Anda di halaman 1dari 1

Pasal 180 KUHD berbunyi :

Tiap-tiap cek harus ditarik atas seorang bankir yang mempunyai dana dibawah
pengawasannya guna kepentingan penarik, dana mana menurut persetujuan, tegas atau diam-
diam, penarik berhak menggunakannya dengan mengeluarkan cek. Dalam pada itu, apabila
ketentuan-ketentuan tersebut tidak di-indahkan, alas hak itupun selaku cek tetep berlaku juga.

Dari rumusan pasal 180 KUHD tersebut terdapat beberapa kelemahan diantaranya:
1. Pada kalimat terakhir yang menyatakan bahwa apabila ketentuan-ketentuan tersebut tidak
diindahkan, alas hak selaku cek tetap berlaku. Rumusan ini seolah-olah menentukan bahwa jika
penerbit tidak menyediakan dana atau dananya kurang, surat cek tetap harus dibayar oleh bankir.
Hal ini tentunya bertentangan dengan hakikat penerbitan cek dimana penerbit seharusnya sudah
tahu bahwa dana sudah harus mencukupi sebelum menerbitkan cek.

2. Rumusan pasal ini seolah-olah menentukan bahwa tersangkut (bankir) yang harus
menyediakan dana bagi kepentingan penerbit. Padahal pada pasal 190A KUHD ditentukan
bahwa penerbitlah yang berkewajiban menyediakan dana pada bankir.

Pasal 190A KUHD berbunyi :

Tiap-tiap penarik, atau tiap-tiap mereka atas tanggungan siapa cek itu ditariknya, wajib
mengusahakan agar pada hari bayar nya pada sitarik telah ada keuangan cukup guna membayar
cek tersebut.

Dari rumusan pasal 190A KUHD ini dapat diketahui bahwa adalah kewajiban penebit untuk
menyediakan dana yang cukup agar bisa ditarik oleh penarik. Rumusan pasal ini terlihat
bertentangan dengan rumusan pasal 180 KUHD yang menentukan bahwa tersangkut (bankir)
yang harus menyediakan dana bagi penerbit. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, rumusan
pasal 180 KUHD bertentangan dengan hakikat penerbitan cek dan pasal 190A KUHD lah yang
telah sesuai dengan hakikat penerbitan cek