Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang didasarkan pada suatu masalah yang
memerlukan solusi yang tepat. Sehingga setiap melakukan penelitian harus mempunyai
masalah penelitian yang harus dipecahkan. Perumusan masalah ini bukanlah perkara yang
mudah, termasuk bagi peneliti-peneliti yang sudah berpengalaman. Namun pada
dasarnya, masalah selalu ada di lingkungan sekeliling kita. Pemecahan masalah yang
dirumuskan dalam penelitian sangat berguna untuk mengatasi kebingungan kita akan
suatu hal dan untuk mengatasi rintangan atau untuk menutup celah antara kegiatan
ataupun fenomena. Oleh karena itu peneliti harus memilih suatu masalah bagi
penelitiannya, dan merumuskannya untuk memperoleh jawaban terhadap masalah
tersebut. Sebab perumusan masalah sendiri merupakan hulu dari penelitian, dan
merupakan langkah yang penting serta pekerjaan yang sulit dalam penelitian ilmiah.
Karena pentingnya perumusan masalah dalam sebuah penelitian tersebut maka kami
membuat makalah dengan bahasan perumusan masalah penelitian (research question).

B. Rumusan Masalah
1. Apakah definisi dari masalah penelitian dan perumusan masalah?
2. Bagaimana cara mengidentifikasi masalah penelitian ?
3. Bagaimana ciri-ciri masalah yang baik dan perumusan masalah yang baik?
4. Bagaimanakah cara memperoleh masalah?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui definisi masalah penelitian dan perumusan masalah.
2. Untuk mengetahui cara mengidentifikasi masalah penelitian.
3. Untuk mengetahui ciri-ciri masalah yang baik dan perumusan masalah yang baik.
4. Untuk mengetahui cara memperoleh masalah.

1
BAB II

PEMBAHASAN
A. Definisi Masalah Penelitian dan Perumusan Masalah
Pada dasarnya penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang
antara lain dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian
yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari sebuah masalah. Permasalahan dapat
diartikan sebagai suatu hambatan atau sesuatu yang menghalangi tercapainya tujuan.
Permasalahan dapat pula diartikan sebagai suatu target yang telah ditetapkan oleh
peneliti, tetapi karena sesuatu hal target tersebut tidak dapat tercapai. Sesuatu yang
menyebabkan tidak tercapainya taget tersebut adalah masalah. Selain itu permasalahan
juga dapat diartikan sebagai jarak antara yang diharapkan (kondisi ideal) dengan
kenyataan yang ada (realitas).1
Sehingga secara garis besar masalah penelitian dapat diartikan sebagai berikut:
1. Kesulitan yang dirasakan oleh orang awam maupun peneliti, sehingga perlu
ditemukan jawabannya.
2. Pertanyaan tentang suatu problematik yang timbul dari kesenjangan antara kenyataan
dengan teori/fakta empirik penelitian terdahulu, yang memungkinkan untuk diberikan
satu atau lebih jawaban.
3. Suatu rumusan kalimat interogatif mengenai hubungan antara dua variabel atau lebih
yang belum terjawab dengan teori atau penelitian yang ada.

Langkah berikutnya bila masalah telah ditemukan, maka perlu dibuat daftar
pertanyaan atau perumusan masalah (research question) yang bersumber dari fokus
masalah yang telah dipilih, karena masalah yang ditemukan dapat dijadikan inisiatif
pembuatan pertanyaan terhadap masalah yang akan diteliti. Perumusan masalah atau
research questions atau disebut juga sebagai research problem diartikan sebagai suatu
rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena, baik dalam kedudukannya sebagai
fenomena mandiri, maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait
di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya, baik sebagai penyebab maupun
sebagai akibat. Dalam sumber lain rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang
akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.
1

2
Dari berbagai pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa rumusan masalah
adalah suatu rumusan yang menyatakan tentang pertanyaan-pertanyaan dari masalah-
masalah yang telah dipilih/dibatasi dan perlu dijawab dalam sebuah penelitian. Adapun
tujuan dari pemilihan serta perumusan masalah adalah untuk:
1. Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseorang
2. Memuaskan perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal yang baru
3. Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya
atau dasar untuk penelitian selanjutnya.
4. Memenuhi keinginan sosial
5. Menyediakan sesuatu yang bermanfaat

B. Langkah-Langkah Mengidentifikasi Masalah Penelitian


Dalam memilih permasalahan penelitian akan lebih mudah jika para peneliti
memperhatikan beberapa langkah-langkah berikut. Pertama, para peneliti hendaknya
dapat mengidentifikasi cakupan luas atau general wilayah dari permasalahan, misalnya
bidang teknologi pendidikan, bidangan pengembangan bahan ajar, bidang pengembangan
model-model atau strategi pengajaran. General area ini selanjutnya dapat digunakan
sebagai acuan dalam mencari akar permasalahan maupun sebagai latar belakang yang
relevan terhadap masalah yang hendak diteliti. Ruang lingkup yang luas tersebut
kemudian dikhususkan untuk mencari apakah permasalahan tersebut sering muncul dan
dapat pula dinilai secara kasar kemanfaatannya bagi ilmu yang bersifat umum maupun
bagi masyarakat pemakai.
Sebagai contoh seorang peneliti akan melakukan penelitian terhadap intensitas
penggunaan alat peraga matematika dan pemeliharaannya. Cakupan luas dari alat peraga
matematika adalah teknologi pendidikan yang melibatkan media pembelajaran maupun
teknologi informasi. Hal ini berarti untuk mengetahui informasi yang lebih luas tentang
permasalahan, peneliti dapat melakukan eksplorasi bidang ilmu teknologi pendidikan.
Kedua, peneliti dapat mengambil langkah mempersempit permasalahan sehingga
menjadi permasalahan yang dapat diteliti atau researchable problem. Langkah
mempersulit ini diperlukan karena beberapa alasan berikut: (a) tidak semua
permasalahan dapat diteliti; (b) permasalahan yang terlalu luat dan sulit diukur; (c)

3
permasalahan yang terlalu sempit bukan masalah penelitian tetapi hanya problem solving
yang dapat dipecahkan secara langsung.2
Langkah selanjutnya setelah mengidentifikasi masalah adalah merumuskan dalam
bentuk pernyataan yang sesuai dengan metode penelitian yang digunakan. Untuk
penelitian deskriptif, sejarah dan survei, masalah yang hendak diteliti dirumuskan dalam
bentuk pertanyaan. Karena dalam jenis-jenis penelitian tersebut variabel penelitian tidak
diidentifikasi secara rinci.
Adapun contoh bentuk permasalahan yang dirumuskan dalam pernyataan atau
pertanyaan, adalah sebagai berikut:3
(1) Apakah terdapat perbedaan kemampuan visualisasi ruang geometri antara siswa yang
belajar pada kelas A1, A2 dan A3, ditinjau dari: a) Keseluruhan, b) Kategori
kemampuan matematika siswa dengan kategori T, S, dan R?
(2) Bagaimanakah keterkaitan antara kemampuan matematika dengan kemampuan visualisasi
ruang geometri siswa?
(3) Apakah kemampuan matematika memberikan pengaruh terhadap kemampuan visualisasi
ruang geometri siswa ?
Apabila penelitian yang dipilih termasuk penelitian jenis ex-postfacto,
eksperimen dan kuasi eksperimen, maka pertanyaan penelitian biasanya digantikan
dengan menggunakan pernyataan hipotesis penelitian. Adapun bentuk permasalahan
yang dirumuskan dalam bentuk hipotesis penelitian dapat dilihat pada contoh berikut ini:
(1) Tidak ada perbedaan signifikan antara prestasi belajar siswa yang diajar dengan
menggunakan metode konvensional (ceramah dan mencatat) dengan prestasi belajar
siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran kooperatif.
(2) Ada hubungan positif dan signifikan antara kemampuan pemecahan masalah
(problem solving) siswa dengan latar belakang pendidikan orang tua siswa.
(3) Ada pengaruh signifikan antara tenaga guru yang dihasilkan oleh LPTK terakreditasi
A dengan tenaga guru yang dihasilkan LPTK terakreditasi B.

C. Ciri-ciri Masalah yang Baik dan Perumusan Masalah yang Baik

4
D. Cara Memperoleh Masalah
Masalah merupakan kesenjangan antara harapan akan sesuatu yang seharusnya
ada (das Sollen) dengan kenyataan yang ada (das sein). Misalnya, kesenjangan antara
luapan jumlah lulusan SMA (das sein) dengan harapan akan kemampuan perguruan
tinggi menampung lulusan itu (das Sollen).\
Untuk meningkatkan kemampuan melihat suatu masalah yang perlu diteliti, ia
harus giat mencari masalah dari sumber-sumbernya. Adapun hal-hal yang dapat menjadi
sumber masalah, terutama adalah sebagai berikut:
1. Bacaan
Seorang peneliti harus rajin membaca, terutama jurnal-jurnal penelitian atau laporan
penelitian. Hal tersebut merupakan salah satu cara untu mendapatkan sumber masalah
dalam penelitian, karena laporan penelitian yang baik tentu akan mencantumkan
rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut dengan arah tertentu.
2. Seminar, diskusi dan pertemuan ilmiah
Diskusi, seminar dan pertemuan ilmiah ini juga merupakan sumber masalah penelitian
yang cukup kaya, karena pada umumnya dalam pertemuan ilmiah para peserta melihat
hal-hal yang dipersoalkan secara profesional. Dengan kemampuan profesional para
ilmuwan, peseta dapat melihat, menganalisis, menyimpulkan dan mempersoalkan hal-
hal yang dijadikan pokok pembicaraan. dengan demikian mudah sekali muncul
masalah-masalah yang memerlukan penggarapan melalui penelitian.
3. Pernyataan dari orang yang memiliki otoritas
Pernyataan pemegang otoritas, baik pemegang otoritas pemerintahan maupun bidang
ilmu tertentu dapat menjadi sumber masalah penelitian. Misalnya, pernyataan seorang
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai rendahnya daya serap murid-murid
SMA, atau pernyataan seorang Direktur Jendral Pendidikan Tinggi tentang kecilnya
daya tampung perguruan tinggi, dapat secara langsung mengundang berbagai
permasalahan dalam penelitian.
4. Pengamatan sekilas
Sering kali terjadi, seorang menemukan masalah penelitiannya dalam suatu perjalanan
atau peninjauan. Ketika berangkat dari rumah sama sekali tidak ada rencana untuk
mencari masalah penelitian, tetapi ketika menyaksikan hal-hal tertentu dilapangan
munculah pertanyaan-pertanyaan yang akhirnya terkristalisasikan dalam masalah

5
penelitian. Misalnya, seorang ahli pendidikan dapat menemukan masalahnya, ketika
dia menyaksikan kualitan pendidikan yang ada disekitarnya.
5. Pengalaman pribadi
Pengalaman pribadi sering pula menjadi sumber ditemukannya sebuah masalah
penelitian. Misalnya, dalam ilmu pendidikan, mungkin pengalaman pribadi itu
berkaitan dengan sejarah perkembangan dan pengalaman pribadinya saat duduk di
bangku sekolah maupun perguruan tinggi.
6. Perasaan dan ilham
Tidak jarang terjadi, masalah penelitian itu muncul dalam pikiran ilmuwan pada pagi
hari setelah bangun tidur atau pada saat saat setelah menunaikan ibadah.

6
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan materi mengenai identifikasi masalah dan perumusan masalah,
maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. H
2. J
3.
B. Saran