Anda di halaman 1dari 5

KARAKTERISTIK RUMAH ADAT TAMBI SUKU

LORE SULAWESI TENGAH


OLEH :

SANDRA REZITHA KEMALASARI


Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur Universitas Brawijaya
Email: sandrarezitha@hotmail.com

ABSTRAK

Karakteristik rumah adat Tambi merupakan suatu karakteristik yang memiliki nilai
yang khas karena rumah adat Tambi dinilai cukup representatif sebagai salah satu tipologi
rumah adat Sulawesi Tengah. Terdapat tiga aspek yang dianalisis pada Karakteristik Rumah
Adat Tambi Suku Lore - Sulawesi Tengah, yaitu: aspek spasial, aspek formal/fisik dan aspek
stilistik. Selain itu terdapat juga analisis terhadap unsur visual dan prinsip desain dominan
pada rumah adat Tambi. Metode penelitian yang digunakan pada pada Karakteristik Rumah
Adat Tambi Suku Lore - Sulawesi Tengah yaitu menggunakan analisis data yang dilakukan
dengan cara metode kualitatif.

Kata Kunci: Karakterik, Rumah Adat Tambi, Suku Lore

RUMAH ADAT TAMBI

Rumah tempat tinggal penduduk


Suku Lore disebut Tambi. Rumah Tambi
merupakan rumah di atas tiang yang
terbuat dari kayu bonati . Bentuk rumah ini
segi empat dan atapnya berbentuk
piramida terbuat dari daun rumbia atau
ijuk. Rumah Adat Tambi Desa Bariri Kabupaten Poso
Atap dan dinding rumah Tambi Menurut Puteri Fitriaty (2012)
menyatu dan difungskan sebagai penutup ruang-ruang yang terdapat dalam rumah
bangunan. adat Tambi:
Pintu rumah berbentuk empat Lobona yang berfungsi sebagai ruang tamu
persegi dan pada daun pintu terdaoat bagi keluarga dekat.
ukiran motif kepala kerbau. Tangga rumah Asari yang berfungsi serbaguna, selain
terbuat dari kayu keras yang bulat, sebagai tempat tidur juga sebagai tempat
biasanya anak tangga berjumlah ganjil untuk menyimpan benda pusaka, yang
antara 3-5 anak tangga. letaknya disekeliling lobona sosepanjang
dinding Tambi. Elevasi Asari lebih tinggi
1 papan dari Lobona (35cm).

1
Rapu (dapur terletak di bagian tengah perancangan arsitektur oleh Vitruvius,
Tambi. Selain digunakan sebagai tempat sebagai berikut:
memasak, rapu juga digunakan sebagai
a. Sistem Spasial
alat penerangan pada malam hari dan
Sistem spasial berhubungan dengan
sebagai alat pemanas ruangan saat cuaca
pola hubungan ruang, orientasi dan
dingin.
hirarki. Ruang yang terbentuk dari
elemen-elemen tertentu yang
mempertimbangkan anatar hubungan
manusia dan ruangnya. Di dalamnya
juga merupakan konsep dari prinsip
berkesinambungan dalam sebuah
proses desain.

b. Sistem Formal/Fisik
Interior Rumah Adat Tambi Suku Lore, Sulawesi Tengah Sistem fisik dan kualitas figural
berhubungan dengan wujud, pembatas
KARAKTERISTIK BANGUNAN ruang dan karakteristik bahan. Sistem
fisik dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
Pengertian karakteristik bangunan Kepala bangunan (atap)
adalah sebuah studi atau penyelidikan Badan bangunan (dinding dan
tentang penggabungan elemen-elemen bukaan)
yang memungkinkan untuk mencapai atau Kaki bangunan (pondasi)
mendapatkan klasifikasi organisme Elemen-elemen pembentuk
arsitektur melalui sifat atau ciri bangunan. bangunan diatas, masing-masing
Klasifikasi mengindikasikan suatu memiliki unsur-unsur yang dapat
perbuatan meringkas atau mengikhtiarkan, dinilai secara visual, yaitu:
yaitu mengatur penanaman yang berbeda, Dimensi
yang masing-masing dapat Material bangunan
diidentifikasikan, dan menyusun dalam Warna
kelas-kelas untuk mengidentifikasikan data Tekstur
umumnya dan memungkinkan membuat
perbandingan-perbandingan pada kasus- c. Sistem Stilistik
kasus khusus (Vidler, 1998). Sistem stilistik berhubungan
dengan ragam hias.
IDENTIFIKASI ARSITEKTUR
HUNIAN METODE PENELITIAN

Dalam mengidentifikasi tipologi Metode penelitian karakteristik


arsitektur hunian digunakan parameter rumah adat Tambi menggunakan metode
berdasarkan oleh Habraken (1988:31-41) kualitatif yang di dalamnya memaparkan
dalam Rusdi (1993) yang tmempunyai teori dasar, studi kasus, analisis
benang merah sesuai dengan teori karakteristik. Dimana metode kualitatif
adalah metode penelitian yang sifatnya

2
deskriptif dan induktif. Pada metode ini, b. Prinsip Desain Rumah Adat Tambi
penelitian mengenai rumah adat Tambi Memiliki simetri formal pada
berangkat dari data yang ada tampak depan dan tampak samping
Dari metode penelitian diatas, bangunan. Pada tampak samping
ditentukan parameter operasional, antara memiliki nilai yang sama berdasarkan
lain: sumbu as-nya. Pada tampak depan
memiliki asimetri pada peletakkan
Unsur visual rumah adat Tambi yaitu bagian penyusunnya (pintu, tangga,
dimensi dan material jendela). Pola irama adalah
Prinsip desain rumah adat Tambi yaitu pengulangan yang statis (repetisi).
keseimbangan, irama, skala, proporsi Terdapat repetisi peletakan ragam hias
Aspek Spasial disepanjang atap bangunan dan
Aspek Formal/Fisik penempatan kolom-kolom kayu dan
Aspek Stilistik material penutup atap dengan pola
irama progresif. Skala yang digunakan
ANALISA KARAKTERISTIK adalah skala manusiawi / normal.
RUMAH ADAT TAMBI Proporsi tinggi kepala + badan
bangunan (k+b) > kaki bangunan.
a. Unsur Visual Rumah Adat Tambi
Tampak depan didominasi oleh
c. Elemen Spasial
kombinasi bentukan dasar segitiga dan
Denah berasal dari bentuk dasar
persegi panjang. Tampak samping
persegi. Pembagian dan fungsi ruang
didominasi oleh kombinasi bentukan
yang terdapat pada sample rumah adat
dasar trapesium dan persegi panjang.
Tambi:
Bentuk dasar segitiga mempunyai
Lobona: berfungsi sebagai ruang
makna adanya dua relasi pokok
tamu bagi keluarga dekat.
manusia dan supernatural. Keterkaitan
Asari: berfungsi sebagai ruang
antara dua relasi, yaitu relasi vertikal
serbaguna, selain sebagai tempat
dan relasi horizontal digambarkan
tidur juga berfungsi sebagai tempat
dalam pola hubungan segitiga sebagai
untuk menyimpan benda pusaka
berikut:
(elevasi asari lebih tinggi satu papan
Relasi vertikal yaitu hubungan
dari lobona yaitu 35 cm).
antara manusia dan Supernatural
Rapu: merupakan hirarki ruang
(Sang Pencipta Kehidupan)
berfungsi sebagai dapur yang teletak
Relasi horizontal yaitu hubungan
dibagian tengah Tambi. Selain
antara manusia dan sesamanya
digunakan sebagai tempat memasak,
Rapu juga digunakan sebagai alat
penerangan pada malam hari dan
sebagai alat penghangat pada saat
cuaca dingin

Filosofi Atap Segitiga

3
Ukiran gagang parang (hulu
guma) yang berada di overhang
atap bagian kiri bawah
melambangkan keberanian dan
kepatriotan.
Ukiran ragam genetalia (jenis
kelamin pria dan wanita) yang
terdapat di sisi kiri dan kanan tiang
penyangga rumah dinilai cukup
sakral melambangkan kesuburan.
Denah Rumah Adat Tambi

d. Elemen Formal/Fisik
Mempunyai keseimbangan
simetrikal asimetrikal. Elemen-elemen
penyusun fasade yaitu pintu, jendela
dan tangga diletakkan asimetrikal.
Bagian atap dan badan
merupakan solid dan bagian kaki
merupakan void. Sudut kemirangan
atap antara 58 - 66. Material
penutup atap menggunakan material
alami bertekstur kasar diantaranya
adalah pecahan kayu papan, pecahan Ragam Hias Rumah Adat Tambi
bambu dan lapisan ijuk.
KESIMPULAN
e. Elemen Stilistik
Karakteristik rumah adat Tambi
Peletakan ragam hias lebih
merupakan suatu karakteristik yang
banyak diletakkan di bagian atap Up
memiliki nilai yang khas karena rumah
World. Terdapat 5 macam ragam hias
adat Tambi dinilai cukup representatif
Tanduk kepala kerbau yang
sebagai salah satu tipologi rumah adat
berada pada ujung bubungan atap
Sulawesi Tengah.
melambangkan kebesaran
(kepemimpinan) dan kekayaan dari Terdapat tiga aspek yang
pemilik rumah. dianalisis pada Karakteristik Rumah Adat
Ukiran burung patengke yang Tambi Suku Lore - Sulawesi Tengah,
berada di overhang atap bagian yaitu: aspek spasial, aspek formal/fisik
tengah sejajar melambangkan (kepala bangunan, badan bangunan dan
sebagai penjaga. kaki bangunan) dan aspek stilistik. Selain
Ukiran mata tombak yang berada itu terdapat juga analisis terhadap unsur
di overhang atap bagian kanan visual (dimensi dan material) dan prinsip
bawah melambangkan keberanian desain dominan (keseimbangan, irama,
dan kepatriotan. skala dan proporsi) pada rumah adat
Tambi.

4
Metode penelitian yang
digunakan pada pada Karakteristik Rumah
Adat Tambi Suku Lore - Sulawesi Tengah
yaitu menggunakan analisis data yang
dilakukan dengan cara metode kualitatif.

DAFTAR PUSTAKA

Fitriati, Puteri. 2012. Aspek Thermal


Rumah Adat Tambi. Thesis Institus
Teknologi Sepuluh November Surabaya.

Vidler, Anthony. 1998. The Third


Typology. Massachusett: MIT Press.

Pamungkas, S.T & Thahjono, Rusdi. 2002.


Tipologi Tipologi Morfologi Arsitektur
Kolonial Belanda di Komples PG. Kebon
Agung Malang. Malang: Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya.