Anda di halaman 1dari 16

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN

KELOMPOK 3

TOMMY RADILLAH B1C1 13 022


WA ODE ENDIAVERNI B1C1 14 081
YOSEP B1C1 13 030
IKSAN SAPUTRA B1C1 14 082
HASNAWATI B1C1 14 020
HASWAN B1C1 14 083
HASNI H. ABDULLAH B1C1 14 021
RICCY DHARMANTO B1C1 14 084
HERMANTO B1C1 14 022
PRISKILA MARISA M. B1C1 14 085
INTAN MAUDYSARI PUTRI B1C1 14 023
ILDA FITRI AP B1C1 14 086
IRA NOVIANTI B1C1 14 024
DARNIA B1C1 14 087
WA HENI B1C1 14 025
ERIKA APRILIA B1C1 14 088
IRNA SISTRIANI IRSA B1C1 14 026 IRNA SISTRIANI IRSA B1C1
14 026
WA ODE ENDIAVERNI B1C1
14 081
TOMMY RADILLAH B1C1 13 022 IKSAN SAPUTRA B1C1
YOSEP B1C1 13 090 14 082
JURUSAN AKUNTANSI
HARLIFA B1C1 14 019 HASWAN B1C1 14 083
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
HASNAWATI B1C1 14 020 RICCY DHARMANTO B1C1
UNIVERSITAS HALU 14 084
OLEO
HASNI H. ABDULLAH B1C1
14 021 KENDARI PRISKILA MARISA M. B1C1
14 085
HERMANTO B1C1 14 022
2016 ILDA FITRI AP B1C1
INTAN MAUDYSARI PUTRI B1C1 14 023
14 086
IRA NOVIANTI B1C1
DARNIA B1C1
14 024
14 087
WA HENI B1C1 14 025
ERIKA APRILIA B1C1
14 088
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
karena atas segala karunia, rahmat, dan berkat-Nya, penulis dapat menyusun makalah
berjudul Sistem Informasi Akuntansi Pembelian hingga selesai. Tujuan pembuatan
makalah ini Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi serta
memahami tentang sistem akuntansi pembelian
Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, karena
makalah ini masih memiliki kekurangan. Walaupun belum sempurna dari apa yang penulis
tuangkan dalam makalah ini, tapi hal tersebut merupakan hasil terbaik yang dapat penulis
berikan kepada para pembaca.
Penulis berharap semoga makalah ini memberikan manfaat untuk peningkatan
pembelajaran.Kritik dan saran senantiasa penulis nantikan demi penyusunan makalah ini.

Kendari, 14 November 2016

Penyusun
DAFTAR ISI

Kata Pengantar 1
Daftar Isi 2
BAB 1. Pendahuluan 3
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Tujuan 3
1.3 Sasaran 4
BAB 2. PEMBAHASAN 5
2.1 Pengertian Sistem Akuntansi 5
2.2 Sistem Akuntansi Pembelian 7
BAB 3. Penutup 17
3.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Dalam SIA siklus-siklus pemprosesan transaksi salah satunya adalah siklus
pengeluaran yaitu kejadian-kejadian yang berkaitan dengan perolehan barang dan jasa dari
entitas-entitas lain dan pelunasan kewajiban-kewajiban yang berkaitan. Salah satu bagian dari
siklus pengeluaran adalah pembelian. Baik itu pembelian bahan baku untuk jenis perusahaan
manufaktur atau pembelian produk untuk jenis perusahaan dagang. Transaksi pembelian
melibatkan bagian-bagian permintaan (gudang), pembelian, penerimaan, hutang dagang dan
pengeluaran kas Sistem aplikasi pembelian mencakup prosedur permintaan pembelian,
prosedur order pembelian, prosedur penerimaan barang, prosedur pencatatan penerimaan
barang dan prosedur pencatatan pembayaran. Semua prosedur harus dijalankan secara efektif
dan efisien untuk melaksankan suatu system pembelian yang baik.

1.2 TUJUAN
Tujuan utama penyusunan sistem akuntansi pembelian adalah sebagai berikut :
a. Untuk menjamin tersedianya informasi yang tepat guna, terpercaya dan tepat waktu
b. Untuk meningkatkan sistem pengendalian intern yang berkaitan dengan pembelian
c. Untuk mengatur cara-cara dalam melakukan semua pembelian, baik barang, maupun
jasa yang dibutuhkan oleh perusahaan.
d. Dengan sistem pembelian yang baik, maka perusahaan dapat melakukan kontrol
terhadap setiap kegiatan pembelian, sehingga perusahaan dapat terhindar dari kerugian
dengan adanya pembelian fiktif yang mungkin saja dilakukan oleh pihak-pihak
tertentu perusahaan.
1.3 SASARAN
Makalah ini disusun sebagai materi pembelajaran untuk memberikan pemahaman
tentang Sistem akuntansi pembelian meliputi Transaksi pembelian, beberapa fungsi yang
terkait dalam sistem akuntansi pembelian, antara lain fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi
penerimaan dan fungsi akuntansi. Masing-masing fungsi mempunyai tanggung jawab yang
berbeda. Fungsi gudang bertanggungjawab mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan
posisi persediaan yang ada di gudang dan untuk menyimpan barang yang diterima oleh fungsi
penerimaan, fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memeroleh informasi mengenai
harga barang, menentukan pemasok dan mengeluarkan order. Fungsi penerimaan
bertanggungjawab melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang
diterima dari pemasok, sedangkan dalam fungsi akuntansi ,terdapat 2 fungsi yaitu fungsi
pencatat uang dan fungsi pencatat persediaan yang masing-masing memiliki tanggung jawab
yang berbeda, fungsi pencatat uang bertanggung jawab mencatat transaksi pembelian ke
register bukti kas keluar dan untuk fungsi pencatat persediaan bertanggung jawab untuk
mencatat harga pokok persediaan ke dalam kartu persediaan.
BAB II
PEMBAHASAN
Sistem akuntansi pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang
yang diperlukan oleh perusahaan. Pembelian merupakan suatu kegiatan transaksi yang
dilakukan oleh perusahaan dalam memenuhi kebutuhan produk atau bahan baku produk yang
didapat dari pemasok atau supplier. Transaksi pembelian dapat digolongkan menjadi dua:
pembelian lokal dan impor. Pembelian lokal adalah pembelian dalam negeri, sedangkan impor
adalah pembelian pemasok dari luar negeri.

A. FUNGSI YANG TERKAIT

Fungsi yang terkait dengan akuntansi pembelian menurut Mulyadi (2001:300) adalah
sebagai berikut :

1. Fungsi Gudang

Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi gudang bertanggung jawab untuk


mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang
dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan. Untuk
barang-barang yang langsung pakai (tidak diselanggarakan persediaan di barang
digudang), permintaan pembelian diajukan oleh pemakai barang.

2. Fungsi Pembelian

Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai


harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang dan
mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih.

3. Fungsi Penerimaan

Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi ini bertanggung jawab untuk


melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu dan kualitas barang yang diterima dari
pemasok guna menentukan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh
perusahaan. Dan juga bertanggung jawab untuk menerima barang dari pembeli yang
berasal dari transaksi retur penjualan.

4. Fungsi Akuntansi

Fungsi akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian adalah fungsi pencatatan
persediaan. Fungsi pencatatan utang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi
pembelian kedalam register bukti kas keluar. Dan untuk menyelenggarakan arsip
dokumen bukti kas keluar dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen bukti kas keluar
yang berfungsi sebagai catatan utang. Sedangkan fungsi persediaan bertanggung jawab
untuk mencatat harga pokok persediaan barang yang dibeli kedalam kartu persediaan.

Secara garis besar transaksi pembelian mencakup prosedur berikut ini:

1) Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian.

2) Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagi pemasok.

3) Fungsi pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan


melakukan pemilihan pemasok.

4) Fungsi pembelian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih

5) Fungsi penerimaan memeriksa dan menrima barang yang dikirim oleh pemasok.

6) Fungsi penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada fungsi gudang untuk
disimpan.

7) Fungsi penrimaan melaporkan penerimaan barang kepada fungsi akuntansi.

8) Fungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktur dari
pemasok tersebut, fungsi akuntansi mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi
pembelian.

B. JARINGAN PROSEDUR YANG MEMBENTUK SYSTEM AKUNTANSI


PEMBELIAN

Menurut Mulyadi (2001:3001) jarimgan prosedur yang membentuk sistem akuntansi


pembelian adalah sebagai berikut :

1. Prosedur permintaan pembelian

Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam


formulir surat perrnintaan pembelian kepada fungsi pembelian. Jika barang tidak
disimpan di gudang, misalnya untuk barang langsung pakai, fungsi yang memakai
barang mengajukan permintaan pembelian langsung ke fungsi pembelian dengan
menggunakan surat permintaan pembelian.

2. Prosedur permintaan penawaran harga dan penelitian pemasok


Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran
harga kepada petnasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan
berbagai syarat pembelian yang lain, untuk memungkinkan pemilihan pemasok yang
akan ditunjuk sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan. , sistem
akuntansi pembelian dibagi menjadi sebagi berikut:

a) Sistem Akuntansi Pembelian Dengan Pengadaan Langsung

pemasok dipilih langsung oleh fungsi pembelian, tanpa melalui penawaran


harga.

b) Sistem Akuntansi Pembelian Dengan Penunjukkan Langsung

dalam sistem ini pemilihan pemsok dilakukan oleh fungsi pembelian, dengan
terlebih dahulu dilakukan pengiriman permintaan penawaran harga kepada
paling sedikit tiga pemasok dan didasarkan pada perimbangan harga penaaran
dari para pemasok tersebut.

c) Sistem Akuntansi Pembelian Dengan Lelang

Pemilihan pemasok dilakukan oleh panitia lelang yang dibentuk melalui


lelang yang diikuti oleh pemasok yang jumlahnya terbatas. Prosedur
pemilihan pemasok dengan lelang ini dilakukan melalui beberapa tahap
berikut ini:

Pembuatan rerangka acuan (terms of reference), yang berisi uarian rinci


jenis, spesifikasi, dan jumlah barang yang akan dibeli melalui lelang.

Pengiriman rerangka acuan kepada para pemasok untuk kepentingan


pengajuan penawaran harga.

Penjelasan kepada para pemasok mengenai rerangka acuan tersebut.

Penerimaan penawaran harga dengan dilampiri berbagi persyaratan


lelang oleh para pemasok dalam amplop tertutup.

Pembukaan amplop penawaran harga oleh panitia lelangdidepan para


pemasok

Penetapan pemasok yang dipilih (pemegang lelang) oelh panitia lelang

3. Prosedur order pembelian


Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirimkan surat order pembetian kepada
pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam
perusahaan, mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan.

4. Prosedur penerimaan barang

Dalam prosedur ini fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis,


kualitas dan mutu barang yang diterima dari pemasok, dan kemudian membuat laporan
penerimaan barang untuk menyatakan peneriinaan barang dari pemasok tersebut.

5. Prosedur pencatatan utang

Dalam prosedur ini fungsi akuntansi memriksa dokumen-dokumen yang


berhubungan dengan pembelian dan menyelenggarakan pencatatan utang atau
mengarsipkan dokumen sumber sebagai catatan utang.

6. Prosedur distribusi pembelian

Prosedur ini meliputi distribusi rekening yang di debit dari transaksi pembelian
untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.

C. INFORMASI YANG DIBUTUHKAN


Informasi yang diperlukan oleh manajemen dari sistem akuntansi pembelian:
1. Jenis persediaan yang telah mencapai titik pemesanan kembali (reorder ponit)
2. Order pembelian yang telah dikirim kepada pemasok
3. Order pembelian yang telah dipenuhi oleh pemasok
4. Total saldo utang dagang pada tanggal tertentu
5. Saldo utang dagang kepada pemasok tertentu
6. Tambahan kuntitas dan harga pokok persediaan dari pembelian

D. DOKUMEN YANG DIGUNAKAN

Menurut Mulyadi (2001:303) dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi


pembelian adalah :

1. Surat permintaan pembelian

Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang untuk meminta
fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah, dan mutu seperti
yang tersebut dalam surat permintaan pembelian.

2. Surat permintaan penawaran harga


Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang
pengadaannya tidak bersifat berulang kali terjadi (tidak repetitif), yang menyangkut
jumlah rupiah pembelian yang besar.

3. Surat order pembelian

Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah
dipilih. Dokumen ini terdiri dari berbagai tembusan dengan fungsi sebagai berikut:

a) Surat Order Pembelian. Dokumen ini merupakan lembar pertama surat order
pembelian yang dikirimkan kepada pemasok sebagai order resmi yang
dikeluarkan oleh perusahaan.

b) Tembusan Pengakuan Oleh Pemasok. Tembusan surat order pembelian ini


dikirimkan kepada pemasok, dimintakan tanda tangan dari pemasok tersebut dan
dikirim kembali ke perusahaann sebagai bukti telah diterima dan disetujuinya
order pembelian, serta kesanggupan pemasok memenuhi janji pengiriman barang
seperti tersebut dalam dokumen tersebut.

c) Tembusan Bagi Unit Permintaan Barang. Tembusan ini dikirimkan kepada fungsi
yang meminta pembelian bahwa barang yang dimintanya telah dipesan.

d) Arsip Tanggal Penerimaan. Tembusan surat order pembelian ini disimpan oleh
fungsi pembelian menurut tanggal penerimaan barang yang diharapkan, sebaggi
dasar untuk mengadakan tindakan penyelidikan jika baarang tidak datang pada
waktu yang telah ditetapkan.

e) Arsip Pemasok. Tembusan surat order pemelian ini disimpan oleh fungsi
pembelian menurut nama pemasok sebagi dasar untuk mencari informasi
mengenai pemasok.

f) Tembusan Fungsi Penerimaan. Tembusan surat order pembelian ini dikirim ke


fungsi penerimaan sebagai otorisasi untuk menerima barang yang jenis,
spesifikasi, mutu, kuantitas, dan pemasoknya seperti tercantum dalam dokumen
tersebut. Dalam sistem penerimaan buta (blind receiving system), kolom kuantitas
dalam tembusan ini dblok hitam agar kuantitas yang dipesan yang dicantumkan
dalam surat order pembelian tidak terekam dalam tembusan yang dikirimkan ke
fungsi penerimaan. Hal ini dimaksudkan agar fungsi penerimaan dapat benar-
benar melakukan perhitungan dan pengecekan barang yang diterima dari
pemasok.

g) Tembusan Fungsi Akuntansi. Tembusan surat order pembelian dikirim ke fungsi


akuntansi sebagai salah satu dasar untuk mencatat kewajiba yang timbul dari
transaksi pembelian.
4. Laporan penerimaan barang

Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan bahwa barang
yang diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu dan kuantitas
seperti yang tercantum dalam surat order pembelian.

5. Surat perubahan order pembelian

Kadangkala diperlukan perubahan terhadap isi surat order pembelian yang


sebelumnya telah diterbitkan. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan kuantitas,
jadwal penyerahan barang, spesifikasi, penggantian atau hal lain yang bersangkutan
dengan perubahan bisnis. Biasanya perubahan tersebut diberitahukan kepada pemasok
secara resmi dengan menggunakan surat perubahan order pembelian.

6. Bukti kas keluar

Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi
pembelian. Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk
pembayaran utang kepada pemasok dan yang sekaligus berfungsi sebagai surat
pemberitahuan kepada kreditur mengenai maksud pembayaran.

E. CATATAN-CATATAN AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN

Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian


(Mulyadi,2001:308) adalah :

1. Register bukti kas keluar, Adalah suatu jurnal untuk mencatat utang yang timbul dari
pembelian.

2. Jurnal pembelian, Jika dalam pencatatan utang perusahaan menggunakan account


payable procedure, jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian
adalah jurnal pembelian.

3. Kartu utang, Jika dalam catatan utang perusahaan menggunakan account payable
procedure buku pembantu yang digunakan untuk mencatat utang kepada pemasok
adalah kartu utang.

4. Kartu persediaan, Dalam sistem akuntansi pembelian. Kartu persediaan ini


digunakan untuk mencatat harga pokok persediaan yang dibeli.

F. PROSEDUR PEMBELIAN
Prosedur pembelian dilaksanakan melalui beberapa bagian dalam perusahaan bagian-
bagian yang terkait dalam prosedur ini adalah bagian pembelian, penerimaan barang, hutang
dan gudang, menurut Mulyadi (2001:300) transaksi pembelian mencakup prosedur berikut
ini :

1. Pada saat persediaan bahan menunjukkan batas minimal fungsi gudang mengajukan
permintaan pembelian ke fungsi pembelian.

2. Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok.

3. Fungsi pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan
pemilihan pemasok.

4. Fungsi pembelian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih.

5. Fungsi penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok.

6. Fungsi penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada fungsi gudang untuk disimpan.

7. Fungsi penerimaan melaporkan penerimaan kepada fungsi akuntansi.

8. Fungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktor dari pemasok
tersebut fungsi akuntansi mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi
pembelian.

G. UNSUR PENGENDALIAN INTERN


Dalam perusahaan dibutuhkan pengendalian intern yang sangar bagus dalam melakukan
segala aktivitas kegiatan. Pengendalian ini dirancang sedemikian agar tercapainya tujuan yang
diharapkan. Tujuan pengendalian intern yaitu : menjaga kekayaan (persedian) dan kewajiban
perusahaan (utang dagang atau bukti kas keluar yang akan dibayar) menjamin ketelitian dan
keandalan data akuntansi (utang dan persediaan).
Pengendalain internal dapat melindungi aktiva dari pencurian, penggelapan,
penyalahgunaan, atau penempatan aktiva pada lokasi yang tidak tepat. Salah satu pelanggaran
palin serius terhadap penfendalian internal adalah penggelapan oleh karyawan.
Menurut Warren et al (2005:662) pengendalian intern adalah kebijakan dan prosedur
yang diterapkan perusahaan dengan tujuan menjaga aktiva, memastikan informasi bisnis yang
akurat, dan memastikan kepatuhan kepada hukum dan perundang-undangan.
Menurut Zaki Baridwan (2002:173) pengendalain intern adalah Pengendalain intern
ini meluputi struktur organisasi dan semua cara-cara serta alat-alat yang dikoordinasikan yang
digunakan dalam perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan,
memeriksa ketelitian, dan membantu menjaga dipatuhinya kebijaksanaan
manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Sedangkan menurut Mulyadi (2001:163) Unsur pengendalian intern yang
ada dalm distem akuntansi pembelian adalah untuk mencapai tujuan pokok pengendalian
intern akuntansi berikutnya ini : menjaga kekayaan (persediaan), dan kewajiban perusahaan
(utang dagang), menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi (utang dan persediaan).
Dari kedua definisi pengendalian intern di atas dapat disimpulkan bahwa
pengendalian intern bertujuan menjaga keamanan data perusahaan dengan lebih teliti dalam
hasil yang didapatkan.
Unsur pengendalian intern dalam sisem akuntansi pembelian menurut
Mulyadi (2001:313) terdiri dari organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan serta
praktek yang sehat.
1. Organisasi
Perancangan organisasi harus didasarkan pada unsur pokok sistem
pengendalian intern berikut ini :
a. Dalam organisasi harus dipisahkan tiga fungsi pokok berikut ini
fungsi operasi, fungsi penyimpanan dan fungsi akuntansi.
b. Tidak ada satupun transaksi yang dilaksanakan dari awal sampai
akhir hanya oleh satu orang atau fungsi saja. Hal ini dimaksudkan agar
selalu terjadi pengecekan intern (internal check) dalam pelaksanaan suatu
transaksi , sehingga kekayaan perusahaan terjamin keamaannya dan data
akuntanasi terjamin ketelitian dan keandalannya.
2. Sistem Otorisasi
Dalam organisasi, setiap transaksi keuangan terjadi melalui sistem otorisasi tertentu.
Tidak ada satupun transaksi yang terjadi yang tidak di otorisasi oleh yang memiliki wewenang
untuk itu. Otorisasi terjadinya transaksi dilakukan dengan pembubuhan tanda tangan leh
manager yang memiliki wewenang untuk itu, pada dokumen sumber atau dokumen
pendukung. Setiap transaksi yang terjadi dicatat melalui prosedur pencatatan tertentu. Maka
kekayaan perusahaan akan terjamin keamananya dan data akuntansi yang dicatat terjamin
keelitian dan keandalannya.
3. Praktik yang Sehat
Praktik yang sehat dalam organisasi terdiri dari penggunaaan formulir bernomor urut
tercetak, pemasok dipilik berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing dari berbagai
pemasok, barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan jika fungsi ini telah
menerima tembusan surat order pembelian , fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan
barang yang diterima dari pemasok dengan cara meghitung dan menginspeksi barang tersebut
dan membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian, terdapat pengecekkan
harga, syarat pembelian, dan ketelitian perkalian dalam faktur dari pemasok sebelum faktur
tersebut di proses untuk dibayar, catatan ini berfungsi sebagai buku
pembantu utaqng sevara periodik direkonsiliasi dengan syarat pembayaran guna mencegah
hilangnya kesempatan untuk memperoleh potongan tunai, bukti kas keluar beserta untuk
memperoleh potongan tunai, bukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap lunas
oleh fungsi pengeluaran kas setelah cek dikirimkan kepada pemasok.
Dari penjelasan diatas dapar disimpulkan bahwa dalam pengendalian intern sebuah
perusahaan itu setiap transaksi harus dilaksanakan oleh lebih dari satu orang atau lebih dari
satu fungsi, pencatatan ke dalam catatan akuntansi harus didasarkan atas dokumen sumber
yang dilampiri dengan dokumen pendukung yang lengkap. Dengan penggunaan unsur
sistem pengendalian untern tersebut, setiap pelaksanaan transaksi selalu akan tercipta internal
check yang mengakibatkan pekerjaan karyawan di cek ketelitian dan keandalannya oleh
karyawan yang lain.
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi pihak intern maupun ekstern perusahaan,
maka disusunlah system akuntansi. System ini direncanakan untuk menghasilkan informasi
yang berguna bagi pihak intern dan ekstern. System akuntansi ini dapat disusun oleh
perusahaan baik secara manual ataupun dapat diproses dengan menggunakan mesin-mesin.
Sistem Akuntansi adalah akuntansi suatu system yang dimulai dari mengidentifikasi,
mengumpulkan dan memberikan laporan untuk dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan agar dapat mengetahui atau mengevaluasi kondisi dan kegiatan ekonomi
perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi sangat membantu dalam pengambilan keputusan
manajemen pembelian, khususnya dalam memberikan informasi-informasi akuntansi yang di
gunakan dalam menentukan apakah pembelian bahan baku di lakukan secara tunai atau kredit.
Fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pembelian adalah:
1. Fungsi Gudang
2. Fungsi Pembelian
3. Fungsi Penerimaan
4. Fungsi Akuntansi

Jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian:

a. Prosedur permintaan pembelian


b. Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok
c. Prosedur order pembelian
d. Prosedur penerimaan barang
e. Prosedur pencatatan hutang
Catatan akuntansi yang di gunakan untuk mencatat transaksi pembelian:
a. Register bukti kas keluar
b. Jurnal pembelian
c. Kartu hutang
d. Kartu persediaan

DAFTAR PUSTAKA
Mulyadi. 2016. Sistem Akuntasi. Cetakan 2. Jakarta: Salemba Empat
Lutang, Ester. Sistem Akuntansi Pembelian. Terdapat dalam:
https://id.scribd.com/document/152032588/Sistem-Akuntansi-Pembelian (diakses
15/11/16 pukul 14:00 wita)