Anda di halaman 1dari 1

sejak kecil, saya sudah dikenalkan dengan yang namanya uang.

Biasanya saya dulu


membelikan permen dan macam-macam bola-bola coklat yang kisaran harganya 50
rupiah sampai 100 rupiah per biji. Mungkin untuk ukuran anak 90an seperti saya itu
merupakan suatu kebahagiaan yang tak terkira. uang memang menjadi mudah
sebagai alat pembayaran yang sah dibandingkan dengan cara kita jaman dulu
dengan barter. Barter tidak mempunyai nilai pasti karena nilai tiap barang berbeda
beda.
Seiring berjalannya waktu bank-bank konvensional sebagai tempat penyimpanan
uang mulai menawarkan fitur fitur menarik pada kegiatan perbankan mereka. Selain
menawarkan jasa tempat menabung masyarakat kita, mereka juga memiliki
kelebihan seperti kartu kredit dan kartu debit. Kartu debit misalnya, kita bisa
belanja online. Kebutuhan jaman sekarang yang semakin cepat, waktu yang sempit
dan lainnya menjadi alasan untuk tidak membeli barang langsung ke tokonya.
Di lain hal, sekarang kita bisa transfer uang kapan saja. Jujur untuk ukuran
mahasiswa seperti saya, menunggu uang hanya hitungan detik bukan hal baru lagi.
Dikirim uang saku dari orang tua yang jauh disana hanya dalam beberapa menit.
Bisa transfer dari ATM maupun langsung lewat M-Banking.
Dari kedua contoh tadi dan masih banyak contoh contoh lain sebetulnya dapat kita
Tarik kesimpulan bahwa semua hal tersebut lebih praktis. Hal tersebut bisa kita
sebut dengan non-tunai. Dengan non-tunai kita lebih bisa menghemat waktu,
praktis, mudah dan tentunya aman.
Namun kemudahan kemudahan ini memang hanya sedikit orang yang
memanfaatkannya. Selebihnya mereka lebih percaya dan terbiasa dengan kegiatan
tunai. Bank Indonesia sebagai bank yang menerbitkan uang pun mencoba untuk
memberikan pencerahan dan memberitahu kepada masyarakat dengan membentuk
gerakan nasional non tunai. Gerakan ini dimaksud untuk mengedukasi masyarakat
bahwa dengan non tunai akan lebih memudahkan kegiatan sehari hari mereka.
Bank Indonesia sebagai bank yang paling berperan penting dalam kegiatan
perbankan Indonesia rupanya sudah bisa membaca masa depan kegiatan
perbankan masyarakat kita. Masyarakat kita sekarang yang sekarang cenderung
ingin semuanya cepat dan praktis pasti akan semakin dipermudah dengan segala
fasilitas yang didapat. Masyarakat perkotaan atau urban nampaknya memang yang
paling memanfaatkan fasilitas non tunai ini sekarang ini.
Namun tidak menutup kemungkinan kita optimis nantinya seluruh kalangan
masyrakat akan menggunakan fasilitas non tunai ini sebagai suatu gebrakan
menuju masyarakat ekonomi asean 2015. Masyarakat kita hanya perlu
membiasakan diri dengan kultur yang sekarang sudah berubah.
Mahasiswa sebagai agen untuk menyebarluaskan pengalaman dan berita baik
tentang gerakan non tunai ini diharapkan dapat langsung kelapangan. Mereka yang
membawa kepada kebaikan dan tonggak majunya bangsa kita.