Anda di halaman 1dari 11

MICROWAVE DIATHERMY UNIT (MWD)

1. MWD
MICROWAVE DIATHERMY UNIT (MWD) adalah suatu alat terapy yang memancarkan
gelombang micro (micro wave), untuk memanaskan jaringan di dalam kulit.

Gambar 1.1 Microwave Diathermy


C. Spesifikasi
a. Nama Alat : MWD
b. Merek : OG GIKEN
c. Type : ME-7200
d. Serial Number : 05113E
e. Power supply : 220 V AC
f. Frekuensi : 50 Hz
g. Daya : 400 VA

1. Prinsip dasar
Pada alat mwd terdapat tiga bagian utama yaitu oscillator, amplifier, dan elektroda. Yang
pertama oscillator menghasilkan frekuensi tinggi dan dimana timer berguna untuk membatasi
waktu pemakaian. Amplifier menguatkan arus, lalu outputnya diukur kemudian dihasilkan pada
display atau parameter. Dan yang terakhir Elektroda mengalirkan energy yang dari amplifier ke
pasien selama proses terapi
2. Blok Diagram

Gambar 2.2 Blok diagram Microwave Diathermy

Keterangan :

a. Power Supply
Berfungsi untuk mensupply tegangan pada rangkaian timer.
b. Timer
Berfungsi untuk mengatur lamanya pesawat bekerja.
c. Regulator
Berfungsi untuk mengatur besarnya dosis tegangan.
d. Rangkaian Intensitas
Berfungsi untuk pengaturan intensitas continous dan intermitten.
e. HTT
Berfungsi untuk penghasil tegangan tinggi.
f. Tabung HTT
Berfungsi untuk sebagai tempat terjadinya tumbukan electron dari anode ke katode (filament).
g. Rangkaian Tuning
Berfungsi untuk penghasil frekuensi tinggi.
h. Elektroda
Berfungsi untuk mentransfer hasil berupa panas kepada bagian tubuh pasien yang ingin diterapi.

3. Standar Operasional Pengoperasian:


a. Tempatkan alat pada ruangan pemeriksaan/tindakan.
b. Lepaskan penutup debu.
c. Siapk
an accessories.
d. Hubungkan alat ke terminal pembumian.
e. Perhatikan protap pelayanan.Tentukan intensitas pemanasan yang dibutuhkan.
f. Set waktu yang dikehendaki.
g. Lakukan tindakan terapy.
h. Setelah digunakan, kembalikan tombol ke posisi minimun/nol.
i. Matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF ke posisi OFF.
j. Lepaskan hubungan alat dari catu daya.
k. Lepaskan hubungan alat dari terminal pembumian.
l. Lepaskan elektroda dari alat.
m. Bersihkan alat.
n. Pasang penutup debu.
o. Kembalikan alat ke tempat penyimpanan.

4. Pemeliharaan

No Kegiatan Pemeliharaan Periode


1. Cek dan bersihkan seluruh bagian alat 1 bulan
2. Cek sistem catu daya 1 bulan
3. Cek fungsi selektor dan tombol switch 1 bulan
4. Cek gerakan automatic patient tuning pada energi 1 bulan
maksimum
5. Cek sistem pengamanan 1 bulan
6. Lakukan pelumasan pada roda gigi jika dilengkapi 3 bulan
automatic patient tuning
7. Cek dan periksa lampu lampu indikator 3 bulan
8. Cek kabel elektroda frekuensi tinggi dari kerusakan 3 bulan
dan bersihkan connector bila perlu.
9. Cek dan periksa fungsi timer. 1 tahun
10. Lakukan pengukuran tahanan kabel 1 tahun
11. Lakukan pengukuran arus bocor 1 tahun
12. Lakukan uji kinerja alat 1 tahun
13. Lakukan kalibrasi alat 1 tahun

B. SOP ( Standar Operasional Prosedur ) Micro Wave Diathermy


1. Persiapan Alat
a. Bersihkan dan rapikan semua peralatan yang akan digunakan baik sebelum dan sesudahdigunakan pasien.
b. Pastikan semua peralatan mesin maupun elektrode yang ada berfungsi dengan baik dan siapdioperasikan,
sehingga tidak membahayakan pasien dan terapist.
c. Masukan stop kontak dalam posisi yang benar.
d. Tekan tombol on.
e. Sebelum mesin di gunakan lakukanlah pemanasan 10 menit.
2. Persiapan Penderita
a. Panggil penderita dengan ramah dan sopan,
serta masukan ketempat terapisesuai kondisi dan diagnosa.
b. Lakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan keluhan yang
dialamipenderita dengan teliti dan cermat.
c. Sebelum pemberian terapi, pasien terlebih dahulu diberikan penjelasanmengenai cara kerja alat,
indikasi dan kontra indikasinya.
d. Daerah yang akan di terapi dibebaskan dari pakaian dan logam.
3. PelaksanaanTerapi
a. Pilihposisipasien se-rileksmungkinbaikposisitidurataududuk.
b. Mintakepadapasienmembebaskanpakaianpadadaerah yang akan di terapi.
c. Beripenjelasansetiapmelakukantindakanfisioterapiapa yang akan di rasakankepadapenderita.
d. Dalampelaksanaanterapiutamakanprinsipaman, nyamandankeselamatanpasien.
4. Operasional MWD
Elektroda di tempatkanpadadaerah yang di terapi, intensitssubthermal, dengan lama
waktupemberianterapi 15 menitdanfrekuensiselama 6 kali.
Proses terjadinya panas
Terapi dengan Diathermi mempunyain kelebihan dibanding dengan terapy
dengan sumber panas lainnya, misalnya kompres air panas, sinar infra merah
dan panas kimiawi / balsem dan lainnya. Karena dengan pesawat Diathermy
panas dapat disalurkan kedalam badan atu anggota badan dengan efek panas
yang konstan dan merata, jumlah kondisi panas dapat diatur sesuai dengan
kebutuhan.
Apabila suatu listrik dialirkan melalui suatu tahanan, maka dalam tahanan
tersebut akan timbul panas. Semua zat mempunyai resistansi atau menahan
terhadap aliran arus listrik. Dalam jarinfan tubuh mempunyai nilai resistansi
yangh berbeda- beda, yaitu :
a. Elemen yang banyak air mempunyai tahahn kecil.
b. Elemen yang sedikit air mempunyai nilai resistan yang besar.
Pada Diathermy yang menggunakn frekuensi tinggi elktroda- elektroda tidak
perlu melekat langsung pada kulit tetapi dapt dipasdang dengan jarak tertentu.
Meskipun demikian arus listrik frekuensi tinggi akan dapat mengalir melaluio
udara diantara elektrode- elektrode dengan kulit dan bahan isolator yang
membungkus elektrode.
Metode penyaluran panas
Energi gelombang frekuensi tinggi dapat disalurkan kebadan/ anggota tubuh
pasien, dengan cara :
a. Metode Kapasitif
Dengan metode kapasitif, dipergunakan elektrode berupa 2 buah plat logam
yang dibungkus dengan bahan isolator dan diletakan sejajar seperti halnya
kapasitor.
b. Metode Induktif
Metode induktif menggunakan elektrode yang berupa kabel gulung dan diletakan
padacsebuah tempat dari isolator, dan bentuknya bermacam- macam.
c. Metode Radiasi
Dalam metode radiasi, energi frekuensi tinggi dipancarkan seperti halnya dalam
pemancar dengan antena Dipole atau Waveguide.

B. Macam Macam pesawat Diathermy


Pesawat Diathermy ada bermacam macam yaitu Short wave
diatermy(Gel.Pendek dan Micro wave diatermy(Gel.Micro),dibedakan menurut
frekuensi yang digunakan. Pada prinsipnya pesawat Diathermi adalah
pembangkit frekuensi tinggi. Yang dapat digolongkan sebagai arus listrik yang
mempunyai frekuensi 1.000 Hz. Arus listrik frekuiensi tinggi ada yang tetap dan
ada yang berubah ubah atau teredam.
Perbedaan micro wave dengan short wave
1. Penetrasi gel. Mikro lebih dalam ; tp tidak dapat melewati jaringan yang
padat seperti yang dapat dilakukan oleh gel. Pendek.
2. Gel. Mikro kurang berhasil mengobati struktur yang dalam dibanding
dengan diatermi gel. Pendek.

Efek diatermi gel. Pendek (Short wave diathermy) :

Menghasilkan panas & peningkatan efek fisiologis


* Meningkatkan metobolisme
* Meningkatkan darah
* Menurunkan eksitasi saraf
* Menurunkan relaksasi ottot, meningkatkan usaha otot
* Menurunkan tekanan darah karena vasodilatasi
* Meningkatkan aktivitas kel. Keringat
Mempunyai efek pengobatan
* Terhadap daerah peradangan => oksigenasi
meningkat
* Efek terhadap infeksi bakteri => leukosit & antibodi
meningkat
* Kehilangan nyeri => panas disebabkan saraf sensoris
sedatif
* Terhadap daerah yang patah => meningkatkan
absorpsi & aliran darah

C. Prinsip kerja dari Pesawt Diathermi

Elektroda diletakkan pada masing-masing sisi yang akan diobati & dipisahkan
dari kulit dengan bahan isolator.
Rangkaian sumber daya didalam rangkaian ini teganagn PLN 50/60 Hz diubah
menjadi frekuensi tinggi sebesar 2450 MHz oleh rangkaian Oscilator.
Rangkaian Oscilator disebut juga pembangkit listrik frekuensi tinggi.
Rangkaian Output merupakan rangkaian dari pesawat dimana rangkaian ini
berfungsi untuk menguatkan frekuensi tinggi yang disalurkan.

D. Perlengkapan Pesawat Diathermi


Pada panel kontak Diathermi umumnya terdapat alat- alat pengontrol, sebagai
berikut:
a. Sakelar utama
b. Lamp control
c. Timer
d. Tombol pengatur Output/ intensitas

Elektrode
Menyalurkan arus dari frekuensi tinggi yang dihasilkan dari pesawat Diathermi.
Elektrode ini mempunyai bentuk bermacam- macam yang dimaksud denganm
elektrode adalah suatu alat yang digunakan untuk disesuaikan dengan bentuk
bagian tubuh dan penggunaannya. Ada elektroda yang harus berpasangan dan
ada juga yang menggunakan elektrode tunggal. Kabel penghubung elektrode
berfungsi untuk menghubungkan pesawat dengan elektrode.

Macam macam Elektrode


Elektrode dapat dibedakan menjadi 2 macam:
a. Elektrode Kapasitif
b. Elektrode Induktif

Elektrode Piringan
Disebut elektrode piringan sebab bentuknya bulat seperti piring, yang terbuat
dari metal dan dibungkus dengan bahan isolasi.

Elektrode Bantalan
Elektrode bantalan ini terbuat dari lembaran logam yang lunak/ fleksibel
dibungkus dengan suatu lapisan karet.

Elektrode dengan bentuk khusus


Elektrode ini dibuat untuk pemakaian pada bagian yang menggunakan elektroda
biasa . Elektrode bentuk khusus ada bemacam- macam :
a. Elektrode untuk vagina dan dubur
b. Elektrode untuk ketiak

Elektrode Kabel
Elektrode ini bentuknya seperti kabel. Cara penggunaanya elektrode kabel dililit
pada bagian tubuh yang akan diterapi.

Elektrode Diplode
Elektrode Diplode disebut juga elektrode kontur. Elektrode ini termasuk elektrode
induktif panas yang ditimbulkan secara perlahan- lahan untuk kemudian
menembus kulit. Panas yang terjadi di kulit hanya kecil, sehingga terasa nyaman
bagi pasien.

Elektrode Monode
Elektrode Monode ini semacam dengan elektrode Dsip[lode, yaitu menggunakan
kabel yang digulung didalam suatu tempat.

Elektrode Minode
Elektrode Minode ini sama dengan elektrode Monode, hanya bentuknya saja
berbeda. Bentuk Elektrode ini lebih kecil dan agak lebih panjang dibandingkan
dengan elektrode Minode.

Elektrode Pengarah
Adalah Elektrode yang dipergunakan pada Diathermi yang menggunakan
gelombang Mikro.

E. Pengoperasian Pesawat
a. Ambil pesawat dari penyimpanan.
b. Periksa kabel sumber daya apakah dalam keadaan siap pakai.
c. Atur posisi Elektrode supaya dalam keadaan siap pakai.
d. Periksa sumber daya listrik yang tersedia dan harus sesuai dengan
kebutuhan pesawat.
e. Jangan menggunakan pesawat pada saat tegangan tidak sesuai dengan
kebutuhan pesawat.
f. Kemudian hidupkan pesawat dengan power switch pada posisi On.
g. Biarkan pesawat hidup selama + 1 menit untuk pemanasan pesawat.
h. Persiapkan pasien yang akan diterapi.
i. Periksa pasien dengan teliti sehingga tidak ada unsur logam yang dipakai
pasien.
j. Bagian yang diterapi harus bebas dari luka atau basah.
k. Pilih dan pasang elektrode sesuai dengan obyek yang akan ditewrapi.
l. Aturlah waktu therapi sesuai dengan kebutuhan.
m. Aturlah besar intensitas panas output sampai pasien merasakan hangat.
n. Setelah proses terhapi selesai, matikanlah pesawat dengan menekan
power switch pada posisi OFF.

F. Pemeliharaan Pesawat
a. Setelah selesai menggunakan pesawat putarlah parameter pada posisi
minimum.
b. Lepaskan kabel sumber daya dari pesawat dan simpanlah pada tempatnya.
c. Aturlah poisisi tangakai elektrode.
d. Lepaskan Elektrode yang jarang dipakai.
e. Bersihkan pesawat dari debu dan bekas bekas telapak tanagan yang
mengandung keringat.
f. Perbaikilah pesawat dari kerusakan kerusakan ringan.