Anda di halaman 1dari 10

Evaluasi Program Imunisasi Dasar di Puskesmas Rengasdengklok Kabupaten

Karawang Periode Desember 2015 sampai dengan November 2016

Samantha
Email : violinchoco@gmail.com
Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Kristen Krida Wacana

___________________________________________________________________________
___

Abstrak
Imunisasi merupakan salah satu upaya preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian
kekebalan tubuh yang harus dilaksanakan secara terus-menerus dan menyeluruh, dan
dilaksanakan sesuai standar sehingga mampu memberikan perlindungan kesehatan dan
memutuskan mata rantai penularan. Departemen Kesehatan pada tahun 2008 menganjurkan
agar semua anak sebelum berusia satu tahun telah mendapatkan imunisasi dasar dengan
lengkap dan teratur sehingga dapat memiliki kesehatan yang baik sekaligus memutus mata
rantai penularan. Data dari WHO Immunization Summary 2010 menunjukkan cakupan
beberapa imunisasi dasar di Indonesia berkurang. Pada tahun 2008, cakupan DPT3 dan
polio3 adalah 77%. Cakupan Hepatitis B meningkat ke 78% namun masih belum mencapai
target 80%. Cakupan BCG pula adalah 89%. Menurut Dinkes Karawang cakupan imunisasi
dasar di Puskesmas Rengasdengklok juga belum mencapai target, maka dari itu dibuatlah
evaluasi program. Evaluasi dilakukan dengan pendekatan system. Dari masalah-masalah
yang ditemukan diharapkan dapat diberi penyelesaian dan dapat meningkatkan kinerja dari
program imunisasi dasar puskesmas
Kata kunci: imunisasi, bayi, WHO

1
Pendahuluan akan meninggal karena Batuk Rejan. 1 dari
Imunisasi adalah pemberian suatu 100 kelahiran anak akan meninggal karena
vaksin ke dalam tubuh untuk memberikan penyakit Tetanus. Dan dari setiap 3.200.000
kekebalan terhadap penyakit tertentu dengan anak, 1 akan menderita penyakit Polio.
maksud menurunkan Angka Kematian dan Berdasarkan data Current World Infant
Angka Kesakitan serta mencegah akibat Mortality Rate menunjukkan bahwa Infant
buruk lebih lanjut dari PD3I (Penyakit yang Mortality Rate (IMR) di dunia pada tahun
Dapat Dicegah Dengan Imunisasi). 2011 sebesar 41,61 per 1000 kelahiran hidup.
4
Imunisasi merupakan upaya
pencegahan yang sangat efektif, mudah, serta Departemen Kesehatan (Depkes)
murah untuk menghindari terjangkitnya berdasarkan data terakhir tahun 2007
penyakit infeksi yang berbahaya terhadap mengungkapkan rata-rata per tahun terdapat
seorang bayi atau anak. Melalui imunisasi, 401 bayi baru lahir di Indonesia meninggal
secara individu akan menjadi kebal terhadap dunia sebelum umurnya genap 1 tahun
penyait infeksi tertentu. Saat ini seluruh (SDKI). Berdasarkan data Dinas Kesehatan
Puskesmas di Indonesia telah melayani Karawang tahun 2011, tercatat sebanyak 171
imunisasi melalui pelayanan di Puskesmas , bayi meninggal sepanjang tahun 2011. Saat
dan mengisi kegiatan Posyandu yang ada di ini Departemen Kesehatan sedang berusaha
masyarakat 1,2,3 menargetkan agar AKB turun menjadi 23 per
Data dari WHO Immunization 1.000 Kelahiran Hidup pada tahun 2015.
Summary 2010 menunjukkan cakupan Salah satu usaha mengurangi angka kematian
beberapa imunisasi dasar di Indonesia bayi tersebut adalah dengan program
berkurang. Pada tahun 2008, cakupan DPT3 imunisasi.7,8
dan polio3 adalah 77%. Cakupan Hepatitis B Angka kematian bayi di Indonesia masih
meningkat ke 78% namun masih belum cukup tinggi. Berdasarkan Survey Demografi
mencapai target 80%. Cakupan BCG pula Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012
adalah 89%.1,3 menyebutkan, AKB 32 per 1.000 kelahiran
Data WHO menunjukkan pula bahwa hidup, turun sedikit dibandingkan tahun
setiap tahunnya di dunia ini terdapat 1,5 juta 2007, yaitu 34 per 1.000 kelahiran hidup.4
kematian bayi berusia 1 minggu dan 1,4 juta Menurut Dinas Kesehatan Jawa Barat, AKB
bayi lahir mati akibat tidak mendapatkan di provinsi Jawa Barat pada tahun 2012
imunisasi. Tanpa imunisasi, kira-kira 3 dari adalah 30 per 1.000 kelahiran hidup, dan
100 kelahiran anak akan meninggal karena untuk di Kabupaten Karawang pada tahun
penyakit Campak, 2 dari 100 Kelahiran Anak 2010 adalah sebesar 42,60 per 1.000

2
kelahiran hidup.5 AKB ini masih jauh dari memenuhi target cakupan Imunisasi Dasar
target yang telah ditetapkan dalam tujuan ke Nasional. Berdasarkan hasil laporan
empat Millenium Development Goals imunisasi dasar untuk Kabupaten Karawang
(MDGs) yaitu menurunkan angka kematian pada tahun 2014 oleh Dinas Kesehatan
bayi. Dalam MDGs, target AKB yang ingin Kabupaten Karawang, didapatkan cakupan
dicapai tahun 2015 adalah 23 per 1000 imunisasi Hepatitis B 94%, BCG 95%,
kelahiran hidup. Angka harapan hidup untuk polio-3 96%, DPT-3 96%, dan campak
anak yang berusia 1 tahun ke atas sangat 95%.8,9
Keberhasilan pelaksanaan imunisasi
ditentukan oleh pelayanan kesehatan saat
dasar diukur dengan pencapaian UCI
bayi terutama melalui program imunisasi.1,5,6
desa/kelurahan. UCI adalah tercapainya
Departemen Kesehatan pada tahun
imunisasi dasar secara lengkap pada bayi
2008 menganjurkan agar semua anak
(anak dibawah usia 1 tahun).6 Hal ini tentu
sebelum berusia satu tahun telah
akan berpengaruh terhadap AKB. Pada tahun
mendapatkan imunisasi dasar dengan
2010, pemerintah mencanangkan program
lengkap dan teratur sehingga dapat memiliki
Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional
kesehatan yang baik sekaligus memutus mata
Universal Child Immunization 2010-2014
rantai penularan.6 Teratur dalam hal ini
(GAIN-UCI 2010-2014). Pada program ini
adalah teratur dalam mentaati jadwal dan
pemerintah menargetkan cakupan
jumlah frekuensi imunisasi. Imunisasi dasar
desa/kelurahan yang mencapai UCI adalah
lengkap pada bayi meliputi: 1 dosis hepatitis
sebanyak 100% pada tahun 2014. Namun,
B-0, 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis
pada tahun 2014 target UCI ini hanya
polio, 3 dosis hepatitis B, dan 1 dosis
mencapai 81.82% sehingga pemerintah
campak.1,6 Jika imunisasi dilaksanakan
membuat target baru yaitu cakupan
dengan baik dan menyeluruh, maka
desa/kelurahan UCI sebanyak 84% pada
efektivitas imunisasi dapat mencapai 85-
tahun 2015 dan 92% pada tahun 2019.9
90%. Menurut Riset Kesehatan Dasar
Menurut hasil Dinas Kesehatan
(Riskesdas) tahun 2013 cakupan imunisasi
Kabupaten Karawang cakupan Imunisasi
dasar secara nasional yaitu Hep B-0 (79,1%),
Dasar tahun 2015 adalah BCG (99%), DPT.
BCG (87,6%), campak (82,1%), polio-4
3 (94%), Polio. 3 (94,2%), Campak (94,5%),
(77,0%), dan DPT-HB-HIB-3 (75,6%).
Hepatitis B.3 (92,1%), hasil yang didapatkan
Sedangkan berdasarkan Status Kelengkapan
sudah mencapai target, dan sudah UCI.
Imunisasi, status imunisasi lengkap (59,2%),
Walaupun telah mencapai target, masih
imunisasi tidak lengkap (32,1%), dan tidak
terdapat beberapa Kecamatan di Karawang
imunisasi (8,7%).7 Semua cakupan itu belum

3
yang hasil cakupan Imunisasi Dasar belum Metode evaluasi program imunisasi
memenuhi target.10 dasar ini menggunakan pendekatan sistem
Menurut laporan tahunan Dinas dengan pengumpulan data, analisis data, dan
Kesehatan Kabupaten Karawang, cakupan pengolahan data sehingga dapat digunakan
Imunisasi Dasar di Puskesmas untuk menjawab permasalahan pelaksanaan
Rengasdengklok tahun 2015 adalah BCG program Imunisasi Dasar di Puskesmas
(90,71%), Campak (75,77%), Polio Rengasdengklok periode Desember 2015
(86,01%), DPT-HB-HIB 1 (88,96%), dan sampai dengan November 2016. Hasil
DPT-HB-HIB 3 (85,71%), dari nilai-nilai evaluasi disajikan dalam bentuk tekstular dan
tersebut terlihat bahwa cakupan imunisasi tabular, kemudian dibuat usulan dan saran
belum mencapai target. 10 sebagai pemecahan masalah yang diharapkan
dapat membantu proses pengembangan
Materi program kedepannya.
Materi yang dievaluasi terdiri dari
catatan hasil kegiatan bulanan Puskesmas
Tolok Ukur
mengenai program Imunisasi Dasar di
Tolok ukur keberhasilan yang dipakai
Puskesmas Rengasdengklok, Kecamatan
dalam mengevaluasi program imunisasi
Rengasdengklok, Kabupaten Karawang
dasar ini adalah sesuai dengan Peraturan
periode Desember 2015 sampai dengan
Menteri Kesehatan Republik Indonesia
November 2016 antara lain:
Nomor 42 tahun 2013 tentang
1. Pelayanan Imunisasi Dasar di Puskesmas
Penyelenggaraan Imunisasi. Tolok ukur
dan Posyandu
terdiri dari variabel masukan, proses,
2. Penyuluhan dan pembinaan Peran Serta
keluaran, lingkungan, umpan balik, dan
Masyarakat mengenai Imunisasi Dasar
dampak yang digunakan sebagai pembanding
3. Melakukan monitoring atau Pemantauan
atau target yang harus dicapai dalam
Wilayah Setempat
program Imunisasi Dasar di wilayah kerja
4. Penatalaksanaan Kejadian Ikutan Pasca
Puskesmas Kecamatan Rengasdengklok,
Imunisasi (KIPI)
Kabupaten Karawang dari bulan Desember
5. Pencatatan dan pelaporan Program
2015 sampai dengan November 2016.
Imunisasi Dasar
Sumber data
6. Pencatatan dan pemantauan suhu cold
Sumber data dalam evaluasi ini berupa data
chain
sekunder yang berasal dari catatan bulanan
Puskesmas Rengasdengklok periode
Metode

4
Desember 2015 sampai dengan November Jumlah penduduk wilayah kerja
2016 dan catatan tahunan Puskesmas UPTD Puskesmas Rengasdengklok pada
Rengasdengklok tahun 2015. tahun 2016 berdasarkan data proyeksi
kependudukan kecamatan Rengasdengklok
Data Geografis
sebanyak 79.822 jiwa terdiri dari laki-laki
Gedung Puskesmas Rengasdengklok
32.096 jiwa dan perempuan 47.726 jiwa.
terletak di Desa Rengasdengklok Kecamatan
Data Khusus
Rengasdengklok yang berjarak 15 Km
dengan kota kabupaten Karawang. Batas Tenaga Dokter Umum (1 orang), Bidan
wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok (12 orang bidan desa), Kader (5
adalah sebagai berikut : orang/Posyandu)
Sebelah Utara : Wilayah Kerja Puskesmas Dana (APBD/APBN cukup).
Jayakerta dan Puskesmas Medang Asem. a. Sarana
Sebelah Selatan: Wilayah Kerja Puskesmas Medis Peralatan suntik
Kalangsari. 1. Disposible syringe (1cc ,2cc, 2,5cc, 3 cc,
Sebelah Barat : Sungai Citarum dan 5 cc) : Cukup
Kabupaten Bekasi. 2. Autodisposible syringe (0,05cc, 0,5cc):
Sebelah Timur : Wilayah Kerja Puskesmas Cukup
Kutamukti dan Puskesmas Kutawaluya. 3. Alkohol 70 %: Cukup
4. Cold Chain
Luas wilayah kerja a. Lemari es : 1
Luas wilayah kerja Puskesmas buah
Kecamatan Rengasdengklok adalah 1.575 b. Vaccine carrier : 7
Ha. Wilayah kerja Puskesmas Kecamatan buah
Rengasdengklok meliputi satu Kecamatan c. Cold box : 1
Rengasdengklok terdiri dari 6 desa, 32 buah
dusun, dan 156 RT. Desa di UPTD d. Termos + 4 buah cold pack :
Puskesmas Rengasdengklok: Sejumlah tim lapangan
Desa Dewisari, Desa Rengasdengklok e. Freeze tag/ Freeze watch :
Selatan Sejumlah tim lapangan
Desa Rengasdengklok Utara, Desa Kertasari ii. Vaksin
Desa Amansari, dan Desa Dukuh Karya Kebutuhan vaksin
Demografi
Kebutuhan Vaksin = Jumlah sasaran x
target cakupan : IP Vaksin

5
BCG = 2002 x 98% : 20 = 98 ampul Diberikan pada usia 2 11 bulan, dengan
Hep B-0 = 2002 x 90% x1 = 1802 jarak 4 minggu
iii. Polio : 4x, dosis 2 tetes. Diberikan pada
Polio =
usia 0 11 bulan, dengan jarak 4 minggu
(2002x98%)+(2002x95%)
iv. Campak : 1x, dosis 0,5 cc, SC, di lengan
+(2002x93%)+(2002x90%) : 10 vial =
753 vial kiri atas. Diberikan pada usia 9 11
DPT-HB-HIB-Hib= (2002x98%) bulan
+(2002x95%)+(2002x93%) : 5 vial = b. Penyuluhan mengenai imunisasi dasar
1146 vial Perorangan : Dengan wawancara
Campak = 2002 x 90% : 10 vial = 181 Kelompok : Dengan ceramah dan
diskusi
Kebutuhan alat suntik = jumlah sasaran x Masyarakat : Melalui spanduk, poster,
target cakupan(%) leaflet
Alat suntik 0,05 cc (untuk BCG) : 2002 x c. Mengelola vaksin, peralatan vaksinasi
98% = 1962 buah dan cold chain :
Alat suntik 0,5 cc (untuk DPT-HB-HIB a. Suhu cold chain 2-8 0 C, pemantauan dan
dan Campak) : {2002 x (98%+95% pencatatan suhu 2 x/hari.
+93%)}+{1668x 90%} = 7528 buah b. Bagian bawah lemari es diletakan kotak
Alat suntik 5 cc (pelarut) dingin cair (cool pack) sebagai penahan
= Jumlah vaksin BCG + Jumlah vaksin dingin dan kestabilan suhu.
campak c. Vaksin BCG, Campak, dan Polio
= 98 + 181 = 279 buah
diletakkan dekat evaporator.
Alat dan obat KIPI Cukup d. Vaksin DPT-HB-HIB-Hib diletakkan

Non medis cukup lebih jauh dari evaporator.

Proses e. Beri jarak antara kotak vaksin minimal 1-

a. Pelayanan imunisasi dasar di 2 cm atau satu jari tangan, agar terjadi

Puskesmas dan Posyandu: sirkulasi udara yang baik.

i. BCG : 1x, dosis 0,05 cc, IC, di deltoid f. Letakkan 1 bh termometer di bagian

lengan atas kanan Diberikan sedini tengah lemari es dan letakkan 1 buah

mungkin, pada usia 0 2 bulan freeze tag diantara vaksin hepatitis B atau

ii. DPT-HB-HIB-Hib : 3x, dosis 0,5 cc, DPT

IM/SC dalam, di anterolateral paha atas

6
g. Vaksin selalu disimpan dalam kotak
kemasan agar tidak terkena sinar Ultra
Violet.
h. Pelarut vaksin campak dan BCG Bidan desa
Kader
disimpan pada suhu kamar, pelarut tidak
boleh beku.
i. Penggunaan 1 spuit untuk satu orang. Keluaran

a.Besar sasaran = 2002 bayi (sesuai dengan


d. Pemantauan : Dengan PWS
jumlah bayi di wilayah puskesmas
(Pemantauan Wilayah Setempat) di
Rengasdengklok pada data proyeksi)
setiap desa dengan cara mengumpulkan
b.Pencapaian Imunisasi Dasar
dan mengolah data cakupan imunisasi
c. Cakupan desa UCI
dari tiap desa dan dikelompokkan ke
- Cakupan imunisasi BCG sebesar
dalam format grafik untuk masing-
77,6% dari target 98%. Besarnya
masing imunisasi. Dilakukan dengan
masalah +20.8%.
teratur setiap satu bulan
e. Pencatatan dan pelaporan: Dengan - Cakupan imunisasi DPT-HB-HIB 1

laporan bulanan, dan rapat bulanan. sebesar 80,7% dari target 98%.

f. Penatalaksanaan KIPI: Jika ada kasus. Besarnya masalah +17.65 %.

- Cakupan imunisasi DPT-HB-HIB 2


Pengorganisasian (Organizing) sebesar 85,8% dari target 95%.

Terdapat organisasi Puskesmas disertai Besarnya masalah +9.6%.

pembagian tugas yang teratur : - Cakupan imunisasi DPT-HB-HIB3


sebesar 81,2% dari target 93%. Besar
Kepala
masalahnya 12.68%.
UPTD
Puskesmas - Cakupan imunisasi Polio-1 sebesar
79,3% dari target 98%. Besarnya
Kepala Sub Bagian
masalah +19.1%.
Tatausaha
- Cakupan imunisasi Polio-2 sebesar
Khairul Anwar 80,3% dari target 95%. Besarnya
Koordinator Program masalah +15.47%.
Imunisasi Dasar

Meineni, AMKeb
7
- Cakupan imunisasi Polio-3 sebesar -Agama : Tidak menjadi faktor penghambat
82,6% dari target 93%. Besarnya Umpan balik
masalah +11.1%. Rapat kerja dalam bentuk lokakarya mini

- Cakupan imunisasi Polio-4 sebesar : 1 bulan sekali

80,9% dari target 90%. Besarnya Dampak

masalah +10.1%. Langsung : Bayi mendapat


kekebalan akibat dari pemberian
- Cakupan imunisasi Campak sebesar
imunisasi, mencegah terjangkitnya
74,1% dari target 90%. Besarnya
penyakit menular yang dapat dicegah
masalah +17.6%
dengan imunisasi. Pada akhirnya angka
- Cakupan imunisasi Hb0 sebesar insidensi penyakit menular yang bisa
77,4% dari target 90%. Besarnya dicegah dengan imunisasi dapat
masalah +14% menurun.
- Cakupan desa UCI sebesar 50% dari Tidak langsung : Meningkatkan
target 100%. Besarnya masalah 50% derajat kesehatan dan kualitas hidup

- Penyuluhan kelompok sebesar 50% masyarakat di wilayah kerja.

dari target 100%. Besarnya masalah Yang menjadi prioritas masalah adalah :

50%. 1. Cakupan desa UCI yang belum


Lingkungan mencapai target
Lingkungan Fisik 2. Cakupan imunisasi BCG yang belum
-Lokasi : terdapat beberapa lokasi yang sulit mencapai target
dicapai
3. Penyuluhan kelompok mengenai
-Transportasi : Tersedia sarana
Imunisasi Dasar yang belum mencapai
transportasi untuk membawa vaksin ke
target.
posyandu.
Masalah tidak tercapainya cakupan
-Fasilitas kesehatan lain : Ada fasilitas
disebabkan antara lain :
kesehatan lain
Adanya lokasi Puskesmas dan
Lingkungan Non Fisik
beberapa posyandu yang sulit dicapai
-Pendidikan : terkadang menjadi faktor
oleh warga. dan transportasi yang
penghambat
kurang memadai sehingga
-Sosial ekonomi : Tidak menjadi faktor
menyebabkan ibu-ibu kesulitan
penghambat
membawa anaknya ke posyandu, dan

8
terdapat beberapa desa yang sulit setempat, yang disesuaikan dengan
dijangkau oleh Puskesmas untuk tingkat pendidikan masyarakat
mengantarkan vaksin ke posyandu. mengenai pentingnya imunisasi
Pendidikan ibu yang rendah dengan harapan dapat memberi
mempengaruhi pengetahuan ibu pengetahuan kepada ibu yang
mengenai pentingnya imunisasi dan memiliki bayi sehingga terjadi
manfaatnya bagi bayi serta perubahan sikap dan perilaku ibu.
mempengaruhi perilaku dan pola Lebih meningkatkan kedisiplinan dari
pikir ibu yang beranggapan bahwa petugas kesehatan, bidan, dan kader
jika di imunisasi akan menyebabkan dalam melaksanakan kegiatan
anaknya sakit. Posyandu, apabila memang acara
Posyandu tidak selalu sesuai jadwal Posyandu harus berubah, diharapkan
yang ada, dan kurangnya komunikasi agar dapat bekerjasama dengan kader
antara ibu dengan petugas kesehatan agar untuk memberitahukan ibu
atau kader mengenai jadwal bahwa terdapat perubahan jadwal
Posyandu. Posyandu, dan memberitahukan
Posyandu yang belum memakai kapan jadwal Posyandu yang akan

system 5 meja. dilaksanakan.

Masih adanya pebedaan persepsi Meningkatkan kedisiplinan dari

masyarakat dengan tenaga kesehatan petugas penyuluhan agar dapat

tentang imunisasi. melaksanakan kegiatan penyuluhan

Saran kelompok sesuai dengan target yang

Ditujukan kepada Puskesmas telah ditetapkan, dan membuat jadwal

Rengasdengklok, Kecamatan yang jelas tentang pelaksanaan

Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, penyuluhan kelompok di luar gedung

dengan langkah langkah sebagai berikut : yang akan dilakukan oleh bidan desa.

Melakukan kerjasama lintas sektor Apabila memang susah

agar dapat meningkatkan kondisi mengumpulkan warga, maka bidan

jalan agar mudah dicapai oleh desa dapat bekrjasama dengan ketua

petugas Puskesmas yang akan RT setempat untuk membantu

melaksanakan imunisasi di Posyandu. mengumpulkan warga.


Apabila langkah langkah penyelesaian
Melakukan penyuluhan perorangan
masalah yang diajukan telah dijalankan maka
oleh para kader atau bidan di daerah

9
diharapkan penyelenggaraan program analisis imunisasi. Jakarta:
imunisasi dasar di Puskesmas Kementerian Kesehatan; 2014.
Rengasdengklok, Kecamatan 6. Kementerian Kesehatan Republik
Rengasdengklok, Kabupaten Karawang Indonesia. Gerakan Akselerasi
dapat mencapai target yang diinginkan. Imunisasi Nasional Universal Child
Immunization 2010-2014.
Kepmenkes RI
No.482/MENKES/SK/2010. Jakarta:
Daftar Pustaka
Departemen Kesehatan Republik
Indonesia; 2010.
1. Kementrian Kesehatan Republik
7. Dinas Kesehatan Kabupaten
Indonesia. Peraturan menteri
Karawang. Profil dinas kesehatan
kesehatan Republik Indonesia nomor
kabupaten karawang. Karawang:
42 tahun 2013 tentang
Dinas Kesehatan Kabupaten
penyelenggaraan imunisasi. Jakarta:
Karawang; 2014.
Departemen Kesehatan Republik
8. Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia; 2013.
Indonesia. Rencana strategis
2. Departemen Kesehatan RI. Pedoman
Kementerian Kesehatan tahun 2015-
teknis imunisasi tingkat puskesmas.
2019. Kepmenkes RI
Jakarta : Direktorat Jenderal PP & PL
No.HK.02.02/MENKES/52/2015.
Departemen Kesehatan RI, 2010.
Jakarta: Departemen Kesehatan
3. World Health Organization. Global
Republik Indonesia; 2015.
health observatory data on
9. Trihono, Laporan Hasil Riset
immunization. Diunduh dari
Kesehatan Dasar (RISKESDAS)
http://www.who.int/gho/child_health/
Nasional 2013. Badan Penelitian dan
mortality/neonatal_infant_text/en/,
Pengembangan Kesehatan. Diunduh
pada 29 Oktober 2016.
tanggal 6 November 2016 dari:
4. Kementerian Kesehatan Republik
http://www.kesehatan.kebumenkab.g
Indonesia. Profil kesehatan Indonesia
o.id/data/lapriskesdas.pdf
tahun 2014. Jakarta: Kementerian
10. Dinas Kesesahatan Kabupaten
Kesehatan RI; 2015.
Karawang. Laporan Bulanan
5. Pusat Data dan Informasi
Program Imunisasi Tahun 2016.
Kementerian Kesehatan Republik
Karawang. 2016
Indonesia. Buletin: Situasi dan

10