Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Taala,


Tuhan Semesta Alam yang dengan kehendaknya, akhirnya penulis dapat
menyelesaikan laporan praktikum Teknologi Benih yang berjudul Morfologi
Bunga(Flos), Buah(Fructus), dan Biji(Seed) , untuk memenuhi salah satu tugas
dari mata kuliah Teknologi Benih.
Dalam penulisan laporan praktikum ini penulis merasa masih banyak
kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat
akan kemampuan yang penulis miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak
sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini.
Atas tersusunya laporan ini, maka penulis menyampaikan rasa hormat dan
terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu hingga laporan ini
terselesaikan.
Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran
bagi pihak yang membutuhkan, khususnya bagi penulis sehingga tujuan yang
diharapkan dapat tercapai. Tak ada gading yang tak retak, tak ada yang sempurna.

Serang, Maret 2016

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang....................................................................................... 1
1.2 Tujuan..................................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA......................................................................... 2
2.1 Pengertian Buah dan Fungsi Buah......................................................... 2
2.2 Pengertian Biji........................................................................................ 2
2.3 Morfologi Bunga.................................................................................... 3
2.4 Struktur Biji............................................................................................ 5
2.5 Klasifikasi dan Morfologi...................................................................... 6
2.5.1 Bunga Mawar (Rossa sinesis)...................................................... 7
2.5.2 Buah Belimbing(Averrhoa carambola)................................................ 7
2.5.3 Biji Kacang Tanah(Arachis hypogaea L.)............................................. 7
BAB III METODOLOGI PRAKTIKUM......................................................... 9
3.1 Waktu dan Tempat.................................................................................. 9
3.2 Alat dan Bahan....................................................................................... 9
3.3 Cara Kerja.............................................................................................. 9
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................................10
4.1 Hasil.......................................................................................................10
4.2 Pembahasan............................................................................................11
BAB V PENUTUP...............................................................................................13
5.1 Kesimpulan............................................................................................13
5.2 Saran.......................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................14
LAMPIRAN ........................................................................................................15

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN

1. 1. Latar Belakang
Menurut botaniawan, bunga adalah sepotong batang atau cabang dengan
sekumpulan daun yang mengalami metamorfosis yang berhubungan dengan
fungsinya untuk bereproduksi. Dikatakan mengalami perubahan bentuk karena di
antara daun-daun ini ada yang mungkin menyerupai daun biasa, tetapi yang lain
berbeda sekali dalam strukturnya sehingga sukar dinamakan daun.
Biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau
lembaga, kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Dalam biji banyak
tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan
lain, makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya. Cerita lengkap mengenai
biji harus menerangkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam stamen dan
pistil, proses penyerbukan, perkembangan embrio, pembentukan kulit biji dan
perkembangan penyediaan cadangan makanan yang digunakan oleh tumbuhan
muda ketika biji berkecambah.
Pengertian buah dalam lingkup pertanian (hortikultura) atau pangan adalah
lebih luas daripada pengertian buah di atas dan biasanya disebut sebagai buah-
buahan. Buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah,
melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu,
untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut
buah sejati. Untuk mengetahui morfologi dari bunga, buah dan biji maka
dilakukanlah praktikum Morfologi Bunga, Buah, dan Biji ini.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum Morfologi Bunga(Flos), Buah(Fructus), dan
Biji(Seed) adalah untuk mengetahui morfologi pada bunga mawar, buah
belimbing, dan biji kacang tanah.

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Buah dan Fungsi Buah


Buah adalah salah satu organ tumbuhan untuk pembiakan, mengandung biji
setelah pembuahan pistil (bunga betina) tumbuh jadi buah. Ovum tumbuh menjadi
biji, dinding ovarium jadi kulit buah. Pengertian buah dalam lingkup pertanian
(hortikultura) atau pangan adalah lebih luas daripada pengertian buah di atas.
Karena buah dalam pengertian ini tidak terbatas yang terbentuk dari bakal buah,
melainkan dapat pula berasal dari perkembangan organ yang lain. Karena itu,
untuk membedakannya, buah yang sesuai menurut pengertian botani biasa disebut
buah sejati (Campbell, 2003).
Buah adalah organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan
perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus
dan melindungi biji. Aneka rupa dan bentuk buah tidak terlepas kaitannya dengan
fungsi utama buah, yakni sebagai pemencar biji tumbuhan (Campbell, 2003).
1. Melindungi biji atau benih, Buah berfungsi sebagai penghalang fisik antara biji
atau benih dan lingkungan eksternal selama perkembangan benih. Buah
berkembang (ovarium) mempromosikan bakal biji atau pengembangan benih
dengan mencegah desikasi dan memastikan lingkungan yang lembab untuk
embrio.
2. Membantu dalam penyebaran biji-bijian matang, Misalnya, buah kelapa
mengapung dalam air dan dengan demikian diangkut ke tempat yang jauh;
beberapa buah-buahan merupakan bagian dari diet atau makanan hewan
tertentu seperti musang (Paradoxurus hermaphroditus) yang memakan buah
kopi matang dan kemudian dikeluarkan benih masih utuh dalam bentuk fases

2.2. Pengertian Biji


Biji merupakan suatu struktur kompleks, yang terdiri dari embrio atau
lembaga, kulit biji dan persediaan makanan cadangan. Dalam biji banyak
tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga biji itu sendiri, pada tumbuhan
lain, makanan disimpan dalam jaringan di sekililingnya. Cerita lengkap mengenai

2
biji harus menerangkan perubahan-perubahan yang terjadi dalam stamen dan
pistil, proses penyerbukan, perkembangan embrio, pembentukan kulit biji dan
perkembangan penyediaan cadangan makanan yang digunakan oleh tumbuhan
muda ketika biji berkecambah (Yuniarsih, 1996).
Biji dibentuk dengan adanya perkembangan bakal biji. Pada saat
pembuahan, tabung sari sari memasuki kantung embrio melalui mikropil dan
menempatkan dua buah inti gamet jantan padanya. Satu diantaranya bersatu
dengan inti sel telur dan yang lain bersatu dengan dua inti polar atau hasilnya
penyatuan, yaitu inti sekunder. Penyatuan gamet jantan dengan sel telur
menghasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio. Penyatuan gamet jantan yang
lain dengan kedua inti polar menghasilkan inti sel endosperm pertama yang akan
membelah-belah menghasilkan jaringan endosperm. Proses yang melibatkan
kedua macam pembuahan (penyatuan) tersebut dinamakan pembuahan ganda
(Kamil, 1982).

2.3 Morfologi Bunga


Bunga (flos) adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga divisi
Magnoliophyta atau Angiospermae. Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu
benang sari dan putik. Bunga adalah pucuk yang termodifikasi, disebut demikian
karena menunjukan beberapa perubahan dalam pengaturan apeks pucuk. Bunga
dianggap ranting yang bersumbu pendek dengan daun-daun yang merapat dan
memiliki bentuk khas sesuai fungsinya. Bunga merupakan bagian organ yang
berbentuk sangat bervariasi.
Bunga dikatakan sempurna jika dalam satu bunga terdapat putik dan benang
sari (kedua sel gamet. Bunga juga dikatakan lengkap jika terdapat bagian lainnya
seperti kepala putik, tangkai putik, bakal buah, kepala sari, tangkai sari, mahkota,
kelopak, dasar bunga dan tangkai bunga. (Campbell. 2003)
Bagian-bagian pada suatu bunga lazimnya dibedakan atas:
a. Bagian-bagian yang bersifat batang atau cabang yaitu:
Ibu tangkai bunga (pedunculus)
Tangkai bunga (pedicellus)
Dasar bunga (receptakulum)

3
b. Bagian-bagian yang bersifat seperti daun, yaitu:
Daun-daun pelindung (bractea)
Daun tangkai (bracteola)
Seludang bunga (spatha)
Daun-daun pembalut (bractea involucralis)
Kelopak tambahan (epicalyx)
Daun-daun kelopak (sepal)
Daun-daun mahkota atau daun tajuk (petal)
Daun-daun tenda bunga (tepal)
Benang-benang sari (stamen)
Daun-daun buah (carpella)
Bunga biasanya memiliki dua macam alat kelamin. Alat-alat kelamin itulah
yang sesungguhnya merupakan bagian bunga terpenting. Adanya alat-alat tersebut
dapat dihasilkan alat-alat perkembangbiakan atau calon tumbuhan baru.
Alat-alat kelamin yang terdapat pada masing-masing bunga berbeda-beda,
diantaranya adalah:
a. Bunga banci atau berkelamin dua (hermaphroditus), yaitu bunga, yang
padanya terdapat benang sari (alat kelamin jantan) maupun putik (alat kelamin
betina). Bunga ini seringkali dinamakan pula bunga sempurna atau bunga
lengkap, karena biasanya pun jelas mempunyai hiasan bunga yang terdiri atas
kelopak dan mahkota, misalnya bunga terung (solanum melongena L).
b. Bunga berkelamin tunggal (unisexualis), jika pada bunga hanya terdapat
salah satu dari kedua macam alat kelaminnya. Berdasarkan alat kelamin yang ada
padanya dapat dibedakan lagi dalam:
Bunga jantan (flos masculus), jika pada bunga hanya terdapat benang sari
tanpa putik, misalnya bunga jagung yang terdapat di bagian atas tumbuhan.
Bunga betina (flos femineus), yaitu bunga yang tidak mempunyai benag
sari, melainkan hanya putik saja, misalnya bunga jagung yang tersusun
dalam tongkolnya.

4
c. Bunga mandul atau tidak berkelamin, jika pada bunga tidak terdapat baik
benang sari maupun putik, misalnya bunga pinggir (bunga pita) pada bunga
matahari (helianthus annuus ).
2.4 Struktur Biji
Menurut Sutopo (2002) bagian-bagian dasar biji terdiri dari :
a. Embrio
Embrio adalah suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet-
gamet jantan dan betina pada suatu proses pembuahan. Embrio yang
berkembangnya sempurna terdiri dari struktur-struktur sebagai berikut : epikotil
(calon pucuk), hipokotil (calon batang), kotiledon (calon daun) dan radikula
(calon akar). Tanaman di dalam kelas Angiospermae diklasifikasikan oleh
banyaknya jumlah kotiledon. Tanaman monokotiledon mempunyai satu kotiledon
misalnya : rerumputan dan bawang. Tanaman dikotiledon mempunyai dua
kotiledon misalnya kacang-kacangan sedangakan pada kelas Gymnospermae pada
umumnya mempunyai lebih dari 2 kotiledon misalnya pinus, yang mempunyai
sampai sebanyak 15 kotiledon. Pada rerumputan (grasses) kotiledon yang seperti
ini disebut scutellum, kuncup embrioniknya disebut plumulle yang ditutupi oleh
upih pelindung yang disebut koleoptil, sedangkan pada bagian bawah terdapat
akar embrionik yang disebut radicule yang ditutupi oleh upih pelindung yang
disebut coleorhiza.
b. Jaringan penyimpan cadangan makanan
Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan
penyimpan cadangan makanan, yaitu : Kotoledon, misalnya pada kacang-
kacangan, semangka dan labu. Endosperm, misal pada jagung, gandum, dan
golongan serelia lainnya. Pada kelapa bagian dalamnya yang berwarna putih dan
dapat dimakan merupakan endospermnya. Perisperm, misal pada famili
Chenopodiaceae dan Caryophyllaceae, Gametophytic betina yang haploid misal
pada kelas Gymnospermae yaitu pinus. Cadangan makanan yang tersimpan dalam
biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan mineral. Komposisi dan
presentasenya berbeda-beda tergantung pada jenis biji, misal biji bunga matahari
kaya akan lemak, biji kacang-kacangan kaya akan protein, biji padi mengandung
banyak karbohidrat.

5
c. Pelindung biji
Pelindung biji dapat terdiri dari kulit biji, sisa-sisa nucleus dan endosperm
dan kadang-kadang bagian buah. Tetapi umumnya kulit biji (testa) berasal dari
integument ovule yang mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji
berlangsung. Biasanya kulit luar biji keras dan kuat berwarna kecokelatan
sedangkan bagian dalamnya tipis dan berselaput. Kulit biji berfungsi untuk
melindungi biji dari kekeringan, kerusakan mekanis atau serangan cendawan,
bakteri dan insekta.Dalam hal penggunaan cadangan makanan terdapat beberapa
perbedaan diantara sub kelas monokotiledon dan dikotiledon dimana pada : Sub
kelas monokotiledon : cadangan makanan dalam endosperm baru akan dicerna
setelah biji masak dan dikecambhakan serta telah menyerap air. Contoh jagung,
padi, gandum. Sub kelas dikotiledon : cadangan makanan yang terdapat dalam
kotileodon atau perisperm sudah mulai dicerna dan diserap oleh embrio sebelum
biji masak. Contoh kacang-kacangan, bunga matahari dan labu.

2.5 Klasifikasi dan Morfologi


2.5.1 Bunga Mawar(Rossa sinensis)
Klasifikasi bunnga mawar adalah sebagai berikut
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub Divisi : Angiospermae
Kelas : icotyledonae
Ordo : Rosanales
Famili : Rosaceae
Genus : Rosa
Spesies : Rosa sinensis
Bunga mawar ini adalah bunga majemuk yang terkumpul atas benang sari
dan putik, bunga pada tanaman ini memiliki bentuk seperti bulat tetapi memiliki
lapisan-lapisan bunga yang terdiri dari 20-26 lapisan bahkan lebih. Bunga pada

6
tanaman ini memiliki warna yang sangat bervariasi dan beragam. Bunga ini
adalah salah satu tempat penyerbukan dan pembuahan yang terjadi penyatuan
antara benang sari dan putih hingga akan membentuk bakal biji.
2.5.2 Buah Belimbing(Averrhoa carambola)
Klasifikasi tanaman belimbing adalah sebagai berikut
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Rosidae
Ordo: Geraniales
Famili: Oxalidaceae (suku belimbing-belimbingan)
Genus: Averrhoa
Spesies: Averrhoa carambola L.
Buah belimbing termasuk kedalam golongan buah buni/bacca memanjang
dengan 5 rusuk tajam. Berbuah setelah 2-5 tahun. Buah buni memiliki 2 lapisan
yaitu lapisan luar yang tipis, kuat, dan agak menjangat, serta lapisan dalam yang
tebal, lunak, dan berair. Tergolong buah sejati tunggal berdaging. Warna buah
belimbing ada yang berwarna muda hijau dan tua kuning dengan ukuran 4-13 cm.

2.5.3 Biji Kacang Tanah(Arachis hypogaea L.)


Tanaman kacang tanah diklasifikasikan sebagai berikut:
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Leguminales
Famili : Papilionaceae
Genus : Arachis
Spesies : Arachis hypogaea L.

7
Kacang tanah berbuah polong. Polongnya terbentuk setelah terjadi
pembuahan. Bakal buah tersebut tumbuh memanjang. Inilah yang disebut
ginofora yang menjadi tangkai polong. Cara pembentukan polong adalah
mulamula ujung ginofora yang runcing mengarah keatas. Setelah tumbuh ginofora
tersebut melengkung ke bawah dan masuk ke dalam tanah. Setelah menembus
tanah, ginofora mulai membentuk polong. Pertumbuhan memanjang ginofora
memanjang terhenti setelah terbentuk polong. Polong-polong kacang tanah berisi
antar 1 sampai dengan 5 biji. Biji kacang tanah berkeping dua dengan kulit ari
berwarna putih, merah atau ungu tergantung varitasnya. Ginofora tidak dapat
membentuk polong jika tanahnya terlalu keras dan kering atau batanya terlalu
tinggi (Adisarwanto, 2003).
Biji kacang tanah terdapat di dalan polong. Kulit luar (testa) bertekstur
keras, berfungsi untuk melindungi biji yang berada di dalamnya. Biji terdiri atas
lembaga dan keeping biji, diliputi oleh kulit ari tipis(tegmen). Biji berbentuk bulat
agak lonjong atau bulat dengan ujung agak datar karena berhimpitan dengan butir
biji yang lain selagi di dalam polong. Warna kulit biji bervariasi: merah jambu,
merah, cokelat, merah tua, dan ungu.

8
BAB III
METODOLOGI PENILITIAN

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum dilakukan hari Kamis, 3 Maret 2016 pukul 07:30 s/d 09:00 WIB,
bertempat di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sultan
Ageng Tirtayasa.

3.2 Alat dan Bahan


Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah pensil, penghaapus,
pulpe, kertas HVS, dan cutter. Sedangkan bahan yang digunakan adalah Bunga
mawar (Rosa sinensis), biji Kacang tanah (Arachis hypogaea), dan buah
Belimbing (Averrhoa carambola).

3.3 Cara Kerja


Cara kerja dalam pengamatan kali ini adalah :
1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum
2. Buah belimbing dipotong secara melintang dan membujur
3. Bunga mawar, biji kacang tanah serta buah belimbing(melintang dan
membujur) digambar di kertas HVS
4. Diamati bagian-bagian yang terdapat pada buah dan biji serta diberi
keterangan pada gambar.

9
4.2 Pembahasan
Dari praktikum Morfologi Bunga(Flos), Buah(Fructus), dan Biji(Seed) yang
telah kami lakukan, bahan yang telah dibawa untuk diamati morfologinya adalah
Bunga mawar (Rosa sinensis), biji Kacang tanah (Arachis hypogaea), dan buah
Belimbing (Averrhoa carambola).
Bunga mawar(Rossa sinensis), bunga ini adalah termasuk kedalam bunga
majemuk yang terkumpul atas benang sari dan putik, bunga pada tanaman ini
memiliki bentuk seperti bulat tetapi memiliki lapisan-lapisan bunga yang terdiri
dari 20-26 lapisan bahkan lebih. Bunga pada tanaman ini memiliki warna yang
sangat bervariasi dan beragam. Bunga ini memiliki 4-5 mahkota bunga, bunga ini
adalah salah satu tempat penyerbukan dan pembuahan yang terjadi penyatuan
antara benang sari dan putih hingga akan membentuk bakal biji.
Buah Belimbing(Averrhoa carambola) termasuk buah buni/bacca
memanjang dengan 5 rusuk tajam. Berbuah setelah 2-5 tahun. Buah buni memiliki
2 lapisan yaitu lapisan luar yang tipis, kuat, dan agak menjangat, serta lapisan
dalam yang tebal, lunak, dan berair. Buah belimbing tergolong buah sejati tunggal
berdaging. Warna buah belimbing ada yang berwarna muda hijau hingga tua
kuning, dengan ukuran buah antara 4-13 cm. Buah belimbing berbentuk bintang
dengan lima buah rusuk. Saat masih kecil buah berwarna hijau kemudian berubah
menjadi kuning keemasan ketika sudah tua. Tekstur buah sangat renyah dan manis
dengan sedikit rasa asam. Bagian-bagian struktur buah belimbing adalah
eksokarp, mesokarp, endokarp, central column, plasenta, dan biji.
Kacang tanah berbuah polong. Polongnya terbentuk setelah terjadi
pembuahan. Bakal buah tersebut tumbuh memanjang. Inilah yang disebut
ginofora yang menjadi tangkai polong. Cara pembentukan polong adalah
mulamula ujung ginofora yang runcing mengarah keatas. Setelah tumbuh ginofora
tersebut melengkung ke bawah dan masuk ke dalam tanah. Setelah menembus
tanah, ginofora mulai membentuk polong. Pertumbuhan memanjang ginofora
memanjang terhenti setelah terbentuk polong. Polong-polong kacang tanah berisi
antar 1 sampai dengan 5 biji. Biji kacang tanah berkeping dua dengan kulit ari
berwarna putih, merah atau ungu tergantung varitasnya.

11
Biji kacang tanah terdapat di dalan polong. Kulit luar (testa) bertekstur
keras, berfungsi untuk melindungi biji yang berada di dalamnya. Biji terdiri atas
lembaga dan keeping biji, diliputi oleh kulit ari tipis(tegmen). Biji berbentuk bulat
agak lonjong atau bulat dengan ujung agak datar karena berhimpitan dengan butir
biji yang lain selagi di dalam polong. Warna kulit biji bervariasi: merah jambu,
merah, cokelat, merah tua, dan ungu. Kacang tanah ini temasuk buah merekah
pada golongan legume yaitu buah yang terdiri atas satu carpel, satu dinding ovary,
dan berasal dari pistil sederhana. See poods legume ini merekah sepanjang dua
sisi, sewaktu masak. Kulit luar (testa) bertekstur keras, berfungsi untuk
melindungi biji yang berada di dalamnya. Biji terdiri atas lembaga dan keeping
biji, diliputi oleh kulit ari tipis(tegmen). Biji berbentuk bulat agak lonjong atau
bulat dengan ujung agak datar karena berhimpitan dengan butir biji yang lain
selagi di dalam polong. Warna kulit biji bervariasi: merah jambu, merah, cokelat,
merah tua, dan ungu.

12
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Buah merupakan hasil penyerbukan pada bunga yang telah terjadi dan
kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi
buah. Pada pembentukan buah ada kalanya bagian bunga selain buah ikut tumbuh
dan merupakan sutau bagian bunga. Menurut literature Kimball, 1999 perikarp
(pericarpium) adalah dinding buah, yang berasal dari perkembangan dinding bakal
buah pada bunga. Perikarp ini sering berkembang lebih jauh, sehingga dapat
dibedakan atas dua lapisan atau lebih. Yang di bagian luar disebut dinding luar,
eksokarp (exocarpium), atau epikarp (epicarpium), yang di dalam disebut dinding
dalam atau endokarp (endocarpium), serta lapisan tengah (bisa beberapa lapis)
yang disebut dinding tengah atau mesokrap (mesocaprium). Bunga (flos) adalah
alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga divisi Magnoliophyta atau
Angiospermae. Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik,
bunga dikatakan sempurna jika dalam satu bunga terdapat putik dan benang sari
(kedua sel gamet. Bunga juga dikatakan lengkap jika terdapat bagian lainnya
seperti kepala putik, tangkai putik, bakal buah, kepala sari, tangkai sari, mahkota,
kelopak, dasar bunga dan tangkai bunga. Biji merupakan suatu struktur kompleks,
yang terdiri dari embrio atau lembaga, kulit biji dan persediaan makanan
cadangan. Dalam biji banyak tumbuhan, makanan disimpan di dalam lembaga biji
itu sendiri, pada tumbuhan lain, makanan disimpan dalam jaringan di
sekililingnya.

5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan pada praktikum ini adalah agar praktikan
terlebih dahulu mempelajari tentang praktikum yang akan dilakukan, sehingga
para praktikan tidak bingung mengenai praktikum yang sedang dilakukan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. 2003. Biologi. Jakarta Erlangga.


Djiwoseputro. 1980 .Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia: Jakarta.
Frank B Salisbury dan Cleon W Ross. 1991. Fisiologi Tumbuhan jilid 3. Institut
Tehknologi Bandung : Bandung
Heddy S, 1987. Biologi pertanian. Rajawali Press: Jakarta.
Kamil, Jurnalis. 1982. Teknologi Benih 1. Penerbit Angkasa. Bandung.
Kimball J.W. 1988. Biologi. Gramedia Press: Jakarta.
Sutopo, Lita. 2002. Teknologi Benih. Rajawali Press; Jakarta
Sutopo, 2009,Lita Teknologi Benih. Rajawali Press; Jakarta
Tjitrasam, 1983. Botani Umum I. Angkasa: Bandung.
Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan Edisi ke-14. Gajah Mada
University Press : Yogyakarta
Tjitrosoepomo, Gembong. 2001. Morfologi Tumbuhan. Cet. 13. Gadjah Mada
University Press : Yogyakarta.
Yuniarsih, 1996. KEDELAI. Kanisius: Yogyakarta.
Anwar Ispandi, Abdul Munip. 2004. Efektivitas Pupuk Pk Dan Frekuensi
Pemberian Pupuk K Dalam Meningkatkan Serapan Hara dan Produksi
Kacang Tanah di Lahan Kering Alfisol. Ilmu Pertanian 2004, XI(2)
Purnobasuki, Hery. 2014.Variasi Morfologi Bunga pada Beberapa Varietas
Chrysanthemum morifolium Ramat. NATURAL B, Vol. 2, No. 3.

14