Anda di halaman 1dari 7

PEMANFAATAN NUKLIR DALAM BIDANG HIDROLOGI

1. Pengukuran arah dan kecepatan pengendapan lumpur di dalam


sungai, danau, teluk, dan laut.
2. Pengukuran debit atau kecepatan aliran air baik yang terdapat pada
saluran terbuka maupun saluran tertutup ( Sungai-sungai bawah tanah ,
air tanah dan lain sebagainya.
3. Pelacakan kebocoran dan rembesan aliran pada pipa dalam tanah, pada
pipa yang tertanam dalam bangunan atau kebocoran dan rembesan pada
bangunan.
4. Penentuan pola retakan / rekahan pada lapisan batu-batuan di dalam
tanah.
5. Penentuan umur air tanah yang menjadi uap air panas yang keluar dari
celah batuan gunung berapi.
Pemakaian radioisotop pada bidang hidrologi seperti tersebut di
atas pada dasarnya dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :
a. Radioisotop sebagai perunut ( tracer technique )
b. Radioisotop sebagai perangsang ( inducuce technique )
Pemanfaatan radioisotop sebagai perunut yaitu dengan mema-sukkan (
menginjeksikan ) radioisotop tertentu ke dalam suatu sistem yang akan
dipelajari sehingga radioisotop berbaur sistem.
Selanjutnya diikuti gerak dan tingkah laku perunut radioaktif sebagai
yang telah dimasukkan ke dalam sistem tadi.
Dengan memakai radioisotop sebagai perunut maka akan diperoleh
gambaran tentang sistem yang dipelajari tersebut. Radioisotop yang
akan digunakan sebagai perunut harus memenuhi beberapa
persyaratan, antara lain:
a. Harus larut dalam air dan tidak membentuk endapan karena proses
kimia dengan air, baik proses oksidasi maupun proses reduksi.
b. Harus tidak bereaksi atau diserap oleh suspensi atau materi yang di
dalam air.
c. Tidak bersifat racun yang dapat mengganggu kesehatan
d. Harus bisa dideteksi walaupun dalam jumlah yang sangat kecil
e. Mudah didapat dan harganya murah

6. Pemanfaatan radioisotop sebagai perangsang, yaitu dengan me-letakkan


sumber radiasi ( radioisotop ) di dalam sistem.
7. Akibat adanya pancaran radiasi dari radioisotop maka sistem yang
dipelajari akan terinduksi oleh radiasi.
8. Induksi yang terjadi dapat berupa penyerapan ( Atenuasi ) atau bisa
berupa hamburan balik ( back scattering ).
9. Induksi yang ditangkap oleh detektor akan memberikan gambaran sistem
yang dipelajari. Gambaran sistem yang dipelajari akan diperoleh dengan
baik setelah dikalibrasi dengan sistem standar tersebut.
10.Radioisotop yang sering digunakan dalam bidang hidrologi antara lain
adalah : H3, Na24, Cr51, Br82 dan I131.
11.Mengapa radioisotop-radioisotop tersebut banyak digunakan dalam bidang
hidrologi ? Tak lain karena alasan keselamatan lingkungan. Radioisotop
tersebut relatif cepat meluruh atau waktu paronya pendek sehingga cepat
menyesuaikan dengan cacah latar.
Radioisotop digunakan sebagai perunut dalam :
1. Penentuan kecepatan dan aliran air tanah ( Ground Water )
Arah aliran air tanah dan kecepatannya seringkali diperlukan dalam
pembuatan perencanaan suatu kawasan supaya air tanah yang diambil
( di-bor )sebagai sumber air benar-benar baik dan tidak terkontaminasi
oleh air limbah yang dibuang dalam peresapan.
2. Penentuan kebocoran pipa di dalam tanah
Kebocoran pipa di dalam tanah dapat diketahui dengan mema-sukkan
radioisotop tertentu kedalam tanah pipa ( ikut aliran fluida ).
Radioisotop akan keluar pada pipa yang bocor dan ini dapat diketahui
dengan bantuan detektor nuklir yang mengikuti arah aliran dari
permukaan tanah.
3. Radioisotop dapat juga digunakan untuk mengetahui transport
endapan ( pasir, misalnya ) di dalamnya sungai, di dalam danau,
dan di dalam laut ( teluk ). Perunut radioisotop yang digunakan bisa
berupa :
a. Pasir yang diambil dari sungai, danau, atau laut yang akan
dimati transport endapannya. Pasir yang dikehendaki sesuai
dengan diameter yang ditentukan ( melalui proses pengayakan )
b. Surface labelling, yaitu pasir yang permukaannya diberi lapisan
radioisotop.
c. Exchange resin, yaitu suatu zat yang diberi larutan yang
mengandung radioisotop. Radioisop akan menempel dan
diabsorbsi oleh resin
d. Ground glass, yaitu bahan gelas yang ukurannya dibuat seperti
butiran pasir yang diselidiki dan diberi zat yang akan dijadikan
radioisotop.
Setelah perunut selesai dibuat, perunut radioisotop dimasukkan ke dalam
sungai atau danau yang akan diselidiki transport endapannya. Pasir kemudian
diambil dari beberapa tempat, dicacah radiasinya dengan detektor nuklir,
kemudian dianalisis
Radioisotop digunakan sebagai perangsang adalah pada :
1. Pengukuran kecepatan pengendapan lumpur di danau dan laut :
Mekanisme pengukuran didasarkan adanya atenuasi yang semakin besar (
tebal ) yang disebabkan oleh pengendapan lumpur.
Radiasi yang tertangkap oleh detektor semakin berkurang adanya
endapan yang semakin tebal.Endapan yang bertambah tebal dicatat
sebagai fungsi waktu, sehingga diperoleh kecepatan pengendapan lumpur
di dalam air danau, laut, dan di dalam air sungai, seperti yang
digambarkan pada gambar dibawah ini.
2. Pengukuran kepadatan lapisan suatu sistem atau proses logging
Prinsip pengukuran kepadatan lapisan suatu sistem ini hampir mirip
dengan pengukuran kecepatan pengendapan lumpur di dalam air, hanya saja
radiasi yang ditangkap oleh detektor bukan adanya atenuasi, tetapi oleh karena
adanya hamburan balik ( back scattering ) dari kepadatan lapisan suatu sistem
Pemanfaatan teknik atau proses logging saat ini sangat pesat, karena
dalam pengeboran dengan teknik loging ini data yang diperoleh dapat langsung
digunakan untuk mengetahui keadaan lapisan tanah dan kandungan mineralnya.
Pada saat ini dikenal beberapa macam teknik atau proses logging, yaitu :
1. Gamma-gamma logging
Teknik logging ini menggunakan sumber radiasi Gamma dan detektor
khusus untuk radiasi Gamma. Hamburan balik radiasi Gamma dari lapisan tanah
di sekitar alat ( mata ) bor akan ditangkap oleh detektor khusus untuk radiasi
Gamma.
2. Neutron-Gamma logging
Alat ini memanfaatkan sumber radiasi neutron dan detektor-nya, khusus
untuk radiasi Gamma yang timbul adalah akibat interaksi radiasi neutron dengan
lapisan tanah disekitar alat ( mata ) bor.
Jadi radiasi Gamma yang timbul di analisis dengan spektrometri Gamma.
Untuk mengetahui unsur unsur yang terdapat dalam lapisan tanah tersebut.
Proses neutron-gamma logging mirip dengan teknik analisis aktivasi
neutron.
Alat neutro-gamma logging, selain untuk menganalisi unsur di dalam mata
bor, juga dapat dipakai untuk menentukan pengaruh air pasang surut laut
terhadap sungai, dalam hal ini untuk mengetahui batas air tawar dan air asin di
dalam sungai
3. Neutron-neutron Logging
Teknik logging ini menggunakan sumber radiasi neutron dan detektor
khusus neutron.
Detektor neutron digunakan untuk menangkap hamburan balik radiasi
neutron dari lapisan tanah di sekitar alat ( mata ) bor.
Neutron-neutron logging pada umumnya digunakan untuk menentukan
kadar air dalam lapisan tanah.

PEMANFAATAN NUKLIR DI BIDANG PERTANIAN


Sebagai akibat dari cara pengolahan pertanian yang semakin baik, setiap kali
musim panen tiba, yaitu bagaimana caranya agar hasil panen yang melimpah
dan belum sempat dipasarkan dapat tetap baik dan segar dan dapat disimpan
dalam waktu lama. Sebagai contoh, umbi-umbian ( kentang dan sejenisnya ),
bawang merah dan bawang putih, bila disimpan terlalu lama dan tidak segera
dipasarkan akan keluar tunasnya. Bila hal ini terjadi tentu akan menurunkan
harga jualnya sehingga akan merugikan petani Untuk mengatasi hal ini, caranya
adalah dengan mengawet kan hasil panen sedemikian rupa sehingga akan
timbul tunas dan keadaannya tetap baik dan segar. Pengawetan dilakukan
dengan meradiasi hasil panen dengan radiasi sinar gamma ( ). Irradiator Co 60
dan Cs137 sering digunakan sebagai radiasi. Hasil pertanian yang akan diawetkan
dibersihkan seperlunya kemudian dimasukkan ke dalam wadah ( container ).
Container yang berisi hasil pertanian ini lalu dikirim dengan truk ke Pusat
Irradiasi untuk mendapatkan perlakuan radiasi. Sesampai di pusat irradiasi truk
dan kontainernya masuk keruang irradiasi, sementara sopir keluar dari ruang
irradiasi. Truk kontainer berikut isinya diirradiasi dengan dosis tertentu, agar
tidak segera tumbuh tunas atau pertumbuhan tunas diperlambat. Bentuk
( letak ) irradiator nya ada yang dia atas, ada yang disamping kanan / kiri bahan
yang akan diradiasi.
Pada umumnya irradiatornya berbentuk permanen menetap atau cave
type. Selain pertumbuhan tunas diperlambat, radiasi juga dimaksudkan untuk
mematikan hamma (bakteri) yang menyebabkan pembusukan. Dosis radiasi
N Untuk Keperluan Dosis ; Rad
o

1 Mematikan telur serangga dan larva 2.000 5.000

2 Menghambat pertumbuhan umbi / tunas baru 5.000


10.000

3 Mensterilkan serangga dewasa dalam padi / gandum 20.000


( dalam tumpukan / bulk ) 25.000

4 Sterilisasi bahan makanan 2 5 M. Rad

5 Sterilisasi bahan makanan 100.000


800.000

yang digunakan untuk meradiasi hasil pertanian paska panen sebagai berikut :

B. Efisiensi Pemupukan
Seringkali dalam pemakaian pupuk untuk pertanian tidak tepat sasaran, baik
dalam jumlah, jenis, maupun ketepatan waktu pemupukannya. Untuk
mendapatkan efisiensi pemupukan yang baik, aplikasi teknologi nuklir dalam
bidang pertanian sangat besar peranannya.
Cara yang digunakan untuk mencari efisiensi pemupukan tanaman sebenarnya
termasuk dalam teknik perunut ( tracer technique ), yaitu dengan memasukkan
senyawa bertanda P32 ke dalam pupuk tanaman. Pospor ( P-32 ) yang menyatu
dalam pupuk TSP ( Triple Super Phospat ) akan diserap oleh tanaman.
Perilaku pupuk P-32 mulai dari akar sampai ke pucuk daun, sudah barang tentu
termasuk ke arah batang dan ranting, bunga dan buah , dapat diikuti dan
direkam dengan film atau sekedar dicatat di detektor nuklir.
Melalui cara ini , dari hasil rekaman film atau dari hasil cata-tan radiasi
oleh detektor, dapat diperoleh data petun-juk jenis pupuk yang tepat yang
diperlukan oleh akar, batang, ranting, buah, dan lain sebagainya. Dengan cara
yang hampir mirip dengan cara diatas, tekno-logi nuklir juga dapat dipakai untuk
mencari waktu ( umur ) tanaman yang paling banyak menyerap pupuk. Dengan
kata lain, Jam makan tanaman dapat diketahui.
Apabila pemupukan diberikan tepat pada jam makan ta-naman, tentu pupuk
akan diserap dengan baik. Cara menen-tukan Jam makan tanaman adalah
memberikan pupuk yang bertanda P-32 kepada tanaman tertentu yang
bervariasi umurnya ( Umur t1 ; t2 ; t3 ; .............. ; tn ). Setelah waktu tertentu,
dilakukan pencacahan P-32 yang terserap oleh tanaman tersebut. Untuk
tanaman yang dimanfaatkan daunnya.
PEMANFAATAN NUKLIR DIBIDANG BIOLOGI
Teknologi nuklir dalam bidang biologi pada saat ini sudah banyak dimanfaatkan
dalam bidang-bidang lain yang masih ada kaitannya bidang biologi, seperti
kedokteran, bidang pertanian, bidang peternakan, dan lain sebagainya,
mengingat biologi adalah ilmu dasar yang dipakai dalam banyak disiplin ilmu.
2. Contoh aplikasi teknologi nuklir dalam bidang biologi yang hasilnya telah
diterapkan dalam bidang kegiatan lainnya, antara lain adalah :
A. Teknik Jantan Mandul
Teknik jantan mandul terutama ditujukan pada serangga pengganggu ( hama )
tanaman yang dapat menurunkan produksi pertanian. Serangga jantan yang
merupakan hama pertanian sengaja diambil dari habitatnya dalam jumlah
banyak.
Serangga jantan ini yang kemudian diradiasi dengan dosis tertentu untuk
menjadikan steril. Dosois radiasi yang digunakan untuk mensterilkan serangga
jantan, seringga 20.000 rad.
Serangga jantan yang sudah steril ini, tidak bisa membuahi serangga betina,
kemudian dilepaskan kembali ke habitatatnya.
Apabila serangga jantan bertemu dengan serangga betina, secara alami
serangga jantan akan mengawini serangga betina. Karena serangga jantan
sudah steril , telur serangga betina tidak bisa dibuahi sehingga tidak akan
menghasilkan larva. Populasi serangga akan menurun dengan sendirinya .
Teknik jantan mandul ini sangat efektif dalam memberan-tas hama pertanian ,
tanpa menimbulkan efek samping.
B. Mutasi Genetika
Mutasi genetika yang sudah dimanfaatkan sejauh ini baru terhadap mutasi gen
tanaman, terutama tanaman pangan , walaupun percobaan-percobaan mutasi
gen terhadap hewan juga dilakukan.
Mutasi gen terhadap tanaman dimaksudkan untuk menda-patkan bibit unggul
suatu tanaman atau pemuliaan tanaman. Bibit unggul yang diperoleh dari
mutasi gen tanaman diharapkan akan dapat memenuhi syarat sebagai berikut :
1. Tahan terhadap hama penyakit
2. Masa panen ( berbuah ) lebih singkat
3. Hasil buahnya lebih baik ( warna ; rasa ; dan besarnya )
4. Biasa hidup ( tumbuh ) di lahan keras ( lahan asin ; lahan kering ; dan
sebagainya )
Mutasi genitika bisa terjadi karena radiasi dapat mempenga ruhi chromosome
dan DNA ( Derbo Nucleic Acid ) atau pem-bawa alat keturunan, sehingga
keturunannya akan berubah sifatnya .
Perubahan ( mutasi ) gen ini sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut karena
dapat menghasilkan varitas dan jenis tanaman baru, sesuai dengan keinginan
manusia untuk meningkatkan produksi pangan.
C. Fisiologi Organ Tubuh Manusia dan Hewan
Fisiologi hewan dan manusia pada saat ini dapat dipelajari dengan baik berkat
adanya aplikasi teknologi nuklir dalam bidang biologi . Cara mempelajari fisiologi
hewan dan manusia adalah dengan teknik perunut ( tracer technique ) khusus
untuk hewan dan manusia.
Berikut ini adalah contoh beberapa aplikasi teknologi nuklir untuk mempelajari
fisiologi manusia dan hewan.
a. Fungsi kelenjar gondok ( thyroid ) dapat dilihat dengan menakai I-129 atau
I-131 yang dimasukkan ketubuh manusia , baik secara oral ( diminumkan )
atau dengan cara injeksi. Iodium radioaktif tersebut memberikan Thyroid
up take melalui detektor yang dipasangkan dikelenjar thyroid.
Pengendapan ( penimbunan ) iodium radioaktif yang selektif pada kelenjar
gondok ( thyroid ) memberikan informasi tentang pembentukan hormon
tiroksin serta kegiatan dan fungsi kelenjar gondok tersebut.
b. Fungsi ginjal juga dapat dideteksi dengan memberikan hipuran I-131 ke
dalam tubuh manusia , baik melalui minuman ataupun melalui suntikan.
Detektor nuklir dipasang pada pinggang disekitar ginjal, lalu dicatat
radiasi hasil proses di dalam ginjal berdasarkan funsi waktu. Ginjal kiri dan
kanan akan memberikan gambaran pada Renogram, apakah fungsinya
masih baik atau tidak. Cara ini tidak dapat dilakukan dengan cara
radiologi, yaitu pemotretan dengan sinar X terhadap ginjal.
c. c. Metabolisme vitamin di dalam tubuhdapat diikuti dengan Co-59 atau
Co-60 yang diberikan sebagai tanda ( labelling ) pada vitamin B 12. Adanya
unsur Co-59 atau Co-60 di dalam tubuh manusia yang memakan vitamin
B12, maka metabolismenya di dalam tubuh manusia dapat diikuti dan
ditentukan. Selain dari itu, dengan cara ini juga bisa diketahui
kemungkinan adanya metabolisme oleh cacing parasit di dalam tubuh.
d. Fisiologi tulang dapat dilihat dan dipotret dengan bantuan P-32 dan Ca-45
yang dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Posfor dan calcium adalah
unsur utama dalam pembentukan tulang sehingga sebagian besar untuk
P-32 dan Ca-45 akan mengendap di tulang dalam bentuk Ca3(PO4)2.
Keroposan tulang juga dapat juga diketahui dengan cara ini.
e. Metabolisme gugus protein di dalam tubuh manusia dapat diketahui
dengan memberikan tanda ( Labelling ) C-14 pada gugus protein yang
termasuk dalam daur makanan manusia. Dengan adanya C-14 yang
radioaktif di dalam tubuh manusia maka gerak metabolisme gugus-gugus
protein tersebut akan dapat dengan mudah diikuti.
f. Adanya racun-racun logam berat di dalam tubuh manusia (misalnya : Hg ;
Pb ; Cr ; As ). Metabolismenya dapat diikuti dengan memberikan senyawa
bertanda ( Labelling ) logam berat ke dalam tubuh manusia. Dengan
senyawa bertanda dapat diketahui keberadaan logam berat tersebut di
dalam organ tubuh manusia.
D. Migrasi Hama
a. Hama tanaman berupa serangga tikus sawah, burung, dan lain
sebagainya dapat diikuti gerak penyebarannya dengan bantuan senyawa
bertanda yang diberikan kepada hewan-hewan tersebut. Kelakuan dan
arah penyebaran dapat diketahui dengan baik dan ini diperlukan untuk
pencegahan hama dan pembrantasan hama.
b. Senyawa bertanda dapat berupa P-32 ; S-35 ; Na-14 ; Co-60 dan I-131
yang dicampurkan ke dalam makanan atau minuman hama tersebut.
c. Pemberian senyawa bertanda dapat juga diberikan dengan kontak
langsung, misalnya dioleskan atau disuntikan ke dalam tubuh hewan
hama tanaman tersebut. Pencatatan data di lapangan memerlukan
kecermatan dan kesabaran tersendiri agar didapatkan hasil yang
sempurna.
d. Berdasarkan data yang diperoleh maka akan dapat dibuat program
pembrantasannya, termasuk pengontrolan atas populasinya.