Anda di halaman 1dari 12

Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI


PANGAN
Isolasi dan Inokulasi Mikroorganisme
KELOMPOK 11

Anggota :

1 Adelina Ayu Nugraheni


P1337431215025
2 Aghnia Ilma Izzati
P13374312150
3 Resti Wahyuni P13374312150
4 Eka Dwi Saputri
P13374312150

DIV Gizi Reguler A Semester 3

Poltekkes Kemenkes Semarang

Page | 1
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

A. Tujuan
Mahasiswa dapat melakukan inokulasi bakteri dari suspensi dengan
metode Spread Plate, Pour Plate, Goresan Simbung, Goresan T,
Goresan Kuadran, Penanaman Cara Tusuk dan Penanaman Cara
Miring.

B. Teori
Bakteri merupakan salah satu contoh organisme yang memiliki sel tipe

prokariotik. Bakteri memiliki ukuran (panjang) berkisar antara 0,15 - 15. Struktur

sel bakteri terdiri dari bagian luar sebagai penutup sel dan sitoplasma (Dwyana,

2014).
Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Bakteri

ada dimana-mana, di tanah, air, bahkan di dalam tubuh makhluk hidup (Gana,

2008).
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa mikroorganisme di alam terdistribusi

dimana-mana dalam jumlah yang besar dan sangat kompleks. Beratus-ratus

spesies mikrorganisme yang menghuni bermacam-macam pada bagian tubuh

kita, seperti di dalam mulut, saluran pencernaan dan kulit, dan mereka dalam

jumlah yang banyak. Penelitian perlu dilakukan, terutama apabila akan

memisahkan populasi campuran mikroorgansime dari alam (Djide, 2003).


Isolasi bakteri merupakan suatu cara untuk memisahkan atau

memindahkan mikroba tertentu dari lingkungan sehingga diperoleh kultur murni

atau biakan murni. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu dengan cara

goresan (streak plate), cara tuang (pour plate), cara sebar (spread plate), dan

mikromanipulator (Buckle, 2007).


Teknik isolasi mikroba yaitu inokulasi yang merupakan suatu teknik

pemindahan suatu biakan tertentu dari medium yang lama ke medium yang baru

Page | 2
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

dengan tujuan untuk mendapatkan suatu biakan yang murni tanpa adanya

kontaminasi dari mikroba yang lain (Ghoni, 2013).


Inokulasi penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah

pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru

dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Untuk melakukan penanaman

bakteri (inokulasi) terlebih dahulu diusakan agar semua alat yang ada dalam

hubungannya dengan medium agar tetap steril, hal ini agar menghindari

terjadinya kontaminasi (Dwijoseputro, 1998).


Medium umum untuk mengisolasi fungi umumnya menggunakan Potato

Dextrosa Agar (PDA), Malt extract Agar (MEA), Czapek Dox Agar (CDA), Carrot

Agar (CA), Oat Meal Agar (OA), Dichloran Rose Bengal Chloramphenicol Agar

(DRBCA), Taoge Extract 6% Sucrosa Agar (TEA). Medium khusus mempunyai

komposisi yang khusus sesuai dengan fungi yang akan diisolasi. Ada yang

dibuat sendiri ada yang sudah tersedia komersial (Gandjar, 2006).


Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum melakukan teknik

penanaman bakteri (inokulasi) yaitu (Pelczar, 1986). :


1. Menyiapkan ruangan
Ruang tempat penanaman bakteri harus bersih dan keadannya harus

steril agar tidak terjadi kesalahan dalam pengamatan atau percobaaan

.dalam labotarium pembuataanserum vaksin dan sebagainya. Inokulasi dapat

dilakukan dalam sebuah kotak kaca (encast ) udara yang lewat dalam kotak

tersebut dilewatkan saringan melalui suatu jalanagar tekena sinar ultraviolet.


2. Pemindahan dengan dengan pipet
Cara ini dilakukan dalam penyelidikan air minum atau pada

penyelidikan untuk diambil1 ml contoh yang akan diencerkan oleh air

sebanyak 99 ml murni.
3. Pemindahan dengan kawat inokulasi

Page | 3
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

kawat inokulasi sebaliknya dari platina atau nikel. ujungnya boleh

lurus jugaboleh berupa kolongan yang diametrnya 1-3mm. Dalam

melakukuan penanaman bakterikawat ini terlebih dahulu dipijarkan

sedangkan sisanya tungkai cukup dilewatkan nyalaapi saja setelah dingin

kembali kawat itu disentuhkan lagi dalam nyala.


Di lingkungan sekitar kita terdapat berbagai macam jenis mikroba yang

sangat beraneka ragam dalam jumlah yang sangat banyak. Secara alami bakteri

akan ditemukan dalam populasi campuran, dimana dalam populasi tersebut

terdapat banyak macam dan jenis bakteri. Hanya dalam keadaan tertentu saja

populasi ini ditemukan dalam keadaan murni. Untuk dapat mempelajari sifat-sifat

biakan, morfologi dan sifat faalinya maka mikroba yang akan diteliti harus dapat

dipisahkan. Ini berarti bahwa harus diperoleh biakan murni yang hanya

mengandung satu macam bakteri (Djide, 2003).


Ada beberapa metode untuk menginokulasi bakteri sesuai dengan jenis

medium tujuannya. Pada medium agar tegak, dilakukan metode tusuk

menggunakan jarum ose. Pada medium agar miring, dilakukan metode gores

dengan menggunakan loop ose. Pada medium petridisk, dapat digunakan

metode streak plate (metode gores), pour plate (metode tuang) atau spread plate

(metode sebar) Setelah inokulasi, dilakukan proses inkubasi, yaitu menyimpan

medium pada alat atau kontainer ada temperatur tertentu dan periode tertentu,

sehingga tercipta lingkungan yang menyediakan kondisi cocok untuk

pertumbuhan bakteri. Metode gores atau streak plate menggunakan loop ose

dan menggoreskannya ke permukaan medium agar dengan pola tertentu dengan

harapan pada ujung goresan, hanya sel-sel bakteri tunggal yang terlepas dari

Page | 4
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

ose dan menempel ke medium. Sel-sel bakteri tunggal ini akan membentuk

koloni tunggal yang kemudian dapat dipindahkan ke medium selanjutnya agar

didapatkan biakan murni (Oetomo, 1990).


Sifat-sifat koloni pada agar-agar lempengan mengenai bentuk,

permukaan, dan tepi. Bentuk koloni dilukiskan sebagai titik-titik, bulat, benang,

serupa akar, serupa kumparan. Sifat-sifat koloni pada agar-agar miring berkisar

bentuk dan tepi koloni dan sifat itu dinyatakan dengan pedang, seperti duri,

serupa tasbih, serupa titik, serupa batang, dan serupa akar (Volk,1998).

C. Alat dan Bahan


Alat
- Tabung reaksi
- Rak tabung
- Ose bulat dan panjang
- Bunsen burner
- Pipet tetes
- Cawan petri
- Beaker glass
- Kapas
- Kertas buram
Bahan
- Media (Agar PCA)
- Na-fis (NaCl 0,9 %)
- Bakteri E. Coli
- Bakteri S. Aureus
- Bakteri Clapsiella

Page | 5
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

D.Metode/Prosedur
d.1 . Spread Plate (agar tabung ulas)
Masukkan media yang ada di dalam tabung reaksi ke cawan
petri dengan hati-hati. Dalam praktik ini harus bekerja didekat
api bunsen.
Tunggu media hingga dingin.
Setelah dingin, teteskan beberapa tetes suspensi kedalam
cawan petri yang berisi media. Sebelum meneteskan, pipet
tetes dipanaskan dulu dengan api bunsen.
Setelah itu ratakan dengan ose panjang yang telah dibentuk
menjadi L dengan cara memutar. Sebelum meratakan, ose
dipanaskan dahulu dengan api bunsen hingga batang memijar
berwarna merah, tetapi tunggu dahulu hingga dingin supaya
bakteri tidak mati.
Lalu tutup dengan cawan petri.
Kemudian bungkus dengan kertas buram.
Lalu masukkan kedalam inkubator selama 1x24 jam.

d.2. Pour Plate (agar tuang)

Siapkan cawan petri yang sudah disterilkan.


Masukkan suspensi bakteri kedalam cawan petri beberapa
tetes menggunakan pipet tetes yang sebelumnya sudah
dibakar di api bunsen.
Masukkan media hangat kedalam cawan petri tersebut.
Tutup cawan petri lalu goyangkan cawan petri.
Bungkus cawan petri menggunakan kertas buram.
Lalu masukkan kedalam inkubator selama 1x24 jam.

d.3. Goresan Sinambung

Page | 6
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

Tuankan media kedalam cawan petri yang sudah steril.


Tuangkan media secara hati-hati dan harus berada di dekat
api bunsen.
Tunggu media hingga dingin dan padat.
Bakar ujung ose bulat dengan api bunsen hingga memijar.
Tunggu hingga dingin.
Masukkan ose bulat kedalam tabung reaksi berisi supensi

bakteri.
Lalu goreskan ose bulat secara hati-hati pada permukaan
media secara kontinu. Seperti gambar dibawah ini
Tutup cawan petri.
Bungkus cawan petri menggunakan kertas buram.
Lalu masukkan kedalam inkubator selama 1x24 jam.

d.4. Goresan T

Bakar ujung ose bulat dengan api bunsen hingga memijar.


Tunggu hingga dingin.
Masukkan ose bulat kedalam tabung reaksi berisi supensi
bakteri.
Lalu goreskan ose bulat secara hati-hati pada permukaan
media secara kontinu. Seperti gambar dibawah ini

Tutup cawan petri. Lalu bungkus dengan kertas buram.

Masukkan kedalam inkubator selama 1x24 jam.

Page | 7
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

d.5. Goresan Kuadran

Bakar ujung ose bulat dengan api bunsen hingga memijar.


Tunggu hingga dingin.
Masukkan ose bulat kedalam tabung reaksi berisi supensi
bakteri.
Lalu goreskan ose bulat secara hati-hati pada permukaan
media secara kontinu. Seperti gambar dibawah ini

Tutup cawan petri.


Bungkus cawan petri menggunakan kertas buram
Masukkan kedalam inkubator selama 1x24 jam.

d.6. Penanaman Agar Tusuk.

Siapkan agar yang didalam tabung reaksi yang sudah dingin


dan padat.
Pijarkan ujung ose panjang hingga memijar dan tunggu
hingga dingin.
Celupkan ujung ose kedalam suspensi bakteri.
Lalu tusukkan ditengah agar bagian dengan hati-hati.
Tutup tabung reaksi dengan kapas.
Masukkan kedalam inkubator selama 1x24 jam.

d.7. Penanaman Agar Miring

Page | 8
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

Siapkan agar yang telah dimiringkan didalam tabung reaksi


yang sudah dingin dan padat.
Pijarkan ujung ose bulat di api bunsen dan tunggu hingga
dingin.
Celupkan ujung ose bulat kedalam tabung reaksi yang berisi
suspesni.
Goreskan secara hati-hati di permukaan agar miring dengan
model goresan sinabung.
Tutup tabung reaksi dengan kapas.
Masukkan kedalam inkubator selama 1x24 jam.

E. Hasil

Page | 9
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

F. Diskusi dalam percobaan


Dalam inokulasi bakteri, alat dan media yang digunakan harus
steril, supaya tidak ada kontaminasi dari bakteri yang lain. Dalam
praktik inkoulasi bakteri harus bekerja dekat dengan api bunsen
yang menyala supaya tidak terkontaminasi bakteri lain yang tidak
diinginkan, dan hasil lebih maksimal.

Page | 10
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

G.Kesimpulan

Page | 11
Laporan Praktikum DIV Gizi Reguler A Semester 3

H.Lampiran

Page | 12