Anda di halaman 1dari 11

1. Seorang kuli bangunan membutuhkan energi untuk melaksanakan aktifitasnya.

dengan
aktifitas yang tinggi ia juga membutuhkan makanan yang bergizi.Tapi pada kenyataanya.
Mereka hanya makan nasi,tempe,dan telur dan jarang di imbangi dengan makan sayur.
Sehingga dapat kita jumpai seseorang yang bekerja sebagai kuli bangunan ataupun yang
berkerja dengan memforsir tenaga yang lebih besar menjadikan wajah mereka cepat tua
atau lebih tua dari usianya. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Dan apakah pengaruh
makanan yang ia konsumsi? Apakah enzim didalam tubuhnya bekerja secara optimal?
Jawab:
AKTIVITAS / CARA KERJA ENZIM

Dalam tubuh makhluk hidup, terdapat senyawa organik yang dihasilkan sel dan
bekerja sebagai katalis. Senyawa itu disebut enzim. Cara kerja enzim sebagai biokatalis
adalah dengan meningkatkan proses reaksi kimia. Meskipun demikian, enzim tidak ikut
bereaksi dan tidak pula terpengaruh oleh reaksi tersebut. Ingin mengetahui cara kerja enzim
beserta keunikan lainnya, simak artikel tentang cara kerja enzim berikut.
Enzim termasuk dalam kategori protein. Cara kerja enzim pun terbilang unik karena
hanya mempengaruhi zat tertentu. Misalnya, enzim protease hanya bereaksi terhadap protein
dengan mengubahnya menjadi asam amino atau enzim amilase yang hanya bereaksi
pada zattepung dan mengubahnya menjadi glukosa. Enzim diidentifikasi keberadaannya oleh
ilmu pengetahuan pada awalabad ke-19. Saat itu, ilmuwan menemukan proses pencernaan
daging oleh sekresi perut dan pengubahan zat tepung menjadi gula oleh kelenjar ludah.
Telaah tentang cara kerja enzim pun semakin tajam saat Louis Pasteur mengkaji
pembentukan alkohol dalam fermentasi gula.
Setelah itu, dunia ilmu pengetahuan melakukan telaah yang lebih mendalam untuk
mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan enzim, termasuk cara kerjanya.
Bagaimana sebenarnya cara kerja enzim tersebut? Berikut adalah paparan singkatnya.
Cara Kerja Enzim
Keberadaan enzim dalam tubuh memiliki peranan yang sangat besar. Tak hanya itu, cara
kerja enzim pun dinilai sebagai sebuah proses yang luar biasa bermanfaat. Ya, makanan
yang kita makan mengalami proses kimia yang melibatkan enzim di dalam tubuh. Tanpa
bantuan enzim tersebut, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk sari makanan agar bisa
diserap tubuh.
Proses dan cara kerja enzim di dalam tubuh akan menghasilkan senyawa intermediat
dalam reaksi organik dengan energi rendah. Di awal proses reaksi, beberapa enzim
mengubah diri, namun kembali ke bentuk semula begitu proses berakhir. Enzim
merangsang laju reaksikimia dengan cara membentuk kompleks dengan substrat sehingga
menekan energi aktivasi yang diperlukan tubuh dalam reaksi kimia.
Mekanisme cara kerja enzim adalah sebagai berikut.
1. Cara kerja enzim: Menciptakan lingkungan dengan transisi terstabilisasi untuk
menurunkan energi aktivasi. Misalnya, dengan cara mengubah substrat.
2. Cara kerja enzim: Menurunkan energi transisi dengan menciptakan lingkungan yang
terdistribusi muatan berlawanan dan tanpa mengubah bentuk substrat sedikit pun.
3. Cara kerja enzim: Membentuk lintasan reaksi alternatif.
4. Cara kerja enzim: Menggiring substrat pada orientasi yang tepat untuk bereaksi,
dengan cara menurunkan perubahan entropi reaksi.
Dilihat dari cara kerja enzim tersebut, bagian enzim yang aktif sebagai katalis memiliki
gugus prostetik yang bentuknya sangat spesifik sehingga hanya bisa bereaksi terhadap
molekul dengan bentuk yang spesifik pula. Dengan demikian, cara kerja enzim bisa
digambarkan dengan teori gembok dan anak gembok atau teori kecocokan yang
terinduksi.
a. Cara kerja enzim - Teori Gembok dan Anak Gembok
Cara kerja enzim sesuai dengan teori ini bisa digambarkan sebagai berikut.
Gembok memiliki susunan mekanika khusus yang tersembunyi di dalam badan gembok.
Untuk dapat bergerak membuka dan mengunci, formasi mekanika tersebut harus
digerakkan dengan anak gembok yang bentuknya spesifik, sesuai dengan gemboknya.
Satu anak gembok hanya bisa digunakan untuk menggerakkan satujenis gembok. Prinsip
kerja gembok-anak gembok ini sangat sesuai dengan gambaran cara kerja enzim beserta
substratnya di dalam tubuh.
b. Cara kerja enzim - Teori Kecocokan yang Terinduksi
Cara kerja enzim berdasarkan teori ini memang tidak terlalu mudah dimengerti
sebagimana gambaran cara kerja enzim berdasarkan teori gembok. Teori ini memandang
bahwa sisi aktif enzim berbentuk fleksibel. Bentuk tersebut kemudian
mengalami modifikasi saat substrat memasukinya.
Setelah proses modifikasi selesai, subsrat membentuk kompleks untuk memulai reaksi
kimia yang lebih cepat. Setelah proses tersebut menghasilkan produk yang diinginkan,
enzim tersebut melepaskan diri dan kembali ke bentuk se

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas dan Cara Kerja Enzim


Ada beberapa faktor yang memengaruhi aktivitas dan cara kerja enzim, di antaranya
suhu, keasaman, dan inhibitor.

Pengaruh suhu dalam aktivitas dan cara kerja enzim


Suhu menjadi faktor utama yang mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap
aktivitas dan cara kerja enzim dalam tubuh seseorang. Penelitian ilmiah menemukan
kenaikan reaksi enzim menjadi dua kali lipat tiap kenaikan suhu 10C dalam batas suhu
wajar.
Kenaikan suhu tersebut menstimulasi peningkatan energi kinetik pada molekul
substrat dan enzim sehingga energi substrat mengalami penurunan saat bertubrukan dengan
enzim. Penurunan energi substrat memudahkan molekul terikat pada enzim.
Pada suhu yang meningkat ekstrem, aktivitas dan cara kerja enzim menjadi
terpengaruh. Ya, pada suhu ini enzim bergetar sehingga menyebabkan terputusnya hidrogen
dan enzim mengalami denaturasi, yaitu rusaknya bentuk tiga dimensi enzim dan
menyebabkan substrat melepaskannya. Akibatnya, aktivitas dan cara kerja enzim pun
menurun. Pada manusia, suhu optimum enzim berkisar pada 37C, sedangkan tumbuhan
mempunyai suhu optimum yang lebih rendah, yaitu 25C.

Pengaruh keasaman dalam aktivitas dan cara kerja enzim

Tak hanya suhu saja yang mempu mempengarugi aktivitas dan cara kerja enzim
dalam tubuh. Kadar asam basa pun ternyata sangat mempengaruhi cara kerja enzim, sebab
sebagian besar enzim sangat peka terhadap perubahan pH. Pada kisaran pH 7.0 enzim intrasel
bekerja sangat efektif. Jika pH dinaikkan atau diturunkan, aktivitas enzim akan berkurang
dengan cepat.
Meskipun demikian, terdapat beberapa enzim yang justru bekerjaoptimal dalam
kandungan pH sangat asam, yaitu pepsin dan amilase. Cara kerja enzim ini akan sangat baik
jika kondisi asam dalam tubuh seseorang berada pada level yang semakin tinggi.

Pengaruh inhibitor dalam aktivitas dan cara kerja enzim

Di samping suhu dan derajat keasaman, ternyata masih ada faktor lain yang mampu
mempengaruhi aktivitas dan cara kerja enzim. Ya, faktor lainnya tersebt adalah inhibitor.
Inhibitor adalah zat yang menghambat cara kerja enzim. Zat tersebut bersifat menghalangi
cara kerja enzim untuk sementara waktu atau secara tetap. Ada dua jenis inhibitor.

2. Seseorang kadang melakukan aktifitas terlalu berat,sehingga membutuhkan energi yang


banyak salah satu nya dari makanan.bagaimana jika seseorang makan terlalu cepat atau
terburu-buru padahal makanan yang di makan belum sempurna di cerna dalam
mulut.bagaimana pengaruh enzim di dalam tubuhnya?
Jawab:
Kerja organ yang berlebihan juga terjadi jika kita makan dengan terburu-buru apalagi dalam
jumlah yang berlebihan.setiap makanan yang kita suapkan ke dalam mulut, sebaiknya
dikunyah paling sedikit 32 kali sebelum ditelan. Tujuannya supaya proses pencernaan
makanan sudah terjadi di dalam mulut. Sehingga ketika disalurkan ke lambung dan usus, zat-
zat makanan yang berada di dalamnya sudah terurai dan siap diserap oleh tubuh.Saat kita
makan tergesa-gesa, makanan belum cukup halus dan kelenjar liur belum mencerna dengan
baik. Lambung, usus, dan pankreas pun mendapat limpahan tugas dari mulut, dan bekerja
lebih berat karenanya. Penderitaan organ pencernaan tersebut menjadi lebih parah jika
makanan yang kita konsumsi jum lahnya melebihi kapasitas lambung. Kemajuan zaman juga
membawa perubahan pola makan dan gaya hidup. Pola makan tersebut membuat tubuh
rentan kekurangan enzim.

PENGGOLONGAN ENZIM

No Nama Enzim Tipe Reaksi yang Dikatalisis Contoh

1 Oksidoreduktase Transfer elektron Alkohol dehidrogenase


2 Transferase Transfer gugus fungsi Heksokinase
3 Hidrolase Reaksi hidrolisis Tripsin
4 Liase Pemutusan ikatan C-C, C-O, C-N, Piruvat dekarboksilase
membentuk ikatan rangkap
5 Isomerase Pemindahan gugus di dalam molekul, Maleat isomerase
membentuk isomer
6 Ligase (sintetase) Pembentukan ikatan Piruvat karboksilase

Penggolongan enzim berdasarkan tempat bekerjanya


a. Endoenzim
Endoenzim disebut juga enzim intraseluler, yaitu enzim yang bekerjanya di dalam sel.
Umumnya merupakan enzim yang digunakan untuk proses sintesis di dalamsel dan untuk
pembentukan energi (ATP) yang berguna untuk proses kehidupan sel,misal dalam proses
respirasi.

b. Eksoenzim
Eksoenzim disebut juga enzim ekstraseluler, yaitu enzim yang bekerjanya di luar sel.
Umumnya berfungsi untuk mencernakan substrat secara hidrolisis, untuk dijadikan molekul
yang lebih sederhana dengan BM lebih rendah sehingga dapat masuk melewati membran sel.
Energi yang dibebaskan pada reaksi pemecahan substrat di luar sel tidak digunakan dalam
proses kehidupan sel.

Penggolongan enzim berdasarkan cara bekerjanya


Enzim ini mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi, yang merupakan pemindahan
elektron, hidrogen atau oksigen. Sebagai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan
hidrogen peroksidase (katalase). Ada beberapa macam enzim electron transfer oksidase, yaitu
enzim oksidase, oksigenase, hidroksilase dan dehidrogenase.
a. Oksidoreduktase
Enzim ini mengkatalisis reaksi oksidasi-reduksi, yang merupakan pemindahan elektron,
hidrogen atau oksigen. Sebagai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidrogen
peroksidase (katalase). Ada beberapa macam enzim electron transfer oksidase, yaitu enzim
oksidase, oksigenase, hidroksilase dan dehidrogenase.

Oksidase
Oksigenase (transferase oksigen)
Hidroksilase
Dehidrogenase
Hidrogen peroksidase

b. Transferase
Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan molekul dari suatu molekul ke
molekul yang lain. Sebagai contoh adalah beberapa enzim sebagai berikut:

Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan amina.


Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat.
Transasilase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil.

c. Hidrolase
Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis, dengan contoh enzim adalah:

Karboksilesterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester karboksil.


Lipase adalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida).
Peptidase adalah hidrolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida.

d. Liase
Enzim ini berfungsi untuk mengkatalisis pengambilan atau penambahan gugusan dari
suatu molekul tanpa melalui proses hidrolisis, sebagai contoh adalah:

L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengambilan air
dari malat sehingga dihasilkan fumarat.
Dekarboksiliase (dekarboksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengambilan
gugus karboksil.

e. Isomerase
Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi, yaitu:

Rasemase
mengubah l-alanin <> D-alanin
Epimerase
merubah D-ribulosa-5-fosfat <> D-xylulosa-5-fosfat
Cis-trans isomerase
merubah transmetinal <> cisrentolal
Intramolekul ketol isomerase,
merubah D-gliseraldehid-3-fosfat <> dihidroksi aseton fosfat
Intramolekul transferase atau mutase
merubah metilmalonil-CoA <> suksinil-CoA

f. Ligase
Enzim ini mengkatalisis reaksi penggabungan 2 molekul dengan dibebaskannya
molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat, sebagai contoh adalah enzim asetat=CoASH
ligase yang mengkatalisis rekasi sebagai berikut:
Asetat + CoA-SH + ATP <> Asetil CoA + AMP + P-P

3. Kita sudah ketahui bahwa fungsi enzim adalah sebagai katalis ( senyawa
yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi) karna dari itu enzim
sangat dibutuhkan dalam tubuh.Bagaimana enzim dapat menyebabkan tubuh
mengalami gangguan pencernaan dan berat badan tak menentu , jika kita
kekurangan enzim dalam tubuh?

JAWAB:

jika tubuh mengalami kekurangan enzim, perut mudah berontak saat


mengkonsumsi makanan-makanan tertentu Kurangnya satu jenis enzim
umumnya disertai oleh kurangnya enzim yang lain. Gangguan kekurangan enzim
yang kronis dapat menyebabkan penderita mengalami malagizi (kurang gizi),
yang menyebabkan berat badan berkurang dan daya tahan tubuh juga
menurun.

Enzim merupakan protein berbentuk bundar yang diperlukan untuk semua


reaksi kimia yang berlangsung di dalam tubuh. Sebagian kecil enzim
diproduksi di kelenjar liur di bagian mulut. Namun kebanyakan enzim
pencernaan diproduksi oleh kelenjar pankreas. Ada dua golongan enzim,
yaitu enzim pencernaan yang berfungsi sebagai katalisator, dan enzim
metabolisme yang bertanggung jawab untuk menyusun, memperbaiki dan
membentuk kembali sel-sel dalam tubuh. Enzim pencernaan yang utama
terdiri dari enzim protease (merombak protein), enzim lipase (merombak
lemak) dan enzim amilase (merombak hidrat arang).

Kekurangan enzim amilase membuat berat badan kita fluktuatif, kadang


turun kadang naik. Dalam mulut terkandung enzim amilase yaitu berupa
ludah. Air ludah ini bertugas untuk melicinkan makanan agar mudah
ditelan. Jika dalam mulut kekurangann enzim amilase, maka makanan
akan tersendat sehingga kita tidak nafsu makan, hal ini membuat asupan
nutrisi dalam tubuh berkurang dan otomatis berat badan kita turun.

Bisa juga berat badan anda naik jika tubuh anda kekurangan enzim
amilase. Perlu kita ketahui bahwa tugas enzim amilase adalah
memecahkan atau menguraikan karbohidrat dalam tubuh sehingga
mudah dicerna, bayangkan ketika keberadaan enzim amilase kurang,
maka karbohidrat akan mengendap dalam tubuh dan membuat kita
gemuk.

Amilase dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti tanaman, binatang


dan mikroorganisme. saat ini sejumlah enzim amilase telah diproduksi
secara komersial. Penggunaan mikrobia dianggap lebih prosepektif karena
mudah tumbuh, cepat menghasilkan dan kondisi lingkungan dapat
dikendalikan.

Produksi enzim amilase dapat menggunakan berbagai sumber karbon.


Contoh-contoh sumber karbon yang murah adalah sekam, molase, tepung
jagung, jagung, limbah tapioka dan sebagainya. Jika digunakan limbah
sebagai substrat, maka limbah tadi dapat diperkaya nutrisinya untuk
mengoptimalkan produksi enzim. Sumber karbon yang dapat digunakan
sebagai suplemen antara laian: pati, sukrosa, laktosa, maltosa,
dekstyrosa, fruktosa, dan glukosa. Sumber nitrogen sebagai suplemen
antara lain: pepton, tripton, ekstrak daging, ekstrak khamir, amonium
sulfat, tepung kedelai, urea dan natrium nitrat.

Amilase yaitu suatu enzim yang menguraikan amilum (polisakarida)


menjadi maltosa (disakarida). Rumus kimianya yaitu:

2 ( C6H10O5 )n + n H2O n C12H22O11

Amilum Maltosa

4. Enzim mempunyai berbagai fungsi bioligis dalam tubuh organisme hidup


seperti Virus yang juga mengandung enzim yang dapat menyerang sel,
bagaimana proses penyerangan sel yang mengandung enzim dalam virus?
JAWAB:
Virus dapat melakukan proses metabolisme jika berada di dalam sel
inangnya. Akan tetapi, beberapa virus memiliki polimerase asam nukleat
yang berfungsi mentranskrip asam nukleatnya menjadi mRNA manakala
proses infeksi dimulai. Pada virus RNA misalnya Retrovirus memiliki enzim
reserve transcriptase yang berfungsi menerjemahkan informasi dari RNA
menjadi DNA.
Proses infeksi HIV pada sel manusia diawali dengan pengikatan the
knob (SU) protein pada reseptor sel inang CD4 (Cluster of
Differentiation) (Volker, 1993). Protein SU mengandung delapan belas
residu asam amino sistein. Residu asam amino ini dapat membentuk
ikatan disulfida dengan sel inang, sehingga dapat membentuk ikatan yang
sangat kuat antara HIV dengan sel inang (Putney dalam Senam, 1999).
Selanjutnya trans membran protein (TM) menetrasi (penetrates) sel
membran inang, dan kemudian proses selanjutnya terjadi membran fusi di
antara keduanya, keadaan ini membuka jalan inti virus masuk ke dalam
sel. Setelah inti virus masuk ke dalam sel, maka proses produksi DNA dari
RNA viral dimulai.
Langkah pertama yang dilakukan oleh HIV adalah, nucleocapsid (NC)
protein harus dirubah (dipecah) untuk memberikan akses kepada RNA
virus dengan reverse transcriptase (RT) enzim. Fakta secara invitro,
menunjukkan ada hubungan antara pembelahan Nucleocapsid (NC)
dengan kehadiran Protease Protein (PR). Langkah selanjutnya
enzim reverse transcriptase mengkatalis terjadinya polimerisasi
deoksinukleotida pada cetakan RNA, dan menghasilkan single strand DNA,
setelah sintesis terjadi secara lengkap dihasilkan DNA strand lengkap
(double strand DNA) yang kemudian ditransportasikan menuju inti sel
inang. Pada saat ini enzim integrase (IN) juga ditransportasikan ke dalam
inti sel inang, untuk membantu memasukkan (mengintegrasikan) DNA
viral ke dalam DNA sel inang. Hasil akhir dari integrasi DNA viral dengan
DNA sel inang disebut dengan provirus (Volker, 1993).

5. Bagaimana PH asam lambung pada perut kita dapat rendah?


JAWAB:
ada dasarnya, protein merupakan polimer besar yang bergabung dengan
ikatan peptida. Ikatan peptida adalah hubungan amida yang bergabung
dengan gugus amino dari satu asam amino dengan gugus karboksil lain.
Protein terdiri dari beberapa jenis asam amino, dengan perbedaan berada di
sifat kimia rantai samping. Ketika banyak asam amino yang bergabung
dengan cara ini, itu mengarah pada pembentukan peptida. Polipeptida
terbentuk ketika ratusan asam amino bergabung dengan cara ini. Dalam
kasus protein, satu atau lebih rantai polipeptida yang diikat bersama oleh
interaksi non-kovalen. Mereka memiliki N-terminus, di mana gugus amino dari
asam amino akhirnya dihapus linknya, dan C-terminal, di mana gugus
karboksil dari asam amino akhir adalah unlinked.
Struktur Enzim PepsinPepsinogen memiliki tambahan asam amino pada 44
N-terminus. Selama transformasi pepsinogen menjadi pepsin, 44 asam amino
ini dirilis. Sementara pepsin memiliki residu asam amino esensial yang lebih
sedikit, memiliki 44 residu asam. Ini adalah alasan mengapa tetap stabil pada
pH yang sangat rendah. Untuk mencegah pencernaan sendiri, pepsin harus
disimpan pada suhu yang sangat rendah yang berkisar antara -80 C dan -20
C.
Pepsin menghidrolisis ikatan peptida protein, memecah mereka ke
fragmen polipeptida kecil. Hal ini aktif dalam kondisi yang asam yang
disediakan oleh adanya asam lambung dalam perut. PH rendah perut
disebabkan oleh sekresi HCl oleh kelenjar lambung.
Keasaman lambung yang kuat mendenaturasi protein dari makanan yang
dicerna, sehingga meningkatkan pemaparan dari ikatan peptida dari protein.
Pepsin bekerja paling baik pada keasaman asam lambung yang normal, yang
memiliki pH yang berkisar antara 1,5 dan 2,5. Harus dicatat bahwa reaksi
untuk konversi pepsinogen menjadi pepsin membutuhkan nilai pH kurang dari
5. Pepsin tidak efektif dalam usus, seperti asam lambung yang dinetralkan,
dengan nilai pH menjadi 7. Penelitian laboratorium telah menunjukkan bahwa
pepsin yang paling efisien dalam membelah ikatan yang melibatkan asam
amino aromatik yang mencakup fenilalanin, triptofan, dan tirosin.
ikatan peptidaPada catatan penutup, impuls dari saraf vagus, serta
sekresi gastrin dan hormon sekretin merangsang pelepasan pepsinogen ke
dalam lambung, di mana ia dicampur dengan asam klorida dan cepat diubah
menjadi enzim pepsin. Harus dicatat bahwa pepsin hanya terlibat dalam
degradasi parsial protein. Situs utama pencernaan protein adalah usus,
dimana tripsin, kimotripsin (disekresi oleh pankreas), dan lain-lain bekerja
pada pencernaan protein, dengan demikian memecah mereka menjadi
peptida, yang pada gilirannya diubah menjadi asam amino.

6. Dalam sub bagian materi yang kami bahasa itu terdapat kofaktor enzim yang artinya
bukan bagian dari protein , sedangkan yang saya baca pengertian enzim itu sama dengan
bio molekul protein , sedangkan protein itu hanya bertugas mengganti sel-sel tubuh
manusia yang rusak dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein tetapi
enzim tetapi enzim disini hanya sebagai katalisator ( hanya mempercepat reaksi tanpa ikut
bereaksi didalamnya ) , apa yang menyebabkan enzim disamakan seperti protein
sedangka sub materi kami kofaktor(bagian dari bukan protein ?

Jawab :

Bagian protein disebut apoenzim, dan bagian non protein disebut kofaktor. Apabila enzim
dipisahkan satu sama lainnya menyebabkan enzim tidak aktif. Namun keduanya dapat
digabungkan menjadi satu, yang disebut holoenzim. Apoenzim adalah bagian protein dari
enzim, bersifat tidak tahan panas, dan berfungsi menentukan kekhususan dari enzim. Contoh,
dari substrat yang sama dapat menjadi senyawa yang berlainan, tergantung dari enzimnya.
Kemudian kofaktor dapat berupa ion logam (Cu, Mg, K, Fe, Na), atau koenzim yang berupa
bahan organik, misalkan vitamin B (B1, B2). Beberapa kofaktor tidak berubah di akhir
reaksi, tetapi kadang-kadang berubah dan terlibat dalam reaksi yang lain.

Beberapa Kofaktor yang membantu kerja enzim :


Gugus Prostetik

Gugus prostetik merupakan tipe kofaktor yang biasanya terikat kuat pada enzim, berperan
memberi kekuatan tambahan terhadap kerja enzim. Contohnya adalah heme, yaitu molekul
berbentuk cincin pipih yang mengandung besi. Heme merupakan gugus prostetik sejumlah
enzim, antara lain katalase, peroksidase, dan sitokrom oksidase.

Ion Ion Organik

Ion-ion anorganik merupakan kofaktor yang terikat dengan enzim atau substrat kompleks
sehingga fungsi enzim lebih efektif. Contohnya, amilase dalam ludah akan bekerja lebih baik
dengan adanya ion klorida dan kalsium.

Koenzim

Koenzim bersifat termostabil (tahan panas), mengandung ribose dan fosfat. Fungsinya
menentukan sifat dari reaksinya. Contoh, koenzimnya adalah NADP (Nicotiamida Adenin
Denukleotid Phosfat) maka reaksi yang terjadi adalah dehidrogenase. Disini NADP berfungsi
sebagai akseptor hidrogen. Koenzim dapat bertindak sebagai penerima/akseptor hidrogen,
seperti NAD atau donor dari gugus kimia, seperti ATP (Adenosin Tri Phosfat). Jika koenzim
terikat dengan apoenzim maka akan menjadi gugus protestik, tetapi keduanya mudah
dipisahkan.