Anda di halaman 1dari 6

PROGRAM PENGELOLAAN PERALATAN RADIOLOGI

I. Pendahuluan

II. Latar belakang

a. UU No. 36 thn 2009 tentang Kesehatan.


b. UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
c. PP Nomor 38 tahun 2007 Tentang Pembagian Urusan Pemerintahan.
d. Kepmenkes No. 394 tahun 2001 tentang Institusi Penguji.
e. Peraturan Kepala Bapeten Nomor 8/2011 Tentang Keselamatan Radiasi Dalam
Penggunaan Pesawat Sinar-x Radiologi Diagnostik Dan Intervensional.
f. Peraturan Kepala Kepala Bapeten Nomor 9/2011 Tentang Uji Kesesuaian Pesawat Sinar-
x Radiologi Diagnostik Dan Intervensional.
g. Permenkes No. 363 tahun 1998 tentang Pengujian dan Kalibrasi Alat Kesehatan.

III. Tujuan umum dan tujuan khusus


Tujuan Pemeliharaan Pesawat Radio Diagnostik
- Safe
Mengidentifikasi pesawat dari kemungkinan adanya bahaya yang mungkin
timbul sehingga dapat dicegah sebelum terjadi
- Reliable
Melaksanakan pmeliharaan secara rutin, serta melaksanakan perbaikan bila
terjadi penyimpangan sehingga pesawat dapat digunakan ketika diperlukan
- Upgradeable
Melaksanakan update dan upgrade pada hardware ataupun software
sehingga pesawat dapat mengikuti perkembangan software ataupun hardware
- Quality Assurance
Melaksanakan pemeriksaan dan kalibrasi out put dari pesawat sehingga dapat
dipastikan bahwa kwalitas peralatan selalu terjaga seperti baru.
- Cost Saving
Biaya pemeliharaan dapat dikendalikan, sehingga total biaya operasional dari
pesawat dapat ditekan
- Investment Protections
Pesawat dapat digunakan secara optimal pada jangka waktu yang sesuai
dengan yang direncanakan

IV. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan


Pelaksanaan Pemeliharaan Meliputi :
a. Safety Inspections
Pemeriksaan system keamanan pada peralatan untuk menghindari dari
bahaya bahaya, mechanik, listrik dan radiasi
b. Preventive maintenance
Pemeriksaan kondisi alat secara berkala untuk menjaga pesawat dari
Kebersihan, Pelumasan dan Keausan serta pengukuran-pengukuran agar
output Pesawat selalu stabil
c. Image Quality Check
Pemeriksaan Image quality secara berkala untuk menjaga kwalitas sehingga
tidak ada catat atau penurunan kwalitas selama peralatan masih digunakan
d. Corrective Maintenance
Melakukan perbaikan dengan cepat dan tepat bila terjadi kerusakan dengan
penggantian spare part yang asli bila diperlukan
e. System Upgrade
Pelaksanakan modifikasi pada peralatan sesuai perintah atau anjuran dari
pabrik agar hardware dan software dapat mengikuti perkembangan
teknologi
f. System Dokumentasi
Semua aktifitas pemeliharaan harus terdokumentasi
Safety Inspections dan Pengendalian Potensi Bahaya
1. Pengendalian Potensi bahaya mekanik.
- Pergerakan peralatan melampoi batas maksimum.
Pastikan collision protection bekerja dengan baik
- Bagian peralatan lepas/ jatuh
Pastikan baut dan mur tidak kendor
- Kabel baja putus
Pastikan serat kabel baja tidak ada yang putus.
2. Pengendalian Potensi Bahaya Listrik
- Kontak body,
pastikan pengaman kebocoran Listrik(ELCB) dan System grounding
berfungsi (tidak nyetrum)
- Hubungan singkat , korsleting atau short Circuit
Pastikan sekering (Fuse) sesuai dengan data
3. Pengendalian Potensi bahaya Radiasi
- Radiasi hambur
Pastikan pelindung radiasi terpasang dan masih berfungsi
- Lapangan Radiasi.
Pastikan bahwa kolimator berfungsi dengan baik
- Indicator radiasi
Pastikan lampu indikator radiasi menyala pada saat exposure

Preventive Maintenance Pada Pesawat Radio Diagnostic


1. Kebersihan
Setelah digunakan Pesawat selalu dibersihkan dari cairan yang tumpah dari
pasien karena akan membuat peralatan menjadi cepat berkarat, atau sisa
bahan kontras dapat membuat cacat pada gambar.
Gunakan bahan pembersih sesuai rekomendasi pabrik
2. Pelumasan
Bagian bagian yang bergerak perlu diberi pelumas seperti roda gigi serta roda
penggerak lainnya.
Bahan pelumas harus sesuai dengan rekomendasi dari pabrik
3. Pengukuran-pengukuran
Pengukuran Power Supply, Pastikan semua power supply masih sesuai
dengan kebutuhan. Apabila terjadi penyimpangan harus diset kembali sesuai
dengan toleransi yang diperbolehkan.
Pengukuran lain-lainnya sesuai dengan petunjuk pemeliharaan pesawat tersebut
4. Pemeriksaan Fungsi Pesawat
Pastikan semua fungsi pada pesawat tersebut dapat berfungsi dengan baik,
sesuai dengan batas toleransi yang diizinkan.
5. Kalibrasi
Output dari pesawat harus dikalibrasi, agar bila ada penyimpangan dapat
dikoreksi segera. Kalibrasi dilakukan oleh badan yang berwenang seperti
BPFK

Image Quality Check Pada Pesawat Radio Diagnostik


Image quality check harus dilakukan secara komprehensif, meliputi beberapa bagian
seperti :

1. Fasilitas Kamar Gelap, seperti Automatic Processing harus sudah


terkalibrasi dan Film dan bahan kimia untuk proses pencuciannya harus
dalam keadaan baik dan tidak kadaluarsa
2. Peralatan (tools) dan instrumen alat ukur image Quality check harus dalam

keadaan baik dan terkalibrasi.


3. Pesawat harus sudah dikalibrasi, dengan penyimpangan yang seminimal
mungkin dan masih dalam batas toleransi.

Corrective Maintenance Pada Pesawat Radio Diagnostic


- Trouble shooting
Dimulai dari analisa laporan kerusakan, oleh sebab itu laporan harus dibuat
sesuai dengan kronologi kejadian kerusakan, sehingga pekerjaan perbaikan
menjadi lebih terarah dan lebih cepat diatasi.
- Penggantian suku cadang
Jika diperlukan penggantian suku cadang sangat dianjurkan menggunakan
suku cadang asli dari pabrik. Memodifikasi dari merk lain sangat tidak
dianjurkan karena dapat menyebabkan kerusakan pada bagian lain.
- Readjustment
Setelah dilakukan peralatan berfungsi seperti sedia kala, harus dilakukan
readjustment agar tidak terjadi penyimpangan pada out put pesawat.
- Uji fungsi
Sebelum pesawat digunakan dengan pasien, ujui fungsi harus dilakukan untuk
memastikan bahwa pesawat telah benar-benar kembali berfungsi dengan baik.

Modifikasi upgrade/update Pesawat Radio Diagnostik


Safety Update
Secara periodik biasanya pabrik melakukan evaluasi semua peralatan yang sudah
terpasang. Ketika ditemukan ada peralatan yang berpotensi bahaya, maka pabrik
akan memodifikasi seluruh peralatan yang terpasang. Modifikasi yang
menyangkut masalah keamanan bersifat mandatory atau wajib.
Hardware Upgrade
Kemajuan teknologi Hardware pada pesawat radio diagnostik lebih cepat daripada
kemajuan dari pesawat radio diagnostik itu sendiri. Oleh sebab itu dalam jangka
waktu tertentu pabrik menganjurkan untuk mengganti hardware dari pesawat
tersebut sehingga dapat mengikuti perkembangan teknologi tanpa mengganti
peswat secara keseluruhan.
Software Upgrade
Software development dipabrik selalu mengembangkan software untuk pesawat
radio diagnostik, maka bila ditemukan software yang lebih sempurna, pabrik akan
menganjurkan untuk pelaksanaan software upgrade dengan cara mereload system
disk atau menganti eprom
Dokumentasi Maintenance Pesawat Radio Diagnostik
Logbook
Pada pesawat radio dignostik diperlukan Logbook, dimana ketika operator
menemukan penyimpangan atau kerusakan pada pesawat yang sedang digunakan
diwajibkan untuk mencatat pada logbook.
Ketika teknisi selesai memperbaiki pesawat tersebut, diwajibkan pula untuk
mencatat apa yang dilakukan dalam perbaikan, dan suku cadang apa yang diganti.
Sehingga pesawat mempunyai rekaman kondisi yang dapat digunakan sebagai
referensi maintenance
Maintenance Check List
Pekerjaan preventive maintenance harus dilaksanakan berdasarkan check list,
sehingga urutan pekerjaan dapat terlaksana dengan baik tanpa ada yang tertinggal
dan tidak munkin pula terjadi pengulangan.
Safety update report
Safety update report berdasarkan nomer mandatory dari pabrik , apa yang
dikerjakan , suku cadang apa yang digunakan dan efek bahaya apa yang
eliminasi Hardware upgrade report
Hardware upgrade report berdasarkan nomer rekomendasi dari pabrik , apa yang
dikerjakan, suku cadang apa yang digunakan.
Software upgrade Report
Software upgrade Report berdasarkan nomer rekomendasi dari pabrik , apa yang
dikerjakan, suku cadang apa yang digunakan, apa kelebihan dari upgrade tersebut

V. Sasaran
VI. Skedul (Jadwal) pelaksanaan kegiatan
VII. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
VIII. Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan