Anda di halaman 1dari 10

METODE MAGNETIK

Andy Yanottama (F1D114008)

Abstract
Magnetic method based on measuring variations in the magnetic field intensity at the
Earth's surface caused by variations in the distribution of the object that has a magnetic
susceptibility below the earth's surface. Processing of the data on the magnetic method
includes a correction data processing diurnal (daily variation correction), the value of the
magnetic anomaly of observation (Tobs), and data processing to obtain T to be displayed in
a total magnetic intesity map (TMI).
The map display anomaly from the color on the map that corresponding the color scale,
the map also used to determined sub surface reaction profile by drawing a line section on the
map. Subsurface reaction profile used as semi quantitative interpretation to determine the
shape and depth of the material or rock that has a magnetic susceptibility.

Keywords: Magnetic Method, Total Magnetic Intesity Map, Magnetic Susceptibility

Sari

Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan magnetik di


permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda yang memiliki
kerentanan magnet di bawah permukaan bumi. Pengolahan data pada metode magnetik
meliputi pengolahan data koreksi diurnal (koreksi variasi harian), nilai anomali magnetik
observasi (Tobs), dan pengolahan data untuk memperoleh T yang akan ditampilkan dalam
suatu Peta Intensitas Magnetik Total (TMI).
Peta menampilkan anomaly dari warna pada peta sesuai dengan skala warna
yang ada, selain itu peta digunakan untuk menentukan profil reaksi bawah permukaan
dengan menarik garis pada peta. Profil reaksi bawah permukaan digunakan sebagai
interpretasi semi kuantitatif untuk mengetahui bentuk dan kedalaman bahan atau batuan yang
memiliki kerentanan magnetik.

Kata kunci: Metode Magnetik, Peta Intensitas Magnetik Total Densitas, Kerentanan
Magnetik

1)
Teknik Pertambangan, Universitas Jambi. Email: andyyanottama@yahoo.com
I. PENDAHULUAN magnetik terlihat dari variasi pada medan
Geofisika merupakan bagian dari magnet di bumi yang diakibatkan oleh
ilmu bumi dengan menggunakan prinsip perubahan struktur geologi di bawah
fisika. Geofisika digunakan untuk permukaan atau perbedaan kandungan
mengetahui kondisi bawah permukaan magnetik batuan dekat permukaan (near
bumi yang melibatkan pengukuran surface rocks).
permukaan dari parameter fisika yang
II. TEORI DASAR
dimilki oleh batuan yang ada di bawah
A. Konsep Teori Geomagnetik
permukaan bumi. Metode fisika umumnya
Metode magnetik didasarkan pada
dibagi menjadi metode aktif dan pasif.
pengukuran variasi intensitas medan
Metode aktif adalah suatu metode yang
magnetik di permukaan bumi yang
dilakukan dengan membuat medan buatan
disebabkan oleh adanya variasi distribusi
kemudian mengukur resons yang
benda yang memiliki kerentanan
dilakukan oleh bumi. Sedangkan metode
(suseptibilitas) magnet di bawah
pasif adalah suatu metode yang digunakan
permukaan bumi. Variasi yang terukur
untuk mengukur medan alami yang
anomali berada dalam latar belakang
dipancarkan oleh bumi. Dalam hal ini
medan yang relatif besar. Variasi intensitas
medan buatan adalah suatu getaran atau
medan magnetik yang terukur kemudian
gelombang yang dapat menimbulkan suatu
ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan
respon seperti ledakan dinamit, pemberian
magnetik di bawah permukaan, yang
arus listrik, dan lain-lain.
kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan
Metode magnetik sendiri adalah
keadaan geologi yang mungkin. Metode
salah satu metode digunakan dalam teknik
magnetik memiliki latar belakang fisika
geofisika yang berdasarkan anomali
berdasarkan kepada teori potensial,
geomagnetik yang diakibatkan suatu oleh
Sehingga sering disebut sebagai metoda
perbedaan kontras suseptibilitas atau
potensial. Dalam metode magnetik harus
permeabilitas magnetik jebakan dari
mempertimbangkan variasi arah dan besar
daerah magnetik di sekelilingnya.
vektor magnetisasi. Data pengamatan
Investigasi anomali medan magnet
magnetik lebih menunjukan sifat residual
bumi dihasilkan dari kandungan magnetik
yang kompleks. Dengan demikian, metode
pada batuan yang terdapat di bawah
magnetik memiliki variasi terhadap waktu
permukaan, baik itu dari suseptibilitas
jauh lebih besar. Pengukuran intensitas
magnetik dan magnetik remanent. Prospek
medan magnetik bisa dilakukan melalui material sebagai akibat dari pengaruh
darat, laut dan udara. Metode magnetik medan magnet luar yang
sering digunakan dalam eksplorasi melingkupinya. Intesitas magnetisasi
pendahuluan minyak bumi, panas bumi, (I) didefinisikan sebagai momen
dan batuan mineral serta bisa diterapkan magnetik M per unit volume :
pada pencarian prospeksi benda-benda
arkeologi.
B. Gaya Magnetik F. Suseptibilitas Magnetik
Apabila terdapat dua buah kutub Metode magnetik dalam aplikasi

magnetik m1 dan m2 yang berjarak r (cm), Geofisika akan tergantung pada

maka akan terjadi gaya Coloumb sebesar : pengukuran yang akurat dari anomali
medan geomagnetik lokal yang dihasilkan
oleh variasi intensitas magnetisasi dalam
Dengan 0 adalah permeabilitas formasi batuan. Intensitas magnetik pada
medium dalam ruang hampa, tidak batuan sebagian disebabkan oleh induksi
berdimensi dan berharga satu (Telford dari magnet bumi dan yang lain oleh
et.al,1976). adanya magnetisasi permanen. Intensitas
C. Medan Magnetik
Kuat medan (H) adalah gaya pada dari induksi geomagnet akan bergantung
suatu kutub magnetik (m) jika diletakkan pada suseptiblitas magnetik batuannya dan
pada titik dalam medan magnrtik yang gaya magnetnya., serta intensitas
merupakan hasil dari kuat kutub m permanennya pada sejarah geologi batu
(Telford et.al,1976). tersebut.
Intensitas magnetik dalam suatu
material tergantung pada medan eksternal
D. Momen Magnetik (H) dan suseptibilitas magnetik (k) batuan
Di alam, kutub magnet selalu
atau mineral tersebut :
berpasangan atau disebut dipole (kutub+
dan kutub-), yang dipisahkan oleh jarak I.
G. Medan Magnet Bumi
Momen magnetik (M) didefinisikan
sebagai : Medan magnet bumi dapat
dibayangkan seperti suatu lapisan
E. Intesitas Magnetik polarisasi yang seragam. Magnetik Kutub
Intensitas magnetisasi adalah besaran
Utara medan medannya adalah vertical
yang menyatakan seberapa intesitas
yang bergerak Inward dan Magnetik Kutub
keteraturan atau kesearahan arah
momen-momen magnetik dalam suatu
Selatan juga bergerak vertical yang Medan Magnetik Total (F), yaitu
bergerak Outward. besar dari vector medan magnetik
total.
Arah pergerakan medan adalah
menuju permukaan bumi sehingga terjadi Medan magnet utama bumi
suatu perubahan dari vertical ketika di berubah terhadap waktu. Untuk
Kutub Utara yang mana bergerak secara menyeragamkan nilai%nilai medan utama
Inward, kemudian menjadi Horizontal magnet bumi, dibuat standar nilai yang
yang bergerak secara Northward ketika di disebut International Geomagnetiks
Equator dan akhirnya berubah vertical Reference Field (IGRF) yang diperbaharui
yang bergerak secara Outward ketika di setiap 5 tahun sekali. Nilai-nilai IGRF
Kutub Selatan. tersebut diperoleh dari hasil pengukuran
rata%rata pada daerah luasan sekitar 1 juta
Medan magnet bumi
km2 yang dilakukan dalam waktu satu
terkarakterisasi oleh parameter fisis atau
tahun. Medan magnet bumi terdiri dari tiga
disebut juga elemen medan magnet bumi
bagian :
yang dapat diukur yaitu meliputi arah dan
intensitas kemagnetannya. Parameter fisis 1) Medan magnet utama (main field)
tersebut meliputi :
Medan magnet utama dapat
Deklinasi (D), yaitu sudut antara didefinisikan sebagai medan rata
utara magnetik dengan komponen %rata hasil pengukuran dalam
horizontal yang dihitung dari utara jangka waktu yang cukup lama
menuju timur. mencakup daerah dengan luas lebih
dari 10 km2.
Inklinasi (I), yaitu sudut antara
medan magnetik total dengan 2) Medan magnet luar (external field)
bidang horizontal yang dihitung
Pengaruh medan magnet
dari bidang horizontal menuju
luar berasal dari pengaruh luar
bidang vertical kebawah.
bumi yang merupakan hasil
Intensitas Horizontal (H), yaitu ionisasi di atmosfer yang

besar dari medan magnetik total ditimbulkan oleh sinar ultraviolet

pada bidang horizontal. dari matahari. Karena sumber


medan luar ini berhubungan
dengan arus listrik yang mengalir
dalam lapisan terionisasi di
atmosfer, maka perubahan medan
ini terhadap waktu jauh lebih cepat. Koreksi Diurnal

3) Anomali Utama Magnet

Medan utama magnetik Diubah waktu ke dalam menit

bumi (main field) dan medan


magnet benda penyebab anomali Dihitung t0 :
waktu (menit) waktu (menit) awal
medan magnet memberikan
sumbangan dalam medan magnet
Plot time-t0 vs koreksi diurnal
total bumi sehingga medan magnet
total bumi pun berubah (Blakely,
1995). Plot data residu

III. METODOLOGI. Dihitung koreksi diurnal rata-rata, koreksi diurna

Adapun Metodologi yang


Plot koreksi diurnal2
dilakukan untuk melakukan analisa
Metode Magnetik, sebagai berikut :
- Langkah 1 Add trendline dan pilih persamaan polynomia

Data

- Langkah 2
Grafik 2. Kurva Diurnal Terkoreksi
Data
TVH
400
TVH
Nilai Anomali Magnetik 300
Polynomial
200 (TVH)
100
Dihitung nilai : f(x)0= 0x^4 - 0x^3 + 0.04x^2 - 2.34x + 12.59
0 200 400
Tobs = nilai rata-rata T -100
Tvh = persamaan polynomial langkah 1
T = Tobs - TIGRF - Tdiurnal Grafik 3. Kurva T Variasi Harian

UTM
Plot kontur Peta Anomali pada software GoldenSurfer X UTM Y T
-
35323 91673 405.10
3 61 1
Selesai 35327 91673 76.069
9 35 1
-
35333 91673 97.565
6 29 4
-
IV. HASIL DAN PENGOLAHAN 35331 91672 13.764
5 79 3
DATA
35328 91672 103.80
2 34 53
Diurnal (T-To) 35326 91671 269.46
1 83 24
60000 35321 91671 25.255
40000 Diurnal 9 50 19
-
20000 35321 91670 147.10
8 98 3
0
0 100 200 300 400 -
35320 91670 141.90
8 48 2
Grafik 1. Ploting Kurva Diurnal 35322 91670 -
9 01 44.098
-
Diurnal terkoreksi 35317 91670 114.65
8 08 1
45600 -
45400 T-To vs Diurnal 35314 91669 128.18
(update) 0 74 7
45200
35314 91669 -
45000
4 21 48.671
44800 35312 91668 -
0 200 400
2 73 54.733
1 3
35311 91668 35328 91663 278.08
6 17 -71.34 1 95 02
- 35333 91664 1098.2
35309 91667 73.862 1 09 67
1 71 8 35338 91664 1741.7
- 5 09 47
35309 91667 82.181 35343 91664 1552.2
4 18 6 7 12 15
- 35348 91664 438.84
35304 91666 37.121 8 01 53
7 95 3 35350 91663 94.608
- 3 50 67
35301 91666 24.731 35352 91663 153.13
1 57 5 2 02 83
- 35357 91663 219.73
35297 91666 28.693 4 11 3
7 19 3 35362 91663 297.84
35295 91665 5.8286 1 35 51
1 75 67 -
35296 91665 131.55 35365 91663 81.550
3 25 25 2 77 5
35294 91664 85.914 35369 91664 268.32
2 76 3 6 08 66
35293 91664 130.59 35373 91664 1073.1
5 23 94 8 41 01
35293 91663 23.291 35376 91664 -
1 70 4 9 84 584.94
35292 91663 34.959 35381 91665 -
1 18 45 2 14 790.84
35297 91663 - -
1 09 83.718 35381 91665 65.649
35302 91662 - 9 64 2
0 89 55.685 Tabel 1. Data Peta TMI
-
35307 91662 160.93
2 78 2
-
35311 91663 15.349
4 18 6
35314 91663 -
9 50 68.698
35317 91663 196.36
5 04 05
-
35320 91662 460.50
8 62 5
-
35324 91662 362.09
7 97 5
35325 91663 -
6 48 229.04 Gambar 1. Peta TMI
Rangkaian pengolahan data yang
dilakukan pada metode magnetik ini yaitu
meliputi pengolahan data koreksi diurnal
(koreksi variasi harian), Pengoalahan data
nilai anomali magnetik observasi (Tobs),
dan pengolahan data untuk memperoleh
T yang melibatkan TIGRF untuk
Gambar 2. Garis Penampang Profile.1
mengetahui nilai IGRF pada posisi tertentu
Peta TMI dari Arah Timur Laut ke Barat
di permukaan bumi.
Daya
Berdasarkan interpretasi Peta TMI
(total magnetic intesity) didapatkan
persebaran nilai intensitas medan magnetik
ditunjukkan dalam bentuk skala warna,
dengan nilai intensitas medan magnetik
Gambar 3. Garis Penampang Profile.2
terendah yaitu (-800Tesla) berada pada
Peta TMI dari Arah Barat Laut ke
skala warna ungu kebiruan dan nilai
Tenggara
intensitas medan magnetic tertinggi yaitu
(1800Tesla) ditandai oleh warna merah.
V. ANALISIS
Interpretasi anomali yang di
Berdasarkan hasil pengolahan data
tampilkan pada peta dapat dilihat pada
pada metode magnetik, yang nantinya
bagian arah Selatan dengan titik koordinat
bertujuan untuk menginterpretasi suatu
UTM X = 353400 dan UTM Y = 9166400
Peta TMI (total magnetic intesity). Pada
yang memiliki intensitas medan mangnet
metode magnetik ini didasarkan
yang tinggi dan dengan komposisi di
pengukuran variasi intensitas medan
dominasi oleh mineral-mineral logam.
magnetik di permukaan bumi yang
Dari interpretasi letak anomali pada Peta
disebabkan oleh adanya variasi distribusi
TMI tersebut, diketahui pula struktur yang
benda termagnetisasi di bawah permukaan
terdapat pada daerah tersebut memiliki
bumi (suseptibilitas). Variasi intensitas
arah umum utara-selatan hingga timur
medan magnetik yang terukur kemudian
laut-barat daya. Selain memperoleh suatu
ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan
Peta TMI, maka diperoleh pula hasil
magnetik di bawah permukaan, yang
berupa interpretasi respon (semi
kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan
kuantitatif) yang berupa (line section)
keadaan geologi yang mungkin.
sayatan bawah permukaan yang
ditampilkan berupa Profile.1 dari arah memasukkan waktu pengamatan
Timur Laut ke Barat Daya dan Profile.2 kedalam persamaan polinomial orde 4
dari arah Barat Laut ke Tenggara. Dari yang dihasilkan dari loting antara ave
Profile.1 ditampilkan bahwa dari arah diurnal dan T-T0.
6. Anomali magnetik dihitung dengan
Timur Laut semakin menuju ke Barat
cara menjumlahkan nilai Tobs, Tvh dan
Daya menunjukan kenaikan nilai elevasi
Tigrf yang telah dihasilkan kemudian
hingga 1500 m dan penambahan jarak
nilai anomali magnetik di plot
hingga 1200 m dari sayatan bawah
kedalam peta kontur menggunakan
permukaan tersebut yang berarti pada
aplikasi surfer untuk melihat sebaran
daerah tersebut memiliki suseptibilitas
dan reaksi bawah permukaannya.
yang tinggi yang didasarkan pada Peta
TMI. Jika dibandingkan dengan Profile.2
DAFTAR PUSTAKA
dari arah Barat Laut ke Tenggara
Aqidah, Nurul. 2011. Metode Magnetik.
menunjukan kenaikan nilai elevasi yang
https://www.academia.edu/6206999/L
tidak begitu signifikan yaitu 750 m dengan
aporan_metode_magnet. Diakses pada
jarak sekitar 1400 m sehingga di daerah
(23 Februari 2017).
tersebut tidak terlalu memiliki
Kahfi, Rian Arifan, dkk. 2008. Identifikasi
suseptibilitas yang tinggi.
Struktur Lapisan Bawah Permukaan
VI. KESIMPULAN Daerah Manifestasi Emas dengan
Dari hasil analisis metode Menggunakan Metode Magnetik di
gayaberat yang dilakukan dapat Papandayan Garut Jawa Barat.
disimpulkan sebagai berikut : Universitas Diponegoro : Diponegoro.
1. Mengetahui data-data yang diperlukan Lita, Fristy. 2012. Identifikasi Anomali
untuk koreksi data magnetik Magnetik di Daerah Prospek Panas
2. Dapat menghitung nilai koreksi harian
Bumi Arjuna-Welirang. Universitas
magnetik
Indonesia : Jakarta.
3. Dapat menghitung anomali magnetik
4. Data-data yang diperlukan untuk Nurhalimah. 2015. Metode Magnetik.
mengoreksi data magnetik adalah data http://geofisikaimha.blogspot.co.id/20
diurnal, waktu pengamatan, nilai 16/06/metode-magnetik.html.
induksi magnetik igrf daerah Universitas Islam Negeri Alauddin :
pengamatan serta T1, T2 dan T3. Makasar.
5. Perhitungan nilai koreksi harian
magnetik dilakukan dengan cara