Anda di halaman 1dari 13

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kota Gresik dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki potensi
sumber daya alam perikanan yang tinggi baik ikan air tawar maupun ikan air
laut. Hal ini didukung oleh letak wilayah kota Gresik yang dekat dengan
daerah pesisir pantai. Banyaknya ketersediaan ikan di wilayah Gresik
mengakibatkan banyak pula olahan makanan baru yang bermunculan di kota
Gresik dengan menggunakan bahan baku utama dari ikan. Ikan-ikan tersebut
banyak yang diolah menjadi lauk pendamping nasi oleh masyarakat seperti
diolah menjadi soto, ikan bakar, ikan goreng hingga menjadi makanan
tradisional Gresik yakni otak-otak bandeng.
Harris dkk (2012) mengatakan bahwa pada beberapa pembuatan
produk yang menggunakan bahan dasar ikan hanya akan menggunakan 40%
dari keseluruhan berat ikan, sedangkan sisanya 60% akan menjadi limbah
berupa hati, sirip, tulang, ekor, kepala dan jeroan ikan. Limbah tersebut
seharusnya dapat menjadi peluang usaha baru di kalangan masyarakat
setempat. Masyarakat Gresik menjadikan limbah tersebut menjadi peluang
usaha yang bergerak di bidang kuliner dan menjadikannya sebagai makanan
tradisional khas kota Gresik yang diberi nama bonggolan.
Di samping itu di hutan mangrove gresik terdapat banyak tanaman
jeruju yang tumbuh di sekitar magrove. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman
parasit yang mengganggu petani mangrove, sehingga banyak masyarakat
pesisir yang membasmi tanaman tersebut dengan cara membakarnya. Tanpa
mereka sadari, bahwa tanaman jeruju memiliki banyak manfaat.
Kandungan daun, akar dan biji tumbuhan jeruju (Acanthus sp)
mengandung saponin, flavonoida dan polifenol, di samping itu bijinya juga
mengandung alkoloida, yang dapat bermanfaat untuk mengobati berbagai
penyakit yakni sakit perut, dan juga penyakit cacingan. Daun jeruju
mengandung senyawa verbaskosida dan asam fenolat. Dari isolasi ekstrak
etanol daun jeruju dihasilkan senyawa verbaskosida yaitu suatu glikosida
ester turunan asam kafeat yang diperoleh secara kromatografi lapis tipis,
spektrofotometri ultraviolet dan infra merah, sedangkan senyawa asam

1
fenolat yaitu asam vanilat, asam siringat, asam ferulat, asam p-
hidroksibenzoat dan asam p-kumarat dapat diidentifikasi dari ekstrak etanol
secara kromatografi lapis tipis selulosa dua dimensi (Soetarno, 2007).
Makanan adalah komponen mutlak yang diperlukan oleh semua
makhluk hidup. Menciptakan produk makanan yang ekonomis serta penuh
gizi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan pangan bagi seluruh
masyarakat. Baik masyarakat ekonomi rendah maupun masyarakat ekonomi
tinggi. Peningkatan produksi pangan tidak terlepas dari peran generasi muda
yang didukung dengan peningkatan dibidang teknologi dan pengetahuan.
Maka, manusia semakin mudah dalam mengembangkan potensi dirinya lewat
berbagai hobi, salah satunya adalah memasak.
Perkembangan jumlah penduduk yang begitu cepat merupakan
pemicu utama terjadinya kelaparan dan gizi buruk, berbagai kegiatan industri
makanan dilakukan secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan pangan
manusia. Namun, hasil olahan dari industri makanan terkadang banyak
mengandung bahan kimia berbahaya dan tidak mengandung gizi yang cukup.
Melihat berbagai keunggulan dari produk makanan, maka wajar jika
penyusun tertarik untuk menciptakan produk makanan yang ekonomis serta
mengandung gizi.
Dengan demikian kami ingin memanfaatkan tanaman jeruju ini sebagai
bahan olahan makanan BOURJU yaitu olahan bakso goreng jeruju yang kaya
manfaat dan bergizi tinggi. Melalui inovasi ini diharapkan mampu
memunculkan peluang bisnis baru, membuktikan kepada masyarakat bahwa
limbah ikan dapat diolah menjadi makanan yang enak, menghasilkan produk
makanan yang sehat dan lain dari pada yang lain, serta mampu bersaing di
dunia bisnis saat ini.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang dipaparkan terdapat beberapa rumusan
masalah, antara lain :
1. Bagaimana cara mengoptimalkan tanaman jeruju menjadi produk yang
enak, menarik, dan diminati masyarakat?

2
2. Bagaimana cara memasarkan produk yang telah dihasilkan secara
efektif dan efisien?
C. Tujuan
Tujuan yang ingin dicapai dalam program ini adalah :
1. Mengoptimalkan manfaat dari tanaman jeruju yang selama ini hanya
dibuang sia-sia dan dianggap tidak memiliki manfaat dengan cara
menghasilkan produk makanan yang sehat dan bernilai gizi.
2. Meningkatkan ketrampilan dalam memasarkan produk dengan efektif
dan efisien.

D. Analisis SWOT :
Setiap kegiatan untuk memulai usaha yang akan dirintis untuk mengukur
kemampuan usaha terhadap lingkungan atau pesaing, yaitu SWOT :
1. Strength (Kekuatan)
Kekuatan produk ini adalah :
a. Menjual produk untuk semua kalangan masyarakat
b. Bahan produk yang terjamin dan higienis
c. Kemampuan berwirausaha bagus karena adanya ide-ide kreatif yang
memunculkan inovasi baru
d. Mengolah suatu bahan menjadi produk yang bernilai jual tinggi
e. Produk berbahan dasar alami tanpa menggunakan bahan pengawet
f. Dapat memenuhi kebutuhan pelanggan
2. Weakness (Kelemahan)
Kelemahan dari produk ini adalah :
a. Produksinya masih dalam tahap kecil
b. Banyaknya pesaing penjual makanan yang sudah dikenal di
masyarakat

3. Opportunity (Peluang)
a. Produk yang kami jual merupakan jenis produk baru dipasaran,
sehingga memiliki kesempatan untuk dijadikan bisnis.
b. Mayoritas masyarakat telah mengenal bahan dasar produk ini,
sehingga produk ini memiliki kesempatan untuk laku dipasaran.
c. Menjaga mutu dan kualitas produk bakso goreng jeruju untuk
meningkatkan minat masyarakat.
4. Threat (ancaman)

3
a. Adanya pesaing yang menjual produk yang sama dengan harga yang
lebih murah.

E. Target Pasar
Target pemasaran produk ini dimulai dari lingkup kampus Universitas
Negeri Surabaya yang kemudian baru akan berjanjut memasarkan diluar
kampus Universitas Negeri Surabaya.
Untuk meningkatkan hasil penjualan ini perlu dilakukan promosi.
Promosi dilakukan dengan berbagai media sosial diantaranya seperti
facebook, twitter, instagram, path, dan lain sebagainya. Cara promosi lain
yang kami lakukan adalah dengan memasarkan di event-event kota seperti car
free day, pasar minggu dan lain-lain. Selain itu kami juga akan membuka
stand di tempat tempat wisata, serta mengikuti pameran atau bazar yang
diadakan.

BAB II
PRODUK USAHA
A. Jenis Produk Yang Diproduksi
Jenis produk yang akan dihasilkan dalam usaha ini adalah jenis
makanan ringan namun dapat juga digunakan sebagai makanan pendamping
nasi yakni berupa bakso goreng. Makanan yang akan diprosuksi berasal dari
olahan bonggolan yang dipadupadankan dengan jeruju. Kami memilih
tanaman jeruju sebagai bahan campuran pembuatan bonggolan karena
tanaman jeruju memiliki kandungan gizi yang tinggi serta bahannya mudah
diperoleh dengan harga yang terjangkau. Bonggolan jeruju yang akan
dihasilkan disajikan berupa bakso goreng namun berbeda dengan bakso

4
goreng pada umumnya yang menggunakan bahan dasar daging sapi maupun
ayam. Bonggolan jeruju ini memiliki perpaduan rasa antara ikan dengan daun
tanaman jeruju. Produk ini diberi nama BOURJU (bonggolan jeruju).
Adapun karakteristik produk yang akan dihasilkan dari usaha ini
adalah produk berupa bakso goreng dari olahan bonggolan jeruju. Bonggolan
jeruju terbuat dari campuran tepung kanji, limbah ikan (ikan kecil) serta daun
jeruju. Bonggolan dibuat dengan cara menggiling daging ikan serta daun
jeruju kemudian dicampur menggunakan air hangat dengan tepung kanji serta
bumbu (bawang putih dan garam), setelah dicampur adonan bonggolan tadi
digulung-gulung menyerupai bonggol lalu dibungkus dengan daun pisang dan
terakhir dikukus. Setelah dikukus biarkan dingin lalu dipotong kemudian di
goreng hingga kecoklatan. Bonggolan ini juga dapat dibentuk seperti bakso
yang nantinya direbu s dalam air panas lalu digoreng dengan lapisan berupa
tepung panir.
B. Pembuatan Produk
1. PERSIAPAN
a. Persiapan Alat

Pisau Wajan
Tatakan/talenan Ember
Solet Bak plastik besar
Sendok Panci
Kompor Sendok besar
Stapler Plastik pembungkus
Blender

b. Bahan yang digunakan antara lain :

Tepung tapioka Minyak goreng


Teung kanji Daun jeruju
Garam Telur
Bawang putih Ikan

2. PELAKSANAAN

5
Tahap pelaksanaan pembuatan bakso goreng bonggolan jeruju
adalah sebagai berikut :
1. Tahap persiapan alat dan bahan
a. Pemilihan bahan :
Pilih limbah ikan yang biasanya berukuran kecil dan masih segar yang
biasanya oleh nelayan tidak di jual ke pengepul. Pilih daun jeruju yang
layak digunakan artinya daun tidak mengalami kerusakan dan masih
segar.
2. Tahap pembuatan bonggolan jeruju
a. Siapkan bahan-bahan yang perlu digunakan
b. Pertama cuci daging ikan dan daun jeruju hingga bersih.
c. Setelah bersih ikan digiling hingga halus.
d. Daun jeruju diblender hingga halus
e. Lalu tepung pati dicampur dengan garam, bawang yang sudah
dihaluskan
f. Kemudian campur dengan air hangat hingga adonan kalis (tidak
lembek)
g. Setelah itu campurkan daging dan daun jeruju yang sudah halus
kedalam adonan tepung pati hingga kalis.
h. Lalu bentuk adonan seperti bakso bulat-bulat berukuran sedang.
k. Setelah itu rebus dalam air mendidih , setelah matang angkat dan
tiriskan.
l. Setelah itu goreng dengan di lapisi tepung panir secara rata dan
goreng hingga kecoklatan.

C. KEUNGGULAN PRODUK
BOURJU (Bakso Goreng Jeruju) ini adalah salah satu makanan ringan
dari olahan bonggolan jeruju yang mengandung gizi tinggi. Keunggulan dari
produk yang dihasilkan antara lain:
a) Produk ini merupakan makanan yang sehat karena tidak mengandung
bahan pengawet.
b) Produk yang dihasilkan berbeda dengan produk yang sudah ada
sebelumnya, yaitu bakso goreng bonggolan jeruju.
c) Bahan baku produk mudah didapatkan, dan belum banyak dimanfaatkan
oleh masyarakat.

6
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Teknik Analisa Data
Dalam percobaan ini analisis data yang digunakan adalah analisis data
deskriptif dan biasanya digunakan dalam segala jenis bidang termasuk
percobaan.
Jadi dalam percobaan deskriptif,pengujian percobaan dibandingkan
kriteria atau standart yang sudah ditetapkan terlebih dahulu pada waktu
penyusunan desain percobaan.

B. Hasil dan Pembahasan Penjualan


1. Hasil
Hasil yang diperoleh setelah penjualan, dalam satu kali produksi adalah
sebagai berikut :
Tabel 1. Data penjualan setelah satu kali produksi
No. ASPEK Keterangan
1. Hasil Penjualan Laku terjual 20 pcs
a. Area gedung Biologi
FMIPA
b. Dikelas PBA Laku terjual 15 pcs
c. Di Foodcourd Laku terjual 10 pcs
d. Area Danau Unesa Laku terjual 5 pcs
2. Mitra Usaha Membeli limbah ikan (ikan yang memiliki ukuran
a. Penjual Ikan kecil,biasanya oleh masyarakat tidak dijual ke
pengepul)
b. Petani Jeruju Mitra kerja yang kami butuhkan selanjutnya adalah
petani jeruju karena kami menggunakan bahan dasar
daun jeruju.
c. Pengusaha toko Pengusaha toko kelontong karena banyak bahan-
kelontong bahan pembuatan bakso goreng bourju yang kami
butuhkan.
3. Peluang Usaha Di area kamous Universitas Negeri Surabaya
a. Kampus Universitas sebenarnya memiliki peluang yang bagus, dilihat dari
Negeri Surabaya penjualan yang kami lakukan. Sebagian besar
mahasiswa berminat membeli, selain enak harga juga
ekonomis. Apalagi jika bekerja sama dengan kantin
yang ada di sekitar kampus dapat dip[erkirakan
penjualan akan semakin meningkat.

2. Pembahasan
Berdasarkan table diatas dapat diketahui bahwa penjualan yang kami
lakukan hanya di sekitar wilayah kampus Universitas Negeri Surabaya. Hal
ini tidak sesuai dengan target penjualan karena produksi yang kami lakukan
dalam jumlah kecil sehingga apabila dijual diarea kampus bakso goreng ini
sudah habis.
Meskipun banyak sekali para wirausaha yang menjalankan usaha
dibidang kuliner terutama di bidang bakso, tetapi tidak menutup
kemungkinan untuk pelaksanaan produk ini karena produk ini memiliki
keunggulan yang tidak kalah kualitas dengan produk yang sudah ada
sebelumnya. Dan pesaing yang bergerak dibidang bakso goreng dari olahan
bonggolan jeruju itu bisa dikategorikan sangat langka dan hampir belum ada,
sehingga memudahkan kita dalam memasarkan produk ini. Selain itu produk
ini cocok untuk semua kalangan di masyarakat.
Kampus Universitas Negeri Surabaya merupakan tempat peluang usaha
yang baik untuk usaha produk makanan ini. Dilihat dari hasil penjualan yang
kami lakukan. Penjualan produk kami berhasil di lakukan di kampus
Universitas Negeri Surabaya. Kami melakukan penjualan di area kampus baik
di danau Unesa, di masjid Unesa maupun ke area perkuliahan yakni di kelas-
kelas. Selain berjualan secara langsung, kami juga melakukan penjualan
secara online melalui akun media sosial kami baik BBM, Instagram, Line
maupun WA. Dari kegiatan berjualan secara online tersebut juga didapatkan
beberapa konsumen yang memesan produk kami untuk diambil keesokan
harinya. Pada setiap kegiatan penjualan yang kami lakukan, produk yang
kami tawarkan selalu habis terjual.
Mitra kerja yang digunakan adalah tengkulak ikan, dimana kami
membeli ikan dengan harga yang lebih murah. Untuk sekali produksi kami
membutuhkan 3 kg ikan segar dengan harga per kilo Rp.15.000,00. Kami
bermitra dengan tengkulak ikan karena pada dasarnya bahan utama yang kami
butuhkan adalah limbah daging ikan yang masih dalam kondisi baik sehingga
kami memutuskan untuk bermitra dengan tengkulak ikan. Mitra kerja yang
kami butuhkan selanjutnya adalah petani jeruju karena kami menggunakan
bahan dasar daun jeruju namun akan sulit jika kami mengambil sendiri
tanaman jeruju setiap kali akan produksi sehingga mitra kerja petani jeruju
sangat kami butuhkan. Mitra kerja ketiga yang kami butuhkan adalah dengan
pengusaha toko kelontong karena banyak bahan-bahan pembuatan bakso
goreng bourju yang kami butuhkan namun akan sulit jika setiap kali produksi
kami harus membeli di tempat yang berbeda-beda.
C. Tanggapan/Saran Dari Pembeli
Tanggapan pembeli menunjukkan antusias yang cukup besar mengenai
pembuatan bakso goreng jeruju, seperti salah satu responden kami,
pembuatan ini harus dikembangkan lagi karena ke depannya akan semakin
disukai banyak orang.
Tanggapan mengenai rasa terhadap produk yang kami jual adalah sebagai
berikut :
- Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan pada beberapa
pembeli, rasa sudah cukup enak dengan cocolan saos pedas.

D. Prospek ke depan
Produk bakso goreng jeruju ini mempunyai pengaruh yang cukup besar
dalam bidang pangan dan kewirausahaan, sebab produk ini mempunyai nilai
positif yaitu sebagai peluang untuk dijadikan bisnis kedepannya.

BAB IV
LAPORAN KEUANGAN
A. Alokasi Dana
Dalam kegiatan usaha ini kami menggunakan fasilitas yang diperoleh dari
modal sendiri, yaitu sebagai berikut :

3.1 Biaya Peralatan Penunjang


No Jenis Banyak Harga / Biaya (RP)
Pengeluaran Satuan (RP)

1 Blender 1 150.000 150.000

2 Penggorengan 1 12.500 12.500

3 Telenan 3 5.000 15.000

4 Bak Plastik 1 5.000 5.000

5 Pisau 3 5.000 15.000

6 Panci 2 15.000 45.000

7 Sendok Besar 3 2000 6.000

8 Label 3 7.000 21.000


kemasan

SUB TOTAL (Rp) 254.500

3.2 Bahan Habis Pakai

No Jenis Banyak Harga / satuan Biaya (RP)


Pengeluaran

1 Tepung terigu 3 kg 10.000/kg 30.000

2 Tepung Kanji 2 kg 8.500/kg 17.500

3 Bawang putih kg 30.000/kg 7500

4 Garam 1 bungkus 3.500/bungkus 3.500

5 Minyak Goreng 1 L 12.000/L 12.000

6 Elpiji 1 18.000 18.000

7 Plstik kemasan 2 bendel 8000/ bendel 16.000

8 Tepung panir 1 kg 9000/kg 9000

9 Ikan 3 kg 15.000/kg 45.000

10 Telur 1 kg 20.000/kg 20.000

SUB TOTAL (Rp) 178.500


B. Perhitungan Laba
Dari hasil produksi diperoleh 50 bungkus bakso goreng, dengan harga
penjualan per bungkus Rp. 5000,00.
Untuk menghitung laba dari hasil penjualan adalah sebagai berikut :
Total bahan habis pakai = Rp. 178.500,00
Jumlah hasil produksi = Rp. 250.000,00
Laba/keuntunbgan = Rp. 250.000,00 - Rp. 178.500,00
= Rp. 71.500,00
C. Perhitungan Balik Modal
Modal Awal = Rp. 254.500,00
Untulk balik modal maka, Rp.254.500,00 : Rp.71.500 = 4
Jadi untuk balik modal maka harus dilakukan produksi sebanyak 4 kali.
Penjualan hingga saat ini masih dilakukan sebanyak 1 kali, jadi untuk
balik modal kami harus melakukan penjualan sebanyak 3 kali lagi.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada dasarnya bakso goreng ini banyak peminatnya selain murah dan
enak rasanya, makanan ini mengandung banyak vitamin, kandungan gizi, serta
manfaatnya. Produk ini ditujukan pada semua kalangan masyarakat, sehingga
pendistribusian produk agar sampai tangan konsumen dilakukan secara
langsung dari produsen ke konsumen.
B. Saran
Berdasarkan penjualan yang telah kami lakukan, saran dari kelompok
kami adalah :
1. Sebaiknya penjualan dilakukan ditempat yang ramai, tempat umum.
2. Dalam berwirausaha diperlukan inovasi-inovasi yang baru untuk
menarik minat masyarakat terhadap produk yang akan dijual.

DAFTAR PUSTAKA

Harris, Helmi, dkk. 2012. Potensi Pengembangan Industri Tepung Ikan dari
Limbah Pengolahan Makanan Tradisional Khas Palembang Berbasis
Ikan. Jurnal Pembangunan Manusia Vol VI (3).

Mulyani, Yogiana & Farida. 2012. Pemanfaatan Limbah Sisik Ikan kakap Merah
Menjadi Keripik Sisik Ikan Kakap (Krisik Kakap). Politeknik Negeri
Balikpapan.
Trilaksani, Wini, dkk. 2006. Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus
sp.) sebagai Sumber Kalsium dengan Metode Hidrolisis Protein. Buletin
Teknologi Hasil Perikanan Vol IX (2) : 34 45.

Wiryawan, Budi, dkk. 2013. Pemanfaatan Limbah Ikan Sidat Indonesia (Anguilla
bicolor) Sebagai Tepung pada Industri Pengolahan Ikan di Palabuhan
Ratu Kabupaten Sukabumi. Jurnal Gizi dan Pangan Vol 8(3) : 215-220.

Anda mungkin juga menyukai