Anda di halaman 1dari 17

Tugas Individu

Pertumbuhan Pohon dan Kualitas Kayu

PENGARUH SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN POHON

DISUSUN OLEH :

NAMA : TISAR NOVRIANTO

NIM : M111 15 536

KELAS : PPKK (D)

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN

MAKASSAR

2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga

makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa saya juga mengucapkan

banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan

memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan

pengalaman bagi para pembaca,agar ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun

menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya,saya yakin masih

banyak kekurangan dalam makalah ini,oleh karena itu saya sangat mengharapkan

saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Makassar,01 Maret 2017

Penulis

DAFTAR ISI
Kata Pengantar............i

Daftar Isi.ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.1
1.2 Rumusan masalah2
1.3 Tujuan Penulisan.3
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian suhu.4
B. Hubungan suhu dengan tanaman..5
C. Pengaruh suhu terhadap tanaman.6
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan....17
3.2 Saran..17
DAFTAR PUSTAKA..18

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Suhu udara berpengaruh besar dengan kesuaian tanaman yang akan

dibudidayakan. Tanaman stroberi, dan kubis cocok pada suhu yang sejuk. Tetapi
tanaman kaktus dan buah naga lebih cocok pada daerah bersuuhu panas. Dan pada

suhu tertentu pula tanaman akan menghasilkan produksi yang optimal.

(Supriono,2010)

Suhu pada prinsipnya adalah kandungan energy panas pada suatu objek, dan

bersumber dari radiasi matahari (solar energy) sehingga faktor suhu sangat berkaitan

dengan faktor radiasi cahaya matahari.Suhu dipermukaan bumi sangat bervariasi oleh

karena perbedaan tinggi tempat (altitude) dan letak lintang (latitude). Sebagai contoh,

suhu udara di padang pasir dapat mencapai 58 derajat celcius pada siang hari dan -40

derajat celcius di kutub.(Hartati,2009)

Pertumbuhan tanaman ditentukan oleh aktivitas metabolism yang terkendali

oleh faktor lingkungan diantaranya suhu. Proses fotosintesis berjalan baik pada suhu

sekitar 21 derajat celcius dan dalam kondisi demikian proses pembentukan glukosa

relatif ancar sehingga kesempatan untuk mengantarkan fotosintat keseluruh tubuh

cukup tinggi. Namum demikian, pada suhu yang relatif rendah kesempatan tersebut

terhambat oleh ketersediaan energi karena proses pembakaran atau respirasi pada

suhu rendah akan menghasilkan energi yang relatif kecil. Demikianlah suhu ikut

berperan dalam keberhasilan pertumbuhan tanaman.(Muchtadi,2010)

1.2. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini yaitu sebagai berikut:

1. Adakah pengaruh suhu terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman?

2.Bagaimana pengaruh suhu terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman?

1.3. Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari pembuatan makalah ini

adalah :

1. Untuk mengetahui adanya pengaruh suhu terhadap pertumbuhan dan perkembangan

tanaman.
2. Untuk mengetahui bagaimana terjadinya pengaruh suhu terhadap pertumbuhan dan

perkembangan tanaman.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Suhu
Suhu mencakup dua aspek yaitu derajat dan insolasi. Insolasi menunjukan energi
panas dari matahari dengan satuan gram/kalori/cm2/jam. Dimana 1 grm kalori
digunakan untuk menaikan suhu satu gram air sebesar 10C.(A.Muawin, 2008)
Suhu menunjukkan derajat panas benda. Mudahnya, semakin tinggi suhu suatu

benda, semakin panas benda tersebut. Secara mikroskopis, suhu menunjukkan energi

yang dimiliki oleh suatu benda. Setiap atom dalam suatu benda masing-masing
bergerak, baik itu dalam bentuk perpindahan maupun gerakan di tempat getaran.

Makin tingginya energi atom-atom penyusun benda, makin tinggi suhu benda

tersebut.(A.Muawin,2008)

Jumlah insolasi atau suhu suatu daerah berbeda-beda tergantung pada :

a. Latitude yaitu letak lintang suatu tempat. Pada daerah katulistiwa insolasi lebih

besar dan berbeda dibandingkan dengan daerah sub-tropis atau daerah sedang. Suatu

daerah yang letaknya semakin kekutub maka insolasinya semakain rendah karena

sudut jatuh radiasi matahari semakin besar atau karena jarak matahari ke bumi

semakin jauh. Akan tetepi insolasi total untuk suatu musim pertumbuhan tanaman

hampir sama karena panjang hari yang lebih lama.


b. Musim : Pada musim panas insolasi tinggi sedangkan pada musim hujan rendah
c. Kejernihan atmosfer : semakin jernih atmosfer maka semakin tinggi insolasis yang

diterima oleh bumi karena tidak adanya awan atau bintik-bintik air
d. Konstanta matahari : merupakan jarak matahari dengan bumi. Semakin dekat jarak

matahri ke bumi maka insolasi akan semakin tinggi.

Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume yang bersifat irreversibel (tidak

dapat balik), dan terjadi karena adanya pertambahan jumlah sel dan pembesaran dari

tiap-tiap sel. Pada proses pertumbuhan biasa disertai dengan terjadinya perubahan

bentuk. Pertumbuhan dapat diukur dan dinyatakan secara kuantitatif.(Hartati,2009)

Perkembangan adalah proses menuju dewasa. Proses perkembangan berjalan

sejajar dengan pertumbuhan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan

merupakan proses yang tidak dapat diukur. Dengan kata lain, perkembangan bersifat

kualitatif, tidak dapat dinyatakan dengan angka.(Hartati,2009)


B. Hubungan Suhu Dengan Tanaman
Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

dan perkembangan tanaman. Suhu mempengaruhi beberpa proses fisiologis penting

yaitu:

a. Buka dan menututupnya stomata


b. Transpirasi
c. Penyerapan air dan nutrisi (unsur hara)
d. Fotosintesis
e. Respirasi
f. Kinerja enzim
g. Cita rasa tanaman
h. Pembentukan primordia bunga

Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses-

proses tersebut dan setelah melewati titik optimum proses tersebut mulai dihambat

baik secara fisik maupun kimia. Menurunnya aktivitas enzim (degradasi enzim).

(Supriono,2010)

Pada tanaman hortikultura suhu merupakan faktor penting dalam pembentukan

primordia bunga, dimana dalam pembentukan bunga tanaman dibutuhkan suhu

optimal yaitu suhu yang dibutuhkan tanaman dalam pembentukan primordia bunga.

Dimana dalam pembentukan bunga tanaman memerlukan suhu optimal yaitu suhu

yang dibutuhkan oleh tanaman dalam pembentukan primordia bunga. Selian itu juga

mempengaruhi aktivitas mikroorganisme dan enzim pada suhu yang rendah 00C

umumnya aktivitas organisme tidak aktif atau dorman sedangkan pada suhu yang

tinggi akan menimbulkan proses pembentukan protein dan enzim yang bercerai

berai/rusak (denaturasi).(Supriono,2010)

C. Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Tanaman


Suhu yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman dikenal

sebagai suhu kerdinal yaitu meliputi suhu optimum, suhu minimum dan suhu

maksimum. Suhu kardinal yang dibutuhkan oleh tanaman adalah berbeda-beda

tergantung pada jenis tanamannya. Dimana suhu yang berada dibawah batas

maksimum atau diatas optimum ini tidak baik untuk tanaman, keadaan tersebut sering

disebut suhu ekstrim. Pengaruh faktor suhu pada tanaman menimbulkan gangguan-

gangguan pada tanaman baik secara morfologi maupun fisiologinya.(Muchtadi,2010)

Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat

dibedakan sebagai berikut :

Batas Suhu Yang Menguntungkan Tanaman Batas suhu yang membantu

pertumbuhan dan perkembangan tanaman diketahui sebagai suhu optimum. Pada

batas ini semua proses dalam perkembangan dan pertumbuhan tanaman akan berjalan

baik dari segi morfologi muapun fisiologinya.(Muchtadi,2010)

Proses fisiologi tersebut antara lain yaitu :

a. Fotosintesis
b. Respirasi
c. Penyerapan air
d. Transpirasi
e. Pembelahan sel
f. Pemanjangan sel dan
g. Perubahan fungsi sel akan berlangsung secara baik sehingga akan diperoleh produksi

maksimum pada setiap jenis tanaman kebutuhan akan suhu optimum ini bervariasi

seperti pada tanaman C3 membutuhkan suhu optimumnya antara-

270C- sampai 280C, sedangkan pada tanaman C4 suhu optimumnya adalah 300C

sampai 350C

Berdasarkan hal ini tanaman hortikultura dikelompokkan sebagai berikut :


Tanaman yang menghendaki batas suhu optimum yang rendah ( tanaman musim

dingin), yaitu tanaman yang tumbuh baik pada suhu 450F sampai 600

Tanaman yang menghendaki batas suhu optimum yang tinggi (musim panas), yaitu

tanaman yang tumbuh baik pada suhu antara 600F sampai 750F.(Muchtadi,2010)

Dari tipe-tipe tanaman tersebut diatas maka dapat dilihat contoh-contoh tanamannya

pada tabel berikut.(Muchtadi,2010)

Tanaman Musim Dingin (suhu Optimum = 45-600F)


Tanaman buah-buahan Tanaman sayuran Tanaman hias
Apel, pear, cherry, Asparagus, kubis, Gramenium, petunia

plum, strawbery wortel, kentang dll


Tanaman Musim Dingin (suhu Optimum = 60-750F)
Apricot, grape, citrus Tomat, waluh, ketimun Rose, orchid

Dilihat dari segi morfologinya yaitu :

a. Pertumbuhan dan perkembangan vegetatif tanaman


b. Pertumbuhan dan perkembangan generatif tanaman
c. Daya perkecambahan dan daya tumbuh benih tanaman

Batas suhu yang tidak menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan

tanaman dapat dibedakan sebagai berikut baik secara morfoligi dan fisiologinya

(Hartati,2009):

Proses Fisiologis

Suhu mempengaruhi beberapa proses fisiologis penting: bukaan stomata, laju

transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi


Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas
Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik

maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi)

Aspek Fisiologis
Suhu meningkatkan perkembangan tanaman sampai batas tertentu. Hubungan suhu

dengan pertumbuhan tanaman menunjukkan hubungan yang linear sampai batas

tertentu, setelah tercapai titik maksimum (puncak) hubungan kedua variabel itu

menunjukkan hubungan parabolik.(Hartati,2009)

Suhu udara atau suhu tanah berpengaruh terhadap tanaman melalui proses

metabolisme dalam tubuh tanaman, yang tercermin dalam berbagai karakter seperti :
- laju pertumbuhan
- dormansi benih dan kuncup
- perkecambahannya
- pembungaan,
- pertumbuhan buah
- pendewasaan/pematangan jaringan atau organ tanaman.
Respon tanaman terhadap suhu berbeda tergantung : jenis tanaman, varietas, tahap

pertumbuhan tanaman, macam organ/jaringan:

Pada Tahap A-B

merupakan tahap pertumbuhan yang sangat cepat.


Suhu meningkatkan laju pertumbuhan membentuk garis lurus (linear) dimana
kurvanya merupakan fungsi eksponensial dengan suhu.
Pada tahap ini energi panas dapat mengaktifkan seluruh sistem (perangkat)

pertumbuhan. Sehingga efisiensi penggunaan energi panas oleh tanaman adalah besar.

Energi panas yang terbuang percuma berada pada jumlah yang kecil, atau energi

panas yang tertangkap molekul dapat meningkatkan gerakan-gerakan molekul dalam

jaringan tanaman.(Hartati,2009)

Pada tahap B-C

Kecepatan pertumbuhan tanaman menurun, sehingga rata-rata fluktuasi pertumbuhan

dapat membentuk garis mendatar.


Fluktuasi kecepatan pertumbuhan pada tahap ini sering disebabkan oleh faktor-faktor

tumbuh lainnya diluar suhu seperti air, cahaya, ketersediaan oksigen dan

karbondioksida serta unsur hara kadang-kadang menjadi faktor pembatas, tetapi

masih dapat ditolerir oleh tanaman.

Titik B merupakan titik kritis dimana ketersediaan faktor tumbuh diluar suhu

memegang peranan penting. Kondisi sedikit saja dibawah optimum dapat menjadi

faktor pembatas (limiting factor).

Tahap C-D :

-merupakan tahap pertumbuhan menurun, dimana energi panas tidak lagi dapat

meningkatkan laju pertumbuhan.

-Pada tahap ini penurunan kecepatan pertumbuhan sebanding dengan kenaikan suhu.

-Dibandingkan dengan tahap A-B, garis proyeksi a-b selalu lebih besar daripada garis

proyeksi c-d. Hal ini berarti bahwa percepatan pertumbuhan pada tahap C-D. Kondisi

ini dapat diartikan bahwa kenaikan suhu sebanding dengan penurunan aktivitas enzim

pertumbuhan dan sebanding pula dengan kerusakan protein, sebagai bahan baku

enzim.

-Dapat diketahui bahwa panas dapat meningkatkan energi kinetik dari molekul-

molekul tanaman yang membuat laju reaksi biokimia meningkat sampai batas tertentu

dan panas

yang terlalu tinggi tidak lagi menguntungkan pada tanaman.

Suhu di atas maksimum yang berpengaruh terhadap :


a. Respirasi yaitu terjadinya proses respirasi dan absobsi air yang tinggi sehingga

terjadi proses-proses perombakan protein dan terhambatnya kinerja enzim

(denaturasi).
b. Terganggunya pembentukan sel generatif yang terjadi karena rusaknya pembelahan

sel secara mitosis sehingga biji akan mandul atau kosong.


c. Terjadinya translokasi yaitu terganggunya proses pengangkutan dan penyebarann

assimilat (hasil fotosintesis) dari sumber fotosintesis ke bagian-bagian tanaman yang

menggunakan atau menyimpan cadangan makanan seperti : buah, batang dan umbi.
d. Terjadinya mutasi gen akibat adanaya suhu yang terlalu tinggi yang menyebabkan

berubahnya susunan genetik tanaman atau adanya sinar gamma.


e. Tanaman kekurangan unsur hara, karena suhu tinggi dapat mengganggu

perombakan-perombakan senyawa-senyawa penting bagi tanaman.


f. Tanaman menjadi layu akibat suhu yang tinggi sehingga absorbsi air yang rendah dan

tingginya evapotranspirasi
Suhu di bawah minimum perlambatan pertumbuhan dan perkembangan serta

menghambat pembungaan tanaman.(Diah,2007)


a. Absorbsi unsur hara dan air terganggu karena air akan membekupada suhu dibawah

minimum dan akar tanaman akan membeku yang menyebabkan fikositas menjadi

naik. Penyerapan unsur hara juga terganggu karena bakteri-bakteri pengurai akan

mengalami dormansi atau istrihat


b. Respirasi menurun karena kebutuhan air dan udara dalam tubuh tanaman menjadi

rendah seiring rendahnya aktivitas-aktivitas dalam tubuh tumbuhan.


c. Perkecambahan benih akan teganggu dimana embrio akan rusak yang disebabkan

rusaknya membran sel dalam biji.


d. Sufokasi (suffocationI) lambatnya pertumbuhan tanaman karena suhu udara yang

rendah pada tanah dan kekurangan oksigen


e. Dedikasi yaitu terjadinya kekeringan fisiologis karena absorbso air terhambat karena

kurangnya permeabilitas selaput akar atau karena naiknya visikositas air dalam air

bahkan membeku.

Proses transfer panas antara tanaman dan lingkungannya dapat terjadi :

Konduksi :
Konduksi merupakan cara perambatan panas dari satu molekul ke molekul lainnya

atau dari satu benda ke benda lainnya.


Konveksi
Konveksi adalah transfer panas dengan cara aliran. Konveksi berlangsung sebagai

akibat berkurangnya massa jenis suatu zat bila dipanaskan.


Radiasi
Radiasi adalah transfer panas dalam bentuk gelombang elektromagnetik
Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan

perkembangan tanaman
Suhu berkorelasi positif dengan radiasi mata hari
Suhu: tanah maupun udara disekitar tajuk tanaman
Tinggi rendahnya suhu disekitar tanaman ditentukan oleh radiasi matahari, kerapatan

tanaman, distribusi cahaya dalam tajuk tanaman, kandungan lengas tanah.

Pengaruh Suhu Minimum terhadap Tanaman

Pada suhu rendah (minimum) pertumbuhan tanaman menjadi lambat bahkan terhenti,

karena kegiatan enzimatis dikendalikan oleh suhu.

Suhu tanah yang rendah akan berakibat absorpsi air dan unsur hara terganggu, karena

transpirasi meningkat.

Pengaruh Suhu Optimum terhadap Tanaman


Dalam selang suhu minimum ke optimum, kecepatan pertumbuhan berbeda tidak

nyata kalau waktu cukup lama, tetapi kecepatan pertumbuhan bertambah tinggi bila

semakin dekat dengan suhu optimum.(Diah,2010)

- Tanaman di daerah sedang, suhu optimum untuk fotosintesa lebih rendah

dibandingkan dengan suhu optimum untuk respirasi.(Diah,2010)

Pengaruh Suhu Maksimum terhadap Tanaman

Jaringan tanaman akan mati apabila suhu mencapai 45C sampai 55 C selama 2 jam.
Tanaman yang kadar karbohidrat tinggi lebih tahan terhadap suhu ekstrem tinggi,

karena denaturasi karbohidrat lebih tahan dibandingkan protein. Denaturasi portein

terjadi pada suhu 45 C, sedangkan karbohidrat baru rusak pada suhu diatas 55 C,

bahkan ada yang sampai 85 C.(Supriono,2010)

Pengaruh suhu terhadap lengas tanah

Peningkatan suhu disekitar iklim mikro tanaman akan menyebabkan cepat hilangnya

kandungan lengas tanah


Peranan suhu kaitannya dengan kehilangan lengas tanah melewati mekanisme

transpirasi dan evaporasi


Peningkatan suhu terutama suhu tanah dan iklim mikro di sekitar tajuk tanaman akan

mempercepat kehilangan lengas tanah terutama pada musim kemarau


Pada musim kemarau, peningkatan suhu iklim mikro tanaman berpengaruh negatif

terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama pada daerah yang lengas

tanahnya terbatas
BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Suhu yang dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman

dikenal sebagai suhu kerdinal yaitu meliputi suhu optimum, suhu minimum dan suhu

maksimum. Suhu kardinal yang dibutuhkan oleh tanaman adalah berbeda-beda

tergantung pada jenis tanamannya. Dimana suhu yang berada dibawah batas

maksimum atau diatas optimum ini tidak baik untuk tanaman, keadaan tersebut sering
disebut suhu ekstrim. Pengaruh faktor suhu pada tanaman menimbulkan gangguan-

gangguan pada tanaman baik secara morfologi maupun fisiologinya.

3.2. Saran

Setelah mengetahui dari berbagai pemjelasan yang telah di paparkan di atas maka

kita telah mengetahui banyak hal tentang pengaruh faktor suhu terhadap pertumbuhan

atau membuka lahan pertanian kita sangatlah penting untuk memperhatikan keadaan

cuaca atau suhu keadaan di waktu-waktu tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

A Muawin,Heru. 2008. Faktor Lingkungan dalam Pertumbuhan Tanaman.


http://herumuawin.multiply.com. Diakses pada tanggal 27 Februari 2017

Diah, Tantri. 2007. Dampak Perubahan Iklim akibat Pemanasan Global.


www.tantridiah.wordpress.com. Diakses pada tanggal 27 Februari 2017

Hartati. 2009. Agri journal. Fakultas Pertanian Universitas Jember. Jember.

Muchtadi, Deddy. 2010.Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Tanaman.


Bogor:Alfabeta CV

Supriono. 2010.Jurnal Pengaruh Suhu. www.bdpunib.org. Diakses pada tanggal 27


Februari 2017