Anda di halaman 1dari 1

1.

Prasasti
Prasasti adalah bentuk tradisi tulisan yang dikeluarkan oleh raja dan
berisi keputusan atau amanat raja, berita atau peristiwa penting di
dalam kerajaan, dan peringatan atas berita penting yang di alami
raja pendahulunya pra sasti merupakan dokumen resmi kerajaan.
Diantara prasasti-prasati yang di tulis pada zaman kerajaan adalah
prasati-prasasti; Rumanta=k, galuh, kawali, cikajang, kebantenan,
batutulis dan huludayeuh;
2. Naskah
Di lihat dari bentuknya, karya tulis yang dihasilkan pada masa itu
dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu porsa, puisi dan porsa lirik,
1. porsa adalah ungkapan bahasa yang bebas baik berupa
pernyataan, percakapan maupun bahasan, contohnya ialah
prasasti Juru Pangambat, Prasasti Snghiyang Tapak, prasasti
Sanghyang Siksa Kandang Karesihan, Amant galunggung, Cerita
Parahiyangan, Serat Catur Bumi, Serat Dewa Budha.
2. Puisi adalah ungkapan bahasa yang terikat oleh aturan-aturan
tertentu dalam jumlah baris, jumlah suku kata tiap baris, tatanan
bunyi, pilihan kata, nilai luhur kemanusiaan, makna simbolis, dan
lain-lain. Contohnya adalah prasasti Kawali, prasasti Cikajang,
naskah-naskah; Ramayana, Bujangga Manik, Sri Ajnyana. Pada
umumnya teks puisi pada masa itu kalimat-kalimatnya tersusun
baris demi baris dan tiap baris terdiri dari suku kata (octosyllabic)
dengan irama dan bunyi yang teratur.
3. Porsa lirik secara umum tergolong porsa, tetapi didalamnya
terdapat ungkapan-ungkapan yang mengandung puisi ,ritme dan
rima. Porsa lirik terdapat pada prasasti (prasasti kawali 1a dan 2)
dan naskah seperti Shyangyang siksa kandang karesian, sewaka
darma, sanghyang Raga Dewata, Carita Ratu Pakuan.