Anda di halaman 1dari 19

ANALISIS PERBANDINGAN RELEVANSI NILAI INFORMASI AKUNTANSI

DAN MANAJEMEN LABA SEBELUM DAN SESUDAHPENGADOPSIAN


PENUH INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD (IFRS) PADA
PERUSAHAAN KELOMPOK INDEKS LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA
(BEI)
(Studi Empiris pada Perusahaan Kelompok Indeks Lq45 Tahun 2007 dan 2014)

Jangcik1)

1)
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi
jangcikbinahmad@gmail.com

Abstrak: Penelitian ini melihat perbedaan relevansi nilai informasi akuntansi dan manajemen laba
sebelum dan sesudah pengadopsian penuh International Financial Reporting Standard (IFRS).
Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terpilihpada kelompok indeks LQ45 di Bursa
Efek Indonesia (BEI) yang berjumlah 45 perusahaan. Sedangkan sampel yang memenuhi kriteria
purposive sampling berjumlah 18 perusahaan. Data yang digunakan adalah laporan keuangan tahunan
2007 dan 2014 menggunakan statistik harga saham bulan Maret tahun t+1 yang diperoleh dari website
idx (www.idx.com). Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah paired t test, uji
chow(Chow Test), dan Uji One Away Analysis of Varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan relevansi nilai informasi akuntansi dan manajemen laba
sebelum dan sesudah pengadopsian penuh IFRS. Penelitian selanjutnya bisamenambahkan variabel
kontrol lain seperti jenis industri.

Kata kunci: Relevansi Nilai; Manajemen Laba; Adopsi Penuh IFRS

PENDAHULUAN Serangkaian gerakan telah dilakukan sejak 1973


Arus globalisasi yang semakin meningkat oleh IASC. Berdasarkan kebutuhan tersebut,
telah menghilangkan batas-batas geografis dalam maka International Accounting Standard
melakukan investasi dan perdagangan serta Committe (IASC) yang kemudian berganti
mengarah kepada pembentukan satu sistem menjadi International Accounting Standard Board
keuangan dan pasar modal global. Hal ini (IASB) pada tahun 2001 bertujuan untuk
diindikasikan dengan berdirinya pasar modal mengembangkan suatu standar akuntansi yang
berskala regional dan global seperti New berkualitas tinggi dan dapat diterapkan secara
YorkExchange, London Stock Exchange, global (Sianipar dan Marsono, 2013).
Singaporean Stock Exchange dan lain-lain. Pengembangan standar ini diharapkan
Kondisi ini menuntut adanya sistem akuntansi dan mampu menjawab kebutuhan akan keseragaman
pelaporan keuangan yang seragam dan diterima standar laporan keuangan secara internasional.
oleh berbagai negara (Telaumbanua, 2014). Dalam kaidahpelaporan keuangan, laporan
Kebutuhan akan standar akuntansi yang keuangan harus dilaporkan sebaik mungkin agar
berlaku secara internasional yang mendasari tidak menyesatkanpara pengguna laporan
munculnya organisasi bernama International keuangan (stakeholders). Laporan keuangan yang
Accounting Standard Committee (IASC). berkualitas memilikiinformasi yang lebih baik
mengenai perusahaan yang kemudian akan
Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah 1
disampaikan kepada caloninvestor untuk Eropa dan australia, menemukan bahwa negara
meningkatkan saham perusahaan atau sebagai alat code law mengalami peningkatan relevansi nilai,
analisis investor untukmengambil keputusan sedangkan negara common law mengalami
investasi (signaling theory) (Sianipar dan penurunan relevansi nilai ketika mengadopsi
Marsono, 2013). IFRS. Oleh karena itu, penerapan IFRS di negara-
Pengadopsian IFRS di Indonesia dimulai negara code law menjadi pertanyaan penelitian
pada tahun 2008 dimana dilakukan adopsi seluruh yang penting (Syagata dan Daljono, 2014).
IFRS terakhir ke dalam PSAK sampai tahun Indonesia berada dalam kluster negara-
2010. Pada tahun 2011 dilakukan persiapan negara code law atau negara-negara yang
infrastruktur pendukung untuk implementasi memiliki mekanisme monitoring dan
PSAK yang sudah mengadopsi IFRS dan tahun perlindungan investor yang lemah (La Porta et.al,
2012 pengadopsian penuh IFRS bagi perusahaan- 1998). Indonesia sebagai negara berkembang
perusahaan yang memiliki akuntabilitas publik yang pada saat ini menjadi sasaran perusahaan
(Sianipar dan Marsono, 2013). Pengadopsian multinasional menyebabkan tuntutan penggunaan
IFRS memerlukan persiapan yang matang agar standar pelaporan yang berlaku secara
semua manfaatnya dapat dirasakan. Pengadopsian internasional (Syagata dan Daljono, 2014).
IFRS di Indonesia mengalami berbagai kendala Sejak penerapan efektif adopsi IFRS di
salah satunya yaitu kurang siapnya infrastuktur Indonesia berbagai penelitian telah dilakukan oleh
seperti dewan standar akuntansi keuangan pihak akademisi di Indonesia untuk melihat
(DSAK) sebagai Financial Accounting Standard dampak dari pengadopsian tersebut terhadap
Setter. relevansi nilai informasi akuntansi yang
DSAK adalah perumus standar akuntansi dihasilkan dan penelitian-penelitian yang
keuangan (SAK) yang ada di Indonesia. Pada dilakukan tersebut masih menemukan hasil yang
prakteknya DSAK mendapatkan berbagai macam belum konsisten. Penelitian yang telah dilakukan
kritik, Diantaranya adalah minimnya partisipasi dan hasilnya menunjukkan bahwa pengadopsian
dari pihak-pihak yang berkepentingan dalam International Financial Reporting Standard (IFRS)
setiap exposure draft hearing pernyataan standar telah menunjukkan dampak positif bagi negara
akuntansi keuangan (PSAK) yang baru akan yang telah mengadopsinya diantaranya yang
diberlakukan (Rahmawati dan Murtini, 2015). dilakukan oleh Syagata dan Daljono (2014) yang
Kondisi perundang-undangan yang belum meneliti tentang analisis komparasi relevansi nilai
tentu sinkron dengan IFRS seperti peraturan pajak informasi akuntansi sebelum dan sesudah
di Indonesia tentang pajak final revaluasi aset. konvergensi IFRS di Indonesia. Dalam
Jika nilai pasar aktiva lebih tinggi dari pada nilai penelitiannya Syagata dan Daljono menemukan
bukunya ketika direvaluasi menurut peraturan bahwa terdapat peningkatan relevansi nilai setelah
pajak, selisih tersebut dikenai pajak final 10%. pengadopsian penuh IFRS. Hasil penelitian
Selain itu revaluation model memerlukan tersebut didukung oleh hasil penelitian Barth, et.al
tambahan biaya untuk menyewa jasa penilai (2008) yang menemukan bahwa perusahaan yang
dikarenakan banyaknya aset tetap yang tidak mengadopsi IFRS memiliki manajemen laba
memiliki nilai pasar sehingga ketergantungan berkurang, pengakuan kerugian lebih tepat waktu
kepada jasa penilai (assessor) akan besar untuk dan lebih relevansi nilai laba, hal tersebut
menilai aset perusahaan. Hal ini menyebabkan menunjukkan suatu bukti kualitas akuntansi yang
perusahaan enggan melakukan revaluasi aset lebih tinggi.
sesuai dengan peraturan IFRS (Rahmawati dan Penelitian lainnya yang menunjukkan
Murtini, 2015). adanya peningkatan relevansi nilai informasi
Terdapat perbedaan relevansi nilai pada akuntansi setelah mengadopsi IFRS diantaranya
negara-negara common law dan code law yang yang dilakukan oleh Krismiaji, dkk (2013) dalam
mengadopsi IFRS (Clarkson et.al, 2011). penelitiannya yang berjudul Pengaruh adopsi
Penelitian tersebut dilakukan pada 13 negara International Financial Reporting
2 Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah
Standard(IFRS) terhadap kualitas informasi bahwa laporan keuangan yang telah dimanipulasi
akuntansi menemukan bahwa Adopsi menyebabkan mutu informasi akuntansi yang
International Financial Reporting Standard dihasilkan rendah. Informasi tersebut tidak dapat
(IFRS) berpengaruh secara positif terhadap menggambarkan keadaan perusahaan yang
relevansi informasi akuntansi yang diukur dengan sebenarnya atau relevansinya rendah. Informasi
kemampuan memprediksi dan terhadap faithful menjadi tidak netral karena mengandung unsur
Representation. Narendra dan Haryanto (2013) bias akibat adanya upaya manajer untuk
dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh memperoleh hasil yang diinginkan sehingga dapat
pengadopsian International Financial Reporting merugikan pihak pemakai laporan keuangan.
Standard (IFRS) terhadap manajemen laba Adopsi PSAK menuju IFRS menyebabkan
menemukan bahwa adopsi IFRS berpengaruh adanya perubahan karakteristik pada PSAK
secara positif signifikan terhadap manajemen seperti perubahan dari PSAK yang berbasis aturan
laba. Putri (2014) dalam penelitiannya yang menjadi PSAK berbasis prinsip. Standar dengan
berjudul Menguji Perubahan Kualitas Akrual principle based yang lebih menekankan pada
Dan Relevansi Nilai Laporan Keuangan Sebelum professional judgement, menjadikan suatu standar
Dan Sesudah Full Adopsi IFRS menemukan lebih fleksibel dan subyektif dalam melakukan
bahwa terdapat perubahan kualitas informasi penilaian sehingga memberi kemungkinan praktik
akuntansi yang di ukur melalui kualitas akrual manajemen laba lebih besar dibandingkan
dan relevansi nilai yaitu, nilai earning per share sebelum adopsi IFRS. Hal ini diduga akan
dan book value pada perusahaan manufaktur mempengaruhi kualitas laba perusahaan (Bangun
yang tercatat di Bursa Efek Indonesia ketika dan Lestari, 2012).
sebelum (2007-2009) dan sesudah (2011-2013) Selain itu, principle based standards
full adopsi IFRS. Sianipar dan Marsono (2013) mungkin menyebabkan kualitas informasi
dalam penelitiannya yang berjudul Analisis akuntansi menurun professional judgment
komparasi kualitas informasi akuntansi sebelum ditumpangi dengan kepentingan untuk mengatur
dan sesudah pengadopsian penuh IFRS di laba (earning management) (Rahmawati dan
Indonesia yang diproksikan dengan manajemen Murtini, 2015). Hal tersebut merupakan salah satu
laba, relevansi nilai dan pengakuan kerugian tepat perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian
waktu menemukan bahwa tidak terdapat sebelumnya. Adapun perbedaan lain yang
perbedaan antara sebelum dan sesudah terdapat antara penelitian ini dengan penelitian
pengadopsian penuh IFRS terhadap kualitas sebelumnya diantaranya adalah periode
informasi akuntansi. penelitian.
Penelitian ini merupakan replikasi dari Dalam penelitian ini menggunakan tahun
penelitian Syagata dan Daljono (2014) yang 2007 sebagai periode sebelum adopsi IFRS dan
berjudul analisis komparasi relevansi nilai tahun 2014 sebagai periode setelah adopsi IFRS
informasi akuntansi sebelum dan sesudah yang pada penelitian sebelumnya menggunakan
konvergensi IFRS di Indonesia dengan tahun 2011 sebagai periode sebelum adopsi IFRS
menggunakan satu variabel yaitu relevansi nilai dan tahun 2012 sebagai periode setelah adopsi
informasi akuntansi. Dalam penelitian ini penulis IFRS. Alasan digunakannya Periode 2007
menambahkan satu variabel yaitu manajemen Sebagai periode sebelum Pengadopsian IFRS
laba. Alasan penambahan variabel tersebut adalah pada penelitian ini adalah karena pada tahun
karena kedua Indikator tersebut sama-sama dapat tersebut IFRS belum diadopsi di Indonesia, maka
digunakan dalam hubungannya dengan kualitas harapan penulis perbedaan relevansi nilai
informasi akuntansi terkait dengan pengadopsian informasi akuntansi dan manajemen laba akan
IFRS di Indonesia sebagaimana yang terdapat di lebih terlihat dengan membandingkan periode
dalam penelitian Sianipar dan Marsono (2013). yang dimana ketika IFRS benar-benar belum
Pernyataan tersebut di atas didukung oleh diadopsi di Indonesia (2007) dengan periode
Rahmawati dan Murtini (2015) yang menyatakan setelah pengadopsian penuh IFRS (2014).
Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah 3
Sedangkan periode 2014 digunakan sebagai tinggi. Keuntungan bagi perusahaan yang masuk
periode setelah pengadopsian penuh IFRS dengan dalam Indeks LQ 45 yaitu para pelaku pasar
harapan persentase implementasi IFRS di modal telah mengakui dan mempercayai bahwa
perusahaan yang terdaftar di BEI semakin perusahaan memiliki tingkat likuditas dan
bertambah serta dengan jarak waktu dimulainya kapitalisasi pasar yang baik, serta memiliki
pengadopsian IFRS di Indonesia (2008-2014) prospek yang baik dimasa yang akan datang
diharapkan kesiapan sumber daya manusia dan sehingga mendorong peningatan harga saham ke
dunia pendidikan di Indonesia semakin arah positif (Luthfi dan Hadiprajitno, 2014).
bertambah, sebagaimana yang menjadi salah satu Harapan penulis hasil dari penelitian ini
alasan belum terlihatnya perbedaan terhadap dapat digeneralisasi terhadap perusahaan yang
relevansi nilai informasi akuntansi dan terdaftar di BEI dikarenakan indeks LQ45
manajemen laba setelah periode pengadopsian merupakan indeks yang terbaik dari segi likuiditas
penuh IFRS di dalam penelitian Sianipar dan dan merupakan indeks yang dipilih berdasarkan
Marsono (2013). kriteria-kriteria yang ditetapkan. Berdasarkan
Selain alasan di atas, juga terdapat beberapa hasil penelitian tersebut di atas masih
PSAK dan satu ISAK yang direvisi pada tahun menunjukkan hasil yang belum konsisten,
2014. Dengan adanya revisi tersebut, harapan membuat penulis tertarik untuk melakukan
penulis kualitas informasi yang terkandung di penelitian ulang tentang Analisis Perbedaan
dalam laporan keuangan perusahaan yang Relevansi Nilai Informasi Akuntansi dan
termasuk kedalam populasi penelitian ini semakin Manajemen Laba Sebelum dan Sesudah
bertambah baik, sehingga perbedaan relevansi Pengadopsian Penuh International Financial
nilai informasi akuntansi dan manajemen laba Reporting Standard (IFRS) pada Perusahaan
antara periode sebelum pengadopsian IFRS Kelompok Indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia
dengan setelah pengadopsian IFRS dengan (BEI) dengan menggunakan relevansi nilai
menggunakan periode 2014 sebagai periode informasi akuntansi dan manajemen laba sebagai
setelah pengadopsian IFRS akan lebih terlihat variabel independen.
dibandingkan dengan penelitian sebelumnya yang
menggunakan periode 2013 sebagai periode TINJAUAN PUSTAKA
setelah pengadopsian IFRS. Teoritis
Selanjutnya perbedaan pada populasi dan IFRS (International Financial Reporting
sampel penelitian. Penelitian ini menggunakan Standard)
perusahaan yang terdaftar pada indeks LQ45 yang IFRS merupakan standar akuntansi
terdaftar di BEI sebagai populasi dengan jumlah internasional yang diterbitkan oleh International
sampel sebanyak 18 perusahaan sedangkan dalam Accounting Standard Board (IASB). Standar
penelitian sebelumnya menggunakan perusahaan Akuntansi Internasional disusun oleh empat
sektor manufaktur yang terdaftar di BEI sebagai organisasi utama dunia yaitu Badan Standar
populasi dengan jumlah sampel sebanyak 75 Akuntansi Internasional (IASB), Komisi
perusahaan. Indeks LQ45 dipilih sebagai populasi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional
dalam penelitian ini adalah karna Indeks LQ45 Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi
menjadi pelengkap Indeks Harga Saham Internasional (IFAC) (Telaumbanua, 2014).
Gabungan (IHSG) dan menjadi penyedia International Accounting Standar Board (IASB)
informasi bagi investor dalam menganalisis yang dahulu bernama International Accounting
pergerakan harga saham dari saham-saham yang Standar Committee (IASC), merupakan lembaga
aktif diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia independen untuk menyusun standar akuntansi.
karena 45 saham yang masuk dalam LQ45 Organisasi tersebut memiliki tujuan
memiliki likuidias, kondisi keuangan dan prospek mengembangkan dan mendorong penggunaan
pertumbuhan yang baik serta memiliki standar akuntansi global yang berkualitas tinggi,
kapitalisasi pasar dan frekuensi perdagangan yang dapat dipahami dan dapat diperbandingkan (Choi,
4 Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah
et.al, 1999). Sebagian besar standar yang menjadi dilakukan sebanyak enam kali, yakni pada tanggal
bagian dari IFRS sebelumnya merupakan 1 Oktober 1995, 1 Juni 1999, 1 April 2002, 1
International Accounting Standars (IAS) Oktober 2004, 1 Juni 2006, 1 September 2007,
(Natawidyana, 2008). IAS diterbitkan antara dan versi 1 Juli 2009 (Telaumbanua, 2014). Pada
tahun 1973 sampai dengan 2001 oleh IASC. Pada tahun 2006 dalam kongres IAI di Jakarta
bulan April 2001, IASB mengadopsi seluruh IAS ditetapkan bahwa konvergensi penuh IFRS akan
dan melanjutkan pengembangan standar yang diselesaikan pada tahun 2008.
dilakukan (Telaumbanua, 2014). Target ketika itu adalah taat penuh dengan
Perkembangan Standar Akuntansi di semua standar IFRS pada tahun 2008. Namun
Indonesia dalam perjalanannya ternyata tidak mudah.
Pada periode 1973-1984, Ikatan Akuntan Sampai akhir tahun 2008 jumlah IFRS yang
Indonesia (IAI) telah membentuk Komite Prinsip- diadopsi baru mencapai 10 standar IFRS dari total
prinsip Akuntansi Indonesia untuk menetapkan 33 standar (Telaumbanua, 2014).
standar-standar akuntansi, yang kemudian dikenal Rerangka Normatif Laporan Keuangan
dengan Prinsip Akuntansi Indonesia (PAI). Pada Financial Accounting Standard Board
periode 1984-1994, komite PAI melakukan revisi (FASB) (1996) melalui Statement of Financial
secara mendasar PAI 1973 dan kemudian Accounting Concept No. 1 menetapkan tujuan
menerbitkan Prinsip Akuntansi Indonesia 1984 utama pelaporan keuangan yaitu penyediaan
(PAI 1984). Menjelang akhir 1994, Komite informasi yang relevan bagi pengambilan
standar akuntansi memulai suatu revisi besar atas keputusan investor. Pernyataan tersebut
prinsip-prinsip akuntansi Indonesia dengan berimplikasi bahwa meskipun pelaporan
mengumumkan pernyataan-pernyataan standar keuangan memiliki sasaran yang luas,
akuntansi tambahan dan menerbitkan interpretasi orientasinya terletak pada investor dan kreditor
atas standar tersebut. dengan berasumsi bahwa terpenuhinya kebutuhan
Revisi tersebut menghasilkan 35 mereka berarti terpenuhi pula hampir semua
pernyataan standar akuntansi keuangan, yang kebutuhan para pengguna lainnya (Telaumbanua,
sebagian besar harmonis dengan IAS yang 2014). Setelah merumuskan tujuan menyeluruh
dikeluarkan oleh IASB (Sianipar dan Marsono, pelaporan keuangan, FASB melalui statement of
2013). Pada periode 1994-2004, ada perubahan Financial Accounting Concept No. 2 (Kieso dan
Kiblat dari US GAAP ke IFRS, hal ini Weygandt, 2007:37-38) menetapkan karakteristik
ditunjukkan Sejak tahun 1994, telah menjadi kualitatif informasi akuntansi sebagai berikut;
kebijakan dari Komite Standar Akuntansi 1. Relevance (Relevansi)
Keuangan untuk menggunakan International Informasi akuntansi dikatakan relevan jika
Accounting Standards (IAS) sebagai dasar untuk mampu membuat perbedaan dalam sebuah
membangun standar akuntansi keuangan keputusan. Informasi yang relevan akan
Indonesia. Dan pada tahun 1995, IAI melakukan membantu pemakai membuat prediksi tentang
revisi besar untuk menerapkan standar-standar hasil akhir dari kejadian masa lalu, masa kini, dan
akuntansi baru, yang kebanyakan konsisten masa depan.
dengan IAS. Beberapa standar diadopsi dari US 2. Reliability (Reliabilitas)
GAAP dan lainnya dibuat sendiri (Telaumbanua, Informasi akuntansi dianggap handal jika
2014). dapat diverifikasi, disajikan secara tepat, serta
Pengadopsian IFRS di Indonesia bebas dari kesalahan dan bias. Reliabilitas sangat
Pada periode 2006-2008, merupakan diperlukan oleh individu-individu yang tidak
konvergensi IFRS Tahap 1, Sejak tahun 1995 memiliki waktu atau keahlian untuk mengevaluasi
sampai tahun 2010, buku Standar Akuntansi isi faktual dari informasi.
Keuangan (SAK) terus direvisi secara 3. Comparability (Komparabilitas)
berkesinambungan, baik berupa penyempurnaan Informasi dari berbagai perusahaan
maupun penambahan standar baru. Proses revisi dianggap memiliki komparabilitas jika telah
Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah 5
diukur dan dilaporkan dengan cara yang sama. 6. Memberikan informasi tentang catatan-catatan
Komparabilitas memungkinkan pemakai atas laporan keuangan.
mengidentifikasi persamaan dan perbedaan riil
dalam peristiwa ekonomi antarperusahaan. Standar Kualitas Laporan Keuangan
4. Konsistensi Laporan keuangan yang dihasilkan harus
Perusahaan dianggap konsisten jika memenuhi beberapa standar kualitas berikut ini
mengaplikasikan perlakuan akuntansi yang sama agar bermanfaat (Rudianto, 2009);
untuk kejadian-kejadian serupa dari periode ke a. Relevanb. Dapat dimengertic. Daya ujid.
periode. Perusahaan dapat mengganti satu metode Netrale. Tepat waktuf. Daya banding
akuntansi dengan metode-metode akuntansi yang Relevansi Nilai(Value Relevance)Informasi
lain, dengan syarat perusahaan harus dapat Akuntansi
menunjukkan bahwa metode yang baru lebih baik Defenisi Relevansi Nilai
daripada metode sebelumnya. Menurut Francis dan Schipper (1999)
Laporan Keuangan relevansi nilai informasi akuntansi merupakan
Definisi laporan keuangan kemampuan angka-angka akuntansi untuk
Laporan keuangan merupakan media yang merangkum, sehingga relevansi nilai
digunakan untuk mengetahui kondisi keuangan diindikasikan dengan sebuah hubungan statistikal
suatu perusahaan dan kinerja perusahaan yang antara informasi keuangan dan harga atau return
akan berguna bagi para pengguna laporan saham. Relevansi nilai diarahkan untuk
keuangan dalam mengambil keputusan (Suryatmi, menginvestigasi hubungan empiris antara nilai-
2014). laporan keuangan adalah catatan informasi nilai pasar saham (stock market values) dengan
suatu entitas pada suatu periode akuntansi yang berbagai angka akuntansi yang dimaksudkan
dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja untuk menilai manfaat angka-angka akuntansi itu
entitas tersebut. Laporan keuangan merupakan dalam penilaian fundamental perusahaan. Maka
media komunikasi yang digunakan manajemen dari itu dapat disimpulkan bahwa relevansi nilai
kepada pihak luar perusahaan. Kualitas adalah kemampuan angka- angka akuntansi dalam
komunikasi ini bergantung kepada kualitas menghasilkan informasi akuntansi untuk
laporan keuangan yang disajikan.Untuk menjelaskan nilai perusahaan dan harga saham
mendukung tercapainya kualitas laporan agar informasi akuntansi dapat berkualitas.
keuangan yang baik, diperlukan aturan yang Mekanisme manfaat informasi akuntansi
dibuat oleh badan profesi (dewan pembuat bagi investor secara empirik diinvestigasikan
standar) dan pemerintah (Suryatmi, 2014). melalui hubungan antara informasi akuntansi
Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan yang direlease kepada publik dengan perubahan
Menurut Suryatmi (2014) tujuan dari harga dan (atau) volume perdagangan saham
laporan keuangan adalah sebagai berikut; suatu perusahaan. Cara pengukuran relevansi nilai
1. Memberikan informasi tentang jenis dan ini menggunakan return saham yang dihubungkan
jumlah aset (harta) yang dimiliki perusahaan saat dengan angka-angka akuntansi, dimana harga
ini.2. Memberikan informasi tentang jenis dan saham yang dipakai adalah harga tiga bulan
jumlah kewajiban dan modal yang dimiliki setelah publikasi. Harga saham merupakan harga
perusahaan saat ini.3. Memberikan informasi suatu saham pada pasar yang sedang berlangsung
tentang jenis dan jumlah pendapatan yang Jika pasar bursa efek sudah tutup, maka harga
diperoleh pada suatu periode tertentu.4. pasar adalah harga penutupannya (closing price)
Memberikan informasi tentang jumlah biaya dan (Suryatmi, 2014).
jenis biayayang dikeluarkan perusahaan dalam Manajemen Laba (Earnings Mangement)
suatu periode tertentu.5. Memberikan informasi Manajemen Laba (Earnings Management)
tentang perubahan-perubahan yang terjadi merupakan intervensi dari pihak manajemen
terhadap aset, kewajiban, dan modal perusahaan. untuk mengatur laba yaitu dengan menaikkan atau
menurunkan laba akuntansi dengan
6 Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah
memanfaatkan atau kelonggaran penggunaan pengakuan kerugian lebih tepat waktu dan
metode dan prosedur akuntansi (Cahyati, 2011). memiliki nilai relevansi yang tinggi.
Menurut Scott (2009) dalam Handayani (2014) Sampel penelitian ini terdiri dari
manajemen laba adalah tindakan manajer untuk perusahaan-perusahaan yang ada pada 23 negara
melaporkan laba yang dapat memaksimalkan mulai tahun 1994-2003. Selain itu, penelitian ini
kepentingan pribadi atau perusahaan dengan juga menguji pengaruh pengunaan Standar
menggunakan kebijakan metode akuntansi. Scott Akuntansi Internasional dengan biaya modal (cost
(2009) juga mendefinisikan manajemen laba of capital) perusahaan. Dalam penelitian ini
sebagai intervensi manajemen dalam proses mereka menemukan 2 bagian yaitu setelah dan
menyusun pelaporan keuangan eksternal sehingga sebelum periode adopsi.
dapat menaikkan atau menurunkan laba akuntansi Periode setelah mengadopsi IAS
sesuai dengan kepentingannya. perusahaan yang mengadopsi Standar Akuntansi
Terdapat beberapa definisi mengenai Internasional cenderung memiliki manajemen
manajemen laba: misalnya Davidson (1987) laba yang lebih rendah dibandingkan perusahaan
dalam Sulistyanto (2008), menyatakan bahwa yang tidak mengadopsi Standar Akuntansi
manajemen laba merupakan proses untuk Internasional, perusahaan yang mengadopsi IAS
mengambil langkah tertentu yang disengaja dalam cenderung lebih konservatif dibanding dengan
batas-batas prinsip akuntansi berterima umum perusahaan yang tidak mengadopsi IAS dan
untuk menghasilkan tingkat yang diinginkan dari memiliki tingkat relevansi nilai yang lebih tinggi.
laba yang dilaporkan. Menurut Schipper (1989) Krismiaji, dkk (2013) meneliti Pengaruh
dalam Sulistyanto (2008) manajemen laba adalah International Financial Reporting Standard
campur tangan dalam proses penyusunan (IFRS) terhadap kualitas informasi akuntansi
pelaporan keuangan eksternal dengan tujuan dengan menggunakan manajemen laba sebagai
untuk memperoleh keuntungan pribadi (pihak indikator pengukuran kualitas informasi
yang tidak setuju mengatakan bahwa hal ini akuntansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
hanyalah upaya untuk memfasilitasi operasi yang adopsi IFRS berpengaruh secara positif terhadap
tidak memihak dari sebuah proses). Dari beberapa relevansi informasi akuntansi yang diukur dengan
definisi di atas dapat dikatakan bahwa manajemen kemampuan memprediksi dan terhadap faithful
laba merupakan usaha pihak manajemen yang representation.
disengaja untuk memanipulasi laporan keuangan Narendra dan Haryanto (2013) meneliti
dalam batasan yang dibolehkan oleh prinsip- Pengaruh International Financial Reporting
prinsip akuntansi dengan tujuan untuk Standard (IFRS) terhadap manajemen laba pada
memberikan informasi yang menyesatkan para perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa
pengguna laporan keuangan bagi keuntungan Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2011-2012
pihak manajer. Selain itu manajemen laba dengan menggunakan sampel sebanyak 134
dianggap sebagai tindakan yang dapat perusahaan. Hasil dari penelitian tersebut
menurunkan kualitas laporan keuangan menunjukkan bahwa adopsi IFRS berpengaruh
(Handayani, 2014). secara positif signifikan terhadap manajemen
Hasil Penelitian Terdahulu laba.Syagata dan Daljono (2014) meneliti
Berbagai penelitian tentang pengadopsian Komparasi relevansi nilai informasi akuntansi
IFRS telah banyak dilakukan oleh beberapa sebelum dan sesudah konvergensi IFRS di
peneliti. Namun, penelitian yang berfokus kepada Indonesia pada perusahaan manufaktur yang
relevansi nilai informasi akuntansi dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
manajemen laba dalam periode pengadopsian tahun 2011-2012 dengan menggunakan sampel 75
penuh IFRS pada suatu perusahaan atau suatu perusahaan.
negara masih terbatas. Barth, et.al (2008) meneliti Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
perusahaan yang menerapkan IAS memiliki perusahaan yang melakukan konvergensi IFRS
kecenderungan berkurangnya manajemen laba, mempunyai relevansi nilai laba, nilai buku
Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah 7
ekuitas, dan arus kas operasi lebih tinggi konsekuensi yang harus dihadapi di bidang
dibanding periode sebelum IFRS. Putri (2014) akuntansi. Melihat akan kebutuhan ini, Ikatan
melakukan penelitian tentang Menguji Akuntan Indonesia (IAI) sebagai organisasi yang
perubahan kualitas akrual dan relevansi nilai berwenang dalam membuat standar akuntansi di
laporan keuangan sebelum dan sesudah full Indonesia memutuskan untuk melaksanakan
adopsi IFRS dengan menggunakan kualitas program adaptasi dan harmonisasi standar
akrual dan relevansi nilai sebagai variabel akuntansi internasional IFRS.
indikator. Hasil penelitian tersebut menunjukkan Pengadopsian penuh IFRS di Indonesia
bahwa terdapat perubahan kualitas informasi dimulai tahun 2012. Pengadopsian ini merubah
akuntansi yang di ukur melalui kualitas akrual kiblat standar akuntansi Indonesia yang semula
dan relevansi nilai yaitu, nilai earning per share mengacu pada berbasis aturan (rule based)
dan book value pada perusahaan manufaktur menjadi berbasis prinsip (principal based)
yang tercatat di Bursa Efek Indonesia ketika (Sianipar dan marsono, 2013). Pengaturan
sebelum (2007-2009) dan sesudah (2011-2013) berbasis prinsip bertujuan untuk memenuhi tujuan
full adopsi IFRS. dari IFRS, yaitu meningkatkan kualitas informasi
Sianipar dan Marsono (2013) meneliti akuntansi yang terdapat pada laporan keuangan.
Analisis komparasi kualitas informasi akuntansi Adapun kualitas informasi akuntansi yang
sebelum dan sesudah pengadopsian penuh IFRS tinggi salah satunya dapat ditunjukkan dari
di Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan penurunan pada manajemen laba, pengakuan
bahwa tidak terdapat perbedaan antara sebelum kerugian lebih tepat waktu, dan nilai relevansi
dan sesudah pengadopsian penuh IFRS terhadap laba yang lebih tinggi sebagaimana yang terdapat
relevansi nilai, pengakuan kerugian tepat waktu dalam Sianipar dan Marsono (2013). Hasil
serta manajemen laba.Penulis memberi penelitian di luar negeri yang menggunakan
kesimpulan bahwa belum terlihatnya perbedaan ketiga proksi ini masih menghasilkan hasil
terhadap kualitas akuntansi setelah periode penelitian yang beragam. Paglietti (2009)
pengadopsian penuh IFRS seperti yang dilakukan menemukan bahwa setelah adopsi IFRS laba
oleh Barth, et. al (2008) bisa disebabkan oleh mengalami peningkatan relevansi nilai informasi
faktor yang sama seperti yang dialami negara- akuntansi.
negara berkembang lainnya yaitu infrastruktur. Tsalavoutas (2007) menemukan bahwa
Infrastruktur disini meliputi DSAK tidak terjadi perubahan relevansi nilai laba pada
sebagai financial accounting standard setter di periode sebelum dan sesudah adopsi IFRS. Karna
Indonesia, kondisi peraturan perundang-undangan hasil berbagai penelitian tersebut yang masih
yang belum tentu sinkron dengan IFRS serta kontradiktif, maka penelitian ini berusaha untuk
kurang siapnya sumber daya manusia dan dunia menegaskan perbedaan relevansi nilai informasi
pendidikan di Indonesia. Salah satu keterbatasan akuntansi dan manajemen laba perusahaan
yang diungkapkan oleh peneliti di dalam sebelum dan sesudah pengadopsian penuh IFRS,
penelitian ini adalah jumlah sampel yang sehingga dapat diambil hipotesis penelitian
digunakan dalam penelitian karena minimnya sebagai berikut;
perusahaan yang telah melakukan publikasi H1 : Ada perbedaan antara relevansi nilai
laporan keuangan (financial report) pada tahun informasi akuntansi sebelum dan sesudah
2012 sampai pada tanggal 15 April tahun 2013. dilakukannya pengadopsian penuh IFRS.
Hipotesis Penelitian H2 : Ada perbedaan antara manajemen laba
Penerapan IFRS dan pengadopsiannya di sebelum dan sesudah dilakukannya pengadopsian
Indonesia penuh IFRS.
Globalisasi mempengaruhi berbagai aspek
di dunia termasuk akuntansi. Kebutuhan akan METODE PENELITIAN
akses informasi yang tidak terbatas dan intens Objek Penelitian
termasuk dalam laporan keuangan merupakan
8 Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah
Menurut Arikunto (2001) objek penelitian perusahaan terdaftar pada kelompok indeks LQ45
adalah variabel penelitian yaitu sesuatu yang di BEI yang telah diaudit pada tahun 2007
merupakan inti dari problematika penelitian. (sebelum pengadopsian IFRS) dan 2014 (sesudah
Objek penelitian ini adalah relevansi nilai pengadopsian penuh IFRS). Perusahaan tersebut
informasi akuntansi dan manajemen laba sebelum dipilih karena Indeks LQ45 merupakan saham
dan sesudah pengadopsian penuh International dari emiten yang banyak diminati oleh para
Financial Reporting Standard (IFRS) di investor, oleh sebab itu indeks LQ45 dapat
Indonesia. Perusahaan yang diteliti dalam dijadikan sebagai acuan dalam menilai aktivitas
penelitian ini adalah perusahaan terdaftar di bursa kinerja perdagangan saham di pasar modal
efek indonesia (BEI) yang termasuk dalam (Susilawati, 2012).
kelompok indeks LQ45 pada periode februari-juli Sampel
pada tahun 2007 dan 2014. Sampel adalah bagian dari jumlah dan
Jenis Penelitian karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Desain penelitian menurut Supomo dan Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin
Indriantoro (2002:249) merupakan rancangan mempelajari semua yang ada pada populasi,
utama penelitian yang menyatakan metode dan misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan
prosedur-prosedur yang digunakan oleh peneliti waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel
dalam pemilihan, pengumpulan, dan analisis data. yang diambil dari populasi itu (Sugiyono, 2007).
Dalam penelitian ini dibutuhkan data dan Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini
informasi yang sesuai dengan sifat adalah purposive sampling, dimana populasi yang
permasalahannya yaitu membandingkan dan akan dijadikan sampel penelitian adalah populasi
menemukan perbedaan antara sebelum dan yang memenuhi kriteria sampel tertentu. Kriteria-
sesudah pengadopsian penuh IFRS terhadap kriteria tersebut adalah sebagai berikut;
relevansi nilai informasi akuntansi dan 1) Perusahaan terpilih dalam kelompok indeks
manajemen laba agar data yang diperoleh cukup LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
lengkap untuk digunakan sebagai dasar dalam pada tahun 2007 dan 2014.
membahas masalah yang ada. Penelitian ini 2) Perusahaan terpilih dalam kelompok indeks
menggunakan metode deskriptif yang LQ45 yang telah melakukan publikasi laporan
mengkhususkan pada studi komparatif. keuangan pada tahun 2007 dan 2014.
Studi komparatif merupakan suatu 3) Perusahaan yang sama-sama terpilih dalam
penelitian yang mencari jawaban secara mendasar kelompok indeks LQ45 periode Februari - Juli
tentang sebab akibat dengan menganalisis faktor- pada tahun 2007 dan 2014.
faktor penyebab terjadinya atau munculnya suatu Berdasarkan kriteria sampel yang ditetapkan, dari
fenomena tertentu, dimana penelitian komparatif 45 perusahaan terdaftar pada kelompok indeks
adalah sejenis penelitian deskriptif yang ingin LQ45 yang terdaftar di BEI tahun 2007 dan 2014
mencari jawaban secara mendasar tentang sebab hanya 18 perusahaan yang memenuhi kriteria
dan akibat dan penelitian yang bersifat sampel.
membandingkan keberadaan satu variabel atau 3.4 Jenis dan Sumber Data
lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian
atau lebih dari satu (Sugiyono, 2007). ini adalah berupa data sekunder, yaitu data
Populasi dan Sampel penelitian yang diperoleh atau dikumpulkan oleh
Populasi peneliti dari sumber-sumber yang telah ada.
Populasi adalah wilayah generalisasi yang Sumber data sekunder berupa laporan tahunan
terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai dan laporan keuangan yang diperoleh dari situs
kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan resmi bursa efek Indonesia yakni www.idx.co.id,
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian dan situs web resmi perusahaan bersangkutan.
ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007). Populasi Metode Pengumpulan Data
yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah
Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah 9
Metode pengumpulan data pada penelitian Science) sebagai program yang dapat membantu
ini adalah metode dokumentasi, yakni penelitian ini dalam mengolah dan menganalisis
penggunaan data yang berasal dari dokumen- data.
dokumen yang sudah ada. Hal ini dilakukan
dengan cara melakukan penelusuran data-data PEMBAHASAN
yang diperlukan dari laporan keuangan, laporan Pengujian Hipotesis
tahunan, serta data-data lain yang diperlukan dan Uji Chow (Chow Test)
berhubungan dengan objek penelitian yang Uji Chow (Chow Test) adalah alat untuk
diperoleh dari website resmi bursa efek indonesia menguji kesamaan koefisien dari dua atau lebih
(BEI), website resmi perusahaan untuk periode kelompok regresi yang diperoleh pada tahun
tahun 2007 dan 2014. pengamatan 2007 dan 2014. Alasan pemilihan
Operasional dan Pengukuran Variabel alat uji chow test karena alat uji ini paling banyak
Variabel Penelitian digunakan oleh para peneliti sebelumnya untuk
Variabel penelitian merupakan variabel menguji relevansi nilai informasi akuntansi. Para
yang menjadi pusat suatu penelitian atau sering peneliti sebelumnya yang menggunakan chow test
pula dikatakan sebagai faktor-faktor yang untuk menguji relevansi nilai informasi akuntansi
berperan dalam peristiwa atau gejala yang akan diantaranya adalah Sianipar dan Marsono (2013),
diteliti. Menurut Sugiyono (2007) variabel Telaumbanua (2014), Cahyonowati dan Ratmono
merupakan gejala yang menjadi fokus peneliti (2012), Syagata dan Daljono (2014), Rahmawati
untuk diamati. Variabel itu sebagai atribut dari dan Murtini (2015) dan yang lainnya.Penelitian
sekelompok orang atau obyek yang mempunyai ini menggunakan uji chow untuk menguji
variasi antara satu dengan yang lain dalam suatu hipotesis pertama penelitian ini yaitu terdapat
kelompok. perbedaan relevansi nilai (value relevance)
Di dalam penelitian ini yang menjadi informasi akuntansi sebelum dan sesudah
fokus peneliti untuk diamati adalah relevansi nilai pengadopsian penuh IFRS. Berikut ini rumus
informasi akuntansi dan manajemen laba sebagai Chow Test menurut Ghozali (2007);
pemecahan permasalahan atau variabel yang akan
diteliti. F=((RSSr-RSSur)/k)/((RSSur)/(n1+n2-2k))
Metode Analisis
Penelitian ini menggunakan pendekatan Data yang yang dimasukkan dalam
kuantitatif, karena membutuhkan pengujian analisis ini adalah hasil analisis regresi relevansi
untuk membuktikan kebenaran dari hipotesis nilai informasi akuntansi;
yang diajukan sebagaimana yang dilakukan Putri RSS1 = 229235897,716
(2014). Menurut Indriantoro dan Bambang RSS2 = 460059049,174
(1999:12) Penelitian kuantitatif menitikberatkan RSSr = 590531873,679
pada pengujian teori-teori yang diukur melalui K = 4 (Periode pengamatan dikali 2)
hubungan antar variabel dan dianalisis dengan RSSur = (RSS1 + RSS2)
prosedur statistik. Data yang digunakan akan n1 = 18
menghasilkan kesimpulan yang dapat n2 = 18
digeneralisasikan.
Penelitian ini menguji dua variabel, yaitu Keterangan:
relevansi nilai informasi akuntansi dan RSSr = Nilai restricted residual sum of squares
manajemen laba. Sedangkan untuk menguji (2007 dan 2014)
hipotesis-hipotesis tersebut penelitian ini RSS1 = Nilai restricted residual sum of squares
menggunakan pengujian Uji chow (Chow test), tahun 2007
Uji T-Berpasangan atau Paired Sample T Test RSS2 = Nilai restricted residual sum of squares
dan Uji One Away Analysis of Varian (ANOVA) tahun 2014
dengan SPSS (Statistcal Program for Social RSSur = Nilai restricted residual sum of squares
10 Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah
tahun 2007 ditambah 2014 relevansi nilai informasi akuntansi meningkat
n1 = Jumlah sampel tahun 2007 karena pengadopsian IFRS.
n2 = Jumlah sampel tahun 2014 Berdasarkan hasil regresi variabel
Angka-angka di atas dimasukkan kedalam relevansi nilai informasi akuntansi dapat dilihat
rumus uji chow (chow test) sehingga bahwa nilai adjusted R2 meningkat signifikan
menghasilkan nilai F hitung sebagai berikut; yaitu 0,747 menjadi 0,854. Hasil penelitian ini
sejalan dengan hasil penelitian yang dikemukakan
(590531873,679 689294946,890)/4 Syagata dan Daljono (2014) dan Rahmawati dan
=
(689294946,890)/(18 + 18 8) Murtini (2015) yang menyatakan bahwa
( 98763073,211)/4 pengadopsian IFRS meningkatkan relevansi nilai.
=
(689294946,890)/(28) Temuan ini bertentangan dengan hasil penelitian
24690768,303 Cahyonowati dan Ratmono (2012) yang
=
24617676,675 menyatakan bahwa pengadopsian IFRS justru
=-1,003 menyebabkan relevansi nilai menurun.
Pengambilan kesimpulan dengan mendasarkan
Berdasarkan perhitungan rumus uji chow pada adjusted R2 adalah untuk efek kombinasi
(chow test) diperoleh nilai F hitung sebesar - kedua proksi relevansi nilai informasi akuntansi,
1,003. Selanjutnya menentukan nilai F tabel untuk yaitu laba bersih dan nilai buku ekuitas
dibandingkan dengan F hitung. F tabel ditentukan (Karampinis dan Hevas, 2011).
dengan cara menentukan nilai df1 (Degree of Analisis lebih lanjut untuk melihat
Freedom) atau derajat kebebasan rumus sebagai peningkatan atau penurunan relevansi nilai dari
berikut; laba bersih per saham dan nilai buku per saham
df1 = k -1 df2 = n k secara parsial yang terjadi selama periode
Keterangan: sebelum dan sesudah pengadopsian penuh IFRS
df1 = Degree of freedom (Pembilang) atau N1 dapat dilihat dari nilai koefisien nya
df2 = Degree of freedom (Penyebut) atau N2 (Cahyonowati dan Ratmono, 2012). Hasil pada
n = Jumlah sampel pembentuk regresi (18) tabel 5.1 menunjukkan bahwa koefisien laba
k = Jumlah variabel dependen ditambah bersih per saham menurun sesudah pengadopsian
variabel independen (1+3) penuh IFRS dari 20,455 menjadi 18,001.
Koefisien nilai buku per saham meningkat setelah
Berdasarkan keterangan di atas, maka nilai pengadopsian penuh IFRS dari -1,170 menjadi
df1 Degree of freedom (Pembilang) atau N1 dan 0,444. Hasil ini bertentangan dengan penelitian
df2 Degree of freedom (Penyebut) atau N2 dapat Cahyonowati dan Ratmono (2012) yang
di tentukan sebagai berikut; menyatakan bahwa pengadopsian IFRS
Nilai df1 = 4-1 (3) dan nilai df2 = 18-4 (14) meningkatkan relevansi nilai laba per saham dan
Setelah nilai df1 Degree of freedom nilai buku per saham.
(Pembilang) atau N1 dan df2 Degree of freedom Hasil temuan ini mendukung hasil
(Penyebut) atau N2 diketahui, maka F tabel dapat penelitian Kusumo dan Subekti (2014) yang
ditentukan dengan membaca tabel F yaitu sebesar menyatakan bahwa relevansi nilai laba turun
3,340 dengan tingkat probabilita 0,05. Hasil sedangkan relevansi nilai buku meningkat setelah
pengujian uji chow (Chow Test) menunjukkan pengadopsian IFRS. Temuan ini juga
bahwa nilai F hitung < F tabel atau hipotesis nol bertentangan dengan hasil penelitian Barth et.al,
(H01) di terima dan hipotesis a (Ha1) ditolak. (2008) yang menyatakan bahwa pengadopsian
Menurut Barth et.al, (2008); Karampinis dan IFRS justru menyebabkan relevansi nilai laba
Hevas (2011); dan Cahyonowati dan Ratmono menurun. Nilai residual dari hasil regresi
(2012) jika nilai adjusted R2 meningkat secara dimasukkan ke dalam rumus uji chow (chow test)
signifikan maka dapat disimpulkan bahwa menghasilkan F hitung sebesar -1,003 sedangkan
nilai F tabelnya 3,340. F hitung lebih kecil
Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah 11
daripada F tabel sehingga H01 diterima dan HA1 TAit/Ait-1 = 0 (1/Ait-1) + 1 ( SALESit/Ait-1) + 2
ditolak, dapat menyimpulkan bahwa relevansi (PPEit/Ait-1) + e (2)
nilai informasi akuntansi sebelum periode NDAit = 0 (1/Ait-1) + 1 (SALESit/Ait-1 _
pengadopsian penuh IFRS dan sesudah periode RECit/Ait-1) + 2 (PPEit/Ait-1) + e (3)
pengadopsian penuh IFRS tidak berbeda.
Walaupun secara parsial maupun simultan terjadi Keterangan:
peningkatan, namun uji chow (chow test) DAit = Discreationary Accrualsperusahaan i
menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pada periode t
secara signifikan. Hipotesis pertama penelitian ini NDAit = Non Discreationary Accruals
ditolak Sehingga dapat diambil kesimpulan perusahaan i pada periode t
bahwa peningkatan relevansi secara parsial TAit = TotalAccruals perusahaan i pada
maupun simultan tidak mampu memberikan efek periode t
perbedaan signifikan pada relevansi nilai NIit = Laba bersih perusahaan i padaperiode
informasi akuntansi setelah pengadopsian penuh ke-t
IFRS. CFOit = Aliran kas dari aktivitas perusahaani
Uji T Sampel Berpasangan (Paired-Sample T pada periode t
Test) Ait-1 = Total aset perusahaan i padaperiode t
Paired-Sample T Test dalam penelitian ini SALESit = Selisih sales perusahaan i
digunakan untuk menguji ada atau tidaknya padaperiode t
perbedaan pada besarnya manajemen laba RECit =Perubahan piutang perusahaan ipada
(earnings management) antara periode sebelum periode t
dan sesudah pengadopsian penuh IFRS. Alasan PPEit = Nilai aset tetap (gross)perusahaan i
pemilihan alat Paired-Sample T Test karena alat pada periode t
uji ini paling banyak digunakan oleh para peneliti e = Error
sebelumnya untuk menguji manajemen laba. Para Hasil perhitungan Total Accruals (TA)
peneliti sebelumnya yang menggunakan Paired- diperoleh dengan memasukkan nilai-nilai
Sample T Test untuk menguji manajemen laba koefisien masing-masing variabel independen (x)
diantaranya adalah Sianipar dan Marsono (2013), yang diperoleh dari hasil regresi pada tabel 5.17
Telaumbanua (2014), Barth et.al, (2008), dan 5.18 untuk masing-masing sampel dan
Rahmawati dan Murtini (2015) dan yang lainnya. periode pengamatan (2007 dan 2014).Perhitungan
Pengujian dilakukan terhadap manajemen Total Accruals (TA) pada rumus (2) di atas untuk
laba yang dibagi menjadi dua kelompok sampel, masing-masing sampel pada tahun pengamatan
yaitu kelompok sampel sebelum pengadopsian sebelum pengadopsian IFRS (2007) sebagai
IFRS terdiri dari data tahun 2007 dan kelompok berikut;
sesudah pengadopsian penuh IFRS terdiri dari Tabel 1
tahun 2014. Data yang dimasukkan dalam analisis Perhitungan Rumus Total Accruals (TA)
Tahun 2007
ini nilai Discreationary Accruals (DA) No
Kode
0 1/Ait-1 1
SALE
2
PPEit/A TAit/Ait-
Perusahaan Sit/Ait-1 it-1
menggunakan rumus Discreationary Accruals 1 AALI -0.0380 0.0000 0.6100 0.6300 0.1840 0.5020
1

0.4767
2 ADHI -0.0380 0.0000 0.6100 0.4408 0.1840 0.1006 0.2874
(DA) dari model Jones (1991) sebagai berikut; 3 ASII -0.0380 0.0000 0.6100 0.2499 0.1840 0.2245 0.1937
-0.0380 0.0000 0.6100 -0.0266 0.1840 0.0128 -0.0139
DAit = (TAit/Ait-1) _ NDAit (1)
4 BBCA
5 BBRI -0.0380 0.0000 0.6100 0.1219 0.1840 0.0106 0.0763
6 BDMN -0.0380 0.0000 0.6100 0.0607 0.1840 0.0188 0.0405
Untuk mengetahui nilai Discreationary Accruals 7
8
BMRI
CTRA
-0.0380
-0.0380
0.0000
0.0000
0.6100
0.6100
0.0524
0.7741
0.1840
0.1840
0.0169
0.5302
0.0351
0.5697
(DA) pada rumus diatas, maka terlebih dahulu 9
10
GGRM
INDF
-0.0380
-0.0380
0.0000
0.0000
0.6100
0.6100
0.0483
4.2550
0.1840
0.1840
0.2950
1.4619
0.0838
2.8645
dihitung nilai TotalAccruals (TA)dan Non 11
12
INTP
KLBF
-0.0380
-0.0380
0.0000
0.0000
0.6100
0.6100
0.1040
0.2018
0.1840
0.1840
0.7917
0.2604
0.2091
0.1710
Discreationary Accruals (NDA) yang diestimasi 13
14
LPKR
LSIP
-0.0380
-0.0380
0.0000
0.0000
0.6100
0.6100
0.0219
0.0016
0.1840
0.1840
0.1653
0.3712
0.0438
0.0693

denganpersamaan regresi OLS (Ordinary 15


16
PGAS
PTBA
-0.0380
-0.0380
0.0000
0.0000
0.6100
0.6100
0.1436
0.1900
0.1840
0.1840
1.0881
0.1160
0.2878
0.1372
0.0000 0.2347 0.7996 0.2903
LeastSquare) model jones sebagai berikut 17
18
TLKM
UNVR
-0.0380
-0.0380 0.0000
0.6100
0.6100 0.2615
0.1840
0.1840 0.4755 0.2470

(Handayani, 2014); Sumber: Data sekunder yang diolah

12 Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah


9 GGRM -0.0380 0.0000 0.6100 0.0468 0.1840 0.2950 0.0828
Dari tabel 1 di atas, diperoleh nilai Total 10 INDF -0.0380 0.0000 0.6100 4.2413 0.1840 1.4619 2.8562
11 INTP -0.0380 0.0000 0.6100 0.0853 0.1840 0.7917 0.1977
Accruals (TA) pada kolom (TAit/Ait-1). 12 KLBF -0.0380 0.0000 0.6100 0.1548 0.1840 0.2604 0.1424
13 LPKR -0.0380 0.0000 0.6100 0.0330 0.1840 0.1653 0.0506
Selanjutnya perhitungan untuk masing-masing 14 LSIP -0.0380
0.0000
0.6100
-
0.0049 0.1840 0.3712 0.0653
sampel pada tahun pengamatan sesudah 15
16
PGAS
PTBA
-0.0380
-0.0380
0.0000
0.0000
0.6100
0.6100
0.1203
0.2587
0.1840
0.1840
1.0881
0.1160
0.2736
0.1792
pengadopsian penuh IFRS (2014) sebagai berikut; 17
18
TLKM
UNVR
-0.0380
-0.0380
0.0000
0.0000
0.6100
0.6100
0.2394
0.2870
0.1840
0.1840
0.7996
0.4755
0.2932
0.2626
Tabel 2 Sumber: Data sekunder diolah
Perhitungan Rumus Total Accruals (TA) Tahun 2014
N Kode
0 1/Ait-1 1
SALE
2
PPEit/Ai TAit/Ait- Dari tabel 3 di atas, diperoleh nilai Non
o Perusahaan Sit/Ait-1 t-1

Discreationary Accruals (NDA) pada kolom


1

1 AALI -0.4070 0.0000 0.5870 0.2427 0.2980 0.5570 0.3084

2 ADHI -0.4070 0.0000 0.5870 -0.1179 0.2980 0.0510 -0.0540 (NDAit). Selanjutnya perhitungan Non
3 ASII -0.4070 0.0000 0.5870 0.0365 0.2980 0.1928 0.0789

4 BBCA -0.4070 0.0000 0.5870 0.0135 0.2980 0.0178 0.0132


Discreationary Accruals (NDA) pada rumus (3)
5
6
BBRI
BDMN
-0.4070
-0.4070
0.0000
0.0000
0.5870
0.5870
0.0276
0.0155
0.2980
0.2980
0.0095
0.0135
0.0190
0.0131
untuk masing-masing sampel pada tahun
7
8
BMRI
CTRA
-0.4070
-0.4070
0.0000
0.0000
0.5870
0.5870
0.0170
0.0630
0.2980
0.2980
0.0122
0.1169
0.0136
0.0718
pengamatan sesudah pengadopsian penuh IFRS
9
1
GGRM -0.4070 0.0000 0.5870 0.1920 0.2980 0.3737 0.2241
(2014) sebagai berikut;
-0.4070 0.0000 0.5870 0.1027 0.2980 0.2836 0.1448
0
1
INDF Tabel 4
-0.4070 0.0000 0.5870 0.0490 0.2980 0.4564 0.1648
1
1
INTP Perhitungan Rumus Non Discreationary Accruals (NDA)
-0.4070 0.0000 0.5870 0.1208 0.2980 0.3009 0.1605
2
1
KLBF Tahun 2014
-0.4070 0.0000 0.5870 0.1594 0.2980 0.1025 0.1241 SALESit
3 LPKR Kode
1 N /Ait-1 _ PPEit/Ai
-0.4070 0.0000 0.5870 0.0743 0.2980 0.4061 0.1647 Perusah 0 1/Ait-1 1 2 NDAit
4 LSIP o RECit/Ai t-1
aan
1 t-1
-0.4070 0.0000 0.5870 0.0943 0.2980 0.5755 0.2268
5 PGAS
1 -0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
-0.4070 0.0000 0.5870 0.0146 0.2980 0.7410 0.2294 1 AALI 0.2426 0.5570 0.3084
6 PTBA
1 -0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
-0.4070 0.0000 0.5870 0.5297 0.2980 0.5784 0.4833 2 ADHI -0.1642 0.0510 -0.0812
7 TLKM
1 -0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
-0.4070 0.0000 0.5870 0.3215 0.2980 0.3415 0.2905 3 ASII 0.0296 0.1928 0.0748
8 UNVR
-0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
Sumber: Data sekunder yang diolah 4 BBCA 0.0099 0.0178 0.0111
-0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
5 BBRI 0.0252 0.0095 0.0176
-0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
Dari tabel 2 di atas, diperoleh nilai Total 6 0.0156
BDMN 0.0196 0.0135
-0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
Accruals (TA) pada kolom (TAit/Ait-1). Setelah 7 BMRI 0.0151 0.0122 0.0125
-0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
nilai Total Accruals (TA) pada tabel 5.2 dan 5.3 8 CTRA
-0.4070 0.0000 0.5870
0.0519
0.2980
0.1169 0.0653

9 GGRM 0.2051 0.3737 0.2318


di atas diketahui, maka langkah selanjutnya 1
-0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
0 INDF 0.1181 0.2836 0.1538
menentukan nilaiNon Discreationary Accruals 1
1 INTP
-0.4070 0.0000 0.5870
0.0433
0.2980
0.4564 0.1614
(NDA). Hasil perhitungan Non Discreationary 1
2 KLBF
-0.4070 0.0000 0.5870
0.1029
0.2980
0.3009 0.1501
Accruals (NDA) diperoleh dengan memasukkan 1
3 LPKR
-0.4070 0.0000 0.5870
0.1537
0.2980
0.1025 0.1207

nilai-nilai koefisien masing-masing variabel 1


4 LSIP
-0.4070 0.0000 0.5870
0.0694
0.2980
0.4061 0.1618
1
independen (x) yang diperoleh dari hasil regresi 5 PGAS
-0.4070 0.0000 0.5870
0.0838
0.2980
0.5755 0.2207
1
pada tabel 5.19 dan 5.20 untuk masing-masing 6 PTBA
-0.4070 0.0000 0.5870
0.0145
0.2980
0.7410 0.2293
1
-0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
sampel dan periode pengamatan. Perhitungan Non 7
1
TLKM 0.4951 0.5784 0.4630
-0.4070 0.0000 0.5870 0.2980
Discreationary Accruals (NDA) pada rumus (3) 8 UNVR 0.3316 0.3415 0.2964

Sumber: Data sekunder diolah


di atas untuk masing-masing sampel pada tahun
pengamatan sebelum pengadopsian IFRS (2007) Dari tabel 4 di atas, diperoleh nilai Non
sebagai berikut; Discreationary Accruals (NDA) pada kolom
Tabel 3
Perhitungan Rumus Non Discreationary Accruals (NDA)
(NDAit). Setelah nilai Total Accruals (TA) pada
Tahun 2007 tabel 1 dan 2 serta Non Discreationary Accruals
Kode
SAL
ES /A it
PPE /A _
(NDA) pada tabel 3 dan 4 diperoleh, maka
it-
No Perusah 1/A NDA it i

aan
0 it-1
REC
/A
1
-11
Disceationary Accruals (DA) berdasarkan rumus
it
2
t
it

it-1

1
2
AALI
ADHI
-0.0380
-0.0380
0.0000
0.0000
0.6100
0.6100
0.6040
0.3365
0.1840
0.1840
0.5020
0.1006
0.4608
0.2238
(1) di atas untuk masing-masingsampel dan tahun
3 ASII -0.0380 0.0000 0.6100 0.2213
-
0.1840 0.2245 0.1763 pengamatan dapat ditentukan. Perhitungaan
0.0000
4
5
BBCA
BBRI
-0.0380
-0.0380 0.0000
0.6100
0.6100
0.0286
0.1206
0.1840
0.1840
0.0128
0.0106
-0.0151
0.0755
Disceationary Accruals (DA) untuk masing-
0.0000
6 BDMN -0.0380 0.6100 0.0586 0.1840 0.0188 0.0392
masing sampel pada tahun pengamatan sebelum
-
7 BMRI -0.0380 0.0000 0.6100 0.0256 0.1840 0.0169 -0.0125 pengadopsian IFRS (2007) sebagai berikut;
8 CTRA -0.0380 0.0000 0.6100 0.7735 0.1840 0.5302 0.5694

Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah 13


Tabel 5 laba(earnings management) antara periode
Hasil Perhitungan Discreationary Accruals (DA) Tahun sebelum dan sesudahpengadopsian penuh
2007
Total Accruals Non Discreationary Discreationary
IFRS.Alasan pemilihan alat Paired-Sample T
No Kode Perusahaan
(TA) Accruals (NDA) Accruals (DA) Testkarena alat uji ini paling banyak digunakan
1
2
AALI
ADHI
0.4767
0.2874
0.4608
0.2238
0.0158
0.0637
oleh para peneliti sebelumnya untuk menguji
3
4
ASII
BBCA
0.1937
-0.0139
0.1763
-0.0151
0.0174
0.0012
manajemen laba. Para peneliti sebelumnya yang
5
6
BBRI
BDMN
0.0763
0.0405
0.0755
0.0392
0.0008
0.0012
menggunakan Paired-Sample T Test untuk
7 BMRI 0.0351 -0.0125 0.0476 menguji manajemen laba diantaranya adalah
8 CTRA 0.5697 0.5694 0.0003
9 GGRM 0.0838 0.0828 0.0009 Sianipar dan Marsono (2013), Telaumbanua
10 INDF 2.8645 2.8562 0.0083
11 INTP 0.2091 0.1977 0.0114 (2014), Barth et.al, (2008), Rahmawati dan
12 KLBF 0.1710 0.1424 0.0287
13 LPKR 0.0438 0.0506 -0.0068 Murtini (2015) dan yang lainnya.
14
15
LSIP
PGAS
0.0693
0.2878
0.0653
0.2736
0.0040
0.0142
Pengujian dilakukan terhadap manajemen
16
17
PTBA
TLKM
0.1372
0.2903
0.1792
0.2932
-0.0419
-0.0029
laba yang dibagi menjadi dua kelompok sampel,
18 UNVR
Average
0.2470
0.3372
0.2626
0.3289
-0.0155
0.0082
yaitu kelompok sampel sebelum pengadopsian
Max
Min
2.8645
-0.0139
2.8562
-0.0151
0.0637
-0.0419
IFRS terdiri dari data tahun 2007 dan kelompok
Sumber: Data sekunder diolah sesudah pengadopsian penuh IFRS terdiri dari
tahun 2014.Data yang dimasukkan dalam analisis
Dari tabel 5 di atas, diperoleh nilai ini nilaiDiscreationary Accruals (DA) untuk
Discreationary Accruals (DA) pada kolom (DA). masing-masing tahun pengamatan (2007 dan
Selanjutnya perhitungaan Disceationary Accruals 2014).Pengambilan keputusan untuk paired
(DA) untuk masing-masing sampel pada tahun sample t test dilakukan berdasarkan nilai
pengamatan sesudah pengadopsian penuh IFRS signifikansi padaoutput kurang dari 0,05 maka
(2014) sebagai berikut; Ha2 diterima. Berikut hasil pengujian Paired
Tabel 6 Samples T Test;
Hasil Perhitungan Discreationary Accruals (DA) Tahun Tabel 7
2014 Hasil Pengujian Paired Samples T Test
Total
Kode Non Discreationary Discreationary
No Accruals
Perusahaan Accruals (NDA) Accruals (DA)
(TA) Paired Samples Test
1 AALI 0.3084 0.3084 0.0000
Paired Differences
2 ADHI -0.0540 -0.0812 0.0272 Sig.
3 ASII 0.0789 0.0748 0.0041
95% Confidence
Std. Std. Interval of the t df (2-
4 BBCA 0.0132 0.0111 0.0021 tailed
Mean Deviati Error Difference
5 BBRI 0.0190 0.0176 0.0014 on Mean )
Lower Upper
6 BDMN 0.0131 0.0156 -0.0024
7 BMRI 0.0136 0.0125 0.0011 DA
8 CTRA 0.0718 0.0653 0.0065 Sebel
-
9 GGRM 0.2241 0.2318 -0.0077 um .0046 .02015 .00475 .01471 .98 1
Pair 1 .005338 .338
10 INDF 0.1448 0.1538 -0.0090 DA 872 99 17 25 6 7
0
11 INTP 0.1648 0.1614 0.0034 Sesud
ah
12 KLBF 0.1605 0.1501 0.0105
13 LPKR 0.1241 0.1207 0.0034 Sumber: Hasil Output SPSS
14 LSIP 0.1647 0.1618 0.0029
15 PGAS 0.2268 0.2207 0.0061
16 PTBA 0.2294 0.2293 0.0001
17 TLKM 0.4833 0.4630 0.0203 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 7
18 UNVR
Average
0.2905
0.1487
0.2964
0.1452
-0.0059
0.0036
di atas, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,338
Max
Min
0.1399
0.1506
0.1361
0.1482
0.0037
0.0024
dan nilai T sebesar 0,986. Tabel 5.28
Sumber: Data sekunder diolah menunjukkan bahwa nilai signifikansi pada
output sebesar (0,338) lebih besar dari 0,05
Dari tabel 6 di atas, diperoleh nilai sehingga H02 diterima dan Ha2 ditolak.
Discreationary Accruals (DA) pada kolom (DA). Uji One AwayAnalysis of Varian(ANOVA)
Uji T Sampel Berpasangan (Paired-Sample T Anova merupakan singkatan dari analysis
Test) of varian adalah salah satu uji komparatif yang
Paired-Sample T Test dalam penelitian ini digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata data
digunakan untuk menguji ada atau tidaknya lebih dari dua kelompok (Sugiyono, 2007). Uji ini
perbedaan pada besarnya manajemen dilakukan untuk melihat perbedaan rata-rata
14 Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah
Discreationary Accruals (DA) antara periode mampu menurunkan tingkat manajemen laba.
sebelum pengadopsian IFRS (2007) dan periode Temuan ini bertentangan dengan Bangun (2012).
sesudah pengadopsian penuh IFRS (2014) Pembahasan Hasil Penelitian
dengan melihat nilai F hitung yang akan 1. Perbedaan Relevansi Nilai (Value
dibandingkan dengan nilai F tabel. Keputusan Relevance) Informasi Akuntansi Sebelum dan
yang diambil dalam pengujian ini adalah Jika F Sesudah Pengadopsian Penuh IFRS
hitung > Ftabel maka Ho ditolak, Jika F hitung < Hipotesis pertama dari penelitian ini
Ftabel maka Ho diterima. Data yang dimasukkan adalah ada perbedaan antara relevansi nilai (value
dalam pengujian ini adalah nilai Discreationary relevance) informasi akuntansi sebelum dan
Accruals (DA) yang terdapat pada tabel 5 dan 6. sesudah dilakukannya pengadopsian penuh IFRS.
Berikut hasil pengujian Uji One Berdasarkan hasil analisis dan pengujian yang
AwayAnalysis of Varian (ANOVA) yang dianalis dilakukan, maka hasilnya menunjukkan bahwa
dengan alat bantu SPSS versi 20; tidak ada perbedaan signifikan antara relevansi
Tabel 8 nilai informasi akuntansi sebelum dan sesudah
Hasil Pengujian One AwayAnalysis of Varian (ANOVA) dilakukannya pengadopsian penuh IFRS sehingga
ANOVA
Hipotesis pertama (H1) ditolak.Hal ini mungkin
terjadi karena penggunaan fair value yang
Discreationary Accruals seharusnya dapat meningkatkan relevansi nilai
Sum of df Mean F Sig. informasi akuntansi, di Indonesia mengalami
Squares Square
berbagai kendala seperti yang dijelaskan di atas
sehingga relevansi nilai sesudahpengadopsian
Between penuh IFRS tidak meningkat secara maksimal
.000 1 .000 .652 .425
Groups (Rahmawati dan Murtini, 2015).
Within 2 Perbedaan Manajemen Laba (Earnings
.010 34 .000
Groups Management) Sebelum dan Sesudah
Pengadopsian Penuh IFRS
Total .010 35
Hipotesis kedua dalam penelitian ini
Sumber: Hasil Output SPSS adalah adanya perbedaan manajemen
laba(earnings management) sebelum dan sesudah
Berdasarkan hasil analisis pada tabel 8 di pengadopsian penuh IFRS. Berdasarkan hasil
atas, diperoleh nilai F hitung sebesar 0,652. analisis dan pengujian yang dilakukan, maka
Setelah nilai F hitung diperoleh, selanjutnya hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan
menentukan nilai F tabel dengan melihat tabel signifikan antara manajemen laba sebelum dan
distribusi F (Data terlampir). Nilai F tabel di sesudah dilakukannya pengadopsian penuh IFRS
tentukan berdasarkan nilai df1 Degree of freedom sehingga hipotesis kedua (H2) ditolak.Jadi dapat
(Pembilang) atau N1 sebesar 1 (Tabel 5.29) dan diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat
df2 Degree of freedom (Penyebut) atau N2 perbedaan signifikan antara manajemen laba
sebesar 34 (Tabel 5.29) dengan tingkat probabilita sebelum dan sesudah pengadopsian IFRS.
sebesar 0,05, sehingga Nilai F tabel diperoleh Hipotesis kedua ini ditolak mungkin
sebesar 4,130 >F hitung. karena penerapan fair value yang seharusnya
Hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 dapat mengurangi manajemen laba mengalami
diterima, yang berarti tidak terdapat perbedaan kendala yaitu ketidaksingkronan peraturan pajak
signifikan antara manajemen laba sebelum dan mengenai revaluasi (Rahmawati dan Murtini,
sesudah pengadopsian penuh IFRS atau H02 2015). Jika nilai pasar aktiva lebih tinggi dari
diterima dan Ha2 ditolak.Hasil penelitian ini pada nilai bukunya ketika direvaluasi menurut
konsisten dengan hasil penelitian Sianipar dan peraturan pajak, selisih tersebut dikenai pajak
Marsono (2013) dan Barth et.al, (2008)yang final 10%. Selain itu revaluation model
menyatakan bahwa pengadopsian IFRS tidak memerlukan tambahan biaya untuk menyewa jasa
Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah 15
penilai dikarenakan banyaknya aset tetap yang informasi akuntansi dan mengurangi kesempatan
tidak memiliki nilai pasar sehingga untuk melakukan manajemen laba. Di Indonesia
ketergantungan kepada jasa penilai (assessor) khususnya manfaat IFRS untuk meningkatkan
akan besar untuk menilai aset perusahaan. kualitas laporan keuangan menuju best
Hal ini menyebabkan perusahaan enggan practice belum dapat dikatakan berhasil seperti
melakukan revaluasi aset sesuai dengan peraturan di negara lain, karena di negara Indonesia yang
IFRS. Selain itu, mungkin juga karena revaluasi common law lebih rendah daripada negara lain
aset diIndonesia dilakukan setiap 5 tahun seperti negara yang berada di Benua Eropa
sekalisedangkan data penelitian ini hanya 2 tahun manfaat akan IFRS yang diterapkan sebagai
(Rahmawati dan Murtini, 2015). Hasil pengujian pedoman standar dalam penyusunan laporan
menunjukkan bahwa peningkatan relevansi nilai keuangan memiliki hasil yang bertolak belakang
hanya terjadi untuk informasi book value (BV). dari tujuan IFRS itu sendiri (Handayani, 2014).Di
Temuan penelitian ini mendukung hipotesis samping itu, faktor lain yang juga dapat menjadi
bahwa lingkungan institusional yang masih belum temuan pertimbangan melalui penelitian ini
mendukung dapat menyebabkan adopsi IFRS adalah mengenai waktu pemberlakuan standar.
tidak mempengaruhi kualitas informasi akuntansi. Pengimplementasian IFRS ini masih baru berlaku
Temuan ini mendukung argumentasi Karampinis di Indonesia, yakni diimplementasikan secara
dan Hevas (2011) bahwa di negara-negara code wajib oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
law (termasuk Indonesia), dengan karakteristik (DSAK) pada tahun 2012 (Handayani, 2014).
lingkungan institusional seperti perlindungan
investor yang lemah, kurangnya penegakan KESIMPULAN DAN SARAN
hukum, kepemilikan terkonsentrasi, dan Kesimpulan
pendanaan yang berorientasi pada perbankan Berdasarkan hasil analisis data, pengujian
maka adopsi IFRS belum tentu dapat hipotesis dan pembahasan, maka dapat diambil
meningkatkan relevansi nilai informasi akuntansi. kesimpulan sebagai berikut;
Temuan penelitian ini juga mendukung 1. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara
argumentasi Barth et.al, (2008) bahwa pengaruh relevansi nilai informasi akuntansi sebelum dan
adopsi IFRS terhadap relevansi nilai informasi sesudah pengadopsian penuh IFRS.
akuntansi merupakan fungsi dari country-specific 2. Tidak terdapat perbedaan signifikan antara
factors. Belum terlihatnya perbedaan terhadap manajemen laba sebelum dan sesudah
relevansi nilai informasi akuntansi dan pengadopsian penuh IFRS.
manajemen laba sesudah periode pengadopsian Peningkatan relevansi nilai informasi
penuh IFRS seperti yang dilakukan Barth, et.al akuntansi dan manajemen laba sesudah adopsi
(2008) bisa juga disebabkan oleh faktor yang IFRS baik secara simultan maupun parsial tidak
sama seperti yang dialami negara-negara menyebabkan terjadinya perbedaan yang
berkembang lainnya yaitu infrastruktur yang signifikan antara relevansi nilai informasi
meliputi DSAK (Dewan Standar Akuntansi akuntansi dan manajemen laba sebelum dan
Keuangan) sebagai financial accounting standard sesudah pengadopsian penuh IFRS.
setter di Indonesia, kondisi peraturan perundang- Saran
undangan yang belum tentu sinkron dengan IFRS Berdasarkan keterbatasan dari penelitian
serta kurang siapnya sumber daya manusia dan tersebut, saran yang dapat diberikan kepada
dunia pendidikan di Indonesia (Sianipar dan penelitian selanjutnya berkaitan dengan hasil
Marsono, 2013). penelitian ini adalah sebagai berikut;
Penelitian ini belum mendukung 1. Bagi pihak investor
sepenuhnya atas manfaat dari konvergensi IFRS Dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan
yang menyatakan bahwa IFRS berguna dalam dalam mengambil keputusan investasi pada suatu
meningkatkan kualitas pelaporan keuangan, perusahaan yang melakukan kebijakan penerapan
antara lain dengan meningkatkan relevansi nilai standar akuntansi keuangan (Konvergensi IFRS)
16 Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah
di Bursa Efek Indonesia (BEI), karena dengan DAFTAR PUSTAKA
tinggi atau rendahnya tingkat praktik manajemen
laba yang dilakukan oleh suatu perusahaan, akan Arikunto, Suharsimi. 2001. Prosedur Penelitian:
mempengaruhi keputusan investor dalam Suatu Pendekatan Praktek.
penanaman investasi atau mempertahankan Jakarta: Rineka Cipta.
investasi-nya pada perusahaan tersebut.
2. Bagi pihak perusahaan Bangun, Devita Silviany dan Jenjang Sri Lestari.
Disarankan agar dapat menerapkan Standar 2012. Analisis Perbedaan Kualitas Laba
Akuntansi Keuangan berbasis IFRS dengan baik, Sebelum dan Sesudah Adopsi IFRS
karena jika SAK IFRS tersebut benar diterapkan kedalam PSAK pada Perusahaan
maka akan memberikan informasi keuangan yang Manufaktur Terdaftar di Bursa Efek
lebih berkualitas sehingga dapat digunakan oleh Indonesia. E-Journal UAJY.
pihak luar dalam pengambilan keputusan.
3. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan Barth, M., W. R. Landsman, and M. Lang. 2008.
dapat; International Accounting Standards and
a. Melakukan analisis lanjutan seperti analisis Accounting Quality. Journal of
post-hoc test (uji lanjut) yang bertujuan untuk Accounting Research 6, pp. 159-178.
melihat dari perbedaan tersebut manakah
keputusan standar yang lebih baik. Cahyati, Ari Dewi. 2013. Peluang Manajemen
b. Melakukan uji regresi logistic yang Laba Pasca Konvergensi IFRS: Sebuah
menggunakan variabel dummy dengan Tinjauan Teoritis Dan Empiris. JRAK,
menambahkan variabel lain sehubungan dengan Vol. 2, No. 1.
penerapan standar akuntansi berbasis IFRS ini
seperti, financial leverage, dan institutional Cahyonowati, N. dan Ratmono D. 2012. Adopsi
investors yang ditimbulkan dalam peningkatan IFRS dan Relevansi Nilai Informasi
kualitas laporan ke-uangan sebelum dan sesudah Akuntansi. Jurnal Akuntansi dan
penerapan Standar Akuntansi Keuangan (Kon- Keuangan, 14(2) ; 105-115.
vergensi IFRS).
c. Memperpanjang periode penelitian, sehingga Choi, Frederick D.S, Carol Ann Frost, Garry K
peningkatan relevansi nilai akuntansi dan Meek. 1999. International Accounting,
manajemen laba yang diteliti lebih jelas dan data 3th edition. United States: Prentice Hall
yang diperoleh lebih banyak. International.
d. Melakukan penelitian pada kelompok indeks
atau industri lain sehingga semakin banyak Clarkson, Peter., M. Overell, L. L Chapple. 2011.
penelitian yang dapat menjelaskan relevansi nilai Environmental Reporting and Its
informasi akuntansi dan manajemen laba, dapat Relation to Corporate Environmental
menambahkan variabel kontrol lain seperti jenis Performance . Social Science Research
industri, serta Menambahkan data agar data lebih Network (SSRN), Vol. 47, No. 1.
normal serta dapat melihat pengaruh penerapan
fair value. Ghozali, Imam. dan Anis Chariri. 2007. Teori
4. Bagi pemerintah Akuntansi. Edisi 3, Semarang: Badan
a. Mengsinkronisasikan peraturan Penerbit Universitas Diponegoro.
perundang-undangan yang ada terkait
pengadopsian IFRS di Indonesia. Handayani, Yuspika Pitri. 2014. Analisis
b. Meningkatkan kualitas sumber daya Perbedaan Manajemen Laba Sebelum
manusia dan dunia pendidikan di Indonesia Dan Sesudah Penerapan Standar
khususnya dibidang akuntasi keuangan. Akuntansi Keuangan (Konvergensi
IFRS). e-jurnal FIP UNP. File/874/624
Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah 17
Karampinis, N. dan Hevas, D. 2011. Mandating Paglietti, P. 2009. Investigating the Effects of the
IFRS in an Unfavorable Environment: The EU Mandatory Adoption of IFRS on
Greek Experience. The International Accounting Quality: Evidence from Italy.
Journal of Accounting, 46, 304-332. International Journal of Business
andManagement,Vol. 4, No. 12.
Kieso, Donald E dan Weygant, 2007. Akuntansi
Intermediate. Jilid I, Edisi Keduabelas, Putri, K. Firsty. 2014. Menguji Perubahan
Jakarta : Penerbit Erlangga. Kualitas Akrual Dan Relevansi Nilai
Laporan Keuangan Sebelum Dan Sesudah
Krismiaji, Y. Anni Aryani dan Djoko Full Adopsi IFRS. Jurnal Akuntansi
Suhardjanto. 2013. Pengaruh Adopsi Unesa Vol. 3, No. 1.
International Financial Reporting
Standard Terhadap Kualitas Informasi Rahmawati, Lusiana dan Henny Murtini. 2015.
Akuntansi. Jurnal Akuntansi dan Kualitas Informasi Akuntansi Pra dan
Manajemen, Vol.4, No.2. Pasca Adopsi IFRS. Accounting
Analysis Journal, Vol. 4, No. 2.
Kusumo, Yuro Bimo dan Imam Subekti. 2014.
Relevansi Nilai Informasi Akuntansi Rudianto, 2009. Pengantar Akuntansi. Jakarta,
Sebelum dan Sesudah Adopsi IFRS. Erlangga.
http://download.portalgaruda.org/article.p
hp Sianipar, Glory Augusta E.M dan Marsono. 2013.
Analisis Komparasi Kualitas Informasi
La Porta, R., Lopez-de-Silanes, F., Shleifer, A. & Akuntansi Sebelum dan Sesudah
Vishny, R. 1998. Law and Finance. Pengadopsian Penuh IFRS di Indonesia.
Journal of Political Economy, 106(6) ; Diponegoro Journal of Accounting, Vol. 2,
11131155. No. 3.

Luthfi, Hisyam dan P. Basuki Hadiprajitno. 2014. Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Bisnis.
Analisis Pengaruh Faktor-faktor Bandung: CV.Alfabeta.
Fundamental Perusahaan Terhadap
Masuk atau Keluarnya Perusahaan dari Sulistyanto, Sri. 2008. Manajemen Laba Teori
Indeks LQ45. Diponegoro Journal of dan Model Empiris. Jakarta: Grasindo.
Accounting. Vol. 3, No. 2.
Supomo, Bambang dan Indriantoro, Nur. 1999.
Narendra, Abhiyoga dan Haryanto. 2013. Metodologi Penelitian Bisnis. Untuk
Pengaruh Pengadopsian International Akuntansi dan Manajemen. Yogyakarta:
Financial Reporting Standard (IFRS) BPFE.
terhadap Manajemen Laba.Diponegoro
Journal of Accounting, Vol. 2, No. 4. Suryatmi, Mutia. 2014. Menguji Perubahan
Kualitas Akrual Dan Relevansi Nilai
Natawidyana, 2008. International Financing Laporan Keuangan Sebelum Dan Sesudah
Reporting Standards : A Brief Full Adopsi IFRS. Jurnal Akuntanasi
Description.http://natawidnyanawordpres UNP, Vol. 2, No. 3.
s.com/2008/10/28/Internationanal- Susilawati, C. Dwi Karya 2012. Analisis
Financing-Reporting-Standards-ifrs-a- Perbandingan Pengaruh Likuiditas,
brief-description/. Solvabilitas, dan Profitabilitas Terhadap
Harga Saham pada Perusahaan LQ45.

18 Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah


Jurnal Akuntansi Vol. 4 No. 2 November
2012: 165-174.

Telaumbanua, M. Kristin. 2014. Komparasi


Sebelum dan Sesudah Adopsi Penuh IFRS
Terhadap Kualitas Informasi Akuntansi
Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. USU
Institutional Repository, Vol. 1, No. 5.

Tsalavoutas, I, & Andre, P. 2007. Transition of


IFRS and Value Relevance in A Small but
Developed Market: A Look at Greek
Evidence. Working Paper. ESSES
Business School.

Jangcik, Fitrini Mansur, Andi Mirdah 19