Anda di halaman 1dari 10

BAB 2

TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Keluarga


2.1.1 Definisi
Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas
kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di
satu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Padila, 2012).
Keluarga adalah dua atau lebih dari dua individu yang tergantung
karena hubungan darah, hubungan perkawinan atau pengankatan dan
mereka hidup dalam satu rumah tangga berinteraksi satu sama lain
dan dalam besarnya masing-masing menciptakan serta
mempertahankan kebudayaan (Nasrul, E. 2011).

2.1.2 Struktur Keluarga


1. Patrilineal
Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara
sedarah dalam beberapa generasi, dimana hubungan itu disusun
melalui jalur garis darah.
2. Matrilineal
Adalah keluarga yang terdiri dari sanak saudara sedarah
dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui
jalur garis ibu.
3. Matrilokal
Adalah seorang suami istri yang tinggal bersama keluarga
sedarah istri.
4. Patrilokal
Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga
sedarah suami.

5. Keluarga Kawinan
Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan
5
keluarga dan beberapa sanak keluarga karena adanya hubungan
dengan suami atau istri.
6

(Padila, 2012)
2.1.3 Ciri-ciri Struktur Keluarga
1. Terorganisasi
Saling berhubungan, saling ketergantungan, antara anggota
keluarga.
2. Ada Kekerabatan
Setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga
mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan
tugasnyaa masing-masing.
3. Ada Perbedaan dan Kekhususan
Setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya
masing-masing.
(Nasrul, E. 2011)
2.1.4 Bentuk Keluarga
1. Keluarga Inti
Adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak.
2. Keluarga Besar
Adalah keluarga inti ditambah sanak saudara, misalnya
nenek, kakek, keponakan, saudara, paman, bibi dan sebagainya.
3. Keluarga Berantai
Adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang
menikah lebih dari 1 kali dan merupakan suatu keluarga inti.
4. Keluarga Duda atau Janda
Adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian
5. Keluarga Berkomposisi
Adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup
bersama.

6. Kabilas
Adalah 2 orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi tanpa
membentuk satu keluarga.
(Nasrul, E. 2011)
2.1.5 Peranan Keluarga
1. Ayah
Ayah sebagai suami dan ayah bagi anak-anak berperan
sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan memberi rasa
aman, sebagai kepala keluarga dan sebagai anggota dari
kelompoknya (Padila, 2012).
2. Ibu
7

Sebagai istri dan ibu dari anak-anak. Ibu memiliki peranan


untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik
anak-anak, pelindung sebagai salah satu kelompok dari
lingkungannya, di samping itu juga berperan sebagai pencari
nafkah tambahan keluarga (Padila, 2012).
3. Anak
Anak-anak melaksanakan peranan psikologis sesuai dengan
tingkat perkembangan baik fisik, mental, sosial dan spiritual
(Padila, 2012).

2.1.6 Fungsi Keluarga


1. Fungsi Biologis
a. Untuk meneruskan keturunan
b. Memelihara dan membesarkan anak
c. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga
d. Memelihara dan merawat anggota keluarga
2. Fungsi Psikologis
a. Memberikan kasih sayang dan rasa aman
b. Memberikan perhatian diantara anggota keluarga
c. Memberikan identitas keluarga

3. Fungsi Sosialisasi
a. Membina sosialisasi pada anak
b. Membentuk norma-norma tingkah laku sampai dengan
tingkat perkembangan anak
c. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga
4. Fungsi Ekonomi
a. Mencari sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
keluarga
b. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk
memenuhi kebutuhan keluarga
8

c. Menabung untuk memenuhi kebutuhan-kebutuan keluarga


yang akan datang misalnya pendidikan anak-anak, jaminan
hari tua, dsb.
5. Fungsi Pendidikan
a. Menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan
keterampilan perilaku anak, sesuai dengan bakat dan minat
yang dimilikinya
b. Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan
datang dalam memenuhi perannya sebagai orang dewasa
c. Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat
perkembangannya
(Padila, 2012)
2.1.7 Tahap-tahap Perkembangan Keluarga
1. Tahap Berdua Kembali
Setelah anak besar dan menempuh kehidupan sendiri-sendiri,
tinggal suami istri berdua saja, dalam tahap ini keluarga akan
merasa sepi dan bila tidak dapat menerima kenyataan akan dapat
menimbulkan depresi atau stess (Padila, 2012).
2. Tahap Masa Tua
Tahap ini masuk ke tahap lanjutan usia dan kedua orang tua
mempersiapkan diri untuk meningkatkan dunia fana ini (Padila,
2012).
2.1.8 Peran Bidan dalam Pelayanan Kesehatan Keluarga
Secara rinci, peran bidan dalam konteks keluarga adalah sebagai
berikut :
1. Pengenal atau pengamat masalah dan kebutuhan kesehatan
keluarga.
2. Memberikan asuhan kebidanan kepada anggota keluarga sakit.
3. Koordinator pelayanan kesehatan dan keperawatan kesehatan
keluarga.
4. Fasilitator, menjadikan pelayanan kesehatan itu mudah di
jangkau dan bidan dengan mudah dapat cepat menampung
permasalahan yang di hadapi dan keluarga membantu
mencarikan jalan pemecahan
9

5. Pendidik kesehatan, bidan dapat berperan dalam memberikan


petunjuk tentang asuhan kebidanan dasar terhadap keluarga,
disamping menjadi penasehat dalam mengatasi masalah-masalah
kesehatan keluarga.
(Nasrul, E. 2011)

2.2 Konsep Keluarga Berencana


2.2.1 Definisi
Keluarga Berencana (KB) merupakan tindakan yang membantu
individu atau pasangan suami istri untuk mendapatkan objektif
tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mengatur
interval di antara kehamilan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam
hubungan suami istri dan menentukan jumlah anak dalam keluarga
(Handayani, S. 2010).

2.2.2 Jenis-jenis Kontrasepsi


1. Kontrasepsi Hormonal
a. Pil KB
Pil KB adalah suatu cara kontrasepsi untuk wanita yang
berbentuk pil atau tablet di dalam strip yang berisi gabungan
10

hormon estrogen dan hormon progesteron atau yang hanya


terdiri dari hormon progesteron saja (Glaisier, A. 2011).
1) Keuntungan KB Pil
a) Mudah menggunakan
b) Mudah dihentikan setiap saat
c) Kesuburan segera kembali setelah penggunaan pil
dihentikan
d) Mengurangi nyeri perut saat haid
2) Kerugian KB Pil
a) Memerlukan disiplin dari pemakai
b) Pendarahan (spotting)
c) mual, sakit kepala, perubahan mood, payudara sakit
atau membesar
d) perubahan berat badan
(Glaisier, A. 2011)

b. Suntik KB
Suntik KB ini mencegah lepasnya sel telur dari indung
telur wanita dan mengentalkan lendir mulut rahim, sehingga
spermatozoa (sel mani) tidak dapat masuk ke dalam rahim
(Glaisier, A. 2011).
1) Keuntungan KB Suntik
a) Praktis, efektif dan aman dengan tingkat keberhasilan
lebih dari 99%.
b) Tidak membatasi umur
c) Tidak terpengaruh faktor lupa dari pemakai
d) Tidak mengganggu hubungan suami istri
e) Tidak mengganggu laktasi (menyusui)
f) Dapat dipakai segera setelah masa nifas maupun
setelah keguguran
g) Membantu mencegah terjadinya kehamilan di luar
kandungan
h) Membantu mencegah kanker endometrium (rahim)
i) Membantu mencegah kejadian mioma uteri (tumor
jinak rahim)
j) Mengurangi kejadian anemia kekurangan zat besi
2) Kerugian KB Suntik
a) Perdarahan bercak
b) Tidak dapat haid (sering setelah pemakaian berulang)
c) Sering menaikkan Berat Badan
11

d) Dapat menyebabkan (tidak pada semua akseptor)


sakit kepala, nyeri payudara, moodiness, jerawat,
kurangnya libido seksual, rambut rontok.
e) Perlu suntikan ulangan teratur
f) Perlu follow up (kunjungan berkala) untuk evaluasi
g) Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan
setelahpenghentian pemakaian
(Glaisier, A. 2011)
c. Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK / Implant / Susuk)
AKBK yaitu kontrasepsi yang disusupkan di bawah kulit.
Dengan disusupkannya implant dibawah kulit, setiap hari
dilepaskan secara tetap suatu hormon ke dalam darah melalui
proses difusi dari kapsul-kapsul yang terbuat dari bahan
silastik tersebut, sehingga dapat menghambat terjadinya
ovulasi (Glaisier, A. 2011).
1) Keuntungan KB Susuk
a) Tidak menekan produksi ASI
b) Tidak terdapat faktor lupa
c) Masa pakai jangka panjang (3-5 th)
d) Kesuburan cepat kembali setelah di buka
e) Resiko kehamilan diluar kandungan rendah
2) Kerugian KB Susuk
a) Implant harus dipasang dan diangkat oleh petugas
kesehatan yang terlatih
b) gangguan pola haid
c) perubahan berat badan
d) nyeri mamae
e) efektifitas menurun jika mengkonsumsi obat-obatan
epilepsy dan TB
(Glaisier, A. 2011)
d. IUS (Intra Uterine System)
IUS adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang
menggunakan hormon progesteron sebagai ganti logam. Cara
kerjanya sama dengan IUD tembaga, ditambah dengan
beberapa nilai plus, lebih tidak nyeri dan kemungkinan
menimbulkan pendarahan lebih kecil, menstruasi menjadi
lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid
lebih singkat (Glaisier, A. 2011).
12

2. Kontrasepsi Non Hormonal


a. Sterilisasi
Kontrasepsi sterilisasi adalah kontrasepsi dengan tindakan
pembedahan pada saluran telur wanita atau saluran mani
yang mengakibatkan orang atau pasangan yang bersangkutan
tidak akan memperoleh keturunan lagi. Pencegahan
kehamilan dengan mengikat sel indung telur pada wanita
(tubektomi) atau testis pada pria atau vasektomi (Handayani,
S. 2010).
Proses sterilisasi ini harus dilakukan oleh ginekolog
(dokter kandungan). Efektif bila memang ingin melakukan
pencegahan kehamilan secara permanen, misalnya karena
faktor usia (Handayani, S. 2010).
1) Vasektomi (MOP)
Vasektomi adalah prosedur klinik untuk
menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan
melakukan operasi kecil sehingga alur transportasi
sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak terjadi
(Handayani, S. 2010).
2) Tubektomi (MOW)
Tubektomi adalah prosedur bedah suka rela untuk
menghentikan fertilitas seorang perempuan secara
permanen (Handayani, S. 2010).
b. Kondom
Merupakan selubung atau sarung karet yang dipasang
pada penis saat berhubungan seksual (Handayani, S. 2010).
1) Keuntungan Kondom
a) Efektif bila digunakan dengan benar
b) Tidak mengganggu kesehatan penggun
c) Murah dan dapat dibeli secara umum

2) Kerugian Kondom
a) Mudah robek bila tergores kuku atau benda tajam lain
b) Membutuhkan waktu untuk pemasangan
13

c) Mengurangi sensasi seksual karena mengganggu


hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)
d) Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual
e) Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan
kontrasepsi.
(Handayani, S. 2010)
c. Vaginal Diafragma
Vaginal diafragma adalah kap berbentuk bulat cembung,
terbuat dari karet yang di insersikan ke dalam vagina sebelum
berhubungan seksual dan menutup serviks (Handayani, S.
2010).
1) Keuntungan Vaginal Diafragma
a) Tidak mengganggu reproduksi ASI
b) Tidak mengganggu kesehatan pengguna
c) Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah
terpasang sampai 6 jam sebelumnya
2) Kerugian Vaginal Diafragma
a) Pemasangannya membutuhkan keterampilan untuk
pemakaian perlu instruksi dan cara pemasangan oleh
tenaga klinik yang terlatih
b) Pada beberapa pengguna menjadi penyebab infeksi
saluran uretra
(Handayani, S. 2010)
d. Spermatisida
Bahan kimia aktif untuk membunuh sperma, berbentuk
cairan, krim atau tisu vagina yang harus dimasukkan ke
dalam vagina 5 menit sebelum senggama (Handayani, S.
2010).
Kegagalan sering terjadi karena waktu larut yang belum
cukup, jumlah spermatisida yang digunakan terlalu sedikit
atau vagina sudah dibilas dalam waktu < 6 jam setelah
senggama (Handayani, S. 2010).
e. IUD / AKDR (Intra Uterine Device)
IUD / AKDR adalah suatu alat kontrasepsi yang
dimasukkan ke dalam rahim yang bentuknya bermacam-
macam, terdiri dari plastik. terbuat dari bahan polyethylene
yang diberi lilitan logam, umumnya tembaga (Cu) dan
dipasang di mulut rahim (Handayani, S. 2010).
14

1) Keuntungan KB IUD
a) Praktis dan tingkat keberhasilan 99%
b) Jangka panjang dan sangat efektif karena tidak perlu
lagi mengingat-ingat
c) Tidak mengganggu pemberian ASI
d) Kesuburan dapat kembali secara langsung jika dilepas
2) Kerugian KB IUD
a) Tidak dapat dilepas oleh dirinya sendiri (pengguna)
b) Sedikit nyeri setelah pemasangan AKDR
(Handayani, S. 2010)