Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM PENGANTAR KIMIA MEDISINAL

SEMESTER GANJIL 2015 - 2016

HUBUNGAN STRUKTUR DAN AKTIVITAS

Hari / Jam Praktikum : Selasa/13.00-16.00 WIB

Tanggal Praktikum : 3 November 2015

Kelompok : 1 (Satu)

Asisten : 1. Sheila Pratiwi

2. Theresia Ratnadevi

RENA CHOERUNISA

260110150003

LABORATORIUM KIMIA MEDISINAL

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

JATINANGOR

2015
HUBUNGAN STRUKTUR DAN AKTIVITAS

I. Tujuan :

1.1 Membuat persamaan QSAR yang diperoleh dari data percobaan


yang sudah ada.

II. Prinsip :

2.1 QSAR

Quantitative Structure Activity Relationship merupakan suatu


metode untuk membuat suatu hubungan antara struktur dan
aktivitas dari berbagai deskriptonya (Patrick, 2005).

2.2 Model Free-Wilson

Model Free-Wilson ini menyatakan hubungan antara struktur


dan aktivitas biologis senyawa obat, yang mana respon biologis
adalah sumbangan aktivitas dari gugus-gugus substituen
terhadap aktivitas biologis senyawa induk. Model ini dapat
dinyatakan dengan menggunakan persamaan matematika:

Aktivitas = ++ +Z (Patrick, 2005).

2.3 Model Hansch

Hubungan struktur kimia dengan aktivitas biologis (Log 1/C)


suatu turunan senyawa dapat dinyatakan secara kuantitatif
melalui parameter-parameter sifat kimia fisika dari substituen,
yaitu : parameter hidrofobisitas molekul (Log P), hidrofobisitas
substituent ( ), elektronik (), dan sterik (Es/MR). Persamaan
dari model Hansch ini sebagai berikut:

Log (1/C) = - + +

(Patrick, 2005).

III. Reaksi :-
IV. Teori Dasar :

Aplikasi dari kimia komputasi adalah HKSA (Hubungan


Kuantitatif Struktur-Aktivitas) yang mana HKSA atau dengan kata lain
QSAR (Quantitative Structure-Activity Relationship) ini dipelajari dalam
bidang kimia medisinal. Perkembangan disiplin ilmu ini sejalan dengan
perkembangan senyawa baru yang efektif dan efisien yang dapat
dinyatakan dengan persamaan matematika. Pada dasarnya HKSA ini
menjelaskan adanya hubungan kuantitatif antara sifat fisikokimia dan
aktivitas biologis dari suatu molekul (Istyastono, 2003).

QSAR digunakan untuk mengukur aktivitas bahan kimia dan uji


biologis serta desain obat dan resiko lingkungan, yang mana hubungan
antaraksi yang terjadi antara senyawa obat dan sistem biologik ini,
ditentukan oleh sifat fisika dan kimia molekul obat. Sifat fisikokimia
molekul obat ini meliputi parameter hidrofobisitas atau lifopilisitas,
topologi, elektronik dan sterik (Patrick, 2005).

Dalam melakukan studi QSAR senyawa analog yang digunakan


merupakan seri senyawa homolog, memiliki mekanisme aksi yang sama,
terikat pada reseptor yang sama, efek penggantian isosterik dapat
diprediksikan, binding affinity berkaitan dengan energy interaksi dan
aktivitas biologis (S., 2007).

Model pendekatan hubungan struktur-aktivitas ini terdiri dari


empat jenis, yaitu : pendekatan Free-Wilson, pendekatan Hansch,
pendekatan mekanika kuantum, dan pendekatan konektivitas molekul.
Pendekatan Free-Wilson ini menjelaskan tentang suatu konsep yang
menyatakan bahwa variasi substitusi gugus-gugus dalam struktur senyawa
induk memberikan sumbangan secara linier terhadap aktivitas biologis.
Metode ini kurang berkembang sebab hanya berlaku bagi substituent yang
memiliki efek linier atau bila ada interaksi antar substituen. Selain itu
senyawa yang diperlukan lebih banyak. Namun kelebihan dari metode ini
terletak pada kemampuan dalam menguji HKSA turunan senyawa dengan
berbagai macam gugus substitusi pada berbagai zona, dan dapat digunakan
apabila tidak ada data tetapan kimia fisika dari senyawa (Siswandono &
Soekardjo, 2000).

Pendekatan Hansch mengemukakan mengenai hubungan energi


bebas liner yang mana HKSA biologis suatu turunan senyawa dapat
dinyatakan melalui parameter sifat fisikokimia dari substituennya.
Persamaan ini lebih berkembang bila dibandingkan dengan persamaan
Free-Wilson sebab persamaan ini lebih sederhana, digunakan untuk
hubungan linear dan non-linear, serta dapat menjelaskan adanya hubungan
linier antara struktur dan aktivitas suatu turunan obat (Siswandono &
Soekardjo, 2000).

Penentuan nilai descriptor dapat ditentukan dengan


menggunakan kimia komputasi dalam paket program Chem3D, yang mana
hasil perhitungan tersebut adalah hasil yang diperoleh dari konformasi
molekul yang paling stabil yang telah diminimisasi menggunakan MM2
dan MOPAC (Muchtaridi, 2008).

Parameter sifat kimia fisika dalam HKSA model Hansch ini


adalah parameter hidrofobik, elektronok dan sterik yang mana pada saat
proses distribusi obat, pengaruh dari sifat ini lebih besar dibandingkan
dengan sifat elektronik. Sementara parameter elektronik memiliki sifat
yang salah satunya berkaitan dengan tetapan ionisasi dari senyawa pada
pH tertentu. Untuk parameter sterik dapat diukur berdasarkan sifat gugus
dan efek gugus pada kontak obat dengan sisi reseptor yang berdekatan
(Siswandono & Soekardjo, 2000).

Pemanfaatan metode analisis ini biasa dilakukan dalam


pengembangan senyawa baru sebagai antioksidan dan radikal. Analisis
statistic dalam QSAR berdasarkan hubungan linier dan non linear (S.,
2007).
V. Alat dan Bahan

1.1.Alat

1.1.1. Satu unit Komputer

1.2.Bahan

1.2.1. Beberapa data yang telah disajikan

VI. Prosedur :

Persamaan QSAR yang menghubungkan aktivitas dengan


hidrofobisitas substituen () dibuat berdasarkan data yang telah disajikan,
selanjurnya perlakuan yang sama dilakukan untuk menghubungkan
aktivitas dengan refraksivitas molar (MR) dan hubungan aktivitas dengan
parameter hidrofobisitas substituen () dan refraksivitas molar (MR).
Sehingga dari ketiga persamaan tersebut dipilih persamaan terbaik dengan
cara persamaan tersebut dibandingkan koefisien determinasinya dari
masing-masing persamaan. Setelah diperoleh persamaan terbaik, grafik
hubungan antara hasil aktivitas eksperimen dengan hasil aktivitas prediksi
dibuat dan dihitung koefisien korelasinya.

VII. Data Pengamatan

7.1. Tabel Data

SENYAWA X EC50 X Mr 1/EC50 Log(1/EC50)


1 H 11,80 0,00 1,03 0,084745763 -1,071882007
2 Cl 1,24 0,71 6,03 0,806451613 -0,093421685
3 NO3 4,58 -0,28 7,36 0,218340611 -0,660865478
4 CN 26,50 -0,57 6,33 0,037735849 -1,423245874
5 C6H5 0,24 1,96 25,36 4,166666667 0,619788758
6 N(CH3)2 4,39 0,18 15,55 0,227790433 -0,64246452
7 I 0,35 1,12 13,94 2,857142857 0,455931956
7.1. Tabel data dan grafik hubungan aktivitas dengan refraksivitas
molar (MR) dan hubungan aktivitas dengan parameter hidrofobisitas
substituen ()

Log(1/EC50) Phi
-1,071882007 0
-0,093421685 0,71
-0,660865478 -0,28
-1,423245874 -0,57
0,619788758 1,96
-0,64246452 0,18
0,455931956 1,12

1
y = 0,817x - 0,7664
0,5 R = 0,8879

0
Log(1/EC50)

-1 -0,5 0 0,5 1 1,5 2 2,5 Phi


-0,5 Linear (Phi)

-1

-1,5

-2 PHI

7.2. Tabel data dan grafik hubungan aktivitas dengan parameter


hidrofobisitas substituen () dan refraksivitas molar (MR)

Log(1/EC50) Mr
-1,071882007 1,03
-0,093421685 6,03
-0,660865478 7,36
-1,423245874 6,33
0,619788758 25,36
-0,64246452 15,55
0,455931956 13,94

y = 0,0683x - 1,1404
0,5 R = 0,5276

0
0 5 10 15 20 25 30
Log(1/EC50)

Mr
-0,5
Linear (Mr)

-1

-1,5

-2 Mr

7.3. Tabel Data hubungan aktivitas dengan parameter hidrofobisitas


substituen () dan refraksivitas molar (MR).

Phi Mr Log(1/EC50)
0 1,03 -1,071882007
0,71 6,03 -0,093421685
-0,28 7,36 -0,660865478
-0,57 6,33 -1,423245874
1,96 25,36 0,619788758
0,18 15,55 -0,64246452
1,12 13,94 0,455931956

Mr Phi Koefisien
-0,000189841 -0,00019 -0,000189841
-0,000189841 -0,00019 -0,000189841
-0,000189841 -0,00019 -0,000189841
-0,000189841 -0,00019 -0,000189841

Log(1/EC50) = 0,818316974Phi-0,000189841MR-0,76499369

= 0,88788619

7.4. Grafik hubungan antara aktivitas hasil eksperimen dengan hasil


prediksi

Aktivitas
Eksperimen Aktivitas Prediksi Log(1/EC50)
Log(1/EC50)
-1,071882007 -0,765189226
-0,093421685 -0,184184175
-0,660865478 -0,994317979
-1,423245874 -1,231629901
0,619788758 0,838712043
-0,64246452 -0,617892171
0,455931956 0,151325785
1

0,5
Aktivitas Eksperimen(1/EC50)

0 Aktivitas
Prediksi
0 2 4 6 8
Log(1/EC50)
-0,5

-1

-1,5

-2
Aktivitas Prediksi Log(1/EC50)

Koefisien Korelasi = 0,942276257


VIII. Pembahasan

Untuk memperoleh suatu senyawa baru yang efektif dan efisien,


aplikasi HKSA sangat berperan dalam memodifikasi struktur suatu
senyawa sehingga upaya pencarian senyawa model yang mendekati
keadaan senyawa yang sebenarnya terus dilakukan. QSAR ini
menunjukkan adanya hubungan antara struktur suatu senyawa dengan
aktivitas biologisnya yang mana parameter yang dimiliki akan
mempengaruhi distribusi obat dalam tubuh. Perancangan struktur senyawa
obat ini tentunya harus menggunakan persamaan yang terbaik yang mana
akan memberikan aktivitas biologis yang tinggi. Suatu persamaan
dikatakan efektif apabila harga koefisien determinasinya mendekati 1.
Penentuan persamaan ini dilakukan dengan membandingkan harga
koefisien determinasi dari persamaan yang lainnya.

Dalam hal ini X merupakan senyawa yang akan ditentukan


hubungan kuantitatif struktur-aktivitasnya, Mr adalah massa molekul
relative dari senyawa tersebut, EC50 adalah konsentrasi efektif yang
merupakan konsentrasi suatu senyawa yang diperoleh dari perbandingan
antara massa dan volume. Sementara merupakan suatu tetapan
substituent Hansch-Fujita yang mana tetapan ini didasarkan pada kelarutan
system 1-oktanol/air yang hasilnya akan bernilai positif atau negatif.
bernilai positif berarti substituent dapat meningkatkan kelarutan senyawa
induk dalam pelarut non polar sementara negatif artinya substituent
dapat meningkatkan kelarutan senyawa induk dalam pelarut polar.

Nilai EC50 diperoleh setelah memasukkan nilai-nilai deskriptor


ke dalam persamaan yang kemudian senyawa model dengan aktivitas yang
terbaiklah yang akan disentesis di laboratorium.

Log P yang merupakan bagian dari parameter hidrofobisitas


menunjukan korelasi yang paling erat tetapi sebagian besar memiliki
hubungan yang tidak erat. Nilai negatif korelasi tidak menunjukkan kuat
tidaknya pengaruh substituen terhadap aktivitas biologi namun
menunjukkan arah keterkaitan secara negatif yang artinya efek variabel
yang satu berbanding terbalik dengan variabel lainnya.

Hubungan aktivitas dengan parameter hidrofobisitas substituen


() dan refraksivitas molar (MR) merupakan suatu persamaan yang terbaik
sebab memiliki koefisien determinasi mendekati satu, yang mana harga
dari koefisien pada persamaan tersebut adalah 0,88788619. Selain itu
persamaan ini memiliki parameter statistik yang lebih baik dibandingkan
dengan model yang lain. Parameter inilah yang akan dijadikan petunjuk
bahwa modle persamaan ketiga memiliki kemampuan yang lebih baik
untuk memprediksi aktivitas biologis.

Berdasarkan data dari hasil eksperimen tersebut dapat diperoleh


koefisien korelasi yang menghubungkan antara aktivitas eksperimen
dengan aktivitas prediksi. Yang mana koefisien ini akan digunakan untuk
menganalisis korelasi antar variabel yang dilakukan untuk melihat
bagaimana hubungan antar variabel. Analisis ini kemudian dilakukan
untuk melihat pengaruh substituen pada posisi tertentu terhadap aktivitas
biologis. Nilai koefisien korelasi adalah angka yang bervariasi mulai dari
0 hingga 1, yang mana semakin tinggi nilainya dan mendekati 1 maka
semakin baik hubungannya. Dalam hal ini dapat diketahui bahwa semakin
banyak data penelitian maka koefisien korelasi akan semakin rendah sebab
koefisien korelasi ini bergantung pada jumlah data penelitian.

IX. Simpulan

Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan maka dapat


disimpulkan bahwa persamaan QSAR dapat dibuat dengan menggunakan
data percobaan yang telah ada di mana persamaan yang ketiga merupakan
persamaan yang terbaik dengan koefisien determinasi mendekati 1.
DAFTAR PUSTAKA
Istyastono, E. P. 2003. Quantitative Structure-Activity Relationship Analysis of
Curcumin and Its Derivates as GST Inhibitos Based on COmputational
CHemistry Calculation. Indonesian Journal of Chemistry, 3, 179-186.
From http//journal.unhas.ac.id/index.php/mca/article/download/180/166 [8
November 2015].

Muchtaridi. 2008. Quantitative Structure And Activity Relationship (QSAR) of


Propionic acid Deratives as Anti Inflammatory Non Steroid Using By
Mechanical Molecullar (MM2). Sumedang: Universitas Padjadjaran.

Patrick, G. L. 2005. An Introduction to Medicinal Chemistry, Third Edition. New


York: Oxford University Press.

S., A. B. 2007. QSAR. From


http://elisa1.ugm.ac.id/files/arie_BS/EcRhowxc/QSAR.pdf [Retrieved
November 8, 2015].

Siswandono, & Soekardjo, B. (2000). Kimia Medisinal. Surabaya: Airlangga


University Press.