Anda di halaman 1dari 10

I.

PENDAHULUAN
A. Judul Percobaan
Autoklaf
B. Tujuan Praktikum
1. Mengetahui prinsip kerja autoklaf
2. Memahami cara penggunaan autoklaf

II. TINJAUAN PUSTAKA


Menurut Pradhika (2008), sterilisasi merupakan teknik untuk membunuh
mikroorganisme yang ada untuk mencegah adanya kontaminasi. Pada prinsipnya
sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik, dan kimiawi.
Sterilisasi yang paling umum dilakukan dapat berupa: sterilisasi secara
fisik (pemanasan, penggunaan sinar gelombang pendek yang dapat dilakukan
selama senyawa kimia yang akan disterilkan tidak akan berubah atau terurai
akibat temperatur atau tekanan tinggi). Dengan udara panas, dipergunakan alat
bejana/ruang panas (oven dengan temperatur 170-180oC dan waktu yang
digunakan adalah 2 jam yang umumnya untuk peralatan gelas). Sterilisasi secara
kimia (misalnya dengan penggunaan disinfektan, larutan alkohol, larutan
formalin). Sterilisasi secara makanik, digunakan untuk beberapa bahan yang
akibat pemanasan tinggi atau tekanan tinggi akan mengalami perubahan, misalnya
adalah dengan saringan/filter. Sitem kerja filter, seperti pada saringan adalah
melakukan seleksi terhadap pertikel-partikel yang lewat (dalam hal ini adalah
mikroba) (suriawiria, 2005).
Sterilisasi panas basah biasanya dilakukan di dalam autoclave uap yang
mulai diangkat dengan menggunakan uap air jenuh pada suhu 121 C selama 15
menit. Adapun alasan digunakannya suhu 121 C itu disebabkan oleh tekanan 1
atm pada ketinggian permukaan laut. Autoclave merupakan alat yang essensial
dalam setiap laboratorium mikrobiologi, ruang sterilisasi di rumah-rumah sakit
serta tempat-tempat lain yang memproduksi produk steril. Pada umumnya (tidak
selalu) autoclave dijalankan padaa tekanan kira-kira 15-16 per (5 kg/cm2) pada
suhu 121 . Waktu yag diperlukan untuk sterilisasi bergantung pada sifat bahan
yang disterilkan, tipe wadah dan volume bahan. Misalnya 1000 buah tabung
reaksi yang masing-masing berisi 10 ml medium cair dapat disterilkan dalam
waktu 10-15 menit pada suhu 121 C, sedangkan jumlah medium yang sama bila
ditempatkan dalam wadah 10 wadah berukuran 1 liter akan membutuhkan 1 liter
akan membutuhkan waktu 20-30 menit paa suhuyang sama untuk menjamin
tercapainya sterilisasi. (Pelczar dan Schan, 1986).
Autoklaf adalah alat sterilisasi baik media maupun peralatan yang
digunakan untuk proses isolasi dan penanaman eksplan. autoklaf ini bekerja mirip
dengan alat masak yang menggunakan tekanan. Hal ini dapat terjadi dengan
meningkatkan tekanan didalam alat dengan cara mengeluarkan semua udara dan
menggantikannya dengan uap panas, yang menyebabkan bagian-bagian yang ada
didalamnya mengalami peningkatan suhu melebihi titik didih air seperti suhu
yang dibutuhkan untuk membunuh spora bakteri. Sebagian autoklaf digunakan
untuk mensterilkan media dan peralatan laboratorium atau material yang sudah
terkontaminasi (Maail dkk, 2006).
Autoklaf adalah alat yang cukup umum digunakan dalam laboratorium
sebagai alat sterilisasi dan dekontaminasi material. Autoklaf memiliki beberapa
keunggulan yaitu lebih cepat karena dapat mensterilisasi banyak peralatan
sekaligus dan lebih terjamin kesterilan alat/media daripada disterilisasi
menggunakan tangan. Hanya saja kekurangan autoklaf adalah kita harus menjaga
suhu tetap konstan dan water level tetap pada batas normal sehingga proses
sterilisasi dapat berjalan optimal. Autoklaf juga menggunakan listrik dan butuh
waktu untuk mempersiapkan alat/bahan yang disterilisasi (menggunakan kertas
payung agar tidak terjadi pengembunan pada alat). Karena autoklaf menggunakan
prinsip tekanan dan panas, maka pada beberapa media dapat menimbulkan bau
tidak sedap dan dapat membuat mata iritasi. Beberapa peralatan yang terbuat dari
plastik seperti polystyrene tidak stabil ketika di autoklaf dan dapat melepas
styrene dan etil benzene dalam bentuk gas. Karena hal-hal tersebut, maka
disarankan penggunaan autoklaf harus berada pada ruang yang mempunyai
ventilasi cukup (Hadar dkk, 1997).
Menurut Dwijoseputro (2005), prinsip kerja dari autoklaf adalah sterilisasi
panas basah bertekanan dengan cara memanaskan sampel yang akan disterilkan
pada suhu 121oC dan bertekanan 1 atm. Alasan penggunaan suhu 121oC dan
tekanan 1 atm karena suhu dan tekanan ini merupakan suhu dan tekanan standar
untuk membunuh kuman dan bakteri terkontaminan pada alat dan bahan.
Lamanya proses pemanasan tergantung dari daya tahan sampel yang akan
disterilisasi. Jika proses pemanasan selesai maka pengambilan sampel yang sudah
steril harus menunggu hingga dingin atau uap-uap yang berada dalam dandang
keluar. Hal ini dumaksudkan agar uap air tidak masuk ke dalam sampel steril. Jika
uap air tersebut masuk, maka dapat menyebabkan kontaminan.
III. METODE
A. Alat dan Bahan
Pada percobaan autoklaf, terdapat beberapa alat dan bahan yang
digunakan. Alat yang digunakan adalah cawan petri, erlenmeyer, tabung
reaksi, gelas beker, kertas payung, karet, kapas, autoklaf. Sedangkan bahan
yang digunakan adalah aquades.
B. Cara Kerja

Alat dan bahan disiapkan dan di bungkus dengan kertas payung.

Kabel power di sambungkan ke sumber listrik, saklar on/off


dinyalakan.
Autoklaf dinyalakan.
Alat dan bahan disterilisasikan.
LID di tutup dan di kunci, tuas pengunci di geser.

Tombol mode ditekan, selanjutnya tombol start ditekan.


LID dibuka saat alarm berbunyi.

Alat dan bahan dikeluarkan.

Saklar off ditekan dan kabel dicabut.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada percobaan, autoklaf yang digunakan adalah Autoclave Hirayama


HVE 50. Parameter utama yang ada didalam alat ini adalah suhu dan tekanan
dimana uap dengan suhu tinggi dan bertekanan tersebut berfungsi untuk
membunuh bakteri dalam proses sterilisasi. Autoklaf yang digunakan ini
merupakan autoklaf digital, dimana pada saat proses sterilisasi telah selesai maka
alarm akan berbunyi sebagai penandanya.
Berdasarkan dari percobaan, autoklaf memiliki fungsi dari bagian
komponen-komponennya, yaitu:
1. Saklar listrik, berfungsi menyalakan atau mematikan kerja autoklaf.
2. Tangan autoklaf, berfungsi membuka katup buangan.
3. Telinga autoklaf, berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan tengan
autoklaf.
4. Stir pengunci, berfungsi mengunci atau membuka autoklaf.
5. Tutup autoklaf, berfungsi sebagai penutup autoklaf.
6. Katup buangan, berfungsi mengeluarkan uap dalam autoklaf sehingga
suhu dan tekanan turun.
7. Indikator suhu, berfungsi menunjukkan suhu dalam autoklaf.
8. Tombol kompor, berfungsi menyalakan atau mematikan kompor.
9. Lampu indikator kompor, berfungsi menunjukkan kompor menyala atau
tidak.
10. Indikator tekanan, berfungsi mengatur tekanan dalam autoklaf.
11. Tombol timer dan timer, berfungsi menyalakan dan mengatur timer.
12. Water level, terdiri dari batas maksimal dan batas minimal yang berfungsi
mengetahui jumlah air dalam dasar autoklaf.
Selain terdapat komponen luar, autoklaf juga didukung dengan adanya
komponen bagian dalam yang terdiri dari bejana/wadah besar untuk meletakkan
alat dan bahan yang akan disterilisasikan yang disebut dengan container/dandang.
Selain itu , ada penutup bagian dalam yang berfungsi untuk menutup bejana yang
telah diisi dengan alat dan bahan yang akan disterilisasikan. Penutup ini juga
berfungsi untuk mencegah keluarnya uap air yang dihasilkan dari pemanasan.
2
1

5
8

6
Gambar 1. Autoclave Hirayama HVE 50 (Dokumentasi pribadi, 2015)
9

Gambar 2. Bagian dalam autoclave (Dokumentasi pribadi, 2015)


Keterangan gambar:
1. Layar proses 6. Exhaust bottle
2. Layar suhu 7. Fentilasi tempat keluarnya
3. Penutup autoklaf
uap
4. Tuas pengunci
8. Saklar on/off
5. Katup exhaust
9. Dinding autoklaf
Prinsip kerja dari autoklaf Hirayama HVE50 adalah sterilisasi panas basah
bertekanan dengan cara memanaskan sampel yang akan disterilkan pada suhu
121oC dan bertekanan 1 atm. Alasan penggunaan suhu 121oC dan tekanan 1 atm
karena suhu dan tekanan ini merupakan suhu dan tekanan standar untuk
membunuh kuman dan bakteri terkontaminan pada alat dan bahan. Lamanya
proses pemanasan tergantung dari daya tahan sampel yang akan disterilisasi.
Dalam proses sterilisasi alat dan bahan dibutuhkan waktu yang berbeda.
Pada alat dibutuhkan waktu selama 15-20 menit, sedangkan pada bahan
dibutuhkan waktu 10-15 menit. Hal ini disebabkan karena pada bahan, tekanan
dan panas dapat memasuki seluruh bagian bahan dengan mudah sehingga
mikroorganisme yag berada pada bahan tersebut dapat disterilkan dengan
sempurna, sedangkan pada alat dibutuhkan waktu yang lebih lama karena alat
tidak menyerap panas dengan baik sehingga waktu sterilisasi pada alat lebih lama.
Dalam pengoperasian autoklaf pada percobaan ini, terdapat langkah-
langkah yang harus dilakukan. Langkah tersebut dimulai dari pengecekan water
level. Hal ini bertujuan agar proses sterilisasi berjalan dengan baik, karena bila air
pada autoklaf berlebihan, alat maupun bahan yang akan disterilkan akan basah,
sedangkan kekurangan air pada autoklaf akan membuat hangus peralatan dan
bahan yang akan disterilkan.
Langkah kedua yaitu pengisian aquades didalam autoklaf hingga batas
yang ditentukan. Aquades digunakan supaya dinding autoklaf tidak mengalami
korosi. Apabila kelebihan, maka aquades dapat dikurangi secara manual atau
melalui kran samping hingga batas yang ditentukan. Aquades yang berlebih dapat
mempengaruhi alat dan bahan, karena bisa saja aquades tersebut akan mengenai
alat dan bahan yang mengakibatkan alat dan bahan basah dan terjadi kontaminasi.
Apabila aquades kurang, dapat ditambahkan secara perlahan melalui dinding
autoklaf.
Langkah ketiga yaitu persiapan bahan atau alat yang akan disterilisasikan.
Alat-alat yang digunakan adalah cawan petri, erlenmeyer, tabung reaksi, dan gelas
beker. Cawan petri berfungsi untuk membiakkan mikroorganisme. Medium dapat
dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Pada saat
sterilisasi, cawan harus disimpan secara terbalik, hal ini bertujuan untuk
mencegah kondensasi uap yang terbentuk tidak jatuh ke permukaan medium dan
menghambat proses pertumbuhan mikroorganisme yang diamati. Tabung reaksi
digunakan untuk uji-uji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba. Tabung reaksi
dapat diisi media padat maupun cair. Tutup tabung reaksi dapat berupa kapas,
tutup metal, tutup plastik maupun aluminium foil. Labu erlenmeyer berfungsi
untuk menampung larutan, bahan atau cairan. Erlenmeyer dapat digunakan untuk
meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampung
aquades, kultivasi mikroba dalam kultur cair dan lain-lain. Gelas beker berfungsi
sebagai alat untuk menampung berbagai macam bahan kimia, alat pembantu
penimbangan menggunakan neraca analitik, dan untuk melarutkan media yang
biasanya berupa serbuk agar (Hendrayanto dan wijayani, 1994).
Alat dan bahan dibungkus dengan menggunakan kertas payung dengan
posisi bagaian kasar didalam dan bagian yang halus/licin diluar. Hal ini dilakukan
untuk mencegah uap yang ada masuk membasahi rongga pada alat dan bahan.
Alat seperti tabung reaksi dan erlenmeyer terlebih dahulu di tutup ujung atas nya
menggunakan kapas agar uap air tidak masuk kedalam alat tersebut. Alat dan
bahan yang sudah dibungkus dimasukkan dan disusun didalam dandang. Penutup
bagian dalam ditutup kemudian penutup bagian luar juga ditutup hingga rapat
sehingga tidak memungkinkan uap panas yang dihasilkan keluar. Setelah itu
penutup dikunci dengan cara menggeser tuas pengunci.
Hal yang perlu diperhatikan setelah penutupan autoklaf yaitu udara yang
terjebak didalamnya. Maka dari itu, salah satu katup buangan dibuka untuk
mengeluarkan udara yang masih tertahan didalam autoklaf. Setelah udara benar-
benar keluar, langkah selanjutnya adalah menyambungkan kabel power ke listrik,
kemudian saklar on/off nya dinyalakan dan autoklaf dinyalakan juga. Suhu dapat
dilihat dari layar penunjuk suhu. Besar suhu yang digunakan pada autoklaf adalah
121oC dan tekanannya 1 atm. Apabila suhu di layar penunjuk suhu belum
mencapai suhu 121oC, tekan tombol anak panah naik , dan apabila suhu melebihi
121oC, tekan tombol anak panah turun.
Proses sterilisasi dapat dilihat pada layar proses (ada grafik naik-turun
yang menunjukkan proses sterilisasi). Tahap awal adalah stand by, kemudian suhu
naik , terjadi proses sterilisasi. Setelah terjadi proses sterilisasi, suhu akan turun,
kemudian ke titik warm dan titik terakhir adalah complete. Pada saat proses
sterilisasi selesai, autoklaf akan secara otomatis membunyikan alarm dan mati.
Uap dikeluarkan sedikit demi sedikit dengan mengatur katup pengeluaran uap/
exhaust. Setelah tekanan turun sampai 0, barulah tuas pengunci di geser dan
penutup autoklaf di buka, isi autoklaf diambil dengan hati-hati.
V. KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil percobaan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Prinsip kerja dari autoklaf Hirayama HVE50 adalah sterilisasi panas basah
bertekanan dengan cara memanaskan sampel yang akan disterilkan pada
suhu 121oC dan bertekanan 1 atm.
2. Penggunaan autoklaf adalah dengan mengecek kadar air dalam autoklaf,
kemudian dimasukkan alat/bahan yang ingin di sterilisasi yang sudah
dilapisi kertas payung. Autoklaf dinyalakan dan diperhatikansuhu,
tekanan, dan tinggi air dalam autoklaf. Perbedaan waktu dalam proses
sterilisasi alat maupun bahan harus diperhatikan, dengan waktu sterilisasi
alat 15-20 menit sedangkan bahan 10-15 menit.