Anda di halaman 1dari 1

Program Studi Ilmu Keperawatan

STIKES Widya Husada


Semarang, September 2014

ABSTRAK

Jemris Albert Selan


HUBUNGAN DEPRESI DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI
PANTI WREDHA HARAPAN IBU NGALIYAN SEMARANG
x + 68 Hal + 7 Tabel + 2 Gambar
Latar Belakang: Depresi adalah perasaan sedih, ketidakberdayaan, dan pesimis,
dan berhubungan dengan suatu penderitaan. Dapat berupa serangan yang di
tujukan pada diri sendiri atau perasaan marah yang dalam dengan gejala,
pandangan kosong, kurangnya nafsu makan, aktifitas menurun dan
ketidakmampuan berkonsentrasi dan susah tidur (Nugroho, 2008). Perubahan
tidur mempengaruhi kualitas tidur dan berhubungan dengan proses penuaan pada
lansia seperti meningkatnya letensi tidur, efisiensi tidur berkurang, bangun lebih
awal, mengurangi tahapan tidur nyenyak, gangguan irama srikandian, peningkatan
tidur siang dan jumlah waktu yang dihabiskan untuk tidur lebih dalam menurun.
Metode: Jenis penelitian kuantitatif non eksperimen dengan metode deskriptif
korelatif, dan Rancangan penelitian cross sectional. Populasinya semua lansia di
Panti Wredha Harapan Ibu Ngaliyan Kota Semarang . Pengambilan sampel
dengan teknik total sampling dengan jumlah sampel 40 responden. Instrumen
yang digunakan adalah kuesioner.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis bahwa dari 36 responden penelitian, 8 orang
lansia tidak mengalami depresi (22,2%), depresi ringan sebanyak 20 orang (55,6),
dan 8 orang mengalami depresi sedang/ berat. Sedangkan hasil pengukuran
dengan skala PSQI (Pitsburgh Sleep Quality Index) menunjukan lansia dengan
kualitas tidur yang buruk sebanyak 33 orang (91,7%) dan 3 orang lansia
mempunyai kualitas tidur baik (8,3%). P-value sebesar 0,016 (<0,05) maka Ho
ditolak dan Ha diterima.
Kesimpulan: Ada hubungan antara depresi dengan kualitas tidur pada lanjut usia
di Panti Wredha Harapan Ibu Ngaliyan Kota Semarang
Kata kunci : Depresi, Kualitas Tidur Lansia
Daftar pustaka : 17 litelatur (2004-2014)