Anda di halaman 1dari 25

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

MASALAH FENOMENA SOSIAL


BAHAYA MEROKOK BAGI
PEREMPUAN LEBIH TINGGI

INDAH AZIZAH
1529041003
PTIK 04

PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA DAN KOMPUTER


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
TAHUN AKADEMIK 2015/2016
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah


memberi rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul MAKALAH FENOMENA SOSIAL: BAHAYA ROKOK BAGI
PEREMPUAN LEBIH TINGGI ini, dapat selesai tepat waktu.

Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah


Perkembangan Peserta Didik pada Semester Genap (III) Fakultas
Teknik, Prodi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer di
Universitas Negeri Makassar tahun akademik 2016/2017.

Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini,


itu dikarenakan kemampuan penulis yang terbatas. Namun berkat bantuan
dari pembimbing kami serta berbagai bantuan dari berbagai pihak, akhirnya
pembuatan makalah ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Penulis berharap dengan penulisan makalah ini dapat bermanfaat


khususnya bagi penulis sendiri dan bagi para pembaca umumnya serta
semoga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mengembangkan dan
meningkatkan prestasi di masa yang akan datang.

Makassar, 27 Desember 2016

Penulis

FENOMENA SOSIAL 1
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...................................................................................... 1
DAFTAR ISI ................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................. 3
A. LATAR BELAKANG ........................................................................... 3
B. RUMUSAN MASALAH ....................................................................... 4
C. TUJUAN ............................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................... 5
A. ROKOK ............................................................................................... 5
B. DAMPAK ROKOK BAGI KESEHATAN ............................................... 7
C. BAHAYA ROKOK BAGI PEREMPUAN ............................................... 13
D. UPAYA MENGATASI PEMAKAIAN ROKOK ....................................... 16
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 23
KESIMPULAN .................................................................................... 23
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 24

FENOMENA SOSIAL 2
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jumlah perokok Indonesia sekitar 60 juta dan jumlah perokok
perempuan di perkirakan 2,1 juta. Sejauh ini memang lebih banyak
pria, tapi tiap tahun jumlah perokok wanita terus meningkat.
Prevalensi jumlah perokok perempuan pada tahun 2001
adalah 1,3 persen dan naik menjadi 4,5 persen pada tahun 2004,
menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional 2004 dalam Fakta
Tembakau Indonesia. Tahun ini diperkirakan 5 persen perempuan di
Indonesia yang merokok.
Makin tingginya jumlah wanita perokok tentu memprihatikan.
Menurut Menteri Kesehatan, Endah Rahayu, hal itu disebabkan
antara lain oleh kampanye pencitraan dari industri tembakau. Karena
itu tema peringatan Hari Anti Tembakau Sedunia tahun ini
mengambil tema Perempuan dan Masalah Merokok.
Selain menjadi perokok aktif, ternyata jauh lebih banyak
wanita yang menjadi perokok pasif. Diperkirakan 65,6 juta wanita
dan 43 juta anak-anak di Indonsia terpapar asap rokok. Hal ini terjadi
karena 91 persen perokok merokok di rumah, tidak jauh dari istri dan
anak-anak. Padahal, bahaya perokok pasif sama dengan perokok
aktif.
Seorang wanita akan menjadi calon ibu. Bayi yang lahir dari
ibu perokok beresiko mengalami cacat janin, berat badan lahir
rendah, bahkan gangguan jiwa. Rokok mengandung ribuan racun
yang dapat mengancam keselamatan janin, karena itu ibu yang
merokok saat hamil sama dengan meracuni janin dengan sengaja.
Merokok juga menjadi pemicu berbagai penyakit, seperti
kanker paru, kanker mulut rahim, serangan jantung, atau asma.
Penelitian menunjukkan, wanita perokok yang menggunakan pil KB
beresiko terkena serangan jantung, stroke, dan penyumbatan
pembuluh darah 10 kali lebih besar dari yang bukan perokok.

FENOMENA SOSIAL 3
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Kebiasaan merokok kerap disepelekan, padahal bahaya yang


ditimbulkan oleh rokok sangat nyata. Oleh karena itu, kini saatnya
untuk keluar dari jeratan asap, baik sebagai perokok aktif juga
pasif.(kompas).

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud Rokok?
2. Apa dampak merokok bagi kesehatan?
3. Apa bahaya rokok bagi perempuan?
4. Bagaimana upaya untuk mengurangi pemakai rokok?

C. Tujuan
1. Mengetahui mengenai rokok.
2. Mengetahui dampak rokok bagi kesehatan.
3. Mengetahui bahaya rokok bagi perempuan.
4. Mengetahui upaya dalam mengurangi pemakai rokok.

FENOMENA SOSIAL 4
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

BAB II PEMBAHASAN
A. Rokok
Menurut Wikipedia, Rokok adalah silinder dari kertas
berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung
negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun
tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu
ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat
mulut pada ujung lainnya.

Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau


kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam
kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan
tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang
memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat
ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan
jantung (walaupun pada kenyataannya itu hanya tinggal hiasan,
jarang sekali dipatuhi).

Rokok adalah lintingan atau gulungan tembakau yang


digulung / dibungkus dengan kertas, daun, atau kulit jagung, sebesar
kelingking dengan panjang 8-10 cm, biasanya dihisap seseorang
setelah dibakar ujungnya. Rokok merupakan pabrik bahan kimia
berbahaya. Hanya dengan membakar dan menghisap sebatang
rokok saja, dapat diproduksi lebih dari 4000 jenis bahan kimia. 400
diantaranya beracun dan 40 diantaranya bisa berakumulasi dalam
tubuh dan dapat menyebabkan kanker.

Rokok juga termasuk zat adiktif karena dapat menyebabkan


adiksi (ketagihan) dan dependensi (ketergantungan) bagi orang yang
menghisapnya. Dengan kata lain, rokok termasuk golongan NAPZA
(Narkotika, Psikotropika, Alkohol, dan Zat Adiktif).

Alasan Orang Merokok

FENOMENA SOSIAL 5
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Alasan pertama kali merokok dari berbagai hasil penelitian


antara lain:
1) Coba-coba
2) Ikut-ikutan
3) Sekedar ingin merasakan
4) Kesepian
5) Agar terlihat gaya (gengsi)
6) Meniru orang tua
7) Iseng
8) Menghilangkan ketegangan
9) Biar tidak dikatakan banci
10) Lambang kedewasaan
11) Mencari inspirasi
12) Sebagai penghilang stres
13) Penghilang jenuh
Bagi kebanyakan pelajar, mulai merokok disebabkan oleh
dorongan lingkungan. Contohnya, pelajar tersebut merasa tidak
enak kepada teman-temannya karena dia tidak merokok. Sehingga
dia pun mulai merokok dan akgirnya menikmati rokok tersebut.
Kebanyakan pelajar juga beranggapan bahwa dengan merokok
dirinya merasa sangat hebat, gaya, dan ditakuti. Padahal, jika dia
tidak pandai-pandai menjaga dirinya, rokok adalah awal dari
terjerumusnya seseorang kepada obat-obatan terlarang.
a. Perokok aktif
Aktif adalah seseorang yang dengan sengaja menghisap
lintingan atau gulungan tembakau yang dibungkus biasanya
dengan kertas, daun, dan kulit jagung. Secara langsung mereka
juga menghirup asap rokok yang mereka hembuskan dari mulut
mereka. Tujuan mereka merokok pada umumnya adalah untuk
menghangatkan badan mereka dari suhu yang dingin. Tapi
seiring perjalanan waktu pemanfaatan rokok disalah artikan,

FENOMENA SOSIAL 6
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

sekarang rokok dianggap sebagai suatu sarana untuk


pembuktian jati diri bahwa mereka yang merokok adalah keren.
Ciri-ciri fisik seorang perokok:
1) Gigi kuning karena nikotin.
2) Kuku kotor karena nikotin.
3) Mata pedih.
4) Sering batuk batuk.
5) Mulut dan nafas bau rokok.
b. Pengertian Perokok Pasif
Perokok Pasif adalah seseorang atau sekelompok orang yang
menghirup asap rokok orang lain. Telah terbukti bahwa perokok
pasif mengalami risiko gangguan kesehatan yang sama seperti
perokok aktif, yaitu orang yang menghirup asap rokoknya sendiri.
Adapun gejala awal yang dapat timbul pada perokok pasif :
1. Mata pedih
2. Hidung beringus
3. Tekak yang serak
4. Pening / pusing kepala
Apabila perokok pasif terus-menerus menekuni
kebiasaanya, maka akan mempertinggi risiko gangguan
kesehatan, seperti :
1. Kanker paru-paru,
2. Serangan jantung dan mati mendadak,
3. Bronchitis akut maupun kronis,
4. Emfisema,
5. Flu dan alergi, serta berbagai penyakit pada organ tubuh.

B. Dampak Rokok bagi Kesehatan


Salah satu konsekuensi utama yang bisa kamu dapatkan dari
rokok adalah menderita penyakit jantung. Diperkirakan, sekitar 20 %
lebih kematian akibat jantung terkait langsung dengan kebiasaan

FENOMENA SOSIAL 7
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

merokok. Kenapa sih merokok itu cukup berbahaya? Apa saja efek
negatif lainnya yang ditimbulkan dari rokok?
1. Kandungan Zat Berbahaya Dalam Rokok

Lihat saja kandungan berbahaya yang terdapat dalam


sebatang rokok. Lebih dari 4000 bahan kimia terdapat di
dalamnya. Ratusan di antaranya zat beracun, dan sekitar 70
bahan dapat mengakibatkan kanker. Bahan-bahan berbahaya
yang terdapat dalam sebatang rokok antara lain:
a. Karbon monoksida
Zat yang biasa ditemukan pada asap knalpot mobil ini
bisa mengikat diri pada hemoglobin dalam darah secara
permanen, sehingga menghalangi penyediaan oksigen ke
tubuh. Kondisi semacam ini akan membuat kamu cepat
lelah.
b. Tar
Ketika sedang merokok, kandungan senyawa tar pada
rokok akan ikut terisap. Kemudian tar akan mulai
mengendap di paru-paru dan berdampak negatif pada
kinerja rambut kecil yang melapisi paru. Padahal rambut
halus itu bertugas membersihkan kuman atau apapun yang
keluar dari paru-paru.
c. Gas oksidan

FENOMENA SOSIAL 8
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Sesuai dengan namanya, gas ini bisa bereaksi dengan


oksigen. Keberadaannya dalam tubuh lebih meningkatkan
pada risiko stroke dan serangan jantung akibat
penggumpalan darah yang terjadi.
d. Benzene
Zat yang sering ditambahkan pada bahan bakar minyak
ini sangat berpotensi merusak sel di tingkat genetik. Zat
benzene sering dikaitkan dengan penyebab kanker seperti
kanker ginjal dan bahkan leukimia.
Selain bahan-bahan di atas, masih ada banyak bahan
berbahaya lain pada sebatang rokok. Seperti misalnya arsenic
(digunakan untuk pestisida), toluene (ditemukan pada
pengencer cat), formaldehyde (dipakai untuk mengawetkan
mayat), hydrogen cyanide (digunakan untuk membuat senjata
kimia), dan terakhir adalah cadmium (dipakai untuk membuat
baterai).
Ketika kamu sering merokok, kamu akan lebih mungkin
terkena serangan jantung. Perokok aktif berisiko dua hingga
empat kali lipat lebih tinggi menderita serangan jantung. Risiko
serangan jantung akan lebih tinggi lagi pada seorang wanita
perokok yang juga sedang mengonsumsi pil KB.
Saat merokok, kamu akan turut memasukan senyawa-
senyawa berbahaya yang berdampak buruk bagi kesehatan
tubuh, terutama jantung. Contohnya saja seperti nikotin yang
berpotensi mengurangi suplai oksigen kedalam darah.
Selain itu zat bersifat candu ini juga akan menyebabkan
detak jantung meningkat, tekanan darah meningkat, merusak
pembuluh darah, mempercepat pembekuan darah, dan bisa
memicu serangan jantung mendadak. Bagitu pun dengan akibat-
akibat buruk bagi kesehatan lainnya.

FENOMENA SOSIAL 9
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

2. Bahaya Akibat Merokok Bagi Kesehatan Tubuh Kita

Tidak bermaksud menakut-nakuti, kali ini saya akan share


beberapa bahaya akibat merokok yang wajib kamu ketahui,
khususnya bagi kamu yang termasuk para perokok aktif. Apa
sajakah bahaya rokok itu?
a. Otak
Beberapa penelitian membuktikan, merokok dapat
meningkatkan resiko terkena stroke sebesar 50 persen.
Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak dan
kematian.
Selain itu merokok juga bisa meningkatkan risiko
aneurisma otak. Aneurisma sendiri adalah pembengkakan
pembuluh darah yang terjadi akibat melemahnya dinding
pembuluh darah.
Lebih parahnya lagi, sewaktu-waktu bisa pecah dan
menimbulkan pendarahan otak. Oleh sebab itu, lebih baik
waspadalah!
b. Mulut dan tenggorokan
Semua tentu sudah tau akibat merokok pada bagian
mulut. Yup benar sekali, rokok dapat menimbulkan gigi
bernoda dan bau mulut tak sedap. Namun tidak hanya itu
saja, ternyata merokok juga bisa memicu penyakit gusi dan
kerusakan indera perasa.

FENOMENA SOSIAL 10
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Masalah yang lebih serius lagi pada mulut dan


tenggorokan adalah munculnya kanker lidah, kanker
tenggorokan, bibir, dan kanker pita suara. Biasanya kondisi
semacam itu sudah ditampilkan pada gambar bungkus
rokok, coba deh kamu perhatikan.
c. Paru-paru
Salah satu efek paling berbahaya akibat merokok adalah
kanker paru-paru. Bahan-bahan kimia yang ada pada rokok
sangat berpotensi merusak sel-sel pada paru yang nantinya
bisa membentuk sel kanker.
Tidak cukup sampai disitu saja, terlepas dari kanker paru
kamu juga akan lebih berisiko mengalami bronkitis,
pneumonia, dan emfisema.
d. Lambung
Efek negatif dari merokok juga terasa hingga ke bagian
lambung. Merokok pada dasarnya dapat melemahkan otot
yang mengontrol bagian bawah kerongkongan kamu. Hal
tersebut memungkinkan asam lambung bergerak ke arah
yang salah, yaitu ke kerongkongan.
Kondisi tersebut dinamakan dengan penyakit asam
lambung. Apabila dibiarkan terus menerus dalam jangka
panjang, maka kamu akan berisiko mengalami ulkus atau
tukak, dan bahkan kanker lambung yang mematikan.
e. Tulang
Bahaya merokok selanjutnya adalah pada bagian tulang.
Racun pada rokok bisa merusak tulang dengan cara
menghentikan kerja sel-sel kontruksi. Maka dari itu, seorang
perokok aktif akan lebih berisiko terkena tulang rapuh atau
osteoporosis.
Bahkan lebih parahnya lagi, racun pada rokok juga
berpotensi keseimbangan hormon-hormon yang bertugas

FENOMENA SOSIAL 11
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

menjaga tulang tetap kuat, seperti hormon estrogen


misalnya.
f. Kulit
Apakah kamu ingin tampil mempesona dan awet muda?
Berhentilah merokok saat ini juga. Perokok aktif akan terlihat
lebih tua dari pada mereka yang tidak merokok. Hal ini dapat
terjadi karena asap rokok menghambat asupan oksigen ke
dalam kulit.
Selain itu, merokok juga bisa memicu munculnya tanda
penuaan dini seperti kerutan sekitar mata, munculnya flek
hitam, dan bahkan beberapa penelitian membuktikan asap
rokok bisa memicu kemunculan selulit.
g. Organ reproduksi
Merokok bisa menggangu sistem reproduksi dan
kesuburan kamu. Pada pria, merokok bisa memicu
impotensi, mengurangi reproduksi sperma, dan bahkan
memicu kanker testis.
Sedangkan pada wanita merokok dapat menyebabkan
berkurangnya kesuburan alias mandul. Selain itu risiko
terkena kanker serviks pun akan lebih tinggi, sebab rokok
dapat mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan
infeksihuman papillomavirus (HPV).
h. Meningkatkan stress
Selain mengakibatkan penyakit fisik, perokok juga akan
mengalami tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan
mereka yang tidak merokok. Selama ini mungkin kamu
berfikir merokok dapat membuat pikiran menjadi rileks.
Kamu menganggap kandungan nikotin bisa menenangkan
pikiran, padahal itu salah.
Yang membuat perokok cemas dan gelisah adalah gejala
putus obat dari nikotin. Dengan merokok, kecanduan
merokok terhadap nikotin akan terpenuhi dan perokok akan

FENOMENA SOSIAL 12
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

merasa rokok dapat menurunkan stres yang dia alami


sebelumnya.
i. Hidup menjadi kurang bahagia
Memang tidak semua perokok akan meniggal karena
penyakit jantung, stroke, ataupun paru-paru, namun
kebiasaan merokok bisa sangat mengganggu dan
mengurangi kualitas hidupmu sehari-hari.
Efek rokok yang bisa kamu rasakan sehari-hari antara
lain seperti sesak napas, batuk-batuk, lebih mudah lelah,
lebih rentan kena infeksi, dan mengalami gangguan susah
tidur yang biasanya ditandai dengan sulit bernapas pada
malam hari kemudian lelah berlebihan pada pagi harinya.
j. Merusak mata
Dalam sebuah studi yang diterbitkan oleh 'Archives of
Ophthalmology', orang yang merokok akan berisiko empat
kali lipat dalam mengalami degenerasi makula. Hal ini tidak
hanya menyebabkan rusaknya retina saja, tapi efek yang
lebih parah bisa memicu munculnya katarak dan bahkan
kebutaan permanen.
k. Meningkatkan risiko diabetes
Dikutip dari Cleveland Clinic, merokok dapat
mengakibatkan seseorang 30-40 persen lebih berisiko
terkena diabetes melitus tipe 2 dari pada yang non perokok.
Kandungan bahan kimia dalam rokok mengakibatkan
tubuh tidak mampu memecah gula menjadi energi, sehingga
meningkatkan risiko penyakit kencing manis (diabetes
melitus).

C. Bahaya Rokok bagi Perempuan


Jumlah perokok pria memang lebih banyak dibandingkan
dengan wanita. Namun apabila sudah menjadi ketagihan, wanita
akan lebih sulit untuk berhenti. Bahaya Kesehatan perokok wanita

FENOMENA SOSIAL 13
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

juga lebih besar dirasakan wanita. Hal tersebut diperkuat dari hasil
penelitian yang membuktikan bahwa racun yang ada di dalam rokok
lebih mungkin membunuh wanita daripada pria. Salah satunya
adalah perokok wanita memiliki bahaya 25% lebih besar menderita
penyakit jantung dibandingkan dengan pria.
Wanita perokok juga akan memiliki resiko dua kali lebih besar
mengalami kanker paru-paru. Wanita juga lebih sering menderita
bentuk yang lebih agresif dari penyakit sebagai perokok. Berat badan
yang lebih ringan dan pembuluh darah yang lebih sempit menjadi
kunci mengapa wanita lebih tinggi terhadap penyakit yang
disebabkan oleh rokok. Hasil dari 86 studi internasional yang
melibatkan 2,4 juta orang, menambah bukti bahwa kesehatan wanita
akan semakin memburuk karena dipengaruhi oleh rokok.
Efek negative rokok menjalar dari paru-paru ke otak dalam
waktu 10 detik, jauh lebih cepat daripada injeksi intravena narkoba,
dengan sekitar 4.000 bahan kimia untuk tubuh. Hal tersebut tentu
akan menyebabkan dampak tidak sehat terhadap wanita, yang
diantaranya adalah:
1. Kanker paru
Kanker paru biasanya didominasi oleh laki-laki. Namun
kini, angka kejadian kanker paru pada perempuan menunjukkan
tren kenaikan. Diyakini kuat, ini terjadi karena kebiasaan
merokok.
2. Kanker rongga mulut, tekak, dan kerongkongan
Ketiga organ ini adalah bagian yang langsung terpapar
asap rokok sebelum mencapai paru-paru. Tekak merupakan
bagian belakang langit-langit mulut. Rangsangan kronis asap
rokok pada organ-organ ini pun dapat memicu pembentukan sel-
sel kanker.
3. Kanker payudara
Pada ahli kanker masih berdebat soal apakah rokok bisa
menyebabkan kanker payudara ataukah tidak pada manusia.

FENOMENA SOSIAL 14
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Namun, telah terbukti bahwa zat-zat kimia yang terkandung di


dalam rokok dapat memicu terbentuknya sel-sel kanker
payudara pada hewan yang telah diujicobakan.
4. Kanker serviks (leher rahim)
Seperti pada kanker payudara, kanker serviks akibat
rokok ini juga masih menjadi perdebatan di kalangan ahli.
Sebagian ahli berpendapat bahwa zat racun dalam asap rokok
bisa mencapai leher rahim. Ini bisa meningkatkan risiko infeksi
HPV (human papilloma virus) jenis serotipe tertentu yang bisa
memicu pembentukan sel kanker.
5. Gangguan menstruasi
Risiko penyakit bukan hanya kanker. Kebiasaan merokok
juga bisa meningkatkan kemungkinan terganggunya periode
menstruasi, terjadinya pendarahan yang berlebihan, juga
keputihan. Ini semua bisa terjadi karena racun pada rokok
memengaruhi ovarium atau indung telur dan menyebabkan
rendahnya kadar hormon estrogen.
6. Gangguan kesuburan
Kesuburan atau fertilitas pada perokok dapat berkurang
hingga 72 persen. Artinya, perempuan perokok punya
kemungkinan lebih besar untuk mandul (infertil) ketimbang
perempuan bukan perokok.
7. Gangguan kehamilan
Pada perempuan yang sedang hamil, zat-zat racun asap
rokok juga bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan ari-ari.
Karena ari-ari ini menghubungkan ibu dengan janinnya, maka
gangguan pertumbuhannya bisa menyebabkan kelahiran
prematur dan berat badan rendah saat bayi lahir.
Resiko terbesar yang harus diterima bagi ibu
hamil perokok adalah tingginya resiko janin mati di dalam
kandungan atau keguguran. Banyak juga bayi yang lahir cacat
karena pada saat Hamil ibu masih sering merokok. Resiko lain

FENOMENA SOSIAL 15
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Rokok bagi ibu hamil adalah berat badan bayi yang menurun
pada saat dilahirkan. Dari hasil sebuah penelitian menemukan
bahwa pertumbuhan janin dalam kandungan akan mengalami
penurunan rata-rata 170 gram. Dan resiko yang paling
membahayakan bagi sang bayi adalah resiko sudden infant
death syndrome (SIDS) / sindrom kematian mendadak yang
menimpa sang bayi.

D. Upaya Mengatasi Pemakaian Rokok


Merokok di lingkungan sekolah, bukanlah merupakan contoh
yang baik bagi semua warga sekolah karena dapat mengganggu
aktivitas di sekolah. Guru yang suka merokok sebaiknya tidak
memberi contoh yang tidak baik bagi anak didiknya karena murid
pasti akan meniru apa yang dilakukan oleh gurunya.

Penyalahgunaan rokok di sekolah harus segera ditanggulangi


agar dampak yang ditimbulkan tidak banyak. Selain itu, untuk
mencegah generasi penerus bangsa agar tidak terjerumus untuk
menggunakan rokok yang bersifat ketergantungan bagi
pemakainya. Maka ada baiknya pihak sekolah melakukan upaya-
upaya untuk menanggulanginya, antara lain:

Menyediakan area merokok bagi para perokok, seperti para guru


atau pendatang/tamu dari luar sekolah.
Tidak memperjualbelikan rokok di sekolah.
Menciptakan area bebas merokok di lingkungan sekolah.
Memberi peringatan/sanksi bagi para siswa yang
membawa/menjual rokok ke lingkungan sekolah.
Membuat aturan tentang rokok.
Mengadakan seminar tentang bahaya rokok, serta
penanggulangannya.

Penetapan kawasan tanpa rokok perlu diselenggarakan di


temapt-tempat umum termasuk lingkungan sekolah. Tujuan dari

FENOMENA SOSIAL 16
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

kawasan tanpa merokok adalah untuk menurunkan angaka


kesakitan dan kematian rokok; mewujudkan lingkungan yang
bersih, sehat, aman dan nyaman; melindungi generasi muda dari
penyalahgunaan narkoba.

Penanggulangan masalah rokok bukan saja menjadi tanggung


jawab sektor kesehatan, melainkan tanggung jawab semua
masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah. Dikatakan bahwa
banyak perokok yang usianya sebelum 19 tahun sehingga upaya
masalah rokok sangat pentinng dilakukan di lingkungan sekolah.

Banyak cara penanggulangan untuk menanggulangi bahaya


rokok di lingkungan sekolah agar siswa tidak mau untuk
menggunakan atau mencobanya. Namun, semua itu dapat
terlaksana dengan adanya bantuan dari semua warga sekolah
untuk menjauhi atau menggunakannya karena mempunyai dampak
yang tidak baik bagi tubuh si pemakai, salah satunya adalah dapat
menyebabkan kanker paru-paru.

Selain Rokok, bahaya lain yang mengincar para remaja adalah


Narkoba. Narkoba adalah obat yang mempunyai dampak negative
bagi tubuh apapbila digunakan bukan dalam standar pengobatan
yang menyebabkan ketergantungan. Menanggulangi narkoba ini,
harus adanya kepedulian dari pihak sekolah maupun dari orang
tua, agar anak sekolah bisa menjauhi dan tidak mau mencoba obat
seperti ini. Narkoba juga mempunyai sifat ketergantungan bagi
penggunanya/pemakainya.

Agar narkoba tidak mempengaruhi anak sekolah maka


dibutuhkan sekali bimbingan dan pengawasan oleh orang tua
maupun pihak sekolah. Selain itu, seminar tentang narkoba perlu
diadakan agar anak-anak di lingkungan sekolah tidak mau
mencobanya. Tapi hanya sekedar menambah ilmu pengethauan
saja. Orang tua juga perlu memberikan saran kepada anak-
anaknya agar tidak menerima barang yang berbentuk seperti

FENOMENA SOSIAL 17
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

narkoba dan tidak terpengaruh oleh ajakan teman-temannya untuk


mencobanya.

Selain merusak jaringan saraf, narkoba juga dapat membuat


pemakainya berbuat kriminal. Adapun gambaran perilaku siswa
yang memakai narkoba diantaranya: sering bolos; sering tidur di
kelas; lupa membawa buku, penampilan dan kerapihan berpakaina
kacau; ada perubahan pola tidur, mata merah dan hidung
berair. Penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak
kerugian terhadap kondisi kesahatan jasmani seorang psikis
pemakainya.

Kurangnya kontrol dari sekolah serta komunikasi yang kurang


antara guru, kepala sekolah, siswa dan orang tua siswa juga dapat
dijadikan sebagai faktor penyebab siswa terjerumus ke dalam
narkoba.

Masalah penanggulangan narkoba memerlukan upaya


penangggulangan dengan melibatkan kerja sama antara pihak
sekolah dengan orang tua siswa. Meskipun dalam kedokteran,
obat-obatan tersebut masih bermanfaat bagi pengobatan, namun
bila disalahgunakan atau digunakan tidak menurut standar
pengoban akan berakibat sangat merugikan bagi individu, maupun
masyarakat khususnya generasi muda.

FENOMENA SOSIAL 18
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

Maraknya penyalahgunaan narkoba ini tidak mengenal status


maupun kekayaan karena narkoba dapat dibeli oleh berbagai
kalangan. Apabila orang yang tidak mampu memakai narkoba,
pasti orang tersebut akan melakukan berbagai cara untuk
membelinya, baik denagn cara baik maupun buruk.

Penggunaan narkoba ini biasanya berawal dari kebiasaan


merokok. Anak-anak yang merokok bisa saja mencoba-coba untuk
mencoba ke narkoba. Maka untuk mengurangi kebiasaan jelek
tersebut, pengawasan dari orang tua sangat diperlukan, apalagi
anak-anak tersebut masih sekolah.

Selain itu, dibutuhkan juga adanya seminar bagi anak sekolah


tentang narkoba ini karena sangat bermanfaat. Sehingga anak-
anak tidak mau mencobanya. Sehingga merusak tubuh anak
bangsa juga akan merusak moral bangsa. Anak bangsa yang akan
menjadi generasi penerus bangsa harus dijaga dan diawasi setiap
perkembangannya agar tidak terjerumus atau terpengaruh oleh
orang lain ke dalam hal negatif.

Tak hanya itu, ada faktor lain yang dapat membantu


menanggulangi pengalahgunaan narkoba maupun rokok agar anak
sekolah itu tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif, yakni
dengan memperkuat keimanan anak-anak sekolah itu, baik dengan
menambah jam mata pelajaran agama maupun ceramah agama
tentang bahaya rokok maupun narkoba.

Selain itu, bimbingan keagamaan di rumah sangat penting yang


bisa saja diajarkan oleh orang tuanya. Sehingga keimanan
yangtumbuh dalam seorang anak itu dapat membantu anak-anak
sekolah itu untuk menjauhi narkoba maupun rokok karena dalam
dirinya terdapat iman yang kuat.

Di zaman modern ini, orang-orang mudah terpengaruh oleh-


oleh hal-hal yang negatif denga adanya pencampuran budaya yang

FENOMENA SOSIAL 19
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

datang dari dunia barat yang banyak mengimbas anak-anak


sekolah dari segi gaya hidup.

Narkoba maupun rokok juga dapat dijadikan gaya hidup bagi


anak-anak yang tak mengenal pendidikan karena mereka tidak
tahu efek atau akibat dari penggunaan narkoba maupun rokok
tersebut. Sehingga di lingkungan sekolah banyak dilakukan
seminar maupun upaya lain tentang narkoba maupun rokok agar
mereka menjauhi dan tidak mau mencobanya.

Bila narkoba maupun rokok telah mempengaruhi anak-anak


sekolah, maka generasi penerus bangsa ini akan menjadikan
negaranya sendiri menjadi kacau denga perilaku-perilaku yang
tidak baik. Sehingga sekolah melakukan upaya dini utnuk
menjauhkan anak bangsa dari hal yang tidak baik.

Selain itu, penerus bangsa dapat meneruskan perjuangan


bangsanya serta menjauhkan dari hal-hal tentang narkoba maupun
rokok agar Negara ini menjadi Negara yang maju dengan pemimpin
yang anti narkoba maupun rokok, serta rakyatnya yang juga anti
rokok maupun narkoba.

Kita sebagai anak sekolah pasti mengetahui dampak narkoba


maupun rokok maka jauhilah rokok dan narkoba. Bila ada teman-
teman kita yang tidak sengaja terjerumus ke dalam narkoba
maupun rokok, ada baiknya apabila kita membantunya utnuk
sembuh dari ketergantungan itu, malah bukan menjauhinya.
Mereka yang terkena haruslah dibantu agar mereka kembali ke
jalan yang benar.

Rokok dan narkoba juga mempunyai keuntungan yang tinggi


bagi penjualnya karena orang-orang yang sudah ketergantungan
narkoba atau rokok berusaha untuk membelinya walaupun
harganya mahal. Maka banyak sekali dampak negative dari rokok
maupun narkoba, sehingga perlu adanya pemberitahuan atau
penjelasan dari pihak sekolah tentang bahaya rokok maupun

FENOMENA SOSIAL 20
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

narkoba. Sehingga penting sekali pengawasan serta perhatian dari


pihak sekolah bagi anak didiknya untuk mencegah anak didiknya
dari bahaya rokok maupun narkoba yang dapat merusak pemikiran
dan tingkah laku mereka. Ini harus dilakukan sejak dini agar mereka
sudah mengetahui dari awal tentang bahaya rokok dan narkoba itu.

Tak hanya itu, pengawasan dari orang tua juga sangat


diperlukan untuk anak-anak mereka agar mereka bisa mencegah
anak-anak mereka dari narkoba atau rokok mapun hal-hal yang
negative lainnya.

Lingkungan yang baik bagi mereka juga akan membantu


menjauhkan mereka dari hal-hal negative seperti itu. Selain
lingkungan, teman bermain pun juga harus diperhatikan karena itu
juga akan mempengaruhi terhadap tingkah laku mereka.

Apabila teman bermain mereka baik, maka anak tersebut bisa


menjadi baik karena adanya pengaruh dari teman-teman mereka
yang baik. Dan sebaliknya, apabila teman mereka tidak baik maka
akan berpengaruh juga terhadap anak itu. Bisa saja anak itu
terjeremus ke dalam hal-hal yang negatif. Ini akan membahayakan
anak itu.

Teman bermain itu tidak hanya di sekolah namun di lingkungan


bermain juga, seperti di lingkungan rumah mereka. Sehingga upaya
penanggulangan ini sangat diperlukan sejak dini agar anak-anak
bangsa yang menjadi generasi penerus yang baik serta dapat
menjauhkan diri mereka dari hal-hal yang neagtif.

Dari segi kesehatan pun perlu dijelaskan kepada anak-anak


sekolah yang akan membantu mereka agar mau menjauhkan diri
mereka sendiri dari narkoba maupun rokok yang mempunyai
dampak negatif bagi tubuh, salah satu penyakit bagi perokok dapat
menyebabkan kanker paru-paru dan salah satu penyakit bagi
pemakai narkoba dapat menyebabkan denyut jantung cepat

FENOMENA SOSIAL 21
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

sehingga dapat menyebabkan kematian apabila mengalami


overdosis.

Kesehatan ini bisa dilakukan dengan memeriksa kesehatan


para siswa dengan mendatangkan pihak kesehatan dari dinas
kesehatan sekitar daerah tersebut. Sehingga kita dapat
mengetahui mana anak yang pernah memakai narkoba dan tidak
memakainya.

Selain itu, seminar kesehatan tentang dampak dari rokok


maupun narkoba juga dapat dilakukan agar mereka mau menjaga
kesehatan mereka dari hal seperti itu.

FENOMENA SOSIAL 22
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

BAB III PENUTUP


Kesimpulan
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara
70 hingga 120 mm(bervariasi tergantung negara) dengan diameter
sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.
Rokok dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembedaan ini
didasarkan atas bahan pembungkus rokok, bahan baku atau isi
rokok, proses pembuatan rokok, danpenggunaan filter pada rokok
Dalam satu batang rokok mengandung sekitar 7.000 zat
kimia, 200 jenis diantaranya bersifat karsinogenik, yaitu zat yang
merusak gen dalam tubuh sehingga memicu terjadinya kanker,
seperti kanker paru, emfisema, dan bronkitis kronik.
Perokok pasif merupakan seorang penghirup asap rokok dari
orang yang sedang merokok. Akibatnya lebih berbahaya
dibandingkan perokok aktif. Bahkan bahaya yang harus ditanggung
perokok pasif tiga kali lipat dari bahaya perokok aktif.
Zat-zat yang terkandung dalam rokok yang berbahaya bagi
kesehatan, yakni: Tar [belangkin], karbon monoksida, nikotin,
hidrogen sianida, benzopyrene, dimethyl nitrosamine, N-Nitrosonor
nikotin, catechol, phenol dan acrolein.
Upaya yang dapat dilakukan untuk menanggulangi
penggunaan rokok yaitu salah satunya dengan melakukan
pendekatan kepada individu dengan memberikan nasihat-nasihat.
Jika nasihat tersebut tidak didengarkan, lakukan upaya-upaya yang
lain yang telah dipaparkan pada materi.

FENOMENA SOSIAL 23
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

DAFTAR PUSTAKA
Dephi Cute. 2013. Bahaya Merokok pada Wania Dibandingkan Pria.
http://tips-sehat-keluarga-bunda.blogspot.com. Diakses pada tanggal
27 Desember 2016.

Dwi Rani. 2013. Pengertian Merokok dan Akibatnya.


https://ranidwi68.wordpress.com. Diakses pada tanggal 27 Desember
2016.

Kukuh Ibnu Prakoso. 2014. Pengertian Merokok dan Bahaya Merokok bagi
Kesehatan Manusia. http://desarancawiru.blogspot.co.id. Diakses
pada tanggal 27 Desember 2016.

Lusia Kus Anna. 2014. 7 Bahaya Rokok bagi Perempuan.


http://health.kompas.com. Diakses pada tanggal 27 Desember 2016.

Muhammad Yudha. 2016. Bahaya Merokok bagi Kesehatan Tubuh.


http://www.cantikitu.com. Diakses pada tanggal 27 Desember 2016.

Putra Gunawan. 2011. 5 Artikel Tentang Masalah Sosial.


http://putraastiti.blogspot.co.id. Diakses pada tanggal 27 Desember
2016.

Ririn. 2011. Upaya Penanggulangan Masalah Rokok dan Penyalahgunaan


Narkoba di Lingungan Sekolah. https://rien18.wordpress.com.
Diakses pada tanggaal 27 Desember 2016.

FENOMENA SOSIAL 24