Anda di halaman 1dari 14

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

PEKERJAAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN GEDUNG PELAYANAN


KARANTINA PERTANIAN KANTOR WILAYAH KERJA BATULICIN
KABUPATEN TANAH BUMBU

I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Balai Karantina Pertanian Kelas I Batulicin mempunyai tugas melaksanakan


kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan tumbuhan, serta pengawasan
keamanan hayati hewani dan nabati. Kegiatan tersebut berupa
penyelenggaraan Karantina Pertanian yaitu upaya pencegahan masuk dan
tersebarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK), dan Organisme
Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dari luar negeri, dan dari suatu area
ke area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah negara
Republik Indonesia.
Dinamika lingkungan di bidang pengetahuan teknologi transportasi dan
komunikasi yang cenderung meningkat dengan pesat, membawa pengaruh
meningkatnya volume dan frekuensi lalu-lintas manusia, barang, jasa, hewan,
tumbuhan, dan produk lainnya. Kondisi ini perlu ditindak-lanjuti dengan
menetapkan kebijakan yang terprogram sistematis antara lain dengan
peningkatan kualitas sumber daya manusia karantina, peningkatan sarana
dan prasarana, serta peningkatan penyelenggaraan pelayanan karantina
pertanian.
Sarana dan prasarana berupa Gedung Pelayanan Kantor Wilayah Kerja
Batulicin merupakan suatu wadah/tempat pelayanan bagi masyarakat yang
ingin melalu-lintaskan hewan maupun tumbuhan dari luar negeri, antar pulau
di dalam wilayahNegara Republik Indonesia, maupun keluar negeri.
Keadaan bangunan gedung kantor saat ini tidak optimal karena masih
berstatus sewa sehingga sering berpindah-pindah tempat guna mendukung
kegiatan pelayanan perkarantinaan.
Sehubungan dengan kondisi diatas, maka pada tahun 2016 ini dilaksanakan
upaya pembangunan sarana dan prasarana gedung pelayanan kantor wilayah
kerja Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu dengan 2 (dua) lantai.

1.2. Maksud dan Tujuan


Kerangka Acuan Kerja ini dimaksudkan untuk menjelaskan pekerjaan yang
akan dilaksanakan oleh konsultan, yang merupakan petunjuk bagi Konsultan
Perencana yang memuat masukan, azas, criteria dan proses yang harus
dipenuhi atau diperhatikan dandiinterpretasikan dalam pelaksanaan tugas
perencanaandengan tujuan agar pekerjaan dimaksud dilaksanakan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, efektif, efisien, serta
tepat sasaran, baik fisik, keuangan, maupun manfaat.

1.3. Sasaran
Adapun sasaran yang ingin dicapai dengan kegiatan ini meliputi :
1. Terlaksananya Perencanaan Pembangunan Gedung Pelayanan Karantina
Pertanian Kantor Wilayah Kerja di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu yang
meliputi :
a. Terciptanya gedung kantor yang memenuhi syarat tata ruang dan tata
1
lingkungan.
b. Berfungsinya Gedung Pelayanan Karantina Pertanian Kantor Wilayah
Kerja di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu secara optimal sesuai
dengan kriteria yang disyaratkan.
c. Sasaran Arsitektural dan Teknis Teknologis
a) Teridentifikasinya penyelesaian arsitektural yang dapat memberikan
kemudahan, kenyamanan dan keamanan pegawai/karyawan kantor
dan masyarakat yang memerlukan pelayanan petugas karantina
pertanian.
b) Terwujudnya rasa kenyamanan dari perwujudan gedung kantor yang
dikembangkan (aspek tampilan).
c) Terpilihnya penyelesaian teknis teknologis yang murah, kuat dan
awet (optimal), namun tetap memberikan penyelesaian arsitektural
dan penyelesaian lingkungan (utilitas) yang baik, sehingga dapat
terpeliharanya tatanan gedung kantor yang bersih, serasi dan
harmonis.

2. Tersedianya dokumen perencanaan teknik (DED) pembangunan gedung


pelayanan kantor Kantor Wilayah Kerja Batulicin (bangunan 2 lantai).
3. Tersedianya dokumen pengadaan jasa pemborongan pembangunan
gedung pelayanan Kantor Wilayah Kerja Batulicin (bangunan 2 lantai).

1.4. Dasar Hukum Perencanaan


Dasar hukum dalam kegiatan penyusunan perencanaan teknis (DED)
Pembangunan Gedung Pelayanan Karantina Pertanian Kantor Wilayah Kerja di
Batulicin (bangunan 2 lantai) ini meliputi :
1. Undang-undang Republik Indonesia No. 16 tahun 1992 tentang Karantina
Hewan, Ikan, dan Tumbuhan.
2. UndangUndang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi (LNRI Tahun
1999 Nomor 54, TLN No.3833).
3. Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2000 tentang Usaha dan Peran
Masyarakat Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 63, TLN Nomor
3955).
4. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa
Konstruksi (LNRI Tahun 2000 Nomor 64, TLN Nomor 3956).
5. Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan
Pembinaan Jasa Konstruksi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 65 dan TLN Nomor
3957).
6. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 Tahun 2007 tentang
Perubahan Ketujuh Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.
9. Peraturan Presiden No. 70 tahun 2012 tentang perubahan ke-4 Perpres No.
54 tahun 2010.
10. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor: 04 Tahun 2015 yang
merupakan perubahan ke-4 Perpres No. 54 tahun 2010 beserta turunannya.
11. Standard dan kaidah perencanaan yang sesuai dan tidak bertentangan
dengan peraturan perundangan yang berlaku.

1.5. Dasar Pemikiran


Dasar pemikiran yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan
pembangunan gedung pelayanan Karantina Pertanian Kantor Wilayah Kerja di
Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu adalah sebagai berikut ini :
Belum memiliki gedung kantor, yang selama ini hanya berstatus sewa sehingga alamat
kantor sering pindah tempat. Hal ini mengakibatkan kekurang nyamanan masyarakat
yang memerlukan pelayanan petugas karantina pertanian.

2
Dengan bertambahnya jumlah pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin,
mengakibatkan kurangnya ruangan untuk menampung para pegawai tersebut sehingga
mengganggu kelancaran dan kenyamanan pelayanan kepada masyarakat pengguna.
Tanah yang tersedia untuk pembangunan tersebut sangat terbatas ( 10 x 55 m2)
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas maka perlu pembangunan gedung
kantor pelayanan karantina pertanian di wilayah kerja Batulicin tersebut 2 (dua) lantai.

II. KEGIATAN PERENCANAAN


Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan perencana berpedoman
pada ketentuan yang berlaku, khususnyaPedoman Teknis Pembangunan Bangunan
Gedung Negara, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007
tanggal 27 Desember 2007. Yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan
lingkungan, site/tapak bangunan dan perencanaan fisik bangunan, meliputi :
1. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data daninformasi lapangan
membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK dankonsultasi dengan
pemerintah daerah mengenai peraturandaerah/perijinan bangunan.
2. Penyusunan prarencana seperti rencana tapak, pra rencanabangunan termasuk
program dan konsep ruang, perkiraan biaya, dan mengurus perijinan sampai
mendapatkan keterangan rencana kota, keterangan persyaratan bangunandan
lingkungan dan IMB pendahuluan dari PemerintahDaerah setempat.
3. Penyusunan pengembangan rencana, antara lain membuat :
a) Rencana arsitektur
b) Rencana struktur
c) Rencana utilitas
d) Perkiraan biaya

III. KRITERIA DAN AZAS

3.1. Kriteria Umum


Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana seperti yang
dimaksud pada TOR harus memperhatikan kriteria umum bangunan
disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan, yaitu :
A. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas :
a. Menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang
dan tata bangunan yang ditetapkan di daerah yang bersangkutan.
b. Menjamin bengunan gedung dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya.
c. Menjamin keselamatan pengguna, masyarakat dan lingkungan.
B. Persyaratan arsitektur dan lingkungan.
a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan berdasarkan
karakteristik lingkungan, ketentuan wujud bangunan dan budaya daerah,
sehingga seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya (fisik,
sosial dan budaya).
b. Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan
keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya.
c. Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak
menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
C. Persyaratan struktur bangunan.
a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban
yang timbul akibat perilaku alam dan manusia.
b. Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka
yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan.
3
c. Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda
yang disebabkan oleh perilaku struktur.
d. Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang
disebabkan oleh kegagalan struktur.
D. Persyaratan ketahanan terhadap kebakaran.
a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban
yang timbul akibat perilaku alam dan manusia.
b. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian
rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran :
a) Cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman.
b) Cukup waktu dan mudah bagi pasukan pemadam kebakaran
memasuki lokasi untuk memadamkan api.
c) Dapat menghindarkan kerusakan pada properti lainnya.
E. Persyaratan sarana jalan masuk dan keluar.
a. Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang
layak, aman dan nyaman kedalam bangunan dan fasilitas serta layanan
didalamnya.
b. Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau
luka saat evakuasi pada keadaan darurat.
c. Menjamin tersedianya aksesbilitas bagi penyandang cacat, khususnya
untuk bangunan fasilitas umum dan sosial.
F. Persyaratan transportasi dalam gedung.
a. Menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak, aman dan
nyaman didalam bangunan gedung.
b. Menjamin tersedianya aksesbilitas bagi penyandang cacat, khususnya
untuk bangunan fasilitas umum dan sosial.
G. Persyaratan pencahayaan darurat, tanda arah keluar dan sistem peringatan
bahaya :
a. Menjamin tersedianya pertandaan dini yang informative didalam
bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat.
b. Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman
apabila terjadi keadaan darurat.
H. Persyaratan instalasi listrik, penangkal listrik dan komunikasi.
a. Menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam
menunjang terselenggaranya kegiatan didalam bangunan gedung sesuai
dengan fungsinya.
b. Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya
dari bahaya petir.
c. Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam
menunjang terselenggaranya kegiatan didalam bangunan sesuai dengan
fungsinya.
I. Persyaratan instalasi gas.
a. Menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang
terselenggaranya kegiatan didalam bangunan gedung sesuai dengan
fungsinya.
b. Menjamin terpenuhi pemakaian gas yang aman dan cukup.
c. Menjamin beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik.
J. Persyaratan sanitasi dalam bangunan.
a. Menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang
terselenggaranya kegiatan didalam bangunan gedung sesuai dengan
fungsinya.
b. Menjamin terwujudnya kebersihan, kesehatan dan memberikan
kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan.
c. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi
secara baik.
K. Persyaratan ventilasi dan pengkondisian udara.
a. Menjamin terpenuhinya kebutuhan udara yang cukup, baik alami
maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam
bangunan gedung sesuai dengan fungsinya.

4
b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara
secara baik.
L. Persyaratan pencahayaan.
a. Menjamin terpenuhinya kebutuhan pencahayaan yang cukup, baik alami
maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam
bangunan gedung sesuai dengan fungsinya.
b. Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan
pencahayaan secara baik.
M. Persyaratan kebisingan dan getaran.
a. Menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan suara
dan getaran yang tidak diinginkan.
b. Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang
menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya
pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan.

3.2. Kriteria Khusus


A. Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus,
spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan, baik
darisegi fungsi khusus bangunan, segi teknis lainnya, misalnya :
a. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang
ada.
b. Kesatuan perencanaan bangunan dan lingkungan yang ada disekitar,
seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan
lingkungan.
c. Solusi dan batasan-batasan konstektual, seperti faktor sosial budaya
setempat, geografi klimatologi, dan lain-lain.
B. Fasilitas gedung kantor yang harus disediakan sekurang-kurangnya:
a. Fasilitas Utama
Fasilitas utama adalah fasilitas yang mutlak dimiliki dalam gedung
kantor yaitu:
a) Ruang Penanggungjawab Wilayah Kerja
b) Ruang Pelayanan kepada Pengguna jasa
c) Ruang petugas pelayanan
d) Ruang Pembantu Bendahara Penerima
e) Ruang Informasi dan Teknologi (IT) / Ruang Server
f) Ruang Petugas Fungsional KH
g) Ruang Petugas Fungsional KT
h) Ruang Laboratorium
i) Ruang Ibu Menyusui

b. Fasilitas Penunjang
Fasilitas penunjang berfungsi sebagai fasilitas pelengkap dalam gedung
kantor antara lain :
a) Kamar kecil/toilet
b) AC
c) Jaringan Internet
d) Jaringan LAN
e) Jaringan Server
f) Jaringan Intercome / Telepon antar ruangan
g) Jaringan air bersih

3.3. Azas-Azas
Selain dari kriteria diatas dalam melaksanakan tugasnya konsultan perencana
hendaknya memperhatikan azas-azas sebagai berikut :
a. Bangunan gedung pemerintah hendaknya fungsional, efisien, menarik dan
tidak berlebihan.
b. Kreatifitas desain hendaknya ditekankan pada kemampuan mengadakan
sublimasi antara fungsi teknik dan fungsi sosial bangunan.

5
c. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja, biaya investasi dan
pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya, hendaknya diusahakan serendah mungkin.
d. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa, sehingga bangunan
dapat dilaksanakan dalam waktu pendek dan bisa dimanfaatkan secepatnya, serta
semaksimal mungkin.
e. Bangunan gedung pemerintah hendaknya ikut meningkatkan kualitas
lingkungan lokasinya.

IV. LINGKUP PENUGASAN PEKERJAAN

4.1. Lingkup Pelayanan (scope of service)


Lingkup pelayanan (scope of service) untuk pelaksanaan pekerjaan konsultan
adalah sebagai berikut :
Detail Engineering Design (DED)
a. Bidang Arsitektur (11000).
b. Sub Bidang Jasa Nasihat/Pra-Disain, Disain Dan Administrasi Kontrak
Arsitektural (11001).

4.2. Lingkup Perencanaan


Lingkup wilayah perencanaan adalah Pembangunan Gedung Pelayanan
Karantina Pertanian Kantor Wilayah Kerja di Batulicin Kabupaten Tanah
Bumbu, Jln. Pelabuhan Ferry Rt.12 Kelurahan Batulicin, Kecamatan Batulicin,
Kota Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.

4.3. Lingkup Tugas


Lingkup tugas yang harus dilaksanakan oleh konsultan berpedoman pada
ketentuan yang berlaku, khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan
Gedung Negara, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor : 45/PRT/M/2007
tanggal 27 Desember 2007 yang dapat meliputi tugas-tugas perencanaan fisik
bangunan gedung Negara yang terdiri dari :
A. Penyusunan pengembangan rencana antara lain :
a. Rencana arsitektur beserta uraian konsep dan visualisasi yang mudah
dimengerti oleh pemberi tugas (perhitungan struktur harus
ditandatangani oleh tenaga ahli yang mempunyai ijin / sertifikat
keahlian).
b. Rencana struktur atas, beserta uraian konsep dan perhitungan
visualisasi.
c. Rencana utilitas (mekanikal/elektrikal), beserta uraian konsep dan
perhitung-annya.
d. Perkiraan biaya.
B. Penyusunan rencana detail antara lain dengan membuat :
a. Gambar-gambar arsitektur, detail struktur sebagian berupa detail
sparing-sparing dan utilitas yang sesuai dengan gambar rencana yang
disetujui (semua gambar arsitektur, struktur dan utilitas) harus
ditandatangani oleh penanggungjawab perusahaan dan tenaga ahli yang
mempunyai ijin/ sertifikat keahlian.
b. Rencana kerja dan syarat-syarat.
c. Rincian volume pelaksanaan pekerjaan, rencana anggaran biaya
pekerjaan konstruksi (EE).
d. Laporan akhir perencanaan.
e. Mengadakan persiapan pelelangan pelaksanaan pekerjaan, seperti
membantu pengguna barang/jasa dalam menyusun dokumen dan
membantu panitia pengadaan barang/jasa (ULP) menyusun program dan
pelaksanaan umum pelaksanaan pekerjaan.
f. Membantu panitia pada saat memberikan penjelasan pelelangan umum
pelaksanaan pekerjaan, termasuk menyusun berita acara penjelasan
pekerjaan dan evaluasi terhadap penawaran.
g. Menyusun buku petunjuk penggunaan peralatan bangunan dan
6
perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan
perlengkapan mekanikal/ elektrikal bangunan.

C. Data dan fasilitas penunjang


a. Penyediaan data dan fasilitas penunjang oleh pengguna jasa :
a) Data dokumen administrasi kepemilikan lahan dan data administrasi
lain yang diperlukan dalam penyusunan perijinan dengan pemerintah
daerah setempat/ instansi teknis lainnya.
b) Fasilitas lain dari pengguna jasa yang dapat digunakan oleh penyedia
jasa pada prinsipnya tidak tersedia atau lebih lanjut jika
memungkinkan dapat diusulkan oleh penyedia jasa.
b. Penyediaan fasilitas penunjang oleh penyedia jasa :
a) Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas
dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaannya. Segala fasilitas dan peralatan yang dipergunakan harus
ditetapkan tentang prosedur pengadaannya.
b) Alih pengetahuan.
Apabila dipandang perlu oleh pengguna jasa, maka penyedia jasa
harus mengadakan pelatihan, kursus singkat, diskusi dan seminar
terkait dengan substansi pelaksanaan pekerjaan dalam rangka alih
pengetahuan kepada staf yang terkait dengan pelaksanaan
pekerjaan.

V. METODE STUDI DAN SISTEM PELAKSANAAN PEKERJAAN

5.1.Metodologi Pelaksanaan Kegiatan


Penetapan proses kerja (metodologi) dalam KAK ini dimaksudkan untuk
memberikan kemudahan dan kelancaran penyelanggara kegiatan secara
efektif, efeisien, ekonomis dan tertib serta sesuai dengan tanggung jawab.
a. Sebelum memulai pekerjaan, konsultan berkewajiban untuk :
a) Membuat dan menyusun program kerja studi.
b) Memeriksa dan menghimpun data di lapangan dan melakukan
penyelidikan yang terkait dengan kegiatan yang akan dilaksanakan
dalam pekerjaan ini.
b. Konsultan wajib menyampaikan dan menyajikan laporan sesuai dengan
jadwal yang telah ditetapkan. Penyajian materi harus lengkap dan direkam dalam bentuk
rekaman digital (CD).
c. Hasil studi berupa dokumen sesuai dengan studi yang dilakukan.

5.2. Metode Pendekatan


Metode Pendekatan Penyusunan Detail Engineering Design (DED)
Penyusunan Detail Engineering Design (DED) pembangunan Gedung
Pelayanan Karantina Pertanian Kantor Wilayah Kerja di Batulicin dilakukan
dengan melalui beberapa tahap kegiatan, yaitu :
1. Tahapan Persiapan
1) Melakukan pendalaman pemahaman akan lingkup pekerjaan dan lingkup
tugas sesuai Kerangka Acuan Kerja/ToR.
2) Melakukan telaah/kajian materi dan membuat interpretasi secara garis
besar terhadap Kerangka Acuan Kerja/ToR.
3) Menghimpun berbagai data informasi mengenai daerah perencanaan,
sesuai dengan ketentuan teknis yang memadai untuk digunakan.
2. Tahapan Survey dan Pra Rencana
1) Penyusunan pra-rencana pekerjaan termasuk program dan konsep ruang
sebagai dasar pengembangan selanjutnya.
2) Melaksanakan survey lapangan untuk mendapatkan data-data yang

7
dibutuhkan seperti :
Lokasi Pekerjaan.
Luas Lahan.
Batas-Batas Fisik.
Topografi.
Informasi Daya Dukung Lahan.
Keadaan Air Tanah.
Peruntukan Tanah
Koefisien Dasar Bangunan (KDB).
Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Perincian penggunaan lahan, kekerasan, penghijauan bangunan dan
lain-lain.
Harga bahan dan upah.
3. Tahapan Pengembangan dan Rencana Detail
Pada tahapan ini melakukan pengembangan terhadap tahapan
sebelumnya, dalam hal ini mulai dilakukannya penyusunan Detail
Engineering Design (DED) yang meliputi :
1) Penyusunan Rencana Anggaran Biaya(RAB)/Bill of Quantity(BQ).
2) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pekerjaan (Time Schedule).
3) Penyusunan Spesifikasi Teknis (Rencana Kerja dan Syarat-syarat).
4) Penyusunan Rencana Detail/Gambar Kerja.
5) Penyusunan Perhitungan Struktur.

5.3. Sistem Pelaksanaan Pekerjaan


A. Tahap Awal Dan Pelaksanaan Pekerjaan
a. Konsultan wajib meninjau dan meneliti langsung lokasi dan lahan untuk
mengadakan penelitian pada lokasi lahan perencanaan.
b. Konsultan bertanggung jawab atas kebenaran hasil penelitian yang
disajikan.
c. Konsultan wajib mengadakan komunikasi dan konsultasi baik dengan
pemberi tugas maupun instansi teknis yang terkait dengan studi yang
dilaksanakan.
d. Segala saran dan usul yang diajukan hendaknya dapat
dilakukan/dikemukaan dalam forum rapat dan surat tertulis.
e. Segala keputusan dan perubahan baru berlaku bila diputuskan dalam
rapat dan diberikan secara tertulis oleh pemberi tugas.
f. Konsultan wajib hadir apabila pihak pemberi tugas menghendaki.
g. Persetujuan mengenai dokumen, terutama dalam segi teknis oleh
pemberi tugas bukan berarti tanggung jawab atas apa yang telah
dikerjakan oleh pihak konsultan.

B. Tahap Konsultasi Dan Legalisasi


Secara periodik(sesuai dengan time schedule), konsultan wajib melakukan
konsultasi dengan pemberi tugas (owner) atau kepada tim teknis yang
telah ditunjuk mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan
tugas :
a. Tahap konsultansi dan target penyusunan laporan hendaknya sudah
dijelaskan dalam program kerja yang disusun oleh pihak konsultan.
b. Selama proses kegiatan survey di lapangan dan rencana penggunaan
peralatan dan lain sebagainya, konsultan harus senantiasa melakukan
konsultasi dan koordinasi dengan tim teknis maupun instansi yang
terkait.
c. Proses legalisasi dokumen harus mengacu kepada ketentuan
perundangan yang berlaku.

VI. KELUARAN

Sesuai dengan latar belakang, ruang lingkup, tujuan dan sasaran dalam KAK ini,
maka keluaran yang diharapkan dari Perencanaan DED Pembangunan Gedung
8
Pelayanan Karantina Pertanian Kantor Wilayah Kerja di Batulicin Kabupaten Tanah
Bumbu ini adalah :
Tersusunnya Detail Engineering Design (DED) Pembangunan Gedung Pelayanan
Karantina Pertanian Kantor Wilayah Kerja di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu yang
terdiri dari :
a. Penyusunan Rencana Anggaran Biaya(RAB)/Bill of Quantity(BQ).
b. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pekerjaan (Time Schedule).
c. Penyusunan Spesifikasi Teknis (Rencana Kerja dan Syarat-syarat).
d. Penyusunan Rencana Detail/Gambar Kerja.
e. Penyusunan Perhitungan Struktur.
Keluaran tersebut diatas disajikan dalam bentuk format laporan naskah akademis
dan format pengaturan dilengkapi dengan gambar-gambar dalam bentuk laporan
cetak (print out) disertai dengan file digital dalam bentuk media compact disc (CD).

VII. MASUKAN

7.1. Informasi
A. Dalam melaksanakan tugasnya konsultan harus mencari informasi yang
dibutuhkan selain informasi yang telah disampaikan dalam KAK. Informasi
dimiliki harus termasuk informasi dari pemerintah, swasta, dan masyakarat
sebagai objek dan subjek kawasan yang dilakukan studi.
B. Keabsahan data dan informasi dari berbagai sumber yang digunakan dalam
proses deskripsi, analisa, dan penuangan konsep serta penyusunan
berbagai program pada kegiatan Penyusunan DED Pembangunan Gedung
Pelayanan Karantina Pertaanian Kantor Wilayah Kerja di Batulicin
Kabupaten Tanah Bumbu ini ini menjadi bagian tugas koreksi dari konsultan
yang bersangkutan. Dan setiap kesalahan dan kelalaian pekerjaan sebagai
akibat dari kesalahan informasi juga menjadi tanggung jawab dari pihak
Konsultan.
C. Dalam hal ini informasi tambahan yang diperlukan diantaranya adalah
sebagai berikut:
a. Kebutuhan bangunan
a) Program ruang
b) Keinginan tentang organisasi
b. Keinginan tentang ruang-ruang tertentu, baik yang berhubungan dengan
pemakai atau perlengkapan yang akan digunakan dalam ruang tersebut
dituangkan dalam perencanaan.
a) Keinginan tentang kemungkinan perubahan dan fungsi dituangkan
dalam ruang perencanaan.
b) Keinginan-keinginan tentang utilitas bangunan :
1. Air bersih :
1) Kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang) Sanitasi
2) AC
3) Pemadam kebakaran
4) Sumber yang ada dan debitnya.
1. Air hujan dan air buangan :
1) Letak saluran kota
2) Cara pembuangan keluar tapak
2. Air kotor dan sampah Cara pengolahan :
1) Pembuangan sampah
2) Septic tank
3. Tata udara (AC) kalau ada :
1) Beban (ton ref)
2) Pembagian beban
3) Sistem yang diinginkan
4. Transportasi dalam bangunan :

9
1) Type dan kapasitas yang akan dipilih-interval dan waktu tunggu
(waiting time)
2) Penggunaan eskalator dan conveyor-transportasi/mobilitas
penyandang cacat
5. Penggunaan bahaya api.
1) Detector (jenis/type)
2) Alarm (jenis)
3) Peralatan pemadam (jenis dan kemampuan)
6. Pengaman dari bahaya pencurian dan perusakan alarm (jenis)
Sistem yang dipilih
7. Jaringan listrik
1) Kebutuhan daya
2) Sumber daya dan spesifikasinya
3) Cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas, spesifikasi)
8. Jaringan komunikasi (telpon, fax, telex, radio, intercom)
kebutuhan (jumlah titik pembicaraan)
Sistem yang dipilih

7.2. Tenaga
Untuk melaksanakan tugasnya, konsultan harus menyiapkan tenaga
professional dalam jumlah yang cukup dan memenuhi persyaratan yang
ditinjau dari lingkup proyek maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. Tenaga
profesional tersebut ialah personel berlatar belakang pendidikan Sarjana (S1)
berpengalaman menangani pekerjaan sejenis.
Tenaga ahli yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan ini adalah :
1. Tenaga Ahli
2. Asisten Tenaga Ahli
3. Tenaga Pendukung.
Penyedia jasa konsultansi perencanaan diharuskan menyediakan tenaga ahli
menurut kualifikasi, klasifikasi dan senioritasnya, pengalaman sesuai
bidangnya dan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Lulusan Perguruan Tinggi Negeri atau Perguruan Tinggi Swasta yang
mempunyai akreditasi disamakan dan mempunyai pengalaman cukup
sesuai yang disyaratkan.
b. Membuat Riwayat Hidup (Curriculum Vitae) Tenaga Ahli yang
harusditulis/diketik dan diteliti dengan benar, ditanda-tangani oleh yang
bersangkutan, diketahui oleh Pimpinan Perusahaan dan dilampiri foto copy
ijazah (S1) yang dipergunakan sebagai dasar untuk perhitungan
pengalaman kerja.
c. Membuat Surat Pernyataan Kesediaan untuk ditugaskan oleh perusahaan,
yang bermaterai cukup dan dilampirkan dalam Dokumen Usulan Teknis.
d. Mobilisasi Personil Konsultan Perencana dapat disesuaikan dengan
kebutuhan fisik selama kegiatan pelaksanaan pembangunan.

Penyedia jasa konsultansi perencana diharuskan mampu merinci penggunaan


tenaga, baik Tenaga Ahli, Asisten Tenaga Ahli maupun Tenaga Pendukung serta
membuat Struktur Organisasi Penyedia Jasa Konsultansi Perencana.
Adapun susunan tenaga yang dibutuhkan meliputi :

10
KUALIFIKASI/
No. KLASIFIKASI JUMLAH PENGALAMAN
1. Ketua Tim 1 TeknikArsitektur
(S1, min. 5tahun
pengalaman)
2. Tenaga Ahli Arsitektur 1 Teknik Sipil
(S1, min. 3 tahun
pengalaman)
3. Tenaga Ahli Struktur 1 Teknik Sipil
(S1, min. 3 tahun
pengalaman)
4. Tenaga Ahli Mekanika Tanah 1 Teknik Sipil
(S1, min. 3 tahun
pengalaman)
5. Tenaga Ahli Estimator 1 Teknik Sipil
(S1, min. 3 tahun
pengalaman)
Susunan tenaga pendukung yang diperlukan:

KU
No. KLASIFIKASI JUMLAH
PEN
(S1, min. 1 tahun pengalaman)
1 (S1, min. 1 tahun pengalaman)
3. Asisten Mekanikal & Elektrikal 1 (S1, min. 3 tahun
(Teknik Elektro) pengalaman)

Administrasi/Operator Komputer 1 Min. D3, 2 Tahun pengalaman


Draftman (CAD Operator) 2 Min. D3, 2 Tahun pengalaman
Surveyor 2 Min. D3, 2 Tahun pengalaman

VIII. WAKTU PELAKSANAAN

Secara umum dalam rangka efisiensi dan efektifitas waktu dan biaya pada
pekerjaan ini, maka pengalaman lebih tinggi dari yang diisyaratkan diatas akan
lebih diutamakan.
a. Kegiatan Penyusunan Perencanaan Pembangunan Gedung Pelayanan
Karantina Pertanian Kantor Wilayah Kerja di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu
ini diselesaikan dalam waktu 2,5 (dua koma lima) bulan sejak ditandatangani
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
b. Biaya Konsultan dan tata cara pembayaran diatur secara kontraktual setelah
melalui tahapan pengadaan jasa konsultansi.

IX. PEMBIAYAAN

A. Biaya Perencanaan
1. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan mengikuti Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung Negara, Peraturan Menteri Pekerjaan
Umum Nomor : 45/PRT/M/2007 tanggal 27 Desember 2007, yaitu :
1) Untuk pekerjaan standar berlaku biaya maksimum yang tercantum
dalam tabel.a s.d. d dan dihitung dengan billing rate sesuai ketentuan
yang berlaku.
2) Bila terdapat pekerjaan non standar maka dihitung secara bulan dan
biaya langsung yang dapat diganti dengan ketentuan billing rate yang
berlaku.
3) Pengaturan komponen pembiayaan pada butir a) dan b) diatas adalah
dipisahkan antara Bangunan Standar dan Non Standar serta harus
11
terbaca dalam suatu rekapitulasi akhir yang menyebutkan angka dan
huruf.
4) Besarnya biaya konsultan merupakan biaya tetap dan pasti
5) Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian
pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Departemen Perdagangan
dan Konsultan Perencana.

2. Biaya pekerjaan konsultan perencanaan dan tata cara pembayaran diatur


secara kontraktual setelah melalui tahapan proses pengadaan konsultan
perencana sesuai peraturan yang berlaku yang terdiri dari :
1) Honorarium tenaga ahli dan tenaga penunjang.
2) Material dan pengadaan.
3) Pembelian bahan dan ATK.
4) Biaya penyelidikan tanah.
5) Pembelian atau sewa peralatan.
6) Sewa kendaraan.
7) Biaya rapat-rapat.
8) Biaya perjalanan.
9) Jasa dan overhead perencana.
10) Pajak dan iuran daerah lainnya.
3. Pembayaran biaya konsultan perencana didasarkan pada prestasi kemajuan
pekerjaan perencana.

B. Sumber Pembiayaan
Pagu Biaya Perencanaan Pembangunan Gedung Pelayanan Karantina
Pertanian Kantor Wilayah Kerja di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu ini
sebesar Rp.113.300.000,00(Seratus tiga belas juta tiga ratus ribu rupiah)
dibebankan pada DIPA Tahun Anggaran 2016 yang telah disediakan dalam
Unit Organisasi Badan Karantina Pertanian, Program Peningkatan Kualitas
Pengkarantinaan Pertanian dan pengawasan Keamanan Hayati, pada Satuan
Kerja Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Wilayah Kerja Batulicin
Kabupaten Tanah Bumbu.

X. PROSES PERENCANAAN
A. Tanggungjawab Perencanaan
a. Konsultan Perencana bertanggungjawab secara profesional atas jasa
perencanaan yang berlaku dilandasi pasal 11 Undang-undang No. 18
tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi.
b. Secara umum tanggungjawab konsultan perencana adalah minimal
sebagai berikut ini :
a) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan
standar hasil karya perencanaan yang berlaku mekanisme
pertanggungan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang
berlaku.
b) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi
batasan-batasan yang ditetapkan termasuk melalui KAK ini, seperti dari
segi pembiayaan, waktu penyelesaian pekerjaan dari mutu bangunan
yang akan diwujudkan.
c) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi
standar dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk
bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk bangunan
gedung Negara.

B. Proses Perencanaan
a. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang
diminta, konsultan perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala
dengan pemberi tugas dan tim teknis.
b. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk antara pokok yang
harus dihasilkan konsultan perencana sesuai dengan pengarahan pemberi
12
tugas dan tim teknis berdasarkan standar hasil perencanaan.
c. Dalam pelaksanaan tugas, konsultan perencana harus selalu
memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan tugas adalah mengikat.
a. Hasil karya perencanaan dalam bentuk dokumen yang akan dilelangkan
harus diserahkan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

XI. PRODUK PERENCANAAN DAN PELAPORAN


A. Sistem Pelaporan
Laporan yang harus disajikan oleh Konsultan meliputi materi dan sajian
sebagai berikut ini :
1. Laporan Pendahuluan, merupakan suatu apresiasi terhadap pekerjaan
yang memuat :
Kajian awal terhadap kondisi dan lingkup studi;
Tahapan pelaksanaan dan metodologi analisis yang akan diterapkan;
Jadwal dan Rencana kerja serta Rencana pengumpulan data lapangan
yang akan dilakukan;
Diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah
penandatanganan kontrak
Dibuat dalam 5 (lima) rangkap.
2. Laporan Akhir, merupakan laporan kemajuan pekerjaan tahap terakhir
yang merupakan Laporan Akhir dengan cakupan pembahasan :
Perencanaan pekerjaan arsitektur, sipil, struktur, mekanikal dan
elektrikal.
Perhitungan Kelayakan kegiatan pembangunan.
Diserahkan selambat-lambatnya 3 hari sebelum berakhirnya kontrak
Dibuat sebanyak 5 (lima) rangkap.
3. Laporan Ringkasan Eksekutif, sebanyak 5 (lima) rangkap yang berisikan:
Maksud dan tujuan pekerjaan
Kriteria perencanaan
Ringkasan hasil perencanaan
Estimasi biaya konstruksi
4. Dokumen Pengadaan Jasa Pemborongan (Lelang Fisik), sebanyak 3
(tiga) rangkap.
5. Album Gambar Ukuran A3, sebanyak 3 (tiga) rangkap.
6. CD Data dan Gambar, sebanyak 5 (lima) keping.

B. Format Pelaporan
Laporan harus menggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai
dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).
Format Laporan adalah sebagai berikut :
a. Kertas
Ukuran Kertas : A4, 80 gram.
Jenis Kertas : HVS warna putih polos.
Kertas Pembatas : Kertas tipis berwarna sebagai pembatas antar bab.
b. Tulisan
Jenis Huruf : Standar.
Bentuk Huruf : Jelas, huruf tegak, miring (sesuai kebutuhan).
Spasi : 1,5 spasi.
c. Sampul/ Cover
Bahan : Kertas tebal, jenis buffalo, dilaminasi, hard cover.
Warna sampul : Disepakati kemudian
Penjilidan : Dijilid rapi.
Format sampul : Desain dan tata letak tulisan pada sampul didesain
oleh pelaksana/konsultan dan disetujui oleh pihak
pengguna jasa.
d. Tabel dan Grafik
Format tabel/grafik : Kreatifitas konsultan, mudah dibaca dan dimengerti
dengan teknik presentasi yang komunikatif.

13
e. Peta
Ukuran Kertas : A3, 80 gram.
Jenis Kertas : HVS warna putih polos.
Print out : berwarna, jelas, dengan teknik presentasi
yangkomunikatif.

f. Album Gambar (Gambar Kerja/Detail Perencanaan Teknis (DED))


Ukuran Kertas : A3, 80 gram.
Jenis Kertas : HVS warna putih polos.
Print out : berwarna, jelas, dengan teknik presentasi
yangkomunikatif.

XII. PEMAPARAN, ASISTENSI DAN DISKUSI


Pada setiap selesainya produk Perencanaan Pembangunan Gedung Pelayanan
Karantina Pertanian Kantor Wilayah Kerja di Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu (2
lantai) akan diadakan suatu pertemuan antara Konsultan, Pemberi Tugas dan
unsur lainnya (Tim Teknis) untuk membahas hasil pekerjaan yang telah dicapai
dan penambahan data yang diperlukan bagi tahapan berikutnya. Tahapan
perubahan ini sudah termasuk dalam waktu pelaksanaan yang diajukan oleh
Konsultan.

XIII. IKATAN HUBUNGAN KERJA, CARA PEMBAYARAN DAN SANKSI-


SANKSINYA
Dalam melaksanakan pekerjaan, Penyedia Jasa Konsultasi harus mematuhi
petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pihak Pengguna Jasa atau Pemberi Tugas
baik secara lisan maupun tertulis, dan berpedoman kepada Perpres Nomor 54
Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi
Pemerintah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden
Republik Indonesia Nomor: 04 Tahun 2015 yang merupakan perubahan ke-4
Perpres No. 54 tahun 2010 beserta turunannya .Pembayaran pada Rekanan
Penyedia Jasa Konsultasi dilakukan sesuai dengan pelaksanan pekerjaan dan tidak
dibenarkan melebihi prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan. Bagi Penyedia
Jasa Konsultasi Perencanaan yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai dengan
peraturan maupun ketentuan-ketentuan tersebut, akan dikenakan sanksi-sanksi
berupa teguran, peringatan, denda dan pembatalan/pencabutan SPK atau Surat
Perjanjian/Kontrak.

XIV. PENUTUP
a. Setelah Kerangka Acuan Kerja (KAK) ini diterima, maka konsultan hendaknya
memeriksa semua bahan yang telah diterima dan mencari bahan masukan
(input) yang diperlukan dalam upaya mengoptimalkan penyelesaian pekerjaan
ini.
b. Berdasarkan bahan tersebut konsultan segera menyusun Program Kerja dan
dibahas bersama dengan pemberi tugas atau tim yang telah dibentuk.

Banjarmasin, November 2015

Disusun oleh :
Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I
Banjarmasin,

Drh. SRI HANUM


NIP. 19590806 198603 2 001

14