Anda di halaman 1dari 8

TUGAS SISTEM PENYANGGAAN

THREE PIECE ARCH

Disusun Oleh :

Kelompok 9
1. Reynata Fachrian (F1D114016)
2. Melsya Putri Anum (F1D114024)
3. Tri Utomo (F1D1140)

PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN


JURUSAN TEKNIK KEBUMIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2016
SISTEM PENYANGGAAN KAWAT BESI
WIREMESH

A. Prinsip Penyanggaan

Ada dasarnya setiap metode tambang bawah tanah bersifat spesifik. Meski
demikian, pada prakteknya sangat susah secara menyeluruh memenuhi kondisi
idealnya. Dilain pihak, bijih juga memungkinkan mempunyai kondisi yang cocok
untuk aplikasi beberapa metode, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap
metode-metode tambang bawah tersebut. Setiap metode mempunyai aplikasi yg
spesifik, tetapi karakteristik bijih dan country rock tidak senantiasa ideal
Karakteristik bijih dan country rock kadang memungkinkan aplikasi dua atau
lebih metode Eksploitasi mineral dimana seluruh ekstraksinya dilakukan di bawah
permukaan bumi disebut dengan istilah underground mining (tambang bawah
tanah), atau deep mining (tambang dalam).

Metode tambang bawah tanah diterapkan apabila kedalaman cebakan atau


eksploitasi material tidak dapat dilakukan dari permukaan Pemilihan metode yang
cocok, mencakup aspek: Menentukan perlu tidaknya penyangga, dan penyangga
yang mestinya dipakai Merancang konfigurasi bukaan dan urutan ekstraksi
dikaitkan penyebaran bijihnya. Akibat adanya kegiatan penggalian pada lubang
bukaan :

a. Kesetimbangan tegangan pada daerah lubang bukaan tersebut akan


terganggu
b. Lapisan atau masa batuan disekitar cenderung untuk menutup
(convergence)

Dalam tambang dalam atau tambang bawah tanah, penyanggaan adalah suatu
aspek yang sangat penting yang sangat terkait dengan keselamatan kerja (safety).
Dimana fungsi dari penyanggaan itu sendiri adalah untuk menahan atau
menopang batuan pada lubang bukaan (tunnel) agar tidak terjadi keruntuhan yang
tentu sangat tidak diinginkan untuk terjadi.
Penyangga Batuan adalah suatu metode yang digunakan untuk menahan beban
dari massa batuan untuk menjaga keseimbangan/kestabilan bukaan terowongan
sehingga keselamatan kerja dapat dicapai dengan aman. Dipakai untuk :
a. Membuat tunnel atau terowongan
b. Drift, dan sebagainya.
Pada prinsipnya penyanggaan bukan untuk menahan beban seluruh
batuan yang ada di atasnya, tetapi hanya menahan sebagian kecil batuan yang
dibebaskan yang tidak dapat disangga oleh batuan induknya. Tujuan utama
dari penyanggaan ini ada 2 yaitu :
a. Untuk mempertahankan penampang terowongan yang diperlukan untuk
transportasi, ventilasi, lalu lintas orang dan tempat bekerja.
b. Melindungi pekerja dan sarana dari resiko tertimpa reruntuhan (atap
ambruk).

B. Jenis-Jenis Penyanggaan

Berdasarkan sifat penyanggaannya dibedakan menjadi 2, yaitu :


1. Penyangga pasif (passive support)
Bersifat mendukung batuan yang akan runtuh dan membatasi gerakan
batuan tersebut (rigid).
Penyangga pasif yang umum digunakan :
a. Penyangga kayu (timbered support)
b. Penyangga besi baja (steel support)
c. Penyangga beton
d. hydraulic prop
e. powered roof support (PRS).

2. Penyangga aktif (active support)


Bersifat memperkuat (reinforcement) batuan tersebut secara langsung.
Baut batuan tidak dapat mencegah terjadinya pecah batuan
tetapi dapat memperbaiki kekuatan dan integritas
Penyangga aktif yang umum digunakan :
a. Baut Batuan (Rock bolt)
b. Kabel batuan
c. Kawat besi (Wiremesh)

C. Penyanggaan dengan Wire mesh

Wire mesh adalah bahan yang terbuat dari berbagai rangkaian logam yang
saling berhubungan , biasanya baja atau aluminium . Rangkaian ini dapat di las
bersama-sama , diekstrusi , atau bahkan dihubungkan dengan pin atau perangkat
lain . Ukuran dan kekuatan pada wire mesh bergantung pada berbagai
penggunaannya , jaring tipis dapat digunakan sebagai pelapis, sedangkan yang
lebih besar , digunakan pada conveyor belt dalam industri . Kadang-kadang jenis
mesh tertentu juga digunakan dalam perkebunan atau aplikasi lain.

Gambar 1. Wiremesh dengan keadaan baik

Salah satu tipe yang paling umum digunakan adalah welded wire mesh . Hal
ini sering digunakan dalam konstruksi beton , penggunaannya dinilai lebih efisien,
karena wire mesh dapat langsung digelar sebelum beton dituangkan . Beton
tersebut kemudian dituangkan di sekitar mesh , dan setelah set , beton akan
memiliki kekuatan tarik lebih tinggi karena wire mesh yang terkandung dalamnya
akan membantu menstabilkan beton yang sering rapuh . Wire Mesh cenderung
lebih mudah dalam aplikasinya dan biaya lebih rendah untuk proyek-proyek
beton. Wire mesh begitu umum digunakan sekarang ini, karena itu walaupun
harganya terlihat lebih mahal tetapi dalam penggunaannya wire mesh adalah
bahan yang paling efektif. Fleksibilitas dan bermacam ukurannya membuatnya
sempurna untuk berbagai pekerjaan konstruksi, baik di sekitar rumah atau dalam
skenario komersial.
Kelebihan menggunakan besi wire mesh jika dibanding dengan besi beton biasa
adalah :

1. Pelaksanaan pekerjaan pembesian tulangan beton dapat dilakukan dengan


lebih mudah dan cepat karena tidak usah merangkai lagi, tinggal digelar
saja.

2. Meningkatkan mutu dan ketepatan jarak tulangan beton.

3. Memudahkan dalam pengawasan pekerjaan pembesian di lapangan.

4. Lebih mudah transportasi pengiriman materialnya karena wiremesh


berukuran 2,1 x 5,4 m tidak sepanjang besi beton yang panjangnya 12 m.

5. Lebih ekonomis karena penggunaan wire mesh akan mengurangi berat


besi tulangan dalam beton, sebagai contoh tulangan dia. 10 mm tiap jarak
15 cm (2 arah) dapat dikonversi dengan wiremesh M7 spasi 15 cm serta
tidak membutuhkan banyak kawat beton untuk merangkai besi tulangan.

Kekurangan menggunakan besi wire mesh jika dibandingkan dengan besi beton
biasa adalah :

1. Dalam pemilihan mes kawat harus di perhatikan apakah terdapat korosi


atau tidak, mes kawat yang terdapat satu titik korosi dapat mengurangi
kualitas dari mes kawat.
2. Selain itu mes kawan yang berkorosi juga mengurangi kualitas bangunan.
Gambar 2. Wiremesh dengan keadaan berkorosi

Besi wire mesh adalah rangkaian baja tulangan bermutu tinggi (dengan
tegangan leleh karakteristik sampai 5.000 kg/cm2) berbentuk jaring-jaring dengan
spasi tertentu yang pada tiap titik pertemuannya dihubungkan dengan las listrik.
Ukuran diameter tulangan wire mesh biasa ditulis dengan awalan M
misalnya M5 untuk wire mesh dengan diamtere tulangan 5 mm. Ukuran diameter
wire mesh yang ada di pasaran adalah ukuran M4, M5, M6, M7, M8, M9, M10,
M12. Ukuran standard untuk wiremesh adalah lembaran ukuran 2,1 x 5,4 m,
tetapi untuk ukuran diameter kecil seperti M4 dan M5 tersedia juga dalam bentuk
Roll ukuran 2,1 x 54 m.

Gambar 3. Besi Wire Mesh


Penting untuk diperhatikan, pastikan diameter wiremesh sesuai dengan
ukuran yang tertera, misalnya M8 jika diukur diameter tulangannya 8 mm. Karena
kadang ada produsen wire mesh yang menawarkan produk wiremesh misal M8
sampai 3 tingkatan dengan harga yang berbeda-beda tergantung dari ukuran asli
diameter tulangannya. Selain itu hindari menggunakan wire mesh yang sudah
berkarat karena akan menurunkan mutu beton bertulang secara keseluruhan.
Besi wire mesh dapat digunakan sebagai pembesian tulangan beton untuk
pelat lantai dan dinding beton, saluran drainase beton, dan jalan beton serta
kadang juga digunakan juga sebagai pagar. Untuk tulangan pelat lantai umumnya
menggunakan wire mesh M7, sedangkan untuk tulangan jalan beton biasa (beban
standar) umumnya menggunakan wire mesh M8.
Untuk meningkatkan kekompakan di daerah sekitar atap
dan mencegah terjatuhnya bongkahan batuan berukuran kecil,
maka akan di pasang mesh pada atap dan dinding. Double W
Strap merupakan plat besi tipis dan panjang yang digunakan
agar baut batuan atau baut kabel dapat dipasang pada satu
garis. Plat ini juga dapat meningkatkan kekompakan batuan di
daerah atap.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2016. Kegunaan wiremesh. https://rumaroof.wordpress.com/tag/


kegunaan-wire-mesh/ (diakses pada tanggal 4 November 2016)
Ardinal. 2016. Metode Tambang Bawah Tanah Menggunakan Penyangga.
http://documentslide.com/documents/metode-tambang-bawah-tanah-
menggunakan-penyangga.html (Diakses pada Selasa, 18 Oktober 2016).
Caklid. 2016. Sistem Penyanggaan. http://jailcakild.blogspot.co.id/2016/04/
sistem-penyanggaan.html (Diakses pada Selasa, 18 Oktober 2016).
Simorangkir, Donny P. 2012. Inspeksi Penyanggaan Tambang Bawah Tanah.
http://download.documents.tips/getdownload/document/?id=iTyUKD
%2F9kFBdq3fdjf89Az48XiDGVbjKmkxUL4SiMcjJb7OliwS%2Bl
%2BRadJtO%2FeuSsHq6dlmaJlWL6WXlw%2FkbFQ%3D%3D (Diakses
pada Selasa, 18 Oktober 2016).

Anda mungkin juga menyukai