anda
mengenai banyak keunggulan pembentukan badan hukum atau perseroan.
Mahasiswa tersebut berusaha meyakinkan Anda bahwa pembentukan per..
seroan akan menguntungkan. Anda bertiga (yang saat ini masih berstatus
sekutu) masing-masing akan memiliki sepertiga dari saham perseroan dan
akan bekerja di perseroan terse but.
Karena tidak berhasrat untuk mempekerjakan konsultan luar, Anda
berencana untuk menyelesaikan sendiri masa!ah pembentukan perseroan itu.
Anda telah mengumpulkan dan menyusun data serta fakta yang menyangkut
masalahnya Jawabannya akan Anda temukan setelah menjawab pertanyaan
yang diajukan dengan mendasarkannya pada asumsi berikut:

a: Tarif pajak penghasilan perorangan. (1) 15 persen untukjumla.;. $10.000


ke bawah 1 ditambah (2) 30 persen atas penghasilan di atas $ 10.000.
{Penghasilan di sini sama artinya dengan pendapatan.)
b. Tarif pajak penghasilan (laba) perseroan: (1) 20 persen dari $ 25.000 per-
tama, (2) 22 persen dari $ 25.000 berikutnya, dan (3) 46 persen dari laba
di atas $ 50.000.
c. Perseroan membayar gaji sebesar $ 20.000 kepada setiap pemegang
saham karen a mereka bekerja sebagai manajer dan tenaga kerja perseroan.
d. Biaya "birokrasi" rata-rata per tahun untuk perseroan adalah $ 700.
e. Semua laba perseroan dibagikan dalam bentuk dividen.
f. Anggaplah bahwa tidak ada faktor lain yang mempengaruhi keputusan
dalam hal ini.
g. Pendapatan pribadi = Jaba sebelum pajak penghasilan perorangan. Pen-
da!'atan prjbadi yang disposabel = Jaba setelah pajak. .
PERTANYAAN
1. Berapa laba bersih persekutuan sebelum pembayaran gaji dan pembagian
laba?
2. Berapa laba kena pajak perseroan?
3. Berapa pajak penghasilan (federal) yang harus dibayar perusahaan?
4. Berapa pajak penghasilan (federal) yang harus dibayar perseroan?
58 PER AN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

5. Pada persekutuan, berapajumlah bagian laba perorangan (sebelum pajak)?


6. Pada perseroan, berapa pendapatan pribadi per tahun (gaji ditambah
dividen) yang akan diterima oleh setiap pernegang saham?
7. Pada persekutuan, berapa pendapatan pribadi yang disposabei dari setiap
sekutu?.
R. Pada perseroan, berapa pendapatan pribadi yang disposabel .dari setiap
pemegang saham?
9. Berdasarkan perhitungan ini, apa yang harus dilakukan persekutuan
terse but dalam hal penataan bentu}t organisasi?
10. Jika tiba-tiba diputuskan bahwa setiap sekutu hanya boleh mengambil
kewajiban terbatas (limited liabUity) sebesar $ 2:000 per tahun (setelah
pajak), apa yang harus d~akukan persekutuan tersebut?
TUJUAN
Menentukan ruang lingkup dan besarnya
koperasi dalam agribisnis
Memupuk rasa hormat kepada para pelopor
yang telah mempengaruhi koperasi usaha tani
yang ada dewasa ini
Menggambarkan bagaimana koperasi
telah bertindak sebagai pemacu langkah (pacesetter)
dan pengimbang kekuatan (balancer) pada agribisnis
Mengindentifikasi prinsip-prinsip dasar
yang menjamin bahwa koperasi ineJayan1
kebutuhan para anggota pelanggan
Menjelaakan bagaimana koperaai lokal
dan regional ciibentuk untuk melayani
para anggotaniYa
Mempelajari beberapa tantangan dan
kesempatan yang dihadapi koperasi agribisnis

Koperasi agribisnis merupakan tipe o:rganisasi


agribisnis yang unik

Keterangan gambar:
A. Dewan direktur koperasi
B. Koperasi pemasaran/pemasok usaha tani lokal
C. Koperasi kredit

SEJARAH TELAH MENCATAT PERANAN


KOPERASI SEBAGAI PEMACU LANGKAH
DAN PENGIMBANG KEKUATAN
AGRIBISNIS. UPAYA UNTUK
MEMPERTAHANKANPERANANITU
MERUPAKAN TANTANGANYANG
4
PALING BE RAT UNTUK MASA
DEPAN.

KOPERASI DALAM
AGRIBISNJS
62 PER AN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

GAMBARAN UMUM KOPERASI INDONESIA*


Jika kita meninjau pembagian badan usaha dari segi bentuk hukum sebagai~
mana dibahas pada Bab 3, maka koperasi yang mendapat pengesahan akan
merupakan perseroan atau badan hukum, artinya koperasi merupakan badan
usaha yang "mandiri" yang memiliki hak dan kewajiban seperti seorang ma-
nusia biasa. Dari sudut hukum publik, badan usaha lazim dibagi menjadi tiga
kelompok, yaitu perusahaan swasta, perusahaan negara, dan koperasi. Se-
sungguhnya koperasi termasuk sektor swasta, tetapi karena kedudukan dan
sebutan khususnya pada penjelasan UUD 1945 maka hal ini biasariya disebut
sebagai sektor tersendiri.
Koperasi di Indonesia diatur secara tersendiri oleh UU No. 12/1967
tentang Pokok-pokok Perkoperasian. Pasal 3 undang-undang ini memberi
perumusan. bahwa Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi l rakyat
yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum.
Koperasi merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan
asas kekeluargaan.
Pasal 4 berbicara tentang fungsi koperasi Indonesia, yaitu:

1. Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat.


2. Alat pendemokrasian ekonomi nasional.
3. Sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa.
4. Alat pembina insan masyarakat untuk memperkokoh kedudukan ekonomi
bangsa .Indonesia serta bersatu dalam mengatur tata laksana perekonomian
rakyat.

Pasal 6 merinci sendi-sendi dasar Koperasi Indonesia sebagai berikut:

1. Sifat keanggotaan SUkarela dan terbuka untuk setiap warga negara Indo-
nesia.
2. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demo-
krasi dalam koperasi.
3. Pembagian sisa basil usaha diatur menurut jasa masing-masing anggota
4. Adanya pembatas,an..bungarlan modal.
5. Mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada
umumnya.
6. Usaha dan ketata-lak-sanaannya bersifat terbuka.
7. Swadaya, swakerta, dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar:
percaya pada diri sendiri.

*Subjudul dan iai subjudul ini merupakan perombakan total atas lsi buku asli nng hanya
berbicara tentang data perkoperasian di Amerika Serikat - malah boleh dikatakan hanya
menyangkut nama-nama koperasi saja. Kami berharap agar perombakan ini ditambah de
ngan uraian lebih khusus mengenai KUD pada Suplemen Bagian I akan bermanCaat bagi
Anda. Seluruh isi subjudul ini merupakan kutipan sana-sini dari pendahuluan makalah
Drs. Salim Siagian MBA,Manajemen Kopera11i, Kekuatan dan Kelemahannya Dibandingkan
Bentuk USQha yang Lain, yanl,: disampaikan oleh beliau pada seminar dan Dlskusi Gema
Koperasi 1987, Koperasi Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
KOPER AS! DALAM AGRIBISNIS 63
Jelaslah, an tara pasal 4 dan 6, yaitu antara fungsi dan sendi dasar koperasi
Indonesia terdapat kesenjangan besar karena fungsinya bersifat makro sedang-
kan sendi dasarnya ~rsifat mikro. Hal semacam ini tentu akan memper-
kabur gambaran Kope;:asi yang sesungguhnya dan menghambat operasionali-
sasinya
Di samping arti dan fungsi koperasi antara yang seharusnya (menurut
UUD dan UU) masih berbeda dari yang sesungguhnya, di antara pemikir-
pemikir Indonesia pun masih terdapat perbedaan atau malah pertentangan
pendapat mengenai hal itu. Hal ini disebabkan karena adanya pemikir yang
terlalu ideal (utopis) dan pemikir lain terlalli pragmatis dan rasionalis-faktual.
Misalnya, sebagian orang tentu akan mempertanyakan kemampuan operasio-
nal koperasi jika dia merupakan kumpulan orang-orang. Siapa yang bersedia
menjadi pengurusnya yang baik jika tidak mendapat balas jasa selayaknya?
Usaha apa yang bisa di selenggarakannya jika tidak mampu bersaing secara
flnansial dengan b&ntuk usaha hun? Pan banyak lalt. pertanyun laln yang
akan menjungkir-balikkan penget,1;ian kita tentang koperasi yang seharusnya
dan yang sesungguhnya.

Koperasi Non Pertanian di Amerika Serikat


Koperasi tidak hanya terbatas pada pertanian. Gabungan asuransi bersama
merupakan koperasi. Koperasi unit perumahan dan toko buku kampus per-
guruan tinggi menjadi semakin bertambah populer. Koperasi rumah susun
(apartment house) dan pasar swalayan juga semakin menjamur pada tah:.~n
tahun belakangan ini. Nyatanya, pemerintah federal telah mendirikan bank
khusus koperasi konsumen untuk meminjamkan uang kepada koperasi kon-
sumen yang baru didirikan. Dealer/penyalur suku cadang mobil, para pemilik
pasar swalayan yang mandiri .dan .lain-lainnya b.ergabung bersama secara ko-
peratif untuk mengambil keuntungan dari pembelian dalam volume besar.
United Press International (UPI) dan Associated Press (AP), kedua-duanya
merupakan kantor berita yang diorganisasi secara koperatif. Walaupun me-
nurut sifatnya organisasi ini bukan pertanian, mereka adalah koperasi yang
memainkan peranan penting dalam perekonomian (Amerika Serikat). Semua
koperasi bu~an pertanian beroperasi hanipir menyerupai koperasi pertanian
tradisional.

Sejarah Singkat Koperasi


Adalah susah untuk menentukan asal mula koperasi. Adajejak-jejak organisasi
yang menyerupai koperasi di Mesir kuno pada kira-kira 3000 tallUn S M. Ada
bekas-bekas ide koperasi dalam kebudayaan Yunani, Romawi, dan Cina. Pada
abad pertengahan gagasan mengenai kaperasi berkembang dalarri bentuk
"guilds" yang mempersatukan para pekerJa dalam usaha untuk memenuhi
kebutuhan bersama. Koperasi pengusaha tani pertama yang dilaporkan adalah
koperasi para petemak sapi perahan di Swiss, yang membuat keju secara ko-
peratif kira-kira pada abad ketig'a belas.
Orang-orang Amerika terdahulu juga berpengalaman dengan koperasi.
Para kolonis/penduduk baru bekerja bersama pada proyek-proyek yang dapat
be:o::tahan Q.~ngan kekuatan sendiri. Benjamin Franklin membentuk gabungan
asuransi bersama (koperasi) pada tahun 1 752.. Menjelang tahun 1.800-an ham-
pir acia sebanya.it 1000 koperasi usaha tani- kebanyakan koperasi petemak
perahan - di Am erika 8erik<~+.
64 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBiSNIS

Banyak orang mengakui bahwa, koperasi resm' yang pertama pada jaman.
modem ini adalah "perkumpulan Para Pelopor Keadilan Rochdale" (Rochdale
Society of Equitable Pioneers) di lnggris tahun 1844. Ada dua puluh delapan
orang anggota koperasi ini pada awal pembentukan dan mereka bergabung
dalam usaha membeli perbekalan untuk bisnis mereka. Walaupun perkumpul-
an tersebut bukan koperasi pertama dalam sejarah, tetapi prinsip-prinsip
dasarnya telah berlaku sebagai model bagi perkembangan sejumlah besar
koperasi modern.

Prinsip-prinsip Rochdale 1
1. Modal hm,ts mereka sediakan sendiri dan modal tersebut mendapat
suku bunga yang tetap.
2. Koperasi hmya menyediakan bahan makanan yang paling pokok dan yang
dapat dipef?leh kepada para anggota.
3. Timbangan dan ukuran penuh harus diberikan.
4. Harga pasar harus dibayar langsung, tidak ada kredit yang diberikan atau
diminta.
5. "Laba" harus dibagi menurut perbandingan jumlah pembelian yang di
lakukan oleh setiap anggota.
6. Prinsipnya adalah bahwa setiap satu anggota memiliki satu suara yang
menentukan, dan harus ada persamaan bagi semua jenis kelamin dalam
keanggotaan.
7. Manajemen harus dikelola oleh para pejabat dan komite/panitia yang di7
pilih secara berkala.
8. Persentase tertentu dari sisa basil usaha harus disediakan bagi pendidikan
9. Perhitungan (laporan) keuangan dan neraca harus sering disajikan kepada
para anggota.

Tetapi barulah pada awa11900-an koperasi mulai benar-benar berkembang


di Amerika Serikat. Semakin diakui bahwa para pengusaha 1;an1 mampu
memperbaiki keadaan ekonomi mereka secara besar-besaran melalui koperast _
Hal ini berperan besar dalam pembuatan undang-undang negara bagian dan
federal yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan dan pengeJDbangan
koperasi usaha tani Selama periode ini, bukan hanya jumlah koperasi lokal
yang meningkat secara drastis, tetapi sejumlah koperasi yang sudah beldiri
dibenahi kembali dan dikonsolidasikan menjadi unit yang lebih besar. Ko
perasi regional atau wilayah dibentuk untuk mendukqng kegiatan koperasi
lokal. Pembentukan organisasi koperasi nasional seperti "Kopera~i Amerika",
"Dewan Nasional Koperasi Pengusaha tani", "Liga Koperasi''t dan "Federasi
Biro Pengusaha tani Amerika" ditujukan untuk mendukung perbirlkan iklini
sosial dan politik yang menguntungkan koperasi. . .
Pada awal tahun 1900-an banyak undang-undang penting dibuat untuk
mendorong pertumbuhan koperasi. Undang-undang Capper-Volstead tahun

1 Martin A. Abrahamsen, Cooperatiue Business Enterprise, McGra~Hill, New York, 1976,


hal. 48.
JtOPE&ASI DALAM AG&IBISNIS 65
1922 meropakan undang-undang koperasi yang paling menonjol di antaranya
karena UU tersebut memberi kepastian hak-hak pengusaha tani untuk mengor-
ganisasi pasar dan basil secara kolektif selama memenuhi syarat sebagai beri-
kut:

1. ASOiiasi/koperasi menyelenggarakan sekurang-kurangnya setengah dari bis-


nisnya dalam hubungan para anggotanya; dan
2. Tidak ada anggota asosiasi yang mempunyai lebih dari satu hak suara,
atau asosiasi membatasi dividen tidak lebih dari 8 persen.

Pemacu langkah dan Pengimbang Kekuatan


Pada awal tahun 1900-an di AS banyak contoh koperasi yang beropaya ke
ras untuk mencapai dua maksud: memacu langkah yang bersaing dan bertin-
dak sebagai per.gimbang kekuatan; Seringkali daerah pedesaan Amerika Se-
rikat menawarkan sedikit sekali jenis-jenis perbekalan usaha tani yang pen-
ting. Pada umumnya, para pengusaha tani tidak mendapat pelayanan yang
memadai, namun tetap dipaksa untuk membayar dengan harga tinggi. Dengan
membentuk organisasi koperasi, pengusaha tani mendapatkan dua hal, yaitu,
sumber perbekalan sendiri dan tempat untuk memasarkan hasil-hasilnya,
sesuatu yang mereka miliki, kendalikan dan operasikan sendiri untuk melayani
keperluan mereka sendiri. Pada sistein perosahaan bebas, pikiran ini tidaklah
hanya berperan sebagai pengimbang kekuatan di pasar saja, tetapi juga men-
dorong pembaroan atau inovasi procktk dan pelayanan bagi para pengusaha
tani. Karena sasaran utama organisasi koperasi adalah untuk menunjang ke-
butuhan para anggota pengusaha taninya, koperasi sering memacu langkah
untuk menyediakan produk dan pelayanan pasar yang baro.
Koperasi terotama sangat efektif sebagai pemacu Jangkah dan pengimbang
kekuatan sel&.ma tahun-tahun awal perkembangan koperasi. Mereka sering
mendapat penghargaan untuk satu resep makanan ternak dengan. label yang
memuat tulisan nilai-nilai gizi, dan untuk mengembangkan pupuk dengan
analisia yang dijamin. Koperasi bertanggung jawab atas penyaluran tenaga
listrik ke banyak pedesaan Amerika. Bahkan ancang-ancang untuk memben-
tuk pasar ternak dan gandum yang dikelola oleh koperasi ternyata menyebab-
kan kenaikan harga pasar lokal secara menyolok. Koperasi para pemberi pin-
jaman yang mengkhususkan diri dalam pinjaman usaha tani sering kali. me-
rupakan satu-satunya sumber dana komersil yang tersedia untuk perluasan
proyek usaha tani dan modal operasi tahunan.

Peranan Koperasi Dewasa Ini


Sangat sulit untuk rnenentukan sejauh mana keefektifan koperasi dalan1 rne-
mainkan peranannyit sebagai pemacu langkah dan pengimbang kekuatan.
dewasa ini. Beberapf. penentang koperasi tidak mengakui bahwa peranan itu.
pernah meropakan c8kupan khusus bidang koperasi dan berdalih bahwa de- ,
wasa ini persaingan dari yang bukan kopcrasi pun telah sampai sedemikian
jauh sehingga ikut juga memainkan peranan ini. Nyatanya, n;temang beralasan
karena koperasi sendiri telah menjadi organisasi yang besar dan kompleks
yang "berat ke atas" dengan banyak lapisan pimpinan dan birokrasi serta
lamban menanggapi kebutuhan pengusaha tani Menurot para penentang ini,
kendali pengusaha tani terhadap koperasi hanya merupakan teori saja sebab
para pengusaha tani perorangan tidak digubris dalam keputusan pimpinan
66 PER AN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

dan kamar dewan. Mereka berdalih bahwa koperasi wil;:~yah yang besar khu-
susnya beroperasi sangat menyerupai perusahaan besar. * Sebagai bukti, me-
reka menunjuk kepada kelompok kecil pengusaha tani dalam beberapa bidang
yang telah mengikat diri bersama-sama dalam kelompok-kelompok penawar
untuk berunding dengan koperasinya sendiri.
Walaupun serangan serius itu sulit dibuktikan, namun bisa jadi terkan-
dung kebenaran yang cukup besar di dalamnya yang mungkin bisa memaksa
koperasi mEmanggapinya secara serius. Hampir semua mas!!-lah disebabkan
oleh kematangan yang terlalu cepat dan ukuran yangl berkembang. Koperasi
harus bekerja keras untuk menghindarkan setiap persoalan yang dapat me-
rongrong kepentingan utamanya.
Sesungguhnya, perbedaan pendapat mengenai apakah koperasi dibutuh-
kan untuk melakukan peranan pemacu langkah dan pengimbang kekuatan
mungkin banya bersifat teori belaka. Kenyataannya adalah bahwa koperasi
memanr ada dan memang memainkan peranan yang aangat penting dalam
penyediaan perbekalan, pemasaran, keuangan, aan pelayanan bagi para pengu-
saha tani Amerika. Pada banyak daerah lokal dan pasar, koperasi merupakan
satu-satunya faktor utama di pasar. Koperasi merupakan faktor hidup yang
telah ada pada inasyarakat agribisnis Amerika.

CIRI-CIRI KOFERASI PERTANIAN


Maksud Utama
Koperasi pertanian dibentuk untuk menolong para anggota pelanggan mem-
perbesar laba bisnisnya sendiri. Koperasi mencapai -tujuan. ini dengan menye-
diakan produk dan pelayanan yang dibutuhkan oleh para anggota pelanggan-
nya untuk memperkecil biaya dan/atau beroperasi secara lebih efisien. Segala
upaya mengutamakan kepentingan anggota pemakai koperasi. Sebaliknya,
maksud (purpose) perusahaan bisnis non-koperasi adalah merangkap untung
bagi pemilik bisnis.
Seringkali bisnis koperasi dan non-koperasi beroperasi dengan cara yang
sama di pasar. tetapi banyak hal Y.ang menunjukkan perbedaan besar dalam
kepentingan yang mengarah pada perbedaan keputusan operasi. Misalnya pada
tahun 1974 terjadi kekurangan pupuk yang hebat di seluruh dunia. Pada wak-
tu itu pemerintah federal telah mengenakan pengendalian hw:ga untuk men-
cegah inflasi. Para pembuat pupuk di Amerika Serikat mempunyai kesempat-
an untuk menjual produknya di pasar dunia dengan hw:ga hampir tiga kali
lipat dari harga domestik yang dikendalikan. Banyak perusahaan non-koperasi
cepat-cepat bergerak untuk memetik keuntungan yang tinggi dengan menjual
pupuf. dalam jumlah yang besar ke pasaran luar negeri. Tetapi koperasi di-
baktikan tidak untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya tetapi
untuk menyediakan semua pupuk yang langka bagi para anggotanya. Jadi
koperasi menjual semua produksi pupuknya kepada para anggota dengan har-
ga domestik yang dikendalikan. Pada kenyataannya, beberapa koperasi bah-

*Keadaan koperasi Indonesia yang kirakira sama dengan hal ini pernah diungkapkan oleh
Kwik Kli.n Gie, Koperasi sebagai Soko Guru Keadilan Ekonomi, pada pidato Dies Natalis
IV IMPM, November 1986.
KOPER AS! DALAM AGRIBISNIS 67
kan bert.indak lebih jauh lagi dengan membeli pupuk harga tinggi dari pasaran
dunia untuk didistribusikan kepada para anggota dengan harga domestik yang
lebih rendah agar para anggota mendapat kepastian tentang persediaan yang
memadai. Jadi orientasi koperasi guna memenuhi kebutuhan para anggota
sangat berbeda dengan kPputusan operasi dari badan usaha non-koperasi!

Harga Jual Sebesar Biaya:


Koperasi diwajibkan oleh undang-undang yang mengatumya untuk mengem-
balikan sisa padi/usaha-usaha kepada para anggotanya. Sisa hasil usaha atau
penghasilan ini didistribusikan kepada anggota perorangan dalam perbanding-
an yang sesuai dengan volume bisnis yang telah dilakukan terhadap koperasi.
Kewajiban yang telah disebut di muka itu merupakan faktor utama yang
membedakan koperasi dari bentuk bisnis lainnya. Badan usaha non-koperasi
tidaklah begitu diwajibkan dan, setelah membayar pajak penghasilan yang
mungkin dikenakan, akan mengembalikan iaba kepada para pemilik bisnis
dalam perbandingan menurut jumlah modal yang ditanam oleh para pemilik,
atau akan mempertahankan keuntungan tetap berada pada bisnis sebagai
laba yang ditahan untuk pertumbuhan masa mendatang (lihat Bab 6 ).
Dari sudut pandangan teknis, koperasi tidak menghasilkan laba karena
diwajibkan oleh undang-undang untuk mengembalikan semua penghasilan
kepada para anggota, yang di dalam perusaha&n non-koperasi dapat dipandang
sebagai laba. Inilah sebabnya kadang-kadang koperasi disebut organisasi nir-
laba (tidak mencari laba). Kenyataannya bahkan badan usaha non-koperasi-
pun bebas untuk mengembalikan laba kepada para pelanggan dalam perban
dingan menurut jumlah bisnis yang ditransakl;ikan oleh para pelanggan, sama
seperti yang dilakukan oleh koperasi. Tetapi karena tujuan utama dari per:
usahaan non koperasi adalah untuk mengembalikan laba kepada para penanam
modal, lebih daripada kepada pelanggan, maka sedikit yang mengambil pilih-
an ini.
Koperasi bisa juga menahan sisa hasil usaha (labanya) dan tidak mem-
bayarkannya kepada para anggota pelanggan, tetapi dalam keadaan demikian,
pajak perseroan (badan hukum) harus dibayar sebagai mana halilya dengan
perseroan lainnya.
Tetapi untuk bisnis antara koperasi dengan yang bukan anggota koperasi,
setiap kelebihan penghasilan atas ongkos-ongkos yang dikeluarkan khusus
urituk jenis bisnis ini tidak harus dikembalikan kepada para pelanggan (walau-
pun dapat saja terjadi dalam beberapa kasus). Sebagai gantinya, banyak
koperasi memilih untuk memperlakukan penghasilan tambahan ini sebagai
laba biasa, membayar pajak-pajaknya seperti yang dilakukan bisnis lainnya
dan menggunakan laba itu untuk pertumbuhan . koperasi. Afbisnis dapat
mempertahankan status koperasinya selama bisnis dengan yang oukan anggota
tidak melebihi setengah dari seluruh bisnisnya.
Biasanya koperasi tidak melakukan praktek penjualan menurut biaya yang
sesungguhnya, tetapi sebagai gantinya memilih untuk beroperasi dengan harga

I
2 Konsekuensi: yang menarik dari' tindakan ini adalah bahwa koperasi secara umum men
dapat tambahan pangsa (bagian) pasar yang menyolok di tingkat nasional selama jangka
waktu ini sebagai hasil dari reaksi yang balk yang berupa dukungan para pengusaha tani
atas kebijakan cara operasi ini. Sejak kek~rangan ini, koperasi telah mempertahankan ba
nyak tambahan pangsa pasamya.
68 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

pasar "normal"'', dan kemudian mengembalikan setiap tabungan atau sisa basil/
usaha kepada anggota pelanggan setiap tahun. Ada beberapa a!asan untuk ini.
Alasan pertama adalah bahwa sulit untuk mengetahui secara pasti bcrapa
biaya operasi yang sesungguhnya sebelum lewat satu tahun. Dan akan sangat
memalukan bila koperasi memperkirakan biaya lebih rendah dari pada yang
sesungguhnya karena para anggota kemudian akan. diminta menyumbang
dana ekstra pada akhir tahun - suatu penyelesaian yang tidak lucu. Alasan
kedua adalah bahwa pengoperasian dengan harga pasar normal memungkin-
kan banyak koperasi untuk membiayai pertumbuhan dengan metode khusus,
seperti dengan mempertahankan tabungan uang kontan dan pembayaran
kembali kepada anggota dalam bentuk sahamfsero. Alasan ketiga adalah bah-
wa publikasi harga yang rendah, yaitu sebesar biaya, akan berdampak je!ek
terhadap industri, khususnya jika menyangku t produk bertipe komoditi
(barang umum).
Pembiayaan dengan dana berputar (revolving fund financing) merupakan
bentuk yang sangat menguntungkan dan unik bagi koperasi. Berdasarkan
teori bahwa para anggota koperasi akan mau membiayai pertumbuhan organi-
sasinya, teknik ini memberikan hak pilih (opsi) kepada koperasi untuk me-
ngembalikan dana anggota dalam bentuk saham/sero, bukan dalam bentuk
uang tunai. Manfaatnya bagi koperasi adalah bahwa saham mencerminkan
pemilikan aktiva yang berharga sehingga teknik tersebut merupakan pe-
menuhan kewajiban koperasi untuk mengembalikan kelebihan penghasilan
terhadap beban (expense) sekaligus mempertahankan pendapatan uang tunai
yang sesungguhnya untuk digunakan dalam bisnis.
Bisnis non-koperasi menuduh hal ini sebagai keunggulan yang tidak adil
karena setiap laba yang diperoleh oleh badan usaha non-koperasi terlebih
dahulu dibebani pajak sebelum ditahan untuk digunakan dalam bisnis atau
dibagikan sebagai dividen. Sejak tahun 1962, undang-undang mengharuskan
koperasi untuk mengembalikan bagian dana anggota minimum 20 persen
dalam bentuk uang.tunai, bahan dalam bentuk saham.
Pengembalian dana dalam bentuk saham dianggap sebagai penghasilan,
jadi para anggota koperas.i harus membayar pajak untuk saham tersebut. Para
pengusaha tani yang berada pada lingkup pajak lebih dari 20 persen akan
berpendapat bahwa tipe saham ini akan menyebabkan penurunan bersih (net
outflows) uang tunai, karena mereka harus membayar lebih banyak pajak atas
saham daripada yang sebenarnya mereka terirna dalam pengembalian dana
secara tunai. Hal ini dapat menciptakan kesulitan keuangan yang bersifat
sementara, walaupun dalam jangka panjang saham koperasi akan meningkat-
kan keseluruhan kekayaan bersih pengusaha tanL Masalah pembayaran uang
tunai yang potensial ini telah menyebabkan keprihatinan besar dalam banyak
badan usaha koperasi terutama jika para ariggotanya termasuk dalam lingkup
pajak yang lebih tinggi. Oleh karena itu, banyak koperasi memilih untuk
membayar kembali lebih dari minimum 20 persen dalam bentuk uang tunai.
Dalam kenyataannya, umumnya koperasi secara rata-rata mengembalikan
dana lebih dari 40 persen dalam bentuk .uang tunai. Kendatipun demikian,
beberapa pengusaha tani yang berhasil tetap mengkritik koperasi secara pedas
sehubungan dengan masalah ini.
Beberapa pihak memperde9atkan bahwa tidaklah adil bagi koperasi untuk
mengembalikan bagian. dana anggota dalam bentuk saham dan dengan demiki-
an mempertahankan uang tunai sebagai biaya internal. Akan tetapi, bant:.lhan
KOPERA 51 OALAM AGRIBISNIS 69
yang sama kerasnya juga dapat dilontarkan yaitu, karena koperasi merupakan
pengembangan secara logis bisnis pribadi para pengusaha tani, maka setiap
pengusaha tani mempunyai kewajiban untuk mendukung secara langsung pem-
biayaannya menurut perbandingan penggunaan pelayanan koperasi oleh peng-
usaha tani.
Secara teoretis koperasi "memutar" saham secara periodik, jadi me-
mungkinkan saham yang lama untuk ditukar dengan uang tunaL Kadang-
kadang dividen tunai nominal dibayarkan cengan saham secara paksa. (Te-
tapi setiap dividen dibatasi secara hukum sebesar tarif nominal untuk men-
jaga prinsip-prinsip dasar koperasi bahwa tabungan mesti dibayar kepada/pe
langgan atau anggota baru ketimbang kepada auggota lama).
Keputusan untuk "menarik/ca/1" atau menguangkan saham lama dan
untuk rnenetapkan jumlah dividen yang akan dibayarkun untuk suham.,o;aham
yang beredar merupakan keputusan dewan direktur yang tergantung pada
keadaan keuangan koperasi dan tersedianya uang tunaL Pada prakteknya,
banyak koperasi menemukan kesulitan keuangan setelah membayar tunai
saham lama atau dividen. Banyak koperasi hanya dapat menguangkan saham
hila anggota tarik diri atau meninggal. Walaupun saham koperasi merupa-
kan' aktiva yang berharga dan jaminan hid up yang baik, anggota koperasi
yang kurang loyal atau pengusaha tani yang lebih muda seringkali tidak puas
atas keleluasaan mereka dalam menukar saham ke dalam bentuk tunai secara
mudah. Hal itu menyebabkan kekecewaan besar pada banyak koperasi dan
merupakan titik utama yang diserang oleh mereka yang mengkritik koperasi.
Koperasi berdalih bahwa para anggotanya membeli produk dan jasa pada
harga bersaing, dan karena itu saham tersebut harus dianggap sebagai "bonus"
karena melakukan bisnis dengan organisasinya sendiri.

Anggota Pengendali, Anggota Pemilik


Prinsip dasar dan unik yang. melandasi koperasi menuntut bahwa koperasi
harus dimiliki dan dikendalikan oleh orang-orang yang melakukan bisnis
dengannya. Adalah wajib bagi koperasi untuk mempertahankan orientasi
pelayanan Jagi para anggotanya. Dan tidak ada jalan yang lebih baik untuk
menjarnin hal ini selain dengan mengharuskan koperasi dikendalikan oleh
para anggota yang aktif dan juga merupakan pemilik badan usaha terse but.
Pada mulanya, dan bahkan juga se.karang pada hampir semua koperasi,
hal ini menurut satu hak suara untuk setiap anggota pelanggan, terlepas dari
berapa banyak bisnis yang dilangsungkan anggota itu dengan koperasi atau
berapa banyak saham :yang telah dikumpulkan masing-masing anggota. Pe-
ngendalian yang bersifat demokratik boleh dikatakan sudah dapat diterima
secara universal sebagai prinsip dasar koperasi. Beberapa tokofl. koperasi sa-
ngat mendukung konsep ini.
Tetapi akhir-akhir ini sejumlah kecil koperasi yang melayani keanggotaan
yang sangat berbeda menemukan bahwa pembatasan kendali pada satu orang,
satu suara menciptakan ketidakpuasan yang cukup besar dan mengancam
keberadaan koperasi. Sebagai akibatnya, beberapa koperasi, terutama di dae-
rah Barat AS, menentuke.n tingkat pengendalian perorangan terhadap koperasi
berdasarkan jumlah transaksi atau penanaman modal dalam koperasi. Hal
penting yang harus diingat dari kedua kasus itu adalah bahwa pengendalian
terhadap koperasi berada di tangan para anggota/pelanggan (patron).
70 PER AN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

Sebaliknya, badan usaha non-koperasi menempatkan seluruh pengen-


dalian di tangan penanam modaljpemilik dan mendasarkan taraf pengawasan
yang disesuaikan secara eksklusif bagi setiap penanam modaljpemilik me-
nurut jumlah yang telal1 diinvestasikan di dalam bisnis. Tidak dibedakan
apakah pemilik melakukan bisnis dengan badan usahanya. Kenyataannya,
pada badan usaha non-koperasi pemilik tidak akan pernah mengetahui bisnis-
nya atau memainkan sesuatu peranan dalam pengambilan keputusan. Hal ini
terutama ~yata pada perseroan besar.
Anggota mengendalikan koperasi melalui dewan direktur yang dipilih,
dalam pemilihan terbuka dari jenjang keanggotaan aktif. Dewan memikul
tanggung jawab untuk memahami dan mewakili kepentingan yang terbaik
bagi para anggota, menentukan kebijakan secara menyeluruh, membuat ke-
putusan manajemen yang penting, mengangkat dan mengarahkan manajemen
puncak dan memantau jalannya operasi koperasi dalam mencapai sasaran.
Akan tetapi, .beberapa keputusan yang sangat menentukan seperti merger
(penggabungail badan usaha) atau penanaman modal besar harus diambil
langsung meJal,ui pemungutan suara para anggota.
Di pihak lain, para direktur dalam badan usaha yang non-koperasi di-
pilih oleh pa.:a pemilik, yang jumlah suaranya ditentukan secara individu
menurut jumlah saham yang mereka miliki. Konsekuensinya, hampir semua
anggota dewan terdiri dari pemegang saham yang relatif memiliki hak pemilik-
an yang besar.
Mereka yang mengkritik koperasi mengatakan bahwa banyak koperasi -
bahkan yang lokalpun - telah menjadi sedemikian besar sehingga pengusaha
tani tergeser jauh dari pemilikan suara yang nyata di dalam bisnis. Mereka
menyatakan bahwa manajemen profesional benar-benar menentukan kebijak-
an operasi, dan hampir selalu dewan direktur yang dipilih menyetujui begitu
saja semua saran manajer. Mereka juga mempermas~ahkan bahwa dewan
direktur kadang-kadang dipilih berdasarkan popularitas dan bukan karena
kemampuan sejati untuk mengambil kebijakan para bisnis yang bemilai
berjuta-juta dolar AS. Kemudian mereka menunjuk pula pada masa jabatan
beberapa anggota dewan yang terlalu panjang sebagai bukti lebih lanjut bahwa
sejumlah keanggotaan tidak diwakili secara baik di dalam dewan direktur.
Kendatipun tuduhan ini sangat serius, dan seseorang mungkin dapat me-
nemukan bukti yang membenarkannya, tidaklah adil dan tepat untuk meng-
anggap bahwa hal itu merupakan peraturan umum (general rule). Walaupun
ada variasi antara koperasi dalam hal menafsirkan dan melaksanakan hak
milik dan hak kendall oleh anggota namun tidak dapat dipungkiri bahwa ang-
gota pelanggan tetap memegang kendali dan pemilikan pada hampir semua
koperasi. ..

Terbatasnya Pengembalian atas Modal


Karena maksud dasar koperasi adalah untuk beroperasi atas dasar biaya agar
bisa memberi manfaat langsung kepada para anggota pelanggan dalam tran-
saksi mereka dengan koperasi, maka pengembalian atas modal (return on
investment) dibatasi. Pembatasan pengembalian atas modal anggota sampai
sebesar jumlah nominal yang tidak lebili besar daripada suku .bunga yang
sedang berlaku secara gamblang meyakinkan para anggota yang memegang
saham dalam koperasi untuk tidak memandang koperasi sebagai pen~am
KO!'io:RASI DALAM AGRIBISNIS 71
modal yang tersendiri, tetapi seyogianya koperasi dianggap sebagai pelayanan
terhadap bisnisnya sendiri.
Nyatanya, harnpir: semua koperasi tidak membayar dividen atas saharn-
nya; karena itu, pemhatasan pengembalian benar-benar merupakan hal yang
teoretis berlaku. Tetar>i kita perlu menyaclari prinsip pembatasan pengembali-
an ini karena hal itu menjamin bahwa tujuan koperasi - untuk membantu
pengusaha tani menolong dirinya sendiri, bukan untuk menjadi perusahaan
penanaman modal - akan terwujud.

ORGANISASI KOPERASI PERTANIAN


Sistem koperasi di Amerika Serikat sangat kompleks dan saling berkaitan.
Sistem terse but terentang mulai dari koperasi mandiri yang bersifat lokal dan
sederhana sampai kepada koperasi antarwilayah yang sangat luas, yang meng-
himpun beribu-ribu koperasi lokal dan wilayah ke dalam satu organisasi yang
kompleks.
Koperasi lokal biasanya dibentuk sebagai perseroan atau badan hukum,
jadi mempunyai struktur umum yang sama seperti perseroan. Pemegang saharn
memilih dewan direktur yang pada gilirannya memilih seorang manajer untuk
melaksanakan kebijakan dewan tersebut dan melangsungkan operasi koperasi
sehari-hari. Selanjutnya manajemen akan mengangkat karyawan yang diperlu-
kan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah ditetapkan.
Tetapi, organisasi koperasi lokallah yang sering menciptakan banyak
masalah khusus yang seringkali harus ditanggulangi koperasi. Salah satu dari
masalah ini telah disebutkan. Karena dalam pemilihan dewan direktur satu
orang hanya memberikan satu suara, pemilihan bisa menjadi kontes kepo-
puleran. Sebagai akibatnya, kursi dewan direktur tidak selalu diisi oleh ang-
gota-anggota yang berpandangan luas dan memaharni manajemen. Masalah lain
adalah keengganan para direktur pengusaha tani untuk menanam modal
demi peningkatan mutu manajemen yang diperlukan untuk melancarkan
bisnis. Kadang-kadang mereka tidak bersedia membayar seseorang yang
bekerja untuknya dengan gaji yang cukup memadai yang lebih tinggi daripada
renghasilan mereka sendiri, walaupun bisnis koperasi mungkin beberapa kali
lebih besar daripada operasi bisnis mereka sendiri.
Masalah lain adalah bahwa direktur pengusaha tani seringkali menyangkut-
kan persoalan pribadi ke dalam keputusan-keputusan yang harus mereka
ambil dalam dewan. Sering sulit bagi mereka untuk mewakili kepentingan
yang terbaik dari seluruh anggota apabila mereka sedang mempertimbangkan
penutupan sarana yang telah tua dan berbiaya mahal yang kebetulan berdekat-
an dengan usaha tani miliknya. ..
Masalah-masalah ini sering men~halangi koperasi lokal untuk mengem-
bangkan potensi maksimum yang dirnilikinya. Banyak yang dikritik sebagai
koperasi yang tidak efisien atau yang tidak mewakili kepentingan anggota
secara memadai. Namun terlepas dari semua kerawanan ini, banyak koperasi
lokal dipimpin .oleh anggota pengusaha tani yang cakap dan agresif serta telah
menunjukkan kemampuan kepemimpinan dan wawasan yang '-uas. Mereka
telah mengangkat dan mendukung para manajer yang kompeter. yang telah
melak:sanakan tanggung jawab secara baik. Keefektifan dan efisimsi antar-
koperasi lokai sangat berbeda-beda.
72 PER AN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

Koperasi wilayah atau regional merupakan konglomerasi (semacam i.nduk)


dari koperasi-koperasi lokal yang bergabung bcrsama baik secara formal
maupun tidak. Tujuan utama mereka adalah memberikan pelayanan di dalam
pembuatan barang, pemrosesan, dan penjualan borongan kepada koperasi
lokal. Mereka diperlukan karena koperasi lokal tidak cukup besar untuk ber-
saing secara efisien di antara perseroan raksasa. Koperasi wilayah atau regional
menawarkan kepada koperasi lokal segala keunggulan dari organisasi terbesar
Amerika Serikat yang pad a gilirannya "meminjamkan" kepada koperasi lokal
lebih banyak day a saing di pasar. Bahkan ada beberapa koperasi nasion a!
dan internasional.
Ada dua tipe dasar dari koperasi wilayah, yakni koperasi berserikat dan
koperasi terpusat (Gambar 4-1). Masing-masing mempunyai tipe struktur
organisasi yang berbeda yang berpengaruh besar terhadap jalannya operasi.
Koperasi berserikat benar-benar merupakan koperasi yang anggota-anggota-
nya terdiri dari sejumlah koperasi lain, biasanya koperasi lokal. Para peng-
usaha tani memiliki koperasi lokal mereka sendiri. Kemudian koperasi-kope-
rasi lokal secara bersama-sama memiliki dan mengendalikan koperasi wilayah.

Gambar 4-1 Diagram yang menyajikan dua tipe


dasar koperasi wilayah- berserikat (federated)
dan terpusat (centralized).
Berserikat

.'
~~- ~
iii iii iii iii
TerpJJSat

I I I I I I I I I
iii iii iii iii
KOPERASI DALAM AGRIBISNIS 73
Pengendalian bergerak dari bawah ke atas, di mana koperasi wilayah men-
jawab tuntutan akan kebutuhan yang disampaikan oleh koperasi lokal. Salah
satu contoh koperasi berserikat adalah Farmland Industries di Kansas City,
Missouri.
Koperasi terpusat berbeda dari koperasi berserikat karena tempat pen-
juahU1 (outlet) koperasi Jokal dikendalikan oleh koperasi wilayah dan bukan
oleh biro direktur lokal. Dalam hal ini pengusaha tani lokal memilih para
direktur koperasi wilayah guna mengendalikan koperasi wilayah dan pada
gilirannya mengelola tempat penjualan koperasi lokal. Tidak ada dewan
direktur lokal yang tersendiri. Sebagai pengganti biasanya ditentukan komite
penasehat lokal yang berkomunikasi secara teratur dengan manajemen lokal
yang langsung melapor kepada manajemen koperasi wilayah. Pada dasarnya
pengendalian bergerak dari atas ke bawah. Salal1 satu contohnya adalah
Agway di Northeast.
Beberapa koperasi wilayah sesungguhnya merupakan campuran dari
organisa.si berserikat dan terpusat. Artinya sebuah koperasi wilayah bisa saja
melayani beberapa koperasi lokal yang ternpat penjualannya berserikat dan
sekaligus melayani koperasi lokal lainnya yang tempat penjualannya terpusat.
Hal ini sering terjadi sebab beberapa koperasi yang dimiliki dan dikendalikan
secara lokal telah mendapat kesulitan keuangan dan diambil-alih oleh koperasi
wilayah yang mendukungnya untuk melindungi kepentingan keuangan dari
masing-masing anggota yang merupakan pengusaha tani. Salah satu contohnya
adalah Gold Kist di Atlanta.

TANTANGANDANPELUANG

Mempertahankan Keberhasilan
Keberhasilan yang telah diraih harus dipertahankan. Inilah salah satu tantang-
an yang dihadapi koperasi pertanian. Pertumbuhan koperasi pada banyak
bidang usaha telah menimbulkan keprihatinan yang baru dari banyak pihak.
Tekanan-tekanan yang dilakukan makin meningkat dalam usaha untuk mem-
perlambat pertumbuhan koperasi yang terus berlangsung. Baru-baru ini
banyak pihak mernp\!rtanyakan secara serius apakah koperasi memperoleh
pangsa pasar yang san:gat besar secara sah. Perlindungan Undang-undang.Cap-
per-Volstead terhadap koperasi semakin ditentang. Karena dasar kekuatan
politik di Amerika Serikat telah beralih dari pertanian, maka ada kemungkin-
an bahwa keunggulan koperasi akan semakin kecil. Padahal keunggulan inilah
yang mempercepat pertumbuhan koperasi pada masa lalu. Kegiatan merger
atau penggabungan antarkoperasi makin menarik perhatian ':.Komisi Dagang
Pemerintah Federal." Sebuah perhimpunan pemasok usaha tani nasional telah
mencetuskan dukungan untuk membatasi gerak-gerik koperasi guna menjaga
keseimbangan yang tepat antara bisnis koperasi dan bisnis non-koperasi.
Perhimpunan tersebut malah telah membiayai yayasan untuk mempelajari
"bagaimana koperasi mencampuri sistem perusahaan be bas."
Jelaslah bahwa koperasi menghadapi tantangan-tantangan ymg baru dan
nyata, yang menentang metode operasi dan perlakuan istimewa yang tentu
diharapkan dan telah dinikmati oleh koperasi. Sangat mungkin ba.1wa kope-
rasi usaha tani harus berjuang dengan giat untuk melindungi metode-metode
operasi keuangannya yang bersifat organisasional dan tradisional.
74 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

Meningkatkan Kepemimpinan
Koperasi menghadapi lantangan-tantangan penting dalam meningkatkan ke-
pemimpinan tenaga profesional dan pengusaha tani sehingga mereka dapat
secara efektif menangani masalah-masalah bisnis dan organisasi yang kompleks
yang dihadapi perseroan (koperasi) besar. Dalam sepuluh tahun terakhir telah
terjadi perubahan yang paling menyolok, yang pernah dialami pertanian
Amerika. D!lmpak dari keadaan politik dan ekonomi internasional telah mem-
bawa dimensi baru yang menyeluruh terhadap para pengusaha tani dan
koperasinya. Kemakmuran pertanian pada tahun 1970-an, yang berbarengan
dengan pertumbuhan usaha tani yang sangat cepat, telah mengakibatkan
koperasi pertanian tumbuh pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelum-
nya. Banyak koperasi telah menjadi dua kali bahkan tiga kali lipat ukurannya
selama dekade t.erakhir (70-an). Berbarengan dengan pertumbuhan yang di-
namik ini,. timbhllah tanggung jawab yang tidak bisa dielakkan, ye.ltu untuk
mcnangani keputusan-keputusan yang sangat kompleks dan bemilai jutaan
dolar AS. '
Terus terang, banyak koperasi yang belum siap untuk mengimbangi per-
tumbuhan yang cepat ini. Manajemen dan para direktur sering belum mem-
punyai pengalaman atau pelatihan (training) untuk menanggulangi masalah
ini. Boleh dikatakan koperasi besar dioperasikan sama seperti kecil, bukan
sebagai agribisnis besar sebagaimana adanya. Faktor-faktor ini menimbulkan
berbagai kesulitan yang harus diatasi.
Peinilihan direktur tidak boleh lagi dianggap sebagai kontes pupularitas.
Tanggung jawab dan kewajiban hukum dewan direktur terlalu besar bagi
mereka yang t.idak memahami seluruh ruang lingkup tanggung jawabnya
atau tidak mampu mengatasi tantangan. Direktur koperasi harus memusatkan
diri pada peningkatan ketrampilan dan kemampuan bisnisnya sendiri.
Para direktur juga harus berusaha meningkatkan mutu manajemen pro-
fesional yang mereka pekerjakan. _M_I!llajemen bermutu yang mampu mena-
ngani bisnis bernilai jutaan dolar . AS pada lingkungan agribisnis yang ber-
kembang sangat pesat dan kompleks, harus dikembangkan atau diangkat dan
didukung. Memang beberapa koperasi telah mengembangkan manajemen
sampai ke puncak pertumbuhannya, namun banyak koperasi yang hanya
memperbesar ukurannya saja atau membatasi pertumbuhimnya pad a tingkatan
manajemen yang telah dicapai sebelumnya. Gaji manajer puncak harus se-
imbang dengan tuntutan tanggung jawabnya dan bersaing dengan gaji manajer
puncak lainnya yang bekerja pada badan usaha non-koperasi. Itulah syarat
penting yang harus dipenuhi koperasi agar bisa memikat tingkatan manajemen
yang benar-benar mereka butuhkan. Hanya dengan tingkat pembayaran
semacam itulah koperasi bisa menarik minat orang-orang bermutu. Beberapa
koperasi masih mengalaiPi ketersendatan pembayaran gaji dalam beberapa
bidang sehingga koperasi hanya menarik bagi orang-orang berkemampuan
"rata-rata" atau mereka yang mau menerima gaji yang kurang memuaskan
karena benar-benar menaruh "kepercayaan pada koperasi." Banyak koperasi
yang maju telah mengatasi hal ini dan memberi gaji yang bersaing, tetapi
masih banyak perbedaan besar antarkoperasi.

Perubahan Keanggotaan
Pesatnya perubahan keanggotaan merupakan tantangan besar lainnya yang
menghadang koperasi. Kemakmuran pertanian yang bersifat relatif pada
KOPERASl DALAM AGRlBl!'NIS 75
tahun 1970-an mengg<:da banyak orang muda berpendidikan tinggi kembali
menggeluti produksi pertanian. Kebanyakan dari 'mereka. memilih menjadi
anggota koperasi sebab hal itu merupakan keputusan bisnis yang menguntung-
kan. Sebagian kecil tertarik oleh koperasi hanya karena ingin mengikuti jejak
ayah dan kakeknya. Dan kelompok yang lebih kecillagi mendukung koperasi-
nya secara loyal semata-mata karena prestasi kerja pada masa lalu. Kalaupun
ada, sedikit sekali ikatan emosional antara pengusaha tani muda dengan
koperasi. Kenyataannya, setiap upaya yang menghimbau anggota-anggota
"agar loyal", jika tidak memperhitungkan keadaan lingkungan, tampaknya
akan menghasilkan kebebasan yang menyimpang. Karena itu, koperasi harus
selalu siap untuk menerima dukungan para anggota berdasarkan catatan
prestasi yang ada saat inL
Pembayaran kembali saham anggota yang hanya dapat ditebus secara
tunai pada waktu pensiun tidak menawarka..1 insentif yang berharga bagi
para pengusaha tani yang berumur 25 tahun. Pengusaha tani muda yang
sudah terbiasa "mengusir" lima orang wiraniaga pupuk yang berlomba-lomba
menawarkan pupuknya, mungkin akan tetap menolak argumen bahwa koperasi
menyediakan pasar altematif baginya. Dan rapat koperasi nasional di nana
para anggota lama saling mengenangkan "masa lalu yang indah" akan semakin
mengakibatkan para anggota muda merasa terasing. .
Anggota koperasi masa lalu dan. anggota koperasi masa mendatang me-
rupakan orang-orang yang berbeda. Koperasi menghadapi tantangan yang
mencekam dalam upayanya untuk memenuhi kebutuhan anggota dewasa ini.
Tetapi, bersamaan dengan itu, koperasi yang dapat menawarkan kepada
pengusaha tani muda yang agresif peluang untuk melibatkan diri secara aktif
sekaligus dengan keuntungan ekonomi yang cukup menarik, akan mendapat
dukungan baru yang menggembirakan.

Wanita: Sumber Daya yang Terbengkalai


Terlepas dari kenyataan bahwa sistem ekonomi dan sosial kita sedang dalam
proses menguji dan menumbuhkan kembali peranan wanita, kita harus me-
nyadari bahwa wanita masih merupakan sumber daya yang terbengkalai pada
banyak koperasi. Dalam sektor pertanian di mana pun, bahkan untuk yang
bersifat tradisional sekalipun, terjadi perubahan peranan wanita secara drastis.
Isteri-isteri pengusaha tani tidak lagi hanya bertugas untuk menyediakan dan
membawa makanan ke ladang, mengurusi anak-anak, dan menyimpan hasil
kebun. Banyak wanita yang bisa memberi sumbang saran yang baik dalam
pengambilan keputusan usaha tani, dan dalam banyak usaha tani para wanita
benar-benar dilibatkan sebagai mitra usaha. Sangat banyak wanita yang men-
jajagi pekerjaan yang tetap di luar usaha tani dan masih menyumbang secara
langsung pada penghasilan usaha tani. DaTI tentu saja, sejarah pertanian
menyajikan banyak contoh mengenai wanita yang telah memiliki dan menge-
lola perusahaan pertanian milik mereka sendiri.
Ada kemungkinan bahwa peranan wanita yang makin meningkat akan
seger; dirasa.":an juga di dalam koperasi. Beberapa wanita mungkin akan ter-
libat langsung di dalam koperasi dengan menduduki posisi tertentu. Tentu
saja, banyak wanita mempunyai kecakapan dan pengalaman bisnis untuk ber-
tugas secara sangat produktif dalam dewan direktur. Sampai saat ini, hanya
tradisi dan kurangnya peloporlah yang menyebabkan wanita belum dicalon-
kan dan di pilih untuk me11ll.llgani koperasi. Sangat mungkin bahwa akan
76 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISNIS

makin banyak jumlah wahita yang bertugas dalam kapasitas ini di masa men-
datang.
Kita sudah mulai melihat contoh-contoh wanita yar.g bertugas dalam
koperasi pertanian secara profesional. Beberapa tahun berselang, wanita telah
diikutsertakan dalam staf manajerial dan penjualan pada banyak koperasi.
Makin banyak wanita muda yang mendapat gelar dalam bidang agribisnis
dan manajemen dari sekolah tinggi pertanian. Wanita-wanita yang sangat ber-
kemampuan ini temyata bekerja secara produktif pada berbagai kedudukan
manajemen agribisnis.
Banyak jalan lain yang dapat ditempuh para wanita untuk melayani
koperasi secara produktif. Banyak kejadian di mana para pengusaha tani
wanita bersatu untuk mengemukakan pandangan tentang berbagai masalah
(issues) daerah, negara bagian, dan nasional yang sangat menentukan keber-
hasilan koperasi dan pertanian. Organisasi-organisasi peaunjang, kelompok-
kelompok konsumen, dan dukungan yang terorganisasi terhBdap masalah
politis yang sangat penting hanya sebagian kecil dari cara-cara yang dapat di-
tempuh para wanita untuk mendukung pertanian dan koperasi. (Sub judul
yang membahas peranan wanita ini dimuat pada edisi pertama yang diterbit-
kan pada tahun 1981. Namun topik ini dihapus dari edisi kedua yang di-
terbitkan pada tahun 1987. Kami tetap memuatnya pada edisi kedua bahasa
Indonesia ini karena rasanya masih cukup mengena pBda keadaan kita di
Indonesia khususnya, dan negara berkembang umumnya- penerjemah.)

KAPITALIS ASI KOPERASI


Tantangan utama yang dihadapi koperasi dewasa ini adalah cara penyediaan
dana oleh anggota - pemilik. Konsep pembiayaar. dengan dana berputar yang
telah dibahas pBda bab ini telah memberi sumbangsih besar kepBda koperasi
karena merupakan mekanisme yang memungkinkan para anggota untuk mem ..
biayai pertumbuhan koperasinya dengan tidak membagikan laba dalam ben
tuk uang tunaL Tetapi tekanan ekonomi telah sedemikian menghimpit ko
perasi pada tahun-tahun terakhir ini sehingga banyak di antaranya tidak marn
pu "memutar" atau membayar saham anggota - artinya, koperasi tersebut
tidak sanggup membayar saham anggota yang telah diakumulasikannya selama
bertahun-tahun dengan pola pembayaran yang teratur. Seringkali koperasi ha-
nya mencairkan atau membayar kas saham anggotanya jika anggota tersebut
menarik diri atau meninggal dunia.
Tetapi dewasa ini, banyak koperasi menghadapi situasi di mana banyak
anggota akan menarik diri dalam beberapa tahun mendatang. Kemungkinan
besar hal ini akan mengakibatkan kerawanan besar di bidang keuangan kope-
rasi yang sedang kembang-kempis. Ketidakmampuan koperasi membayar
saham pengusaha tani pada saat pengunduran diri atau kepada ahli warisnya
akan mengakibatkan saham tersebut tidak bernilai di mata banyak pengusaha
tani.
Di benak sejumlah besal pengusaha tani juga terbetik keinginan yang
menggebu agar saham koperasi hanya dimiliki oleh mereka yang benar-benar
sedang menggunakan jasa koperasi, bukan oleh mereka yang sudah pensiun
atau beralih kegiatan dari usaha tani.
Koperasi dewasa ini (paling tidak di Amerika Serikat, dan mungkin lebih
parah di Indonesia) sedang berjuang keras menghadapi masalah-masalah ini.
KOPJ::ItASI DALAM AGRIBISNIS 77
Peluang di Masa Mendatang
Koperasi pertanian merupakan bentuk organisasi bisnis yang unik dan merupa-
kan bagian penting dari sistem perusahaan be bas. Falsafahnya yang unik men-
jamin bahwa usahanya yang pertama dan terutama adalah untuk menyediakan
pelayanan yang perlu bagi pengusaha tani. Koperasi dimiliki dan dikendalikan
oleh anggota, dan hal itu menimbulkan masalah operasi yang unik dan juga
peluang-peluang yang unik.
Dewasa ini, koperasi-koperasi pertanian menghadapi tantangan-tantangan
baru yang belum pemah terjadi sebelumnya. Keberhasilan koperasi telah
menghasilkan pertumbuhan yang baru sekarang mulai dipelajari untuk di-
manfaatkan. Peranan yang dimainkan koperasi selaku kekuatan utama di pasar
menimbulkan banyak tekanan dan sering membawa para penentang untuk
nwninjau kemhali kcmudahan-kemudahan nwndasar yang dari dahulu telah
diberikan kepada koperasi gun a mendorong pertumbuhannya. Koperasi harus
tanggap terhadap tekanan yang bertambah ini dengan cara yang terkendali
dan bertanggung jawab. Dewasa ini koperasi makin dituntut untuk memberi
keuntunga.n bagi para anggota pelanggannya. Anggota pelanggan mengha.rap-
kan pelayanan dan mutu yang sama dari koperasi, tetapi dengan harga ber-
saing. Karena masalah biaya-ha.rga tetap menghimpit produsen da.ri dua sisi
agar menurunkan biaya, maka koperasi yang tidak mampu menyaingi ha.rga
badan usaha non-koperasi untuk perbekalan masukan atau untuk membayar
ha.rga pa.sar yang berlaku atas komoditi yang dibelinya dari pengusaha tani
bisa kehilangan pangsa pasa.r yang besar.
Perubahan keanggota.an juga menimbulkan tanta.ngan terhadap kopera:si.
Tetapi di dala.m tantangan ini terletak peluang untuk masa mendata.ng. De-
ngan mengenali dan menyesuaikan diti terhadap perubahan kebutuhan para
pengusaha tani, koperasi dapa.t mempertahankan statusnya yang penting eli
bidang usaha tani dan memenuhi pera.nan uta.ma untuk menyediakan pelayan-
an yang perlu bagi pengusaha tani anggota.

IKHTISAR
Koperasi merupakan organisasi bisnis yang dimiliki dan dikendalikan oleh
mereka yang menggunakannya..\1aksud dasamya adalah melayani kebutuh.an
para anggota lebih daripada meugejar laba koperasi itu sendiri. Pertumbuhan-
nya di bidang pertanian telah didorong oleh dukungan kebijakan pemerintah
yang dirancang untuk membantu para pcngusaha tani perorangan menolong
dirinya sendiri. Dewasa ini di A S , sekitar seperempat da.ri semua salnm
masukan pengusaha tani dipasok oleh koperasi. Juga, hampi.r sepertiga da.ri
semua produksi pertanian dipasarkan melalui koperasi. Banyak kopera.si
bahkan memroses dan mendistribusikan produksi anggotanya langsung ke
pasar swalayan.
Koperasi beroperasi berdasarkan biaya, ka.rena itu mereka wajib mengem-
balikan setiap kelebihan pendapatan terhadap beban (sisa hasil usaha) kepada
para anggota. menurut perbandingan jumlah pembelian atau pemasaran masing-
masing anggota.. Sisa hasil usaha ini sebagian dibayar kembali kepada para
anggota. dalam bentuk uang tunai dan sebagian dalam bentuk saham tambah-
an. Uang tunai yang dibayar kembali dalam bentuk saham, sebenarnya me-
runakan penanaman modal kembali dalam bisnis. Program semacam itu, yang
78 PERAN DAN ORGANISASI AGRIBISN!S

dikenal sebagai pembiayaan dengan dana berputar, sangat penting dalam


pertumbuhan koperasi.
Sekarang, koperasi-koperasi merupakan faktor terbesar dalam banyak
pasar pertanian, namun bagaimana menghadapi berbagai tantangan serius.
Pesaing-pesaing non-koperasi yang percaya bahwa koperasi diistimewakan
secara tidak wajar oleh undang-undang dan kebijakan pemerintah tertentu,
sedang mencari jalan untuk mengurangi keistimewaan ini. Koperasi yang
besar bezju'ang menghadapi masalah yang ditimbulkan oleh ukurannya yang
besar, dan pengusaha tani yang Iebih besar memperbanyak tuntutan baru
terhadap koperasinya. Namun koperasi akan tetap menunjukkan taringnya.

PERTANYAAN UNTUK DIBAHAS


1. Sebutkan prinsip-prinsip Rochdale. Menurut Anda, sampai dl mana ke-
sesuaian prinsip-prinsip ini untuk koperasi masa kini, dan mengapa?
2. Dewasa ini koperasi semakin ditekan untuk melepaskan konsep bahwa
satu orang mempunyai satu su.ara. Mengapa menurut perkiraan Anda tezjadi
demik1a:1? Dampak apa mei.urut Anda akan terjadi terhadap koperasi"?
3. Sebutkanlah keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan agribisnis
yang berkoperasi jika dibandingkan dengan agribisnis yang tidak berkoperasi.
4. Jenis koperasi regional yang manakah yang mempunyai kendall terbesar
terhadap tempat pemasaran koperasi lokal? Apakah ini selalu merupakan
keunggulan? Mengapa atau mengapa tidak?
5. Sebutkan beberapa masalah yangdihadapi koperasi dewasa ini. Yang mana
menu rut Anda paling menonjol, dan mengapa?

DILEMA PENANAM BLUEBERRY


Beberapa penanam blueberry (=sejenis buah yang mengandung biji) di suatu
negara bagian terus-menerus merasa kecewa karena tidak mampu memasarkan
blueberry secara efektif. Para penanam tersebar dalam wilayah seluas 300 mil
lebih. Kebanyakan di antaranya merupakan penanam kecil di atas hanya
sepetak kecil tanah, tetapi ada beberapa yang mengusahakan areal yang Iuas.
Beberapa orang dari pengusaha tani kecil tersebut menggunakan tipe operasi
pemasaran "petik sendiri," semen tara pengusaha tani yang lebih besar meng-
upah pekezja musiman dan memanennya untuk pemroses pangan di daerah
terse but. Semuanya menghadapi masalah serangga dan telah mempercayakan
hal itu kepada pabrik pupuk dan bahan kimia lokal yang memberi nasihat
kepada mereka, dan usaha tersebut memberikan kadar keberhasilan yang
berbeda-beda.
Akhirnya beberapa penanam mempertimbangkan pembentukan koperasi
untuk melayani kebutuhan mereka. Mereka telah meminta Anda untuk
memikirkan beberapa masalah dan peluang yang mungkin terjadi dari pem-
bentukan koperasi.
I<OI'<:RASI DALAM AGRIB!SN!S 79
PERTANYAAN
1. Jelaskan kepada para penanam prinsip-prinsip dasar yang harus mereka
ik uti.
2. Apakah faedah khusus yang dapat dipetik dari pengorganisasian koperasi
semacam itu?
3. Masalah-masalah apa yang Anda perkirakan akan dijumpai koperasi baru
itu?
4. Informasi tambahan apakah yang Anda perlukan sebelum mengungkapkan
kepada para penanam. perlu-tidaknya pem bentukan koperasi?
SUPLEMEN

.
SUP LEMEN

PERANAN KOPERASI DAN USAHA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS


DI INDONESIA

Pendahuluan
Sejarah dan Perkembangan Koperasi
Peranan Koperasi dalam Pereko:10mian Nasional
Hambatan dan Strategi Pengembangan KUD
Pengembangan Agribisnis Memantapkan Ekonomi Masyarakat
Ikhtisar

SAHAT M. PASARIBU
Staf Pen eli ti
Pusat Penelitian Agro Ekonomi
Badan Penelitiah dan Pengembangan Pertanian

Bab suplemen ini ditulis atas permintaan Penerbit Erlangga dalam upaya memperkaya isi
buku ini melalui uraian ringkas tentang kelembagaan ekonomi/koperasi yang berkaitan
dengan kegiatan dan perkembangan agribisnis di Indonesia. Deskripsi yang disajikan dalam
bab ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
84 SUPLEMEN

PENDAHULUAN

Suatu perekonomian nasional yang berdasar atas koperasi, inilah ideal


kita. Tetapi bagaimana realita? Realita ialah bahwa kita masih jauh dari-
pada cita-cita kita itu, bahkan kemakmuran rakyat tidak lahir sekaligus
dengap kemerdekaan dan kedaulatan, bahwa koperasi tidak timbul sendiri-
nya dengan ciptaan. Semuany'a itu harus diusahakan, diselenggarakan de-
ngan kerja yang sungguh-sungguh. Dunia yang lahir berlainan daripada
alam cita-cita. Tetapi kita harus mempunyai cita-cita, karena cita-cita
itulah yang menjadi pegangan bagi kita untuk merintis jalan ke gerbang
kemakmuran rakyat yang kita ciptakan itu .1

(Mohammad Hatta, 1982)

Koperasi sebagai suatu lembaga memang diarahkan untuk menopang ke-


hidupan perekonomian nasional. Lembaga ini diharapkan dapat memainkan
peranan secara mantap dalam tata perekonomian Indonesia. Sebagai salah satu
bentuk badan usaha, koperasi harus dimanfaatkan untuk membantu masya-
rakat ekonomi lemah yang belum mempunyai kesempatan menyumbangkan
peranan yang lebih besar dalam tata perekonomian nasional.
Koperasi adalah tulang punggung perekonomian bangsa seperti tertuang
dalam Pasal 33 UUD 1945. Lembaga ini menjadi wadah untuk mengembang-
kan demokrasi ekonomi, menghimpun potensi pembangunan yang dapat di-
gali dari anggota masyarakat dan melaksanakan kegiatan ekonomi untuk
mengangkat tingkat kehidupan para anggotanya. Koperasi merupakan harapan
yang dapat meningkatkan harkat dan kesejahteraan masyarakat melalui kegiat-
an ekonomi yang bersumber dari dan dimanfaatkan oleh kalangan pelaku dari
masyarakat itu sendiri.
UU Nomor 12/1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian (lihat Lampiran)
yang menjadi landasan untuk melaksanakan kegiatan koperasi menyatakan
bahwa koperasi Indonesia adalah 6rganisasi ekonomi rakyat yang berwatak
sosial, beranggotakan orang-orang; atau badan hukum-badan hukum operasi
yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan
atas azas kekeluargaan.
Dengan UU di atasjelaslah bahwa koperasi bukan merupakan badan usaha
yang mencari keuntungan saja, tetapi merupakan organisasi yang juga di-
tunjang oleh watak sosial dan segala sesuatunya didasarkan atas azas kekeluar-
gaan. Dengan perkataan lain, UU ini mengisyaratkan adanya keinginan untuk
mendapatkan keuntungan ekonomi dan sekaligus keuntungan sosial yang di-
usahakan dan dinikmati secara bersama.
Pada tingkat yang paling atas, setiap kegiatan yang berkaitan dengan or-
ganisasi koperasi dikendalikan oleh para anggotanya, sementara pada tingkat
operasional, para pengelola dipilih di antara anggota tadi untuk melaksanakan

1 'Mohammad Hatta, ''Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun". (Makalah dikutip


oleh SriEdi Swasono, 1980) dalam J.B. Djarot Siwijatmo (Ed.), Koperosi di Indonesia.
Jakarta, LPFE-UI 1982.
PERANAN KOPER AS! DAN USAHA PENGEMBANGAN AGRJBJSN!S DI!NDONES!A 85

kegiatan ekonomi. Hal ini mencerminkan ada.1ya kebutuhan untuk saling


mengisi dan menciptakan tata perekonomian yang demokratis. Demokrasi
ekonomi yang timbul secara alamiah inilah yang akan menciptakan keserasian
di dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi tadi hingga dapat mencapai atau pa-
ling tidak mendekati cita-dta kita untuk dinikmati bersama seperti yang di-
harapkan Bapak Koperasi kita, Mohammad Hatta.
Secara ringkas, koperasi mempunyai fungsi sebagai alat perjuangan eko-
nomi dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat; alat untuk men-
ciptakan demokrasi ekonomi nasional; salah satu bentuk usaha yang melak-
sanakan kegiatan ekonomi yang diandalkan menopang perekonomian nasio-
nal; dan sebagai alat yang mampu mengelola perekonomian rakyat untuk
memperkokoh kehidupan ekonomi nasional berdasarkan azas kekeluargaan.
Banyak usaha yang dapat dilakukan untuk melaksanakan kegiatan kopera-
si di Indonesia. Salah satu di antaranya yang paling populer di kalangan ma-
syarakat, terutama di antara para petani yang tinggal di pedesaan, adalal1 pe-
ranan Koperasi Unit Desa (KUD) yang beroperasi dalam lingkup kecamatan.
Pada saat ini, KUD merupakan ujung tombak yang sangat dekat dan secara
langsung berhubungan dan melakukan transaksi dalam kegiatan ekonomi de-
ngan para anggotanya.
Mengingat fungsinya yang vital dalam perekonomian bangsa Indonesia,
pemerintah mempunyai kepentingan yang mutlak dan berkewajiban mem-
bantu, mendorong, membimbing, mengarahkan, dan mengembangkan kope-
rasi melalui berbagai bentuk kebijakan dan campur tangan lainnya.
Secara konsepsional, badan usaha koperasi tentu harus tumbuh dari ba-
wah, dari kalangan masyarakat sendiri (bottom up approach), yang didasar-
kan atas kebutuhan untuk mewujudkan kepentingan bersama. Dalam hal ini,
pemerintah akan membantu pertumbuhan koperasi itu agar tidak keluar dari
tujlan yang akan dicapai. Tetapi dalam perkembang.annya,justru kebanyakan
lembaga koperasi, terutama KUD, harus dipacu dari atas, dimulai dengan ini-
siatif dari pemerintah (top down approach), mengingat kurangnya inisiatif
dari maS)arakat itu sendiri. Dari kedua pendekatan ini, maka timbullah kon-
sepsi yang lebih ideal, yakni keinginan yang tumbuh dari "bawah" yang di-
dukung oleh bimbingan dari "atas". Di sini, pertemuan kedua pendekatan itu
akan memantapkan struktur dan kegiatan organisasi ekonomi itu sendiri da-
lam mencapai tujuan yang diinginkan bersama itu.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, KUD tidak terlepas dari keinginan
untuk meraih keuntungan, baik keuntungan ckonomi maupun keuntungan
sosial. Karena KUD beroperasi di pedesaan, maka kegiatan ekonomi yang
paling menonjol adalah transaksi atas hasil-hasil pertanian, terutama tanaman
pangan. Di sini kegiatan agribisnis sebenarnya sudah berperan, meski dalam
lingkup dan cara yang rilasili terbatas pada transaksi jual-beli, psngolahan dan
distribusi. Tidak dapat oisangkal bahwa kegiatan ekonomi masih berada dalam
taraf pertumruhan meni.tju ke sektor agroindustri yang lebih memberi peluang
menciptakan nilai tam bah atas setiap komoditi yang ditangani.
Secara sektoral, Drilon (1971) membuat diagram mengenai p.osisi kegiat:
an agribisnis, yakni sektor pertanian, termasuk perikanan dan kehutanan, dan
bagian dari sektor industri (lihat Diagram 1 ). Sektor pertanian dan perpaduan
antara kedua sektor inilah yang akan menciptakan pertumbuhan ekonomi
yang baik secara nasional.
86 SUP LEMEN

. , _ Sektor lndustri

IIii

Sektor
Pertanian"'<
> Sektor
Agribisnis

+ rrmn

DIAGRAM 1. Sektor agribisnis adalah seluruh sektor


pertanian ditambah sebagian dari sektor industri.
(Sumber: Drilon,; 1971).

Secara teoretis, agribisnis dapat berhasil jika struktur vertikal dan koordi-
nator agribisnis berfungsi menjembatani setiap Iangkah kegiatan pertanian,
mulai dari tingkatan pemasok kebutuhan pertanian sampai ke tingkatan kon-
sumen (lihat Diagram 2). Keterlibatan para kordinator dalam setiap tahap
pengambilan keputusan akan mempengaruhi keberhasilan organisasi agribis-
nis itu sendiri. Oleh karena itu, informasi yang akurat melalui interaksi antara
pelaku agribisnis dengan kordinator akan sangat menentukan berhasil tidak-
nya suatu organisasi agribisnis.
Di dalam bab suplemen ini beberapa tinjauan serta deskripsi mengenai
peranan koperasi, khususnya KUD, akan dibahas secara lebih terinci, sehingga
dapat memberikan gambaran umum mengenai keberadaan koperasi/KUD di
Indonesia. Selain itu, perkembangan agribisnis juga akan disajikan untuk meli-
hat peluang-peluang yang sebenarnya sudah dimanfaatkan dan masih dapat
dikembangkan lagi untuk jangkauan yang lebih luas untuk meningkatkan ke-
giatan ekonomi nasional.
Mengapa koperasi dan agribisnis? Alasannya adalah karena kedua hal ini
saling terkait sebagai suatu sistem yang berperan mengembangkan subsektor
agroindustri. Kepentingannya akan semakin meningkat dalam usaha meno-
pang penerimaan negara dari sektor minyak dan gas bumi yang akhir-akhir
ini agak kurang menggembirakan. Keberhasilan agroindustri tidak dapat di-
sangkal akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi nasional, terutama ka-
lau kesempatan-kesempatan yang ada dapat dimanfaatkan untuk menaikkan
penerimaan luar negeri melalui perdagangan internasional. Dalam kaitan ini-
PERANAN KOPERASI DAN USAHA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS Dl INDONESIA 87

''.!
, ~T

, Pendidik/Pembimbing

Peneliti

input pertanian
' - - - - - - . . . . 1 '' '-

DIAGRAM 2. Struktur vertikal dan ko'rdinator agribisnis.


(Sumber: Drilon, 1971).

lah k1~adiran KUD dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang lebih demokratis
dan rasional: Memperkokoh dan memantapkan tata perekonomian nasional.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN KOPERASI


Lembaga koperasi lahir dengan dilatarbelakangi oleh kenyatAAn bahwa pada
masa lalu situasi perekonomian dikuasai sepenuhnya oleh kapitalisme. Situasi
demikian menunjukkan kepincangan di sana-sini yang berakibat buruk ter-
hadap sistem ekonomi dan perkembangan sosial ekonomi masyarakat. Ber-
bagai bentuk kerawanan sosial dapat timbul, termasuk di antaranya keadaan
kesenjangan yang semakin lebar antara golongan miskin dan golongan kaya.
Sistem seperti ini juga memungkinkan seorang pelaku berprakarsa secara be bas
untuk mencapai keuntungan yang sebesar-besarnya.
Di negara-negara Barat, keadaan yang sulit bagi sebagian besar masyarakat
bahkan memunculkan sikap baru di mana kepercayaan terhaaap diri sendiri
semakin kuat hingga mendorong individu-individu secara bersama-sama
88 SUP LEMEN

membentuk suatu wadah dalam format koperasi. Kesadaran di antara anggota-


anggota koperasi ini mendorong kekuatan ekonomi yang baru untuk mening-
katkan kehidupan mereka dan mengembangkannya untuk tujuan-tujuan yang
lebih nyata sesuai dengan sasaran yang akan dicapai koperasi itu sendiri.
Sejarah menunjukkan bahwa koperasi tampak jelas dapat menghadapi
tantangan ekonomi dalam faham yang lain saat itu. Dan tidak dapat ditolak
bahwa koperasi dapat hidup berdampingan dengan bentuk usaha lainnya
serta memberikan dampak yang lebih positif ditinjau dari segi sosial. Watak
yang tertanam di dalam koperasi menghasilkan wujud yang lebih nyata da-
lam kehidupan sehari-hari para anggotanya. Semua ini dilandasi oleh keber-
samaan/azas kekeluargaan dalam menjalankan setiap tindakan untuk mencapai
tujuan-tujuannya.
Bagi bangsa Indonesia sendiri, sejarah juga menunjukkan bahwa perkem-
bangan koperasi diawali oleh keadaan sosial ekonomi yang sulit, termasuk
pasang surut yang dihadapinya mengikuti perjalanan sejarah perjuangan ke-
merdekaan Indonesia. Banyak tantangan yang dihadapi para masa-masa se
belumfmenjelang kemerdekaan dan setelah kemerdekaan itu sendiri, namun
bentuk tantangan itu berbeda satu dengan yang lain, sesuai dengan situasi
politik dan perkembangan perekonomian saat itu.
Dalam masa Orde Baru, tampak jelas bahwa pemerintah ingin membangun
kembali citra koperasi yang sempat agak rapuh di masa lalu. PELITA demi
PELITA berlalu dengan segala upaya pengembangan di subsektor koperasi.
Anggaran subsektor ini ju~a terus meningkat sejalan dengan usaha pengem-
bangan fisik dan non-fisik yang diprogramkannya. Tabel 1 menunjukkan per-
kembangan anggaran yang dialokasikan untuk mengembangkan dan membina
kelembagaan koperasi.

TABEL 1. Pembiayaan REPELITA IV (Anggaran Pembangunan)


1984/1985-1988/1989 untuk subsektor Koperasi.
(Dalam jutaan rupiah)

:pt?gi-amfSubsektor 1984/1985' 1984/1985- 1988/1989

tci~!BiiD~aga.Ko.~asi 19;792,7....
. ' .'/;-,:.>: ''
Sul:)~ktor.Koperasi. 68.474,0

Sumber : Rencana Pembangunan Lima Tahun Keempat


1984/85 - 1988/89. Buku II, hal. 308.

Perkembangan kelembagaan dan keanggotaan koperasi/KUD dapat di!ihat


pada Tabel 2. Di sini tercermin bagaimana usahayang dilakukan untuk mem-
perluas jangkauan koperasi mencakup seluruh lapisan masyarakat.
PERANAN KOPERASI DAN USAHA PENGEMBANGAN AGR!BISNIS OJ INDONESIA 89

TABEL 2. Perkembangan Kelembagaan dan Keanggotaan


Koperasi/KUD (per Desember 1985).

Ri,ta-rat.a~gota per Koperasl:. : 't


a.:;J Noai'icun 215 222 255 255 6,20%
b. Kunt:: '1.508 1.s12 '" 2.147 . ,;,~.. 2.169 .i :14,61%
,+; ''1.

Sumber : Dir. Jenderal BLK, Departemen Koperasi (31 Desember, 1986) seperti
dikutip oleh Nasution (1987).

Bentuk usaha yang terpenting yang dilakukan oleh koperasi/KUD adalah


pengadaan padi/beras untuk persediaan dalam negeri dan penyaluran sarana
produksi pertanian (saprodi). Dalam Tabel 3 ditampilkan prestasi fisik peng-
adaan padi/beras, sert.a kredit yang diberikan pemerintah untuk mendukung
pelaksanaannya; Tabel 4 menyajikan angka-angka yang berkaitan dengan ke-
giatan penyaluran saprodi.

TABEL 3. Prestasi fisik pengadaan padi/beras oleh KUD (1982/83 -1986/87)

Sumber : Balitbang Departemen Koperasi, 1986 seperti dikutip oleh Nasution (1987~
*Data sampai 30 Desember 1986.
** Angka dalam kurung adalah persentase.
90 SUPLEMEN

TABEL 4. Prestasi fisik penyaluran saprodi oleh KUD (1982/83- 1986/87)

Sumber : Balitb:mg Departemen Koperasi, 1987 seperti dikutip oleh Nasution (1987)
(*)Data sampai 30 Januari 1987.

PERANAN KO~ERASI DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, koperasi mempunyai peranan yang be-


sar untuk memajukan perekonomian nasional. Hal ini ditandai oleh sum-
bangan lembaga koperasi yang mencoba memecahkan ketidakselarasan eko-
nomi di tengah-tengah masyarakat. Dalam PELITA IV, bantuan dan fasilitas
seperti kredit dengan syarat lunak untuk pengadaan saprodi disediakan dalam
anggaran pembangunan (Tabel 3). Disamping itu, peranan koperasi tidak
hanya terpusat di sektor pertanian saja, tetapi juga di sektor lain seperti perin-
dustrian, perdagangan, angkutan, kelistrikan dan lain-lain. Dalam kaitan ini,
koperasi telah mengadakan kerjasama dengan pihak swasta untuk mendorong
terciptanya kondisi perekonomian yang lebih sehat.
Dari sejumlah jenis koperasi yang berdiri dan melakukan kegiatannya di
Indonesia, KUD tampaknya telah melangkah maju menata perekonomian
yang lebih baik di daerah pedesaan. Banyak kemajuan yang telah diraih oleh
program pembinaan dan pengembangan koperasi selama pelaksanaan PELIT A.
Sukotjo (dalam Swasono, Ed., 1983) menguraikan pengukuran peranan
koperasi dalam perekonomian nasional. Peranan dan fungsi koperasi akan
mencapai sasarannya apabila koperasi sebagai soko-guru perekonomian na-
sional bergantung kepada:

a. pertumbuhan ekonomi
b. sumbangan atau bagian koperasi (dalam ekonomi)
c. dampak koperasi (ke dalam dan ke luar)

Pertumbuhan ekonomi yang besar, kt,tat, dan cepat adalah sasaran yang
diharapkan dapat dicapai meski tolok ukur yang idea:l untuk menilai pertum-
buhan koperasi belum dapat ditentukan sekarang ini. Namun, keadaan ak\zmu-
lasi modal dan akumulasi sumber daya manusia dapat dilihat sebagai indikasi
bahwa lembaga koperasi telah menunjukkan pertumbuhan yang cukup berarti.
Sumbangan koperasi dalam perekonomian nasional antara lain dapat
PER AN AN KOPER AS! DAN USAHA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DIINDONESIA 91

dilihat dari kemajuan yang dicapai koperasi secara sektoral di berbagai bidang
usaha.
Dampak koperasi ke dalam bagi kesejahtcraan anggota-anggotanya sendiri
dan ke luar terhadap perekonomian dan masyarakat luas dapat dilihat dari
sumbangan koperasi yang manfaatnya telah dirasakan baik secara langsung
maupun tidak langsung.

HAMBATAN DAN S'IRATEGI PENGEMBANGAN KUD

Karena KUD diharapkan akan memegang peranan dalam perekonomian di


pedesaan, maka unit kegiatan masing-masing KUD umumnya mencakup
bidang pertanian dan jasa, dengan tiga san1pai lima unit Kcgiatan. Contohnya
adalah unit perkreditan (kredit simpan-pinjam, candak kulak, produksi); unit
penyaluran input pertanian, bahan pangan dan komodlti penting lainnya (pe-
nyaluran pupuk, pestisida, bibit/benih, beras/padi, palawija, hasil perkebun-
an).
Memperhatikan unit-unit usaha yang cukup strategis itu, tampaknya KUD
perlu diisi oleh pengurus/manajer yang memiliki sense of business, sehingga
secara operasional dapat bersaing dengan perusahaan swasta yang lain. Ber-
peran sebagai wiraswasta yang lazim, tetapi memanfaatkan keberhasilan yang
diraih untuk kepentingan bersama para a:1ggota-anggotanya. Namun, proses
pelaksanaannya tidaklah semudah mengucapkannya. Kenyataan di lapangan
an tara lain ditunjukkan oleh hasil Sensus Pertanian 1983.
Basil sensus ini menunjukkan (BPS, 1985) ballwa secara umum KUD
mempunyai struktur organisasi dengan tiga orang Badan Pemeriksa, enam
orang Badan Pen gurus, dan sem bilan orang pegawai{karyawan. Pendidikan
masing-masing personel ini pada umumnya tidak terlalu menonjol. Kebanyak-
an di antaranya berpendidikan formal SMTA ke bawah, meski sebagian ada
yang menamatkan pendidikan di perguruan tinggi. Biasanya, semakin rendah
tingkat klasifikasi lembaga koperasi - Departemen Koperasi membuat sema-
cam peringkat untuk menunjukkan tingkat keberhasilanfkemandirian sebuah
lembaga koperasi, yaitu, mulai dari yang tertinggi, klasifikasi A, B, dan C-
semakin rendah pula persentase pendidikan formal yang lebih tinggi, umum-
nya di bawah SMTA.
Masalah atau hambatan umum yang biasanya dihadapi oleh KUD adalah
masalah kekurangan modal, sarana pergudangan, keterlambatan pencairan
modal kerja, kekurangan tenaga trampil, dan masalah pemasaran hasil produk-
si.
Di samping itu, dalam kaitannya dengan pembangunan \'4ilayah, peranan
koperasi dapat dilihat dari beberapa butir hasil studi yang dilakukan di Pro-
pins! Jawa Tertgah dan Sulawesi Selatan. Kedua penelitian ini sama-sama me-
nyimpulkan bahwa koperasi bersifat padat karya, artinya koperasi sangat
berperan dalam hal pemerataan dibandingkan dengan peranannya terhadap
pertumbuhan perekonomian wilayah. Yang terakhir ini ditunjukkan oleh
besamya kontribusi/nilai jasa subsektor koperasi terhadap Nilai Regional
Bruto sebesar 1,4 dan 1,7 persen, masing-masing untuk Propinsi Jawa Tengah
dan Sulawesi Selatan (1983).
Dalam hal pemenuhan permintaan akhir rumah tangga, subsektor koperasi
di Propinsi Sulawesi Selatan dapat memenuhi sebesar 5,17 persen yang berasal
92 SUP LEMEN

dari 85,51 persen outputnya. Sementara itu, di Propinsi Jawa Tengah, dari
63,6 persen outputnya, hanya 0,15 persen dari permintaan akhir rumah tangga
yang dapat dipenuhinya. Usaha meningkatkan peranan koperasi dalarn pela-
yanannya terhadap pemenuhan kebutuhan rumah tangga jelas membutuhkan
strategi pengembangan usaha.
Implikasi yang dapat ditarik dari kedua penelitian di atas antara lain ada-
lah bahwa masih banyak kesempatan yang dapat dilakukan untuk mengem-
bangkan usaha koperasi yang selama ini belum secara optimal dimanfaatkan.
Sebagai contoh adalah penanganan padifgabah di Sulawesi Selatan yang se-
bagian terbesar multipliemya ditangkap oleh subsektor non-koperasi.
Dalam rangka membangun strategi pengembangan KUD di Indonesia,
I Ketut Purwa (dalarn Swasono, Ed., 1983) menyimpulkan bahwa kelembaga-
an KUD sudah tertata dengan baik, walaupun keanggotaan dan usaha masih
perlu ditata lebih lanjut. Pengembangan keanggotaan yang strategis adalah
melalui pengembangan usaha. Tampaknya pengembangan usaha ini perlu di
tunjang oleh pengurus/manajer yang cakap dan berjiwa bisnis, sementara ke
anggotaan tetap dijaga agar berazaskan kesukarelaan. Yang terakhir ini dapat
dicapai apabila keberhasilan pengembangan usaha memberi kegunaan yang
nyata. Masih dalam kaitan usaha pengembangan ini, untuk jangka panjang,
perguruan tinggi perlu dilib1itkan.

PENGEMBANGAN AGRIBISNIS: MEMANTAPKAN EKONOMI MASYA


RAKAT.

Dalam rangka meningkatkan manfaat yang dapat diraih dari sektor perta-
nian, khususnya pertanian tanarnan pangan (padi dan palawija), kegiatan
agribisnis dapat dipandang sebagai dasar usaha pengembangan pertanian dari
tahap pertanian subsisten menuju tahap pertanian modem.
Pada dasamya kegiatan agribisnis sudah dimulai sejak awal perencanaan
pertanarnan komoditi yang akan diusahakan. Tujuan untuk mendapatkan
hasil yang besar dengan kualitas yang tinggi sudah harus tercermin.dari teknik
pengelolaan usaha tani yang dilakukan baik oleh petani secara perseorangan
atau kelompok, maupun oleh pihak swasta pada berbagai jenis komoditi yang
diminati.
Struktur industri agribinis umumnya vertikal dan mencakup kegiatan-
kegiatan pemasaran, pemrosesan, produksi> pengadaan sarana produksi, pene-
. litian dan penyuluhan, serta program dan kebijakan pemerintah (lihat Diagram
2).
Drilon (1971) merancang model sebagai strategi untuk meningkatkan
penawaran (supply) pangan hasil produksi petani (Diagram 3). Sementara itu,
ciri agribisnis sendiri dapat ditinjau dari empat fungsinya, yaitu:
1. Multifacet
2. Pengarnbilan keputusan yang berhasil.
3. Viabilitas industri yang dapat diu bah
4. Berorientasi terhadap pasar
Dengan memperhatikan ciri agribisnis ini dan kemudian mengaitkannya
dengan struktur 1industri agribisnis, maka suatu pola agroindustri akan meng-
antar pertanian yang subsisten ke pertanian modern. Kegiatan koperasi yang
PERANAN KOPERASI DAN US AHA PENGEMBANGAN AGR!BISN!S DIINDONES!A 93

dipadu dengan kegiatan agribisnis akan menghasilkan kem&juan di bidang


agroindustri dan pada akhimya akan sampai kepada cita-cita meningkatkan
kesejahteraan para anggotanya.
Dalam kaitan ini, koperasi/KUD yang berkecimpung dalam agribisnis
akan lebih memantapkan ekonomi masyarakat. (khususnya masyarakat eko-
nomi Iemah) dan menunjang program ketahanan nasional untuk menciptakan
kondisi kesejahteraan yang lebih baik.
Secara teoritis itulah tujuan kita. Namnn, dalam prakteknya, hal ini
bukanlah sesuatu yang mudah dicapai. Tanpa usaha-usaha yang nyata dengan
dukungan fasilitas yang memadai, termasuk kondisi infrastruktur dengan
ketersediaan kredit yang akan dikelola, maka cita-cita di atas sangatlah sulit
diperoleh. Kesiapan aparat pelaksana dan dengan dorongan pihak pemerintah,
serta dukungan masyarakat, senantiasa menjadi titik tolak yang kuat untuk
memantapkan perekonomian nasional.
Drilon (1975 ), menunjukkan hambatan usaha pengembangan agribisnis
yang dihadapi oleh Koperasi Pabrik Gula Brawijaya di Jawa Timur. Koperasi
PGB terutama berlungsi untuk melindungi kepentingan petani secara relatif
terhadap pihak pabrik. Tampaknya solidaritas anggota-anggota koperasi ini
tidak terlalu kuat untuk melaksanakan kegiatan pemasaran yang terkordinasi.
Setiap anggota/petani mempunyai hak menJual tebu mereka setiap saat dan
dengan harga yang disepakatinya sendiri dengan pihak pembeli.

PENGADAAN PANGAN
yang EFEKTIF

0 KEBIJAKAN dan
PROGRAM PEMERINTAH
Infra struktur
Penetapan Harga
Kredit
Pajak

DIAGRAM 3. Model program 'Jntuk meningkatl:an pengadaan


pangan yang efektif.
(Sumber: Drilon (1971).
94 SUPLEMEN

Di sini, peranan koperasi dalarn upaya membantu para anggotanya tarnpak


kalah bersaing dengan pihak lain, terutarna dalarn hal pemasaran hasil. Seyog-
yanya, koperasi memegang peranan dalarn menjem batani sektor pertanian (per-
tanian tebu rakyat) dengan sektor industri (pabrik gula) dari segi pemasaran.
Memang, masih banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan koperasi
ini. Oleh karena itu, dalam strategi pengembangan agribisnis, koperasi yang
terlibat di dalarnnya masih harus mempelajari banyak hal, termasuk pelaksana-
an secara teknis. Dukungan pemerintah, seperti sedi~ala, melalui berbagai
program dan kebijakan yang diarnbil, seperti penetapan harga, penyediaan
kredit, dan sebagainya, akan selalu dapat membantu pengembangan koperasi
dan agribisnis ini.
Pemerintah telah memberikan perhatian yang besar dalarn hal pentingnya
peranan pemasaran hasil-hasil pertanian dalam konteks peningkatan produksi
dan pendapatan petani. Koperasi/KUD dapat dipandang sebagai bagian yang
integral dalarn program pengembangan pertanian dan lembaga ini diharapkan
masuk di dala;n kegiatan mendasar untuk meningkatkan perekonomian pe-
desaan, seperti dalarn pemrosesan hasil-hasil pertanian. Di lain pihak, perusa-
haan swasta mt\megang peranan dalam pemasaran bahan makanan. Perpaduan
an tara Koperasi/KUD dengan perusahaan swasta ini diduga akan saling mengisi
kegiatan agribisnis untuk memantapkan ekonomi masyarakat.

IKHTISAR

Koperasi adalah wadah untuk mengembangkan demokrasi, yang meng-


himpun potensi pembangunan dan melaksanakan kegiatan ekonomi untuk
meningkatkan kesejahteraan anggota-anggotanya.
Koperasi berfungsi sebagai alat perjuangan ekonomi yang mampu me-
ngelola perekonomian rakyat untuk memperkokoh kehidupan ekonomi nasi-
anal berdasarkan azas kekeluargaan.
Subsektor agribisnis adalah seluruh sektor pertanian ditambah dengan se-
bagian sektor industri. Keberhasilan agribisnis tidak dapat disll.!"lgkal akan
membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Kaitan yang erat antara koperasi/
KUD dengan agribisnis diharapkan dapat saling menunjang memantapkan per-
ekonomian pedesaan dan nasional. ,
Koperasi/KUD sangat berperan dalam perekonomian di pedesaan. Dalam
strategi pengembangannya, KUD masih harus memantapkan bidang usaha
sendiri. Keberhasilan yang dapat dirasakan secara nyata oleh para anggota-
anggotanya akan mengukur seberapa jauh pengembangan itu telah berhasil
meningkatkan kesejahteraan rakyat. Perhatian pemerintah yang besar dalam
membantu pemasaran hasil pertanian ditunjukkan oleh dukungannya mengait-
kan kegiatan koperasi dalarn setiap usaha yang mengarah kepada pengembang-
an agribisnis. Walaupun harnbatan-hambatan ditemui di sana-sini, narnun
dalam proses pelaksanaannya itulah yang harus ditanggulangi untuk mewujud-
kan kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh semua pihak.
PER AI'~ AN KOPERASI DAN USAHA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS DIINDONESIA 95

DAFTAR PUSTAKA
1. Anonimous, Rencana Pembangunan Lima Tahun Keempat 1984/85--
1988/89. Buku II.
2. Badan Penelitian dan Pengembangan Koperasi, 1985. Peranan Koperasi
di Dalam Pembangunan Wilayah Sulawesi Selatan. Departemen Kope-
rasi. Jakarta.
3.- 1985. Peranan Sell tor Koperasi Dalam Pembangunan Wi-
layah Jawa Tengah. Departemen Koperasi. Jakarta.
4. Biro Pusat Statistik. 1985. Sensus Pertanian 1983: Koperasi Unit Desa
di Indonesia 1982. BPS. Jakarta.
5. Djamhari, Choirul (Editor). 1984. Memperkokoh Pilar-pilar Kemandirian
Koperasi (Antologi Esei). (Penerbit tidak dicantumkan).
6. Drilon, J. D. 1971. Agribusiness Management Resource Materials (Vol. 1)
lntrodr;ctlon to Agribuslnes& Asian Productivity Organization. Tokyo.
7.- 1975. Southeast Asian Agribusiness. Asian Productivity
Organization. Tokyo.
8. Nasution, Muslimin. 1987. Faktor Strategis Dalam Upaya Pengembangan
Kegiatan Usaha Koperasi Unit Desa (KUD): Studi Kasus di kabupaten
Kediri, Jawa Tengah. (Rencana Penelitian). Fakultas Pasca Sarjana
lnstitut Pertanian Bogor. Bogor. (Tidak Dipublikasikan).
9. Pasaribu, Sahat M. Kelembagaan Sebagai Suatu Sistem Penunjang Komo-
diti Pangan. Harlan Suara Karya. Edisi 28 Agustus 1980.
10. Petani Gurem, Gabah dan Koperasi. Harlan Sinar Harapan.
Edisi 17 Maret 1983. Jakarta.
11. Simatupang, Albert J. P. 1987. Pengantar Koperasi. Fakultas Ekonomi
Universitas Kristen Indonesia. Jakarta.
12. Siwijatmo, Djarot J. B. (Editor). 1982. Koperasi di Indonesia. Lembaga
Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas bdonesia. Jakarta.
13. Swasono; Sri-Edi (Editor). 1983. Koperasi di Dalam Orde Ekonomi
Indonesia. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.
LAMPffiAN

UNDANG-UNDANG KOPERASI
No.12 TH. 1967
Disahkan tg1.18 Desember 1967

DENGAN RAKHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,


PD. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Menimbang 1. bahwa Undang-undang No.14 tahun 1965 tentang Per-


koperasian mengandung fikiran-fikiran yang nyata-nyata
hend,lk:
a. menempatkan fungsi dan peranan koperasi sebagai
abdi langsung daripada politik sehingga mengabaikan
Koperasi sebagai wadah perjuangan ekonomi rakyat.
b. menyelewengkan landasan-landasan, azas-azas dan
sendi-sendi dasar Koperasi dari kemurniannya.
2. a. bahwa berhubung dengan itu perlu dibentuk Undang-
undang baru yang sesuai dengan semangat dan jiwa
Orde Baru sebagaimana dituangkan dalam Ketetapan-
ketetapan M.P .R.S. Sidang ke-IV dan Sidang lstimewa
untuk memungkinkan bagi Koperasi mendapatkan
kedudukan hukum dan tern pat yang semestinya
sebagai wadah organisasi perjuangan ekonomi rakyat
yang berwatak so sial dan sebagai alat pendemokrasian
ekonomi nasional.
b. bahwa Koperasi bersama-sama dengan sektor eko-
nomi Negara dan Swasta bergerak di segala sektor
kegiatan dan kehidupan ekonomi bangsa dalam
rangka memampukan dirinya bagi usaha-usaha untuk
mewujudkan masyarakat Sosialisme Indonesia ber-
dasarkan Pancasila yang adil dan makmur diridhoi
Tuhan Yang Maha Esa.
3. bahwa berhubung dengan itu, maka Undang-undang
No. 14 tahun 1965 perlu dicabut dan perlu disusun
suatu Undang-undang baru yang mencerminkan jiwa,
serta cita-cita yang terkandung dalam Undang-Undang
Dasar 1945 pasal 33 ayat (1) berikut penjelasannya.

Mengingat 1. Pasal 5 ayat 1 jo, pasal 20 dan pasal 33 Undang-Undang


Dasar 1945.
2. Ketetapan M.P.R.S. No. XIX/MPRS/1966.
3. Ketetapan M.P.R.S. No. XXIII/MPRS/1966.
4. Ketetapan 1!.P.R.S. No. XXXIII/MPRS/1967.
Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong
Royong.
UNDANG..UNDANG KOPERASI 97

MEMUTUSKAN:
Mencabut Undang-undang No. 14 tahun 1965 tentang
Perkoperasian.

Menetapkan UNDANG-UNDANG TENTANG POKOK-POKOK PER-


KOPERASIAN.

BABI.
KETENTU AN -KETENTU AN UMUM

Pasal 1.
Yang dimaksud di dalam Undang-undang ini dengan:
KOPERASI: adalah organisasi ekonomi rakyat, termaksud dalam Bab III
pasal 3 yang didirikan menurut ketentuan di dalam Bab XII pasal 44 Undang-
undang ini.
PERKOPERASIAN: adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan
Koperasi yang meliputi bidang-bidang ideal, organisasi dan us:ilia.
MENTER!: adalah Menteri yang diserahi urusan Perkoper&Sian.
PEJABAT: adalah Pejabat yang diangkat oleh dan mendapat kuasa khusus
dari Pemerintah atau Menteri untuk beberapa soal Perkoperasian.

B A B II.
LANDASAN-LANDASAN KOPERASI

Pasal2.
(1) Landasan idei.I Koperasi Indonesia adalah Pancasila.
(2) Landasan struktural Koperasi Indonesia adalah Undang-Undang
Dasar 1945 dan landasan geraknya adalah pasal 33 ayat (1) Undang-Undang
Dasar 1945 beserta penjelasannya. . .
(3) Landasan mental Koperasi Indonesia adalah setia kawan dan kesadar-
an berpribadi.

BABIII.
PENGERTIAN DAN FUNGSI KOPERASI

Bagian 1.
Pengertian Koperasi

Pasal 3.
Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak
sosial, beranggotakan orang-orang, atau badan-badan hukum Koperasi yang
merupakan tata-susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas azas
kekel uargaan.
98 LAMPffiAN

Bagian 2.
Fungsi Koperasi

Pasa14.
Fungsi Koperasi Indonesia adalah:
1. alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat.
2. alat pendemokrasian ekonomi nasional.
3. sebagai salah satu urat nadi perekonomian bangsa Indonesia.
4. alat pembiria insan masyarakat untuk memperkokoh kedudukan ekonomi
bangsa Indo,nesia serta bersatu dalam mengatur tata-laksana perekonomian
rakyat.

BABIV.
AZAS DAN SENDI DASAR KOPERASI

Bagian 3
Azas Koperasi

Pasal 5.
Azas Koperasi Indonesia adalah kekeluargaan dan kegotong-royongan.

Bagian 4.
Sendi-sendi Dasar Koperasi

Pasal6.
Sendi-sendi dasar Koperasi Indonesia adalah:
1. sifat keanggotaannya sukarela dan terbuka untuk setiap warga negara
Indonesia.
2. rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demo-
krasi dalam Koperasi.
3. pembagian sisa-hasil usaha diatur menurut jasa masing-masing anggota.
4. adanya pembatasan bunga atas modal.
5. mengembangkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada
umumnya.
6. usaha dan ketata-laksanaannya bersifat terbuka.
7. swadaya, swakarta dan swasembada sebagai pencerminan daripada prinsip
dasar: percaya pada diri sendiri.

BABV.
PERANAN DAN TUGAS

Pasal 7.
Koperasi Indonesia dalam rangka pembangunan ekonomi dan perkem-
bangan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya
berperanan serta bertugas untuk:
1. mempersatukan, mengerahkan, membina dan mengembangkan potensi,
daya kreasi, daya usaha rakyat untuk meningkatkan produksi dan me-
UNDANG-UNDANG KOPER AS! 99
wujudkan tercapainya pendapatan yang adil dan kemakmuran yang
merata.
2. mempertinggi taraf hid up dan tingkat kecerdasan rakyat.
3. membina kelangsungan dan perkembangan demokrasi ekonomi.

Pasal 8.
Di dalam melakukan peranan dan tugas dimaksud di atas, Koperasi Indo-
nesia dapat bekerjasama dengan sektor-sektor Perusahaan-perusahaan Negara
dan Swa5ta.
Kerjasama tersebut diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengorbankan
azas-dan seridi-sendi dasar Koperasi Indonesia sendiri. Pengaturan selanjutnya
dilakukan dengan Peraturan Pemerintah.

B A B VI.
KEANGGOTAAN, KEWAJIBAN DAN HAK ANGGOTA

Pasal 9.
(1) Keanggotaan Koperasi terdiri dari orang-orang atau badan-badan
hukum Koperasi-koperasi.
(2) Keanggotaan Koperasi dibuktikan dengan pencatatan dalam Buku
Daftar Anggota yang diselenggarakan o!eh Pengurus menurut ketentuan-
ketentuan yang ditetapkan oleh Pejabat.

Pasal 10.
Yang dapat menjadi anggota Koperasi ialah setiap warga-negara Indonesia
yang:
1. mampu untuk melakukan tindakan hukum.
2. menerima landasan ideal azas dan sendi dasar Koperasi.
3. sanggup dan bersedia melakukan kewajiban-kewajiban dan hak sebagai
anggota, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang ini, Anggaran
Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan Koperasi lainnya.

Pasal 11.
(1) Keanggotaan Koperasi didasarkan pada kesamaan kepentingan dalam
usaha Koperasi.
(2) Keanggotaan Koperasi dapat diperoleh atau diakhiri setelah syarat-
syarat di dalam Anggaran Dasar dipenuhi.
(3) Keanggotaan Koperasi tidak dapat dipindah-tangank~n dengan dalih
a tau jalan apa pt.n.

Pasall2.
Setiap anggota Koperasi mempunyai kewajiban dan tanggung jawab yang
sam a:
1. dalam mengamalkan:
a. Landasan-landasan, azas dan sendi dasar Koperasi.
b. Undang-undang, peraturan pelaksanaannya, Anggaran Dasar dan
Anggaran Bumah Tangga Koperasi.
c. Keputusan-keputusan Rapat Anggota.
100 LAMP IRAN

2. untuk hadir dan secara aktif mengambil bagian dalam .Rapat-rapat


Anggota.

Pasal13.
Setiap anggota Koperasi mempunyai hak yang sama untuk:
1. menghadiri, menyatakan pendapat dan memberikan suara dalam Rapat
Anggotp..
2. memilih dan/atau dipilih menjadi anggota Pengurus/Badan Pemeriksa.
3. meminta diadakannya Rapat Anggota menurut ketentuan-ketentuan
dalam Anggaran Dasar.
4. mengemukakan pendapat atau saran-saran kepada Pengurus di luar rapat,
baik dirninta atau tidak diminta.
5. mendapat pelayanan yang sama antara sesama anggota.
6. melakukan pengawasan 1atas jalannya organisasi dan usaha-usaha Koperasi
menurut ketentuanketentuan dalam Anggota Dasar.

BA B VII.
ORGANISASI DAN JENIS KOPERASI

Bagian 5.
Organisasi Koperasi

Pasal 14.
(1) Sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang yang telah memenuhi
syarat-syarat termaksud di dalam pasal 10 dapat membentuk sebuah Koperasi;
(2 ) Di dalam hal di mana syarat yang dirnaksud di dalam ayat (1) pasal
ini tidak dapat dipenuhi, Menteri dapat menentukan lain.

Pasal15.
(1) Sesuai dengan kebutuhan dan untuk maksud-maksud efisiensi, Kope-
rasi-koperasi dapat memusatkan diri dalam :Koperasi tingkat lebih atas.
(2) Koperasi tingkat terbawah sampai' dengan tingkat teratas dalam hu-
bungan pemusatan sebagai terse but dalam ayat (1) pasal ini merupakan
suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan.
(3) Koperasi tingkat lebih atas berkewajiban dan berwenang menjalankan
birnbingan dan pemeriksaan terhadap Koperasi tingkat bawah;
(4) Hubungan antar tingkat Koperasi sekaligus diatur dalam Anggaran
Dasar masing-masing Koperasi sejenis.
(5) Menteri inengatur lebih lanjut pelaksanaan dari ayat (1) pasal ini.

Pasal16.
(1) Daerah "kerja Koperasi Indonesia pada dasarnya didasarkan pada
kesatuan wilayr;h administrasi Pemerintahan dengan memperhatikan ke-
pentingan ekonomi.
(2) Di dalam hal di mana ketentuan ayat (1) pasal ini tidak dapat di-
penuhi, Menteri menentukan lain.
UNDANG-UNDANG KOPER AS! 101

Bagian 6.
Jenis Koperasi

Pasal17.
(1) Penjenisan Koperasi didasarkan pada kebutuhan dari dan untuk
efisiensi suatu golongan dalarn masyarakat yang homogen karena kcsamaan
aktivitas/kepentingan ekonominya guna mencapai tujuan bersama anggota-
anggotanya.
(2) Untuk maksud efisiensi dan ketertiban, guna kepentingan dan per-
kembangan Koperasi Indonesia, di tiap daerah kerja hanya terdapat satu
Koperasi yang sejenis dan setingkat.
(3) Dalarn hal ketentuan ayat (2) pasal ini tidak dapat dilaksanakan,
Menteri dapat m~nentukan lain.

PasallS.
(1) Koperasi-koperasi dari b~rbagai jenis dapat mendirikan organisasi
Koperasi jenis lain untuk tujuan ekonomi.
(2) Untuk memperjuangkan tercapainya cita-ci ta, tujuan dan kepenting-
an bersama Koperasi Indonesia, didirikan satu Badan oleh gerakan Koperasi,
yang bentuk organisasinya tunggal.
(3) Menteri memberikan pengesahan sebagai Badan Hukum bagi Badan
yang dimaksud dalarn ayat (2) di atas.
(4) Badan tersebut pada ayat (3) tidak melakukan kegiatan ekonomi
secara langsung.

B A B Vlll.
ALAT PERLENGKAP AN ORGANISASI KOPERASI

Pasall9.
(1) Alat perlengkapan organisasi Koperasi terdiri dari:
1. Rapat Anggota,
2. Pengurus,
3. Badan Pemeriksa.
(2) Bagi Kepentingan Koperasi dapat diadakan Dewan Penasehat.

Bagian 7.
Rapat Anggota

Pasal20.
(1) Rap at Anggota merupakan kekuasaan tertinggi dalarn tata kehi<.lupan
Koperasi.
(2) Keputusan Rapat Anggota sejauh mungkin diarnbil berdasark.an
hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan. Dalam hal tidak tercapai
kata mufakat, keputusan diarnbil berdasarkan suara terbanyak.
(3) Dalarn hal diadakan pemungutan suara Rapat Anggota, maka tiap-tiap
Anggota mempunyai hak suara sarnafsatu.
102 LAMP IRAN

(4) Bagi Koperasi yang anggotanya Badan-badan Hukum Koperasi dan


Koperasi-koperasi tingkat atasnya, ketentuan dalam ayat (3) pasal ini dilaku-
kan menurut suara berimbang yang pengaturannya lebih lanjut ditetapkan di
dalam Anggaran Dasar.
(5) Untuk menghadiri Rapat Anggota seseorang anggota tidak dapat
mewakilkan k~pada orang lain.

Pasal 21.
Rapat Ang,~ota Koperasi Indonesia menetapkan:
1. Anggaran Dasar.
2. Kebij aksanaan umum serta pelaksanaan keputusan-keputusan Koperasi
yang lebih atas.
3. Pemilihanjpengangkatanjpemberhentian Pengurus dan Badan Pemeriksa/
Penasehat.
4. Rencana Kerja, Anggaran Belanja, pengesahan Neraca dan kebijaksanaan
Pengurus dalam bidang organisasi dan perusahaan.

Baghin 8.
Pengurus Koperasi

Pasal22.
(1) Pengurus Koperasi dipilih dari dan oleh anggota dalam suatu Rapat
Anggota, sedang bagi Koperasi yang beranggotakan Badan-badan Hukum Ko-
perasi, Pengurusnya dipilih dari anggota-anggota Koperasi.
(2) Syarat-syarat untuk dapat dipilih atau diangkat sebagai anggota
Pengurus ialah:
a. mempunyai sifat kejujuran dan keterampilan kerja,
b. syarat-syarat lain yang ditentukan dalam Anggaran Dasar.
(3) Di dalam hal Rapat Anggota tidak berhasil memilih seluruh anggota
Pengurus dari kalangan anggota menurut ketentuan ayat (1), maka Rapat
Anggota dapat memilih untuk diangkat orang bukan anggota dengan mem-
perhatikan syarat-syarat di dalam ayat (2) dengan jumlah maksimum sepertiga
dari jumlah Pengurus.
(4) Masa jabatan Pengurus ditentukan dalam Anggaran Dasar dengan ke-
tentuan tidak boleh lebih dari 5 (lima) tahun.
(5) Sebelum mulai memangku jabatannya, anggota Pengurus mengang-
kat sumpah atau janji.

Pasal 23.
(1) Tugas kewajiban Pen gurus Koperasi adalah memimpin organisasi dan
usaha Koperasi serta mewakilinya di muka dan di luar Pengadilan sesuai de-
ngan keputusan-keputusan Rapat Anggota.
(2) Pengurus dapat mempekerjakan seorang atau beberapa orang untuk
melakukan pekerjaan sehari-hari.
( 3) Pengurus bertanggung jawab dan wajib melaporkan kepada Rap at
Anggota:
a. Segala sesuatu yan~ menyangkut tata kehidupan Koperasi.
b. Segala laporan pemeriksaan atas tata-kehidupan Koperasi; khusus menge-.
UNDANG.UN'DANG KOPERASI 103
nai laporan tertulis daripada Badan Pemeriksa,, Pengurus menyampaikan
pula salinannya kepada Pejabat.
( 4) Tiap-tiap Anggota Pengurus harus memberi bantuan kepada Pej a bat
yang sedang melakukan tugasnya; untuk keperluan itu ia diwajibkan memberi
keterangan yang diminta oleh Pejabat dan memperlihatkan segala pembukuan,
perbendaharaan, serta persediaan dan alat-alat inventaris yang menjadi dan
merupakan kekayaan Koperasi.
(5) Penguru.s wajib menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan menurut
ketentuan-ketentuan yang tercantum di dalam Anggaran Dasar.
(6) Pengurus wajib mengadakan buku dar'tar Anggota Pengurus yang
cara penyusunannya dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang ditetap-
kan oleh Pejabat. .
(7) Pengurus harus menj aga kerukunan Anggota dan melayaninya sesuai
dengan pasal 3 ayat (4) dan ayat (6).

Pasnl24.
Pengurus berwenang melakukan tindakan-tindakan dan upaya-upaya bagi
kepentingan dan kemanfaatan Koperasi sesuai dengan tanggung jawabnya dan
keputusan-keputusan Rapat Anggota.

Pasal 25.
(1) Pengurus baik bersama-sama maupun sendiri-sendiri menanggung,..ke-
rugian yang diderita oleh Koperasi karena kelainan atau kesengajaan yang
dilakukan oleh anggota-anggota Pengurus.
(2) Jika kelainar. itu mengenai sesuatu yang termasuk pekerjaan beberapa
orang anggota Pengurus, maka mereka bersama menanggung kerugian itu.
(3) Seseorang anggota Pengurus bebas dari tanggungannya, jika ia dapat
membuktikan bahwa kerugian tadi bukan oleh karena kelalaiannya, serta
ia k~lah berusaha dengan segera dan secukupnya untuk mencegah akibat drui
kelalaian tadi.
( 4) Terhadap penggan tian kerugian olf'h anggotajanggota-anggota Pen gu-
rus yang dilakukan karena kescngajaan, tidak menutup kernungkinan bagi
penuntut umum untuk melakukan tuntutan.
(5) Mengenai berlakunya ketentuan di dalam ayat (1) pasal ini, masing-
masing anggota Pcngurus di!mggap t.clah mengctahui segala scsuatu yang se-
mestinya patut diketahujnya.

Pasal 26.
Jika seseorang anggota Pengurus yang dituntut untuk memenuhi tanggung-
anny a dapat membuktikan bahwa kerugian yang didei'ita oloo Koperasi ha-
nya untuk sebagian kecil disebabkan kelalaiannya, maka dengan mempertim-
bangkan faktor-faJctor terse but Hakim Pengadilan Negeri dengan menyimpang
dari ketentuan pasal 25 ayat (2), dapat menentukan lain.

Bagian 9.
Badan Pemeriksa
Pasal 27.
(1) Anggota Badan Pemeriksa dipilih dari dan oleh anggota di dalam suatu
Rapat Anggota.
104 LAMPmAN

(2) Jabatan sebagai anggota Bad an Pemeriksa tidak dapat dirangkap de-
ngan jabatan Pengurus.
(3) Ketentuan-ketentuan mengenai Pengurus termaksud dalam pasal 22,
kecuali yang tersebut dalam ayat (3) berlaku pula bagi Badan Pemeriksa.

Pasa128.
Badan Pemeriksa bertugas untuk:
1. melakukan pemeriksaan terhadap tata-kehidupan Koperasi, termasuk or-
ganisasi usaha-usaha d<m pelaksanaan kebijaksanaan Pengurus.
2. membuat laporan tertulis tentang hasil pemeriksa:::.n.

Pasal 29.
Badan Pemerikna berwenang sewaktuwaktu untuk:
1. meneliti segala catatan tentang, serta seluruh harta kekayaan Koperasi dan
kebenaran pembukuan.
2. mengumpulkan segala keterangan yang diperlukan dari siapapun.

Pasal 30.
(1) Badan Pemeriksa harus merahasiakan hasil-hasil pemeriksaannya ter-
hadap pihak ketiga.
(2) Badan Pemeriksa bertanggung jawab terhadap Rapat Anggota.

BABIX
LAP ANGAN USAHA, PERMODALAN DAN
SISA HASIL USAHA

Bagian 10.
Lapangan Usaha.

Pasal 31.
Lapangan usaha Koperasi adalah di bidang produksi dan di bidang eko-
nomi lainnya berdasarkan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 dengan pen-
jelasannya.

Bagian 11.
Permodalan Koperasi

Pasal 32.
(1) Modal' Koperasi terdiri dan dipupuk dari simpanan-simpanan, pin-
jaman-pinjaman, penyisihan-penyisihan dari hasil usahanya termasuk cadang-
an serta sumber-sumber lain;
(2) Simpanan anggota di dalam Koperasi terdiri atas:
a. simpanan pokok,
b. s,impanan wajib,
c. simpanan sukarela,
(3) Simpanan sukarela dapat diterima oleh Koperasi dari' bukan anggota .
..
UNDANGUNDANG KOPERASI lOS
Pasal 33.
(1) Simpanan pokok tidak dapat diambil kembali selama anggota yang
bersangkutan masih menjadi anggota Koperasi;
(2) Simpanan wajib dapat diambil kembali dengan cara-cara yang diatur
lebih lanjut di dalam Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Keputus-
an-keputusan Rapat Anggota dengan mengutam&kan kepentingan Koperasi.

Bagian 12.
Sisa Hasil Usaha Koperasi

Pasal 34.
(1) Sisa hasil usaha Koperasi adalah pendapatan Koperasi yang diperoleh
di dalam satu tahun buku setelah dikurangi dengan penyusutan-penyusutan dan
biaya-biaya dari tahun buku yang bersangkutan;
(2) Sisa hasil usaha berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk anggota
dan juga bukan anggota;
(3) Sisa hasil usaha yang berasal dari usaha yang diselenggarakan un.tuk
anggota dibagi untuk.
a. Cadangan Koperasi,
b. Anggota sebanding dengan jasa yang diberikannya,
c. Dana Pen gurus,
d. Dana Pegawai/Kary'lwan,
e. Dana Pendidikan Kcperasi,
f. Dana Sosial,
g. Dana Pembangunan Daerah Kerja.
(4) Sisa hasil usaha yang berasal dari usaha yang diselenggarakan untuk
bukan anggota dibagi untuk: .
a. Cadangan Koperasi,
b. Dana Pengurus,
c. Dana Pegawai/Karyawan,
d. Dana Pendidikan Koperasi,
e. Dana Sosial,
f. Dana Pembangunan Daerah Kerja.
(5) Cara dan besarnya pembagian tersebut di dalam ayat (3) dan ayat (4)
pasal ini diatur di dalam Anggaran Dasar.
(6) Cara penggunaan sisa hasil usaha terse but di dalam ayat (3) dan ayat
(4) kecuali Cadangan Koperasi diatur di dalam Anggaran Dasar dengan meng
utamakan kepentingan Koperasi.

Pasa135.
(1) Koperasi mengatur pemupukan dan pcnggunaan cadangan yang cara
caranya ditetapkan dj dalam Anggaran Dasar.
(2) Pada pembubaran Koperasi sisa kekayaan Koperasi setelah diperguna
kan untuk menutup kerugian-kerugian Koperasi dan biaya-biaya penyelesaian
diberikan kepada perkumpulan Koperasi atau kepada Badan lain yang azas
dan tujuannya sesuai dengan Koperasi.
LAMPIRAN
106
BABX
TANGGUNGAN ANGGOTA
Pasal36.
(1) Tanggungan anggota adalah kewajiban untuk menanggung bersama
atas kerugian yang diderita, baik yang timbul pada penutupan tahun buku
maupun pada rembubaran Koperasi.
(2) Tanggungan anggota dapat bersifat tanggungan terbatas a tau tapggung-
an tidak terbatas; setiap Anggaran Dasar Koperasi memuat salah satu sifat
tanggungan terse but di atas.
(3) Dalam hal tanggungan anggota ditetapkan terbatas, maka kerugian
yang timbul hanya dapat dibebankan kepada kekayaan Koperasi dan jumlah
tanggU.ngan anggota seperti yang ditetapkan di dalam Anggaran Dasar.
(4) Pada waktu pembubaran Koperasi, Anggota yang telah kelu:u- tidak
be bas dari kewajiban menanggung kerugian termaksud di dalam ayat (2)
pasal ini, sepanjang kerugian ini timbul sebagai akibat dari salah satu kejadian
di mana yang bersangkutan masih menjadi anggota dengan ketentuan bahwa
saat keluarnya anggota tersebut belum lewatjangka waktu 12 bulan;
(E) Dalam hal terdapat anggota/anggota-anggota sebagai penanggung ke-
rugian Koperasi termaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) pasal ini, ternyata
tidak mampu untuk membayar penuh jumlah tanggungannya, maka anggota-
anggota yang lain diwajibkan menanggung kewajiban mereka yang tidak mam-
pu itu, masing-masing sama besarnya.

BABXI
PERANAN PEMERINTAH
Pasal37.
Pemerintah berkewajiban untuk memberikan bimbingan, pengawasan,
perlindungan dan fasilitas terhadap Koperasi serta memampukannya untuk
melaksanakan pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 beserta penjelasannya.

Pasal38.
(1) Guna melaksanakan kewajiban tersebut pada pasal 37, dengan tidak
mengurangi hak dan kewajiban Koperasi untuk mengatur diri sendiri, Peme-
rintah dengan Peraturan Pemerintah menetapkan kebijaksanaan, mengatur
pembinaan, bimbingan, pemberian fasilitas, perlindungan, dan pengawasan
terhadap seluruh kegiatan Koperasi.
(2) Menteri menunjuk Pejabat dan menetapkan batas-batas wewenang Pe-
jabat yang diserahi tugas di bidang pembinaan, bimbingan dan pengawasan;
(3) Pejabat senantiasa dapat menghadiri dan turut berbicara dalam Rapat
Pengurus dan Rapat Anggota. Dalam keadaan luar biasa, Pejabat berwenang
mengadakan Rapat Anggota, menentukan acaranya dan melakukan pembi-
caraan.
Pasal39.
Pemeriksaan terhadap Koperasi oleh Pejabat dapat dilakukan sendiri, atau
oleh orang lain atau oleh Badan yang ditunjuknya. Pejabat dan/atau Pemeriksa
wajib merahasiakan segala hasil pemeriksaannya.
LAMP !RAN 107

Pasal40.
Kredit dan Pemerintah dan kewajiban pajak bagi Koperasi ditetapkan de-
ngan peraturan perundang-undangan tersendiri, dengan mengingat fungsi Ko-
perasi Clan ciri-<:iri khusus yang dimilikinya.

BA BXII
KEDUDUKAN HUKUM KOPERASI

Bagian 13.
Kedudukan Hukum Koperasi

Pasal 41.
Koperasi yang akte pendiriannya disahkan menurut ketentuan Undang
undang ini adalah Badan Hukum.

Pasal42.
(1) Wewenang untuk memberikan Badan Hukum Koperasi ada pada Men
teri.
(2) Menteri dapat memberikan kepada Pejabat wewenang untuk memberi-
kan Badan Hukum Koperasi dimaksud dalam ayat (1) di atas.

Pasal43.
(1) Badan Hukum Koperasi termaksud dalam pasal 41 dinyatakan dalam
akta pendirian yang memuat Anggaran Dasar yang isinya tidak boleh berten-
tangan dengan Undang-undang ini.
(2) Menteri menentukan pedoman tentang isi dan cara-cara penyusunan
Anggaran Dasar Koperasi.

Bagian 14.
Cara-cara Mendapatkan Badan Hukum Koperasi

Pasal 44.
(1) Untuk mendapatkan hak Badan Hukum, pendiri-pendiri Koperasi
mengajukan akta pendirian kepada Pejabat. Akta pendirian yang dibuat dalam
rangkap 2 (dua), di mana satu di antaranya bermeterai, bersama-sama petikan
Berita Acara tentang Rapat pembentukan yang memuat catatan ten tang jum-
lah anggota dan nama mereka yang diberikan kuasa untuk menanda-tangani
akta pendirian, dikirim kepada Pejabat.
(2) Pada waktu menerima akta pendirian, Pejabat mengirim/menyerahkan
sehelai tanda terima yang bertanggal kepada pendiri-pendiri Koperasi.
(3) Jika Pejabat berpendapat bahwa isi akta pendirian itu tidak berten-
tangan dengan Undang-undang ini maka akta pendirian didaftar dengan me-
makai nomor urut dalam buku Daftar Umum yang disediakan untuk keperln-
an itu pada Kantor Pejabat.
( 4) Tanggal pendaftaran akta pendirian berlaku sebagai tanggal resmi
berdirinya Koperasi.
108 UNDANG-UNDANG KOPERASI

(5) Kedua buah akta pendirian terse but dalam ayat (1) pasal ini dibubuhi
tanggal, nomor pendaftaran serta tanda pengesahan oleh Pejabat atas kuasa
MenterL Sebuah akta pendirian yang tidak bermeterai disimpan di kantor
Pejabat, sedang sebuah lainnya yang bermeterai dikirimkan kepada pendiri-
pendiri KoperasL
(6) Jika terdapat perbedaan antara kedua akta pendirian yang telah di-
syahkan tersebut maka akta pendirian yang disimpan di kantor Pejabatlah
yang dianggap benar.
(7) Pejabat mengumumkan setiap pengesahan Koperasi di dalam Berita
Negara.
(8) Buku Daftar Umum beserta akta-akta yang disimpan pada kantor
Pejabat, dapat dilihat dengan cuma-cuma oleh umum; salinan ataupun petikan
akta-akta dapat diperoleh dengan mengganti biaya.
(9) Menteri dapat mengadakan pengecualian mengenai pembayaran bea
materai atas akta pendirian dimaksud dalam ayat (1) pasal ini.

Pasal45.
Sejak tanggal pendaftaran sebagai dimaksud dalam pasal 44 ayat (3),
Koperasi yang bersangkutan adalah Badan Hukum, sehingga segala hak dan
kewajiban yang timbul serta ikatan yang diadakan atas namanya sebelum
tanggal pendaftaran tersebut, seketika itu beralih kepadanya.

Pasal46.
(1) Pejabat dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan terhitung
. sejak Pejabat menerima permintaan pengesahan seperti terse but dalam pasal
44 harus telah memberikan pengesahannya.
(2) balarn hal Pejabat berkeberatan atas isi akta pendirian yang diajukan
oleh pendiri-pendiri, karena dianggapnya tidak sesuai dengan Undang-undang
ini beserta ketentuan-ketentuan pelaksanaannya, maka 3 (tiga) bulan sebelum
berakhirnya jangka waktu sebagai dimaksud dalam ayat (1) pasal ini, Pejabat
harus telah memberikan penolakan tertulis yang membuat alasan-alasan,
dikirim dengan pos tercatat atau dengan cara lain yang dapat dipertanggung-
jawabkan kepada pendiri-pendiri yang tembusannya dikirim kepada Pejabat
yang lebih tinggi dan kepada Menteri.
(3) Terhadap penolakan tersebut dalam ayat (2) pasal ini, dalam waktu
selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan terhitung mulai hari berikutnya diterima-
nya surat penolakan oleh pendiri-pendiri, pendiri dapat memajukan banding
kepada Menteri. '
(4) Menteri ,memberikan keputusannya selambat-lambatnya 3 (tiga)
bulan terhitung mulai hari berikutnya diterimanya surat permohonan banding.
(5) Keputusan Menteri merupakan keputusan terakhir.

Pasal47.
(1) Dalam hal terjadi perubahan Anggaran Dasar, maka berlaku tata-cara
dan kewajiban sebagaimar.a tersebut dalam pasal 44 dengan pengertian, bahwa
akta-perubahan bersama-sama petikan Berita-Acara tentang Rapat Anggota
Perubahan Anggaran Dasar yang antara lain memuat jumlah anggota dan
yang hadir pada Rapat Perubahan tersebut dan nama mereka yang diberikan
ku:>sa untuk menandatangani akta perubahan dikirim kepada Pejabat.
UND ... NG-UNDANG KOPERASI 109
(2) Ketentuan-ketentuan di da\arn pasal 46 berlaku pula terhadap akta-
perubahan yang dimaksud di dalam ayat (1) pasal ini.

Pasal48.
(1) Perkumpulan atau badan perekonomian apapun yang didirikan tidak
menurut ketentuan Undang-undang ini dilarang memakai nama/istilah Kope-
rasi kecuali dengan izin Menteri.
(2) Ketentuan ayat (1) pasal ini tidak berlaku bagi Badan-badan Peme-
rintah dan Badan-badan Keilmiahan.

B A B XIII.
PEMBUBARAN KOPERASI

Bagian 15.
Cara pembubaran Koperasi.

Pasal49.
(1) Pembubaran Kcperasi dilakukan bila dikehendaki oleh Rapat Anggota.
(2) Pembubaran Kc'perasi dapat juga dilakukan oleh Pejabat bila:
a. Terdapat bukti-buh:ti bahwa Koperasi yang bersangkutan tidak lagi me-
menuhi ketentuan-ketentuan dalam Undang-undang irii.
b. Kegiatan-kegiatan Koperasi yang bersangkutan bertentangan dengan
ketertiban umum dan/atau kesusilaan.
c. Koperasi yang bersangkutan dalam keadaan sedemikian rupa sehingga
tidak dapat diharapkan lagi kelangsungan hidupnya.
(3) Keberatan terhadap alasan yang dipergunakan Pejabat untuk mem-
bubarkan Koperasi karena hal-hal yang tercantum dalam ayat (2) pasal ini,
dapat diajukan kepada Menteri.
(4) Pembubaran Koperasi dinyatakan dalam surat keputusan Pejabat,
diumumkan dalam Berita-Negara dan dicatat dalam Buku Daftar Umum dari
kantor Pejabat di mana akta pendirian terdaftar.

Pasal 50.
(1) Pembubaran Koperasi.atas kehendak Rapat Anggota seperti dimaksud-
kan dalam ayat (1) pasal 49 dilakukan oleh Pejabat setelah ia menerima surat
permintaan resmi dari Pengurus Koperasi yang bersangkutan atau mereka
yang dikuasakan khusus untuk itu.
(2) Di dalam surat permintaan itu harus disertakan petikan Berita/Acara
Rapat Anggota Pembubaran Koperasi yang bersangkutan, ~yang memuat
tentang keputusan Rapat Anggota untuk membubarkan Koperasi tersebut.

Pasal 51.
(1) Pembubaran Koperasi yang didasarkan atas salah satu alasan yang
termuat dalam ayat (2) pasal 49 dilaksanakan oleh Pejabat setelah waktu
3 (tiga) bulan sejak ia memberitahukan maksudnya secara tertulis, dikirim
dengan pos tercatat atau dengan cara lain yang dapat dipertanggungjawab-
kan kepada Koperasi yang bersangkutan disertai alasan-alasannya, apabila
Koperasi yang bersangkutan tidak menyatakan keberatannya.
110 LAMP IRAN

Tindasan dari surat tersebut harus dikirim kepada Menteri dan Pejabat
yang lebih tinggi,
(2) Dalam waktu 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal diterirnanya surat
dari Pejabat turmaksud dalam ayat (1) pasal ini. Pengurus atau sekurang-
kurangnya sepersepuluh dari jumlah anggota Koperasi yang bersangkutan
berhak untuk menyatakan secara tertulis tentang keberatannya, dikirirn
dengan pos tercatat atau dengan cara lain yang dapat dipertanggungjawab-
kan kepada Menteri, yang tindasannya harus dikirim kepada Pejabat yang
bersangkutan, .
(3) Menteri harus menyatakan pendapatnya secepat-cepatnya terhadap
keberatan tersebut dan mengirimkan segera pendapatnya itu kepada Pejabat
yang bersangkutan yang selanjutnya harus mengambil keputusan yang sesuai
dengan pendapat Menteri.

Bagian 16.
Penyelesaian

Pasal52.
(1) Dalam surat keputusan Pejabat tentang pembubaran Koperasi sekali-
gus dicantumkan nama (nama-nama) orang (orang-orang) atau Badan yang
diberi tugas melaksanakan penyelesaian, selanjutnya disebut Penyelesai,
yang hak, wewenang dan kewajibannya diatur dalam pasal 53 Undang-undang
ini;
(2) Sejak tanggal dikeluarkannya surat keputusan oleh Pejabat, tentang
pembubaran Koperasi sebagai tersebut dalam ayat (1) pasal ini, Penyelesai
secara sah dapat melakukan tugasnya;
( 3) Penyelesai bertanggung jawab kepada Pejabat;
(4) Selama dalam proses penyelesaian, Koperasi yang bersangkutan
masih tetap berstatus sebagai Badan Hukum.

Pasal53.
Penyelesai mempunyai hak, wewenang dan kewajiban sebagai berikut;
1. Melakukan segala perbuatan hukum untuk dan atas nama Koperasi serta
mewakilinya di depan dan di luar pengadilan.
2. Mengumpulkan segala keterangan-keterangan yang diperlukan.
3. Memanggil anggota dan bekas anggota termasuk di dalam pasal 36, baik
satu per satu atau bersama-sama.
4. Menetapkan jumlah bagian tanggungan yang harus dibayar oleh masing-
masing anggotadan bekas anggota termaksud dalam pasal36.
5. Menetapkan oleh siapa dan menurut perbandingan bagairnana biaya
penyelesaian harus dibayar.
6. Mempergunakan sisa kekayaan Koperasi sesuai dengan azas tujuan Kope-
rasi atau keputusan Rapat Anggota terakhir atau sebagai tercantum di
dalam Anggaran Dasar.
7. Menentukan penyirnpanan dan penggunaan segala arsip Koperasi.
8. Menetapkan pembayaran biaya penyelesaian yang didahulukan dari
pembayaran hutang lairmya.
9. Setelah berakhir penyelesaian menurut jangka waktu yang ditetapkan
oleh Pejabat, maka Penyelesai membuat Berita-Acara tentang penyelesaian
itu.
UNDANG-UNDANG KOPER AS! 111
Bagian 17.
Hapusnya Badan Hukum Koperasi

Pasal54.
(1) Pejabat mengumumkan selesainya penyelesaian dalam Berita-Negara.
(2) Sejak tanggal pengumuman dalam Berita-Negara tersebut da!am ayat
(1) pasal ini hapuslah status Badan Hukum Koperasi.

BAB XIV.
KETENTUAN PIDANA

Pasal 55.
(1) Dihukum dengan hukuman denda setinggi-tingginya seratus rupiah
anggota Pengurus yang dengan sengaja melanggar ketentuan pasal 9 ayat
(2), atau pasal23 ayat (6).
(2) Dihukum dengan hukuman denda setinggi-tingginya lima ratus rupiah
atau hukuman kurungan selama-lamanya empat belas hari barang siapa yang
dengJJl sengaja melanggcr ketentuan pasal 23 ayat ( 4) atau ayat (5).
( 3) Dihukum dengan hukuman denda setinggi-tingginya seribu rupiah
atau hukuman kurungan selama-Jamanya satu bulan barang siapa yang dengan
sengaja atau karena lalai melanggar ketentuan pasal 30 ayat (1) atau pasal 39.
(4) Dihukum dengan hukuman denda setinggi-tingginya dua ribu rupiah
atau hukuman kurungan selama-lamanya dua bulan barang siapa yang dengan
sengaja melanggar ketentuan di dalam pasal 48.
(5) Perbuatan-perbuatan yang diancam dengan hukuman tersebut dalam
ayat (1), (2), (3) dan (4) pasal inidianggap sebagai pelanggaran:
(6) Sanksi-sanksi lain di luar ketentuan-kP-tentuan tersebut di dalam pasal
ini berupa sanksi-sanksi administratif diatur oleh Menteri.

Pasal 56.
Di samping mereka yang berdasarkan hukum acara pidana mempunyai
wewenang penyidikan urn urn, Pejabat yang diangkat atas dasar pasal 1 Undang-
undang ini juga berwenang melakukan penyidikan dan menentukan pelang-
garan serta membuat berita-acara dengan mengingat sumpah jabatan atas
pelanggaran-pelanggaran seperti tersebut dalam ayat (1) sampai dengan ayat
( 4) pasal 55 Undang-undang ini.

BAB XV. ~
KETENTUAN-KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 57.
(1) Semua Koperasi yang telah berdiri sebelum berlakunya Undang-
undang ini, harus sudah menyesuaikannya dengan Undang-undang ini se-
lambat-lambatnya dalam waktu satu tahun sejak dikeluarkannya Undang-
undang ini;
(2) Menteri mengatur segala ketentuan mengenai pelaksanaan penye-
suaiandimaksud dalam ayat (1) pasal ini;
112 LAMPIRAN

(3) Segall! ketentuan yang bertentangan dengan Undang-undang ini


dinyatakan tidak berlaku lagi;
(4) Menteri segera mengeluarkan ketentuan-ketentuan pe!aksanaan dari
Undang-undang ini.

BA B XVI.
KETENTUAN-KETENTUAN
PENUTUP

Pasal58.
Undang-undang ini disebut "Undang-undang tentang Pokok-pokok Per-
koperasian" dan mulai berlaku pada hari diundangkan.
Agar supaya setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan
Undang-undang ini dengan penempatannya dalam LembagaNegara Republik
Indonesia.

Diundangkan di Jakarta Disahkan di Jakarta


pada tanggal18 Desember 1967. pada tangga118 Desember 1967.
Sekretaris Kabinet Ampera, Pd. Presiden Republik Indonesia,
d.t.o. d.t.o.

SUDHARMONO SH. ,SUHARTO


Brigjen T.N.I. Jenderal T.N.I.

(LEMBARAN-NEGARA TAHUN 1967 No. 23).

-------''-
Sumber: Swasono, Sri-Edi (Editor). 1983. Koperasi di Dalam Orde Ekonomi lndoneia.
Penerbit: Universitis Indonesia. Jakarta. Hal. 291-307.
II
MANAJEMEN DAN
PENGENDALIAN
KEUANGAN AGRIBISNIS
TUJUAN

Menentukan prinsip perekonomian (AS)


dalam hal pengalokasian sumber day a
Menjelaskan bagaimana sistem pasar bebas
yang dimodifikasi mendorong konsumen
mengaloka8ikan sumber daya yang langka
dengan "menganggarkan pengeluarannya"
Melukiskan bagaimana laba dan akumulasi
kekayaan mendorong efisiensi
Mengkaitkan biaya oportunitas (opportunity
cost) laba ekonomi
Mengidentifikasi tiga prinsip "marjinal"
yang penting dalam ilmu ekonomi
Mengikhtisarkan pengaruh penawaran dan
permintaan terhadap konsumen dan produsen
pada saat mereka bereaksi terhadap tingkat
harga
Mendefinisikan ekuilibrium pasar
Menjelaskan konsep elastisitas dan
hubungannya terhadap penawaran dan
permintaan

Sistem perekonomian AS mengalokasi sumber daya


yang langka untuk memenuhi kebutuhan
konsumen

Keterangan gambar:
A. Ternak sedang makan
B. Pasar dalam keadaan sibuk
C. Kurva penawaran-permintaan
D. Pemrosesan daging
E. Pemenuhan kebutuhan konsumen

BURUNC KAKATUA PUN BISA ANDA


TEMP A MENJADI AHLI EKONOMI YANG
MAPAN-.- DIA HANYA PERLtJ MEMPELAJARI
DUA PERKATAAN YAKNI "PENAWARAN"
5
DAN "PERMINTAAN."- Paul A. Samuelson

ILMU EKONOMI
UNTUK PARA MANAJER
HARGA

PERM!NTAAN

c
KUANTITAS
116 ILMU EKONOMJ UNTUK PARA MANAJER

SISTEM PEREKONOMIAN AMERIKA


Kita menghuni dunia ym\g sarat dengan persoalan kembar yaitu keterbatasan
sumber daya dan ketidakterbatasan kebutuhan. Keputusan tentang pengalo-
kasian sumber day a yang relatif langka merupakan tugas dasar ilmu ekonomi.
Ilmu ekonomi mengajarkan bagaimana sumber daya (lahan, tenaga kerja, dan
modal) dihimpun untuk memenuhi kebutuhan manusia, dan bagaimana ke-
butuhan ipi mendikte pendistribusian kemampuan produksi.
Semua golongan masyarakat harus mengembangkan suatu sistem untuk
mengambil keputusan mengenai produksi dan distribusi. Di beberapa negara
keputusan ditetapkan secara terpusat oleh pemerintah. Sebaliknya, Amerika
telah memilih sistem usaha bebas atau pasar bebas untuk mengambil ke-
putusan ini.

Sistem Pa~<ar Bebas


Pada 1i1tem puar bebaa, keiniln~n konumen dicetulkln lan1unc di paaar
dan merupakan dasar untuk mengalokasikan sumber daya yang langka (lihat
Gambar 5-l). Konsumen mengungkapkan keinginannya dengan membuat
semacam pengeluaran (voting with their dollars) dan hal itu secara efektif
menyebabkan kenaikan tingkat harga untuk setiap barang langka yang mung-
kin mereka inginkan. Bisnis secara tetap memaritau perubahan keingman
konsumen pada saat mereka menawarkan berbagai altematif, menanggapi
perubahan harga, dan membuat penyesuaian dalam proses produksi. Para
produsen sangat waspada terhadap perubahan cadangan sumber daya yang

Gambar 5-1 Sistem perekonomian Amerika Serikat.


Di dalam perekonomian Amerika yang bersifat
bebas dan kapi"-listik, organisasl bisnis yang
bekerja di dalam sistem pasar menghimpun dan
mengalokasi surhber daya yang terbatas untuk
memuaskan keinginan konsumen yang tidak
terbatas.

~-
.1/ Pasar
j
ILMU EKONOMI UNTUK PARA MANAJER 117
terbatas dan mahal. Mereka terus-menerus mencari cara yang semakin efisien
untuk menghimpun berbagai sumber daya agar mampu mengeruk uang para
konsumen dengan barang dan pelayanan yang lebih baik. Satu-satunya aspek
terpenting dalam sistem pasar bebas adalah orientasinya ke arah keinginan
konsumen. Dalam sistem pasar be bas "konsumen berkuasa."
Jika konsumen menginginkan lebih banyak udang daripada yang tersedia
di pasar, para pemilik restoran dan para perantara bahan pangan akan me-
naikkan harga penawaran. Karena harga mnU mencerminkan kelangkaan,
maka akan makin sedikit konsumen yang sanggup membayar udang. Tetapi
bersamaan dengan itu, harga pasar yang lebih tinggi mendorong perusahaan
penangkap dan pengalengan ikan menyediakan lebih banyak jam kerja untuk
menangkap dan memroses makanan enak yang berharga itu. Dan bila situasi
tersebut bertahan cukup lama, para penangkap ikan bal1kan akan berani
menanarn modal untuk P-temperbanyak kapal penangkap udang. Jika penawar-
an udang melebihi perm~ntaan konsumen, harganya akan jatuh. Dengan demi-
kian, permintaan konsumen perlahan-lahan dapat naik kembali.
Penyesuaian semacam ini sering disebut sebagai tangan yang tidak ter-
lihat (the invisible hand) yang merupakan mekanisme sis'tem. pasar bebas
dalam mengarahkan keputusan ekonomi. Ungkapan yang terkenal ini dicipta-
kan oleh Adam Smith dalam bukunya yang terkenal Wealth of Nation pada
tahun 1776. Smith percaya bahwa kepentingan konsumen akan dilayani
sebaik-baiknya jika bisnis perorangan bebas untuk bertindak menurut ke-
pentingan mereka sendiri tanpa pembatasan yang dibuat-buat atau carnpur
tangan pemerintah, jika jumlah penjual dan pembeli cukup banyak, dan jika
kegiata.n seorang pembeli atau penjual tidak tedalu besar sehingga tidak dapat
mempengaruhi harga pasar semuanya. Menurut teori ini, makin luas situasi
persaingan sempurna antarbisnis, makin efe!{tif "tangan yang tidak terlihat"
ini dalam membimbing keputusan-keputusan ekonomi yang akan menguntung-
kan semua pihak. Sistem pasar yang tidak atau hampir tidak dicarnpuri
pemerintah sering disebut sebagai pasar bcbas atau kebijakan lepas tangan
(laissez-faire or hands-off policy).
Banyak orang percaya bahwa produksi pertanian merupakan contoh ter-
baik dari persaingan sempuma. Jumlah produsen pertanian yang besar, ke-
seragaman diri sebagian besar komoditi pertanian, dan jumlah pembeli pro.
duk tani yang besar, secara bersama-sama menghasilkan situasi pasar bebas
yang berhasil. Melalui pasar, para produsen pertanian akan segera mengetahui
perubahan keinginan konsumen d!lll para produsen tersebut akan menanggapi
hal itu dengan cepat.

Sistem Kapitalistik
Pasar bebas Amerika Serikat merupakan sistem kapitalistilt Kapitalisme
merupakl1 suatu sistem di mana harta (property) dimiliki dan dikendalikan
oleh miUyarakat biasa. Setiap keuntungan yang dapat dihasilkan dengan meng-
gUnakan harta pribadi menjadi hak dari pemilik harta tersebut. Motif untuk
mencari laba, ditambah dengan adanya kemungkinan untuk menumpuk ke-
kayaan, oleh banyak pihak dianggap sebagai satu-satunya faktor terbesar yang
mengakibatkan keberhasilan ekonomi Amerika Serikat tidak dapat ditandingi
oleh negara lain .
Bisnis merupakan organisasi yang diciptakan oleh pemilik harta pribadi
untuk mengkoordinasi dan memanajemen hartanya guna menghasilkan laba.
us MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Dalam pengertian yang lebih luas, bisnis merupakan wahana sistem usah,a
bebas. Pemilik harta pribadi dapat mendelegasikan pengendalian hartanya
kepada manajer profesional, tetapi para pemilik tersebut tetap memegang
kendali terakhir atas hartanya sendiri. Konsep harta pribadi, yang disertai
oleh sistem pasar bebas, merupakan jan tung perekonomian Amerika Serikat.

Ketidaksempurnaan Sistem Pasar Bebas


Tentu saja tidak ada sistem yang sempurna. Sistem pasar bebas yang sepenuh-
nya kapitalistik hanya cocok untuk mengatasi tekanan-tekanan ekonomi, jadi
bisa sangat merugikan perorangan yang sedang dalam proses penyesuaian.
Sistem usaha bebas tanpa batas tidak memperhatikan "ratapan dukacita"
para pekerja tambang batu bara yang kehilangan pekerjaannya pada saat
cadangan batu bara habis; juga tidak akan memberi penyelesaian yang mudah
untuk pemilik gudang gandum yang telah berumur 55 tahun yang kehilangan
penanaman modal seumur hidupnya ketika jalan kereta api yang melalui
gudang gandumnya ditutup; dan juga sistem ini tidak dapat mengatasi masa-
lah-masalah lingkungan umum dengan cepat.
Para penentang sistem usaha bebas juga menunjuk kepada adanya pem-
borosan sarana dalam kt-Jadaan yang bersaiPg. Mengapa harus ada tujuh pabrik
. pupuk yang terpisah untuk melayani masyarakat usaha tani yang sama,
dengan segala "penghambur-hamburan" uang yang tidak perlu untuk iklan
promosi bisnisnya sendiri? Pendukung-pendukung usaha bebas mengakui
bahwa operasi tunggal yang lebih besar kadang-kadang dapat mewujudkan
efisiensi ekonomi karena skalanya yang besar, tetapi mereka berdalih bahwa
kurangnya persaingan akan memungkinkan adanya kegiatan yang tidak efisien
dan manajemen yang ceroboh. Mereka mengatakan bahwa persaingan yang
sengit akan menjamin tersedianya pilihan pelayanan yang akan semakin baik
dan kreatif bagi para konsumen karena para pesaing harus berjuang secara
ketat untuk mengeruk uang konsumen.

Sistem Usaha Bebas Campuran


Masyarakat Amerika merasa bahwa sistem usaha bebas perlu sedi)dt dikekang
untuk mengurangi kesulitan-kesulitan yang dihadapi perorangan seiagi proses
alokasi disesuaikan. Karena itulah bentuk perekonomian Amerika Serikat
yang bersifat khusus ini sering disebut sebagai sistem usaha bebas campuran
(mixed free enterprise system). Karena orang Amerika tidak puas dengan
konsekuensi sistem pasar bebas, mereka terpaksa mendukung pembatasan
harga beberapa hasil usaha tani, seperti kacang dan gula bit, melalui program
pemerintah. Pemerintah sudah semakin membatasi penggunaan bahan pem-
berantas hama untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan penduduk.
Peraturan-peraturan pemerintah mengenai kesehatan dan keselamatan kerja
telah mengakibatkan perubahan besar pada banyak agribisnis. Bagaimanapun
juga, campur tangan tersebut dilakukan karena mekanisme pasar bebas be-
reaksi terlalu lambat atau terlalu sulit untuk bisa diterima seluruh masyarakat.
Walaupun beberapa orang mengkhawatirkan bahwa pembatasan yang di
kenakan telah menusuk cara kerja sistem pasar bebas yang "mulus", namun
sistem itu tetap berfungsi, malah semakin cepat dan tegas dalam memberikan
umpan balik mengenai preferensi (kelebihsukaan) konsumen terhadap bisnis.
Sistem perusahaan bebas sebenamya masih mengandung inefisiensi dan dapat
menyebabkan beberapa kesulitan sementara, tetapi toh sistem itu telah ter-
ILMU EKONOMI UNTUK PARA MANAJER 119
bukti sebagai sistem perekonomian yang paling efektif dan efisien yang pernah
diterapkan. Sistem ini menghasilkan lebih banyak bahan pangan dan sandang
dengan cara yang jauh lebih efisien daripada sistem mana pun.

Laba pada Ekonomi Campuran


Tidak ada lab a dalam sistem pasar be bas yang bersaing secara sempurna. Teori
menyebutkan bahwa banyak badan usaha akan tertarik untuk memasuki pasar
yang secara potensial menguntungkan; dan jika hal ini terjadi, produksi akan
bertambah, akibatnya harga akan jatuh, dan laba ilkan turun menjadi no!.
Bahkan sekiranyapun lebih sedikit badan usaha yang beroperasi di pasar,
namun hila badan usaha memproduksi terlalu banyak, mereka akan rugi
karena adanya kelebihan biaya penyimpanan yang disertai harga pasar yang
rendah. Sekiranya hal ini terjadi, banyak badan usaha akan keluar dari pasar,
karena itu mengurang! pemasaran yang mcmyebabkan hiU'ga naik snmpai
keru1,rian tertutupi dan laba kembali menjadi nollagi, atau lebih tinggi.
'fetapi pada kenyataannya laba benar-benar ada. Dan adanya kemungkin
an untuk memperoleh laba merupakan kekuatan motivasi yang mendorong
kebanyakan keputusan bisnis. Memang benar beberapa bisnis yang tidak
mencari laba, namun laba tetap merupakan sasaran utama hampir semua
bisnis.

Mengapa Ada Laba Ada beberapa penjelasan mengenai laba. Pertama, laba
merupakan imbalan atas keberanian risiko dalam bisnis. Kalau pemilik harta
pribadi mempercayakan sumber daya perorangan pada proyek bisnis, pengem-
balian atas modal yang ditanam (return on investment) tidak dijamin. Selalu
ada kemungkinan bahwa proyek akan gaga! dan ser;nua atau sebagian modal
yang ditanam akan hilang. Makin besar risiko yang terlibat, makin besar laba
yang bisa diperoleh jika usaha berhasil. Kenyataannya, pengharapan akan
keuntungan yang lebih besar merupakan kekuatan motivasi di belakang usaha
yang sangat berisiko.
Kedua, laba dihasilkan oleh pengendalian atas sumber daya yang langka.
Di Amerika hampir semua harta dimiliki dan dikendalikan oleh masing-masing
warga negara. Kalau seorang warga negara memiliki sumber daya yang di-
inginkan orang lain, maka pihak yang menginginkan akan menawarkan harga
yang lebih tinggi sehingga pemilik akan mendapat laba. Makin besar perminta-
an akan sumber daya, makin tinggi harga dan makin besar laba bagi pemilik
atau para pemilik.
Ketiga, laba bisa diperoleh karena orang-orang tertentu bisa mendapat
informasi yang tidak tersebar luas. Pemilik sumber yang mempunyai penge-
tallUan khusus seperti cara pemrosesan yang bersifat rahasia, rumus-rumus,
dan resep, dapat menggunakan informasi ini secara eksk:11sif sehingga bisa
sangat unggul dalam persaingan. Semua konsep mengenai hak paten dan hak
cipta berkembang sebagai bagian dari usaha formal untuk mendorong daya
cipta dengan adanya jaminan bahwa pencipta akan mendapat laba atas gagas-
an-gagasannya.
Keempat, ada !a')a yang bisa diperoleh hanya karena beberapa bisnis di-
kelola lebih efektif ketimbang bisnis lain. Para manajer dari bisnis semacarn
itu seringkali merupakan perencana dan pemikir yang kreatif yang organisasi-
nya sehari-hari berjalan dengan sangat efisien. Tambahan untuk pelaksanaan
kerja yang lebih 0aik ini biasanya adalah laba.
120 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Motif untuk mencari laba merupakan penggerak utama sistem pasar beb11.~
yang bersifat kapitalistik. Harapan untuk mendapat 'dan menabung laba men-
dorong kreativitas dan efisiensi antarmanusia. Harapan tersebut merangsang
kita untuk menjalankan usaha yang berisiko dan mengembangkan cara-cara
untuk mengurangi biaya dan memperbaiki teknik kerja. Semua itu berlang-
sung dalam upaya untuk selalu memuaskan kebutuhan konsumen.

Ekonomi Makro: Gambaran Menye!uruh


Agribisnis sangat dipengaruhi oleh ekonomi makro karena permintaan kon-
sumen yang tersebar di seluruh dunia atas berbagai macam hasil pangan dan
sandang selalu berubah. Keadaan ekonomi dipengaruhi secara dramatis oleh
faktor-faktor seperti keadaan cuaca, kebijakan pemerintah, dan perkem-
bangan internasional. Ekonomi makro mempelajari bagaimana unsur-unsur
yang berbeda dari seluruh ekonomi berinteraksi. Ketrampilan untuk meng-
antlsipasi dan menafsirkan lingkungan ekonomi makro merupakan faktor
penentu terhadap keberhasilan para manajer agribisnis.
Embargo biji-bijian yang melarang penjualan gandum Amerika kepada
blok komunis mempengaruhi agribisnis sampai keakar-akarnya. Pabrik pupuk
dan bahan kimia, distributor, dan para dealer mempelajari dengan seksarua
kecenderungan semacam ini, sebab akan berpengaruh besar terhadap per-
mintaan akan produk-produknya. Kegagalan panen di banyak bagian dunia,
pada awal tahun 1970-an menyebabkan harga jagung dan terigu naik sangat
tajam. Permintaan pupuk membubung tinggi karena para pengusaha tani
menggunakan: cukup banyak pupuk untuk memperoleh hasil yang maksimum.
Hasilnya hanya bersifat sementara, tetapi kekurangan pupuk yang sangat
hebat mengaRibatkan harga beberapa jenis pupuk nitrogen menjadi tiga kali
lipat selama . beberapa bulan. Para pembuat pupuk menjawabnya dengan
mengumumkan rencana penambahan sarana produksi baru. Hanya beberapa
tahun kemud.ian kapasitas produksi yang baru ini, yang berbarengan dengan
cuaca dan hasil yang lebih normal, menimbulkan surplus nitrogen. Harga
pupuk secara cepat melorot ke tingkat harga sebelumnya atau bahkan lebih
rendah, dan akibatnya beberapa perusahaan menderita rugi.
Agribisnis merupakan bagian integral dari sistem ekonomi makro. Ini
disebabkan oleh peranan yang dimainkannya - mengalokasikan sumber
alam dan sumber keuangan yang langka untuk memenuhi kebutuhan pangan
dan sandang yang merawankan bagi penduduk dunia - merupakan peranan
kunci. Agribisnis langsung bersaing dengan sektor ekonomi lain dalam hal
sumber daya yang terbatas sehingga sangat dipengaruhi oleh tekanan dan
kecenderungan ekonomi yang bersifat lebih luas. .
Struktur keseluruhan ekonomi AS Saling berkai~an erat. Apabila pekerja
baja mogok dalam beberapa minggu dan akhirnya merundingkan kenaikan
upah yang besar, maka agribisnis, yang merupakan pemakai utama hasil-hasil
bah an di dalam segala tipe peralatan pertanian, mungkin akan merasa langsung
kekurangan peralatan selama pemogokan dan kemudian terjepit oleh harga
yang lebih tinggi. Sekiranya kebijakan pemerintah langsung mempengaruhi
suku bunga, agribisnis yang sangat tergantung pada pinjaman uang untuk
membiayai produksi, persediaan, dan perkiraan piutang ~angat terpengaruh.
Pemahaman dan penafsiran atas tekanan ekonomi makro benar-benar merupa-
kan tanggung jawab yang menentukan bagi para manajer agribisnis.
ILWU EKONOMI UNTUK PARA MANAJER 121

Ekonomi Mikro: Ekonomi Perusahaan


Ekonomi mikro merupakan penerapan pnns1p-prinsip dasar ekonomi untuk
mengambil keputusan dalam badan usaha. Setiap agribisnis menghadapi
pertanyaan yang sulit kalau sampai pada pengalo.kasian sumber daya yang ter-
batas. Para manajer harus memutuskan cara terbaik untuk menggunakan sum-
her daya fisis, tenaga manusia, dan keuangan dalam memproduksi dan me-
masarkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan. meng~
hasilkan laba. Perangkat analisis ekonomi sangat penting bagi manajer yang ha-
rus membuat keputusan bisnis sehari-hari. Kenyataannya, hampir semua pe-
rangkat manajemen ya,1g dikembangkan dalam buku ini didasarkan pada kon-
sep ekonomi yang fund:amental.

KONSEP-KONSEP DASAR ILMU E;(QNOMI

Laba dan Biaya Oportunitas


Akuntan dan ekonom sama-sama berbicara tentang laba, tetapi keduanya
cenderung untuk memandang laba dengan cara yang agak berbeda. Akuntan
memandang laba sebagai saldo penghasilan setelall 'semua biaya aktual yang
dapat diukur dikurangkan (lihat Bab 6). Akan tetapi, para ekonom menentu
kan laba dengan menguji penggunaan altematif untuk sumber daya yang
ada dalam badan usalla.
Biaya oportunitas (opportunity cost) adalah penghasilan * yang tidak di-
terima karena altematif terbaik berikutnya (kedua terbaik) tidak diterapkan
dalam penggunaan sumber day a. Biaya terse but merupakan jumlah penerima-
an yang dikorbankan bisnis karena tidak memilih serangkaian altematif.
Karena biaya oportunitas sebenamya tidak pemah terjadi, akuntan tidak
dapat mengukumya secara tepat. Tetapi para allli ekonomi berpendapat
bahwa dari sudut pandangan pengambilan keputusan ekonomi, penetapan
biaya secara cermat yang menjadi dasar untuk memilih suatu altematif harils
mencakup jumlah (penerimaan) yang hilang karena tidak memilih altematif
terbaik berikutnya.

Laba Ekonomi
lAba ekonomi (economic profits) didefinisikan sebagai laba akuntansi (ac-
counting profit) dikurangi biaya oportunitas (opportunity cost). Dengan
demikian, untuk mengetahui laba ekonomi kita harus menguji berbagai
.altematif untuk menggunakan sumber daya. Analisis atas berbagai altematif
ekonomi akan menjadi mudah jika kita memusatkan perha1!ian pada biaya
oportunitas.
Sam Petrocelli memiliki dan mengoperasikan pabrik pupuk yang besar.
Dia berumur 40 tallun, lulusan sekolah tinggi (college), dan sangat puas
dengan bisnisnya. Baru-baru ini dia menanam modal sebesar $600.000 dalam

*Penekanan dengan cetak miring pada kata "penghasilan" dilakukan untuk mengingatkan
bahwa biaya oportunitas bukan berbentuk pengeluaran atau ongkos nyata tetapi merupa
kan hasil alternati( yang bisa dianggap sebagai biaya atau pengorbanan un~uk pilihan
yang diambil- penerjemah.
122 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

bisnisnya. Sam menerima gaji sebesar $30.000 per tahun, dan tahun lalu
pembukuannya menunjukkan bahwa bisnisnya me:1ghasilkan laba sebesar
$80.000. Nah, sampai di mana keberhasilan Sam dapat kita evaluasi sebagai
berikut.
Kita mulai dengan laba akuntansi sebesar $80.000 ditambah gajinya
$30.000; hasilnya menunjukkan bahwa Sam merealisasi $110.000 dari bisnis-
nya tahun lalu. Kemudian kita harus menghitung biaya kesempatan yang
sesuai. Untuk ini kita perlu tahu alternatif mana yang bisa diterapkan Sam
dalam menggunakan berbagai sumber dayanya: Pertama, sumber daya Sam
meliputi waktu dan bakat. Dia mengutarakan bahwa dia dapat menjual bisnis-
nya dan pergi bekerja untuk orang lain dengan gaji kira-kira $30.000 per
tahun. Ini merupakan biaya oportunitas yang memperhitungkan waktu dan
kemampuan Sam dalam manajemen. Kemudian dia harus mempertimbangkan
modal yang ditanamnya sebesar $600.000. Apa saja alternatif yang dapat
digunakan? Anggaplah misalnya dia dapat: (1) menyimpannya sebagai tabung-
an dengan suku bunga 8%; (2) membeli obligasi pemerintah dengan bunga
9%; atau (3) menanamnya sebagai obligasi perseroan dengan bunga 10%.
Biaya oportunitas al}an sebesar 10% dari $600.000, atau $60.000 setiap tahun
karena itulah altematif yang paling menguntungkan dari penggunaan uangnya.
Laba ekonomi Sam akan menjadi sebagai berikut:

Laba akuntansi $ 80.000


Penghasilan gaji $ 30.000
Jumlah laba akuntansi yang direalisasikan Sam $110.000
Uikurangi biaya oportunitas:
1. Pekerjaan lain $ 30.000
2. Alternatif penanaman modal yang terbaik $600.000 x 10% $ 60.000
Jumlah biaya oportunitas $ 90.000
Laba ekonomi $ 20.000

Laba ekonomi sebesar $20.000 ini menunjukkan imbalan keuangan yang


diterima Sam karena merisikokan sumber dayanya dalam bisnis. Hal itu
kadang-kadang dinamakan laba ekonomi murni. Selama jumlahnya masih
di atas nol, maka itu berarti bahwa keputusan untuk mempercayakan sumber-
sumber daya dalam bisnis merupakan keputusan yang baik. Tetapi bagaimana
kalau Sam mengalami tahun yang buruk dan hanya mendapat laba akuntansi
sebesar $25.000? Jika kita menganggap bahwa biaya oportunitas sama, laba
ekonomi akan negatif ($25.000 + $30.000- $30.000- $60.000 = -$35.000),
yang menunjukkan bahwa bila keputusan itu tetap dilaksanakan, maka Sam
akan kehilangan peluang untuk menanam modalnya dalam obligasi perseroan
yang akan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi bila kita bandingkan
dengan bisnisnya sendiri.
Walaupuli laba akuntansi masih positif, namun laba ekonomiyang negatif
menunjukkan secara jelas adanya masalah. Sekiranya kecenderungan ini terus
berlanjut, maka sat~-satunya tindakan yang tepat bagi Sam adalah menjual
bisnisnya, tentu saja jika Sam merasa bahwa kepuasan psikologis dan kebebas-
an yang didapatnya dalam menjalankan bisnisnya sendiri tidak bisa menutupi
laba ekonomi yang negatif terse but.

Penggunaan Laba Ekonomi Sebelum menana.nkan sejun1lah besar uang di


dalam alternatif khusus, para manajer harus dapat memperkiraka~ biaya
ILMU EKONOMI UNTUK PARA MANAJER 123
oportunitas. Perkiraan ini juga membantu para manajer untuk memutuskan
apakah setiap penggunaan sumber daya yang beruva waktu dan uang merupa-
kan peluang terbaik yang tersedia.
Akari tetapi, beberapa kelemahan konsep laba ekonomi hendaknya di-
l<:etahui, yaitu:

1. Banyak nilai yang "terkandung/imputed" yang ternyata sulit untuk di-


perhitungkan. Dalam kasus Sam Petrocelli, suku bunga mana yang meng-
hasilkan biaya oportunitas yang "benar" dalam situasi ini? Untuk be-
berapa orang suku bunga 10% akan mencukupi, tetapi banyak penanam
modal mempunyai pengetahuan dan waktu untuk meneliti kemungkinan
lain dan menanamkan modalnya dalam suku bunga 12% atau lebih. Argu-
men yang sama juga berlaku untuk jumlah gaji yang rinci: hal ini bisa
realistik dan bisa juga tidak, tergantung pad a situasi.
2. Kita mungkin keliru dengan menganggap bahwa lowongan kerja dalam
industri tersedia untuk Sam pada saat ini. Apalagi perubahan kerja dapat
menimbulkan masalah pribadi atau keluarga. Kalaupun bisa, pengukuran
nilai "penyesuaian" semacam ini ke dalam bentuk uang tentu akan sangat
sulit.
3. Akhimya, perbedaan tipe penanaman modal mungkin sulit untuk di-
bandingkan langsung satu sama lain dengan satu cara yang benar-benar
memenuhi konsep biaya oportunitas. Misalnya penanaman modal. dalam
"blue chips" atau saham yang -bermutu tinggi tidak bisa langsung di-
bandingkan dengan usaha yang spekulatif, seperti pemboran minyak
karena kedua jenis penanaman modal itu melibatkan dua tingkat risiko
yang berbeda.

Prinsip Ekonomi untuk Memaksimisasi Laba


Ada tiga prinsip dasar ekonomi mikro yang bersangkut-paut dengan maksimi-
sasi laba untuk setiap perusahaan. Prinsip-prinsip ini dan pertanyaan yang
dijawabnya adalah:

1. Biaya marjinal = pendapatan marjinal. Konsep ini menjawab pertanyaan,


"Berapa banyak akan diproduksi?" Kita harus melanjutkan penambahan
masukan sampai biaya tambahan untuk memproduksi unit terakhir
benar-benar sama dengan tambahan pendapatan yang diberikan dari
unit tersebut.
2. Tingkat substitusi marjinal "' rasio kebalikan harga (marginal rate of
substitution = inverse price ratio). Prinsip produksi ini menjawab per-
tanyaan, "Berapa biaya terendah dari kombinasi masukl!n?" Kita harus
mensubstitusi masukan Y dengan masukan X sampai tingkat substitusi
marjinal (jumlah masukan X yang perlu untuk mensubstitusi satu unit Y)
sama dengan rasio kebalikan harga (harga Y dibagi dengan harga X.
3. Pengembalian (return) marjinal yang sama. Prinsip produksi terakhir ber-
kaitan dengan pemanfaatan satu jenis masukan variabel dalam jumlah
terbatas untuk sejumlah kemungkinan produksi. Hal ini menjawab per-
tanyaan, "Apa yang akan diproduksi, atau bagaimana masukan yang
terbatas akan dialokasi?" Kita harus menggunakan masukan tersebut pada
sejumlah kemungkinan produksi (untuk menghasilkan berbagai jenis
124 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUA NGAN AGRIBISNIS

keluaran) sampai pengembalian marjinal dari unit terakhir masukan pada


setiap kemungkinan produksi menjadi sam a, a tau masukan terse but semua-
nya digunakan pada bidang usaha (produksi) yang menghasilkan pengem-
balian marjinal tertmggi.

Biaya Marjinai/Pendapatan Marjinal


Marjinalit~s merupakan konsep ekonomi yang dirancang untuk membantu
para manajer memaksimisasi laba. Hal itu mengarahkan perhatian kepada per-
ubahan hubungan masukaJ 1 dan keluaran (input-output relationships) dalam
bisnis. Para ekonom telah mencatat bahwa biaya produksi untuk satu unit
tambahan akan berbeda-beda pada saat jumlah produksi semakin meningkat.
Tambahan biaya untuk memproduksi satu unit tambahan disebut biaya
marjinal. Biasanya biaya marjinal menurun jika semakin banyak produk yang
dihasilkan dan dijual habis - ampai pada titik tertentu. Kemudian kalau
batas kapasitas produksi dicapai, akan semakin sulit untuk mempertahankan
kenaikan produksi. Biaya marjinal setingkat demi setingkat mulai bertambah
bila kekurangan kapasitas produksi makin besar.
Sebaliknya, pendapatan marjinal menunjukkan tambahan penghasilan
yang diperoleh dari penjualan satu unit tambahan produksi. Dalam pasar
yang "besar", produsen kecil menerima pendapatan marjinal yang konstan
sebesar harga pasar karena selalu ada kemungkinan untuk menjual tambahan
produk pada harga yang sama. Tetapi untuk produsen besar dalam pasar yang
lebih "kecil", jumlah produksi yang lebih besar dapat menurunkan harga
pasar. Dalam hal ini, pendapatan marjinal akan jatuh apabila lebih banyak
diproduksi dan dijual, sebab penawaran melebihi permintaan.
Prinsip dasar ekonomi adalah bahwa laba akan dimaksimisasi dengan
meningkatkan produksi sampai biaya marjinal (biaya untuk memproduksi
satu unit tambahan) sama dengan pendapatan marjinal (penghasilan yang
diperoleh dengan menjual satu unit tambahan).

BM=PM

Prinsip ini mengandung gagasan bahwa masukan (input) hanya boleh di-
tambahkan pada proses produksi sampai pada titik di mana biaya-biayanya
persis sama dengan tambahan pendapatan yang dihasilkan sebagai keluaran
(output).
Sebagai ilus'zrasi: beberapa tahun yang lalu Roberta Sutton, Manajer
Riverside Orchllfds, Inc. menghadapi suatu masalah. Walaupun pohon-pohon
apelnya sangat sehat dan sebagian besar sedang dalam tahap produktivitas
yang prima, namun keluaran apelnya tetap menurun. Manajer tersebut tabu
bahwa cuaca tidak menjadi masalah. Setelah berkonsultasi dengan penyuluh
hortikultura, Ruberta berkeyakinan bahwa pohon-pohon rupanya tidak di~
buahi sebagaimana mestinya, jadi dia membuat rencana untuk menambah
sarang lebah ke dalam kebun buah-buahan. Kedua usaha ini tampaknya saling
membantu. Lebah-lebah. akan membantu pembuahan dan karenanya akan
menambah produksi ape!, dan hampir bisa dipastikan bahwa lebah tersebut
juga akan menghasilkan madu untuk dijual bersama ape!.
Ma.Salah utama yang dihadapi Roberta pada peristiwa ini adalah me-
mutuskan jumlah sarang lebah yang optimum. Dia memutuskan untuk ber-
eksperimen di atas satu petak pohon ape! terpisah dari kebun buah yang luas-
ILMU EKONOMI UNTUK PARA MANA.JER 125

Hubungan an tara Masukan (Lebah) dan Produksi TABEL


Ape! di Kebun Buah Riverside. 51

LEBAH (MASUKAN) APEL,(KELUARAN)

(Sarang) (BuShelc:."takaran isi 36Jiter)


-. 1

0 200
1 220
2 228
3 234
4 237
5 236

nya 0,5 ha (1 acre). Berdasarkan eksperimen tersebut dia menemukan


bahwa penambahan sarang cenderung berkorelasi baik dengan pertambahan
produksi ape!. Tetapi jika sarang lebah ditambah lagi secara bertahap, pe-
nambahan produksi ape!. menjadi berkurang. Akhimya, penambahan sarang
tidak lagi menambah produksi ape! sama sekali. Dengan menggunakan lebah
sebagai satu-satunya uariabel "masukan" dan hanya ape! sebagai keluaran,
Roberta mencatat hubungan yang disajikan pada Tabel 5-l.
Ketika jumlah sarang ditambah, keluaran ape! bertambah sampai jumlah
sarang menjadi empat. Bahkan sebelum mengetahui apa-apa tentang biaya
dan pendapatan, sudah terang bahwa manajer tidak akan mau menambahkan
sarang yang kelima, karena keluaran nyatanya terbatas sampai titik itu. Ter-
bukti penambahan sarang yang kelima menyebabkan terlalu banyak lebah
di kebuh buah sehingga menghasilkan sesuatu jenis reaksi yang merugikan
(barangkali mereka mengakibatkan para pemetik merasa takut). Bahkan
sekiranyapun lebah bisa diperoleh secara gratis, Roberta akan lebih baik
mempertahankan masukan sampai maks;mum empat satuan. Setelah jumlah
sarang maksimum yang terbukti berguna diketahui, menyusullah pertanyaan
berikutnya, yaitu berapa banyak sarang yang pasti harus ditambahkan untuk
seluas 1 acre pohon kalau kita mencari penanaman modal yang paling baik
(di mana biaya marjinal akan kira-kira sama dengan pendapatan marjinal).
Untuk menemukan pemecahannya pelajari arus biaya dan penghasilan yang
dilukiskan pada Tabel 5-2.

Ju111lah Biava Variabel (3) Jumlah biaya uariabel sama dengan jumlah unit
masukan variabel dikalikan dengan biaya masukan. Pada contoh ini, sarang
lebah berharga $30. Jadi, kolom 3, hanya merupakan hasil perkalian antara
jumlah sarang lebah pada kolom 1 dengan $30 harga setia~ sarang. (Dalam
.::ontoh tersebut, dianggap semua masukan lainnya yang diperlukan untuk
produksi ape! tetap konstan). Dengan demikian, "daya laba" atau profitabili-
tas dari penambahan satu masukan variabel secara berkesinambungan dapat
diuji.

Jumlah Biaya Tetlp (4) Jum/ah biaya tetap adalah konstan. Biaya tetap tidak
berubah karena perubahan tingkat produksi. Biaya-biaya ini harus dibayar
tanpa memperhitungkan sarang lebah yang digunakan. Di sini biaya tetap
meliputi semua biaya lain untuk memproduksi ape!. Biaya-biaya ini diper-
kirakan oleh manajer sejumlah $1.000 untuk setiap 1 acre bidang tana.'1.
TABEL Biaya dan Pendapatan untuk Hubungan Lebah-Apel
5-2
-
N
a-

"SARANG . TAKARAN , JUMLAH JUMLAH . JUMLAH BIAYA JUMLAH PENDAPATAN


: LEBAH APEL DALAM ' BIAYA . ~ BIAYk . BIAYA MARGINAL PENDA~. MARGlNAL
. ' BUSHEL':.,.:- VARIABEL TETAP .PATAN
(MASUKAN) (KELUARAN) . .;-~ .
. (I) (2) - .(3) :, (4) ,; ' (5) (6) (7) .
- .,-

0 $ 0 . $1.000 $1.000 ~~"


-.}
$1.200. '\:.:..~{}".
1 ' 30 1.000 .1.030 .$1,50. 1.320 $6,00 ;
2 60 1.000 1.060 3,75 t368 :6;00 '
:90 1.000 1.090 5,00 L404 6;00 ll:
120 1.000 1.120 >
z
10,00 1.422. 6,00
ISO 1.000 . 1:416 "' . 6,00 :. >
1.150 X 1;1
ll:
t'l
z
0
>
z
...
t'l
z
Cl
t'l
z
0
>
t<
>
z
~
t'l
c:
>
z
Cl
>
z
>
Cl
:0
e
"'z
;;;
ILMU IDCONOMI UNTUK PARA MANAJER 127
Jumlab Biaya (5) Kolom 5 adalah jumlah biaya atau biaya total. Ini merupa
kan penjumlahan kolom 3 dan 4.

Biaya Marjinal (6) Biaya marjinal didefinisikan sebagai biaya yang pasti
dikeluarkan untuk memproduksi satu unit tambahan keluaran. Sebagaimana
tersirat dalam namanya, ke dalam biaya marjinal termasuk perubahan biaya
antara dua tingkat keluaran yang berurutan. Biaya marjinal menunjukkan
perubahan jumlah biaya dibagi dengan perubahan keluaran. Contohnya,
($1.030- $1.000) + (220 bushel- 200 bushel)= $1,50/bushel.

Jumlah pendapatan (7) Jumlah pendapatan sama dengan jumlah unit yang
dijual dikalikan dengan harga jual. Dalam kasus ini, apel berharga $6 per
bushel; kolom jumlah pendapatan sama dengan kolom 2 dikalikan dengan
$6.

Pendapatan marjinal (8) Pendapatan marjinal adalah jumlah tambahan peng-


hasilan yang diperoleh dengan menjual apel satu bushel lagi. Pendapatan
marjinal sama dengan perubahan jumlah pendapatan dibagi dengan perubahan
keluaran. Sekali lagi, perhatikan pentingnya perubahan dalam analisis ter
sebut. Dalam contoh ini, pendapatan marjinal konstan pada $6 sebab per-
ubahan produksi tidak mempengaruhi harga pasar dalam hal ini.
Sekarang kita bisa menerapkan prinsip produksi yang penting dengan
memanfaatkan data dari Tabel 5-2. Berproduksilah sampai titik di mana
biaya marjinal betul-betul hampir sama tetapi jangan sampai melampaui
pertdapatan marjinal. Kita harus.terus menambah masukan untuk menaikkan
tingkat keluaran hanya sampai ke titik di mana biaya ekstra untuk mem
produksi unit keluaran terakhir hampir sama dengan pendapatan ekstra yang
dihasilkan oleh unit keluaran terakhir hampir sama dengan pendapatan
ekstra yang dihasilkan oleh unit keluaran terakhir.
Berapa tingkat produksi yang akan ditetapkan manajer dalam contoh
ini? Dengan menggunakan prinsip BM=PM, tingkat masukan sebanyak tiga
sarang akan menghasilkan tingkat laba yang maksimum. Pada titik ini biaya
ekstra untuk memproduksi satu unit tambahan apel adalah $5, sedangkan
nilai jual dari tambahan satu "bushel" adalah $6. Keadaan ini akan bersifat
ekonomis. Jadi laba dalam hal ini mencapai maksimum dengan masukan 3
sarang dan produksi 234 bushel.

Tingkat Substitusi Marjinal/Rasio Kebalikan Harga


Pada bidang usaha tertentu seringkali ada kemungkinan untuk memproduksi
jumlah keluaran yang sama dengan berbagai kombinasi masukan. Dengan
demikian, produsen yang memaksimisasi laba akan n:1mgusahakan kombinasi
masukan dengan biaya terendah untuk menghasilkan jumlah keluaran yang
sama. Konsep yang telah dibicarakan sebelumnya dalam bab ini menyatakan
bahwa produsen harus mensubstitusi masukan sampai
Tingkat substitusi marjinal= rasio kebalikan harga
TSM,;; RKH

Kita akan menyimak satu contoh lagi untuk memperjelas konsep ini.
Joe Brown merupakan seorang peternak sa_:1i dan ber!>asrat untuk mensub-
128 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

TABEL Kombinasi Masukan untuk Menghasilkan 1.100 Kg D'aging Sapi


5-3

RUMPUT JAGUNG
(KG) (KG) TSM TOTAL BIAY A RANSUM

500 1.300 . $80,00


. 600
700 . 1.200
1.125
; 1,00'
0,75
78,00
77,25
800 1.075 . 0,50 77,75
900 1.050 0,25 79,50
Anggaplah harga jagung 5 sen dolar/kg dan rumput 3 se.a dolar/kg.

stitusi jagung dengan rumput untuk makanan sapinya. Berdasarkan pengalam-


an pancaroba, dia yakin bahwa semua kombinasi jagung dan rumput pada
Tabel 5-3 akan menghasilkan 1.100 kg daging sapi.
Dari Tabel 5-3, tingkat substitusi marjinal rumput untuk menggantikan
jagung dapat dihitung sebagai berikut

perubahan jumlah jagung


TSM rumput
mengganti perubahan jumlah rumput
jagung

sementara rasiokebalikan harga adalah:

harga rumput
RKH
harga jagu ng

Dengan menggunakan prinsip produksi TSM = RKH, maka kombinasi ransum


sebesar 700 kg rumput dan 1.125 kg jagung harus kita pilih. Untuk memilih
ransum berbiaya terendah, kita harus melanjutkan penggantian jagung dengan
rumput sampai tingkat substitusi marjinal hampir sama atau persis sama
dengan rasio kebalikan harga. Agar lebih meyakinkan, total l:iiaya ransum
pada setiap ju:mlah kombinasi masukan juga dimuat pacta Tabel 5-3. Biaya
minimum ransum tersebut adalah $77,25, dan menurut prinsip maksimisasi
laba kombinasi1 ransum tersebut (700 kg rumput dan 1.125 kg jagung) harus
kita pilih.

Pengembalian Marjinal yang Sarna


Kriteria penting lainnya dalam keputusan produksi berkaitan dengan apa yang
~arus diproduksi. Seringkali perusal1aan dapat memproduksi banyak ragam
produk tetapi keterbatasan masukan atau anggaran produksi akan menjadi
kendala. Prinsip produksi akhir ini menyatakan bahwa produksi berbagai per i
usahaan harus dilaksanakan sampai pengembalian mariinal (marginal ret':'rnl J
dari produkproduk tersebut sama, atau masukan variabel harus digunakan
pada pemanfaata:1 marjinal tertinggi sampai tercapai pengembalian yang
sam a.
Misalkan Jane Henry adalah mahasiswa yang sedang menyiapkan ujian akhir
untuk mata kuliah Sejarah, Bahasa Inggris, Pemasaran, dan Manajemen Agri
bisnis. Waktu Jam yang tersedia untuk keempat mata kuliah ini hanya 30 jam
ILMU EKONOMJ UNTUK PARA MANAJER 129
Jam Bel ajar dan Estimasi Nilai Ujian TABEL
5-4

JUMLAH SEJARAH .. BHS. INGGRIS PEMASARAN. AGRIBISNIS


JAM -
BELAJAR .NIL AI ,:,.PM NILAI PM NIL AI PM NIL AI PM
0 . 60 .- 75 80 65 -
5 70 <10 82 7 85 5 75 10
10 76 6 88 6 89 4 84 7
15 81 5 92 4 92 3 87 5
20 84. ' 3 94 2 "93 90. 3.
25 85 1 95 1 93 0 92 2
30 85 .. 0 95 0 93 0 93 1

Catatan: PM adalah pengemballan marjinal atau marginal retum.

dan yang diinginkannya adalah nilai rata-rata tertinggi untuk keempat mata
kuliah tersebut. Apa yang harus dilakukannya jika hubungan antara jam
belajar dan nilainya seperti terlihat pada Tabel 5-4?
Jane mengalokasikan jam belajarnya dengan selang-seling 5 jam dan telah
mengestimasi nilai ujiannya dari setiap mata kuliah untuk setiap pertambah-
an 5 jam belajar pada mata kuliah bersangkutan. Jadi, jika Jane mencurahkan
semua jam belajarnya untuk Sejarah, nilai ujian sejarah akan dimaksimisasi
tetapi ketiga mata kuliah Jain aJ.::an mendapat nilai rendah.
Jika Jane menerapkan prinsip pengembalian marjinal yang sama, dia akan
mer.yediakan 10 jam untuk Sejarah, Bahasa Inggris, dan Agribisnis serta
tidak usah mempelajari Pemasaran. Tidak ada kombinasi jam belajar yang
akan memberikan nilai rata-rata yang lebih tinggi daripada kombinasi ter-
sebut.

Penawaran: Pasar dari Segi Produsen


Penawaran, dari sudut pandang ekonomi, menggambarkan hubungan antara
dua variabel, yakni harga dan kuantitas penawaran. Penawaran dapat didefi-
nisik"-11 sebag"ri kuantitas barang yang ingin dan dapat ditawarkan produsen
di pasar pada berbagai tingkat harga. Penawaran mencerminkan hubungan
Jangsung an tara harga dan kuantitas (jumlah barang secara fisis ). Hukum
penawaran menyatakan bahwa apabila harga naik, produsen berkeinginan
menawarkan lebih banyak barang (output) ke pasar. Walaupun biaya marjinal
bisa saja bertambah, namun harga yang makin tinggi meningkatkan pendapat-
an marjinal sehingga penambahan produksi jadi menguntungk~n. Kurva atau
fungsi penawaran yang disajikan dalam Gambar 5-2 menggambarkan hubung-
an harga dengan kuantitas. Bila harga sebesar $20, produsen akan bersedia
menawarkan 290 unit. Bila harga sebesar $40 produsen akan menawarkan
600 unit. Tentu saja, kita bisa menentukan satu harga pasar untuk setiap
titik. Kurva penawaran hanya menunjukkan berapa kuantitas yang ingin
iihasilkan oleh para produsen pada berbagai tingkat harga.
Kurva penawaran dapat bergeser atau berpindah dan berubah bentuk da
lam jangka waktu tertentu. Apabila penawaran bertambah, se/Hruh kurva ber
~eser ke kanan. Dalam kasus ini, kuantitas yang sama ditawarkan pacta hargt
130 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

100 200 300 4 00 ')00 600 700


Kuantitas (unit)

Gam bar 52 Kurva penawaran yang teoritis.

yang lebih rendah, atau kuantitas yang lebih besar ditawarkan pada harga yang
sama. Gambar 5-3 menggambarkan penambahan penawaran. Pergeseran ke
arah sebaliknya, yaitu perpindahan ke kiri, akan menunjukkan berkurangnya
penawaran.
Beberapa fa!{tor dapat menyebabkan pergeseran kurva penawaran badan
usaha. Karena jumlah produk yang ingin ditawarkan atau dipasok sangat
tergantung pada hubungan biaya marjinal dan pendapatan marjinal, maka
segala sesuatu yang merubah struktur biaya suatu badan usaha dapat meng-
geser kurva penawarannya. Beberapa faktor mencakup hal-hal berikut.
1. Perubahan teknologi: Perbaikan efisiensi menggeser kurva penawaran ke
kanan.
2. Perubahan harga mastkan: Kenaikan harga masukan menggeser kurva pe-
nawaran ke kiri.
3. Cuaca: Keadaan cuaca yang buruk dapat menggeser kurva penawaran
ke kiri.

Kurva penawaran didasarkan pada kurva biaya masing-masing produsen.


Jadi, hampir semua faktor yang mempengaruhi kurva penawaran berkaitan
langsung dengan perubahan biaya yang menggeser kurva tersebut ke kiri

Gambar 5-3 Pergeseran Penawalan.


s,
50
- 40
"'
:30
0>

~ 20
10

0o 100
Kuantitas (unit)
81 = Penawaran semula
S2 = Penawaran setelah pergeseran
ILMU EKONOMI UNTUK PARA MANAJER 131
atau kanan. Misalnya, produsen atau petemak sapi akan menurunkan pe-
nawaran sapi apabila harga jagung (makanan sapi) meningkat. Mengapa?
Jagung merupakan masukan dalam pemeliharaan temak; dengan naiknya
harga jagung, biaya pemeliharaan sapi juga ikut bertambah. Dengan demi-
kian, kurva 'penawaran sesungguhnya merupakan kurva biaya marjinal.
Di samping itu, produsen juga "mempunyai" kurva penawaran jangka
pendek dan jangka panjang. Dalam jangka pendek produsen akan melanjut-
kan produksi sampai biaya variabel dapat ditutupi. Dalam jangka panjang
produsen harus menutupi semua biaya produksi - baik biaya tetap maupun
biaya variabeL (Kurva penawaran jangka panjang sebaiknya diartikan sebagai
kurva penawaran yang direncanakan dalam arti bahwa hal itu mengandaikan
belum dipasangnya fasilitas produksi yang merupakan komponen biaya
tetap- penerjemah.) Dengan demikian,

Penawaran jangka pendek BM di atas BVR


Penawaran jangka pangjang BM di atas BTR, di mana
BM Biaya marjina!
BVR Biaya variabel rata-rata
BTR Biaya total rata-rata

Permintaan: Pasar dari Sisi Konsumen


Pasar dari sisi konsumen diwakili oleh kurva permintaan. Permintaan, dalam
terminologi ekonomi, adalah jumlah yang diinginkan dan dapat dibeli konsu-
men dari pasar pada berbagai tingkat harga. Sebagaimana halnya dengan
konsep penawaran, kita dilibatkan dengan hubungan harga-kuantitas. Hukum
permintaan menyatakan bahwa ada hubungan terbalik antara harga dan
kuantitas; yaitu apabila harga naik, jumlah yc.ng ingin dibeli konsumen akan
berkurang. Kurva permintaan yang disajikan dalam Gambar 5-4 menggambar-
kan hubungan yang khas antara harga dengan kuantitas. Bila harga $20,
konsumen akan mau membeli sebanyak 500 unit. Tetapi bila harga $40,
konsumen hanya mau membeli 180 unit. Tentu saja, hanya satu harga yang
dapat terjadi di pasar pada saat tertentu. Kurva permintaan hanya menunjuk
kan jumlah yang ingin dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga yang
mungkin terjadi.

Gambar 5-4 Kurva pej.'lllintaan teoretis.


50

~
40 -------~-
30 1 Perrr,
"'~ 1 'IJra.,IJ
"'
J: 20 --------+----------------
1 I
I I
10 I I
i I
0
0 100
Kuantitas {unit)
132 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISN1:.

50
o,
40
;;;
- 30
"'
"'
"'
J:
20

10

0
0 100 400 600
Kuantitas (unit)

Dt Permintaan semula
02 Permintaan setelah pergeseran

Gambar 5-5 Pergeseran permintaan.

Kurva permintaan juga dapat bergeser atau berubah bentukfkemiringan


dalam jangka waktu tertentu. Permintaan bertambah bila konsumen ingin
membeli lebih banyak pada harga yang sama; jika demikian, kurva perminta-
a:t bergeser ke kanan. Gambar 5-5 menggambarkan peningkatan permintaan.
Beberapa faktor penting dapat menyebabkan kurva permintaan bergeser.
Karena pergeseran permintaan sepenuhnya tergantung pada konsumen, maka
penyebab pergeseran sangat dipengaruhi oleh faktor psikologis dan emosi,
dan dapat menjadi sangat kompleks. Beberapa dari faktor ini mencakup
hal-hal berikut.
1. Penghasilan: Apabila penghasilan bertambah, konsumen akan mampu
membeli lebih banyak, jadi kurva permintaan bergeser ke kanan.
2. Cita rasa dan kesukaan: Keinginan-keii?-ginan emosional dan psik0logis
dapat menggeser kurva permintaan ke kiri dan ke kanan.
3. Ekspektasi: Bila konsumen memperkirakan harga akan jatuh, mereka
dapat menub.da pembelian, sehingga kurva permin.taan bergeser ke kiri.
4. Jumlah per&duduk: Pertambahan besar dalam jumlah konsumen dapat
menggeser kurva permintaan ke kanan.
5. Harga barang substitusi: Penurunan harga "produk substitusi dekat"
(produk ya.:1g hampir sama) dapat menggeser kurva permintaan ke kiri.
Konsep permintaan didasarkan pada hukum utilitas marjinal yang rna-
kin menurun (law of diminishing marginal utility), yang menyatakan bah-
wa dengan makin banyaknya produk yang dikonsumsi, makin berkurang ke-
puasan yang diperoleh dari setiap unit tambahan selanjutnya. Inilah penyebab
dari kemiringan negatif (negative slope) kurva permintaan dan hubungan ter-
balik antara harga dan kuantitas permintaan. Dengan makin tingginya harga
produk tertentu, jumlah konsumsi atas produk bersangkutan akan makin
menurun. Ada kemungkinan juga bahwa konsumen beralih ke produk sub-
stitusi atau pengganti atau malah tidak sanggup lagi membeli produk ber-
sangkutan sama sekali.

Permintaan Turunan Permintaan akan sebagian besar produk pertanian,


terutama perbekalan usaha tani, merupakan permintaan tunman (derived
demand). Permintaan turunan tidak didasarkan langsung pada permintaan
ILMU EKONOMI UNTUK PARA MANAJER 133
konsumen biasa, tetapi lebih didasarkan pada kebutuhan akan produk-produk
yang secara tidak langsung bertalian dengan permintaan konsumen. Misalnya,
permintaan pengusaha tani akan pupuk "diturunkan" dari permintaan kon-
sumen terhadap jagung. Apabila penawaran jagung tidak memadai dan harga
naik secara nyata, permintaan akan pupuk biasanya meningkat secara tajam
pada waktu yang bersamaan. Ini merupakan satu alasan mengapa manajer
agribisnis dan ahli-ahli pemasaran sangat memperhatikan kecenderungari
ekonomi umum. Segala sesuatu yang secara nyata mempengaruhi perminta-
an konsumen terhadap produk pertanian pasti mempui1yai dampak terhadap
permintaan akan perbekalan usaha tani melalui proses permintaan turunan.

Ekuilibrium Pasar dan Penentuan Harga


Apabila produsen dan konsumen bertemu di pasar, ekuilibrium kuantitas
dilll harga ditentukan. Proses ini discbut pcnentuan harga (price discovery).
Sesungguhnya ada satu harga dan kuantitas yang akan "menjamin kondi-
si ekuilibrium pasar" pad a titik tertentu. Pada titik ini segala sesuatu yang
diinginkan produsen dibeli. Gam bar 5-6 melukiskan kondisi ekuilibrium
pasar. Di sini ada satu harga, He dan satu kuantitas, Ke. (Dalam keadaan
nyata, permintaan dan penawaran tidak statik, tetapi dalam keadaan fluktu,
asi yang konstan). Pada sesuatu titik, "harga" menunjukkan perkiraan pasar
yang terbaik mengenai situasi permintaan -- penawaran pada saat ini. Karena
kondisi didasarkan pada penilaian para pembeli dan penjual mengenai pe-
nawaran dan permintaan yang sesungguhnya, maka situasi benar-benar ber-
fluktuasi (volatile) dan dapat berubah secara cepat (drastis) dan dengan ke-
kerapan yang tinggi (sering berubah). Inilah sebabnya mengapa harga pasar
untuk sebagian besar produk dan perbekalan pertanian berubah sepanjang
hari.
Kurva penawaran dan permintaan menunjukkan hubungan teoretis antara
harga . dan kuantitas pada titik tertentu. Di sini kurva telah digambarkan
dengan fungsi garis-lurus. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penjelasan
kurva, tetapi hampir semua kurva sesungguhnya merupakan kurva linear yang
melalui suatu rentang (range) harga dan kuantitas, dan dapat menjadi sangat
kompleks. Ahli-ahli ekonomi pertanian menghabiskan banyak waktu dan
usaha untuk mencoba mengidentifikasi kurva-kurva khusus.

Gambar 5-6 Penawaran dan permintaan traktor


' tahun 1984
D
s

K,
Kuantitas
134 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGR!BISNIS

D 1985

~ ''
H 1984 1---------'lr-----:>1('"
~ H1985

K 1985 K 1984
Kuan.titas

Gam bar 57 Perubahan ekulllbrlum pasar.

Penggunaan Model Penawaran-Permintaan


Misalkan untuk traktor sistem kemudi em pat rod a ljour-wheel-driue) pada
tahun 1984, para ahli ekonomi pertanian menentukan hubungan harga-
kuantitas untuk penawaran dan permintaan seperti disajikan dalam Gambar
5-6.
Ini berarti pada tahun 1984 sejumlah Ke traktor dijual pada harga He
(e menyatakan ekuilibrium). Sekarang anggaplah bahwa tahun 1984-1985
merupakan tahun buruk bagi para pengusaha tani, dan penghasilan pengusaha
tani turun sebanyak 15%. Bagaimana hubungan penawaran dan permintaan
akan terlihat? Gambar 5-7 melukiskan hubungan tahun 1984 dan tahun 1985
secara serempak.

Efastisitas
Para manajer sering terlibat dalam meramalkan kadar derajat reaksi konsumen
terhadap perubahan harga. F,lastisitas merupakan cara yang tepat untuk meng-
ukur respons konsumen. Elastisitas permintaan menggambarkan persentase
perubahan dalam kuantitas permintaan kalau harga berubah 1%. Jika per-
mintaan terhadap bibit bluegrass (sejenis rumput lapangan) bertambah 1%
karena penurunan hanya 1%, maka elastisitas permintaan bib it bluegrass
ialah 1,0. Rumus elastisitas adalah:

% perubahan kuantitas
Elastisitas = - - - - - - - - -
% perubahan harga

a tau
kuantitas baru- kuantitas lama harga baru + harga lama
-----------x--------
kuantitas baru + kuantitas lama harga baru- harga lama

Sebagaimana ditunjukkan dalam Gambar 5-8, hila harga bibit bluegrass


jatuh dari $40 ke $30, kuantitas permintaan akan bertambah dari 100 menjadi
200 bushel.
ILMU I!:KONOMI UNTUK PARA MANAJER 135
50

40

~~ 30 --+--- I I
j!! 20 ---+----+----
1 I I
10 ----+----+----+----
1 I I 0

Kuantitas (unit)

Gam bar 5-8 Permintaan bib it bluegrass.

Elastisitas = 200 - 100 x 30 + 40 = 100 >-. _2.2.__ = -2 33


200 + 100 30 - 40 300 - 10 '

Ini berarti bahwa apabila harga turun 1%, kuantitas pem1intaan bertarnbah
2,33%. Tetapi apabila harga turun daru $20 rnenjadi $10, kuantitas akan naik
dari 300 rnenjadi 400 bushel. Berdasarkan persentase, perrnintaan kurang
responsif pada tingkat ini.

Elastisitas = 400 - 300 x 10 + 20 = 100 x ~ = -0,43


400 + 300 10 - 20 700 - 10

Elastisitas permintaan ini rnenerapkan mrnus untuk elastisitas busur (arc


elasticity). Rurnus ini rnengukur persentase perubahan di sepanjang ruas
tertentu dari kurva perrnintaan, bukan hanya rnengevaluasi pembahan mutlak
dari titik yang satu ke titik yang lain pada kurva terse but. Koefisien elastisitas
permintaan harus selalu negatif karena perubahan diukur di sepanjang kurva
permintaan. Kenaikan harga dibarengi dengan penurunan kuantitas perminta-
an, atau sebaliknya; dan karena itulah elastisitas permintaan selalu negatif.
Ada tiga tipe elastisitas permiritaan. Dalam rangka mengevaluasi elastisitas
dari koeflsien permintaan, kita harus rnenggunakan nilai absolut, yaitu meng-
abaikan tanda negatif dan mencocokkan koefisien tersebut dengan salah
satu dari ketiga kategori berikut:

lei> Elastis
lei = Uniter
lei< Tidak elastis

Jadi, jika elastisitas permintaan, dalarn r.ilai absolut, lebih 'besar daripada
1, permintaan tersebut elastis. Ini berarti bahwa perubahan harga yang kecil
akan mengakibatkan perubahan kuantitas permintaan yang relatif besar. Jenis
produk yang menghadapi permin~n elastis adalah: produk yang mempunyai
substitusi dekat (produk lain juga mernpuny:l.i harga baru yang sama), barang
lukis, dan produk yang rnenghabiskan sebagian besar anggaran konsumen.
Sejalan dengan itf1, jika nilai absolut dari elastisitas permintaan lebih
kecil daripada 1, permintaan tersebut dikatakan tidak elastis. Di sini perubah-
an harga kurang berpengarul: terhadap kuantitas permintaan. Barang yang
termasuk dalam kategori ini adalah kebutuhan pokok, produk yang hany a
136 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

merupakan bagian kecil dari anggaran konsumen, atau produk yang tidak
memiliki substitusi dekat. Permintaan atas gas alam untuk menggerakkan
mesin-mesin fasilitas produksi yang besar tentulah tidak akan elastis - bahan
baku tersebut sangat esensial untuk mengefisienkan proses produksi dan,
paling tidak dalam jangka pendek, tidak mempunyai substitusi. Jadi, tidak
ada pilihan lain kecuali membayar harga yang lebih tinggi jika harga gas alam
naik. Akan tetapi, dalam jangka panjang, perusahaan ini bisa beralih dari
gas ke minyak atau listrik. Karena itu, jangka waktu juga merupakan bahan
pertimbangan yang mempengaruhi tipe elastisitas.
Elastisitas penawaran dapat dihitung dengan cara yang sama seperti
elastisitas permintaan. E!astisitas penawaran selalu positif, karena perubahan
harga menyebabkan kuantitas penawaran berubah dalam arah yang sama.
Besarnya elastisitas penawaran bisa lebih kecil, sama, atau lebih besar dari
1, tergantung kepada apakah kuantitas penawaran berubah dalam proporsi
yang lebih kecil, sama, atau lebih besar daripada perubahan harga.

ILMU EKONOMI DAN MANAJER


Para manajer agribisnis harus semakin memahami dunia ekonomi di mana
mereka beroperasi. Prinsip-prinsip ekonomi tidak hanya berguna dalam me-
ramalkan kecenderung~ bisnis, tetapi prinsip-prinsip tersebut juga berfungsi
sebagai dasar untuk mengambil banyak keputusan manajemen. Bab ini telah
mengupas sedikit tentang ilmu ekonomi. Para manajer yang terlatih secara
profesional hendaknya mempersiapkan diri dengan ilmu ekonomi dasar
melalui studi formal atau informal.

IKHTISAR
Ilmu ekonomi ;berbicara tentang pengalokasian sumber daya yang langka,
yaitu, lahan, tenaga kerja, modal manajemen, untuk memenuhi kebutuhan
manusia. Di seluruh pelosok Amerika Serikat, sistem pasar usaha bebas, yang
dimodlfikasi oleh beberapa peraturan pemerintah, digunakan untut.: meng-
alokasi sumber daya. Motif mencari laba digunakan sebagai insentif yang
membimbing bisnis memenuhi keinginan konsumen pada saat konsumen
mengungkapkan keinginan ini di pasar dengan mem belanjakan uangnya.
Agribisnis merupakan bagian integral dari sistem ini.
Para manajer agribisnis menggunakan banyak sekali prinsip ekonomi
untuk mengambil keputusan-keputusan bisnis yang penting. Konsep biaya
marjinal - pendapatan marjinal menghasilkan tingkat produksi paling meng-
untungkan_ Konsep biaya kesempatan sangat menentukan dalam memper-
timbangkan berbagai alternatif keputusan. Dan penerapan prinsip penawaran-
permintaan terliadap perbekalan pertanian -dan produk usaha tani merupakan
dasar untuk sebagian besar rencana agribisnis.

PERTANYAAN UNTUK DIBAHAS


1. Apakah perbedaan utama antara sistem ekonomi bebas/liberal dengan
sistem ekonomi sosialis? Sistem mana yang Iebih Anda sukai dan mengapa?
2. Apakah peranan laba pada sistem ekonomi pasar bebas?
ILMU EKONOMI UNTUK PARA MANAJER 137
3. Sebutkanlah lima cara yang digunakan masyarakat (Amerika Serikat)
untuk membatasi sistem pasar bebas. Menurut pertimbangan Anda, apakah
ini baik atau buruk? Mengapa?
4. Jelaskan mengapa laba secara teoretis jatuh sampai no! dalam persaingan
pasar.yang sempurna? Mengapa dalam kenyataannya laba itu tetap ada?
5. Mengapa para manajer agribisnis diharapkan berminat pada ekonomi
makro?
6. Apakah biaya oportunitas yang J?erkaitan dengan perkuliahan pada sebuah
perguruan tinggi?
7. Biaya variabel untuk membuat pintu gerbang usaha tani adalah $100
untuk setiap pintu; agar dapat menjual satu lagi dan memaksimumkan Jaba
petubahan, tambahan pintu gerbang harus dijual seharga $110. Berapakah
biaya marjinal? Pendapatan marjinal? Apakah manajer haru$ berproduksi
pad a tingkat ini? Mengapa atau mengapa tidak?

SOAL KASUS: COMFORT CABS, INC.


Comfort Cabs, Inc., membuat dan menjuall:abin segala cuaca untuk dipasang
pada traktor usaha tani. Comfort Cabs bermutu tinggi, mudah dipasang,
dan agak unik dalam industri. Kombinasi unit pengatur udara dan pemanas
sangat dapat diandalkan dan mudah perawatannya.
Comfort dapat memproduksi sampai sejumlah 1.000 kabin dengan sangat
mudah, tetapi untuk memproduksi lebih banyak akan mengakibatkan ke-
rusakan sarana produksi dan memerlukan kerja lembur para pekerja. Akibat-
nya, biiya proauksi dipaksa naik pada tingkat produksi yang Jebih tinggi.
Akuntan biaya Comfort dan departemen penelitian pemasaran telah mem-
perhitungkan permintaan konsumen dan biaya produksi dalam berbagai
tingkat harga sebagai berikut.

TINGKATi~
HARGA'-';t<; KEMUNGKINAN
$/KABIN;(; PENJUALAN

1.000. i,!,}{ ;(j S.lOO '


1.100 ;'''',:' 2.200
1.200 . .;. 1.800
1.300 .. ; . ~02.050 1.500
1.400 ... ,_;}~.,2.200 1.300
1.500 i~ 2 300 :1;200
.uoo ''l) \ -~~~/350;. 1.100

PERTANYAAN
1. Dengan menggunakan kertas grafik, gambarkan kurva penawaran dan
permintaan Comfort. Pada harga dan kuantitas berapa Comfort menjual
semua produksinya?
138 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNJS

2. Apa yang akan terjadi hila Comfort menaikkan harga sampai $1.300?
Jelaskan mekanisme yang cenderung mengembalikan pasar kepada kondisi
ekuilibrium.
3. Dengan menggunakan kurva ini, tunjukkan apa yang akan terjadi hila
harga biji-bijian naik secara berangsur-angsur dalam jangka waktu be-
berapa bulan.
4. Apabila 'harga berubah dari $1.500 menjadi $1.600, berapa elastisitas
permintaan? Apakah artinya? Apabila harga berubah dari $1.000 menjadi
$1.100, berapa elastisitasnya? Dalam kondisi mana jumlah pendapatan
akan menjalani perubah.'lll yang lebih besar?
. .
TUJUAN
Men~raikan perlunya sistem informasi
keuangan yang baik pada setiap agribisnis
Membahas cara penerapan informasi
keuangan dasar ke dalam agribisnis
Menciefinisikan neraca dan menguraikan
cara penggunaannya untuk manajer agribisnis
Mendefinisikan perhitungan laba-rugi
dan menguraikan cara penggunaannya untuk
manajer agribisnis
Mengikhtisarkan peristilahan laporan
keuangan yang digunakan oleh manajer agribisnis
(peristilahan yang akan digunakan akan diusahakan
mengikuti Prinsip Akuntansi Indonesia.)
Mengembangkan pengetahuan tentang
cara penggunaan laporan keuangan untuk
membantu proses pengambilan keputusan
oleh manajer agribisnis

Pencatatan keua,ngan bersifat fundamental


untuk pemanajemenan agribisnis.

Keterangan gam~ar:
A. Pencatatan
B. Pengkajian laporan keuangan

LABA BERSIH: GAMBARAN PRESTASI.


MASA LAMP AU, DASAR BERPIJAK
UNTUK MASA DEP AN
6
PEMAHAMAN ATAS
LAPORAN KEUANGAN
142 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

LABABERSIH
Di antara manajer tidak ada istilah yang lebih sering digunakan daripada
laba bersih (bottom line). Untuk semua bisnis, laba bersih merupakan ayat
terakhir dalam perhitungan rugi-laba, dan karena menyangkut rugi-laba maka
tentu hal itu sangat penting. Tanpa laba, bisnis tidak akan dapat hidup untuk
jangka panjang. Laba bersih merupakan tolok ukur atas keberhasilan atau
kegagalan lieorang mariajer dalam mengendalikan berbagai sumber daya
agribisnis. Hal itu memberikan bukti-bukti sejarah mengenai ketrampilan dan
kemampuan yang ditunjtikkan oleh pengambil keputusan, atau mereka
yang telah dib~ri kepercayaan oleh perusahaan untuk mengelola para karya-
wan, uang, dan bahan yang dikuasainya (dimilikinya). Bahkan lebih penting
lagi, laba bersih mencerminkan potensi perusahaan. Hal itu merupakan dasar
untuk pertumbuhan, modernisasi, pengembangan produk-produk baru, dan
imbalan bagi para karyawan dan penanam modal perusahaan di masa men-
datang.
Laba bersih itu sendiri sangat penting, tetapi aspek aspek lain dari data
keuangan juga penting. Manajer agribisnis yang berhasil harus mengetahui
mengapa dan bagaimana suatu agribisnis menghasilkan laba bersih tertentu.
Itulah yang dipelajari dalam manajemen keuangan. Manajer yang berhasil
harus cukup paham tentang operasi keuangan perusahaan sehingga dapat
menggunakannya sebagai alat untuk sedapat mungkin. menghasilkan laba
bersih yang terbesar di masa mendatang.

PENTINGNYA LAPORAN KEUANGAN


Manajemen keuangan memerlukan keahlian khusus yang sangat tinggi dalam
menginterpretasi informasi lkeuangan dari catatan perusahaan. Tanpa keahllan
ini, para manajer agribisnis pada setiap tingkatan akan menep1ui kesulitan
dalam mencapai sasaran dan tujuan organisasi. Karena itu, untuk mencapai
sukses setiap perusahaan agribisnis harus mengumpulkan catatan, pengetahu-
an, dan informasi yang penting. Pentingnya informasi dan catatan keuangan
dibuktikan oleh berton-ton kertas, milyaran formulir, jutaan mesin bisnis,
ribuan pemroses data elektronik, dan beribu-ribu orang yang dipekerjakan
dalam pencatatan kegiatan bisnis di seluruh penjuru dunia.
Pencatatan transaksi keuangan yang modern telah dimulai kira-kira enam
abad yang lalu di Italia. Pertumbuhan perdagangan di Venesill dan Genoa
yang merupakan pusat perdagangan besar menimbulkan perlunya catatan
bisnis. Sebagai jawaban terhadap kebutuhan ini, sistem pencatatan dan pem-.
bukaan dikembangkan yang kemudian digunakan secara luas di seluruh
dunia bahkan sampai sekarang. Sistc'll ini mengikhtisarkan catatan perusaha-
an dengan melllbaginya ke dalam dua dokumen dasar. Dokumen-dokumen
ini dinamakan neraca dan perhitungan rugi-laba. Jika digabung; keduanya
merupakan laporan keuangan perusahaan. Sisa bab ini akan membica.ra}{an
pentingnya laporan keuangan bagi manajer agribisnis.

*Laba bersih di sini mengacu pada laba bersih setelah pajak yang dalam istilah asingnya
dis41but bottom line (garis terbawah) karena, sebagaimana anda lihat pada bab ini nanti,
hal ini disajikan pada akhir aau bagian ;ubawah dari suatu perhitungan rugilaba -
penerjeman.
PEMAHAMAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 143

PENYEBABPERLUNYAPENCATATAN
Agribisnis berusaha untuk menghasilkan pengembalian (return) terbesar yang
bisa diperoleh dari sumber daya yang mereka miliki. Ada beberapa sasaran
lain yang terkait dengan sasaran untuk menghasilkan laba, misalnya keingin-
an untuk menghasilkan produk dan p.elayanan yang bermutu, keinginan
memb~ri imbalan kepada para karyawan, keinginan untuk membantu per-
tumbuhan bisnis, dan keinginan memperoleh citra sebagai "warga masyarakat"
yang baik. Jenis-jenis sasaran ini hampir selalu ada pada semua organisasi
bisnis, entah itu sebagai perusahaan manuf&ktur peralatan yang besar seperti
International Harvester Company ataupun dealer makanan ternak lokal di
kota kecil. Sasaran seperti itu tidak dapat di capai hanya dengan satu gerakan
taktis yang brilyan, tetapi harus melalui penggunaan sumber daya semak-
simum mungkin yang dilaksanakan secara konsisten dalam jangka waktu
yang panjang. TJntuk mencapai penggunaan sumber daya secara konsisten,
manajer membutuhkan informasi atau catatan yang tepat. Catatan bisnis
merupakan alat-bantu bagi para manajer untuk mengarahkan pelaksanaan
manajemen bisnis secara jitu dan untuk membuat keputusan manajemen agar
selaras dengan kebutuhan, sasaran, dan tujuan perusahaan.
Semua agribisnis harus mengikuti prosedur penjualan, pembelian, biaya,
dan laba atau rugi. Catatan yang menunjukkan faktor-faktor ini perlu untuk
memenuhi tuntutan pemerintah, lembaga pemberi pinjaman, para penanam
modal, karyawan, dan para pemasok bisnis tersebut. Bahkan lebih penting
lagi catatan perusahaan akan merupakan daya gerak bagi semua perencanaan
keuangan dan keputusan manajemen. Sistem pencatatan harus menyajikan
pengetahuan yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Harus sederhana dan mudah dimengerti.


2. Harus dai.>at dipercaya, cermat, konsisten, dan tepat waktu.
3. Harus didasarkan pada keunikan bisnis tertentu.

Untuk merancang sistem pencatatan agribisnis, biasanya ada baiknya


jika diminta pendapat dari penasihat atau konsultan yang profesional dan
kompeten yang bukan anggota perusahaan. Para profesional ini akan mem-
bantu menentukan secara obyektif sistem yang paling sesuai dengan ke-
butuhan perusahaan. Di samping itu, hampir semua agribisnis memerlukan
tenaga pembukuan atau akuntan yang terlatih dan kompeten untuk me-
laksanakan sistem internal.

PENGELOLAAN SISTEM AKUNTANSI


Sistem akuntansi juga berfungsi untuk mencegah kesalahan dan melindungi
aktiva (asset) agribisnis. Untuk ini, sistem tersebut harus dilak~anakan secara
cerrnat dan jujur oleh karyawan yang kompeten. Apabila ukuran bisnis makin
besar, sistem pengecekan dan pengimbang harus dilembagakan untuk me-
mastikan bahwa tidak ada transaksf yang dikendalikan oleh satu orang secara
lengkap mulai dari awal sampai akhir. Kasir atau tenaga penagih tidak boleh
ditugaskan dalam pembukuan. Tenaga pembelian tidak boleh melaksanakan
pembukuan atau mengeluarkan cek.
144 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Andaikata memungkinkan, tanggung jawab pencatatan, pelaporan, .dan


pengendalian paling tidak harus diemban oleh dua orang. Wiraniaga eceran
seyogianya memeriksakan pengembalian uang Pf langgan kepada karyawan
lain. Para manajer sering menugaskan pemeriksa pembukuan (auditor) dari
luar untuk memeriksa kecermatan dan kewajaran catatan keuangan organi-
sasi. Semua ini bukan mau menyatakan bahwa telah terjadi penyelewengan,
tetapi lebih banyak dimaksudkan untuk mempertebal kredibilitas dan ke-
jujuran dari semua karyawan yang terlibat, dan untuk memeriksa apakah
catatan disimpan secara tepat. Apabila pemeriksaan yang baik dijadikan se-
bagai bagian dari sistem akuntansi, tidak ada alasan untuk mencurigai adanya
ketidakwajaran.
Pencatatan keuangan yang baik harus menyediakan dasar untuk:
1. Menentukan keberhasilan bisnis dalam bentuk profitabilitas dalam periode
atau siklus tertentu
2. Menentukan keadaan umum keuangan perusahaan pada saat tertentu
3. Memperkirakan kemampuan bisnis untuk memenuhi tuntutan kreditur,
perubahan, dan tuntutan perluasan
4. Menganalisis kecenderungan prestasi kerja sehubungan dengan kemampu-
an manaje.men dan baik-tidaknya keputusan serta hasil-hasil yang dicapai
pada masa.lalu
5. Memilih c1ra penggunaan sumber-sumber daya untuk masa mendatang
dari berba;ai altematif yang mungkin atau tersedia

Bekerja dengan Akuntan dan Tenaga Pembukuan


Banyak manajer agribisnis, seperti Ray Whyth, yakni pemilik dan direktur
utama pei:Usahaan konstruksi yang bergerak di bidang pembangunan gedung
usaha tani, mengakui ad any a kecurigaan terhadap manajemen .keuangan dan
akuntansi hanya karena ketidaktahuannya terhadap bagaimana cara kerja
sistem itu. Ketidaktahuan Ray beralasan karena pada mulanya perusahaannya
kecil dan dia tidak begitu memahami masalah keuangan. Banyak manajer
lain yang meniti karier dalam jenjang perusahaan besar melalui bidang pen-
jualan, produksi, dan operasi, dan mereka juga tidak memahami sistem pen-
catatan. Manajer tersebut tidak perlu ahli dalam bidang akuntansi atau pen-
catatan organisasi. Kendatipun demikian, seorang manajer agribisnis harus
memusatkan perhatiannya untuk memahami cara kerja sistem itu dan infor-
masi apa yang dihasilkan oleh proses pencatatan untuk digunakan dalam
pengambilan keputusan.
Para manajer agribisnis yang bekerja dengan para kontroler (controller),
akuntan, dan tenaga pembukuan kemungkinan besar akan bertemu dengan
banyak orang yang memandang dunianya secara konseptual dan abstrak.
Orang-orang semacam itu akan merasakan eksistensi atau keberadaannya
dengan adanya pembukuan, pencatatan, dan angka-angka. Pendekatan para
spesUilis seperti itu dapat menghasilkan informasi, walaupun tepat dan mena-
rik, tidak dapat dipahami a tau tidak mempunyai arti . bagi pengendalian
dan pemanajemenan organisasi. Penentuan_jenis dan bentuk informasi yang
diperlukan merupakan tanggung jawab seorang manajer.
Setiap manajer mengkaji informasi yang disajikan dalam catatan organi-
sasi, mengujinya terhadap kelima butir kriteria yang telah disebutkan di atas.
PEMAHAMAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 145

Manajer seharusnya menanyakan hal-hal berikut "Apakah informasi atau


data ini akan memungkinkan .manajer mengambil keputusan yang lebih
bijaksana?" "Apakah penyajian informasi tersebut ditata sedemikian rupa
sehingga mudah dipahami dan diinterpretasi manajer?" "Apakah informasi
itu benar-benar dibutuhkan . agribisnis tertentu ?" Catatan yang tidak me-
menu hi pengujian itu harus diubah atau dibuang, kecuali jika diperlukan
oleh undang-undang atau badan-badan pemerintah.

PROSES AKUNTANSI
Proses pencatatan sebagian besar diawali dengan dokumen asli organisasi.
Dokumen-dokumen ini bisa berupa "slip" atau bukti penjualan, tanda pe-
nerimaan, cek, faktur, kartu jam kerja karyawan, dan rekening. Kita dapat
mengatakan bahwa dokumen-dokumen itu merupakan sendi dasar atau
bahan utama untuk seluruh sistem pencatatan. Kalau kita melihat lebih
dekat kepada bisnis konstruksi usaha tani Ray Whyth, kita akan melihat
bahwa setiap hari perusahaan mengeluarkan lebih banyak beban (expense)
dan menerima lebih banyak penghasilan daripada jika kita melihatnya se-
pintas lalu. Transaksi harlan ini dicatat dalam buku yang disebut jurnal.
Jumal juga disebut sei.Jagai "catatan awal" untuk bisnis (book of original
entry). T)al.am buku ini dicatat semua transaksi bisnis dalam urutan kronologis.
Jadi, jumal merupakan perkiraan berjalan (running account) dari transaksi
dan kegiatan bisnis sehari-hari. Dalam bisnis yang kecil mungkin hanya ada
satu buku atau jumal umum di mana semua transaksi bisnis dicatat. Kalau
bisnis seperti halnya bisnis Ray Whyth menjadi lebih besar, maka perlu
disediakan beberapa jurnal khusus untuk mencatat secara terpisah transaksi
dalarn bidang-bidang bisnis tertentu seperti penjualan, pembelian, dan uang
tunai yang tersedia. Kendatipun jurnal mencatat transaksi atau kegiatan
bisnis secara kronologis, Iiamun bentuk penyajiannya belum ditata sedemi-
kian rupa sehingga informasi yang disajikan sulit untuk diinterpretasi atau
untuk digunakan oleh manajer.

INFORMASI BISNIS HARUS DITATA DENGAN BAlK


Setelah melihat bisnis kontruksi Ray Whyth, tampak jelas bahwa dia harus
mencatat kekayaan atau aktivanya. Aktiva (assets) adalah segala sesuatu yang
berharga yang dikuasai oleh bisnis. Mereka yang tertarik dalam agribisnis
tertentu memerlukan informasi seperti jumlah uang tunai yang tersedia,
jumlah uang yang masih harus ditagih dari pelanggan, jumlah persediaan
atau barang dagangan yang tersedia, dan peralatan yang dibutuhkan untuk
menyelenggarakan kegiatan bisnis, tcrmasuk bangunan, lal1an, kantor dan
ruang penjualan, dan truk angkutan.
Mereka yang tertarik pada bisnis juga berurusan dengan kewajiban atau
hutang bisnis. Kewajiban (liabilities) adalah sejumlah "uang" yang harus
dibayarkan kepada kreditur pada tanggal tertentu di masa mendatang. Dengan
perkataan lain, kewajiban atau hutang adalah jumlah yang dipinjam dari
pihak luar.
Selain informasi mengenai aktiva dan kewajiban, gambaran keuangan
yang lengkap membutuhkan informasi mengenai jumlah uang yang telah di-
tanamkan sebagai modal oleh para pemilik ke dalam bisnis.
146 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Kemudian, juga diperlukan catatan yang merinci pendapatan dan beban


(expense) sedemikian rupa sehingga keberhasilan bisnis, dalam arti rugi-laba,
dapat diukur dengan cukup tepat. Hal ini berguna sebagai dasar pengambilan
keputusan, untuk manaje.r dan dasar pengeluaran pajak untuk pemerintah.
Untuk menyediakan informasi seperti yang disebutkan di atas, catatan
yang disimpan dalam jurnal harus dipindahkan ke buku lain atau satu seri
buku yang disebut buku besar/ledger (Gam bar 6-1). Pemindahan informasi
dari jurnal ke buku besar dikenal sebagai pemosan (posting). Buku besar
terdiri dari satu seri catatan yang disebut sebagai perkiraan atau rekening
(account)*. Perk iraan adalah catatan terpisah untuk setiap kategori informasi
seperti disebutkan di atas. Perk iraan akan mencatat jenis aktiva secara terpisah
menurut kategorinya dan akan menyajikan jumlah dari setiap aktiva dalam
bentuk uang. Untuk setiap kreditur harus dibuat satu perkiraan yang me-
nunjukkan jumlah uang, atau kewajiban/hutang, yang dipinjamkan kepada

Gambar 6-1 Contoh halaman buku besar.


GENERAL LEDGER POSTING
5J STnett:.wt:Ll

:r-OAQ ! 'O,'g(Cf .,.,_ DAI.:COUHI'~ ~


,.._,
MO~,;t-; -.;-;;
"'"' HO
DOC HO
:
I
---
MoU - tlA"'\
QVANTIT'f
"""""' i
;o"P & BOND NSUUN~E
o~o1i 5C ;~;~ 3)6.00
~t;l~
Ulti3~
:
5 405

46 ,., y
5C 725C
5 1Z5C
'td . IR 40 Ml
48.00
384.30 !
I
729~ ALLOC--F~Pl YEE COSTS
0~0~ 5 7299 3,093.03
0<113~ 5 40 5 7299 498.02
O'i3<:1 5
~'oi3.i 5
0~3~
40
40"
5
5
5
729
729
729
95.55
7d.49-
.),417.01
I
I
252 MU

ii
oio!o1!
323 " y
no
5 730
93 '"
REP41 RS & "'I NTENANCE
761.96 I
o<ini 1 Jl
~~3d 5<5099
> 730
5 730
I 19.12-!
28.12 I
I

~~loi 5 ~730 5 730 19.12

yI
~"'30! 5 4) 5 730 8.81
o~3~ y
5 730 798.89
36 !loll Oij 3a ML

~t!
0<1;3~ 5 1"117
5
5
73.3"
733
733(
SUPPLlFS
m.10
27.00- I
~"{3'* 5 ~556 5 733 s.oo
fl'<3~ 5 ~564 5 733C oo
I
~''*-
It;~' 5
o,;3o;
~biS 5 733C 4.00
5 ~a 5 733 2~.00

~:.!~
5
5
fl'i3D,I 5
~739
~H9
~H9
5
5
5
733C
733
733(
23.57
168.63
7. 55
I
ptoil& 5 Zlb 5 733( 24.00
~to!3J! se 43 sc733( 26.51
~'ilO. 5 733 l' 073.lt2
219 ~ y
uo ~ lOO MU
!' i '
734( POSTAGF & M !LING

*Banyak istilah akuntansi Indonesia yang belum seragam dan baku. Karena itulah buku
ini mencoba memberi beberapa istilah yang digunakan sekaligus dengan istilah asingnya
dengan sedapat mungkin mengikuti Prinsip Akuntansi Indonesia- penerjemah.
PEMAHAMAN ATAS LAPORAN KElJANGAN 147
bisnis. Juga harus dibuat satu perkiraan untuk mencatat jumlah uang atau
modal yang telah ditanam oleh pemilik atau para pemilik bisnis. Demikian
juga halnya untuk setiap jenis pendapatan dan beban. Jadi, perkiraan-perkira-
an buku besar disediakan untuk memudahkan, menggolong-golongkan, dan
mencatat transaksi-transaksi atau kegiatan yang berkaitan dalam bisnis, dan
hal itu dikerjakan dalam perkiraan yang bentulmya ditata dan baik. Penyim-
panan informas1 keuangan dalam perkiraan buku besar yang terpisah tidak
saja membuatnya lebih berguna tetapi juga menyajikan informasi yang lebih
mudah dimengerti oleh manajemen agribisnis.
Perkiraan-perkiraan yang ada dalam buku besar dikhtisarkan untuk
jangka waktu yang teratur yang telah ditentukan sebelumnya. Jangka waktu
ini disebut sebagai periode akuntansi (accounting period). Biasanya periode
akuntansi akan mencakup jangka waktu satu bulan untuk semua bisnis kecuali
untuk bisnis yang paling kecil dan paling sederhana. Ikhtisar dari perkiraan-
perkiraan yang ada dalam buku besar disebut laporan keuangan organisasi.

LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan (financial statements) biasanya terdiri dari neraca dan
perhitungan rugi-laba. Pada dasarnya, neraca menunjukkan apa yang dimiliki
bisnis, apa yang terhutang, dan penanaman modal apa yang dilakukan pe-
milik dalam bisnis. Pandangan sekilas pada neraca akan menunjukkan sumber-
sumber dan keadaan keuangan bisnis pada waktu tertentu. Di pihak lain, per-
hitungan rugi-laba merupakan ikhtisar dari hasil-hasil operasi usaha untuk
suatu periode tertent yang biasanya merupakan periode antara dua tanggal
neraca. Perhitungan rugi-laba dapat dianggap sebagai "gambar .hidup" yang
merinci kegiatan bisnis yang berlangsung dalam suatu periode tertentu. Jadi
secara umum boleh dikatakan bahwa neraca menunjukkan secara pasti posisi
keuangan suatu usaha, dan perhitungan rugi-laba menunjukkan bagaimana
posisi tersebut dicapai sejak neraca terakhir (neraca periode yang lalu) diper-
siapkan. Perhitungan rugi-laba juga bisa disebut sebagai laporan operasi, lapor-
an penghasilan, atau hanya sebagai Perhitungan R & L saja.
Jangka waktu dari suatu periode akuntansi dan tanggal penerbitan lapor-
an keuangan perlu diperhatikan, khususnya dalam agribisnis yang sangat
bersifat musirnan. Hilltop Fertilizer, Inc. se buah perusahaan pedagang pupuk
{Peraga 6-1 dan 6-2) merupakan contoh yang sangat haik. Di mana-mana
perusahaan yang berg~rak di bidang pupuk dan bahan kimia melakukan
sebagian besar bisnis tahunannya dalam 2 sampai 3 bulan pada musirn tanam:.
Misalnya, neraca yang disajikan sebelum musim sibuk, kemungkinan besar
akan menunjukkan persediaan pupuk dalam jumlah yang b~sar sementara
piutang kepada pelanggan sangat kecil. Apabila neraca disajikan setelah mulai
musim sibuk, kemungkinan besar kita akan menemukan persediaan pupuk
yang kecil di gudang sementara piutang kepada pelanggan sangat besar.
Laporan keuangan semacam itu bisa sangat menyesatkan. Karena itu, manajer
agribisnis hams memahami sifat-sifat agribisnis yang sangat musiman yang
mengakibatkan variasi dalam laporan keuangan tidak dapat dielakkan. Pem-
bandingan laporan keuangan tahunan akan memberikan basil yang lebih
absah (lebih tepat) ketimbang pembandingan laporan keuangan bulanan saja.
148 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

PERAGA Neraca Hilltop Fertilizer, Inc.,


6-1 31 Desember 1984

;'Hlntop :Fertilizer;Ine.Neraca SlDeaember 1984 . ,,,

Hilltop Fertilizer Co., Inc.: Sebuah Contoh


Hilltop Fertilizer Co., Inc. (Gambar 6-2) merupakan suatu contoh agribisnis
yang baik. Hilltop m!!rupakan pengecer pupuk yang benar-benar ada dan ber-
lokasi di Midwest. Perusahaan tersebut menjual pupuk kering campuran,
anhidrous amonia, dan bahan kimia pertanian kepada banyak pelanggan.
Perusahaan juga memberikan pelayanan kepada para pelanggan dalam radius
15-20 mil. Penjualan tahunannya berjumlah kira-kira 5.000 ton pupuk, dan
kira-kira 60% dari bisnisnya berlangsung antara bulan April sampai Juni.
Hilltop membeli pupuk dari pabrik pupuk yang berskala nasional dan men-
I'DU.l!ilAllilAX ATAS LAPORAN KEUANGAN 149
P'lerhrtuaran rucilaba untuk Hilltop Fertilizer, Inc .. PERAGA
untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 1984 6-2

campurnya sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengusaha tani. Peraga


6-1 dan 62 mengikhtisarkan operasi Hilltop untuk tahun terakhir. Untuk
menyederhanakan, angka-angka ilustrasi tersebut telah dibulatkan ke $1.000
terdekat ($500 ke atas menjadi $1.000).

NERACA
Seb~aimana telah disebutkan, neraca merupakan ikhtisar dari semua hak
milik dan hutang usaha serta penanaman modal yang telah dilakukan oleh
pemilik dalam bisnis (Peraga 6-1). Hak milik yang mempunyai nilai moneter
dist>but aktiva (assets) (a). Aktiva biasanya disajikan di bagian atas atau
sebelah kiri neraca (Peraga 6-1 a sampai s). Pinjaman usaha.,dari kreditur
disebut kewajiban atau hutanf, (aa). Biasanya kewajiban disajikan di bagian
tengah atau di sebelah kanan neraca (Peraga 6-1 aa sampai /l). Menurut
undang-undang, para kreditur mempunyai klaim atau hak yang pertama
terhadap semua aktiva bisnis. Kelebihan nilai aktiva atas hutang bisa disebut
sebagai hak atau klaim pemilik terhadap aktiva atau ekuitas pemilik. Ekuitas
atau modal pemilik sering disebut sebagai kekayran bersih (net worth) (mm).
Kekayaan bersih biasanya disajikan persis di bawah kewajiban.
Aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemilik membentuk neraca yang mem-
punyai dua aspek. Neraca disajikan untuk menggambarkan dua aspek dari
ISO MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Gambar 6-2 Hilltop Fertilizer, Inc.

setiap ayat (entry) atau peristiwa yang dicatat di dalamnya. Semua aktiva
bisnis dibebani klaim sesuai dengan sumbernya. Setelah mengetahui konsep
ini, kita bisa merumuskan neraca sebagai berikut:
Al<tiva = kewajiban + ekuitas pemilik

Pembahasan terhadap kasus berikut ini akan menjelaskan konsep ter-


sebut. Ketika Ray Whyth memutuskan untuk memulai bisnis bangunan
usaha taninya, dia mendepositokan $2.000 uang tunai di bank. Jurnlah ini
menunjukkan penanaman modal sendiri sebesar $1.000 dan $1.000 yang
dipinjamnya dari bank. Jika dia membuat neraca pada waktu itu, maka
neraca tersebut menunjukkan aktiva sejurnlah $2000 yang berupa uang
tunai sama dengan klaim kewajiban atau hutang sebesar $1.000 dan klaim
pemilik sebesar $1000. Dengan menggunakan rumus neraca, kita akan meng-
hasilkan persamaan berikut:
Aktiva = kewajiban + ekuitas pemilik !
$2.000 = $1.000 + $1.000

Seperti anda lihat dalam rumus itu, selalu terdapat keseimbangan antara
aktiva dam klaim yang dikenakan pada aktiva tersebut (kewajiban + ekuitas
pemilik). Kita (atau semua orang) menyebutnya neraca (balance sheet) karena
keadaannya selalu seimbang (balance) kecuali jika ada salah catat.

Aktiva (a)
Telah disebuthan di atas bahwa aktiva merupakan segala sesuatu yang bernilai
PEMAilAMAN ATAS LAPORAN KEUANGAN lSI
yang dimiliki bisnis. Tentu saja, badan usaha tidak akan memiliki apa pun
secara hukum kecuali jika badan usaha tersebut diorganisasikan sebagai per
seroan atau badan hukum (lihat Bab 3). Tetapi terlepas dari apakah bisnis
diorganisasikan sebagai milik perorangan, persekutuan, atau perseroan, semua
transaksi bisnis sebaiknya dibukukan, dihitung, dan diperl~ukan sebagai
suatu kesatuan yang terpisah (separate entry) dana dan aktiva pribadi pe-
milik a tau para pemiliknya. Agribisnis kecil di mana aktiva pribadi dan bisnis
tercampur mengalami kesulitan untuk menentukan secara tepat prestasi
bisnis yang sesungguhnya. Pada umumnya, aktiva bisnis dikelompokkan ke
dalam tiga kategori Aktiva lancar (b), aktiva tetap (i), dan aktiva lain-lain (r ).

Aktiva Lancar (b) Dalam pembukuan, istilah aktiva lancar (current assets)
digunakan untuk menunjukkan uang kas atau tunai yang benar-benar ada,
atau aktiva yang dapat dikonversi menjadi uang tunai selama satu siklus
operasi bisnis yang biasa (biasanya 1 tahun). Pembedaan antara aktiva lancar
dengan aktiva yang tidak lancar penting karena pemberi pinjaman dan pihak-
pihak lain menaruh banyak perhatian terhadap nilai total dari aktiva lancar.
Nilai aktiva lancar mempunyai kaitan yang sangat erat dengan stabilitas
bisnis sebab nilai tersebut menunjukkan jumlah uang tunai yang dapat di-
peroleh dengan segera untuk membiayai pengeluaran yang mendesak (baik
untuk kegiatan operasi maupun membayar hutang). Ketika badan usaha
Lincoln Nursery merasa perlu untuk membasmi hama pada areal yang luas
sebelum menanami persediaan bibit, pemiliknya mengalami kesulitan besar
dalam menyediakan dana uiltuk keadaan darurat tersebut karena aktiva
lancarnya sangat terbatas.
Jenis-jenis aktiva lancar yang terpenting adalah sebagai berikut:
KAS (c) Kas merupakan dana yang tersedia untuk digunakan tanpa ham-
batan. Dana ini biasanya tersedia dalam perkiraan deposito di bank yang bisa
diambil dengan cek, uang kas dan dana kas kecil (petty cash). Jumlah uang kas
hendaknya cukup banyak untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang
mendesak. Pada tanggal 31 Desember saldo kas yang dimiliki Hilltop hanya
sejumlah $50.000. (lihi.t Peraga 6-1). Apabila truk yang memuat pupuk yang
dibeli tiba persis pada :awal tahun, Hilltop harus meminjam tambahan dana
jangka pendek untuk membayar harga pembeliannya.

PIUTANG USAHA (d) Piutang usaha (account receivable) merupakan jumlah


tagihan perusahaan yang berasal dari hasil penjualannya kepada pihak lain
secara kredit. Jadi, pada dasamya perkiraan ini timbul karena perusahaan
memberikan kredit kepada pelanggan. Piutang usaha bisa berbentuk perkiraan
piutang tanpa pembebanan bunga atau jasa tetapi ada juga yang menghasilkan
pendapatan bunga. Entah dalam bentuk apa pun, piutang usaha selalu mem
perlemah posisi uang kas. Makin besar jumlah piutang usaha yang beredar
makin sedikit uang perusahaan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan
yang mendesak, misalnya untuk pengiriman pupuk. Besarnya piutang usaha
tergantung pada kebijakan kredit perusahaan; yaitu, berapa besarnya kredit
yang dapat diberikan kepada para pelanggan dan sampai di mana kemampuan
bisnis untuk menagih piutang yang beredar secara efisien.
Beberapa agribisnis sangat tergantung pada kebijakan kredit sebagai alat
penjualan. Banyak usaha tani yang bersifat musiman dan banyak pelanggan
lebih suka menunda pembayaran sampai setelah panen dan/atau setelah
152 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

menjual basil panen. Hilltop bergerak dalam bidang usaha yang biasanya
menjual secara kredit. Sebagaimana Anda lihat pada Peraga 6-1, pacta tanggal
31 Desember para pelanggan Hilltop masih berhutang sejumlah $150.000.
Ini merupakan jumlah yang sangat besar yang harus diperhatikan oleh mana-
jemen dan kreditur Hilltop secara sungguh-sungguh, karena peminjaman uang
untuk membiaya kegiatan usaha merupakan beban tambahan yang mengu-
rangi laba. Kebijakan yang harus qjtempuh Hilltop adalah menawarkan cukup
banyak kredit agar penjualannya tidak merosot, dan sekaligus mengawasi
kredit tersebut secara ketat agar tidak membahayakan posisi arus-kasnya
sendiri. (Hal ini dibahas lebih mendalam pacta Bab 9).

PERSEDIAAN (e) Persediaan didefinisikan sebagai barang-barang yang


disimpan untuk dijual atau yang digunakan dalam proses produksi barang
dan jasa yang akan dijual, di mana penjualan tersebut merupakan bagian
dari kegiatan b.isnis yang biasa. Persediaan biasanya dinilai berdasarkan jumlah
yang terendah antara biaya (dana yang dihabiskan untuk persediaan tersebut)
dengan nilai piiSar (besarnya penerimaan bersih jika persediaan tersebut di-
jual). Hilltop mempunyai pupuk dan bahan kimia seharga $80.000 pada
tanggal 31 Dcsember. Perusahaan mungkin sedang menumpuk persediaan
untuk penjualan musim semi. Manajer Hilltop menginginkan agar jumlah
persediaan yang ada tetap dijaga serendah mungkin guna meminimumkan
investasi uang kas dalam persediaan tetapi sekaligus mempertahankan cadang-
an pupuk yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Pengendalian
atas persediaan dan beban merupakan salah satu pekerjaan manajemen yang
terpenting, terutama untuk pedagang eceran. Catatan pembukuan yang baik
sangat berguna dalam pengendalian persediaan. Makin seimbang jumlah
persediaan pupuk Hilltop dengan jurnlah permintaan pelanggan, makin besar
laba yang akan dihasilkan perusahaan.

BE BAN* YANG DIBAYAR DI MUKA (n Be ban yang dibayar di muka me-


rupakan aktiva yang telah dibayar terlebih dahulu; biasanya hanya memberi
manfaat untuk jangka pendek. Contoh yang baik adalah asuransi yang dibayar
di muka. Seringkali bisnis membayar biaya perlindungan asur~si untuk 3
sampai 5 bulan yang akali datang. Hak atas perlindungan ini merupakan
sesuatu yang bernilai (suatu aktiva) dan uang muka atau bagian yang belum
digunakan dapat.diminta kembali atau dikonversi menjadi uang kas. Hilltop
mempunyai asuransi yang dibayar di muka sebesar $10.000.

AKTIVA LANCAR LAINNYA (g) Perusahaan dapat mempunyai berbagai


macam aktiva lain yang dapat dikonversi dengan mudah menjadi uang tunai.
Misalnya, Hilltop mempunyai "surat berharga yang segera dapat dijual" senilai
;!:10.000. Hal ini menunjukkan adanya penanaman modal di luar perusahaan
dalam bentuk saham dan obligasi perusahaan lain yang dapat diuangkan dalam
tahun akuntansi tersebut.

Aktiva Tetap (i) Aktiva tetap adalah barang-barang yang dimiliki peru-
sahaan yang relatif berumur panjang. Aktiva tetap biasanya digunakan untuk

*lstilah "beban" di sini merupakan terjemahan dari expenses yang sama artinya dengan
biaya habis pakai atau ongkosongkos -penerjemah.
PEMAHAMAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 153
memproduksi atau menjual barang dan jasa lainnya. Aktiva yang disimpan
untuk dijual kembali, harus <liklasifikasikan sebagai persediaan kendatipun
masa kegunaannya berjangka panjang. Biasanya, aktiva tetap meliputi tanah,
bangunan dan peralatan. Beberapa perusahaan menggabungkan semua aktiva
tetap ke dalam satu ayat di dalam neraca. Tetapi akan lebih banyak informasi
yang dapat diperoleh dan lebih blinyak pengendalian yang dapat dilakukan
bila aktiva tersebut disajikan secara terpisah dalam neraca. Beberapa manajer
malah mengharap agar jenis-jenis peralatan disajikan secara terpisah.
Neraca Hilltop Fertilizer akan lebih banyak berbicara hila peralatannya
(n) dipecah ke dalam dua golongan: alat pencampur pupuk dan peralatan
angkut (truk, alat tabur, dan lain-lain). Beberapa perusahaan pupuk bahkan
menyebutkan peralatan besar, terutama yang mahal, seperti "pengapung"
(alat penabur pupuk yang dapat bekerja sendiri dengan ban pengapung yang
besar jan ber?.arga $40.000- $50.000.), dalam ayat terpisah di neraca.
Aspek lain da.ri pembuku.an aktiva tetap Yllnl ha.rus dlpertirnbM~kan
adalah penyusutan (1 dan o). Biasanya semua aktiva tetap kecuali tanah,
mengalami penyusutan (berkurang nilainya) sejalan dengan berlalunya waktu.
Misalnya, pengapung Hilltop terbesar yang telah berumur 3 tahun dan me-
nunjukkan keausan, rnungkin hanya akan bemilai $20.000, jauh lebih rendah
daripada harga aslinya $40.000. Agar dapat rnenunjukkan nilai yang benar
dari aktiva perusahaan, neraca harus mencerminkan berkurangnya nilai aktiva.
Secara teoretis, nilai bersih aktiva tetap dalam neraca mencerminkan
nilai aktiva yang "aktual" pada keadaannya yang sekarang. Tetapi nilai
aktiva yang "riel" bisa sangat berbeda. Nilai pasar yang "aktual" hanya dapat
ditentukan secara akurat dengan menjual aktiva tersebut, tetapi bisnis yang
sedang menjalankan usaha tidak akan menjua! aktivanya.
Beberapa metode dapat digunakan untuk menentukan jurnlah penyusutan.
Penyusutan tahunan dapat diperlakukan sebagai "pos beban" dalam per-
hitungan rugi-laba (dibahas kemudian), dWl dengan demikian sangat mem-
pengaruhi jumlah beban, laba dan dengan sendirinya mempengaruhi pajak.
Peraturan Ditjen Pajak AS sangat mempengaruhi rnetode yang digunakan
untuk menghitung penyusutan. 1 Tetapi baik menurut perpajakan maupun
konsep akuntansi, bisnis dapat mengurangkan penurunan nilai aktiva setiap
tahun selama aktiva tersebut berguna, sampai pada akhimya semua biaya
(cost) dikurangkan.
Tanah biasanya dicatat sebesar harga pembelian walaupun nilainya pada
saat ini mungkin jauh lebih besar. Para akuntan memberi alasan bahwa harga
pasar yang sesungguhnya tidak mungkin ditentukan secara akurat tanpa
menjualnya, karena itu neraca harus mencerminkan harga beli semula sehingga
tidak memberikan nilai yang terlalu tinggi dan menyesatkan pembaca. Jelaslah
bahwa bila perusahaan agribisnis mempunyai tanah yang selaiu membubung
harganya, neraca akan menunjukkan nilai yang jauh di bawah harga pasar
yang sesungguhnya. Misalnya, bisnis kontruksi Ray Whyth berlokasi pada
tanah seluas 10 acre yang dibelinya tahun 1941 seharga $10.000. Belum lama

1 Di Amerika Serikat, Kantor Inspeksi Pajak meny<>diakan formulir penghitungan penyusut


an dan pajak, misalnya melalui Terbitan 543, Depreciation dan Terbitan 334, Tax Guide
for Small Business. (Ditjen Pajak Indonesia juga berusaha menyediakan informasi semacam
itu.)
154 MANAJEMEN DAN PBNGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

berselang grup pertokoan yang besar menawarkan. harga $300.000 untuk


tanah seluas 10 acre itu. Apabila Ray dapat menilai kembali tanahnya, nilai
bersihnya akan jauh lebih besar. Para akuntan sedang mempertimbangkan
cara baru untuk melaporkan aktiva tetap yang nilainya telah bertambah se-
cara drastis karena laju inflasi yang tinggi, tetapi kebanyakan bisnis masih
melaporkan harga peralatan (biaya) dan jika tidak demikian, hal itu diterang-
kan dalam catatan atas laporan keuangan.

Aktiva Lainnya (r) Kategori rupa-rupa atau ~erba-serbi yang disebut aktiva
lain-lain mencakup penanaman modal perusahaan dalam bentuk surat-surat
berharga sPperti saham perusahaan pribadi dan obligasi. Ke dalam kategori
ini juga termasuk aktiva yang tidak berwujut seperti hak paten, biaya hak
monopoli (franchise), dan goodwill. Goodwill merupakan kelebihan pem-
bayaran di atas harga pasar suatu aktiva dalam keadaan fisisnya saat ini.
Biasanya goodwill diberikan karena reputasi pemiiik yang terdahulu telah
diakui di pasar. Jenisjenis aktiva yang termasuk dalam kategori aktlva lainnya
biasanya mempunyai masa kegunaan yang lebih panjang ketimbang kategori
aktiva lancar dan umumnya tidak bisa disusutkan. Pacta umumnya, aktiva ter-
sebut tidak dapat dijual d1mgan mudah dalam satu tahun operasi atau tanpa
mengakibatkan keinginan yang besar.

Kewajiban (aa)
Kewajiban merupakan hutang bisnis kepada pihak lain (kecuali modal yang
ditanam oleh para pemilik). Kewajiban merupakan klaim terhadap aktiva
bisnis tetapi tidak boleh diklaim terhadap sesuatu aktiva khusus, kecuali
dalam hal hipotik atau penggadaian peralatan. Artinya, apabila kreditur
tidak memegang surat gadai atau hipotek (surat hutang yang sah) yang men-
jamin truk pupuk tertentu, alat penabur, atau tanah, maka kreditur tidak
mempunyai klaim terhadap aktiva tersebut, klaimnya hanya terbatas pada
sejumlah uang dari seluruh nilai aktiva perusahaan. Pada dasamya, kewajiban
dibagi menjadi dua kelas: kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang.

Kewajiban Lancar (bb) Istilah kewajiban lancar melukiskan klaim-klaim pihak


luar terhadap bisnis yang akan jatuh tempo dalam satu siklus operasi normal,
biasanya satu tahun. Beberapa kewajiban lancar yang penting, yang masuk
dalam neraca tersebut, adalah sebagai berikut.
HUTANG USAHA (cc) Hutang usaha (account payable) menunjukkan jum-
lah hutang Hilltop kepada para penjual eceran, penjual borongan, dan para
pemasok lainnya yang menjual barang dagangannya kepada Hilltop secara
kredit. Pembelian yang menimbulkan hutang usaha meliputi semua persedia-
an, perbekalan, dan peralatan besar yang telah dibeli ~ecara kredit dan pem-
bayarannya diharapkan dalam waktu kurang dari satu tahun. Ketika Hilltop
membeli 100 ton potasium (kalium) dari pemasok dengan kredit jangka
pendek seharga $100 per ton, atau $10.0'00, hutang usahanya langsung ber-
tambah sebesar $10.000.
WESEL BAYAR (dd) Wesel bayar (notes payable) kadang-kadang disJbut
pinjaman atau 1 kewajiban jangka pendek. Golongan ini mencakup semua
pinjaman dari perorangan, bank, atau lembaga pemberi pinjaman lainnya yang
jatuh tempo d;alam jangka waktu satu tahun. Juga termasuk dalam golongan
PEMAHAMAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 155
ini bagian tertentu dari hutang jangka panjang yang pencicilannya akan di-
lakukan dalam satu tahun.
Di dalam agribisnis yang sangat bersifat musiman, pinjaman jangka pendek
merupakan bagian penting dari manajemen keuangan (lihat Bah 8). Apabila
transaksi usaha memasuki masa: sibuk, agribisnis harus mengintensifkan
penggunaan uang kas karena persediaan perlu ditambah dan dana yang ter-
tanam dalam piutang usaha akan meningkat, dan ini s!:'mua memerlukan
pembiayaan. Keadaan ini memerlukan manajemen keuangan yang hati-hati.
Neraca Hilltop menunjukkan wesel bayar sebesar $100.000 pada tanggal
31 Desember.
AKRUAL Hutang pajak(ee) dan hutang gaji (ft) sering disebut sebagai beban
"yang bertambah secara otomatis" atau akrual (accrued expenses). Akrual
mencakup semua kewajiban yang harus ditanggung bisnis tanpa disertai
rekemng atau faktur resmi. Salah satu contohnya adalah pajak terhutang.
Hilltop mengetahui bahwa bisnis mempunyai hutang yang harus dibayar
dalam bentuk pajak sejumlah $5.000, jumlah ini bertambah atau berakumu-
lasi setiap hari. Kenyataan bahwa pajak tida.k harus dibayar sebelum tahun
operasi berakhir bukan berarti bahwa kewajiban harlan dihapus. Contoh lain
dari beban akrual adalah gaji yang harus dibayar Hilltop sebesar$2.000. Walau-
pun dibayar mingguan atau bulanan, gaji ini dihasilkan setiap hari atau bahkan
setiap jam, dan merupakan klaim yang absah terhadap aktiva Hilltop. Neraca
yang akurat harus mencerminkan kewajibin ini.

Kewajiban jangka panjang (hh) Klaim pihak luar terhadap bisnis yang tidak
akan jatuh tempo dalam satu tahun disebut kewajiban jang panjang atau
hanya kewajiban lain-lain saja. Termasuk dalam golongan ini adalah hutang
dalam bentuk obligasi, hipotek, dan pinjaman jangka panjang dari perorangan,
bank, atau pihak-pihak lain. Bagian dan hutang jangka panjang yang akan
dicicil atau jatuh tempo dalam satu tahun sesudah tanggal neraca dicatat
sebagai kewajiban ati.u hutang lancar. Hilltop mempunyaibaik-hlpotek (ii)
maupun hutang jangka panjang (jj).

Kekayaan Bersih (mm)


Kekayaan bersih (net worth) atau ekuitas pemilik (mm) merlnci klaim pe-
milik terhadap aktiva usaha. Pada hakikatnya, hal ini merupakan angka
pengimbang; yaitu, pemilik menerima aktiva yang masih tersisa setelah semua
klaim kewajiban dipenuhi. Rumus neraca, jika anda masih ingat, memberi
definisi yang jelas tentang hal ini. Rumus itu bisa kita ubah susunannya
menjadi:
Ekuitas pernilik = aktiva- kewajiban

Di dalam badan usaha yang berbentuk perseroan, investasi pemilik yang


semula atau yang disetor (contributed) ke dalam bisnis dicatat dalam ayat
tersendiri yang disebut saham biasa (oo). Nilai yang disajikan tidak perlu
sama dengan nilai saham biasa yang sedang berlaku di pasar, tetapi merupakan
nilai yang semula. (Nilai pasar saham merupakan hal yang terpisah sama sekali,
hanya ditentukan oleh persepsi pembeli dan penjual ten tang nilai bisnis.)
Kategori laba yang ditahan (pp) mencakup pertambahan bersih terhadap
penanaman modal pemilik yang semula. Apabila semua laba ditanam'k.an
kembali dalam bisnis, maka jumlah laba yang ditahan akan mencerminkan
156 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

jumlah keseluruhan laba yang telah dihasilkan sejak bisnis dimulai. Tentu saja,
kebanyakan pemilik menghendaki pemindahan laba secara teratur dari bisnis
sebagai pengembalian (return) atas penanaman modalnya. Dengan demikian
laba yang ditahan meliputi semua laba bersih yang diinginkan pemilik tetap
tertariam dalam bisnis sebagai tambahan setoran. atau kontribusi modal.
Para pemilik Hilltop menyisakan sejumlah $100.000 dari laba yang telah
dihasilkan dalam bisnis untuk menambah investasi semula yang berjumlah
$200.000. Untuk kebanyakan perusahaan, laba yang ditahan merupakan
sumber modal yang penting demi pertu111buhan perusahaan.
Bisnis yang berbentuk usaha perorangan atau persekutuan (lihat Bah 3),
biasanya menyajikan ekuitas pemilik dalam satu ayat tanpa membedakan
penanaman modal awal dengan akumulasi laba bisnis yang ditahan. Tetapi
dalam badan w1:aha yang berbentuk perseroan ada ayat untuk menyajikan
klaim pemegang saham dan juga untuk laba yang diakumulasikan dan di-
tahan dalam bisi1is.
Tentu, .andaikata bisnis terus merugi, maka klaim atau hak pemilik akan
lebih kecil dari}.lada P.:!nanaman modal semula; dan, jika hal itu dialami per-
seroan, perkiraan pengimbang akan berupa defisit dalam operasi, bukan
laba yang ditahan. .
Gabt<ngan yang lengkap dari semua pos perkiraan yang telah dibahas
akan menghasilkan satu neraca yang utuh. Neraca ini menyajikan sangat
bany~ informasi. Dari situ Anda akan tahu aktiva apa yang dimiliki bisriis
dan klaim apa yang dikenakan pada aktiva tersebut. Para manajer memerlu-
kan informasi ini sebagai alat-bantu dalam memutuskan tindakan apa yang
akan diambil dalam menjalankan bisnis.

PERHITUNGAN RUGI-LABA
Perhitungan rugi-laba (Peraga 6-2) mengikhtisarkan pendapatan dan beban/
ongkos untuk satu periode tertentu dan menunjukkan laba atau rugi yartg
dihasilkan setelah beban (expenses)dikurangkan dari pendapatan (income).
Karena itulah kita menyebutkan sebaglii perhitungan rugi-laba. . .
Perhitungan rugi-laba merupakan tolok-ukur utama atas efisiensi man~-
jemen; karena itulah "dia" merupakan laporan keuangan kunci bagi par!!
manajer operasi. Formatnya saja sudah menggambarkan rumus dasar untult
menghitung laba, jadi merupakan kunci untuk memecahkan banyak masalah
manajemen operasi.

Penjualan
-Harga pokok penjualan
Marjin kotor
-Be ban
Laba

Karena catatan keuangan ini mengikhtisarkan kegiatan perusahaan dalam


periode tertentu, maka hanya kegiatan yang bisa dinyatakan dalam ililai uang
yang disajikan di dalamnya. Sementara analisis atas neraca menunjukkan
perubahan posisi keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi tertentu,
perhitungan rugi-laba merinci bagaimana perubahan tersebut terjadi selama
periode akuntansi tersebut.
PEMAHAMAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 157
Perhitungan rugi-laba memperlihatkan volume usaha atau hasil penjualan
selama periode tertentu dan kemudian menguranginya dengan beban yang
benar-ben!ll' dihabiskan dalam period~ yang sama dalam rangka pelaksanaan
usaha. Tidak semua pengeluaran kas Uumlah yang dibelanjakan) dalam satu
periode akuntansi dapat dikaitkan langsung dengan transaksi usaha dalam
periode tersebut. Hilltop dapat membeli truk dalam satu tahun tetapi meng-
gunakannya ?alam beberapa tahun. Akan menyesatkan apabila semua biaya
truk (pengeluaran untuk harga dan biaya lain seperti balik nama) dibebankan
pada bisnis dalam tahun pembelian, karena truk itu akan digunakan dalam
beberapa tahun; karena itu; hanya bagian yang digunakan selama periode
<>perasilllh yang dilaporkan sebagai beban (yang kita sebut sebagai penyusut-
an). Penurunan nilai in,i dilaporkan dalam neraca (Peraga 6-1, l dan o). Demi-
kian juga, Hilltop mungkin sudah membeli pupuk (persediaan) menjelang
akhir periode akuntansi tanpa menjualnya sampai periode berikutnya.
Karena itu, hanya aktiva yang habis pakai atau dijual menjadi be ban a tau
ongkos karena aktiva tersebut harus diganti. Artinya, pada saat sesuatu
aktiva digunakan dalam operasi dan secara lru'lgsung atau tidak dijual kepada
pelanggan aktiva tersebut menjadi beban. Penggunaan truk itu mengakibat-
kan kemampuannya semakin berkurang. Sesuai dengan pemikiran bisnis,
kita malah dapat mengatakan bahwa truk tersebut sedang dijual kepada
pelanggan, sedikit demi sedikit selama proses penggunaannya berlangsung;
itulah sebabnya bagian yang habis pakai itu disebut beban penyusutan.
Tujuan utama perhitungan rugi-laba adalah untuk menandingkan (match)
secara tepat beban dan pendapatan usaha yang terjadi dalam periode tersebut
sehingga manajemen dapat mengukur laba usaha secara akurat.
Proses akuntansi bermanfaat untuk membedakan beban (expenses) dari
pengeluaran (expenditure). Pengeluaran terjadi apabila bisnis membeli aktiva
seperti truk, bangunan, atau pupuk, tanpa memperdulikan saat penggunaan-
nya, sekarang atau dalam tahun mendatang. Beban atau ongkos-ongkos
merupakan pengeluaran usaha dalam periode akuntansi yang sedang dilapor-.
kan. Setiap kali aktiva dibeli, bisnis harus mengatur pembayarannya, dibayar
langsung atau ditangguhkan. Tanggal pembayaran sangat mempengaruhi
arus kas perusahaan tetapi tidak mempengaruhi laba-rugi secara langsung.

f'ormat Perhitungan Rugi-Laba


Format perhitungan rugi-laba berbeda-bed8 dari bisnis yang satu ke bisnis
Jainnya, tetapi perhitungan semacam itu biasanya dimulai dengan penjualan
dan di.kurangi dengan beban yang benar-benar terjadi pada periode yang
bersangkutan, dan sisanya merupakan laba.
Penjualan (a) Penjua/an menunjukkan nilai semua produk ..dan jasa yang
dinyatakan dengan nilai uang yang terjual dalam periode perhitungan rugi-
laba tertentu. Penjualan ini bisa secara tunai atau secara kredit. Kadang-
kadang para pelanggan mengembalikan produk yang telah dibelinya. Nilai
dari semua pengembalian atau retur ini dikurangkan dari nilai semua pen-
jualan. Kadang-kadang retur dicatat dalam satu ayat yang terpisah. Beberapa
p~langgan mungkin mendapat potongan harga untuk barang atau jasa yang
mereka belL Harga yang disajikan dalam perhitungan rugi-laba bisa berupa
harga penuh atau harga yang dalam telah dipotong. Apabila harga penuh
MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS
158
digunakan, harus ada ayat khusus untuk memperlihatkan berapa potongan
yang telah diberikan.
Penjualan
- Retur
- Potongan dan pengurangan harga*
Penjualan bersih

Harga Pokok Penjualan (b) Harga pokok penjualan merupakan jumlah biaya
yang dikeluarkan agribisnis untuk barang-barang yang benar-benar terjual
selama periode tertentu. Bagi badan usaha eceran, yang tujuan utarnanya
adalah untuk menjual kembali produk-produk yang telah dibelinya, boleh
dikatakan harga pokok penjualan hanya meliputi jumlah harga beli yang
sesungguhnya ditambah .dengan ongkos angkut. Di dalam kasus Hilltop,
pupuk dan bahan kimia yang dibeli dan dijual lagi dalam tahun tersebut
ternyata membebani perus~haan dengan biaya sebesar $750.000.
Banyak jenis perusahaan agribisnis terlibat dalam industri pengolahan
atau manufaktur. Dalam hal ini, penetapan harga pokok penjualan jauh lebih
rumit sebab hal itu tidak hanya mencakup biaya bahan baku tetapi juga
banyak biaya internal lainnya, yang berupa biaya pabrikase langsung. Jika
demikian, kelompok harga pokok penjualan akan menjadi lebih rumit dan
disarankan agar biaya pabrikase barang dirinci untuk menunjukkan jenis-
jenis biaya yang penting.
Untuk mengetahui jumlah harga pokok penjualan yang tepat, kita harus
mengurangkan persediaan bahan baku dan produk jadi yang ada sekarang
dari persediaan yang ada pada awal periode (dari akhir periode sebelumnya).
Dalarn bisnis manufaktur atau pemrosesan, biaya bahan mentah dan pekerja
langsung yang telah digunakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan
biasanya dimru.ukkan ke dalarn harga pokok penjualan, dan dikurangkan dari
penjualan untuk menghasilkan marjin kotor. Penurunan atau kenaikan jumlah
persediaan dari periode akuntansi yang satu ke periode lainnya mencermin-
kan pemakaian atau penarnbahan persediaan, sehingga besamya perbedaan
persediaan antara dua periode akuntansi juga mempengaruhi besamya harga
pokok yang sesungguhnya. Misalnya, apabila sebuah perusahaan mengguna-
kan jumlah bahan baku yang sangat besar, maka biasanya jumlah persediaan-
nya akan lebih kecil daripada periode sebelumnya, dan penurunan bersih
dalam jumlah persediaan tersebut akan dimasukkan dalam harga pokok
penjualan. Hilltop mempunyai persediaan pupuk seharga $100.000 pacta
periode sebelumnya sedangkan sekarang hanya seharga $80.000. Penurunan
persediaan pupuk sebesar $20.000 harus ditambahkan kepada pembelian
baru sebesar $730.000 sehingga menghasilkan harga pokok perijualan sejumlah
$750.000 (b). Rumusnya adalah:
Persediaan awal $100.000
- Persediaan !ikhir 80.000
Peru bahan b1'rsih persediaan 20.000
+ Pembelian + 730.000
= Harga pokok penjualan $750.000

*Potongan harga diberikan karena kebijakan penjualan seperti potongan tunai sementara
pengurangan harga bersangkutpaut dengan keadaan barang, misalnya karena barang
sedikit rusak atau terlambat dikirim - penerjemah.
PEMAIIAMAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 159

Selain itu, jika Hilltop membayar ongkos angkut atau transportasi untuk
persediaan yang diterimanya, maka ongkos ini juga akan termasuk dalam
harga pokok penjualan.

Marjin Kotor (c) Marjin kotor menggambarkan perbedaan antara jumlah


penjualan dan harga pokok penjualan. Marjin kotor adalah uang yang ter-
sedia untuk menutup biaya operasi dan sisahya akan merupakan laba. Bila
marjin kotor tidak cukup banyak untuk menutup biaya operasi bisnis, maka
perusahaan akan rugi.
Marjin kotor terutama penting bagi agribisnis eceran karena bisnis se-
macarn itu secara relatif tidak mengendalikan harga pokok penjualan. Harga
barang-barang yang dibeli agribisnis merupakan faktor terpenting yang mem-
pengaruhi marjin kotornya. Produk yang berbeda biasanya mempunyai
marjin kotor yang berbeda pula, sehingga jumlah marjin kotor untuk bisnis
juga akan tergantung pada kombinasi dari berbagai pro~uk dan sumbemya.
Seringkali manajemen dapat mempengaruhi harga pokok penjualan melaluf
pembelian yang hati-hati. Perusahaan pupuk Hilltop mempunyai marjin kotor
sebesar $250.000 yang cukup untuk menutup beban operasinya dan masih
menghasilkan laba.
Untuk menunjukkan pentingnya penetapan harga terhadap laba dan
marjin kotor, anggaplah bahwa Hilltop dapat menaikkan harga satu persen
pada penjualan $1 juta. Ini akan menambah penjualan menjadi $1,01 juta.
Jika harga pokok penjualan tetap konstan, marjin kotor akan naik menjadi
$260.000, tetapi setelah beban operasi dikurangkan, laba operasi akan ber-
tambah 10 persen menjadi $110.000, dan laba bersih akan bertambah lebih
dari 10 persen. Penga:ruh yang sama akan terlihat pada laba bersih setelah
pajak .(bottom line) tiila biaya pupuk yang dibeli (harga pokok penjualan)
diturunkan sedikit. Hai ini menunjukkan kenyataan bahwa keberhasilan bisnis
sebagian besar bertitik tolak pada perubahan yang relatif kecil tetapi pEmting,
dan melukiskan betapa pentingnya data keuangan yang relevan.

Behan Operasi (d) Beban operasi menggambarkan biaya yang ~da kaitannya
dengan transaksi penjualan tertentu dalam periode yang bersangkutan dengan
perhitungan rugi-laba. Adalah lebih mudal1 untuk menginterpretasi beban
atau ongkos-ongkos ini bila dibag~ ke dalam kelompok-kelompok utama
seperti beban pemasaran, yang melip~ti:
penjualan, upah, gaji, dan komisi
ongkos angkutan
iklan dan promosi

beban administrasi, yang meliputi:


honor akuntan pemeriksaan (auditor)
kompensasi untuk para direktur
gaji pimpinan
beban kantor
ongkos perjalanan
160' MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGR!BISN!S

beban umum (overhead}, yang meliputi:


penyusutan
asuransi
pajak (pajak atas laba bersih)
sewa
perbaikaiJ.
utilitas
(Dalam beban operasi tidak dicakup biaya pabrikase ataumanufaktur sebab
biaya itu, jika ada, dipisahkan dan dimasukkan dalam harga pokok penjualtm.)
Dalam per~itungan rugi-laba Hilltop Fertilizer, berbagai macam biaya
hanya dikelompokkan secara sederhana (e sampai p ). Retur dan pengurangan
harga telah dikeluarkan. Penjualan bersih untuk tahun yang berakhir pada
31 Desember adalah sebesar $1 juta. Jika Hilltop merinci beban-beban ter-
sebut ke dalam kelompok-kelompok yang disebut di atas, akan lebih mudah
bagi para manajemya untuk menganalisis dan menginterpretasi informasi
keuarigan yang berharga yang disajikan oleh perhitungan rugi-laba tersebut.
Laba Operasi Bersih (r) Laba operasi bersih, yang juga disebut marjin operasi,
merupakan jumlah yang tersisa apabila beban operasi (q) dikurangkan dari
marjin kotor (c). Faktur-faktur yang mempengaruhinya sama dengan faktur-
faktur yang mempengaruhi marjin kotor ditambah dengan faktor-faktor
yang berupa beban usaha.
Laba Bersih sebelum pajak (u) Laba bersih sebelumpajak, ataupendapatan
bersih merupakan jumlah yang tersisa setelah semua pendapatan atau beban
non-operasi diperhitungkan. Pendapatan non-operasi akan meliputi semua pen-
dapatan yang diperoleh dari surnber-surnber lain, seperti bunga atau dividen
yang didapat dari penanaman modal di luar (t). Koperasi-koperasi lokal dapat
rnemasukkan pengembalian dana keanggotaan dari koperasi wilayah sebagai
pendapatan lain-lain. Hilltop rnenghasilkan pendapatan non-operasi.lainnya se-
besar $50.000, yaitu dari bunga penanarnan modal dan penjualan peral~tan
yang sudah sangat tua. Sebaliknya, Hilltop rnenanggung beban bunga non-
operasi sebesar $15.000. Ini merupakan bunga untuk pinjaman Hilltop dari
berbagai sumber (sebagaimana terlihat dalam neraca), dan karena itu bukan
bagian langsung dari operasi. Beberapa laporan operasi rnernasukkan beban
bunga sebagai beban operasi. Kedua-duanya bisa rnerupakan perlakuan yang
benar.
Laba Bersih setelah Pajak (w) Untuk mengetahui laba bersih setelah pajak
kita hanya perlu w.emperhitungkan pajak penghasilan (federal dan negara
bagian karena contoh kita ini di Amerika Serikat), yakni (u). Besamya (tarif)
pajak ditentukan oleh banyak faktor, termasuk besamya !aha, tingkat laba
tahun sebelurnnya, jenis organisasi bisnis, dan beberapa peraturan pajak yang
rurnit. Pada perseroan besar, tarif pajak dapat rnencapai 50 persen dari laba.
Dalam hal perusahaan perorangan dan persekutuan, tidak ada pajak federal
yang dikenakan terhadap bisnis itu sendiri, tetapi diperhitungkan dengan
pajak rnasing-masing pemilik. Laba dipajaki sebagai penghasilan pribadi (lihat
Bab 3). Dalar.1 perhitung.m rugi-Jaba koperasi seringkali tidak ada ayat b.aik
untuk pajak rnaupui1 untuk lab~ setf'l::h pajak.
l"ENAHAMAN ATAS LAI"ORAN KEUANGAN 161

BEBERAP A PRINSIP AKUNTANSI YANG PENTING


Para manajer agribisnis perlu memahami prinsip-prinsip dan gagasan mengenai
akuntansi keuangan berikut inL

1. Hanya fakta-fakta yang dapat dinyatakan dalam nilai uang yang dilapor-
kan.
~- c~tatan atau perkiraan-perkiraan (accounts) hanya diadakan bagi kesatu-
an usaha tersebut.
3. Metode-metode akuntansi menganggap bahwa bisnis akan terus beroperasi
tanpa akhir yang pasti (going-concern).
4. Hal-hal yang bernilai (aktiva) yang dikuasai bisnis biasanya dicatat sebesar
harga perolehan. Praktek ini disebut penilaian berdasarkan biaya. Jumlah
yang tercantum dalam laporan keuangan tidak harus mencerminkan be-
berapa harga jual aktiva terse but pada saat tertentu.
5. Setiap peristiwa akuntansi terdiri dari dua transaksi perubahan aktiva dan
perubahan ekuitas (ekuitas berarti pemilikan). Semua aktiva diklaim oleh
seseorang; karena itu, klaim harus sama dengan aktiva. Pihak-pihak yang
memiliki klaim ini adalah pemilik, pemegang saham, bank, pemasok
dan sebagainya.
6. Hampir semua akuntansi menerapkan metode pelaporan-akrual. Metode
akrual melaporkan p~nghasilan (pendapatan) dalam perhitungan rugi-laba
pada periode diperoleh atau dihasilkan (tanpa memperdulikan saat pe-
nagihan atau penerimaan kas) dan juga melaporkan beban-beban pada
periode terjadinya beban tersebut (tanpa memperdulikan kapan pem-
bayaran tunai dilakukan). Prosedur ini akan menunjukkan secara jelas
berapa laba bisnis yang sesungguhnya.
7. Format perhitungan rugi-laba (laporan operasi) harus mencerminkan ke-
butuhan organisasi yang unik. Untuk ini perlu dipekerjakan tenaga pem-
bukuan yang profesional dan kompeten.
8. Sekali suatu format dikembangkan, tidak berarti bahwa format tersebut
tidak boleh diganggu-gugat tetapi harus diubah seperlunya sesuai dengan
tuntutan keadaan. Tetapi kadar kesinambungan juga harus dipertahankan
untuk pembandingan historis.
9. Terakhir, salah satu tujuan utama dari catatan dan informasi keuangan
adalah sebagai "sinar penerang" dalam proses pengambilan keputusan
yang dilakukan oleh para manajer agribisnis.

.
ANALISIS ATAS LAPORAN SUMBER DAN PENGGUNAAN DANA:
STUDI KASUS
Aggieland Company memberikan jasa di bidang pertamanan di daerah bagian
timur Texas. Sejak didirikan pada tahun 1974 perusahaan ini telah berkem-
bang dengan baik. Akan tetapi, pemiliknya, Ted Blank, menghadapi suatu
masalah. Baru-baru ini dia menolak mengajukan tender atas sejumlah proyek
besar karena para karyawannya telah bekerja penuh dan dia tidak memiliki
peralatan yang sedang lowong. Karena it:, Ted tebh. pergi ke banknya dan
162 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

membicarakan kemungkinan untuk mendapat pinjaman yang cukup besar


guna memperluas usahanya. Sebagian perluasan ini diharapkan akan dibiayai-
nya juga dengan modal ekuitas (modal sendiri), tetapi karena selama ini dia
telah menginvestasikan kembali sebagian besar laba ke dalam usaha tersebut,
maka dia beranggapan bahwa kekayaannya yang ada saat ini (selain yang
tertanam dalam usaha tersebut) sebaiknya digunakan untuk menutup biaya
hidup.
Ted menyusun neraca berikut sebelum berkunjung ke bank:

Neraca Aggieland Agribusiness Company

Aktiva Kewajiban
Aktiva lancar: Kewaiiban lancar:
Kaa 6.000 Hutang usaha 6.000
Piutang usaha 14.000 Be ban akrual
Penediaan '21.000 (tethutana) 2,000
Bagian hutang jangka
panjang yang harus
segera dibayar 10.000
. Aktiva tetap: Kewajiban jangka panjang:
Peralatan 176.000 Hutang jangka panjang 90.000
Bangunan 46.000
Aktiva lainnya: Modal ekuitas 167.000
Investasi 4.000
Total aktiva $264.000 Total ekuitas $264.000

Laporan Sumber dan Penggunaan Dana


Laporan sumber dan penggunaan dana (source-use statement) pada dasarnya
merupakan alat akuntansi untuk menunjukkan perubahan aktiva, kewajiban,
dan modal ekuitas dari suatu periode ke periode berikutnya. Laporan ini bisa
disusun pada akhir periode, seperti neraca dan perhitungan rugi-laba, untuk
memperlihatkan perubahan-perubahan yang terjadi kepada pihak yang ber-
kepentingan, atau lebih penting lagi, hal itu bisa disusun pada awai periode
untuk membuat anggaran mengenai perubahan-perubahan dalam periode
bersangkutan.
Sebagaimana halnya dengan neraca, laporan sumber dan penggunaan dana
selalu menunjukkan keseimbangan, yaitu sumber dana (uang yang masuk ke
dalam bisnis) selalu sama dengan penggunaan dana (uang yang ke luar dari
bisnis) sepanjang periode tersebut.

Sumber dana meliputi: Penggunaan dana meliputi:


I
Saldo kas awal Saldo kas akhir
Pertambahan kewajiban Penurunan jumlah kewajiban
Penurunan jun:.lah aktiva Pertambahan jumlah aktiva
Penyusutan Kerugian
Laba
PEliiAHAMAN Al'AS LAPORAN KEUANGAN 163
Setelah berbincang-bincang dengan bankimya, Ted memutuskan akan
membeli tambahan peralatan seharga $100.000 agar dapat menangani volume
bisnis yang lebih besar. Dia memperkirakan bahwa peralatan tambahan ter-
sebut akan memungkinkan penambahan dua orang kru atau awak baru dan
dalam satu tahun akan menambah laba bersih hampir 20 persen. (Laba bersih
tahun lalu adalah $40.000.) Ted ingin mengestimasi dampak hal ini terhadap
perusahaannya dalain jangka pendek, karena itu dia ingin mengetahui bagai-
mana keadaan laporan sumber dan penggunaan dana perusahaannya. Dia ber-
keyakinan bahwa perluasan tersebut akan memperbesar juga persediaan dan
. beban akrual (terhutang) sampai 30 persen, sementara perkiraan-perkiraan
lain akan tetap sama. Penyusutan akan meningkat dari $12.000 menjadi
$19.000 per tahun. Selain itu, dalam tahun tersebut Ted harus menyicil
pelunasan hutang jangka panjangnya sebesar $10.000.
Sekarang Ted dapat mengestimasi sampai sejauh mana laporan sumber
dan penggunaan dananya akan terpengaruh pada periode berikutnya dan
dapat menyusun neraca pro forma sebagai berikut:

Sumber Penggunaan
Kasawal $ 5.000 Kas akhir $ 5.000
Kenaikan beban Penurunan hutang jangka
akrual 600 panjang 10.000
Pinjaman baru ??? J>erala tan baru 100.000
Penyusutan 19.000 Kenaikan persediaan 6.300
Laba 48.000
Total P'"nggunaan: $121.300
Total sumber tanpa pinjaman: 72.600
Pinjaman baru: 48.700

Neraca Pro Forma Aggieland


Aktiva7 :~:;~.~f . .::ii~.$.1-tt: -i'Kewajiban-, . .
':~:7- laneaf~,:: ~ ; : -., .. ;."'- , ': Kewajlb&nlancar:
~~- $,,:5.000 . Hutangusaha
. -
,$:''5.000
_P!,utazig usaha '14.000 'Behan akrual '2.600
''' '"'"Bagianobutang jangka " --
.. :._.~:::> -,;~;:' . ~ : ::.panjangyangha.rus ..-~ /,:-
: ._,: '" - -~ ,; .segera dibayar -. . :. ::,:i\' ~0_.000
;- .-.
,') ~:~-' :ferlediaan ::~>~ .:~,. ~-th'::.:~ :~-~~?~-?~9 . . . :. -..,, -:! <:-~ >- r ; ...~f:h:. ;~ . - -..l.>r:,.e:<.,-
AlcUYa tet&p: .-.. u,;...);,11 __ , y. . '':J i~; , __ , .,.Kewajiban jangka panjang: ,, --
. Per&IAta!l' :.' :: 275.o6o": _- :-;' t Hutang jangka panjang:'':128;700
.~~aunan. _, . '.~45.000 .;: , 5:x.v
,...penyusut8n ' 19.000 " ::' : Mod~l'ekultas' .:<205.000
' Bangunan dan pe~ ' -::, 1
:. : bilrsih' ... . 801.000 '~;-
--,:.Aktlnlaln:;;::.-t;:;.:., ,.. ,,n:,::. ;-: . .:_,,,_~ .>:-'' :::-.;.-

.,,~ TtJ.:~~::_,:!l:l~-~)~\ n,;;<;:(;~~;:r:~.~S,;;~-~~ ,~_.'1.\>ta} c.~~~~_;,:,' ,,.. " ,1,, ~~-~1.300


Dengan demikian, Ted memperkirakan bahwa laporan sumber dan peng-
gunaan dananya akan seimbang jika dia meminta pinjaman sebesar $48.700
dari banknya. Akan tetapi, ini merupakan jumlah absolut minuman. Ted akan
membutuhkan sebagian dari labanya untuk biaya hidupnya, dan dia belum
memperhitungkan dana cadangan untuk kejadian tidak terduga. Di samping
itu, pada akhir periode dia sudah harus menyicil pelunasan pinjaman tersebut.
Pada kenyataannya, permohonan pinjaman Ted ke bank haruslah lebih besar
164 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

dari $48.700 dan harus diperkirakan bahwa jumlah itu dapat dikabulkan
bank. Dalam hal ini, pendekatan terbaik harus mengestimasi laba secara
konservatif dan memperhitungkan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi
pada laporan keuangan perusahaan.

IKHTISAR
Laba merupakaJ;t pusat perhatian dari setiap bisnis, namun hal itu dipengaruhi
oleh banyak faktur yang semuanya tercermin dalam laporan keuangan. Para
manajer agribisnis berpedoman pada laporan keuangan dasar guna menginter-
pretasi cara kerja bisnis dan memberi petunjuk tentang arah yang harus di-
tempuh.
Semua laporan keuangan didasarkan pada sistem pencatatan yang siste-
matik. Para akuntan telah mengembangkan sejumlah ketentuan yang telah
disempumakan untuk menangani setiap transaksi keuangan yang mungkin
terjadi. Transaksi harlan diikhtisarkan dalam neraca, perhitungan rugi-laba,
dan laporan keuangan lainnya untuk para pemilik, manajer, dan organisasi
lain.
Nera..:a menunjukkan aktiva, atau apa yang dimiliki bisnis pada saat ter-
tentu. Neraca juga menunjukkan kewlijiban, atau klaim kreditur serta nilai
klaim para pemilik atas aktiva tersebut. Jumlah aktiva selalu sama dengan
kewajiban ditambah kekayaan bersih; kekayaan bersih dimasukkan karena
semua aktiva harus diklaim. Aktiva dan kewajiban sama-sama dibagi dal~
beberapa kategori untuk menyajikan gambaran keuangan bisnis yang ber-
guna.
Perhitungan rugi-laba mengikhtisarkan pendapatan untuk suatu periode
tertentu dan kemudian menandingkannya secara hati-hati dengan beban atau
ongkos-ongkos yang terjadi sehubungan dengan usaha memperoleh pendapat-
an tersebut. Semua kelebihan pendapatan terhadap beban merupakan laba.
Format perhitungan laba-rugi menitikberatkan marjin kotor, atau pendapatan
yang tersisa setelah hasil penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan.
Marjin kotor adalah nilai uang yang tersisa untuk menutup be ban op,erasi yang
biasanya dirinci dalam laporan ini.
Para manajer agribisnis harus terbiasa dengan seluk-beluk laporan-laporan
ini, karena inilah yang menjadi pusat dari banyak keputusan manlijemen.

PERTANY AAN UNTUK DIBAHAS


1. Sebut dan bahaslah lima tujuan utama dari sistem pencatatan keuangan
agribisnis.
2. Ikutilah langkah-langkah sistem pencatatan keuangan dari awal sampai
akhir dan jelaskan alasan dan fungsi untuk setiap langkah.
3. Sebut dan definisikan bagian-bagian (section) utama dari neraca.
4. Btiatlah diagram dari rumus neraca.
5. Sebut dan definisikan bagian-bagian utama dari perhitungan rugi-laba.
Apakah nama lain untuk perhitungan rugi-laba?
6. Mengapa aktiva lancar sangat penting bagi agribisnis?
PEMAHAMAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 165
7. Bahaslah arti penyusutan dan jelaskan bagaimana hal itu diperlakukan
dalam laporan keuangan.
8. Definisikan perbedaan an tara kewajiban jangka pendek dan jangka panjang.
9. Definisikan perbedaan antara pengeluaran (expenditure) dan beban
(expense) dari sudut pan dang akuntansi.
10. Bahaslah mengapa penyesuaian persediaan (pertambahan dan penurunan
persediaan akhir) perlu untuk menentukan harga pokok penjualan.
11. Apakah perbedaan antara marjin kotor dan laba bersih dan bagaimana
hubungannya?
12. Mengapa akuntan biasanya menilai aktiva menurut biaya semula?

KASUS DONNA ROWE


Donna Rowe lulusan Sekolah Lanjutan Atas Plymouth 8 tahun yang lalu
dengan latar belakang jurusan pertanian. Donna Rowe telah bekerja pada
Perusahaan Mobil Ford sebagai pengemudi truk sampai tahun lalu, ketika dia
memutuskan untuk memulai bisnis sendiri. Ayahnya seorang peternak unggas
yang telah mapari dan dari dialah Donna mengetahui bahwa Perusahaan Kro-
ger mencari seseorang untuk mengangkut telur ke tempat pemrosesan. Donna
telah menabung sebanyak $6.000 tetapi truk pendingin yang dia perlukan ber-
harga $12.000. Truk telah berumur dua tahun dan dia memperhitungkan
masih akan dapat digunakan lima tahun lagi. Dia juga ingin membeli tangki
perbekalan bensin sendiri sehingga dapat menghemat penggunaan bah an bakar
untuk truknya, dan ini berharga $500. Dia juga memperhitungk!Ul bahwa dia
membutuhkan $500 lagi untuk membeli bensin, kemungkinan perbaikan,
perlengkapan kecil lainnya dan beban rupa-rupa. Donna memperhitungkan
bahwa dia membutuhkan sedikitnya $500 untuk memenuhi berbagai ke-
perluan sebelum cek (pembayaran) pertama dari Kroger diterima. (Kroger
membayar pengangkutan telur berdasarkan bulanan). Donna memutuskan
bahwa dia akan dapat menanam modal sebesar $5.000 dari uangnya sendiri,
dan menyimpan sebesar $1.000 untuk keperluan sendiri dan keadaan darurat.
Saudarinya setuju untuk memegang pembukuan, dan Donna memperbaiki
garasinya untuk kantor yang menelan biaya terbesar $800. Diajuga memasang
telepon dan tempat arsip bekas pakai, meja tulis, mesin tik dan mesin hitung
seharga $350. Ayahnya bersedia meminjamkan $4.000 untuk 18 bulan dengan
bunga 8 persen, dan Bank National Plymouth setuju untuk Il\emberi pinjam-
an guna menutupi yang masih kurang. Pinjam!Ul pokok harus dibayar kembali
dalam lima kali cicilan dalam jumlah yang ~ama dengan. disertai bunga pada
suku bunga tahunan 10 persen.
Pada akhir tahun pertama beban usaha Donna adalah sebagai berikut:
bensin dan oli $1.900; perbaikan dan ban $2.100; telepon $200; perbekalan
kantor dan perangko $165; utilitas $175; dan biaya serta perbekalan rupa-
rupa $160. Pendapatannya dari bisnis adalah $29.500. Dia menerima gaji
$14.000 per tahun ketika bekerja untuk Ford, dan dia memperhitungkan
sekurang-kurangnya dia harus mendapat laba bersih sebanyak itu mengingat
waktu yang dihasilkannya dalam bisnis. Saudaranya menghabiskan waktu
166 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS.

satu hari kerja dalam seminggu untuk mengerjakan pekerjaan kantornya,


dan menurut Donna dia harus membayar saudarinya sedikitnya $25 per hari
untuk hari kerja terse but. Anggaplah tarif pajaknya 25 persen.

PERTANYAAN
1. Berapa yang harus dipinjam Donna Rowe dari Bank?
2. Buatlah neraca dan perhitungan rugi-laba untuk bisnis Donna Rowe pada
akhir tahun pertama operasinya. Buatlah asumsi apa saja yang diperlukan,
tetapi disertai dengan dasar pemikirannya.
3. Donna mempunyai kesempatan untuk membeli "rute" lain seharga
$12.000, termasuk satu truk berumur satu tahun. Dia mempunyai ternan
yang mau mengemudikan truk itu dengan gaji $12.000 setahun. Haruskah
Donna membeli rute tambahan lni? Mengapa atau mengapa tidak? (Rute
di sini bisa anda artikan sebagai satu usaha yang sama dengan usaha Donna
sekarang tetapi melayani perusahaan lain.)
.'I
TUJUAN
Mengidentifikasi perbedaan perspektif
terhadap laporan keuangan agribisnis dari sudut
pandang para pemilik, manajer, pemberi pinjaman,
dan pemerintah
Menjelaskan nilai data pembanding
dan analisis rasio dalam menganalis'is laporan
keuangan
Menginterpretasi berbagai jenis rasio
keuangan dan penggunaannya
Memahami penggunaan analisis dan
rasio keuangan dalam proses pengambilan
keputusan
Mengikhtisarkan nilai dan penggunaan
analisis ROI (Return-on-investment =
pengembalian atas modal) atau daya-hasil
laba.
Meluldskan keterbatasan analisis keuangan

Para manajer agribisnis berpedoman pada


analisis keuangan untuk membantu
pengambilan keputusan.

Keterangan Gamhar:
A. }\:valuasi dengan menggunakan rasio
B. Analisis atas profitabilitas

INFORMASI HANYA AKAN MENJADI


PENGETAHUAN JIKA DIGUNAKAN
7
ANALISIS ATAS
LAPORAN KEUANGAN
{1 . '~,~~,~~r~::,
.:. }:;"$.:~)~

\ -~
170 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

LAPORAN KEUANGAN SEBAGAI PENGETAHUAN


Laporan keuangan dari semua agribisnis menyajikan banyak informasi bagi
para manajer, pemilik, Jembaga pemberi pinjaman, dan pemerintah. Sebagian
kecil dari informasi ini tidak begitu memerlukan interpretasi (penafsiran),
tetapi sebagian besar tidak akan mempunyai arti apa-apa jika tidak ditempat
kan dalam perspektif yang sebenarnya. Banyak orang melihat laporan keuang-
an seperti penyelidik melihat gunung-es mengapung untuk pertama sekali
yang tidak menyadari bahwa apa yang mereka Iihat hanyalah puncaknya
sedangkan yang 90 persen lagi tersembunyi di bawah air. Tanpa analisis,
laporan keuangan tidak Jebih dari selembar kertas yang tidak berarti.
Analisis keuangan dapat dibandingkan dengan pemeriksan kesehatan
seseorang, di mana dokter diharapkan melakukan pemeriksaan yang Jebih
mendalam ketimbang hanya pemeriksaan sekilas saja. Agar para dokter
dapat melaporkan hasil pemeriksaannya dengan tepat, mereka harus meng
ajukan banyak pertanyaan dan melakukan suatu seri pengujian. Mereka
yang tertarik terhadap kemajuan dan kesehatan keuangan bisnis harus meng-
ikuti prosedur yang sama. Bisnis yang dapatbertahan hidup dan menguntung-
kan harus mempunyai manajer yang dapat menggunakan perangkat analisis
keuangan untuk memeriksa fungsi dan kesehatan keuangan yang vital bagi
perusahaan dan. kemudian memhuat perubahan yang diperlukan untuk mem-
buat bisnis lebih berjaya di masa mendatang. Bagi mereka yang berminat da-
Jam bisnis, meiode penggunaan analisis keuangan bisa menjadi alat untuk
menentukan sampai di mana keberhasilan usaha, apa saja masalah dan peluang
yang ada, dan apa alternatif atau tindakan pemulihan yang dapat memper-
baiki prestasi kerja di masa mendatang. Semuanya akan dibahas dalam bah ini.
Laporan keuangan organisasi, karena dapat diinterpretasi dari sudut Pl!.n-
dang yang berbeda, harus menyediakan per11pektif yang memadai untuk me-
muaskan setiap orang yang berkepentingan. Masyarakat melihat apa sum bang-
an agribisnis pada lingkungannya, para karyawan berkepentingan atas keefisien-
an dan tabungan yang mereka hasilkan sebagai anggota-pelanggan, para pemasok
berkepentingan atas kemampuan perusahaan untuk membayar produk-pro-
duknya, dan dewan direktur berkepentingan atas keefektifan tim manajemen
dalam menggunakan aktiva dan sumber daya perusahaan.
Seorang manajer seperti Beryl Johnson, yakni dirut Perusahaan Ternak
Johnson cenderung mendekati laporan keuangan bisnis dari dua sudut -pan-
dang: yaitu cara pelaksanaan bisnis dan cara meningkatkan pengambilan ke-
putusan di masa mendatang dengan menggunakan informasi keuangan. L&ba
merupakan tolok ukur utama dalam menentukan keberhasilan atau kegagalan.
Manajer juga harus mengingat bahwa Japoran keuangan dan analisisnya harus
menyediakan informasi yang baik dan tepat kepada para pemberi pinjaman,
penanam modal, dan pemerintah, karena keberhasilan usaha harus memberi
kepuasan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Ketika Pilar Ramorez menanam modal pada 1\.fonsanto, dia sangat ber-
kepentingan pada Jaba dan "kesehatan" umum bisnis. Tetapi perhatian utama-
nya terpusat pada tingkat pengembalian atas dana yang telah ditanamkan.
Dia berharap agar pengembalian atas investasinya seimbang atau melebihi
pengembalian yang dihasilkan oleh peluang investasi lain yang mengandung
risiko yang sama. Di pihak Jain, para anggota koperflsi memusatkan perhatian-
nya pada efisiensi perusahaan dan pertambahan jumlah tabungan mereka
karena keanggotaan mereka dalam koperasi.
ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN 171
Sementara itu, Craig DeWitt, yang mengeplllai bagian peminjaman komer-
sial pada Farmers' Bank & Trust, mementingkan laba perusahaan karena hal
itu merupakan barometer utama terhadap kemampuan perusahaan untuk
membayar kern bali pinjarnannya. Karena dia berkepentingan untuk rnenjarnin
tertagihnya pinjarnan yang diberikan, maka aktiva dan kewajiban (hutang)
perusahaan rnerupakan fokus utama baginya, dernikian juga untuk sernua
pernberi pinjarnan lainnya.
Badan-badan pernerintah berkepentingan pada laporan keuangan dari
beberapa sudut pandang, tergantung dari keperluan khususnya. Misalnya,
Ditjen Pajak mernperhatikan laba, para penaksir pajak tertarik pada penilaian
aktiva, dan Departemen Tenaga Kerja berkepentingan pada upah. Setiap badan
pernerintah akan rnernerlukan jenis inforrnasi tertentu, dan penyajiannya
dalam bentuk yang sesuai rnerupakan tugas bisnis.
Manajer agribisnis harus mernpertirnbangkan rnasing-rnasing perspektif
ini dalam rnerancang dan rnenganalisis laporan keuangan bisnis.

Kekerapan Analisis atas ,Laporan Keuangan


Operasi bisnis yang berbasil sangat tergantung pada perencanaan manajernen.
Tetapi, karena perencariaan melibatkan pertirnbmgan masa depan yang tidak
pasti, maka rencana manajemen yang terbaik sekalipun bisa meleset. Ka-
rena itu, tim manajemen harus terus membaca gerak maju atau gerak mun-
dur perusahaan dalam mencapai sasaran yang ditentukan sebelumnya. Banyak
bisnis yang gagal sebab manajemen terlarnbat menemukan bahwa rencana
salah arab. Melalui penilaian catatan keuangan yang terus-menerus, rnana-
jemen akan rnenemukan rnasalah-masalah ketika masih sedang berkernbang
sehingga rnemberi cukup banyak waktu untuk memperbaiki tindakan-tindak-
an selanjutnya.
Suatu analogi dapat ciiambil dari persediaan oli mobil. Ada meteran te-
kanan yang akan memberi peringatan apabila permukaan oli turun pada ting-
kat yang membahayakan; tetapi seorang motoris yang cerdik akan memeriksa
olinya secara berkala ketika mengisi bensin untuk mengetahui secara dini
masalah yang potensial. Begitulah kira-kira dengan catatan bisnis. Catatan-
catatan ini akan memberi cukup banyak waktu untuk mencegah kesulitan
yang serius yang membahayakan perkembangan. Pemeriksaan terhadap ke-
sehatan bisnis harus dilakukan dalarn tenggang waktu yang teratur. Pada harn-
pir semua bisnis, laporan keuangan harus disiapkan dan dianalisis setiap bulan,
atau sekurang-kurangnya sekali tiga bulan, sehingga masalah atau peluang
dapat diketahui sebelum berkembang atau terlewati. Hanya bisnis yang ke~il
dan sederhana saja yang dapat tergantung dari penyiapan dan analisis laporan
keuangan tahunan. Biaya prosesnya kecil jika dibandingkan dengan risiko
keterlambatan rnenemukan masalah atau kehilangan peluang. ~

Bidang-bidang yang Memerlukan Analisis


Pengumpulan data dapat menjadi proses yang tidak akan pemah selesai dengan
biaya yang semakin meningkat sementara nianfaatnya semakin kecil. Biasanya,
data yang tidak relevan dengan proses pengambilan keputusan tidak berguna
sejauh menyangkut kepentingan manajemen. Para manajer bisnis memerlukan
informasi dalarn hal:
172 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

1. Posisi kas perusahaan; yait~. kemampuannya untuk memenuhi komitmen


yang mendesak, seperti pembayaran gaji dan pembelian perbekalan (likui-
ditas)
2. Kemampuan perusahaan untuk membayar kembali pinjaman dan hutang
jangka panjang (solvensi)
3. Kecenderungan (trends) pendapatan dan biaya, seperti biaya produksi,
penjualan, biaya overhead, dan upah
4. Kecenderungan produksi dan prestasi kerja, diukur menurut standar efi-
siensi yang ditetapkan sebelumnya
5. Struktur modal perusahaan; data mengenai sumber dan penggunaan dana
dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi perubahan dan perluasa.n
di masa depan
6. Keberhasilan perusahaan dalam bentuk profitabilitas yang sesungguhnya
dan juga dalam bentuk kecenderungan profitabilitas
7. Penggunaan s~mber daya per~sahaan seperti aktiva, pengembalian inves-
tasi, dan pengembalian untuk penanam modal yang ada saat ini dan di
masa mendatang
8. Kemampuan tim manajemen dalam menggunakan sumber daya perusaha-
an

Langkah Awal: Tetapkan Patokan


Interpretasi atas informasi keuangan tidak perlu menjadi proses yang rumit.
Hal yang menuntut paling banyak perhatian adalah penetapan patokan
atau titik rujukan (points of reference). Banyak informasi dapat diselidi~i
dengan prosedur yang sangat sederhana. Salah satu cara termudah untuk
menentukan kecenderungan, dan mengenali masalah atau peluang adalah
dengan hanya membandingkan periode berjalan dengan periode yang serupa
pada masa lalu, misalnya, antara tahun lalu dengan tahun ini atau dengan
angka rata-rata.
Pada titik ini, satu konsep yang paling penting harus kita perhatikan.
Analisis dan catatan keuangan tidak memecahkan masalah atau menciptakan
peluang - manusialah yang melakukannya. Analisis catatan hanya dapat
membantu mendefinisikan dan mengenali masalah atau peluang. Mungkin di
dalamnya tersirat cara-cara altematif dalam bertindak atau hambatan-hambat-
an, tetapi catatan ini tidak mempunyai nilai kognitif (yang bersifat meng-
ilhami).
Misalkan David Hill, akuntan kepala pada sebuah perusahaan pengalengan,
Paramont Canning Company, mencatat bahwa piutang usaha untuk bulan
Desember adalah sebesar $358.000. Angk,a itu sendiri saja mungkin tidak
mempunyai arti apa-apa. Akan tetapi apabila diketahui bahwa piutang usaha
pada bulan Desember tahun lalu sebesar $260.000, David dapat diingatkan
untuk memperhatikan masalah-masalah atau peluang-peluang yang potensial
(lihat Peraga 7-1 ).
Banyak sebab yang bisa berperan terhadap perubahan tersebut. Barang-
kali akan diperlukan lebih banyak pertanyaan dan jawaban untuk menyedia-
kan informasi yang memad~ bagi manajer. Mungkin saja harga-harga produk
telah naik sebesar 25% sehingga mengakibatkan kenaikan piutang usaha,
atau mungkin jumlah seluruh uenjualan telah naik 25%.
l
ANALISlS ATAS LAPORAN KEUANGAN 173

Pembandinlfan Sed~hallll denganP~iode Lalu Membuat PERAGA


Anglca .. ngka Saat lnl Lebih B~atti 7-1

~:.;~~'f:t\~f.t'!~o~SE"::;tco~i.NY;(_f -~,,~:,; .
' . Sl DESEMBER'i984 ' .

AKTIVA ..
':
31 DESEMBER, r . . . . 3l DESEMBER .
"1983

Aktiva Iancar: ..
Kaa . $265.000 $202:000
Surat berharga yang aegera
dapat dijual 350.000. 380.000
Piutang uaaha 358.000 260.000
Pened.lun ua.ooo
-----
690.000

.Jumlab ktlva lancar $ 1.518.000 $1.432.000

Patokan kita adalah bahwa pembandingan sederhana dengan periode


yang lalu menambah arti dari angka tersebut. Pembandingan yang mudah dan
sederhana ini merupakan salah satu metode terbaik untuk menunjukkan hal-
hal yang bisa mengundang pertanyaan manajer (lihat Peraga 7-1).
Perbandingan lain yang sangat baik bi:;a dilahirkan antara laporan ke-
uangan dengan anggaran atau ramalan. Hal ini terutama benar apabila laporan
keuangan tersebut berupa perhitungan rugi laba. Manajemen Somane Farm &
Home Store dapat membandingkan basil operasi yang sesungguhnya dengan
anggaran dan dengan prestasi operasi tahun lalu. Hasil analisis menunjukkan
adanya masalah marjin kotor yang besar (lihat Peraga 7-2).

LAPORAN KEUANGAN PERSENTATIF SEBANDING


Laporan keuangan persentatif sebanding (common-size statement) merupakan
metode analisis lain yang juga bermanfaat. Lagi-lagi, manfaat fungsionalnya
yang terbesar diperoleh karena pos-pos laporan keuangan ditempatkan dalam
perspektif. Laporan ke.uangan .persentatif sebanding secara sederhana menyaji-
kan perhitungan rugi-laba dan neraca sebagai persentase dari 'pos (unsur)
pembanding tertentu, yang dapat diambil dari bisnis yang se,upa atau dapat
juga berupa total penjualan, total aktiva, anggaran, atau prakiraan perusahaan
bersangkutan.
Misalnya, So mane Farm and Home Store (Peraga 7-2) memperlihatkan
jumlah sebesar $5.350 untuk promosi penjualan pada kolom "sejak awal
tahun." Apabila kita menyadari bahwa hal ini merupakan 3 persen dari pen-
jualan kotor, maka. besamya promosi penjualan tersebut akan lebih bisa di-
interpretasikan (yaltu apakah jumlah tersebut terlalu besar, terlalu kecil,
atau wajar). Pembandingan dengan periode-periode sebelumnya akan me-
nambah arti dari angka tersebut. Jika dikatakan bahwa realisasi beban pro-
rERAGA Somane Farm & Home Store Dapat Memhandingkan Hasil Operasi yang Aktual terhadap Angraran dan terhadap Prakiraan Tahun Lalu
72
-""'
...:a

LAPORAN ANGGARAN DAN PENGENDALIAN BEB.AN


-~ , FARM &HOME STORE, SOMANE, N.Y .

:, Tahuri inl,;: ,; . . Tahun ini, . . _ . _, lH


sampai t8nggal ini f sanipai tanggal ini 90 hari 90 hari .
(anggaran)' i;: (aktual) (anggaran) . (aktual)
PERSEN. . . ;ii PERSEN.. PER SEN
.. DARL:2. . . . DARJ', . DJ1'.RI
.- . . . .. . . ..... --. ).PENJL.~\.DC?LAR< PENJL~ nnT.A'D
DOLAR PENJL.
l>l<'M.rr. nm.A"R l>l<'M.TT. T'lnT.AR PF.N.TT.
Penjuat~~ be~ih;;_,q;':;~;,.l75.5o2 , ~~::r(ioo,o:!;:.%.'iso.ooo 1oo,o_ 178:4o6 100,0 8i.889 ioo,o
-;
--
Harira pokok penJual~n 13i.566. 76,8 : 135.000 75,0. 136.301 76,4 62.889 76,8
Marjinkotor' ' 44.639 24,i 46,500. 25,8 42.105 23.6 19.704 24,1,;
Peketja'teb:p 19.764 l1,3 20.500. 11,4 19.764 11,1 9.882 i2,1
Peketja sambilan 4.392 2,5 5.000 2,8 .:..:;::;:
~ ~~--
2.5. 2.196 2,7
Upahlembur - ; ; 0 0 0 .0 0 0 0 - o
Honor manajemen ' 4.500 2,6 4.500 2,5 - ----
.;.,::;:;:; 2.6 2.000 2,4.
Behan kekayaan_total 1.800 1,0 : 1.800 1,0 1.800 1.0 900 U-
Behan gudang ." 550 0,3 500 0,3 580 0,3 250 0.3
Uang muka dan promosi
ponjualan 4.500 2,6 4.500 2,5 5.350 3,0 2.000 2,4
Bunga 3.750 2,1 3.750 2,1 3.583 2,0 1.875 2,3
Be ban umum lainnya . 365 0,2 500 . 0,3 1.244 0,7 165 0,2
Behan total- . . 39.621 22,6 41.050' ... 22,8 - - ---
4I.:tl:l:t 23,1 19.268 23,5
Marjln operaai .... :.
. :. 5.ll18 2,9 3.950
.
22 823 0,5 436 0,5 ~

zC)
PENJL. = Pcnjualan >
z
>
,C)

;
(;;
z
(;;
ANALJSJS ATAS LAPORAN KEUANGAN 175
mosi tal'\un lalu adalah $4.500, reaksi yang di ambil mungkin tidak begitu
jelas. Akan tetapi, jika beban promosi tersebut hanya merupakan 2,6 persen
dari penjualan tahun lalu, maka berbagai tanggapan akan langsung. tercetus.
Ketika Jerry Holmes, manajer penjualan, menyimak perbandingan ini, dia
dapat melinat bahwa beban promosi telah naik 16 persen, dan.bahwajumlah
tersebut jauh melampaui jumlah yang dianggarkan sepanjang tahun tersebut.
Tindakan, atau paling tidak penyelidikan, harus dilakukan pada saat ini.
Analisis persentatif sebanding harus melibatkan "angka-angka mentah"
dari laporan k_euangan untuk mencegah distorsi atau penggunaan angka yang
"ditukang-tukangi." Ini ~hususnya benar jika kita melakukan pembanding-
an persentase dengan per~1sahaan berkarakteristik serupa. Mungkin perusahaan
yang satu sangat besar dan melakukan penjualan bernilai milyaran rupiah
sementara perusahaan Iainnya lebih kecil dan hanya melakukan penjualan
bemilai jutaan rupiah. Angka-angka akan memperkuat dan memperjelas per-
bedaan ini.

ANALISIS RASIO
Penggunaan rasio untuk menganalisis laporan keuangan mengalami kemajuan
yang pesat sekali. Keampuhan analisis dengan perangkat rasio keuangan
diakibatkan oleh sifatnya yang mampu mengatasi kelemahan analisis yang
hanya didasarkan pada perbedaan nilai uang saja, yang kadang-kadang tidak
saja membingungkan tetapi juga dapat menyesatkan.
Misalnya, kita dapat mempertimbangkan tabel berikut:

. , PERUSAHAAN B
.Aktiva lancar . $200.000 . $1.000.000 ..
Kewajlban lancar 100;000 . 900.000
"(:"
.Keiebihan aktivalanear (marjin) . $100.0()0 ; $ : '100.000 ..

Kedua perusahaan itu mempunyai marjin yang sama sebesar $100.000


berupa kelebihan aktiva lancar atas kewajiban Jancar. Tetapi Perusahaan A
berada dalam kondisi keuangan yang lebih sehat daripada Perusahaan B.
Dalam kasus ini, rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancarlah yang dapat
menggamb4U'kan situasi dengan lebih tepat. Tentu saja angka-angka ini sangat
sederhana sehingga tidak perlu susah-susah untuk menghitung rasio yang tepat.
Para manajer dan analis agribisnis berkeinginan mengembangkan perang-
kat indikator keuangan yang mereka sukai sendiri. Tidak ada gunanya untuk
menyebut semua rasio di sini satu per satu ataupun seperapgkat indikator
pilihan yang sa11gat penting, atau bahkan rasio yang berguna dalam segala
situasi yang bisa terjadi pun, karena di antara agribisnis terdapat perbedaan
ukuran dan jenis yang san~at besar.

Mengapa Menggunakan Analisis Rasio Keuangan? ,:,


Analisis rasio keuangan sering digunakan untuk mengukur prestasi dari delapan
~pek bisnis yang telah 4isebutkan di muka. Kalau digunakan secara layak
(dengan memahami keterbatasannya), analisis tersebut akan menjadi alat-
bantu yang sangat berguna bagi manajemeri. Semakin banyak manajer agri-
176 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISN!S

bisnis menggunakan analisis rasio secara ekstensif karena hal itu tidak hanya
sebagai indikator yang lebih baik untuk keputusan manajerial tetapi juga ber-
guna karena:

1. Mudah dihitung: Kebanyakan rasio membandingkan dua angka statistik


yang biasanya disajikan dalam perhitungan rugi-laba atau neraca. Karena
data ini bisa disediakan dengan biaya yang kurang lebih sama jumlahnya,
maka tidak perlu banyak waktu atau be ban untuk menghitung suatu rasio.
2. Mudah dibandingkan: Rasio memungkinkan pemb.andingan prestasi masa
lalu dtmgan masa sekarang, demikian juga pembandingan antar perusaha-
an yang hakik~tnya serupa. Analisis rasio sangat bemilai bagi dewan di-
rektur perseroan.
3. Mudah dimengerti: Tidak semua anggota tim manajemen ahli dalam hi-
dang keuangan, dan rasio memungkinkan pengkajian informasi secara
mudah dan jelas bagi semua personel manajemen.
4. Dapat mengkomunikasikan posisi keuangan perusahaan kepada pihak-
pihak yang berkepentingan selain manajemen: Misalnya, pihak yang ber-
wenang dalam bidang keuangan dan pemegang saham, anggota-pelanggan
koperasi, atau penanam modal mungkin berpedoman pada rasio untuk
menentukan kelayakan kredit dan keberhasilan perusahaan dalam meng-
gunakan sumber dananya.

Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan


Karena analisis rasio keuangan digunakan secara ekstensif dewasa ini, maka
ada kemungkinan bahwa 'teknik tersebut makin disalahgunakan. Keunggulan
rasio keuangan hanya terbatas sebagai indikator saja. Apabila bagian tertentu
dari suatu 'bisnis menghadapi kesulitan, perubahan rasio hanya berarti sebagai
peringatan. Bahkan perubahan drastik pada rasio tertentu mungkin tidak
mengisolasi dan mengidentifikasi penyebab kesulitan yang sebenarnya. Lebih
sering analisis tambahan diperlukan sebelum tindakan koreksi yang layak da-
pat di ambil. Harus diperhatikan bahwa semua pembandingan dilakukan di
antara unsur-unsur yang hakikatnya betul-betul serupa.
Perubahan metode akuntansi agribisnis itu sendiri, atau perbedaan metode
akuntansi antarperusahaan yang serupa akan membatasi kegunaan rasio. Jika
Hilltop Fertilizer mengubah metode penilaian persediaan, aktiva, dan metode
penyusutannya, maka pembandingan rasio yang sekarang dengan rasio se-
belumnya tidak absah (ualid). Faktor waktu juga sangat berpengaruh dalam
membatasi kegunaan analisis rasio. Laporan keuangan merupakan indikator
untuk satu periode. Pembandingan periode bulanan yang satu dengan periode
bulanan lainnya, atau laporan tahunan yang satu dengan laporan tahunan lain-
nya dapat menimbulkan pandangan yang bias terhadap bisn:s. Pembandingan
persediaan Hilltop bulan Mei dengan piutang usaha bulan Juli akan menghasil-
kan rasio yang tidak akan berguna sama sekali. Mungkin lebih baik jika kita
tidak mempunyai informasi sama sekali daripada memiliki informasi yang ti-
dak tepat dan melakukan an~!isis yang lemah.

Memilih Rasio yang Sesuai


Para manajer agribisnis harus berhati-hati memilih rasio periodik yang menjadi
daya penggerak.dalam pengambilan keputusan untuk bisnis yang mempunyai
ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN 177
ciri khusus tertentu. Nasihat profesional dari luar bisnis seringkali sangat
membantu. Pertimbangan pertama yang perlu dilakukan dalam memilih rasio
yang terpenting adalah bidang cakupan dari rasio tersebut, yaitu apakah yang
paling pokok untuk diketahui sudah dicakup. Hilltop seyogianya sangat mem-
perhatikan piutang usaha dan persediaan, sebab bisnis pupuknya sangat ber-
sifat musiman. Apabila salah satu dari sektor penting ini tidak dikendalikan,
maka hal itu bisa sangat memperburuk likuiditas. Karena itu, variasi besar
antar-periode merupakan kriterium yang penting untuk menganalisis per-
kiraan-perkiraan. Faktor lain adalah besamya nilai yang tercantum dalam per-
kiraan. Pengolah bahan pangan seperti Paramont Canning Company pastilah
akan sangat hati-hati terhadap perubahan biaya-biaya pekerja langsung, bahan
baku, dan perbekalan, karena ketiga hal itu mencakup bagian terbesar dari
biaya produksi. Para manajer agribisnis harus menelaah operasinya sendiri dan
menggunakan rasio-rasio keuangan yang paling s~suai dengan bisnisnya.
Hampir semua manajer agribisnis menggunakan rusio untuk memuntau
profitabilitas, likuiditas, solvensi, dan penggunaan sumber daya. Kita hanya
akan membicarakan beberapa analisis rasio yang lebih umum digunakan dan
paling berguna untuk agribisnis. Rasio-rasio ini akan klta kaitkan dengan ne-
raca dan perhitungan rugi-laba Hilltop Fertilizer, Inc. (lihat kembali Peraga 6-1
dan 6-2 dalam Bab 6). Dari sudut pandang manajemen, rasio-rasio ini dapat
disajikan menurut judul kelompok sebagai berikut:

1. Indeks atau rasio profitabilitas


2. Indeks atau rasio likuiditas
3. Indeks atau rasio sc;lvensi
4. Indeks atau rasio efisiensi operasional

Kita akan men:bahasnya menurut urutan itu.

Rasio Profitabilitas Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk


menghasilkan laba. Karena itu, istilah rasio profitabilitas merujuk pada be-
berapa indikator atau rasio yang berbeda-beda yang bisa digunakan untuk
menentukan profitabilitas dan prestasi kerja perusahaan.
Hubungan antara jenis-jenis atau jumlah pendapatan.1 (earnings) dengan
penjualan Hilltop (rasio pendapatan terhadap penjualan) ditunjukkan di sini:

Pendapatan + penjualan- rasio pendapatan terhadap penjualan


$100.000 + $1.000.000 0,10 atau 10% (1)
(Lihat perhitungan rugi laba baris r dan a)
..
Rasio pendapatan terhadap penjualan (Persamaan 1) memperlihatkan
s~cara langsung keputusan manajemen yang mencerminkan efisiensi operasi
dan kebijakan penetapan harga. Pendapatan dapat dinaikkan dengan mengubah
kebijakan penetapan harga. Harga yang rendah dapat meningkatkan penjualan
tetapi dapat mengakibatkan tidak ada laba, sedangkan harga yang lebih tinggi
dapat mengurangi penjualan sampai no!. Strategi penetapan harga harus di-

1 Pendapatan (earnings) merupakan laba operasi bersih sebelum biaya dan penghasilan non

operasi diperhitungkan.
178 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

kembangkan dengan mempertimbangkan secara hati-hati lingkungan yang ber-


saing. Taksiran penjualan dapat membantu dalam bidang ini, dan rasio me-
rupakan pedornan yang baik dalam proyeksi penjualan.
Pada sisi biaya, melalui keputusan manajemen, Hilltop dapat mencoba
mengurangi hal-hal seperti tenaga kerja, beban administrasi, dan biaya penjual-
an.
Para manajer seringkali merasa bahwa ada baiknya jika dipertimbangkan
laba/penghasilan setelah semua biaya usaha yang berupa bunga dan pajak di-
perhitungkan, atau rasio laba terhadap penjualan:
Laba bersih + penjualan ~ rasio Jab a terhadap penjualan
$50.000 + $1.000.000 0,05 atau 5% (2)
w
(Lihat perhi1;ungan rugi laba baris dan a)

Persamaan 1 menunjukkan kemampuan Hilltop untuk membayar bunga


atas penanamim modalnya dan untuk mengembangkan informasi yang ber
guna dalam r-engambllan keputusan tentang ekultas pemllik dan alternatif-
alternatif peminjaman modal. Di pihak lain, Persamaan 2 menunjukkan sam-
pai di mana keberhasilan Hilltop dalam mengejar laba apabila semua biaya
dan penghasilan telah diperhitungkan dan dibandingkan dengan keseluruhan
penjualan. Rasio inilah salah satu yang sangat diprioritaskan oleh semua yang
berk~pentingan pada Hilltop, dan perubahan-perubahannya akan dipantau
secara hati-hati.
Biasaeya, aktiva p~saha.a.Q.tidak dimiliki sepenuhnya oleh penanaman
modal. Rasio l.lmum (common ratio), yang menentukan laba penanam modal
terutama sangat bemilai bagi pemilik:

Laba bersih + kekayaan bersih- rasio laba terhadap model ekuitas


~50.000 + $3000.000- 0,167 atau 16,7% (3)
(Lihat perhitungan rugi laba baris w; neraca baris qq)

Rasio ini berguna untuk menentukan kebijakan penanaman modal dalam


aktiva Hilltop. Rasio ini sangat bernilai guna mendorong penanaman modal
tambahan dalam bentuk modal ekuitas sekiranya arus kas yang lebih besar
diperlukan dalam bisnis. Pemegang saham juga menggunakan rasio ini sebagai
indikator nilai sahamnya.
Rasio lain yang biasa digunakan adalah marjin kotor, yang merupakan
jumlah penjualan setelah dikurangi harga pokok penjualan dibagi dengan jum-
lah penjualan. Marjin kotor merupakan dana Hilltop yang tersisa untuk rnem-
bayar biaya bisnis untuk operasi dan untuk pihak luar lainnya.

(Penjualan- harga pokok penjualan) + penjualan - rasio marjin kotor


($1.000.000- $750,000) + $1.000.000- 0,25 atau 25% (4)
(Lihat perhitungan rugi-laba baris a dan b)

Dari sini bisa diketahui harga yang diterima Hilltop untuk barang dagang
yang dijual, khususnya bauran produkjproduct mix (kombinasi produk yang
dijual). Analisis yang lebih rinci dapat ditunjukkan di sini hila marjin kotor
terlalu rendah. Biaya untuk barang atau produk baku dan kekhususannya di
tangguhkan untuk telaah selanjutnya. Rasio ini sangat menentukan. Se';iap pe-
nurunan marjin kotor menandakan perlunya tindakan manajemen dengan se-
ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN 179
gera. Perubahan kecil dalam hal ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap
laba.

Rasio Likuiditas Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk me-


Junasi hutang jangka pendek. Sekarang kita akan menganalisis beberapa rasio
Iikuiditas yang paling umum dan berguna untuk menentukan kemampuan
Hilltop membayar hutang-hutang jangka pendek. Rasio likuiditas yang paling
terkenal disebut rasio lancar:

Jumlah aktiva lancar 7 jumlah kewajiban (hutang) la~~car- rasio iancar


$300.0007$150.000-2 (5)
(Lihat neraca baris h dan gg)

Rasia ini menunjukkan kemampuan Hilltop untuk membayar rekening


dan hutang lancar. Banyak yang beranggapan bahwa rasio ini belum merupa-
kan petunjuk yang cukup positif mengenai kemampuan perusahaan yang se
benarnya untuk memenuhi kebutuhan yang mendesak. Mendesaknya ke-
butuhan untuk melikuidasi (menguangkan) persediaan, piutang usaha, surat-
su:-at berhr.rga yang segera da11at dijual, dan lain-lain bisa mengakibatkan pe-
nurunan nilai secara drastis. Karena itu, para manajer menggunakan rasio
kedua yang lebih jelas melukiskan kemampuan perusahaan untuk menyedia-
kan uang kas dengan segera yang disebut rasio cepat (acid ratio):

(Kas + surat berharga yang segera dapat dijual + pil.:tang usaha) 7 jumlah
kewajiban lancar rasio cepat
($50.000 + 150.000) + $150.000 - 1,33 (6)
(Lihat neraca baris c, d dan gg)

Dalam pandangan pertama secara sekilas pada Hilltop kita melihat bahwa
likuiditasnya baik, namun sulitnya menagih piutang usaha dapat mengakibat-
kan masalah jika terjadi kekurangan kas secara tiba-tiba.

Rasio ini mendapat perhatian besar dari para pemberi pinjaman terutama
untuk dana jangka pendek. Dana ini mungkin memerlukan modifikasi ter-
hadap surat berharga yang segera dapat dijual dan piutang usaha (mungkin
sebagian tidak di perhitungkan dalam rasio di atas), sebab jika diuangkan pad a
saat itu, nilai kasnya mungkin lebih rendah daripada rasio di atas.
Perusahaan baru atau yang tumbuh cepat dan membutuhkan uang tunai
dengan segera untuk membayar tenaga kerja, perbekalan, dan barang-barang
harus lebih hati-hati terhadap rasio ini daripada perusahaan yang_lebih tua dan
telah mapan. Mudahnya menguangkan persediaan juga harus dipertimbangkan.
Mungkin saja perusahaan sedang dalam keadaan berlaba dan mempunyai posisi
kekayaan bersih yang kuat sehubungan dengan total aktiva, tetapi masih ke-
kurangan modal kerja yang dapat digunakan untuk mengambil keuntungan
dari potongan harga atas pembelian dalam jumlah besar, untuk memenuhi ke-
adaan darurat, atau bahkan untuk membayar rekening lancar.

Rasio Solvensi Tantangan ketiga terhadap manajemen adalah mempertahan-


kan perusahaan mampu membayar hutang (solven). Solvensi terutama ber-
180 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

kaitan dengan kemampuan perusahaan untuk membayar klaim atau hutang


jangka panjang. Rasio-rasio solvensi dengan jelas menunjukkan porsi modal
usaha yang harus disediakan oleh pemilik. Solvensi merupakan tolok ukur atas
jenis-jenis masalah yang akan dihadapi oleh para pemberi pinjaman dalam_me-
nuntut pengembalian uangnya apabila perusahaan bangKrut. kasio-rasio 1n1
bi8a berpengaruh besar terhadap jumlah uang jangka panjang yang dapat dipin-
jam oleh perusahaan. Demikian juga halnya dengan sumber modal altematif
dari luar. Jika pemberi kredit menyediakan bagian modal yang lebih besar dan
menanggung bagian risiko yang lebih besar, mereka biasanya menuntut pengen-
dalian yang le bih besar terhadap kebe basan atau hak istimewa manajemen dalam
mengambil keputusan. Rasio ini juga dapat menunjukkan pada saat mana per-
usahaan seharusnya memperbesar jumlah pinjaman untuk kebutuhan modal-
nya agar tercipta peluang untuk menaikkan tingkat pengembalian (return) atas
investasinya sendiri. Rasio solvensi yang pertama (Persamaan 7) menunjukkan
hubungan antara kekayaan bersih Hilltop denganjumlah hutang perusahaan:

Jumlah kewajibatl + kekayaan bersih ~ rasio solvensi


$200.000 + $300.000 = 0,667 (7) ..
(Lihat neraca baris II dan q q)

Pada Hilltop, kita menemukan rasio an tara 0,667 banding 1, artinya jum-
lah kewajiban sama dengan 66,7 persen dari ekuitas pemilik.
Di sini kita dapat rrielihat bahwa kepentingan pemilik bertentangan de-
ngan kepentingan pemberi kredit dalam perusahaan. Banyak pemberi pinjam-
an mensyaratkan rasio 1 banding 1 sebagai batas mutlak terendah (1,1 ban-
ding 1 tidak diterima lagi). Perubahan-perubahan rasio selama suatu periode
bisa sangat berpengaruh terhadap program perencanaan keuangan jangka pan-
jang untuk Hilltop. Hal yang sangat penting dalam analisis rasio ini adalah per-
timbangan mengenai aspek likuiditas aktiva lancar. Dalam hal ini kita lihat,
Hilltop mempunyai persentase aktiva lancar yang besar dalam bentuk pi-
utang usaha, dan persediaan yang nilainya bisa meragukan jika tidak diselidiki
lebih lanjut. Karena itu, para pemberi pinjaman mungkin masih cenderung me-
nurunkan rasio Hilltop yang relatif baik.
Rasio solvensi lainnya (Persamaan 8) melibatkan hubungan antara sum-
bangan pemilik untuk menunjang perusahaan dengan jumlah aktiva bersih
perusahaan.

Kekayaan bcrsih + jumlah aktiva bersih 2 = solvensi


$300.000 + 290.000 = 1,04 (8)
(Lihat neraca baris qq, h, gg, q, dan kk)

Sekali lagi, tidak ada standar yang pasti untuk setiap bisnis, tetapi biasa-
nya apabila sumbangan (f!lodal) pemilik tidak sampai 50 persen dari seluruh
aktiva bersih perusahaan,' maka perusahaan tersebut akan lekas menyadari
adanya masalah solvensi dan mengalami kesulitan dalam memperbesar pin-
jaman jangka panjang dan jangka pendek

2 Modal kerja bersih + aktiva tetap bersih = jumlah aktiva bersih (h- gg) + (q- kk) =
jumlah aktiva bersih. Modal kerja bersih diperoleh dengan mengurangkan kewajiban lancar
dari aktiva lancar, aktiva tetap bersih diperoleh dengan mengurangkan kewajiban jangka
panjang dari aktiva tetap.
ANALISIS ATAS l-APORAN KEUANGAN 181

Rasio solvensi yang ketiga menunjukkan perbandingan antara pinjaman


jangka panjang dengan kekayaan bersih (modal pemilik):

Hutang jangka panjang.;. kekayaan bersih solvensi


$50.000.;. $300.000- 0,167 (9)
(Lihat neraca baris kk dan qq)

Perubahan-perubahan dalam rasio ini yang mengarah pada semakin mem-


bengkaknya porsi pinjaman bisa merupakan suatu tanda bahaya. Sejalan de-
ngan itu, persentase pinjaman yang terlalu rendah bisa menandakan adanya
pl"luang untuk memperluas usaha atau adanya potensi pinjaman tamhahan.
Dari rasio ini akan kelihatan bahwa Hilltop dapat memperbesar hutang jang-
ka panjang dan mengganti sejumlah tertentu dari hutang jangka pendek jika
itu yang dikehendaki. Rencana perluasan dan suku bunga yang bcrlaku akan
merupakan faktor penting dalam mengambil keputusan ini.

Rasio Efisiensi Tantangan manajemen yang terakhir yang akan dibahas se-
hubungan dengan penggunaan rasio adalah dalam bidang efisiensi perusahaan.
Secara khusus, bidang ini menawarkan peluang terbesar bagi manajemen Hill-
top untuk mengembangkan rasio yang unik dan bermanfaat, yang akan sangat
bernilai bagi bisnis dalam bidang efisiensi atau operasi.
Rasia perputaran (turnover ratio) dapat digunakan untuk menentukan in-
. tensitas penggunaan aktiva Hilltop, dan hal ini kita ukur dengan "melihat"
berapa kali aktiva berputar dalam satu periode:

Jumlah penjualan.;. jumlah aktiva- perputaran


$1.000.000.;. $500.000 = 2 (10)
(Lihat perhitungan rugi-laba baris a; neraca baris s)

Angka ini menunjukkan bahwa Hilltop memutar aktivanya dua kali dalam
setahun. Agar memberi sesuatu arti, manajer Hilltop harus membandingkan
rasio ini dengan situasi tahun sebelumnya dan dengan rasio perputaran dalam
bisnis yang serupa. Bila rasio perputaran tahun lalu hanya 1,8, maka Hilltop
harus tahu bahwa ada perkembangan yang baik. Grosir eceran akan sangat
tidak puas dengan rasio ~ebesar ini karena dalam bisnis yang demikian diper-
lukan perputaran yang ,~epat, sedangkan perusahaan pergudangan akan sa-
ngat puas dengan rasio sebesar ini karena perusahaan tersebut menggunakan
jumlah aktiva yang sangat besar jika dibandingkan dengan penjualan.
Rasio perputaran (Persamaan 10) mengisyaratkan bahwa makin besar
penjua!an Hilltop dengan menggunakan jumlah aktiva yang sama; makin be-
sar tingkat pengembalian atas investasi. Banyak perusahaan agribisnis yang
besar menggunakannya sebagai tolok ukur utaq~a terhadap keefektifan tim
manajemen. Cara-cara manajemen untuk mempengaruhi tingkat pengembalian
ini sangat tergantung pacta peningkatan volume penjualan dengan mengguna-
kan aktiva secara lebih efektif, menaikkan harga, menguningi jumiah aktiva
yang digunakan secara tidak efektif, mengurangi piutang usaha, atau dengan
memilih altematif-alternatif yang lebih baik untuk menggunakan nang kas
yang tersedia.
182 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Dalam kebanyakan perusahaan, rasio perputaran persediaan sangat diper-


hatikan. Kebijakan dari seluruh bisnis dapat dipengaruhi oleh tolok ukur yang
berupa efisiensi ini atau tolok ukur yang hampir sam~ dengan itu:

Penjualan + persediaan akhir = tingkat peq:utaran


$1.000.000 + $80.000 12,5
Q (11)
(Lihat perhitungan rugi-laba baris a, neraca baris e)

Di sini kita harus berhati-hati, karena persediaan tersebut tidak boleh


menunjukkan suatu jumlah yang bisa menyesatkan. Dalam hal ini, kita ber-
pedoman pada keadaan yang statik (pada suatu saat tertentu). Karena keadaan
bisnisnya yang sangat bersifat musiman, maka persediaan akhir Hilltop tidak
mewakili, dan mungkin tidak menunjukkan suatu angka yang berarti. Manajer
Hilltop mungkin perlu mengambil persediaan awal dan akhir dan merata-rata-
kannya; bisa juga mengambil persediaan bulanan atau taksiran rata-rata untuk
mendapat suatu angka yang cukup tepat. Dalam perusahaan seperti Hilltop,
biasanya rata-rata bulanan kemungkinan besar akan merupakan angka yang
paling absah yang dapat digunakan dalam analisis. Pembandingan antara jum-
lah penjualan perusahaan dan jumlah persediaan harus menggunakan angka-
angka yang tepat. Jika, misalnya, perusahaan menilai persediaan berdasarkan
"harga eceran atau harga pajangan" dalam melakukan pembandingan, maka
angka penjualan haruslah berupa penjualan bersih. Akan tetapi, banyak per-
usahaan menilai persediaannya berdasarkan biaya sehingga pembandingannya
dengan penjualan bersih akan menyesatkan. Angka yang tepat untuk pemban-
dingan dalam;hal ini adalah harga pokok penjualan.
Tingkat perputaran menunjukkan sampai di mana keberhasilan perngeluar-
an modal kerja. Bila modal terikat dalam bentuk persediaan, marjin yang lebih
tinggi akan diperlukan atas penjualan, karena terlalu banyak persediaan di
gudang. Hal itu juga dapat memperbesar beban bunga atas investasi dalam ben-
tuk persediaan apabila digunakan pembiayaan jangka pendek pada suku bunga
yang tinggi. Tingkat perputaran yang terlalu tinggi dapat menunjukkan pe-
luaJlg penjualan yang hilang yang diakibatkan oleh persediaan yang sudah
"usang" atau ketidakmampuan dalam memenuhi persyaratan penyerahan.
Para manajer agribisnis harus juga mempertimbangkan potongan.harga untuk
penyerahan dini dan menandingkannya (match) dengan suku bunga yang
sedang berlaku. Bila Hilltop mempunyai sarana pergudangan untuk pupuk
dan potongan harga lebih tinggi daripada suku bunganya, maka labanya dapat
diperbesar dengan jumlah persediaan yang besar.
Tolok ukur yang lain atas efisiensi adalah jangka waktu (peri ode) rata-rata
untuk menagih piutang usaha. Periode penagihan piutang usaha yang makin
panjang dapat menandakan penurunan laba karena bertambahnya biaya-biaya
pen::gihan, bunga atas dana yang tertanam dalam piutang tersebut, dan pi-
utang yang tidak tertagih. Sebaliknya, periode yang terlalu singkat dapat
menandakan kebijakan kredit yang terlalu ketat yang mengakibatkan menge-
cilnya penjualan. Dua kriteria penting ha;rus digunakan; umumnya, lamanya
periode penagihan (1) harus sebanding (sama) dengan perusahaan lain dalam
industri tersebut, da:1 (2) harus sekurang-kurangnya sama dengan jangka
waktu untuk membayar hutang usaha kepada para pemasok atau penjual ecer-
an. Semua ini dapat dicek dengan rasio piutang usaha:
ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN 183

(Piutang usaha .;. penjualan) X 360 hari jumlah penjualan-beberapa-harj


yang ada dalam bentuk piutang usahatbeberapa hari perlu untuk menagih piutang
usaha .
($150.000.;. $1.000.000) X 360 = 53,6 hari (12)
(Lihat neraca baris d, perhitungan rugi-laba baris a)

Kebijakan kredit perusahaan dan kedudukannya terhadap pemberi kredit,


demikian juga hainya dengan perubahan-perubahan atau kecenderungannya,
harus menjadi indikator atas efisiensi pengelolaan modal kerja. Salah satu pe-
tunjuk praktis, yang terbaik sehubungan dengan rasio piutang usaha adalah
bahwa periode penagihan tidak boleh lebih panjang dari satu sepertiga kali
periode pembayaran yang biasa. Bila, misalnya, kebijakan kredit menyatakan
bahwa piutang usaha jatuh tempo dalam 30 hari, maka periode penagihan di-
perhitungkan tidak boleh melebihi 40 hari.
Kita hiU'us jeli dalam menentukan rasio piutang yang paling efisien. Pi-
utang usaha bisa berubah-ubah sepanjang waktu atau berdasarkan musim ka-
rena hakikat usahanya, dan faktor ini harus selalu dijadikan bahan pertim-
bang2:1.
Keseluruhan rasio efisiensi dapat dikembangkan oleh manajemen dalam
hubungannya dengan biaya dan penjualan. Rasio-rasio ini harus bersifat unik
dan memberi arti kepada masing-masing bisnis dan jenis industri yang ber-
sangkutan. Dalam hal ini, manajemen hams beroperasi berdasarkan standar
kendali efisiensi yang ditetapkan sebelumnya. Kita hanya akan mendalami
satu rasio efisiensi khusus, yakni rasio efisiensi upah (Persamaan 13), tetapi dari
sini saja kita akan bisa melihat dengan jelas kemungkinan-kemungkinan yang
ada:

Biaya tenaga kerja.;. jumlah penjualan ~ persentase biaya


$75.000.;. $1.000.000 = O,Q75 atau 7,5% (13)
(Lihat perhitungan rugi-laba baris e dan a)

Ini khususnya penting bagi manajemen untuk memantau biaya pekerja,


terutama kalau sedang mempertimbangkan operasi alat-alat baru.

lkhtisar Analisis Rasio

l. Bt!berapa rasio bisa dibalik susunannya; misalnya, rasio "penjualan tcr


hadap tagihan" untuk seseora11g bisa dibalik menjadi rasio "tagihan ter-
hadap penjualan" bagi orang lain. Keduanya benar, tetapi interpretasinya
juga harus di balik.
~

2. Semua pembandingan antar-rasio har..:s didasarkan pada data yang serupa.


dari bisnis yang serupa; !ucu sekali apabila anda membandingkan rasio
"penjualan terhadap aktiva tetap" dari pabrik pembuat baja dengan rasio
yang sama untuk bisnis pemasok usaha tani kecil.
3. Selain pembandingan rasio antarperusahaan, pembandingan rasio antar-
periode dalam agribisnis yang sama juga balk untuk dilaJ.;.ukan.
4. Kecenderungan (trend) merupakan bagian penting dari analisis rasio ke-
uangan; misalnya, rasio yang semakin baik lebih mengesankan daripada
rasio yang semakin menurun.
184 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGR!BISNIS

5. Pengembangan dan penggunaan sejumlah besar rasio keuangan dapat


makin mengacaukan pemahaman; karena itu, rasio-rasio harus dipilih
secara spesifik dengan mempertimbangkan hakikat dari masalah yang
ingin diselesaikan.
6. Selain rasio keuangan, rasio yang berkaitan dengan tahapan-tahapan (fase)
lain dari suatu bisnis sering digambarkan sebagai tolok ukur efisiensi; mi-
salnya,. rasio perputaran persediaan. Rasio-rasio semacam ini dapat kita
sebut rasio manajemen, rasio fisis, rasio efisiensi, atau rasio industri.
7. Kepercayaan terhadap analisis rasio keuangan sering menjadi sedemikian
besar dalam diri orang-orang tertentu sehingga hal itu menjadi satu-satu-
nya dasar pengambilan keputusan untuk mereka. Seyogianya, rasio harus
digunakan sebagai alat-bantu untuk pengambilan keputusan yang tepat,
bukan menjadi pengganti untuk hal itu.

TOLOK UKUR FUNDAMENTAL ATAS PROFITABILITAS DAN


PRESTASI
Tiga tolok ukur fundamental sehubungan dengan kadar keberhasilan pengelo-
Jaan bisnis adalah (1) laba atas penjualan, (2) pengembalian atas aktiva, dan
(3) leverage atau pengungkit. Kombinasi dari ketiga aspek penting ini menjadi
satu indeks atau rasio akim sangat membantu manajemen dalam mengukur
prestasi agribisnis dan ketrampilan serta kemampuan tim manajemen. Ba-
nyak manajer, bankir, investor, dan dewan direktur kawakan berpedornan
pada tolok ukur konseptual ini sebagai patokan utama keberhasilan bisnis.
Kombinasi dari ketiga faktor atau tolok ukur ini menjadi satu rasio disebut
ROI (return on investment, pengembalian atas investasi), yaitu kemampuan
perusahaan untuk menghasilkan laba.

ROI dalam Perspektif


Gambar 7-1 memperlihatkan proses bertahap dalam pengembangan sistem
analisis ROI. ROI di sini diukur dalam bentuk pengembalian at kekayaan
bersih a tau modal ekuitas (return on net worth, RONW). Bagan tersebut meng-
gambarkan komponen ketiga rasio kunci yang secara tersendiri dan bersama-
sama mempengaruhi RONW. Manajemen dapat menggunakan bagan ini se-
bagai sistem pelacak atau sistem "peringatan dini" untuk menentukan kapan
perlu diambil tindakan agar perusahaan tetap berjalan lancar menuju pencapai-
an laba dan ROI yang telah ditetapkan.
Gambar 7-1 menunjukkan bahwa ROI Jangsung dipengaruhi oleh (1) ke-
mampuan perusahaan menghasilkan Jaba dari penjualan (laba bersih dibagi
dengan penjualan), (2) intensitas penggunaan aktiva perusahaan yang diukur
dengan perputaran aktiva (penjualan total dibagi dengan aktiva total), dan (3)
penggunaan dana dari Juar perusahaan untuk perluasan usaha, yang diukur de-
ngan rasio leverage atau pengungkit (aktiva total dibagi dengan kekayaan ber-
sih).
Masing-masing faktor ini penting dalam pencapaian laba yang diinginkan
perusahaan, dan harus dipertimbangkan secara cermat. Bagian atas dari Gam-
bar 7-1 memperlihatkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan meng-
hadapkan manajemen pada masalah personalia, penetapan harga, bau..-an
produk, dan sebagainya. Pengendalian yang ketat atas beban merupakan hal
ANAL!SIS ATAS LAPORAN KEUANGAN 185
Penjualan,
Rp = lOO%

Harga pokok
J- J-
Marjin
Kotor, %
Laba
operasi
bersih, %
penjualan,% - Laba
bersih
Beban, % Beban
~
Pr~am~si, %
U h% bunga,%
+
Distribusi, % Pendapatan
Sewa & Penyusutan, % lainnya, %

J
Pengembalian
Lainnya,%
atas
Aktiva
total

Kas Penjualan, Rp
Piutan~: Pengem-
Ak t:iva Perpu
usaha----i balian
Jancar _ taran
Persediaan atas keka
Lainnya uktiva
yaan ber
sih%
Total aktiva

Tanah~
Bangunan : Aktiva
Pe~alatan + tetap
Lmnnya

J
Kewajiban
lancar

Kewajiban
jangka panjang
J-Kewajiban
total ---:-J
Kekayaan
__:j-- Investasi
total
J
bersih Leverage
(pengungkit)
K"kayaan
bersih

Gambar 7-1 Proses bertahap yang menghasilkan ROI.

yang esensial, dan sistem pemantauan harus dibentuk untuk menangani per-
ubahan internal dan eksternal setiap saat, misalnya dalam J pengambilan
sejumlah keputusan yang bisa saling bertentangan.
Konsep perputaran aktiva mengisyaratkan bahwa makin besar volume pen-
jualan pada jumlah aktiva tertentu, makin tinggi ROI perusahaan. Sampai
pada kadar tertentu hal itu menunjukkan penggunaan aktiva secara efisien
'dan efektif, tetapi jika hal itu dicapai dengan melampaui kapasitas peralatan
tertentu maka masa depan perusahaan malah bisa menjadi lebih runyam.
Tetapi pada prakteknya, kebanyakan agribisnis mempunyai sejumlah ka-
pasitas yang lowong dan lazimnya berusaha mempertahankan atau memper-
besar volume penggunaan fasilitasnya. Bantuan pemerintah, apabila yan~; ber-
sifilt "mendadak," sering mengakibatkan banyaknya sasaran yang menganggur
186 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

khususnya karepa penyesuaian volume di bidang agribisnis sulit dilakukan de-


ngan cepat. Manajer harus mengkaji berbagai strategi untuk menyerap ke-
lebihan fasilitas.yang lowong tersebut.
Sehubungm dengan penggunaan aktiva, manajer harus sering mengevaluasi
investasinya dalam bentuk aktiva: kapan peralatan harus diganti, aktiva tetap
apa yang diperlukan dan yang mana sebaiknya disewa, bisakah jumlah per-
sediaan diturunkan tanpa mengganggu penjualan, berapa tambahan kas yang
diperlukan,' dan sebagainya. Semua keputusan ini berkaitan langsung dengan
efisiensi aktiva dan secara tidak langsung akan mempengaruhi rasio kemampu-
an menghasilkan laba.
Bidang kritis ketiga pada sistem analisis profitabilit.as bersangkut-paut
dengan solvensi. Jika perusahaan memiliki rasio solvensi yang cukup memuas-
kan, apakah perluasan usaha akan dilakukan? lmplikasi apa yang akan diaki-
batkan perluasan usaha terhadap laba perusahaan di masa mendatang? Apakah
perusahaan yang lebih besar juga akan dapat dikelola seefisien sekarang?
Jelaslah, semua ini merupckan pertanyaan pokok yang dihadapi manajemen,
pemegang saham, bankir, dan sebagainya. Akan tetapi, penilaian yang tepat
atas solvensi yang "baik" dapat mengakibatkan dampak yang dramatis ter-
hadap RONW perusahaan .
. Peningkatan pada masing-masing ketiga rasio ini akan memperbaiki
profitabilitas yang diukur dengan RONW. Manajer perlu menyadari bahwa
ketiga rasio ini saling terkait; perubahan pada satu rasio bisa mempengaruhi
baik-buruknya rasio lainnya. Dengan demikian, dampak akhir yang berupa
perubahan RONW perusahaan harus dipandang sebagai hubungan dinamis
dian tara rasio-rasio yang terpisah ini.

Harga Merupakan Pertimbangan Penting


Apabila harga meningkat, sebagian pelanggan akan beralih ke perusahaan lain
dan sebagian lagi tidak. Bila dapat dilihat sebelumnya bahwa kebanyakan
pelanggan akan tetap berlangganan walaupun harga naik, daya-hasil (earning.
power) akan naik sebab setiap penurunan perputaran akan .ditutupi oleh pe
ningkatan marjin penjualan.
Apabila perusahaan menurunkan harga, diharapkan bahwa peningkatan
perputaran akan menutupi penawaran marjin penjualan. Tetapi persoalannya
adalah, berapa banyak penjualan dapat ditingkatkan, a tau berapakah besamya
"elastisitas" permintaan.
Kegunaan marjin penjualan dan perputaran jelas terlihat dengan cepatnya
pertambahan jumlah toko yang memberi potongan harga, serta anggota pe-
langgannya. Pada umumnya, bisnis dengan perputaran yang rendah akan mem-
punyai marjin yang tinggi, dan perusahaan dengan perputaran tinggi akan
mempunyai marjin yang rendah, dan yang terakhir ini merupakan ciri dari
toko-toko yang memberi potongan harga.
ROI, atau daya-hasil bisnis, unggul karena memadukan dalam satu angka
(perhitungan) hubungan-hubungan yang rumit antara perputaran dan marjin,
dan memungkinkan para manajer memperdalam pemahamannya tentang ba-
gaimana ke!mtusan dan perubahan yang dilakukan dalam salah satu bidang
akan mempengaruhi bidang lainnya. Pengambilan keputusan dalam agribisnis
tidak berlangsung dalam keadaan vakum. Usaha untuk mengendalikan per-
sectiaan atau mengurangi aktiva mungkin akan mempengaruhi penjualan. Mi-
salnya, jenis-jenis barang tertentu mungkin tidak tersedia a tau ~idak
ANALISIS ATAS LAPORAN KEUANGAN 187
memadai sehingga mengurangi penjualan atau perputaran. ROI akan mem
bantu manajer agribisnis mengukw: pengaruh keputusan semacam itu terhadap
seluruh daya-hasil.
Kendatipun ROI sudah tentu bukan mcrupakan rasio yang dapat di
perbandingkan an tara semua agribisnis tanpa terkecuali, namun rasio terse but
sesungguhnya menawarkan tolok ukur yang lebih mudah diperbandingkan
ketimbang hampir semua rasio lainnya yang berkaitan dengan sumber daya
perusahaan yang berbeda. Karena itu, oleh para manajer, dewan direktur,
lembaga pemberi pinjaman, penanam modal, dan pihak-pihak lain yang
berkepentingan dalam bisnis, ROI dianggap sebagai tolok ukur yang paling
akurat terhadap keefektifan penggunaan sumber daya. ROI sedemikian
sensitif (tanggap) sehingga perubahan trend yang kecil sekalipun seharusnya
sudah membuat manajer puas (jika trend tersebut membaik) dan berusaha
melal<.tkan hal yang sama lagi, atau menjadi prihatin (jika cenderung mem-
buruk) dan mulai mencari metode-metode perbaikan. Perubahan angka-
angka entab pa,da sisi perputaran, pendapatan a tau solvensi dapat menunjukkan
atau berguna untuk mengidentifikasi celah-celah masalah atau peluang. Misal-
nya, jika Hilltop Fertilizer ingin memperhatikan masalah penurunan ROI dan
telah melihat bahwa perputaran sedikit meningkat, tetapi sisi pendapatan
agak menurun, maka Hilltop O'lpat memusatkan usaha manajemen pada bi
dang-bidang seperti beban (expense) y:mg terlibat dalam penjualan atau ad-
ministrasi atau harga. Penggunaan ROI secara hati-hati dapat merupakan satu-
satunya indikator terpenting atas seluruh prestasi perusahaan yang tersedia
untuk digunakan oleh manajer agribisnis dalam mengelompokkan kategori-ka-
tegori beban ke dalam perhitungan rugi-laba (penjualan, administrasi, dan se-
bagainya) sehingga masalah dan peluang dapat lebih mudah ditangani.

PEMBUATAN GRAFIK UNTUK MEMPERDALAM PEMAHAMAN


Grafik rasio keuangan yang digambarkan secara sederhana sering menambah
kemampuan para manajer untuk mengiterpretasi data dan informasi. Peng-
grafikan rasio-rasio penting, misalnya, memungkinkan pembandingan di an-
tara banyak periode dan selang waktu; makin banyak periode banding atau
cara pembandingan, makin bermakna data yang kita miliki (lihat Gambar 7-2).

Gambar 72 Grafik rasio keuangan yang sederhana sering menambah


kemampuan pengelola untuk menginterpretasi.

LA

13)(, 2.3

Rasio -..... ....


~ / v ....- ~
2.2
pendapatan
- Rasio

""" -.
11% 2.1
....
........ _..
terhadap
~' ~ ....
/ "/ perputaran
penjualan
Hilltop #2
10% ,.,.., ,~ .... ~
2 Hilltop #1
9% ./ 1.9

8% 1.8

1.7
s 9 10 11 12
Peri ode
ISS MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBlSNlS

Grafik dapat melukiskan perang persaingan harga yang terjadi antarn Hill-
top dengan perusahaan pupuk lokal. Jika Hilltop menurunkan harga, volume
penjualan atau perputaran akan meningkat, tetapi pada saat yang bersamaan
pendapatan sebagai persentase penjualan menurun. Bila suatu faktor lain,
yakni laba operasi bersih diperbandingkan, Hilltop dapat mengukur secara
visual pengaruh bersih dari perubahan harga, dan merencanakan strategi pen-
jualan menurut keadaan itu. Penaksiran ulang secara bulanan dengan bantuan
rasio ini akan memungkinkan Hilltop untuk melihat apakah rencana masih
tetap memenuhi sasaran.
Pembuatan grafik dapat memperdalam pemahaman dengan menampil-
kan gambaran visual, dan memungkinkan pembandingan aspek-aspek yang
terpisah dari informasi keuangan dalam gambaran yang sangat jelas. Hal itu
juga dapat disebarluaskan untuk digunakan dalam pengambilan keputusan
di antara anggota tim manajemen yang kurang berpengalaman, sebab lebih
mudah dikonsepsikan daripada seperangkat angkaangka.

IKHTISAR
Laporan keuangan menyajikan banyak informasi yang berharga untuk ber-
bagai manusia dan organisasi yang berkepentingan dalam mengevaluasi agri-
bisnis. Para pemilik, manajer, pemberi pinjaman, dan badan-badan pemerin-
tahan semuanya mengamati laporan keuangan dari 'perspektif yang berbeda.
Analisis laporan keuangan sering menjadi bahan banding antar-periode,
terhadap anggaran, atau terhadap perusahaan yang serupa. Rasio menunjuk-
kan hubungan keuangan yang penting dalam bisnis. Rasio ini harus dipahami
dan digunakan secara hati-hati, jika tidak, akan menyesatkan. Rasio yang di-
gunakan secara tepat akan merupakan indikator atas keunggulan dan kelemah-
an bisnis.
Rasio biasanya mengukur profitabilitas, likuiditas, solvensi (kemampuan
membayar hutang jangka panjang), atau efisiensi. Pengembalian atas Investasi
(ROI) merupakan tolok ukur fundamental atas laba. Bagan ROI menunjukkan
hubungan antara penjualan dan beban dengan aktiva. Kadang-kadang peng-
grafikan rasio keuangan dalam beberapa periode merupakan alat inanajemen
yang sangat berharga.
Analisis keuangan merupakan alat manajemen yang fundamental bagi
para manajer agribisnis. Walaupun hal itu bukan merupakan pengganti untuk
pertimbangan manusia, analisis keuangan memberikan wawasan yang penting
bagi manajer dalam mengambil keputusan.

PERTANY AAN UNTUK DIBAHAS


1. Bahaslah nilai utama dari analisis keuangan bagi manajer agribisnis.
2. Uraikanlah kepentingan utama manajer umum, direktur utama bank
agribisnis, penanam modhl, dan pejabat pemerintah dalarn agribisnis.
3. Sebutkan beberapa alasan mengapa perusahaan agribisnis seharusnya mem-
punyai !aporan keuangan bulanan. Dalam keadaan bagaimana penyajian
laporan keuangan tidak perlu diadakan setiap bulan':'
4. Sebutkan faedah analisis rasio bagi para manajer agribisnis.
5. Sebutkan keterbatasan analisis rasio bagi manajer agribisnis.
A.NALISIS A.TAS LAPORAN KEUANGAN 189
6. Bahaslah 'nilai laporan keuangan persentatif (common-size statements)
untuk manajer agribisnis.
7. Kriteria apa yang harus digunakan manajer agribisnis untuk memilih
rasio yang diperlukan oleh bisnis?
8. Sebutkan bidang-bidang utama agribisnis yang biasanya dievaluasi dengan
anal isis rasio.
9. Bahaslah alasan utama untuk masing-masing keempat bidang analisis
rasio dan apa yang digambarkannya bagi mereka yang berkepentingan
terhadap perusahaan.
10. Apakah faedah ROI sebagai alat analisis bagi manajer agribisnis?
11. Apakah tolok ukur khusus yang bisa diambil manajer agribisnis hila sisi
pendapatan dari ROI menurun? Bila sisi perputaran menurun?
12. Bahaslah faedah penggrafikan rasio; gunakan rasio-rasio Hilltop untuk
mengembangkan grafik.

KASUS MILLER DAIRY


Gunakan laporan keuangan yang dipadatkan dari Miller Dairy, Inc., di bawah
ini untuk membuat hagan ROI perusahaan.

LAPORAN KEUANGAN YANG DIPADATKAN


MILLER DAIRY COMPANY

NERACA PERHITUNGAN RUGI-LABA


Aktiva lancar Penjualan $1.500.000
Kas $70.000 Harga pokok penjualan 1.250.000
Piutang usaha 240.000 Marjin kotor $250.000
Persediaan 250.000
$560.000 Beban penjualan $50.000
Aktiva tetap bersih 250.000 Beban administrasi $25.000
Jumlah aktiva $810.000 Beban lainlain 25.000
Kewajiban lancar Jumlah beban $100.000
Hutangusaha $210.000
W~el bayar 125.000
$335.000 Laba operasi $150.000
~
Kewajit-an
jangka panjang $115.000 Beban bunga 10.000
Jumlah kewajiban $450.000 Pajak penghasilan 50.000
Ekuitas. pemilik $200.000 Laba bersih $90.000
Laba yang ditahan $160.000 DivideD yang dibayar $10.000
Jumtah:kewajiban dan Laba yang
kekayaan bersih $910.000 ditahan $80.000
190 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

PERTANYAAN
1. Ikuti rum us bertahap yang diberikan pad a Gam bar 7-1 sebagai penuntun.
2. Kalau sudah selesai, kembangkan sekurang-kurangnya satu rasio solvensi,
likuiditas, dan efisiensi, dengan menggunakan informasi yang sama.
TUJUAN
Menyebutkan alasan-alasan untuk
meningkatkan sumber daya keuangan agribisnis,
dan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab
sebelum berbuat demikian
Menj(!!askan jenis-jenis modal yang
tersedia untuk agribisnis
Melukiskan berbagai jenis pinjaman,
dana, dan modallainnya yang tersedia
Menghitung biaya berbagai jenis pinjaman
Menentukan jumlah yang akan dipinjam
oleh agribisnis
Memanfaatkan anggaran kas dan laporan
keuangan pro forma dalam perencanaan
keuangan
Mengembangkan kemampuan dalam
memilih lembaga pemberi pinjaman dan
mempersiapkan usaha mencari pinjaman
Menguraikan arti pengadaan dana
modal internal

Agribisnis tergantung pada berbagai macam


sumber untuk membiayai bisnisnya.

Keterangan gambar:
A. Bank koperasi
B. Pemberi pinjaman komersial
C. Hubungan antara penerima dan pembeli
pinjaman

\MANAJER AGRIBISNIS HARUS


MEMPUNY AI "SENTUHAN EMAS"
8
PEMBIAYAAN
AGRIBISNIS
-.......
194 MANAJEMEN DAN PENGENDAL!AN KEUANGAN AGRIBISNIS

SENTUHAN EMAS
Uang merupakan darah kehidupan bagi setiap agribisnis. Uang diperlukan
untuk membeli atau membiayai aktiva (harta) seperti mesin dan peralatan,
piutang usaha, tenaga kerj.a, bahan, perbekalan, dan pajak. Itulah sebabnya
manajer agribisnis diharap menjadi "Raja Midas". Segala sesuatu yang mereka
sentuh harus berubah menjai.ti emas, agar dapat mengembalikan pinjaman yang
diberikan pipak lain untuk digunakan dalam bisnis. Andaikata sumber ke-
uangan terjamin, uang akan dialirkan ke perusahaan dengan harapan penuh
akan dibayar kembali disertai dengan laba. Sentuhan "emas" atau pengupaya-
an laba ini bukanlah suatu mitos, dan manajer yang tidak mempunyai sentuh-
an semacam itu akan mengakibatkan agribisnis mengalami kesulitan dana yang
besar. Ada tiga sumber yang dapat digalr manajer untuk memperoleh dana
yang perlu guna mengoperasikan agribisnis: (1) investasi atau penanaman
modal oleh para pemilik, (2) peminjaman, dan ( 3) dana yang be rasa! dari laba
dan penyusutan. Telaah yang dilakukan Gorman dan Shea menunjukkan
bahwa sumber utama dana agribisnis (lebih dari 50 persen) merupakan ke-
kayaan bersih (net worth) perusahaan Uuga disebut "modal sendiri"). Makin
besar perusahaan, makin tergantung dia pada kekayaan bersih sebagai sumber
dana. Salah satu alasan utama U'1tuk ini adalah karena perusahaan besar
biasanya dapat menawiil"kan saham atau ekuitasnya kepada masyarakat
umum (to public), daTl karena itu mampu menarik para penanaman modal,
hal semacam ini tidak dapat dilakukan oleh perusahaan kecil. Apa pun jenis
atau ukuran bisnis, kemampuannya untuk menghasilkan labalah yang pada
. akhirnya menentukan jumlah dana yang tersedia untuk digunakan. Itulah
sebabnya para manajer membutuhkan "Sentuhan Raja Midas" (Raja yang
sentuhannya mengubah segala sesuatu menjadi emas).

ALASAN UNTUK MENINGKATKAN SUMBER DAYA KEUANGAN


Alasan terpenting untuk meningkatkan sumber daya keuangan agribisnis
adalah untuk memperbesar pendapatan dan laba dengan mengadakan bisnis
tambahan. Dana ,ekstra digunakan untuk keperluan umum, untuk m"eningkat-
kan likuiditas atau posisi kas, atau untuk perluasan dan pertumbuhan usaha.
Agribisnis dapat 'menemukan bahwa dananya terikat dalam aktiva tetap atau
lancar dan tidak mampu membayar hutangnya sehari-hari. Rekening-rekening
tidak dapat dibayar dengan aktiva yang tidak likuid (tidak dalam bentuk
uang) seperti piu,tang usaha, persediaan, pesanan baru, a tau sesuatu peralatan.
Oleh sebab itu, agribisnis membutuhkan kas sebagai modal kerja. Sumber kas
yang paling utamaharuslah berupa pendapatan a tau penerimaan yang dihasilkan
oleh bisnis itu sendiri, tetapi dalam keadaan mendesak tambahan kas (uang
tunai) mungkin diperlukan untuk membayar hutang usaha harlan. Hal ini
khususnya benar bila bisnis bersifat musiman, seperti biasahya terjadi. Dalarn
hal itu; dana kas dapat terikat dalam persediaan a tau piutang usaha yang tidak
dapat dijadikan uang tunai sampai beberapa lama berselang. Lazimnya,
kebanyakan agribisnis merasa ada baiknya untuk menyediakan kas sebesar
20 sampai 25 petsen dari jumlah kewajiban (hutang)lancar yang ada. Jumlah
ini akan menjamin pembayaran hutang jangka pendek dan hutang yang tidak
terduga.
PEMBIAYAAN AGRIBISNIS 195
Penggunaan yang paling penting atas sumber daya keuangan tambahan
adalah untuk per!uasan usaha. Perluasan dapat membutuhkan penyediaan
dana jangka pendek dan jangka panjang. Perluasan jangka pendek melibatkan
faktor-faktor seperti penambahan tenaga kerja, penambahan persediaan, dan
penambahan piutang usaha. Perluasan jangka panjang mendorong lebih
banyak proyek besar seperti pemhelian peralatan baru, tanah, dan bangunan.
Tujuan penambahan modal agribisnis adalah untuk melipatgandakan
volume penjualan dan pendapatan, dan sejalan dengan itu juga laba, dengan
mengguniLkan pertambahan aktiva secara jitu. Modal,* atau sumber daya
keuangan bisnis, dalam pengertian yang paling luas meliputi semua aktiva
bisnis, dan mewakili baik jumlah yang dimiliki maupun yang dipinjam.

MENENTUKAN KAPAN SUMBER DA YA KEUANGAN HARUS


DITINGKATKAN
Ketika manajer agribisnis mempertimbangkan kemungkinan untuk memper-
oleh tambahan sumber daya keuangan, beberapa pertanyaan harus diajukan
dan dijawab secara hati-hati.

1. Apakah tambahan dana benar-benar dibutuhkan dalam agribisnis?


2. Mengapa tambahan dana diperlukan?
3. Berapa tambahan pendapatan dan/atau laba yang akan dihasilkan oleh
tambahan dana?
4. Kapan tambahan dana ini diperlukan?
5. Untuk jangka waktu berapa lama tam bah an dana ini diperlukan?
6. Berapa banyak yang dibutuhkan dari penamhahan sumber daya keuangan?
7. Kapan tambahan dana ini dapat diperoleh?
8. Berapa besar biaya yang akan timbul dari penambahan dana ini?
9. Bila dana dipinjam, bagaimana hutang ini akan dibayar kembali?

Manajer yang sedang mencari tambahan sumber daya keuangan untuk


agribisnis harus menggunakan pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagai alat
penuntun untuk memilih satu alternatif yang tampaknya paling menguntung-
kan.

KEMBALI KE RAY WHYTH ..


Dalam bab sebelumnya kita telah menyinggung sedikit tentang Ray Whyth
yang memulai usaha kontruksi bangunan untuk usaha tani kira-kira 17 tahun
yang lalu dengan $1.000 uang tunai basil tabungannya ditambah $1.000

* Modal (capital) sering diartikan secara berbeda. Kadangkadang, dalam konteks akuntansi
yang ketat khususnya, modal diartikan secara terbatas hanya sebagai kekayaan bersih
a tau ekuitas pemilik dalam bisnis. Dalam konteks manajemen modallebih sering diartikan
sebagai keseluruhan aktiva sehingga mencakup ekuitas dan hutang bisnis. Perbedaan arti
ini sering diakibatkan oleh perbedaan tujuan pembahasan di mana akuntansi lebih terkait
dengan masalah hukum semen tara manajemen dengan masalah efisiensi- penerjemah.
196 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

pinjaman dari bank. Sekarang perusahaan Ray merupakan perseroan yang


dimiliki terutama oleh anggota keluarga. Dengan menelusuri faktor-faktor
yang ikut dipertimbangkan ketika Ray Whyth mempelajari peluang untuk
memperluas usahanya, kita akan memperoleh gambaran penting mengenai
prinsip pembiayaan agribisnis.
Penjualan tahunan Ray saat ini melebihi $1 juta, dan walaupun dia se-
karang mendirikan beberapa gedung dan silo komersial, sumber penghasilan
utamanya tetap dari bisnis berbagai jenis gedung usaha tani. Jumlah karyawan-
nya sering melebihi lima puluh orang. Sekarang Ray ditawari kesempatan
untuk membeli perusahaan kayu kecil di Ashley, sebuah kota dengan pen-
duduk 6.500 orang. Perusahaan itu mempunyai penjualan kotor tahunan lebih
dari $750.000 dengan tingkat laba 15 persen dari ekuitas pemilik dan 5 persen
dari penjualan bersih setelah pajak penghasilan. Ray telah menggunakan
perangkat analisis keuangan yang telah dibicarakan dalam bah terdahulu
untuk menganalisis blsnis itu dan merasa bahwa perusahaan kayu ltu akan
merupakan peluang besar untuk memperluas bisnisnya sendiri. Dia menge-
tahui adanya dua alternatif perluasan: memperluas bisnisnya yang ada se-
karang atau menganekaragamkan (mendiversifikasi) bisnisnya. Dia melihat
bahwa perusahaan kayu menawarkan peluang untuk melakukan kedua-dua-
nya.
Ray menganalisis sejumlah keunggulan. Analisis terhadap perusahaan
kayu menunjukkan bahwa usaha itu dapat memperbesar perputaran. Dengan
menggabungkan kebutuhan usaha bangunannya akan kayu perkakas dengan
kebutuhan perusahaan kayu akan peningkatan penjualan, dia dapat me-
ningkatkan volume penjualan perusahaan kayu kira-kira sebesar 70 persen.
Volume penambahan pembelian untuk perusahaan kontruksi bisa memper-
murah biaya pembelian kayu perkakas sebab dia dapat membeli dalam jumlah
besar dan dengan muatan truk penuh. Dia juga dapat mengkonsolidasi gudang
dan operasi penanganan serta akan beroperasi secara lebih efisien sebab dia
akan membangunnya di tepi jalan raya. Kantornya dan semua kegiatan
cperasi dapat dipindahkan pada satu lokasi, dan dia menggambarkan bahwa
penggabungan operasi dapat memperkecil biaya administrasi. I;>engan pe-
nurunan harga pokok penjualan dan beban administrasi, ditambah lagi dengan
peningkatan efisiensi operasi, Ray meramalkan bahwa dia akan mampu
menurunkan harga jual bagi kedua bisnis sehingga lebih mempunyai daya
saing di pasar. Menurut perkiraannya, sekiranya pun dia menurunkan harga
sebesar 5 persen dengan volume penjualan yang sama, dia masih dapat mem-
peroleh marjin kotor sebe/;ar yang ada saat ini; tetapi dia berharap bahwa
penjualan lama-kelamaan akan meningkat sebanyak 50 sampai 100 persen
karena harga yang ditawarkannya sangat bersaing. Dengan demikian, masa
depan Ray dan keluarganya tampaknya sangat cerah. Mereka merasa sudah
menjawab pertanyaan 1 dan 2 dengan baik: "Apakah penambahan dana
diperlukan?" dan "Mengapa hal itu diperlukan?". Karena posisi keuangan
perusahaan Ray sendiri saat inisangat baik, maka dia yakin bahwa dia mampu
menjamin tambahan sumber keuangan untuk membeli dan mengoperasikan
perusahaan kayu. Sisa bab ini akan membicarakan perangkat dan alternatif
pembiayaan utama yang perlu dipertimbangkan Ray Whyth.
PEMBIAYAAN AGRIBISNIS 197

JENIS.JENIS MODAL DAN PINJAMAN


Pertanyaan berikutn):a yang har<.~s ditanyakan Ray terhadap dirinya sendiri
adalah: "Jenis modal apa yang saya perlukan?". Pada dasarnya ada empat
jenis tipe modal:

1. Pinjaman jangka pendek: 1 tahun atau kurang


2. Pinjaman jangka menengah: 1 sampai 5 tahun
3. Pinjaman jangka panjang: lebih dari 5 tahun
4. Modal ekuitas: tidak dibatasi waktu

Pinjaman Jangka Pendek


Pinjaman jangka pendek biasanya didefinisikan sebagai pinjaman yang akan
jatuh tempo dalam 1 tahun atau kurang, dan digunakan apabila kebutuhan
akan dana tambahan bersifat sementara. Ray Whyth menyadari perlunya dana
untuk menumpuk persediaan untuk musim semi dan musim panas karena
pada saat tersebut bisnis bangunan akan mengalami puncak kesibukan. Sebagi
an dari dana ini juga akan tertanari1 dalam piutang usaha apabila persediaan
di jual kepada pelanggan secara kredit. Ciri penting dari pinjaman jangka
pendek adalah sifatnya yang mencair atau melikuidasi dengan sendirin~a,
yaitu, pinjaman tersebut sering mengawali suatu proses reaksi berantai yang
diakhiri dengan pelunasan pinjaman tersebut.

Pinjaman '* barang persediaan => piutang => kas => pelunasan pinjaman

Walaupun perusahaan yang sudah mapan dapat memperoleh pmJaman


jangka pendek tanpa jaminan, namun seringkali diperlukan agunan atau
collateral, artinya untuk pinjaman tersebut ditentukan beberapa aktiva
perusahaan sebagai penjamin yang nantinya bisa disita. Bentuk agunan bisa
berrnacam-macam, tetapi untuk pinjaman jangka pendek agunan yang paling
lazim adalah aktiva lancar. Bentuk agunan yang paling urn urn diterima adalah
persediaan, piutang usaha, bukti penerimaan gudang, dan surat berharga
yang segera dapat dijual. Juga sering terjadi bahwa pemilik sendiri menjadi
jaminan perorangan. (Artinya, pemilik atau para pemilik menandatangani
surat bukti berhutang dan akan menanggung hutang tersebut secara pribadi
jika perusahaan tidak mampu mengembalikannya.) Pinjaman jangka pendek
bisa berupa wesel bayar (surat tanda berhutang) dengan jangka waktu yang
teratur, yang artinya sejumlah tertentu harus dibayar (dicicil) sesudah satu
selang waktu tertentu, atau bisa juga berupa pinjaman berpu'tar atau plafon
kredit atau line of credit (semacam rekening bank di mana nasabah bisa
meminjam sampai jumlah tertentu apabila dibutuhkan dan membayarnya
kembali jika dana kas cukup besar). Para manajer yang mengantisipasi ke-
butuhan akan dana jangka pendek seringkali mengajukan permohonan untuk
mendapat suatu plafon kredit terlebih dahulu. Pla{on kredit merupakan
komitmen atau janji pemberi pinjaman untuk menyediakan t.ang dalam
iumlah tertentu kepada perusahaan, biasanya untuk periode 1 tahun dan
pada suku bunga tertentu, dan bisa diambil setiap kali dibutuhkan. Biasanya,
pinjaman tersebut harus dibr.yar kembali selama periode operasi. Dengan
adanya plafon kredit, manajemen tidak perlu terlalu khawatir akan kekurang-
198 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

an uang kas karena selalu tersedia bila diperlukan. Di sam ping itu, perusahaan
tidak perlu menanggung biaya bunga jika dana tersebut tidak benar-benar
diambil. Hal ini merupakan keunggulan plafon kredit. Pemberi pinjarnan
plafon kredit untuk agribisnis seringkali meminta salinan bulanan dari lapor-
an keuangan perusahaan, agar mereka dapat memantau kesehatan keuangan
perusahaan. Ray Whyth menginginkan tersedianya plafon kredit untuk
memenuhi kebutuhan kasnya dalam jangka pendek yaitu untuk keperluan
musiman. Dia yakin bahwa tidak akan ada masalah penjaminan dana ini
karena dia dapat menjaminkan persediaan dan piutang usaha sebagai agunan
terharlap setiap pinjarnan yang beredar (belum dilunasi).
Para manajer agribisnis perlu menyadari bahwa pinjarnan jangka pendek
hanya sesuai untuk penggunaan sementara. Kalau misalnya, dana dipinjam
untuk memperbesar persediaan agar dapat mengimbangi peningkatan volume
penjualan, maka ada kemungkinan bahwa dana akan tetap diperlukan untuk
selang waktu yang cukup lama sehingga pinjaman yang lebih permanen
diperlukan. Ini akan menambah jumlah modal kerja perusahaan.

Pinjaman Jangka Menengah


Pinjarnan jangka menengah biasanya digunakan untuk menyediakan modal
dalarn angka 1 sarnpai 5 tahun. Pinjaman seperti itu hampir selalu diamorti-
sasi, artinya, dicicil selama jangka waktu pinjaman. Tujuan pinjaman jangka
menengah adalah untuk menyediakan sumber modal agribisnis yang me-
mungkinkan pertumbuhan atau modemisasi tanpa memaksa "pemilik"
untuk melepaskan haknya untuk mengendalikan bisnis. Pinjaman ini me-
nyediakan tambahan modal kerja yang dapat digunakan untuk menambah
pendapatan dan penjualan; dana yang dihasilkan oleh peningkatan pendapat-
an pada gilirannya akan digunakan untuk membayar pinjaman.
Pinjaman jangka menengah mempunyai banyak kemiripan dengan pinjam-
an jangka pendek. Kebanyakan mengharuskan adanya sejenis agunan dan/atau
asuransi terhadap 1aktiva tetap, hila untuk itulah pinjaman diperlukan. Pinjam-
an jangka menengah menyediakan tambahan modal yang permanen bagi
agribisnis sekiranya persediaan, piutang usaha, peralatan baru dan/atau moder-
nisasi dalam jumlah yang lebih besar diperlukan untuk pertumbuhan dan
profitabilitas perusahaan. Ray Whyth memperkirakan akan timbul kebutuhan
akan pinjaman jangka menengah. Dia menginginkan peningkatan piutang
usaha dan persediaan jika dia mengarnbil-alih perusahaan kayu terse but. Dia
juga membutuhkan dana untuk memindahkan dan mengkonsolidasikan
operasinya pada pusat kegiatan yang baru.

Pinjaman Jangka Panjang


Pada umumnya, pinjaman jangka panjang mempunyai masa pakai lebih dari
5 tahun. Pembedaan waktu di antara pinjaman ini mungkin sedikit dibuat-
buat, dan kadang-kadang ada tumpang tindih dalam kadar tertentu antara
fungsi pinjaman jangka menengah dengan fungsi pinjaman jangl<a panjang,
tergantung pada falsafah dan kebijakan pemberi pinjaman dan peminjam.
Tetapi perbedaan yang nyata antara pinjaman jangka panjang dan menengah
biasanya terletak pada rencana penggunaan dana, dan juga prospek jangka
panja!lg dari eksistensi dan solvensi perusahaan. Biasanya, tujuan pinjaman
PEMBIA YAAN AGRIBISNIS 199
ini adalah untuk memperoleh barang yang tidak bergerak, yaitu untuk tanah
dan bangunan. Ketika pembeli pinjaman mernpelajari permintaan pinjaman
jangka panjang, dia sangat memperha.tikan penilaian terhadap pembukuan
perusahaan di masa Jalu, ketrampilan dan kemampuan tim manajemen, dan
stabilitas bisnis perusahaan. Jaminan untuk pinjaman jangka panjang biasa-
nya berupa hipotik atau klaim atas aktiva tetap perusahaan, dan makin
panjang periode peminjaman, makin besar risiko bagi pemberi pinjaman.
Selalu ada kemungkinan bahwa perusahaan yang tidak stabil akan dipaksa
untuk menjual aktiva tetapnya dalam penjualan paksaan, di mana aktiva
tersebut akan mengalami penurunan nilai secara drastis.
Umumnya, pinjaman jangka panjang juga mematok suatu suku bunga
atau tingkat pengembalian yang akan tetap berlaku untuk seluruh pinjamari.
Jika keadaan berubah, nilai uang bisa meningkat dan pemberi pinjaman
akan menerima pendapatan bunga yang relatif kecil. Dana jangka panjang
hampir selalu diamortisasi dalam jangka waktu yang sama dengan atau me
lebihi periode peminjaman dan dijamln dengan hipotik atau klaim atas aktiva
tetap yang tertentu. Kadang-kadang obligasi digunakan untuk menjamin
pinjaman jangka panjang, tetapi perusahaan kecil biasanya tidak mampu
menerbitkan obligasi. Karena Ray Whyth merencanakan pembangunan
sarana pergudangan yang baru di lokasi yang baru dan juga perluasan gedung
kantor untuk menampung bisnis yang dikonsolidasi, maka dia juga akan
membutuhkan pinjaman jangka panjang.

~odal Ekuitas
Bila agribisnis tidak cukup mampu membayar hutang jangka panjang (sol
1ensi dibahas dalam Bab 7) a tau tidak dapat memenuhi persyaratan agunan
yang sulit yang diajukan pemberi pinjaman, agribisnis terse but mungkin harus
r.1enggali modal ekuitas untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. Modal
ekuitas dapat digunakan untuk keperluan yang sama seperti halnya dana yang
dipinjam, tetapi ada perbedaan penting: r.10dal ekuitas tidak usah dibayar
kembali. Itu merupakan bagian tetap dari modal bisnis. Modal ekuitas bisa
diperoleh dengan me!)anamkan kembali laba usaha atau dengan meminta
para penanam modal a;':ar mau menambah investasinya dalam bisnis.
Pemberi pinjaman' menaruh perhatian khusus terhadap ekuitas apabila
mereka mengadakan perjanjian pinjaman jangka panjang, dan mereka dapat
mendesak agar persentase yang lebih besar dari uang para pemilik ditanam
pada modal agribisnis. Hal ini terutama berlaku untuk bisnis yang baru di
mana risiko lebih sulit diperhitungkan. Beberapa pemilik tidak bersedia
memperbesar ekuitasnya karena berbagai alasan, padahal mungkin itulah
satu-satunya cara yang bijaksana untuk memperoleh dan~ modal jangka
panjang. Ray Whyth akan sangat condong untuk memperbesar ekuitasnya.
Karena bisnisnya telall diorganisasikan sebagai perseroan, maka akan lebih
mudah baginya untuk melakukan hal itu sesuai dengan keinginannya. (Analisis
yang lebih rinci akan disajikan kemudian dalam bab ini.)

BIAYAMODAL
Pinjarnan akan membebani bisnis dengan biaya-biaya khusus yang harus di-
bayar kepada pemberi pinjaman. Salah satu di antaranya adalah biaya bunga,
200 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

tetapi bunga bukanlah satu-satunya biaya pinjaman. Beberapa faktor lain


mempengaruhi biaya bersih dari modal yang dipinjam:
1. Persyaratan dan jangka waktu pelunasan pinjaman
2. Pengendalian usaha yang tidak be bas; yaitu keharusan untuk menyediakan
jaminan tertentu berupa saldo perkiraan, saham modal
3. Jenjang ~arif pajak penghasilan perusahaan

Jangka Waktu Pelunasan Pinjaman


Persyaratan dan jangka waktu pelunasan pinjaman mempengaruhi langsung
suku bunga yang benar-benar dibayar. Apabila Ray Whyth meminjam $50.000
untuk satu tahun dengan .bunga sederhana sebesar 8 persen, biaya bunganya
akan sebesar %4.000. Pada akhir tahun, Ray harus membayar kepada pemberi
pinjaman sebesar $54.000 dan suku bunga yang sebenarnya adalah 8 persen.
Rum us untuk bunga sederhana in! adalah:
$ Bunga yang dibayar + jumlah pinjaman - suku bunga tahunan
$ 4.000 + $50.000- 8%
Tetapi, seringkali pinjaman didiskontokan (discounted), yang berartl
bahwa jumlah bunga dikurangkan dari jumlah modal pada waktu dipinjam.
Bila cara ini digunakan pada kasus Ray, bunga sejumlah $4.000 yang akan
dibayarkan, atau 8% X $50.000, harus sudah dikurangkan dari pinjaman
dan Ray hanya dapat menggunakan $46.000 sebagai modal. Rumus pinjam-
an yang didiskontokan adalah sebagai berikut:
Jumlah pinjaman - jumlah bunga yang dibayar = jumlah modal yang tersedia

Pada akhir tahun, $50.000 harus telah dibayar kepada pemberi pinjaman;
tetapi karena Ray hanya menggunakan $46.000, bunganya menjadi:
Biaya pinjaman + jumlah modal yang tersedia = suku bunga
$4.000 + $46.000 = 8,7%
Biaya bunga yang sebenarnya atas pinjaman yang didiskontokan'ini adalah
8,7 persen. 1
Bila pinjaman dilunasi dengan menyicil, suku bunga yang sebenarnya akan
bertambah dalam jumlah yang besar. Rumus untuk mencari besarnya suku
bunga yang sebenarnya pada pinjaman yang dicicil adalah sebagai berikut:
2 XC X B
PST=----
H X (K+ 1)

Di mana PST = persentase suku bunga tahunan yang sebenarnya


c = berapa kali dilakukan cicilan dalam satu tahun
B = jumlah bunga yang dibayar dalam nilai uang
H = jumlah hutang pada awal peminjaman
K = berapa kali dilakukan penyicilan secara keseluruhan

2 X 12 X $4.000
PST=------
$50.000 X (12 + 1)
l'n.18!AYAAS AGRIBISSIS 201

$96.000
PST - 14,8%
$650.000
Bank seringkali mengharuskan peminjam mengadakan saldo kompensatori
dalam perkiraan atau rekeningnya pada bank pemberi pinjaman saldo kom-
pensatori mengakibatkan sebagian pinjaman tidak berfungsi karena "tidak
boleh diambil". Misalnya, untuk mendapat pinjaman $50.000, Ray diharus-
kan menyisakan saldo minimum sebesar $10.000 dalam perkiraan bank
perusahaannya selama pinjaman belum dilunasi. Ini berarti dia hanya dapat
menggunakan $40.000 sebagai tambahan modal dari pinjaman. Rumus untuk
menggambarkan tingkat bunga yang sebenarnya dalam kasus ini adalah:
Jumlah pembayaran bunga + modal yang sesungguhnya tersedia suku bunga yang
sebenarnya
$4.000 + $40.000- 10%
Apabila perkiraan kas Ray biasanya mempunyai sejumlah saldo, maka
jumlah tersebut bisa dikurangkan dari saldo kompensatori untuk mengurangi
dampak dari biaya bunga yang sebenarnya. Kadang-kadang lembaga hanya
memberikan pinjaman jika penerima sudah membayar sejumlah point atau
pungutan jasa pinjaman. (ongkos pelayanan yang jumlahnya ditentukan
berdasarkan nilai nominal/face value pinjaman). Ongkos-ongkos ini perlu
untuk mengimbangi risiko serta jasa peminjaman dan dibayarkan di muka
sehingga biasanya dikurangkan dari jumlah modal pada awal peminjaman.
Persyaratan lain yang kadang-kadang diajukan pemberi pinjaman adalah
bahwa peminjam harus membeli saham pada lembaga pemberi pinjaman
yirtg jumlahnya ditentukan berdasarkan nilai pinjaman. Pemberi pinjaman
mungkin mengharuskan pembelian selembar saham yang bernilai $10 untuk
tiap $1.000 pinjaman. Pada kenyataannya, ini merupakan satu bentuk pen-
diskontoan yang dapat digunakan untuk menentukan biaya pinjaman yang
sebenarnya. "Suku bunga yang aktual atau yang sebenarnya harus diumum-
kan oleh pemberi pinjaman komersial kepada masing-masing peminjam di
A.S. menurut perundang-undangan federal yang mengatur tentang kejujuran
dalarn memberi pinjaman, tetapi perundang-undangan ini hanya berlaku
untuk pinjaman konsumen dan pembelian cicilan, umumnya tidak berlaku
untuk transaksi komersial atau bisnis.

Pembatasan Lain
PemLari pinj?.man kerapkali membatasi hak-hak istimewa manajemen dalam
agribisnis selama periode peminjaman. Caranya berbeda-beda, ada yang
hanya mengharuskan penyerahan laporan keuangan bulanap dan tahunan
atau informasi keuangan lain sehubungan dengan persediaan atau piutang
usaha tetapi ada yang bahkan sampai benar-benar melarang penggunaan dana
modal tanpa persetujuan pemberi pinjaman. Para manajer agribisnis harus
berkeyakinan bahwa mereka dapat mematuhi pembatasan ini dengan sepenuh
hati sebelum menyetujuinya. Kalau tidak, mereka akan sangat merasa ter-
tekan dalam mengambil keputusan dan menggunakan keluwesan bisnis untuk
mengimbangi kondisi yang berubah dan peluang baru.

Suku Bunga dan Pajak


Satu hal yang sering diabaikan oleh para manajer agribisnis adalah penurunan
202 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Jaba kena pajak sebesar bunga yang rlibayar, karena bunga merupakan beban
(expense) bisnis. Jika untuk mengetahui biaya yang sebenarnya dari dana
modal pinjaman, manajer harus mengetahui apa yang disebut sebagai biaya
bunga setelah pajak. Cara yang paling baik untuk mengetahuinya adalah
dengan memperhatikan Jaba bersih setelah pajak, sebelum dan sesudah me-
minjam dari bank. Dengan menggunakan perusahaan Ray Whyth (yang ber-
bentuk perseroan) dan menganggap bahwa dia telah meminjam $50.000
dengan bunga 8 persen, perhatikanlah informasi dalam tabel berikut.

SEBELUM SEsUDAH
MEMINJAM MEMINJAM

Laba operasi $50.000 $50.000


Behan bunga -o- -$ 4.000
" Laba sebelum pajak $5o.ooo $46.000
Pajak penghasilan (misalnya 25%) -$12.500 -$11.500
. Laba bersih setelah pajak $37,500 $34.500

Selisih antara keduanya adalah $3000. Dengan demikian, suku bunga


yang sebenarnya yang perlu dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan
hanya 6 persen. Rumusnya adalah:

Biaya setelah pajak = biaya sebelum pajak X (1,0- tarif pajak marjinal)
Biaya setelah pajak = 8% X (1,0- 0,25) = 6%

Yang disebut 1 sebagai tarif pajak penghasilan marjinal adalah tarif pajak
penghasilan yang dikenakan pada pertambahan terakhir penghasilan kena
pajak yang meng;akibatkan perubahan tarif pajak, sebab kita tahu tarif pajak
ada yang progresif dan degresif yang artinya untuk jumlah pertambahan
tertentu dikenakan tarif yang berbeda. Dalam hal ini karena selisih $3.000
itu tidak mempengaruhi tarif, maka kita gunakan tarif yang berlaku 25%.
Organisasi bisnis yang berbentuk perusahaan perorangan dan persekutuan
(lihat Bab 3) juga harus jeli terhadap biaya ini jika hendak memutuskan antara
penanaman modal sendiri atau peminjaman dana modal untuk bisnisnya.

PRINSIP LEVERAGE ATAU PENGUNGKIT


Pengungkit atau leverage merupakan suatu konsep pembiayaan melalui hutan.g
jangka panjang untuk menggantikan penahanan laba sebagai modal. Banyak
manajer berusaha sedapat mungkin untuk menggunakan hutang sebagai peng-
ungkit sebab jika tingkat pengembalian (return) atas dana tersebut masih
lebih tinggi daripada biaya bunga yang sebenarnya, maka hal itu akan mem-
perbesar tingkat pengembalian atas ekuitas. Beberapa faktor mempengaruhi
prinsip leverage. Pertama, harus diingat bahwa kalau proporsi hutang terhadap
ekuitas meningkat, para pemberi pinjaman kemungkinan besar akan mem-
perbesar biaya penyediaan dana modal, karena menurunnya solvensi yang
mengakibatkan naiknya risiko. Harus tetap diingat bahwa risiko untuk pe-
PEMBIAYAAN AGRIBISNIS 203
megang ekuitas juga meningkat andaikata hutang bertambah, karena mereka
merupakan pihak terakhir yang berhak atas aktiva apabila perusahaan berada
di am bang kehancuran. Leverage, atau peningkatan proporsi hutang terhadap
ekuitas, bisa merupakan keputusan yang menguntungkan tetapi bisa juga
sebaliknya.
Sebagai patokan dasar, agar dapat memperbesar laba, tingkat pengembali-
an modal agribisnis setelah pajak harus lebih tinggi daripada biaya hutang
setelah pajak. Misalnya, bila kemampuan perusahaan secara menyeluruh
menghasi!kan tingkat pengembalian modal sebesar 10 persen sementara biaya
pinjaman setelah pajak. adalah sebesar 6 persen, maka penambahan pinjaman
akan menambah laba.

PENENTUA.lill JUMLAH PINJAMA.N YANO DIPER.LUKAN AORIBISNIS


Para mapajer agribisnis kerapkali menanyakan berapa jumlah dana yang akan
dipinjam. Sebagian menjawab dengan mengatakan, "Semua yang dapat saya
peroleh," sementara yang lainnya mengatakan, "Sebanyak yang bisa dijamin
dengan hipotik". Falsafah yang menyamaratakan ini tidak akan memberi
hasil atas laba bersih. Manajer yang bijak selalu menetapkan krit~ria dan
kerangka kerja untuk keputusan seperti itu. Bagian ini terutama akan mem-
bicarakan hutang jangka menengah dan jangka panjang, karena dianggap
bahwa hutang jangka pendek akan dilunasi dengan uang kas yang dihasilkan
oleh aktiva lancar.
Jumlah hutang yang paling diinginkan tergantung pada beberapa faktor,
beberapa di antaranya telah dibicarakan. B~nyak dari faktor ini mudah
diukur, tetapi yang lainnya jauh lebih sulit.
Faktor pertama yang harus dipertimbangkan adalah kemampuan agri-
bisnis untuk melunasi pinjamannya. Walaupun dana yang tersedia dapat
dihitung dari semua sumber dari arus kas (lihat Bab 10), namun pada umurn-
nya hanya dua faktor yang merupakan masukan utama untuk mempertim-
bangkan pelunasan hutang, yaitu (1) marjin bersih pada tahun terse but, dan
(2) penyusutan. Marjin bersih atau laba operasi selanjutnya harus dikurangi
dengan semua bunga yang harus dibayar, pajak penghasilan yang harus di-
bayar, hutang dividen kepada pemilik ekuitas, atau pembagian kelebihan
hasil usaha kepada anggota untuk koperasi (lihat Bab 4).
Misalnya, apabila Ray Whyth memperoleh laba operasi sebesar $50.000
dan penyusutan $25.000 maka jumlah permulaan adalah $75.000. Untuk
melihat kemampuannya melunasi hutang, kita harus mengurangkan $5.000
sebagai beban bunga, $25.000 pajak, dan $5.00@ untuk dividen saham, dan
yang akan tersisa pada perusahaan untuk melunasi hutang han)lalah $40.000.

Marjin operasi $50.000


Penyusutan + $25.000
Jumlah $75.000 $75.000
Bung a -$ 5.000
Pajak penghasilan -$25.000
Dividen -$ 5.000 $35.000
Jumlah $35.000 $40.000 untuk melunasi
hutang
204 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Ray juga harus mempertimbangkan kemungkinan lain untuk penggunaan


dana ini, penambahan modal kerja, pengembalian modal ekuitas, dan penam-
bahan dividen untuk pemegang saham.
Sehubungan dengan jumlah yang tersedia untuk melunasi butang, banyak
lembaga pemberi pinjaman yang menggunakan ketentuan bahwa tidak lebih
dari 50 sampai 60 persen dari jurrilah terse but yang bisa dihitung sebagai dana
yang tersedia untuk melunasi hutang, karena bisa terjadi peru bah an a tau ke-
adaan darurat.
Bila tambahan modal yang dipinjam dapat memperbesar pendapatan dan
laba, dan karenanya meningkatkan kemampuan melunasi hutang, maka
jumlah pinjaman dapat ditambah. "Prakiraan" yang cermat atas penghasilan
baru seperti itu sangat menentukan. Banyak manajer yang cenderung terlalu
optimistiks, terutama dalam jangka pendek. Ingatlah hukum Murphy dalam
hal ini: "Bila ada kemungkinan untuk berbuat salah, kesalahan itu akan
terjadi." Risiko akan sangat diperkecil jika manajer memperklrakan laba
"terlalu" kecil (understate). Contoh, hila Ray merasa akan mampu mem-
perbesar kemampuannya melunasi hutang sebesar $10.000 melalui pinjaman,
maka paling tidak untuk tahun pertama, disarankan agar hanya setengahnya
saja, yaitu $5.000, yang benar-benar diperhitungkan sebagai dana yang ter-
sedia untuk melunasi hutang.
Beberapa faktor lain harus dipertimbangkan apabila Ray menganalisis
jumlah uang yang akan dipinjam. Dana pelunasan hutang dapat diperhitung-
kan setinggi mungkin jika:
1. Tidak ada penanam modal yang akan menarik diri dalam menghadapi
masa sulit
2. Rasio solvensi (rasio antara kekayaan bersih terhadap hutang) cukup
baik, a tau jumlah modal kerja besar
3. Aktiva tetap siap untuk dikonversi menjadi uang tunai tanpa menyebab-
kan kerugian besar
4. Banyak sekali aktiva teta_~1 yang dapat dijual
5. Risiko yang terkandung dalam aktiva yang dibeli kecil, seperti misalnya
peralatan baru yang lebih baik dan menghemat tenaga kerja

Bila metode penyusutan yang dipercepat atau yang khusus digunakan


untuk mempercepat penyusutan, maka jumlah yang diperhitungkan sebagai
dana pelunasan hutang harus dipertimbangkan dalam perspektif itu dan
manajer mungkin saja tidak ingin menjadikan semua dana yang dihasilkan
dari hal itu untuk pelunasan hutang.
Akhimya, manajer akan mengambil pandangan jangka panjang yang
teguh atas stabtlitas dan keberhasilan perusahaan serta tim manajemennya
secara menyeluruh; faktor-faktor seperti laba, pengendalian persediaan,
piutang usaha, perputaran, dan efisiensi akan merupakan unsur-unsur akhir
dalam menentukan jumlah modal yang akan dipinjam perusahaan.

BEBERAPA ALAT LAIN


Dua alat atau teknik lain memainkan bagian penting dalam pembiayaan
perusahaan agribisnis, yakni anggaran kas dan laporan keuangan pro forma,
PEMBIAYAAN AGRIBISNIS 205
kedua-duanya dapat membantu manajer agribisnis untuk memperkirakan
masa depan secara jeli dan dapat menjadi alat-bantu yang sangat berguna
dalam proses pengambilan keputusan.

Anggaran Kas
Anggaran kas merupakan proyeksi atas pengeluaran dan penerimaan kas
perusahaan untuk masa mendatang (lihat Peraga 8-1). Anggaran ini memung-
kinkan manajer memperkirakan dana kas yang diperlukan untuk mengambil
manfaat dari potongan tunai, untuk membiayai permintaan musiman, me-
ngembangkan program peminjaman yang baik, untuk memperluas usaha,
dan membuat rencana pelunasan hutang.

Anggaran Kas Merupakan Proyeksi Pengeluaran PERAGA


dan Penerimaan Kas Perusahaan untuk Masa Mendatang 81
. ANGGARAN KAS

Januari Februari Maret


PenerimUh kasyang
Aktual Anggaran . Aktual Anggaran Aktual
diharapk&n:.
1. Penjualan tunai
2. Penagihan piutang ~saha
3; Pendajlatan lainnya
4~' Junlliih penerimaan kas

Pengeluaran kas yang


diharapkan:
5 .. Bahan .baku. .
6. Pembayaran gaji
7. Beb&n pabrika.se lainnya,
.teJm!~SUk pemeliharaan
8. lkl~Jl,,,, . . .
9.' Be~penjllalan .
10. Bebatladministrasi,
w # k gaji untuk
i\fna~pemilik'''' ;.
ll::Patmlc;dan peralatan baru
12.<:Pein~.ayaran lain (pajak, . r
': , temwuk perklraan pajak
J)eiiCh~lan; pel~naaah
:,, pillli'rilan; bunga;'d!I;)
131' .J h penj!eluprari kas ..
U;> yantrdlbarapkan
'' p ',Wal.bulan . ::.; :
15i 1 ~ :b&hanatau:p~nu .
:.: .: ,. .... . (~agian ,4 ~iku .. ,
: . ranit~llian 18) ' :./, ....
t6: Said~tw yang dihJrai>kan
pad&:akhir bulan(bagian14
:' dita.Dibah pagian 15}: .

. .. .
17; . Sal~cikas yang diinginkan
1~~~:
206 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

PERAGA (lanjutan)
8-1

Januari Februari Maret

Anggaran Aktual Anggaran Aktual Anggaran Aktual


18. Pinjaman jangka pendek
yang dit>erlukan (bagian 17
kurang bagi.an 16, jika
bagian 17 lebih besar)
'19. Kas yang tersedia untuk
dividen, pembelian barang
modal secara tunai, danlat~u
penanaman modal jangka
pendek (bagian 16 kurang
bagian 17,jika bagian 16
lebih besar dari bagian 17).

Modill Kas
20. Kas yang tersedia (bagian 19
f .' aetelah dikurang dividen,
: dsb.)
!21. Modal kas yang diinginkan
[ (bagian 11, peralatan pabrik
f baru)
!22. Pinjaman jangka panjang
i. yang dibutuhkan (bagian 21
-
' kurang bagian 2:), jika
bagian 21 lebih besar
dari bagian 20) I

Jangka waktu yang dicakup oleh anggaran kas tergantung dari sifat unik
agribisnis. Pertimbangan utama adalah berapa besar cadangan kas yang ada,
dan sampai di mana kadar keteraturan arus kas bisnis. Agribisnis yang sangat
bersifat musiman perlu mempersiapkan anggaran kas untuk periode yang
lebih lama jika dibandingkan dengan bisnis yang kegiatannya agak konstan.
Sementara Ray Whyth menyiapkan anggaran kasnya, dia harus mengikuti
langkah-langkah yang digariskan pada Bab 9. Dengan bantuan komite pe-
rencanaannya, dia akan memperkirakan penerimaan dan pengeluaran kas,
baik dari bisnisnya yang ada saat ini maupun dari bisnis yang akan diambil-
alihnya. Dalam kenyataannya, perkiraan ini dijadikan tujuan, jadi diperlukan
masukan yang hati-hati dan jujur. Penerimaan dan pengeluaran kas dicatat
secara bulanan yang merupakan periode anggaran, hasil akhirnya merupakan
saldo kas pada akhir periode anggaran.
Sasaran harus ditentukan untuk menentukan apakah jumlah anggaran
mencukupi (lihat Bab 2). Misalnya, Ray dapat menentukan bahwa jumlah
kas yang sama dengan jumlah penjualan dalam beberapa hari, atau persentase
tertentu dari kewajiban lancar, akan menjadi patokan atau sasaran.
Bila saldo kas kurang, pinjaman jangka pendek atau penyesuaian lainnya
dapat dilakukan. Bila s?ldo tersebut lebih besar daripada yang dibutuhkan,
kelebihannya dapat ditanamkan sementara dalam surat-sur-.t berharga yang
PEMBIAY AAN AGRIBISNIS 207
segera dapat dijual atau dalam beberapa cara penanaman lain yang dapat
menghasilkan pend?.patan. Anggaran kas dapat membantu menajer untuk
memutuskan apakah ada kebutuhan akan pinjaman jangka pendek, me-
nengah, atau panjang atau model ekuitas. Bila jumlah kas berlimpah pada
saat tertentu dan kekurangan pada saat lain, modal jangka pendek diperlukan.
Bila kekurangan kas menunjukkan suatu kecenderungan yang bersifat tetap
maka diperlukan moda:; jangka menengah atau panjang.

Laporan Keuangan Pro Forma


Karena anggaran kas hanya bersangkut paut dengan satu perkiraan, yakni
kas, adalah bijaksana untuk melangkal1 lebih lanjut dan menyiapkan per:
hitungan rugi-laba dan neraca pro forma. Laporan ini sebenarnya hanya mem-
proyeksikan estimasi terbaik tentang keadaan bisnis pada periode mendatang
(lihat Peraga 8-2 dan l!-3). Laporan keuangan pro forma paling tidak harus
disajikan sekali tiga bulan pada ta:hun operasi. Sekali lagi, makin bersifat
musiman suatu agribisnis makin sering dibutuhkan penyajian laporan ke-
uangan pro forma.
Laporan keuangan pro forma akan menggambarkan masa depan bisnis
dan akan membantu manajer dalam menilai kebutuhan keuangan bisnis
selama dan pada akhir periode operasi. Jika Ray tidak menggunakan alat ini,
dia tidak akan menemukan masalah-masala..l-j sebelum masalah tersebut benar-
benar terjadi, dan akan terlambat untuk melakukan tindakan perbaikan.
Angka terpenting dalam mempersiapkan laporan pro forma adalah estimasi
atau taksiran penjualan. Di sinilah harus dilibatkan sebanyak mungkin orang
yang mempunyai cukup banyak informasi. Ray bisa saja melibatkan keluarga,
tenaga pembukuan perusa:haan perkayuan tersebut, wiraniaga dari ked:1a

Proyeksi Perhitungan Rugi-Laba untuk Satu Bulan PERAGA


82

c PROYEKSl PERHITUNGAN RUGI-LABA


untuk Satu Bulan
l:;:. ANGKAANGKA DIDASARKAN P ADA:
Pelldapatan dari penjualan .. Anggaran penjualan bulan terse but
Harga pakok penjlialan Pengalaman
ManiJ:tltor ':.
Beban;operasi:.
Beban penjualan Anggaran bulan tersebut
. Beban umum Pengalaman
<i Jumlah be ban operasi

Laba bersih dari operasi


Be ban lainnya:
Be?an b!fngl!- Hutang yang belum dilunasi
Tambahan hutang yang diharapkan
Laba bersih sebefum pajak
Pajak penghasilan Tarif pajak sebesar _ _ _ persen
Laba l)ersih setelah pajak . Keinginan pemilik
Penga~bilan laba oleh pemilik
Laqa &'ang;ditahan . .~ ,_,
208 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

PERAGA Proyeksi Neraca


83
-------
. PROYEKSI NERACA

AKTIVA .ANGKA~ANGKA DIDASARK.AN PADA:.


Aktiva lancar:
Kas 'Saldokas yang diinginkan
Piutaqg usaha . Rata~rata periode penagihan, yaitu
---hari penjualan
Persediaan Perputaran bulanan seliesar _ _ __
selama musim ini
Jumlah aktiva lancar .. .
Aktiva tetap Penyesuaian dengan penyusutan bulan
tersebut .
Jumlali aktiva

. KEWAJIBAN
Ktwajlban lannr1
Wesel bayar Jumiah dana yang diplnjam untuk
"mengimbangi" aktiva
Hutang usaha Periode pembelian kredit, yaitu _ _
hari pembelian
KeW1Qiba~ akrUal Sarna dengan periode sebelumnya
Jumiah ke-jiban lancar
Hutang jangka panjang Pinjaman yang diharapkan dan
. Jumlah kewajiban yang ditambahkan

EKUI'fAS
Modal yang disetor i
.Laba yang ditahan Jumlah sekarang tam bah laba yang
Jumlah ekuitaS ' akan ditahan
Jumlah kewajiban dan ekuitas

perusahaan, perwakilan para pemasok, banknya, sekedar untuk menyebut


beberapa nama. Pengalaman masa lalu dan kecenderungan harga eli masa
mendatang merupakan unsur pokok, ditambah dengan faktor-faktor per-
saingan dari perusahaan lain di wilayah terse but.
Adalah penting bahwa kedua alat ini mempunyai dasar yang kuat se-
hubungan dengan tujuan dalam bidang saldo kas, perputaran persediaan,
periode penagihan piutang usaha, be ban, dan pendapatan.
Dengan tujuan yang kokoh, manajemen dapat menggunakan anggaran kas,
dan laporan keuangan sementara untuk membandingkan kemajuan yang
dicapai terhadap estimasi dan dugaan. Apabila prestasi aktual sangat berbeda
dari rencana semula, sebab-sebabnya dapat diketahui dan kelemahannya
diperbaiki. Selaku manajer profesional, Ray Whyth akan berupaya meng-
gunakan alat-alat keuangan ini ketika dia memasuki perusahaannya yang
baru, mempersiapkan diri sedapat mungkin untuk masa mendatang.

SUMBER-SUMBER KEUANGAN EKSTERNAL


Ada banyak sumber modal yang tersedia untuk setiap agribisnis. Beberapa
dari sumber ini tidak biasa atau jarang, sementara yang lainnya agak lazim.
PMBIAYAAN AGRIBISNIS 209

Sumber keuangan yang paling penting bagi agribisnis akan dibahas dalam
bagian berikut.

Bank Komersial
Bank-bank komersial merupakan sumber utama dari dana pmjaman bagi
hampir semua agribisnis. Menurut perkiraan, bank-bank ini menyediakan
80 persen dari dana pinjaman, kecuali kredit perdagangan. Bank komersial
biasanya menawarkan plafon penuh untuk jasa-jasa bank, yang meliputi
perkiraan tabungan, perkiraan cek, dan pinjaman. Bank memberikan banyak
bentuk pinjaman, seperti pinjaman jangka pendek, menengah, dan panjang,
plafon kredit, dan pinjaman khusus.

Pinjaman dengan Jaminan Piutang Usaha Bentuk pinjaman ini merupakan


pinjaman yang diaguni atau dijamini dengan piutang usaha bisnis. Hal ini
dapat dilakukan dengan pemberitahuan (notification) atau tanpa pemberi-
tahuan. Penberitahuan berarti bank memberi informasi kepada debitur
(si terhutang) agar membayar hutangnya langsung ke bank. Dari pembayaran
yang telah diterima, bank akan mengurangkan beban jasa bank dan bunga,
kemudian sisanya dikreditkan untuk melunasi pinjaman pada perkiraan
peminjam. Jika tidak ada pemberitahuan, pcminjam menagih sendiri piutang
usahanya dan menyerahkannya ke bank. Pencatatan dan biaya bunga biasa-
nya tinggi, dan keluwesan manajerial dibatasi, jadi pinjaman tanpa pemberi-
tahuan hendaknya dihindarkan kalau memungkinkan.

Bukti Penerimaan Gudang Hal ini merupakan suatu alat untuk menggunakan
persediaan sebagai jaminan untuk pinjaman. Setelah persediaan disimpan
di gudang, peminjam "menjual" barang persediaan kepada bank, dan kemudi-
an membeli kembali bukti penerimaan dari bank. J!'!nis l)injaman ini hanya
berlaku untuk barang yang tidak cepat rusak, dan hal ini memungkinkan
peminjam bekerja dengan modal kerja yang terbatas.
Bank juga memberikan pinjaman pribadi tanpa jaminan; berbagai jenis
pinjaman berjaminan lainnya, seperti hipotik atas harta yang tidak bergerak;
hipotik pribadi (chattel mortgage) atas perkakas dan peralatan; dan pinjaman
terhadap polis asuransi jiwa pemilik, saham dan obligasi, dan sebagainya.
Seringkali bank menawarkan jasa untuk menjual produk dengan mem-
beli kontrak penjualan angsuran dari penjual. Kontrak penjualan angsuran
merupakan kontrak yang dibuat oleh pembeli untuk membayar produk
dengan cara khusus. Apabila lembaga keuangan membeli kontrak, pembayar-
an dilakukan langsung kepada instansi itu. Bisnis penjual langsung mem-
peroleh uangnya (dari lembaga tersebut). Dan bagi pelang~n hal ini mem-
bantu pembiayaan pembelian dan arus dana. Hal ini terutama sangat mem-
bantu bagi penjual eceran yang menjual barang-barang yang mahal, seperti
perkakas dan traktor usaha tani.

Perusahaan Asuransi
Perusahaan asuransi selalu mencari tempat untuk menanamkan dana yang
mereka kumpulkan dari para pemegang polis. Hampir semua perusahaan
asuransi tertarik pada pinjaman ~angka menengah dan jangka Plllljang untuk
210 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

pem belian aktiva tetap, seperti peralatan dan barang yang tidak bergerak.
Mereka lebih menyukai pinjaman besar dan hipotik untuk agunan. Bila
pemilik atau agribisnis itu sendiri mempunyai polis dengan perusahaan ter-
tentu, perusahaan itu biasanya meminjami agribisnis sejumlah yang sama
dengan nilai tunai polis dengan suku bunga yang sangat menguntungkan.

Lembaga K~uangan Komersial


Lembaga keuangan komersial adalah badan keuangan yang mengkhususkan
aktivitasnya pada bidang pinjaman bisnis dan komersial. Lembaga ini tidak
boleh kita samakan dengan badan keuangan pribadi, yang memberikan pinjam-
an kepada perorangan. Lembaga keuangan komersial lebih berani mengambil
risiko ketimbang bank, sehingga pada umumnya meminta bunga yang lebih
tinggi jika dibanding dengan bank. Lembaga keuangan komersial dapat juga
ambil bagian dalam pengendalian keputusan manajemen. Hal ini terutama
benar jika pinjaman berisiko tinggi. Kadang-kadang lembaga keuangan ko-
mersial melunasi semua hutang perusahaan kepada pihak lain agar perusaha-
an terse but hanya berhutang kepadanya. Ini khususnya sangat berguna jika
perusahaan tersebut menghadapi ketidaklancaran arus kas . sehingga skedul
pembayaran dapat disusun kembali dengan memperti1.1bangkan keterbatasan
tersebut.

Faktor
Faktor merupakan sumber dana modal yang sangat khusus. Faktor mem-
beli piutang usaha pada harga yang lebih murall (diskonto). Dan memikul
sendiri risiko terjadinya piutang yang tidak dapat ditagih (without recourse);
karena itu, sekiranya faktor tidak yakin ballwa piutang tersebut akan dilunasi,
dia tidak akan membelinya. Faktor akan membuat pemberitahuan kepada
setiap pihak yang berhutang dan menagih hutang mereka masing-masing.
Sebenarnya banyak agribisnis tidak menyukai prosedur ini karena para pe-
langgan menyetor langsung kepada faktor. Tetapi kadang-kadang inilah
satu-satunya jalan untuk memperbesar jumlah kas dengan cepat.

Peminjaman oleh Koperasi


Koperasi tentu saja bisa mendapat pmJaman dari semua sumber konvensi-
onal, tetapi selain itu koperasi agribisnis dapat meminjam dari Bank Koperasi
yang merupakan bagian dari sistem kredit usaha tani. Bank khusus ini di,
miliki oleh para anggota pelanggan pinjaman (kredit) jangka pendek, me-
nengah, dan panjang kepada para anggotanya. Untuk mendapat pinjaman,
koperasi harus membeli sejumlah saham anggota yang setara dengan jumlah
uang yang sedang dipinjam. Saham ini mengandung bunga dan ditukar atau
dibeli kembali kalau hutang telah dilunasi dan bank mempunyai dana yang
tersedia untuk keperluan itu. Seringkali Bank Koperasi dapat menawarkan
suku bunga yang lebih rendah ketimbang bank komersial karena sifatnya
yang tidak mengejar laba dan dioperasikan secara ekslusif demi kesejahtera-
an anggotanya. Karena mengkhususkan diri dalam memberi pinjaman pada
koperasi, karyawan bank seringkali dapat memberikan petunjuk pada mana-
jemen dan bimbingan pada anggota peminjam.
Pf:MBIA Y AAN AGR!BISNIS 211

Kredit Dagang
Salah satu sumber modal yang paling diabaikan adalah kredit yang diberikan
oleh pemasok usaha agribisnis. Apabila agribisnis mempunyai kelayakan
kredit, hampir semua p;~masok atau penjual bersedia melakukan penjualan
secara kredit. Manajemei1 juga dapat merundingkan jangka kredit yang lebih
panjang daripada yang biasa. Misalnya, Ray W!1yth dengan pembelian tiang
balok yang begitu mantap dapat memperpanjang jangka waktu kredit yang
biasa dari 30 hari menjadi 90 hari sejak pembuatan faktur. Padahal dari segi
penagihan piutang terhadap para pengusaha tani yang dibangunkangedung-
nya, Ray biasanya tidak membutuhkan waktu sampai 90 hari. Jadi, sebenar-
nya para pemasok tiang balok berperan juga sebagai penyedia modal bagi
bisnis Ray, tetapi tidak memhebankan biaya apa pun pada Ray. Ada juga
kemungkinan bahwa pemasok bersedia menjual kepada agribisnis secara
konsinyasi. Ini berarti bahwa bisnis tidak perlu membayar komoditi yang
dipasok sampai komodltl ltu benar-benlll' terjua.l. Manajer agrlblsnis harus
mengusahakan sedapat mungkin agar pemasok memperpanjang jangka kredit
maksimum, dan mengambil manfaat dari setiap kelunakan persyaratan pem-
bayaran hutang usaha.

Leasing atau Penyewaan


Leasing memberikam peluang bagi banyak perusahaan agribisnis untuk mem-
perluas aktiva modalnya tanpa harus memir.jam uang. Agribisnis misalnya,
aapat melease atau menyewa gudang, pabrik, toko, kantor, peralatan atau
truk. Hampir semua aktiva tetap yang penting dapat disewa. Leas1ng merupa-
kan padanan dari peminjaman*, sebab keduanya mempunyai pengertian
yang sama yaitu sebagai cara untuk memperoleh modal. Pada umumnya,
uang yang digunakan pada leasing diperoleh dari lembaga keuangan dan
perusahaan asuransi. Banyak perusahaan yang telah mengkhususkan operasi-
nya dalam leasing untuk hampir segala jenis barang. Ray Whyth sedang
mempertimbangkan secara sungguh-sungguh untuk menyewa truk bagi bisnis-
nya agar dapat menghemat kasnya.
Lease tentu cenderung lebih mahal ketimbang pinjaman karena di dalam
biaya lease, lessor (pihak yang memberikan pinjaman) akan memperhitung-
kan unsur laba, risiko, biaya bunga dari modal yang tertanam pada harta
yang bersangkutan, serta penyusutannya. Makin panjang periode lease, makin
rendah tarif bebannya, yang berarti bila Ray Whyth menyewa truk untuk
empat .tahun, maka dia akan membayar jumlah sewa tahunan yang lebih
rendah daripada bila ia menyewa untuk dua tahun. Dalam banyak kasus,
para Jesse berhak membeli harta tersebut pada akhir periode lease pada
harga yang telah ditentukan sebelumnya. ~

Keunggulan dan Kelemahan Leasing Perusahaan mengadakan leasing agar


uang kas yang ada tidak usah digunakan untuk membeli aktiva. Perusahaan
tidak perlu meminjam atau menjual saham untuk memperoleh kas. Banyak
usaha agri!Jisnis yang berpendapat bahwa lebih baik dananya digunakan untuk

* Leasin!! yang sering disebut kontrak-sewa berbeda dari penyewaan (renting) karena
dalam leasing tei:Sirat pengertian bahwa aktiva yang disewa pada akhirnya akan jadi hak
milik si penyewa (lessee) sesuai dengan jenis leasing dan persyaratannya- penerjemah.
212 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

memperluas operasi daripada untuk membeli aktiva yang dengan mudah


dapat dilease. Beban leasing jug~ bisa dikurangkan untuk tujuan perpajakan,
dan mungkin lebih mura,.l-t daripada pinjaman, pembelian, atau pembebanan
biaya penyusutan. Keunggulan lain adalah bahwa aktiva yang dilease dapat
dikembalikan kepada lessor (pihak yang "menyewakan"), dan aktiva yang
lebih baru atau lebih baik dapat diperoleh. Hal ini akan sangat bernilai apa-
bila aktiva tersebut sangat terpengaruh oleh pen.(nhm a tau teknolog1.
Tetapi 'leasing bukannya tanpa kelemahan. Untuk hampir semua bisnis,
leasing akan menghabiskan biaya yang lebih besar ketimbang peminjaman.
Leasing juga mengikat bisnis untuk melakukan pembayaran tertentu, padahal
bila aktiva tersebut dimiliki, perusahaan dapat menjualnya paling tidak
untuk meminimumkan keterikatan keuangan. Akhimya, aktiva lease sering-
kali semakin berharga, dan penambahan nilai seperti itu hanya menguntung-
kan bagi lessor a tau pemilik.

Sumber Modal Lainnya


Agribisnis dapat membuka banyak sumber modal lainnya, termasuk obligasi
(bonds), surat hutang (debentures), dan wesel bayar (promissory notes).

Obligasi Obligasi (bonds) biasanya diterbitkan oleh perseroan. Obligasi


merupakan kewajiban perseroan untuk membayar sejumlah tertentu pada
waktu tertentu di masa mendatang. Obligasi diterbitkan dalam bentuk seri
dan dibayar kembali mehurut urutan penerbitannya. Biasanya, obligasi
mempunyai suku bunga yang dibayar secara tahunan. Dan pada umumnya
digunakan untuk memperbesar modal jangka panjang, dan tanggal pelunasan
sering 20-30 tahun dari tanggal penerbitan. Obligasi tidak dijamin oleh
agunan tertentu selain aktiva umum perusahaan, tetapi umumnya mengan-
dung risiko yang lebih rendah (preferred); artinya, dilunasi terlebih dahulu
dari saham perseroan atau beberapa kewajiban perusahaan lainnya. Obligasi
yang memenuhi syarat bisa diperjualbelikan lewat bursa saham. Sebagai
sumber dana, obligasi sangat b~sar artinya untuk perseroan besar.

Surat Hutang Surat hutang (debenture) yang diterbitkan sebagai penukar


pinjaman modal, biasanya memberikan jaminan berupa aktiva umum peru-
sahaan, atau sebagian dari saham dan harta kekayaan perusahaan, walaupun
tidak dalam bentuk hipotik atau surat perjanjian resmi. Hampir semua surat
hutang sulit diperjualbelikan atau dialihkan di antara pemberi pinjaman,
dan biasanya mempunyai kupon yang terlampir untuk memudahkan pem-
bayaran bunga. Biasanya, surat hutang ditebus secara seri dengan sangat
teratur.

Wesel Bayar Wesel bayar (promissory notes) merupakan suatu janji dari
peminjam untuk membayar kepada pemberi pinjaman sejumlah uang dan
bunga setelah jangka waktu tertentu. Wesel bayar sangat biasa terdapat pada
hampir semua perusahaan dan bank agribisnis pribadi perorangan, dan pem-
beri kredit. Perusahaan agribisnis dapat juga menerima wesel bayar dari
para langganannya. Wesel seperti itu mungkin dapat dialihkan (negotiable),
yaitu dapat dijual oleh pemegang, dan pemilik baru akan mempunyai klaim
yang sama terhadap peminjam sam a seperti pemegang yang terdahulu. Apa-
PEMBI!\ Y !\AN !\GRIBISNIS 2!3

hila perusahaan agribisnis yang memegang wesel pelanggan yang dapat di-
alillkan membutuhkan uang kas, wesel tersebut dapat dijual kepada bank
atau orang lain dan biasanya dengan potongan harga. Misalnya, Ray Whyth
bisa saja menjual ballan bangunan kepada pengusalla tani, katakanlal1 seharga
$5.000, dan menerima wesel bayar yang dapat dialihkan (atas unjuk) se-
bagai pembayaran. Wesel tersebut akan dilunasi dalam 6 bulan dengan suku
bunga sebesar 10 persen. Selama 6 bulan itu Ray mungkin membutuhkan
uang tunai, dan jika demikian dia dapat pergi ke bank untuk menjual wesel
tersebut. Bila kredibilitas pengusal1a tani itu baik dan bank merasa bahwa
suku bunga itu cukup tinggi, wesel itu dapat dilJeli oleh bank sebesar nilai
nominal atau dengan s~>dikit potongan harga yang mencerminkan ongkos
pelayanan. Pengusalla tani padi kemudian dapat membayar kepada bank
kalau wesel itu harus dibayar.

MEMILIH BANKIR SECARA BIJAKSANA


Pemilihan bank sangat menentukan berhasil tidaknya perusahaan agribisnis.
Bank yang tepat bukan hanya sekedar ter.1pat untuk mendepositokan dana,
mengeluarkan cek, dan tempat meminjam, tetapi jauh lebih dari itu. Pe-
milihan bank hendaknya jangan hanya didasarkan pada kemudahan dan
kesederhanaan (convenience). Banyak agribisnis berlokasi di daerall pedesaan
atau kota kecil. Mereka merasa ballwa "tenggang rasa" menuntut mereka
agar melakukan bisnis dengan bank di daerahnya, tetapi perasaan ini hanya
berfaeda.'l bila bank dapat memenuhi kebutuhan agribisnis. Banyak bank
kecil pada dasarnya tidak mempunyai sarana atau memenuhi syarat yang
dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan agribisnis. Salah satu cara bagi
bank kecil untuk dapat memperluas pelayanannya adalall dengan membuat
perjanjian kerja dengan bank yang lebih besar. Dengan demikian yang ter-
baik dari kedua bank tersebut dapat digabung; yaitu manfaat dari pergaulan
secara lokal dan manfaat dari tersedianya pelayanan bank yang penuh.

Persyaratan untuk Memilih Bank


Ada lima butir penting yang harus dipertimbangkan untuk memilih bank.

1. Apakah sikap bank terhadap agribisnis progresif?


2. Apakah jenis kredit yang ditawarkan cukup banyak untuk memenuhi
kebutuhan agribisnis?
3. Apakah bank cukup besar unh1k memenuhi kebutuh~ modal bisnis?
4. Apakah bank mempunyai pegawai berbobot yang pall am ten ~ang agri-
bisnis?
5. Apakah kebijakan manajemen bank sesuai dengan tujuan dan strategi
keuangan agribisnis?

Apakah Bank Progressif? Manajer agribisnis yang progressif membutuhkan


bank yang progressif, yaitu bank yang mampu berpacu dengan peruballan
era dan masyarakat yang dilayani. Sarana fisis memberika'1 beberap? indikasi
2.14 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

tentang pemikiran yang progressif, tetapi patokan yang sesungguhnya adalah


organisasi dan orang-orangnya. Apakah para karyawan bank memberikan
perhatian besar dalam melayani agribisnis? Apakah mereka berminat dan
berpartisipasi dalam peristiwa kemasyarakatan? Apakah bank mempunyai
karyawan yang khusus melayani agribisnis, dan apakah mereka telah me-
nunjuk seseorang untuk menangani perkiraan perusahaan? Sudahkah karya-
wan ini menghubungi perusahaan? Ini hanyalah beberapa cara untuk me-
nimbang sejauh mana keprogressifan bank dalam melayani bisnis.

Jenis Kredit yang Ditawarkan Bankir harus mengerti kebutuhan unik agri-
bisnis. Dapat atau maukah bank membuat pinjaman berdasarkan piutang,
bukti penerimaan gudang; plafon kredit; atau pinjaman jangka pendek;
menengah; dan panjang? Apakah bank menghargai wesel, menerima wesel
yang dapat dialihkan, dan yang sejenisnya? Apakah bank menyediakan acuan
kredit kepada pelanggan (na~abah) potensial, membantu memecahkan ke-
sulitan modal, nembantu pelanggan dengan mengharum*an nama baik pe-
rusahaan? Berapa besar biaya bank untuk berbagai macam pelayanan? Apakah
suku bunganya ~rsaing?

Seberapa Besar 'Bank yang Diperlukan? Ukuran bank dapat merupakan


faktor yang penting, terutama kalau kebutuhan kredit agribisnis besar atau
meningkat. Bank tunduk pada berbagai peraturan pemerintah dan departe-
men keuangan yang membatasi besarnya pinjaman dan jumlah yang dapat
dipinjamkan oleh bank kepada nasabah. Manajer harus memastikan jangan:
terperangkap dalam situasi di mana ''batas resmi" ini akan melumpuhkan
bisnis. Bila bank lokal tidak dapat memenuhi persyaratan modal perusahaan,
manajer agribisnis harus memastikan bahwa bank itu dapat membuat per-
janjian kerja dengan bank lain untuk menyediakan sisa kredit yang diperlukan.
Apakah bank cukup besar sehingga m~mpu mempunyai departemen perwakilan
dana (trust department) terpisah yang dikelola dengan baik? Bila agribisnis
menjual berdasarkan pinjaman cicilan, dapatkah bank. menangani hubungan
kerja dengannya? Karena ukuran dan prestise sering ada hubungannya, mana-
jer agribisnis harus memastikan bahwa bank mempunyai citra yang baik
dalam lingkungan keuangan.

Pegawai yang Berbobot Agribisnis merupakan bentuk bisnis yang unik.


Karyawan bank yang dipilih perlu mengetahui kebutuhan agribisnis. Pe-
mahaman tentang pertanian, sifat musiman, dan hal-hal semacam itu harus
dimiliki. Apakah karyawan bank juga mengerti informasi keuangan, analisis,
dan alat-alat perencanaan dan manajemen keuangan? Apakah personalia
bank cukup pintar untuk dimintai penjelasan tentang berbagai hal? Bankir
yang baik dapat menjadi anggota penting dari tim manajemen, yang kepen-
tingannya terhadap keberhasilan agribisnis sama dengan kepentingan bisnis
itu sendiri. Bankir yang sedang mengejar kepentingannya sendiri juga mem-
beri manfaat pada agribisnis, karena dengan usaha semacam itu sumber modal
yang dibutuhkan agribisnis akan terjamin dan semakin besar.

Kebijakan Bank Manajer agribisnis menghendaki bank yang baik dan di-
kelola dengan baik. Hubungan perbankan sedikit banyak akan bersifat per-
manen. Kalau agribisnis dan bank bekerja dan tumbuh bersama, maka penge-
I'EMBIAYAAN AGRIBISNIS 215
tahuan, pengalaman d:an hubungan "pribadi" akan sangat besar artinya.
Kebijakan kredit bank bisa sangat konservatif tetapi bisa juga sangat liberal.
Tu.ntutan bisnis menghendaki agar bank bersedia memikul risiko dalam me-
nyediakan modalkepadaperusahaan. Beberapa bank tidak bersedia meminjam-
kan uang kecuali jika nasabah dapat membuktikan bahwa pinjaman tersebut
benar-benar dibutuhkan, sedangkan bank lainnya bisa saja memberikan
pinjaman yang akan mengakibatkan kebangkrutan nasabah. Bank yang mem-
punyai kebijakan yang baik, pegawai yang lx!rpendidikan, dan dapat mem-
beri saran sebagaimana halnya dengan memberi pinjaman harus dipilih.
Manajer agribisnis harus menganggap bank sebagai mitra usaha, dan harus
mengusahakan sepenuhnya hubungan yang saling menguntungkan dan me-
muaskan keduanya.

P;!rsiapan dalam Meminjam


Keberhasilan manajer agribisnis dalam menjamin tersedianya modal dari
lembaga pemberi pinjaman seringkali hanya tergantung pada cara-{;ara yang
uitempuhnya dalam mengusahakan pinjaman tersebut. Sebenarnya, pedoman
terbaik untuk mempersiapkan pinjaman adalah kedelapan pertanyaan (yang
cisebutkan pada awal bab ini) yang harus ditanyakan manajer agribisnis
sebelum menambah modal ke dalam perusahaan. Manajer yang telah merr.-
persiapkan diri dengan baik akan bisa menjawab pertanyaan ini dan me-
rundingkan pinjaman, dan manajer yang belum bisa menjawabnya sebaiknya
tidak meminta pinjaman. Data ini harus ditata dan dipersiapkan sebaik-
baiknya dalam bentuk yang mudah dibaca. Ketidaklengkapan dan kekabur-
an akan menghambat total semua usaha, karenll. hal itu menunjukkan ketidak-
cakapan dan kurangnya keah!ian dalam bidang keuangan. Bankir sangat
terkesan oleh manajer yang mengetahui dan dapat membuktikan apa yang
sedang terjadi.
Bukti prestasi dari masa lalu, trend atau kecenderungan, dan rencana di
rnasa mendatang, semuanya merupakan bahan yang penting. Kembarigkan
informasi ini dan tata dalam cara sebagai berikut:

1. Neraca dan perhitungan rugi-laba untuk sekurang-kurangnya tiga tahun


terakhir
2. Trend penjualan, beban, laba, dan sebagainya (rasio almn berguna di sini)
3. Penjelasan mengenai pasar (pelanggan), produk dan jasa, perbekalan
(supplies)
4. Informasi mengenai modal kerja, umur piutang usaha, perputaran, per-
sediaan barang, dan sebagainya (lagi-lagi analisis rasio .,dan ROI akan
bermanfaat)
5. Referensi mengenai kredit dan watak, dan Jatar belakang tim manajemen
6. Bukti mengenai rencana di masa mendatang; yaitu anggaran kas, per-
lu_asan,laporan keuangan pro forma
7. Riwayat hidup pribadi pemohon dan agribisnis

Pemohon hendaknya tulus hati dan jujur. Fakta-fakta jangan ditutup-


tutupi, bahkan fakta yang merugikan sekalipun, karena toh hal itu akan
216 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KI:;UANGAN AGRIBISNIS

terungkap juga; fakta ~ang memgikan jika dikemukakan secara terus terang,
akan lebih baik daripada jika bankir merasa dikelabui.
Pertanyaan yang tepat untuk ditanyakan manajer agribisnis adalah "Jika
informasi ini disuguhkan kepada saya, apa pendapat saya tentang hal itu
dan apakah saya akan memberikan pinjaman berdasarkan hal itu?" Menawar-
kan bankir untuk berkeliling melihat sarana, dan kesempatan untuk bert-emu
dengan karyawan agribisnis lainnya dapat juga membantu karena memberi
kesan yang baik, dan juga bermanfaat dalam membangun hubungan jangka
panjang yang lebih baik.

PEMBIA YAAN INTERNAL UNTUK AGRIBISNIS


Salah satu sumber modal yang paling penting namun kurang begitu dikenal
oleh banyak manajer agribisnis adalah laba yang ditahan. Hal ini terjadi
bukan karena manajer kurang mengetahui tentang dana ini, tetapi hanya
karena belum menggunakan alat dan teknik keuangan yang diuraikan ter-
dahulu, mereka tidak mempunyai gagasan tentang cara-cara penggunaan
laba yang ditahan. Banyak manajer agribisnis yang datang meminta pinjam-
an (kredit) ke bank hanya diberi nasihat bahwa mereka sebenarnya tidak
memerlukannya apabila ar!ggaran disusun secara cermat.

Modal Ekuitas
Modal ekuitas menunjukkan dana yang diperoleh perusahaan melalui laba
yang ditahan, tambahan investasi oleh para pemilik, a tau penambahan jumlah
penanaman modal yang bersedia memikul risiko usaha. Pada beberapa bisnis
yang kecil dan baru, ini mungkin merupakan satu-satunya alternatif untuk
menjamin dana modal. Beberapa pemilik tidak menghendaki penjualan
ekuitas kepada orang lain. Pemilik ini merasa bahwa pengurangan hak ken-
dalinya terhadap bisnis tidak setara nilainya dengan modal baru. Pemilik
seperti itu hendaknya mengetahui bahwa dana pinjaman mungkin mensya-
ratkan jauh lebih banyak pengekangan terhadap hak kendali .mereka ke-
timbang modal patungan. Dan bila pemilik !alai, atau tidak lancar dalam
pembayaran pinjaman berjangka, dia mungkin akan kehilangan semua pe-
ngendalian terhadap manajemen bisnis. Ada baiknya jika diingat bahwa
modal ekuitas tidak harus dibayar kembali pada waktu tertentu, dan sering-
kali tidak diperlukan sama sekali penyediaan dana untuk pembayaran bunga.
Modal ekuitas harus selalu dipertimbangkan sebagai alternatif dan dibanding-
kan terhadap sumber modallainnya.

Saham Biasa
Bentuk modal yang paling lazim diperoleh dari penjualan saham biasa. Untuk
perusahaan kecil, pada umumnya penjualan bagian saham biasa dilakukan
kepada orang yang dikenal oleh pemilik yang ada sekarang. Di dalam masya-
rakat selalu ada orang-orang yang mempunyai dana untuk ditanamkan pada
bisnis yang memberi harapan baik. Bankir perusahaan seringkali dapat men-
doroag orang-orang lain untuk ikut serta menanam modal. Karyawan peru-
sahaan juga rr\erupakan sumber yang potensial sebagai pembeli saham, ter-
utama hila me111awarkan rencana penjualan khusus, yang memberikan kepada
karyawan harga yang lebih rendah. Saham biasa pada umumnya mempunyai
PEMBIAYAAN AGRIBISNIS 217
hak suara; yaitu bahwa pemilik saham-biasa mempunyai suara di dalam
manajemen perusahaan. Kadang-kadang saham biasa diba~ ke dalam kelas-
kelas, di mana satu di antaranya mempunyai hak suara istimewa.
Ray Whyth telah mempelajari secara hati-hati kebutuhan permodalan
perusahaannya. Dia telah menetapkan kombinasi tertentu dari pinjaman
dan ekuitas yang dirasakan paling baik untuk bisnisnya. Dia bermaksud
untuk menawarkan sejumlah saham kepada pemilik perusahaan kayu sebagai
bagian dari harga. belinya. Dia juga ingin menawarkan sahamnya kepada
karyaw<m dan __kepada masyarakat dalam jumlah yang terbatas. Dia menentu-
kan rasio ekuitas terhadap pinjaman dengan menggunakan alat analisis pada
Bab 7 dan Bab 9 yang bertalian dengan kemampuan membayar hutang.
Undang-undang yang mengatur penjualan surat-surat berharga juga harus
dipertimbangkan ketika menawarkan saham kepada masyarakat. Di AS semua
negara bagian mempunyai peraturan yang mengatur penjualan surat-surat
berharga dan saham. Kadang-kadang, peraturan federal yang mengatur pen-
jualan saham juga berlaku. Di Indonesia hal ini diatur oleh Badan Pelaksana
Pasar Modal (Bapepam). Regu penasihat perlu dibentuk sebelum penawaran
sahttm kepada umum dilaksanakan. Bankir bisnis, penasihat hukum, dan
pemeriksa keuangan (auditor) harus dilibatkan. Apabila perusahaan ingin
membuat penawaran umum yang lebih besar, biasanya perusahaan tersebt:t
harus meminta jasa-jasa bankir penanam modal. Bankir ini melakukan pe-
layanan yang sangat khusus dengan menawarkan saham baru yang diterbit.
kan perusahaan. Sekiranya bankir penanam modal menjamin (underwrites)
penerbitan saham, bankir itu membuat persetujuan dengan perseroan yang
bersangkutan untuk memasarkart surat berharga tersebut dengan membeli-
nya dan menjual kembali kepada umum. Bankir penanam modal meminta
beban komisi dari 3 sampai 10 persen, tetgahtung pada sulitnya menjual
saham dan jumlah lembar yang ditawarkan. Tidaklah biasa bahkan bagi
bankir penanam modal yang kecil sekalipun untuk menjamin/menartggung
saham yang nilainya kurang dari $250.000. Penjualan saham biasa tidak
akan mengakibatkan terlepasnya kendali perusahaan dari tangan pemilik
yang sekarang sebab mereka bisa tetap mempertahankannya dengan me
miliki saham dalam jumlah yang cukup besar. Obligasi atau surat hutang
seringkali dijual sebagai terbitan yang dapat dipertukarkan (convertible),
artinya sesudah selang waktu tertentu dapat ditukar dengan beberapa lembar
saham. Penawaran semacam ini diberikan perusahaan untuk memikat hati
pembeli terhadap obligasi dan surat hutang, sebab bila perusahaan berhasil
nilai sahamnya dapat melonjak.

Saham Preferen ~

Saham. pre{eren adalah saham yang "didahulukan" oleh perusahaan. Jika


suatu perseroan dilikuidasi, pa:.:a pemilik saham preferen akan memperoleh
pengembalian hak miliknya terlebih dahulu sebelum pemegang saham biasa.
Saham preferen umumnya juga mempunyai "tarif" dividen tahunan yang,
pasti; artinya perusahaan setilu> tahun harus membayar persentase tetap
(katakanlah 6 persen) dari nilai yang tercantum (nominal) atau nilai pe-
nerbitan. Kadang-kadang perseroan nengganakan hak untuk menunda pem-
bayaran dividen jika perseroan tersebut menghadapi masalah keuangan.
Tentu, hak-hak istimewa saham preferen pada saat likuidasi akan diimbangi
218 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

oleh beberapa keterbatasannya, seperti ketiadaan hak suara dan hak kendali
atas manajemen seperti yang terdapat pada saham biasa .

. Pembiayaan Internal Lainnya


Persekutuan dapat memperoleh lebih banyak modal dengan menjual sebagian
bisnisnya kepada pihak lain yang mau merisikokan uangnya dalam bisnis.
Sekutu baru ini dapat merupakan sekutu biasa atau sekutu diam. Sekutu
biasa memiliki hak dan kewajiban yang sama seperti sekutu lainnya, sedang-
kan sekutu diam mempunyai hak dan kewajiban yang terbatas (lihat Bab 3).
Pemilik juga bisa meminjamkan uang kepada bisnisnya sama seperti kreditur
lainnya, apabila si pemilik tidak ingin menanamkan tambahan dana sebagai
ekuitas atau modalnya dalam bisnis tersebut.

I
KEMILAU YANG MENYILAUKAN
Jika manajer agribisnis bercita-cita untuk mengubah segala sesuatu yang di-
sentuh menjadi emas, adalah penting untuk mengingat bahwa tidak semua
sumber bantuan' keuangan sama gunanya atau sama-aama dapat digunakan
pada setiap situasi. Memang benar, pengadaan dan pengelolaan sumber ke-
uangan agribisnis merupakan fungsi yang rumit, tetapi alat, teknik, dan priri-
sip-prinsip yang diberikan dalam bab ini akan memp~besar peluang manajer
agribisnis untuk meraih sukses apabila diberikan perhatian sepenuhnya.

Manajer agribisnis perlu mengetahui berbagai jenis pinjaman (kredit),


biaya peminjaman, dan jangka waktu peminjaman yang diperlukan. Manajer
harus mengkaji semua sumber modal untuk menemukan apakah peminjam-
an, modal ekuitas, atau kombinasi tertentu merupakan yang terbaik untuk
agribisnis yang sedang membutuhkannya. Bahkan lebih penting lagi, ke-
mampuan manajer untuk menaksir jumlah pinjaman optimum dan merumus-
kan rencana yang realistik untuk pembayaran kembali, akan membuat strategi
keuaugan agribisnis menjadi dasar yang kukuh dan mantap untuk masa
mendatang.

IKHTISAR
Pembiayaan agribisnis merupakan tanggung jawab manajemen yang penting
dan perlu. Uang harus tersedia untuk membiayai belanja modal dan me-
ngoperasikan agribisnis setiap harinya. Ada tiga sumber modal yang utama:
pinjaman, dana yang dihasilkan dari operasi bisnis, dan tambahan penanam-
an modal dari para pemilik.
Pinjaman dapat mengambil banyak bentuk. Pinjaman jangka pendek
untuk satu tahun atau kurang biasanya digunakan untuk membiayai ke-
butuhan bisnis musiman. Pinjaman jangka menengah dari 1-5 tahun biasa-
nya digunakan untuk membeli peralatan a tau membiayai peningkatan volume
bisnis. Pinjaman jangka panjang biasanya digunakan untuk perluasan bisnis
utama, seperti membeli lahan dan memperluas gedung. Suku bunga dan
skedul pelunasan berbeda-beda tergantung pada banyak faktor, termasuk
waktu, risiko, jumlah uang, pengalaman pada masa lalu, dan kelayakan kredit
perusahaan.
PEMBIAYAAN AGRIBISNIS 219
Manajer harus mempertimbangkan banyak sumber yang berbeda untuk
peminjaman: misalnya, bank komersial, perusahaan asuransi, dan lembaga
keuangan, untuk sekedar menyebut tiga nama. Memilih pinjaman yang tepat
sering merupakan keputusan manajemen yang kritis. Agribisnis yang besar
meminjam dari masyarakat umum dengan menerbitkan obligasi, atau surat
hutang melalui pasar modal.
Beberapa agribisnis, terutama yang baru, sangat bertumpu pada pem-
biayaan ekuitas. Modal ekuitas berasal dari laba yang ditahan dalam bisnis
yaitu tidak dibagikan kepada para pemilik. Agribisnis lain menjual tambah-
an saham untuk menarik modal ke dalam bisnisnya.
Setiap cara pembiay,:..an mempunyai pro dan kontra dan harus dipertim-
bangkan secara cermat oJ;,h manajer.

PERT ANY AAN UNTUK DIBAHAS


1. Sebutkan sejumlah alasan mengapa perusahaan agribisnis harus menambah
modalnya.
2. Bahaslah setiap pertanyaan yang harus ditanyakan oleh manajer sebelum
menambah sumber keuangan pada agribisnis.
3. Definisikan dan bedakan antara berbagai jenis pinjaman, dan jelaskan
keadaan di mana setiap jenis harus digunakan.
4. Bahaslah hal-hal yang bersangkut-paut dengan berbagai jenis biaya pinjam-
an, dan uraikan cara menghitung biaya tersebut.
5. Apakah arti "suku bunga setelah pajak", dan apa manfaatnya dalam
pengarnbilan keputusan?
6. Bagaimana laporan keuangan agribisnis harus dianalisis untuk menentukan
jumlah pinjaman yang ideal?
7. Apa kegunaan anggaran kas dan laporan keuangan pro forma? Jelaskan.
8. Apa sumber pinjaman utama yang tersedia dalam masyarakat? Untuk:
jenis agribisnis apa mereka cocok?
9. Bahaslah berbagai jenis pinjaman dan fokuskan pembahasan pada sifat
faktor agunan untuk setiap kasus.
10. Dengan jalan bagaimana anda akan memiliki bankir untuk agribisnis
anda?
11. Persiapkan garis besar bahan pernbicaraan yang diperlukan jika manajer
agribisnis akan pergi ke bank untuk merninta pinjaman (kredit).
12. Buatlah daftar untuk jenis pembiayaan internal yang ~penting, dan
manfaat dari jenis sumber modal ini jika dibandingkan dengan pinjaman.

KASUS JOE ALLEN


Joe Allen presiden direktur dari Landmark Farm and Garden Company,
membutuhkan pinjaman untuk perusahaannya. Dengan menggunakan alat-
bantu dalam bah ini, dia rnenentukan kebutuhan pinjaman jangka pendek
220 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

sebagai tambahan modal untuk membiayai piutang usaha yang besar yaitu
$100.000. Hal ini diakibatkan oleh kebijakan kredit yang bebas. Anggaplah
bahwa tarif pajak penghasilan Landmark adalah 30 persen, dan suku bunga
tahunan 10 pc;rsen menurut cara perhitungan sederhana. Jangka v;aktu pin-
jaman 1 tahun. Dengan menggunakan informasi ini, jawablah pertanyaan
di bawah ini. Tunjukkan rumus untuk setiap contoh.

PERTANYAAN
1. Hitung biaya bunga berdasarkan bunga tahunan sederhana.
2. Hutang jumlah bunga yang dibayar dan suku bunga yang dibayar jika
bunga yang didiskontokan digunakan oleh pemberi pinjaman.
3. Hitung suku bunga dan biaya bunga jika $25.000 dari pinjaman tersebut
tidak boleh diambil (compensatory balance).
4. Hitung suku bunga dan biaya bunga pinjaman jika pinjaman tersebut
dibayar dalam 12 kali angsuran yang sama besamya.
5. Hitung biaya bunga sesudah pajak berda~kan suku bunga tahunan
yang sederhana.
TUJUAN
Mendifinisikan program pengendalian dan
menjelaskan tujuannya
Mengidentifikasi bidang agribisnis di mana
program pengendalian paling sering digunakan
Menguji perlunya program pengendalian
terhadap faktor-faktor penting
Menjelaskan bagaimana proses pengendalian
berlangsung
Membedakan teknik kualitatif dari
kuantitatif dalam mengembangkan
prakiraan dan anggaran
Menyehutkan cnam belas langkah
pengembangan program pengendalian
serta menggunakannya sebagai suatu
model untuk program pengendalian
Menjelaskan falsafah dan teori "manajemen
berdasarkan penyimpangan"
Mengembangkan program pengendalian
untuk agribisnis
Memaparkan alasan-alasan mengapa
pengendalian kredit merupakan faktor yang
sedemikian penting dalam agribisnis, dan
bagaimana caranya untuk mengendalikan
kredit
Memperhitungkan biaya yang
sesungguhnya dari penambahan kredit

Pengendalian keuangan merupakan tanggung


jawab manajemen yang sangat diperlukan
dalam agribisnis.

Keterangan gambar:
A. Membuat anggaran kas
B. Menilai penerapan pengendalian
C. Memperluas mengabulkan permohonan kredit

KRISIS YANG BERULANG JANGAN


PERNAH BERULANG LAGL---Peter Drucker

ALAT PENGENDALIAN
9
AGRIBISNIS
224 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AG!l!BISN!S

PENTINGNY A PENGENDALIAN
Keberhasilan manajemen agribisnis sangat tergantung pada kemampuan
manajer serta para karyawan dalam memantau dan memperkirakan prestasi
kerja yang akan mereka capai. Dalam prakteknya, tujuan umum organisasi
adalah "memaksimumkan laba", bukan sebagai penyediaan bimbingan yang
diperlukan untuk memeriksa kemajuan. Tidak seorang pun mengetahui apa
laba yang maksimum itu. Karena itu, kemajuan harus diukur berdasarkan
sasatan yang lebih khusus. Implikasi biaya dan pendapatan tidak dapat di-
abaikan karena eksistensi (keberadaan) bisnis pada akhirnya tergantung pada
kemampuannya untuk menghasilkan laba. Tetapi program pengendalian di-
rancang untuk menjadi alat bagi manajer agribisnis untuk memantau dan
memrakirakan hal-hal yang dicapai sehubungan dengan kendala biaya dan
pendapatan ini.
Dalam bentuknya yang paling sederhana, pengendalian merupakan sarana
untuk memeriksa apakah rencana terlaksana sesuai dengan sasaran dan jadwal,
dan untuk mengambil langkah perbaikan yang perlu untuk meraih keberhasil-
an. Program dasar pengendalian melibatkan tiga langkah berikut ini:

1. Penetapan tujuan (goal) atau standar pre.:;tasi terlebih dahult;


2. Pengukuran prestasi terhadap tujuan dan standar yang telah ditentukan
tersebut melalui sistem pengumpulan informasi
3. Pelaksanaan tindakan perbaikan terhadap penyimpangan dari sasaran dan
stan dar

TUJUAN PENGENDALIAN

Mengkonsolidasikan Wewening dan Mengkoordinasi Pelaksana Tugas


Disamping mencari inspirasi untuk memotivasi dan menyemangati para
karyawan, manajer juga harus mencegah tumpang tindih pelaksanaan tugas
dan pemberian wewenang dalam batas-batas yang ditentukan.
Salah satu dari contoh yang paling terkenal dari perlunya pengendalian
dalam hal pesanan pembelian dan kebijakan serta prosedur yang bertalian
dengan hal itu. Misalnya, Koperasi Usaha Tani Hillsdale telah menetapkan
kebijakan bahwa semua pembelian di atas $600 harus disetujui oleh manajer
umum. Prosedur pengendalian mengharuskan si peminta pembelian untuk
mengajukan permintaan agar disetujui manajer umum, dan kemudian kepada
agen pembelian dan bagian akuntansi untuk menanganinya dengan cara-cara
yang telah digariskan. Dengan demikian, formulir pesanan pembelian sering-
kali berpindah tangan tetapi tetap dalam garis pedoman yang telah ditetap-
kan Hillsdale.

Memperkirakan Kecenderungan dan Hasil


Pengendalian harus menunjukkan kecenderungan atau arah gerak usaha
. (naik atau turun). Pengendalian memberikan tanda peringatan apabila ren-
cana a tau program menyimpang dari tujuan.
Penjualan mungkin meningkat persediaan menurun, atau sebaliknya. Jenis
barang tertentu mungkin tidak laku dijual. Sekiranya hal ini diketahui, pro-
ALAT PENGENDALIAN AGRIBISNIS 225
gram dapat dipelajari dan disusun kembali. Produk tersebut mungkin telah
usang, penetapan harga mungkin salah, atau produk pesaing mungkin mem-
persempit pasaran. Tanpa pengendalian yang menimbulkan kewaspadaan
manajer agribisnis secara tepat waktu, situasi tersebut akan menjadi parah
atau bahkan memporak-porandakan bisnis.

Menyajikan Informasi untuk Perencanaan dan Pcnyesuaian Sasaran di Masa


Mendatang
Informasi dari program pengendalian menjadi bagian dari pengetahuan bisnis.
Contohnya adalah temuan bahwa 75 persen dari penjualan bagian tertentu
dilakukan dalam jangka waktu 3 bulan. lni dapat mem bimbing rencana
produksi, persediaan, dan penggudangan di masa mendatang.

Menyajikan Informasi tentang Pengalaman di Masa Lalu


Informasi pengendalian yang baik akan menyediakan jawaban terhadap
pertanyaan seperti "Dalam keadaan yang serupa, apa yang terjadi pada masa
lampau?" a tau "Apakah pengalaman masa lalu akan membimbing kegiatan
kita sekarang dan pada masa mendatang?" Misalnya, "Kalau kita menaikkan
harga sebelumnya, apa reaksi para pelanggan, wiraniaga, para pesaing kita -
dan apa yang kita lakukan terhadap hal ini? ''
Jawaban berdasarkan pengalaman masa lalu akan menjadi bagian yang
tidak ternilai dari program informasi pengendalian.

DI MANA PROGRAM PENGENDALIAN DISELENGGARAKAN


Dalam hampir semua agribisnis, program atau prosedur pengendalian di-
Jaksanakan pada bidang umum sebagai berikut:

1. Keuangan dan fiskal


2. Operasional
(a) Personalia dan l\1anajemen
(b) Standar produksi
{c) Mutu produk

Manajemen agribisnis membutuhkan program pengendalian yang didasar-


kan pada sasaran atau standar prestasi yang telah ditentukan. Tanpa kriteria
pengukuran, informosi atau prosedur tidak akan bernilai. Program atau pro-
sedur pengendalian :uga harus digunakan hanya dalam bidang bisnis yang
dapat dipisahkan atau "ditanggungjawabi secara tersendiri," ~i mana catatan
yang andal sehubungan dengan masukan dan keluaran, bisa dilakukan.
Organisasi yang paling kecil sekalipun akan membutuhkan program
pengendalian sehubungan dengan pemasaran, produksi barang dan jasa,
kepegawaian, dan catatan dan/atau keuangan. Dealer peralatan yang bersifat
lokal pun perlu mempertahankan keempat jenis dasar mekanisme pengendali-
an ini, dan tentu organisasi yang lebih besar akan membutuhkan perangkat
kunci yang lebih kompleks dalam bidang prestasi dan program pengendalian
yang lebih banyak. Setiap perusahaan agribisnis harus mengembangkan jenis
program informasi dan pengendalian unik ya.ng perlu untuk meraih sukses.
226 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

JENIS-JENIS PROGRAM PENGENDALIAN


Pengendalian sebagai fungsi manajemen telah dibicarakan dalam bab ter-
dahulu. Sekarang akan diuraikan beberapa a! at pengukur dan peramal hasil
prestasi usaha yang dapat digunakan usaha agribisnis.
Meskipun program pengendalian dapat mengambil banyak bentuk seperti
anggaran, prakiraan, standar produksi, biaya standar, prestasi karyawan,
program perimcanaan, dan perencanaan keuangan, namun antara program
pengendalian terdapat banyak kesamaan. Prinsip-prinsip untuk mengembang-
kan dan menggunakan program pengendalian pada dasamya sama, terlepas
dari bidang bisnis apa yang sedang dipantau. Program dan prosedur pengen-
Jalian didasarkan pada rencana manajemen, atau keinginan serta harapan
manajer untuk masa mendatang. Program-program ini merupakan ramalan
penting untuk kegiatan atau peristiwa yang akan datang guna melaksanakan
keputusan manajemen. Kesemuanya merupakan seperangkat alat yang di-
dasarkan pada rumus dalam gambar 9-1.
Karena prinsip dan langkah-langkah untuk mengembangkan program
pengendalian merupakan hal yang mendasar bagi semua program pengenda-
lian, maka hanya prakiraan dan anggaran yang akan disajikan di sini secara
rinci. 'Manajer agribisnis dapat menyesuaikan prinsip-prinsip dan langkah-
langkah yang diberikan untuk program pengendalian yang terpenting ini
dalam mengembangkan semua program pengendalian.

Hubungan Program Peramal


Apakah perbedaan antara anggaran (budget) dan prakiraan (forecast)? Walau-
pun benar bahwa beberapa anggaran merupakan prakiraan dan beberapa
prakiraan merupakan anggaran, namun dalam manajemen prakiraan biasanya
merujuk pada keluaran bisnis, sebagaimana misalnya dengan prakiraan pen-

Gambar 91 Program pengendalian merupakan alat peramal.

~M~=~::o~~
DISUSUN KEMBALI DITENTUKAN SEBELUMNYA
Sasaran-tindakan

PEMIKIRAN ULANG ARUS INFORMASI


Dan penaksiran ulang Dari kegiatan

~eENAe,,.N/INFORMASI
ALAT PENGF.NDALIAN AGRIBISNIS 227
jualan. Anggaran merujuk pada masukan dalam bisnis, seperti anggaran kas.
J\1isalnya, gudang gandum Koper<~si Urusan Tani Hillsdale, akan mempunyai
prakiraan atau ramalan penjualan yang berupa jumlah bisnis yang diharapkan
akan dicapai organisasi ,dalam jangka waktu tertentu. Di samping itu, Hills-
dale harus juga mengembangkan anggaran untuk pengeluaran yang diperlukan
guna mencapai penjualan yang diproyeksikan. Karena kelangsungan hidup
organisasi tergantung pada kapasitas pendapatan yang melebihi pengeluaran
(beban), prakiraan dan anggaran penjualan tidak dapat dipisahkan.
Adalah penting untuk -mengetahui bahwa anggaran menentukan arah
organisasi. Penambahan atau pengurangan sumber daya menentukan bentuk
agribisnis dalam jangka panjang sehubungan dengan pertumbuhan, produk
baru, dan ukuran. Banyak organisasi mengembangkan anggaran hanya dengan
mengambil angka-angka tahun lalu dan menambah atau mengurangi jumlah
yang dirasakan sesuai. Mungkin ini lebih baik daripada tidak ada sama sekali,
tetapi, dari sisi masukan, tidak memberi keluwesan dan pengakuan terhadap
faktor-faktor pengubah yang sangat menentukan dinamika dan keberhasilan
organisasi. Anggaran harus menggambarkan prioritas dan arah atau sasaran
bisnis. Hanya dengan pengubahan sumber daya masukanlah kita dapat meng-
ubah atau mengarahkan kembali keluaran perusahaan. Anggaran merupakan
satu dari wahana yang penting untuk menggambarkan dan mengarahkan
perubahan ini. Misalnya, bila tim manajemen perusahaan pupuk Agrow
memutuskan untuk secara aktif memperbesar pasar pada keluarga tani, maka
anggaran harus mencerminkan tujuan ini pada sisi masukan. Anggaran modal
Agrow mungkin dinaikkan untuk menyediakan baik sarana produksi maupun
peralatan pengepakan dan pengantongan, untuk memproduksi kantong
yang kecil bagi keluarga tani. Anggaran pemasaran harus dengan baik me-
nunjukkan pertambahan jumlah pengeluaran untuk iklan dan promosi, pe.
nambahan personel penjualan, dan sebagainya. Arus kas harus menggambar-
kan penambahan penediaan dan bahan baku akibat adanya tambahan produk.
Sebagaimana diungkapkan dalam pembahasan ini, mekanisme pengendalian
anggaran merupakan bagian dasar dari proses perencanaan. Hal itu mempenga-
ruhi ukuran dan jenis agribisnis dan menentulcan keberhasilannya untukjang-
ka waktu tertentu.

Teknik Kuantitatif dalam Merancang Anggaran


Salah satu prosedur kuantitatif yang paling umum digunakan adalah pro-
yeksi linear. Untuk menggunakan cara ini, pertama-tama manajer harus
memperhatikan kecenderungan masa Jalu, kemudian menggunakan mate-
matika untuk memproyeksikan kecenderunga.11. yang sama ini ke masa men-
datang. ~
Misalnya, sekiranya ongkos ter.aga kerja Koperasi Usaha Tani Hillsdale
telah meningkat sebesar 5 persen setiap tahun pada 4 tahun terakhir ini,
maka manafer agribisnis pada gudang gandum itu dapat meramalkan kenaik-
an 5 persen untuk 4 tahun berikutnya. Teknik ini dapat bermanfaat bila
manajer tidak seluruhnya tergantung padanya dan mempertimbangkan ke-
kemungkinan perubahan, entah diinginkan atau tidak
Teknik kuantitatif yang Jain adalah dengan merancang model. Model
adalah penampilan abstrak, biasanya dalam bentuk matematik, yang meng-
gamb;:.rkan s;;mua faktor yang terlihat, dan menunjukkan pengaruh relatif
da.ri semua faktor pada keseluruhan situasi. Model juga menunjukkan bagai-
228 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

mana perubahan dalam sesuatu atau sekelompok faktor mempengaruhi


faktor lainnya atau keseluruhan faktor yang ada.
Ini tampaknya rumit, tetapi akan kita jelaskan dengan suatu contoh.
Perusahaan pupuk Agrow yang sedang mengusahakan perluasan pangsa'
atau bagian pasar untuk keluarga tani mungkin telah merasakan perlunya
penambahan regu gilir kerja (shift) kedua untuk menghasilkan pupuk ekstra.
Menambah gjlir kerja kedua akan menaikkan biaya pekerja sejumlah tertentu,
katakanlah 10 persen, karena pekerjaan gilir-kerja kedua biasanya meminta
insentif upah untuk kerja malam. Juga harus diperhitungkan kemungkinan
produksi yang lebih rendah dari gilir-kerja kedua, biasanya 5 sampai 15 persen
lebih kecil daripada produksi gilir-Kerja siang. Variabel bebas yang berupa
biaya pekerja karena perbedaan upah dan tingkat produksi untuk gilir-kerja
kedua dapat meningkatkan keseluruhan biaya produksi pabrik sebesar 10
s~mpai 15 persen. Dalam menggunakan teknik penganggaran untuk bidang
khusus bisnis seperti ini, kita harus tahu:

1. Apa hambatan atau kendala yang terlibat di sini?


2. Faktor atau bilangan apa yang akan digunakan?
3. Bagaimana faktor-faktor ini berkaitan dengan dan berintegrasi ke dalam
pengembangan keseluruhan anggaran atau program pengendalian kita?

Hasilnya kemudian harus diproses dan diinterpretasi dalam hubungannya


dengan keseluruhan masalah atau sasaran, yang dalam kasus ini adalah per-
luasan pangsa pasar untuk keluarga tani. Perlu kiranya untuk menghubungkan
model terhadap prakiraan l1enjualan guna menentukan pengeluaran dan
pendapatan dan menetapkan besarnya laba dari tindakan yang sedang
dipertimbangkan.
Akhirnya, kita bisa menggunakan simulasi, atau pendekatan sistematik
dengan cara coba-coba (trial and error) terhadap permasalahan. Pendekatan
ini seririg digabungkan dengan pengoperasian untuk menyediakan data yang
d<!pat diukur. Simulasi biasanya melibatkan beberapa kemungkinan yang
digali dari pengalaman dan catatan operasi pada masa lalu. Di sinilah teknik
rekayasa industrial, seperti biaya standar dan telaah waktu dan gerak (time
and motion study) menjadi penting bagi perusahaan (lihat Bab 17). Berbagai
jenis simulasi atau kemungkinan dapat dilakukan dengan komputer secara
berulang-ulang untuk menentukan kejadian apakah yang paling mungkin
terjadi di masa mendatang.

Teknik Kualitatif dalam Pengembangan Anggaran


Pendekatan kualitatif harus selalu merupakan bagian dari pengembanga'1
anggaran. Pendekatan kuantitatif tidak pernah lebih baik daripada informasi
yang menjadi dasarnya dan masih harus diinterpretasi dan diterapkan oleh
manusia. Salah satu teknik kualitatif yang sekarang digunakan secara memuas-
kan adalah konsensus. Dalam konsensus, para ahli yang bekerja diperusahaan
ditanyakan pendapatnya secara terpisah mengenai faktor-faktor tertentu.
Misalnya, Agrow dapat bertanya kepada manajer personalia, penyelia operator,
penyelia (supervisor), dan konsultan luar untuk meramalkan produktivitas
gilir-kerja kedua. Semuanya urun rembuk dan membahas jawaban, dan ke-
mudian melaporkan pendapatnya (yang mungkin telah direvisi) secara ter-
ALAT PENGENDALIAN AGRIBISNIS 229
pisah. Tujuannya adalah untuk memperoleh jawaban yang dapat disepakati
bersama atau paling sedikit oleh sejumlah mayoritas. Kelemahan konsensus
adalah bahwa bisa saja yang dikumpulkan justru merupakan titik-titik lemah
perusahaan. Keunggulan teknik ini adalah tersedianya peluang bagi para
peserta untuk mengungkapkan berbagai titik pandang. Gagasan pembaruan
dapat dihasilkan dari kesempatan ini.
Teknik kualitatif lainnya tergantung dari bisikan hati dan pengalaman
pimpinan. Pemilik-manajer dari dealer traktor atau perkakas kecil mungkin
dalam jangka waktu tertentu, cenderung mengembangkan pola yang konsis
ten sehubungan dengan keberhasilan atau kegagalan dalam mengantisipasi
masa depan bisnis. Keberhasilannya terletak pada kemampuan manajer
untuk menggeneralisasikan pengalaman masa lalu ke masa mendatang. Ke
lemallrumya adalah bahwa pengalaman atau bisikan kalbu mungkin merupa-
kan dasar yang terlalu sempit atau kedaluwarsa. Agar berhasil, pemilik
manajer dari dt>aler peralatan tersebut hams rlapat mPnsintesiskan sejumlah
besar faktor yang terdapat pada masyarakat usaha tani lokal untuk mengem-
bangkan program pengendalian yang baik. Hampir semua manajer agribisnis
telah mempertajam ketrampilannya dalam bidang ini berdasarkan pengalam-
an dari tahun ke tahun.
Teknik yang hiin adalah logika, atau gabungan dari kenyataan, induksi,
deduksi, dengan atau tanpa bantuan rekan. Agar berhasil, Iogika harus di-
perkuat dengan informasi dan data yang tepat. Apabila analisis yang cermat
dilakukan, proses dapat diwujudkan dan ditunjukkan sehingga pihak lain
dapat menilai prosedurnya dan mungkin memperbaikinya. l\1anajer dealer
peralatan tersebut mungkin mengumpulkan informasi mengenai persaingan,
keadaan umum perekonomian, produktivitas usaha tani di wi!ayahnya, dan
keadaan umum yang dihadapi pertanian dibanding dengan sektor lainnya.
Faktor-faktor ini dapat membentuk dasar untuk mengerr:bangkan anggaran.
Mereka dapat ditinjau kembali bersama-sama manajer Iainnya yang mungkin
dapat menambah atau mengurangi atau mcngubah dan memperbaiki fakta
atau alasan yang menjadi dasar titik tolak pengembangan anggaran.
Akhirnya, kita bisa menggunakan teknH: skenario, yang merupakan satu
seri kemungkinan yang luwes. Kemungkinan ini dapat beragam tergantung
pada hal-hal seperti volume, keadaan perekonomian, kedudukan kerja, dan
sebagainya. Dealer peralatan dapat mengembangkan anggaran dan prakiraan
penjualan berdasarkan :beberapa kemungkinan harga biji-bijian pada wilayah
pemasaran. Kemudian :setiap skenario harus dibandingkan dan diubah, ter
gantung pada perkembangan harga biji-bijian yang sebenarnya. Teknik ini
bisa sangat membantu, tetapi manajer harus hati-hati agar tidak menggunakan
situasi yang luwes sebagai kambing hitam sehingga tidak perlu .m.emanfaatkan
kemarnpuannya dalam mengambil keputusan. ~
Apa pun cara yang digunakan manajer, pasti terdapat premis atau kendala
tertentu. Manajer agribisnis harus membentuk premis atau mengasumsikan
bahwa jenis usaha tertentu akan bereaksi dengan cara tertentu, sehingga
sejurnlah kekuatan akan muncul, dan bahwa kondisi tertentu akan timbul
atau tidak terjadi pada periode mendatang 'yang sekarang dipertimbangkan.
Dealer peralatan harus menduga bahwa kemungkinan kekeringan akan atau
tidak akan mcnyebabkan kegagalan panen pada tahun mendatang. Manajer
juga beroperasi dalam keterbatasan perorangan tertentu, seperti misalnya
falsafah, kepercayaan, standar etika, dan sikap terhadap manusia. Manajer
230 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

agribisnis harus yakin bahwa premis dan kendala yang menjadi dasar operasi-
nya merupakan hal yang absah dan bukan hasil dari kebodohan atau pe-
ngalaman yang dangkal, keteledoran, atau prasangka mereka sendiri.

Anggaran Bervariasi Menurut F.ebutuhan Organisasi


Besarnya dan rumitnya organisasi akan menentukan jenis anggaran yang
dibutuhkan demi keberhasilan. Bisnis kecil mungkin hanya membutuhkan
anggaran secara garis besar dengan seksi-seksi, seperti penjualan, produksi,
dan keuangan. Bisnis besar mungkin mempunyai anggaran untuk departemen,
divisi, wilayah, produk, dan sebagainya. Anggaran juga dapat bersifat jangka
panjang atau pendek. Anggaran jangka pendek biasanya adalah sesuatu yang
akan dilaksanakan dalam satu tahun, dan biasanya membutuhkan jangka
waktu pelaporan yang lebih pendek. Anggaran jangka panjang dilaksanakan
dalam dua tahun atau lebih dan biasanya dilaporkan atas dasar tahunan atau
enam bulanan. Kar~ma ltu anggaran jangka pendek menjadl komponen dalam
mencapai tujuan anggaran jangka panjang. Anggaran )uga dapat dibuat untuk
proyek khusus; misalnya, pembangunan gedung baru, penyebaran informasi
ten tang peralatan baru atau produk baru.
Sasaran akhir dari anggaran adalah meramalkan dan mengendalikan
masukan untuk memperbesar pengembalian (return) dari sumber daya yang
tersedia pada agribisnis. Penyiapan anggaran, bahkan untuk perusahaan
kecil sekalipun, tidak boleh diserahkan pada satu orang. Pejabat penting,
penasihat, dan sumber informasi semuanya harus dilibatkan. 3ankir, akuntan,
dan/atau pemeriksa keuangan, pemasok, konsultan, dan bah,kan pelanggan
dapat diikut-sertakan. '

Nasihat untuk Pengembangan Anggaran


Pada perusahaan agribisnis harus ada organisasi dari sistem komunikasi yang
baik guna menjamin tanggung jawab, wewenang, tanggung gugat, dan komit-
men untuk mencapai tujuan. Anggaran dapat menipakan sistem ini. Enam
belas langkah utama berikut ini dalam menyiapkan. anggaran, atau hampir
semua program atau sistem pengendalian yang dapat digunakan manajer
agribisnis, merupakan hal yang sangat penting demi keberhasilannya.

1. Bentuk sebuah komite yang terdiri dari mereka yang terli,bat dan jadwal-
kan tanggal untuk mengembangkan proses.
2. Tinjau kembali tujuan, sasaran, dan kebijakan organisasi.
3. Tinjau kembali situasi sekarang, hal-hal yang telah dicapai bisnis, dan
bagaimana caranya. mencapai keactaan ini. ,
4. Tinjau kembali dan hubungkan faktor masukanj (biaya) terhadap faktor
keluaran (pendapatan). '
5. Tentukan mengapa anggaran dibutuhkan dan tnengapa sasaran khusus
atau arah tindakan perlu diketahui.
6. Rancang anggaran yang akan disusun dan daftarlah komponen bagiannya.
7. Tentukan cara-cara dan jadwal penggunaan anggaran.

.
8. Tentukan catatan yang diperlukan .
ALAT l'l!:NGENDALIAN AGRIBISNIS 231

9. Tunjukkan satuan ~kuran yang akan digunakan (rupiah, ton, liter, dan
sebagainya).
10. Tentukan catatan yang diperlukan untuk menjamin tersedianya data
dan informasi yang diinginkan.
11. Tentukan tempat sumber informasi atau data yang diperiukan untuk
membenahi program.
12. Tentukan dan identifikasi jangka waktu penganggaran.
13. Tentukan kekerapan penerbitan dan pemutakhiran atas informasi dan
data dari program.
14. Tetapkan siapa-siapa yang dilibatkan daJam menyiapkan catatan yang
tepat untuk anggaran.
15. Tentukan siapa-siapa yang akan mener;ma informasi dan kapan mereka
akan memperolehnya.
16. Identifikasi siapa-siapa yang bertanggur.g jawab rr.emen\,lhi sasaran dan
standar yang terkandung dalam anggaran ..Anggaran harus dipantau secara
konstan untuk memastikan bahwa program sesuai dengan target.

Proses Penyusunan Anggaran


Keenam belas faktor atau langkah kunci dalam menyusun anggaran atau pro-
gram pengendalian akan menjadi pedoman yang baik bagi dealer peralatan
usaha tani kita (Lihat Peraga 9-1).
Untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap proses ini,
perhatikan kasus nyata berikut ini (dengan nama samaran): Kalamazoo Farm
& Industrial Tractor Company. Perusahaan ini merupakan persekutuan,
dengan Jeff McDonald sebagai manajer umum; saudaranya Frederick sebagai
manajer penjualan; putrinya Elizabeth sebagai manajer toko; dan Laura isteri
Frederick, sebagai manajer kantor. Organisasi mengambil bentuk khas dari
banyak perusahaan agribisnis kecil. Sebagai manajer penjualan, Frederick
McDonald mempunyai wewenang untuk menentukan anggaran penjualan
dan membuat prakiraan program pengendalian. Ketika dia memperhatikan
langkah-langkah untuk mengembangkan program pengendalian dia melihat
bahwa langkah pertama adalah menentukan siapa yang akan diikutsertakan
dalam proses penyusunan.

Contoh Anggaran untuk Kalamazoo Farm&. Industrial Tractor Company PERAGA


9-1

ANGGARAN PENJUALAN: Januari- Maret


KALAMAZOO FARM & INDUSTRIAL TRACTOR COMPANY

PENJUALAN ANGGARAN AKTUAL PENYIMPANAN


DARIANGGARAN

Traktor komersial besar $ 270.000.


TraktOrkebun i<ecil 70.000
Mesin dan peralatan pemanen 250.000
Pera:atan bajak 200.000
Usaha tani dan industrial 125.000
Jumlah penjualan $ 915.000
232 MANA.JEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Dia memutuskan untuk memilih komitenya dari pm:a wirania:;a dalam


organisasinya, termasuk isterinya yang berwewenang dalam pembukuan
keuangan perusahaan. Dia juga memutuskan untuk rriengikutsertakan bankir
perusahaan, perwakilan pabrik John Deere, dan bahk~n dua orang pengusaha
tani yang merupakan pelanggan penting. Sumber data dan informasi dan
bantuan lainnya mungkin adalah agen pertanian "kabupaten" atau ahli eko-
nomi pertani11n dari institut pertanian. Setelah menyusun komitenya, Frede-
rick menghendaki cara kerja .secara tidak resmi dengan beberapa orang anggota
secara pribadi. Anggota lainnya diminta untuk ikut serta hanya dalam per-
temuan resmi. Sebelum pertemuan, Frederick meninjau kembali dan men-
catat secara tertulis tujuan organisasi dan kebijakan yang berkenan dengan
penjualan. Kemudian dia meninjau kembali situasi sekarang dan kendala
yang sedang dihadapi, catatan mengenai apa yang terjadi pada tahun lalu dan
evaluasi hutang penyehabnya. Dia mencatatnya sehingga dapat menyajikan-
nya kepada komite perencanaan. Pada saat ini, dia juga mempertimbangkan
faktor-faktor masukan dari anggaran untuk menentf!kan profitabilitas pro-
gram tahun lalu dan potensi !aha untuk program yan~akan datang. Penjelas-
an tentang alasan penyusunan anggaran dan sasararfyang diharapkan akan
dicapai merupakan langkah pertama dalam menentukan arah tindakan komite
terse but.
Ketika komite prakiraan penjualan bertemu, Frederick menghidangkan
kepada mereka data dan infor1nasi yang telah dipersiapkan. Komite membahas
semua hal yang tercakup dan menambah informasi dan penjelasan baru yang
belum diketahui Frederick.
Acara pertemuan selanjutnya adalah memutuskan bagian atau komponen
dari sistem pelaporan. Penjualan dibagi ke dalam penjualan traktor komersial
yang besar dan penjualan traktor-kebun yang kecil, mesin pemanen dan
peralatan panen lainnya, alat pembajak tanah, dan penjualan kepada usaha
tani dan industrial. Dipercayai bahwa pembagian penjualan ini akan besar
sekali rnanfaatnya untuk tujuan pengendalian dan peramalan.
Sekali komponen anggaran telah ditentukan, langkah selanjutnya adalah
mengidentifikasi bagaimana anggaran digunakan dan karyawan serta bagian
organisasi mana yang akan memperoleh rnanfaat dari penggunaan prakiraan
penjualan dan anggaran. Laporan kemudian dirancang untuk mereka yang
membutuhkannya, misalnya seperti anggota staf penjualan serta departemen
perbaikan dan pelayanan. Laporan juga sangat berguna bagi bankir perusahaan
dan kepada pembuat serta pemasok produk-produk yang dijual oleh Kalamazoo
Farm & Industrial Tractor Company.
Kernudian komite menentukan di mana informasi akan dikumpulkan
dan bagaimana akan ditabulasikan. Mereka memutuskan bahwa faktur-faktur
penjualan asli kepada para pelanggan akan menjadi rnasukan informasi untuk
program pengendalian prakiraan penjualan. Faktur akan rnerupakan sumber,
dan pengukuran akan dilakukan berdasarkan nilai penjualan. Pada saat ini,
periode anggaran dirancang menurut tahun fiskal perusahaan. Anggaran pen-
jualan dan prakiraan penjualan biasanya dibuat untuk satu tahun, dengan
langkah atau sasaran antara atau pertengahan berdasarkan bulanan atau
triwulanan. Pemutakhiran seringkali diperlukan agar laporan bisa digunakan.
Sebagai manajer penjualan, Frederick harus menemukan kekerapan peninjau-
an ulang dan pemutakhiran berdasarkan perubahan dan fakta-fakta baru.
Penyiapan laporari pengendalian penjualan ditugaskan kepada manajer kantor,
ALAT PENGENDALIAN AGR!BISNIS 233

yang akan mempunyai masukan informasi guna membuat prakiraan anggaran


dan pengendalian menjadi bermanfaat.
Langkah terakhir adalah mengidentifikasi petugas yang bertanggung jawab
untuk memenuhi sasaran dan standar yang tertuang pada program pengendali-
an. Sebagai manajer penjualan, Frederick ditugaskan untuk mengemban
tanggung jawab ini.
Ke dalam prakiraan penjualan dan anggaran, atau program pengendali-
an lainnya, perlu dipasok sesuatu ukuran penilaian yang akan digunakan
dalam menentukan apakah informasi yang Jisiapkan bena:o:-benar memenuhi
kebutuhan organisasi.
Karena saling keterkaitan antara semua anggaran dengan faktor-faktor
yang tirlak diharapkan atau tidak diketahui dapat terjadi, anggaran harus di-
nilai kembali atau diperbarui kapan saja fakta baru muncul. Juga harus ada
rencana penilaian yang teratur atau jangka waktu peninjauan ulang. Peninjau-
:m ulang ini memungkinkan penyimpangan atau permasalahan diatasi secara
cepat. dan pengaruhnya, positif atau negatif dapat cHnilai sebelum terlambat.
Tolok ukur semua anggaran, prakiraan, serta pengendalian bisa menjadi
faktor penting bagi hidupnya perusahaan, tetapi prakiraan penjualan dan
anggaran biasanya dikembangkan pertama sekali karena penjualan merupakan
alasan dasar untuk keberadaan sesuatu agribisnis dan mempengaruhi semua
aspek lain dari bisnis. Mereka yang bekerja pada komite Kalamazoo Farm &
Industrial Tractor Company mungkin tidak hanya menambah pengetahuan
khusus dan unik saja tetapi juga mengemban tanggung jawab yang positif
dalam rangka mencapai tujuan karena mereka merupakan bagian dari tim
yang mengembangkannya.
Anggaran yang baik dan program pengendalian lainnya dapat membantu
organisasi dalam pertarungannya menghadapi persaingan dengan mempromosi-
kan pendekatan tim yang berorientasi pacta sasaran dan rlengan menentapkan
ketentuan-ketentuan dan pengendalian untuk operasi yang berhasil.

MENGEV ALUASI PROGRAM PENGENDALIAN


Pengendalian yang pal;ng efektif akan terselenggara apabila kita mencurahkan
kepada hal-hal yang vi;al bagi kelangsungan hidup organisasi. Pasteur mengata-
kan. "Kesempatan baik selalu bcrpihak pada sesuatu yang dipersiapkan" Kita
boleh menuturkannya kembali dengan cara begini "Keberhasilan hanya
memihak pada organisasi yang dipersiapkan" dengan kata lain, organisasi
yang mengetahui dan memusatkan perhatian pada bidang~bidang prestasi
terpenting.
Berbagai penulis manajemen telah menamakan bidang ini sebagai BPK
(l.)dang prestasi kunci) atau IK (indikator kunci). Kita akan 1nenamakannya
sebagai FPU (faktor pengendalian utama).

Pengujian FPU

1. Sampai seberapa pentingkah informasi tersebut?


2. Apa yang akan terjadi jika informasi itu tidak diketahui?
3. Apakah informasi itu akan digunakan?
MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS
234
4. Apakah informasi itu akan akurat?
5. Berapakah biayanya (dalam nilai uang dan waktu) jika dibandingkan
dengan nilainya?

Ketika sedang diuji, banyak program pengendalian yang ternyata tidak


cukup penting untuk dipertahankan. Kendali yang terlalu banyak bisa meng-
akibatkan keseluruhan program pengendalian menjadi tidak efektif. Kendali
yang terlalu sedikit juga bisa berakibat fatal, jadi pengujian atas faktor utama
sangat penting demi keberhasilan usaha. Manajer agribisnis harus menguji
setiap program pengendalian yang baru, serta meninjau kembali program
pengendalian secara teratur.

MANAJEMEN BERDASARKAN PENYIMPANGAN


Teknik manajemen yang "menggemparkan" yang dinamakan manajemen her
dasarkan penyimpangan (management by exception) telah diperkenalkan
baru-baru ini. Dasar pemikirannya adalah bahwa manajer tidak usah mem
huang waktu untuk mengurusi bidang manajemen yang berjalan sesuai dengan
rencana. Mereka harus lebih banyak memusatkan perhatian pada bidang-bidang
yang mengalami hambatan atau menyimpang dari tujuan yang seharusnya.
Apabila penjualan sesuai dengan prakiraan, manajer dapat mem berikan perha-
tiannya pada bidang lain seperti produksi, personalia, biaya, dan perluasan
usaha. Simaklah contoh nyata dari perusahaan agribisnis berikut ini.
Pada -hclaman berikut akan disajikan prakiraan penjuaian Perusahaan
Pupuk Acme (nama samaran). Penjualan ini dipecah menjadi dua komponen
karena produksinya terbatas, yaitu produksi pupuk dalam jumlah besar (bulk)
dan pupuk dalam kantong, diproduksi oleh Acme. Sekarang, dengan merujuk
pada keenam belas langkah pengembangan program pengendalian, kita akan
diingatkan bahwa prakiraan penjualan pada dasarnya merupakan arah tindak
an yang ditentukan sebelumnya, atau sasaran, dari departemen pemasaran.
Sasaran ini sangat penting untuk menjaga agar wiraniaga penjualan tetap
waspada dan memungkinkan pada eksekutif kunci mengambil keputusan
untuk memperbaiki prestasj wiraniaga, apabila agribisnis menyimpang dari
sasaran yang sudah ditentukan.
Prakiraan penjualan tahunan untuk pupuk ini dikembangkan dengan
menggabungkan semua estimasi dari masing-masing wiraniaga untuk tahun
mendatang. Kemudian manajer pemasaran bertemu dengan pejabat penting
lainnya, seperti wakil dirut eksekutif, wakil dirut produksi, manajer produk
baru, dan direktur pembelian, untuk menentukan apakah m~ukan (biaya)
setanding dengan keluaran (pendapatan) yang diantisipasi. Mereka juga her
tindak sebagai suatu k01nite dan melengkapi langkah lainnya di dalam me
nentukan program pengendalian. Komite menentukan bahwa program pengen-
dalian harus dilaporkan untuk setiap komponen, - yaitu atas dasar penjualan
kantongan - dan penjualan dalam tumpukan besar; dan atas dasar bulanan
dengan peninjauan ulang untuk setiap enam bulan sehubungan dengan pen
jualan khusus lainnya yang disajikan secara rinci sebagai pell:'ngkap terhadap
program pengendalian keseluruhan. Komite juga memutuskan untuk melapor
kan penjualan dalam nilai uang sebab itulah alternatif yang paling berguna
bagi semua yan[! berkepen':h.gan.
ALAT PENGENDALIAN AGRI<!ISNIS 235
Wakil dirut eksekutif dan akuntan kepala setuju bahwa informasi yang
diperlukan dapat disediakan dari pembukuan/catatan perusahaan; yaitu
prakiraan penjualan tahun sebelumnya, penjualan sesungguhnya pada masa
lalu, dan faktur penjualan kepada pelanggan yang ada saat ini. Manajer kantor
akan menyediakan laporan informasi pengendalian bulanan, dan akan berbagi
kerja dengan semua karyawan perusahaan, demikian juga halnya dengan
bankir perusahaan. Manajer penjualan diberi tanggung jawab utama untuk
menyelesaikan sasaran program.
Sampai pada titik ini, proses pengembangan program pengendalian ter-
sebut sangat mirip dengan proses yang dilukiskan untuk Kalamazoo Farm &
Industrial Tractor Company. Tetapi Josephine Drake, manajer penjualan
Perusahaan pupuk Acme, memutuskan bahwa dia akan menggunakan pen-
dekatan baru untuk laporan pengendalian yaitu grafik "manajemen berdasar-
kan penyimpangan" sebagai ganti angka-angka kasar. Alasan yang dikemuka-
kannya adalah sebagai berikut.

1. Hal itu memungkinkan seseorang untuk tidak usah menghiraukan bidang


manajemen di mana sasaran tercapai sesuai dengan target sehingga dapat
memusatkan perhatian pada berbagai permasalahan.
't Hal itu memungkinkan seseorang untuk melihat keseluruhan situasi secara
sekilas, dan data perbandingan dilukiskan sedemikian jelas seperti sebuah
gam bar.
3. Sederhana dan mudah untuk disiapkan dan dapat dengan mudah di-
mengerti oleh semua orang bahkan mereka yang tidak terdidik dalam
manajemen keuangan.
4. Mudah dipi:oduksi ulang dan disebarluaskan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan.
5. Seringkali berhalaman-halaman angka dapat dilukiskan secara efektif
dalam satu grafik.
6. Hal itu memungkinkan interpretasi terhadap banyaknya saling keterkait-
an antar faktor lebih jelas daripada interprestasi terhadap angka-angka
semata.

Untuk menggambarkan grafik manajemen berdasarkan penyimpangan,


hal pertama yang harus dilakukan komite adalah menentukan penyimpang-
an yang diperbolehkan. Sehubungan dengan prakiraan penjualan, penyimpang-
an yang diperbolehkan adalah kelebihan atau kekurangan penjualan aktual
jika dibanding dengan prakiraan penjualan, yang belum memerlukan tindakan
perbaikan dari pihak manajemen. Pada Perusahaan Acme, tim tersebut me-
mutuskan bahwa penjualan boleh lebih atau kura!'lg (iari prakiraan sebesar
4 persen sebelum tindakan perbaikan dilakukan. Penyimpangan lebih dari
4 perien baik: di bawah atau di atas prakiraan, akan mempengaruhi bidang-
bidang seperti persediaan produk jadi atau setengah jadi, penjadwalan pro-
duksi, posisi modal dan uang tunai, kebutuhan akan tenaga kerja, program
iklan serta promosi, dan kebijakan harga. Masing-masing program ini harus
ditinjau kembali oleh tim manajemen bila pengendalian penjualan menyim-
pang dari prakiraan. Ini. tentu saja merupakan tujuan utama dari program
pengendalian, yaitu untuk "membunyikan tanda bah:-.~ra" agar dikaji dan
diperbaiki.
236 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS
Prakiraan penjualan
12%
(!:.t;i.iF::. Rentang penyimpangan yang diperbolehkan

- - - - Tahun berjalan
8% - - Tahun lalu

Ok: Nov Des


Prak iraan penjualan oleh departemen pemasaran
Formula KOMPONEN
perbedaan
penyimpangan (DLM TON) JAK FEB. MAR. APR. MEl JUN.
prakiraan penjualan Tumpukan
besar 575 690 699 690 720 751
Kantongan 252 250 244 250 220 252
Penyimpangan 2%
Jumlah 827 940 943 940 940 1003
Penjualan bulan April 476.340 JUL. AGT. SEP. OKT. NOV. DES.
Proyeksi prakiraan penjualan 467.000 Tumpukan
Kelebihan terhadap prakiraan 9.340 besar 610 590 700 700 650 630
Kantongan 270 277 240 250 255 260
Jumlah ~80 867 940 950 905 890

Gambar 9-2 Grafik manajemen berdasarkan penyimpangan


untuk Perusabaan Pupuk Acme.

Setelah penyimpangan yang diperbolehkan ditentukan, hal-hal yang masih


hams dilakukan hanyalah merancang grafik manajemen berdasarkan penyim-
pangan (lihat Gambar 9-2). Pada sisi kanan bawah terdapat prakiraan pen-
jualan Acme untuk setahun. Ini merupakan sasaran Acme, dan bila hal ini
dipindahkan/ditranspos ke grafik sampel untuk setiap periode, maka akan
bisa ditarik suatu garis lurus yang menunjukkan sasaran sepenuhnya (100%).
Grafik seperti yang terdapat pada Gam bar 9-2 dapat menunjukkan beberapa
faktor yang berbeda namun berhubungan, seperti jumlah penjualan, penjual-
an tahun lalu, penjualan dalam tumpukan besar dan penjualan kantongan.
Faktor-faktor ini ditunjukkan dengan lam bang atau garis yang berbeda. Demi
penyederhanaan dalam mengilustrasikan prinsip-prinsip yang terkait dalam
hal ini, hanya jumlah penjualan akhir tahun yang ditunjukkan. Penjualan
tahun lalu digambarkan sebagai penyimpangan dari prakiraan penjualan
tahun lalu, bukan dari prakiraan untuk tahun berjalan. Bidang yang dihitam-
kan adalah penyimpangan yang diperbolehkan dari sasaran kita. Di bawah
grafik disajikan contoh dan rumus untuk menentukan cara penghitungan
penyimpangan.
Josephine Drake sangat memperhatikan fakta bahwa pada tahun lalu,
beberapa dari pesaing Acme telah menurunkan harganya secara tiba-tiba
dalam bulan April, dan karena Acme belum cukup waspada, maka rintangan
ini baru bisa diatasi setelah beberapa bulan. Sebagai akibatnya, beribu-ribu
dolar penjualan :dan laba yang mungkin dihasilkan telah hilang. Josephine
menegaskan bahwa hal ini tidak boleh terulang lagi. Acme telah dipaksa untuk
menurunkan harga secara drastis untuk memikat para pelanggan yang telah
pindah ke pesaing dan kini beroperasi dengan marjin kotor yang mengecii
karena biaya be'rtanlbah, sebagian besar karena inflasi menjadi beban yang
AI.AT P'I:NGtl'IDALlAN AGRlBlSNIS 237
meningltat. Josephine tahu bahwa para manufaktur lainnya merasakan ke
sukaran yang sama, tetapi masing-masing harus berjuang untuk berbagai
pasar agar dapat menutupi biaya overhead.
Untuk menggambarkan nilai pendekatan manajemen berdasarkan pe
nyimpangan, anggaplah bahwa penjualan bulan Mei naik 6 "persen, atau 2
persen lebih dari penyimpangan yang diperbolehkan. Departemen pemasaran
harus segera membuat survai yang cermat terhadap harga pesaing. Mungkin
beberapa pesaing utama sedang mencoba menyesuaikan harga untuk meng-
atasi kenaikan biaya. Kalau itu benar, Acme akan mempunyai beberapa alter
natif. Pertama Acme dapat menaikkan harga, karenanya dapat memperbesar
marjin kotor dan laba, tetapi tetap mempertahankan pangsa atau bagian
pasar yang sama. Atau dapat meningkatkan volume penjualan dan bagian
pasar, karenanya menimbulkan peningkatan perputaran dan laba. Kapasitas
pabrik, sasaran pertumbuhan, dana yang tersedia, dan reaksi para dealer
sernuanya akan ikut ambil bagian dalam keputusan akhir. Catatan keuangan
yang baik dan analisis yang wajar terhadapnya juga akan penting dalam
keputusan akhir. Sebagian besar dari alat-alat yang dibutuhkan manajer
bisnis guna memperoleh informasi dan pengetahuan yang sedemikian penting
untuk pengambilan keputusan secara tepat, telah diuraikan dalam bab ter
dahulu, tetapi keputusan akhir akan tetap bersifat subyektif. Keputusan
tersebut dibuat oleh manusia dan karena itu tergantung pada: kernampuan
untuk menjalin fakta-fakta menjadi satu kesatuan yang rumit, penggunaan
pengetahuan dan pengalaman yang terbaik, pencetusan dugaan yang paling
masuk aka!, dan kesediaan untuk memikul tanggung jawab atas keputusan
terse but.
Pada analisis terakhir ini, jalannya selalu seperti itu. Itulah sebabnya
manajemen merupakan salah satu profesi yang paling bernilai. l3ayangkan
tingkat keberhasilan dua manajer, di mana yang satu menggunakan ketrampil-
an dan sistem manaj:men keuangan yang baik sedangkan yang lain rnengguna-
kan hukum naluriah :1a1am praktek pengambilan keputusan. Tentu anda bisa
mernastikan manajer' atau perusahaan agribisnis mana yang akan berhasil
untuk jangka panjang.-

PENGENDALIAN KREDIT
Pengendalian kredit mendapat perhatian k.husus karena tidak ada faktor
tunggal lainnya yang mengakibatkan lebih banyak masalah keuangan yang
serius pada agribisnis. Bisnis yang baru dibentuk harus memperhatikan pe-
ngendalian kreditnya secara khusus sama halnya seperti perjuangan mereka
dalarn memaparkan diri dan menarik pelanggan. Pemberian kredit pada
kebanyakan agribisnis merupakan cara yang tepat untuk memikat dan me-
nyenangkan pelangganan. Akan tetapi, untuk agribisnis dan manajernya,
kredit dapat menciptakan rnasalah yang rawan.

Kredit Adalah Bagian dari Penjualan


Penting untuk diketahui bahwa cara termudah untuk rnenjalankan agribisnis
adalah dengan menjual secara tunaL Banyak perusahaan yang besar dan ber-
hasil berkembang hanya berdasarkan transaksi secara tunai.
238 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Jika penjualan tunai merupakan cara termurah untuk menjalankan bisnis,


maka prinsip berikutnya harus menyatakan bahwa pemberian kredit hanya
dapat dibenarkan jika hal itu dapat memperbaiki volume penjualan dan laba
melalui peningkatan perputaran. Jika pemberian kredit oleh bisnis tidak me-
menuhi pengujian ini, maka laba akan mengecil.
Dalam hampir setiap sektor agrib.isnis, kredit merupakan sesuatu yang
diharapkan pembeli. Pembeli seringkali melihatnya sebagai hak dan biasanya
tidak tahu bl=!rapa biayanya bagi pemberi kredit, yaitu harga yang sesungguh-
nya harus dibayar atau dibebankan kepada pembeli apa bila penjual mem-
pertimbangkan kelayakan hid up secara ekonomis,
Dua perusahaan gudang dan pemasok gandum dan biji-bijian di kota kecil
Michigan bersaing ketat dalam merebut pasaran, yaitu para pengusaha tani.
Perusahaan agribisnis yang lain, yaitu pabrik pupuk dasar, bahan pemberantas
hama, dan sebagainya, sedang memilih pengusaha tani yang paling besar dan
berhasil dan membuat mereka menjadi dealer langsung, Persyaratan kredit
menjadi semakin longgar. Akhirnya manajemen dari salah satu perusahaan
pergudangan gandum tersebut mempelajari secara mendalam biaya pemberian
kredit. Sebagai hasilnya, mereka memutuskan untuk menjual hanya secara
tunai dan menurunkan harga, yaitu dengan pengurangan sejumlah biaya kredit
ditambah dengan penambahan volume yang diharapkaq yang mereka pikir
akan menghasilkan harga yang lebih rendah. Salah satu slogan promosinya
adalah: "Mengapa membayar lebih mahal untuk mensubsidi pengusaha tani
yang tidak pernah membayar?" Tidak seorang pun bersedia membayar hutang
orang lain, namun kalau kredit diberikan, seseorang harus membayar biaya
piutang ragu-ragu. Sebagai hasil dari kebijakan barunya, perusahaan gudang
gandum ini kehilangan hampir semua pengusaha tani yang berhasil sebagai
pelanggan. Jadinya beberapa pelanggan usaha tani membeli dari perusahaan
gudang gandum itu jika mereka mempunyai uang tunai, dan dari pesaingnya
jika mereka membutuhkan kredit. Ini tidak selamanya merupakan jalan yang
tepat untuk perusahaan, tatapi keberlangsungan usaha selalu harus diper-
timbangkan sebagai alternatif dalam memberikan kredit.
Para manajer penjualan dan pemasaran merupakan penganjur perluasan
kredit. Salah satu cara yang paling tepat untuk membuat para penjual ber-
hasil adalah dengan membuat mereka bertanggung jawab atas biaya kredit,
termasuk piutang ragu-ragu, dan memperhitungkan biaya ini secara wajar
pada laba penjualan dan sistem pengendalian anggaran yang menaunginya.
Kredit bukan merupakan biaya operasi, tetapi biaya penjualan.

Biaya Kredit
Biaya kredit mempunyai banyak bentuk, beberapa di antaranya tidak mudah
untuk dikenal oleh manajer agribisnis. Beberapa yang paling penting adalah:

1. Peminjam uang untuk membiayai piutang usaha


2. Peluang laba yang hilang (biaya kesempatan) karena adanya dana ekuitas
yang terikat dalam bentuk piutang usaha
3. Masalah likuiditas, yang dapat mengakibatkan bankir dan pemasok
perusahaan meningkatkan suku bunga a tau menurunkan jumlal1 kredit yang
diberikan kepada perusahaan
ALAT PENGENDALIAN AGRIBISNIS 239
4. Biaya yang berupa kerugian karena tidak tertag1nya piutang atau piutang
yang penagihannya sangat lambat sehi!'!gga mungkin harus didiskontokan
5. Biaya pengelolaan program kredit
6. Biaya kebijakan kredit yang terlalu bebas, yang sebenarnya dapat men-
jerumuskan pelanggan ke dalam kesulitan keuangan yang mengakibat-
kan kerugian usaha
7. Pemberian kredit yang terlalu be bas, yang akan memaksa reaksi pesaing
dengan penurunan marjin atau bahkan kebijakan kredit yang lebih bebas
8. Biaya kegiatan resmi dan kegiatan J~jnnya yang diperlukan untuk me-
nagih piutang usaha
9. Kekecewaan dan rasa tertekan pada saat kerja yang dialami oleh manajer
maupun pelanggan akibat pertikaian mengenai piutang
10. Meningkatnya risiko piutang usaha terhadap keberadaan (eksistensi) dan
keberlangsungan hidup perusahaan, dan alternatif penggunaan modal

Jika kita hanya terpaku pada kelemah:m ini saja, pemberian kredit tidak
akan kita kehendaki sama sekali. Namun tidak ada segmen bisnis, selain
agribisnis, yang mempunyai persentase peng6\}naan kredit yang sangat tinggi.
Sifat usaha yang sangat musiman dan arus dana yang tidak menentu dari
produk pemasaran tentu saja merupakan alasan utama mengapa kredit sangat
penting dalam sektor agribisnis. Tekanan persaingan adalah sedemikian rupa
. sehingga hampir semua manajer agribisnis harus belajar menguasai program
kredit secara trampil.

Beberapa Kemungkinan Memperoleh Laba


Karena kebanyakan agribisnis bergerak dalam bisnis pemberian pmJaman,
maka salah satu pilihan yang terbuka adalah menggunakan kretlit sebagai
pusat laba (profit center). Pemberian kredit memungkinkan peminimuman
biaya, atau dalam beberapa kasus, bisa menghasilkan laba yang sesungguhnya.
Pembebanan bunga atas piutang usaha sudah semakin banyak dilakukan
dewasa ini. Kondisi persaingan yang mendasar, suku bunga yang dibayar
perusahaannya, dan jumlah dana yang tersedia merupakan faktor penentu
atas suku bunga yang dibebankan. Sudah menjadi hal yang biasa pada perusa-
haan agribisnis untuk menarik beban bunga 1 sampai 2 persen per bulan atas
saldo piutang usaha yang belum ditagih.
Persyaratan kredit di Amerika Serikat harus diungkapkan berdasarkan
UP Keben1:1ran dalam Pemberian Kredit 1 yang diundangkan oleh pemerintah
pusat. Disamping itu, kebanyakan negara bagian mempunyai peraturan
kredit konsumen yang seragam, yang mengatur jangka kredih:lan suku bunga.
Pendekatan potensial lainnya adalah pemberian potongan harga untuk
penjualan tunai. Potongan harga ini dapat bersifat mutlak (pada saat pen-
jualan saja) atau diperpanjang untuk jangka waktu yang pendek, seperti
10 atau 30 hari setelah faktur penjualan dikirim kepada pelanggan. Potongan
harga yang sangat biasa adalah 1 persen untuk 10 hari. Ini berarti bahwa
pembeli boleh memotong 1 persen dari jumlah faktur kalau dibayar dalam

1 Truth in Lending, Vol. I, Regulation 2 Annual Percentage Rate Tables, Bo11rd of Gover-
nors, Federal Reserve System, Washington, D.C. 20551.
240 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

10 hari. Apabila persyaratan seperti itu ditawarkan oleh perusahaan pemasok,


manajer agribisnis harus mengambil manfaat darinya, karena jika dihitung
untuk satu tahun maka suku bunga yang dihemat akan sangat tinggi. Sebuah
buku kecil dengan uraian dan tabel suku bunga tersedia pada Bank Sentral
A S (setara dengan Bank Indonesia).
Dari persentase potongan tunai dapat kita hitung suku bunga tahunan
yang setara. Katakanlah Hilltop ingin mengurangi piutang usaha dengan
menawarkan potongan (diskon) tunai kepada pelanggannya. Misalnya, Hilltop
menawarkan 2 persen potoi:tgan harga untuk barang yang dibayar tunai dalam
30 hari, sedangkan piutang terse but harus dibayar Uatuh tempo) dalam
120 hari (2%/30, harus dibayar bersih dalam 120 hari). Dalam hal ini kita
akan menggunakan rumus berikut:

%~*00 3~~ri
Suku bunga tahunan ~-----x

yang setara (SBTS) 100-% disk on tanggal jatuh tempo- periode di*on

2l 365
SBTS ---x = 8,27%
100 - 2 120- 30

Dari sini Hilltop dapat mengetahui biaya kredit yang dapat dibandingkan
dengan pendekatan alternatif lainnya. Di sisi lain, hal ini juga bisa digunakan
Hilltop untuk mengevaluasi cara yang ditempuhnya dalam membayar rekening
akan hutang usahanya.
Pengecer juga seringkali mengusahakan semacam pelayanan kartu kredit
seperti Visa dan MasterCard. Keanggotaan dan pelunasan kredit dengan cara
ini menimbulkan biaya bagi perusahaan. Tetapi dengan cara ini piutang yang
tidak tertagih, penagihan yang terlalu lama, dan biaya piutang usaha bisa
ditanggulangi atau diperkeci!. Manajer harus mengukur biaya pelayanan se-
macam itu dengan membandingkannya terhadap biaya pemberian kredit dan
memilih alternatif yang menguntungkan.
Sebagaimana dalam pemberian kredit, pengelola agribisnis hendaknya
hati-hati -dalam mempelajari penggunaan jangka kredit yang tersedia dari
pemasok dan penjual. Strategi dalam bidang ini, yang dirinci dalam Bab 10,
dapat menambah laba perusahaan dalam jumlah besar.

Perencana Program Kredit


Rencana dan pengembangan yang cermat terhadap program kredit perusaha-
an merupakan kunci keberhasilan. Langkah pertama adalah mengembangkan
tujuan dan sasaran untuk program kredit. Tujuan dan sasaran ini hendaknya
dinyatakan secara jelas, yaitu berapa kenaikan penjualan, faktor persaingan,
danlaba.
Langkah kedua adalah menganalisis untung-rugi program kredit secara
cermat. Dalam ktan ini, penting bahwa semua biaya yang telah disebut di
atas dipertimbangkan. Manfaat yang diperoleh dari hal ini dapat berupapeng
hasilan dari beba:11 bunga yang dikenakan, penambahan volume, daya saing,
dan pengiriman yang bisa dilakukan lebih cepat sehingga mengurangi biaya
pergudangan.
Langkah ketiga adalah penyerahan tanggung jawab untuk pengelolaan
dan penyeliaan (supervisi) program kredit perusahaan. Ini merupakan fungsi
yang penting. Orang yang mengawasi program kredit hendaknya beroperasi
ALAT PENGENDALIAN AGRIBISNIS 241
berdasarkan kebijakan dan kendala tertulis yang telah ditentukan oleh pim-
pinan puncak, seperti batas-atas kredit, kepercayaan terhadap atau kelayakan
pembeli untuk menerima kredit, dan kebijakan penagihan.
Penentuan kelayakan kredit pembeli mungkin merupakan prioritas puncak
dalam menghindarkan kerugian akibat hutang yang tidak dilunasi dan lambat-
nya pembayaran. Kelayakan ini ditandai dengan 3 sifat khusus: watak, kapa-
sitas, dan modal.

Watak; Kapasit11s; Modal Watak mengacu pada kebiasaan perilaku, kejujuran,


dan sikap pribadi. Kapasitas merujuk pada penghasilan dan arus kas yang da-
pat digunakan pelanggan untuk melunasi hutangnya. Modal merujuk pada sol-
vensi (kemajnpuan membayar hutang pada saat likuidasi) atau kekayaan bersih
dari pelanggan. Ini merupakan ukuran agunan atau jaminan yang dapat disita
apabila pelanggan tidak mampu membayar. Ini merupakan jalan terakhir
untuk penagihan, dan sekiranya manajer memperkirakan bahwa penagihan
kredit akan memaksa pelanggan untuk melikuidasi aktivanya, maka penjual-
an seharusnya tidak dilakukan.
lnformasi tentang hal ini tersedia dari pemohon kredit, bank, referensi
kredit, perusahaan penilai kredit lokal dan nasional, dan biro kredit. Satu
survai baru-baru ini menunjukkan bahwa hampir setengah penyalur perbekal-
an usaha tani bahkan telah melangkah sedemikian jauh dengan meminta me-
reka yang membutuhkan kredit untuk mengaj.1kan permohonan kredit. Tidak
mengherankan jika kerugian kredit dan masalah piutang usaha lazim terdapat
pada agribisnjs.

Pemantauan Program ~.redit


Setelah program krectit ditentukan, manajer harus mengetahui apa yang
terjadi dan bagaimana program itu beroperasi. Beberapa rasio bisa digunakan
dalan1 pelaporan dan analisis program kredit.> Hanya dua dari yang paling
penting disajikan di sini.

Penghitungan Umur Pitang Usaha Alat yang paling penting untuk memantau
piutang usaha adalah penghitungan umur piutang usaha setiap bulannya.
Setiap perkiraan dalam buku besar diikhtisarkan dan dilaporkan dalam bentuk
yang serupa dengan yang ditunjukkan pada Gambar 9-3.
Kenaikan persentase perkiraan yang pe:unasannya tertunda-tunda, atau
pert.ambahan jumlah piutang usaha, memerlukan tinjauan ulang terhadap
program dan kebijakan kredit sebelum situasi memperrawan kesehatan ke-
uangan perusahaan.
Untuk mengendalikan perubahan piutang usaha, rasio yang menunjukkan
perubahan volume penjualan kredit dari satu periode ke periode lainnya bisa
digunakan.

Penjualan kredit periode berjalan persentase perubahan


X 100 penjualan kredit
Penjualan kredit periode sebelumnya

2 Kajian mendalam mengenai program kredit disediakan oleh Credit Management for
Small Business Firms, North Central Regional Extension Publication 54, Universitas
Negara Bagian Iowa, Ames, iowa 50011 (1978).
242 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Jangka waktu Piutang Persentase Persentase Persentase


peredaran usaha periode ini periode lalu penubahan
Kurang dari
30 hari

30- 60 hari

60-90 hari

Lebih dari
90 hari

Jumlah

Gombar 9-3 fkhtimr Perk iraan Buku Bemr.

Hutang yang tidak tertagih merupakan mimpi buruk manajer agribisnis.


Penjualan tanpa penagihan lebih buruk daripada tidak menjual sama sekali.
Bisnis tidak menderita_rugi hanya karena kehilangan marjin kotor saju, tetapi
juga parus menanggung kerugian untuk harga pokok penjualan barang atau
jasa, tambah rasa jengkel dan biaya usaha percobaan (biasanya tidak berhasil)
untuk menagih piutang tersebut. Untuk memantau piutang yang tidak ter-
tagih gunakanlah rumus ini

Piutang yang tidak tertagih (Rp) Piutang yang tidak tertagih


X 100 sebagai% penjualan kredit
Jumlah penjualan kredit

Biaya piutang yang tidak tertagih sangat mengganggu bagi banyak agribis-
nis. Gambar 9-4 menyajikan pemahaman yang lebih baik tentang besamya
pengaruh biaya ini terhadap laba bisnis.
~enaikan jumlah penjualan yang sangat besar yang diperlukan untuk
menutup piutang yang tidak tertagih dapat dilihat secara jelas pada Gambar
9-4. Misalnya, piutang yang tidak tertagih sebesar $20.000 memerlukan
penambahan penjualan paling tidak sebesar $100.000 dengan marjin penjual-
an 20 persen, hanya untuk mempertahankan jumlah laba yang sama tanpa
adanya piutang yang tidak tertagih. Penjualan kredit harus dipantau secara
hati-hati, kalau tidak, akan melahap habis semua laba yang dihasilkan bisnis,
Karena taruhannya sedemikian tinggi, maka perencanaan dan pelaksana-
an program kredit yang sangat hati-hati perlu bagi setiap agribisnis dan tim
manajemennya.

Gombar 9-4 Kenaikan penjualan yang dipedukan untuk menutupi


piutang J~:ang tidak tertagih.

Piutang yang l---:cc----.--'M..::ac:.._rj_in_-r_--::--:c-:---


tidak tertagih 5% j 10% j 20%
atau kerugian l---:-(h-a-ru_s_m_e-'-n-am_b_<_l,-p-en-j-ua-la-'-n-s-ebe-sa_r_)- -

s
s
1.000
5.000
$ 20.000
$100 000
I s 10.000
$ 50.000
I s 5.000
s 25.000
$20.000 $4oooon 1 s2oo.ooo s1oo.ooo
ALAT PENGENDALIAN AGRIBISNIS 243
IKHTISAR
Sebagaimana telah kita lihat, program pengendalian adalah sarana yang dapat
digunakan manajer agribisnis untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan
bisnis, meramalkan kecenderungan dan hasil, mengumpulkan data untuk
perencanaan, menentukan sasaran, dan memanfaatkan pelajaran dari pe-
ngalaman masa lalu. Pengendalian dicapai dengan perantaraan program dasar
yang berkaitan dengan pemasaran, produksi, personalia, catatan keuangan,
serta program yang Jebih rumit untuk organisasi yang lebih besar. Program
pengendalian yang paling umum adalah anggaran dan prakiraan, atau. peramal-
an masukan dan keluaran bisnis,
Agar efektif, program pengendalian harus menggabungkan teknik kuar.-
titatif (konsensus, logika, skenario, dan sebagainya). Ada enam langkah ber-
urutan untuk mengembangkan program pengendalian; dari semua itu, tiga
merupakan pusatnya adalah; tinjauan ulang terhadap sasaran dan tujuan
organisasi, analisis atas situasi pada saat ini berkenaan dengan tujuan itu,
dan hubungan proyeksi biaya (masukan) terhadap proyeksi pe,nghasilan
(keluaran). Program pengendalian harus secara tetap dipantau dan dinilai
kembali dengan perantaraan lima FPU (faktor pengendalian utama).
Teknik manajemen baru yang sangat menarik dan disebut sebagai mana-
jemen berdasarkan penyimpangan telah memusatkan perhatian pada bidang-
bidang agribisnis di mana terdapat sejuinlah masalah, dan telah membuat
data lebih mudah dihasilkan dan dimengerti.
Salah satu bidang terpenting yang paling membutuhkan program pengem-
bangan adalah bidang pengendalian kredit, d1 mana biaya yang membubung
tinggi seringkali menyebabkan kesulitan keuangan yang serius bagi agribisnis.
Dua kemungkinan pemecahan adalah dengan menjadikan pemberian kredit
sebagai pusat laba atau memberikan potongan harga (diskon). Biar bagaimana-
pun, program kredit ho.rus dirancang dan dipantau secara cermat agar dapat
mengembangkan suatu sistem untuk menentukan kelayakan kredit pelanggan
dan untuk meminimumkan piutang usaha atau meniadakan piutang yang
tidak tertagih.
Manajer agribisnis yang menerapkan alat pengendalian dasar ke dalam
kegiatan sehari-hari bisnis akan mendapat kesempatan yang baik untuk
mengembangkan dan menjalankan perusahaan yang menguntungkan.

PERT ANY AAN UNTUK DIBAHAS


1. Definisikan pengendalian dan jelaskan mengapa hal itu merupakan alat
manajemen yang begitu penting.
2. Jelaskan tujuan atau maksud program pengendalian dan h.!kiskan bidang-
bidang agribisnis yang paling sering menerapkannya.
3. Apakah perbedaan dasar antara prakiraan dan anggaran? Bagaimana
keduanya saling berkaitan?
4. Bahaslah mengapa anggaran begitu penting bagi bentuk agribisnis pada
masa mendatang.
5. Kaji dan bahaslah penggunaan dari berbagai pendekatan kuantitatif dan
kwalitatif untuk mengembangkan prakiraan dan anggaran.
244 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

6. Bahaslah masing-masing dari keenam belas langkah untuk mengembang-


kan program pengendalian dan maksud dari setiap langkah.
7. Sebutkan manfaat penggunaan manajemen berdasarkan penyimpangan
sebagai pendekatan manajerial untuk program pengendalian.
8. Deri.gan menggunakan angka-angka hipotesis, tambahkan 2 bulan pada
grafik managemen berdasarkan penyimpangan Acme.
9. Ceritakan mengapa kredit diberikan dan mengapa hal itu merupakan
mekanisme penjualan.
10. Bahaslah dan jelaskan biaya sesungguhnya dari pemberian kredit.
11. Dalam keadaan bagaimana pemberian kredit dapat menjadi pusat laba?
12. Bahaslah mengapa kelayakan kredit merupakan langkah yang paling
penting dalam pemberian kredit.
13. Kaji dan bahaslah bahaya dari pemberian kredit bagi agribisnis.
14. Ceritakan program pengendalian yang akan Anda gunakan untuk mengen-
dalikan kredit dalam sesuatu agribisnis yang Anda pilih.

KASUS KECIL
Bayangkanlah suatu agribisnis yang sebenarnya atau hipotesis dan kembang-
kan program pengendalian manajemen berdasarkan penyimpangan bagi
bisnis itu.

PERTANYAAN
1. 'fulislah uraian tentang agribisnis tersebut.
2. Sebutkan semua keenam belas langkah untuk mengembangkan program
pengendalian dan ceritakan bagaimana Anda akan menangani program
tersebut.
3. Kembangkan penyimpangan yang diperbolehkan.
4. Gambarkan sebuah grafik dan tunjukkan contoh dari angka-angka yang
digunakan dalam mr:ngembangkannya menurut peraga manajemen ber-
dasarkan penyimpangan.
- ...
TUJUAN

Memahami proses pengambilan


keputusan dan peranannya dalam manajemen
profesional
Menerangkan biaya variabel dan tetap
dan hubungannya dengan volume bisnis
Belajar untuk menghitung. titik impas
Menerapkan teknik analisis volume-biaya
terhadap keputusan agribisnis yang penting
Menguraikan peranan yang sangat
penting dari keputusan investasi terhadap
agribisnis
Mengembangkan pemahaman terhadap
"nilai waktu" (time~value) dari uang
Mengkaji dan mempelajari' pemakaian
alat dasa1 untuk menganalisi& keputusan
investasi dalam agribisnis

Manajer agribisnis bertumpu pada alat


keuangan khusus untuk mengambil keputusan.

Keterangan gambar:
A. Penyusunan anggaran modal
B. Analisis volume-biaya

MEMUTUSKAN UNTUK TIDAK MEMUTUSKAN


SAMA DENGAN MEMUTUSKAN.

ALAT UNTUK PENGAMBILAN


10
KEPUTUSAN MANAJEMEN
DALAM AGRIBISNIS
JUMLAH
PENDAPATA"N

B!AYATOTAL

JUMLAH B!AYA TETAP

VOLUME

B ANA LIS IS VOLUME BIA Y A


248 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

PERT ANY AAN YANG MENGOODA


Perusahaan pengepakan dan pengapalan Happy Valley sedang berkembang
dengan sangat baik sampai pemilik baru mengambil-alih dan mulai melakukan
tekanan demi peningkatan prestasi dan pengembalian (return) investasi yang
lebih baik. Tetapi sekarang Brad Johnson, manajer umum yang baru ditugas-
kan, sedang menghadapi berbagai persoalan, alternatif, dan gagasan untuk
memperbesar laba. Meskipun dia mempunyai beberapa informasi akuntansi
yang baik, dia tidak yakin bagaimana menggunakannya untuk menjawab
pertanyaan manajemen yang sukar, seperti:
l

"Berapa yang harus saya jual untuk menutup semua biaya saya?"
"Berapa besar volume bisnis yang perlu agar tercapai ROI sebesar 10
persen?"
"Bila saya menurunkan harga 5 persen agar dapat menjuallebih banyak,
apakah itu menguntungkan?"
"Mampukah saya membeli peralatan elektronik yang baru untuk penyor-
tiran?"
"Bagaimana saya akan meyakinkan dewan direktur mengenai perluasan
penanaman modal yang terbaik untuk bisnis?"

Manajer agribisnis yang profesional menganggap pengambilan keputusan se-


bagai proses dan menggunakan perangkat analitis untuk membantu pengam-
bilan keputusan jika hal itu memungkinkan. Kemudian mereka melengkapi
analisis resmi dan pengambilan keputusan dengan pengalaman pribadi, per-
timbangan, dan intuisi mereka terhadap situasi.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Definisi
"Pengambilan 1teputusan adalah suatu proses untuk memilih satu cara atau
arah tindakan dari beberapa alternatif yang ada demi tercapainya hasil yang
diinginkan." Definisi ini dianalisis dalam seksi-seksi berikut.

Proses Gagasan penting yang pertama di sini terdapat pada perkataan proses.
Proses menandakan adanya kegiatan atau pelaksanaan sesuatu. Kita perlu
menyadari bahwa pengambilan keputusan yang baik adalah proses aktif di
mana manajeriterlibat secara pribadi dan agresif. Tentu saja keputusan bisa
menjadi tercip.ta dari kelalaian; artinya, kita tidak mengambil keputusan
sampai sedemikian lama sehingga keputusan itu tidak diperlukan lagi. Hampir
semua orang menyadari bahwa penundaan pengambilan . keputusan yang
sedemikian lama merupakan masalah. Dan pengambilan keputusan yang baik
menuntut keterlibatan aktif dan ketepatan waktu.
Memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa bukanlah keputus::m yang
tercip'ta dari kelalaian (default decision). Memutuskan untuk "menunggu dan
berjaga" mungkin merupakan pilihan yang logis dan benar. Keputusan akibat
kelalaian merupakan kegagalan untuk memutuskan. Memang, bisa jadi, hal
ALAT UNTUK PENGAMBILAci KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS 249
semacam itu mendatangkan yang baik, tetapi setiap hasil yang baik dari
keputusan akibat kelalaian benar-benar merupakan kejadian di luar dugaan.
Setiap keberhasilan merupakan sesuatu yang terlepas dari manajemen, bukan
merupakan hasil yang dicapainya; karena itu, hampir semua. manajer tidak
bertumpu pada keputusan akibat kelalaian kendatipun kemungkinan untuk
itu selalu ada.

Pemilihan Gagasan kunci yang kedua dalam pengambilan keputusan adalah


pemilihan (choosing). Pemilihan rnenandakan adanya pilihan; yaitu, ada
alternatif untuk dipilih. Bila tidak ada alternatif maka tidak ada keputusan
y::mg akan diambil. Dan, alternatif harus layak, harus realistik dan dapat
dijangkau. Misalnya, penghapusan hutang merupakan alternatif tetapi jarang
merupakan sesuatu yang realistik. Jadi seringkali tidak perlu dipertimbangkan
s<'lmgai alternatif dalam kebanyakan situasi.

Tujuan Akhfrnya, pengambilan keputusan mempunyai mallsud. Pengambilan


keputusan yang efisien menuntut bahwa tuju.an yang jelas telah ada di benak
pengambil keputusan. Pengendara yang tidak mengetahu.i tujuannya akan
berputar-putar tanpa arah. Demikian juga halnya dengan para pengambil
keputusan. Apabila tujuannyajelas, keputusan yang baik lebih mudah ditetap-
kan.
Tujuan, sebagaimana halnya dengan alternatif, harus layak dan bersifat
khusus. Untuk mengatakan "Tujuan saya adalah menghasilkan laba sebanyak
mungkin," tidak akan banyak menolong dalam mengoperasikan pemasaran
pupuk. Pernyataan itu terlalu bersifat umum sebagai tujuan yang berguna.
Memaksimumkan laba sama seperti sebutan 'I'uhan, ibu, negara, dan ape!.
Semua orang dapat menyebutkannya. Tetapi tujuan khusus, seperti "Meng-
hasilkan 10 persen pengembalian atas inve&tasi, mempertahankan tingkat
pertumbuhan tahunan sebesar 5 persen, dan menyediakan lowongan kerja
yang berarti bagi anggota keluarga," akan jauh lebih bermanfaat dalam mem-
bimbing pengambilan keputusan setiap harinya.

Proses Pengambilan Keputusan


Proses pengambilan keputusan hanyalah merupakan prosedur yang logis
untuk mengidentifikasi masalah, menganalisisnya, dan menghasilkan pemecah-
an. Hal itu dapat dilaksanakan secara formal di mana banyak orang dilibat-
lan dalam berbagai aspek, bekerja selama berbulan-bulan, menghabiskan
banyak uang, dan menerbitkan laporan yang panjang. Tetapi dapat juga
berlangsung secara tidak formal setelah minum kopi selama beberapa me-
nit tanpa laporan tertulis sama sekali. Makin penting persoalan, makin cen-
derung diadakan proses yang bersifat form?l. Dalam keadaan~apa pun, peng-
ambilan keputusan yang profesional merupakan proses sistematik yang me-
libatkan beberapa langkah yang agak khusus.
Proses pengambilan keputusan melibatkan tiga unsur yang perlu. Pertama,
pengambilaii keputusan didasarkan pada fakta. Makin kecil informasi faktual
yang relevan tersedia, makin sulit proses pengambilan keputusan. Kedua,
pengambilan keputusan melibatkan analisis informasi faktual. Analisis mung-
kin merupakan perlakuan statistik yang sangat sulit, menggunakan komputer
besar, atau dapat merupakan proses pemikiran logis yang sederhana, tetapi
dalam kedua kasus itu memerlukan pengujian fakta secara cermat. Akhirnya,
250 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

proses pengambilan keputusan membutuhkan unsur pertimbangan, penilai-


a~ yang subyektif terhadap situasi berdasarkan pengalaman dan pandangan
umum. Walaupun secara teoretis ada kemungkinan untuk menjalankan proses
pengambilan keputusan secara mekanis.penuh, namun jarang sekali tersedia
cukup banyak data, sumber daya, atau waktu untuk menganalisisnya secara
lengkap. Pertimbangan manusia diperlukan dalam pengambilan keputusan
yang profesi~nal. L~ngkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi masalah. Ini sering merupakan yang paling sulit. Antata gejala
dengan masalah yang sesungguhnya seringkali terdapat pengacauan.
Misalnya, kita bisa melihatnya sebagai masalah laba yang rendah, padahal
laba yang rendah tersebut hanya merupakan akibat dari sistem distribusi
yang tidak efisien dan berbiaya tinggi. Apabila masalah telah dirumuskan
secarajelas, maka kita akan dapat menanganinya secara mudah.
2. Ikhtisar Fakta. Langkah ini mengutamakan dan menyoroti informasi
yang berkaltan dengan permasalahan dan pemecahannya. Munskln akan
sangat penting untuk mencatat tujuan perusahaan secara keseluruhan,
dampak permasalahan terhadap bisnis, .faktor-faktor lingkungan yang
membatasi kemungkinan pemecahan, atau fakta teknis yang mempe-
ngaruhi hasil.
3_ Penataan altematif. Langkah ini mengidentifikasi dan mengumpulkan
alternatif-alternatif pemecahan yang layak untuk menyimak berbagai
kemungkinan. Hanya pemecahan yang layaklah yang harus dipertimbang-
kan.
4. Ana/isis. Langkah ini mungkin memerlukan pengujian yang sulit, yakni
pertimbangan mengenai laba-rugi untuk setiap altematif. Ini menyagkut
tujuan jangka panjang dan pendek perusahaan. Walaupun analisis harus
obyektif, namun proses pemilihan akhir harus mengandung penilaian
atau alternatif yang subyektif.
5. Tindakan. Langkah akhir melibatkan pelaksanaan pemilihan altematif.
Hal ini sering memerlukan perencanaan yang hati-hati sebelumnya. Tetapi
ini merupakan langkah yang kritis. Tanggung jawab manajemen bukan
hanya memutuskan saja; tetapi menuntut pelaksanaan dan hasil.

ALAT-ALAT KEPUTUSAN
Alat untuk menganalisis alternatif dan pengambilan keputusan manajeinen
banyak sekali dan tumbuh dengan cepat. Beberapa di antaranya rumit, se-
mentara yang lainnya sederhana. Proses pengambilan keputusan yang baru
saja diuraikan dengan sendi11\nya juga merupakan alat. Tetapi di antara alat
keputusan yang lebih penting yang digunakan oleh manajer agribisnis adalah
analisis volume-biaya dan analisis investasi penanaman modal. Ini karena
kebanyakan bisnis pertanian sangat bersifat musiman sehingga investasi yang
besar hanya dipakai untuk jangka waktu yang sangat pendek - misalnya,
selama musim tanam atau panen. Kadar musiman yang tin~gi ini menitik-
beratkan pentingnya keputusan penanaman modal dan penggunaan aktiva
tetap. Penggunaan analisis volume-biaya dijelaskan dalam bab ini, dan hal
itu menunjukkan bagaimana anali">is pengan~~aran modal - analisis investasi
Japat digunakan untuk menetapkan keputusan investasi.
ALAT UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS 251
Analisis Volume-Biaya
Analisis volume-biaya merupakan alat untuk menguji hubungan antara biaya
dan volume bisnis yang dilakukan. Alat ini menganalisis perbedaan jenis
biaya yang dibebankan oleh setiap agribisnis dan bagaimana mereka di-
pengaruhi oleh volume bisnis yang dilakukan. Analisis volume-biaya (atau ana-
lisis impas sebagaimana biasanya disebut) menunjukkan tingkat bisnis yang
perlu agar impas (pendapatan sama dengan biaya) dan menghasilkan sejumlah
laba berdasarkan berbagai macam asumsi ten tang biaya dan harga.
Analisis volume-biaya dapat menunjukkan dampak perubahan harga pen-
jualan atas volume bisnis yang perlu untuk mencapai tingkat laba tertentu. Ini
dapat berguna dalam menilai berbagai strategi pemasaran, seperti pengeluaran
untuk iklan dan promosi, harga masing-masing produk dan jumlah biaya
penggunaan peralatan baru.
Dasar untuk af'\a!isis volume-biaya adalah pemisahan biaya ke dalam
dua kategori, yakni biaya tetap dan variabel. Biaya tetap adalah biaya yang
tidak berubah karena volume bisnis. Biaya variabel merupaKan b1aya yang
berubah secara langsung sesuai dengan volume penjualan. Pertanyaan kunci
dalam menentukan pembagian biaya ini adalah apakah biaya dipengaruhi
langsung oleh produk yang dijual. Dengan kata lain, biaya tetap selalu ada
tanpa menghiraukan jumlah bisnis yang dilakukan. Seger a setelah bisnis
menghasilkan produk untuk dijual, maka akan muncul sejumlah biaya ter-
tentu, tanpa memperdulikan ada tidaknya penjualan. Hal ini disebut biaya
tetap atau biaya tertanam (sunk cost).
Sebaliknya, ada beberapa beban (expense) tambahan yang dikeluarkan
ketika produk dijual. Beban ini tidak dibebankan pada perhitungan rugi-laba
apabila penjualan belum diselesa,ikan. Hal ini merupakan biaya variabel.
Harap diperhatikan bahwa penekanannya adalah pada penjualan. Penjualan
produk atau jasa. yang sebenarnya merupakan titik penentuan. Bahkan pada
pabrik pembuatan atau pemrosesan di mana biaya telah dikeluarkan melalui
proses produksi, namun titik atau saat penentuan baru tercapai setelah pen-
jualan benar-benar terjadi. Sampai transaksi penjualan diselesaikan;iidak ada
biaya dihitung sebagai beban dan karena itu tidak dimasukkan dalam per-
hitungan rugi-laba. Karena itu, biaya ini tetap berada dalam persediaan dan
hanya kelihatan pada neraca. Apabila tidak ada penjualan dalam satu periode
tertentu, maka menurut definisi ini tidak ada biaya variabel. Penjualanlah
yang menyebabkan terjadinya biaya varjabel.
Beberapa orang cenderung mengacaukan biaya variabel dengan biaya
terkendali (controllable costs), padahal keduanya sebenarnya tidak sama.
Beberapa biaya variabel dapat dikendalikan oleh manajemen, tetapi yang
lainnya tidak. Misalnya, biaya bensin yang bertalian dengan pengiriman
produk merupakan biaya variabel sebab dikeluarkan secala otomatis jika
dan hanya jika produk benar-benar dijual atau dikirim. Tetapi manajemen
biasanya hanya dapat berbuat sedikit saja hila ingin mengendalikannya.
Sebaliknya biaya iklan biasanya dapat dikendalikan tetapi tidak berubah
langsung berdasarkan volume penjualan. Paling tidak, secara teoretis iklan
mengakibatkan penjua).an, .dan hal itu merupakan kebalikan dari biaya
variabel. Sekiranya pemuatan iklan telah dijanjikan maka rekeningnya harus
dibayar tanpa memperdulikan apakah penjualan berhasil atau tidak. Jadi
iklan merupakan biaya tetap meskipun dapat diken<:!:llikan.
252 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Barangkali gambaran dengan grafik dapat menjelaskan lebih lanjut penting-


nya konsep biaya variabel dan tetap. Anggaplah TCP Inc. mempunyai biaya
tetap atau overhead, sebagaimana biasanya disebut, sejumlah $200.000
untuk setiap tahun.

Biaya Tetap Biaya tetap selalu konstan tanpa tergantung dari volume selama
periode tertentu. Jika TC!;' Inc., menjalankan bisnis, tetapi be!um menjual
sama sekali; jumlah biaya tetap adalah $200.000. Sekiranya volume penjual-
annya $200.000, maka biaya tetapnya $200.000 juga. Apabila volume pen-
jualan $500.000 biaya tetap juga $200.000. Garis datar menunjukkan ketidak-
terkaitannya dengan volume penjualan itu; biaya tetap akan tetap sebes:u
$200.000 (Gambar 10-1).
Sekarang perhatikan biaya tetap sebagai persentase dari penjualan. Jika
penjualan TCP Inc. hanya bernilai $200.000 dari produk jeruk selama se-
tahun, biaya tetap tiap dolar penjualan adalah 100 persen ($200.000 + $200.
000). Apabila nilai penjualan sebesar $400.000, maka biaya tetap turun
menjadi 50 persen, Bila penjualan $500.000, biaya tetap turun menjadi 40
persen dari penjualan. Pada penjualan $1 juta, biaya tetap turun menjadi
20 persen dari penjualan. Persentase biaya tetap menurun terus selama volume
bertambah untuk pabrik (bidang tanah) yang sama (Gambar 10-2). Kenyata-
an bahwa biaya tetap sebagai persentase penjualan menurun dengan cepat
apabila penjualan meningkat sungguh sangat penting untuk beroperasi secara
efisien pada agribisnis.

Biaya Variabel Sebaliknya, biaya variabel mempunyai pola yang sangat


berbeda. Anggaplah bahwa biaya variabel setiap ton penjualan TCP Inc.,
rata-rata 60 persen dari setiap dolar penjualan; artinya, dari setiap satu dolar
penjualan, 60 sen merupakan biaya (termasuk harga pokok penjualan). Pada
penjualan nol, TCP Inc_, tidak mengehiarkan biaya varia bel, jadi julnlah biaya
varia bel permulaan adalah nol. Bila penjualan $200.000 dan dalam setiap do-
lar terkandung biaya variabel 60 sen, maka jumlah biaya variabel menjadi
$120-000 (0,60 X $200-000) untuk peri ode tersebut. Pada penjualan $400.000
jumlah biaya variabel $240_000 (0,60 X $400.000) (Gambar 10-3):
Sekarang, dengan memperhatikan biaya variabel untuk setiap satu dolar
penjualan, jika: TCP Inc., menjual $200.000, biaya variabel per ton adalah

Gam bar 10-1 Tan'pa memperdulikan volume penjualan,


biaya tetap selalu 'iaJna.

1-------r-------..,... Jumlah
biaya
tetap

0 o:---~1~oo~~~--~~~~--~~~

Volume penjualan (ribuan $)


ALAT UNTUK Pl!NGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS 253

IOOr

O0'----10'-0--2-'-0-0--:-'-,Q-0--400'----5.1...00---'GCJG

Volume penjualan (ribuan $)

G11rnbar 102 Apabila volume penjualan bertambah, biaya tetap


ll<!bagal persentase penjualan akan menurun

60 persen. Bila penjualannya $400.000, biaya variabelnya 60 persen. Jelaslah,


tidak peduli berapa volume penjualan, biaya variabel per ton tetap saja 60
persen, dengan perkataan lain konstan (Gambar 10-4).
Gagasan pokoknya dapat diringkas sebagai berikut: (1) Apabila penjualan
meningkat, jumlah biaya variabel meningkat, tetapi persentasenya konstan
dan (2) apabila penjualan bertambah, jumlah biaya tetap selalu konstan,
tetapi persentasenya menurun.

Has:1lah Khusus dalam Pengalokasian Biaya


BlA YA SEMIVARIABEL Ada jenis ketiga dari biaya - yakni biaya semi-
\'ariabel. Ini adalah biaya yang sebagian tetap dan sebagian variabel, seperti
misalnya rekening listrik. Ada pembebanan tetap setiap bulan dan kemudian
beban penggunaan variabel ditambahkan. Hal ini harus dipertimbangkan
dalam hubungan volume-biaya. Cara yang sederhana untuk menangani biaya
semivariabel adalah dengan menghitung secara hati-hati bagian yang tetap,
yaitu bagian biaya yang selalu ditanggung oleh bisnis, kemudian hitunglah

Gambar 10-3 Jumlah biaya variabel meningkat sejalan


dengan pertambahan volume penjualan

Jumlah
300.000

~
.. 200.000
.
>
co
100,000

Volume penjualan (ribuan $)


254 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

100

..
c:
-;;
80
Biaya
"
;:
.,
c.
60 1--------------- varia bel sebagai
persentase
~ penjualan
!S 40

.,~
0.. 20

0
0 100 200 300 400 500 600
Volume penjualan (ribuan $)

Gambar 10-4 Tanpa memperdulikan volume penjualan,


biaya varia bel sebagai persentase penjualan tetap konstan.

bagian yang bertambah setiap kali terjadi penambahan penjualan. Dengan


alokasi biaya semivariabel ini, analisis volume-biaya dapat berlangsung.
BIAYA INKREMENTAL YANG TIDAK KONSTAN Kesulitan lain adalah
biaya variabel yang bertambah karena peningkatan penjualan, tetapi per-
tambahan tersebut tidak konstan. Artinya, apabila penjualan meningkat
ke tingkatan yang lebih tinggi, tambahan biaya untuk setiap unit meningkat
lebih kecil atau lebih besar. Situasi ini dapat ditangani secara baik sejauh
hubungan yang pasti diketahui. Analisis grafis atau matematis malah akan
bertambah sulit tetapi analisis dapat dilakukan dan digunakan dengan cara
yang sama (Gambar 10-5).
BIAYA TETAP PER RENTANG PRODUKSI Beberapa biaya bersifat tetap
(lumpy) untuk satu rentang (range) produksi saja sehingga apabila rentang
tersebut dilewati dan dicapai suatu jumlah produk tertentu maka biaya
tetap berubah. Misalnya, ketika truk pengirim mencapai kapasitas maksimufn,
penjualan tidak dapat ditingkatkan lebih lanjut kecuali dibeli truk lainnya.
Tambahan truk dengan sendirinya menaikkan biaya tetap, seperti penyusut-

Gambar 10-5 Grafik dalam keadaan di mana jumlah


biaya variabel meningkat lebih lar1,bat ketimbang pertambahan
penjualan
Jumlah

Volume pehjualan (ribuan $)


ALAT UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS 255

300,000

Jumlah
~ 200,000 r---- biaya
tetap
"'
~
ii'i
100.000 1------------'

Volume penjualan (ribuan $)

Gambar 106 Jumlah biaya tetap dapat tergantung pada


rentang \'Olume penjualan (lumpy).

an, asuransi, dan izin untuk truk yang baru (Gambar 10-6). Sifat biaya yang
berjenjang ini dapat juga dimasukkan dalam analisis volume-biaya secara
grafis atau matematis. Hanya, lebih sulit.
PANJANGNYA SUATU PERIODE Panjangnya periode yang dipertimbang-
kan sangat berperan dalam menentukan apakah biaya akan diklasifikasi-
kan sebagai tetap atau variabel. Dalam jangka waktu yang panjang, semua
biaya menjadi variabel terhadap volume penjualan. Bahkan penyusutan,
yang sering dimasukkan sebagai biaya tetap yang klasik, dapat berubah
sesuai dengan volume bisnis bila jangka waktu cukup lama, sehingga bangun-
an baru sempat dibangun. Misalnya, setelah jangka waktu lima tahun, per-
tumbuhan bisnis, sarana baru yang lengkap mungkin dibangun sebagai hasil
langsung dari peningkatan volume bisnis. Tetapi dalam jangka waktu yang
sangat pendek, katakanlah satu hari, semua, kecuali biaya yang sangat lang-
sung bertalian dengan biaya produksi dan biaya nyata dari penjualan, ber-
sifat tetap dan tidak berubah selama peri ode tersebu t.
Itulah sebabnya, kita perlu menetapkan berapa panjangnya: periode
yang sedang kita pertimbangkan. Periode yang akan kita pilih tergantung
sepenuhnya pada masalah yang ada hubungannya dengan keputusan yang
diambiL Pada umumnya, periode tersebut cukup pendek, misalnya, satu
musim atau satu kuartal, a tau yang paling umum adalah satu tahun.
Sebenarnya, titik yang tepat untuk memisahkan biaya tetap dan variabel,
tidak terlalu penting untuk membuat perkiraan yang kasar terhadap hubungan
volume-biaya. Tentu saja analisis bisa tidak lebih baik daripada informasi
yang digunakan dalam membuat analisis. Tetapi pengalaman menunjukkan
bahwa selama ketelitian yang cukup besar diberikan dalam menerapkan
definisi yang tepat untuk pengalokasian biaya menjadi b~gian tetap dan
variabel, dan jangka waktu yang realistik diperkirakan, maka perkiraan yang
cukup tepat sehubungan dengan biaya tetap dan variabel dapat dilakukan
tanpa memperdulikan biaya semivariabel, peningkatan. biaya tambah yang
tidak sama, atau biaya tetap per rentang produksi. Analisis volume-biaya
kemudian dapat dilakukan, dan akan menghasilkan pandangan yang sangat
bergu.ta terhadap pertanyaan manajemen yang penting. Tentu saja, apabila
diketahui terjadi penyimpangan besar dari asumsi yang sederhana tersebut
maka hal itu harus diperhatikan.
256 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Prosedur Analisis Volume-biaya Ambilah suatu laporan operasi yang khas


dari Hilltop Fertilizer Co., Inc. (Bab 6) dan analisislah hubungan volume
biaya. Ada empat langkah vang berbeda dalam menentukan titik impas
(break euen) dari laporan oper~si perusahaan.
LANGKAH 1: MENGIDENTIFIKASI BIA Y A TET AP DAN V ARIABEL
Klasifikasi be ban (expense) yang sebenarnya dari perhitungan rugi-laba
perusahaan tergantung pada unsur pembentuk setiap beban. Jadi kita perlu
akrab dengan pengoperasiannya, dan sistem akuntansinya perlu akurat.
Misalnya, sewa bagi satu perusahaan mungkin benar-benar merupakan jumlah
bulanan tetap, sedangkan perusahaan lain bisa saja mempunyai kontrak
sewa yang berdasarkan tingkat penjualan sehingga beban tersebut merupakan
biaya variabel.
Perhatikanlah Hilltop Fertilizer Company (Peraga 10-1) dan pisahkan
biaya tetap dan variabelnya untuk satu tahun. Hilltop merupakan contoh
nyata dari pabrik pupuk eceran di Midwest; penetapan biaya tetap dan varia-
belnya didasarkan pada keadaan yang sebenarnya sebagaimana diinterpretasi-
kan oleh manajemennya.

Gaji dan upah, termasuk tunjangan - umumnya tetap; karena Hilltop


beroperasi hanya dengan pekerja tetap dan hanya membayar upah lembur
yang minimum, maka semua gaji dan upah pada dasarnya bersifat tetap,
dengan hanya $3.500 untuk upah lembur. Setelah Hilltop memulai
bisnis untuk satu tahun, maka biaya pekerjanya harus ditanggung tanpa
memperdulikan volume bisnis. Sekiranya Hilltop menggunakan pekerja

PERAGA Perhitun~an rugi-laba Hilltop Fertilizer Co., Inc.


101 untuk Tahun yang Berakhir pada 31 Desember 1984

PERSEN DAR! ,/
POS cJUMLAH . PENJUALAN ; '

Penjualan 1 $1.000.000 . 100,0


Harga pokok penjualan 750.000 . 75,0
Marjin kotor $ 250.000 25,0
. Beban operasi
. , , Gaji dan up;m, tennasuk tunjangan. , $ 75.000 7,6
Pajak lokal, perijinan 6.000 0,5
Asuransi 6.000 0,6
Penyusutan 20.000 2,0
. --Sewa dan lease 7.000 0,7
Iklan dan promosi 5.ooo 0,5
Beba1. kantor . . , 2.000 . 0,2
Utilitas (saran& iimiim) a:ooo .. 0,3
. Pemeliharaan dan perbaikan . . 17.000 . 1;7
'; Piutang yangtidak;teltagih .:.;- . ,v i.: ;; 2.000 " ''''0;2
f '
Perbekalan ';4.000. 0,4
: , : ,; Lain-lain .,, .' . ;4.000 ' 0,4
.. ,Jumlah beban operasi , ... $ 160.000 15,0
Laba operasi bersih " . '.).
$ '100.000. -10,0
Bebanbunga 16.000 ''--.!..ll
Laba bersih $ :_ 85;000 8,5
ALAT UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGR!BISN!S 257
sambilan atau musiman selama musim sibuk seperti kebanyakan agribisnis
lainnya, maka sebagian dari biaya gaji akan menjadi biaya variabel, karena
biaya tersebut tidak akan dikeluarkan sampai tercapai volume penjualan
tertentu, namun kemudian meningkat karena pertambahan volume
penjualan. Biaya kerja lembur dianggap sebagai variabel, karena biaya
ini dihitung apabila penjualan mencapai tingkat yang lebih tinggi.
Pajak Lokal dan Perijinan - tetap karena konstan tanpa dipengaruhi
penjualan.
Asuransi- tetap karena tidak tergantung pada penjualan.
Penyusutan - tetcp karena tidak tergantung pad a penjualan.
Sewa dan Lease- tetap karena tidak tergantung pada penjualan.
!klan dan Promosi - tetap dalam hal ini dan dalam kebanyakan kasus.
Hanya bagian-bagian seperti cap atau hadiah insentif yang terikat pada
penjualan.
Beban Kantor - tetap, umumnya, karena kebanyakan biaya penyeleng-
garaan kantor akan dikeluarkan setiap kali kantor dibuka.
Utilitas - tetap dalam kasus ini, karena sangat sedikit utilitas Hilltop
yang terkait langsung pada penjualan. Pada perusahaan di mana mesin
listrik besar dijalankan kalau volume meningkat, sebagian besar utilitas
mungkin bersifat variabel.
Pemeliharaan dan Perbaikan - dipisah menjadi setengah-tetap dan se-
tengah-variabel dalam kasus Hilltop. Ini disebabkan karena daya peng-
hancur pupuk mengakibatkan banyak pemeliharaan dan perbaikan tidak
tergantung pada pemakaian. Namun pemeliharaan dan perbaikan lainnya
tergantung dari tingkat penjualan.
Piutang yang Tidak Tertagih - variabel, karena biasanya terikat erat
pada tingkat penjualan. Makin besar penjualan biasanya makin besar
jumlah piutang yang tidak tertagih yang diderita.
Perbekalan - variabel dalam kasus ini, walaupun hal itu sangat tergantung
pada jenis bisnis dan hal-hal apa yang dimasukkan dalam perbekalan
(supplies).
Lain-lain - dipisah an tara tetap dan variabel tergantung pada unsur pem-
bentuknya. Manajer Hilltop memperlihatkan bahwa pembagian 50-50
secara kasar merupakan pertimbangan yang paling baik.
Beban Bunga - tetap, sebab hal itu berubah-ubah menurut jumlah uang
yang dipinjam, bukan menurut volume penjualan. Bunga atas pinjaman
jangka panjang jelas bersifat tetap. Pinjaman jangka pemlek, yang bersifat
musiman, tidak begitu jelas, tetapi peminjaman untuk me.nbiayai per-
sediaan tidak disebabkan oleh penjualan. Hal itu dimaksudkan untuk
memungkinkan penjualan di masa mendatang. Hanya apabila pinjaman
dilakukan karena telah mengadakan penjualan, maka bunga dimasukkan
sebagai biaya variabel.
Harga Pokok Penjualan - variabel; sebenarnya biaya inilah yang merupa-
kan biaya variabel yang paling sempurna (dan biasanya yang terbesat).
A.kuntan tidak membebankan harga pokok (entah untuk produk sendiri
258 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

atau yang dibeli untuk dijual kembali) sebagai biaya sampai produk di-
jual. Jadi hal itu cocok dengan definisi biaya variabel SE'<:'ara sempurna.

LANGKAH 2: MENGIKHTISARKAN BIAYA TETAP DAN VARIABEL


Selanjutnya, biaya tetap dan variabel, harus diikhtisarkan. Pertama-tama,
nilai biaya tetap dijumlahkan. Kemudian biaya variabel untuk setiap unit
penjualan dijumlahkan. Unit penjualan bisa ditetapkan berdasarkan satuan
fisis, seperti ton, liter, atau gal on, atau dapat juga dalam nilai uang. Karena
kebanyakan agribisnis mempunyai beberapa satuan fisis yang berbeda, peng-
gunaan nilai uang jauh lebih berarti (Peraga 10-2).
Ikhtisar biaya tetap-variabel menunjukkan bahwa Hilltop telah me-
nentukan sendiri biaya permulaan (tetap) sebesar $145.000 ketika bisnis
dimulai. Di samping itu, setiap kali produk dijual senilai satu dolar, Hillt.op
mengeluarkan rata-rata penambahan biaya 77 sen.
LANGKAH 3: MENGHlTUNG KONTRIBUSI TERHADAP OVERHEAD
(K'rO) Kontribusi terhadap overhead (contribution to overhead) merupakan
inti analisis volume-biaya dan banyak keputusan manajemen yang terpenting.
Hal itu menunjukkan bagian dari setiap unit penjualan yang tersisa setelah
biaya variabel tertutup, jadi dapat digunakan untuk menutupi biaya tetap
atau overhead. Setiap kali unit produk dijual, biayil variabellah yang pertama-
tama harus ditutupi. Sernua sisanya merupakan kontribusi terhadap overhead.
Dalam contoh ini, $1 penjualan tentu saja menghasilkan $1 penghasilan.
Dari jumlah ini 77 sen harus menutup biaya variabel. Sisa $1,00 - $0,77 =
$0,23 sebagai sumbangan terhadap overhead untuk setiap $1 penjualan.

Pendapatan (penjualan) $1,00


Biaya variabel -0,77
Kontrii.Jusi terhadap overhead $0,23

PERAGA Ikhtisar Biaya Tetap dan Variabel untuk Hilltop


10-2 Fertilizer Co., Inc. Pada Tahun 1984

Hilltop Fertilizer Co., Inc. Ikhtisar Biaya


Tetap dan Variabell984

BIAYATETAP BIAY AV ARIABEL


BEBAN (DOLAR) (% PENJUALAN)

Gaji, upab, dan tunjangan 71.500 0,35


.:.Pajak lokal dan perijinan 5.000
Asuransi 6.000
. Penyusutan 20.000
: Sewa dan lease 7.000
;;;,.!klan dan promosi ;; 5;000
';:.. Be ban kantor 2.000
. ' : Utilitas 3.000
I')Pemeliharaan dan perbaikan 8.500 0,85
~;: Piutang yang tidak tertagih 0,20 .
':.Perbekalan . 0,40
" Lain-lain 2.000 . 0,2Q_
'Beban bunga 15.000
Harga pokok penjualan 75,00
77,00
ALAT UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS 259
$1,00 Pendapatan (penjualan}

B
- $0,77 Biaya variabel
$0,23 Konstribusi terhadap overhead

$0,23 Kontribusi terhadap overhead


dari setiap dolar penjualan
"Tangki" biaya tetap
atau overhead

Gam bar 10-7 Pcnjualan yang dipcrlukan untuk


mengisi tangki overheac!.

LANGKAH 4: MENGHITUNG TITIK IMPAS (BREAK EVEN POINT)


t'ertanyaan adalah, "Berapa unit (dolar) penjualan harus dicapai dengan
setiap unit menyumbang 23 sen terhadap $145.000 overhead, agar semua
biaya ditutupi sepenuhnya?" (Misalnya, "Berapa besar penjualan agar tangki
biaya tetap terisi sepenuhnya?"lihat Gam bar 10-7). Analisis bertahap bisa
digunakan untuk menjelaskan pertanyaan ini (Peraga 10-3).
Sekiranya Hilltop menjalankan bisnis tetapi tidak menjual apa-apa selama
periode tertentu, maka akan dikeluarkan biaya tetapnya sebesar $145.000,
namun tidak ada penghasilan a tau pendapatan, jadi seluruh $145.000 merupa-
kan kerugian bersih. Tetapi hila mereka berusaha menjual satu unit ($100)
dari produk, mereka mengeluarkan $145.000 dan biaya variabel $77 untuk
unit tersebut. Jumlah biaya menjadi $145.077 dengan penghasilan $100.00.
Kerugiannya adalah $144.977. Sangat buruk, tetapi kerugian ini tidak begitu
besar jika dibanding dengan tidak menjual apa-apa. Kerugian berkurang
sebesar $23.
Anggaplah mereka menjual dua unit seharga $100. Jadi biaya tetap dan
$77 biaya variabel untuk setiap unit berjumlah $145.154, sedangkan peng-
hasilan adalah $200; jadi kerugian hanya $144.954. Kerugian berkurang
lagi sebesar $23. Dengan cara perhitungan tersebut, maka untuk volume

Hubungan Volume-Biaya untuk Hilltop Fertilizer Co., Inc. PERAGA


10-3

i;Slti'.>~ JUMLAH JUMLAH


SATuAN ' ' BIAY A BIAY A JUMLAH LABA JUMLAH
.: -($lOO)hi.;PENDAPATAN .-TETAP . VARIABEL BIAYA KTO
145.000 0 145.000 . -145.000 0
145.000 '77 ,145.077 . ;-144.977 23
145.000 '154 145.154 '-':1-:'145.954 ;: 46
145.000 213 145.231 -144.931 69

,.'
145~000 . 485.408 630.408 '::'-8 ' '144;992
145.000 485.485 630.485 .; .15 145.015.
145.000 . 485.562' 630.562 ~-: 38 145.038

' ' ;.,...


_). ' . ~
....::.~<~~~~:..-~;:;:;,.;, ~i'JJ.; ,.,- _:~.: -
260 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

penjualan tiga unit $100, kerugian akan menjadi $144.954 berkurang lagi
sebesar $23.
Pertanyaan yang nyata dan kritis adalah, "Berapa kali proses ini han1s
diulang agar perusahaan mencapai titik kerugian sama dengan nol?'' A tau
dengan kata lain, "Berapakah titik impas (break even) perusahaan?" Setiap
kali unit seharga $100 dijual, hasilnya pertama-tama digunakan untuk me-
nutup biaya variabelnya sendiri sebesar $77. Sisanya $23 ($100 - $77)
digunakan untuk menutup biaya tetap yang berupa "overhead". Pada tingkat
kontribusi terhadap overhead seperti ini maka volume penjualan yang perlu
untuk menutup semua biaya (titik impas) adalah:

$145.000
= 6304,35 unit atau $630,435
$0,23

Kontribusi terhadap overhead (KTO) sangat mudah ditentukan. KTO


sama dengan harga jual per unit (HU) tlikurangi biaya variabel setiap unit
(BV).

KTO = HU-BV = $1,00-$0,77- $0,23

Jadi rumus dasar untuk titik impas (TI) dapat menjadi

biaya tetap . = ~ = $145.000


TI Q = 6304,35 unit atau $630.435.
kontribusi KTO $0,23
terhadap overhead

Sekiranya p~njualan Hilltop adalah sebesar $630.400 selama musim itu,


maka labanya adalah -$8. Jika penjualannya $630.435, labanya akan
sebesar $0, jika1 penjualan $630.500, labanya akan sebesar +$15. Dengan
penjualan $630.600 labanya akan sebesar $38. Adalah penting untuk
mengetahui babwa Hilltop secara mutlak tidak menghasilkan laba jika pen
jualannya hanya sampai sebesar $630.435. Di atas jumlah tersebut, setiap
dolar penjualan menghasilkan laba 23 sen sampai peri ode terse but berakhir.
Perhitungan rugi-laba menunjukkan laba rata-rata sebesar 8,5 persen dar!
penjualan untuk satu periode penuh. Tetapi ini dapat sangat menyesatkan,
karena tidak ada laba yang dihasilkan sampai penjualan melebihi $630.435.
Sesudah itu laba akan diperoleh dengan tarif 23 sen dari setiap dolar basil
penjualan. .
Melalui contoh ini kita telah menggunakan dolar sebagai unit dasar ana-
lisis. Ada kemungkinan dan ada kalanya lebih baik jika kita menggunakan
unit atau satuan fisis, seperti ton atau galon sebagai basis ketimbang basil
penjualan dalam nilai uang (dolar).

Kegunaan Analisis Volume-Biaya PERENCANAAN LABA Hubungan


volume-biaya jaub lebih banyak kegunaannya daripada hanya sekedar untuk
menghitung titik impas. Hubungan ini juga berguna untuk menentukan
volume bisnis yang diperlukan guna menghasilkan tingkat laba tertentu
yang merupakan bagian penting dari perencanaan laba.
Karena pendapatan/penghasilan di atas biaya variabel, setelah dikurangi
biaya overhead, merupakan laba, maka cara perhitungan yang serupa untuk
ALAT UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEME!l DALAM AGRIBISNIS 261
mengetahui tambahan penjualan yang dibutuhkan agar mencapai tingkat
laba tertentu dapat digunakan. Sekiranya Hilltop mempunyai sasaran laba
operasi bersih sebesar $85.000, maka perlu diusahakan tambahan penjualan
sebesar $369.565 di atas volume titik impas sebesar $630.435 agar laba
tersebut dihasilkan. Dengan kata lain, mereka harus merencanakan sebesar
$1 juta penjualan untuk mencapai laba yang ditargetkan tersebut.

Target laba $85.000


----- ~ tambahan penjualan yang diperlukan - = $369.565
KTO $0,23

Manajemen harus mengikutinya melalui program penjualan yang akan meng-


hasilkan volume ini. (Harap dicatat bahwa penjualan nyata Hilltop adalah
$1 juta, dan laba operasi bersih adalah $85.000.)
PERU BAHAN BIAY A Analisis volume-biaya juga dapat digunakan untuk
menjawab pertanyaan mengenai bagaimana perubahan struktur biaya mem-
pengaruhi tingkat laba. Anggaplah, sebagai contoh, bahwa Hilltop sedang
mempertimbangkan pembelian tambahan truk seharga $10.000 dan truk
tersebut akan disusutkan selama 5 tahun. Biaya tetap tahunan untuk tambah-
an truk ini diproyeksikan $2.850 termasuk penyusuti>.n. Biaya operasi variabel
ai<an kira-kira sama untuk truk yang baru. Perhitungan secl!ra cepat me-
nunjukkan bahwa $12.391 tambahan penjualan diperlukan untuk memper-
oleh tingkat laba yang sam a.

BT $Z.850
- - - - - - $12.391
KTO $0,23

Manajemen kemudian harus memutuskan apakah truk baru bisa menghasil-


kan paling tidak sebesar $12.391 tambahon penjualan tahunan. Jika ya, hal
itu harus dipertimbangkan. Jika tidak, truk tersebut tidak akan ada artinya.
(Harap dicatat bahwa dalam contoh truk baru, tambahan biaya tetap untuk
pengemudi lain, ruang gudang, dan sebagainya mungkin diperlukan. Dan jika
demikian, jumlah tambahan biaya tetap pasti lebih tinggi daripada $2.850;
karena itu, tambahan penjualan yang diperlukan harus lebih besar daripada
$12.391.)
K,;gunaan-lai.n dari analisis itu adalah untuk menentukan pengaruh per-
ubahan biaya variabel. .Misalnya, anggaplah pemasok Hilltop menaikkan
harga sehingga harga pokok penjualan naik sebesar satu persen, tetapi karena
persaingan dalam bidang ini sangat ketat, maka Hilltop tidak dapat menaik-
kan harga eceran, akibatnya, KTO menurun.

$145.000
KTO lama 100- 77 23 TI = ---- - $630.435
$0,23

$145.000
KTO baru 100 - 78 - 22 TI - - - - = $659.091
$0,22
TI baru - TI lama =
$659.091 -$630.435 - $28.656
262 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Hasil 1m menunjukkan bahwa apabila Hilltop menyerap biaya yang


meningkat, dengan tidak menaikkan harga jualnya, maka titik impasnya
akan naik sebesar $26.656. Atau hila volumenya tetap pada $1 juta, labanya
akan turun sebesar $10.000.
Sejalan dengan itu, kemampuan membeli dengan harga lebih murah
penurunan biaya produksi dapat menurunkan harga pokok penjualan dan
biaya variabel. Pada kasus Hilltop, pembelian pupuk dengan harga yang
menurun, persen akan menambah KTO menjadi 24 sen, dan dengan demi-
kian akan memperoleh titik impas sebesar $26.268, atau pada volume pen-
jualan $1 juta yang sama akan memperbesar laba sebesar $10.000.
Dampak dari setiap perubahan biaya dapat diketahui terlebih dahulu
dengan menggunakan teknik ini. Manajer yang sudah memahami sebelumnya
analisis volume-biaya mera.Sakan bahwa hal itu sangat berguna dalam mem-
proyeksikan berbagai hasil yang bisa diperoleh dari berbagai macam alternatif
sebelum mengambil keputusar1 akhir.
PERUBAHAN HARGA Ana!isis volume-biaya juga sar~gat berguna dalam
menganalisis dampak perubahan harga. Karena KTO merupakar1 harga jual
setiap unit dikurangi biaya variabel per unit, maka setiap perubahar1 harga
jual berpengaruh langsung terhadap KTO. Misalnya, apabila Hilltop me-
nurunkan harga sebesar 5 persen, titik impasnya membubung dari $6<:10.435
menjadi $805.556 - naik 28 persen.

KTO lama = 1,00-0,77 = 0,23


BT $145.000
TI lama = $630.435
STO $0,23

KTO 0,95-0,77 = 0,18


BT $145.000
TI baru ---- = - $805.556
STO $0,18

Dan untuk selanjutnya (di atas $805.556), semua penjualan akan meng-
hasilkan kontribusi terhadah overhead dan laba hanya 18 sen sementara
sebelumnya 23 sen.
Kita perlu berhati-hati sehubungan dengan perubahan harga, terutama
dalam industri pupuk. Penurunan harga mungkin hanya akan meningkatkan
penjualan untuk sementara saja sebab jumlah penggunaan pupuk konstan
pada wilayah tertentu dalam periode tertentu, dan para pesaing dapat bereaksi
dengan menurunkan harga dalam jumlah yang sama, sehingga pengaruh bersih
mungkin hanya berupa penurunan harga dan KTO bagi semua pihak/bisnis,
tidak disertai dengan kenaikan penjualan. Akibat nyata adalah penurunan
laba dalam jumlah besar (atau pertambahan kerugian). Jika makin banyak
manajer agribisnis yang mengerti hubungan khusus ini dengan sungguh-
sungguh, maka strategi persaingan mereka akan berlainan.
Hanya dalam keadaan luar biasalah seyogianya perusahaan dapat men-
jual sesuatu produk dengan harga yang lebih rendah daripada biaya variabel.
Dalam prakteknya, biaya variabel merupakan harga terendah yang bisa di-
terima. Jika hasil penjualan tidak mampu Il'J.enutup biaya variabel seluruhnya,
maka jelaslah bahwa biaya tetap atau overhead tidak tertutupi sama sekali.
Jika demikian, lebih baik jika tidak melakukan penjualan/produksi karena
ALAT tJNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJi':MEN DALAM AGRIBISNIS 263

kerugian akan berkurang yaitu hanya sebesar biaya tetap yang tidak ditutupi
terse but.

Analisis Grafis Ilustrasi grafis terhadap hubungan volume-biaya sangat ber-


guna bagi banyak manajer sebagai alat-bantu untuk memvisualisasi bagaimana
perubahan harga, biaya, atau volume mempunyai dampak terhadap laba.
Gambar 10-8 menggambarkan titik impas Hiiltop, dan menunjukkan secara
grafis labanya pada volume penjualan $1 juta pada waktu itu. (Harap dicatat
bahwa laba adalah selisih antara jumlah pendapatan dan jumlah biaya pada
volume tersebut.) Dampak dari hampir semua perubahan biaya atau harga
dapat ditunjukkan hanya dengan menggarnbarkan perubahan tersebut dan
mengamati pengaruhnya terhadap'laba.
Salah satu keunggulan analisis volume-biaya adalah kesedcrhanaan dan
daya-terapnya terhadap situasi nyata. Setiap manajer yang menghadapi
perhitungan rugi-laba dan memahami konsep biaya tetap dan variabel dapat
menghitung dampak dari berbagai alternatif terhadap tingkat laba. Walaupun
pengelompokan biaya tetap dan variabel tidak mungkin sempurna, namun
pengalaman menunjukkan bahwa perkiraan yang baik dapat dibuat secara
relatif mudah. Dan kesimpulan cukup akurat selama definisi yang tepat dari
biaya tetap dan variabel digunakan.

Gam bar 10-8 Grafik yang menggambarkan hubungan


volume-biaya, Hill top Fertilizer Co., Inc.
1.400
Jumlah
pendapatan
1.200

1.000

0
~
c:
..
!!l
c.
800

ilc:
"'c. 600
~
...
>-
a;
400

200 Jumlah
145 1'--,.C,,C..------+-------+--- biaya
tetap

200 400 600 800 1.000


Volume penjualan (ribuan $)
264 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

Analisis lnvestasi Barang-Modal


Bidang yang menjadi konsekuensi utama bagi para manajer agribisnis adalah
pengambilan keputusan tentang investasi barang-modal. Investasi barang-
modal merujuk pada pembelian peralatan atau fasilitas yang biasanya me-
merlukan pengeluaran kas yang relatif besar dan akan digunakan dalam
periode yang sangat panjang. lnvestasi barang modal pada umumnya me-
liputi truk, peralatan manufaktur, atau sarana pergudangan. Pengeluaran
semacam ini 'mengikat dana untuk jangka waktu yang panjang dan "melepas-
kannya" secara lambat pada saat investasi menghasilkan pendapatan. Dampak
dari keputusan investasi ini dapat mempengaruhi bisnis untuk tahun-tahun
mendatang.
Banyak keputusan penanaman modal yang mungkin dihadapi Hilltop
dalam kegiatan bisnis yang normal. (1) Proyek Perluasan: Apakah akan
menguntungkan untuk memperluas pabrik sekarang? (2) Penggantian: Apakah
pengapungnya yang biasa lebih baik jika diganti sekarang, atau dipertahankan
sampai tahun mendatang? (3) Pemilihan Alternatif: Yang mana yang lebih
menguntungkan,. t?ngki penyimpanan baja atau besi tahan karat? ( 4) Ke-
putusan Lease atau~n: Apakah lebih murah untuk mengontrak-sewa
(lease) peralatan atau membe~sung?
Dalam semua situasi demikian jelas ada dua langkah dalam proses ke-
putusan. Pertama, alternatif harus disaring untuk meniadakan proyek yang
tidak menguntungkan atau proyek yang tidak realistik. Kemudian untuk alter-
natif harus disusun peringkat berdasarkan profitabilitasnya.

Risiko dan lnve:stasi Dengan menanamkan uang dalam bentuk investasi


barang modal, manajemen mengharap akan memperoleh kembali jumlah yang
lebih besar jika ~ibanding dengan modal yang ditanam dalam proyek. Ke-
lebihan pendapatan terhadap biaya disebut sebagai pengembalian (return).
Pengembalian tersebut harus lebih tinggi daripada penghasilan yang mungkin
diperoleh dengar, menaruh uang yang sama di "tempat" yang aman, seperti
tabungan atau obligasi pemerintah. Laba harus mengimbangi resiko yang
terkandung dalam penanaman modal (investasi).
Ada orang yang beranggapan bahwa apabila bisnisnya meminjam uang
untuk membeli beberapa peralatan baru, mereka telah mengalihkan risiko
kepada pemberi pinjaman. Pada kenyataannya, ini tidaklah benar karena
bank harus dibayar kembali, kecuali dalam kasus yang luar biasa yang berupa
kebangkrutan. Apabila manajer mengambil keputusan yang tidak baik, seluruh
bisnis akan menderita rugi, dengan membayar kembali pinjaman dari bidang
usaha yang lebih berhasil.
Ada banyak metode untuk mengambil keputusan investasi barang modal.
Beberapa di antaranya sederhana sedang yang lain sering sangat rum it, memer-
lukan analisis matematik yar:g canggih. Empat metode akan dibahas di sini,
yang berdasarkan urutan kerumitannya adalah: "rasa butuh," periode imp as,
tingkat pengembalian yang sederhana, dan nilai sekarang.
METODE "RASA BUTUH" Metode "rasa butuh" (felt-need method) se-
benarnya tidak bisa kita katakan sebagai metode, karena hal itu tidak lebih
daripada jawaban manajemen terhadap tekanan yang sedang dihadapi. Hal
itu lebih bersifat tindakan atas dorongan hati, rasa was-was, dan dugaan,
bukan karena pertimbangan yang matang. Keputusan investasi modal seperti
ini sering timbul karen::: adanya kz:nelut dalam situasi yang mendadak. Kon-
ALAT UNTUK PI':NGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN D~LAM AGRIBISNIS 265

sekuensinya, keputusan ini seringkali tidak dipertimbangkan matang-matang


dan menghasilkan kegagalan.
Ini bukanlah berarti bahwa metode "rasa butuh" selalu menghasilkan
akibat yang jelek atau merupakan metode yang tidak !ayak. Sehingga kita
hanya memiliki satu truk pengirim dan mesinnya terbakar pada saat bisnis
sedang menghadapi musim tersibuk, maka jelaslah bahwa kita harus segera
memutuskan akan menggantinya. Analisis formal tidak akan menjadi jamina1,,
dan barangka!i bahkan merugikan untuk kelancaran kegiatan usaha. Bahkan
dalam situasi yang kurang penting, beberapa manajer tampaknya mempunyai
intuisi rnengenai keputusan investasi barang modal yang terbukti, setelah
selang waktu tertentu, merupakan pertimbangan yang baik. Meskipun sulit
untuk diperdebatkan berdasarkan bukti nyata, namun perasaan mengatakan
bahwa keputusan investasi barang modal yang lebih sisternatik dan pendekat
an yang penuh pertimbangan akan lebih produktif untuk jan~ka panjang,
lebih-lebih kalau didukung oleh pengalaman dan pertimbangan manajemen.
Karena itu, makin besar dan makin rumit keputusan, makin kurang layak
inetode "rasa butuh".
PERI ODE IMP AS/PEMULIHAN Jangka waktu yang diperlukan investasi
untuk menghasi!kan tambahan laba yang memadai guna menutupi biaya
investasi itu sendiri disebut periode impas (payback period). (Maaf, istilah
Indonesia untuk payback period ini belum ada yang terasa afdol.) Analisis
periode impas memperkirakan bahwa taksiran laba bersih tahunan mencakup
semua tambahan laba bisnis, dan tidak hanya terbatas pada !aba yang di-
hasilkan langsung oleh investasi terse but. Alat yang sederhana ini memungkin-
kan manajer agribisnis untuk membandingkan alternatif investasi yang akan
rnelunasi biaya investasi awal dalam periode yang paling pendek. Investasi
semacam inilah yang paling diinginkan menurut metode ini.
Mi~alnya, anggaplah Hilltop sedang mempertimbangkan pembelian alat
pemeriksa tanah yang ditempatkan di atas truk untuk mengambil sampel
tanah. Alat ini berharga $8.000. Perusahaan rnerencanakan untuk membebani
pelanggan sebesar laba penuh dari sampel tanah. Estimasi laba bersih tahunan
terh::Jap sehruh bisnis sebelum penyusutan adalah sebesar $1.500. (Harap
dicatat bahwa karena penyusutan dengan sendirinya sudah merupakan peng-
gantian biaya perrnulaan, maka jurnlahnya harus dihilangkan dalam peng-
hitungan periode impas.)
Alternatif investasi kedua yang sedang dipertimbangkan adalah pembeli-
an pickup baru seharga $6.000. Estimasi laba bersih tahunan oebelurn penyusut-
an adalah $1.000.

Periode investasi $8.000


Pemeriksa tanah ~ &\33 tahun.
impas laba bersih $1.500/th
tahunan rata-rata

Periode investasi $6.000


Truk pickup impas ~ 6tahun
laba bersih $1.000/th
tahunan rata-rata

Pada urnumnya, makin pendek periode impas makin baik investasi ter-
sebut. Jadi, dari metode sederhana ini akan tampak bahwa alat pemeriksa
266 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

tanab merupakan alternatif yang lebih baik sebab akan dapat menutupi biaya
sendiri selama 5,33 tahun dibanding dengan 6 tahun bagi truk pickup.
Metode periode impas digunakan secara luas, sebagian karena kesederhana-
annya. Tetapi metode ini mengabaikan 'Jamanya masa investasi. Sekiranya
alat pemeriksa tanah habis dipakai dalam waktu 6 tahun sedangkan truk
pickup berumur 12 tahun dengan penghasilan yang teratur, maka seharusnya
metode ini tidak digunakan. Namun, meskipun demikian, apabila arus dana
kritis, metode periode im.pas berguna dan tentu saja lebih baik daripada
metode "rasa butuh".
PENGJ<.:MBALIAN SEDERHANA Tingkat pengembalian sederhana (simple
rate of return) merujuk pada laba yang dihasilkan oleh investasi sebagai
persentase dari investasi tersebut. Variasi yang paling umum dari metode
ini menggunakan laba rata-rata dan investasi rata-rata untuk memberi analisis
yang lebih akurat. Misalnya, anggaplah Hilltop sedang mempertimbangkan
pembellan penabur . pupuk yang bekerja sendlri den1an roda pengapung
yang mengurangi kepadatan tanah, dan meningkatkan penyediaan pelayanan
kepada pengusaha tani. Laba bersih yang diharapkan dari investasi sebesar
$50.000 ini menurun sepanjang umurnya karena meningkatnya biaya pe-
meliharaan dan perbaikan.
Tingkat pengembalian sederhana barangkali merupakan analisis investasi
barang modal yang paling umum digunakan. Metode ini memperhitungkan
pendapatan bersih sepanjang umur investasi yang diperkirakan. Metode ini
mudah dipahami dan konsisten dengan pengembalian atas investasi (ROI)
yang dicanangkan manajemen. Buktinya, banyak perusahaan telah memper-
kirakan standar ROI yang digunakan sebagai pisah-batas (cutoff) untuk
proyek investasi. Jika usulan investasi tidak melebihi standar minimum ini,
maka usaha tersebut tidak akan dipertimbangkan secara serius. Standar 15
sampai 25 persen sangat umum bagi kebanyakan perusahaan.
Apabila perusahaan mengJUnakan tingkat pengembalian sederhana untuk
menganalisis beberapa alternatif investasi, maka perusahaan tersebut hanya

PERAGA Contoh Perhitungan Tingkat Pengembalian Sederhana


104
LABABERSIH
TAHUN .. SEBELUM PENYUSUTAN PENYUSUTAN

1 18.000 10.000
2 17.000. 10.000
3 16.000 10.000
4 15.000 .10.000
5. 14.000 10.000
Jumlah 80.000. 50.000
Rata~rata ' 16.000 10.000
Inve8tasi ratarata ~ 50.000 + 2 "' 25.000
. Jaba bersih penyusutan
: Tingkat pengembalian .: ,;. .. rata-rata . rata-rata
sederhana .. investasi rata-rata
$16.000- $10.000
"'24%
;$25.000
ALAT UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS 267

perlu menyusun peringkat proyek menurut tingkat pengembalian dan me-


misah proyek yang paling tinggi tingkat pengembaliannya.
Keterbatasan utama dari metode ini adalah ketidakmampuannya dalam
memperhitungkan waktu (timing) dari arus kas. Pengembalian bersih per-
mulaan yang tinggi tetapi menurun dengan cepat sangat berbeda dari pengem-
balian bersih permulaan yang rendah tetapi meningkat.
Konsekuensi dari masalah ini adalah bahwa kesimpulan yang salah mung-
kin telah dibuat, sebab gaga! untuk mempertimbangkan bahwa nilai laba yang
sekarang jauh lebih tinggi daripada nilai laba yang diterima beberapa tahun
kemudian walaupun jumlahnya sama. Arti nilai-waktu dari uang (time-value
of money) akan dijelaskan lebih lengkap pada seksi berikutnya.
NILAI SEKARANG Nilai sekarang adalah nilai investasi pada saat ini yang
dihitung berdasarkan hasil yang akan diterima pada waktu yang akan datang
(penekanan dengan cetak miring oleh penerjemah). Konsep ini didasarkan
pada nilai-waktu dari uang; yaitu bahwa dolar/rupiah saat im lebih berharga
daripada dolar/rupiah yang diterima beberapa waktu yang akan datang karena
adanya bunga yang dapat dihasilkan oleh dolar/rupiah selama selang waktu
terse but.
Seribu dolar yang diinvestasikan hari ini selama setahun dengan 10 persen
bunga akan bemilai $1.100 pada akhir tahun. Jadi, nilai sekarang dari $1.100
pada bunga 10 persen untuk satu tahun adalah $1.000. Investasi sebesar
$1.100 telah didiskontokan kepada nilai sekarang menjadi sebesar $1.000.
Rumus untuk menghitung nilai sekarang adalah:

Nilai sekarang pendapatan yang diharapkan - suku bunga


investasi ( 1 + i)n n - jumlah tahun

Jadi

$1.100 $1.100
Nilai sekarang - - - - - - - - $1.000
(1 + 0,10) 1 1.10

Anggaplah pada pengumuman hasil EBTA sekolah menengah atas, keluarga


menghadiahkan kepada yang baru lulus suatu wesel yang menjanjikan $1.000
empat tahun kemudian setelah lulus dari sekolah tinggi. Dengan masing-
masing nilai-waktu dari uang sebesar 7 persen (suku bunga), berapakah nilai
sekarang dari hadiah itu? Walaupun perhitungan siuna seperti sebelumnya,
namun ini lebih sulit untuk dihitung.

$1.000 $Looo s1:boo


Nilai sekarang - - - - - ---- -
(1 + 0,07) 4 (1,07 X 1,07 X 1,07 X 1,07) 1,3108
- $762,90

Untuk menyederhana:kannya, manajer seringkali menggunakan tabel nilai


sekarang (Peraga 10-E') atau menggunakan kalkulator khusus untuk meng-
hitung secara cepat riilai sekarang dari suatu investasi. Dalam contoh ini,
nilai sekarang dari $1 empat tahun kemudian pada suku bunga 7 persen di-
berikan oleh tabel nilai sekarang sebesar 0,7629, jadi sekarang untuk $1.000
268 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGRIBISNIS

PERAGA Nilai Sekaran~ dari $1 (Majemuk Tahunan)*


10-5

TAHUN (1 + r)-n
(N) 1% . s% .... '6% '
7%'
3%

1 0,9901 0,9709 0,9524 . '0,9434 ; . 0,9346


2 0,9803 0,9426 0,9070 .. 0,8900 0,~734'.
3 0,9706 . 0,9152' 0,8638 0,8396;. 0,8163
4 0,9610 . 0,8885 0,8227 0,7921 . 0;7629
5 '0,9515 0,8626 0,7835 '0,7473 0,7130
6 0,9420 .. '0,8375 0,7462 . 0,7050 . '0,6663
7 ' 0,9327 ' ' 0,8131 ' 0,7107 0,6651 o;6228
8 0,9235 0,7894' 0,6768 0,6274 '0,6820
9. 0,9143 0,7664 0,6446 0,6919 0,6439.'
. 10 0,9063 ' 0,7441' 0,6139 0,6684 '0,6083
15 0,8613 0,6419 0,4810 0,4173. '0,3624 '
20 0,8195. 0,5537 0,3769 0,3118 '0,2584
2S 0,7798 0,4776 0,2953 0,2330 0,1842

TAHUN (1 + rrn
(N) 8% 10% 12% '14%.

1 0,9259 0,9174 0,9091 0,8929 . 0,8772.


2 o;8573 0,8417 0,8264 0,7972 '0,'7696
3 0,7938 0,7722 0,7513 0,7118 0,6750
4 C/,7350 0,7084 0,6830 0,6356 0,5921
5 0,,6806 0,6499 0,6209 0,5674 0,6194
6 0,6302 0,6963 0,5645 0,5066 0,4666
7 0,5836 0,6470 0,6132 0,4523 . 0,3996
8 0,6403 0,6019 . 0,4665 0,4039, 0,3506
9 0,6002 0,4604 0,4241 0,3606 . 0,3075
10 0,4632 0,4224' 0,3865 0,3220 . 0,2697 ,,
15 0,3152' 0,2746 0,2394 0,1827 0,1,401
20 . 0,2146 . 0,1784. 0,1486, 0,1037 ' ,:0,0728
25 0,1460' '0,1160 0,0923 0,0688 0,0378

Dlalapkan oleh R.B. How. Bldane Ekonoml Pertanlan.


Universitas Cornell.

akan menjadi
Nilai sekarang = $1.000 X 0,7629 = $762,90

Dengan kata lain, bila keluarga menanarnkan modal $762, 90 sekarang ini
dengan bunga 7 persen, majemuk tahunan, maka investasi itu akan bemilai
$1.000 setelah em pat tahun.
Majemuk tahunan (compounded annually) berarti bahwa bunga yang
dihasilkan selarna tahun pertama ($762,90 x $0,07 = $53,40) akan ditarnbah
kan kepada investasi semula ($762,90 + $53,40 = $816,30) sehingga dalarn
tahun kedua, seluruh investasi ($816,30) akan menghasilkan bunga pada
ALAT t.'NTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS 269
tingkat 7 persen. Setiap tahun tambahan bunga yang dihasilkan ditamboh-
kan kepada investasi dan ikut juga menghasilkan bunga.
Contoh yang lebih realistik ten tang cara penggunaan analisis nilai sekararig
bagi manajer agribisnis adalah sebagai berikut. Anggaplah Hilltop sedang
mempertimbangkan tambahan penabur pupuk yang bekerja sendiri seharga
$60.000. Pemilik Hilltop mendesak agar setiap tambahan investasi meng-
ha~ilkan laba minimum 14 persen. Berda~arkan catatan internal atas biava
operasi untuk peralatan penabur yang ada saat ini dan estimasi terbaik atas
jawaban pelanggan terhadap tambahan peralatan bantu tersebut, maka arus
kas bersih berikut ini diharapkan dari penabur pupuk yang baru:

ARUS MASUK KAS


TAHUN BERSIH*
1 $22.000
2 15.000
3 14.000
4 12.000
5 16.000 t'

.....rus masuk kas bersih merupakan kelebihan dari pe


masukan terhadap beban tunai yang berkaitan langsung
dengan investa.si. Penyusutan atau beban tidak tunai
lainnya tidak termasuk.
TTermasuk $3.000 untuk penjualan nilai sisa penabur.

Arus-masukan kas bersih (net cash inflow) biasanya menurun setiap tahun
karena adanya peningkatan biaya pemeliharaan dan perbaikan sebab peralat
an rnenjadi tua. Akibatnya, nilai sekarang untuk setiap tahun akan berbeda
beda. Jumlah nilai sekarang dari investasi tersebut adalah:

ARUSMASUK 14PERSEN * NILAI


TAHUN KAS FAKTOR DISKONTO SEKARANG
. ;; $22.000 - $19.298,40
. 15,000 11.542,50
14.000 9.450,00
12.000 . 7.105,20
16.000 6.310,40
$55.706,50

Lihat Peraga 10-5.

Nilai sekarang bersih dari investasi ini dengan suku bunga 14%, majemuk
tahunan, adalah $55.706,50 yang jauh lebih rendah ketimbang biaya investasi
sebesar $60.000. Ini berarti bahwa investasi tersebut tidak akan memenuhi
kriteria 14 persen dari pemilik. Kalau harga pembelian penabur pupuk biasa
dapat dirundingkan sebesar $55.000, maka akan cocok dengan kriteria laba
14 persen.
Keputusan investasi modal merupakan salah satu keputusan yang paling
pen ting yang dibuat oleh manajemen. Dampaknya berjangka lama dan san gat
270 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEIJANGAN AGR!BISNIS

mengurangi keluwesan bisnis. Walaupun pendekatan sederhana seperti intuisi


atau periode impas (payback period) merupakan metode yang digunakan
secara luas untuk mengambil keputusan investasi, namun hal itu bisa meng-
arah pada kesimpulan yang tidak lengkap atau bahkan salah. Dengan me-
ngetahui nilai waktu uang,. gambaran yang lebih realistik manajer mendapat
mengenai alternatif investasi.

IKHTISAR
Pengambilan keputusan merupakan tanggung jawab utama dari manajer agri-
bisnis. Manajer profesional mendekati kegiatan ini dengan cara sistematik,
mengidentifikasi masalah, mengikhtisarkan fakta-fakta, menata dan mengana-
lisis alternatif, dan mengambil tindakan. Analisis seringkali memanfaatkan
berbagai alat analitik untuk membantu pengambilan keputusan tersebut.
Analisis volume-biaya merupakan salah satu alat yang paling arnpuh bali
manajer agribisnis. Dengan memisahkan biaya tetap (hal yang tidak berkait-
an dengan volume bisnis) dari biaya variabel (hal yang langsung berkaitan
dengan volume), manajer dapat mempelajari dampak dari berbagai perubah-
an biaya dan harga atas laba dan menentukan jumlah bisnis yang perlu 11.gar
tercapai keadaan impas (break even). Mereka bahkan dapat memproyeksikan
jumlah bisnis yang perlu untuk mencapai tingkat laba tertentu.
Alat lain yang digunakan secara luas meliputi konsep nilai-waktu dari
uang. Keputusan investasi harus memperhitungkan biaya uang yang terikat
dalam .investasi selama beberapa peri ode. Arus kas yang didiskontokan dan
nilai sekarang bersih dari uang merupakan metode untuk mengevaluasi ber-
bagai alternatif investasi yan!J digunakan secara luas oleh para manajer agri-
bisnis.

PERTANYAAN UNTUKDIBAHAS
1. Apa yang dimaksud dengan keputusan akibat kelalaian (default decision)?
Jelaskan kemungkinan konsekuensinya bagi agribisnis.
2. Misalkan dalam keadaan susah di tengah himpitan dalam mencari nafkah
sehari-hari anda menerima cek Natal kiriman keluarga kaya sebesar Rp 300.000.
Tunjukkan secara formal kegunaan proses pengambilan keputusan untuk me-
mutuskan hal-hal apa yang akan Anda lakukan dengan rejeki tersebut.
3. Jelaskan perbedaan an tara biaya variabel dan biaya yang terkendali.
4. Biaya tertentu dapat menjadi variabel (berubah-ubah) dalam keadaan ter-
tentu tetapi dapat tetap dalam keadaan lainnya. Dalam pos-pos pengeluaran
berikut ini, keadaan apa yang dapat membuatnya sebagai biaya tetap dan
apa yang dapat membuatnya menjadi biaya variabel? Secara umum, bagai-
manakah sifat biaya tersebut, tetap atau variabel? Mengapa?
upah pekerja
konpensasi bagi wiraniaga
biaya untuk membersihkan dana sampah pada musim l'ontok
ALAT tTNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS 271
sewa truk
harga pokok penjualan
5. Asumsi apa yang terutama dibuat dalam menentukan titik impas?
6. Mengapa metode "rasa butuh" dalam keputusan investasi sangat banyak
digunakan, terutama dalam agribisnis kecil? Mengapa sering efektif? Mengapa
sering gaga!?
7. Jelaskan konsep nilai-waktu dari uang (time-volume of money).
8. Metode mana dari analisis investasi barang modal yang dibiearakan dalam
bab ini yang paling manjur? Mengapa?

SOAL KASUS: PABRIKPENGEPAKAN HAPPY VALEY


Pabrik Pengepakan Happy Valley mengepak dan mengapalkan ape! dan me-
nyimpan buah-buahan untuk penanam di sekitarnya. Brad Johnson, manajer
Happy Valley yang baru, sedang didesak oleh pemilik untuk menilai beberapa
kemungkinan perubahan dalam bisnis, termasuk peningkatan dalam lini
pengepakan. Mungkin Anda dapat menolong Brad dengan memakai beberapa
alat keputusan yang dibicarakan dalam bab mi.

Analisis Volume-Biaya
Akuntan biaya baru-baru ini telah menentulcan bahwa biaya tetap tahunan
Happy Valley adalah $100.000 dan biaya variabel $1 per bushel/gantang.
Volume tahunannya kira-kira 125.000 bushel, yang jauh di bawah kapasitas
maksimum yang mere~a yakini, yaitu sebesar 160.000 bushel. Untuk dua
musim terakhir Happy Valley telah membebani penanam $2 setiap bushel
atas jasa mereka.

PERTANYAAN
1. Hitunglah titik impas Happy Valley.
2. Pemilik Happy Valley telah menanam modal sebesar $300.000 dalam
perusahaan.
3. Happy Valley menggunakan pekerja keEling dan sambilan dari wilayah-
sekitar sehingga mempunyai keluwesan yang besar dalam penjadwalan
tenaga kerja untuk lini !Jengepakan. Tetapi akhir-akhir" ini, banyak di-
bicarakan mengenai pembentukan serikat pekerja, yang dapat meningkat-
kan biaya pekerja dari 50 sen setiap bushel menjadi 60 sen. Analisislah
dampak dari peni?gkatan ini terhadap operasi Happy Valley.
4. _Apa dampak dart peningkatan gaji para penyelia (supervisor) dan manajer
sampai sejumlah $10.000 setiap tahun?
5. Seorang penanam, yang merupakan pelanggan lama Happy Valley, mem-
pertimbangkan untuk membuat gudang pengepakan sendiri. Ini akan
mengurangi volu!lle Happy Vally sebesar 20.000 bushel. Apa dampaknya
terhadap bisnis Happy Valley?
272 MANAJEMEN DAN PENGENDALIAN KEUANGAN AGR!BISNIS

6. Untuk memperluas pelayanannya kepada penanam, Happy Valley mem-


pertimbangkan perluasan sarana pendingin, hampir melipatduakan tempat
penyimpanan ape! dan mengurangi kerugian karena kerusakan. Diharap-
kan bahwa pelayanan baru itu akan membuat pelanggan yang sekarang
lebih senang dan bahkan dapat menambah bisnis. Para ahli teknik mem-
perhitungkan bahwa perluasan akan memakan biaya $100.000; biaya ini
dapat disusutkan selama 10 tahun. Biaya variabel akan tetap konstan.
Berapa tambahan bisnis yang diperlukan Happy Valley untuk membuat
alternatif ini dapat berjalan?
7. Alternatif lain untuk dipertimbangkan adalah perubahan harga kepada
penanam untuk memroses dan mengepak buah-buahannya. Apa dampak
dari berbagai harga atas titik impas Happy Valley? Apa akibat perubah-
an harga terhadap !aha hila Happy Valley dapat mempertahankan volume
scbesar 125.000 bushel? Tabcl yang belum Iengkap ini mungkin dapat
menolong.

PADA PENJUALAN 125.000 .BU


I . KONTRI- . ,
BIAYA > BUSI -BIAYA TITIK. JUMLAH JUMLAH . JUMLAH
HARGAVARIABF;'L{OVER- TETAP IMPAS ENDA- BIAYA LABA
($/Bl.7) BUSHEL HEAD. ' ($) (BUSHEL) PATAN($) ($) ($)
1,:;'0
1,80
1,90
2,00 $1,00/bu $1,00/bu. 1$100.000 100.000 bu $250.000 $225~000 . $25.000
2,10
2,20
2,30

8. Dengan menggunakan kertas grafik, gambarkan biaya tetap, biaya variabel,


jumlah biaya, dan jumlah pendapatan Happy Valley, dengan menunjuk-
kan titik impas. Gambarlah hagan menurut skala dan tandai semua garis.
Kemudian, dengan menggunakan garis titik-titik, tunjukkan apa yang ter-
jadi terhadap titik impas apabila harga berubah.

Analisis Investasi Barang Modal


Happy Valley mungkin akan memperbaharui pabriknya secara besar-besaran
dengan tambahan alat-ukur elektronik dan peralatar: sortir. Harga peralatan
ini adalah $30.000 dengan masa pakai yang diharapkan 5 tahun. Peralatan ini
tidak diharapkan mempunyai nilai sisa (salvage volume). Penggunaannya
akan menghemat jumlah pekerja yang terlibat. Pada permulaannya, peralatan
baru akan memerlukan sedikit pemeliharaan dan perhaikan, tetapi jika men-
jadi semakin tua, biaya pemeliharaan akan meningkat tajam. Pada umumnya,
pemilik Happy Valley dan manajemen merasa tingkat pengembalian 14 persen
harus tercapai agar proyek peralatan haru dapat disetujui. Pengemhalian
bersih y::mg diharapkan sehelum penyusutan dari investasi tersebut adalah
sebagai berikut:
ALAT UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN MANAJEMEN DALAM AGRIBISNIS 273

..,. ,;., .,r_LABA BERSIH (PENGHEMATAN)


:TAlrim ;_;_:::_ :<'::YANGDIHASILKAN .

1 ~- ~.ais:ooo
2 . "}12.000
3 '>8.000
4 8.000
5 :: 2.000

PERTANYAAN
1. Pada mulanya, sebelum melakukan penghitungan, apakah reaksi umum
Anda? Apakah Happy Valley akan menginvestasi pada peralatan baru?
2. Berapa lama periode impas dari investasi ini?
3. Berapa tingkat pengembalian sederhana dari investasi ini?
4. Berapakah nilai sekarang dari investasi ini, dengan rrienggunakan 14
persen pengembalian minimum yang diharuskan oleh para pemilik?
5. Apakah kelemahan dari masing-masing pendekatan ini?
6. Dalam analisis akhir, apakah Anda percaya bahwa proyek investasi ini
baik untuk Happy Valley? Mengapa atau mengapa tidak?
::.
PEl\11\Si\l~l\ J\T
IJAL1\.M i\GI~IBISNIS
TUJUAN
Melukiskan aliran atau penyerahan produk
pertanian melalui sistem pasar ke konsumen.
Menjelaskan konsep kegunaan bentuk,
waktu, tempat, dan pemilikan
Meriganalisis faktor-faktor yang mempe-
ngaruhi efisiensi operasional dan .kebijakan harga
Mengungkapkan berbagai fungsi dalam
proses pemasaran
Mengukur biaya pemasaran dan meng-
iP,entifikasi faktor-faktor yang mempengar:uhi
besarnya barang konsumsi yang disediakan
pengusaha tani '
Mengikht1isarkan berbagai program
pemerintah yang mempengaruhi proses pemasaran
pertanian

Pemasaran produk pertanian merupakan proses


rumit yang melibatkan banyak jenis agribisnis.

Kete~angan gambar:
A. Pemanenan
B. Pemasaran
C. Pengangkutan
D. Penggilingan
E. Roti

APA YANG MENINGKAT PAST! AKAN TURUN


. . TETAPI SERINGKALI HAL ITU TIDAK
TERJADI SEBELUM MELEWATI MASA YANG
SANGAT PANJANG
tt.
SISTEM PEMASARAN
PERTANIAN
278 Pr:MASARA:-.1 DALAM AGRIIIISNJS

SISTEM PEMASARAN
Sebagai konsumen, seseorang kadang-kadang tergugah oleh banyaknya jenis
produk yang ditawarkan di pasar swalayan setempat, dan ingin mengetahui
bagaimana semua produk ini berpindah dari tempat asalnya ke toko setempat.
Proses yang mengakibatkan aliran produk melalui suatu sistem dari produsen
ke konsul]len disebut pemasaran. Secara khusus, pemasaran dapat didefinisi-
kan sebagai telaah terhadap aliran produk secara fisis dan ekonomik, dari
produsen melalui p~dagang perantara ke konsumen. Pemasaran melibatkan
banyak kegiatan yang berbeda, yang menambah nilai produk pada saat produk
bergerak melalui sistem terse but.
Sistem pemasaran di AS dewasa ini sangat produktif, sangat rumit, dan
dalam pengertian absolut, sangat mahal. Seperti semua kegiatan bisnis lainnya
dalam sistem rerusahaan bebas, pemasaran berpedoman pada motif laba.
Konsumen pada akhirnya bcrtanggung jawab untuk rnembimbing aliran
sumber day a dalam sistem pemasaran melalui pola konsumen mereka di pasar.
Pemasaran kadang-kadang dikritik sebagai pemborong dan tidak efisien dan
sering dituduh sebagai alat pengeruk keuntungan bagi pedagang-perantara dari
produsen ke konsumen. 7etapi dalam sistem ekonomi Amerika, konsumen
mendapat manfaat dari kadar persaingan yang tinggi antar perusahaan di
pasar. Dengan beberapa pengecualian, sistem pemasaran ini menawarkan
produk yang lebih beranekaragam dan lebih bermutu kepada konsumen dari-
pada yang ditawarkan sistem di negara lain.
Di Amerika Serikat terdapat sekitar 2,4 juta usaha tani. Produk-produk
bisa di salurkan melalui berbagai saluran pada sistem distribusi pangan - pe-
rnroses, pengolah, pedagang perantarafpialang, pedagang borongan, dan pe-
ngecer. Konsumen akhirnya memperolehnya di pasar swalayan, restoran,
atau berbagai jenis warung dan toko pangan: Pada tahun 1984 terdapat
500.000 lebih badan usaha penyediaan pangan di Amerika Serikat. Di antara-
nya 156.000 lebih merupakan toko makanan 1 dan 350.000 lebih merupakan
restoran.2 . Toko penyedia makanan siap santap saja telah bertambah pesat
dari 38.650 tahun 1963 rnenjadi 122.000 lebih tahun 1982. Persentase untuk
makan di luar rumah juta meningkat dari 28 persen tahun 1962 menjadi
37 persen pada tahun 1982. Menjelang tahun 1990, pengeluaran untuk makan
di luar rumah diperkirakan akan menghabiskan 45 persen dari seluruh penge-
luaran untuk pangan.
Jejak penyaluran barang dari produsen ke konsumen akhir disebut saluran
pemasaran. Jenis dan kerumitan saluran pemasaran berbeda-beda sesuai
dengan komoditinya. Pasar kaki lima merupakan saluran pemasaran yang
paling sederhana, dari produsen langsung ke konsumen. Tetapi, kebanyakan
produk diproses lebih lanjut pada tingkat saluran pemasaran yang berbeda
dan melalui banyak perusahaan sebelum mencapai konsumen akhir.
Tipe sistem pemasaran yang sama pasti ada dalam industri-industri pe-
masok usaha tani. Akan tetapi, dalam kasus ini, pengusaha tani merupakan

1 Progressive
Gr6cer, 52nd Annual Report of the Grocery Industry, April 1985.
2Van Dress, Michael G., and Judith Jones Putnam, "American Eating Places," NFR21,
Winter 1983, h;(l, 22-25.
SISTt:M PEMASARAN PER TAN IAN 279
konsumen dan manufaktur dasar perbekalan tani merupakan produsen. Pro
sedur pemasaran untuk usaha tani dalam banyak hal sama dengan prosedur
pemasaran untuk produk pertanian yang dijual kepada konsumen.

PENINGKATAN KEGUNAAN
Pemasaran diawali dengan penyaluran berbekalan usaha kepada pengusaha
tani, diteruskan dengan produk bahan baku pada tingkat pengusaha tani, dan
mencapai puncak dengan produk akhir yang diinginkan pada tingkat kon-
sumen. Babi pada kawasan petemakan di Jcwa dalam bulan Januari merupa-
kan produk yang jauh berbeda dari sandwich (roti lapis berisi daging babi)
di stadion Yankee, AS dalam bulan Juli. Perubahan yang membuat babi hidup
menjadi produk yang diinginkan konsumen disebut sebagai penambahan ke
gunaan atau utilitas.
Ada empat jenis kegunaan: bentuk, waktu, tempat, dan pemilikan. Semua
badan pemasaran mendapat nafkah karena usahanya menam bal1 kegunaan
produk. Pengusaha tani menambah kegunaan bentuk, dengan meningkatkan
berat babi. Tetapi babi hid up di Stadion Yankee mempunyai nilai yang kecil
terhadap penggemar baseball yang lapar. Jadi pengepak daging menambah ke
gunaan bentuk dengan mengiris-iris daging bab.i ke dalam berbagai irisan dan
menghasilkan daging babi kalengan. Dan pemegang konsesi masih menambah
lebih banyak kegunaan dengan membuat roti lapis (sandwich).
Pemilik persediaan, seperti penjual daging borongan, menambah kegunaan
waktu kepada produk dengan penyimpanan daging babi, karena itu menjamin
jumlah produk yang cukup, yang tersedia kalau diperlukan. Perusahaan truk
dan kereta api ikut menambah kegunaan tempat dengan secara fisis memin-
dahkan daging babi dari Iowa ke New York.
Banyak perusahaan dalam sistem pemasaran memberi sarana pemindahan
komoditi dengan mempertemukan pembeli dan penjual. Para agen yang di
bayar dengan komisi membantu pengusaha tani dalam mencari pembeli hewan
ternak. Banyak penjual borongan membeli dari berbagai pabrik pengepakan
dan pernrosesan. Mereka semua menambah kegunaan pemilikan kepada pro
duk akhir ketika daging babi berpindah melalui sistem tersebut kepada para
"penjaja" di stadionYankee.
Perbedaan harga: antara dua atau lebih lokasi mencerminkan kegunaan
tempat. Apabila harga jagung di New Orleans relatif lebih tinggi dibanding
harga jagung di Chicago, pola pengiriman akan berubah. Dalam kasus ini, akan
lebih banyak jagung yang dikapalkan ke New Orleans. Sekiranya hal ini ber-
lanjut, suatu titik akan dicapai di mana ada penawaran melebihi permintaan
di New Orleans dan kekurangan di Chicago, dan pada waktu itu harga akan
bergerak ke arah yang berlawanan, secara teoretis, pasar sampai pada ke-
seimbangan.3 Perbedaan harga semacam ini cenderung mencerminkan pem-
bedaan ongkos angkut antara berbagai tempat.

3Dalam :::nyataan, pasar tidak akan mencapai ekuilibrium, karena dipengaruhi oleh keada
an pasar yang selalu berubah.
280 P~:MASARAN DALAM AGRIBISNIS

Perbedaan harga di antara herbagai tingkat produk biasanya mencermin-


kan perbedaan kegunaan bentuk. Berbagai kadar produk susu merupakan
conton yang baik. Sejumlah tertentu susu mungkin dimanfaatkan untuk ke-
perluan pembuatan es krim, keju dan mentega, sedangkan kadar yang lebih
tinJ!:gi diguna.Kan sebagai susu encer untuk konsumsi meja dan karena itu
narganya bisa lebih tinggi. Kadar susu untuk pembuatan barang lain mendapat
harga yang lebih rendah karena standar mutunya tidak begitu ketat.
Hubungan antara harJ!:a produk dengan kegunaan pemilikan tidak begitu
jelas. Tetapi, dalam proses pemasaran, setiap pungutan, ongkos yang harus di-
bayar, atau komisi untuk menghubungkan pembeli dengan penjual, dibeban-
kan kepada konsumen aknir. Penjualan langsung kepada konsumen dimaksud-
kan untuk mengnrangi biaya yang harus dibayar untuk kegunaan pemilikan.
Setiap kali pedagang perantara memiliki dan menahan persediaan, dia harus
mengeluarkan biaya untuk itu. Behan keuangan untuk kegunaan pemilikan ini
dimaksudkan ke ?alam harga beli produk.

EFISIENSI PEMASARAN
lstilah efisiensi pemasaran sering diguhakan dalam menilai prestasi kerja
(performance) proses pemasaran. Hal itu mencerminkan konsensus bahwa pe-
laksanaan proses pemasaran harus berlangsung secara efisien. Teknologi atau
prosedur baru hanya boleh diterapkan hila dapat meningkatkan efisiensi
proses pemasaran. Efisiensi dapat didefinisikan sebagai peningkatan rasio
"keluaran-masukan", yang umumny,a dapat dicapai dengan Salah satu dari
empat cara berikut:

1. Keluaran tetap konstan sedang masukan mengecil


2. Keluaran meningkat sedang masukan tetap konstan
it Keluaran meningkat dalam kadar yang lebih tinggi ketimbang peningkatan
masukan
4. Keluaran menurun dalam kadar yang l~bih rendah ketimbang penurunan
masukan

Dua dimensi yang berbeda dari efisiensi pemasaran dapat meningkatkan


rasio keluaran-masukan. Yang pertama disebut efisiensi operasional dan meng-
ukur produktivitas pelaksanaan jasa pemasaran di dalam perusahaan. Di-
mensi kedua yang disebut efisiensi penetapan harga, mengukur bagaimana
harga pasar mencerminkan biaya produksi dan pemasaran secara memadai
pada seluruh sistem pemasaran.

Efisiensi Operasional
Efisiensi operasional diukur dengan rasio keluaran pemasaran terhadap masuk-
an pemasaran.

Keluaran pemasaran
_ _ _..:..__ _ _ = efisiensi operasional
Masukan pemasaran
SISTEM PEMASARAN PERTANIAN 281
Tolok ukur efisiensi ini berkaitan dengan kegiatan fisis pemasaran. Keluaran
per jam kerja merupakan salah satu rasio produktivitas yang sering dinyatakan
sebagai tolok ukur efisiensi operasional. Gudang perbekalan usaha tani meng-
hitung penjualan per jam kerja karyawan untuk memantau efisiensi operasi-
. onal. Pabrik pupuk memeriksa "basil menyeluruh dari setiap "alat penabur"
(berapa ton pupuk yang dijual dari setiap satuan distribusi) untuk mengukur
efisiensi operasi.
Dalam pemasaran, efisiensi operasional sebenarnya sama artinya dengan
pengurangan biaya. Biasanya, penggunaan mesin untuk menggantikan !Je
kerja dikaitkan dengan peningkatan efisiensi. Pengusaha pemrosesan bibit
membeli peralatan pengepakan yang bam apabila hal itu diharapkan mengu-
rangi jumlah kebutuhan pekerja dan dengan demikian meningkatkan efisiensi
operasional. Tempat penyimpanan telur yang bersifat khusus dan digunakan
dalam mendistribusi telur ke pasar mengurangi ongkos angkut. Pelapisan per-
bekalan usaha tan! dengan kapur jeraml oleh penjual borongan uan pembuat
barang juga mengurangi biaya secara nyata. Pola peti kemas yang baru untuk
kismis dan buah tertentu dapat mengurangi kerusakan dan memungkinkan
pengapalan dalam jumlah yang lebih besar. Setiap perbaikan dalam mu tu ke-
luaran juga ikut meningkatkan efisiensi operasional.

Efisiensi Penetapan Harga


Efisiensi penetapan harga sebaliknya mengasumsikan bahwa hubungan keluar-
an-masukan dalarn bentuk fisis tetap konstan. Efisiensi ini berkaitan dengan
keefektifan harga dalarn mencerminkan biaya keluaran yang bergerak melalui
sistem pemasaran. Harga yang dibayar konsumen untuk barang-barang yang
dikirimnya dari sistem pemasaran harus mencerminkan secara tepat biaya pe-
rnasaran dan produksi. Dalam lingkungan ekonomi yang bersaing secara sem-
pll.i.na, harga harus benar-bena:: sarna dengan semua biaya. Perusahaan bebas
untuk masuk atau keluar dari proses produksi pemasaran sebagaimana mereka
kehendaki. Permintaan konsumen tercermi.'l dalarn sistem pemasaran melalui
mekanisme harga yang mengakibatkan terjadinya keuntungan atau kerugian.
Efisiensi penetapan harga sering digunakan untuk menilai prestasi kerja
pasar jika dibandingkan dengan titik patok pada pasar persaingan sempurna.
Apabila pasar didominasi oleh hanya beberapa perusahaan yang berkomplot
untuk "memasang" harga tinggi, maka dari segi penetapan harga hal itu akan
dianggap kurang efisien. Banyak hal dapat mengakibatkan ketidakefisienan
penetapan harga: konsumen yang kurang mendapat cukup informasi me-
ngenai alternatif, atau perusahaan yang mendominasi pasar karena lokasinya
atau orang-orang yang sangat cerdas, dalam kasus ini harga tidak akan men-
cerminkan biaya yang selayaknya. ~

Suatu Paradoks
Efisiensi operasi bisa berbenturan dengan efisiensi harga. Pemerintah mungkin
saja memberlakukan peraturan pasar baru yang memperbaiki efisiensi penetap-
an harga, tetapi di pihak lain memperburuk efisiensi operasional. Misalnya ke-
harusan untuk melaporkan harga dan kuantitas semua penjualan pupuk,
sangat menolong pengusaha tani dalam menentukan harga yang berlaku,
dan hal ini memperbaiki efisiensi penetapan harga. Tetapi peraturan pe-
laporan baru ini dapat meningkatkan biaya operasi masing-masing perusahaan
PEMASARAN DALAM AGRIBISNIS
282
sedemikian rupa sehingga efisiensi operasional berkurang. Pertentangan antara
dua norma efisiensi ini harus dipecahkan dengan pengujian yang hati-hati atas
nilai "tukar-imbal" (trade-off) antara keduanya. Badan pemerintah dan profe-
sional pemasaran harus menguji secara obyektif altematif yang menghasil-
kan manfaat bersih yang maksimum bagi masyarakat.

FUNGSI PEMASARAN
Tidak ada keajaiban dalam proses penambahan kegunaan produk pertanian
dan pemindahannya dari produsen ke konsumen. Beberapa kegiatan atau
fungsi khusus membentuk langkah-langkah yang akan dilaksanakan agal
proses pemasaran berhasil. Fungsi-fungsi pemasaran tidak perlu diselenggara-
kan dalam suatu urutan yang tetap/kaku tetapi harus dilaksanakan semuanya.
Dalam beberapa kasus, sebagaimana halnya dengan penanam buah yang lang-
sung menjual hasilnya di pinggir jalan, semua fungsi pemasaran terjadi secara:
langsung dalam tempo yang 1sangat singkat, dengan hanya melibatkan pro-
dusen dan konsumen akhir. Dalam kasus lain, seperti beras Texas yang di-
pasarkan dalam bentuk cereal untuk Ihakan pagi, fungsi-fungsinya sangat
rumit, melibatkan banyak perusahaan yang berbeda dan beratus-ratus manusia,
dan perlu beberapa bulan untuk menyelesaikannya. Tetapi dalam kedua kasus
itu, fungsi pemasaran yang sama diperlukan. Tatacara pelaksanaan fungsi.
fungsi pemasaran berbeda sekali dari produk yang satu ke produk lainnya,
tetapi biasanya merupakan proses yang teratur dan berubah sepanjang waktu
apabila situasinya berubah.
Ada tiga tipe fungsi pemasaran:

1. Fungsi pertukaran (exchange function); yaitu, produk harus dijual dan


dibeli sekurang-kurangnya sekali selama proses pemasaran.
2. Fungsi {isis tertentu harus dilaksanakan, seperti pengangkutan, penggu-
dangan, dan pemrosesan produk.
3. Berbagai fungsi penyediaan sarana hams dilakukan dalam proses pemasar-
an. Bagaimanapun, sekurang-kurangnya harus ada informasi pasar yang
tersedia; seseorang harus menerima risiko kerugian yang mungkin terjacti;
seringkali produk harus distandarisasi atau dikelompokkan menurut mutu-
nya untuk mempermudah penjualan produk tersebut; dan akhimya, sese-
orang harus memiliki produk yang bersangkutan dan menyediakan pembi-
ayaan selama proses pemasaran berlangsung.

Fungsi Pertukaran
Fungsi pertukaran melibatkan kegiatan yang menyangkut pengalihan hak pe-
milikan dalam sistem pemasaran. Tentu saja, analisis permintaan dan penawar-
an dapat diterapkan langsung dalam bidang ini (lihat Bab 5 ). Dalam sistem
perekonomian yang bersaing, harga baru bisa ditentukan apabila pembeli dan
penjuai bertemu untuk menukar komoditi. Pihak-pihak yang terlibat dalam
proses itu antara lain adalah pedagang (broker) dan agen yang mendapat
komisi karena mtimpertemukan pembeli dan penjual. Mereka ini mungkin
saja mempunyai l;lak milik atau barang yang ditangani, tetapi mungkin juga
tidak; namun, biar bagaimanapun, mereka akan selalu mendapat imbalan atas
jasa mereka \
SISTEM PEMASARAN PERTAN!AN 283
Fungsi pertukaran mendapat banyak perhatian dari para ahli ekonomi
dan manajer karena penetapan harga merupakan bagian .dari kegiatan ini.
Banyak perhatian diberikan terhadap metode penetapan harga. Apakah ter-
dapat banyak penjual dan pembeli, yaitu apakah ada persaingan? Apakah
kelompok yang satu mempunyai keuntungan ekonomis terhadap kelompok
lainnya? Pada segi manakah terjadi persaingan tersebut? Pertanyaan-perta
nyaan ini dan banyak pertanyaan lainnya ditanyakan oleh peneliti pasar yang
mempelajari cara kerja pasar. Kedua pihak untuk sesuatu transaksi mengusaha-
kan kemungkinan harga yang paling menguntungkan. Telaah cara kerja pasar
konsumen benar-benar mendapat manfaat penuh dari sistem ekonomi yang
bersaing.
Usaha Pembelian* Fungsi pembelian dilakukan pada setiap tingkatan dari
saluran pemasaran. Pada tingkat pertama, usaha pembelian melibatkan inter-
aksi antara produsen atau agen produsen dengan pemroses, penjual borongan
atau, kadang-kadang dengan konsumen. Biasanya, kegiatan pembelian dalam
sistem pemasaran melibatkan pembelian bahan baku oleh para pemroses dari
produsen utama, pembelian produk jadi oleh penjual borongan dari pabrik
pemroses barang, pembelian barang oleh penjual eceran dari penjual borong-
an, dan akhimya pembelian oleh konsumen dari pengecer. Langkah terakhir
ini mendapat perhatian besar karena melibatkan seluruh populasi; hal itu me-
rupakan satu-satunya tahapan dalam saluran pemasaran di mana konsumen
langsung terlibat. Jadi, keberhasilan seluruh proses pemasaran akhimya di-
tentukan oleh tingkah laku konsumen dalam melakukan pembelian.
Usaha Penjualan Seseorang baru dapat membeli sesuatu jika orang lain men-
jualnya. Karena itu usaha penjualan merupakan bagian integral dari fungsi
pertukaran. Bagi produsen, memutuskan kapan untuk menjual merupakan
isu (bahan pertimbangan) pokok dalam pemasaran. Sekiranya para pengusaha
tani di seluruh Amerika berkumpul, pertanyaan "Bagaimana pasar berlangsung
hari ini?" selalu menjadi bahan pembicaraan. Beberapa produk usaha tani,
terutama biji-bijian, dapat dijual dalam tenggang waktu yang panjang, yaitu
bisa dengan mengadakan kontrak beberapa bulan sebelum panen dengan me-
nyajikan pengiriman beberapa bulan yang akan datang, tetapi bisa juga biji-
bijian tersebut disimpan dulu sesudah panen dan baru dijual beberapa bulan
kemudian. Di pihak lain, tenggang waktu penjualan untuk beberapa produk,
khususnya hasil-has~ temak, sayuran, dan buah-buahan sangat terbatas. Se-
kali produk telah s~ap untuk dipasarkan, tidak ada kemungkinan untuk me-
nunda penjualannya karena mutunya akan merosot. Akan tetapi, makin ada
kecenderungan untuk melakukan kontrak atau produk pertanian dengan me-
nentukan harga dan waktu pengiriman, terutama untuk produk yang cepat
rusak. Sistem ini bermanhat dalam menciptakan proses pemasaran yang
lebih teratur.
Kebanyakan produk pertanian dibP.Ii dan dijual beberapa kali selama
proses pemasaran. Agribisnis biasanya menaruh perhatian besar pada fungsi
penjualan dan mencurahkan berbagai upaya untuk menjalankai:l. fungsi ini
secara efektif. Bagi usaha agribisnis, usaha penjualan pertama sekali me-

*Kita menyebut buying sebagai usaha pcmbelian untuk membedakannya dari purchase
(pembelian) karena cakupan usaha pembelian jauh lebih luas daripada pembelian itu sendiri.
Hal yang sama berlaku untuk istila., usaha penjualan (selling) dan penjualan (sale) yang kit a
bicarakan pada Bab ini dan Bah 14 serta 1 ''.
284 PEMASARAN DALAM AGRIBISNJS

nontut pertimbangan yang cermat khususnya mengenai jenis produk yang


akan dijual dan cara "menawarkannya" dalam kaitannya dengan produk
yang bersaing; yaitu, bagaimana membedakannya produk lainnya. Kemudian
program promosi harus direncanakan agar konsumen yang potensial men-
curahkan perhatian pada produk perusahaan. Program ini menuntut pertim-
bangan yang hati-hati atas harga produk untuk menjamin agar harga tersebut
akan mampu bersaing, namun masih menghasilkan pendapatan yang memadai
untuk menutup beban dan memberikan laba nyata. Sistem distribusi harus
diadakan untuk mengirimkan produk ke tempat yang mudah dijangkau oleh
para konsumen.
Saling kesesuaian antara variabel-variabel ini harus ditentukan oleh mana-
jemen. Teknik dagang yang didasarkan pada telaah terhadap banyak kon-
sumen dan kebiasaannya dalam membeli sangat bermanfaat demi keberhasilan
manajer agribisnis. Bab 12 membahas secara terinci bagaimana fungsi pemasar-
an ketika usaha penjualan dilaksanakan dalam usaha agribisnis.

Fungsi-fungsi Fisis
Kegunaan waktu, tempat, dan bentuk ditambahkan pada produk ketika pro-
duk diangkut, disimpan, dan diproses untuk memenuhi keinginan konsumen.

Pengangkutan Banyak cara yang ditempuh dalam mengangkut produk per-


tanian konsumen, karena jenis produk pertanian sangat beraneka ragam.
Bunga dan sayuran segar yang baru dipetik sangat cepat layu dan harus d!-
angkut segera atau diterbangkan ke tempat penjualan untuk dapat dikonsum:;i
dalam beberapa jam setelah panen. Banyak produksi pertanian diangkut
dengan truk .dari daerah pertanian ke pasar atau ke pasar induk. Kereta api
mengangkut sejumlah besar produk usaha tani, terutama biji-bijian, kepada pe:
mroses atau sarana penyimpanan pelabuhan. SeringkaJi biji-bijian diangkut
dalam 100 gerbong kereta api khusus yang disebut kereta api unit agar dapat
mengurangi biaya pemasaran. Jalan sungai juga merupakan cara pengangkutan
yang jauh lebih murah tetapi sering lebih lam bat.
Kemampuan pengangkutan dalam memenuhi permintaan yang semakin
meningkat harus lebih diperhatikan. Pengangkutan dewasa ini menjadi masa-
lah serius bagi usaha tani karena jaringan transportasi belum mencapai daerah
pedesaan, padahal hasil-hasil pertanian kebanyakan berasal dari daerah ter
sebut. Keadaan geografi akan sangat berpengaruh dalam hal ini karena untuk
daerah bergunung-gunung, misalnya, pengangkutan dengan kereta api dan lalu
lintas sungai akan sangat sulit. Faktor-faktor semacam ini sangat berpengaruh
terhadap dan perlu dipertimbangkan dalam pengembangan usaha tani. (Alinea
ini dimodifikasi penerjemah).

Penytmpanan Usaha pergudangan dalam sistem pemasann menangani pe-


nyimpanan produk. Fungsi ini rrtenambah kegunaan waktu terhadap produk
dan sangat penting bagi banyak komoditi. Dengan penerapan teknologi baru
sekarang ada kemungkinan untuk menyimpan buah-buahan dan sayur-sayuran
segar untuk terobosan baru dalam teknologi penyimpanan dewasa ini, me-
mungkinkan penyimpanan tomat untuk jangka waktu yang sangat panjang
dalam tangki penyimpanan bebas kuman tanpa pendinginan. Ini memungkin
kan pabrik pemrosesan tomat beroperasi dalam tingkat kesibukan yang me-
rata sepanjang tahun, dan tidak hanya beroperasi beberapa minggu saja se-
SJSTEM PEMASARAN Pt;RTANIAN
285
lama panen. Nyatanya, hal ini juga memungkinkan produk pangan mental1
diangkut beratus-ratus mil ke pusat pemrosesan guna menghemat biaya pe
mrosesan. Teknologi ini sedang diuji-cobakan pada basil panen lainnya dan
akan secara nyata mengurangi biaya pemasaran.
Penyimpanan juga sangat penting bagi agribisnis yang memasok (menye
diakan perbekalan) bagi pengusaha tanL Kebanyakan bahan masukan pro-
duksi pertanian dibeli dalam beberapa minggu tiap tahunnya. Hal ini menjadi
masalah yang berat bagi pembuat dan pemasok yang harus menghasilkan
bahan-bahan tersebut sepanjang tahun untuk memanfaatkan sarana pabrik-
nya secara efisien, padahal pendistribusiannya harus dilakukan dalam tempo
Y?'1g sanrat singkat. Kebanyakan bahan kimia, misalnya, harus disimpan
dalam lingkungan temperatur terkendali yang mahal. Penyimpanan merupa-
kan fungsi pemasaran yang mahal. Pada tahun 1984, 7,6 milyar bushel
gandum dihasilkan di Amerika Serikat. Tentu saja semua gandum itu tidak
dapat dikonsumsi langsung setelah panen. Sebagian dieksport, sebagian di-
jadikan makanan ternak, tetapi kebanyakan masuk ke gudang pengusaha tani
atau perusahaan gudang gandum lokal sehingga konsumsi itu dapat disebar-
kan sepanjang tahun pemasaran.

Pemrosesan Produsen utama menambahkan sebagian kegunaan bentuk ke-


pada komoditi yang bergerak melalui saluran pemasaran, yakni menguhah
makanan anak sapi menjadi temak yang gemuk, sebutir gandum menjadi se-
bulir gandum, atau sebiji benih menjadi ketimun yang hijau dan besar. Te-
tapi proses ini biasanya tidak mencakup semua kegunaan bentuk yang diingin-
kan konsumen akhir pada tingkat pengecer. Ternak dalam kandang harus
diolah menjadi sebungkus daging iris dan hamburger, dan butir gandum harus
menjadi keripik gandum (flakes). Di sinilah para pemroses memainkan peran-
an penting dalam memenuhi permintaan konsumen. Para pemroses mengambil
produk bahan baku utama dan mengubahnya ke dalam bentuk yang lebih di-
inginkan, Pemrosesan dapat melibatkan hanya satu perusahaan dalam saluran
pemasaran, tetapi dapat juga melibatkan tiga atau empat perusahaan, yang
masing-masing secara bergantian menambah bentuk lain dari kegunaan bentuk.

Fungsi Penyediaan Sarana


Fungsi penyediaan sarana adalah kegiatan-kegiatan yang menolong sistem
pasar untuk beroperasi lebih lancar. lni memungkinkan pembeli, penjual,
pengangkut, dan pemroses untuk menjalankan tugasnya tanpa terlibat dengan
risiko atau pembiayaan, dan mengcmbangkan rcncana pemasaran yang ter-
susun dengan baik.

lnformasi Pasar Sistem pemasaran yang efisien menuntut agar pihak-pihak


yan