Anda di halaman 1dari 13

Universitas Kristen Krida Wacana

Laporan Kunjungan Rumah Pasien Tuberkulosis Paru


di Puskesmas Rengasdengklok, Kabupaten Karawang

Oleh:
Liana Herdita Santoso
11 2013 - 099

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Komunitas


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jakarta, November 2015
Puskesmas : Rengasdengklok

Data Riwayat Keluarga


I. Identitas Pasien
Nama lengkap : Ibu Rohimah
Usia : 44 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Sumber Sari, Rengasdengklok
Suku Bangsa : Sunda
Agama : Islam
Pendidikan : SMP

II. Riwayat Biologis Keluarga


a. Keadaan kesehatan sekarang : cukup baik
b. Kebersihan perorangan : cukup baik
c. Penyakit yang sering diderita : Tidak ada
d. Penyakit keturunan : Tidak ada
e. Penyakit kronis/menular : Tuberculosis
f. Kecacatan anggota keluarga : Tidak ada
g. Pola makan : cukup baik
h. Pola istirahat : cukup baik
i. Jumlah anggota keluarga : 4 orang

III. Psikologis Keluarga


a. Kebiasaan buruk : tidak menjaga kebersihan
b. Pengambilan keputusan : kepala rumah tangga
c. Ketergantungan obat : tidak ada
d. Tempat mencari pelayanan kesehatan: puskesmas
e. Pola rekreasi : kurang

IV. Keadaan Rumah/Lingkungan


a. Jenis bangunan : permanen
b. Lantai rumah : keramik
c. Luas rumah : 6 meter x 10 meter
d. Penerangan : kurang
e. Kebersihan : kurang
f. Ventilasi : kurang
g. Dapur : ada
h. Jamban keluarga : ada
i. Sumber air minum : air pam
j. Sumber pencemaran air : tidak ada
k. Pemanfaatan pekarangan : tidak ada
l. Sistem pembuangan air limbah : tidak ada
m. Tempat pembuangan sampah : tidak ada
n. Sanitasi lingkungan : kurang baik

V. Spiritual Keluarga
a. Ketaatan beribadah : cukup baik
b. Keyakinan tentang kesehatan : cukup baik

VI. Keadaan Sosial Keluarga


a. Tingkat pendidikan : SMP
b. Hubungan antar keluarga : baik
c. Hubungaan dengan orang lain : cukup baik
d. Kegiatan organisasi sosial : cukup baik
e. Keadaan ekonomi : rendah

VII. Kultural Keluarga


a. Adat yang berpengaruh : adat Sunda
b. Lain-lain :-

VIII. Daftar Anggota Keluarga


No Nama Hubungan Umur Pekerjaan Agama KeadaanKesehata
dengan n
keluarga
1 Sanusi Suami tahun Buruh Pabrik Islam Baik
2 Eko Anak 14 tahun Siswa Islam Baik
3 Dicky Anak 4 tahun - Islam Baik

IX. Keluhan Utama : Adanya batuk kering lebih 1 bulan


X. Keluhan Tambahan : Pusing, nafsu makan kurang, keringat berlebih, sesak
nafas.
XI. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien dengan keluhan batuk kering lebih satu bulan dan sering keringatan di
malam hari. Kemudian pasien datang ke puskesmas untuk berobat dan didiagnosa
tuberkulosis paru. Saat ini pasien baru saja menyelesaikan pengobatan rutinnya selama
6 bulan, tetapi pasien masih mengalami batuk-batuk kering dan sering merasakan sesak
nafas bila terkena asap, terutama asap pabrik pembakaran batu bata.

XII. Pemeriksaan Fisik


a. Keadaan umum : Baik
b. Kesadaran : Compos Mentis
c. Tanda vital:
- Frekuensi nadi : 82 kali/menit
- Tekanan darah : 120/80 mmHg
- Frekuensi napas : 20 kali/menit
- Suhu : 36,40C
d. Data antropometi
Berat badan : 49 kg
Tinggi badan : 158 cm
Lingkar kepala : -
Lingkar dada :-
Lingkar lengan atas : -

Pemeriksaan Sistematis
a. Kepala
Bentuk dan ukuran : normocephali, tidak ada deformitas
Rambut dan kulit kepala: rambut berwarna hitam, distribusi merata, kulit
kepala tidak ada kelainan.
Wajah : normal
Mata : conjunctiva anemis -/-, sklera ikterik -/-
Telinga : bentuk normal, liang telinga lapang, sekret -/-
Hidung : bentuk normal, sekret -/-, pernapasan cuping hidung(-)
Bibir : merah, tidak kering, sianosis (-)
Gigi-geligi : tidak ada karies gigi
Mulut : bentuk normal, tidak ada stomatitis, sianosis (-)
Lidah : bentuk normal, lidah tidak kotor
Tonsil : tonsil T1-T1 tenang,tidak hiperemis
Faring : tidak hiperemis
b. Leher : tidak da kelainan bentuk, tiroid dan kelenjar getah bening tidak teraba
membesar.
c. Toraks
Dinding toraks : simetris, pergerakan dinding toraks simetris, tidak ada
retraksi.
Paru:
Inspeksi : gerak dinding dada simetris
Palpasi : vocal fremitus kiri dan kanan sama
Perkusi : sonor pada kedua lapang paru
Auskultasi : suara napas vesikuler, ronkhi kasar +/+, wheezing -/-
Jantung
Inspeksi : tidak terlihat pulsasi iktus kordis
Palpasi : teraba pulsasi iktus kordis di sela iga IV garis midclavicularis
sinistra
Perkusi : tidak dilakukan
Auskultasi : bunyi jantung I-II reguler, tidak ada murmur, tidak ada gallop
d. Abdomen
Inspeksi : tampak datar, tidak tampak pelebaran vena
Auskultasi : bising usus (+) normal
Palpasi : supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba membesar
e. Anus dan rectum : tidak ada kelainan
f. Genitalia : tidak ada kelainan
g. Anggota gerak : akral hangat + + oedema - -
+ + - -
h. Tulang belakang : tidak ada kelainan
i. Kulit : tidak ada kelainan
j. Rambut : berwarna hitam, distribusi merata
k. Kelenjar getah bening: tidak teraba membesar
l. Pemeriksaan neurologis: Meningeal sign (-)

XIII. Diagnosa Penyakit : Tuberculosis paru

XIV. Diagnosa Keluarga : Keluarga dalam keadaan sehat

XV. Anjuran Penatalaksaan Penyakit:


a. Promotif
Penyuluhan tentang penyakit tuberculosis
Memberikan motivasi untuk perilaku hidup bersih dan sehat, misalnya memakai
masker, tidak membuang dahak sembarangan, memperbaiki sirkulasi udara rumah
atau ventilasi tidak merokok.

b. Preventif
Pemberian suplementasi gizi
Jaga pola hidup dan kesehatan

c. Kuratif
Farmakologis:
Pengobatan dengan Paket OAT Kategori 1 dari puskemas.
2 bulan pertama dengan INH, Rifampisin dan Pirazinamid dilanjutkan dengan 4 bulan
berikutnya INH dan Rifampisin.
Lama pengobatan: Selama 6 bulan
Non-farmakologis:
Menjelaskan kepada pasien bahwa penyaki ini bisa disembuhkan tetapi pengobatan
akan berlangsung lama antara 6 bulan, untuk itu pasien harus rajin mengambil obat di
puskesmas dan tidak boleh putus berobat.

d. Rehabilitatif
Dilakukan pengawasan makan obat supaya teratur dan rutin

XVI. Prognosis
a. Penyakit : dubia ad bonam
b. Keluarga : dubia ad bonam
c. Masyarakat : dubia ad bonam

XVII. Resume
Seorang ibu berusia 44 tahun dengan keluhan utama batuk kering lebih tiga
minggu. Kadang batuk keluar darah dan malam sering keringatan di malam hari. Dari
keadaan rumah/lingkungan, sanitasi lingkungan masih kurang baik.
Dari data tersebut diagnosa pasien adalah Tuberculosis Paru. Tatalaksana yang
dilakukan ialah penyuluhan tentang penyakit tuberculosis, motivasi agar rutin berobat
dan pemberian obat tuberkulosis selama 6 bulan.

TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun yang disebabkan oleh


Mycobakterium tuberculosis yang ditandai dengan pembentukan granuloma pada jaringan
yang terinfeksi. Mycobacterium tuberculosis merupakan kuman aerob yang dapat hidup
terutama di paru / berbagai organ tubuh lainnya yang bertekanan parsial tinggi. Penyakit
tuberculosis ini biasanya menyerang paru tetapi dapat menyebar ke hampir seluruh bagian
tubuh termasuk meninges, ginjal, tulang, nodus limfe. Infeksi awal biasanya terjadi 2-10
minggu setelah pemajanan. Individu kemudian dapat mengalami penyakit aktif karena
gangguan atau ketidakefektifan respon imun.

B. Etiologi

TB paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang merupakan batang aerobic


tahan asam yang tumbuh lambat dan sensitive terhadap panas dan sinar UV. Bakteri yang
jarang sebagai penyebab, tetapi pernah terjadi adalah M. Bovis dan M. Avium.

C. Tanda dan Gejala


1. Tanda
a. Penurunan berat badan
b. Anoreksia
c. Dispneu
d. Sputum purulen/hijau, mukoid/kuning.
2. Gejala
a. Demam
Biasanya menyerupai demam influenza. Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan
tubuh penderita dengan berat-ringannya infeksi kuman TBC yang masuk.
b. Batuk
Terjadi karena adanya infeksi pada bronkus. Sifat batuk dimulai dari batuk kering
kemudian setelah timbul peradangan menjadi batuk produktif (menghasilkan sputum).
Pada keadaan lanjut berupa batuk darah karena terdapat pembuluh darah yang pecah.
Kebanyakan batuk darah pada ulkus dinding bronkus.

c. Sesak nafas.
Sesak nafas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut dimana infiltrasinya sudah
setengah bagian paru.
d. Nyeri dada
Timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura (menimbulkan pleuritis)
e. Malaise
Dapat berupa anoreksia, tidak ada nafsu makan, berat badan turun, sakit kepala, meriang,
nyeri otot, keringat malam.
D. Patofisiologi
Pada tuberculosis, basil tuberculosis menyebabkan suatu reaksi jaringan yang aneh di dalam
paru-paru meliputi : penyerbuan daerah terinfeksi oleh makrofag, pembentukan dinding di
sekitar lesi oleh jaringan fibrosa untuk membentuk apa yang disebut dengan tuberkel.
Banyaknya area fibrosis menyebabkan meningkatnya usaha otot pernafasan untuk ventilasi
paru dan oleh karena itu menurunkan kapasitas vital, berkurangnya luas total permukaan
membrane respirasi yang menyebabkan penurunan kapasitas difusi paru secara progresif, dan
rasio ventilasi-perfusi yang abnormal di dalam paru-paru dapat mengurangi oksigenasi darah.

E. Pemeriksaan Penunjang

Pembacaan hasil tuberkulin dilakukan setelah 48 72 jam; dengan hasil positif bila terdapat
indurasi diameter lebih dari 10 mm, meragukan bila 5-9 mm. Uji tuberkulin bisa diulang
setelah 1-2 minggu. Pada anak yang telah mendapt BCG, diameter indurasi 15 mm ke atas
baru dinyatakan positif, sedangkan pada anak kontrak erat dengan penderita TBC aktif,
diameter indurasi 5 mm harus dinilai positif. Alergi disebabkan oleh keadaan infeksi berat,
pemberian immunosupreson, penyakit keganasan (leukemia), dapat pula oleh gizi buruk,
morbili, varicella dan penyakit infeksi lain. Gambaran radiologis yang dicurigai TB adalah
pembesaran kelenjar hilus, paratrakeal, dan mediastinum, atelektasis, konsolidasi, efusi
pieura, kavitas dan gambaran milier. Bakteriologis, bahan biakan kuman TB diambil dari
bilasan lambung, namun memerlukan waktu cukup lama. Serodiagnosis, beberapa
diantaranya dengan cara ELISA (enzyme linked immunoabserben assay) untuk mendeteksi
antibody atau uji peroxidase anti peroxidase (PAP) untuk menentukan Ig G spesifik.
Teknik bromolekuler, merupakan pemeriksaan sensitif dengan mendeteksi DNA spesifik yang
dilakukan dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). Uji serodiagnosis maupun
biomolekular belum dapat membedakan TB aktif atau tidak.
Tes tuberkulin positif, mempunyai arti :
1. Pernah mendapat infeksi basil tuberkulosis yang tidak berkembang menjadi penyakit.
2. Menderita tuberkulosis yang masih aktif
3. Menderita TBC yang sudah sembuh
4. Pernah mendapatkan vaksinasi BCG
5. Adanya reaksi silang (cross reaction) karena infeksi mikobakterium atipik.

F. Penanganan
a. Promotif
1. Penyuluhan TBC
2. Pemberitahuan baik melalui spanduk/iklan tentang bahaya TBC, cara
penularan, cara pencegahan, faktor resiko
3. Mensosialisasikan BCG di masyarakat.

b. Preventif
1. Vaksinasi BCG
2. Membersihkan lingkungan dari tempat yang kotor dan lembab.
3. Bila ada gejala-gejala TBC segera ke Puskesmas/RS, agar dapat diketahuinsecara
dini.

c. Kuratif
Pengobatan tuberkulosis terutama pada pemberian obat antituberculosis (OAT) dalam jangka
waktu yang lama. Obat-obat dapat juga digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit klinis
pada seseorang yang sudah terjangkit infeksi. Penderita tuberkulosis dengan gejala klinis
harus mendapat minuman dua obat untuk mencegah timbulnya strain yang resisten terhadap
obat. Kombinasi obat-obat pilihan adalah isoniazid (INH) dengan etambutol (EMB) atau
rifamsipin (RIF). Dosis lazim INH untuk orang dewasa biasanya 5-10 mg/kg atau sekitar 300
mg/hari, EMB, 25 mg/kg selama 60 hari, kemudian 15 mg/kg, RIF 600 mg sekali sehari. Efek
samping etambutol adalah Neuritis retrobulbar disertai penurunan ketajaman penglihatan. Uji
ketajaman penglihatan dianjurkan setiap bulan agar keadaan tersebut dapat diketahui. Efek
samping INH yang berat jarang terjadi. Komplikasi yang paling berat adalah hepatitis. Resiko
hepatitis sangat rendah pada penderita dibawah usia 20 tahun dan mencapai puncaknya pada
usia 60 tahun keatas. Disfungsi hati, seperti terbukti dengan peningkatan aktivitas serum
aminotransferase, ditemukan pada 10-20% yang mendapat INH.

PEMBAHASAN

Menurut Teori Blum bahwa kesehatan manusia dipengaruhi oleh beberapa unsur yaitu
lingkungan, pelayanan kesehatan, perilaku dan keturunan. Dimana unsur-unsur tersebut
saling berinteraksi dan saling terkait satu sama lain. Juga mengacu pada kemampuan
mengetahui, mengamati, menyadari, dan menanggapi keadaan sehatnya sendiri.
Dari hasil kunjungan rumah didapatkan bahwa pasien mempunyai penyakit Tuberculosis
Paru. Pasien berpola hidup kurang sehat sehingga memacu perburukan penyakit. Pasien
mengaku kesulitan berobat karena masalah ekonomi.
Dilihat dari hasil kunjungan rumah pasien, didapatkan bahwa tempat tinggal pasien, termasuk
dalam kategori kurang/ tidak sehat sebab kebersihan sangat kurang, ventilasi dalam rumah
sangat kurang, pencahayaan di dalam sangat kurang, pembuangan sampah kurang, sumber air
bersih sangat kurang. (dapat dilihat di lampiran).
Maka terbukti bahwa kesehatan manusia dipengaruhi oleh beberapa unsur-unsur yang
disebutkan di Teori Blum. Oleh karena itu sebagai dokter keluarga yang bekerja di
Puskesmas, sebaiknya dapat memberikan komunikasi, informasi dan edukasi perorangan
untuk memperbaiki pola hidup pasien.
KESIMPULAN& SARAN

1. Kesimpulan
Dari hasil pemeriksaan saat kunjungan rumah pada , Oktober 2015 didapatkan bahwa
pasien adalah penderita Tuberculosis Paru. Pasien kurang memiliki pengetahuan tentang
penyakitnya sehingga melakukan pola hidup yang salah. Rumah pasien tergolong rumah
yang tidak sehat dilihat dari ventilasi udaranya yang kurang, pembuangan sampah, serta
penerangan dalam rumah yang sangat kurang, dan lingkungan rumah dengan polusi udara
hasil pembakaran batu bata. Untuk mencegah jatuhnya seseorang ke dalam tingkat
kecacatan lebih lanjut maupun perburukan kualitas hidup / produktivitas, perlu
kedisiplinan terutama dalam hal kepatuhan minum obat. Edukasi dari dokter kepada
pasien sangatlah penting terutama mengenai komplikasi dan pola /gaya hidup yang sehat.

2. Saran
Bagi pasien disarankan:
Menjelaskan kepada pasien bahwa penyaki ini bisa disembuhkan tetapi pengobatan akan
berlangsung lama antara 6 bulan, untuk itu pasien harus rajin mengambil obat di puskesmas
dan tidak boleh putus berobat dan baik bila pasien menerapkan perilaku hidup bersih dan
sehat misalnya tidak merokok, memperbaiki ventilasi udara rumah atau memakai masker.

LAMPIRAN