Anda di halaman 1dari 66

Politeknik Negeri Semarang

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

LEAK TEST PADA PROSES KALIBRASI METER GAS


TURBIN

PT. PERUSAHAAN GAS NEGARA SOLUTION


SBU WILAYAH DISTRIBUSI I JAWA BAGIAN BARAT
DIVISI WORKSHOP KLENDER JAKARTA

Disusun oleh :

ANGGRAENI RESTA DEWI

3.22.14.1.05

PROGRAM STUDI TEKNIK KONVERSI ENERGI

JURUSAN TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI SEMARANG


2016

1
Politeknik Negeri Semarang

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas


rahmat dan karunia yang dilimpahkan serta kemudahan sehingga
penulis dapat menyelesaikan Praktek Kerja Lapangan di PT Perusahaan
Gas Negara Solution Tbk dan dapat terselesaikan penyusunan laporan
praktek kerja lapangan ini.

Laporan kerja praktik ini disusun sebagai salah satu syarat bagi
penulis untuk memenuhi Tugas Praktek Kerja Lapangan. Melalui
praktek kerja lapangan ini diharapkan mahasiswa dapat menambah
wawasan di bidang yang ditekuni yaitu Jurusan Teknik Mesin khususnya
Program Studi Teknik Konversi Energi. Selain itu ,praktek kerja
lapangan ini juga bertujuan untuk mengembangkan teori yang
diperoleh di bangku kuliah melalui penerapan di dunia kerja.

Dalam melaksanakan praktik kerja lapangan di PT. Perusahaan


Gas Negara Solution Sub Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat,
penulis berkesempatan menulis laporan dengan judul Leak Test pada
Sistem Kalibrasi Meter Gas Turbin .

Keberhasilan penulis dalam melaksanakan praktik kerja


lapangan ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari
pihak pihak yang terkait, untuk itu perkenankanlah penulis berterima
kasih kepada :

1. PT. Perusahaan Gas Negara Solution Tbk yang telah memberikan


ijin dan kesempatan pada penulis untuk menyelesaikan Praktek
Kerja Lapangan.

2. Sugeng Ariyono,Dr. B.eng, M.eng, Ph.D. selaku Ketua Jurusan


Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang.

2
Politeknik Negeri Semarang

3. Sahid, S.T, M.T. selaku Ketua Program Studi Teknik Konversi


Energi Politeknik Negeri Semarang.

4. Suwarti, S.T.,M.T. selaku dosen pembimbing Praktek Kerja


Lapangan yang telah memberikan bimbingan dan dukungan
dalam penyusunan laporan PKL.

5. Surya Argado Simanjutak selaku bagian SDM PT. PGN Solution


yang telah banyak membantu dalam penyelesaian administrasi
Praktek Kerja Lapangan ini.

6. R Victor Tetrano selaku manager PT. PGN Solution SBU Wilayah


Distribusi I Jawa Bagian Barat yang telah mengijinkan untuk
melakukan Praktek Kerja Lapangan di PT. PGN Solution SBU
Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat Divisi Workshop Klender
Jakarta.

7. Danang Kusumahadi Wardana, A.Md selaku pembimbing


lapangan yang telah membantu penulis dalam mengumpulkan
data, materi dalam penyusunan laporan Praktek Kerja Lapangan
ini.

8. Segenap karyawan PT. Perusahaan Gas Negara Solution Tbk Sub


Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat yangg telah banyak
membantu penulis serta memberikan masukan bagi kemajuan
penulis selama menjalani Praktek Kerja Lapangan.

9. Orangtua yang telah memberikan doa restu dan dukungan moral


maupun materiil.

10.Teman-teman KE B, yang saling memberikan semangat dan


dukungan dalam penulisan laporan ini.

3
Politeknik Negeri Semarang

11.Semua pihak yang telah banyak membantu dalam penulisan


laporan ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan


Laporan Praktek Kerja Lapangan ini, sehingga dengan kerendahan hati
penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari semua pihak yang
bersifat membangun demi kesempurnaan laporan ini.

Akhirnya penulis hanya berharap semoga penulisan Laporan


Praktek Kerja Lapangan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis
sendiri serta teman -teman lainnya.

Semarang, September 2016

Anggraeni Resta Dewi

4
Politeknik Negeri Semarang

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL............................................................ i

HALAMAN PENGESAHAN PT. PGN Solution........................ ii

HALAMAN PENGESAHAN Polines...................................... iii

KATA PENGANTAR........................................................... iv

DAFTAR ISI..................................................................... vii

DAFTAR GAMBAR............................................................

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang................................................................. 1

1.2 Ruang Lingkup................................................................. 3

1.3 Tujuan.............................................................................. 3

1.4 Manfaat Praktek Kerja Lapangan ..................................... 4

1.5 Batasan Masalah.............................................................. 5

1.6 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan 5

5
Politeknik Negeri Semarang

1.7 Metodologi Pengumpulan Data........................................ 6

1.8 Sistematika Laporan........................................................ 6

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Latar Belakang Perusahaan............................................. 8

2.2 Strategi Bisnis PT. PGN (Persero) Tbk............................... 10

2.2.1 Strategi Pengembangan Usaha Tahap I................... 10

2.2.2 Strategi Pengembangan Usaha Tahap II.................. 10

2.2.3 Strategi Pengembangan Usaha Tahap III................. 11

2.3 Pelaksanaan Bisnis PT.PGN (Persero) Tbk ........................ 12

2.4 Ruang Lingkup PT. PGN (Persero) Tbk.........................................


13

2.5 Bidang Usaha PT.PGN (Persero)


Tbk............................................ 17

2.6 Produk/Jasa yang Dihasilkan PT. PGN...............................


17

2.7 Struktur Organisasi PT. PGN (Persero) Tbk....................... 18

2.8 Departementalisasi.......................................................... 19

2.9 PT. PGN Solution.............................................................. 20

2.10 Bidang Usaha PT. PGN Solution...................................... 21

2.11 Motto, Visi, Misi, Slogan,

Tujuan, dan Nilai Budaya Perusahaa ............................. 22

2.11.1 Motto PT. PGN Solution........................................... 22

6
Politeknik Negeri Semarang

2.11.2 Visi PT. PGN Solution............................................... 22

2.11.3 Misi PT. PGN Solution.............................................. 22

2.11.4 Slogan PT. PGN Solution.......................................... 22

2.11.5 Tujuan Perusahaan.................................................. 23

2.11.6 Nilai Budaya PT. PGN Solution................................. 23

2.12 Tata Kelola PT. PGN Solution........................................... 24

2.13 Makna Logo PT. PGN....................................................... 26

2.14 Logo PT. PGN Solution..................................................... 28

2.15 Struktur Organisasi PT. PGN Solution.............................. 29

2.16 Lokasi PT. PGN Solution................................................... 31

2.17 Fasilitas di PT. PGN Solution SBU WD I Workshop Klender


31

BAB III PEMELIHARAAN DIVERTER DAMPER PLTGU BLOK 1

3.1 Pengertian Kalibrasi...........................................................


32

3.2 Meter Kalibrator .............................................................. 33

3.3 Meter Gas Turbin.............................................................. 36

3.4 Prinsip Kerja Meter Kalibrator........................................... 39

3.5 Sistem Pemipaan pada Meter Kalibrator.......................... 40

3.5.1 Header.................................................................. 40

3.5.2 Inlet dan Outlet Pipa Meter Kalibrator................... 41

3.5.3 Axial Compensator................................................ 42

3.5.4 Revolving Manifold................................................ 43

7
Politeknik Negeri Semarang

3.6 Proses Kalibrasi................................................................ 44

3.7 Faktor Penentu Kalibrasi................................................... 50

3.8 Kebocoran pada Proses Kalibrasi...................................... 51

3.9 Tes Kebocoran pada Kalibrasi........................................... 51

3.9.1 Test Kebocoran untuk Kebocoran Luar ( External Leaks)


51

3.9.2 Test Kebocoran untuk Kebocoran Dalam ( Internal


Leaks).................................................................................... 52

3.10 Proses Leak Test pada Proses Kalibrasi.......................... 52

3.11 Faktor yang Mempengaruhi Leak Test............................ 58

BAB IV Penutup

4.1 Kesimpulan...................................................................... 59

4.2 Saran................................................................................ 60

DAFTAR PUSTAKA........................................................................... 62

LAMPIRAN...................................................................................... 63

8
Politeknik Negeri Semarang

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia kaya akan sumber daya alamnya dimana ada sumber daya alam
yang bisa diperbarui ada sumber daya alam yang tidak ada diperbarui. Kemajuan
industri di Indonesia berkembang dengan cepat hal ini ditunjukkkan untuk
mendukung program pemerintah dengan memanfaatkan sumber daya alam untuk
keperluan industri baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Salah satu sumber
daya alam yang biasa dimanfaatkan untuk keperluan industri adalah gas.

Gas sebagai salah satu sumber energi alternatif mengalami peningkatan


penggunaan yang sangat signifikan beberapa tahun belakangan ini. Ada banyak
penyedia gas yang telah berdiri beberapa puluh tahun di Indonesia dengan
beragam produk seperti Gas Alam (Natural Gas), LNG (Liquified Natural Gas),
CNG (Compressed Natural Gas), dan LPG (Liquified Petroleum Gas).

PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk merupakan salah satu penyedia
natural gas di Indonesia, memiliki ribuan pelanggan yang tersebar di Jawa,
Sumatera, Kalimantan dan daerah lainnya di Indonesia. Hal ini membuat PT.

9
Politeknik Negeri Semarang

Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk mempunyai jaringan sistem perpipaan yang
sangat panjang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. PT. PGN menyuplai gas
bumi ke pembangkit listrik, industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan
rumah sakit, serta rumah tangga di wilayah-wilayah yang paling padat
penduduknya di Indonesia. Pelanggan yang menggunakan produk gas dari PT.
PGN dalam skala besar misalnya pembangkit listrik ataupun industri akan
dipasang meter gas turbin.

Meter gas turbin berfungsi sebagai pengukur aliran gas yang digunakan
oleh pelanggan selama menggunakan natural gas sebagai bahan bakar
produksinya. Oleh karena iitu meter gas turbin harus dijaga keakuratannya dalam
pengukuran, sehingga dilakukan proses kalibrasi. Kalibrasi bertujuan untuk
menentukan kebenaran penunjukan alat melalui ca.ra perbandingan dengan
standar yang sudah ditentukan. Kalibrasi meter gas turbin dilakukan dalam jangka
waktu tertentu, hal ini dilakukan sebagai salah satu cara agar keakuratan
penunjukan aliran gas yang melalui meter gas turbin benar dan akurat.

Pada proses kalibrasi ini, terkadang terjadi kebocoran pada saat


pemasangan meter gas. Untuk menjaga keamanan pada saat kalibrasi berlangsung
dilakukan test kebocoran pada pipa ( Leak Test ). Leak test ini bertujuan untuk
melihat apakah kebocoran atau tidak dan mengetes ketepatan dalam pemasangan
meter gas turbin pada pipa meter kalibrator agar proses kalibrasi meter gas turbin
berjalan dengan lancar.

Mengingat pentingnya adanya Leak Test pada proses kalibrasi meter gas
turbin, maka penulis mengambil topik mengenai peralatan peralatan dan proses
leak test pada proses kalibrasi. Dengan demikian, materi yang didapat di bangku
kuliah dapat dibandingkan dengan praktek langsung di lapangan.

PT. Perusahaan Gas Negara Solution SBU Wilayah Distribusi I Jawa


Bagian Barat dipilih sebagai tempat Praktek Kerja Lapangan karena perusahaan
ini menjadi salah satu penyedia gas alam yang menerapkan proses kalibrasi meter
gas turbin dengan teknologi yang cukup canggih serta berperan penting dalam

10
Politeknik Negeri Semarang

assembling dan disassembling meter gas meliputi wilayah Jawa Bagian Barat
sampai Sumatera.

1.2 Ruang Lingkup

Sesuai dengan judul, pada laporan Praktek Kerja Lapangan ini penulis akan
membahas permasalahan sebagai berikut :

1. Proses kalibrasi
2. Komponen meter kalibrator
3. Prinsip kerja meter kalibrator
4. Proses Leak Test pada kalibrasi meter gas turbin.
5. Faktor yang mempengaruhi leak test.

1.3 Tujuan

Adapun tujuan pembuatan laporan praktek kerja lapangan sebagai berikut:

1. Memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya bidang
Teknik Konversi Energi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri
Semarang.
2. Untuk menerapkan teori yang selama ini telah didapatkan di bangku kuliah
terutama tentang pembangkitan tenaga listrik.
3. Mencari bentuk penanganan yang tepat terhadap masalah yang terjadi
4. Mempelajari peralatan-peralatan dan proses kalibrasi meter gas turbin di
PT. Perusahaan Gas Negara Solution SBU Wilayah Distribusi I Jawa
Bagian Barat.
5. Mempelajari cara pemeliharaan dan perawatan peralatan kalibrasi meter
gas turbin.

11
Politeknik Negeri Semarang

6. Mempelajari penyebab terjadinya masalah-masalah pada proses kalibrasi


meter gas turbin sekaligus cara mengatasinya.
7. Memperluas wawasan dibidang instrumentasi yang ada di PT. Perusahaan
Gas Negara Solution SBU Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat.
8. Mengenal dan memahami fungsi dari komponenkomponen kalibrasi
meter gas turbin di PT. Perusahaan Gas Negara Solution SBU Wilayah
Distribusi I Jawa Bagian Barat.

1.4 Manfaat Praktek Kerja Lapangan

Adapun manfaat dari praktik kerja lapangan adalah sebagai berikut :

Bagi mahasiswa :

1. Mahasiswa dapat belajar dan melihat langsung sistem kalibrasi meter gas
turbin di PT. Perusahaan Gas Negara Solution SBU Wilayah Distribusi I
Jawa Bagian Barat.
2. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang di dapat di bangku kuliah dalam
dunia kerja.
3. Mahasiswa dapat melatih diri agar mengenal dan mengetahui hal-hal
keteknikan secara langsung.
4. Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan mahasiswa dalam dunia kerja
dan diharapkan mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja
5. Menambah daya berfikir dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi
di lapangan
6. Untuk membiasakan mahasiswa dengan lingkungan kerja dan mengikuti
peraturan dari lingkungan kerja
7. Untuk membiasakan mahasiswa dengan lingkungan kerja dan mengikuti
peraturan dari lingkungan kerja

Bagi perusahaan :

1. Sebagai bentuk kepedulian perusahaan dalam bidang pendidikan


khususnya bagi Politeknik Negeri Semarang, sehingga diharapkan dimasa

12
Politeknik Negeri Semarang

yang akan datang dapat menjalin kerjasama yang baik antara PT.
Perusahaan Gas Negara Solution dengan Politeknik Negeri Semarang.
2. Perusahaan dapat menjadikan mahasiswa pelaksana praktek kerja lapangan
sebagai referensi dalam menentukan calon pegawai yang dapat bekerja di
perusahaan tersebut.
3. Perusahaan mendapat tenaga kerja tambahan selama mahasiswa
melaksakan praktek kerja lapangan.

Bagi Politeknik Negeri Semarang :

Mendapatkan masukan tentang ilmu yang ada dalam lingkungan kerja untuk
bahan pengajaran di Politeknik Negeri Semarang.

Bagi ilmu pengetahuan :

Sebagai bahan referensi untuk penelitian lebih lanjut di bidang pendidikan

1.5 Batasan Masalah

Sesuai dengan judul, laporan praktek kerja lapangan ini akan membahas
tentang Leak Test pada proses kalibrasi meter gas turbin di PT. Perusahaan Gas
Negara Solution SBU Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat.

1.6 Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan

Praktek kerja lapangan ini dilaksanakan mulai tanggal 1 Agustus 2016


sampai dengan tanggal 31 Agustus 2016 di PT. Perusahaan Gas Negara Solution
SBU Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat di Jl. Swadaya PLN No. 5, Klender,
Jakarta Timur.

1.7 Metodologi Pengumpulan Data

13
Politeknik Negeri Semarang

Metode yang dipakai pada penulisan laporan Praktek Kerja Lapangan ini
adalah sebagai berikut:

- Metode literatur

Metode ini dilakukan dengan cara studi pustaka, melihat referensi dari
buku di dalam ataupun di luar perpustakaan kantor, maupun dari internet
untuk keperluan dasar teori, spesifikasi dan analisa pembahasan.

- Metode Lapangan
Metode ini dilakukan dengan cara melihat dan mengamati secara langsung
di lapangan dengan bimbingan pembimbing lapangan maupun dengan
Supervisor ataupun dengan Operator.

- Metode Wawancara

Dalam metode ini penulis memperoleh data melalui wawancara, diskusi,


dan tanya jawab dengan pembimbing lapangan, maupun dengan
supervisor ataupun dengan Operator yang mengetahui banyak tentang
masalah yang dibicarakan.

1.8 Sistematika Laporan

Laporan praktek kerja lapangan ini dibagi menjadi empat bab yang saling
berhubungan satu sama lain. Adapun sistematika penulisan laporan kerja praktek
ini adalah sebagai berikut:

A. BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini membahas latar belakang, ruang lingkup, tujuan, manfaat,
batasan masalah, waktu dan tempat pelaksanaan, metode pengumpulan
data, dan sistematika laporan.

B. BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN


Bab ini memaparkan sejarah berdirinya PT. Perusahaan Gas Negara
Solution, proses produksi natural gas PT. Perusahaan Gas Negara Solution,

14
Politeknik Negeri Semarang

paradigma, visi, misi, motto, tujuan PT Perusahaan Gas Negara Solution,


makna bentuk dan warna logo PT Perusahaan Gas Negara Solution serta
struktur organisasinya

C. BAB III HASIL PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN


Pada bab ini membahas tentang hasil yang telah diperoleh dari
pelaksanaan praktek kerja lapangan di PT. Perusahaan Gas Negara
Solution SBU Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat.

D. BAB IV PENUTUP
Bab ini berisi tentang kesimpulan atau pokok pokok yang telah diperoleh
dari pelaksanaan praktek kerja lapangan di PT. Perusahaan Gas Negara
Solution SBU Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat.

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Latar Belakang Perusahaan

15
Politeknik Negeri Semarang

Gambar 2.1 Gambar Station Perusahaan Gas Negara

Semula perusahaan gas di Indonesia adalah perusahaan gas swasta Belanda


yang bernama I.J.N. Eindhoven & Co berdiri pada tahun 1859 dengan
memperkenalkan penggunaan gas kota di Indonesia yang terbuat dari batu bara.

Proses peralihan kekuasaan kembali terjadi di akhir Perang Dunia II pada


Agustus 1945, saat Jepang menyerah kepada sekutu. Kesempatan ini
dimanfaatkan oleh para pemuda dan buruh listrik melalui delegasi Buruh/Pegawai
Listrik dan Gas yang bersama-sama dengan Pimpinan KNI Pusat berinisiatif
menghadap Soekarno untuk menyerahkan perusahaan-perusahaan tersebut kepada
Pemerintah Indonesia.

Pada 27 Oktober 1945, Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas


dibawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga dengan kapasitas pembangkit
tenaga listrik sebesar 157,5 MW. Pada tahun 1958 I.J.N. Eindhoven & Co
dinasionalisasi dan diubah menjadi PN Gas.

Pada tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi
BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak di

16
Politeknik Negeri Semarang

bidang listrik, gas dan kokas yang dibubarkan pada tanggal 1 Januari 1965. Pada
saat yang sama, dua perusahaan negara yaitu PLN sebagai pengelola tenaga listrik
milik negara dan PGN sebagai pengelola gas diresmikan.

Selanjutnya pada tanggal 13 Mei 1965 berubah menjadi Perusahaan Gas


Negara. Tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai hari jadi PGN pada tiap
tahunnya.

Perusahaan ini yang semula mengalirkan gas buatan dari batu bara dan
minyak dengan teknik Catalytic Reforming yang tidak ekonomis mulai
menggantinya dengan mengalirkan gas alam pada tahun 1974 di kota Cirebon.
Konsumennya adalah sektor rumah tangga, komersial dan industri. Penyaluran
gas alam untuk pertama kali dilakukan di Cirebon tahun 1974, kemudian disusul
berturut-turut di wilayah Jakarta tahun 1979, Bogor tahun 1980, Medan tahun
1985, Surabaya pada 14 Februari 1994, dan Palembang tahun 1996.

Berdasarkan kinerjanya yang terus mengalami peningkatan, maka pada


tahun 1984 statusnya berubah menjadi Perusahaan Umum Gas Negara dan
kemudian pada tahun 1994 statusnya ditingkatkan lagi menjadi PT Perusahaan
Gas Negara (Persero) dengan penambahan ruang lingkup usaha yang lebih luas
yaitu selain di bidang distribusi gas bumi juga di bidang yang lebih ke sektor hulu
yaitu di bidang transmisi, dimana PGN berfungsi sebagai transporter.

PT. PGN (Persero) Tbk kemudian memasuki babak baru menjadi


perusahaan terbuka ditandai dengan tercatatnya saham PT. PGN (Persero) Tbk
pada tanggal 15 Desember 2003 di Bursa Efek Indonesia dan namanya resmi
menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

2.2 Strategi Bisnis PT. PGN (Persero) Tbk

PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk melakukan beberapa langkah


sstrategi pengembangan usaha dalam rangka pembangunan bisnis di bidang

17
Politeknik Negeri Semarang

transmisi dan distribusi gas bumi di Indonesia, beberapa strategi bisnis yang
dilakukan oleh PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk adalah sebagai berikut :

2.2.1 Strategi Pengembangan Usaha Tahap I (1996-2001)

PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk mempunyai tanggung jawab


dalam bisnis transmisi gas bumi maka dilaksanakan beberapa strategi bisnis
selama periode tahap pertama ini yaitu :

1. Merestrukturisasi kebijakan harga gas yang semula seluruh komponennya


dalam mata uang rupiah menjadi strategi harga yang mengkombinasi mata
uang Dollar dan mata uang rupiah dengan komposisi sekitar 75% dalam
mata uang dollar dan 25% dalam mata uang rupiah.
2. Penyelesaian pipa transmisi gas pertama PT. PGN (Persero) Tbk sepanjang
536 km yang membentang dari Gresik sampai Duri pada tahun 1998.

2.2.2 Strategi Pengembangan Usaha Tahap II (2001-2003)

Strategi pengembangan usaha pada periode tahap kedua, PT. Perusahaan


Gas Negara (Persero) Tbk mendirikan sebuah anak perusahaan berupa sebuah
konsorsium yang dinamakan PT. Transasia pada tahun 2002. Konsorsium ini
bertanggungjawab atas pengoperasian seluruh jaringan pipa transmisi Gresik
sampai Duri. Setahun kemudian PT. Perusahaan Gas Negara menyelesaikan
proyek konstruksi jaringan pipa transmmisi Gresik-Pulau Batam-Singapura
sepanjang 470 km yang merupakan pipa transmisi gas bumi pertama milik
Indonesia yang digunakan untuk mengekspor gas bumi ke luar negeri. Proyek ini
dibiayai oleh Asian Development Bank (ADB) dan European Investment Bank
(EIB).

Tahun 2002, PT. Perushaan Gas Negara (Persero) Tbk melakukan


restrukturisasi perusahaan dengan membentuk Perusahaan Holding dan
menggabungkan cabang-cabang yang dimilikinya ke dalam tiga strategic Business
Unit (SBU) yaitu SBU Distribusi Wilayah I Jawa Bagian Barat, SBU Distribusi

18
Politeknik Negeri Semarang

Wilayah II Jawa Bagiian Timur, dan SBU Distribusi Wilayah III Sumatera Bagian
Utara.

PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk membuktikan dirinya mampu


bersaing dalam pasar global melalui penyelesaian jaringan pipa transmisi Gresik-
Singapura, PT. PGN (Persero) Tbk kembali mentransformasikan dirinya menjadi
perusahaan yang lebih transparan dengan mencatatkan saham perusahaan di Bursa
Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya pada akhir tahun 2003 serta menerbitkan
obligasi Eurobond I sehingga perusahaan memperoleh dana untuk
mengembangkan usaha sebesar USD 150 juta.

2.2.3 Strategi Pengembangan Usaha Tahap III (2004-2007)

Awal tahun 2004, PT. PGN (Persero) Tbk kembali menerbitkan Eurobond
II ke pasar obligasi internasional untuk memperoleh dana sebesar USD 125 juta
yang akan digunakan untuk pembiayaan proyek jaringan pipa transmisi gas bumi
yang akan menghubungkan pulau Sumatera dengan pulau Jawa. Periode tahap
ketiga strategi pengembangan usaha ini merupakan titik kritis bagi PT. PGN
(Persero) Tbk dimana PT. PGN (Persero) Tbk menganggap perlu untuk
melaksanakan tiga proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi berskala
besar dengan pannjang total 10.640 km dan enam proyek konstruksi jaringan pipa
distribusi gas bumi sebagai berikut :

1. Proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi jalur Sumatera


Selatan-Jawa Barat Tahap I dengan rute Pagardewa-Labuhan Maringgai
Cilegon Cimanggis.
2. Proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi jalur Sumatera Selatan
Jawa Barat Tahap II dengan rute Gresik Pagardewa Labuhan
Maringgai Muara Karang Muara Tawar Tanjunng Priok.
3. Proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi jalur Duri Dumai
Medan.
4. Enam buah proyek konstruksi jaringan pipa distribusi gas bumi yang
bertujuan memenuhi permintaan pasar di wilayah Banten, Jawa Barat,
Pekanbaru, Jambi, Lampung dan Jawa Tengah.

19
Politeknik Negeri Semarang

2.3 Pelaksanaan Bisnis PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

Dalam menjalankan bisnisnya ada bebepa proses yang


dilakukan PT. PGN (Persero) Tbk , yaitu :

1. Distribusi gas bumi

PT. PGN (Persero) Tbk mengoperasikan jalur pipa distribusi gas


sepanjang lebih dari 3.750 km, menyuplai gas bumi ke pembangkit listrik,
industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan rumah sakit, serta
rumah tangga di wilayah-wilayah yang paling padat penduduknya di
Indonesia. PT. PGN (Persero) Tbk mendapatkan keuntungan dari penjualan
gas kepada konsumen.

Gambar 2.3 Kompresor Station

2. Transmisi gas bumi

20
Politeknik Negeri Semarang

Gambar 2.3. Jalur Pipa Transmisi gas milik PT. PGN (Persero) Tbk

Jalur pipa transmisi gas bumi PT. PGN (Persero) Tbk terdiri dari jaringan
pipa bertekanan tinggi sepanjang sekitar 2.160 km yang mengirimkan gas bumi
dari sumber gas bumi ke stasiun penerima pembeli. PT. PGN (Persero) Tbk
menerima Toll Fee untuk pengiriman gas sesuai dengan Perjanjian Transportasi
Gas (GTA: Gas Transportation Agreement) yang berlaku selama 10-20 tahun..

2.4 Ruang Lingkup PT. PGN (Persero) Tbk

PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk merupakan perusahaan publik


yang memiliki ruang lingkup bisnis di bidang penyediaan kebutuhan gas bumi
yang meliputi kegiatan transmisi dan distribusi gas bumi dengan pengalaman
selama empat dekade. Kegiatan usaha transmisi gas bumi PT. PGN (Persero) Tbk
saat ini mengoperasikan tiga jaringan pipa transmisi gas bumi meliputi jalur
Grissik Duri, Grissik Singapura dan jaringan pipa transmisi Medan dengan
total panjang pipa sebesar 1.073 km dan volume penjualan gas bumi sebesar
kurang lebih 500 Million Million Standard Cubic Feet per Day ( MMSCFD) serta
memiliki kontribusi sebesar 40 % dari total keuntungan yang diperoleh PT. PGN
(Persero) Tbk. Selain itu, PT. PGN (Persero) Tbk juga merencanakn untuk

21
Politeknik Negeri Semarang

melaksanakan proyek konstruksi jaringan pipa transmisi gas bumi sepanjang


2.814 km yang terdiri dari :

1. Jalur Pagar Dewa Cilegon, Cilegon Cimanggis, Grissik Pagar Dewa


(PROYEK Sumatera Selatan Jawa Barat) dengan panjang pipa sebesar
746 km.
2. Jalur Duri Medan dengan panjang pipa sebesar 450 km.
3. Jalur Kalimantan Timur Jawa Timur Jawa Barat dengan panjang pipa
sebesar 1.600 km.

Kegiatan usaha distribusi gas bumi PT. PGN (Persero ) Tbk saat ini
dilaksanakan melalui tiga belas area penjualan yang berasa di bawah pembinaan
masing-masing SBU yaitu area penjualan Jakarta, Bogor, Banten, Cirebon,
Bekasi, Karawang, Palembang, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Medan, Batam dan
Pekanbaru dengan total panjang pipa sebesar lebih dari 2.500 km dan volume
penjualan gas bumi sekitar 300 MMSCFD serta memiliki kontribusi sebesar 60 %
dari total keuntungan yang diperoleh PT. PGN (Persero) Tbk.

PT. PGN (Persero ) Tbk memiliki wilayah luas yaitu meliputi pulau Sumatera
dan Pulau Jawa, maka untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada para
pelanggannya, PT. PGN (Persero) Tbk membagi wilayah usaha distribusi gasnya
ke dalam tiga wilayah Strategic Business Unit (SBU). Pembentukan SBU
bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengelolaan jaringan dan
fasilitas di wilayah SBU sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan menuju
kepuasan pelanggan serta mempercepat penetrasi dan ekspansi pasar. Ketiga SBU
tersebut adalah :

1. SBU Distribusi Wilayah I Jawa Bagian Barat, meliputi wilayah Jawa


Bagian Barat sampai dengan Sumatera Bagian Selatan.
2. SBU Distribusi Wilayah II Jawa Bagian Timur, meliputi wilayah Jawa
Bagian Timur terbagi atas dua wilayah operasi yaitu wilayah operasi I
(Surabaya-Gresik) dan wilayah operasi II (Sidoarjo Mojokerto dan
Pasuruan Probolinggo ) serta tiga area penjualan yaitu area Surabaya

22
Politeknik Negeri Semarang

Gresik, Area Sidoarjo Mojokerto dan Area Pasuruan


Probolinggo.
3. SBU Distribusi Wilayah III Sumatera Bagian Utara, meliputi wilayah
Medan dan sekitarnya, Kepulauan Riau, Riau, dan Jambi.

Gambar 2.3 Wilayah Operasi SBU Distribusi PT. PGN (Persero) Tbk

Sumber : PT. PGN (Persero) Tbk.

Kantor Area PGN yang tersebar di Indonesia antara lain :

Kantor Sales Area Jakarta

Kantor Sales Area Bogor

Kantor Sales Area Bekasi

Kantor Sales Area Karawang

Kantor Sales Area Tangerang

Kantor Sales Area Cilegon

23
Politeknik Negeri Semarang

Kantor Sales Area Cirebon

Kantor Sales Area Lampung

Kantor Sales Area Palembang

Kantor Sales Area Pekan Baru

Kantor Sales Area Medan

Kantor Sales Area Batam

Kantor Sales Area Surabaya

Kantor Sales Area Sidoarjo

Kantor Sales Area Pasuruan

Kantor Sales Area Semarang

Kantor Sales Area Tarakan

Kantor Sales Area Sorong

Selain itu, untuk memperluas penjualan dan kemajuan PT. PGN (Persero) Tbk
memiliki anak perusahaan dan afiliasi sebagai berikut:

PT Transportasi Gas Indonesia (transmisi gas bumi)

PT PGAS Telekomunikasi Nusantara (telekomunikasi)

PT PGN Solution (konstruksi, enginering, operation & maintenance)

PT Nusantara Regas (terminal penyimpanan dan regasifikasi terapung)

24
Politeknik Negeri Semarang

PT Saka Energi Indonesia (kegiatan di bidang hulu)

PT Gagas Energi Indonesia (kegiatan di bidang hilir)

PT Gas Energi Jambi (perdagangan, konstruksi dan jasa)

PT Banten Gas Synergi (jasa, transportasi, perdagangan dan


pertambangan)

PT PGN LNG Indonesia (bisnis LNG dan terminal penyimpanan dan


regasifikasi terapung)

2.5 Bidang Usaha


Sesuai dengan Anggaran Dasar, bidang usaha PT. PGN (Persero) Tbk
adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan, pembangunan dan pengembangan usaha hilir bidang gas
bumi yang meliputi kegiatan pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan
niaga
2. Perencanaan, pembangunan, pengembangan produksi, enyediaan,
penyaluran dan distribusi gas buatan
3. Selain keiatan usaha utama, perusahaan dapat melakukan kegiatan
usaha penunjang lain yang berkaitan langsung dan atau yang mendukung
kegiatan usaha utama sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku

2.6 Produk/Jasa Yang Dihasilkan


Untuk kepentingan manajemen, dalam menjalankan kegiatan
iperasinya, PT. PGN (Persero) Tbk membagi beberapa segmen usaha
pokok, yaitu:
1. Usaha transmisi/transportasi
2. Usaha distribusi/niaga
3. Minyak dan hulu gas
4. Segmen usaha lainnya (jasa konstruksi dan pemeliharaan, LNG, sewa
kapasitas serat optik dan properti)

25
Politeknik Negeri Semarang

PT. Perusahaan Gas Negara juga membangun SPBG untuk


pengisian bahan bakar gas pada kendaraan umum angkot. Angkot BBG
menjadi salah satu solusi dalam menyikapi naik turunnya BBM yang
merugikan para supir angkot, karena harus menyesuaikan tarif sementara
masyarakat sudah beralih ke angkutan pribadi. Angkot BBG merupakan
salah satu upaya penataan transportasi yang dilakukan oleh Pemerintah
Kota dalam menghadirkan transportasi ramah lingkungan yang
berkelanjutan.

2.7 Struktur Organisasi PT. PGN (Persero) Tbk

Untuk menjalankan perusahaan dengan baik maka PT. PGN (Persero) Tbk
dibentuk struktur organisasinya sebagai berikut :

Gambar 2.7 Struktur Organisasi PT. PGN (Persero) Tbk

26
Politeknik Negeri Semarang

2.8 Departementalisasi

Gambar 2.8 Departementalisasi PT. PGN (Persero) Tbk

Departementalisasi yang dilakukan PT. PGN (Persero) Tbk adalah


membagi tugas kedalam beberapa anak perusahaan seperti gambar diatas. Untuk
lebih detailnya kita lihat penjelasan berikut:

1. PT SAKA ENERGI INDONESIA


Merupakan entitas anak PGN yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas
bumi. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor hulu minyak dan gas bumi, SEI
mendukung pengembangan dan produksi migas Indonesia melalui kegiatan
eksplorasi, eksploitasi dan pengembangan minyak dan gas konvensional dan non
konvensional serta energi lainnya.

27
Politeknik Negeri Semarang

2. PT GAGAS ENERGI INDONESIA


Merupakan entitas anak PGN yang bergerak dalam bidang pengolahan,
pengangkutan, penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi serta energi lainnya.
3. PT PGN LNG INDONESIA
Merupakan entitas anak PGN yang bergerak di sektor midstream bisnis
minyak dan gas bumi.
4. PT TRANSPORTASI GAS INDONESIA
Merupakan pemilik sekaligus operator pipa gas bumi terkemuka di
Indonesia.
5. PT PGAS TELEKOMUNIKASI NUSANTARA
Merupakan entitas anak PGN yang bergerak dalam bisnis jaringan
telekomunikasi.
6. PT PGAS SOLUTION
Merupakan entitas anak PGN yang bergerak di bidang jasa yang terkait
dengan rekayasa teknik, operasi dan pemeliharaan, kontraktor EPC serta
perdagangan.
7. PT PERMATA GRAHA NUSANTARA
Merupakan entitas anak PGN yang bergerak di bidang properti dan jasa
termasuk tidak terbatas pada penyediaan dan pengelolaan properti, penyediaan
tenaga kerja dan facility management, profitisasi sumber daya dan aset
perusahaan, serta bidang usaha kegiatan terkait lainnya yang mendukung
operasional perseroan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian.

2.9 PT. PGN Solution

Pada tanggal 06 Agustus 2009 PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk


membentuk anak perusahaan yaitu PT PGAS Solution. Memulai perjalanannya
sebagai embrio dari Divisi Enjinering PT Perusahaan Gas Negara (Persero), Tbk.
Pengalaman yang di dapat selama berada di Divisi Engineering, membuahkan
hasil keberanian untuk meneruskan karya di bidang ketekhnikan di bidang gas
yang lebih luas lagi, dengan membentuk anak perusahaan baru.

Bekal pengalaman itu diawali dengan proyek jaringan transmisi dan


distribusi gas, proyek pipanisasi South Sumatera West Java (SSWJ), yang

28
Politeknik Negeri Semarang

merupakan proyek gas berskala nasional. Oleh karena itu, dengan pertimbangan
strategis dibentuklah PGAS Solution, yang diharapkan lebih independent dan
profesional dalam menangani persoalam teknis dan keproyekan.

PT. PGAS Solution sebagai bagian dari PT. PGN Group didirikan dengan
maksud dapat mendukung PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dibidang
keteknikan. PT. PGAS Solution siap mendukung PT. Perusahaan Gas Negara
(Persero) Tbk sebagai induk perusahaan dan meneruskan energi baik ker area
yang lebih luas lagi sehingga keramahan energi ini dapat menumbuhan harapan
baru bagi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. PT. PGAS Solution menjadi
salah satu anak perusahaan yang siap terjun secara langsung untuk memastikan
bahwa energi ini dapat sampai kepada tujuannya tanpa terbuang sia-sia. PT. PGAS
Solution mengontrol dan menjaga seluruh jaringan pipa milik PT. Perusahaan Gas
Negara (Persero) Tbk

2.10 Bidang Usaha PT. PGN Solution

PT. PGAS Solution memilikii beberapa bidang usaha antara lain di bidang
Operation & Maintenance, bidang Engineering, bidang EPC, dan bidang Trading.
Masing-masing bidang usaha tersebut meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

Bidang Operation & Maintenance : Pipeline Operation, Station Facility


Operation, Metering System Operation & Emergency and Repair Services.
Bidang Engineering : Consultancy Service, Feed Basic Desaign,
Assessment & Survey.
Bidang EPC : Detail Design, Contruction services, Technical Inspection,
Procrument & Commissioning.
Bidang Trading : Agent of Engineering Software, Agent of IT Technology
& Agent of Oil and gas Product.

2.11 Motto ,Visi, Misi, Slogan , Tujuan dan Nilai Budaya PT. Perusahaan
Gas Negara Solution

29
Politeknik Negeri Semarang

Untuk menghadapi tantangan kompetisi usaha di masa depan, PT. PGN


Solution sebagai perusahaan memiliki motto, visi, misi, slogan, tujuan, nilai dan
budaya perusahaan yang dianut perusahaan.

2.11.1 Motto

Motto adalah suatu kerangka berpikir yang melandasi cara seseorang menilai
sesuatu. Motto dari PT. PGN Solution adalah Kepuasan adalah Hasil Maksimal
dari Kesempurnaan Setiap Tindakan yang Kami Ambil

2.11.2 Visi

Visi PT. PGAS Solution adalah Menjadi Partner yang dapat Diandalkan di
Bidang Infrastruktur Energi

2.11.3 Misi

Misi PT. Perusahaan Gas Negara Solutin adalah :

1. Menyediakan solusi inovatif dengan : Sumber Daya kuat , lebar


Networking , GCG untuk meningkatkan Berbagi Nilai Pemegang melalui
Pertumbuhan dan Menguntungkan .
2. Membawa perusahaan dengan bangga menjadi pemenang dalam kompetisi
masa depan

2.11.4 Slogan

Sebagai sebuah perusahaan jasa konstruksi infrastruktur energi PT. PGN


Solution memiliki slogan Service for Excelence

2.11.5 Tujuan Perusahaan

30
Politeknik Negeri Semarang

Untuk mencapai tujuan strategis jangka panjang yang diamanatkan dalam


Rencana Jangka Panjang(RJP) Perusahaan, yaitu penciptaan usaha-usaha di area
baru sepanjang rantai bisnis gas dan terbentuknya organisasi kelas dunia, maka
PGN harus melakukan transformasi bisnis yang diperlukan untuk memposisikan
diri dalam menyikapi dan menjawab tantangan-tantangan bisnis baru,
pengembangan bisnis baru menuju Beyond Pipeline, lingkungan usaha yang
berubah secara cepat maupun keinginan-keinginan baru yang muncul dari dalam
PGN.

Implementasi transformasi bisnis dilakukan secara menyeluruh dan


berkesinambungan terhadap pola pikir, pola pandang dan pola tindak Perusahaan,
strategi bisnis, budaya Perusahaan maupun perilaku dan kemampuan organisasi.
Pelaksanaan transformasi tersebut dibagi dalam 2 (dua) tahap yang selaras dengan
tujuan jangka panjang PGN untuk menjadi Perusahaan energi kelas dunia, yaitu:

Tahap Pertama perkuatan bisnis inti dan pengembangan usaha baru menuju
beyond pipeline
Tahap Kedua optimalisasi potensi penuh

2.11.6 Nilai Budaya Perusahaan

PT PGAS Solution memiliki 8 (delapan) nilai inti budaya yang diambil


dari kalimat Solution pada nama perusahaan, yakni:

S - Service Excelence : Senantiasa memberikan pelayanan terbaik untuk


meningkatkan kepuasan pelanggan.

O - On Target : Pro Aktif & Focus Mencapai Target.

L Loyalty : Setia, loyal & Patuh terhadap perusahaan.

U- Unstopable Improvement : Melakukan perbaikan berkelanjutan disetiap


bidang.

31
Politeknik Negeri Semarang

T- Team Work: Menjunjung Tinggi Nilai-nilai kebersamaan.

I Integrity : Memiliki Integritas dalam melaksanakan tugas & tanggung


jawab.

O- Optimist : Yakin dalam menjalankan tugas & Kewajiban.

N No Compromise to Safety : Mengutamakan Keselamatan, kesehatan


kerja & peduli terhadap lingkungan.

2.12 Tata Kelola PT PGN Solution

Transparansi

Adapun pelaksanaan aspek transparansi di Perusahaan telah


dilakukan dalam hal beberapa proses pengadaan dengan cara pelelangan
maupun cara/metode lain sesuai pedoman pengadaan yang berlaku di
Perusahaan. Dalam menjalankan Perusahaan, Direksi juga selalu
berkomunikasi dengan seluruh pemegang kepentingan, terutama dengan
Dewan Komisaris selaku pengawas dari jalannya Perusahaan, secara
berkala, dan sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan.

Akuntabilitas

Dari segi akuntabilitas, Perseroan sudah menjalankannya. Hal ini


dapat dilihat dengan kebijakan Perusahaan yang setiap tahunnya telah
diaudit oleh auditor independen dalam hal jalannya Perusahaan dari segi
keuangan.

Pertanggungjawaban

Setiap organ Perusahaann dalam menjalankan Perusahaan selalu


patuh dan menjalankan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

32
Politeknik Negeri Semarang

Perusahaan senantiasa membayarkan pajak sesuai dengan perundang-


undangan perpajakan yang ada. Begitu juga mengenai peraturan
keselamatan (safety), Perusahaan senantiasa dan selalu menjalankan
peraturan safety dengan ketat, dan di tahun 2013 jam kerja aman
Perusahaan telah mencapai 3.415.472 jam. Beberapa program CSR
(Corporate Social Responsibility) juga dilakukan Perusahaan dalam
masyarakat, terutama di sekitar wilayah kerja Perusahaan, seperti :
Program Peduli Banjir Jakarta pada bulan Januari, dan Program tahunan
pembagian dagin kurban di seluruh Area Operasional Perusahaan.

Kemandirian

Direksi dalam mengelola Perusahaan sangat independen sesuai


koridor ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan. Secara berkala Direksi
Perusahaan melakukan rapat koordinasi dengan Dewan Komisaris yang
membahas mengenai jalannya pengeloaann Perusahaan dalam kurun
waktu tertentu sebagai indikator adanya fungsi pengawasan dari Dewan
Komisaris terhadap pengelolaan Perusahaan sesuai dengan Anggaran
Dasar Perusahaan dan ketentuan peraturan perundang- undangan yang
berlaku.

Kesetaraan dan Kewajaran

Prinsip ini menuntut adanya perlakuan yang adil dalam memenuhi


hak stakeholder sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Diharapkan fairness dapat menjadi faktor pendorong yang dapat
memonitor dan memberikan jaminan perlakuan yang adil di antara
beragam kepentingan dalam perusahaan. Pemberlakuan prinsip ini di
perusahaan akan melarang praktek-praktek tercela yang dilakukan oleh
orang dalam yang merugikan pihak lain

33
Politeknik Negeri Semarang

2.13 Makna Logo PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk

Logo PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk adalah sebagai berikut :

Logo pertama Logo kedua

Logo ketiga Logo terakhir (2011-sekarang)

Gambar 2.13 Logo PT. PGN (Persero) Tbk

34
Politeknik Negeri Semarang

Dari periode ke periode PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk


mengalami gambar logo perusahaan sebanyak empat kali dari pertamanya PT.
PGN (Persero) Tbk didirikan.

Logo PT. Perusahaan Gas Negara yang selanjutnya disebut logo PGN terbagi
atas 3 elemen yaitu: bentuk lidah api biru, lingkaran elips, dan tulisan Gas Negara.
Elemen 1 Lidah api biru melambangkan nyala api gas bumi merupakan
konfigurasi dari 3 lambang. Garis putih tipis membelah api biru melambangkan
garis pipa gas bumi terpadu. Elemen 2 Lingkaran elips berwarna hijau dan biru
melambangkan bumi yang hijau dan ramah lingkungan, yang ditembus oleh nyala
api biru gas bumi mencerminkan visi perusahaan berorientasi global yaitu menjadi
pengusahaan publik terkemuka dalam bidang penyedia gas bumi. Elemen 3
Tulisan Gas Negara merupakan satu kesatuan yang tidak dipisahkan dengan logo.
Tercetak miring menyiratkan sifat dinamis dan terus berkembang. Warna merah
marun pada huruf G melambangkan keberanian, ketegaran, dan semangat juang
dalam menghadapi persaingan. Warna hitam melambangkan kelanggengan,
konsistensi, dan kejayaan.

Logo Perusahaan Gas Negara membentuk satu kesatuan konfigurasi yang


baku, tidak dibenarkan menggunakan konfigurasi logo yang berbeda dari
ketentuan yang telah ditetapkan. Lingkaran elips biru-hijau membentuk sudut
kemiringan 20 dengan bidang datar (horizontal), sedangkan lebar garis putih
membelah lidah api biru adalah dari lebar puncak lidah api yang membentuk
huruf N. Seluruh elemen logo membentuk satu kesatuan yang utuh dengan
posisi yang tetap dan terukur, demikian pula dengan warna dan ketentuan gradasi
warnanya. Dengan demikian, agar proses reproduksi logo berhasil dengan baik
hendaknya selalu mengacu pada ketentuan yang tertuang dalam buku pedoman
penggunaan logo PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Medan. Tidak
dibenarkan merekayasa ulang konfigurasi logo yang berbeda dengan ketentuan
yang telah ditetapkan. Untuk menjaga konsistensi tampilan logo, maka reproduksi
unsur gradasi biru pada elemen Lidah Api Biru dibagi menjadi 30 bagian (30*).
Delapan bagian di bawah lidah api berwarna datar biru tua, sedangkan 10 bagian

35
Politeknik Negeri Semarang

dari puncak lidah api berwarna datar biru muda, 12 bagian pada bagian tengah
lidah api biru berupa warna gradasi. Pewarnaan gradasi biru menggunakan 2 nada
biru yaitu biru muda pada bagian atas dan biru tua pada bagian bawah. Pembagian
warna gradasi tidak mengikuti bidang horizontal, tetapi membuat sudut
kemiringan sebesar 251 dengan bidang horizontal. Artinya bila kita menarik garis
lurus dari warna biru muda disebelah atas ke arah warna biru tua pada bagian
bawah, maka perpotongan garis tersebut dengan garis horizontal (0) akan
membentuk sudut 251.

2. 14 Logo PT PGN Solution

Sedangkan untuk anak perusahaan PT. PGN yaitu PT. PGN Solution
sendiri memiliki logo sebagai berikut :

Gambar 2.14 Logo PT. PGN Solution

36
Politeknik Negeri Semarang

2.15 Struktur Organisasi PT PGN Solution

Dengan adanya struktur organisasi diharapkan tercapainya suatu


koordinasi yang efektif di antara unit-unit maupun bagian-bagian dalam
organisasi, sehingga tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai. Oleh karena itu,
struktur organisasi yang digunakan harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan
perusahaan agar pendayagunaan sumber daya yang ada dapat optimal. Di bawah
ini adalah struktur organisasi dari PT. PGAS Solution

37
Politeknik Negeri Semarang

Gambar 2.15 Struktur Organisasi PT. PGN Solution

38
Politeknik Negeri Semarang

2.16. Lokasi PT. PGN Solution Divisi Workshop

Kantor pusat PT. PGN Solution berlokasi di Jl. KH Zainul Arifin 20,
Jakarta 11140. Namun untuk tempat praktek kerja lapangan di PT. PGN Solution
SBU Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat di bagian Divisi Workshop berlokasi
di Jl. Swadaya PLN Nomer 5, Klender, Jakarta Timur.

2.17. Fasilitas di PT. PGN Solution Divisi Workshop

Di PT. PGN Solution SBU Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat Divisi
Workshop memiliki beberapa fasilitas sebagai berikut :

1. Ruang Kepala Dinas Workshop

2. Ruang Staff

3. Ruang Tera/ Tera Ulang

4. Ruang Kalibrasi

5. Ruang Suku Cadang

6. Ruang Service Meter

7. Ruang Pencucian

8. Ruang Pengecatan

9. Area Unloading

10. Musolla.

39
Politeknik Negeri Semarang

BAB 3

PEMBAHASAN

LEAK TEST PADA PROSES KALIBRASI METER GAS TURBIN

PT. PGN SOLUTION SBU WILAYAH DISTRIBUSI I JAWA BAGIAN


BARAT DIVISI WORKSHOP

3.1 Pengertian Kalibrasi

Kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran


konvensional suatu alat ukur atau bahan ukur dengan membandingkan terhadap
suatu standar ukur yang mempunyai tertelusur ke standar yang lebih tinggi.
Karena dalam bisnis gas di PT. PGN Solution (Persero) Tbk selalu menggunakan
alat ukur seperti alat ukur volume gas (meter gas) untuk transaksi baik dengan
pelanggan maupun dengan pihak pemasok Gas.

Dalam proses pengukuran volume itu selalu menggunakan perhitungan


angka (nilai) yang memerlukan ketelitiaan yang tinggi, agar jangan ada pihak
yang dirugikan baik pihak konsumen maupun pihak penjual, oleh karena itu perlu
dibekali pengetahuan yang cukup, baik SDM yang terkait langsung maupun yang
tidak langsung dalam proses pengukuran, terutama proses pengukuran yang
menghasilkan suatu nilai untuk transaksi jual beli.

Tujuan utama kalibrasi adalah :

1. Untuk menentukan deviasi kebenaran konvensional.

2. Untuk menjamin hasil pengukuran tertelusuri ke standar yang lebih tinggi.

40
Politeknik Negeri Semarang

Kalibrasi sendiri bermanfaat terhadap alat alat ukur seperti :

1. Untuk menjaga kondisi alat agar sesuai dengan sertifikasi hasil uji.

2. Menjaga tingkat ketelitian terhadap hasil pengukuran alat tersebut.

Dasar hukum kalibrasi meter gas terdapat pada :

Undang-undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi


Legal Dan Peraturan Pelaksanaannya.
Keputusan Pressiden RI Nomor 45/M Tahun 1983
Keputusan bersama Menteri Pertambangan dan Energi dan Menteri
Perdagangan
0233 K.096/MPE/1988
No. -----------------------------------
663 A/Kpb/II/1988

Perjanjian jual beli gas


Prosedur Penyerahan Gas (Gas Delevery Procedure)

3.2 Meter Kalibrator

Meter kalibrator dirancang dan berfungsi untuk mengkalibrasi dan


mengoptimasi meter gas turbin yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT. PGN
Solution SBU Wilayah Distribusi I Jawa Bagian Barat. Proses kalibrasi yang akan
dilakukan adalah dengan membandingkan total volume yang didapatkan dari
meter yang dikalibrasi (specimen meter) dengan total volume dari standar meter
(master meter) yang dihubungkan secara seri, selama selang waktu tertentu. Untuk
dapat melakukan kalibrasi dengan benar, meter kalibrator dapat diatur flow
ratenya sesuai dengan measurement range yang sudah ditentukan dan
measurement point yang diinginkan di dalam range tersebut.

41
Politeknik Negeri Semarang

Sistem pemipaan dirancang untuk mendapatkan flow yang steady antara


lain dengan : implementasi converging section dengan panjang tertentu dan
pemasangan tube bundle straightner. Untuk mengkompensasi perbedaan pressure
dan temperature pada specimen dan master meter. Sistem juga didesain
menggunakan revolving manifold sehingga bisa digunakan untuk mengkalibrasi
meter dengan diameter DN 50, 80, 100, 150, 200, dan 250. Sistem ini dirancang
untuk dapat mengakomodasi range pengukuran antara 6,5 s/d 4000 m3/h.

Meter kalibrator dapat dioperasikan secara manual maupun otomatis


(auto). Untuk mode Auto, proses kalibrasi dikendalikan oleh PC ( Central
Evaluation Unit ), PLC, dan Software. Software akan melakukan pengendalian
dan pengaturan flowrate, melakukan start-stop-reset proses kalibrasi, setting timer
atau volume uji, pengukuran volume, pengukuran pressure dan temperature, serta
kalkulasi error dengan koreksi pressure maupun temperature yang terukur. Pada
akhir kalibrasi, didapatkan laporan hasil kalibrasi yang meliputi :

1.Spesifikasi teknis specimen meter dan master meter.


2.Hasil kalkulasi akurasi specimen meter.
3.Tekanan media uji, pada specimen maupun master meter pada saat
pengujian.
4.Temperature media uji pada specimen maupun master meter pada saat
pengujian.
5.Differential pressureantara downstream-upsteam specimen meter.
6.Tanggal dan tempat pengujian.
7.Kesalahan master meter
8.Batas waktu sertifikat master meter.
9.Pemilik dan pemakai specimen meter.

Hasil laporan kalibrasi ini dapat langsung dicetak oleh printer setelah
proses otorisasi oleh operator.

Apabila mode Auto tidak dapat berfungsi maka mode manual bisa
dioperasikan. Pada mode manual, pengendalian dan pengaturan flowrate, start-
stop-reset proses kalibrasi, setting timer atau volume uji, pengukuran volume,

42
Politeknik Negeri Semarang

pengukuran pressure serta kalkulasi error dilakukann secara manual. Laporan


hasil akhir kalibrasi ditulis secara manual oleh operator.

Sistem dirancang menggunakan udara sebagai media ujinya dan dirancang


untuk dikembangkan dengan menggunakan natural gas sebagai media ujinya.
Pada penggunaan media udara, aliran gas disiimulasikan dengan sebuah
centrifugal blower, sedangkan pada penggunaan media natural gas, aliran gas
diambilkan dari jaringan gas PT. Perusahaan Gas Negara Solution.

Meter kalibrator terdiri dari 4 bagian besar yaitu meter run, calibration
console, power supply cabinet dan blower house. Sistem terdiri dari beberapa
subsistem yaitu :

Subsistem blower
Subsistem Air cooler
Subsistem Pemipaan
Subsistem Master Meter
Subsistem Control Valve
Subsistem Instrumentasi dan Control
Subsistem Evaluasi dan Pelaporan
Subsistem Catu Daya
Subsistem MMI

Dalam hal ini subsistem blower ditempatkan di blower house, subsistem


pemipaan, subsistem master meter dan control valve ditempatkan pada meter run
dan subsistem instrumentasi & control dan subsistem evaluasi pelaporan
ditempatkan di calibration console. Subsistem catu daya ditempatkan di power
supply cabinet, subsistem aiir cooler ditempatkan pada calibration room serta
subsistem MMI diinstal pada Central Evaluation Unit (CEU) pada CPU.

43
Politeknik Negeri Semarang

Gambar 3.2 Instalasi Meter Kalibrator

3.3 Meter Gas Turbin

Meter gas turbin adalah alat ukur tidak langsung yang digunakan untuk
mengukur laju aliran volume dengan memakai energi kinetik yang melintasi sudu-
sudu rotor sehingga turbin berputar. Kecepatan perputaran turbin berbanding lurus
dengan kecepatan aliran gas yang mengalir melalui sudu turbin. Putaran turbin
akan memutarkan roda gigi dan selanjutnya roda gigi akan memutarkan perangkat
indikator. Selanjutnya penunjukkan digital pada bagian roda gigi transmitter
terdapat peralatan yang mengubah putaran menjadi besaran listrik baik berupa low
frequency pulse transmitter atau high frequency pulse transmitter. Untuk
mengetahui besar kecepatan pada meter gas turbin dilengkapi dengan pick up coil
yang berfungsi sebagai pengambil informasi putaran turbin.

Komponen meter gas turbin pada dasarnya dibagi menjadi tiga bagian yaitu :

1. Badan atau rumah meter (body)

2. Sistem mekanik pengukuran ( measuring mechanism)

44
Politeknik Negeri Semarang

3. Piranti keluaran dan pembacaan (output and red out device)

Meter gas turbin banyak dipakai untuk transaksi jual beli gas di Indonesia.
Meter gas turbin ini dipasang pada pelanggan yang memakai gas dalam relatif
besar yaitu di industri. Meter gas turbin yang memakai putaran impeller atau rotor
untuk mengukur berapa volume gas yang melewati meter tersebut. Volume gas
yang mengalir dalam pipa dapat dibaca pada counter yang dipasang di atas meter
turbin gas. Volume yang ditunjukkan adalah volume aktual yang mengalir di
dalam pipa dengan tekanan dan temperature aliran.

Meter gas turbin dapat digunakan untuk mengukur kecepatan aliran dari
liquid, gas dan uap dalam pipa, seperti hidrokarbon, bahan kimia, air, cairan
kriogenik, udara, dan gas industri. Yang perlu diperhatikan dalam menentukan
meter gas trubin hendaknya berhati-hati pada cairan yang kotor ( mengandung
sampah, pasir dan solid lainnya) karena kotoran akan bias menghambat akurasi
dan bahkan akan gagal karena rotor tidak bias berputar akibat tersangkut kotoran.

Selain itu, meter gas turbin yang dirancang untuk tujuan tertentu, misalnya
untuk layanan gas alam, sering dapat beroperasi pada rentang temperatur yang
terbatas (misalnya sampai 60 C) dimana operasi pada suhu yang lebih tinggi
dapat merusak meter gas turbin tersebut.

Dalam penanganan meter gas digunakan acuan persyaratan teknis


sebagaimana diatur dalam Keputusan Direktur Metrologi Nomor :
Met.4005/722/1993 Tentang Syarat syarat teknis khusus Meter gas rotary piston
dan turbin.

45
Politeknik Negeri Semarang

Gambar. 3.3 Konstruksi Meter Gas Turbin

Gambar 3.3 Meter Gas Turbin G65 Merk Itron

Di Kepala meter gas turbin terdapat data teknis yang bisa digunakan input
saat akan memulai kalibrasi yaitu :

Merek Pabrik :

Model/Tipe :

Nomor Seri

46
Politeknik Negeri Semarang

Debit maksimum Qmaks dalam satuan m3/h dan/atau menggunakan tanda


pengenal dengan huruf kapital G yang diikuti oleh bilangan tertentu.
Debit minimum Qmin dalam satuan m3/h atau dm3/h.
Tekanan kerja maksimum dan lain-lainnya.
Jika memerlukan pencatatan / penunjukan lebih dari satu (elektronik, maka
fasilitas output pulsa perlu mencantumkan nila output pulsanya.

3. 4 Prinsip Kerja Meter Kalibrator

Pada prinsipnya meter kalibrator menggunakan blower untuk menyuplai


udara. Blgalir melalui speciment dan master meter. Udara yang dihisap oleh
blower menghisap udara di dalam ruang kalibrasi yang kemudian dihembuskan
kembali ke dalam ruang kalibrasi melalui sebuah air cooler supaya
temperaturenya stabil pada level yang dipersyaratkan. Jumlah aliran udara yang
diperlukan diatur oleh kecepatan putaran blower dan bukaan Motorized Control
Valve (MV) yang dapat dikendalikan secara otomatis maupun secara manual.

Aliran gas yang dihisap oleh blower akan melewati meter gas turbin dimana
aliran gas akan mengalir dan mengenai sudu-sudu sehingga turbin berputar.
Putaran turbin akan memutar roda gigi sehingga akan memutar indikator. Meter
kalibrator juga dilengkapi dengan MMI software berbasis windows 2000 yang
bekerja bersama dengan PLC dalam melakukan tugasnya sebagai pusat
pengendali proses kalibrasi secara otomatis maupun secara manual.

3.5 Sistem Pemipaan pada Meter Kalibrator

Sistem pemipaan pada meter kalibrator dirancang untuk mendapatkan


flowrate yang stabil sehingga proses kalibrasi dapat berlangsung dengan baik,
setiap pemipaan terdiri dari beberapa subsistem yaitu sebagai berikut :

3.5.1 Header

47
Politeknik Negeri Semarang

Sistem meter kalibrator dilengkapi dengan tiga buah header yaitu : header 1
DN 500 sebagai junction antara specimen meter dengan master meter. Header 2
DN 500 sebagai junction antara master meter dengan motor Controled Valve
( MV). Header 3 DN 500 sebagai junction antara Motor Controled Valve (MV)
dengan blower.

Gambar 3.5.1 Header Meter Kalibrator

3.5.2 Inlet dan Outlet Pipe Meter Kalibrator

Meter kalibrator dilengkapi dengan dua pasang inlet dan outlet yaitu DN
150 dan DN 300. Panjang inlet pipe dirancang sepuluh kali lebih besasr dari
diameter pipa, hal ini bertujuan untuk mendapatkan flow yang stabil. Inlet pipe
DN 300 dengan tube bundle straightener pada jarak lima kali diameter pipa
sebelum turbin master meter yang bertujuan untuk menstabilkan flow.

48
Politeknik Negeri Semarang

Gambar 3.5.2 Inlet Meter Kalibrator

49
Politeknik Negeri Semarang

Gambar 3.5.2 Outlet Meter Kalibrator

3.3.3 Axial Compensator

Axial Compensator dipasang berfungsi sebagai peredam vibrasi yang


ditimbulkan oleh putaran blower, sehingga meter run tidak ikut bergetar pada saat
proses kalibrasi berlangsung. Getaran pada meter run akan mengakibatkan
kesalahan pada pembacaan meter, sehingga hasil kalibrasi tidak valid. Axial
Compensator ini dipasang di antara header ketiga dengan blower.

50
Politeknik Negeri Semarang

Gambar 3.5.3 Axial Compensator

3.5.4 Revolving Manifold

Untuk mengakomodasi enam ukuran specimen meter yaitu DN 50, DN 80,


DN 100, DN 150, DN 200 dan DN 250 maka sistem ini dilengkapi dengan
revolving manifold. Pemilihan diameter dilakukan dengan memutar revolving
manifold hingga didapatkan diameter yang sesuai. Sistem ini juga dilengkapi
dengan lampu indikator untuk menyesuaikan revolving manifold sudah sesuai
atau belum pada perputarannya. Revolving manifold menggunakan sistem slip on

51
Politeknik Negeri Semarang

flange sehingga memudahkan bongkar pasang dan meniadakan kebocoran pada


sambungan.

Gambar 3.5.4 Revolving Manifold Meter Kalibrator

3.6 Proses Kalibrasi

Proses kalibrasi meter gas turbin melalu beberapa tahap yaitu :

1. Tahap Preparasi
2. Tahap Kalibrasi
3.Output

Sebelum proses kalibrasi, terlebih dahulu dilakukan tahap preparasi yaitu


Hand Control Valve (HV) dan Shutdown Valve (SDV) terlebih dahulu
dikondisikan sesuai dengan konfigurasi kalibrasi misalnya untuk pengukuran
turbin meter G100 pada Qmin 16 m3/h dan Q max 160 m3/h maka HV pada
upstream line 6 dan SDV pada downstream line 6, serta HV pada downstream

52
Politeknik Negeri Semarang

specimen 10 dibuka penuh sedangkan HV pada upstream line 12 dan SDV 12


ditutup penuh.

Setelah SDV dan HV dikondisikan , selanjutnya adalah mengoperasikan


blower dan manset masukan MV untuk mendapatkan flow dan temperatur pada
master dan specimen meter secara bersamaan, setelah mendapatkan flowrate,
temperature dan tekanan maka proses kalibrasi dapat dimulai.

Proses kalibrasi dimulai dengan menekan tombol start blower control pada
PC, setelah memenuhi flow yang diinginkan klik start pada run master meter.
Pulsa counter dari specimen maupun master meter akan mulai menghitung
volume. Kemudian Central Evaluation Unit (CEU) akan mengevaluasi dengan
mencari persen error antara volume master dan specimen master setelah waktu
kalibrasi ditentukan. Proses kalibrasi meter gas turbin dilakukan tiga kali
pengujian untuk setiap nilai Q minimum, Q medium, dan Q maximum. Toleransi
untuk setiap nilai Q berbeda-beda yaitu :

Q minimum antara -4 sampai dengan +4


Q medium nilainya antara -2 sampai dengan +2
Q maximum nilainya sama dengan Q medium, antara -2 sampai dengan +2

Setelah diproses oleh CEU, jika terdapat kesalahan pada hasil ketiga nilai Q
tersebut yang melebihi atau kurang dari toleransi yang sudah ditentukan maka
akan dilakukan pembongkaran pada kepala meter gas ( assembling dan
dissembling ). Dari pembongkaran kepala meter , akan diketahui penyebab dari
hasil kalibrasi yang tidak sesuai tersebut, sehingga bisa langsung dilakukan
tindakan service ulang. Selanjutnya, akan dilakukan kalibrasi ulang untuk meter
gas turbin tersebut, jika hasil kalibrasi sudah masuk ke dalam toleransi yang
ditentukan maka meter gas tersebut dinyatakan OK, apabila sudah dilakukan
service namun hasilnya masih jauh dari toleransi maka meter gas tersebut
dinyatakan NG (Not Good).

53
Politeknik Negeri Semarang

Sistem kalibrasi terdapat tiga master yaitu master 100, master 400 , dan
master 2500. Master satu yaitu master 100 digunakan untuk nilai Q di bawah 400
m3/h, master dua yaitu master 400 digunakan untuk nilai Q antara 100 m3/h
sampai 400 m3/h dan master tiga yaitu master 2500 digunakan untuk nilai Q di
atas 400 m3/h.

Tahap ketiga dari proses kalibrasi yaitu output. Output kalibrasi yang
diperoleh dari meter kalibrasi berupa hasil evaluasi persen error yang terjadi dari
perbandingan antar master specimen dengan master meter. Pada mode AUTO saat
proses kalibrasi dimulai, CEU secara otomatis memonitor dan merecord total
volume, pressure dan temperature dari master meter maupun specimen meter.
Pada saat proses kalibrasi selesai, secara otomatis CEU akan menjalankan proses
evaluasi dan merecord ke dalam database.

CEU secara otomatis mencari persen error antara total volume master meter
dengan specimen meter setelah kalibrasi selesai yang dikoreksi dengan nilai
pressure dan temperature masing-masing meter.

Perhitungan yang digunakan untuk evaluasi dalam CEU pada saat proses
kalibrasi adalah sebagai berikut :

Beda Penunjukkan S1 = {(W-M)/M} x 100 (%)

Beda Tekanan S2 = (Pw-Pm) x 0.01 (%)

Beda Temperature S3 = (Tm-Tw) x 0.34 (%)

Kesalahan Master Meter S4 = Sm (%)

Kesalahan Penunjukan S5 = S1 + S2 + S3 + S4 (%)

Dimana :
W = Wb Wa = Volume pengukuran specimen meter (m3)
Wb = Standar akhir specimen meter (m3)
Wa = Standar awal specimen meter (m3)
M = Mb Ma = Volume pengukuran master meter (m3)

54
Politeknik Negeri Semarang

Mb = Standar akhir master meter (m3)


Ma = Standar awal master meter (m3)
Pw = Tekanan specimen meter (mmH2O)
Tw = Temperature specimen meter (OC)
Pm = Tekanan master meter (mmH2O)
Tm = Temperature master meter (OC)
Sm = Kesalahan penunjukan master meter (%)

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan :


1. Dalam melakukan pengujian meter gas jenis ini pengujiannya harus
dilakukan satu per satu (tidak seperti meter gas diafragma yang dapat diuji
secara seri)
2. Pemeriksaan kebocoran perlu dilakukan pada bagian pemasangan meter gas
yang diuji.

55
Politeknik Negeri Semarang

Gambar 3.6 Tahap pemasangan Meter Gas Turbin

Gambar 3.6 Tampilan PC pada Proses Kalibrasi

56
Politeknik Negeri Semarang

Gambar 3.6 Laporan Hasil Kalibrasi Meter gas Turbin

3.7 Faktor Penentu Kalibrasi

Ada beberapa faktor yang memperngaruhi keberhasilan proses kalibrai


yang dilakukan oleh meter kalibrator antara lain sebagai berikut :

1. Temperature
Temperature dalam ruang kalibrasi harus dijaga konstan, karen nilai flow
dipengaruhi oleh nilai temperature dalam ruang kalibrasi pada saat
berlangsungnya proses kalibrasi.
2. Service Meter Gas
Sebelum dilakukan proses kalibrasi, terlebih dahulu dilakukan tindakan
servis pada meter gas turbin. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan

57
Politeknik Negeri Semarang

kotoran yang ada di dalam meter gas turbin sehingga akan mengurangi
loses pada meter gas itu sendiri.
3. Tekanan
Tekanan dalam ruang kalibrasi berada pada tekanan atmosfer dimana pada
ruang kalibrasi tekanan atmosfernya sebesar 1,0325 bar. Pada alat instalasi
alat kalibrasi meter gas turbin tekanannya dibuat vakum. Tekanan di sini
dijaga, karena hal ini tekanan akan berpengaruh pada nilai temperature.

3.8 Kebocoran Pipa pada saat proses Kalibrasi

Hal yang diperhatikan dalam proses kalibrasi salah satunya dalah ketepatan
dalam pemasangan meter gas turbin yang akan dikalibrasi . Jika pemasangan meter
gs turbin tidak sesuai dengan pipa maka dapat menyebabkan kebocoran yang
menghambat proses kalibrasi.

3.9 Test Kebocoran pada Proses Kalibrasi ( Leak Test )

Pada proses kalibrasi untuk meter gas sering terjadi ketidaktepatan dalam
pemasangan meter gas ini, hal ini dapat menyebabkan kebocoran sehingga proses
kalibrasi tidak bisa berlangsung. Untuk mengantisipasi agar proses kalibrasi
berjalan dengan lancar maka diperlukan adanya tes kebocoran (leak test ) terlebih
dahulu. Tes kebocoran pada pipa ada dua yaitu kebocoran luar (external leaks)
dan kebocoran dalam (internal leaks).

3.9.1 Tes Kebocoran untuk Kebocoran Luar (External Leaks)

Sebelum memulai tes, seluruh pipa antara perangkat yang akan di tes
dengan peralatan standar dihubungkan dengan alat ukur tekanan terlebih dahulu
untuk tes kebocoran luar. Jenis (kelebihan positif atau kelebihan negatif terhadap
tekanan atmosfer) dan ketinggian tekanan tergantung pada pengoperasioan
tekanan pada alat uji. Tekanan harus di bawah 10 mbar dan tidak boleh lebih dari
tiga kali pengoperasian tekanan.

58
Politeknik Negeri Semarang

Dari menaikkan tekanan sampai memulai proses tes kebocoran dibutuhkan


waktu kira kira 5 menit diamati bersamaan dengan besar suhunya. Selama leak
test, temperature pada saat pengujian harus diperhatikan lebih kecil dari 0,1 C.

Ketelitian manometer yang digunakan pada leak test harus kurang dari 20
mm pembacaan per 1 mbar. Leak test harus dilakukan sehingga kebocoran pada
debit Ql menghasilkan perubahan nilai tekanan minimal p.

3.9.2 Tes Kebocoran untuk Kebocoran Dalam (Internal Leaks)

Tes kebocoran internal yang bertujuan menghalangi gas melarikan diri


melalui kebocoran katup berhenti disusun sejajar mengalir di sekitar standar atau
perangkat yang akan diuji.
Untuk mendeteksi dan mencegah kebocoran karena itu diperlukan ketika
secara bersamaan menggunakan bagian tes yang saling berhubungan untuk
menyediakan koneksi khusus. bagian atau subbagian individu harus dipisahkan
satu sama lain oleh katup berhenti ganda dengan lolos udara diselingi atau tekanan
mengukur berarti . Dalam kasus meter tipe standar gendang gas kecil di mana
jumlah kebocoran kecil ditunjukkan langsung oleh akun meter resolusi tinggi dari
indikasi volume ganda tidak perlu mematikan sistem. Dalam kasus ini semua
meter standar lainnya berhenti katup harus diatur sebelum dan belakang meter.

3.10 Proses Leak Test pada proses kalibrasi

Pada pemasangan meter gas turbin yang akan dilakukan kalibrasi harus
tepat pada lubang pipa, jika belum tepat pemasangannya bisa dilakukan leak test.
yiProses leak test pada proses kalibrasi sebagai berikut :

59
Politeknik Negeri Semarang

1. Pasang meter gas turbin yang akan dikalibrasi. Pastikan selang untuk
Pressure temperature sudah terpasang.

Gambar 3.10 Pemasangan Meter Gas Turbin

60
Politeknik Negeri Semarang

2. Tutup HV 001 dengan cara memutarnya ke kanan sampai di calibration


console HV 001 indikatornya berubah menjadi warna merah yang artinya
sudah tertutup.

Gambar 3.10 Calibration Console

3. Tekan Leak Test pada Calibration Console

Gambar 3.10 Calibration Console

61
Politeknik Negeri Semarang

4. Akan muncul menu leak test

Gambar 3.10 Leaktest Setting

Isi property name :


1. Leaktest Time out = 10 s
2. Leaktest Pressure Limit = 400 mBar
3. Leaktest Pressure Setpoint = 350 mBar

4. Tekan START, Pressure Actual leaktest akan berjalan selama 10 detik.


Pada pressure gauge jarum akan berjalan ke arah kanan.

62
Politeknik Negeri Semarang

Gambar 3.10 Pressure Gauge

5. Proses leak test akan berlangsung dengan naikknya tekanan pada pressure
gauge. Jika tekanan mencapai 400 mbar maka pipa aman dari kebocoran
tetapi jika tekanan kurang dari 300 mbar terdapat kebocoran pada pipa
untuk proses kalibrasi, sehingga pemasangan meter gas turbin harus
diulangi dengan tepat. Indikasi adanya kebocoran terlihat pada jarum
pressure gauge yang kenaikannya lama dan akan kembali turun lagi.

Jika pada pemasangan meter gas turbin terdapat indikasi kebocoran, maka
perlu dilakukan pengecekan dan pemasangan meter gas turbin pada pipa meter
kalibrator lagi.

3.11 Faktor yang mempengaruhi Leak Test

63
Politeknik Negeri Semarang

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses leak test pada proses
kalibrasi meter gas turbin, antara lain sebagai berikut :

1. Ketepatan pemasangan meter gas turbin

Pada proses pemasangan meter gas turbin harus diperhatikan agar


proses kalibrasi pada meter gas turbin bisa berjalan dengan lancar.

2. Ketepatan pemasangan tapping pressure.


Pada proses leak test juga harus diperhatikan pemasangan tapping
pressure pada meter gas turbin yang akan di kalibrasi.

BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Setelah melakukan praktek kerja lapangan di PT. PGN Solution


SBU Wilayah Distribusi I Divisi Workshop Klender mengenai Leak Test
pada proses kalibrasi meter gas turbin di PT. PGN Solution SBU Wilayah
Distribusi I Klender, maka dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
a. Kalibrasi adalah suatu kegiatan untuk menentukan kebenaran
konvensional suatu alat ukur atau bahan ukur dengan
membandingkan terhadap suatu standar ukur yang mempunyai
tertelusur ke standar yang lebih tinggi.

64
Politeknik Negeri Semarang

b. Meter kalibrator dirancang dan berfungsi untuk mengkalibrasi


dan mengoptimasi meter gas turbin.
c. Meter gas turbin merupakan alat ukur untuk mengukur laju
aliran volume gas yang dipasang padapelanggan dengan jumlah
gas relatif besar misalnya untuk keperluan industri.
d. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan :
e. Dalam melakukan pengujian meter gas jenis ini pengujiannya
harus dilakukan satu per satu (tidak seperti meter gas diafragma
yang dapat diuji secara seri)
f. Pemeriksaan kebocoran perlu dilakukan pada bagian
pemasangan meter gas yang diuji.
g. Kalibrasi pada meter gas turbin dilakukan dalam jangka waktu
paling pendek tiga bulan sekali dan paling lama satu tahun
sekali.
h. Pada meter gas turbin yang tidak memenuhi batas toleransi yang
ditentukan akan dilakukan servis ulang.
i. Pada proses kalibrasi untuk meter gas sering terjadi
ketidaktepatan dalam pemasangan meter gas. Untuk
mengantisipasi agar proses kalibrasi berjalan dengan lancar
maka diperlukan adanya tes kebocoran (leak test ) terlebih
dahulu.
j. Leak Test dilakukan untuk mengetahui ketepatan pemasangan
meter gas turbin yang akan dikalibrasi.
k. Hal yang mempengaruhi leak test adalah ketepatan dalam
pemasangan dan pemasangan tapping pressure.

4.2 Saran
Setelah melakukan praktek kerja lapangan di PT. PGN Solution SBU
Wilayah Distribusi I Divisi Workshop Klender selama 1 bulan penulis
menemukan beberapa pengalaman sehingga dapat memberikan saran-saran
kepada PT. PGN Solution SBU Wilayah Distribusi I Divisi Workshop Klender
diantaranya sebagai berikut :
a. Perlunya pengawasan dan perhatian lebih dari K3 selama semua
proses pengoperasian dan pemeliharaan system pembangkit
berlangsung seperti pengawasan pada penggunaan APD bagi semua

65
Politeknik Negeri Semarang

pegawai , karena keselamatan pegawai merupakan hal yang sangat


penting demi berlangsungnya proses produksi perusahaan.
b. Prosedur pengoperasian kalibrasi harus sesuai dengan SOP-nya
sehingga tidak terjadi kesalahan didalam pengoperasian dan
kerusakan peralatan yang dikarenakan faktor manusia ( Human
Error )
c. Diharapkan adanya pengecekan berkala dalam jangka waktu yang
tidak terlalu lama pada komponen-komponen yang terdapat pada
meter kalibrator, agar saat akan di operasikan tidak mengalami
gangguan.
d. Pada semua pegawai sebaiknya diadakan tindakan simulasi untuk
kebakaran atau simulasi untuk keselamatan lainnya setiap beberapa
bulan sekali agar setiap pegawai atau pekerja lebih siap dalam
menanggapi situasi yang tidak diinginkan.
e. Untuk menghindari masalah kerusakan komponen-komponen
sistem maka seharusnya dilakukan pengecekan, pemeliharaan, dan
perawatan secara berkala.
f. Service meter gas turbin sebaiknya dilakukan secara otomatis agar
loses yang muncul pada saat service manual dapat diminimalisir.

66