Anda di halaman 1dari 12

PROPOSAL TUGAS AKHIR

PT SEMEN INDONESIA

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Keselamatan merupakan masalah bagi setiap orang karena setiap warga negara
berhak mendapat pekerjaan dan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja
pada saat melaksanakan pekerjaannya, yang sesuai dengan falsafah keselamatan kerja
bahwa tenaga kerja yang bekerja disuatu tempat harus diamankan dari segala kejadian
yang membahayakan dirinya.
Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak dikehendaki dan tidak diduga
semula yang dapat menimbulkan korban manusia dan harta benda. Kejadian berbahaya
lainnya adalah suatu kejadian yang potensial dapat menyebabkan kecelakaan kerja atau
penyakit akibat kerja kecuali kebakaran, peledakan dan bahaya pembuangan limbah.
Sudah sangat nyata harga yang harus dibayar oleh perusahaan dalam kasus kecelakaan
berupa kompensasi karyawan, asuransi kecelakaan kerja, asuransi kesehatan, kerusakan
peralatan dan produk, penghentian proses penambangan, biaya proses hukum seperti
tuntutan pengadilan. Masih harus ditambah dengan kerugian yang terlalu nampak
seperti waktu yang habis untuk menyelidiki kecelakaan, pencariaan tenaga kerja
pengganti, pelatihan penggantinya, kerja ekstra atau lembur, bahkan sangat mungkin
kehilangan peluang.

1.2 Rumusan Masalah


Dalam penelitian ini terlebih dahulu diidentifikasi pokok pokok permasalahan, antara
lain:

a. Parameter atau standar yang digunakan dalam penerapan keselamatan dan Kesehatan
kerja.
b. Faktor yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan kerja

c. Bahaya dan efek yang timbul akibat debu tambang, Kebisingan (Air Blast), dan
getaran ( Vibration ) terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
1.2.1 Permasalahan

a. Bagaimana standar yang digunakan dalam penerapan keselamatan dan


kesehatan kerja pada PT. Semen Indonesia

b. Bagaimana mengurangi terjadinya kecelakaan kerja.

c. Apakah bahaya dan efek yang akan ditimbulkan dari debu tambang, kebisingan,
(Air Blast), dan getaran (Vibration) terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

1.2.2 Batasan Masalah


Mengingat masalah keselamatan dan kesehatan kerja yang sangat luas, maka
penulis membatasi pada penerapan manajemen dan pengawasan serta bahaya-
bahaya terhadap Keselamatan dan kesehatan kerja, di area penambangan.

1.3 Tujuan Penelitian


Kegiatan penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui :
1. Parameter atau standar yang digunakan dalam penerapan keselamatan dan kesehatan
kerja
2. Penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada PT. Semen Indonesia dan cara untuk
mengurangi atau meminimalisir kecelakaan kerja tersebut.
3. Cara mencegah dan mengendalikan debu tambang, kebisingan (Air Blast), dan
getaran (Vibration) akibat penambangan.

1.4 Metode Penelitian


1.4.1 Teknik Pengambilan Data
Penulisan laporan ini didukung oleh data dan informasi yang penulis peroleh
berdasarkan :
a. Studi Literatur
Dengan menggunakan berbagai literatur yang erat kaitannya dengan pokok
pembahasan, sehingga dapat dijadikan kerangka acuan dalam pembahasan.
b. Penelitian Lapangan
Penulis memperoleh data secara langsung di lapangan yaitu pada perusahaan
yang bersangkutan PT. Semen Indonesia, melalui wawancara langsung berbagai
pihak yang terkait dalam laporan ini, data yang berasal dari dua sumber yaitu :
Data Primer adalah data yang langsung diperoleh pada PT. Semen Indonesia,
berupa data kuantitatif mengenai penerapan manajemen dan pengawasan serta
tanggung jawab komite keselamatan dan kesehatan kerja.
Data Sekunder adalah data yang pengumpulan dan pengolahannya dilakukan oleh
orang lain dan dipakai sebagai sumber data tambahan, data ini meliputi teori-teori
yang digunakan sebagai landasan pemikiran yang diperoleh dari berbagai literatur.

1.4.2 Teknik Pengolahan Data


Dilakukan dengan beberapa perhitungan maupun penggambaran yang
selanjutnya akan direalisasikan dalam bentuk perhitungan, grafik, serta tabel yang
menuju perumusan penyelesaian masalah.

II. LANDASAN TEORI


2.1 Sistem Keselamatan Kerja
Keselamatan adalah keselamatan yang berkaitan dengan mesin, alat kerja, bahan
dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungan serta cara-cara
melakukan pekerjaan. Sehingga keselamatan dan kesehatan kerja merupakan sarana
untuk mencegah terjadinya kecelakaan, cacat dan kematian akibat kecelakaan kerja.
Tujuan dari K3 adalah untuk melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannnya
dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produktivitas,
menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja dan memelihara serta
mempergunakan sumber produksi secara aman dan efisien. Misalnya dalam upaya
penanggulangan kebakaran dan penyediaan alat pelindung diri.

2.2 Investigasi Kecelakaan


Investigasi kecelakaan adalah suatu cara untuk mencari fakta-fakta yang berkaitan
dengan kecelakaan. Penyebab-penyebabnya dan mengembangkan langkah-langkah
untuk mengatasi serta upaya untuk mengendalikan resikonya. Investigasi atau
menyelidiki kecelakaan dilakukan guna mencari sebab-sebab dasar dari suatu
kecelakaan sehingga kecelakaan serupa tidak terulang kembali. Investigasi biasanya
dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap korban, saksi-saksi serta rekonstruksi
atau pengulangan kejadian guna mendapatkan data-data proses terjadinya kecelakaan,
dimana data-data tersebut akan digunakan sebagai bahan untuk menganalisa dalam
mencari sebab dasar dari suatu kecelakaan. (Permatasari, 2009)

Accident investigation adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk


mencari penyebab utama terjadinya suatu kecelakaan dan menentukan dengan tepat
tindakan perbaikan yang dilakukan setelah ditemukan fakta sebenarnya dari kecelakaan
yang terjadi dan penyebab kecelakaan tersebut. Berdasarkan definisi kecelakaan yang
ada accident investigators harus melihat secara cermat rangkaian peristiwa yang terjadi
dan faktor apa saja yang terlibatsaat terjadinya kecelakaan (Covan dalam Permatasari,
2009) OHSAS 18001 mensyaratkan diadakannya penyelidikan setiap insidenyang
terjadi dalam organisasi. Insiden adalah semua kejadian yang menimbulkan atau dapat
menimbulkan kerugian baik materi, kerusakan atau cedera pada manusia. Insiden
meliputi kecelakaan, kebakaran, penyakit akibat kerja,kerusakan dan hampir celaka
(nearmiss).

2.3 Tujuan K3
Tujuan K3 adalah untuk mewujudkan masyarakat dan lingkungan kerja yang aman,
sehat dan sejahtera sehingga dapat tercapai:
1. Tenaga kerja yang sehat fisik, mental, sosial dan bebas kecelakaan.
2. Suasana lingkungan kerja yang aman, sehat dan nyaman.
3. Peningkatan produktivitas dan efisiensi perusahaan.
4. Peningkatan kesejahteraan masyarakat dan tenaga kerja.

2.4 Program K3
Program yang harus dilakukan dalam suatu perusahaan tambang untuk mencapai
penampilan K3 yang baik, yaitu:
1. Membuat kebijaksanaan dan peraturan K3 yang berlaku di perusahaan (Safety
Policy)
2. Membuat inspeksi terhadap K3.
3. Peralatan kesehatan kerja sebagai alat pelindung diri.
4. Safety audit, untuk mengukur keberhasilan pengelolaan K3.
5. Pelatihan, penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

2.5 Inspeksi K3
Inspeksi K3 adalah pengawasan yang dilakukan oleh petugas dari perusahaan atau
dari luar perusahaan yang bertujuan untuk memastikan bahwa unit kerja telah
memenuhi semua ketentuan perundangan, standar teknik dan standar keselamatan kerja
yang berlaku. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, maka inspeksi secara rutin harus
dilakukan karena dengan dilakukannya inspeksi, maka kondisi tidak aman maupun
tindakan tidak aman dengan segera akan dapat dikoreksi.

2.6 Syarat-syarat Keselamatan dan Kesehatan Kerja Serta Alat Pelindung Diri
(Undang-undang No. 1 Tahun 1970 Pasal 3). Dengan Peraturan Perundang-undangan
ditetapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk :
a. Mencegah dan mengurangi kecelakaan
b. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran
c. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan
d.Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau
kejadian-kejadian lain yang berbahaya
e. Memberi pertolongan pada kecelakaan
f. Memberi alat-alat pelindung diri kepada para pekerja
g. Mencegah dan mengendalikan timbulnya atau menyeber luasnya suhu, kelembaban
debu, kotoran, asap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar atau radiasi suara dan getaran.
h. Mencegah dan mengendalikan timbunya penyakit akibat kerja, baik fisik maupun
psikis, peracunan, infeksi dan penularan
i. Memperoleh penerangan yang cukup sesuai
j. Menyelenggarakan suhu dan lembab udara yang baik
k. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup
l. Memelihara kebersihan, kesehatan dan ketertiban
m. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja lingkungan, cara dan
memproses kerjanya
n. Mengamankan dan memperlancarkan pengangkutan orang, binatang, tanaman atau
barang
o. Mengamankan dan memeliharan segala jenis bangunan
p. Mengamankan dan memperlancar pekerja bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan
barang
q. Mencega terkena aliran listrik yang berbahaya
r. Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang berbahaya
kecelakaannya menjadi bertambah tinggi

2.6.1. Syarat-Syarat Keselamatan Pekerja Tambang


Berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi
No.555.K/26/M.PE/1995, (Bagian Ketujuh Pekerja Tambang, Pasal 26).
Diterapkan syarat-syarat keselamatan kerja untuk :
a. Pekerja tambang harus memenuhi persyaratan yang sesuai dengan sifat pekerja
yang akan diberikan kepadanya dan harus sehat jasmani maupun rohani.
b ,Dilarang menugaskan pekerja tambang bekerja seorang diri pada tempat yang
terpencil atau dimana ada bahaya yang tidak diduga (kecuali tersedia alat yang
langsung dengan pekerja yang lain yang berdekatan)
c. Dilarang mempekerjakan pekerja tambang dalam keadaan sakit atau karena
sesuatu sebab tidak mampu bekerja secara normal.
d. Apabila dari hasil penyelidikan pelaksanaan inspeksi tambang, kepala teknik
tambang teryata telah ditemukan pekerja tambang melanggar keputusan menteri
ini dengan sengaja, maka pekerja tambang tersebut dapat dikenai sanksi sesuai
dengan ketentuan yang berlaku.
2.6.2. Syarat-syarat pemeriksaan kesehatan
Berdasarkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi
No.555.K/26/M.PE/1995, (Bagian Ketujuh Pekerja Tambang, Pasal 26).
Diterapkan
1. Para pekerja tambang berhak untuk mendapat pemeriksaan kesehatannya yang
menjadi kewajiban perusahaan
2. Pekerja tambang harus di periksa kesehatannya (Pemeriksaan menyeluruh)
secara berkala oleh dokter yang bewewenang
3. Berdasarkan pada ketentuan yang berlaku kepala pelaksanaan inspeksi tambang
dapat menetapkan kekerapan pemeriksaan kesehatan pekerjaan tambang yang
menangani bahan berbahaya oleh dokter yang berwewenang.

2.6.3 Alat-Alat Pelindung Diri


Alat-Alat Pelindung diri harus memenuhi syarat-syarat di bawah ini :
a. Enak dan nyaman dipakai
b. Tidak mengganggu kerja
c. Memberikan perlindungan efektif terhadap jenis bahaya
Alat pelindung diri merupakan alat pengaman yang dikenakan untuk menghindari
kontak langsung dengan bagian tubuh manusia. Alat pelindung diri diberikan dan
disediakan secara cuma-cuma dan memastikan bahwa alat tersebut dipakai dengan
cara yang benar dan sesuai dengan area kerjanya. KEP.MEN
No.555.K/26/M.PE/1995 (pasal 4 ayat 3 dan 4).
Alat pelindung diri yang diberikan adalah :
1. Safety Helmet 13. Dust Mask
2. Safety Shoes 14. Masker
3. Safety Glasses 15. Half Masker Respiration
4. Leather Gloves 16. Safety Belt
5. Cotton Gloves 17. Appron
6. Rubber Gloves 18. Rubber Boat
7. Electrical Gloves 19. Body Harness
8. Chemical Gloves 20. Rain Coat
9. Welding Gloves 21. Barricade Tape /Red-White
10. Welding Cup 22. Barricade Tape /Black-White
11. Face Shield 23. Ear Muffs
12. Goggles 24. Dark Lens

2.6. Kecelakaan Kerja


Kecelakaan adalah kejadian yang tidak direncanakan, tidak dikehendaki dan tidak
terkendali, serta dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan menimpa siapa saja.
Kecelakaan kerja adalah akibat kerja yang berhubungan dengan pekerjaan pada
pengusahaan, dapat terjadi karena tindakan tidak aman atau pada waktu bekerja.
Masalah timbulnya kecelakaan tambang dapat disebabkan oleh 2 (dua) hal, yaitu
karena tindakan tidak aman (unsafe action) dan kondisi tidak aman (unsafe condition).
2.6.1 Perbuatan tidak aman (Unsafe Action)
a. Ketidakseimbangan fisik tenaga kerja yaitu, yaitu:
- Posisi tubuh yang menyebabkan mudah lelah
- Cacat fisik
- Cacat sementara
- Kepekaan panca indra terhadap sesuatu
b. Kurang pengetahuan
- Kurang pengalaman
- Salah pengertian terhadap suatu perintah
- Kurang terampil
- Salah mengartikan SOP (Standard Operational Procedure) sehingga
mengakibatkan kesalahan pemakaian alat kerja.
c. Menjalankan pekerjaan tanpa mempunyai wewenang.
d. Menjalankan pekerjaan yang tidak sesuai dengan keahliannya.
e. Pemakaian alat pelindung diri (APD) hanya berpura-pura.
f. Bekerja berlebihan atau melebihi jam kerja.
2.6.2. Kondisi tidak aman (Unsafe condition)
a. Peralatan yang sudah tidak layak pakai
b. Ada api di tempat kerja
c. Pengamanan gedung yang kurang standar
d. Terpapar bising
e. Terpapar radiasi
f. Kondisi suhu yang membahayakan

2.7. Safety Audit


Untuk mengukur keberhasilan dari pengelola K3 diperlukan safety audit, karena di
dalamnya selain menilai program yang ada serta pelaksanaannya dilakukan, juga kajian
untuk mengkaji apakah masih ada potensi bahaya dari setiap kegiatan yang belum
terproteksi dengan program yang telah ada.
Safety audit adalah penilaian secara kritis dan sistematis atas semua bahaya yang
menyangkut karyawan, instalasi dan metode operasi untuk menjamin bahwa standar K3
telah memenuhi persyaratanteknik dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2.8. Kategori Kecelakaan Kerja
Sebelum melakukan analisa terhadap terjadinya suatu kecelakaan kerja diperlukan
penyelidikan yakni upaya untuk menjawab berbagai pertanyanan seperti: apa, siapa,
bagaimana, mengapa, dimana, dan bagaimana kecelakaan terjadi. Hasil dari
penyelidikan tersebut digunakan untuk menyusun program pencegahan atau tindak
lanjut untuk pencegahannya.
Dalam penyelidikan kerja yang sekaligus mengarah pada analisa selanjutnya,
diperlukan adanya :

Laporan tentang peristiwa kecelakaan yang terjadi


Wawancara dengan saksi/teman sekerja yang melihat kejadian tesebut
Pemeriksaan terhadap tempat kejadian
Mempelajari semua hal yang berkaitan denga peristiwa kecelakaan
Menentukan faktor penyebab utama / akar permasalahan

Prabowo K.H (2005) menyatakan banyaknya kejadian kecelakaan merupakan salah


satu indikator keberhasilan program K3 yang dapat dikategorikan dalam 3 kelompok
seperti ditunjukkan dalam tabel VI.1. berikut :
Tabel V1.1. Kategori Kecelakaan Kerja

Kategori Parameter Penilaian Keterangan


Terjadi kecelakaan ringan Luka ringan atau sakit ringan
Hijau
(injuries) (tidak kehilangan hari kerja)

Luka berat atau parah atau sakit


Terjadi kecelakaan sedang
Kuning Dengan perawatan intensif
(Illness)
(kehilangan hari kerja)

Terjadi kecelakaan Berat.


Merah Meninggal atau cacat seumur
(Fatalities) hidup (tidak mampu bekerja)
(Sumber : Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor :PER.05/MEN/1996)
III. WAKTU DAN RENCANA KEGIATAN
Adapun waktu pelaksanaan Tugas Akhir ini direncanakan dilakukan selama 8
(delapan) minggu. Perincian jadwal rencana tugas akhir dapat dilihat pada tabel 3.1
Tabel 3.1
Rencana Kegiatan
Minggu ke-
No. Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8
Registrasi dan Induksi
1
K3
2 Orientasi Lapangan
Pengumpulan data-data
3 penunjang kegiatan
dan Studi Literatur
Pengamatan dan
4 pengambilan data
kegiatan di lapangan
5 Pengolahan Data
6 Penulisan Laporan
7 Evaluasi

IV. PESERTA
Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Mineral Politeknik Geologi dan
Pertambangan AGP yang akan melakukan Praktik Kerja Lapangan dalam rangka
Tugas Akhir adalah :
Nama : Ari Supriyanto
NPM : 12051311
Alamat : Kampus Politeknik Geologi dan Pertambangan AGP Jalan Sulaksana
No.21 Bandung
Email : arisupriyanto11@gmail.com
Tlp/HP : 085793256919

V. PENUTUP
Demikianlah usulan proposal kegiatan Tugas Akhir yang akan dilaksanakan di PT.
Semen Indonesia semoga usulan kegiatan ini mendapat sambutan yang baik dari pihak
perusahaan. Dengan keterbatasan kemampuan yang dimiliki, maka penulis
mengharapkan bantuan dan dukungan moril maupun materil dari pihak perusahaan
untuk melancarkan Tugas Akhir ini. Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi
bagi perusahaan dalam pemecahan masalah yang terjadi di lapangan.
Atas perhatian dan kerjasama dari Bapak/Ibu, penulis ucapkan terima kasih.

Bandung, Mei 2016


a.n. Mahasiswa Tugas Akhir

Ari Supriyanto
12051311