Anda di halaman 1dari 6

Latar Belakang

Susu adalah bahan pangan yang dikenal kaya akan zat gizi yang diperlukan
oleh tubuh manusia. Konsumsi susu pada saat remaja terutama dimaksudkan untuk
memperkuat tulang sehingga tulang lebih padat, tidak rapuh dan tidak mudah terkena
risiko osteoporosis pada saat usia lanjut. Agar tulang menjadi kuat, diperlukan asupan
zat gizi yang cukup terutama kalsium. Kalsium merupakan zat utama yang diperlukan
dalam pembentukan tulang, dan zat gizi ini antara lain dapat diperoleh dari susu. Pada
susu juga terkandung zat-zat gizi yang berperan dalam pembentukan tulang seperti
protein, fosfor, vitamin D, vitamin C dan zat besi. Selain zat-zat gizi tersebut, susu
juga masih mengandung zat-zat gizi penting lainnya yang dapat meningkatkan status
gizi.
Masa remaja merupakan masa yang paling baik untuk memaksimalkan
kepadatan tulang, karena pada masa ini terjadi lebih banyak pembentukan massa
tulang daripada reporsi yaitu sekitar 45% atau lebih (Niklas dalam Mulyani),
2009).Penyimpanan kalsium juga empat kali lebih banyak pada masa remaja daripada
masa anak-anak dan masa dewasa. Selain itu, masa remaja dapat dianggap sebagai
masa terakhir dalam perbaikan gizi yang optimal, karena setelah melewati masa ini,
perbaikan gizi sebagian besar hanya bermanfaat untuk mempertahankan kebugaran
tubuh.
Finn dalam Mulyani (2009) menyatakan bahwa, sekitar 91% volume tulang
orang dewasa dibentuk pada usia remaja. Pada masa remaja penyerapan kalsium dari
makanan mencapai 75%. Lalu menurun hingga 20-40% begitu menginjak dewasa.
Oleh karena itu sangat penting untuk mengoptimalkan konsumsi kalsium pada masa
remaja.
Periode remaja merupakan periode kritis di mana terjadi perubahan fisik,
biokimia dan emosional yang cepat. Pada masa ini terjadi growth spurt yaitu puncak
pertumbuhan tinggi badan (peak high velocity) dan berat badan (peak weight
velocity). Selain itu pada masa remaja juga terdapat puncak pertumbuhan massa
tulang (peak bone mass/PBM) yang menyebabkan kebutuhan gizi menjadi sangat
tinggi bahkan lebih tinggi daripada fase kehidupan lainnya.
PBM sangat ditentukan oleh asupan kalsium terutama pada usia remaja.
Apabila pada masa ini kalsium yang dikonsumsi kurang dan berlangsung dalam
waktu yang lama, maka PBM tidak akan terbentuk secara optimal. Asupan kalsium
yang rendah pada masa remaja berhubungan dengan penurunan isi dan densitas
mineral tulang panggul sebesar 3%, dengan demikian remaja tersebut akan berisiko
terkena osteoporosis atau masalah kesehatan lainnya yang berhubungan dengan
defisiensi kalsium dan tulang pada saat dewasa.
Peranan kalsium pada masa pertumbuhan remaja sangat penting maka
rekomendasi kecukupan kalsium per hari juga tinggi. Di negara-negara maju seperti
Amerika dan Australia angka kecukupan kalsium yang dianjurkan bagi remaja adalah
sebesar 1200 1500 mg/hr. Di Indonesia, hasil Widya Karya Pangan dan Gizi tahun
2004 menetapkan angka kecukupan gizi (AKG) untuk kebutuhan kalsium bagi remaja
usia 13-19 tahun sebesar 1000 mg/hr.
Dampak dari kekurangan kalsium adalah menyebabakan tulang kurang kuat,
mudah bengkok, mudah rapuh, osteomalasia atau riketsia dan kejang otot. (Almatsier,
2004). Witjaksono (2003) menyebutkan dampak dari kekurangan kalsium adalah sulit
tidur, mudah tegang, emosi dan hiperaktif sebagai akibat dari terhambatnya pelepasan
neurotransmitter dan rusaknya mekanisme pengaktifan dan pengistirahatan saraf
pesan ke otak. Selain itu bila tubuh kekurangan kalsium system imunitas tubuh akan
menurun karena ion kalsium berperan sebagai sirene ketika tubuh diserang bakteri,
virus dan racun.
Saat ini tingkat konsumsi susu di Indonesia masih sangat rendah, yaitu 7
liter/kapita/tahun atau 435 mL/orang/hari. Ini artinya orang Indonesia masih kalah
dari Negara Malaysia yang konsumsi susunya telah mencapai lebih dari 20 liter per
kapita per tahun (Khomsan,2004). Jika ditelusuri kecenderungan konsumsi susu sejak
tahun 1970 hingga tahun 1995, tampaknya memang ada kemajuan, walaupun
kemajuan tersebut relatif lambat.
Pada tahun 1970, konsumsi susu penduduk Indonesia hanya 1,82
kg/kap/tahun, sepuluh tahun kemudian meningkat menjadi 4,36 kg/kap/tahun 1980,
dan puncaknya konsumsi susu pada tahun 1995 yaitu 6,99 kg/kap/tahun. Namun,
krisis ekonomi memberikan dampak buruk pada kemampuan masyarakat untuk
membeli susu. Puncak konsumsi susu telah dicapai pada tahun 1995 terus merosot
hingga 5,10 kg/kap/tahun pada tahun 1998 (Khomsan, 2004). Mengingat usia remaja
adalah usia pada masa perkembangan dan pertumbuhan maka untuk itu diperlukan
upaya untuk memperkenalkan susu kepada remaja.
BAB II

A. Bauran Pemasaran
a. Produk
Perusahaan menetapkan standar mutu yang memenuhi persyaratan kesehatan
sesuai dengan SNI 01-3553-96 yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan
Republik Indonesia. Selain itu dilakukan pula pengendalian kualitas produk yang
dibagi menjadi tiga, yaitu kualitas bahan (susu, sumber air,dll), kualitas kemasan, dan
kualitas proses produksi. Sistem yang digunakan dalam proses produksi adalah
sterilisasi, pemanasan, dan dikemas. Hal ini dilakukan agar pengolahan susu
memenuhi persyaratan yang telah ditentukan perusahaan. Selain itu dilakukan pula
standar terhadap kemasan produk yang meliputi
wadah dan isi netto, dimana wadah harus dibuat dari bahan yang tidak
mengandung zat beracun atau sesuatu yang dapat mengganggu kesehatan dan
tidak berpengaruh terhadap mutu. Pada setiap kemasan susu memuat
informasi yang dibutuhkan konsumen seperti merek, produsen, isi, logo
perusahaan dan tanggal kadaluarsa produk.
b. Harga
Harga susu pada PT. Bahagia selalu di tingkat perusahaan sudah
termasuk penambahan biaya pemasaran dan keuntungan yang diharapkan. Biaya
pemasaran di perusahaan pada umumnya lebih efisien dari pada biaya
pemasaran di tingkat industri/lembaga atau pengecer, sehingga harga yang
diterima oleh konsumen akhir lebih tinggi dari harga di perusahaan. Strategi
pemasaran yang diterapkannya dalam hubungan dengan produk adalah
menawarkan produk berkualitas lebih bagus dari pada saingannya. Harga
susu yang ditawarkan oleh PT. Bahagia selalu bervariasi tergantung kemasan, yaitu
125 ml adalah Rp 2.300, 200 ml adalah Rp 3.500, 250 ml adalah Rp 5.000, 1000 ml
Rp 14.600
c. Tempat
PT. Bahagia Selalu berlokasi di Jl. Alamat : Jl. Empangsari No.7 Telp. 021-
74702187 Ciputat. PT. Bahagia Selalu memiliki market untuk penjualan prodak susu
yang diproduksi yaitu bertempat di Jl. Gandaria No. 8 dekat dengan Mall Gandaria
City.
d. Promosi
Untuk memperkenalkan produknya dalam rangka menjaring pembeli PT.
Bahagia Selalu melakukan promosi baik melalui media cetak
maupun elektronik. Sampai saat ini promosi yang dilakukan dengan promosi
seles promotion, advertaising dan personal selling, yaitu memberikan potongan harga.
Potongan harga yang diberikan oleh perusahaan biasanya apabila pelanggan membeli
dalam jumlah banyak baik untuk pelanggan yang sudah ada maupun pelanggan baru,
advertaising menggunakan iklan yang ditayangkan di televisi, dan melalui media
cetak seperti koran atau majalah dan social media seperti instagram, blog, dan
facebook, personal selling menggunakan endorse atau lewat omongan para artis atau
tokoh terkenal. Hal ini
karena perusahaan melakukan pendistribusian secara langsung (direct) ke
konsumen dan tidak melalui agen atau supermarket melainkan melalui tenaga
penjualan dari perusahaan. Tujuannya untuk dapat mendekatkan diri ke
konsumen dengan perjanjian bisa melihat pabrik jika ada konsumen yang
tertarik. Bentuk promosi lain yang dilakukan oleh PT. Bahagia selalu yaitu
pengadaan baju seragam dan pemberian logo pada kendaraan perusahaan. PT.
Bahagia Selalu saat ini memasarkan ke industri hotel, restoran, rumah sakit, pasar
dan perkantoran.

B. Teknik Pemasaran

Teknik pemasaran adalah cara atau langkah-langkah dalam melakukan penjualan


suatu barang atau jasa yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai penjualannya.
Pendapat lain mengatakan, teknik pemasaran adalah suatu cara yang dilakukan oleh
penjual untuk mempengaruhi pembeli. Berdasarkan pendapat di atas dapat
disimpulkan bahwa teknik pemasaran adalah langkah-langkah atau cara-cara
seseorang atau lembaga perusahaan dalam melakukan penjualan produk barang atau
jasa.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam melakukan kegiatan pemasaran antara
lain:

a. Kemitraan
Teknik ini dilakukan dengan kerja sama dengan badan-badan baik perorangan
maupun badan usaha lainnya untuk memasarkan hasil produksi yang bersifat barang
atau jasa dari perusahaan pemroduksian keperusahaan distributor. Perusahaan
pemroduksian juga dapat melakukan proses pemasaran dengan menggunakan saluran
distribusi yang dikelola oleh perusahaan tersebut pada bagian pemassaran atau
departemen yang ditunjuk.

b. Penjualan langsung
Proses ini biasanya dilakukan oleh perusahaan jasa seperti perusahaan asuransi,
proses dan teknik pemasaran dilakukan secara langsung melalui bagian-bagian teknik
yang dilakukan agar hasil produksi dari perusahaan dapat dipergunakan oleh
pengguna jasa produk.

c. Suplayer
Proses ini dilakukan oleh perusahaan dengan melakukan pemasaran produk
perusahaan langsung, contoh perusahaan kerja sama dengan agen-agen yang di
tunjuk oleh perusahaan sebagai pemasar produk dari perusahaan pemroduksi.