Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MANAGEMENT

Kelompok 1 :

Ahmad Khoirul Rizal

Keysha Monita

Annisa Rahmi G.

Eriska Pratiwi

Tiara Dea Ananda

Titik Zahrotul A.

Mega Fatmawati

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2016
Di sebuah ruang rawat inap dalam RSUD Y, Karu ingin mencoba MAKP yang belum diketahui.
Pada dinas pagi di ruangan tersebut terdapat 3 orang S1, 6 orang D3, SPK 3 dan 2 pekarya. BOR
ruangan tersebut adalah 70% dengan kapasitas TT 30 buah.

1. Metode apa yang paling tepat digunakan di ruangan tersebut (menurut anda). Sertakan 5
alasan pemilihan model MAKP tsb!

2. Gambarkan diagram model tersebut!

Jawab:

[70% x 30] = 21 = 7 pasien

3 3

1. Metode yang paling tepat digunakan di ruang tersebut adalah metode Modifikasi Tim
Primer. Alasannya adalah sebagai berikut:
Menggunakan metode ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan
akuntabilitas asuhan keperawatan pada pasien.
Pembagian tugas dalam metode ini sangat bagus. Perawat primer (ketua tim)
bertugas melakukan interaksi dengan pasien, melakukan pengkajian, membuat
rencana perawatan, dan membagi pelaksanatindakan keperawatan kepada perawat
pelaksana anggota timnya. Kemudian perawat pelaksana / associative (PA)
bertugas melaksanakan tindakan keperawatan kepada pasien yang manjadi
tanggungannya.
Karena latar belakang pendidikan pada kasus tersebut bervariasi sehingga dengan
menggunakan metode ini perawat yang memiliki pendidikan S1 bisa menjadi
ketua tim (perawat primer) sehingga dapat mendelegasikan asuhan keperawatan
yang sudah disusun kepada perawat yang memiliki pendidikan D3 (Perawat
associative) dan pendidikan dibawahnya.
Penggunaan MAKP metode tim tidak bisa berjalan secara murni dalam kasus ini
dikarenakan butuh waktu yang lama untuk koordinasi antara masing-masing ketua
tim. MAKP metode primer juga tidak bisa berjalan secara mandiri dalam kasus ini
karena Hanya dapat dilakukan oleh perawat yang berpengalaman, jam terbang
tinggi, memiliki self direction, mampu mengambil keputusan secara mandiri, tidak
semua perawat merasa siap untuk bertindak mandiri dan biaya besar
Penggunaan metode ini diharapkan dapat memberikan kepuasan pada pasien
karena pada metode ini pelaksanaan tindakan keperawatan pada pasien lebih
terkoordinir dan pasien dirawat secara komprehensif sehingga meminimalkan
kesalahan dalam pemberian asuhan keperawatan.

2. Diagram model:
Kepala Ruangan

PP 1 (S1 1 PP 1 (S1 1 PP 1 (S1 1


orang) orang) orang)

PA (D3 2 PA (D3 2 PA (D3 2


orang) orang) orang)
PA (SPK 1 PA(SPK 1 PA (SPK 1
orang) orang) orang)

7 pasien 7 pasien 7 pasien

2 pekarya