Anda di halaman 1dari 10

PENGOLAHAN DATA METODE GAYA BERAT

Andy Yanottama (F1D114008)

Abstract
Method of gravity is a geophysical method that is based on measurements of the
Earth's gravitational field variations based on the density of a rock in the area of
measurement. The principle of this method has the ability to extinguishing the mass density of
a material to the surrounding environment. Thus Spake subsurface structures can be known.
From the analysis of the gravity anomaly report the data, calculation results Obtained
CBA selanjut value in the data is the value of the CBA will be in if the Software Surfer 11 to
Obtain a map of Bouguer anomaly analysis. On the Bouguer anomaly map is presented, can
be interpreted in the measurement region have are relatively low density at an altitude of
-4515 to -4470 mGal by dominated by sedimentary rocks and igneous rock slightly at an
altitude of -4450 to -4440 mGal , This is Because The topography is the Lowest in the
Southeast and Northwest is getting into the higher topography of the area and it can be
interpreted that in this area there is a basin measurement. So that the general direction of the
rock structure is a Southeast-Northwest.
Keywords: Gravity Method, Density, CBA, Bouguer Anomaly.

Sari

Metode gaya berat merupakan metode geofisika yang didasarkan pada pengukuran
variasi medan gravitasi bumi yang didasarkan pada nilai densitas suatu batuan di daerah
pengukuran. Prinsip pada metode ini mempunyai kemampuan dalam membedakan rapat
massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan demikian struktur bawah
permukaan dapat diketahui.
Dari hasil analisis data laporan anomali gaya berat, didapatkan hasil perhitungan nilai
CBA yang selanjut di data nilai CBA tersebut akan di olah pada Sofware Surfer 11 untuk
mendapatkan suatu peta analisis anomali bouguer. Pada peta anomali bouguer yang disajikan,
dapat diinterpretasikan di daerah pengukuran tersebut relatif mempunyai densitas yang
rendah pada ketinggian -4515 hingga -4470 mGal dengan di dominasi oleh batuan sedimen
dan sedikit batuan beku pada pada ketinggian -4450hingga -4440 mGal. Hal ini dikarenakan
pada topografi yaitu terendah di Tenggara dan semakin ke Barat Laut topografi daerah
tersebut semakin tinggi dan dapat diinterpretasikan bahwa di daerah pengukuran ini terdapat
suatu cekungan. Sehingga arah umum dari struktur batuan tersebut adalah Tenggara-Barat
Laut.
Kata kunci: Metode Gaya Berat, Densitas, CBA, Anomali Bouguer.
1)
Teknik Pertambangan, Universitas Jambi. Email: andyyanottama@yahoo.com
I. PENDAHULUAN dan proses lanjutan. Proses dasar
Lapisan bumi paling luar terdiri mencakup seluruh proses berawal dari
dari lapisan kerak benua dan kerak nilai pembacaan alat lapangan sampai
samudera. Di dalam kedua kerak ini diperoleh konversi pembacaan
memiliki perbedaan densitas (kerapatan) gravitimeter ke nilai miligal (mgal),
massa yang sangat berpengaruh/rentan koreksi apungan, koreksi pasang surut,
terhadap medan gravitasi. Oleh sebab itu koreksi lintang, koreksi udara bebas,
terjadi variasi nilai percepatan gravitasi koreksi bouguer dan koreksi medan
(anomaly gravitasi). Percepatan gravitasi (terrain). Dalam pengolahannya, kita dapat
merupakan medan yang terjadi antara dua menentukan harga anomaly gravity dari
massa yang saling berinteraksi. Interaksi setiap titik data yang kita ukur. Harga
tersebut berupa adanya gaya tarik-menarik anomaly gravity tersebut disebabkan oleh
sehingga kedua benda mengalami adanya perbedaan densitas batuan di dalam
percepatan yang arahnya saling lapisan permukaan bumi, oleh karena itu
berlawanan. dalam koreksi bouguer dibutuhkan harga
Metode gaya berat (gravity densitas rata-rata. Densitas rata-rata ini
method) merupakan salah satu metode dapat ditentukan dengan menggunakan dua
geofisika yang bersifat pasif metode, yaitu metode Nettleton, dan
(memanfaatkan sumber yang alami) dan metode Parasnis.
didasari oleh hukum Newton untuk
II. TEORI DASAR
gravitasi universal. Metode ini
Metode gaya berat (gravity
memanfaatkan variasi densitas yang
method) merupakan metode geofisika yang
terdistribusi dalam lapisan tanah. Setiap
didasarkan pada pengukuran variasi medan
batuan/material mempunyai besar densitas
gravitasi bumi. Pengukuran ini dapat
yang berbeda-beda dan dapat
dilakukan dipermukaan bumi, dikapal
mempengaruhi terhadap variasi medan
maupun diudara. Dalam metode ini yang
gravitasi bumi, sehingga terjadi anomaly
dipelajari adalah variasi medan gravitasi
gravitasi.
akibat variasi rapat massa batuan dibawah
Pemrosesan data gravity yang
permukaan, sehingga dalam pelaksanaanya
sering disebut juga dengan reduksi data
yang diselidiki adalah perbedaan medan
gravity, secara umum dapat dipisahkan
gravitasi dari satu titik observasi terhadap
menjadi dua macam, yaitu proses dasar
titik observasi lainnya. Karena perbedaan
medan gravitasi ini relatif kecil maka alat
yang digunakan harus mempunyai
ketelitian yang tinggi.
Metode ini umumnya digunakan
dalam eksplorasi minyak untuk
Untuk menggunakan metode ini
menemukan struktur yang merupakan
dibutuhkan minimal dua alat gravitasi, alat
jebakan minyak (oil trap), dan dikenal
gravitasi yang pertama berada di base
sebagai metode awal saat akan melakukan
sebagai alat yang digunakan untuk
eksplorasi daerah yang berpotensi
mengukur pasang surut gravitasi, alat yang
hidrokarbon. Disamping itu metode ini
kedua dibawa pergi ke setiap titik pada
juga banyak dipakai dalam eksplorasi
stasiun mencatat perubahan gravitasi yang
mineral dan lain-lain. Meskipun dapat
ada.
dioperasikan dalam berbagai macam hal
Dalam suatu survei dengan
tetapi pada prinsipnya metode ini dipilih
menggunakan metode gravitasi
karena kemampuannya dalam
memanfaatkan nilai percepatan gravitasi di
membedakan rapat massa suatu material
area survei tersebut. Perubahan percepatan
terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan
pada satu titik dengan titik lain
demikian struktur bawah permukaan dapat
disekitarnya menandakan adanya
diketahui. Pengetahuan tentang struktur
perbedaan kandungan yang ada dibawah
bawah permukaan ini penting untuk
permukaan bumi. Namun perubahan yang
perencanaan langkah-langkah eksplorasi
terjadi relatif lebih kecil sehinga
baik itu minyak maupun mineral lainnya.
pengukuran metode gravitasi memerlukan
Eksplorasi metode ini dilakukan dalam
alat yang memiliki kepekaan tinggi, dan
bentuk kisi atau lintasan penampang.
alat tersebut adalah gravimeter.
Prinsip pada metode ini
mempunyai kemampuan dalam
Gravimeter
membedakan rapat massa suatu material
Gravimeter adalah suatu alat yang
terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan
digunakan dalam pengukuran gaya berat.
demikian struktur bawah permukaan dapat
Alat ini memiliki tingkat ketelitian yang
diketahui. Pengetahuan tentang struktur
cukup tinggi, karena dapat mengukur
bawah permukaan ini penting untuk
perbedaan percepatan gaya berat yang
perencanaan langkah-langkah eksplorasi
lebih kecil dari 0,01 mgal. Prinsip kerja
baik minyak maupun mineral lainnya.
gravimeter ini pada dasarnya merupakan r = jarak antara benda pertama
dan benda kedua (m)
suatu neraca pegas yang mempunyai
massa yang terkena gaya berat akan Dengan menggunakan rumus dasar

menyebabkan panjang pegas berubah. inilah maka survey geofisika metode


gravitasi dapat dilakukan, namun seperti
halnya metode geofisika lainnya, tentu saja
Gambar 1. Gravimeter
Dalam gravimeter terdapat massa metode ini memiliki koreksi. Koreksi
yang tergantung dalam sebuah pegas, dalam metode gaya berat adalah sebagai
sehingga jika densitas batuan bawah berikut :
permukaan berbeda akan menyebabkan
tarikan atau gaya yang berbeda pula. Pada
tempat yang memiliki kandungan batuan a) Koreksi baca alat/skala
Koreksi baca alat adalah
bawah permukaan dengan densitas yang
koreksi yang dilakukan apabila
lebih tinggi akan meyebabkan nilai
terjadi kesalahan dalam
gravitasi yang terukur lebih besar pula dan
pembacaaan alat gravitasi yang
begitu juga sebaliknya untuk densitas yang
digunakan. Rumus umum dalam
lebih rendah.
pembacaan alat dapat ditulis

Hukum Gravitasi Newton sebagai berikut :


Read (mGal) = ((Read
Pada dasarnya gravitasi adalah
(scale)-Interval) xCounter
gaya tarik menarik antara dua benda yang
Reading) + Value in mGal
memiliki rapat massa yang berbeda, hal ini
b) Koreksi pasang surut (tidal)
dapat diekspresikan oleh rumus hukum
Koreksi ini dilakukan untuk
Newton sederhana sebagai berikut :
menghilangkan pengaruh
m1 m2 gravitasi benda-benda di luar
F=G 2
r bumi seperti bulan dan matahari,
yang berubah terhadap lintang
dimana :
dan waktu. Untuk mendapatkan
F = besar gaya gravitasi antara
dua titik massa yang ada nilai pasang surut ini maka,
(Newton) dilihatlah perbedaan nilai
G=besar konstanta gravitasi gravitasi stasiun dari waktu ke
Newton (6673 x 10-11 Nm2/kg2)
waktu terhadap base. Gravitasi
m1 = massa benda pertama (kg)
terkoreksi tidal dapat ditulis
m2 = massa benda kedua (kg)
sebagai berikut :
gst =gs +t tidal pada stasiun-
1
dimana : TN = waktu pengukuran
gst = gravitasi stasiun akhir loop
terkoreksi pasang T 1 = waktu pengukuran
surut (tidal)
stasiun akhir awal
gs = gravitasi pada
T n = waktu pengukuran
pembacaan alat
stasiun ke-n
t = nilai koreksi pasang
Sehingga dapat dikatakan
surut (tidal)
bahwa gravitasi terkoreksi drift (g
std) adalah :
dimana :
g std (n) = gravitasi terkoreksi drift
c) Koreksi apungan (drift) pada stasiun ke-n
Koreksi apungan akibat
g st(n)= gravitasi terkoreksi tidal
adanya terdapat perbedaan pada stasiun ke-n
pembacaan gravity dari stasiun
yang sama pada waktu yang
berbeda, yang disebabkan karena d) Koreksi lintang
adanya guncangan pegas alat Koreksi ini dilakukan

gravimeter selama proses karena bentuk bumi yang tidak

transportasi dari suatu stasiun ke sepenuhnya bulat sempurna,

stasiun lainnya. tetapi pepat pada daerah ekuator


g ( ) + gst (1) dan juga karena rotasi bumi. Hal
D n= st n (T n +T 1)
T N +T 1
tersebut membuat ada perbedaan
nilai gravitasi karena pengaruh
dimana :
lintang yang ada di bumi. Secara
Dn = Drift pada stasiun
umum gravitasi terkoreksi lintang
ke-n dapat ditulis sebagai berikut :
gst ( n) = gravitasi g ( )=978031,8(1+0,005304 sin2 +0,0000059 s

terkonsentrasi dimana :
tidal pada stasiun- g ( ) = gravitasi
n
terkoreksi lintang (
gst (1) = gravitasi

terkonsentrasi
= sudut
g) Koreksi medan (Terrain
dalam radian)
Correction)
Koreksi medan untuk
e) Koreksi udara bebas (Free Air
mengakomodir ketidakteraturan
Correction)
Koreksi ini dilakukan untuk pada topografi sekitar titik
mengkompensasi ketinggian pengukuran. Pada saat
antara titik pengamatan dan pengukuran, elevasi topografi di
datum (mean sea level). Koreksi sekitar titik pengukuran, biasanya
ini dapat ditulis sebagai berikut : dalam radius dalam dan luar,
gFA =0,3086 x h
diukur elevasinya. Sehingga
dimana : koreksi ini dapat ditulis sebagai
gFA = gravitasi
berikut :
terkoreksi udara r 2 r 1+ r 21+ z 2
bebas ( r 22 + z 2)
h
= ketinggian TC ( mGal )=0,04191
n
permukaan dari
datum (msl) satuan dimana :
= density (Mgm-3)
meter
f) Koreksi Bouguer r 1 =compartment inner radius
Koreksi bouger dilakukan
untuk mengkompensasi pengaruh (m)
r 2 =compartment outer radius
massa batuan terdapat antara
stasiun pengukuran dan (mean sea (m)
n = lenght of zone
level) yang diabaikan pada
koreksi udara bebas. Koreksi ini
dapat ditulis sebagai berikut : III. METODOLOGI.
gB =0,04193 x x h
dimana:
gB Data Gravity
= gravitasi

terkoreksi bouguer PerhitunganAbsolute


= densitas batuan Gravity

(Mgm-3)
Menentukan : Time, Minute,
h = ketinggian dari atas Bacaan alat, Koreksi Tidal, g
terkoreksi tidal, g terkoreksi drift, grelatif
permukaan (meter) (g) dan gobs

Perhitungan koreksi medan


(inner zone) total
Menghitung Elevasi, Gobs, Lat
(deg),Perhitungan
Lat (rad), Ganomali
lintang, FAA,BC,
Kesimpulan gayaberat
TCAnalisis
Menghitung
total, hasilTc
serta
sampai data
CBA
CBA
IV.HASIL DAN PENGOLAHAN DATA

Tabel 1. Data Akhir Analisa CBA

Gambar 2. Peta Hasil Analisis Anomali


Bouguer
yang ditunjukkan oleh skala peta berwarna
merah, yang dapat diinterpretasikan bahwa
itu adalah suatu intrusi batuan beku.
Sesuai dengan analisis dan studi
literatur bahwa batuan yang memiliki
densitas rendah memiliki nilai porositas
yang tinggi pula. Sehingga jika porositas
dihubungkan dengan permeabilitas, maka
Gambar 3. Peta Anomali Bauguer Daerah menurut hukum Darcy, bahwa porositas
Gunung Merapi-Merbabu dan Sekitarnya berbanding lurus dengan permeabilitas.
Hal ini berarti jika suatu batuan dengan
V. ANALISIS porositas yang tinggi maka
Dalam menentukan jenis batuan permeabilitasnya juga tinggi. Sehingga
pada data laporan anomali gaya berat dapat diinterpretasikan bahwa di daerah
(gravity method) ini didasarkan pada nilai pengukuran ini terdapat suatu cekungan.
densitas batuan tersebut. Pengukuran Hal ini dikarenakan pada topografi
dengan metode gaya berat ini didasarkan di daerah pengukuran ini dengan
pada pengukuran medan gravitasi untuk ketinggian terendah di Tenggara daerah
mengetahui nilai densitas pada daerah pengukuran, semakin ke Barat Laut
pengukuran. ketinggian daerah tersebut semakin naik
Dari hasil analisis anomali Bouguer (tinggi). Sehingga dapat pula diketahui
ini, bahwa data laporan anomali gaya berat arah struktur batuan di daerah pengukuran
yang disajikan pada Gambar 2. Peta tersebut yaitu arah Tenggara-Barat Laut.
Hasil Analisis Anomali Bouguer dapat Sedangkan pada hasil analisis
diinterpretasikan di daerah pengukuran anomali Bouguer, pada Gambar 3. Peta
tersebut relatif mempunyai densitas yang Anomali Bauguer Daerah Gunung
rendah merata dan juga diinterpretasikan Merapi-Merbabu dan Sekitarnya yang
daerah tersebut di dominasi oleh batuan di dapat dari literatur jurnal, didaerah
sedimen yang ditunjukkan oleh skala peta penelitian jurnal tersebut mempunyai
berwarna ungu sampai biru kehijauan kecenderungan nilai densitas yang tinggi
dengan kedalaman (-4515 mGal sampai di bagian Selatan dan terus menurun di
-4470 mGal). Dan juga terdapat sedikit bagian Utara dengan densitas yang rendah.
batuan beku pada ketinggian (-4450 mGal Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat
hingga -4440 mGal) di arah Barat Laut struktur regional yang mengontrol daerah
penelitian jurnal adalah struktur subduksi - Nilai g koreksi lintang
dibagian Selatan. Sehingga didapatkan
2. Penentuan nilai CBA dan
arah struktur berada di arah Selatan-Utara.
pembuatan peta CBA dibutuhkan
Dari peta anomali Bouguer yang
nilai g yang telah dilakukan
terdapat pada jurnal penelitian ini
perhitungan koreksi dan titik
menunjukkan bahwa terdapat anomali
koordinat pengambilan data.
perbedaan skala warna yang signifikan
menjadi skala warna merah pada puncak
DAFTAR PUSTAKA
gunung Merapi dan Merbabu yang dapat
Jaenudin. 2012. Laporan Akhir
diinterpretasikan ini merupakan satuan
Praktikum Geofisika II Gravity
batuan beku dari hasil pembekuan magma
Method. UNPAD : Bandung.
yang keluar dari kawah gunung Merapi
Purwansah, Basdar. 2012.
dan Merbabu tersebut.
https://basdargeophysics.wordpre
ss.com/2012/08/29/gravity-
VI. KESIMPULAN
method-metode-gaya-berat/.
Dari hasil analisis metode gaya
Sarkowi, Muh. 2010. Interpretasi
berat yang dilakukan dapat disimpulkan :
Struktur Bawah Permukan
1. Dalam melakukan koreksi data
Daerah Gunung Merbabu
gaya berat dan magnetik,
Merapi Berdasarkan Permodelan
dibutuhkan data sebagai berikut :
3D Anomali Bouguer. UNILAM :
- Nilai gread : baca alat
- Nilai koreksi tidal pada tiap titik Bandar Lampung.
- Nilai koreksi drift pada tiap titik
Wahyudi, Eko. 2011. Introduction to
- Nilai grelatif
- Nilai gobs Gravity Method. ITB : Bandung.
- Nilai Koreksi Medan (Terrain)

Anda mungkin juga menyukai