Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Kesehatan Volume II No.

4 Tahun 2009

PENCIPTAAN MANUSIA MENURUT AL-QURAN DAN HADIS

Hasnah
Staf Pengajar Program Studi Keperawatan
Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar
Abstrak

Abstrak
Diantara sekian banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
yang sedemikian canggih, masih ada satu permasalahan yang hingga kini belum mampu dijawab
dan dijabarkan oleh manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah itu ialah masalah tentang asal
usul kejadian manusia. Banyak ahli ilmu pengetahuan mendukung teori evolusi yang mengatakan
bahwa makhluk hidup (manusia) berasal dari makhluk yang mempunyai bentuk maupun
kemampuan yang sederhana kemudian mengalami evolusi dan kemudian menjadi manusia seperti
sekarang ini. Hal ini diperkuat dengan adanya penemuan-penemuan ilmiah berupa fosil seperti
jenis Pitheccanthropus dan Meghanthropus. Di lain pihak banyak ahli agama yang menentang
adanya proses evolusi manusia tersebut. Hal ini didasarkan pada berita-berita dan informasi-
informasi yang terdapat pada kitab suci masing-masing agama yang mengatakan bahwa Adam
adalah manusia pertama. Kita sebagai ummat Islam mengakui dan meyakini ruku iman yang
enam, maka sudah seharusnya kita mengakui bahwa Al-Quran adalah satu-satunya literatur yang
paling benar dan bersifat global bagi ilmu pengetahuan. Ungkapan Al-Quran dan beberapa
hadits, banyak mengilhami para scientist (ilmuwan) sekarang untuk mengetahui perkembangan
hidup manusia yang diawali dengan sel tunggal (zygot) yang terbentuk ketika ovum (sel kelamin
betina) dibuahi oleh sprema (sel kelamin jantan). Kesemuanya itu belum diketahui oleh
spallanzani sampai dengan eksperimennya pada abad ke -18, demikian pula ide tentang
perkembangan yang dihasilkan dari perencanan genetic dari kromosom zygote belum ditemukan
sampai akhir abad ke-19. Tetapi jauh sebelmnya Al-Qur,an telah menegaskan dari nutfah Dia
(Allah) menciptakannya dan kemudian (Hadits) menjelaskan bahwa Allah menentukan safat-sifat
dan nasibnya. Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam
banyak ayat. Pada masa sekarang terdapat terjemahan-terjemahan dan tafsiran tentang beberapa
ayat yang memberi gambaran salah tentang wahyu Al-Quran mengenai hal-hal ilmiah.
Kebanyakan terjemahan Al-Quran menyebutkan pembentukan manusia mulai dengan segimpal
darah. Dalam ayat-ayat yang membicarakan menetapnya telur dalam uterus (rahim) wanita, kita
akan melihat kesalahan ahli-ahli keislaman yang tidak mengetahui soal-soal ilmiah. Keadaan
seperti itu meyakinkan kita akan pentingnya perpaduan antara pengetahuan bahasa dan
pengetahuan ilmiah agar dapat mengerti makna ayat Al-Quran yang membicarakan reproduksi.
Semua pernyataan-pernyataan Alquran harus dibandingkan dengan hasil-hasil sains modern,
persesuaian diantara kedua hal tersebut sangat jelas.

Kata kunci : asal usul kejadian manusia; evolusi; zygot; ovum; segumpal darah

PENDAHULUAN sedemikian canggih, masih ada satu


iantara sekian banyak penemuan permasalahan yang hingga kini belum

D manusia dalam bidang ilmu


pengetahuan dan teknologi yang
mampu dijawab dan dijabarkan oleh
manusia secara eksak dan ilmiah. Masalah

87
Hasnah Penciptaan Manusia Menurut Al-Quran Dan Hadis

itu ialah masalah tentang asal usul kejadian memperhatikan, mempelajari alam semesta
manusia. Banyak ahli ilmu pengetahuan termasuk dirinya sendiri. Bahkan ayat Al-
mendukung teori evolusi yang mengatakan Quran yang pertama turun berbicara
bahwa makhluk hidup (manusia) berasal tentang proses penciptaan manusia.
dari makhluk yang mempunyai bentuk
) 1(


maupun kemampuan yang sederhana
kemudian mengalami evolusi dan kemudian ) 2(
)3(
menjadi manusia seperti sekarang ini. Hal Terjemahannya:
ini diperkuat dengan adanya penemuan- Bacalah dengan (menyebut) nama
penemuan ilmiah berupa fosil seperti jenis Tuhanmu yang menciptakan; Dia telah
Pitheccanthropus dan Meghanthropus. menciptakan manusia dari segumpal
Di lain pihak banyak ahli agama darah; bacalah dan tuhanmulah yang
maha pemurah
yang menentang adanya proses evolusi
manusia tersebut. Hal ini didasarkan pada
Ungkapan Al-Quran dan beberapa
berita-berita dan informasi-informasi yang
hadis, banyak mengilhami para scientist
terdapat pada kitab suci masing-masing
(ilmuwan) sekarang untuk mengetahui
agama yang mengatakan bahwa Adam
perkembangan hidup manusia yang diawali
adalah manusia pertama.
dengan sel tunggal (zygot) yang terbentuk
Kita sebagai ummat Islam mengakui
ketika ovum (sel kelamin betina) dibuahi
dan meyakini rukun iman yang enam,
oleh sprema (sel kelamin jantan).
maka sudah seharusnya kita mengakui
Kesemuanya itu belum diketahui oleh
bahwa Al-Quran adalah satu-satunya
spallanzani sampai dengan eksperimennya
literatur yang paling benar dan bersifat
pada abad ke-18, demikian pula ide tentang
global bagi ilmu pengetahuan. Sebagai-
perkembangan yang dihasilkan dari
mana dikatakan dalam Q.S Al-Baqarah (2):
perencanan genetic dari kromosom zygote
2-3
belum ditemukan sampai akhir abad ke-19.

) 2(
Tetapi jauh sebelmnya Al-Quran telah



menegaskan dari nutfah Dia (Allah)
menciptakannya dan kemudian (Hadis)
)3( menjelaskan bahwa Allah menentukan
Terjemahannya: siafat-sifat dan nasibnya.
Kitab (Al-Quran) ini tidak ada Penciptaan manusia dan aspek-
keraguan padanya; petunjuk bagi aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan
mereka yang bertaqwa yaitu mereka dalam banyak ayat. Beberapa informasi di
yang beriman kepada yang ghaib dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci
sehingga mustahil bagi orang yang hidup di
Kajian tentang tubuh manusia, dalam abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa
ajaran Islam sudah dimulai sejak lama. di antaranya sebagai berikut:
Islam mewajibkan pemeluknya untuk

88
Jurnal Kesehatan Volume II No. 4 Tahun 2009

1. Manusia tidak diciptakan dari mani membolehkan masuk satu sperma. Artinya,
yang lengkap, tetapi dari sebagian bahan manusia bukan mani seluruhnya,
kecilnya (spermazoa). melainkan hanya sebagian kecil darinya.
2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan Ini dijelaskan dalam Q.S Fathir (35): 11.
jenis kelamin bayi

3. Janin manusia melekat pada rahim sang


ibu bagaikan lintah.
4. Manusia berkembang ditiga kawasan

yang gelap di dalam rahim

Pada masa sekarang terdapat
terjemahan-terjemahan dan tafsiran tentang Terjemahannya:
beberapa ayat yang memberi gambaran Dan Allah menciptakan kamu dari
tanah kemudian dari air mani kemudian
salah tentang wahyu Al-Quran mengenai
Dia menjadikan kamu berpasangan
hal-hal ilmiah. Kebanyakan terjemahan Al- (laki-laki dan perempuan). Dan tidak
Quran menyebutkan pembentukan manusia ada seorang perempuanpun me-
mulai dengan segimpal darah. Penjelasan ngandung dan tidak (pula) melahirkan
seperti itu sangat tak dapat diterima oleh melainkan dengan sepengetahuannya.
seorang spesialis. Manusia bukan begitu asl Dan sekali-kali tidak dipanjangkan
umur seorang yang berumur panjang
mulanya. Dalam ayat-ayat yang mem-
dan tidak pula dikurangi umurnya,
bicarakan menetapnya telur dalam uterus melainkan (sudah) ditetapkan dalam
(rahim) wanita, kita akan melihat kesalahan kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya
ahli-ahli keislaman yang tidak mengetahui yang demikian itu bagi Allah adalah
soal-soal ilmiah. mudah.
Keadaan seperti itu meyakinkan
Dalam Q.S As-sajadah (32): 7-9:
kita akan pentingnya perpaduan antara

pengetahuan bahasa dan pengetahuan

ilmiah agar dapat mengerti makna ayat Al-
) 7(

Quran yang membicarakan reproduksi.
a. Setetes cairan yang menyebabkan ter-
) 8(

jadinya pembuahan )9(
Selama persetubuhan seksual, 250 Terjemahannya:
juta sperma terpancar dari si laki-laki pada Yang membuat segala seuatu yang
satu waktu. Sperma-sperma melakukan Dia ciptakan sebaik-baiknya dan yang
memulai penciptaan manusia dari
perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si
tanah; Kemudian Dia menjadikan
ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu keturunannya dari saripati air yang
dari 250 juta sperma yang berhasil men- hina (air mani), Kemudian Dia
capai sel telur. Sel telur, yang berukuran menyempurnakan dan meniupkan ke
setengah dari sebutir garam, hanya akan dalam tubuhnya roh-Nya, dan Dia

89
Hasnah Penciptaan Manusia Menurut Al-Quran Dan Hadis

menjadikan bagi kamu pendengaran,


penglihatan, perasaan dan pemahaman. Q.S Al-Hajj (22): 5
Tetapi kamu sedikit sekali bersyukur.

Dalam Q.S Al-Qiyamah (75): 36-40


juga dikatakan:


) 36(



) 37(

)39( ) 38(


)40(

Terjemahannya:
Apakah manusia mengira, dia akan
dibiarkan begitu saja (tanpa per-
)5(
tanggung jawaban)? bukankah dia
mulanya hanya setetes mani yang Terjemahannya:
ditumpahkan (ke dalam rahim), Hai manusia, jika kamu dalam
kemudian mani itu menjadi sesuatu keraguan tentang kebangkitan, maka
yang melekat, lalu Allah menciptakan- ketahuilah sesungguhnya kami telah
nya dan menyempurnakannya, lalu menciptakan kamu dari tanah, kemudian
Dia menjadikan sepasang laki-laki dan dari tetesan (nutfah), kemudian struktur
perempuan, bukankah Allah yang pedarah, kemudian dari struktur daging
berbuat demikian berkuasa pula yang sempurna kejadiannya dan yang
menghidupkan orang lain?. tidak sempurna agar kami jelaskan
padamu, dan kami tetapkan dalam
Ayat di atas menjelaskan kepada kita rahim siapa yang kami kehendaki
bahwa sesungguhnya manusia itu berasal sampai waktu yang ditentukan,
kamudian kami keluarkan kamu
dari setetes mani yang kemudian menyatu
sebagai bayi, kemudian berangsur-
dengan sel telur dan berangsur-angsur angsur kamu menjadi dewasa, dan di
menjadi segumpal daging dan terbentuklah antara kamu ada yang diwafatkan dan
yang namanya manusia. Yang dimana ada pula yang diperpanjang umurnya
manusia tersebut diciptakan secara ber- sampai pikun, supaya tidak diketahui
pasang-pasangan. sesuatupun yang dulu diketahuinya.

b. Nidasi telur yang dibuahi dalam rahim Menetapnya telur dalam rahim terjadi
Telur yang sudah dibuahkan dalam karena timbulnya jonjot (villosetties) yakni
saluran-saluran Fallopian turun bersarang perpanjangan telur yang akan mengisap
di dalam rongga rahim (uterus). Inilah dari dinding rahim, zat yang perlu bagi
yang dinamakan bersarang telur. Al- membesarnya telur, seperti akar tumbuh-
Quran menamakan uterus tempat telur tumbuhan masuk dalam tanah. Per-
dibuahkan itu rahim. tumbuhan semacam ini mengokohkan telur

90
Jurnal Kesehatan Volume II No. 4 Tahun 2009

dalam rahim. Pengetahuan tentang hal ini kami olah menjadi struktur darah, dan
baru diperolah manusia pada zaman struktur itu kami olah menjadi segumpal
daging, lalu segumpal daging itu kami
modern.
olah menjadi tulang belulang, selanjut-
Pelekatan ini disebutkan dalam Al- nya tulang belulang itu kami bungkus
Quran lima kali. Mula-mula dua ayat dengan daging, selanjutnya kami jadi-
pertama dari surat Al-Alaq (96): 2: kan makhluk yang berbentuk lain dari


yang sebelumnya, Maha Suci Allah

pencipta yang paling baik.
Terjemahannya: Pada ayat 12 dikatakan bahwa
Yang menciptakan manusia dari
manusia itu diciptakan dari saripati tanah,
sesuatu yang melekat.
hal tersebut dibuktikan oleh perkembangan
Sesuatu yang melekat adalah ilmiah saat ini yang mengatakan bahwa
terjemahan kata bahasa arab: Alaq. Ini unsur genetika, DNA dan RNA tersusun
adalah arti yang pokok. Arti lain adalah dari molekul yang memiliki susunan
gumpalan darah yang sering disebutkan kimiawi inti tanah. Tetesan nutfah yang
dalam terjemahaan Al-Quran. Ini adalah disebutkan pada ayat 13 diinterpretasikan
suatu kekeliruan yang harus kita koreksi. sebagai air mani (sperma atau spermatozoon).
Manusia tidak pernah melewati tahap Ayat terakhir membahas tentang proses
gumpalan darah. Ada lagi terjemahan perkembangan embriologis ke dalam ber-
alaq dengan lekatan yang juga merupa- bagai tahap yang terbukti secara empiris.
kan kata tidak tepat. Arti pokok yakni
c. Perkembangan embrio di dalam
sesuatu yang melekat sesuai sekali dengan
peranakan
penemuan sains modern.
Hal-hal yang disebutkan dalam Al-
Dalam Q.S Al-Mukminun (23): 13-
Quran sesuai dengan apa yang diketahui
14 yang bunyinya sebagai berikut:
manusia tentang tahap-tahap perkembangan
)12(

embrio dan tidak mengandung hal-hal yang

) 13( dapapt dikritik oleh sains modern.


Setelah sesuatu yang melekat, yaitu

kata-kata yang telah kita lihat kebenaran-


nya. Al-Quran mengatakan bahwa embrio
melalaui tahap: daging (seperti daging
)14(
yang dikunyah), kemudian nampaklah
Terjemahannya: tulang yang diselubungi oleh daging
Sesungguhnya kami telah mencipta- (diterangkan dalam kata-kata lain yang
kan manusia itu dari saripati tanah. berarti daging segar). Surat Al-Mukmin,
Kemudian kami jadikan saripati tanah (23): 14
itu menjadi suatu tetesan (nutfah) yang
tersimpan di tempat yang aman dan
kokoh. Kemudian tetesan (nutfah) itu

91
Hasnah Penciptaan Manusia Menurut Al-Quran Dan Hadis


Almatsier, Sunita, 2001, Prinsip-Prinsip
Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, PT.
Gramedia Pustaka Utama.

)14( Departemen Agama RI, 1989, Alquran
dan Terjemahnya, Edisi Baru Revisi
Terjemahannya: terjemah, Semarang, CV. Toha Putra
Kemudian air mani itu Kami jadikan
sesuatu yang melekat, lalu kami Rahman, Fazlur, 1992, Islam, Jakarta, PT.
menjadikan sesuatu yang melekat itu Bumi Aksara.
segumpal daging, dan segumpal daging
itu kami jadikan tulang-belulang, lalu Shihab M. Quraisy, 1996, Wawasan
tulang-belulang itu kami bungkus Alquran dan Tafsir Mauduiy Atas
dengan daging, kemudian kami jadi- Pelbagai Persoalan Umat, Cet. IV,
kan ia mahluk yang (berbentuk lain). Bandung, Mizan
Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang
paling baik. -------, 2000, Secerah Ilahi: Hidup
Bersama Alquran, Cet. I, Bandung,
Daging (seperti yang dikunyah)
Mizan
adalah terjemahan dari bahasa arab
mudgah, daging (seperti daging segar)
adalah terjemahan lahm, Perbedaan perlu
digarisbawahi, embrio pada permulaannya
merupakan benda yang Nampak kepada
mata biasa (tanpa alat), dalam tahap ter-
tentu dari perkembangannya, sebagai
daging dikunyah. Sisten tulang, berkembang
pada benda tersebut dalam yang dinmakan
mesenchyma. Tulang yang sudah ter-
bentuk dibungkus dengan otot-otot, inilah
yang dimaksudkan dengan lahm.
Semua pernyataan-pernyataan Al-
Quran harus dibandingkan dengan hasil-
hasil sains modern, persesuaian diantara
kedua hal tersebut sangat jelas. Sebagai-
mana apa yang telah dibahas di atas.

DAFTAR PUSTAKA

Aljauziah, Ibnu Qayyim, 1994, Sistem


Kedokteran Nabi, Semarang, Bina
Utama

92