Anda di halaman 1dari 9

MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN

Paper
Pengauditan

Disusun oleh :
Kelompok 1

FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAGELANG
2016
A. MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN
Pengujian pengendalian yang dirancang untuk mengevaluasi efektivitas operasi dari suatu
pengendalian berkaitan dengan (1) bagaimana pengendalian diterapkan (2) konsistensi ketika
pengendalian diterapkan selama periode (3) oleh siapa pengendalian diterapkan. Jika auditor
menilai resiko pengendalian pada tingkat di bawah maksimum, maka dia perlu melaksanakan
pengujian pengendalian untuk memperoleh bukti yang cukup untuk mendukung penilaian
tersebut.
1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Keyakinan yang diperoleh dari Pengujian
Pengendalian
a. Jenis bukti
Jenis bukti untuk pengujian pengendalian meliputi pertanyaan, pemeriksaan dokumen
atau laporan, pengamatan, pelaksanaan ulang dari pengendalian, atau teknik audit
berbantuan computer. Dalam melaksanakan pengujian, auditor memilih prosedur untuk
menyediakan bukti yang paling dapat diandalkan mengenai efektivitas pengendalian.
Tidak ada pengujian pengendalian yang selalu dapat diterapkan atau sama efektifnya
dalam menyediakan bukti.
b. Sumber bukti
Sumber bukti pengujian pengendalian berhubungan dengan bagaimana auditor
memperoleh bukti. AU 319.68-69 menyatakan bahwa secara umum, bukti yang
diperoleh secara langsung oleh auditor seperti melalui pengamatan, memberikan
keyakinan yang lebih besar daripada bukti yang diperoleh secara tidak langsung atau
melalui penarikan kesimpulan.
c. Ketepatan waktu bukti
Ketetapan waktu bukti untuk pengujian pengendalian berhubungan dengan kapan bukti
diperoleh dan bagian dari periode audit dimana bukti diterapkan. Auditor juga harus
memperoleh bukti mengenai sifat dan cangkupan dari setiap perubahan signifikan dalam
pengendalian intern, termasuk kebijakan, prosedur, dan personel yang muncul setelah
periode interim. Auditor juga harus mempertimbangkan bahwa semakin lma waktu yang
terlampaui sejak pelaksanaan pengujian pengendalian, semakin kecil keyakinan yang
disediakan.
d. Keberadaan Bukti Lain
Auditor mempertimbangkan keberadan bukti lain dari pengujian pengendaian (existence
of other evidence from test of conrols), dan dampak kombinasi dari berbagai bukti yang
berhubungan dengan asersi yang sama dalam mengevaluasi tingkat keyakinan yang
disediakan oleh pengujian pengendalian. Bukti tunggal mungkin tidak akan cukup untuk
mengevaluasi rancangan atau pengoperasian ynag efektive dari pengendalian.
Jika berbagai jenis bukti mendukung kesimpulan yang sama mengenai rancangan
pengoperasian pengendalian tingkat keyakinan yang disediakan meningkat. Sebaliknya,
jika berbagai bukti mengarah pada kesimpulan yang berbeda, maka keyakinan ynag
disediakan menurun. Auditor seharusnya mempertimbangkan bukti mengenai kelima
komponen dalam pengenalian internal suatu entitas.
Auditor seharusnya mempertimbangkan bahwa audit merupakan suatu proses
yang kumulatif. Oleh karena itu, auditor harus mengevaluasi ulang risiko pengendalian
dan mempertimbangkan kebutuhan untuk memodifikasi pengujian substantif
berdasarkan evaluasi risiko pengendalian yang baru.

2. Keputusan Pemilihan Staf


Keputusan akhir audit melibatkan pemilihan staf untuk pengujian pengendalian, atau siapa
yang seharusnya melaksanakan pngujian pengnedalian. Dalam banyak kasus, staf akuntan
level bawah dapat ditugaskan untuk melaksanakan pengujian pengendalian terhadap
transaksi rutin seperti penjualn, pengeluaran, penggajian.

3. Program Audit Untuk Program Pengujian Pengendalian


Suatu program audit berisikan daftar prosedur yang akan digunakan dalam melaksanakan
pengujian berkenaan dengan asersi yang ditunjukkan dan menyediakan kolom untuk
mengindikasikan
o Referensi silang ke kertas kerja dimana hasil dari pengujian didokumentasikan

o Siapa yang melaksanakan pengujian

o Tanggal pengujian diselesaikan.


4. Menggunakan Auditor Internal Dalam Pengujian Pengnedalian
a. Koordinasi Audit dengan Auditor Internal
Dalam mengkoordinasikan pekerjan dengan audit internal, adalah efisien bag auditor
untuk :
o Mengadakan pertemuan secara periodik dengan auditor internal

o Meninjau skedul pekerjaan mereka

o Memperoleh akses untuk kertas kerja

o Meinjau laporan audit internal.

Dalam membuat evaluasi, auditor seharusnya menguji pekerjaan auditor internal dan
menentukan apakah:
o Lingkup pekerjaan sesuai untuk mencapai tujuan

o Program audit mencukupi

o Kertas kerja secara cukup mendokumentasikan pekerjaan yang dilaksanakan,


termasuk bukti dari pengawasan dan review

o Kesimpulan sesuai dengan situasi

o Laporan konsisten dengan pekerjaan yang dilaksanakan.

b. Bantuan Langsung
AU 322 menujukkan bahwa auditor seharusnya:
o Mempertimbangkan kompetensi dan objekifitas auditor internal, dan mengawasi,
mereview, mengevaluasi, dan menguji pekerjaan yang dilaksanakan.

o Menginformasikan kepada auditor internal mengenai tanggung jawab mereka.

o Menginformasikan kepada auditor internal bahwa semua akun signifikan dan


masalah auditing diidentifikasikan selama pekerjaan mereka seharusnya
diberitahukan kepada audtor eksternal.

5. Pengujian Bertujuan Ganda


Auditor dapat memeriksa laporan pengecualian yang berhubungan dengan pencatatan
pengeluaran. Pada waktu yang samam, auditor dapat mentabulasikan kekeliruan moneter
dalam tanda bukti.
Auditor seharusnya berhati-hati dalam merancang pengujian untuk memastikan
bahwa telah diperoleh bukti-bukti mengenai efektivitas pengendalian dan kekeliruan
moneter dalam akun.
B. PERTIMBANGAN TAMBAHAN
1. Menilai Risiko Pengendalian untuk Asersi Saldo Akun yang Dipengaruhi oleh Suatu Kelas
Transaksi Tunggal
Proses menilai risiko pengendalian untuk asersi saldo akun langsung ditujukan kepada
akun-akun yang dipengaruhi oleh suatu kelas transaksi tunggal. Hal ini merupakan kasus
dalam kebanyakan akun laporan laba rugi.
2. Menilai Risiko Pengendalian untuk Asersi Saldo Akun yang Dipengaruhi oleh Suatu Kelas
Transaksi Ganda
Banyak akun neraca yang secara signifikan dipengaruhi oleh lebih dari satu kelas transaksi.
Untuk itu, penilaian risiko pengendalian untuk suatu asersi saldo akun tertentu didasarkan
pada penilaian risiko pengendalian untuk asersi yang sama berkenaan dengan semua kelas
transaksi yang memengaruhi saldo akun tersebut, dengan satu pengecualian utama.
Mengkombinasikan Penilaian Risiko Pengendalian Yang Berbeda

Penilaian Risiko Pengendalian


Asersi Saldo Kas Di
Yang Relevan Untuk Kelas
Mana Risiko Penjelasan
Transaksi Yang Memengaruhi
Pengendalian Dinilai
Saldo Kas
Jika beberapa penerimaan kas
Keberadaan atau keterjadian
yang tercatat tidak terjadi,
dari penerimaan kas
sebagian dari saldo kas tidak
meningkatkan saldo
ada
Jika beberapa pengeluaran
Keberadaan atau Kelengkapan dari pengeluaran
kas tidak dicatat, bagian dari
Keterjadian kas yang menurunkan saldo
saldo kas tidak lagi ada
Jika beberapa penerimaan kas
Kelengkapan dari penerimaan
tidak dicatat, saldo kas tidak
kas yang meningkatkan saldo
lengkap
Jika beberapa pengeluaran
Keberadaan atau keterjadian
kas yang tercatat tidak
Kelengkapan pengeluaran kas yang
muncul, saldo kas tidak
menurunkan saldo
lengkap
3. Mendokumentasikan Penilaian Tingkat Risiko Pengendalian
Kertas kerja auditor seharusnya memasukkan pendokumentasian penilaian risiko
pengendalian. Persyaratan tersebut adalah sebagai berikut:
o Risiko pengendalian dinilai pada tingkat maksimum.
o Risiko pengendalian dinilai pada tingkat di bawah maksimum.
4. Mengkomunikasikan Masalah Pengendalian Intern
Pengkomunikasikan masalah-masalah yang berhubungan dengan pengendalian intern
adalah suatu produk penting yang menggunakan pengetahuan yang diperoleh auditor
selama audit laporan keuangan. Auditor akan secara normal mengevaluasi apakah klien
memiliki pengendalian yang cukup untuk mengatasi masalah yang diciptakan oleh risiko
usaha suatu entitas.

DAFTAR PUSTAKA
Kell, Water G, and Boynton, William C, Modern Auditing, 8th edition, John Wiley &
Sons.