Anda di halaman 1dari 8

Nama : Dewi Ekaputri Pitorini

NIM : K4315013
Prodi : Pendidikan Biologi

Perbandingan Anatomi Shoot Apical Meristem (SAM) dan Root Apical


Meristem (RAM) pada Arabidopsis thaliana

Arabidopsis thaliana berasal dari Eropa dan habitat


alaminya adalah tanah pasir, tanah berbatu, pinggir jalan.
Arabidopsis thaliana merupakan tanaman angiospermae dikotiledon.
Arabidopsis thaliana, gulma dari famili mustar yang cukup kecil untuk
ditanam oleh para peneliti dalam jumlah ribuan di dalam ruang laboratorium
seluas beberapa meter persegi. Rentang generasinya yang pendek, sekitar enam
minggu dari germinasi sampai pembungaan, menjadikan Arabidopsis model yang
tepat untuk penelitian genetika. Tumbuhan ini juga memiliki salah satu genom
terkecil di antara semua tumbuhan yang telah diketahui. Arabidopsis adalah
tumbuhan pertama yang keseluruhan genomnya telah selesai disekuensing
(Campbell, et al., 2012).
Pada tumbuhan, pertumbuhan tidak terbatas pada periode embrionik.
Pertumbuhan terjadi sepanjang kehidupan tumbuhan, yang disebut sebagai
pertumbuhan indeterminat (indeterminate growth). Tumbuhan mampu melakukan
pertumbuhan indeterminat karena mereka memiliki jaringan yang terus menerus
bersifat embrionik, disebut meristem (Campbell, et al., 2012).
Meristem apikal merupakan jaringan meristem yang terletak di ujung
akar, tunas dan di dalam kuncup aksilaris tunas. Jaringan meristem apikal berisi
sel-sel yang memungkinkan tumbuhan untuk tumbuh memanjang, proses ini
dikenal dengan pertumbuhan primer. Pertumbuhan primer menyebabkan akar-akar
tumbuh memanjang menembus tanah dan tunas-tunas tumbuh memanjang
menyebabkan paparan terhadap cahaya meningkat. Pada tumbuhan herba (tidak
berkayu), pertumbuhan primer menghasilkan semua atau hampir semua tubuh
tumbuhan. Akan tetapi, pada tumbuhan berkayu ada penambahan lingkar akar dan
batang selain adanya pertumbuhan primer. Pertumbuhan menebal ini disebut
pertumbuhan sekunder yang disebabkan oleh adanya aktivitas dari jaringan
meristem lateral. Jaringan meristem lateral terdiri dari kambium vaskular dan
kambium gabus.
Sel meristem biasanya berdinding tipis dan relatif lebih banyak
mengandung protoplasma. Hampir semua sel meristem pucuk dari sejumlah besar
tumbuhan, khususnya Angiopermae, vakuolanya sangat kecil, tidak dapat dilihat,
dan tersebar di dalam protoplas (Mulyani, 2006).
Terdapat dua jaringan meristem utama pada tanaman, yaitu Shoot Apical
Meristem (SAM) yang menghasilkan jaringan dan organ tanaman yang ada di atas
tanah dan Root Apical Meristem (RAM) yang menyebabkan pertumbuhan pada
akar tanaman. RAM dan SAM menunjukkan struktur yang berbeda, namun
keduanya sama-sama mengandung sel stem yang secara terus-menerus
menghasilkan sel-sel baru (Drisch & Stahl, 2015).
Gambar 1. Ujung tunas

Shoot Apical Meristem adalah massa yang berbentuk kubah dari sel-sel
yang sedang membelah di ujung tunas. Daun berkembang dari primordia daun
(leaf primordia, tunggal primordium), penjuluran serupa jari di sepanjang kedua
sisi meristem apikal. Kuncup aksilaris berkembang dari pulau-pulau sel
meristematik yang ditinggalkan oleh meristem apikal di dasar primordia daun.
Kuncup aksilaris dapat membentuk tunas lateral pada waktu selanjutnya
(Campbell, et al., 2012).

Gambar 2. Perilaku sel dan Struktur Meristem


(A) Jaringan meristem jika dilihat dari atas
(B) dan (C) Jaringan meristem bagian tengah pada gambar (A) yang diperbesar
(D) dan (E) Jaringan meristem bagian peripheral pada gambar (A) yang diperbesar
(F) dan (G) pembelahan sel meristem apikal. (Grandjean, Vernoux, Laufs,
Belcram , Mizukami, & Traas, 2004)
Dari gambar (A-E) di atas dapat diketahui bahwa sel di central zone
berbeda dengan sel-sel di peripheral zone. Sel-sel pada central zone mengalami
pembelahan sel yang jauh lebih lambat daripada pembelahan sel-sel di peripheral
zone. Gambar (F) dan (G) menunjukkan aktivitas pembelahan sel-sel meristem
apikal. Tanda panah di atas pada gambar (F) dan (G) menunjukkan bahwa sel
telah membelah sebanyak dua kali. Sedangkan tanda panah di bawah pada gambar
(F) dan (G) menunjukkan bahwa sel belum membelah. Gambar tersebut
memberikan informasi bahwa sel-sel pada jaringan meristem apikal memiliki
siklus yang berbeda-beda dalam pembelahan sel
Tidak seperti hewan, tanaman dapat tumbuh secara terus-menerus
sepanjang hidupnya. Pertumbuhan pada tunas dihasilkan oleh jaringan yang
dinamakan shoot apical meristem (SAM) yang terletak di ujung tunas. SAM
mempunyai 2 fungsi penting untuk morfogenesis tanaman, yaitu mempertahankan
pluripotent stem cell pada pusat apikal dan menyediakan sel yang membangun
organ-organ yang telah terdiferensiasi di sekitarnya.
Pada tanaman tingkat tinggi, organ-organ yang berasal dari tunas seperti
daun, batang, dan bunga berasal dari shoot apical meristem (SAM), yaitu sebagian
kecil sel yang tidak terdiferensiasi di ujung tunas. SAM mempertahankan sifat
pluripotensi dan secara bersamaan menghasilkan organ lateral di sekelilingnya
(Takeda & Aida, 2010). Pluripotensi adalah sifat sel yang mampu berdiferensiasi
menjadi berbagai organ pada tumbuhan.
Pluripotent stem cells terletak di suatu ruang khusus yang disebut stem
cell niches, dimana sinyal dari sel-sel di sekitarnya mempertahankan status
mereka yang tidak terdiferensiasi (Baurle & Laux, 2005). Sel yang meninggalkan
stem cell niches akan mulai berdiferensiasi dan membentuk organ tumbuhan
seperti daun dan bunga.
Gambar 3. Struktur Shoot Apical Meristem pada Arabidopsis thaliana. Gambar
menunjukkan central zone (CZ), peripheral zone (PZ) dan rib zone (RZ), tiga
lapisan sel meristem (L1-L3). Sel stem (ditunjukkan dengan warna biru, tempat
ekspresi CLV3) dan organising center (OC, ditunjukkan dengan warna merah,
tempat ekspresi WUS) berinteraksi dalam hubungan timbal balik negatif (Bosca,
Knauer, & Laux, 2011)

Jaringan Shoot Apical Meristem (SAM) terletak di puncak tanaman.


SAM terbentuk saat proses embriogenesis. Pada tanaman angiospermae
dikotiledon seperti Arabidopsis thaliana, SAM terdiri dari 3 lapisan sel stem pada
tiga lapisan terluar dari sel. Setiap lapisan terdiri dari tiga sel stem yang berumur
panjang di central zone, yang ditandai dengan laju pembelahan sel yang lambat.
Sel anakan dari sel stem yang berda di central zone mengisi lagi stem cell pool.
Sementara itu sel anakan yang letaknya mengarah ke peripheral zone, yang
ditandai dengan laju pembelahan sel yang tinggi, mulai berdiferensiasi dan
membentuk organ primordia. Bentuk dan struktur domain dari SAM akan selalu
sama, namun selnya aktif membelah dan sel anakan yang berdiferensiasi akan
meninggalkan jaringan meristem (Adibi, Yoshida, Weijers, & Fleck, 2016)
Gambar 4. Anatomi akar tanaman Arabidopsis thaliana. (A) Root Apical
Meristem (RAM) dan elongation zone (EZ) 7 hari setelah ditanam (B) RAM dari
akar pada gambar (A) (Pacheco-Escobedo, et al., 2016)

Gambar 5. Skema yang menunjukkan zona meristematik pada Arabidopsis


thaliana. Stem cell niche (dibatasi garis hitam) terdiri dari sel QC (merah), calon
korteks/endodermis (hijau), calom stele (oranye), lateral root cap/calon epidermis
(ungu) dan CSCs (biru). ep, epidermis; c, cortex; en, endodermis; LRC, lateral
root cap; CC, columella cells; QC, quiescent center; CSCs, columella stem cells
(Drisch & Stahl, 2015).

Primary root pada tanaman tingkat tinggi berasal dari sekelompok sel
pluripotent yang aktif membelah dan terletak di Root Apical Meristem (RAM)
yang menyebabkan akar dapat tumbuh, berkembang dan beregenerasi. Sel stem
pada RAM Arabidopsis thaliana mengelilingi quiescent center (QC), yang terdiri
dari sekelompok sel yang jarang membelah. QC menjaga sel stem agar tidak
berdiferensiasi (Drisch & Stahl, 2015).
Secara garis besar RAM dapat dibagi menjadi 3 zona utama yaitu :
a. Zona meristematik di ujung akar yang mengandung stem cell niche
b. Zona elongasi, terdiri dari sel yang setelah membelah meninggalkan zona
meristematik dan sedang memanjang.
c. Zona diferensiasi, tersusun atas sel-sel yang telah berdiferensiasi
Mulainya zona diferensiasi ditandai dengan munculnya rambut akar. Posisi dari
sel stem akan selalu sama sepanjang pertumbuhan akar

DAFTAR PUSTAKA
Adibi, M., Yoshida, S., Weijers, D., & Fleck, C. (2016). Centering the Organizing
Center in the Arabidopsis thaliana Shoot Apical Meristem by a
Combination of Cytokinin Signaling and Self-Organizing. PLoS ONE, 1-
28.

Baurle, I., & Laux, T. (2005). Regulation of Wuschel Transcription in the Stem
Cells Niche of the Arabidopsis Shoot Meristem. The Plant Cell, 2271-
2280.

Bosca, S., Knauer, S., & Laux, T. (2011). Embryonic Development in Arabidopsis
thaliana : from the Zygote Division to the Shoot Meristem. Frontiers in
Plant Science, 1-6.

Campbell, N. A., Reece, J. B., Urry, L. A., Cain, M. L., Wasserman, S. A.,
Minorsky, P. V., et al. (2012). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta:
Penerbit Erlangga.

Drisch, R. C., & Stahl, Y. (2015). Function and Regulation of Transcription


Factors Involved in Root Apical Meristem and Stem Cell Maintenance.
Frontiers in Plant Science, 1-8.

Grandjean, O., Vernoux, T., Laufs, P., Belcram , K., Mizukami, Y., & Traas, J.
(2004). In Vivo Analysis of Cell Division, Cell Growth, and
Differentiation at the Shoot Apical Meristem in Arabidopsis. Agriculture
Journal, 74-87.

Mulyani, S. (2006). Anatomi Tumbuhan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Pacheco-Escobedo, M. A., Ivanov, V. B., Ramson-Rodriguez, I., Arriaga-Mejia,


G., Avila, H., Baklanov, I. A., et al. (2016). Longitudinal Zonation Pattern
in Arabidopsis root tip Defined by a Multiple Structural Change
Algorithm. Annals of Botany, 1-14.

Takeda, S., & Aida, M. (2010). Establishment of the Embryonic Shoot Apical
Meristem in Arabidopsis thaliana . The Botanical Society of Japab and
Springer, 211-219.