Anda di halaman 1dari 2

Bab VII

Dinamika Penyelanggaraan Negara


dalam Konteks NKRI dan Negara Federal

A. Proses Penyelenggaraan Negara dalam Konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia

1. Konsep Negara Unitarisme

Menurut C.F. Strong dalam bukunya yang berjudul A History of Modern Political
Constitution (1963;84), negara kesatuan adalah bentuk negara yang wewenang legislatif
tertinggi dipusatkan dalam suatu badan legislatif nasional. Kekuasaan negara dipegang oleh
pemerintah pusat. Dalam negara kesatuan, hanya ada satu pemerintahan, satu kepala negara,
satu badan legislatif yang berlaku bagi seluruh wilayah negara. Hakikat negara kesatuan yang
sesungguhnya adalah kedaulatan tidak terbagi-bagi baik ke luar maupun ke dalam dan
kekuasaan pemerintah pusat tidak dibatasi.Negara kesatuan mempunyai dua sistem,
sentralisasi dan desentralisasi.

Sentralisasi. Semua hal diatur dan diurus oleh pemerintah pusat, sedangkan daerah
menjalankan perintah-perintah dan peraturan-peraturan dari pemerintah pusat. Daerah tidak
berwenang membuat peraturan-peraturan sendiri atau mengurus rumah tangganya sendiri.

Desentralisasi: Daerah diberi kekuasaan untuk mengatur rumah tangganya sendiri


(otonomi). Untuk memenuhi aspirasi masyarakat daerah, terdapat parlemen daerah. Meskipun
demikian, pemerintah pusat tetap memegang kekuasaan tertinggi.

2. Karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Pembentukan negara kesatuan bertujuan untuk menyatukan seluruh wilayah nusantara


agar menjadi negara yang besar dan kokoh dengan kekuasaan negara yang
bersifatsentralistik. UUD 1945 Pasal 25A Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah
sebuah negara kepulauan yang berciri nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-
haknya ditetapkan dengan undang-undang.
Kesatuan wilayah tersebut juga mencakup:
1) kesatuan politik;
2) kesatuan hukum;
3) kesatuan sosial-budaya;
4) kesatuan pertahanan dan keamanan

3. Perkembangan Proses Penyelenggaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Sejarah mencatat ada lima periode besar proses penyelenggaraan negara dalam konteks
NKRI. Hal tersebut terjadi terutama karena adanya pergantian UUD, yaitu periode 18
Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949, periode 17 Agustus 1950 sampai dengan 5
Juli 1959, periode 5 Juli 1959 sampai dengan 11 Maret 1966 (Masa Orde Lama), periode 11
Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998 (Masa Orde Baru), dan Periode 21 Mei 1998 sampai
dengan sekarang (Masa Reformasi).
B. Proses Penyelenggaraan Negara dalam Konteks Federalisme

1. Karakteristik Negara Federal

Negara federal/Federasi/Negara serikat adalah negara bersusunan jamak, terdiri atas


beberapa negara-negara bagian yang masing-masing tidak berdaulat. Walau negara-negara
bagian boleh memiliki konstitusi sendiri, kepala negara sendiri, parlemen sendiri, dan kabinet
sendiri, namun yang berdaulat dalam negara federal adalah gabungan negara-negara bagian
yang disebut negara federal. Setiap negara bagian bebas melakukan tindakan ke dalam, asal
tak bertentangan dengan konstitusi federal. Tindakan ke luar (hubungan dengan negara lain)
hanya dapat dilakukan pemerintah federal. Pada umumnya, kekuasaan yang dilimpahkan
negara-negara bagian kepada negara federal meliputi:
a) Hal-hal yang menyangkut kedudukan negara sebagai subjek hukum internasional.
Contoh: masalah daerah, kewarganegaraan, perwakilan diplomatik
b) Hal-hal yang mutlak mengenai keselamatan negara, pertahanan dan keamanan nasional,
perang dan damai

2. Federalisme di Indonesia

Federalisasi pernah diterapkan di Indonesia pada rentang 27 Desember 1949 15


Agustus 1950. Pada masa ini yang dijadikan konstitusi adalah Konstitusi Republik Indonesia
Serikat Tahun 1949.
Berdasarkan konstitusi tersebut, bentuk negara Indonesia adalah Serikat atau Federasi
dengan 15 negara bagian. Bentuk pemerintahan yang berlaku pada periode ini adalah
republik. Ciri republik diterapkan ketika berlangsungnya pemilihan Ir. Soekarno sebagai
Presiden RIS dan Drs. Moh hatta sebagai Perdana Menteri.

M. Dimas Mahardika
XII IPA 6