Anda di halaman 1dari 5

III.

MATERI DAN METODE


III.1. Materi
III.1.1. Waktu dan Tempat
Praktikum lapangan mata kuliah Oseanografi Biologi 2016
dilaksanakan pada,
Hari,Tanggal : Rabu, 02 November 2016
Waktu : Pukul 08.00 WIB selesai
Tempat : 1. Perairan Marine Station Teluk Awur, Jepara, Jawa
Tengah.
2. Laboraturium Biologi Kampus Kelautan Teluk Awur,
Jepara, Jawa Tengah
III.1.2. Alat dan Bahan
III.1.2.1. Alat
Alat alat yang digunakan dalam praktikum oseanografi biologi 2016
adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Alat alat praktikum
NO NAMA ALAT GAMBAR ALAT FUNGSI ALAT
.
1. Sediment core Untuk mengambil sedimen
di dasar perairan secara
vertikal

2. Sediment grab Untuk mengambil sedimen


di dasar perairan secara
horizontal

3. Plankton net ( Untuk mengambil sampel


fitoplankton dan zoo
plantokton dari perairan.
4. Ziplock Tempat penyimpanan
sampel makrozoobentos

5. Ayakan Untuk memisahkan


makrozoobentos dari
sampel sedimen yang
diambil
6. Botol Sampel Untuk menyimpan sampel
(2 buah) plankton sebelum
diidentifikasi

7. Pipet tetes 1ml Untuk mengambil sampel


plankton dan diteteskan ke
counting chamber untuk
diidentifikasi
8. Mikroskop Untuk mengidentifikasi
binokuler plankton dengan
perbesaran tertentu

9. Cover glass dan Tempat sampel diletakkan


counting untuk diidentifikasi
chamber

10. Alat tulis dan Dokumentasi selama


kamera praktikum dan mencatat
hasil yang diperoleh
selama praktikum
11. Tisu Untuk mengelap preparat
sebelum digunakan

III.1.2.2. Bahan
Bahan bahan yang digunakan dalam praktikum Oseanografi Biologi
2016 adalah sebagai berikut:
Tabel 2. Bahan bahan praktikum
NO NAMA BAHAN GAMBAR BAHAN FUNGSI BAHAN
.
1. Sedimen Sampel yang diambil
untuk memperoleh
makrozoobentos

2. Sampel air Sampel yang diambil


dari perairan dan
mengandung fito
plankton dan zoo
plankton
3. Makrozoobentos Sampel yang
diidentifikasi

4. Pengawet Mengawetkan bahan


sampel yang
digunakan

III.2. Metode
III.2.1. Plankton
III.2.1.1. Sampling
1. Alat dan bahan disiapkan, sebelum menuju ke perairan dengan
kedalaman tertentu.
2. Para praktikan menuju ke lokasi dengan perahu.
3. Setelah sampai dilokasi, alat (plankton net), diturunkan ke
perairan dengan kedalaman tertentu dengan arah horizontal
dengan muka air laut.
4. Plankton net didiamkan selama 5 menit untuk dapat sampel air
dengan fitoplankton yang tersaring.
5. Setelah 5 menit, plankton net diangkat dan di buka bagian
ujungnya yang menampung sampel.
6. Kemudian, sampel air dimasukkan kedalam botol sampel yang
telah diberi label fitoplankton.
7. Diulangi langkah 4-6 untuk mengambil sampel zoo plankton.
8. Kemudian, sampel dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi.
III.2.1.2. Identifikasi
1. Alat dan bahan disiapkan untuk identifikasi.
2. Kemudian, sampel (zooplankton) diambil dengan menggunakan
pipet tetes dan di tetesi ke counting chamber lalu ditutup dengan
cover glass.
3. Mikroskop dihidupkan, kemudian preparat yang disiapkan di
letakkan pada meja objek.
4. Kemudian preparat diamati dengan perbesaran 4 x 10 dan 10 x 10
pada mikroskop.
5. Setelah teridentifikasi 5 jenis plankton, lalu hasil digambarkan
pada laporan sementara.
6. Diulangi langkah 1-5 untuk sampel fitoplankton.
III.2.2. Makrozoobentos
III.2.2.1. Sampling
1. Alat dan bahan disiapkan.
2. Untuk pengambilan sampel sedimen secara vertikal, alat (sediment
core) dibenamkan kedalam substrat lumpur hingga tersisa bagian
penutupnya saja yang masih dapat dipegang.
3. Kemudian substrat lumpur yang ada disekitar core digali, agar
core dapat diambil keatas perairan, dan bagian bawah core yang
tertanam ditutup agar substrat tidak jatuh.
4. Substrat yang diambil dituangkan kedalam ayakan dan kemudian
substrat di ayak untuk memisahkan makrozoobenthos dengan
substrat habitatnya.
5. Kemudian sampel makrozoobenthos yang telah diayak, kita
masukkan kedalam plastik ziplock dengan label core.
6. Diulangi langkah 1 -5 untuk pengambilan sampel menggunakan
sediment grab yang pengambilannya secara horizontal.
7. Sampel dibawa kelaboraturium untuk di identifikasi
III.2.2.2. Identifikasi
1. Sampel makrozoobenthos diidentifikasi pertama dengan metode di
hitung jumlah keseluruhan sampel makrozoobenthos yang terdapat
pada masing masing ziplock.
2. Kemudian nama famili ditentukan dengan melihat ciri dari sampel
makrozoobenthos dan dari masing masing famili dihitung
jumlahnya.
3. Setelah itu makrozoobethos yang telah diidentidikasi digambar
pada lembar laporan sementara berdasarkan hasil sampling
sedimen core ataupun sediment grab.