Anda di halaman 1dari 22

AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP

IRIGASI

BAB III
PENDEKATAN DAN METODOLOGI
3.1. Pendekatan Operasional

3.1.1. Umum

Secara garis besar maksud, tujuan dan sasaran pekerjaan


Penyusunan Audit Teknis Kinerja dan Penyusunan Aknop Irigasi
ini adalah melakukan evaluasi dan pemeriksaan kondisi fisik dari
jaringan irigasi yang terdapat pada wilayah Kabupaten Sorog dan
Kabupaten Manokwari untuk menghasilkan suatu dokumen yang berisi
data-data teknis dari jaringan irigasi yang terdapat pada Wilayah
Kabupaten Sorong dan Kabupaten Manokwari, Propinsi Papua Barat.

3.1.2. Organisasi Pelaksanaan

Untuk tercapainya maksud dan tujuan dari pekerjaan diperlukan


suatu organisasi pelaksana pekerjaan yang bertanggung jawab
terhadap tugas sesuai dengan bidang masing-masing tenaga ahli,
yang dipimpin oleh seorang Team Leader yang memiliki kemampuan
teknis, administrasi dan manajemen organisasi proyek.

Dengan sistem organisasi yang baik diharapkan akan diperoleh


sistem kerja yang efisien, terkontrol, tepat waktu, dan mampu
menghasilkan produk kerja yang berkualitas dan dapat
dipertanggungjawabkan serta berguna sebagai acuan Proyek dalam
penyusunan kebijakan program pengembangan selanjutnya.
Organisasi pelaksana pekerjaan secara lebih jelas dan detail akan
dipaparkan pada Sub Bab Rencana Kerja.

3.1.3. Koordinasi dan Kerjasama

LAPORAN PENDAHULUAN III-1


AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Dalam pelaksanaan pekerjaan PT. Geomatik Consultant akan


selalu berkoordinasi dengan Direksi/Balai Wilayah Sungai Papua Barat
dan instansi lain dalam mendapatkan informasi dan masukan dalam
masalah Audit Teknis Kinerja dan Penyusunan Aknop Irigasi
serta memaparkan hasil-hasil yang telah dicapai berikut permasalahan
yang mungkin akan ditemui selama masa pelaksanaan pekerjaan.
Selain itu Konsultan akan melaksanakan diskusi rutin dengan Direksi
Pekerjaan untuk menyampaikan perkembangan hasil kegiatan/progres,
permasalahan, dan mengasistensikan hasil/ produk setiap tahapan
pekerjaan. Koordinasi juga akan dilaksanakan dengan Pemerintah
Daerah, dan instansi daerah setempat, dalam menyampaian masukan
dan keinginan yang diharapkan berkaitan dengan sistem operasional
dan pemeliharaan obyek audit teknis.

3.1.4. Tenaga Ahli

Tenaga ahli merupakan unsur utama dalam pekerjaan Audit


Teknis Kinerja dan Penyusunan Aknop Irigasi agar dapat
diperoleh hasil pekerjaan sesuai dengan maksud dan tujuan yang
diharapkan, oleh karena itu PT. Geomatik Consultant akan
menempatkan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu yang berkenaan
dengan kebutuhan dari pekerjaan dan ditunjang dengan pengalaman
menangani pekerjaan sejenis. Kriteria tenaga ahli yang diusulkan
Konsultan sebagai pelaksana pekerjaan ini adalah sebagai berikut:

- Mempunyai latar belakang pendidikan yang sesuai dengan bidang


tugasnya.
- Mempunyai kemampuan yang baik terhadap bidang tugasnya.
- Mempunyai latar belakang pengalaman kerja di bidang pekerjaan
sejenis dan lama pengalamannya.
- Mempunyai rasa tanggung jawab yang baik dalam melaksanakan
tugas dan kewajiban yang menjadi tanggung jawabnya.

LAPORAN PENDAHULUAN III-2


AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Tenaga ahli yang akan ditugaskan melaksanakan pekerjaan ini


dipimpin oleh seorang yang mempunyai latar belakang dan keahlian
dalam bidang teknik irigasi dan mempunyai sertifikat keahlian dengan
kualifikasi Profesional Madya, di bidangnya dengan pengalaman kerja
sejenis cukup memenuhi persyaratan KAK. Team Leader akan
membawahi tenaga ahli:

a) Ahli Bangunan Air


b) Ahli Sosial Ekonomi
c) Ahli Geodesi
d) Cost Estimator

Selain itu juga akan didukung oleh tenaga pendukung yang


terdiri dari:

a. Chief Surveyor
b. Chief Draftman
c. Surveyor Topografi
d. Surveyor Jaringan
e. Draftman
f. Operator Komputer
g. Office Boy
h. Pembantu Surveyor

3.2. Pendekatan Teknis

3.2.1. Referensi Hukum

1. Standar dan Pedoman yang digunakan:

a. Kerangka Acuan Kerja Audit Teknis Kinerja dan


Penyusunan Aknop Irigasi
b. Standar Nasional Indonesia (SNI)/NSPM, KP-01, KP-02,
KP-03, KP-04, KP-07, PT-01
c. Pd T-06-2004-A Peramalan Debit Aliran Sungai

LAPORAN PENDAHULUAN III-3


AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

d. SNI 03-1724-1989 Tata Cara Perencanaan Hidrologi


dan Hidraulik untuk Bangunan di Sungai
e. SNI 03-2415-1991 Metode Perhitungan Debit Air Irigasi
f. SNI dan Pedoman lain yang terkait.

2. Peraturan Perundangan yang digunakan

a. UU 18/1999 tentang Jasa Konstruksi


b. UU 11/1974 tentang Pengairan
c. PP 29/2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
d. PP 20/2006 tentang Irigasi
e. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 04/PRT/M/2009
tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM) Departemen Pekerjaan
Umum.
f. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 30/PRT/M/2007
tentang Pedoman Pengembangan Pengelolaan Sistem Irigasi
Partisipatif.
g. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 32/PRT/M/2007
tentang Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi.

3.2.2. Bahan Referensi dan Studi Terdahulu

Data penunjang untuk pelaksanaan pekerjaan audit teknis


adalah as built drawing dan buku manual operasi pemeliharaan. Data
Penunjang yang berkaitan:

a. Laporan Project Assesment Konsultan


b. Laporan desain dan project completion report.
c. Data/laporan pemantauan bangunan.
d. Data/laporan kegiatan rehabilitasi yang pernah dilakukan

3.2.3. Pendekatan Permasalahan

LAPORAN PENDAHULUAN III-4


AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Kinerja dan Fungsi dari bangunan jaringan irigasi ditujukan untuk


melindungi dari kegagalan konstruksi dan melindungi dari masalah
pengairan daerah irigasi yang berada di wilayah yang terpengaruh
oleh pengairan akibat kegagalan tersebut. Kinerja dari jaringan irigasi
meliputi: Tingkat Kecukupan Air dan Ketepatan Pemberian Air. Untuk
penyelenggaraan audit irigasi meliputi:

- Evaluasi Kinerja Operasi dan Pemeliharaan Irigasi

- Pemantauan dan pemeriksaan terhadap kondisi jaringan


irigasi

- Penyelenggaraan inspeksi .

Inspeksi besar, pada dasarnya adalah merupakan kegiatan


inspeksi jaringan irigasi secara menyeluruh terhadap aspek teknis dan
non teknis dalam rangka evaluasi kinerja suatu jaringan irigasi. Dari
kegiatan ini diharapkan akan teridentifikasi permasalahan yang sedang
berkembang, kemudian diketahui kondisi struktur dan kinerja jaringan
irigasi, kekurangan pada sistem atau kinerja jaringan irigasi serta
tindak lanjut yang diperlukan untuk mempertahankan atau
meningkatkan kinerjanya.

3.2.4. Pendekatan Teknis Inspeksi

Secara rinci sistematika, teknis inspeksi dan evaluasi untuk


penyelidikan yang dilakukan meliputi kondisi hidrolika dan kapasitas
,stabilitas struktur, ketepatan operasional dari obyek serta dievaluasi
untuk menentukan apakah tingkat kinerja yang ada mengganggu
aktivitas pertanian bagi manuasia. Evaluasi kinerja akan dilakukan
dalam dua tahap evaluasi, yaitu: Evaluasi tahap pertama akan
mengkaji semua data yang ada yang terkait dengan desain, konstruksi,
OP Jaringan irigasi dan bangunan pelengkapnya, sehingga benar-benar
memahami penuh dari bangunan dan riwayat operasi serta
pemeliharaannya. Selain itu juga akan dilakukan identifikasi semua

LAPORAN PENDAHULUAN III-5


AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

potensi masalah yang dampaknya merugikan kinerja hulu dan hilir


jaringan irigasi serta memeriksa tingkat kecukupan air irigasi dan
tingkat ketepatan pemberian air untuk memenuhi fungsinya, dengan
didukung: data yang relevan, pertimbangan dan analisis teknis
diantaranya dengan membandingkan perilaku jaringan irigasi dengan
perilaku yang direncanakan dalam desain. Evaluasi tahap kedua akan
dilakukan analisis teknik untuk menilai status/tingkat kinerja jaringan
irigasi ditinjau dari:

- Aspek struktur, periksa struktur tubuh jaringan irigasi.

- Aspek hidrologi dan Hidrolika (kecukupan tinggi muka air, tinggi


jagaan, erosi, sedimentasi dan lain-lain).

- Aspek Kinerja Kelembagaan dan SDM, berdasar data-data yang


tersedia, kemudian dibuat kesimpulan dan saran.

3.3. Metodologi Pelaksanaan

Metodologi pelaksanaan pekerjaan dan rencana kerja akan


menguraikan semua tahapan dan metodologi pelaksanaan kegiatan
Konsultan dalam melaksanakan pekerjaan Penyusunan Audit
Kinerja dan Penyusunan Aknop Irigasi dalam upaya penyelesaian
pekerjaan yang sesuai dengan maksud, tujuan, dan sasaran pekerjaan
yang disyaratkan dalam KAK.

LAPORAN PENDAHULUAN III-6


AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Gambar 3.1. Diagram Alir Pelaksanaan Pekerjaan

LAPORAN PENDAHULUAN III-7


AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Gambar 3.1. Diagram Alir Pelaksanaan Pekerjaan (lanjutan)

LAPORAN PENDAHULUAN III-8


AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Gambar
3.1. Diagram
Alir

Pelaksanaan Pekerjaan (lanjutan)

LAPORAN PENDAHULUAN III-9


AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

3.3.1. Umum

Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yang tertuang dalam


lingkup pekerjaan diatas, konsultan akan melakukan hal-hal sebagai
berikut:

a. Persiapan dan Orientasi


Lapangan

Sebelum memulai pekerjaan konsultan akan melakukan persiapan


seperlunya, diantaranya adalah mobilisasi peralatan, personil,
bahan dan perlengkapan yang diperlukan untuk melaksanakan
pekerjaan ini, yang semuanya harus dalam kondisi baik. Disamping
itu juga melakukan orientasi lapangan untuk mengetahui kondisi
umum lapangan secara menyeluruh, mengidentifikasi kendala
yang ada, kemudian menjabarkan program pelaksanaan dan
Rencana Mutu Kontrak.

b. Pengumpulan dan Analisa


Data Dasar

Yaitu kegiatan pengumpulan dan analisa data yang diperlukan untuk


masing-masing pekerjaan. Konsultan memeriksa ketelitian data
yang dipakai dan bertanggung jawab terhadap mutu data yang
dipakai. Data yang harus dikumpulkan antara lain:

1. Semua laporan studi yang pernah dilakukan.


2. Laporan desain termasuk review/revisi/modifikasi
desain.
3. Laporan pelaksanaan konstruksi, meliputi: kendali
mutu (quality control), laporan akhir proyek (project completion
report), dan lain-lain.
4. Laporan yang berkaitan dengan pengelolaan/OP irigasi
antara lain laporan pemantauan, laporan pelaksanaan OP,
laporan inspeksi, dan lain-lain.

III-
LAPORAN PENDAHULUAN
10
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

5. Data hidrologi terbaru, peta geologi regional, dan lain


sebagainya.

c. Evaluasi, Analisis, dan


Penggambaran
Evaluasi, Analisis dan Penggambaran dari seluruh pekerjaan ini
akan mengikuti Norma Standar Pedoman dan Manual (NSPM).
Konsultan wajib memiliki (copy) dan memahami NSPM tersebut.
d. Asistensi dan Diskusi
1. Asistensi dan diskusi dengan pemberi tugas atau yang
dikuasakan, akan dilakukan pada setiap akan memulai dan akhir
dari suatu kegiatan.
2. Diskusi dengan Balai irigasi dilakukan dalam rangka
mendapatkan masukan sesuai NSPM terkait.
e. Presentasi laporan yang
dihasilkan

3.3.2. Kegiatan Survei dan Inventarisasi

Secara umum, yang dimaksud inspeksi besar pada studi ini


adalah inspeksi/ pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh
terhadap aspek teknis maupun non teknis, dalam rangka evaluasi
teknis bangunan. Cakupan audit antara lain meliputi: Pemeriksaan
komponen-komponen bangunan termasuk peralatan mekanik-listrik
fondasi, tumpuan bangunan dan daerah sekitarnya, pemeriksaan dan
uji peralatan hidromekanik-elektrik dan gawar banjir, pemeriksaan
instrumen dan evaluasi data pembacaannya, tinjauan terhadap sistem
OP dan RID (Rencana Iindak Darurat), serta evaluasi sistem O & P.
Kegiatan tersebut diatas perlu ditunjang dan dilengkapi dengan
kegiatankegiatan diantaranya dan tidak terbatas hal-hal sebagai
berikut:

1. Pekerjaan Persiapan
III-
LAPORAN PENDAHULUAN
11
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Sebelum pelaksanaan akan dilakukan pekerjaan persiapan yang


mencakup antara lain:

a. Pengumpulan data, yang mencakup antara lain: data


hidrologi terbaru, dokumen desain, dokumen pelaksanaan
konstruksi, dokumen OP termasuk data pemantauan, laporan
inspeksi sebelumnya, system OP, dan lain-lain. Dokumen atau
data desain dan konstruksi yang ada di proyek kemungkinan
sangat terbatas, dalam kondisi demikian konsultan harus
mengumpulkan data dari berbagai sumber lain yang dapat
dipercaya.

b. Kajian data: setiap inspeksi harus didahului dengan


mempelajari data yang ada, laporan-laporan inspeksi/kajian
sebelumnya. Bila belum pernah dilakukan inspeksi, pelajari
dokumen desain, konstruksi dan riwayat OP.

c. Daftar simak inspeksi: harus disiapkan secara rinci sesuai


bangunan yang diinspeksi dan dipahami setiap anggota tim.

d. Perlengkapan inspeksi yang harus dibawa saat inspeksi


antara lain: ringkasan data irigasi, ringkasan laporan inspeksi
sebelumnya, gambar-gambar, daftar simak, kamera, alat bantu
inspeksi seperti: pita ukur, teropong, lampu senter, waterpas
kecil, palu geologi, kompas, alat baca instrumen, dan lain-lain.

2.Survey / Inventarisasi Jaringan Irigasi.

Pekerjaan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

a. Tim Konsultan, Tim Direksi dan P3A /Gabungan P3A bersama-


sama melakukan penelusuran setiap ruas saluran, suplesi dan
saluran pembuang dan setiap bangunan disepanjang saluran dan
menginventarisasi kondisi saluran dan bangunannya. Sketsa
detail semua bangunan yang dilengkapi dengan dimensi, ukuran
pintu, elevasi mercu dsb., rincian perbaikan yang dibutuhkan
III-
LAPORAN PENDAHULUAN
12
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

untuk memenuhi kebutuhan OP, harus dituliskan dalam sketsa


tersebut. Data ini harus dimasukkan kedalam blanko yang
disediakan. Foto diambil pada semua bangunan penting untuk
menggambarkan kerusakan yang terjadi apabila ada kerusakan.

b. Selain mengecek kondisi bangunan irigasi, surveyor juga


melakukan pengecekan terhadap kondisi alat-alat operasional
seperti pintu air, alat ukur romjin,bangunan bagi,bangunan terjun
dll. Yang ada pada system irigasi tersebut dan kemudian
melaporkan sesuai dengan hasil yang ada di lapangan.

c. Gambar-gambar yang tersedia tentang bangunan harus dibawa


ke lapangan selama inspeksi, dan dimensi penting diukur
kembali dan dicatat di atas gambar. Kalau gambar bangunan
tidak tersedia, harus dibuat sketsa yang bersih di lapangan
dengan dimensi terinci untuk selanjutnya dibuat gambar-gambar
berdimensi.

d. Menyusun inventarisasi saluran irigasi, bangunan pada saluran,


bangunan pengukur debit, jalan inspeksi dan rumah instansi
dalam blanko yang disediakan.

e. Peta skema yang tersedia harus dipelajari sebelum melakukan


survai lapangan. Petak tersier yang ada dengan luas melebihi
150 ha atau yang mempunyai masalah ketidak terjangkauan air
harus dicatat untuk mencari alternatif lain agar luas dibatasi
sampai tidak menimbul kanmasalah air. Alternatif yang mungkin
adalah meningkatkan saluran tersier menjadi saluran sekunder
atau saluran muka, atau pemindahs ebagian areal kebangunan
sadap lain. Sebaliknya jika saluran kecil yang melayani kurang
dari 100 ha harus dicatat untuk direklasifikasikan sebagai saluran
tersier/ saluran muka kalau sekarang dianggap sebagai saluran
sekunder. Setelah dibahas dengan P3A/Gabungan P3A,

III-
LAPORAN PENDAHULUAN
13
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

perubahan-perubahan tersebut harus dimasukkan kedalam


skema irigasi baru.

f. Melakukan survey dan membuat daftar yang memuat lokasi,


ukuran dan type serta prakiraan luas layanan dari bangunan
sadap liar.

g. Terhadap bangunan sadap liar perlu dilakukan tindakan sebagai


berikut :

Diadakan survey lebih detail mengenai bangunan liar ini,


identifikasi sebab-sebabnya sadap liar dibuat oleh petani.
Terkait persoalan bangunan sadap liar tersebut tetap
dilaporkan di dalam laporan secara detail lokasi dan
dimensinya.

3. Pengumpulan Data Pendukung O&P, serta Data


Hidrologi dan Hidrometri.

Meninjau dan mengamati sistem operasi yang selama ini dijalankan


dan mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk menyusun Laporan
Audit Teknis serta Pedoman Operasi dan Pemeliharaan sebagai
berikut ini:

a. Data Hidrologi dan Hidrometri.

Data klimatologi dari stasiun klimatologi terdekat atau yang


mewakili untuk 20 tahun terakhir.

Data debit sungai setengah bulanan, selama minimum 10


tahun atau debit sepuluh harian selama sepuluh tahun
terakhir dari data catatan debit pada bendung / bangunan
utama atau stasiun pengukur debit lain yang tersedia.
Data catatan banjir pada bendung/bangunan utama atau
stasiun pengukur debit jika tersedia untuk 10 tahun terakhir.

III-
LAPORAN PENDAHULUAN
14
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Data Curah hujan setengah bulanan selama minimum 10


tahun atau sepuluh harian selama sepuluh tahun terakhir
pada stasiun curah hujan yang ada di wilayah Daerah
Pengaliran Sungai (DPS) serta daerah persawahan. Hujan
bulanan dan hujan harian maksimum 10 tahun. Hujan 3
harian berurutan 10 tahun.

b. Data Pendukung O&P

Data status P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) dan


gabungan P3A serta aktifitasnya dalam pengelolaan jaringan
irigasi.
Detail prosedur Operasi dan Pemeliharaan jaringan yang
berjalan sekarang dan kekurangan-kekurangannya.
Data kebutuhan air yang selama ini dipakai untuk
perencanaan Operasi dan Pembangian air di Daerah Irigasi
yang bersangkutan.
Catatan tanaman (areal yang ditanamai) menurut musim,
jenis tanaman (palawija, tebu, dll) intensitas tanam dan hasil
untuk lima tahun terakhir, (sumber data harus dicatat).
Data personil dan segala fasilitasnya yang tersedia pada saat
pelaksanaan pekerjaan.
Data lain tentang status sekarang, kendala-kendala dan
masalah-masalah dalam Operasi dan Pemeliharaan,
sebagaimana dibutuhkan untuk Audit Teknis Irigasi

4. Pengukuran dan penggambaran saluran dan


bangunan.

a. Pengukuran Lokasi dan Site Bangunan Utama (jika data lama


tidak tersedia).

III-
LAPORAN PENDAHULUAN
15
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Konsultan harus melakukan pengukuran lengkap pada


Bangunan Utama yang ada, sungai disekitarnya dan
penampang melintang sekitar saluran dengan menggunakan
alat Theodolit dan Waterpass.
Pekerjaan pengukuran sungai untuk bangunan utama
(bendung, pengambilan bebas) yang kondisinya masih baik,
cukup dilakukan dengan site survey sepanjang 100 meter
ke hulu dan 100 meter ke hilir, demikian pula untuk mata air /
sumber.
Pengukuran sungai untuk Bangunan Utama yang mempunyai
masalah berupa overtopping, piping, gerusan dan degradasi
pada hilirnya, perlu dilakukan pengukuran sungai sepanjang
600 meter dengan pengaturan sesuai kebutuhan.
Pengukuran sungai untuk Bangunan Utama baru, dilakukan
pengukuran sebagai berikut:
a. Situasi Sungai
- Lebar sungai B < 20 m; skala 1 : 500 sepanjang 1 km
dengan 500 m ke hulu dan 500 m ke hilir dari as
Bangunan Utama.
- Lebar sungai 20 < B < 40 m; skala 1:1.000 sepanjang
1,50 Km dengan 750 m ke hulu dan 750 km ke hilir dari
as bangunan Utama.
- Lebar sungai >40 m ; skala 1 : 2.000 sepanjang 2,00 km
dengan 1,00 km ke hulu dan 1,00 km ke hilir dari as
bangunan utama.
b. Site bangunan utama

- Lebar sungai 20 < B < 40; skala 1:200


- Lebar sungai B>40 m; skala 1 : 500

III-
LAPORAN PENDAHULUAN
16
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

- Patok dipasang tiap jarak profil 25 m, dan tiap jarak


profil 5 m untuk sekitar bendung sepanjang 25 m ke
hulu dan 25 m ke hilir.
Elevasi mercu bendung, ketinggian ambang pintu penguras
dan pengambilan, elevasi dekzerk dan elevasi penting lainnya
harus disipat datar dengan tepat.

Hasil pengukuran, cara penghitungan dan penggambaran


harus sesuai dengan Standar Perencanaan Irigasi.

b. Pengukuran Saluran dan Bangunan (jika data lama tidak tersedia


atau tersedia tetapi tidak lengkap)

Pekerjaan ini meliputi hal-hal sebagai berikut:


Pemasangan BM dan CP.
Pemasangan patok BM baru harus sesuai dengan spesifikasi
Standar Perencanaan Irigasi, tanda-tanda nomenklatur harus
dipasang dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Konsultan
bertanggungjawab atas pemasangan BM baru.
Membuat Diskripsi BM baru yang menunjukkan posisi letak
(X,Y) dan ketinggian (Z) serta sketsa peta lokasinya. Deskripsi
BM harus dilengkapi dengan lokasi, elevasi, referensi sipat
datar BM bersangkutan. Posisi BM diplot pada peta skala 1 :
5.000 dan dilampirkan pada halaman muka Deskripsi BM.
Dibuat daftar koordinat + elevasi BM baru/lama dan CP
baru/lama. Setiap perbedaan elevasi antara BM baru dan BM
lama harus dijelaskan dalam bab tentang survai dalam
laporan akhir, BM yang tidak berlaku dikeluarkan dari
deskripsi BM., letak patok harus diplot dalam skema
pengukuran untuk mengetahui jarak secara planimetris.
Elevasi ambang bangunan bagi dan sadap, ketinggian mercu
bangunan pengukur debit dan elevasi bangunan saluran

III-
LAPORAN PENDAHULUAN
17
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

sebelah udik dan sebelah hilir (bangunan, pengatur, terjun,


siphon dll.) harus disipat datar dengan tepat. Untuk tujuan
pengukuran sipat datar ini lokasi harus bersih dari endapan
lumpur. Semua elevasi ini akan dimasukkan di tampang
memanjang saluran.
Semua elevasi sawah tertinggi pada setiap petak tersier harus
diukur untuk penentuan elevasi muka air (jika diperlukan) di
saluran tersier, sekunder dan induk.
Semua tanda muka air pada saluran (warna coklat) yang
membekas agar dicatat, juga bekas muka air pada bangunan,
harus diidentifikasi guna memberikan informasi dalam
menentukan muka air yang tepat untuk pekerjaan Desain
Hidrolik.
c. patok beton ini bukan tugas Tim Desain Konsultan, kecuali Patok
BM dan CP dipasang Konsultan.

5. Sistem OP

Sistem OP mencakup: periksa ketersediaan panduan OP di lapangan


baik produk maupun kelembagaan: waktu penyusunan; kecukupan
instruksi/petunjuk dalam panduan; ketersediaan dokumen penting,
gambar-gambar, grafik, format laporan, pemahaman panduan oleh
petugas, kecukupan tenaga dari aspek jumlah dan kemampuan,
perlunya penyempurnaan OP yang ada, dan lain-lain.

6. Evaluasi kinerja jaringan irigasi atau Bangunan


Air Lain

Tahap evaluasi kinerja akan dilakukan dalam dua tahap evaluasi,


yaitu:

Evaluasi tahap pertama

Evaluasi tahap pertama akan mengkaji semua data yang ada


yang terkait dengan desain, konstruksi, OP jaringan irigasi dan
III-
LAPORAN PENDAHULUAN
18
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

bangunan pelengkapnya, sehingga benar-benar memahami


karakter jaringan irigasi dan riwayat operasi serta pemeliharaannya.

Selain itu juga akan dilakukan identifikasi semua potensi


masalah yang dampaknya merugikan terhadap kinerja hulu dan hilir
jaringan irigasi serta memeriksa kecukupan air irigasi dan ketepatan
pemberian air untuk memenuhi fungsinya, dengan didukung: data
yang relevan, pertimbangan dan analisis teknis diantaranya dengan
membandingkan perilaku jaringan irigasi dengan perilaku yang
direncanakan dalam desain.

Evaluasi tahap kedua

Evaluasi tahap kedua akan dilakukan analisis teknik untuk


menilai status/ tingkat kinerja jaringan irigasi ditinjau dari:

- Aspek struktur, periksa struktur tubuh jaringan irigasi.

- Aspek hidrologi dan Hidrolika (kecukupan tinggi muka air, tinggi


jagaan, erosi, sedimentasi dan lain-lain).

- Aspek Kinerja Kelembagaan dan SDM, berdasar data-data yang


tersedia, kemudian dibuat kesimpulan dan saran.

7. Pelaporan, termasuk kesimpulan status teknis


bangunan dan saran tindak lanjut yang diperlukan.

3.3.3. Kegiatan Penyusunan Laporan

1. Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK)

Laporan Rencana Mutu Kontrak (RMK) memuat rencana mutu


pelaksanaan kegiatan yang disusun oleh Penyedia Jasa merupakan
jaminan mutu terhadap tahapan proses kegiatan dan hasil kegiatan
sebagaimana yang dipersyaratkan dalam pekerjaan. Laporan akan
diserahkan selambat-la mbatnya 1 bulan sejak SPMK diterbitkan
sebanyak 5 (Lima) Buku Laporan Isi RMK akan mengikuti Permen PU
No. 04/PRT/M/2009 Tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM)
III-
LAPORAN PENDAHULUAN
19
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Departemen Pekerjaan Umum. Dokumen RMK ini dipakai pada


setiap pembahasan kemajuan pekerjaan.

2. Laporan Pendahuluan (Inception Report)

Laporan Pendahuluan memuat hasil studi Literatur,


Pendalaman Materi dan Identifikasi Awal Pekerjaan. Laporan akan
diserahkan selambat-lambatnya 1 bulan sejak SPMK diterbitkan
sebanyak 5 (Lima) Buku Laporan Laporan Pendahuluan akan
dibahas untuk memperoleh persetujuan dari Direksi Pekerjaan,
untuk kemudian akan/harus dijadikan panduan dalam
melaksanakan kegiatan studi dan mengikat untuk dipenuhi pada
Laporan Akhir.

3. Laporan Bulanan

Laporan bulanan memuat hasil perkembangan pekerjaan


dalam setiap bulannya. Laporan akan diserahkan selambat-
lambatnya akhir bulan diterbitkan sebanyak 5 (Lima) Buku Laporan
Bulanan setiap bulannya.

4. Laporan Pertengahan (Interim Report)

Laporan pertengahan ini meliputi:

a. Hasil kegiatan lapangan & rekomendasi OP yang didukung oleh


analisa-analisa teknik.
b. Laporan Interim Report ini dibuat sebanyak 5 (lima) buku
Laporan

5. Konsep Laporan Akhir (Draft Final Report)

Konsep Laporan Akhir berisi rangkuman dari seluruh kegiatan


yang telah dilakukan untuk dikembangkan yang diusulkan beserta
metode, perhitungan analisa sosial ekonomi, saran-saran,
rangkuman. Sebelum dicetak sebagai Laporan Akhir, konsep ini
harus telah didiskusikan dan disetujui. Dalam laporan ini harus pula

III-
LAPORAN PENDAHULUAN
20
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

memuat daftar - daftar pustaka dan data. Dibuat dalam 5 (lima)


eksemplar Laporan ini dibuat sebanyak 10 (Sepuluh) buku laporan.

6. Laporan Akhir (Final Report)

Laporan Akhir berisi rangkuman dari seluruh kegiatan survei


yang telah dilakukan, beserta metode dan hasil-hasil
perhitungannya, perhitungan analisa sosial ekonomi, saran-saran,
rangkuman. Yang telah didiskusikan dan disetujui. Dalam laporan ini
harus pula memuat daftar-daftar pustaka dan data. Laporan ini
dibuat sebanyak 6 (Enam) buku Laporan

7. Diskusi dan Asistensi

Konsultan yang menangani pekerjaan ini akan mengadakan


diskusi dengan tenaga ahli yang terlibat (intern) maupun kepada
Direksi guna memperoleh masukan. Asistensi kepada Direksi untuk
membahas pekerjaan yang telah diselesaikan sekaligus
menyampaikan permasalahan yang terkait guna memperoleh
persetujuan dan mengajukan program kerja selanjutnya.

Diskusi RMK

Diskusi RMK dilakukan sebelum diserahkannya Laporan RMK


oleh Konsultan untuk mendapatkan masukan dan tambahan guna
kelengkapan dari laporan RMK.

Diskusi Draft Laporan Pendahuluan

Diskusi Draft Laporan Pendahuluan dilakukan sebelum


diserahkannya Laporan Pendahuluan oleh Konsultan untuk
mendapatkan masukan dan tambahan guna ke kelengkapan dari
laporan Pendahuluan.

Diskusi Laporan Pertengahan

III-
LAPORAN PENDAHULUAN
21
AUDIT TEKNIS KINERJA DAN PENYUSUNAN AKNOP
IRIGASI

Diskusi Draft Laporan Pertengahan dilakukan sebelum


diserahkannya Laporan Pertengahan oleh Konsultan untuk
mendapatkan masukan dan tambahan guna kelengkapan dari
Laporan Pertengahan.

Diskusi Draft Final Report

Diskusi Draft Final Report dilakukan sebelum diserahkannya


Laporan Akhir oleh Konsultan untuk mendapatkan masukan dan
tambahan guna kelengkapan dari Laporan Akhir.

III-
LAPORAN PENDAHULUAN
22