Anda di halaman 1dari 21

TUGAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

POLITIK ISLAM

Disusun Oleh:
Iftikar Sukmalaksana Ekafitroh (13/350913/SV/3987)
Husna Amanina Firdausi (13/350942/SV/4012)
Anton Sujarwo

PROGRAM DIPLOMA III AGROINDUSTRI


SEKOLAH VOKASI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

1
DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL......................................................................

DAFTAR ISI ..............................................................................

BAB I PENDAHULUAN ...........................................

A. Latar Belakang...........................................................

B. Tujuan dan Manfaat ...................................................

1. Tujuan ...................................................

2. Manfaat .................................................

BAB II ISI ........................................................

A. Pengertian Politik........................................................

B. Politik Islam ...............................................................

C. Tujuan Politik Islam ....................................................

D. Norma Politik Islam..

E. Konsep Dasar Politik Islam......................................

F. Kedudukan Politik dalam Islam....................................

G. Prinsip Politik dalam Islam.....................................

E. Konsep HAM dalam Islam...........................................

2
E. Syarat Pemimpin Islam...............................................

BAB III PENUTUP ..................................................

A. Kesimpulan.............................................................
B. Saran...................................................

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Islam sangat identik dengan sifat, pemikiran, tingkah laku,
dan perbuatan manusia dalam kehidupan sehari- hari untuk
mendekatkan diri kepada Allah dengan tujuan mencapai
kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Begitu halnya dengan
politik dalam islam. Beberapa kalangan menganggap bahwa
politik adalah sesuatu yang negative dan harus dijauhi. Karena
politik juga dibutuhkan dalam beragama khususnya dalam
ketaqwaan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Islam
bukanlah semata agama namun juga merupakan sistem politik.
Dapat dikatakan islam lebih dari sekedar agama karena islam
mencerminkan teori-teori perundang-undangan dan politik.
Islam merupakan sistem peradaban yang lengkap, yang
mencakup agama dan Negara secara bersamaan.
Politik Islam memberikan pengurusan atas urusan seluruh
umat muslim. Namun, realitas politik demikian menjadi pudar
saat terjadi kebiasaan umum masyarakat dewasa ini baik
perkataan maupun perbuatannya menyimpang dari kebenaran
Islam . Banyak dari umat muslim yang belum mengetahui
dengan benar mengenai kehidupan berpolitk dalam islam.
Jadilah politik yang ada di penuhi dengan kedustaan, tipu daya,
dan penyesatan yang dilakukan oleh para politisi maupun
penguasa. Penyelewengan para politisi dari kebenaran Islam,
kezhaliman mereka kepada masyarakat, sikap dan tindakan
sembrono mereka dalam mengurusi masyarakat menyimpang
dari makna politik tadi. Bahkan, dengan pandangan seperti itu

4
jadilah penguasa memusuhi rakyatnya bukan sebagai
pemerintahan yang shalih dan berbuat baik. Oleh karena itu
harus dipahami betul apa makna dari politik dalam islam karena
pada dasarnya islam dan politik adalah satu kesatuan yang tak
terpisahkan.

B. Tujuan
1. Mengetahui definisi dari politik islam.
2. Mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan politik
islam.
3. Mengetahui prinsip-prinsip politik di dalam islam.
4. Memahami asas dan norma politik islam
5. Dapat membandingkan politik yang terjadi pada saat
sekarang dengan politik menurut pandangan Islam.
6. Agar dapat mengetahui dan memahami tentang politik
secara Islam.
7. Dengan mengetahui pandangan politik secara Islam
agar kita lebih dapat meningkatkan keimanan dan
ketakwaan kita serta lebih mendapatkan posisi yang
lebih baik di hadapan AllahSWT.

C. Manfaat
1. Memahami bahwa dalam beragama sangat dibutuhkan suatu politik atau cara
atau dapat dikatakan sebagai suatu metode untuk menjadikan agama tersebut
lebih sempurna dan mencapai jabatan takwa di sisi Allah Swt.
2. Tidak lagi beranggapan jika politik dalam agama itu tidak baik, dan jika ada
orang- orang sekitar atau masyarakat yang beranggapan demikian, mari kita
beritahukan bahwa agama sangat membutuhkan suatu politik yang bagus.
3. Dapat menambah keimanan kita sebagai manusia biasa kepada Tuhan Yang
Maha Esa dan mendekatkan diri kepada-Nya.

5
BAB II
ISI

A. Pengertian Politik
Kita sering mendengar istilah politik di kehidupan sehari-
hari, namun kita tidak memahami dengan jelas mengenai politik
tersebut. Kata politik berasal dati Bahasa latin politicos atau
politicus yang bararti relating tocilizen atau berhubungan warga
Negara, keduanya berasal dari kata polis yang berarti kota.
Dalam bahasa arab, politik biasa diterjemahkan dengan kata
siyasah, kata ini diambil dari kata saasa-yasuusu yang diartikan
mengemudi, mengendalikan dan mengatur jadi bisa dikatakan
politik adalah mengurus yang bertujuan untuk mengatur
seseorang. Sedangkan penegertian Negara adalah sejumlah
orang yang mendiami suatu wilayah secara permanen dan
diorganisasikan secara politik dibawah satu pemerintahan yang
berdaulat yang hampir sepenuhnya bebas dari penguasaan luar,
serta memiliki kekuasaan pemaksa demi mempertahankan
keteraturan dalam masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia dijelaskan 3 hal mengenai politik yaitu pengetahuan
mengenai kenegaraan (tentang sistem dan dasar
pemerintahan), segala urusan dan tindakan (kebijaksanaan,
siasat dan sebagainya) mengenai, dan kebijakan cara bertindak
dalam menghadapi atau menangani suatu masalah.
B. Politik Islam
Politik islam merupakan pengahadan Islam dengan
kekuasaan dan Negara yang melahirkan sikap dan perilaku
politik serta budaya politik yang berorientasi pada nilai-nilai
Islam, Sikap, suatu keprihatinan moral dan doktrinal terhadap

6
keutuhan komunitas spiritual Islam. Sekurang kurangnya ada
lima kerangka konseptual yang dapat diginakan untuk
memahami politik. Pertama, politik dipahami sebagai usaha
warga Negara dalam membicarakan dan mewujudkan kebakan
bersama. Kedua, politik sebagai segala hal yang berkaitan
dengan penyelenggaran Negara dan pemerintah. Ketiga, politik
sebagai segala kegiatan yang diarahkan untuk mencari dan
mempertahankan kekuasaan dalam masyarakat. Keempat,
politik sebagai kegiatan yang berkaitan dengan perumusan dan
pelaksanaan kebijakan. Kelima, politik sebagai konflik dalam
rangka mencari dan atau mempertahankan sumber-sumber
yang dianggap penting.
Esensi politik dalam pandangan Islam adalah pengaturan
urusan-urusan rakyat yang berdasarkan hukum-hukum Islam.
Secara tepat, hubungan antara politik dan Islam digambarkan
dengan pernyataan Agama dan kekuasaan adalah saudara
kembar, Agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah
penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi niscaya akan
runtuh dan segala sesuatu yang tidak berpenjaga niscaya akan
hilang dan lenyap. Hal ini berbeda dengan pandangan Barat
yang mengartikan politik sebatas pengaturan kekuasaan,
bahkan menjadikan kekuasaan sebagai tujuan dari politik..
Politik dalam islam adalah pemeliharaan urusan umat di
dalam dan luar negeri. Pelaksana praktisnya adalah daulah /
negara , sedangkan umat melakukan muhasabah (kritik, saran,
dan nasihat) kepada daulah (khalifah). Politik dalam negeri
dilaksanakan negara untuk memelihara urusan umat dengan
melaksanakan mabda (aqidah dan peraturan-peraturan) Islam di

7
dalam negeri. Dalam menggeluti politik dalam negeri, kaum
muslimin wajib memperhatikan pelaksanaan pemerintahan dan
meluruskannya apabila terjadi penyimpangan Adapun politik
luar negeri dilakukan daulah untuk memelihara urusan umat di
luar negeri dengan menjalin hubungan internasional dan
menyebarkan Islam ke seluruh dunia. Dalam melaksanakan
aktivitas politik, penguasa mendapat pengawasan dari seluruh
rakyat, baik sebagai individu maupun kelompok atau partai.
Peran dan posisi bagian masyarakat dalam Islam telah
ditentukan dengan rinci dan tegas termasuk dalam hal
keberadaan partai politik.

C. Tujuan Politik Menurut Islam


Tujuan sistem politik Islam adalah untuk membangunkan
sebuah sistem pemerintahan dan kenegaraan yang tegak di
atas dasar untuk melaksanakan seluruh hukum syariat Islam.
Tujuan utamanya ialah menegakkan sebuah negara Islam atau
Darul Islam. Terdapat 10 perkara penting sebagai tujuan kepada
sistem politik dan pemerintahan Islam yaitu
1. memelihara keimanan menurut prinsip-prinsip yang telah
disepakati oleh ulama Islam
2. melaksanakan proses pengadilan di kalangan rakyat dan
menyelesaikan masalah di kalangan orang-orang yang
berselisih
3. menjaga keamanan daerah-daerah Islam agar manusia dapat
hidup dalam keadaan damai dan tentram
4. melaksanakan hukuman-hukuman yang ditetapkan demi
melindungi hak hak manusia
5. melancarkan jihad terhadap golongan yang menentang Islam

8
6. menjaga perbatasan negara dengan berbagai persenjataan
untuk menghadapi kemungkinan serangan dari luar
7. mengendalikan urusan pengutipan cukai, zakat dan sedekah
sebagaimana yang ditentukan
8. mengatur anggaran belanja perbendaharaan negara agar
tidak digunakan secara boros atau kikir
9. mengangkat pegawai-pegawai yang cakap dan jujur dalam
mengawal kekayaan negara
10. menjalankan pergaulan dan pemeriksaan yang rapi
dalam segala hal demi memimpin dan melindungi Negara

D. Norma Politik Islam


Norma merupakan sebuiah aturan tidak tertulis yang
berlaku dan menjadi hukum di masyarakat. Dalam pelaksanaan
politik, Islam juga memiliki norma-norma yang harus
diperhatikan. Norma-norma ini merupakan karakteristik pembeda
politik Islam dari sistem poltik lainnya. Norma-norma tersebut
adalah:
1. Poltik merupakan alat atau sarana untuk mencapai
tujuan, bukan dijadikan sebagai tujuan akhir atau satu-
satunya.
2. Politik Islam berhubungan dengan kemashlahatan umat.
3. Kekuasaan mutlak adalah milik Allah.
4. Manusia diberi amanah sebagai khalifah untuk mengatur
ala mini secara baik.
5. Pengangkatan pemimpin didasari atas prinsip
musyawarah.
6. Ketaatan kepada pemimpin wajib hukumnya setelah taat
kepada Allah dan Rasul .
7. Islam tidak menentukan secara eksplisit bentuk
pemerintahan Negara

E. Konsep Dasar dalam Politik Islam

9
1. Immah (kepemimpinan).
Pengangkatan pemimpin yang amanah dan ketaatan
rakyat kepada pemimpin adalah konsep politik Islam yang
pokok. Seperti yang ada dalam Q.S An-nisa 59:
Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada
Allah, taatlah kepada Rasul dan ulil amri dari golonganmu!
Kemudian jika engkau berselisih dalam masalah sesuatu,
maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul, jika engkau
benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir! Yang
demikian itu lebih utama bagimu dan lebih baik akibatnya.
Ayat ini ditujukan kepada rakyat agar taat kepada
pemimpinnya dalam hal pembagian, putusan hukum, dsb.
Kewajiban untuk taat kepada ulil amri itu tidak berlaku
apabila mereka memerintahkan rakyatnya berbuat maksisat
kepada Allah SWT. Oleh karena itu, tidak ada ketaatan
kepada makhluk dalam perbuatan maksiat kepada sang
Pencipta .
2. Musyawarah
Konsep ini menuntun sebuah proses pengambilan
keputusan atau kebijakan dari seorang pemimpin dalam
menjalankan pemerintahannya. Asas musyawarah yang
paling utama berkenaan dengan pemilihan ketua negara dan
orang-orang yang akan mendapat tugas dalam
pemerintahannya. Asas musyawarah kedua berkenaan
dengan penentuan jalan dan cara pelaksanaan UU yang
telah dimaktubkan dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Adapun
asas musyawarah yang ketiga berkenaan dengan jalan-jalan
menyelesaikan perkara-perkara yang timbul di kalangan

10
umat. Syr menjadi ruh yang sangat penting bagi
partisipasi umat dalam penentuan kebijakan.
Maka karena rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah
lembut terhadap mereka. Sekiranya kau bersikap keras lagi
berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari
sekelilingmu. Maka maafkanlah mereka, mohonkan ampun
bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam
urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan
tekad maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadanya.
(Ali Im ran: 159).
3. Keadilan
Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil dan
berbuat kebajikan. [Al-Nahl: 90].
Keadilan dan kesetimbangan dalam menentukan
kebijakan merupakan prinsip yang dikedepankan dalam
politik Islam. Sistem Islam mengedepankan keadilan dalam
inti ajarannya. Dalam pelaksanaannya, prinsip keadilan yang
terkandung dalam sistem politik Islam meliputi dan
menguasai segala jenis perhubungan yang berlaku di dalam
kehidupan manusia, termasuk keadilan antara rakyat dan
pemerintah, antara dua pihak yang bersengketa di
pengadilan maupun antara pasangan suami istri atau orang
tua dan anak. Pemeliharaan terhadap keadilan merupakan
prinsip nilai sosial utama karena dapat mengukuhkan
kehidupan manusia dalam segala aspeknya.
4. Kebebasan

11
Kebebasan yang dimaksud dalam sistem politik Islam
adalah kebebasan yang berlandaskan kebaikan.
5. Persamaan
Persamaan yang dimaksud terdiri dari persamaan
dalam mendapat dan menuntut hak-hak, persamaan dalam
memikul tanggung jawab menurut porsi masing-masing
sebagaimana ditetapkan dalam undang-undang, dan
persamaan berada di bawah naungan undang-undang.
6. Hak menghisab pihak pemerintah dan mendapat penjelasan
tindakan. Prinsip ini didasarkan pada kewajiban pemerintah
untuk melakukan musyawarah dalam hal yang berkaitan
dengan urusan negara dan umat. Prinsip ini termaktub dalam
firman Allah:
maka berilah keputusan di antara manusia dengan
adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia
akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya
orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat
adzab yang berat karena mereka melupakan hari
perhitungan. (Sad: 26)
F. Kedudukan Politik dalam Islam
Terdapat tiga pendapat di kalangan ulama muslim tentang
kedudukan politik dalam syariat islam. Yaitu :
1. kelompok yang menyatakan bahwa islam adalah suatu
agama yang serbah lengkap didalamnya terdapat pula
antara lain system ketatanegaraan atau politik.
Kemudian lahir sebuah istilah yang disebutdengan fikih
siasah (system ketatanegaraan dalam islam)
merupakan bagian integral dari ajaran islam. Lebih jauh
kelompok ini berpendapat bahwa system

12
ketatanegaraan yang harus diteladania dalah system
yang telah dilaksanakan oleh nabi Muhammad SAW dan
oleh parakhulafa al-rasyidin yaitu sitem khilafah.
2. kelompok yang berpendirian bahwa islam adalah agama
dalam pengertian barat. Artinya agama tidak ada
hubungannya dengan kenegaraan. Menurut aliran ini
nabi Muhammad hanyalah seorang rasul, seperti rasul-
rasul yang lain bertugas menyampaikan risalah tuhan
kepada segenap alam. Nabi tidak bertugas untuk
mendirikan dan memimpin suatu Negara.
3. Menolak bahwa islam adalah agama yang serba
lengkap yang terdapat didalamnya segala sistem
ketatanegaraan, tetapi juga menolak pendapat bahwa
islam sebagaimana pandanagan barat yang hanya
mengatur hubungan manusia dengan tuhan. Aliran ini
berpendirian bahwa dalam islam tidak teredapat sistem
ketatanegaraan, tetapai terdapat seperangkat tata nilai
etika bagi kehidupan bernegara.
G. Prinsip-Prinsip Dasar Politik Islam
Politik islam didasarkan kepada tiga prinsip, yaitu tauhid,
risalah, dan khalifah. Tauhid berarti mengesakan Allah SWT
selaku pemilik kedaulatan tertinggi. Oleh karna itu manusia
sebagai pengemban amanah, sehingga tindak tanduk politik
yang dilakukan muslim terkait erat dengan keyakinan kepada
Allah SWT. Menurut teori Islam, dalam mekanisme operasional
pemerintahan negara seharusnya mengacu pada prinsip-prinsip
syariah. Islam sebagai landasan etika dan moral direalisir dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Negara
adalah organisasi (organ, badan atau alat) bangsa untuk

13
mencapai tujuannya, Oleh karena itu bagi setiap Muslim negara
adalah alat untuk merealisasikan kedudukannya sebagai abdi
Allah dan mengaktualisasikan fungsinya sebagai khalifah Allah,
untuk mencapai keridhaan Allah, kesejahteraan duniawi dan
ukhrawi, serta menjadi rahmat bagi sesama manusia dan alam
lingkungannya.
Prinsip-prinsip politik yang tertuang dalam Al Quran dan Al
Hadist merupakan dasar politik islam yang harus diaplikasikan
kedalam system yang ada. Diantaranya prinsip-prinsip dasar
politik islam tersebut:
1. Keharusam mewujudkan persatuan dan kesatuan umat (Al
Mumin:52).
2. Keharusan menyelesaikan masalah ijtihadnya dengan damai
(Al Syura:38 dan Ali Imran:159)
3. Ketetapan menunaikan amanat dan melaksanakan hukum
secara adil (Al Nisa:58)
4. Kewajiban menaati Allah dan Rosulullah serta ulil amri (Al
Nisa:59)
5. Kewajiban mendamaikan konflik dalam masyarakat islam (Al
Hujarat:9)
6. Kewajiban mempertahankan kedaulatan negara dan larangan
agresi (Al Baqarah:190)
7. Kewajiban mementingkan perdamain dari pada permusuhan
(Al Anfal:61)
8. Keharusan meningkatkan kewaspadaan dalam pertahanan
dan keamanan (Al Anfal:60)
9. Keharusan menepati janji (An Nahl:91)

14
10. Keharusan mengutamakan perdamaian diantara
bangsa-bangsa (Al Hujarat:13)
11. Keharusan peredaran harta keseluruh masyarakat (Al
Hasyr:7)
12. Keharusan mengikuti pelaksanaan hukum

Politik dijalankan dengan sebuah pola atau sistem. Begitu


juga dengan sistem politik islam. Sistem politik islamberdasarkan
atas tiga (3) prinsip yaitu :
1. Hakimiyyah Ilahiyyah atau memberikan kuasa pengadilan
dan kedaulatan hukum tertinggi dalam sistem politik Islam
hanyalah hak mutlak Allah.

Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang


berhakdisembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di
dunia dan di akhirat, danbagi-Nyalah segala penentuan dan
hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Al-Qasas: 70)
Dalam konsep Hakimiyyah Ilahiyyah, Allah merupakan
Pemelihara alam semesta yang pada hakikatnya adalah Tuhan
yang menjadi pemelihara manusia, dan tidak ada jalan lain
bagi manusia kecuali patuh dan tunduk kepada sifat IlahiNya
Yang Maha Esa. Hak untuk menghakimi dan mengadili tidak
dimiliki oleh siapapun kecuali Allah. Hanya Allah sahajalah
yang memiliki hak mengeluarkan hukum sebab Dialah satu-
satuNya Pencipta dan hanya Allah saja yang memiliki hak
mengeluarkan peraturan-peraturan sebab Dialah satu-
satuNya Pemilik. Hukum Allah adalah suatu yang benar
sebabhanya Dia saja yang Mengetahui hakikat segala sesuatu

15
dan di tanganNyalahsahaja penentuan hidayah dan
penentuan jalan yang selamat dan lurus.
2. Risalah
Risalah berarti bahawa kerasulan beberapa orang lelaki
di kalangan manusia sejak Nabi Adam hingga kepada Nabi
Muhammads.a.w adalah suatu asas yang penting dalam
sistem politik Islam. Melalui landasan risalah inilah maka para
rasul mewakili kekuasaan tertinggi Allahdalam bidang
perundangan dalam kehidupan manusia. Para rasul
meyampaikan,mentafsir dan menterjemahkan segala wahyu
Allah dengan ucapan dan perbuatan.
Dalam sistem politik Islam, Allah telah memerintahkan
agar manusia menerima segala perintah dan larangan
Rasulullah s.a.w. Manusia diwajibkan tunduk kepada perintah-
oerintah Rasulullah s.a.w dantidak mengambil selain daripada
Rasulullah s.a.w untuk menjadi hakim dalamsegala
perselisihan yang terjadi di antara mereka. Firman Allah:
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikanAllah
kepada Rasul-Nya yang berasal dari penduduk kota-kota
maka adalah untukAllah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak
yatim, orang-orang miskin danorang-orang yang dalam
perjalanan, supaya harta itu jangan hanya beredar diantara
orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan
Rasul kepadamumaka terimalah dia. Dan apa yang
dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; danbertakwalah
kepada Allah. SesungguhnyaAllah sangat keras hukuman-
Nya. (Al-Hasyr: 7)

16
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak
beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam
perkara yang mereka perselisihkan, kemudianmereka tidak
merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang
kamuberikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.
(An-Nisa: 65)
3. Khalifah
Khilafah bererti perwakilan. Kedudukan manusia di atas
muka bumiini adlah sebagai wakil Allah. Oleh itu, dengan
kekuasaanyang telah diamanahkanini, maka manusia
hendaklah melaksanakan undang-undang Allah dalam batas
yangditetapkan. Di atas landasan ini, maka manusia bukanlah
penguasa atau pemilik tetapi hanyalah khalifah atau wakil
Allah yang menjadi Pemilik yang sebenarnya
Seseorang khalifah hanya menjadi khalifah yang sah
selama mana ia benar-benar mengikuti hukum-hukum Allah.
Ia menuntun agar tugas khalifah dipegang oleh orang-orang
yang memenuhi syarat-syarat yaitu Terdiri dari pada orang-
orang yang benar-benar boleh menerima dan mendukung
prinsip-prinsip tanggng jawab yang terangkum dalam
pengertian khilafah. Kedua, Tidak terdiri dari pada orang-
orang zalim, fasiq, fajir dan lalai terhadap Allah serta
bertindak melanggar batas-batas yang ditetapkan olehNya.
Ketiga, Terdiridaripada orang-orang yang berilmu, berakal
sihat, memiliki kecerdasan, kearifanserta kemampuan intelek
dan fizikal. Keempat, Terdiri dari pada orang-orang yang
amanah sehingga dapat dipikulkan tanggungjawab kepada
mereka dengan yakin dan tanpa keraguan. Pemerintahan

17
baru wajib di patuhi kalau politik dan kebijaksanaannya
merujuk kepada Al-Quran dan hadist atau tidak bertentangan
dengan keduanya.

H. Konsep HAM dalam pandangan Islam


Hak Asasi Manusia itu adalah hak-hak yang melekat pada
manusia, yang tanpa dengannya manusia mustahil dapat hidup
sebagai manusia. Ada perbedaan prinsip antara hak-hak asasi
manusia dilihat dari sudut pandangan Barat dan Islam. Hak
asasi manusia menurut pandangan Barat semata-mata bersifat
antroposentris, artinya segala sesuatu berpusat pada manusia.
Sedangkan hak asasi manusia menurut pandangan Islam
bersifat teosentris, artinya segala sesuatu berpusat kepada
Tuhan.
I. Syarat Kepemimpinan Politik dalam Islam
Kepemimpinan politik dalam Islam harus memenuhi
syarat-syarat yang telah digariskan oleh ajaran agama.
Penjelasan itu terdapat dalam surat An-Nisa,(4):58-59. Pada
ayat itu disimpulkan bahwa terdapat beberapa syarat
kepemimpinan politik dalam Islam antara lain;
1. Amanah yaitu bertanggung jawab dengan tugas dan
kewenangan yang diemban
2. Adil yaitu mampu menempatkan segala sesuatu secara
tepat dan proporsional
3. Taat kepada Allah dan Rasul
4. Menjadikan quran dan sunnah sebagai referensi utama

18
J.

19
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Politik merupakan pemikiran yang mengurus kepentingan
masyarakat. Pemikiran tersebut berupa pedoman, keyakinan hukum
atau aktivitas dan informasi. Beberapa prinsip politik islam yaitu
mewujudkan persatuan dan kesatuan bermusyawarah, menjalankan
amanah dan menetapkan hukum secara adil atau dapat dikatakan
bertanggung jawab, mentaati Allah, Rasulullah dan Ulill Amr
(pemegang kekuasaan) dan menepati janji. Korelasi pengertian politik
islam dengan politik menghalalkan segala cara merupakan dua hal
yang sangat bertentangan. Islam menolak dengan tegas mengenai
politik yang menghalalkan segala cara. Politik islam menuju
kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh umat.

B. Saran
1. Pentingnya bagi seorang muslim untuk mengetahui
politik dalam islam
2. Sudah sewajarnya untuk muslim sejati untuk bisa
berpolitik menurut ajaran agama islam.

20
Daftar Pustaka

Anwar, Fuadi, dkk. Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi


Umum, Padang : 2008

Hasby, Subky, dkk.2007. BUKU DARAS.PPA Universitas Brawijaya ;


Malang

Ibnu Taimiyah,(2007) Pedoman Islam Bernegara. Bandung, Bulan


Bintang.

Lopa, Baharuddin, 1989, Al-Quran dan Hak Asasi Manusia, Yogyakarta

M.Dhianddin Rais.2001.Teori Politik Islam, Jakarta: Gema Insani. Hal 4-6

Nurcholish Madjid, 1999. Cita-Cita Politik Islam Era Reformasi, Jakarta:


Paramadina, 1999.

Rustam, Rusyja, Dosen Pendidikan Agama Islam Universitas Andalas


Padang. Pendidikan Agama Islam Di Perguruan Tinggi Umum, hal
189-193

21