Anda di halaman 1dari 11

Control valve adalah valve (keran/katup) otomatis yang dapat mengatur aliran dalam sembuah sistem pemipaan

secara presisi. Control valve sebagai komponen instrumentasi yang ada hampir diseluruh pabrik industri terutama di industri
migas, kimia dan petro kimia, control valve mempunyai banyak sekali ragamnya, tetapi pada dasarnya fungsi control valve
adalah sebagai perangkat untuk mengatur besaran proses, adapun yang dimaksud besaran proses adalah suatu keadaan yang
dapat menunjukkan kondisi proses yang sedang beroperasi.
Pada control valve, ia menggunkana sinyal yang di dapat dari instrument yang terpasang di sistem pemipaan
kemudian ia akan di terjemahkan kedalam bukaan valve sesuai kebutuhan dari jumlah alirannya. Dengan control valve, ia
dapat melakukan berbagai fungsi yang biasanya untuk mengontrol jumlah aliran atau untuk membatasi tekanan di dalam
sebuah sistem pemipaan.
Berbeda dengan jenis valve yang lain, dimana untuk valve akan di pasang sendiri (tunggal, tidak memerlukan sistem
atau unit tambahan). Di dalam control valve ia harus di susun dengan komponen lain agar ia optimal dalam pengunaanya.
Satu paket control valve (bisa di istilahkan dengan control valve set) biasanya terdiri dari valve (tidak hanya control valve
namun ada jenis valve lainya), fitting dan pipa yang di tempatkan di fondation atau platform. Pertanyaan sederhana, kenapa ia
di taruh di fondation atau platform? karena suatu saat butuh di operasikan atau di maintenance, control valve ini mudah untuk
di bongkar dan di pasang kembali.
Berdasarkan jenis katupnya control valve terdiri dari beberapa macam yaitu; globe valve, gate valve, butterfly valve,
ball valve. Sebagaimana kita ketahui control valve adalah perangkat yang bekerja untuk menutup dan membuka aliran tanpa
mengandalkan tenaga manusia sebagai penggantinya ada perangkat lain yang dibutuhkan sebagai penggerak, perangkat
tersebut adalah ACTUATOR, ada beberapa macam actuator berdasarkan pada tenaga penggeraknya yaitu pneumatic actuator
(menggunakan tenaga angin), elektrik actuator (menggunakan tenaga listrik) dan hydrolik actuator (menggunakan tenaga
tekanan oli)
Valve dengan actuator pneumatic yang bekerja dengan tenaga angin adalah jenis valve yang paling banyak digunakan, ada
istilah sinyal pneumatik pada control valve model ini yaitu signal standard yang dipakai untuk menggerakan katup, signal
pneumatic ini besarannya antara 3 Psi dan 15 Psi. Jadi valve ini untuk bekerjanya membutuhkan udara/ angin sebagai energy
penggerak. Dengan tambahan perangkat yang disebut IP converter valve pneumatic bisa menjadi valve elektrik, untuk valve
elektrik ini signal yang digunakan adalah signal elektrik yang besarannya antara 4mA sampai dengan 20 mA. Lihat gambar
IP converter dan prinsip dasar bagaimana IP converter bekerja mengendalikan control valve.

A. Coil

B. Input signal (Electrik)

C. Magnet

D. Pegas

E. Tumpuan

F. Plaffer

G. Nozzle

Dari penjelasan tentang sinyal pneumatik dan elektrik ini dikenal istilah lain yang berhubungan dengan posisi katup
dari pada control valve yaitu Failure Close ( FC) dan Failure Open (FO). Penjelasannya FC yaitu valve yang posisi katupnya
menutup ketika tidak ada sinyal yang mengalir ke control valve dan FO yaitu valve yang katupnya membuka ketika tidak ada
sinyal yang mengalir ke control valve. Gambar dibawah ini memperlihatkan control valve jenis FC.
Yang disebut control valve hydrolik adalah valve yang bergerak dengan menggunakan tekanan oli, biasanya
pemakaian tenaga oli sebagai penggerak ini diterapkan pada valve yang membutuhkan tenaga besar untk pergerakannya
seperti pada contol valve pengatur bukaan gas pembakaran ke turbin (CGV/SRV), slide valve pada mesin chiller ( KV), dan
lain-lain. Berdasarkan model bergeraknya control valve terdiri dari; Rotary valve( yang bergerak memutar) dan Slider valve
( yang bergerak naik turun). Valve jenis rotary yaitu valve yang membuka dan menutupnya dengan bergerak memutar,
biasanya dari 0 sampai 90 derajat putarannya, katup control valve jenis ini yaitu katup model ball dan butterfly, lihat contoh
gambar valve rotary dan valve slider pada gambar dibawah ini:
Sedangkan control valve jenis slider gerakan membuka dan menutupnya adalah naik/ turun, model katup daripada
control valve ini yaitu globe atau gate.

Berdasarkan tugasnya dalam mengatur proses, control valve dibedakan ke dalam beberapa jenis yaitu: Flow valve
(FV), Pressure valve (PV), Level Valve (LV), Temperature valve (TV), Analizer valve ( AV), Surge Valve (SV) dan lain-lain.
Gambaran sederhana tentang tugas control valve pada pengaturan proses dapat dilihat pada gambar dibawah ini dimana valve
mengatur ketinggian isi tangki, control valve menggantikan tugas manusia untuk membuka dan menutup aliran.

Level tangki diatur oleh manusia Level tangki diatur oleh control valve
Dari gambar diatas kita melihat bahwa agar sebuah control valve dapat bekerja dengan sempurna diperlukan
perangkat lain yang terhubung pada control valve tersebut, perangkat itu adalah perangkat sistim control yang dikenal dengan
istilah instrumentasi. Sebagai contoh alat instrumentasi yang ada pada gambar diatas adalah; Level transmitter, level
controller dan level valve ( LV).

Tipe-Tipe Control Valve

PCV - Pressure Control valve

TCV - Temprature control valve

FCV - Flow control valve

LCV - Level control valve

XV - Isolation control valve

XCV - High pressure control valve


Service and Function
Valve type
IOS TH PR DC
Gate YES NO NO NO
Globe YES YES NO YES (note 1)
Check (note 2) NO NO NO
Stop check YES NO NO NO
Butterfly YES YES NO NO
Ball YES (note 3) NO YES (note 4)
Plug YES (note 3) NO YES (note 4)
Diaphragm YES NO NO NO
Safety Relief NO NO YES NO
IOS TH PR DC
Valve type
Service and Function

Keterangan:

DC = Directional Change

IoS = Isolation or Stop

PR = Pressure Relief

TH = Throttling

Perbedaan Transmiter dan Transduser

Transduser adalah suatu alat yang berfungsi merubah suatu besaran/energi ke bentuk besaran/energi yang lain.
Mengubah I/P atau P/I , arus menjadi tekanan atau tekanan menjadi arus, dll. Contoh : strain gauge, thermoelement (RTD
atau thermocouple), piezoelectric, sensor module pada pressure tx (berisi diaph, liq filled, dan capasitor).
Transmitter adalah suatu alat yang berfungsi untuk mentransmisikan/menyampaikan informasi keadaan tekanan pada
suatu tempat (vessel, pipe etc) dalam bentuk signal electric kepada controller dan selanjutnya digunakan untuk melakukan
aksinya (misal mengurangi/menutup valve yang ada hubungannya dengan kasus yg dimaksud). Tugas dari transmitter
adalahmembangkitkan sinyal industri dari output sensor dengan standar level yang memiliki sinyal instrumentasi:Arus: 4 - 20
mA, tegangan :0 10 V dan sinyal pneumatic: 3 - 15 psig.

Direct Acting dan Reverse Acting

Direct Acting

Cara kerja: apabila PV naik maka MV naik, artinya jika laju alir fluida bertambah besar, maka unit kendali akan
memerintahkan valve untuk memperbesar bukaan valve agar fluida dalam tangki tidak melebihi kapasitas tangki.
Reverse Acting
Cara kerja: apabila PV naik maka MV turun, begitu juga dengan sebaliknya. Artinya jika dalam suatu proses laju alir
masuk fluida semakin kecil, maka unit kendali akan memerintahkan valve untuk memperbesar bukaan valve agar
fluida yang mengalir lebih banyak, sehingga tangki tidak kosong.

Cara Kerja Sensor pada Pengendali Level


Batang konduktor yang terdapat di dalam tabung bertindak sebagai detektor. Kemudian dari detektor tersebut
mengirim sinyal ke unit kendali. Sehingga unit kendali akan mengendalikan laju alir fluida agar PV = SP.

Jika PV kurang dari SP, maka unit kendali akan mengirimkan perintah pada valve untuk memperbesar bukaan valve.
Sehingga PV akan sama dengan SP.
Jika PV lebih besar dari SP, maka unit kendali akan mengirimkan perintah pada valve untuk memperkecil bukaan katup.
Sehingga PV akan sama dengan SP.

1.2.2. Diagram Blok Pengendalian Level


1.2.3. Tabulasi
Tabel 1. Unit Pengendalian Level
Masukkan Keluaran
Unit Nama Alat Spesifikasi
Nama Jenis Nama Jenis
Variabel Besaran Variabel Besaran
CRL (Level Merk : Didacta Sinyal Sinyal Sinyal Sinyal
Unit Kendali
Regulation Italy pengukuran elektrik Kendali elektrik
Control)

Pneumatic control
valve Type : M
77159 Material :
Unit Kendali Sinyal Sinyal Laju Alir
Control valve 6625,stainless MV
Akhir Kendali Pneumatik Masuk
steel Remarks :
DN 15 KVs : 4.0
Diameter:28cm

Diameter tangki =
Laju Alir Ketinggian
Unit Proses Tangki MV PV
Tinggi tangki = Masuk Cairan/Level
70cm
Unit Level sensor - PV Ketinggian Sinyal Tekanan
Pengukuran Cairan/Level Pengukuran Hidrostatik
Unit 20-100 KPa 4-20 Sinyal Sinyal Sinyal Sinyal
Transduser I/P
Pengubah mA Kendali Elektrik Kendali Pneumatik
Sinyal