Anda di halaman 1dari 5

HECTING PERINEUM

Kota Malang Puskesmas Dinoyo


No. Dokumen :

SOP No.Revisi
Tgl. Terbit
:0
: 27 Mei 2015
Halaman : 1- 4.
Tanda Tangan Ka. Puskesmas
dr Bayu Tjahjawibawa
NIP. 19660116 200212 1 003

1.Pengertian Heacting adalah proses penjahitan luka robekan atau luka episiotomi pada
perineum.
2.Tujuan Sebagai pedoman bagi petugas kesehatan di kaber dalam melakukan
penjahitan/ untuk menyatukan kembali jaringan tubuh(mendekatkan) dan
mencegah darah yang tidak perlu (memastikan hemostasis).
3.Kebijakan
4.Referensi 1. Buku Pedoman Kerja Puskesmas Jilid II, Dep.Kes RI tahun 1990/1991
2. Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal, Dep.Kes RI tahun 2008
5.Alat dan Bahan 1. Alat:
a. Hecting set
b. Lampu Sorot
c. Bengkok
2. Bahan:
a. Cut gut
b. Lidocain
c. Spuit 3cc
d. Kasa Steril
e. Betadin
f. Sarung Tangan Steril

1. Petugas mencuci tangan


2. Petugas menyiapkan alat dan bahan
3. Petugas memasang lampu dan mengarahkan ke luka perineum
4. Petugas mengatur posisi ibu litotomi
5. Petugas memakai handscoon steril
6.Prosedur
6. Petugas mengisikan lidokain pada spuit 3cc
7. Petugas memasang kain bersih di bawah bokong ibu.
8. Petugas membersihkan daerah luka dengan kasa steril
9. Petugas memberitahu ibu akan disuntik anastesi
10. Petugas menusukkan jarum pada ujung luka robekan perineum
secara subkutan sepanjang tepi luka.
11. Petugas mengaspirasi spuit lalu menyuntikan cairan lidokain
secukupnya sambil menarik jarum suntik pada tepi luka daerah
perineum dan daerah mukosa vagina.
12. Petugas melakukan desinfeksi daerah luka robekan dengan cairan
betadin
13. Petugas melakukan inspeksi vagina dan perineum untuk melihat
robekan jika ada perdarahan yang menutupi luka episiotomi, dan
memasang tampon bertali ke dalam vagina.
14. Petugas melakukan penjahitan pertama lebih kurang 1 cm di atas
puncak luka robekan di dalam vagina, dan petugas mengikat jahitan
yang pertama dengan simpul mati.
15. Petugas menjahit mukosa vagina dengan menggunakan jahitan
jelujur hingga tepat di belakang lingkaran hymen, lalu membuat
simpul mati.
16. Petugas meneruskan jahitan jelujur pada luka robekan perineum
sampai bagian bawah luka robekan.
17. Petugas menjahit jaringan subkutis kanan dan kiri ke arah atas
hingga tepat di muka lingkaran hymen.
18. Petugas menusukkan jarum dari depan lingkaran hymen ke mukosa
vagina di belakang hymen. Dan petugas membuat simpul mati di
belakang lingkaran hymen dan potong benang hingga sisa lebih
kurang 1 cm.
19. Jika menggunakan tampon bertali di dalam vagina, petugas
mengeluarkan tampon kasa bertali. Dengan memasukkan jari
telunjuk ke dalam rektum dan meraba dinding atas rektum untuk
memastikan tidak ada rektum yang ikut terjahit.
20. Petugas melakukan desinfeksi ulang daerah yang sudah dijahit.
21. Petugas membersihkan pasien dan melakukan dekontamnasi alat-
alat dalam larotan klorin 0,5%
22.Petugas mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
7. Diagram Alur Mengatur posisi ibu
Cuci Tangan Menyiapkan Alat dan Bahan litotomi

mengisikan lidokain memakai Memasang lampu dan


pada spuit 3cc handscoon mengarahkan ke luka perineum
steril

memasang kain bersih di membersihkan daerah luka dengan


bawah bokong ibu. kasa steril

memberitahu ibu akan disuntik anastesi

menusukkan jarum pada ujung luka robekan perineum


secara subkutan sepanjang tepi luka.

mengaspirasi spuit lalu menyuntikan cairan lidokain secukupnya sambil


menarik jarum suntik pada tepi luka daerah perineum dan daerah mukosa
vagina.

melakukan desinfeksi daerah luka robekan dengan cairan betadin

melakukan inspeksi vagina dan perineum untuk melihat robekan jika ada
perdarahan yang menutupi luka episiotomi, dan memasang tampon bertali
ke dalam vagina.

melakukan penjahitan pertama lebih kurang 1 cm di atas puncak luka


robekan di dalam vagina, dan petugas mengikat jahitan yang pertama
dengan simpul mati.

menjahit mukosa vagina dengan menggunakan jahitan jelujur hingga tepat di belakang
lingkaran hymen, lalu membuat simpul mati.

menjahit jaringan subkutis kanan dan kiri ke arah atas hingga tepat di muka lingkaran
hymen.

menusukkan jarum dari depan lingkaran hymen ke mukosa vagina di belakang hymen. Dan
petugas membuat simpul mati di belakang lingkaran hymen dan potong benang hingga sisa lebih
kurang 1 cm.

Jika menggunakan tampon bertali di dalam vagina, petugas mengeluarkan tampon kasa bertali.
Dengan memasukkan jari telunjuk ke dalam rektum dan meraba dinding atas rektum untuk
memastikan tidak ada rektum yang ikut terjahit.
Lalu petugas melakukan desinfeksi ulang daerah yang sudah dijahit.

bersihkan pasien dan melakukan dekontamnasi


Cuci tangan alat-alat dalam larotan klorin 0,5%
8. Hal-hal yang perlu
Pencegahan infeksi dan personal hygiene
diperhatikan

9.Unit Terkait a.Unit Pendaftaran dan rekam Medis


b.Unit Rawat Jalan
c.Unit Rawat Inap
d.Unit Gawat Darurat
e.Unit Gizi

.,