Anda di halaman 1dari 7

Intepretasi Peta Anomali pada Daerah Panas Bumi Jaboi, NAD

Andy Yanottama (F1D114008)1, Rian Rizky Haris Pranata (F1D114023)2,


Wildan Prapassel (F1D114025)3

Abstract
Interpretation Anomaly Map of Regional Geothermal Jaboi, NAD conducted using
gravity method. Gravity method is based on measurements of the gravitational field to
determine the value of the density in the area of measurement.
Based on the measurements will be generated maps Bouguer anomaly that is interpreted
by the colors on the map correspond to the existing color scale, the map of the anomaly is
used to determine subsurface reaction profile by drawing a line on a map. Profile subsurface
reaction is used as a semi-quantitative interpretation to determine the form of subsurface
structure which has a density value.
Keywords: Gravity Method, Geothermal, Density, Bouguer Anomaly

Sari

Intepretasi Peta Anomali pada Daerah Panas Bumi Jaboi, NAD dilakukan dengan
menggunakan metode gaya berat. Metode gaya berat ini didasarkan pada pengukuran medan
gravitasi untuk mengetahui nilai densitas pada daerah pengukuran.
Berdasarkan pengukuran akan dihasilkan peta anomali bouguer yang diinterpretasi
berdasarkan warna pada peta sesuai dengan skala warna yang ada, selain itu peta
anomali digunakan untuk menentukan profil reaksi bawah permukaan dengan menarik garis
pada peta. Profil reaksi bawah permukaan digunakan sebagai interpretasi semi kuantitatif
untuk mengetahui bentuk struktur bawah permukaan yang memiliki nilai densitas.

Kata kunci: Metode Gaya Berat, Panas Bumi, Densitas, Anomali Bouguer

1)
Teknik Pertambangan, Universitas Jambi. Email:rianrizkyhp@gmail.com

I. PENDAHULUAN penyebaran anomali residual diperoleh dari


Pengukuran gravitasi bertujuan hasil pengurangan data anomali Bouger
untuk mengukur besar gaya gravitasi pada lengkap (CBA) dengan data anomali
tiap-tiap titik pengukuran. Hasil regional. Ketiga peta tersubut berupa peta
pengolahan data reduksi sehingga kontur anomali dengan satuan miliGal.
menghasilkan peta penyebaran anaomali
Bouger lengkap atau disebut juga II. TEORI DASAR
Complete Bouger Anomaly. Peta 2.1 Konsep Dasar Gayaberat
penyebaran anomali regional Bouger Dasar teori dari metode gayaberat
lengkap (CBA). Sedangkan peta adalah Hukum Newton. Hukum umum
gravitasi menyatakan bahwa gaya tarik- (spheroid). Perbedaan tersebut
menarik antara dua buah benda sebanding merefleksikan variasi rapat massa yang
dengan kedua massa benda dan berbanding terdapat pada suatu daerah dengan
terbalik dengan kuadrat jarak antara pusat sekitarnya baik horisontal atau vertikal.
kedua massa tersebut. Besar kecilnya kedalaman, arah anomali
rapat massa didapatkan dengan
(2-1) menghitung, merekonstruksi dan
Hukum Newton tentang gerak interpretasi model gayaberat terukur.
menyatakan bahwa gaya adalah besarnya Harga gayaberat terukur merupakan total
perkalian dari massa dan percepatannya. gaya percepatan yang diderita oleh suatu
F = mg (2-2) titik akibat berbagai sumber. Beberapa
sumber yang mempengaruhi pengukuran
adalah:
Posisi bumi dalam pergerakan
Gambar 2.1 tatasurya (tide effect)
Persamaan (2-1) dan (2-2) dikombinasikan Perbedaan lintang dipermukaan bumi
sehingga didapatkan sebagai Perbedaan ketinggian permukaan
berikut: bumi (elevasi)
Efek topografi
(2-3) Perubahan rapat massa disuatu tempat
keterangan: F = gaya (N) Untuk menghindari efek gayaberat
G = konstanta gayaberat = 6.67 dari komponen yang tidak
x 10-11 Nm2/kg2 dikehendaki, maka dilakukan koreksi
M = massa benda M (kg) dan reduksi.
Tahapan pengolahan data sebagai
m = massa benda m (kg)
berikut:
R = jarak antar pusat massa
1) Menghitung nilai gobservasi
benda (m)
merupakan harga gayaberat
g = percepatan (m/s2)
pengukuran yang telah dikoreksi
Dari persamaan ini, terlihat bahwa
dengan koreksi pasang surut dan
besarnya gayaberat berbanding langsung
koreksi drift (apungan) alat.
dengan massa penyebabnya, sedangkan Nilai koreksi ini didefinisikan
massa berbanding langsung dengan rapat sebagai berikut:
massa () dan volume benda (yang
berhubungan dengan geometri benda).
(2-14)
Dengan demikian, besarnya gayaberat
2) Menghitung nilai g lintang
yang terukur akan mencerminkan kedua
Berdasarkan Geodetik Referensi
besaran tersebut.
Sistem (GRS67) nilai gayaberat
teori yang merupakan fungsi
2.3. Pengolahan Data lintang adalah:
Konsep anomali gayaberat
menekankan pada aspek perbedaan
gayaberat terukur dengan nilai gayaberat
acuan untuk model teoritis bumi
(2-15)
3) Penentuan Rapat Massa Pada
penelitian ini rapat masa
diestimasi dengan menggunakan
metoda Netleton. Estimasi rapat
massa terbaik pada metoda ini
didapat dari korelasi silang
terkecil (mendekati nol) antara
perubahan elevasi terhadap
anomali gayaberat. Persamaan
yang digunakan adalah sebagai IV. HASIL DAN PENGOLAHAN DATA
berikut:

(2-16)
Penampang yang digunakan untuk
mendapatkan nilai rapat massa ini
dipilih pada stasiun dengan daerah
topografi kasar. Gambar.1 Peta Anomali Bouguer pada
4) Menghitung Anomali Bouger Lengkap
Sistem Panas Bumi daerah Jaboi,
Nilai anomali Bouger lengkap dihitung
dengan persamaan sebagai berikut: Nanggroe Aceh Darussalam
(NAD)

(
2-17)

III. METODOLOGI

Diagram 1. Diagram Alir Pehitungan CBA

Gambar.2 Peta Anomali Regional pada


Sistem Panas Bumi daerah Jaboi,
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)
panas bumi adalah suatu sistem yang
memungkinkan terjadinya pergerakan
fluida dari daerah meteoric recharge ke
dalam reservoar yang berada di atas
sumber panas (heat source). Suatu daerah
dikatakan memiliki sistem panas bumi jika
memenuhi syarat-syarat seperti sumber

Gambar 3. Peta Anomali Residual pada panas (heat source), fluida panas bumi
Sistem Panas Bumi daerah Jaboi, (geothermal fluid), reservoar panas bumi
Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)
(geothermal reservoir), dan batuan
penutup (cap rock).
Metode gaya berat (gravity
method) ini didasarkan pada nilai densitas
batuan tersebut. Pengukuran dengan
metode gaya berat ini didasarkan pada
pengukuran medan gravitasi untuk
mengetahui nilai densitas pada daerah
Gambar.4 Model Penampang A-B-C pengukuran.
Respon Gravitasi 2D
Peta Anomali Bouguer
V. ANALISIS Pada interpretasi peta anomali
Pada kegiatan praktikum kali ini
bouguer sistem panas bumi pada daerah
mengenai metode gaya berat (gravity
Jaboi, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD),
method), yang dalam hal ini dilakukan
yang di tunjukkan pada peta (gambar.1)
interpretasi peta anomali bouguer, peta
menggambarkan gabungan keadaan
regional, peta residual dan respon
struktur bawah permukaan dangkal
penampang gravitasi 2D pada sistem panas
maupun dalam. Dapat dilihat pada peta
bumi di daerah Jaboi, Nanggroe Aceh
(gambar.1), bahwa nilai penyebaran
Darussalam (NAD).
anomali bouguer ini berkisar antara 64
Secara umum panas bumi
mGal 90 mGal. Penyebaran anomali
merupakan suatu bentuk energi panas yang
yang bernilai lebih rendah berkisar 64
tersimpan dalam batuan di bawah
mGal 70 mGal yang secara umum
permukaan bumi dan fluida yang
terletak di bagian selatan, yang
terkandung didalamnya. Sementara sistem
ditunjukkan pada daerah yang berwarna
biru dengan kontras densitas bawah merah. Penyebaran nilai anomali yang
permukaan pada zona ini kecil. Sedangkan tinggi tersebut digunakan sebagai asumsi
pada penyebaran anomali yang bernilai awal bahwa pada daerah ini memiliki
lebih tinggi terletak pada daerah timur laut penyebaran struktur batuan vulkanik,
dan sebagian kecil di daerah tengah pada karena sesuai literatur bahwa pada daerah
peta (gambar.1). Penyebaran anomali pada Jaboi ini adalah daerah yang terletak
bagian timur laut menunjukan nilai yang dengan Gunung Api Jaboi Sabang dengan
sangat tinggi yaitu 90 mGal ditunjukkan topografi daerah tersebut perbukitan terjal.
dengan warna merah. Nilai anomali yang Pada daerah Jaboi bagian timur laut yang
tinggi tersebut digunakan sebagai asumsi memiliki nilai anomali regional yang
awal keberadaan sumber panas daerah tinggi menunjukkan terdapatnya 3 jenis
pengukuran. sesar yaitu sesar sabang, sesar balohan,
dan sesar labu bau.
Peta Anomali Regional-Residual
Sedangkan penyebaran nilai
Pemisahan anomali regional-
anomali yang rendah berkisar 65,2 mGal
residual berhubungan dengan kedalaman
67,5 mGal yang terletak pada arah barat
benda anomali regional dengan
daya dengan ditunjukkan pada daerah yang
sebelumnya dilakukan proses analisa
berwarna biru. Penyebaran nilai anomali
spektrum. Pada peta anomali regional
yang rendah tersebut digunakan sebagai
menggambarkan variasi anomali gravitasi
asumsi awal bahwa pada daerah ini
yang ditunjukkan secara umum, regional
memungkinkan adanya struktur batuan
dan respon anomali gravitasi yang dalam
sedimen dengan topografi daerah tersebut
pada daerah Jaboi tersebut. Peta anomali
perbukitan landai. Sehingga pada daerah
regional berhubungan dengan kedalaman
yang memiliki nilai anomali rendah ini
benda anomali secara regional dan
diindikasikan berpotensi sebagai reservoar
didapatkan hasil berupa peta kontur
sistem panas bumi hal ini juga didukung
anomali regional berbentuk circular.
oleh adanya Sesar Ceunohot yang berperan
Penyebaran nilai anomali regional
dalam jalur naik fluida magma menuju
ini semakin tinggi dari bagian barat daya
kepermukaan, dan pada daerah ini juga
menuju ke bagian timur laut. Penyebaran
didukung adanya manisfestasi permukaan
nilai anomali yang tinggi berkisar 85,0
berupa adanya bebrapa sumber mata air
mGal 86,1 mGal yang terletak pada
panas disekitar daerah penyelidikan.
daerah bagian timur laut dengan
Pada peta anomali residual
ditunjukkan pada daerah yang berwarna
menggambarkan variasi anomali gravitasi
yang ditunjukkan secara spesifik, detail sebagian kecil di bagian tenggara. Ketiga
dan respon anomali gravitasi yang dangkal zona ini bisa diestimasikan sebagai sumber
pada daerah Jaboi tersebut. Peta panasbumi.
penyebaran anomali residual daerah Jaboi
Respon Penampang Gravitasi 2D
merupakan tampilan data hasil
Dari interpretasi zona potensi
pengurangan data anomali Bouguer
sumber panas bumi berdasarkan peta
dengan data anomali regional yang
anomali residual, dibuat pemodelan
merupakan respon anomali gravitasi
penyebaran respon penampang gravitasi
dalam, sehingga pada peta penyebaran
2D untuk permodelan struktur bawah
anomali residual ini dapat diamati efek
permukaan daerah Jaboi. Satuan batuan
atau respon anomali gravitasi dangkal.
yang ada di daerah Jaboi memiliki densitas
Pada bagian timur laut peta dapat
yang relatif pada masing-masing satuan
dilihat terdapat batas penyebaran anomali
batuannya. Berdasarkan literatur, pada
positif dan negatif memiliki orientasi arah
tatanan geologi daerah Jaboi terdapat
yang cenderung sama dengan struktur
proses pensesaran pada Pulau Sumatera
sesar yang ada. Hal ini mengindikasikan
yang terjadi di Geantiklin Barisan, yang
adanya kontrol struktur terhadap
kemudian diikuti terbentuknya zona
penyebaran nilai anomali residual di
depresi atau graben semangko yang
daerah Jaboi tersebut. Berdasarkan
berlanjut kesebelah timur hingga ke utara,
literatur bahwa sesar-sesar pada daerah
sehingga mengakibatkan daratan pulau
Jaboi ini membatasi adanya penyebaran
Weh ikut mengalami depresi tektonik
batuan vulkanik seperti Sesar Sabang dan
(Katili & Hehuwat, 1967 op cit.,
Sesar Balohan di sebelah timur laut.
Dirasutisna dan Hasan, 2005).
Sedangkan pada daerah bagian tengah peta
Berdasarkan profil penampang A-
terlihat adanya adanya Sesar Leumo
B-C yang berarah barat laut tenggara
Matee, Sesar Ceunohot, Sesar Bangga, dan
pada daerah Jaboi terlihat adanya 2
Sesar Pria Lhaot yang memberikan asumsi,
struktur depresi (graben) yang pertama
indikasi dan informasi bahwa penyebaran
adalah struktur depresi (graben) yang
sumber panas bumi di daerah ini dikontrol
dibatasi oleh Sesar Sabang dan Sesar
oleh sesar-sesar. Dari hasil peta anomali
Balohan di bagian barat laut dan struktur
residual daerah panas bumi Jaboi dapat
depresi yang berada diantara Sesar Leumo
diamati bahwa penyebaran anomali positif
Matee dan Sesar Ceunohot di bagian
menempati 3 zona pada peta yaitu di
tenggara. Struktur-struktur tersebut sangat
bagian timur laut, di bagian tengah, dan
mempengaruhi sirkulasi fluida panas bumi bagian timur laut, di bagian tengah,
di daerah Jaboi. Berdasarkan nilai anomali dan sebagian kecil di bagian
positif pada peta anomali residual, dapat di tenggara. Ketiga zona ini bisa
identifikasi adanya sumber panas, dengan diestimasikan sebagai sumber
asumsi batuan hasil erupsi mencerminkan panasbumi.
batuan yang ada di bawah permukaan,
4. Nilai anomali positif pada peta
maka disimpulkan bahwa batuan sumber
anomali residual, dapat di
panas di daerah Jaboi adalah batuan beku identifikasi adanya sumber panas,.
plutonik dengan komposisi batuan
intermediet.
DAFTAR PUSTAKA
VI. KESIMPULAN Anonim. 2008. Metode Gaya Berat.
1. Anomali pada bagian timur laut http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/620
menunjukan nilai 90 mGal /jbptitbpp-gdl-ekojanuari-30961-3-
2008ta-2.pdf. Diakses 10 Februari
ditunjukkan dengan warna merah. 2017.
Diasumsikan keberadaan sumber
Ibash. 2012. Gravity Method (Metode
panas daerah pengukuran.
Gaya Berat). https://basdargeophy
sics.wordpress.com/2012/08/29/grav
2. Pada peta regional penyebaran nilai
ity-method-metode-gaya-berat/.
anomali yang rendah berkisar 65,2 Diakses 11 Februari 2017.
mGal 67,5 mGal. Diasumsikan
Lestari, I., & Sarkowo, M. 2013. Analisis
sebagai adanya struktur batuan Struktur Patahan Daerah Panas Bumi
sedimen dengan topografi daerah Lahendong - Tempasi Sulawesi
Utara Berdasarkan Data Second
tersebut perbukitan landai., Vertical Derivative (SVD) Anomali
diindikasikan berpotensi sebagai Gayaberat. Seminar Nasional Sains
& Teknologi V.
reservoar sistem panas bumi
Sota, Ibrahim. 2011. Pendugaan Struktur
3. Hasil peta anomali residual daerah Patahan Dengan Metode Gayaberat.
POSITRON , 25-30.
panas bumi Jaboi bernilai positif
menempati 3 zona pada peta yaitu di

Anda mungkin juga menyukai