Anda di halaman 1dari 28

Case Report Session

STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS

Oleh:

Elfon Lindo Pratama


1210312038

Preseptor:
Dr. dr. Rima Semiarty, MARS

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Komunitas

Fakultas Kedokteran Universitas Andalas

Tahun 2016
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL iii
DAFTAR GAMBAR iv

BAB 1 PENDAHULUAN 1
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Rumusan Masalah 2
1.3. Tujuan Penulisan 2
1.4. Metode Penulisan 3

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA


2.1. Definisi Organisasi 4
2.2. Definisi Puskesmas 5
2.3. Klasifikasi Puskesmas 5
2.4. Prinsip Penyelenggaraan Puskesmas 5
2.5. Lambang Puskesmas 6
2.6. Standar Ketenagaan Puskesmas 8
2.7. Organisasi Puskesmas 8
2.8. Jaringan Pelayanan Puskesmas 10
2.9. Upaya Kesehatan Puskesmas 11

BAB 3 ANALISIS SITUASI


3.1. Sejarah Puskesmas Lubuk Kilangan 13
3.2. Kondisi Geografis Lubuk Kilangan 14
3.3. Kondisi Demografis Lubuk Kilangan 15
3.4. Sarana dan Prasarana di Kecamatan Lubuk Kilangan 16
3.4.1. Sarana di Kecamatan Lubuk Kilangan 16
3.4.2. Prasarana di Kecamatan Lubuk Kilangan 17
3.5. Sasaran Puskesmas Lubuk Kilangan 17
3.6. Ketenagaan Puskesmas Lubuk Kilangan 18
3.7. Struktur Organisasi Puskesmas Lubuk Kilangan 20

BAB 4 PEMBAHASAN 21

BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan 23
5.2 Saran 23

DAFTAR PUSTAKA 24

2
DAFTAR TABEL

Halaman
Tabel 2.1 : Standar Ketenagaan Puskesmas 8
Tabel 3.1 : Jumlah Penduduk Kecamatan Lubuk Kilangan Tahun 2015 15
Tabel 3.2 : Kondisi sarana kesehatan di Puskesmas Lubuk Kilangan 16
tahun 2015
Tabel 3.3 : Data Ketenagaan di Puskesmas Lubuk Kilangan Tahun 18
2015

3
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 2.1 : Lambang Puskesmas 8
Gambar 3.1 : Peta Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Tahun 15
2015

4
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sejak tahun 2016, tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) 2015-2030

secara resmi menggantikan tujuan pembangunan millennium (MDGs) 2000-2015.

SDGs berisi 17 tujuan dan pembangunan derajat kesehatan masyarakat

merupakan tujuan nomor 2 (mengakhiri kelaparan), 3 (kesehatan dan

kesejahteraan), 5 (kesetaraan gender), dan 6 (air bersih dan sanitasi) dalam SDGs.1

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan nomor 75 tahun 2014, Puskesmas

merupakan unit pelayanan kesehatan yang bertanggung jawab dalam membangun

derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya dalam mewujudkan kecamatan

sehat. Sebuah Puskesmas dipimpin oleh seorang kepala Puskesmas dalam

menjalankan fungsinya di masyarakat. Pada dasarnya, aktivitas Puskesmas dalam

membangun derajat kesehatan masyarakat tidak lepas dari konsep dasar

organisasi.2

Pengertian organisasi secara umum adalah kelompok orang yang secara

bersama-sama mencapai suatu tujuan. Organisasi terdiri dari orang-orang yang

usahanya harus dikoordinasikan. Mereka harus bekerja sama atas dasar

pembagian kerja, peran, dan wewenang masing-masing anggota. Tujuan dari

sebuah organisasi akan menentukan struktur organisasi. Struktur organisasi

merupakan kerangka yang juga menunjukkan hubungan antar fungsi serta

wewenang dan tanggung jawab masing-masing komponen.3

Puskesmas sebagai suatu organisasi merupakan unit pelaksana teknis dinas

kesehatan kabupaten/kota.2 Salah satu Puskesmas yang terdapat di kota Padang

1
adalah Puskesmas Lubuk Kilangan dengan wilayah kerja untuk Kecamatan Lubuk

Kilangan.4 Puskesmas ini telah menerapkan konsep struktur organisasi Puskesmas

yang telah ditetapkan oleh oleh pemerintah. Oleh karena itu, penulis mengangkat

makalah dengan judul Struktur Organisasi Puskesmas untuk mengetahui

gambaran struktur organisasi di Puskesmas Lubuk Kilangan pada tahun 2016.

1.2. Rumusan Masalah

Bagaimana struktur organisasi di Puskesmas Lubuk Kilangan kota

Padang?

1.3. Tujuan Penulisan

1.3.1. Tujuan Umum

Makalah ini bertujuan untuk mengetahui struktur organisasi di Puskesmas

Lubuk Kilangan pada tahun 2016.

1.3.2. Tujuan Khusus

Mengetahui implementasi struktur organisasi Puskesmas berdasarkan

Permenkes nomor 75 tahun 2014 di Puskesmas Lubuk Kilangan

Mengetahui permasalahan mengenai struktur organisasi di Puskesmas

Lubuk Kilangan

Mengetahui solusi alternatif mengenai struktur organisasi di Puskesmas

Lubuk Kilangan

2
1.4. Metode Penulisan

Makalah ini disusun dengan menggunakan metode tinjauan pustaka yang

dirujuk dari berbagai literatur, pengamatan terhadap data, serta diskusi dengan

kepala tata usaha di Puskesmas Lubuk Kilangan.

3
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi Organisasi

Sampai saat ini, definisi organisasi berbeda-beda menurut para ahli, yaitu:3

a. Menurut Ernest Dale

Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan,

pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubungan kerja

dari orang-orang dalam suatu kelompok kerja.

b. Menurut Cyril Soffer

Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi

peranan tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian dalam nama

pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan di antara pemegang

peranan, dan digabung ke dalam beberapa bentuk asli.

c. Menurut Kast dan Rosezweig

Organisasi adalah suatu subsistem dari lingkungan yang lebih luas, terdiri

dari orang-orang yang berorientasi pada suatu tujuan, suatu subsistem

teknik (orang-orang yang menggunakan pengetahuan teknik peralatan dan

fasilitas), suatu subsistem struktural (orang-orang yang bekerja sama

dalam berbagai kegiatan yang terpadu), suatu subsistem psikososial

(orang-orang yang terlibat dalam hubungan sosial), dan suatu subsistem

manajerial (merencanakan dan mengendalikan semua usaha).

4
d. Secara umum

Organisasi adalah kelompok orang yang secara bersama-sama ingin

mencapai tujuan yang sama.

2.2. Definisi Puskesmas

Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan

upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama,

dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai

derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.2

2.3. Klasifikasi Puskesmas

Puskesmas dapat diklasifikasikan berdasarkarkan karakteristik wilayah

kerja dan kemampuan penyelenggaraan dalam rangka memenuhi pelayanan

kesehatan. Berdasarkan karakteristik wilayah kerja, Puskesmas dikategorikan

menjadi Puskesmas kawasan perkotaan, Puskesmas kawasan pedesaan, serta

Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil. Berdasarkan kemampuan

penyelenggaraan, Puskesmas dikategorikan menjadi Puskesmas non rawat inap

dan Puskesmas rawat inap.2

2.4. Prinsip Penyelenggaraan Puskesmas

Prinsip penyelenggaraan Puskesmas meliputi:2

a. Paradigma sehat, adalah Puskesmas mendorong seluruh pemangku

kepentingan untuk berkomitmen dalam upaya mencegah dan mengurangi

5
risiko kesehatan yang dihadapi individu, keluarga, kelompok, dan

masyarakat.

b. Pertanggungjawaban wilayah, adalah Puskesmas menggerakkan dan

bertanggung jawab terhadap pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.

c. Kemandirian masyarakat, adalah Puskesmas mendorong kemandirian

hidup sehat bagi individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat.

d. Pemerataan, adalah Puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan

yang dapat diakses dan dijangkau oleh seluruh masyarakat di wilayah

kerjanya secara adil tanpa membedakan status sosial, ekonomi, agama,

budaya, dan kepercayaan.

e. Teknologi tepat guna, adalah Puskesmas menyelenggarakan pelayanan

kesehatan dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan

kebutuhan pelayanan, mudah dimanfaatkan, dan tidak berdampak buruk

bagi lingkungan.

f. Keterpaduan dan kesinambungan, adalah Puskesmas mengintegrasikan

dan mengoordinasikan penyelenggaraan UKM (Upaya Kesehatan

Masyarakat) dan UKP (Upaya Kesehatan Perseorangan) lintas program

dan lintas sektor serta melaksanakan sistem rujukan yang didukung

dengan manajemen Puskesmas.

2.5. Lambang Puskesmas

Lambang Puskesmas harus diletakkan di depan bangunan yang mudah

terlihat dari jarak jauh oleh masyarakat. Arti dari lambang tersebut adalah:2

a. Bentuk segienam (heksagonal), melambangkan:

6
Keterpaduan dan kesinambungan yang berintegrasi dari 6 prinsip yang

melandasi penyelenggaraan Puskesmas.

Makna pemerataan pelayanan kesehatan yang mudah diakses

masyarakat.

Pergerakan dan pertanggungjawaban Puskesmas di wilayah kerjanya.

b. Irisan dua buah bentuk lingkaran, melambangkan:

Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) untuk memelihara dan

meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi

timbulnya masalah kesehatan masyarakat.

Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) untuk memelihara dan

meningkatkan kesehatan serta mencegah dan menanggulangi

timbulnya masalah kesehatan perorangan.

c. Stilasi bentuk sebuah bangunan, melambangkan Puskesmas sebagai

tempat/wadah diberlakukannya semua prinsip dan upaya dalam proses

penyelenggaraan kesehatan.

d. Bidang segitiga, mewakili tiga faktor yang mempengaruhi status derajat

kesehatan masyarakat yaitu genetik, lingkungan, dan perilaku.

e. Bentuk palang hijau di dalam segienam, melambangkan pelayanan

kesehatan yang mengutamakan promotif preventif.

f. Warna hijau, melambangkan tujuan pembangunan kesehatan yang

diselenggarakan Puskesmas, dalam rangka mencapai derajat kesehatan

masyarakat yang setinggi-tingginya.

g. Warna putih, melambangkan pengabdian luhur Puskesmas.

7
Gambar 2.1. Lambang Puskesmas2

2.6. Standar Ketenagaan Puskesmas

Tabel 2.1 Standar Ketenagaan Puskesmas2


Puskesmas
Puskesmas Puskesmas Kawasan
Kawasan Kawasan Terpencil dan
Perkotaan Pedesaan Sangat
No Jenis Tenaga
Terpencil
Non Non Non
Rawat Rawat Rawat
Rawat Rawat Rawat
Inap Inap Inap
Inap Inap Inap
1 Dokter atau dokter 1 2 1 2 1 2
layanan primer
2 Dokter gigi 1 1 1 1 1 1
3 Perawat 5 8 5 8 5 8
4 Bidan 4 7 4 7 4 7
5 Tenaga kesehatan 2 2 1 1 1 1
masyarakat
6 Tenaga kesehatan 1 1 1 1 1 1
lingkungan
7 Ahli laboratorium 1 1 1 1 1 1
medik
8 Tenaga gizi 1 2 1 2 1 2
9 Tenaga kefarmasian 1 2 1 1 1 1
10 Tenaga administrasi 3 3 2 2 2 2
11 Pekarya 2 2 1 1 1 1
Jumlah 22 31 19 27 19 27

2.7. Organisasi Puskesmas

Organisasi Puskesmas dibedakan berdasarkan:2

a. Puskesmas kawasan perkotaan dan perdesaan

8
Kriteria kepala puskesmas, yaitu tenaga kesehatan dengan tingkat

pendidikan paling rendah sarjana, memiliki kompetensi manajemen

kesehatan masyarakat, masa kerja di Puskesmas minimal 2 (dua) tahun,

dan telah mengikuti pelatihan manajemen Puskesmas. Kasubag Tata

Usaha, membawahi beberapa kegiatan di antaranya Sistem informasi

Puskesmas, kepegawaian, rumah tangga, dan keuangan.

Penanggung jawab UKM esensial dan keperawatan kesehatan

masyarakat membawahi pelayanan promosi kesehatan (termasuk UKS),

pelayanan kesehatan lingkungan, pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM,

pelayanan gizi yang bersifat UKM, pelayanan pencegahan dan

pengendalian penyakit, serta pelayanan keperawatan kesehatan

masyarakat. Penanggung jawab UKM pengembangan membawahi upaya

pengembangan yang dilakukan Puskesmas, antara lain pelayanan

kesehatan jiwa, kesehatan gigi masyarakat, kesehatan tradisional

komplementer, kesehatan olahraga, kesehatan indera, kesehatan lansia,

kesehatan kerja, dan kesehatan lainnya.

Penanggung jawab UKP, kefarmasian, dan laboratorium

membawahi beberapa kegiatan, yaitu pelayanan pemeriksaan umum,

kesehatan gigi dan mulut, KIA-KB yang bersifat UKP, gawat darurat, gizi

yang bersifat UKP, persalinan, rawat inap untuk Puskesmas yang

menyediakan pelayanan rawat inap, kefarmasian, dan laboratorium.

Penanggung jawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas

pelayanan kesehatan, yang membawahi Puskesmas pembantu, Puskesmas

keliling, bidan desa, dan jejaring fasilitas pelayanan kesehatan.

9
b. Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil

Kriteria kepala Puskesmas yang berbeda pada jenis Puskesmas ini adalah

tenaga kesehatan dengan tingkat pendidikan minimal diploma tiga bila

tidak tersedia tenaga kesehatan dengan pendidikan sarjana. Kepala

subbagian Tata Usaha bertanggung jawab membantu kepala Puskesmas

dalam pengelolaaan Sistem Informasi Puskesmas, kepegawaian, dan

rumah tangga. Bendahara termasuk dalam bagian tata usaha. Struktur

organisasi Puskesmas lebih sederhana karena disesuaikan dengan

keterbatasan sumber daya manusia.

2.8. Jaringan Pelayanan Puskesmas

Puskesmas didukung oleh jaringan pelayanan yang terdiri dari Puskesmas

pembantu, Puskesmas keliling, dan bidan desa. Puskesmas pembantu merupakan

jaringan pelayanan Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan secara

permanen di suatu lokasi dalam wilayah kerja Puskesmas. Puskesmas pembantu

merupakan bagian integral Puskesmas dan harus dibina secara berkala oleh

Puskesmas. Satu Puskesmas pembantu melayani dua sampai tiga desa/kelurahan.

Penanggungjawab Puskesmas pembantu adalah seorang perawat atau bidan, yang

ditetapkan oleh kepala dinas kesehatan atas usulan kepala Puskesmas. Tenaga

minimal di Puskesmas pembantu terdiri dari 1 orang perawat dan 1 orang bidan.2

Puskesmas keliling merupakan jaringan pelayanan Puskesmas yang

sifatnya bergerak (mobile) untuk meningkatkan jangkauan dan kualitas pelayanan

bagi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas yang belum terjangkau oleh

pelayanan dalam gedung Puskesmas. Puskesmas keliling dilaksanakan secara

10
berkala sesuai jadwal yang telah ditetapkan dengan memperhatikan siklus

kebutuhan pelayanan.2

Bidan desa adalah bidan yang ditempatkan dan bertempat tinggal pada

satu desa dalam wilayah kerja Puskesmas sebagai jaringan pelayanan Puskesmas.

Penempatan bidan di desa utamanya adalah dalam upaya percepatan peningkatan

kesehatan ibu dana nak, di samping itu juga untuk peningkatan status kesehatan

masyarakat. Wilayah kerja bidan di desa meliputi 1 wilayah desa dan dapat

diperbantukan pada desa yang tidak ada bidan sesuai dengan penugasan kepala

Puskesmas.2

2.9. Upaya Kesehatan Puskesmas

Puskesmas menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM)

tingkat pertama dan upaya kesehatan perseorangan (UKP) tingkat pertama. UKM

tingkat pertama meliputi UKM esensial dan pengembangan. UKM esensial terdiri

dari pelayanan promosi kesehatan, pelayanan kesehatan lingkungan, pelayanan

kesehatan ibu, anak, dan keluarga berencana, pelayanan gizi, serta pelayanan

pencegahan dan pengendalian penyakit. UKM esensial harus diselenggarakan oleh

setiap Puskesmas untuk mendukung pencapaian standar minimal kabupaten/kota

bidang kesehatan. UKM pengembangan merupakan upaya kesehatan masyarakat

yang bersifat inovatif dan/atau bersifak ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan,

disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan, kekhususan wilayah kerja, dan

potensi sumber daya yang tersedia.2

11
UKP tingkat pertama dilaksanakan dalam bentuk rawat jalan, pelayanan

gawat darurat, pelayanan satu hari (one day care), home care, dan/atau rawat inap

berdasarkan pertimbangan kebutuhan pelayanan kesehatan.2

12
BAB 3

ANALISIS SITUASI

3.1. Sejarah Puskesmas Lubuk Kilangan

Puskesmas Lubuk Kilangan didirikan di atas tanah wakaf yang diberikan

oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) pada tahun 1981 dengan luas tanah 270 m 2.

Gedung Puskesmas didirikan pada tahun 1983 dengan luas bangunan 140 m 2.

Pada tahun tersebut, Puskesmas mempunyai satu buah Puskesmas Pembantu

(Pustu) di Kelurahan Baringin. Pembangunan puskesmas ini dibiayai dari

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pelayanan yang diberikan

saat itu meliputi Balai Pengobatan (BP), Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan

apotek. Jumlah pegawai yang ada pada saat itu sekitar 10 orang dan sampai saat

ini telah mengalami beberapa kali pergantian Pimpinan Puskesmas.4

Pada tahun 1997, telah dilakukan renovasi Puskesmas secara maksimal

karena adanya keterbatasan lahan. Rumah dinas paramedis yang ada pada saat itu

dijadikan kantor dan juga ada penambahan beberapa ruangan pelayanan lainnya.

Pada tahun awal 2012 dan 2013 ada renovasi kembali pada gedung utama kantor

dan pada ruang pelayanan sehingga pada saat sekarang ruang pelayanan sudah

semakin baik.4

Saat ini, kondisi bangunan Puskesmas Lubuk Kilangan sudah permanen

yang terdiri dari beberapa ruangan kantor, seperti: P3K, Rekam Medis (RM), BP

Umum, BP Lansia, BP Gigi, KIA, KB, Laboratorium, Apotek, Pojok Konsultasi,

Imunisasi, dan gudang dengan jumlah pegawai yang ada sebanyak 60 orang

13
termasuk pustu. Walaupun demikian, bangunan Puskesmas Lubuk Kilangan saat

sekarang masih belum mempunyai gudang gizi (PMT).4

3.2. Kondisi Geografis Lubuk Kilangan

Wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan terletak di Kecamatan Lubuk

Kilangan, Kota Padang yang terdiri dari tujuh kelurahan dengan luas wilayah

+85,99 km2. Tujuh kelurahan tersebut terdiri dari:4

a Kelurahan Batu Gadang : 19.29 Km2

b Kelurahan Indarung : 52.1 Km2

c Kelurahan Padang Besi : 4.91 Km2

d Kelurahan Bandar Buat : 2.87 Km2

e Kelurahan Koto Lalang : 3.32 Km2

f Kelurahan Baringin : 1.65 Km2

g Kelurahan Tarantang : 1.85 Km2

Kondisi daerah ini terdiri dari 40% dataran rendah dan 60 % dataran

tinggi . Curah hujan 471 mm / bulan dan temperatur antara 28 0 310C. Batas

wilayah Kecamatan Lubuk Kilangan adalah:4

a Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Pauh

b Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Solok

c Sebelah Barat berbatas dengan Kecamatan Lubuk Begalung

d Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Bungus Teluk Kabung

14
Gambar 3.1 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Tahun 20154

3.3. Kondisi Demografis Lubuk Kilangan

Tabel 3.1 Jumlah Penduduk Kecamatan Lubuk Kilangan Tahun 20154


No Kelurahan Jumlah KK Jumlah Jiwa RT RW
1 Bandar Buat 2.743 14.359 43 11
2 Padang Besi 1.610 6.797 20 4
3 Indarung 2.632 11.069 44 12
4 Koto Lalang 1.550 6.563 31 8
5 Batu Gadang 1.489 6.480 21 5
6 Baringin 244 2.277 5 2
7 Tarantang 439 2.460 7 2
Jumlah 10.707 50.032 171 44

Berdasarkan data di atas, jumlah penduduk Kecamatan Lubuk Kilangan

adalah sebanyak 50.032 jiwa dengan jumlah KK 10.707, RT sebanyak 171 dan

RW sebanyak 44 dengan rata-rata anggota keluarga 4 orang serta kepadatan

penduduk 489/km.4

3.4. Sarana dan Prasarana di Kecamatan Lubuk Kilangan

15
3.4.1. Sarana di Kecamatan Lubuk Kilangan

Sarana kesehatan di Puskesmas Lubuk Kilangan adalah sebanyak 39 yang

terdiri dari 34 sarana dalam kondisi baik dan 5 sarana dalam kondisi rusak,

termasuk sarana penunjang dan sarana prasarana lain dalam Puskesmas. Data

kondisi sarana kesehatan di Puskesmas Lubuk Kilangan ditampilkan pada tabel

3.2.4

Tabel 3.2. Kondisi sarana kesehatan di Puskesmas Lubuk Kilangan tahun 20154
Kondisi
Jenis Sarana dan
No Jumlah Rusak Rusak Rusak
Prasarana Baik
Ringan Sedang Berat
I Sarana Kesehatan
1 Puskesmas Induk 1 1 0 0 0
2 Puskesmas Pembantu 3 2 0 1 0
3 Rumah Dinas Dokter 1 0 1 0 0
Rumah Dinas
1 0 1 0 0
4 Paramedis
5 Poskeskel 7 7 0 0 0
Puskesmas Keliling
1 1 0 0 0
6 roda 4
7 Ambulance 1 1 0 0 0
8 Sepeda Motor 4 4 0 0 0
II Sarana Penunjang
1 Komputer 10 10 0 0 0
2 Laptop 4 4 0 0 0
3 Mesin Tik 2 1 0 0 1
4 Telepon 1 - 0 0 1
5 Listrik 1 1 0 0 0
6 Sarana Air Bersih 1 1 0 0 0
III Sarana dan Prasarana
lain dalam Puskesmas
1 Laboratorium 1 1 0 0 0
Jumlah 39 34 2 1 2

Sarana dan prasarana yang ada di puskesmas Lubuk Kilangan terdiri dari

sarana kesehatan, sarana penunjang, dan sarana dan prasarana lain dalam

puskesmas yaitu laboratorium dengan total berjumlah 39 unit. Terdapat 34 unit

dalam kondisi baik, 2 unit dalam kondisi rusak ringan, 1 unit rusak sedang, dan 2

unit rusak berat.4

16
3.4.2. Prasarana di Kecamatan Lubuk Kilangan

Prasarana yang terdapat di Kecamatan Lubuk Kilangan antara lain:4

1. Posyandu Balita : 43 Pos

2. Posyandu Lansia : 14 Pos

3. Kader Kesehatan : 164 Orang

4. Praktek Swasta Dokter Umum : 5 orang

5. Prakter Swasta Dokter Gigi : 2 Orang

6. Praktek Bidan Swasta : 21 orang

7. Klinik Bersalin : 5 Buah

8. Rumah Obat : 5 Buah

9. Rumah Sakit Swasta : 1 Unit

10. Pengobatan Tradisional : 109 Buah

11. Toga : 162 Buah

3.5. Sasaran Puskesmas Lubuk Kilangan

Sasaran Puskesmas Lubuk Kilangan pada tahun 2015 terdiri dari:

1. Jumlah penduduk : 50.032 Jiwa

2. Bayi :1.638

3. Batita : 2.080

4. Baduta : 2.048

5. Anak Pra-Sekolah : 1.953

6. Ibu Hamil (Bumil) : 1.146

7. Ibu Nifas (Bufas) : 1.091

8. Ibu Bersalin : 1.091

17
9. Ibu meneteki (Buteki) : 2.048

10. Lansia : 4.853

11. PUS (Pasangan Usia Subur) : 14.129

Jumlah masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan untuk sebuah

Puskesmas seharusnya adalah 30.000 penduduk. Berdasarkan data di atas, dapat

dilihat bahwa jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan

adalah 50.032 penduduk. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa rasio puskesmas

terhadap jumlah penduduk belum mencapai standar ideal.4

3.6. Ketenagaan Puskesmas Lubuk Kilangan

Tabel 3.3 Data Ketenagaan di Puskesmas Lubuk Kilangan Tahun 20154


No Jenis Ketenagaan Jumlah Status Kepegawaian
1 Dokter 2 PNS
2 Dokter Gigi 2 PNS
3 Sarjana Kesmas 3 PNS
4 Sarjana Keperawatan 2 PNS
5 Rekam Medik 1 PNS
6 AKL 1 PNS
7 D3 Keperawatan 3 PNS
8 D3 Kebidanan 15 14 PNS, 1 PTT
9 D3 Gizi 1 PNS
10 Perawat Gigi 3 PNS
11 Perawat (SPK) 6 5 PNS, 1 honor
12 Bidan (D1) 10 8 PNS, 2, 2 PTT
13 Ass. Apoteker 2 PNS
14 Pekarya Kesehatan 3 PNS
15 SMA 3 PNS
16 AAK 1 PNS
JUMLAH 58

Sumber daya manusia dalam sistem kesehatan terdiri atas tenaga kesehatan

dan non kesehatan. Tenaga kesehatan merupakan orang yang mengabdikan diri

dalam bidang kesehatan. Tenaga kesehatan dan non kesehatan dalam memberikan

18
pelayanan kepada pasien yang berobat di Puskesmas Lubuk Kilangan berjumlah

58 orang.4

Secara kuantitatif, sumber daya tenaga kesehatan yang bertugas di

Puskesmas Lubuk Kilangan sudah memenuhi standar rata-rata, dimana

berdasarkan lampiran Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014

dijelaskan bahwa jumlah minimal tenaga kesehatan untuk puskesmas non rawat

inap kawasan perkotaan adalah 22 orang. Meskipun demikian, secara kualitatif

tetap diperlukan upaya peningkatan kualitas SDM di Puskesmas Lubuk Kilangan

melalui pendidikan dan pelatihan, demi terwujudnya pengembangan upaya

kesehatan yang lebih baik.4

Jumlah Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan:

Jumlah kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan berjumlah

172 orang, namun yang aktif hanya berjumlah 163 orang. Jumlah kader yang

terbanyak terdapat di Kelurahan Indarung, sedangkan jumlah kader yang paling

sedikit terletak di Kelurahan Tarantang dan Beringin.4

Jumlah posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan

sebanyak 43 Posyandu dengan jumlah total kader sebanyak 172 kader. Masing-

masing posyandu di 7 kelurahan di Kecamatan Lubuk Kilangan mempunyai

jumlah kader yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan jumlah posyandu yang

ada di Kelurahan tersebut.4

3.7. Struktur Organisasi Puskesmas Lubuk Kilangan

19
BPP Kepala Puskesmas Camat Lubuk
Ns. Hj. Linda Hasmi, Kilangan
S.Kep

KA Tata Usaha
Yessi Gusminarti, SKM

SP2TP : Mayriza, Amd. Kep


Kepegawaian : Yessi Gusminarti, SKM
Inventaris : Hayati, AMKG
Verawati, AMG
Keuangan :
- Bendahara JKN : Ermayani, S.ST
- Bendahara APBD : Nofrizal Bahar, AmKL
- Juru Pungut : Fitriani, Amd.RM

Koordinator UKM Koordinator UKM Koordinator UKP,


Esensial Pengembangan Kefarmasian dan
dr. Dezilia Arzie drg. Euis Yoyo Laboratorium
dr. Tuti Trijayanti

Promkes : Damsiar, S.ST Jiwa : Afridawarni, Amd.Kep BP Umun : Firmayuni, Amd.Keb


Gigi Masya : drg. BP Gimul : drg.Euis Yoyo
Kesling : Ernawati, S.ST
Wisminuria BP KIA : Frisna Devi, SKM
Gizi : Renita, SKM
Kesorga : KB : Sefnita, Amd.Keb
Puskesmas : Ns. Hj. Helfi Husna, S.Kep Klinik Sanitasi : Ernawati, S.ST
Koordinator KIA/KB UKM : Frisna Elia Nova, S.ST
Klinik Gizi : Verawati, AMG
Devi, SKM Lansia : Liza Adriana, Amd.Keb
Kefarmasian : Well Nofiza, Apt
- Ibu : Frisna Devi, SKM Indera :
- Apotek :Titin Haryani
- Anak : Yusnidar, Amd.Keb Yumasnita Febri - Gudang Obat : Widani Y
- KB : Sefnita, Amd.Keb PTM : Zomarita, SKM Laboratorium: Maisuriyanti
Koordinator P2P : Marina YN, Amd.Keb RR/Loket : Fitriani, Amd.RM
- Surveilans : Marina YN, Amd.Kep IGD : Ns. Hj. Helfi Husna, S.Kep
- Campak : Ermayani, S.ST
- Diare : Nofrizal B, AmKL
- Malaria : Trisnawati
- DBD : Widia H, Amd.Keb Koordinator Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Fasilitas
- TB Paru : Nilda Safyani, S.ST Pelayanan Kesehatan
- Kusta : Nilda Safyani, S.ST drg. Nia Rova Yanti
- ISPA : Trisnawati
- HIV/AIDS : Zomarita, SKM
- Rabies : Wira Heriyanti, Amd.Keb
- Imunisasi : Rima Y N, Amd.Keb Pustu :
- Filariasis : Adsemar Tati Budi - Indarung : Yudia Putri Utami, Amd.Keb
- Bencana/P3K: Afridawarni, Amd.Kep - Batu Gadang : Ernawati, S.ST
- Koto Lalang : Elni Zulhenli
- Baringin : Efri Susanti
Poskeskel :
- Bandar Buat : Yeni Octaviani, Amd.Keb
- Indarung : Yudia Putri Utami, Amd.Keb
- Padang Besi : Nurlela
- Koto Lalang : Yuarleng Yusmaita
- Batu Gadang : Fitriani, Amd.Keb
- Baringin : Desi Dafrillina, Amd.Keb
- Tarantang : Fani Sufrina, Amd.Keb

20
BAB IV

PEMBAHASAN

Puskesmas Lubuk Kilangan berlokasi di Jalan Ulu Gadut, Kecamatan

Lubuk Kilangan, Padang. Berdasarkan kemampuan penyelenggaraan, Puskesmas

ini termasuk ke dalam jenis Puskesmas nonrawat inap. Puskesmas nonrawat inap

adalah Puskesmas yang tidak menyelenggarakan pelayanan rawat inap, kecuali

pertolongan persalinan normal. Akan tetapi, Puskesmas Lubuk Kilangan saat ini

belum memberikan pelayanan pertolongan persalinan normal karena masyarakat

cenderung memilih bidan praktik swasta untuk melahirkan.

Struktur organisasi di Puskesmas Lubuk Kilangan pada umumnya sudah

sesuai dengan Permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas. Struktur

organisasinya sudah meliputi kepala puskesmas, kepala tata usaha, sudah terdapat

penanggung jawab UKM, penanggung jawab UKP, kefarmasian dan laboratorium,

serta penanggung jawab jaringan pelayanan Puskesmas dan jejaring fasilitas

pelayanan kesehatan.4

Pada saat ini, Puskesmas Lubuk Kilangan dipimpin oleh seorang kepala

Puskesmas dari profesi keperawatan yang bernama Ns. Hj. Linda Hasmi, S.Kep.

Kepala Puskesmas saat ini telah memenuhi syarat, yaitu tingkat pendidikan paling

rendah sarjana, memiliki kompetensi manajemen kesehatan masyarakat, masa

kerja di Puskesmas minimal 2 tahun, dan telah mengikuti pelatihan manajemen

Puskesmas.

Struktur organisasi di Puskesmas Lubuk Kilangan saat ini masih memiliki

jabatan struktural yang diisi oleh orang yang telah memiliki jabatan lainnya di

21
Puskesmas ini. Salah satu contohnya adalah koordinator UKM pengembangan

dengan BP gigi dan mulut. Oleh karena itu, Puskesmas Lubuk Kilangan sebaiknya

menambah jumlah staf yang bekerja di Puskesmas agar tidak ada lagi staf yang

memiliki 2 jabatan.

Jumlah sumber daya tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Lubuk

Kilangan sudah memenuhi standar rata-rat secara kuantitatif. Meskipun demikian,

secara kualitatif tetap diperlukan upaya peningkatan kualitas SDM di Puskesmas

Lubuk Kilangan melalui pendidikan dan pelatihan, demi terwujudnya

pengembangan upaya kesehatan yang lebih baik.

Jumlah masyarakat yang menjadi sasaran kegiatan untuk satu puskesmas

adalah 30.000 penduduk. Namun, jumlah penduduk di wilayah kerja Puskesmas

Lubuk Kilangan adalah 50.032 penduduk. Hal ini tentunya menunjukkan bahwa

rasio puskesmas terhadap jumlah penduduk belum mencapai standar ideal. Oleh

karena itu, pihak Puskesmas telah menyatakan bahwa adanya rencana untuk

menambah sebuah Puskesmas lagi di Kecamatan Lubuk Kilangan ini.

22
BAB V

PENUTUP

5.1. Kesimpulan

1) Struktur organisasi di Puskesmas Lubuk Kilangan pada umumnya telah

menerapkan struktur yang ditetapkan dalam Permenkes nomor 75 tahun

2014 tentang Puskesmas.


2) Jumlah ketenagaan di Puskesmas Lubuk Kilangan masih belum

memenuhi standar yang ada di Permenkes nomor 75 tahun 2014 tentang

Puskesmas.

2. Saran
1) Perlunya dilakukan penambahan jumlah staf di Puskesmas Lubuk

Kilangan yang masih belum mencukupi standar.


2) Posisi struktural organisasi sebaiknya tidak diisi oleh orang yang sama

untuk dua atau lebih jabatan

23
DAFTAR PUSTAKA

1. Hoelman, Parhusip BTP, Eko S, Bahagijo S, dan Santono H (2015) Panduan


SDGs untuk Pemerintah Daerah (Kota dan Kabupaten) dan Pemangku
Kepentingan Daerah. Jakarta: Infid.
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014
tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
3. Widyatmini. Pengantar Organisasi dan Metode. Gunadarma.
4. Laporan Tahunan Puskesmas Lubuk Kilangan Tahun 2015.

24