Anda di halaman 1dari 7

Indikasi dan Kontra Indikasi Ekstraksi Gigi

Indikasi :

- Karies
- Nekrosis Pulpa
- Penyakit Periodontal
- Alasan Orthodontik
- Gigi Malposisi
- Gigi Patah
- Gigi Impaksi
- Gigi Supernumerary
- Gigi berhubungan dengan Lesi Patologis
- Terapi Radiasi
- Gigi Terlibat Fraktur Rahang
- Masalah Finansial

Kontra Indikasi :

- Sisitemik
Jika kondisi kesehatan sistemik tidak sanggup menanggung
prosedur ekstraksi. Contohnya penyakit metabolik parah yang tidak
terkontrol, leukimia tidak terkontrol, lymphoma, penyakit jantung,
malignant hypertension, kehamilan, hemofilia, dll.
Selain itu pasien yang mengosumsi berbagai obat-obatan sebaiknya
dilakukan konsultasi terlebih dahulu. Obat-obat yang perlu diperhatikan
antara lain konrtikosteroid sistemik, agent imunosuppressive,
biphosphonates, dan agen kemoterapi kanker.
- Lokal
Pasien yang memiki riwayat terapi radiasi kanker, jika ingin
dilakukan ekstraksi pada area dari radiasi harus berhati-hati karena dapat
menyebabkan osteoradionecrosis.
Gigi yang berada pada area tumor (terutama tumor ganas) juga
seharusnya tidak boleh diekstraksi karena prosedur bedah dapat
menyebarkan bibit sel malignansi metastasis disekitar area itu.
Pasien dengan pericoronitis parah sekitar molar 3 mandibular
impaksi seharusnya tidak diekstraksi sampai pericoronitis dirawat. Dengan
perawatan nonsurgical seperti irigasi, antibiotik, dan pembuangan molar 3
maksila (jika dibutuhkan, untuk membebaskan tubrukan pada
pembengkakan jaringan lunak yang melapisi impaksi mandibular.
Instrumen Bedah Mulut

- Insisi Jaringan (scalpel dan blade)

- Elevasi Mucoperiosteum (rasparatorium)

- Retraksi Jaringan Lunak (Right-Angle Austin Retractor & Broad Offset


Minnesota)

- Memegang Jaringan Lunak (Adson Forceps & Angled Forceps)

- Kontrol Hemorrhages (hemostat)


- Membuang Tulang (Rongeur Forceps, Bone File, Mallet&Chisel,
Bur&handpiece)

- Membuang Jaringan dari Kavitas Tulang (periapical curretes)


- Suturing Jaringan Lunak (Needle Holder, Suture Needle, Suture Material,
Gunting)

- Memegang Mulut tetap Terbuka (Bite block & mouth prop)

- Suctioning (suction)
- Memegang Handuk dan drapes pada posisinya (towel clip)

- Irigasi (syringe)

- Ekstraksi Gigi (Dental elevator, periostomes, extraction forceps)


REFERENSI:

JAMES R.HUPP. CONTEMPORARY ORAL AND MAXILLOFACIAL


SURGERY 6TH EDITION. ELSEVIER MOSBY. 2014

Teknik Pencabutan Gigi

Teknik pencabutan gigi ada dua, yaitu:

- Closed Technique
Dikenal juga dengan simple technique atau forceps technique
- Open Technique
Dikenal juga dengan ekstraksi bedah atau teknik flap

Ada tiga syarat dasar ekstraksi gigi, yaitu :

- Akses yang cukup dan visualisasi lapangan kerja


- Jalur tanpa rintangan untuk pencabutan gigi
- Penggunaan gaya terkontrol untuk luksasi dan mencabut gigi

Prosedur ekstraksi gigi dengan closed technique terdiri dari 5 tahapan, antara lain:

1. Melonggarkan perlekatan jaringan lunak pada bagian servikal gigi


2. Luksasi gigi menggunakan dental elevator
3. Adaptasikan tang pada gigi
4. Luksasi gigi menggunakan tang
5. Pencabutan gigi dari soket

REFERENSI

FRAGISKOS. ORAL SURGERY


JAMES R.HUPP. CONTEMPORARY ORAL AND MAXILLOFACIAL
SURGERY 6TH EDITION. ELSEVIER MOSBY. 2014