Anda di halaman 1dari 13

I.

Judul :
Pergeseran Kesetimbangan Kimia
( Perubahan Suhu dan Konsentrasi pereaksi terhadap pergeseran kesetimbangan
reaksi kimia)

II. Tujuan Praktikum:


1. Untuk mengetahui pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran
kesetimbangan.
2. Untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu terhadap pergeseran
kesetimbangan.

III. Dasar Teori


Dalam reaksi kimia, stokiometri menunjukan misalkan jika 1 mol nitrogen
bereaksi dengan 1 mol hidrogen membentuk 2 mol amonia. Akan tetapi, dari
percobaan diketahui bahwa hasil seperti itu tidak pernah dicapai. Artinya jika
direaksikan 1 mol nitrogen dengan 3 mol hydrogen ternyata tidak dapat
menghasilkan 2 mol amonia, tetapi selalu kurang dari 2 mol . Hal ini disebabkan
kareana adanya reaksi yang tidak tuntas. Reaksi seperti berhenti setelah sebagian
nitrogen dan hidrogen bereaksi. Reaksi berakhir dengan suatu campuran yang
mengandung NH3, N2, dan H2. Keadaan seperti itulah yang disebut keadaan
setimbang. Jadi, keadan setimbang adalah keadaan setimbang adalah suatu
keadaan dimana zat-zat pereaksi dan hasil reaksinya terdapat bersama-sama
mengandung, tetapi tidak ada lagi perubahan yang dapat diamati. Dengan kata
lain, campuran masih mengandung zat-zat pereaksi, tetapi reaksi seolah-olah
sudah berhenti. Dikatakan seolah-olah berhenti karena ternyata reaksi tetap
berlangsung pada tingkat mikroskopis, yang menyebabkan hal ini terjadi karena
terjadi keadaan setimbang yang merupakan keadaan dimana laju reaksi reaktan
dan laju reaksi produk sama. Oleh karena itu, tidak ada perabuhan yang dapat
diamati atau diukur (sifat makrpskopis tidak berubah), Reaksi seolah-olah
terhenti. Artinya,reaksi antara nitrogen dengan hidrogen membentuk amonia tetap
berlangsung, demikia pula penguraian ammonia membentuk nitrogen dan
hydrogen. Oleh karena itu, kesetimbangan kimia disebt kesetimbangan dinamis.
N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g)
Reaksi dapat berlangsung secara bolak-balik atau revisebel ada yang
mempengaruhi terjadinya pergeseran kesetimbangan seperti pengaruh
konsentrasi,suhu, pengaruh tekanan dan pengaruh katalis.
Pengaruh konsentrasi
Seseuai dengan asas Le Chatelier menyatakan apabila terhadap suatu
kesetimbangan dilakukaann suatu tindakan (aksi), maka system akan
mengadapakan reaksi yang enderung mengurangi pengaruh aksi tersebut.
Maka jika konsentrasi salah satu komponen diperbesar, maka reaksi system
adalah menggurangi komponen tersebut. Jika konsentrasi salah satu komponen
diperkeci;, maka reaksi sistem adalah menambah komponen itu.
No Aksi Reaksi Cara sistem
bereaksi
1. Menambah konsentrasi Mengurangi Bergeser ke
pereaksi konsentrasi pereaksi kanan
2. Mengurangi konsentrasi Menambah konsentrasi Bergeser ke
pereaksi pereaksi kiri
3. Memperbesar konsentrasi Mengurangi Bergeser ke
produk konsentrasi pereaksi kiri
4. Memperbesar konsentrasi Memperbesar Bergeser ke
produk konsentrasi produk kanan
5. Memperbesar konsentrasi Memperbesar Bergeser ke
total konsentrasi total arh yang
jumlah
molekulnya
terbesar

Pengaruh suhu
Sesuai dengan asan Le Chatelier, jika suhu system kesetimbangan dinaikkan,
maka reaksi sistem adalah menurunkan suhu,kesetimbangan akan bergeser ke
pihak reaksi yang menyerap kalor (ke pihak reaksi endoterm). Sebaliknya jika
suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bereakis ke piak reaksi eksoterm.
Jika suhu dinaikam, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi endoterm.
Jika suhu diturunkan , kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi eksoterm.
Pengaruh tekanan
Penambahan tekanan dengan cara memperkecil volum akan memperbesar
konsentrasi semua komponen. Sesuai dengan asas Le Chatelier, maka sistem
akan bereaksi dengan mengurangi tekanan, maka reaksi kesetimbangan akan
bergeser keara yang jumlah koefisien lebih kecil.
Sebaliknya jika tekanan dikurangi dengan cara memperbesar volum, maka
sistem akan bereaksi dengan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah
molekul. Reaksi akan bergeser kearah jumlah koefiseinnya lebih besar.
a. Jika tekanan diperbesar (volum diperkecil), kesetimbangan akan bergeser
kea rah yang jumlah koefisiennya terkecil.
b. Jika tekanan diperkeci ( volum diperbesar), kesetimbangan akan bergeser
kea rah yang jumlah koefisiennya terbesar.
Pengaruh katalis
Katalis memperbesar laju reaksi karena menurunkan energi pengaktifkan.
Penurunan energi pengaktifkan tersebut berlaku untuk kedua arah. Jadi, katalis
akan mempercepat tercapainya keadaan setimbang. Suatu reaksi yang
memerlukan waktu berhari-hari atau berminggu-minggi untuk mencapai
kesetimbangan, dapat dicapai dalam beberapa menit dengan hadirnya suatu
katalis. Suatu katalis juga penting bagi reaksi yang memerlukan suhu tinggi,
karena dengan suatu katalis reaksi seperti itu dapat berlangsung pada suhu
yang lebih rendah. Hal ini menjadi sangat penting, apabila reaksi pada suhu
yang lebih rendah. Hal ini menjadi sangat penting, apabila reaksi pada suhu
tinggi mengurangi remendem hasol reaksi. Meskipun katalis dapat
mempercepat pencapain keadaan setimbang, namun katalis tidak mengubah
komposisi kesetimbangan. Pengaruh katalis terhadap waktu dan komposisi
kesetimbangan.

Kesetimbangan kimia adalah suatu keadaan sewaktu konsentrasi reaktan dan


produk tidak berubah terhadap waktu. Pada umumnya suatu reaksi kimia yang
berlangsung spontan akan terus berlangsung sampai dicapai keadaan
kesetimbangan. Pada keadaan setimbang, jumlah molekul akan tetap. Oleh karena
itu ketika keadaan kesetimbangan tercapai tidak terjadi perubahan sifat
makroskopis zat. Akan tetapi reaksi penguraian dan pembentukan tetap
berlangsung secara terus menerus tidak kunjung berhenti secara mikroskopis,
sehingga reaksi kesetimbangan disebut dengan kesetimbangan dinamis. Dimana
pada keadaan kesetimbangan dinamis, sekalipun secara makroskopis tidak terjadi
perubahan, tetapi secara mikroskopis tetap terjadi perubahan yang terus-menerus.
Reaksi kesetimbangan dapat digolongkan berdasarkan fasa dari zat yang bereaksi
dan hasil reaksinya. Reaksi kesetimbangan homogen adalah reaksi kesetimbangan
dimana fasa dari zat-zat yang bereaksi denga zat-zat hasil reaksi sama, yaitu gas
atau larutan. Sedangkan kesetimbangan heterogen adalah reaksi kesetimbangan
yang memiliki fasa reaktan dan produk yang tida sama (berbeda).
Tetapan kesetimbangan dilambangkan dengan Kc yang menyatakan tetapan
kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (C = concentration) (Hariono : 2000 :
221). Tetapan kesetimbangan ini sering dilambangkan dengan K saja. Untuk
kesetimbangan zat dalam wujud gas, tetapan kesetimbangan dilambangkan
dengan Kp yang menyatakan tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan (P =
pressure). Penentuan tetapan kesetimbangan tergantung pada jenis reaksi,
homogen atau heterogen.Dalam kesetimbangan kimia, fasa padat tidak disertakan
dalam persamaan konstanta kesetimbangan kimia karena konsentrasi
padatan relatif konstan.
Salah satu kegunaan konstanta kesetimbangan kimia adalah memprediksi arah
reaksi. Untuk mempelajari kecenderungan arah reaksi, digunakan besaran Qc,
yaituhasil perkalian konsentrasi awal produk dibagi hasil perkalian
konsentrasi awalreaktan yang masing-masing dipangkatkan dengan koefisien
reaksinya. Jika nilai Qcdibandingkan dengan nilai Kc, terdapat tiga kemungkinan
hubungan yang terjadi, antara lain :
1. Qc < Kc
Sistem reaksi reversibel kelebihan reaktan dan kekurangan produk. Untuk
mencapai kesetimbangan, sejumlah reaktan diubah menjadi produk. Akibatnya,
reaksi cenderung ke arah produk (ke kanan).
2. Qc = Kc
Sistem berada dalam keadaan kesetimbangan. Laju reaksi, baik ke arah reaktan
maupun produk, sama.
3. Qc > Kc
Sistem reaksi reversibel kelebihan produk dan kekurangan reaktan. Untuk
mencapai kesetimbangan, sejumlah produk diubah menjadi reaktan. Akibatnya,
reaksi cenderung ke arah reaktan (ke kiri). (Syukri,1999:75).
Tahun 1884 Henri Louis Le Chatelier berhasil menjelaskan pengaruh faktor
luar terhadap kesetimbangan, yang dikenal dengan azas Le Chatelier, yang
berbunyi
Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi) maka sistem
itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut.

IV. Alat dan Bahan


a. Percobaan 1 : Pengaruh konsentrasi pereaksi terhadap pergeseran
kesetimbangan
Alat
1. Batang pengaduk
2. Gelas Kimia 100 mL
3. Gelas ukur 25 mL
4. Pipet Tetes
5. Tabung Reaksi
Bahan
1. Larutan FeCl3 1M
2. Larutan KSCN 1M
3. Larutan Na2HPO4 1M
b. Percobaan 2 : Pengaruh seuhu terhadap pergeseran kesetimbangan
Alat
1. Tabung reaksi
2. Rak tabung reaksi
3. Pipet tetes
4. Gelas Kimia
5. Penjepit
Bahan
1. Iodine
2. Pati
3. Air
4. Es batu

V. Langkah kerja
a. Percobaan 1 : Pengaruh konsentrasi pereaksi terhadap pergeseran
kesetimbangan
1. Memasukkan Sebanyak 25 mL air suling ke dalam gelas kimia 100 mL.
2. Menambahkan 3 tetes larutan KSCN 1M dan 3 tetes larutan FeCl3 ke
dalam gelas kimia tersebut kemudian mengaduk hingga bercampur
sempurna.
3. Memasukkan masing-masing 5 mL campuan tersebut ke dalam 5 buah
tabung reaksi, dengan tahapan :
a. Tabung reaksi 1 : Gunakan sebagai control
b. Tabung reaksi 2 : Tambahkan FeCl3 1M sebanyak 3 tetes
c. Tabung reaksi 3 : Tambahkan KSCN 1M sebanyak 3 tetes
d. Tabung reaksi 4 : Tambahkan NaHPO4 sebanyak 3 tetes
e. Tabung reaksi 5 : Tambahkan air suling sebanyak 3 tetes
4. Membandingkan warna larutan pada 2,3,4 dan 5 dengan warna larutan pada
tabung 1 ( yang sebagai kontrol).

Cara Membuat Larutan :


a. Perhitungan KSCN

Untuk membuat larutan 1 M


Mr KSCN = 97,18
Membuat dalam 50 ml larutan

Jadi 1 M = X

= X 20

= 4,859 gr

b. Perhitungan Na2HPO4

Untuk membuat larutan 1 M


Mr Na2HPO4 = 168
Membuat dalam 50 ml larutan

Jadi 1 M = X

= X 20

= 8,4 gr
c. Untuk larutan FeCl3 sudah tersedia dengan 0,1 M

b. Percobaan 2 : Pengaruh seuhu terhadap pergeseran kesetimbangan


1. Memasukkan sebanyak 5 tetes iodine ke dalam gelas kimia yang telah
berisi 25 mL larutan pati.
2. Memasukkan masing-masing 5 mL larutan iodine-pati ke dalam 3 buah
tabung reaksi. Dengan tahapan :
a. Tabung reaksi 1 : Gunakan sebagai control
b. Tabung reaksi 2 : Dipanaskan dalam pemanas air suhu 70C
c. Tabung reaksi 3 : Direndam dalam air es
d. Membandingkan perubahan warna larutan iodine-pati pada tabung 2 dan
3 dengan larutan iodine-pati pada tabung 1.

VI. Data Pengamatan


a. Percobaan 1. Pengaruh suhu terhadap pergeseran kesetimbangan

Perubahan warna
Arah pergeseran
Tabung perlakuan ( dibandingkan
kesetimbangan
dengan tabung 1 )
1. Warna larutan pada tabung 1 :Merah darah
Bergeser ke produk
2. Penambahan FeCl3 Merah darah pekat
(ke kanan)
Merah darah sangat Bergeser ke produk
3. Penambahan KSCN
pekat (ke kanan)
Bergeser ke reaktan
4. Penambahan Na2HPO4 Tidak berwarna
(ke kiri)
Merah darah yang
5. Penambahan air suling Setimbang
tidak pekat

b. Percobaan 2 : Pengaruh seuhu terhadap pergeseran kesetimbangan

Perubahan warna
Arah pergeseran
Tabung Perlakuan ( dibandingkan dengan
kesetimbangan
tabung 1)
Tidak ada perubahan
1. Tabung 1 : di diamkan Setimbang
warna
Lebih bening
Bergeser ke arah
2. Tabung 2 : di panaskan dibandingkan dengan
reaktan (ke kiri)
tabung 1 dan 2
Berwarna lebih pekat
Bergeser kea rah
3. Tabung 3 : di dinginkan dibandingkan dengan
produk (ke kanan)
tabung 1 dan 3

VII. Pembahasan
Pada praktikum yang kami lakukan kami mereaksikan Fe3+ dan SCN- sehingga
menghasilkan Fe(SCN)2+. Untuk mengetahui pengaruh konsentrasi terhadap
kesetimbangan kami melakukan penambahan FeCl3 sebanyak 3 tetes, setelah
melakukan penambahan terjadi perubahan warna yang awalnya kuning jingga
berubah warna menjadi lebih pekat (merah darah). Hal ini terjadi karena adanya
penambahan ion Fe3+ sehingga sistem melakukan aksi dengan mengurangi ion
Fe3+,sehingga kesetimbangan bergeser kearah produk. Pada reaksi selajutnya kami
menambahkan KSCN (ion SCN-) sebanyak 3 tetes terjadi perubahan warna yang
awalnya kuning jingga berubah menjadi lebih pekat dari warna awalnya ini
menandakan adanya pergeseran kesetimbangan kimia kearah kanan/produk. Pada
reaksi selanjutnya ditambahkan Na2HPO4 sehingga terjadi pergeseran
kesetimbangan kekiri atau reaktan yag ditunjukan dengan adanya perubahan
warna menjadi lebih memudar. Pada reaksi selanjutnya ditambahkan air suling
pada laurutan sehingga tidak terjadi perubahan warna yang mulanya berwarna
kuning jingga ini menunjukan adanya kesetimbangan. Hal ini disebabkan jika
pada reaksi dilakukan suatu tindakan (aksi), maka sistem itu akan mengadakan
reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Jadi jika
ditambahakan FeCl3,KSCN,Na2HPO kesetimbangan akan bergerak kearah
sebaliknya. Sedangkan dengan menambahkan air suling tidak terjadi perubahan
warna, yang menandakan adanya kesetimbangan.

Dari hasil pengamatan pada percobaan kedua, didapatkan hasil bahwa jika
larutan iodine-pati didinginkan atau suhunya diturunkan dengan suhu 13 0C, maka
larutan tersebut menjadi lebih pekat dibandingkan dengan tabung 1 yang pada
suhu ruang dan tabung 2 yang suhunya dinaikkan atau dipanaskan dengan suhu
470C warna larutannya menjadi lebih bening dibandingkan tabung 1 dan 3. Hal
ini dikarenakan jika suhu dinaikkan maka reaksi akan bergeser ke kiri (ke arah
reaksi endotern yang membutuhkan panas) sebaliknya jika suhu di turunkan maka
reaksi bergeser ke kanan (ke arah reaksi eksotern yang tidak memerlukan panas).
Oleh sebab itu, jika suhu dinaikkan maka warna larutan menjadi lebih bening dan
jika suhu diturunkan warna larutan menjadi lebih pekat.

VIII. Hasil Diskusi


Soal
1. Reaksi kesetimbangan Fe3+ dengan SCN- ditulis sebagai berikut :
Fe3+ (aq)+ SCN- (aq) Fe(SCN)2+(aq)
Ke arah mana reaksi kesetimbangan akan bergeser jika :
a. Ditambahkan Fe3+
b. Ditambahkan SCN-
c. Ditambahkan Na2HPO4

2. Mengapa terjadi perbedaan warna pada larutan kompleks iodine-pati jika


direndam dalam air panas maupun air es ?
Jawaban :
1. Dengan menambahhkan FeCl3 ,KSCN terjadinya perubahan warna yang awalnya
kuning jingga berubah menjadi lebih pekat. Saat reaksi ditambahkan Na2HPO4
adanya perubahaan warna menjadi lebih pudar dibandingkan warna awal, yang
menunjukan adanya pergeseran kesetimbang kearah reaktan.
2. Terjadinya perubahan warna pada larutan kompleks iodine-pati saat di dalam air
panans maupun air dingin karena terjadinya variasi suhu/temperature. Sesuai
dengan teori yang ada, pada system kesetimbangan berlangsung pada suhu tetap,
jika diberikan variasi suhu maka akan mempengaruhi arah kesetimbangan. Hal
ini terjadi karena jika suhu dinaikkan maka reaksi akan bergeser ke kiri (ke arah
reaksi endotern yang membutuhkan panas) sebaliknya jika suhu di turunkan maka
reaksi bergeser ke kanan (ke arah reaksi eksotern yang tidak memerlukan panas).
Oleh sebab itu, jika suhu dinaikkan maka warna larutan menjadi lebih bening dan
jika suhu diturunkan warna larutan menjadi lebih pekat.

IX. Kesimpulan
Dari praktikum diatas dapat disimpulkan bahwa, konsentrasi dan suhu dapat
mempengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia. Semakin tinggi konsentrasi,
maka kesetimbangan akan bergeser ke kanan atau ke arah reaktan. Sedangkan
konsentrasi semakin rendah maka kesetimbangan akan bergeser ke kiri atau ke
arah produk. Untuk pengaruh suhu, semakin tinggi suhu maka kesetimbangan
akan bergeser ke reaksi endoterm atau ke kiri (reaktan), sedangkan semakin
rendah suhu maka pergeseran pergeser ke reaksi (eksotern) atau ke kanan
(produk).
LAMPIRAN
Foto Keterangan

Perbandingan tabung 1 dengan tabung 2


pada percobaan pertama

Perbandingan tabung 1 dengan tabung 3


pada percobaan pertama
Mengukur Fe dengan gelas ukur

Mengaduk larutan Fe

Perbandingan iodine-pati dengan variasi


suhu
Mengukur suhu pada air panas dan
dingin

Larutan iodine-pati

Gelas kimia yang merupakan alat untuk


melakukan praktikum
Tabung reaksi dan penjepit yang
merupakan alat untuk melakukan
praktikum

Batang pengaduk yang merupakan alat


untuk melakukan praktikum

Pipet tetes yang merupakan alat untuk


melakukan praktikum
Thermometer yang merupakan alat
untuk melakukan praktikum

Gelas ukur yang merupakan alat untuk


melakukan praktikum