Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH MATA KULIAH PILIHAN NABATI

PEMBUATAN LIPSTICK DARI MINYAK KEDELAI

Disusun Oleh :

DWIDYA VANIA PUTRI

NIM 21030114060020

2014 A

PSD III TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya
terutama kesempatan dan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Kemudian kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Ir. H Zainal Abidin, MS selaku dosen
pembimbing kami yang telah banyak memberikan kami ilmu sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah pilihan Nabati di program D3-
Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro. Makalah ini membahas tentang
Pembuatan Lipstick dari Minyak Kedelai.
Kami menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan
makalah ini, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Semarang, 22 Maret 2016

Penyusun,

DAFTAR ISI

2
KATA PENGANTAR ..................................................................................................... 2

DAFTAR ISI ...................................................................................................... 3

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 4


1.2 Rumusan Masalah .................................................................................................... 4
1.3 Tujuan ...................................................................................................................... 4

BAB II : ISI

2.1 Kedelai .................................................................................................................... 5


2.2 Minyak Kedelai ...................................................................................................... 6
2.3 Kosmetik ................................................................................................................. 8
2.4 Lipstik ...................................................................................................................... 8
2.5 Proses Pembuatan Lipstik ....................................................................................... 9

BAB III : PENUTUP

3.1 Kesimpulan ............................................................................................................. 11

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 12

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini penggunaan kosmetik sangat di idamkan oleh para remaja, khususnya
wanita. Karena selain dapat mempercantik penampilan, ternyata kosmetik juga dapat
menyehatkan kulit tergantung dari bahan yang digunakan oleh produsen. Kosmetik berasal

3
dari kata kosmein (Yunani) yang berarti berhias. Bahan yang dipakai dalam usaha untuk
mempercantik diri ini, dahulu diramu dari bahan-bahan alami yang terdapat disekitar.
Sekarang kosmetik dibuat tidak hanya dari bahan alami tetapi juga bahan sintetis untuk
maksud meningkatkan kecantikan (Wasitaatmadja, 1997).

Pewarna bibir merupakan sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai bibir
dengan sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah.
Sediaan pewarna bibir terdapat dalam berbagai bentuk, seperti cairan, krayon, dan krim.
Pewarna bibir modern yang disukai adalah jenis sediaan pewarna bibir yang jika
dilekatkan pada bibir akan memberikan selaput yang kering. Dewasa ini pewarna bibir
yang banyak digunakan adalah pewarna bibir dalam bentuk krayon. Pewarna bibir krayon
lebih dikenal dengan sebutan lipstik (Ditjen POM, 1985)

Kedelai, atau kacang kedelai, adalah salah satu tanaman polong-polongan yang
menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe.
Selain untuk bahan pangan, kedelai juga dapat menghasilkan minyak nabati. Minyak
kedelai memiliki banyak manfaat, salah satunya dapat melembabkan dan menyehatkan
kulit, disini penulis memanfaatkan minyak kedelai untuk bahan baku pembuatan lipstik,
sehingga dapat melembabkan kulit bibir, karena sebagaimana yang kita tahu bahwa kulit
bibir sangat tipis hingga rentan mengelupas.

1.2 Rumusan Masalah

a. Apa saja manfaat dari minyak kedelai?


b. Bagaimana menghasilkan minyak kedelai?
c. Bagaimana pembuatan lipstik dari minyak kedelai?
d. Apa saja alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan lipstik dari minyak
kedelai?

1.3 Tujuan

a. Mengetahui apa saja manfaat dari minyak kedelai?


b. Mengetahui bagaimana menghasilkan minyak kedelai?
c. Mengetahui bagaimana pembuatan lipstik dari minyak kedelai?
d. Mengetahui apa saja alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan lipstik dari
minyak kedelai?

BAB II

ISI

2.1 Kedelai

Kedelai, atau kacang kedelai, adalah salah satu tanaman polong-polongan yang
menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe.
Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapi ada pula yang bundar atau bulat agak

4
pipih. Biji-bijian yang satu ini terkenal sebagai sumber protein nabati yang sehat untuk
dikonsumsi sehari-hari. Selain kaya akan protein, kedelai juga rendah lemak, tinggi serat,
serta mengandung vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan tubuh.

KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan Plantae
Filum Magnoliophyta
Kelas Magnoliopsida
Ordo Fabales
Famili Fabaceae
Genus Glycine (L) Merr
Spesies Glycine max
Glycine soja

2.1.1 Manfaat Kedelai

1. Menurunkan kolesterol
2. Meningkatkan kecerdasan dan daya ingat
3. Melawan kanker
4. Mencegah diabetes
5. Mencegah radikal bebas
6. Mencegah osteoporosis
7. Mengobati anemia
8. Menjadikan kulit sehat
9. Pelembab kulit
10. Mencegah penuaan dini
11. Kuku sehat dan kuat
12. Rambut sehat dan berkilau
13. Mencegah rambut rontok

2.2 Minyak Kedelai

Kandungan minyak dan komposisi asam lemak dalam kedelai dipengaruhi oleh
varietas dan keadaan iklim tempat tumbuh. Lemak kasar terdiri dari trigliserida sebesar
90-95 persen, sedangkan sisanya adalah fosfatida, asam lemak bebas, sterol dan tokoferol.
Minyak kedelai mempunyai kadar asam lemak jenuh sekitar 15% sehingga sangat baik
sebagai pengganti lemak dan minyak yang memiliki kadar asam lemak jenuh yang tinggi

5
seperti mentega dan lemak babi. Hal ini berarti minyak kedelai sama seperti minyak nabati
lainnya yang bebas kolestrol.

2.2.1 Komposisi Kimia Minyak Kedelai

Asam Lemak Tidak Jenuh (85%) Terdiri dari :


Asam linoleat 15-64%
Asam oleat 11-60%
Asam linolenat 1-12%
Asam arachidonat 1,5%
Asam lemak jenuh (15%), terdiri dari :
Asam palmitat 7-10%
Asam stearat 2-5%
Asam arschidat 0,2-1%
Asam laurat 0-0,1%
Fosfolipida Jumlahnya sangat kecil (trace)
Lesitin -
Cephalin -
Lipositol -

2.2.2 Sifat Fisika Kimia Minyak Kedelai

Sifat Nilai
Bilangan asam 0,3-3,000
Bilangan penyabunan 189-195
Bilangan iod 117-141
Bilangan thiosianogen 77-85
Bilangan hidroksil 4-8
Bilangan Reichert Meissl 0,2-0,7
Bilangan Polenske 0,2-1,0
Bahan yang tak tersabunkan 0,5-1,6%
Indeks bias (25oC) 1,471-1,475
Bobot jenis (25/ 25oC) 0,916-0,922
Titer (oC) 22-27

2.2.3 Standar Mutu Minyak Kedelai

Sifat Nilai
Bilangan asam Maksimum 3
Bilangan penyabunan Minimum 190
Bilangan iod 129-143
Bilangan tak tersabunkan (%) Maksimum 1,2
Bahan yang menguap (%) Maksimum 0,2 6
Indeks bias (20oC) 1,473-1,477
Bobot jenis (15,5/ 15,5oC) 0,924-0,928
2.2.4 Pengambilan Minyak Kedelai

2.2.4.1 Ekstraksi

Ekstraksi adalah suatu cara untuk mendapatkan minyak atau lemak dari bahan yang
diduga mengandung minyak atau lemak. Dalam mengekstraksi minyak terdiri dari tiga
metode utama, yaitu pengepresan hidraulik (hydraulic pressing), pengepresan berulir
(expeller pressing) dan ekstraksi dengan pelarut (solvent extraction). Dalam hal ini,
minyak kedelai di ekstrak dengan menggunakan alat Sokletasi dengan pelarut etanol.

Destilasi / penyulingan adalah salah satu cara untuk mendapatkan minyak kedelai,
dengan cara mendidihkan bahan baku yang dimasukkan dalam ketel, hingga terdapat uap
yang diperlukan, atau dengan cara mengalirkan uap jenuh (saturated atau superheated)
dari ketel pendidih air ke dalam ketel penyulingan. Dengan penyulingan ini akan
dipisahkan zat zat yang bertitik didih rendah dari zat yang bertitik didih tinggi. Prinsip
pada metode destilasi adalah memisahkan pelarut organik dengan minyak kedelai yang
dihasilkan pada proses ekstraksi. Pemisahan pelarut dengan dengan minyak kedelai
berdasarkan perbedaan titik didihnya. Minyak kedelai memiliki titik didih lebih tinggi
dibandingkan dengan titik didih pelarut yang digunakan.
Secara umum penyulingan minyak kedelai yaitu dengan cara, bahan baku dari
tanaman yang mengandung minyak dimasukkan dalam ketel pendidih, atau dimasukkan
kedalam ketel penyulingan dan dialiri uap, panas yang ditimbulkan akan mempengaruhi
bahan tersebut, sehingga didalam ketel terdapat dua cairan, yaitu air dan minyak kedelai.
Campuran uap ini akan mengalir melalui pipa pipa pendingin, dan terjadilah proses

7
pengembunan sehingga uap tadi kembali mencair. Dari pipa pendingin, cairan yang
keluar tersebut dialirkan kealat pemisah yang akan memisahkan minyak kedelai dari air
berdasarkan berat jenisnya. Dalam industry dikenal 3 jenis metode penyulingan yaitu :
penyulingan dengan air, penyulingan dengan air dan uap, penyulingan dengan uap.

2.2.4.2 Pemurnian

Setelah tahap ekstraksi, minyak kedelai kasar terdiri dari kotoran tidak terlarut dalam
minyak dan yang terlarut dalam minyak. Kotoran ini harus dibuang dengan cara
pemurnian. Tujuan utama dalam proses pemurnian minyak adalah untuk menghilangkan
rasa serta bau yang tidak enak, warna yang tidak menarik dan memperpanjang masa
simpan minyak sebelum dikonsumsi atau digunakan sebagai bahan mentah dalam industri.

Kotoran yang tidak terlarut dalam minyak dapat dibuang dengan menggunakan
filtrasi. Sedangkan yang terlarut dalam minyak dapat dibuang dengan beberapa teknik
dibawah ini dimana sering digunakan dalam industri untuk memproduksi minyak kedelai
yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pemisahan bahan berupa suspensi dan dispersi koloid dengan cara penguapan,
degumming, dan pencucian dengan asam.
2. Pemisahan asam lemak bebas dengan cara netralisasi.
3. Dekolorisasi dengan proses pemucatan.
4. Deodorisasi.
5. Pemisahan gliserida jenuh (stearin) dengan cara pendinginan (chilling).

2.3 Kosmetik

Kosmetik berasal dari kata kosmein (Yunani) yang berarti berhias. Bahan yang
dipakai dalam usaha untuk mempercantik diri ini, dahulu diramu dari bahan-bahan alami
yang terdapat disekitar. Sekarang kosmetik dibuat tidak hanya dari bahan alami tetapi juga
bahan sintetis untuk maksud meningkatkan kecantikan (Wasitaatmadja, 1997).

Kosmetik adalah sediaan atau paduan bahan yang siap untuk digunakan pada bagian
luar badan seperti epidermis, rambut, kuku, bibir, gigi, dan rongga mulut antara lain untuk
membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap
dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati
atau menyembuhkan suatu penyakit (Tranggono dan Latifah, 2007).

2.4 Lipstik

Lipstik adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai bibir dengan
sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah yang
dikemas dalam bentuk batang padat. Hakikat fungsinya adalah untuk memberikan warna
bibir menjadi merah, yang dianggap akan memberikan ekspresi wajah sehat dan menarik
(Ditjen POM, 1985).

Lipstik terdiri dari zat warna yang terdispersi dalam pembawa yang terbuat dari
campuran lilin dan minyak, dalam komposisi yang sedemikian rupa sehingga dapat
8
memberikan suhu lebur dan viskositas yang dikehendaki. Suhu lebur lipstik yang ideal
yang sesungguhnya diatur suhunya hingga mendekati suhu bibir, bervariasi antara 36-
38C. Tetapi karena harus memperhatikan faktor ketahanan terhadap suhu cuaca
disekelilingnya, terutama suhu daerah tropik, maka suhu lebur lipstik dibuat lebih tinggi
yang dianggap lebih sesuai dan diatur pada suhu lebih kurang 62C, atau bisanya berkisar
antara 55-75C.

Persyaratan untuk lipstik yang diinginkan atau dituntut oleh masyarakat, antara lain
(Tranggono dan Latifah, 2007):

1. Melapisi bibir secara mencukupi


2. Dapat bertahan di bibir selama mungkin
3. Cukup melekat pada bibir, tetapi tidak sampai lengket
4. Tidak mengiritasi atau menimbulkan alergi pada bibir
5. Melembabkan bibir dan tidak mengeringkannya
6. Memberikan warna yang merata pada bibir
7. Penampilannya harus menarik, baik warna maupun bentuknya
8. Tidak meneteskan minyak, permukaannya mulus, tidak bopeng atau berbintik-bintik,
atau memperlihatkan hal-hal lain yang tidak menarik.

2.5 Proses Pembuatan Lipstik

2.5.1 Alat yang Digunakan

a. Gelas Ukur
b. Timbangan digital
c. Pengaduk
d. Cawan Porselen
e. Kompor listrik
f. Sendok Reagen
g. Pipet Tetes
h. Penjepit
i. Gelas Arloji
j. Sokletasi

2.5.2 Bahan yang Digunakan

a. Minyak Kedelai
b. Lilin Lebah
c. Lemak Lanolin
d. Pewarna Sintetis
e. Jasmine Essential Oil
f. Antioksidan
g. Etanol 96%

2.5.3 Prosedur Pembuatan

2.5.3.1 Ekstraksi Minyak Kedelai

9
Ekstraksi Minyak ini dilakukan dengan dua metode yaitu ekstraksi dan destilasi.
Metode ekstraksi dengan pelarut menguap pada penelitian ini terdiri dari empat tahap,
yaitu :
1. Tahap preparasi bahan baku dengan menimbang sample bubuk kedelai
2. Tahap penguapan pelarut etanol yang disebabkan oleh pemanasan dengan
menggunakan heating mantle.
3. Tahap kondensasi pelarut etanol menggunakan suatu alat kondensor dengan media
air pendingin.
4. Tahap ekstraksi yang bertujuan untuk mengambil minyak kedelai dari biji kacang
kedelai.
Metode destilasi dengan pemisahan pelarut etanol dan minyak kedelai berdasarkan
perbedaan titik didih terdiri dari dua tahap, yaitu :
1. Tahap penguapan pelarut etanol yang disebabkan oleh pemanasan dengan
menggunakan heating mantle.
2. Tahap kondensasi pelarut etanol menggunakan suatu alat kondensor dengan media
air pendingin.
Tahap terakhir adalah analisa minyak kedelai. Tujuan utama dari analisis ini adalah
untuk mengetahui standarisasi minyak kedelai sehingga dapat menjadi pedoman bagi
pihak yang berkecimpung dalam bidang industri minyak kedelai.

2.5.3.2 Pembuatan Lipstik

Larutkan minyak dan lilin dengan alkohol didalam cawan


porselen

Kemudian panaskan diatas kompor listrik

Lalu masukkan pewarna, campurkan

Setelah tercampur, tambahkan lemak, antioksidan beserta


pewangi ke dalam campuran

Lalu cetak dengan cetakan tabung, kemudian dikemas


10
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kedelai, atau kacang kedelai, adalah salah satu tanaman polong-polongan yang
menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu, dan tempe.
Biji-bijian yang satu ini terkenal sebagai sumber protein nabati yang sehat untuk
dikonsumsi sehari-hari. Selain kaya akan protein, kedelai juga rendah lemak, tinggi serat,
serta mengandung vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan tubuh. Kandungan
minyak dan komposisi asam lemak dalam kedelai dipengaruhi oleh varietas dan keadaan
iklim tempat tumbuh.

Lipstik adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk mewarnai bibir dengan
sentuhan artistik sehingga dapat meningkatkan estetika dalam tata rias wajah yang

11
dikemas dalam bentuk batang padat. Pembuatan lipstik menggunakan bahan antara lain,
minyak nabati, lilin, lemak, alkohol, pewarna, pewangi, serta antioksidan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2014. Manfaat Kedelai. http://pospopulers.blogspot.co.id/2014/08/13-manfaat-ajaib-


kedelai-untuk.html (Diakses Pada 22 Maret 2016)

Anonim. 2012. Membuat Lipstik. https://usahamart.wordpress.com/2012/02/23/membuat-


lipstik/ (Diakses pada 22 Maret 2016)

Anonim. 2015. Kedelai. Wikipedia.org/kedelai (Diakses pada 22 Maret 2016)

Aprilia. 2013. Lipstik. http://aprilliapriel99.blogspot.co.id/2013/01/lipstik.html (Diakses pada


22 Maret 2016)

12
Lord. 2011. Pembuatan Minyak Kedelai. https://lordbroken.wordpress.com/2011/06/
17/pembuatan-minyak-kedelai/ (Diakses pada 22 Maret 2016)

13