Anda di halaman 1dari 35

ANALISIS DATA KECELAKAAN PADA TAHUN

2013 2015
1. Jumlah Kecelakaan

Jumlah Kecelakaan Tahun 2013 -2015


Tahun 2013 605
Tahun 2014 592
Tahun 2015 554

Jumlah Kecelakaan Pertahun


605

592

554

Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

Berdasarkan data tahunan diatas , dapat diketahui bahwa


kecelakaan pada tahun 2013 yaitu 605 kali kejadian kecelakaan ,
tahun 2014 592 kali kejadian kecelakaan dan tahun 2015 554 kali
kejadian kecelkaan. Dari tahun 2013 2014 terjadi penurunan
kejadian kecelakaan sebanyak 13 kali , sedangkan dari tahun 2014
2015 terjadi penurunan kecelakaan sebanyak 38 kali kejadian
kecelakaan.
Jika dalam prosentase tren penurunan kejadian kecelakaan dari
tahun 2013 2014 yaitu 1,08%, untuk prosentase tren penurunan
kecelakaan pada tahun 2014 2015 yaitu 3,31%, dan tren
penurunan jumlah kecelakaan dari tahun 2013 2015 yaitu 2,91%.
2. Data kecelakaan berdasarkan korban kecelakaan

JUMLAH KORBAN KECELAKAAN


TanpaKorban Korban LR Korban LB Korban MD
Tahun
2013 164 267 136 38
Tahun
2014 187 249 115 41
Tahun
2015 249 162 112 31

Jumlah Kecelakaan Penyebab


Korban
Kecelakaan
Tahu Tah
n Tahu un
201 n 201
3 2014 5
2
6
7
249 249
1
8
7
1
6
4 162
136
115 112
38 41 31

Tanpa Korban Korban LR Korban LB Korban MD

Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa pada tahun 2013


didapati jumlah korban kecelakaan dengan kategori meninggal
dunia (MD) sebanyak 38 orang , kategori luka berat (LB) sebanyak
136 orang , kategori luka ringan (LR) 267 orang dan kecelakaan
tanpa korban sebanyak 164 orang. Tahun 2014 didapati jumlah
korban kecelakaan dengan kategori meninggal dunia (MD) sebanyak
41 orang , kategori luka berat (LB) sebanyak 115 orang , kategori
luka ringan (LR) 249 orang dan kecelakaan tanpa korban sebanyak
187 orang.Tahun 2015 didapati jumlah korban kecelakaan dengan
kategori meninggal dunia (MD) sebanyak 31 orang , kategori luka
berat (LB) sebanyak 112 orang , kategori luka ringan (LR) 162 orang
dan kecelakaan tanpa korban sebanyak 249 orang.

Pada tahun 2013-2014 terjadi peningkatan korban meninggal


dunia (MD) sebanyak 3 korban , dan pada tahun 2015 sendiri
mengalami penurunan sebanyak 10 korban dibanding tahun 2014.
Tahun 2013-2014 terjadi penurunan korban luka berat (LB)
sebanyak 21 korban , tahun 2015 sendiri mengalami penurunan
sebanyak 3 korban dibanding tahun 2014 dan tren penurunan
korban luka berat dari 2013 2015 yaitu sebanyak 24 korban. Tahun
2013-2014 terjadi penurunan korban luka ringan (LR) sebanyak 18
korban , tahun 2015 sendiri mengalami penurunan sebanyak 87
korban dibanding tahun 2014 dan tren penurunan korban luka berat
dari 2013 2015 yaitu sebanyak 105 korban. Pada tahun 2013-2014
terjadi peningkatan kecelakaan tanpa korban sebanyak 23 korban ,
dan pada tahun 2015 sendiri mengalami penuingkatan sebanyak 62
korban dibanding tahun 2014. Tahun 2013-2015 terjadi
peningkatan kecelakaan tanpa korban sebanyak 85 korban

3. Data kecelakaan berdasarkan jumlah korban kecelakaan

DATA KECELAKAAN BERDASARKAN KORBAN


KECELAKAAN
Korban LR Korban LB Korban Meninggal
Tahun
2013 474 184 58
Tahun
2014 334 131 46
Tahun
2015 162 112 31
Dari grafik dan tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi penurunan
kobran luka ringan dari tahun 2013-2014 sebanyak 140 korban atau
17,32% . 2014-2015 sebanyak 312 korban atau 34,67% . 2013-2015
sebanyak 312 korban atau 32,16% .

Penurunan kobran luka berat dari tahun 2013-2014 sebanyak 53


korban atau 28,80% . 2014-2015 sebanyak 19 korban atau 7,81% .

2013-2015 sebanyak 72 korban atau 16,86% .


Penurunan kobran meninggal dari tahun 2013-2014 sebanyak 12
korban atau 28,80% . 2014-2015 sebanyak 19 korban atau 7,81%
dan 2013-2015 sebanyak 72 korban atau 16,86% .
Dapat disimpulkan dari hasil diatas bahwa untuk jumlah korban luka
ringan,luka berat dan luka meninggal setiap tahunnya tidak
mengalami perubahan yang terlalu signifikan kecuali pada kategori
luka ringan di tahun 2014-2015 mencapai 34,67% .
4. Data kecelakaan berdasarkan jumlah kendraan yang terlibat

DATA KECELAKAAN BERDASARKAN JUMLAH


KENDRAAN YANG TERLIBAT
Kendaraan terlibat
Tahun 2013 927
Tahun 2014 913
Tahun 2015 943

Grafik Kecelakaan Berdasarkan


Jumlah
Kendaraan Yang Terlibat
943

927

913

Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

Dari grafik dan tabel diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2013
terdapat 927 kendaraan terlibat dalam kecelakaan , tahun 2014
terdapat 913 kendaraan terlibat dan tahun 2015 ada 943 kendaraan
terlibat. Dari tahun 2013-2014 terdapat penurunan jumlah
kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan yaitu sebanyak 14
kendaraan atau sekitar 0,70%, sedangkan untuk tahun 2014-2015
mengalami kenaikan sebanyak 30 kendaraan atau sekitar 1,61%,
jumlah kendaraan yang terlibat di tahun 2013-2015 sangat fluktuatif
dan tidak ada kenaikan atau penurunan yang signifikan.

5. Data kecelakaan berdasarkan golongan kendaraan

Data Kecelakaan Berdasarkan Golongan


Kendaraan
Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Golongan 1 484 443 712
Non Golongan 393 421 221

Data kecelakaan Berdasarkan


Golongan Kendaraan
Golongan
1 Non Golongan
712

484
393 443 421
221

Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015

Darti tabel dan grafik diatas yang di golongkan menjadi golongan 1


adalah kendaraan golongan 1 seperti sedan,jeep,pick up, truk kecil ,
bus kecil dan bus sedang. Atau kendaraan yang memiliki
gandar/sumbu 1 (tunggal) ,sedangkan untun kategori non golongan
yaitu kendaraan selain dari golongan 1 seperti , truk besar , bus
besar , atau lebih mudahnya dapat diketahui denan melihat jumlah
gandar dari kendaraan tersebut. Untuk golongan 2 terdapat dua
gandar/sumbu , sedangkan untuk golongan 3 terdapat tiga
gandar/sumbu.

Tahun 2013 terdapat 484 kendaraan golongan 1 dan 393 kendaraan


nono golongan yang terlibat dalam kecelakaan, 2014 terdapat 443
kendaraan golongan 1 dan 421 kendaraan non golongan yang
terlibat dalam kecelakaan, dan untuk tahun 2015 sendiri terdapat
712 kendaraan golongan 1 dan 221 kendaraan nono golongan yang
terlibat dalam kecelakaan

Dapat diliihat bahwa pada tahun 2013-2014 terjadi penurunan


jumlah kendaraan golongan 1 sebanyak 41 kendaraan dalam satu
tahun atau sekitar 4,42% ,sedangkan dari 2014-2015 terjadi
kenaikan jumlah kendaraan golongan 1 sebanyak 228 kendaraan
dalam satu tahun atau sekitar 19,74%.

6. Data kecelakaan berdasarkan tingkat kerusakan kendaraan

Data kecelakaan berdasarkan tingkat kerusakan


kendaraan
Tahun
Tahun 2013 Tahun 2014 2015
Jumlah kendaraan tidak rusak 210 126 155
Jumlah kendaraan rusak ringan 434 548 56
Jumlah kendaraan rusak berat 268 229 730

Grafik Kecelakaan
Berdasarkan
Tingkat Kerusakan
Kendaraan
800
700
600 Jumlah kendaraan
tidak
500 rusak
Jumlah kendaraan
400 rusak
ringan
300
Jumlah kendaraan
200 rusak
berat
100
0
Tahun 2013 Tahun
2014 Tahun 2015

Dari tabel dan grafik diatas terdapat tiga kategori tingkat kerusakan
kendaraan akibat kecelakaan ,yang pertama kendaraan tidak
rusak , kedua kendaraan rusak ringan dan ketiga kendaraan rusak
berat. Di tahun 2013 terdapat jumlah kendaraan tidak rusak
sebanyak 210 kendaraan , sedangkan 2014 sebanyak 126
kendaraan dan 2015 sebanyak 155 kendaraan. Terjadi penurunan
jumlah kendaraan yang tidak rusak di tahun 2013-2014 sebanyak
84 kendaraan atau 25% , sedangkan untuk dari tahun 2014-2015
mengalami kenaikan yang awalnya 126 menjadi 155 kendaraan
dengan kenaikan sebanyak 29 kendaraan dalam satu tahun atau
10,32% .

Untuk kategori kendaraan rusak ringan di tahun 2013 terdapat 434


kendaraan , 2014 548 kendaraan dan 2015 sebanyak 56 kendaraan.
Terjadi kenaikan jumlah kendaraan rusak ringan di tahun 2013-2014
yang awalnya 434 menjadi 548 , kenikan tersebut sebanyak 114
kendaraan dalam satu tahun 11,60% . Sedangkan dari tahun 2014-
2015 terjadi penurunan jumlah kendaraan rusak ringan yang sangat
signifikan yaitu dari 548 menjadi 56 kendaraan rusak ringan dalam
satu tahun atau sekitar 81,45% .

Kategori kendaraan rusak berat di tahun 2013 terdapat 268


kendaraan , 2014 sebanyak 229 kendaraan dan 2015 sebanyak 730
kendaraan. Terjadi penurunan jumlah kendaraan rusak berat di
tahun 2013-2014 yang awalnya 268 menjadi 229 , penurunan
tersebut sebanyak 39 kendaraan dalam satu tahun atau sekitar
7,84%. Sedangkan dari tahun 2014-2015 terjadi kenaikan jumlah
kendaraan rusak berat yang sangat signifikan yaitu dari 229
menjadi 730 kendaraan rusak berat sebanyak 501 kendaraan dalam
satu tahun atau sekitar 52,42% .

Dapat disimpulkan bahwa pada kategori kendaraan tidak rusak


selalu mengalami perubahan setiap tahunnya baik mengalami
penurunan ataupun kenaikan , walaupun penurunan dan kenaikan
tersebut tidak terlalu signifikan jumlahnya. Untuk kateogri
kendaraan rusak ringan mengalami kenaikan sebesar 11,60% dari
tahun 2013-2014 sedangkan untuk tahun 2015 mengalami
penurunan yang sangat signifikan sebesar 81,45%.
Sedangkan untuk kategori rusak berat tahun 2013-2014 mengalami
penurunan 7,84% dan kembali mengalami kenaikan di tahun 2015
sebesar 52,42%.

7. Data kecelakaan berdasarkan keterlibatan kendaraan


Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Kecelakaan satu kendaraan 351 353 237
Kecelakaan dua kendaraan 222 186 271
Kecelakaan tiga kend atau
lebih 35 55 46

Grafik Kecelakaan
Berdasarkan
Keterlibatan
Kendaraan
400
350
300 Kecelakaan satu
250 kendaraan
200 Kecelakaan dua
kendaraan
150
Kecelakaan tiga kend
100 atau
lebih
50
0
Tahun
2013 Tahun 2014 Tahun 2015

Dari tabel dan grafik diatas dapat diketahui bahwa grafik pada
tahun 2013 terdapat 351 kecelakaan yang melibatkan satu
kendaraan , 222 kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan dan 35
kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan atau lebih. Untuk tahun
201 terdapat 353 kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan ,
186 kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan dan 55 kecelakaan
yang melibatkan tiga kendaraan atau lebih dan pada tahun 2015
terdapat 237 kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan , 271
kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan dan 46 kecelakaan
yang melibatkan tiga kendaraan atau lebih.
Dari tahun 2013-2014 mengalami kenaikan sebanyak 2 kecelakaan
yang melibatkan satu kendaraan saja atau kecelakaan tunggal ,
sedangkan dari tahun 2014-2015 mengalami penurunan sebanyak
116 kecelakaan yang melibatkan satu kendaraan atau kecelakaang
tunggal.
Kategori kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan pada tahun
2013 mencapai 222 kecelakaan , 2014 sebanyak 186 kecelakaan
dan tahun 2015 mencatapi 271 kecelakaan.
Tahun 2013-2014 mengalami penurunan jumlah kecelakaan yang
melibatkan dua kendaraan sebanyak 36 kecelakaan , namun 2014-
2015 kembali mengalami kenaikan sebanyak 85 kecelakaan dalam
satu tahun.
Kategori kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan atau lebih di
tahun 2013-2014 mengalami kenaikan sebanyak 20 kecelakaan ,
sedangkan di tahun 2014-2015 jumlah kecelakaan yang melibatkan
tiga kendaraan atau lebih sebanyak 9 kecelakaan.

8. Data kecelakaan berdasarkan manusia

DATA KECELAKAAN BERDASARKAN MANUSIA


Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Kurang antisipasi 217 238 253
Lengah 7 5 1
Mengantuk 283 254 219
Mabuk 5 2 2
Tidak tertib (jarak rapat) 9 3 1

Grafik Penyebab Kecelakaan


Berdasarkan
Faktor Manusia
300
250
200 Tahun
2013
150
Tahun
2014
100 Tahun
2015
50

0
Kurang Lengah Mengantuk Mabuk Tidak tertib
antisipasi (jarak rapat)

Berdasarkan tabel dan grafik diatas ada bebebrapa kategori


penyebab kecelakaan berdasarkan faktor manusia itu sendiri atau
human eror, faktor tersebut yaitu : kurang antisipasi , lengah ,
mengantuk, mabuk , tidak tertib akan peraturan .
Dari data pada tahun 2013 didapati untuk kategori kurang antisipasi
sebanyak 217 orang , lengah 7 orang , mengantuk 283 orang ,
mabuk 5 orang dan tidak tertib sebanyak 9 orang.
tahun 2014 didapati untuk kategori kurang antisipasi sebanyak 238
orang , lengah 5 orang , mengantuk 254 orang , mabuk 2 orang dan
tidak tertib sebanyak 3 orang.
tahun 2015 didapati untuk kategori kurang antisipasi sebanyak 253
orang , lengah 1 orang , mengantuk 219 orang , mabuk 2 orang dan
tidak tertib sebanyak 1 orang.

Untuk kategori kurang antisipasi tiap tahun selama 2013-2015 tidak


mengalami perubahan yang signifikan , yaitu dati tahun 2013-2014
hanya mengalami kenaikan sebanyak 21 kecelakaan sedangkan
2014-2015 bertambah 15 kecelakaan. Jadi dari 2013-2015
penyebab kecelakaan karena ngantuk bertambah 36 kecelakaan.

Kategori lengah , tiap tahun dari 2013-2015 selalu mengalami


penurunan yaitu di tahun 2013 ada 7 kecelakaan karena lengah ,
2014 ada 5 kecelakaan dan 2015 hanya 1 kecelakaan saja.
Kategori mengantuk , tiap tahun dari 2013-2015 selalu mengalami
penurunan yaitu di tahun 2013 ada 283 kecelakaan karena
mengantuk , di tahun 2014 mengalami penurunan sebanyak 29
kecelakaan menjadi 254 kecelakaan dan di tahun 2015 menurun
35 sehingga menjadi 219 kecelakaan karena pengemudi mengantuk
.

Kategori mabuk , tiap tahun dari 2013-2015 selalu mengalami


penurunan yaitu di tahun 2013 ada 5 kecelakaan karena mabuk , di
tahun 2014 dan 2015 ada 2 kecelakaan yang diakibatkan karena
pengemudi mabuk.

Kategori tidak tertib , tiap tahun dari 2013-2015 selalu mengalami


penurunan yaitu di tahun 2013 ada 9 kecelakaan karena tidak
tertib , di tahun 2014 ada 3 kecelakaan karena tidak tertib dan
tahun 2015 hanya satu kecelakaan saja yang diakibatkan karena
pengemudi tidak tertib. Setiap tahun ketertiban pengemudi
mematuhi semua aturan yang ada di jol tol meningkat sehingga
mengurangi jumlah kecelakaan akibat tidak tertib aturan.

9. Data kecelakaan berdasarkan kendaraan

PENYEBAB KECELAKAAN BERDASARKAN


KENDARAAN
Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Ban pecah 49 44 40
Selip 5 8 11
Rem blong 15 10 12
Kerusakan mesin 0 2 4
Kerusakan mekanis 13 17 8
Kendaraan berhenti 3 3 1

Berdasarkan Jenis Kerusakan


Kendaraan
50
40
30
20
10
0
Ban Rem blong Kendaraa
pecah Selip Kerusakan Kerusakan n
mesin mekanis berhenti
Tahun
Tahun 2013 Tahun 2014 2015

Dari tabel dan grafik diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2013
penyebab kecelakaan karena ban pecah sebanyak 49 kecelakaan , selip 5
kecelakaan , rem blong 15 kecelakaan , kerusakan mesin 0 kecelakaan,
kerusakan mekanis 13 kecelakaan , kendaraan berhenti 3 kecelakaan.
Tahun 2014 penyebab kecelakaan karena ban pecah sebanyak 44
kecelakaan , selip 8 kecelakaan , rem blong 10 kecelakaan , kerusakan
mesin 2 kecelakaan, kerusakan mekanis 17 kecelakaan , kendaraan
berhenti 3 kecelakaan.
Tahun 2015 penyebab kecelakaan karena ban pecah sebanyak 40
kecelakaan , selip 11 kecelakaan , rem blong 12 kecelakaan , kerusakan
mesin 4 kecelakaan, kerusakan mekanis 8 kecelakaan , kendaraan
berhenti 1 kecelakaan.

Untuk penyebab kecelakaan karena ban pecah setiap tahun selalu


mengalami pernurunan walaupun tidak terlalu signifikan , 2013-2014 dari
49 kecelakaan menurun menjadi 44 kecelakaan dan di tahun 2015
menjadi 40 kecelakaan.
Untuk penyebab kecelakaan karena selip setiap tahun terus meningkat
yaitu pada tahun 2013 sebanyak 5 kecelakaan di tahun 2014 menjadi 8
kecelakaan dan di tahun 2015 naik kembali menjadi 12 kecelakaan.

Rem blong , penyebab kecelakaan karena rem blong sifat nya fluktuatif
kadang turun dan kadang naik, dimana di tahun 2013 sebanyak 15
kecelakaan , tahun 2014 turun menjadi 10 kecelakaan dan pada tahun
2015 naik kembali menjadi 12 kecelakaan walaupun tidak terlalu
signifikan.
Kecelakaan yang disebabkan karena kerusakan mesin dimulai dari tahun
2013-2015 selalu meningkat tiap tahunnya, dimana di tahun 2013 tidak
ada kecelakaan yang disebabkan karena kerusakan mesin namun di tahun
2014 terdapat 2 kecelakaan dan di 2015 terdapat 4 kecelakaan.

Kecelakaan yang disebabkan karena kerusakan mekanis dimulai dari


tahun 2013 dimana terdapat 13 kecelakaan akibat kerusakan mekanis ,
tahun 2014 terdapat 17 kendaraan kerusakan mekanis terdapat 8
kendaraan. Dari tahun 2013-2014 terjadi kenikan jumlah kecelakaan yang
disebabkan oleh kerusakan mekanis, sedangkan di tahun 2014-2015
mengalami penurunan yang cukup signifikan dari 17 kecelakaan menjadi 8
kecelakaan.

Kecelakaan yang disebabkan karena kendaraan berhenti dimulai dari


tahun 2013-2014 jumlah nya sama yaitu 3 kecelakaan , sedangkan di
tahun 2015 kecelakaan yang disebabkan karena kendaraan berhenti
menurun menjadi hanya satu kecelakaan saja. kecelakaan

10. Data kecelakaan berdasarkan jalan

Dari tabel dan grafik diatas tahun 2013-2015 tidak aja kecelkaan
yang disebabkan oleh faktor jalan itu sendiri , selain di tahun 2014
terdapat satu kecelakaan yang di sebabkan oleh pekerjaan
pemeliharaan jalan itu sendiri. Di ruas jalan tol Jakarta Cikampek
sendiri selalu ada kontraktor yang bertanggung jawab untuk
memperbaiki kerusakan jalan yang ada. Biasanya laporan kerusakan
jalan didapati dari pengguna jalan tol yang langsung menghubungi
ke customer service tol Jakarta Cikampek atau saat mereka akan

keluar dari jalan tol dengan menyampaikan ke petugas yang ada ,

setelah itu dari pihak tol Jasamarga Cikampek langsung melakukan


tindak lanjut dengan menghubungi kontraktor yang bertanggung
jawab di daerah atau kilometer tersebut agar langsung ada
perbaikan.

11. Data kecelakaan berdasarkan


lingkungan

Data Kecelakaan Berdasarkan Faktor


Lingkungan
Tahun tahun
2013 Tahun 2014 2015
Penyeberan
g 2 4 1
Asap
kendaraan 0 0 0
Asap
lingkungan 1 0 0
Gangguan kamtibmas 0 0 0
Hewa
n 0 0 0
Data Kecelakaan
Berdasarkan Faktor
Lingkun
gan
Tahun tahun
2013 Tahun 2014 2015

2
1 1
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0
Penyeberang Asap Asap Hewa
kendaraan lingkungan Gangguan n
kamtibmas

Dari tabel dan grafik diatas dari tahun 2013 kecelakaan yang
disebabkan dari beberapa kategori yaitu ; penyebrang , asap
kendaraan , asap lingkungan , gangguan kamtibnas dan hewan. Di
tahun 2013 hanya ada kecelakaan yang disebabkan penyebrang
sebanyak 2 kecelakaan dan 1 kecelakaan karena asap lingkungan ,
selain kategori itu tidak ada kecelakaan yang di sebabkan hal
tersebut.
Tahun 2014 hanya ada satu kategori kecelakaan yang
menyebabkan kecelakaan yaitu kecelakaan yang disebabkan karena
penyeberang sebanyak 4 kecelakaan dan di tahun 2015 masih di
kategori yang sama dengan jumlah 1 kecelakaan saja.

12. Faktor Penyebab Kecelakaan

DATA KECELAKAAN BERDASARKAN FAKTOR


PENYEBAB
Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Manusia 521 502 476
Jalan 0 1 0
Kendaraan 85 84 164
Lingkungan 3 4 2

Data Kecelakaan Berdasarkan


Faktor
Penyebab Kecelakaan
Tahun
Tahun 2013 Tahun 2014 2015

521
502 476

164
85 84
0 1 0 3 4 2

Manusia Jalan Kendaraan Lingkungan

Dari tabel dan grafik diatas terdapat beberapa kategori faktor


penyebab kecelakaan seperti ; karena manusia , jalan , kendaraan
dan lingkungan.

Di tahun 2013 sendiri terdapat 521 kecelakaan yang disebabkan


oleh manusia , kendaraan 85 kecelakaan , lingkungan 3 kecelakaan
dan tidak ada kecelakaan yang disebabkan oleh jalan . tahun
berikutnya yaitu 2014 terdapat 502 kecelakaan yang disebabkan
oleh manusia , kendaraan 84 kecelakaan , lingkungan 4 kecelakaan
dan hanya satu kecelakaan yang disebabkan oleh jalan , dan di
tahun 2015 terdapat 476 kecelakaan yang disebabkan oleh
manusia , kendaraan 164 kecelakaan , lingkungan 2 kecelakaan dan
tidak ada kecelakaan yang disebabkan oleh jalan.

Kecelakaan yang disebabkan oleh manusia setiap tahun nya dari


2013-2015 selalu mengalami penurunan , dari tahun 2013 sebanyak
521 kecelakaan sampai 2015 menurun sebanyak 45 kecelakaan
menjadi 476 kecelakaan.
Kecelakaan yang disebabkan oleh jalan selama 2013-2015 hanya
terjadi satu kali yaitu di tahun 2014 , dengan rendahnya jumlah
kecelakaan yang disebabkan oleh jalan hal itu menunjukan ruas
jalan tol Jakarta Cikampek memiliki kondisi jalan yang bagus, dan
tidak menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.

Faktor kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan itu sendiri , dari


rentang tahun 2013-2015 terjadi sebanyak 333 kali . tahun 2013
ada 85 kali kecelakaan yang di sebabkan oleh kendaraan , 2014
turun 1 poin menjadi 84 kecelakaan dan di tahun 2015 kembali naik
sebnyak 80 kecelakaan sehingga menjadi 164 kecelakaan karena
kendaraan per tahun. Kecelakaan yang diakibatkan karena
kendaraan seperti ; ban selip, rem blong , ban pecah, kerusakan
mesin maupun hal lain yang terkait dengan kendaraan itu sendiri.
Untuk mengurangi kecelakaan yang diakibatkan kendaraan itu
sendiri , disarankan untuk di setiap rest area ruas jalan tol Jakarta
Cikampek menyediakan fasilitas pengecekan kendaraan gratis agar
setiap kendaraan yang masuk rest area dapat di periksa kondisinya
sehingga dapat mengurangi potensi terjadinya kecelakaan karena
kendaraan.

13. Data kecelakaan


berdasarkan hari

DATA KECELAKAAN
BERDASARKAN HARI
Tahun
2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Kerja 508 532 379
Libur 15 7 90
Akhir
Minggu 83 50 85

Data Kecelakaan Berdasarkan


Hari

600
500
400
300
200
100
0
Tahun
Tahun 2013 Tahun 2014 2015

Kerja Libur Akhir Minggu

Dari tabel dan grafik data kecelakaan berdasarkan hari ada tiga
kategori yaitu hari kerja dimana dimulai dari senin-jumat , hari libur
yang dimaksud disini yaitu tanggal merah dan akhir minggu yaitu
hari sabtu-minggu.

Tahun 2013 didapati 508 kecelakaan yang terjadi di hari kerja , 15


kecelakaan di hari libur dan 83 kecelakaan terjadi di akhir minggu.

Tahun 2014 ada 532 kecelkaan yang terjadi di hari kerja , 7


kecelakaan di hari libur atau tanggal merah dan 50 kecelakaan di
akhir minggu.
Tahun 2015 ada 379 kecelkaan yang terjadi di hari kerja , 90
kecelakaan di hari libur atau tanggal merah dan 85 kecelakaan di
akhir minggu.

Dari kategori hari kerja di mulai tahun 2013-2014 mengalami


kenaikan sebanyak 24 kendaraan dari 508 di tahun 2013 naik
menjadi 532 di tahun 2014 , sedangkan untuk tahun 2014-2015
kembali mengalami penurunan sebanyak 105 kecelakaan di hari
kerja.
Dari kategori hari libur tahun 2013 terdapat 15 kecelakaan , di
tahun 2014 menurun sebanyak 8 kecelakaan menjadi 7 saja dan di
tahun 2015 terjadi kenaikan signifikan menjadi 90 kecelakaan di hari
libur.

Dari kategori hari akhir minggu tahun 2013 terdapat 83 kecelakaan ,


di tahun 2014 menurun sebanyak 33 kecelakaan menjadi 50 saja
dan di tahun 2015 terjadi kenaikan signifikan menjadi 85 kecelakaan
di hari libur.

14. Data kecelakaan berdasarkan Hari Kerja

DATA KECELAKAAN BERDASARKAN HARI KERJA


Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Senin 71 88 85
Selasa 80 90 93
Rabu 84 87 70
Kamis 99 98 61
Jum'at 94 61 73
Sabtu 97 81 91
Minggu 24 20 81

Data Kecelakaan Berdasarkan Hari


Kerja

100

80

60

40

20

0
Mingg
Senin Selasa Rabu Kamis Jum'at Sabtu u
Tahun
Tahun 2013 2014 Tahun 2015
Dari data diatas dapat diketahui bahwa pada tahun 2013 terjadi
total 549 kejadian kecelakaan dari hari senin sampai minggu yang
diantaranya yaitu ; senin 71 kecelakaan. Selasa 80 kecelakaan ,
rabu 84 kecelakaan , kamis 99 kecelakaan , jumat
94 , sabtu 97 kecelakaan dan hari minggu 24 kecelakaan. Di tahun
ini kecelakaan paling banyak terjadi di hari kamis , jumat dan sabtu
dengan mencapai 291 kecelakaan dalam satu tahun , sedangkan
untuk kecelakaan paling sedikit di hari minggu hanya 24
kendaraan.

Untuk tahun 2014 terjadi total 525 kejadian kecelakaan dari hari
senin sampai minggu yang diantaranya yaitu ; senin 88 kecelakaan.
Selasa 90 kecelakaan , rabu 87 kecelakaan , kamis 98 kecelakaan ,
jumat 61 , sabtu 81 kecelakaan dan hari minggu 20 kecelakaan. Di
tahu 2014 kecelakan yang paling banyak terjadi di hari senin ,
selasa dan kamis dengan total jumlah kecelakaan mencapai 276
kecelakaan dalam satu tahun , sedangkan untuk kecelakaan paling
sedikit di hari minggu sebanyak 20 kecelakaan.

Untuk tahun 2015 terjadi total 554 kejadian, jumlah ini lebih besar
dibandingkan tahun sebelumnya yaitu pada 201-2014. Jumlah
kecelakaan dari hari senin sampai minggu yang diantaranya yaitu ;
senin 83 kecelakaan. Selasa 93 kecelakaan , rabu 70 kecelakaan ,
kamis 61 kecelakaan , jumat 73 , sabtu 91 kecelakaan dan hari
minggu 81 kecelakaan. Kecelakan paling sering terjadi di tahun
2015 ini pada hari selasa , sabtu dan senin sedangkan untuk
kecelakaan paling sedikit terjadi di hari kamis .
Dari data diatas mulai dari tahun 2013-2014 kecelakaan paling
banyak terjadi di hari kamis namun di tahun 2015 kecelakaan yang
paling banyak terjadi di hari selasa, apabila di rata-rata kan
kecelakaan lebih sering terjadi di hari kerja yaitu dari senin jumat
karena terdapat perbedaan jumlah kejadian kecelakaan yang
signifikan dibanding dengan akhir pekan atau sabtu minggu.
Kecelakaan di hari kerja dapat disebabkan karena pengemudi
terburu-buru untuk datang ke kantor agar tidak terlambat yaitu
memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Sedangkan untuk di akhir pekan jumlah kecelakaan total di 2013-
2015 hanya 125 kecelakaan , dengan volume yang banyak di akhir
pekan jumlah kecelakaan lebih sedikit , karena volume yang banyak
pengemudi akan lebih berhati-hati dibandingkan dengan jalan yang
sepi maka pengemudi akan cenderung untuk mengebut.

15. Data kecelakaan berdasarkan jam kejadian

BERDASAR WAKTU KEJADIAN


Tahun
Waktu Tahun 2013 Tahun 2014 2015
00.00-06.00 289 235 248
00.00-12.00 147 174 136
00.00-18.00 100 111 109
00.00-24.00 69 3 61

Berdasar tabel dan grafik tahun 2013 di waktu kejadian 00.00 06.00
wib terjadi kecelakaan sebanyak 289 kejadian, 00.00 12.00 wib terjadi
kecelakaan sebanyak 147 kejadian , 00.00 18.00 terjadi kecelakaan
sebanyak 100 kejadian dan 00.24.00 wib terjadi kecelakaan sebanyak 69
kejadian.
tahun 2014 di waktu kejadian 00.00 06.00 wib terjadi kecelakaan
sebanyak 235 kejadian, 00.00 12.00 wib terjadi kecelakaan sebanyak
174 kejadian , 00.00 18.00 terjadi kecelakaan sebanyak 111 kejadian
dan 00.24.00 wib terjadi kecelakaan sebanyak 3 kejadian.
tahun 2015 di waktu kejadian 00.00 06.00 wib terjadi kecelakaan
sebanyak 248 kejadian, 00.00 12.00 wib terjadi kecelakaan sebanyak
136 kejadian , 00.00 18.00 terjadi kecelakaan sebanyak 109 kejadian
dan 00.24.00 wib terjadi kecelakaan sebanyak 61 kejadian.

Kecelakaan dari pukul 00.00 06.00 di tahun 2013-2014


mengalami penurunan sebanyak 50 kecelakaan dan di tahun
2015 kembali meningkat sebanyak 13 kecelakaan menjadi 248
kecelakaan . kecelakaan pada jam ini dapat disebabkan karena
pengemudi mengantuk atau kondisi fisik pengemudi sudah
melemah karena berkendara sepanjang hari tanpa istirahat.

Kecelakaan dari pukul 00.00 12.00 di tahun 2013-2014 mengalami


kenaikan sebanyak 33 kecelakaan dan di tahun 2015 kembali
menurnun sebanyak 36 kecelakaan menjadi 136 kecelakaan .
kecelakaan pada jam ini dapat disebabkan karena pengemudi mulai
berkendara di malam hari agar lalu-lintas tidak terlalu padat
sehingga dapat mencapai kecepatan yang diinginkan dan cepat
sampai tujuan, pada malam hari kondisi lalu-lintas di jalan tol tidak
terlalu padat sehingga pengemudi dapat memacu kendaraannya
dengan leluasa.

Kecelakaan dari pukul 00.00 18.00 di tahun 2013-2014


mengalami kenaikan sebanyak 11 kecelakaan dan di tahun 2015
kembali menurnun sebanyak 2 kecelakaan menjadi 109
kecelakaan.
Kecelakaan dari pukul 00.00 24.00 di tahun 2013-2014
mengalami penurunan yang sangat signifikan sebanyak 66
kecelakaan menjadi 3 kecelakaan saja dan di tahun 2015 kembali
meningkat sebanyak 58 kecelakaan menjadi 61 kecelakaan
dalam satu tahun.

16. Data kecelakaan berdasarkan kondisi cuaca


Dari tabel dan grafik di atas di tahun 2013 terjadi 595 kecelakaan
yang diakibatkan oleh faktor lingkungan yaitu cuaca diantaranya
yaitu ; cerah 535 kecelakaan , mendung 34 kecelakaan , kabut 7
kecelakaan , berdebu tidak ada kecelakaan , berasap tidak ada
kecelakaan, gerimis 14 kecelakaan, hujan lebat 5 kecelakaan dan
lain-lain tidak ada.

di tahun 2014 terjadi 595 sama sepetti tahun sebelumnya , namun


hanya berbeda di komposisi kondisi cuacanya saja diantaranya
yaitu ; cerah 513 kecelakaan , mendung 34 kecelakaan , kabut 4
kecelakaan , berdebu tidak ada kecelakaan , berasap tidak ada
kecelakaan, gerimis 29 kecelakaan, hujan lebat 1 5 kecelakaan
dan lain-lain tidak ada.
Sedangkan untuk di tahun 2015 554 kecelakaan atau menurun
sebanyak yang diakibatkan oleh faktor lingkungan yaitu cuaca
diantaranya yaitu ; cerah 535 kecelakaan , mendung 34
kecelakaan , kabut 7 kecelakaan , berdebu tidak ada kecelakaan ,
berasap tidak ada kecelakaan, gerimis 14 kecelakaan, hujan lebat
5 kecelakaan dan lain-lain tidak ada.

Kecelakaan yang terjadi saat cuaca cerah sestiap tahun selalu


mengalami pernurunan , di buktikan di tahun 2013 ada 535
kecelakaan , 2014 menurun menjadi 513 dan tahun 2015 kembali
menurun menjadi 458 kecelakaan di cuaca cerah.Pada kondisi
cuaca mendung di tahun 2013-2014 jumlah kecelakaan yang
terjadi sama persis yaitu sebanyak 34 kejadian kecelakaan , dan
2015 kembali meningkat 9 kejadian sehingga pada tahun 2015
menjadi 43 kejadian kecelakaan di kondisi cuaca.Berikutnya yaitu
pada kondisi cuaca berkabut , untuk kondisi cuaca berkabut setiap
tahun selalu mengalami penurunan dimulai dari tahun 2013 yaitu
sebanyak 7 kejadian kecelakaan , kemudian di tahun 2014
menurun menjadi 4 kecelakaan dan di tahun 2015 sendiri menjadi
3 kejadian kecelakaan pada kondisi cuaca berkabut.

kondisi cuaca gerimis , untuk kondisi cuaca gerimis setiap tahun


selalu mengalami kenaikan yang cukup signifikan dimulai dari
tahun 2013 yaitu sebanyak 14 kejadian kecelakaan , kemudian di
tahun 2014 menurun menjadi 29 kecelakaan dan di tahun 2015
sendiri menjadi 24 kejadian kecelakaan pada kondisi cuaca
berkabut.

Selain grimis terdapat juga kondisi cuaca hujan lebat dimana di


tahun 2013 terdapat 5 kejadian kecelakaan , di tahun 2014
meningkat menjadi 15 kejadian kecelakaan dan di tahun 2015
kembali menurun menjadi 8 kejadian kecelakaan. Tren kenaikan
dan penurunan jumlah kecelakaan pada kondisi hujan lebat sangat
fluktuatif .
Untuk pada kondisi cuaca berdebu , berasap dan lain-lain tidak
terdapat kejadian kecelakaan.
17. Data kecelakaan berdasarkan tempat kejadian

BERDASAR TEMPAT KEJADIAN


Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Lajur SATU 230 251 77
Lajur DUA 109 123 57
Lajur TIGA 64 50 120
Lajur EMPAT 29 31 11
Ramp 18 12 120
Bahu Jalan 128 109 13
Gerbang Tol 25 16 1
Lain-lain 3 3 0
Interchange 0 0 0
Jembatan 0 0 0

Berdasarkan Tempat
Kejadian
300

250

200
Tahun
150 2013
Tahun
100 2014
Tahun
50 2015

0
Dari tabel dan grafik diatas kecelakaan berdasarkan tempat
kejadian di bedakan menjadi beberapa lokasi yaitu, lajur satu ,
lajur dua , lajur tiga, lajur empat , ramp , gerbang tol ,bahu jalan,
lain-lain , interchange dan jembatan . Data tahun 2013 terdapat
230 kecelakaan di lajur satu , 109 di lajur dua , 64 di lajur 3 , 29 di
lajur empat , 128 di bahu jalan , 25 di gerbang tol , 3 lain-lain
untuk interchange dandi jembatan tidak terjadi kecelakaan. Untuk
data tahun 2104 terdapat 251 kecelakaan di lajur satu , 123 di
lajur dua , 50 di lajur 3 , 31 di lajur empat , 109 di bahu jalan , 25
di gerbang tol , 3 lain-lain untuk interchange dandi jembatan tidak
terjadi kecelakaan. Dan data tahun 2015 terdapat 77 kecelakaan
di lajur satu , 57 di lajur dua , 120 di lajur 3 , 11 di lajur empat , 13
di bahu jalan , 1 di gerbang tol , untuk lain-lain , interchange dan
di jembatan tidak terjadi kecelakaan.

Jumlah kecelakaan pada lajur satu dalam periode 2013-2014


mengalami kenaikan sebanyak 21 kejadian kecelakaan ,
sedangkan di tahun 2015 terjadi penurunan yang sangat signifikan
dari 251 kejadian kecelakaan menjadi 77 kejadian kecelakaan.

Jumlah kecelakaan pada lajur dua dalam periode 2013-2014


mengalami kenaikan sebanyak 14 kejadian kecelakaan ,
sedangkan di tahun 2015 terjadi penurunan yang sangat signifikan
dari 123 kejadian kecelakaan menjadi 57 kejadian kecelakaan.

Jumlah kecelakaan pada lajur tiga dalam periode 2013-2014


mengalami penurunan sebanyak 14 kejadian kecelakaan ,
sedangkan di tahun 2015 terjadi kenaikan yang sangat signifikan
dari 50 kejadian kecelakaan menjadi 120 kejadian kecelakaan.
Jumlah kecelakaan pada lajur empat dalam periode 2013-2014
mengalami kenaikan sebanyak 2 kejadian kecelakaan , sedangkan
di tahun 2015 terjadi penurunan yang signifikan dari 31 kejadian
kecelakaan menjadi 11 kejadian kecelakaan.

Jumlah kecelakaan pada ramp dalam periode 2013-2014


mengalami penurunan sebanyak 6 kejadian kecelakaan ,
sedangkan di tahun 2015 terjadi kenaikan yang sangat signifikan
dari 12 kejadian kecelakaan menjadi 120 kejadian kecelakaan.
Jumlah kecelakaan pada bahu jalan dalam periode 2013-2014
mengalami penurunan sebanyak 21 kejadian kecelakaan ,
sedangkan di tahun 2015 terjadi penurunan yang sangat signifikan
dari 109 kejadian kecelakaan menjadi 13 kejadian kecelakaan.

Jumlah kecelakaan pada gerbant tol dalam periode 2013-2014


mengalami penurunan sebanyak 11 kejadian kecelakaan ,
sedangkan di tahun 2015 terjadi penurunan yang sangat signifikan
dari 16 kejadian kecelakaan menjadi 1 kejadian kecelakaan.
Untuk kategori lain-lain ditahun 2013 dan 2014 jumlahnya sama
yaitu 3 kejadian kecelakaan , sedangkan pada tahun 2015 tidak
ada.
Interchange dan jembatan tidak terjadi kecelakaan dari tahun
2013-2015.

18. Data kecelakaan berdasarkan jenis kelamin

BERDASARKAN JENIS KELAMIN


Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Laki-Laki 789 813 708
Perempuan 9 7 4
Tidak diketahui 54 32 229

Berdasarkan Jenis Kelamin


900
800
700
600
500
400
300
200
100
0
Perempua Tidak
Laki-Laki n diketahui

Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015


Dari tabel dan grafik diatas dapat diketahui untuk kategori
penyebab kecelakaan berdasrkan jenis kelamin yaitu ; Laki-Laki ,
Perempuan dan tidak diketahui.
Terdapat kategori tidak diketahui apabila pengemudi tidak
diketahui identitasnya.

Pada tahun 2013 terdapat 789 kejadian kecelakaan yang


disebabkan oleh pengemudi laki-laki , 54 kejadian yang tidak
diketahui jenis kelaminnya dan untuk jenis kelamin perempuan
ada 9 kecelakaan. Tahun 2014 terdapat 813 kejadian kecelakaan
yang disebabkan oleh pengemudi laki-laki , 32 kejadian yang
tidak diketahui jenis kelaminnya dan untuk jenis kelamin
perempuan ada 7 kecelakaan. Dan pada tahun 2015 terdapat 708
kejadian kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi laki-laki ,
229 kejadian yang tidak diketahui jenis kelaminnya dan untuk jenis
kelamin perempuan ada 4 kecelakaan.
Untuk kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi laki-laki di
tahun 2013-2014 mengalami kenaikan 24 kejadian kecelakaan ,
sedangkan di tahun 2015 mengalami penurunan 105 kejadian.
Untuk kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi perempuan di
tahun 2013-2014 menurun sebanyak 2 kejadian menjadi 7
kejadian , dan di 2015 menurun kembali menjadi 4 kejadian.
Untuk yang tidak diketahui jenis kelaminnya 2013-2014 menurun
22 kejadian , namun di 2015 terjadi kenaikan yang sangat
signifikan yaitu 197 kejadian kecelakaan.
Kategori tidak diketahui jenis kelaminnya dapat di sebabkan
karena tabrak lari atau pengemudi meninggalkan lokasi kejadian
begitu saja sehinnga tidak dapat keterangan data yang valid.
19. Data kecelakaan berdasarkan tipe kecelakaan

TIPE KECELAKAAN TIAP TAHUN


Tahun 2013 Tahun 2014 Tahun 2015
Kecelakaan Sendiri 178 147 147
Menabrak Obyek Tetap 98 131 93
Menabrak Rintangan 2 3 0
Menabrak Penyeberang 0 0 0
Tabrak Kendaraan Berhenti 57 41 2
Tabrak Depan - Belakang 202 184 253
Tabrak Depan - Depan 1 2 1
Tabrak Depan - Samping 18 15 6
Tabrak Samping - Samping 11 7 7
Tabrak Beruntun 31 52 41
Lain-lain 4 5 4
Data kecelakaan berdasarkan tipe kecelakaan sendiri dibedakan
menjadi 11 kategori yaitu ; kecelakaan sendri , menabrak objek
tetap , menabrak rintangan , menabrak penyeberang , tabrak
kendaraan berhenti , tabrak kendaraan depan belakang , tabrak
depan-belakang, tabrak depan samping , tabrak samping-samping
, tabrakan beruntun dan lain-lain.

Kategori kecelakaan sendiri dari tahun 2013-2015 selalu


mengalami penurunan , di tahun 2013 terdapat 178 kecelakaan
menurun menjadi 147 di 2014 , dan 2015 jumlahnya sama yaitu
147 kecelakaan.

Kategori menabrak objek tetap tahun 2013 terdapat 98 kejadian


kecelakaan , di tahun 2014 meningkat 33 kejadian menjadi 131
kejadian kecelakaan sedangkan di tahun 2015 kembali menurun
sebanyak 38 kejadian menjadi 93 kejadian kecelakaan.

Kategori menabrak rintangan di tahun 2013 ada 2 kejadian ,


meningkat 1 kejadian di tahun 2014 dan untuk 2015 tidak ada
kejadian kecelakaan.

Kategori tabrak kendaraan berhenti di tahun 2013 sebanyak 57


kejadian , di tahun selanjutnya yaitu 2014 menurun menjadi 41
kejadian dan di tahun 2015 menurun dengan signifikan menjadi 2
kejadian kecelakaan saja.

Kategori tabrak depan belakang tahun 2013 terdapat 202 kejadian


, di 2014 menurun 18 kejadian menjadi 184 dan kembali
meningkat di tahun 2015 sebanyak 69 menjadi 253 kecelakaan.

Kategori tabrak depan-depan tahun 2013 ada 1 kejadian


kecelakaan, di tahun 2014 naik 1 kejadian menjadi 2 kejadian dan
di tahu 2015 menurun kembali menjadi 1 kejadian.

Kategori tabrak samping-samping pada tahun 2013 terdapat 11


kejadian , menurun 4 kejadian di tahun 2014 menjadi 7 kejadian
dan tahun 2015 pun sama 7 kejadian.

Kategori tabrak beruntun di tahun 2013 terdapat 31 kejadian ,


meningkat 21 kejadina menjadi 52 kejadian dan di 2015 menurun
sebanyak 11 kejadian menjadi 41 kejadian kecelakaan.

Untuk lain-lain dari 2013-2015 jumlah nya hampir sama tidak


terlalu jauh perbedaannya yaitu , 2013 ada 4 kejadian , 2014 ada
5 kejadian dan 2015 ada 4 kejadian kecelakaan.